Tampilkan postingan dengan label sembuh dari scoliosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sembuh dari scoliosis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2014

Update Scoliosis Gue: Alasan Lain Kenapa Memakai SpineCor :)


Haiiiiiii, bloggies apa kabar? Semoga semuanya baik, ya :) In case ada yang bertanya, kabar gue juga baik, hihihi. Gue lagi happy dengan another good news dari perkembangan scoliosis gue. Sudah pada tahu kan kalau selama 6 bulan terakhir gue memakai SpineCor alias soft brace? (lihat cerita sebelumnya di sini, di sini dan di sini). Jadi beberapa waktu lalu gue kembali bertemu dengan Dr. Natalie, karena selama pemakaian SpineCor setiap 1 bulan sekali gue harus review. Setelah perjalanan yang super macet (Bandung-Jakarta saja sampai 6 jam lebih, dong!) rasa pegalnya langsung terbayar. Dr. Natalie berkata tulang belakang gue "amazing". Masih terlalu dini untuk x ray ulang, tapi dia optimis dengan hasilnya :)

Sejak hari pertama gue memakai SpineCor sampai hari ini, gue masih takjub dengan cara kerjanya yang 'nggak terasa'. Waktu gue pakai boston brace, 23 jam sehari, 7 hari seminggu (yang pernah menonton film MIKA pasti tahu maksud gue, hihi), aktifitas gue jadi terbatas. Gue nggak bisa menunduk, tidur menyamping dan melakukan semua hal yang memutuhkan kelenturan alami tubuh gue. Tapi dengan SpineCor gue melakukan semuanya tanpa hambatan, bahkan kalau nggak gue beri tahu orang pasti nggak mengira kalau gue memakai brace karena SpineCor bisa tersembunyi dengan sempurna di balik baju. Meski sangat lentur dan tipis (yup, nggak memberi "efek gemuk" seperti boston brace) SpineCor membuat hidup gue lebih berkualitas. Keluhan khas yang ditimbulkan dari scoliosis seperti kebas, kesemutan dan pegal-pegal sedikit demi sedikit berkurang, jadi kegiatan gue sehari-haripun lebih maksimal :)

SpineCor tersembunyi di balik baju dan super nyaman :)


Meski awal keinginan gue memakai SpineCor adalah karena melihat Lourdes, putrinya Madonna yang tetap super stylish meskipun scoliosis. Sekarang alasan kenapa gue memakai SpineCor semakin bertambah. Gue diberitahu oleh Dr. Natalie tentang fakta-fakta yang bikin gue semakin semangat untuk lebih membaik. Pertama, SpineCor ternyata terbukti lebih efektif 3,7 kali daripada hard brace (seperti boston brace yang dulu gue pakai) untuk mencegah operasi. Karena lebih baik dalam menstabilkan dan mengendalikan scoliosis. Dan yang kedua, SpineCor secara klinis sudah terbukti memiliki 89% keefektifan terhadap pasien. Ini menurut penelitan selama 10 tahun terhadap lebih dari 40 pasien, lho. Jadi meskipun sekali scoliosis tetap scoliosis, dengan SpineCor kesempatan gue untuk membaik lebih besar :)

Meski tipis tapi keefektifannya mencapai 89% :)


Gue berbagi pengalaman gue selama memakai SpineCor di blog ini karena tahu betul bagaimana nggak nyamannya scoliosis. Gue baru ketahuan setelah kurva mencapai 35 derajat. Masih ringan, tapi sebenarnya sudah bisa terlihat ciri-cirinya. Tapi dulu gue dan keluarga sama sekali nggak mengerti apa itu scoliosis, padahal cara mendeteksinya sangat mudah. Gunakan metode "Adam's Forward Bend Test", yaitu membungkuk seperti gerakan shalat rukuk, lalu dengan bantuan orang lain lihat permukaan punggung kita, apakah terlihat menonjol sebelah atau nggak. Jika terlihat ada yang menonjol segera konsultasikan dengan dokter, karena penggunaan SpineCor akan lebih efektif jika kurva masih kecil. Meski begitu bukan berarti yang sudah terlanjur berkurva besar nggak bisa memakai SpineCor. Ada faktor lain yang juga menjadi penyebab efektif atau nggaknya Spinecor, seperti usia dan kedisiplinan. Yang kedua itu jauh lebih penting daripada faktor kurva dan usia. Gue sudah berusia mature (di atas 18) dengan kurva besar (52 derajat) buktinya masih bisa turun 12 derajat dengan pemakaian teratur sesuai yang dianjurkan dokter :D

Gue tahu kadang membicarakan scoliosis itu nggak mudah. Dulu gue juga selalu menghindar kalau ada yang menyinggung tentang kelainan tulang belakang gue ini. Alasannya karena nggak semua orang mengerti dan karena tahu bahwa scoliosis nggak bisa sembuh dengan minum obat 3 kali sehari dan istirahat yang cukup ---somehow bikin gue sedih---. Tapi sekarang gue rasa yang terbaik adalah dengan membicarakannya, dengan sharing. Karena scoliosis bukan akhir segalanya dan dengan kemajuan tekhnologi, kita, scolioser bisa membaik :) Jadi jika ada diantara teman-teman yang juga scoliosis, atau mengenal seseorang yang scoliosis, please jangan dibiarkan tapi segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Oh iya, waktu review pemakaian SpineCor gue diberitahu bahwa Back Up Clinic sekarang sudah berganti nama menjadi Spine Body Center. Lokasinya berdekatan dengan yang lama, kok. Yaitu di APL Tower lantai 25 (samping Central Park Mall) Jakarta. Jika mau bertanya seputar SpineCor atau membuat janji dengan dokternya bisa telepon ke (021) 2933 9295
Bulan depan gue juga akan kembali lagi ke sana untuk review, nggak sabar dengan hasilnya, hihihi. Okay, sekian dulu ya update tentang pemakaian SpineCor nya, sekarang gue mau tidur dulu karena sudah super larut. See you, teman-teman! :D

smile,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 03 Agustus 2014

Tetap Aktif dengan Scoliosis! (Up date Pemakaian SpineCor)


Hai bloggies, bagaimana liburan lebarannya? Atau adakah yang sudah mulai kembali ke aktivitas semula? Apapun, semoga hari kalian menyenangkan, ya :) Amen.

Semenjak memakai SpineCor alias soft brace untuk scoliosis gue, banyak sekali yang bertanya tentang perkembangannya. Well, sebenarnya aku sudah berjanji akan selalu meng-update nya di sini, tapi ternyata cukup banyak juga yang nggak sabar menunggu dan bertanya langsung lewat private message, hehehe. Jadi sekarang aku akan share tentang pengalaman gue setelah 1 bulan pemakaian SpineCor :)

Jika belum tahu apa itu SpineCor, silakan lihat ini.

Aku masih ingat waktu pertama kali dokter memintaku untuk memakai brace. Waktu itu gue masih 13 tahun dan brace yang kupakai adalah tipe Boston. Keras dan menutupi seluruh badanku, dari dada sampai pinggul. Bentuknya yang kaku membuat brace susah untuk “disembunyikan” di balik baju. Lekuk tubuhku juga jadi tampak nggak natural. Hampir semua orang yang bertemuku ---meskipun baru sebentar--- langsung sadar bahwa aku memakai brace. Semangatku  untuk disiplin mamakai brace pun jadi on and off. Saat di rumah aku nggak bermasalah untuk memakainya sepanjang waktu (brace harus dipakai 23 jam sehari), tapi lain lagi jika aku sedang di sekolah. Aktivitas yang padat dan membuatku banyak berkeringat membuatku merasa nggak nyaman. Rasanya seperti di sauna permanen, hehehe. 

Sesuai dengan nasehat dokter aku mamakai brace selama masa pertumbuhan tulang,  yang artinya sepanjang 5 tahun sebelum aku berusia 18 tahun. Keberhasilan Boston brace ini memang berbeda-beda pada setiap scolioser dan padaku, too bad kurvaku malah bertambah dari 30 an ke 40 an... Malah di usia dewasa kurvaku sempat mencapai 58 derajat! 
Dokter berkata brace sudah nggak ada gunanya jika tulangku sudah berhenti tumbuh, jadi yang bisa aku lakukan untuk menjaga kurvaku hanya tinggal terapi yang lain seperti berenang, fisio terapi, dan tentu saja jalan terakhir ketika kurva sudah melebihin 40 derajat: Operasi.
Operasi bukan pilihanku, jadi aku mengikuti berbagai terapi fisik baik di Rumah Sakit sampai terapi chiropractic. Chiropractic  memberikan rasa nyaman pada tulang belakangku, tapi kurvaku sama sekali nggak berkurang.

Setelah mendengar tentang SpineCor aku langsung bersemangat untuk mencobanya. Bukan hanya karena banyak selebriti dengan scoliosis yang memakainya tapi karena ini satu-satunya tipe brace yang masih bisa dipakai untuk tulang yang sudah berhenti tumbuh (mature). Aku langsung optimis di hari pertama memakainya, karena selain terasa nyaman, postur tubuhku pun secara instan terasa lebih baik. Apalagi 1 minggu setelah pemakaian hasil x ray menunjukan kurvaku (with brace on) berkurang sebanyak 12 derajat. Yang artinya menjadi kurva “aman” dari operasi!

Kalau dipakai di balik baju SpineCor nggak terlihat, lho. Bahannya juge elastis, nyaman dipakai :)

SpineCor sangat jauh berbeda dengan Boston brace. Bentuknya mengikuti lekuk tubuhku dan tersembunyi dengan baik di balik baju. Gerakan tubuh pun menjadi nggak terbatas. Aku benar-benar bisa beraktivitas sambil memakai SpineCor. Aku bekerja di preschool sambil memakainya. Mengejar anak-anak, jongkok-berdiri sampai berayun di swinging ball pun nggak masalah. Begitu juga dengan kegiatanku sebagai penulis. Aku sangat terbantu dengan SpineCor. Harus duduk berjam-jam di depan komputer sambil mengetik dulu sangat menyiksa, tapi sekarang nyeri punggung dan kesemutanku banyak berkurang :)

Aku pakai SpineCor, lho. Nggak terlihat, kan? ;)


Untuk teman-teman scolioser pasti mengerti mengapa berkurangnya kurva bukan satu-satunya goal. Berkurangnya rasa sakit juga salah satu faktor yang dicari dari sebuah terapi/pengobatan, karena terkadang rasa sakit mengganggu produktifitas kita yang memiliki hidup yang aktif. Berbeda kurva dan tipe, berbeda pula rasanya. Aku sendiri sering mengalami kesemutan di tubuh bagian kanan dan nyeri di punggung atas. Kalau sudah begitu mau nulis pun kurang konsentrasi. Padahal pekerjaanku penulis, ya, hehehe. 

Selama 1 bulan ini SpineCor sudah menjadi bagian dari aktivitasku sehari-hari. Setiap habis mandi aku langsung memakainya dan bekerja seperti biasa. Teman-temanku pun nggak ada yang tahu bahwa aku memakai brace. Kecuali kalau kuberitahu, ya :p Tubuhku rasanya semakin fit dan tentu saja menjadi lebih produktif. Sepulang dari preschool yang biasanya langsung mendarat di tempat tidur, sekarang langsung ambil tali leher dan baju Eris. Yup, aku ajak dulu Eris berjalan-jalan sebelum aku beristirahat! :)

Awalnya karena belum tahu sejauh mana ketahanan tubuhku, aku ajak Eris berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah saja. Tapi setelah beberapa kali percobaan dan aku nggak memiliki keluhan, aku mengajaknya berjalan-jalan ke tempat yang lebih jauh. Aku berkeringat dan kelelahan, tapi hebatnya nggak ada rasa pegal atau kesemutan, semuanya lancar. Well, terakhir aku merasa seperti ini sepertinya waktu SMP. Long long time ago, ya...

Mau jongkok atau berdiri tetap nyaman :)

Karena tubuh fit, waktu berkualitas dengan Eris pun semakin banyak :)

Untuk memastikan bahwa apa yang kurasakan bukan sekedar sugesti, aku mengecek kembali keadaanku ke dokter. Berhubung Dr. Natalie sedang cuti melahirkan, jadi aku ditangani oleh Dr. Irma. Guess what, setelah aku surprise dengan kemajuan setelah pemakaian 1 minggu, sekarang ada lagi kabar gembira. Kemiringan tulang belakangku yang tadinya 20 mm sekarang tinggal 2 mm saja! Memang sih aku belum kembali x ray (jika terlalu sering nggak baik untuk kesehatan), tapi Dr. Irma memeriksanya dengan seksama dan hasilnya membuatku semakin optimis dan semangat untuk terus menggunakan SpineCor :)

Ini baru bulan pertama dan aku excited sekali dengan perkembangan yang akan kudapat. Bahkan dengan operasi scoliosis nggak bisa dikoreksi 100%, jadi aku rasa SpineCor sangat patut diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup scolioser, tua dan muda. Aku harap semakin banyak yang tahu tentang SpineCor. Seorang temanku yang kurvanya sudah 70an derajat pun baru-baru ini memakainya dan kurvanya sekarang sudah berkurang 8 derajat. Benar-benar mematahkan “mitos” yang berkata bahwa bracing hanya efektif untuk kurva di bawah 40 derajat. Yup, ada harapan baru untuk scolioser ;)

Bulan depan aku akan kembali memeriksakan tulang belakangku, sekaligus melihat sejauh mana SpineCor membantuku. Jika teman-teman tertarik dengan SpineCor atau mau tanya-tanya dulu, silakan kunjungi Spine Body Center di APL Tower lantai 25 (sebelah Central Park Mall) Jakarta Barat. Atau bisa menelepon terlebih dahulu ke 021-2933 9295. Staff Spine Body Center pasti dengan senang hati membantu kalian :)

Miracle girl,

Indi

__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469