Tampilkan postingan dengan label Indi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2013

Sweetest Day: Martabak Toblerone ala JKT 66 :D



Howdy bloggies! Wah, nggak terasa ya sekarang sudah masuk minggu ke 2 di Bulan Desember. Padahal rasanya baru saja aku operasi pengangkatan tumor payudara. Yes, ini artinya (hampir) sebulan sejak pengalaman pertama masuk ruang operasi yang membuatku mimpi tentang Steven Tyler yang super keren, hehehe. Meski kelihatannya cukup lama, tapi aku masih dalam masa pemulihan dan harus cuti bekerja di preschool sampai awal Januari. Selama menunggu, kegiatanku hanya menulis di rumah dan menghadiri beberapa undangan seperti yang beberapa kali aku share disini. Hehehe, meski lagi sakit tapi bukan berarti harus berhenti have fun. Yang penting tahu batasnya saja, ya ;D

Nah, tanggal 8 Desember kemarin aku dapat undangan dari JKT 66 untuk datang ke booth mereka di Tastemarket PVJ Bandung. Yaiy! :D Tastemarket adalah event terbesar dan pertama di Bandung yang mendukung kreatifitas anak muda dalam bidang kuliner dan art. Event ini berlangsung sejak tanggal 6 sampai tanggal 8 Desember. Aku excited sekali karena... well... sudah tahu kan kalau aku nge-fans sama makanan, apalagi yang manis-manis, hehehe.

Aku pergi ke PVJ diantar Ray setelah sebelumnya mampir dulu ke salon untuk creambath dan meni-pedi. Ini beauty treats pertamaku lho setelah pasca operasi. *thank you so much, Ray, I really need it* <3 p="">
Kami sampai jam 7 malam di event Tastemarket yang terletak di roof top PVJ. Di sana ternyata sudah penuh dengan pengunjung. Pantas saja sih, karena booth nya beragam. Belum lagi dekornya super unik, baru masuk saja sudah disambut dengan wall penuh ornamen yang terbuat dari alat-alat dapur dan payung. Sayangnya aku lupa bawa kamera (bahkan handphone!), huhuhu :( Untung saja Ray langsung berinisiatif untuk mengabadikan moment lewat handphone nya :)


Creative decor! :D


Nggak perlu waktu lama kami langsung menemukan booth JKT 66. Di sana juga ramai, Anggun dan Arya (owners) sibuk melayani para pengunjung yang ingin mencicipi menu-menu super uniknya. Menu andalan JKT 66 itu martabak dan Indomie. Tapi tentunya beda dari yang lain. Pilihan topping martabaknya nggak biasa, ada berbagai cokelat seperti Toblerone, SilverQueen, Cadbury, Delfi dan Cha Cha. Juga bisa ditambahkan Nuttela atau marshmallow. Yumm, siapa coba yang bisa menolak? (Kalau ada, sini buat aku saja, hehehe). Untuk yang suka dengan rasa asin juga ada banyak pilihan seperti bratwurst, beef, turkey dan lain-lain. Kalau porsinya terlalu besar bisa pesan baby martabak yang supeeeeer cute, hehehe. Untuk Indomie nya juga nggak kalah unik, soalnya mie yang disajikan sama dengan bungkusnya! Iya, benar-benar sama. Masih ingat kan joke 90'an yang bilang kalau beli Indomie suka tertipu soalnya waktu direbus nggak ada ayam gorengnya seperti gambar di bungkusnya. Nah, sekarang joke itu sudah nggak berlaku soalnya antara bungkus dan isi sudah kompak, hehehe.


Semua ini bisa jadi topping martabaknya, lho. Iya, SEMUA! :)

Ayo, cepat, dooooong :p

Selalu sibuk :)

Packaging martabak JKT 66.

Ya, ampun wangi bangeeeeet *tears of joy*

Baby martabaknya super CUTE ya :)


Aku pilih untuk mencicipi martabak Toblerone dan baby martabak. Waktu menu dibuat, langsung tercium aromanya yang wangiiiii banget. Benar-benar bikin nggak sabar buat makan, deh :D Aku memang tergila-gila dengan yang manis-manis terutama cokelat, jadi agak nggak yakin juga untuk share sama Ray :p 
Rasa martabak Toblerone nya bikin lidahku jadi ketagihan. Manisnya pas banget. Memang di beberapa tempat lain juga bisa ditemukan martabak seperti ini, tapi di sini toppingnya nggak pelit. Coklat Toblerone nya rata di setiap sisi dan lumer dengan sempurna. Sukses bikin aku jilat-jilat jari, hehehe. Baby martabaknya juga ternyata bukan cuma cute, tapi yummy. Dengan topping icing sugar, fresh strawberry, Pocky stick dan marhsmallow, rasanya aku sanggup makan 5 buah sekaligus. (Tapi kenyataannya enggak, hehehe).





Ketemu Ais (sepupuku) dan pacarnya, dong! :D


Sebenarnya aku penasaran dengan Indomie yang punya topping sama dengan gambar di bungkusnya itu. Tapi ada daya, perut sudah nggak sanggup menampung apa-apa lagi. Soalnya martabak Toblerone nya aku habiskan (hampir) sendirian. Ray cuma boleh makan pinggirnya saja, hahaha *kejam* Untuk sekarang ini sudah cukup,  deh. Lain kali aku janji akan coba Indomie vegan yang rasanya pasti yumm-yumm :D (I'm a pesco-vegetarian).

Event Tastemarket memang sudah berakhir. Tapi kalau teman-teman mau coba martabak Toblerone atau Indomie ala JKT 66, jangan khawatir, mereka bisa ditemukan di Jl. Terusan Jakarta no. 66 Antapani Bandung, kok. Bukanya dari pukul 3 sore sampai 11 malam. Kalau mau delivery juga bisa. Hubungi saja (022)7237092. Tapi menurut aku sih lebih baik datang langsung. Buat "uji nyali", tahan nggak tuh sama aroma wanginya waktu martabaknya dibuat :D
Thank you so much ya, JKT 66. Menunya sukses bikin aku recovery lebih cepat, hehehe :p


"sweet" girl,

Indi


Twitter: here | Facebook: here | Contact person: 081322339469

Senin, 25 November 2013

Mengenalkan Novel "Guruku Berbulu dan Berekor" di CBL Radio, Komentar Pembaca dan Kemana Royaltinya disumbangkan? :)




Hai teman-teman, it's me again, Indi! (Ya iyalah, ini kan blog gue, hehehe). Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat, ya. Waktu gue sedang menulis post ini juga kesehatan gue semakin membaik, sudah bisa jalan-jalan walau belum bisa lama-lama :) Nah, gue mau bercerita agak sedikit mundur, nih. Kejadiannya tanggal 16 November 2013 alias 5 hari setelah selesai operasi tumor payudara, gue diundang untuk ke radio CBL. Awalnya gue membaca twit Albert, salah satu penyiarnya yang sedang mencari penyayang hewan khususnya di Bandung untuk di interview. Nggak disangka-sangka ternyata gue yang ditawari. Dengan kondisi yang masih jauh dari stabil, gue awalnya ragu untuk memenuhi undangannya. Pasalnya jahitan gue baru dilepas plesternya, masih sensitif dan sering membuat gue panas-dingin. Tapi setelah dipikir-pikir, kesempatan ini terlalu berharga untuk ditinggalkan karena belum tentu akan datang lagi. Jadi gue segera menghubungi Albert untuk menyetujui undangannya sambil menjelaskan bagaimana kondisi kesehatan gue. Syukurlah dia mengerti dan bersedia mengatur agar sesi gue dibuat sesingkat mungkin.

Di luar kondisi kesehatan yang bikin Ibu dan Bapak (bahkan gue, lol) khawatir, sebenarnya kami setuju bahwa ini adalah saat yang paling tepat bagi gue untuk bicara di depan umum mengenai hewan. Pasalnya selain karena sangat dekat dengan hewan, baru-baru ini juga nyawa gue baru diselamatkan oleh hewan peliharaan gue. Seperti yang sudah beberapa kali gue tulis di blog ini, Eris, anjing gue lah yang pertama kali menemukan tumor di payudara gue. She saved my life, which is dia adalah seekor pahlawan. Jadi jika gue meluangkan (sedikit) waktu untuk mengenalkannya pada "dunia", tentu nggak ada apa-apanya dengan apa yang dia lakukan untuk gue. Tapi ini bukan hanya mengenai Eris. Gue percaya setiap hewan mempunyai peranan masing-masing untuk manusia. Karena itulah Tuhan menciptakan mereka berdampingan dengan kita. Jauh sebelum Eris ada gue sudah beberapa kali merasakan hubungan istimewa dengan hewan-hewan peliharaan gue. Salah satunya dengan Veggie, anjing golden retriever yang sekarang sudah di surga. Meski dia nggak menyelamatkan nyawa gue secara langsung seperti Eris, tapi Veggie memberikan banyak pelajaran berharga untuk hidup gue. Semangat hidupnya ditengah epilepsi yang diidapnya dan kemauan kerasnya untuk belajar meski nggak lagi muda menjadikannya guru yang baik bagi gue :)

Untuk mengenangnya gue menulis sebuah novel berjudul "Guruku Berbulu dan Berekor". Ini juga sebagai bentuk 'terapi' agar gue mengingat hal-hal baik tentangnya dan nggak terus terlarut dalam rasa kehilangan. Gue percaya di luar sana pasti ada orang yang merasakan hal yang sama: mendapatkan pembelajaran dan terapi tanpa syarat dari hewan peliharaannya. Maka gue mencari volunteer untuk ikut menyumbangkan kisahnya dalam novel gue. Nggak disangka, ternyata banyak sekali yang mengirimkan kisah-kisah bersama hewan peliharaannya. Ada yang lucu, menyentuh, menyebalkan, tapi semuanya inspiratif. Dan luar biasanya mereka rela nggak dibayar sepeserpun dan setuju untuk menyerahkan seluruh royaltinya pada hewan-hewan yang membutuhkan. 

Jadi sebelum on air gue pun menceritakan tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" pada Albert lewat BBM sembari masih di perjalanan menuju studio dengan ditemani Bapak. Kami setuju nanti akan membahasnya setelah bercerita tentang Eris, dan memutuskan untuk menyelipkan ajakan menolak kekerasan terhadap hewan. 
Meski agak terlambat karena gue sempat lemas dan cuaca yang sangat dingin, Albert berkata bahwa kami nggak perlu terikat dengan waktu dan bisa selesai kapanpun gue kelelahan. Syukurlah. Tapi gue berharap seperti apapun durasi obrolan kami nanti pesannya akan tetap sampai pada para pendengar :)



Interview gue termasuk dalam program "Band on the Run" yang sudah berjalan sebelum gue tiba. Jadi Albert sudah mengenalkan sedikit tentang gue pada para pendengar. Dimulai dengan bertukar sapaan, gue langsung melanjutkan dengan bercerita tentang Veggie. Bagaimana dulu dia sangat semangat menjalani hidupnya, memberikan banyak keceriaan dan akhirnya mati karena epilepsi di usianya yang belum 7 tahun. Senangnya percakapan berlangsung sangat mengalir karena Albert juga seorang penyayang hewan. Dia juga memahami apa yang gue rasakan karena baru-baru ini dia kehilangan sahahat berbulunya karena usia tua :')
Setelah itu cerita berlanjut tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor", latar belakang mengapa gue membuatnya dan juga tujuannya. Alasannya tentu saja Veggie. Tapi yang lebih penting gue ingin siapapun yang membaca novel ini tahu bahwa hewan memang diciptakan untuk hidup berdampingan dengan kita. Mereka juga punya perasaan dan apa yang dilakukan pada mereka akan berbalik kembali pada kita. Ditambah dengan sumbangan-sumbangan kisah dari para volunteer, gue harap akan menjadi semakin banyak "bukti" bahwa kita bisa belajar banyak dari teman-teman berbulu dan berekor di sekitar kita. Hewan bukan untuk dieskpolitasi atau disiksa.




Ketika jeda iklan, gue dan Albert masih tetap berbincang, lho. Bahkan Bapak juga ikut meski (tumben, nih, hehehe) menolak untuk ikut on air. Kami benar-benar prihatin dengan apa yang menimpa hewan-hewan belakangan. Monyet-monyet disiksa untuk dijadikan tontonan dan anjing-anjing dibantai untuk dikonsumsi dagingnya. Padahal masih ada mata pencaharian lain, dan tentu saja hewan ternak untuk dikonsumsi. Mengingatnya saja sudah bikin gue sedih :( Sayang nggak semua yang kami bahas mengudara, ketika mic sudah on gue langsung 'skip' tema karena khawatir berbicara terlalu lama membuat keringat dingin gue semakin deras, sniff.
Albert penasaran dengan kisah Eris yang bisa menemukan tumor, katanya anjing memang mengerti manusia tapi kadang kitalah yang nggak mengerti mereka, hehehe. So true, gue pun begitu waktu Eris pertama kali "memberi tahu" ada yang salah dengan payudara gue. Dia "berbicara" dengan tatapan dan kibasan ekornya hinga butuh waktu sekitar 2 bulan untuk akhirnya mengerti apa yang dia maksud. Tapi gue nggak merasa terlambat, gue malah bersyukur karena tanpanya mungkin tumor gue akan sudah jauh lebih besar ketika ditemukan. Dan dengan kejadian ini hubungan gue dan Eris semakin dekat, juga membuat gue lebih "peka" dengan apa yang ingin dia "katakan" :)

Gue takjub karena ternyata cukup banyak SMS masuk pada radio CBL yang bertanya tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor", Eris dan tentu saja dengan kecintaan gue terhadap dunia hewan. Tema seperti ini memang masih jarang dibahas, jadi ada perasaan lega begitu besar ketika tahu bahwa masih ada orang-orang yang peduli. Mereka juga ingin ikut membantu hewan-hewan yang terlantar dan korban kekerasan agar mendapatkan hidup yang lebih layak. Dengan senang hati gue memberi tahu bahwa mereka bisa menemukan novel gue di toko buku atau toko buku online. Royaltinya akan langsung disalurkan kepada penampungan-penampungan yang menangani hewan secara berkala, dan bukan hanya anjing tapi juga hewan-hewan lainnya. 
Masih banyak sebenarnya yang mau gue bahas. Perbincangan semakin seru dan antusias pendengar membuat gue semangat. Tapi sayangnya kesehatan gue nggak bisa bohong. Waktu 5 hari setelah operasi belum cukup untuk membuat gue kembali fit, hehehe. Akhirnya interview ditutup dengan ucapan terima kasih pada semua yang telah meluangkan waktu untuk mendengar cerita gue. Juga kepada Albert dan radio CBL yang telah memberikan gue kesempatan untuk mengenalkan novel "Guruku Berbulu dan Berekor" dan kecintaan gue terhadap dunia hewan, meski sebenarnya sesi gue masih tersisa 1 jam lagi. Meski lelah tapi gue pulang ke rumah dengan perasaan senang. Gue dan Bapak berdoa semoga semakin banyak orang yang peduli dengan hewan, dan apa yang gue sampaikan di radio bisa sampai dengan baik pesannya. Amen...


***


Komentar para pembaca "Guruku Berbulu dan Berekor". Thank you very much :)

Gue senang karena sejak pertama kali terbit di akhir tahun lalu "Guruku Berbulu dan Berekor" sudah mendapatkan tempat di hati para pembacanya. Lebih senangnya lagi karena mereka berasal dari berbagai latar belakang dan usia. Bahkan ada yang mulanya nggak sengaja membeli novel ini meski bukan penyayang hewan dan sekarang mulai peduli dengan hewan-hewan di sekitarnya :) Meski setiap rupiah dari royalti novel ini untuk didonasikan, tapi gue menulisnya dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Dari komentar teman-teman yang sudah membacanya, gue tahu bahwa mereka juga bisa merasakan apa yang gue rasakan ketika menulis novel ini :)


"Satu-satunya novel yang bikin si pembaca ngerti gimana caranya belajar mengartikan kasih sayang para hewan." (Rizky)

"Buku ini nunjukin ikatan emosional manusia dengan hewan peliharaannya, ternyata hewan pun punya perasaan layaknya manusia, bahkan bisa jadi lebih peka dan bisa dijadikan sahabat yang setia." (Dhian)

"Menyentuh hati banget, apalagi kalau ngomongin kesetiaan dan sayang, belajar menghargai hewan." (Friska)

***


Kemana royaltinya pergi?

Oh, iya berhubung sedang membicarakan tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor", sepertinya sekalian saja gue share kemana royalti dari novel tersebut disalurkan. Seperti yang gue janjikan di novel, gue akan selalu update tentang royaltinya agar teman-teman yang sudah membeli (dan juga para volunteer) tahu kemana saja donasinya pergi :)

Royalti pertama thank God telah diserahkan kepada ARAC (Animal Rescue and Adoption Center) atau adopsianjing.com yang merupakan komunitas non formal yang menggalang bantuan bagi para hewan. Seperti yang tertulis di situsnya, royalti dari "Guruku Berbulu dan Berekor" sudah digunakan untuk membantu perawatan anjing-anjing yang berada di bawah tanggung jawab ARAC, dan juga untuk penampungan di Pejaten, Pak Tri dan Bu Linda di Cengkareng. Selain itu, dana juga sudah digunakan untuk menolong kucing kecil bernama Loli yang ditemukan di rerumputan tepi jalan. Loli sudah dirawat di dokter hewan setempat dan sekarang sudah mendapatkan foster :)

Teman-teman kita di ARAC :)

Jadi terima kasih banyak-banyak-banyaaak kepada teman-teman yang telah membeli novel "Guruku Berbulu dan Berekor".  Kalian telah berpartisipasi dalam usaha memperjuangkan hak-hak hewan untuk hidup dengan layak, berdampingan dengan kita dan tanpa kekerasan. Ini memang langkah kecil, tapi jika dilakukan bersama-sama gue percaya pasti akan menjadi besar dan kita akan melihat hasilnya. Mungkin nggak sekarang, tapi suatu hari itu pasti! 
Membantu mereka mungkin nggak akan membuat kita menjadi pahlawan super yang menyelamatkan dunia, tapi setiap hal kecil yang kita lakukan untuk para hewan berarti sangat BESAR untuk dunia mereka.

Sekarang, siapa yang ingin ikut melangkah bersama gue? Yuk, segera dapatkan novel "Guruku Berbulu dan Berekor" di toko buku (Togamas dan Gramedia) atau pesan antar melalui 'Indi Sugar Official' dengan cara SMS, telepon dan whatsapp ke 081322339469. Royaltinya akan langsung digunakan untuk membantu teman-teman berbulu dan berekor di sekitar kita.
Sekarang seekor anjing telah menyelamatkan nyawa gue. Bukan hal yang mustahil kan jika suatu hari kalian yang mengalami? Let's do something! :)


xx,

Indi


___________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 04 November 2013

Ketika Seekor Anjing Mencium Ada yang Salah Pada Sahabatnya: "Woof, Kamu punya Tumor, Indi!"









Sejak pertama kali Eris hadir di kehidupan gue, gue langsung tahu kami akan menjadi sahabat. Eris selalu ada saat gue senang atau sedih, selalu setia untuk mendengarkan cerita-cerita khayalan yang akan sangat memalukan jika manusia yang mendengar. Setiap kali gue pergi Eris selalu menunggu dengan sabar lalu mengibaskan ekornya dengan riang saat gue kembali. Mengizinkan gue membenamkan wajah di lehernya yang berbulu halus saat gue bersedih. Terkadang ia bahkan menaruh kaki depannya yang besar di pangkuan gue seolah berkata, "Semua akan baik-baik saja."

Tapi gue nggak pernah menyangka bahwa Eris akan menyelamatkan nyawa gue, memberi tahu gue sesuatu sebelum semuanya terlambat...
Beberapa bulan lalu Eris sering sekali mengendus bagian dada gue. Kalau sudah begitu gue hanya tertawa dan berpura-pura mengusirnya sambil bergurau bahwa ia sudah terlalu besar untuk menyusu. Gue nggak menganggapnya serius karena Eris adalah anjing yang jinak. Ia senang menyusup di antara ketiak kalau gue sedang berjongkok, atau mendekatkan kepalanya ke kaki gue kalau sedang berdiri. Tapi lama kelamaan Eris mulai mengendus bagian dada gue secara teratur. Jika gue sedang berjongkok ia akan mendekat dan nggak akan berhenti sampai gue berdiri. Aneh memang, tapi gue pikir mungkin ia mencium bau bekas makan siang gue, karena terkadang ada yang tertumpah.

Lalu gue mulai perhatikan sesuatu: Eris hanya mengendus bagian dada kiri gue! Karena penasaran, sebelum bermain dengan Eris gue memakai baju yang bersih dan mencari tahu apakah ia akan tetap mengendus dada gue. Ternyata pergantian baju nggak mempengaruhinya sama sekali. Eris tetap mengendus dada gue. Bagian kiri!

Gue langsung memeriksa dada kiri gue. Mencari apa yang salah, mencari apa yang Eris cium. Tapi gue nggak menemukan apa-apa, semua normal di mata gue. Nggak ada benjolan, rasa sakit apalagi bau yang menusuk. Gue pun kembali dengan gurauan "Eris mau menyusu" dan pura-pura mengusirnya saat ia mulai mengendus.

Sampai 2 hari yang lalu, pagi-pagi sekali Eris berlari ke arah gue dengan kecepatan penuh. Ia menabrak gue dan berdiri dengan bertumpu pada kaki-kaki belakangnya sementara kaki-kaki depannya ada di dada gue. Ia mengendus dada kiri gue, salah satu kaki depannya mengais-ngais seperti hendak merobek piyama yang gue pakai. Kebingungan. Gue hanya bisa terdiam selama beberapa detik lalu tersadar bahwa Eris mencoba memberi tahu gue sesuatu. Tapi apa? Gue benar-benar bingung.

Dengan terburu-buru gue masuk ke kamar mandi, melepas piyama dan memeriksa dada kiri gue dengan teliti. Selama beberapa menit gue nggak menemukan apa-apa tapi gue terus mencari karena yakin sekali Eris mencoba memberi tahu bahwa ada yang salah. Lalu... Deg! Jantung gue rasanya mau copot. Telunjuk kanan gue menyentuh sesuatu yang keras seperti pantat telur ayam. Gue yakin ada benda asing di dada kiri gue tapi nggak yakin dengan ukurannya. Apa ini? Apakah ini kelenjar yang muncul saat mau menstruasi? Bisa saja. Tapi hati kecil gue tetap nggak tenang. Gue percaya Eris mencium sesuatu!

Gue bekerja seperti biasanya. Nyaris melupakan apa yang gue temukan beberapa jam sebelumnya. Gue sempat memberi tahu tentang benjolan yang gue temukan pada Ibu dan beliau setuju untuk mengantar gue ke dokter sepulang bekerja. Gue juga memberi tahu tentang ini pada beberapa rekan kerja gue, terutama yang sudah mempunyai anak karena mungkin lebih mengerti. Mereka menyarankan gue untuk pergi ke dokter umum karena bisa saja yang gue temukan hanya kelenjar yang nggak berbahaya. 
"Kamu akan bilang apa nanti sama dokter? 'Seekor anjing bilang saya sakit?' ", tanya Miss. Alison dengan logat Inggrisnya. "Itu benar, tapi tentu akan kedengaran aneh sekali." ia menambahkan. 

Tapi gue putuskan untuk melakukannya.
Dengan ditemani Ibu gue berkata pada dokter bahwa Eris mengendus dada kiri gue. Dokter kebingungan tapi tetap memeriksa gue. Setelah beberapa saat ia berhenti, membetulkan letak kacamatanya dan berkata lambat-lambat,
"Ini tumor payudara. Sudah sebesar bola pingpong dan harus di operasi."

Gue terkejut. Tapi entah kenapa gue tersenyum dengan perasaan lega. Gue beruntung mempercayai naluri Eris dan mengalahkan keraguan gue untuk berkata bahwa seekor anjing lah yang memberitahu gue bahwa ada yang salah. Gue benar-benar beruntung. Tuhan sangat menyayangi gue dan memberikan keajaibanNYA lewat Eris. 
Gue beruntung benjolannya masih sebesar bola pingpong, bukan bola kasti.
Gue beruntung yang bersarang di dada kiri gue ini tumor, yang karena cepat terdeteksi belum menjadi kanker.
Gue beruntung mempunyai sahabat sebaik Eris. Karena meski dengan bahasa yang berbeda ia tetap mencoba untuk berbicara pada gue. She's my hero! :)

Terima kasih Tuhan. Terima kasih Eris! :)


woof you,

Indi


________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 15 Oktober 2013

My DIY Halloween Costumes Project: Dorothy Gale from Wizard of Oz and Harry Potter :)

Howdy-do my friends!
Tulisan gue kali ini bakal berbeda dari biasanya. Mungkin bagi sebagian orang temanya nggak penting (memangnya tulisan gue pernah penting? Lol), tapi gue putuskan untuk membaginya karena ini bulan Oktober yang artinya identik dengan suasanan menyeramkan tapi seru yaitu... HALLOWEEN! :)
Nah, mengerti kan kenapa gue bilang kalau tulisan kali ini temanya nggak penting. Karena Halloween memang bukan budaya Indonesia dan nggak banyak orang yang exited dengan perayaan ini. Jangankan exited, seringnya malah nggak ngeh kalau sudah Halloween dan satu-satunya ciri adalah kalau televisi mulai memutar film-film horor, hehehe.

Kalau sudah baca tulisan tentang perayaan Halloween gue tahun lalu mungkin teman-teman akan mengerti kenapa gue menyukainya. Bukan karena suka yang seram-seram, ya, gue malah penakut (kecuali untuk Twilight Zone, karya-karya R. L Stine dan Stephen King. Lol, weird), tapi gue sangat menikmati pesta kostum dan treat (nggak pakai "trick"). Gue suka sekali berdandan seperti tokoh-tokoh di dunia dongeng. Meski di Irlandia, negara asalnya identik dengan kostum seram, di Indonesia Halloween lebih identik dengan kostum apa saja asalkan fun. Belum lagi di prechool tempat gue bekerja setiap Halloween pasti ada perayaan dan bebas mengajar. Jadi pantas saja kan kalau gue menyukainya ;)

Tahun ini gue memutuskan untuk jadi Dorothy Gale dari Wizard of Oz. Setelah tahun sebelumnya gue menjadi Carol Anne dari Poltergeist supaya identik dengan seram, tahun ini gue sedikit melanggar aturan preschool gue yang mengikuti Halloween ala Irlandia, hehehe. Dorothy adalah tokoh perempuan manis yang tanpa sengaja pergi jauh dari Kansas dan harus mencari penyihir dari Oz untuk menemukan jalan pulang. Meski ada unsur magic, Dorothy justru sama sekali nggak punya kekuatan magis, ia hanya kebetulan berada di situasi yang mengharuskannya melawan penyihir jahat. Gue belum dapat persetujuan buat pakai kostum ini di preschool, sih, tapi gue akan memakai kostum Dorothy ini untuk bersenang-senang dan merayakan di tempat lain saja bersama Ray :D

Meski tahun ini ada kemungkinan akan mempunyai dua kostum, bukan berarti gue akan membeli kostum baru. Justru gue ingin menguji sejauh mana kreatifitas gue, hihihi. Halloween ala gue itu tentang bersenang-senang, jadi jangan sampai malah menjadi beban dengan merasa harus mengeluarkan uang. Sama seperti tahun lalu, Ray juga akan memakai kostum yang gue pilihkan. Setelah menjadi John Frusciante, tahun ini ia akan menjadi Harry Potter, tokoh idola masa kecil gue yang kostumnya cukup mudah ditiru hanya dengan modal membongkar lemari baju :p

Berhubung sudah menonton film Wizard of Oz berkali-kali gue jadi hapal betul dengan kostum Dorothy. Yang gue lakukan selanjutnya tinggal mengingat-ingat item apa saja yang sangat iconic darinya, dan apa saja yang bisa gue temukan di rumah untuk menjadikan gue (cukup mirip) dengan Dorothy.
Nah, sekarang gue akan membagi tips bagaimana untuk menjadi Dorothy Gale di perayaan Halloween. Dan tentu, setelah itu akan gue jelaskan juga bagaimana cara menjadi Harry Potter. Keduanya adalah versi gue dan tentu saja dengan budged bersahabat ;)


Dorothy Gale dari Wizard of Oz.


1. Di sepanjang film Dorothy memakai dress overall bermotif kotak-kotak. Waktu film berubah menjadi berwarna (sebelumnya hitam-putih) penonton bisa melihat bahwa warna dress Dorothy adalah biru-putih. Gue mencari sisa kain di rumah dengan warna yang mirip, dan syukurlah menemukannya :D Berhubung hanya ada sedikit jadi gue membuatnya dengan bentuk "celemek". Meski berbeda dengan model aslinya, jika dilihat dari depan akan tetap terlihat mirip dengan dress Dorothy di film. 
Tapi jika nggak mempunyai kain yang sama persis, kalian bisa memakai dress bermotif kotak-kotak dengan warna apa saja, toh di awal film penonton nggak tahu apa warna dress yang sebenarnya, hehehe. Atau let's make it simple, dress berwarna biru polos pun sudah cukup mewakili karena ciri khas outfit Dorothy yaitu sederhana.

2. Untuk dalaman Dorothy memakai kaos berleher tinggi dengan lengan puff. Gue menggantinya dengan kemeja putih berleher tinggi bekas seragam paduan suara gue. Jika nggak punya gunakan kaos putih polos atau kemeja lengan pendek.

3. Di awal film sampai pertengahan, rambut Dorothy dikepang dua dan diikat dengan pita yang senada dengan dress nya. Berhubung rambut gue pendek, jadi gue mengikuti gaya rambut Dorothy di akhir film, yaitu diurai dengan pita besar di puncak kepala. Sebenarnya Dorothy menjalin rambut terdepannya dari kiri dan kanan lalu dijepit oleh pita. Tapi, sekali lagi, rambut gue masih terlalu pendek jadi gue menyelipkan pita ke bando polos dan memakainya secara tegak.
Jika rambut kalian lebih panjang dari gue lebih baik buat dua buah kepang sederhana, karena itu identik dengan Dorothy waktu bernyanyi "Somewhere Over the Rainbow" di awal film :)

4. Dorothy kabur bersama Toto, anjing teriernya dan sebuah keranjang piknik. Eris, anjing gue terlalu besar untuk berperan sebagai Toto, hehehe. Jadi gue menggantinya dengan boneka yang dipinjam dari preschool dan meminjam keranjang buah-buahan milik Ibu. Detail ini lebih baik jangan dilewatkan karena sangat iconic. Lihat saja gambar Dorothy berbagai versi di atas. Semuanya sedang membawa anjing dan keranjang kan ;)

5. Sepatu Ruby Dorothy sering menjadi icon untuk poster di pagelaran musikal Wizard of Oz. Mungkin karena inilah satu-satunya unsur magis yang dimiliki Dorothy (ia bisa pulang dengan cara mengetuk sepatunya). Ada cara untuk membuat sepatu ruby sendiri, yaitu dengan menempelkan gliter merah ke sepatu yang akan dipakai. Atau jika ingin mudah beli saja sepatu bergliter, hehehe. Tapi gue memutuskan untuk memakai sepatu merah milik Ibu. Meskipun tanpa gliter tapi modelnya cukup mirip dengan yang dipakai Dorothy. Lagipula yang terpenting adalah warnanya. Dengan kombinasi semuanya ditambah kaos kaki berwarna putih (atau biru) gue sudah bisa dikenali sebagai Dorothy :)





Video untuk detail kostum Dorothy Gale: 


Harry Potter.




1. Harry Potter identik dengan kacamata minusnya. Ini sangat mudah untuk Ray karena ia memang bermata minus, hehehe. Di novel disebutkan bahwa Harry memakai kacamata bulat, tapi gue biarkan Ray memakai kacamata sehari-harinya saja. Karena selain nggak memungkinkan untuk memakai kacatama bulat milik gue (minus kami berbeda), model apapun juga nggak masalah karena yang terpenting memberi kesan nerdy ;)

2. Seragam sekolah Harry terdiri dari kemeja putih, dasi belang-belang merah-kuning, celana hitam dan sepatu hitam. Gue meminta Ray menggali sebaik mungkin ke dalam lemarinya untuk menemukan item-item yang mendekati. Syukurlah ia menemukan semuanya kecuali warna dasinya yang berbeda, yaitu belang-belang biru. 

3.Harry sering memakai sweater abu-abu di atas kemejanya. Ray nggak punya sweater tapi ia punya ide sendiri dengan menambahkan cardigan abu-abu! Nice, Ray! :D

4. Jubah ala Harry menjadi sentuhan favorit gue. Karena tanpa itu kostumnya akan mirip seragam sekolah biasa dan tentu saja akan kurang aura mistisnya, hihihi. Gue meminjam toga bekas wisuda adik dan melepas bagian kerahnya. Jubah dipakai di atas seragam dan cerdigan tanpa diresletingkan. Biarkan menjuntai seperti gaya cueknya Harry. Jika kalian sayang untuk melepas kerah toga, pakai saja toga secara terbalik, resletingkan dari dalam sampai setengah, jangan tutupi seluruh kemejanya ;)

5. Sentuhan terakhir gue meminjamkan Ray magic wand ala Harry Potter koleksi gue. 
Jika nggak punya magic wand, kalian bisa membuatnya sendiri dengan cara menggulung koran berlapis-lapis lalu warnai dengan cat air. Atau cari saja ranting pohon yang bentuknya cukup lurus. 
Dengan perpaduan semuanya pasti terlihat cukup identik dengan Harry Potter. Tambahkan gambar halilintar di kening jika perlu. 




Gue puas sekali dengan dua buah kostum Halloween karya gue tahun ini. Dengan bangga gue menyebutkan bahwa budged yang dikeluarkan untuk keduanya adalah 0 rupiah ditambah sekian creativity (lol). Gue dan Ray sudah mengetes kedua kostum ini dengan memakainya ke tempat umum (tunggu post selanjutnya untuk cerita lengkapnya) dan ternyata orang-orang sudah bisa mengenali tokoh yang kostumnya kami pakai :D
Semoga tulisan gue (yang nggak penting ini, hehe) bisa memberi ide untuk teman-teman yang akan menghadiri pesta kostum Halloween. Atau untuk para cosplayer mungkin... siapa tahu sekali-kali bisa memanfaatkan apa yang ada di lemari dibanding membeli atau menyewa :)



Okay, selamat Halloween ala masing-masing, teman-teman. Sekarang waktunya gue menonton film sebelum tidur. Hmmm, yang nggak terlalu seram apa, ya? Hihihi, gue bahkan kadang takut kalau nonton ET! :D


treat or treat,

Indi


***
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 14 Oktober 2013

Ulang Tahun Bapak yang Istimewa :)

Setiap ulang tahun itu istimewa, berkesan. Dengan atau tanpa kado, karena hadiah terbesar adalah ketika Tuhan memberikan usia pada umatnya untuk menikmati hari esok yang penuh berkah. 8 Oktober lalu Bapak berulang tahun. Sama seperti ulang tahun-ulang tahun sebelumnya beliau mendapatkan ucapan selamat dari Ibu, gue, adik dan juga kerabat. Sama seperti ulang tahun-ulang tahun sebelumnya juga, beliau bersuka cita dan bersyukur karena orang-orang yang berada di sekitarnya mengingat hari istimewanya. 

Bapak nggak pernah mengharapkan kado, biasanya hari ulang tahunnya dijalani seperti hari-hari biasa. Bedanya di malam hari kami sekeluarga selalu menyempatkan berkumpul untuk potong kue dan tiup lilin. Tapi tahun ini gue sedang banyak pengeluaran, jadi hanya bisa mengganti kue tart dengan kado sederhana yang dibeli dari supermarket beserta sebuah kartu ucapan. Gue memberikannya sebelum jam 12 malam, sebelum kami sekeluarga pergi tidur. Bapak senang sekali dan nggak bertanya tentang tradisi potong kue. Dalam hati gue berdoa semoga Bapak suka dengan kadonya :)


Kado sederhana untuk Bapak.
Kartu ucapan selamat ulang tahun :)

Di siang harinya, saat gue sedang bekerja ada sebuah pesan singkat dari Vino Bastian yang mengundang gue dan keluarga untuk menonton film terbarunya, Air Mata Terakhir Bunda. Karena mendadak Ibu nggak bisa ikut hadir dan gue hanya ditemani oleh Bapak. Sungguh kebetulan yang menyenangkan, kami bisa menghabiskan waktu berdua saja di hari ulang tahunnya. Apalagi filmnya tentang keluarga yang membuat kami mempunyai quality time yang menyenangkan. Di dalam bioskop Bapak sempat berbisik bahwa ini adalah perayaan ulang tahun yang menyenangkan. Meskipun tanpa rencana dan ini bukan acara untuk ulang tahunnya, beliau tetap berkata bahwa ini seperti "perayaan" khusus untuk dirinya :)

Setelah film selesai gue dan Bapak akan segera pamit pulang karena sudah pasti Vino dan cast lainnya akan sibuk dengan penggemar mereka. Tapi ternyata Vino memanggil gue dan mengajak untuk foto bersama. Gue langsung menyerahkan handphone pada Bapak untuk mengambil foto kami, tapi Vino meminta Bapak untuk bergabung. Nggak disangka Vino, Happy Salma dan Rizky Hanggono lalu bergantian menyalami Bapak dan mengucapkan selamat ulang tahun. Gue bisa melihat wajah Bapak berbinar-binar. Ucapan selamat memang sederhana, tapi ampuh untuk membuat hari seseorang menjadi luar biasa.
Di perjalanan pulang Bapak nggak bisa berhenti bercerita tentang betapa berkesannya hari ulang tahunnya. Beliau nggak menyangka bahwa apa yang terjadi di hari ini seolah memang dibuat khusus untuknya.


Cast "Air Mata Terakhir Bunda" mengucapkan selamat ulang tahun :)
Foto bersama :)

Gue senang dan lega, meski tanpa kue tart tapi ulang tahun Bapak tetap meriah. Jika gue berulang tahun dan diucapkan selamat oleh selain anggota keluarga rasanya sangat wajar, tapi bagi Bapak tentu saja berbeda. Di usianya sekarang frekuensi berkomunikasi dengan teman-temannya tentu saja berkurang, ditambah lagi beliau juga nggak aktif menggunakan media sosial, jadi gue mengerti mengapa Bapak senang sekali ketika mendapat ucapan dari orang-orang selain anggota keluarganya.

Ketika sampai di rumah, kami mengira kejutan sudah habis dan nggak sabar untuk bercerita tentang apa yang Bapak alami di bioskop. Tapi ternyata datang sesuatu yang paling nggak kami duga: tradisi potong kue dan tiup lilin! Puja, adik gue membelikan sebuah kue tart kecil untuk Bapak sepulang bekerja. Bapak terkejut bukan main dan nggak henti-hentinya bersyukur atas apa yang beliau dapat di hari ulang tahunnya. Gue ikut gembira dan bersyukur. Sama seperti Bapak gue juga nggak menyangka ulang tahun Bapak akan seperti ini. Setiap ulang tahun selalu istimewa, tapi ini namanya beyond istimewa ;) Hehehe...


Akhirnya.... sebuah perayaan bersama keluarga :)

Tuhan memang selalu menyiapkan skenario indah untuk umat-Nya, dan gue bersyukur bisa ikut berada di dalamnya di saat ulang tahun Bapak.

"Selamat ulang tahun, Bapak. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Tuhan. Semoga kita semua bisa menikmati tahun-tahun berikutnya dengan penuh berkah sebagai sebagai sebuah keluarga yang penuh syukur: Ibu, Bapak, aku dan adik. Selalu. Amen..."


Indi

__________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 05 Oktober 2013

Afternoon with Eris :)



Aku nggak bisa bayangkan bagaimana hidupku kalau tanpa Eris, seekor anjing golden retriever manis berusia 4 tahun. Mungkin setiap hari aku bakal stuck di depan komputer untuk nonton marathon serial The Twilight Zone atau menulis tanpa henti. Kulitku akan pucat dan badanku nggak fit karena nggak pernah beraktivitas di luar ruangan.
Dengan Eris hidupku terasa lebih berwarna dan penuh semangat. Setiap pulang bekerja pasti ia menyambutku dengan kibasan ekor dan wajah lucunya. Membuatku melupakan hari berat dan segera mengganti sepatu dengan sandal untuk bermain lempar tangkap dengannya :)

Beberapa hari yang lalu aku mengabadikan moment bersama Eris. Sore-sore kami bermain di halaman setelah sebelumnya hujan turun cukup lebat. Aku memang hanya merekamnya dengan kamera saku dan agak shaking, tapi gambarnya cukup nyaman dilihat dan yang terpenting berhasil menangkap moment berharga bersamanya. Di video ini kami bermain lempar tangkap dan Eris menunjukkan juga sedikit trik-trik seperti "duduk" dan "masuk".
Eris adalah seekor anjing kecil yang memberikan perubahan besar di hidupku. Selamat menonton videonya dan semoga kalian bisa tersenyum seperti saat gue membuatnya ;)




woofwoof,

Indi&Eris

***
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 28 September 2013

Quality Time with Ibu dan Bapak :)

What I wore? Headband: my DIY | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: TSM/BIP? | Sling bag: Columbus | Shoes: GOSH

Hai, hai, haiiii, bloggies apa kabar? Setelah meet and greet "Indi goes to Depok" tanggal 15 September lalu ternyata tenaga gue cukup terkuras. Gue kena flu dan sampai sekarang masih belum sembuh, metabolisme tubuh juga sedikit kacau. Syukurlah setelah periksa ke dokter ternyata gue hanya perlu istirahat dan menghindari stress. Semoga teman-teman semua sehat-sehat, ya. Please perhatikan alarm tubuh, jangan cuek lalu tahu-tahu sakit, hehehe. 
Satu minggu setelah meet and greet berlalu gue menerima kejutan dari Ibu dan Bapak. Sebenarnya sih, gue tahu bahwa mereka nggak bermaksud menjadikan ini kejutan. Tapi tiba-tiba saja hari biasa berubah menjadi waktu berkualitas yang menyenangkan bagi kami bertiga! :)

Satu hari sebelum hari penuh kejutan itu Ibu mengajak gue untuk pergi ke mall. Beliau minta ditemani untuk melihat-lihat model pakaian terbaru, untuk inspirasinya mendesain pakaian. Gue yang saat itu belum mandi dan sedang asyik snuggling di sofa langsung menolak dan menyarankan untuk pergi keesokan harinya saja. Tapi Ibu berkata bahwa besok sudah waktunya berbelanja bahan-bahan untuk butiknya, sudah nggak ada waktu untuk ke mall. Sebenarnya gue merasa nggak enak karena nggak bisa menemani Ibu. Tapi perasaan malas berpadu dengan piyama yang nyaman memang susah dikalahkan, hehehe.

Ready to go :)
Bapak dan Ibu :)

Keesokan harinya, tiba-tiba saja Ibu kembali mengajak gue ke mall. Gue sedikit bingung karena seharusnya ini waktunya Ibu dan Bapak belanja ke bahan-bahan keperluan butik. Tapi melihat Ibu dan Bapak sudah siap dengan pakaian rapi, gue langsung mandi dan sengaja memilih baju yang senada dengan warna baju Ibu. 
Di perjalanan Ibu bercerita bahwa kami akan ke Istana Plaza, rencana belanja bahan-bahan diubah menjadi hari berikutnya. Katanya, sudah lama kami nggak berjalan-jalan bertiga saja seperti waktu gue kecil dulu. Apalagi kebetulan Puja, adik gue sedang asyik pergi bersama teman-temannya, hehehe.

Setibanya di mall gue sama sekali nggak punya rencana, gue hanya membawa sedikit uang dan memutuskan untuk menemani Ibu dan Bapak berkeliling saja. Meski gue dekat sekali dengan mereka, tapi gue selalu segan untuk meminta sesuatu. Pasalnya gue bukan lagi anak-anak dan sudah terbiasa memenuhi segala kebutuhan sendiri sejak lulus kuliah. Meski belum bisa memberi hal-hal besar, tapi gue selalu usahakan untuk menutup biaya internet dan koran di rumah :) Menemani Ibu berbelanja saja sudah menjadi hal yang menyenangkan, kok. Mungkin karena sama-sama perempuan gue jadi bisa memberi masukan sepatu, tas atau baju mana yang cocok untuk beliau. Gue mengikuti Ibu setiap kali beliau memasuki sebuah konter fashion. Sedangkan Bapak, tentu saja menunggu dengan sabar sambil sesekali memberikan komentar, hehehe.

Gue sangat menikmati sekali waktu kami bertiga. Berjalan-jalan dengan sahabat dan pasangan memang menyenangkan, tapi berjalan-jalan dengan orang tua itu MEGA MENYENANGKAN, hehehe. Gue menemani Ibu di fitting room, memilih-milih baju mana yang paling cocok. Bahkan kadang Bapak juga ikut masuk daripada bosan menunggu di luar, hehehe. Setelah dapat sepatu dan tas yang cocok ternyata Ibu masih belum selesai berbelanja, beliau mengajak kami masuk ke sebuah konter lagi. Tapi kali ini berbeda, kami bukan masuk ke konter fashion dewasa.

Kami masuk ke sebuah konter fashion remaja. Ibu dan Bapak langsung memilih-milih baju di sana. Ternyata... itu untuk gue! Gue senang bukan main dan langsung menyetujui semua item yang mereka pilih, hehehe. Oya, meski gue bukan lagi remaja, tapi untuk membeli pakaian dan aksesoris pasti ke konter remaja karena ukuran dan pilihan warnanya lebih sesuai dengan tubuh gue. Ibu dan Bapak memilihkan gue dua buah atasan dan sebuah rok berwarna merah. Gue sampai nggak bisa berhenti tersenyum saking senangnya :)

Setelah itu ternyata masih ada kejutan lain. Gue melihat sebuah dress merah dipajang di display konter fashion lainnya. Dress nya bagus sekali, gue menginginkannya tapi uang yang gue bawa nggak mencukupi. Naluri seorang ibu memang kuat sekali termasuk dalam hal shopping, hehehe. Beliau mengajak gue masuk dan meminta gue mencoba dress itu. Ternyata pas sekali di tubuh gue. Makin besarlah keinginan gue memiliki dress itu. Apalagi Ibu meminta gue menunjukkannya kepada Bapak. Beliau langsung berkomentar bahwa dress itu cocok sekali gue pakai. Dan di sini lah kejutannya, mereka memutuskan untuk membelikan dress itu untuk gue! Wah, gue terharu sekali, siapa sangka gue dibelikan sebanyak ini padahal sudah bukan anak-anak lagi. Ada perasaan nggak enak sebenarnya, karena seharusnya sekarang giliran gue yang memberikan banyak hal pada mereka, bukan sebaliknya.

Lol, fitting room :p
Sambil menunggu Ibu :D

Ibu dan Bapak sepertinya mengerti perasaan gue, karena setelah belanja mereka mengajak gue dinner di Hoka-Hoka Bento dan menjelaskan semuanya. Mereka berkata bahwa gue jarang sekali meminta sesuatu, bahkan saat masih kecil, jadi mereka ingin memberikan gue sesuatu sesekali. Bapak bilang meskipun gue sudah besar tetap saja gue putri kecil mereka dan orang tua akan senang sekali jika bisa memberikan sesuatu untuk gue. Gue tersenyum mengerti dan perasaan senang gue terlalu besar untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Di tengah-tengah dinner gue kehabisan udang. Sebenarnya gue dapat paket dinner lengkap, tapi karena gue pesco-vegetarian jadi nggak bisa makan seluruhnya. Gue memutuskan untuk membeli udang tambahan dan sudah siap berdiri. Tapi Ibu meminta gue duduk kembali dan membiarkan Bapak yang membelikannya untuk gue. Hal kecil, tapi gue benar-benar terharu. Waktu kecil hal seperti ini mungkin dianggap biasa, tapi setelah gue besar hal-hal seperti ini terasa begitu menyentuh. Mungkin teman-teman bloggie yang masih kecil belum merasakan apa yang gue rasakan. Tapi percaya, deh suatu hari ini akan terjadi jadi jangan pernah lupakan hal-hal kecil yang pernah orang tua berikan :)

With my beautiful mom :)
Our simple dinner :)
"Kesibukan" Ibu ketika sampai rumah, hihihi :)
Sweet treats from Ibu dan Bapak :)

Karena acara jalan-jalan dadakan ini gue mengerti, bahwa sampai kapanpun posisi gue tetap sebagai anak. Nggak peduli seberapa besar, seberapa dewasa pun gue tumbuh, gue tetap menjadi seorang anak. Begitu juga mereka, Ibu dan Bapak tetap akan menjadi orang tua dan mereka akan bahagia jika bisa membahagiakan gue kapanpun itu, saat gue masih kecil, sekarang ataupun nanti. Meski awalnya canggung tapi gue sangat senang dengan bagaimana Ibu dan Bapak perlakukan gue. Sepertinya dengan memberikan sesuatu pada putrinya membuat Ibu dan Bapak tetap merasa jadi orang tua sesungguhnya. Merasa nggak 'ditinggalkan' , selalu dibutuhkan oleh putri kecilnya. Gue tahu suatu hari akan tinggal terpisah dengan mereka, mungkin nggak setiap hari bisa pulang ke rumah. Tapi gue tahu satu bahwa membuat mereka bahagia bukan hanya dengan memberikan mereka hal, tapi selalu membuat mereka merasa dibutuhkan. I love you, Ibu. I love you, Bapak. Always :)


blessed daughter,

Indi

________________________________________________
Twitter: here | Facebook: here | contact person: 081322339469