Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Semarang, Bagian ketiga: Oleh-oleh, Lawang Sewu dan Perjalanan Pulang :)


Setelah menceritakan perjalanan ke Semarang bagian pertama dan kedua, sekarang gue akan menceritakan bagian yang ketiga, alias yang terakhir. Hihihi, sedih juga rasanya harus meninggalkan Semarang, karena meski sebentar tapi semuanya sangat berkesan :)
Jadi setelah gue mengisi acara "The Long Journey" di E Plaza, teman-teman dari AIESEC menjemput gue ke hotel. Agak kaget juga karena masih terlalu dini, sementara kereta api gue baru berangkat nanti malam. Rupanya mereka mau mengajak gue dan Bapak untuk jalan-jalan dulu. Untung saja kami sudah selesai packing, jadi tanpa membuat mereka menunggu kami sudah siap untuk melihat-lihat kota Semarang ;)

Sepertinya hampir seluruh kru ikut mendampingi kami karena gue lihat jumlah mereka cukup banyak, sampai-sampai harus menggunakan 2 mobil, hehehe. Gue dan Bapak satu mobil dengan Putri dan Dinda, mereka bilang tujuan pertama adalah ke toko oleh-oleh. Gue senang sekali karena tadinya sama sekali nggak terpikir untuk ke sana, gue cuma terpikir akan belanja oleh-oleh di stasiun karena belum mengenal jalan di kota semarang :D 

Kami ke toko oleh-oleh berkonsep all in yang sayangnya gue lupa apa namanya, hehehe. Nih, gue post fotonya, siapa tahu ada teman-teman yang mengenalinya :p


Saking banyaknya pilihan gue sampai bingung mau pilih apa saja, apalagi tokonya juga lumayan ramai jadi nggak bisa berlama-lama nempel ke etalase (kecuali kalau mau diusir, lol). Untung saja Dinda membantu memilihkan oleh-oleh, jadi setelah bingung sejenak akhirnya gue memilih wingko, lunpia dan ikan bandeng. Dan ternyata ini semua ternyata hadiah dari teman-teman AIESEC UNDIP, lho. Sudah dibantu, dapat oleh-oleh untuk dibawa ke Bandung lagi! Yay! Thanks ya, guys :) 

Setelah itu gue dan Bapak dibawa ke Lawang Sewu. Kalau namanya sih sudah sering dengar dari teman-teman yang sering nonton acara-acara horor di TV, tapi melihat bangunannya belum pernah sama sekali. Meskipun (katanya) di sana seram, tapi kami malah hampir nggak bisa berhenti tertawa, karena adaaaa saja kejadian yang lucu. Teman-teman dari AIESEC UNDIP yang memakai seragam kaos merah sering kali saling melontar ejekan, misalnya dengan menyebut bahwa dengan seragam itu mereka tampak seperti rombongan anak-anak pesantren. Atau mereka malah berpura-pura menjadi bodygurad gue dengan memberi jalan jika ada yang menghalangi, hahaha. Ada-ada saja :D




Berhubung waktu gue dan Bapak nggak banyak, jadi kami meminta guide untuk menjelaskan tentang titik-titik yang utama saja di bangunan Lawang Sewu. Ternyata bangunan ini dulu adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg, yang setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia). Kami langsung melewati beberapa ruangan tanpa berfoto sambil mendengarkan penjelasan guide. Meskipun gelap karena tanpa lampu tapi nggak seram, kok. Mungkin juga karena malam ini cuacanya panas sekali.


Lalu kami berhenti di ruangan yang desainnya mirip dengan gerbong kereta api. Pintu-pintunya dibuat sejajar sampai entah ada berapa. Kalau dilihat dari ujung kesannya trippy sekali, hehehe. Gue suka sekali dengan desainnya yang unik dan meminta Bapak untuk mengambil foto gue di sana. Bapak mengambil foto berkali-kali dan gue bergaya meskipun sebenarnya nggak bisa melihat dengan jelas karena gelap :p Teman-teman yang lain nggak ada yang ikut berfoto di sini, waktu gue ajak mereka malah menawari untuk mengambil foto. Aneh juga, tapi mungkin mereka sudah sering ke sini sebelumnya.



Waktu kami menuju ruangan lain, perasaan gue jadi aneh. Kok rasanya teman-teman AIESEC UNDIP berjalan agak menjauh dari gue. Karena penasaran langsung saja gue tanyakan, tapi nggak ada yang menjawab. Baru setelah agak jauh dari ruangan yang tadi, Lana, salah seorang yang memegang kamera bertanya apakah gue pernah punya pengalaman supranatural. Meski bingung gue langsung mengangkat bahu dan menjawab, "nggak". Pertanyaan tadi rupanya membuat Dinda khawatir gue ketakutan dan langsung berbisik pada Lana, "Kamu gimana, sih, seharusnya nanti saja bilangnya."
Waaaah, meski gue bukan orang yang penakut dengan hal-hal seperti itu, tapi gue itu selalu penasaran tingkat tinggi (ssst, tapi gue malah takut sama film horror yang hantunya suka loncat di depan kamera, hehehe). Jadi gue terus-terusan mendesak Lana supaya cerita apa yang dia lihat. Sayangnya dia terus tutup mulut :(

Kami ke lantai paling atas yang kata guide nya dulu dipakai untuk menyejukan ruangan di bawahnya, makanya langit-langitnya dibuat tinggi. Ada insiden kecil waktu gue naik tangga, pegangannya lepas karena gue terlalu kuat memegangnya. Akibatnya, waktu mau turun gue kebingungan sendiri dan merepotkan banyak orang untuk memegang tangan gue dan memberikan penerangan dengan cahaya handphone, hehehe. Maaf ya :'p

Confused Indi is confuse... Hahaha, gue baru saja sadar dengan "kekuatan" terpendam gue :p

Meski begitu tetap berpose, hehehe.

Ruangan ini jadi yang terakhir karena kami skip ruang bawah tanah yang pernah masuk di acara Uji Nyali itu. Selain waktu semakin menipis, di sana udaranya ternyata sangat pengap. Nggak tahan deh sepertinya kalau gue sampai masuk, di pintunya saja gue sudah keringetan dan heboh kipas-kipas, hehehe. Kami lalu langsung keluar ruangan dan mencari beberapa spot untuk difoto sebelum gue diantar ke stasiun.

Sambil mencari lokasi yang bagus, gue yang (makin) penasaran bertanya lagi pada Lana tentang apa yang dia lihat. Mungkin karena gue sambil ngotot dan melotot (lol), pertanyaan gue akhirnya dijawab juga. Ternyata sejak di ruang yang mirip gerbong itu gue diikuti oleh sesuatu, yang sampai sekarang masih betah 'berjalan' di belakang gue. Mendengar penjelasannya refleks gue langsung nengok ke arah belakang, tapi nggak menemukan apa-apa. Tadinya gue pikir ini lelucon, tapi melihat wajahnya yang serius gue jadi percaya. Apalagi ditambah Dinda juga merasakan, dan katanya di sini memang sering ada yang 'ngikutin'.





Bersiap ke stasiun dengan wajah (dan seluruh tubuh) keringetan :p

Gue sih nggak takut, toh nggak melihat apa-apa. Tapi khawatir juga, bagaimana kalau 'yang mengikuti' gue ini pengen ikut sampai ke Bandung, hehehe. Syukurlah waktu kami sampai ke halaman Lawang Sewu dan berfoto di kereta api, katanya gue sudah bebas medeka alias no more stalker :p Hehehe, thank God :)
Dan setelah berfoto kami langsung buru-buru menuju stasiun. Kereta satu-satunya yang menuju Bandung akan berangkat 30 menit lagi! Wah, keringet gue semakin bertambah deh karena deg-degan. Apalagi lalu lintas juga sedang kurang bersahabat, huhuhu.

Tapi memang selama di Semarang ini penuh miracle. Keberangkatan kereta api ternyata ditunda selama 30 menit, jadi gue dan Bapak nggak tertinggal kereta. Bayangkan kalau sampai tertinggal, kami harus menunggu sampai besok malam :O 
Gue berpamitan dengan teman-teman AIESEC UNDIP, nggak lupa mengucapkan banyak terima kasih karena telah membuat pengalaman bekerja gue jadi plus jalan-jalan :)

Berpamitan dengan teman-teman AIESEC UNDIP. Haha, silly face :p

Gue dan Bapak langsung duduk di bangku kereta api dengan nyaman setelah gue menyempatkan diri dulu untuk cuci muka di toilet stasiun (ini butuh keahlian khusus, lho, lol). Badan gue terasa sangat lelah tapi juga senang karena sudah mengalami hari-hari yang menyenangkan selama di Semarang. Perjalanan pulang nggak seperti perjalanan ketika pergi, sama sekali tanpa delay dan cuaca sangat bagus. Gue terlelap di tengah film Mr. Bean Holiday yang diputar ulang sampai-sampai terbawa mimpi.
Ketika membuka mata gue sudah sampai di Bandung dan merasa sangat segar karena mendapat tidur yang cukup. 
Ah, benar-benar perjalanan yang menyenangkan. Kapan-kapan gue mau ke Semarang lagi. Kalau kali ini untuk bekerja, mungkin nanti untuk liburan, hihihi. Siapa yang tahu? ;)

Sudah cuci muka dan nyaman duduk di kereta api :)

Begitu tiba langsung sarapan di stasiun :)


twin sister of carol anne,

Indi


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469 

Selasa, 17 Desember 2013

Semarang, Bagian Pertama: Perjalanan Serba 13 yang Penuh Berkah :)


Pernah nggak teman-teman mengalami kejadian yang benar-benar di luar rencana dan hampir nggak tahu harus ngapain? Nah, gue baru saja mengalaminya. Tepatnya hari kamis kemarin, ketika gue sudah menyiapkan semuanya dan tiba-tiba saja berubah dari apa yang diharapkan. Sampai hari ini pun rasanya gue masih terkenang-kenang dengan kejadian itu ;)

Cerita dimulai ketika gue mendapat undangan dari AIESEC Universitas Diponegoro Semarang untuk menghadiri project sosial mereka yang disebut ROAR+ (Red Ribbon Alert Plus). Gue exited sekali, karena acaranya bertujuan untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap HIV/AIDS. Apalagi hasil dari acara ini akan didonasikan kepada pasien kanker. Tapi lalu gue khawatir, Semarang jaraknya cukup jauh dari Bandung dan gue (ehm...) seorang aerophobia alias takut terbang. Meskipun Ibu dan Bapak sudah meyakinkan gue berkali-kali bahwa pakai pesawat itu aman, tapi gue tetap menolak. Well, sebenarnya sempat mengiyakan satu kali, sih, tapi lalu berubah pikiran 1 hari sebelum berangkat, hehehe. Akhirnya gue putuskan untuk menggunkana kereta api meski akan memakan waktu 8 jam. Gue pikir, 8 jam itu nggak terlalu buruk, bisa digunakan untuk tidur karena kereta akan pergi di malam hari. Dan ketika bangun pasti kereta sudah sampai stasiun karena dijadwalkan tiba jam 5.50 pagi :)

Siap tempur dengan travel bag, boneka dan koper mini berisi camilan :p

Jadi hari kamis malam gue pergi ke stasiun dengan ditemani Bapak. Sebelumnya gue sudah packing untuk persiapan menginap 1 malam dan memakai pakaian hangat karena perjalanan malam-subuh pasti akan sangat dingin. Sekitar jam 9.30 malam kami sudah berada di dalam kereta dan beberapa menit kemudian kereta mulai berangkat, sesuai dengan jadwal :)

Di gerbong yang gue tumpangi bangkunya hampir terisi semua. Rata-rata penumpangnya sudah seusia Bapak dan sibuk dengan gadget masing-masing. Ada yang mendengarkan lagu, mengetik, bahkan membuka sosial media, hehehe. Sepertinya hanya gue saja yang memperhatikan bahwa di TV sedang diputar film Night at the Museum 2. Gue sangat terhibur, karena dulu waktu film itu ada di bioskop gue terlambat masuk teater dan melewatkan bagian awalnya. Ketika sudah sampai pertengahan film, gue mulai mengantuk. Apalagi di gerbong ini memang cuma gue satu-satunya yang masih terjaga. Tapi ternyata untuk tertidur di dalam kereta nggak semudah yang gue kira, banyak penumpang yang mendengkur, termasuk Bapak! Hehehe... Akhirnya gue memakai headset dan mendengarkan musik sampai tertidur. Bersyukur sekali karena sebelum pergi gue memutuskan untuk memasukan beberapa lagu John Frusciante ke handphone. Entah kenapa gue selalu berpikir bahwa suaranya cocok untuk didengarkan di kereta api :p

Di perjalanan: Pilih duduk dekat jendela :D

Kebanyakan penumpang tertidur atau sibuk dengan gadget.

Gue terbangun waktu subuh, beberapa penumpang juga sudah bangun sementara yang lainnya masih tidur termasuk Bapak. Karena perkiraan kereta akan tiba di Semarang sebentar lagi, jadi gue pergi ke toilet dan merapikan diri (tapi susah, lol). Baru saja gue kembali duduk di bangku, ada pengumuman dari masinis, katanya kereta akan terlambat 10 menit karena ada perbaikan rel. Gue langsung membangunkan Bapak dan SMS Ray untuk memberi kabar pada yang menjemput di stasiun nanti bahwa kami akan terlambat. Karena hanya sebentar jadi gue nggak kembali tidur dan duduk dengan tegak menunggu kereta kembali berjalan.

Tapi ternyata ini bukan untuk terakhir kali. Kereta baru berjalan sebentar sudah berhenti lagi. Begitu terus sampai beberapa kali dan lagi-lagi masinis berkata bahwa HANYA 10 menit. Gue benar-benar nggak enak karena yang menjemput sudah stand by dari jam 5.30 ternyata :( Karena terlalu lama sebagain besar penumpang kembali tidur, sedangkan gue sama sekali nggak mengantuk. Tiba-tiba saja gue melihat ada 2 orang petugas berjalan ke ujung gerbong. Salah satu dari mereka bertanya berapa lama lagi kereta akan tiba di Semarang. Petugas yang satunya nggak menjawab, ia hanya mengacungkan 4 jari dan menggerakan mulutnya tanpa suara, "4 jam."

Oh, my God, Oh, my God! Gue kaget bukan main, membayangkan harus duduk 4 jam ke depan setelah 8 jam perjalanan rasanya bikin gue sedih. Cepat-cepat gue kembali SMS Ray dan minta untuk menyampaikan bahwa kereta akan sangat terlambat. Setelah itu gue memberitahu Bapak tentang kabar yang gue "dapat" dari petugas. Beliau nggak percaya dan berkata bahwa kereta pasti akan tiba sebentar lagi. Tapi lalu ada pengumuman kembali dari masinis... Kereta akan berhenti dulu selama 40 menit. Langsung saja penumpang yang sudah kelelahan protes dan menyayangkan karena nggak ada antisipasi sejak awal. Gue yang juga sudah mulai bosan langsung berdiri dan berkata, "Bukan 40 menit, tadi aku dengar 4 jam, lho."
Dan langsung disambut dengan protes yang lebih keras. Gue pikir lebih baik penumpang tahu yang sebenarnya daripada ditutup-tutupi. Seenggaknya bisa menyiapkan mental untuk 4 jam ke depan, hehehe.

Gerbong langsung ramai dengan kesibukan penumpang yang memberi kabar pada penjemput di stasiun lewat handphone. Gue yang sudah pegal (rasanya susah dijelaskan, lol) memutuskan untuk berjalan-jalan dan melihat suasana di luar lewat pintu penghubung gerbong. Ternyata di sebrang kereta ada sawah! Langsung saja gue mengajak Bapak untuk berfoto. Nggak peduli dengan wajah berminyak dan baju acak-acakan, yang penting gue bisa melakukan sesuatu yang fun dan melupakan sejenak delay yang sangat lebay ini, hehehe. 

Ternyata pemandangannya indah :)




Gue berfoto, berpose seolah baru saja mandi dan berdandan cantik. Mood gue langsung berubah 180 derajat, sungguh banyak tawa dan gue kembali cerewet. Beberapa penumpang bahkan mulai mengikuti jejak gue yang turun dari kereta. Ada yang duduk-duduk, merokok ada juga yang menonton aksi gue, hehehe. Gue bahkan sempat mengobrol dengan beberapa dari mereka. Ya, sekedar obrolan ringan karena nggak semua penumpang punya teman mengobrol di perjalanan seperti gue dan Bapak :) Ada yang pertama kali naik kereta, ada pula yang jauh-jauh dari Palembang karena ingin tahu Semarang itu seperti apa. Mereka rata-rata menyesal nggak memilih pesawat. Kalau gue sih nggak, kalau naik pesawat mungkin sepanjang jalan akan dihabiskan dengan nervous. Karena sejauh ini perjalanan udara yang gue lakukan dengan hati ikhlas dan damai hanya waktu ke Singapore untuk bertemu dengan Aerosmith, hehehe :p No, seriously, gue nggak menyesal, karena di pesawat belum tentu bisa mendapat percakapan random seperti ini :)





Kereta kembali berjalan, tapi hanya untuk beberapa menit. Lagi-lagi masinis berkata bahwa kereta hanya berhenti sebentar, tapi kenyataanya ternyata untuk 2 jam! Gue sudah sangat kelelahan tapi tetap mencoba menikmati perjalanan. Gue kembali mendengarkan lagu dan mengisi perut dengan camilan. Tadinya sih gue berharap akan sarapan di hotel, tapi sepertinya kereta baru akan tiba ketika waktu makan siang :') Setelah bosan mendengarkan lagu gue melepas headset dan samar-samar mendengar musik yang berasal dari film Mr. Bean Holiday. Yup, gue memang hapal dengan hampir seluruh dialog, musik dan efek suara di film itu, bahkan tanpa melihat adegannya karena itu salah satu film kesukaan gue, hehehe. TV yang dipasang di kereta mati, jadi awalnya gue pikir ada penumpang yang menonton film di gadget nya. Tapi karena penasaran waktu Bapak mau ke toilet gue minta supaya beliau intip gerbong sebelah dan lihat TV nya. Ternyata benar saja, di sana sedang diputar film Mr. Bean Holiday! Langsung saja gue mencegat petugas yang kebetulan lewat di gerbong dan protes karena TV nya mati, hehehe. Beberapa menit kemudian TV menyala dan gue menikmati film nya meski tinggal setengah jalan, hehehe.

Keterlambatan yang katanya hanya "sebentar" itu ternyata jadi 5 jam. Iya, bahkan bukan 4 jam. Meski wajah gue sudah sekusut baju gue, tapi senang sekali bisa tiba di Semarang dengan selamat. Apalagi dengan apa yang sudah gue alami di atas kereta, gue nggak mau menukarnya dengan apapun. 13 jam yang penuh kebahagiaan. Gue percaya semua hal yang terjadi pasti ada maksudnya, Tuhan selalu menyelipkan kebahagiaan bagaimana pun kondisi kita. Gue percaya buruk itu "hanya" yang kita pikir :)
Di atas kereta selama 13 jam di tanggal 13, tahun 2013 di gerbong yang memuat sampai seat 13 dan ternyata tiba di stasiun jam 1 siang lewat beberapa menit (iya, alias jam 13 lewat, hehehe). What a cute number :)

Ketika sampai di hotel gue langsung mandi, berganti piyama dan makan siang di atas tempat tidur. What a day, gue nggak sanggup berjalan-jalan untuk melihat kota Semarang. Begitu juga dengan makan malam, gue memesannya dari hotel dan makan di atas tempat tidur. Gue hanya turun jika mau ke toilet, hehehe. Semua yang terjadi memang selalu ada alasannya. Karena kelelahan gue jadi tidur sangat nyenyak, padahal biasanya gue nggak nyaman jika di tempat asing. Dan ini bisa membuat gue bisa bangun pagi-pagi untuk menghadiri charity event "The Long Journey"! O, my God, I'm blessed! :)

Makan siang dengan Pop Mie karena ini makanan khas jika melalukan perjalanan, hehehe.

Makan malam di tempat tidur :)

toot toot train girl,

Indi

______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 02 Desember 2013

Launching Marvel 4D: New Movie "Avengers Battle in Bali" Trans Studio Bandung :)

What I wore? Headband: my DIY | Dress: Minimal | T shirt: Trans Studio | Necklace: Accessarie | Socks: BIP | Shoes: GOSH

Hai bloggies! Gue menulis ini masih dalam suasana "liburan", nih, hehehe. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu dari tulisan-tulisan sebelumnya bahwa gue baru saja operasi pengangkatan tumor payudara pada tanggal 11 November lalu, dan sejak tulah gue menjalani masa "liburan" dari aktivitas sehari-hari. Tapi meskipun "liburan" bukan berarti gue di rumah saja, lho. Entah gue ini tangguh atau memang pasien yang bandel, tapi 5 hari sejak pasca operasi saja sudah jalan-jalan untuk interview di radio CBL, dan 2 hari setelah lepas jahitannya langsung mampir ke Trans Studio Bandung untuk memenuhi undangan launching Marvel 4D, hehehe. Tapi tentu saja nggak lama-lama, dong. Kesehatan gue masih belum memungkinkan, dan gue nggak mau merusak "liburan" ini dengan bed rest karena kelelahan :)

Pasca operasi tubuh gue memang terasa lemah. Kepala gue sering pusing dan juga mengalami beberapa masalah perut seperti sembelit dan mual-mual. Tapi di luar itu dan ditambah nyeri-nyeri di daerah dada, gue merasa cukup fit. Memang sih kadang perasaan fit nya agak-agak blur sama perasaan bosan. Jadi gue harus hati-hati mengartikan apakah badan gue itu sehat betulan atau karena bosan jadi ingin bergerak terus, hahaha :D Waktu mendapat telepon dari Trans Studio mengenai undangannya, gue baru saja bangun tidur dan menjawabnya dengan "iya-iya" yang cepat. Karena exited gue lupa bahwa tanggal 22 November itu besok, dan langsung menyetujui tanpa ingat kondisi kesehatan gue. Untung saja ternyata gue cukup fit (ini fit betulan, bukan perasaan, hahaha), semalam sebelumnya nafsu makan gue mulai kembali dan pusingnya berkurang. Syukurlah :)

Karena undangannya hanya untuk satu orang, jadi gue hanya diantar Bapak sampai loby Trans Studio Mall dan akan dijemput Ray ketika pulang. Di sana ternyata sudah banyak rombongan dari berbagai kampus yang duduk-duduk di area seputar Trans Studio meskipun mall dan gate wahana belum dibuka. Sempat sedikit bingung karena dimana-mana hanya tampak mahasiswa dengan macam-macam jas almamaternya, nggak tampak undangan yang lain. Sampai gue bertemu dengan salah satu kru Trans Studio yang langsung membawa gue ke gate untuk langsung bergabung dengan para undangan dan media. Ternyata yang lain sudah menunggu di studio Marvel dan sedang bersiap-siap menonton behind the scene nya. Hore!



Hanya 20 orang saja lho mendapat undangan ini, dan gue adalah salah satunya. Beruntung sekali rasanya bisa jadi salah satu dari sedikit orang yang dapat kesempatan untuk menonton lebih dulu, dapat akses masuk Trans Studio sebelum dibuka (iya, jadi hanya kami di sana) dan boleh main sepuasnya sampai tutup. Apalagi episode Super Heroes Marvel 4D yang baru ini istimewa, lho. Dari judulnya saja "Avengers Battle in Bali" sudah ketahuan kalau bakal beda dari yang sebelum-sebelumnya. Yup, film ini mengambil setting di Bali yang dibuat oleh lisensi Marvel Amerika sesuai dengan permintaan khusus Trans Studio Bandung! Keren banget, kan? Dan yang pasti bikin bangga bisa melihat Indonesia didatangi tokoh-tokoh super hero dari Marvel :D
Di sela pemutaran behind the scene, gue dan yang lainnya dapat kesempatan untuk tanya jawab dan saling mengenal dengan sesama sahabat Trans Studio. Meski baru pertama kali bertemu tapi suasana sangat akrab dan santai, apalagi ditambah dengan kehadiran Wolverine dan Captain America yang kocak, hehehe. Setelah itu kami langsung berpindah ke teater dan tibalah saat yang paling ditunggu: Pemutaran perdana "Avengers Battle in Bali."

Sebelum pakai kacamata 4D ;)

Captain America nya imut banget, hehehe :p

Durasi 12,5 menit yang berlangsung benar-benar bikin gue sibuk teriak-teriak, hehehe. Ini bukan yang pertama kalinya gue menonton Marvel 4D, tapi kali ini terasa jauh lebih seru. Efek-efeknya lebih terasa dan nyata. Bayangkan saja selain seat nya melonjak ke sana-kemari, gue juga bisa merasakan efek angin, air, aroma api, asap, gelembung sabun bahkan kelitikan di kaki! Hahaha, gue yang pakai rok pendek sampai harus angkat kaki karena kaget :p Film ini bercerita tentang Tony Stark yang memiliki laboratorium pembangkit nuklir di Bali. Ketika sedang mengadakan konferensi pers tiba-tiba saja dr. Doom yang bekerja sama dengan Loki berusaha merebut reaktor nuklir tersebut. Untung saja ada Hulk, Captain America, Thor, Iron Man dan Spiderman yang bertempur untuk mengalahkan mereka. Meski tenaga nuklir sempat dipancarkan ke satelit senjata untuk menghancurkan Bali, tapi akhirnya mereka berhasil menyelamatkan bumi dari kehancuran. Yang unik, selama adegan-adegan pertempuran berlangsung kita bisa melihat Pura Bali dan Gunung Gede, lho. Jadi suasana Indonesia, khususnya Bali benar-benar terasa!



Wajah-wajah takjub langsung terlihat setelah film selesai, semua setuju bahwa tadi adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami semua lalu berfoto di depan teater Marvel 4D dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang oleh Ibu Triya Santi selaku Manager Marketing Communication Trans Studio Bandung. Moment ini juga sekaligus menjadi kesempatan para undangan dan media untuk mengajukan pertanyaan seputar film yang baru saja ditonton. Bahkan ada sedikit kuis berhadiah juga. Sayangnya gue nggak kebagian karena ragu dengan jawaban sendiri, padahal ternyata jawaban gue benar :p Tapi meski begitu gue tetap nggak pulang dengan tangan kosong, semua undangan mendapatkan kaos "Avegers Battle in Bali" dengan desain yang ekslusif. Selain itu gue juga sempat berkenalan dengan 2 orang undangan lain, namanya Arif dan Rizki. Salah satu dari mereka sampai bolos kuliah demi menonton film ini, lho. Nih, gue upload fotonya supaya teman-teman kampusnya iri (atau malah dimarahi dosen, hehehe).








Setelah itu acara ditutup dan kami dibebaskan untuk bermain sepuasnya di wahana Trans Studio. Berhubung kesehatan belum terlalu baik, jadi gue hanya memilih satu permainan sebelum berpamitan dengan yang lain. Nggak disangka ketika mengantri wahana Dragon Rider ternyata bertemu dengan sekelompok pembaca novel "Waktu Aku sama Mika" yang mengajak berfoto bersama! Wah, kebahagiaan gue jadi berkali-kali lipat, deh :) 
Pokoknya terima kasih banyak-banyak-banyak untuk Trans Studio Bandung atas undangannya. Sungguh kebetulan yang menyenangkan dapat hiburan singkat (tapi memuaskan) di saat gue belum bisa beraktivitas lama-lama :D Sejak awal dibuka gue sudah jatuh cinta dengan theme park indoor yang satu ini, dan sekarang kecintaan gue jadi makin bertambah. Semoga ada kesempatan lagi untuk mampir ke Trans Studio dalam waktu dekat. Hmm, kalau untuk bermalam tahun baru bersama keluarga sepertinya seru juga, ya? Hihihi *wink*

proud Indonesian,

Indi


__________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | contact person: 081322339469

Senin, 12 Agustus 2013

Girls and Boys :)



OOTD Headband: Heartwarmer | Dress: design by me (made from "sarung Gajah Duduk") | Socks: Gosh | Shoes: Nevada




Wah, nggak terasa ya sudah hari senin lagi. Untuk yang bekerja dan bersekolah sebagian besar masa liburnya sudah habis, ya? Hihihi, selamat kembali beraktivitas kalau begitu. Dan selamat hari raya idul fitri untuk yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin :)
Jadi bagaimana dengan liburan kalian? Seru? Aku yakin sebagian besar dari teman-teman menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kalian cintai, seperti keluarga atau teman. Begitu juga denganku, seluruh keluarga berkumpul. Bahkan yang biasanya sangat sibuk sekalipun. Menyenangkan :)





Liburan lebaran selalu terasa berbeda untukku. Selain momentnya sangat tepat untuk berkumpul dan bersilaturahmi, liburan ini juga selalu lebih panjang daripada liburan-liburan yang lain. Aku, Ibu, Bapak dan Puja ada di rumah dalam waktu bersamaan. Kami bangun pagi, sarapan dan beraktivitas bersama. Berbeda dengan hari-hari biasa yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sungguh waktu berkualitas yang berharga :) Sepupu-sepupuku pun datang untuk berkumpul di Bandung. Meski mereka tinggal di kota berbeda, tapi tahun ini semuanya bisa pulang ke kota kelahiran mereka. Termasuk Adhi yang bekerja di Karimun.

Dan saat sepupu-sepupuku berkumpul tentu saja yang sangat aku tunggu adalah "the girls" alias Gina dan Silmi. Kalau teman-teman mengikuti blog ini pasti kenal dengan mereka. Yup, mereka adalah 2 sepupu favoritku karena sama-sama perempuan dan hampir seumuran, hehehe. Hampir setiap bertemu kami pasti mojok bertiga dan membicarakan girly stuff ---setelah menyapa yang lain juga tentunya---. Seperti kali ini, kami langsung sibuk membicarakan film yang sedang tren dan motif casing handphone masing-masing (lol, nggak penting). Bersama mereka setiap topik pembicaraan memang jadi seru. Apalagi kami bertiga juga sedang berulang tahun, Gina dan Silmi lahir di bulan Agustus, sedangkan aku lahir di malam takbiran yang artinya sedang berulang tahun juga jika dihitung dalam tahun Islam. Sebenarnya seorang sepupuku yang lain juga sedang berulang tahun, namanya Idham. Tapi ia nggak masuk katergori "the girls", karena (of course!) ia laki-laki, hahaha :p

Meski kami bukan anak-anak lagi tapi jika bersama-sama pasti ada saja permainan yang kami lakukan (aku dan Silmi pernah bermain sepeda sampai gelap, lho, lol). Kali ini ide permainan datang dari Gina. Beberapa waktu lalu ia men-download permainan "Heads Up" di handphone nya, dan ia pikir akan seru jika kami mainkan bersama. Dan benar saja ternyata kami sulit sekali untuk berhenti! Permainannya sederhana, seorang pemain akan meletakan handphone di kening dengan layar menghadap ke pemain lain. Nanti di layar akan muncul sebuah kata dan ia harus menebaknya dengan arahan pemain yang di hadapannya. Saking serunya suara kami sampai serak, kami berteriak-teriak seolah akan membuat clue dari jawabannya jadi lebih mudah dipahami, hahaha. Oya, part terbaik dari permainan ini adalah secara otomatis handphone akan merekam ekspresi pemain. Jadi setelah permainan selesai aku, Gina dan Silmi memutarnya hingga kami tertawa sampai sakit perut! :D

Mainkan dan mustahil nggak kecanduan :p

Karena aku selalu mendapat skor paling tinggi, Silmi memutuskan untuk mengganti aturan permainannya jadi seperti di kuis "Indonesia Pintar-Eat Bulaga". Aku dan Gina langsung saja tertawa geli mengingat kepopuleran video "Sayur Lodeh" yang super heboh. Aturannya sederhana, tapi nggak mudah. Pertanyaan dari pemain yang tugasnya menebak kata hanya boleh dijawab dengan, "Ya", "Tidak" dan "Bisa jadi". Dengan aturan seperti ini Gina dan Silmi berpikir bawa skorku yang tinggi pasti akan menurun drastis, hihihi.

Benar saja, aku jadi kesulitan untuk mendapat skor sempurna. Malah beberapa kali aku sama sekali nggak bisa manjawab dan hanya tertawa sampai waktu habis. Di tengah-tengah rasa menyerah karena Gina dan Silmi mengerjaiku, Ais, sepupuku yang lain penasaran dengan apa yang kami lakukan. Setelah kami ceritakan ia langsung ingin ikut bermain. Ia pikir akan mudah, tapi hasilnya tentu saja seburuk aku, hahaha. Setiap kali gagal Ais pasti ingin mencobanya lagi. Di luar dugaan permainan ini ternyata membuat kecanduan dan menular. Para sepupu laki-laki yang lain pun jadi ikut bergabung dengan kami. Nggak ada lagi "Indi and the girls" karena seluruh sepupu jadi berkumpul, hihihi. Saking serunya Ais sampai punya ide untuk menjadikan "Heads Up ala Eat Bulaga" sebagai permainan wajib kalau kami bertemu :D

Lama-lama the girls dan the boys jadi bersatu. Aku, Gina dan Silmi nggak bisa lagi mojok bertiga. Well, no more girly things conversation, semuanya digantikan dengan obrolan campur-campur yang kadang membuatku "nyengir" karena perbedaan berpikir antara laki-laki dan perempuan. Setelah bermain sampai magrib (dan baterai handphone Gina habis, lol) kami putuskan untuk hangout bersama. Ini benar-benar jarang terjadi karena biasanya aku hanya mau pergi bersama the girls. Bersama laki-laki ternyata semuanya jadi lebih sulit. Untuk memutuskan kami akan ke mana saja sampai rusuh, hehehe. Rencana berubah-ubah, dari karaoke berubah nonton film, lalu berubah lagi untuk ngopi di cafe. Sampai malam kami masih berdebat sampai akhirnya Gina membuat keputusan, "Kita makan sushi saja," lalu semuanya setuju. Yea, girl rules! Lol :p

Akhirnya kami (the girls, Ais, Idham dan Adhi) pergi ke Trans Studio Mall. Tujuannya tentu saja untuk ke Sushi Tei. Mungkin karena masih suasana lebaran jalanan nggak begitu ramai, sampai-sampai hanya dalam beberapa menit kami sudah sampai. Tapi ternyata suasana berbeda dengan di dalam mall. Di dalam penuuuuuh sekali. Sampai-sampai kami takut akan ditabrak oleh pengunjung lain yang (anehnya) hampir semua terlihat terburu-buru. Tapi kami sedang santai, jadi kami nggak langsung ke restoran tapi ke toko buku dulu untuk mengantar Adhi si penggemar komik. Di sana ternyata nggak ada yang Adhi sedang cari, jadi kami langsung menuju Sushi Tei. Eh, tapi aku melihat sesuatu yang cute. Ada diskon casing handphone di Lolly Polly. Jadi kami mampir dulu ke sana sebentar, hihihi. The boys ternyata nggak anggap sebentarnya kami itu sebentar lho, mereka kelihatan bosan menunggu di bangku-bangku mall :p

Casing handphone nya cute banget kan, hihihi :p

Di depan Sushi Tei kami melihat antrian yang lumayan panjang. Bangku tunggu pun semuanya terisi penuh. Ternyata di dalam memang sudah penuh, dan kalau kami mau menunggu harus sabar setelah 11 orang tamu selesai makan. Tadinya kami mau mencari restoran lain, tapi mengingat mall yang sangat padat dan foodcourt yang sudah berubah jadi standing party, kami putuskan untuk menunggu. The boys kadang menyebalkan, tapi soal duduk mereka memang gentleman. Setelah menunggu sekian lama akhirnya ada 3 buah bangku yang kosong dan mereka mempersilakan the girls untuk duduk, hihihi. Selama menunggu kami habiskan dengan mengobrol. Ais punya ide untuk bermain "Heads Up", tapi tentu saja disambut big NOOOO oleh kami, hahaha.

Akhirnya nama kami dipanggil dan kami masuk ke dalam Sushi Tei. Sayangnya ternyata bukan berarti meja kami siap, tapi pegawai di sana meminta kami untuk melihat suasana di dalam. Hanya ada 1 meja dengan kapasitas 4 orang dan 2 buah meja dengan penyekat yang nggak memungkinkan kami duduk bersama-sama. Hampir saja kami membatalkan, tapi mengingat ini moment yang jarang kami putuskan untuk memakai meja kapasitas 4 orang dan duduk berhimpitan! Hahahaha... Mbak-mbak pegawainya sampai nggak enak sama kami, tapi Ais menanggapi, "Yah, mau gimana lagi... Sempit sih, tapi ini kesempatan langka." Ada-ada saja :p




Tempat yang sempit membuat kami susah untuk bergerak. Bayangkan, jika setiap orang dari kami memesan minimal 2 buah menu. Meja kami nampaknya bisa rubuh kapan saja, hahaha. Tapi semuanya tetap terasa menyenangkan, makanannya pun tetap terasa nikmat. Kami mengobrol ini itu, bertukar cerita dan lelucon yang terasa jadi lebih lucu dengan suasana seperti ini. Kami bahkan saling mencicipi makanan yang kami pesan. Nggak lupa menggoda Adhi yang seorang Sushi Virgin (well, not anymore, Dhi! Lol). I love the girls so much, tapi menghabiskan waktu bersama the boys juga ternyata menyenangkan. Mereka kadang sembarangan, tapi membuat pertemuan ini jadi lebih berwarna.

The boys: Ais, Idham dan Adhi :)

Mbak-mbak pegawai yang melayani kami sepertinya merasa terharu melihat kami, hahaha. Duduk bersempit-sempit dan terpaksa makan buru-buru karena sudah mau tutup. Tapi kami nggak peduli, meski sebentar tapi pengalaman ini benar-benar mengesankan. Boys always be boys and girls always be girls. Kami berbeda tapi bukan berarti harus menjadi 2 kubu yang berbeda. Kami setuju untuk sesekali hangout bersama jika ada liburan lagi. Sebelum pulang Ais mengangkat gelasnya tinggi-tinggi. "Cheers," katanya. Aku dan yang lainnya saling berpandangan nggak mengerti lalu menertawakannya. Tapi Ais tetap mengangkat gelasnya dan berseru, "Bersulang untuk kita dan pasangan kita agar selalu langgeng!"
Hahaha, kami semua tertawa setelah beberapa detik bengong. Entah apa maksudnya karena ia bersulang untuk sesuatu yang nggak ada hubungannya dengan suasana ini. Tapi kami putuskan untuk mengikuti Ais mengangkat gelas kami.
Karena di tengah perbedaan, seenggaknya kami semua setuju dengan kata-kata Ais yang ini. Cheers!

But still. Girl rules!!! Hehehe :p







blessed girl,

Indi

____________________________________________
Facebook: Here | Twitter: Here | Contact person: 081322339469