Tampilkan postingan dengan label Aplaus the Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplaus the Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Review: Red Cherry and My Update :)


Halo bloggies, apa kabar? It's Monday already. Bagaimana aktivitasnya? Semoga berjalan lancar dan tetap segar sampai waktunya istirahat ya :) Aku sendiri masih belum bisa beraktivitas maksimal. Jadwal istirahatku masih kacau. Pasalnya, minggu lalu aku harus mengurus rumah dan seisinya sendirian sementara orangtua ada di Jakarta (Bapak operasi polip). Urusan rumah sih sebenarnya nggak terlalu berbeda dengan hari-hari biasa, toh paling hanya bersih-bersih, menyalakan lampu halaman dan memastikan semua terkunci ketika malam. Tapi "seisinya" itu yang merepotkan. Kami mempunyai beberapa binatang peliharaan, ada Marco si burung nuri, Maksim si kura-kura darat, ikan-ikan besar di kolam dan Eris si anjing golden retriever. Mereka punya kebiasaan dan jadwal makan yang berbeda, kebayang kan aku yang seorang diri ini harus membagi waktu untuk mengurus mereka.

Hari aku yang biasa dimulai di atas jam 10 pagi, minggu lalu berubah jadi jam 4 subuh. Padahal kepalaku masih 'keleyengan' karena setiap hari aku beristirahat di atas jam 12 malam (memang pekerjaanku selesainya jam segitu). Subuh-subuh gitu aku sudah ajak Eris ke luar rumah, untuk memenuhi 'panggilan alam'nya dan bermain sampai jam 5.30 subuh. Setelah itu harus beres-beres garasi dan kandang Eris. Nah, kandang Eris ini cukup besar, jadi nggak cukup kalau cuma di sapu dan di pel, tapi juga jendelanya harus di lap dan tanaman hias di dinding kandang Eris harus di siram. Ya, ampun... rasanya seperti mempunyai kamar ekstra, hehehe...

Setelah itu aku harus mengurus yang lainnya. Marco biasanya sudah ribut sebelum jam 6 pagi minta minum susu dan mandi (she's so cute, trust me!), lalu aku memberi makan ikan-ikan gembul yang jumlahnya susah dihitung karena lincah-lincah. Kalau semuanya berjalan lancar (kalau mereka nggak ada yang bandel, lol) aku bisa kembali selimutan di kamar sampai jam 9 pagi. Setelah itu baru waktunya Eris dan Maksim yang makan.

Kalau diceritakan satu-persatu sampai aktivitasku selesai, wah... satu jam mengetik kayanya nggak akan cukup waktu. Terlalu banyak dan terlalu... membosankan bagi yang membaca, hehehe. Pokoknya setiap hari aku baru bisa tenang dan masuk ke kamar jam 9 malam, dilanjutkan dengan bekerja sampai jam 12 malam. Kalau dihitung-hitung, selama 3 hari itu efektifnya aku cuma istirahat 4 jam, dan sayangnya kata 'istirahat' itu nggak selalu berarti tidur, banyaknya cuma dalam arti rebahan di kasur. Mungkin karena aku terlalu lelah ya...
Meski begitu aku nggak berani mengadu sama Ibu, apalagi Bapak. Soalnya mereka pasti dalam keadaan 'deg-deg'an karena sedang menunggu hasil CT-Scan Bapak. Dan aku nggak mau mereka tambah khawatir lagi dengan keadaan di rumah.

Selama orangtua nggak ada, butik Ibu tetap buka. Bi Yati, sekretaris Ibu tetap bekerja seperti biasa, dan dengan baik hatinya kadang membawakanku makanan. Malah waktu Puja, adikku sakit pun ia membuatkan puding dan makanan ringan lainnya. Benar-benar tertolong, soalnya kemampuan memasakku sangat terbatas. Paling hebat masak makanan instan (kaleng) karena nggak sempat belanja, hehehe. Bantuan juga ternyata datang dari Eris. She's a nice dog, I never doubt it. Tapi sikapnya selama orangtua nggak ada benar-benar seperti keajaiban! Setiap sore sehabis bermain, ia pasti dengan patuhnya langsung duduk di samping kandangnya minta diikat. Iya, minta diikat! Eris akan terus menempelkan kepalanya ke kakiku sampai ia diikat dan dibersihkan. Setiap aku akan mengelap tangannya ia akan menaikan tangan kiri dan kanannya bergantian. Malah ia tahu ketika bagian perut/bawahnya akan dibersihkan, ia pasti langsung berdiri. Benar-benar nggak merepotkan :) Eris sepertinya mengerti kalau aku sudah cukup kelelahan dengan aktivitasku yang lain, dan ia nggak mau menambah bebanku. Nice kiddo! :)

Aku memang kelelahan, tapi aku mengerjakan semuanya dengan ikhlas dan seriang mungkin. Aku nggak mau gloomy karena nanti semua malah terasa lebih berat. Dan di hari terakhir sebelum orangtua pulang, aku sempat men-treat diri sendiri dengan maskeran dan meni-pedi sendiri di rumah. Luar biasa menyenangkan rasanya. Di saat-saat normal maskeran hanya rutinitas biasa yang aku lakukan satu minggu sekali, tapi setelah bekerja keras selama 3 hari, maskeran terasa seperti spa seharian, hehehe :)

Kelelahanku juga terbayar karena waktu Ibu dan Bapak pulang mereka bangga dengan aku yang berhasil 'menjaga' rumah. Aku dapat banyak pujian karena rumah tetap rapi dan para binatangpun terawat. Belum lagi operasi Bapak yang berjalan lancar membuat aku lega dan... ya, mereka sudah di rumah, semua sudah baik-baik saja, thank God :)

Dan sungguh kebetulan yang manis, 3 hari kemudian aku dapat paket dari Red Cherry shop, sebuah tokoon line asal Jakarta yang menjual pakaian berkualitas dengan harga affordable. Isinya adalah 1 buah Zara Button blazer warna ungu yang super cute! Aku sudah lama ingin punya blazer dengan warna girly seperti ini. Ah, senangnya :D
Dan nggak menunggu lama, aku langsung pakai hadiah istimewaku satu hari kemudian. Dipadukan dengan rok mini pink dan kemeja lace putih ternyata sangat cocok. Malah aku masih punya banyak style lagi, lho dengan blazer ini karena modelnya 'netral' banget untuk dipadu-padankan. Terima kasih banyak ya, Red Cherry shop :)
Bapak juga ikut senang dan langsung semangat mengambil fotoku, padahal beliau belum 100% pulih, lho. Mungkin Bapak kangen ambil foto-fotoku untuk blog seperti biasanya, ya, hehehe.


Bow: Dunia Baru | Shirt and Skirt: Toko Kecil Indi | Blazer: Red Cherry
| Shock: Hypermart | Shoes: Gift









(Untuk teman-teman yang mau melihat koleksi Red Cherry bisa lihat di sini, atau di facebook-nya di sini).



Hari ini ternyata hadiah untukku belum habis, masih ada hadiah lain. Tadi pagi aku menerima paket dari majalah Aplaus the Lifestyle yang berisi satu buah majalah edisi Exploring Japan. Awww, aku sudah menunggu majalah ini sejak lama, dan surprise... surprise... artikel tentangku ternyata 2 halaman full! Benar-benar nggak menyangka :) Tadinya aku sudah pesimis nggak bakal dapat majalah ini, lho, soalnya tanggal terbitnya sudah lewat (18 November 2011), tapi ternyata hari ini ada keajaiban :) Terima kasih banyak Aplaus the Lifestyle :)


Me, featured in Aplaus the Lifestyle: Gula-gula manis dalam Indi Sugar :)





Bapak bilang aku sudah bekerja keras selama 3 hari dan have done a good job, makanya aku pantas mendapat hadiah-hadiah ini: dari Red Cherry, dari Aplaus the Lisfestyle, dari Bi Yati dan dari Eris si little helper. Sekarang aku percaya meski bukan berasal dari Ibu dan Bapak tapi pasti akan ada 'hadiah' jika aku ---kita--- bekerja keras. Nggak ada yang sia-sia, semua pasti ada hasilnya. Sekarang tinggal waktunya aku memberi hadiah sama diri sendiri, nih, yaitu: jadwal istirahat yang kembali normal! Aku sekarang lagi mencari cara supaya nggak istirahat terlalu larut dan bangun terlalu pagi. Pasti ada cara... Doakan ya, teman-teman! Dan semoga minggu kalian menyenangkan ;)


purple-pink-sweetest smile,

INDI



__________________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.

Jumat, 04 November 2011

De Do Do Do, De Da Da Da ;)


Hi, it's me again, Indi. Tumben ya baru 3 hari lalu post, sekarang sudah post baru lagi, hihihi. Belakangan ini aku memang belum keluar rumah, jadi bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat karena aku bisa fokus mengetik naskah seharian :D Memang sih, ada kangen-nya juga melihat dunia luar, tapi karena hujan terlalu lebat untuk ditembus, aku harus puas dengan menjadikan halaman rumah sebagai "dunia luar" yang paling jauh, hihihi. Terakhir aku ke luar rumah dua hari lalu, sengaja aku membawa naskah ke warnet yang jaraknya nggak terlalu jauh. Tapi ternyata baru satu jam aku di sana hujan langsung deras sederas-derasnya. Akhirnya pulang lah aku sambil memegang payung dan menyembunyikan beberapa lembar kertas 'naskah mentah' di balik baju, hihihi.

Bekerja di rumah memang ada enak dan nggak-nya, ya sama saja seperti pekerjaan lain. Tapi kadang aku merasa lucu juga, sih, saat teman-teman lelah bekerja di kantor pasti merindukan rumah, nah sedangkan aku setelah lelah bekerja tinggal 'ngesot' sedikit ke atas tempat tidur di samping meja kerjaku, hahaha. Bekerja di rumah juga rentan terkena gangguan yang sifatnya guilty pleasure (at least ini pleasure buatku lah, lol). Aku gampang sekali terbujuk sama wajah memelas Eris, anjingku. Terkadang di tengah-tengah pekerjaan, aku malah tiba-tiba kabur dan berakhir jadi kiper buat permainan "sepak bola karet" nya Eris di halaman rumah, hehehe. Aku memang harus lebih disiplin dalam menentukan batasan dan jam kerja, maklum lah aku adalah bos untuk diri sendiri. Dan aku masih belajar untuk jadi "bos" yang baik :)

Ngomong-ngomong soal gangguan, beberapa hari lalu aku diwawancarai oleh Judika, reporter dari Aplaus the Lifestyle. Nah, karena nggak memungkinkan untuk bertemu langsung wawancara pun dilakukan lewat telepon. Sejak awal percakapan entah kenapa aku nggak bisa dengar suara Judika dengan jelas. Suaranya selalu diikuti dengan "nguing-nguing" seperti suara lebah. Berkali-kali kami tutup teleponnya dan aku minta ditelepon ulang, tapi tetap saja suara yang keluar terdengar aneh. Akhirnya aku minta agar Judika menghubungiku ke telepon kantor Ibu, dan, yes! Suara yang terdengar akhirnya lebih jelas. Tapi baru beberapa menit kami bicara... "Guk... guk...", Eris mengonggong cari perhatian, hahahaha.
Meski bekerja di rumah, tetap saja aku perlakukan pekerjaanku dengan serius. This is my job, this is my responsibility. Jadi aku langsung tutup pintu rapat-rapat dan kembali melanjutkan wawancara sambil berjanji dalam hati akan menghibur Eris kemudian.

Banyak yang bertanya kenapa aku memilih bekerja di rumah. Seorang teman bahkan terang-terangan bilang bahwa ia menyayangkan gelar "S.Ip" aku disia-siakan. Well, menurutku nggak ada yang sia-sia. Ilmu meskipun nggak dipakai untuk profesi yang sesuai gelar pasti akan berguna untuk suatu hal. Toh aku berusaha sebaik mungkin waktu mencapai gelar itu :) Bekerja di rumah pun jujur saja, awalnya bukan keputusanku begitu lulus kuliah. Aku ingin menjajal ilmu 'Hubungan Internasional' dulu sekitar satu tahun baru lanjut bekerja di rumah. Tapi manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Tuhan tetap yang menentukan akhirnya karena Ia tahu yang terbaik. Semenjak lulus, scoliosisku semakin sering nyeri. Keadaanku nggak memungkinkan untuk bekerja lama-lama, apalagi meninggalkan kotaku, karena (saat itu) harus terapi 3 kali per minggu. Aku pun memutuskan untuk bekerja di rumah, fokus ke naskah novel kedua yang mulai dikerjakan tepat setelah wisuda, dan menjalankan bisnis on line shop (yang sebenarnya sudah dimulai sejak aku kuliah, tapi belum begitu serius).

Nggak bisa dipungkiri, awalnya usahaku nampak nggak berhasil. Masih jarang yang melirik desain-desainku di online shop. Malah aku sempat kepikiran untuk berhenti dan memakai modalnya untuk hal lain. Begitu juga dengan novel, aku sempat insomnia berat gara-gara kebanyakan mikir 'bisa nggak ya aku make a living dari menulis?'. Tapi lambat laun Tuhan menujukan jalannya, Toko Kecil Indi, online shopku mulai punya pelanggan tetap. Sedangkan novel-novelku mulai membuahkan prestasi dan 'pemasukan' yang membuat hati lega. Novel perdanaku "Waktu Aku sama Mika" sampai bulan ini sudah dicetak 7 kali, dan novel keduaku "Karena Cinta itu Sempurna" sudah dicetak 4 kali, padahal baru saja terbit bulan Maret lalu. Thank God... Tuhan memang maha ajaib. Meski aku nggak kemana-mana tapi aku  merasa berkecukupan :)

Soal suka duka, nggak kalah dengan yang bekerja di luar/di kantor. Tapi yang paling menonjol adalah 'duka' stereotype. Rumah identik dengan tempat beristirahat dan bersantai, bukan bekerja. Sering kali aku dapat reaksi 'iba' saat aku menyebutkan tempat di mana aku bekerja. Kalau sudah begini aku cuma bisa bersabar dan mencoba membuktikan bahwa di rumah juga bisa aktif, menghasilkan dan... menjanjikan :) (Amen, ya...).
Kalau soal suka tentu saja banyak. Yang paling aku syukuri adalah bisa dekat terus dengan keluarga. Rasanya bahagia sekali aku bisa membantu pekerjaan rumah sebelum kembali ke balik komputer. Melihat orangtuaku tersenyum dan bilang 'terima kasih' waktu aku bantu menyapu halaman rasanya nggak tergantikan! :)

Meski aku bekerja di rumah, bukan berarti aku nggak bisa bersosialisasi. Pekerjaanku (kedua-duanya) justru sering mempertemukan aku dengan orang-orang baru. Beberapa kali aku diundang ke stasiun TV untuk acara talk show dan juga fashion. Malah sering kali mereka lah yang mendatangiku ke rumah. Untuk shooting acara fashion biasanya lebih nyaman di kantor Ibu (yang merangkap rumah) karena di sana ada display baju-baju hasil desainku. Yang berkesan adalah waktu Indra Herlambang datang ke rumah (nop, nop, I'm not his gossip show fans) dan surprise, dia menghampiri Bapak lalu bilang, "Pak, anaknya berbakat sekali. Baru saya baca buku yang bahasanya indah dan menyentuh". Tapi sayangnya Bapak nggak terharu ataupun menunjukan reaksi bangga. Beliau malah menaikan alisnya dan bilang, "Masa?", hahahaha *tepok jidat*. Indra juga memberikanku buku perdananya yang berjudul "Kicau-Kacau" (nice book, seriously) dan sebuah note manis;


"To: Indy
Thank you for the inspiration".


Indra Herlambang

(harusnya namaku dieja pakai huruf 'i", bukan "y", ya hihihi).


Warna Trans 7, September 2011

Sweet note from Indra Herlambang :)


Pose-pose Richard 'Bule' bersama buku Waktu Aku sama Mika, lol.


Benar-benar moment yang membuat aku freeze sejenak :) Tapi ada lho yang lebih berkesan dari itu. Tahu Richard si penulis "Bule juga Manusia"? Well, okay, mungkin Indra Herlambang jauh lebih terkenal dari pada dia, tapi trust me, bule yang satu ini lucu banget. Dan selain kami berteman, ia juga membuatkanku foto pose-pose konyolnya bersana novel "Waktu Aku sama Mika". Hahahaha, aku terharu, Richard! :'D

Don't get me wrong, aku nggak bilang bahwa bekerja di rumah lebih baik daripada kerja di kantor, ya. Kerja di mana pun sama baiknya, asalkan dikerjakan dengan tulus dan sungguh-sungguh. Kesungguhan selalu membuahkan hasil, aku percaya :) Aku  cuma mau mengingatkan bahwa selalu ada jalan, bagaimana pun keadaan kita selama nggak lupa berdoa dan berusaha. Jika gagal dengan sebuah pekerjaan, jangan menyerah untuk mencoba kembali. Dan saat kita pikir nggak berhasil, think again, Tuhan memberikan semua umatnya bakat. Itu adalah "bekal alami" yang bisa dipergunakan, kita tinggal mengasahnya saja.

Ah, iya, aku jadi ingat. Sekarang aku sedang di tengah project novel yang royaltinya akan disumbangkan untuk charity. Aku semangat banget, apalagi royaltinya akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna --- I love animals---. Sebenarnya project ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan sekarang sudah hampir rampung, tapi aku pikir akan menyenangkan kalau ada teman-teman yang mau ikut menyumbang. Caranya gampang, cukup kirimkan cerita, quote, puisi, gambar, foto atau apapun yang berisikan pengalaman kalian dengan binatang (nggak harus pet, bisa juga binatang yang pernah ditemui) yang menginspirasi ke namaku_indikecil@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama, usia dan lokasi, ya. Novel akan diterbitkan awal tahun depan oleh Homerian Pustaka dan laporan charity akan diupdate di blog ini ;)

Begitulah pekerjaanku. Aku bersyukur selalu ada yang menyemangati ketika merasa kurang mampu melakukan sesuatu. Keluarga, teman-teman (iya, termasuk teman-teman blogger :) ), really blessed to have them. Aku memang bukan yang terbaik, bukan juga yang ahli. Tapi apapun 'posisi' di profesiku sekarang, yang terpenting adalah aku berusaha melakukan yang terbaik, berusaha sebaik-baiknya.

Well, sekarang sepertinya sudah larut (betul nggak ya? Jam dindingku mati soalnya, hihihi), sudah waktunya beristirahat supaya aku siap bekerja besok siang. Ada hal menarik yang akan aku lakukan bersama anak-anak di sekitar rumahku besok, akan aku share ceritanya lain kali. Selamat istirahat ya, teman-teman. Love your job, explore your potential and don't forget to thank God. Good night! ;)


"Don't give up, try again and motivate yourself to be better. If J. K. Rowling gave up once she got rejected, we'll never know who is Harry Potter, right? Be serious with what you are going to do, sincerity always giving you the best one".

(My personal quote from an interview with Seycil Corner)




stick out your chin and grin,


INDI



-------------------------------------------------------------------------
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.