Tampilkan postingan dengan label Braga City Walk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Braga City Walk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Finally... a date! :)


Tanggal 23 Februari kemarin adalah hari yang sangat membahagiakan untuk gue dan Ray. Well, ya selama 5 tahun hubungan kami memang diisi dengan banyak kebahagiaan, tapi kemarin itu terasa berbeda dan istimewa. Eh, berhubung setiap hari juga terasa istimewa, kemarin itu rasanya jadi super istimewa deh, hehehe. Teman-teman tahu kenapa? Itu karena kami akhirnya berjalan-jalan berdua! :D

Mungkin bagi pasangan lain hangout ke sutu tempat adalah hal yang biasa, tapi bagi gue dan Ray hal itu nggak bisa sering-sering kami lakukan. Faktor jadwal libur kami yang nggak match (Ray masih bekerja di hari sabtu, so no Saturday nite-an buat kami, lol) dan kondisi kesehatan kami berdua lah yang menjadi alasannya. Kami biasanya siasati dengan bertemu di hari minggu, ya sekedar dinner di rumah atau ngobrol seru panjang lebar. Menyenangkan. Tapi tetap saja terkadang ada perasaan ingin berjalan-jalan ke suatu tempat, nggak cuma di rumah saja. Nah, selain faktor-faktor yang gue sebutkan tadi, belakangan ada sebuah faktor lagi yang membuat kami semakin sulit untuk keluar rumah. Ray mengalami perubahan di pekerjaannya yang membuat kami berdua khawatir dan harus lebih berhemat. Tapi lalu berkat usaha Ray yang keras dan ditambah doa kami berdua, semuanya berangsur-angsur membaik :)

Untuk merayakannya (baca: syukuran) Ray mengajak gue untuk berjalan-jalan. Ia nggak memberitahu kemana kami akan pergi, sampai gue bertanya ketika kami sudah berada di dalam taksi. Ternyata ia mengajak gue ke sebuah mall yang dulu menjadi favorit kami! Hahaha :D Mall tujuan kami ini sepertinya memang bukan mall yang sering jadi tujuan turis di Bandung, pengunjung lokalnya pun bahkan nggak terlalu banyak. Tapi kami sangat menyukainya karena di sana nggak terlalu banyak remaja yang berisik dan melakukan hal-hal 'ajaib' (eg: merokok di tempat umum, pacaran sampai lupa kalau mall bukan milik mereka) :p

What I wore? Headband and dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Fillmore | Necklace: Accessarie



Ketika sampai gue dan Ray terkejut, ternyata sudah banyak yang berubah! Wah, berapa abad ya kami nggak ke sini? Hehehe. Syukurlah perubahannya ke arah yang lebih bagus. Dulu kami sering bergurau bahwa mall ini terlihat "mati" dan kami punya ide-ide brilian untuk menghidupkannya. Nggak disangka, sepertinya pengelola mall mencuri ide kami. Karena sekarang mall ini hampir seperti konsep khayalan kami, hehehe.
Berhubung belum mengenal 'medan perang', jadi kami putuskan untuk berkeliling dulu. Konsep mall nya sekarang diisi dengan macam-macam restoran, cocok bagi yang suka wisata kuliner, tapi kurang cocok bagi kami yang hobi bingung, lol. Berhubung belum bisa memutuskan untuk makan dimana, jadi kami karaoke saja dulu. Untung di sini hanya ada 2 tempat karaoke, jadi bingungnya nggak lama-lama. Kira-kira 10 menit saja, lah, hehehe.

Gue dan Ray suka sekali karaoke. Kalau teman gue bilang karaoke baru akan fun kalau dilakukan ramai-ramai, menurut gue (dan Ray) berdua saja sudah beyond fun, lol. Kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bernyanyi bergantian. Bahkan seringnya gue punya jatah bernyanyi lebih banyak daripada Ray, hehehe. Makanya setelah sekian lama nggak karaokeing, kami langsung heboh begitu masuk ke dalam room. Soal stock lagu, jangan khawatir (ih, siapa juga coba yang khawatir, lol) kami nggak pernah kehabisan. Kami nggak pernah bingung dengan lagu apa yang akan dinyanyikan, tapi kami justru bingung karena terlalu banyak lagu yang ingin kami nyanyikan, yang kalau semuanya dituruti mungkin baru akan selesai setelah 6 jam, hahaha :D 
Gue nggak bilang kami penyanyi yang bagus, ya (itu sih masalah selera telinga, tahan nggak dengar suara kami, lol). Kami suka bernyanyi ya karena kami suka. Gue bahkan nggak pernah berpikir apakah lagu yang dinyanyikan cocok dengan suara gue atau nggak. Kalau gue suka ya nyanyikan, dengan harapan room karaoke cukup kedap sehingga nggak mengganggu tamu yang lain. Lihat saja song list gue, rata-rata lagu rock terutama dari Aerosmith, Red Hot Chili Peppers, Queen dan beberapa band one hit wonders 80's (lol). Karena menurut kami justru disitulah serunya. Menertawakan diri sendiri, berpura-pura menjadi rockstar dan bersenang-senang. Moment karaoke juga berarti quality time buat kami. Kalau ada lagu-lagu yang punya kenangan kami suka nyanyikan bareng, bikin hubungan lebih erat :) Dan "song of the day" kali ini adalah "Someday We'll Know" dari New Radicals. Meskipun di play list ternyata hanya ada versi Mandy Moore, buat kami nggak masalah. Abaikan musiknya, kami tetap teriak-teriak, hahaha :D

Red Hot Chili Peppers rules!!! Lol.


Setelah 2 jam yang super seru kami memutuskan untuk dinner. Seperti yang sudah-sudah setiap keluar dari room karaoke gue pasti malu-malu, soalnya selalu jadi tamu yang paling heboh, hehehe. Kami dinner di D'Kiosk. Well, ya meski sudah berkeliling dan melihat banyak restoran baru tapi ternyata kami berakhir di sini :p Gue memesan waffle dan pizza, sedangkan Ray memesan nasi goreng. Meski sudah kelelahan tapi kami tetap seru mengobrol. Kalau sudah berdua kami nggak pernah kehabisan topik obrolan, apa saja rasanya menyenangkan. Sampai John Frusciante yang sempat bikin kami berantem heboh pun dibawa-bawa (sudah berapa kali gue sebutkan tentang ini di blog, ya? Lol). Pokoknya super random, deh :) 





Nggak terasa waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Sebelum pulang, Ray membeli oleh-oleh dulu untuk keluarga gue di rumah. Syukurlah tanpa menunggu lama kami langsung mendapatkan taksi dan bisa duduk nyaman di perjalanan pulang tepat ketika gue mulai merasa mengantuk :)
Setiap kali gue menghabiskan waktu bersama Ray, baik itu di rumah atau pun ketika kami pergi hang out berdua, gue selalu bersyukur. Tapi kali ini rasanya lebih bermakna karena mengingatkan gue akan hal-hal penting yang pasti akan kami alami lagi suatu hari nanti: Bahwa hidup nggak selamanya di atas dan hidup juga nggak selamanya di bawah. Tapi kami akan selalu punya cara untuk untuk berbahagia dan bukan alasan untuk lupa bersyukur. Ah, I'm blessed to have you, Ray :)


xx,

Indi



Check out my newest cover, guys:


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 24 April 2011

Asyiknya Berlibur :D

Hore liburan! :D Tanggal 22 sampai 24 April kan libur (lumayan) panjang yang jatuhnya pas di akhir pekan. Hayooo, siapa yang senang?
Akuuu! :D
Hehehehe, nggak usah bingung ya, kenapa aku yang sehari-hari kerja di rumah bisa ikutan senang padahal setiap hari juga "liburan", hihihi... Ini karena orang-orang di sekitarku yang justru sibuk di hari-hari lain. Bahkan weekend karena banyak di antara mereka yang bekerja atau malah tinggal di luar kota. Misalnya saja Ray, meski kami tinggal di satu kota, bahkan selalu jemput aku untuk terapi dan les, tapi tetap saja kami jarang "keluar" di waktu weekend. Apalagi dengan kedua sepupu perempuan aku, Gina dan Silmi yang tinggal di lain kota, kami jaraaaang banget ketemu bahkan untuk sekedar ngobrol.
Nah, sekarang ngerti kan kenapa aku senang banget sama libur yang (lumayan) panjang ini? ;)



Good Friday

Tanggal 22 April jatuhnya di hari Jumat. Biasanya di Jumat-Jumat lain artinya aku menunggu ditelepon Ray setiap 1 jam sekali dari kantor dan menunggu dia pulang sampai sore untuk makan malam bareng. Tapi kali ini.... yaiy, kami bisa habisin waktu berdua (hampir) seharian dan ngobrolin apa saja tanpa khawatir ada customernya Ray yang selak obrolan kami :D
Satu hari sebelumnya Ray memang sudah bilang kalau dia kangen kami "jalan" berdua dan bukan dalam rangka "apa-apa". Maksudnya, dia kangen kami betul-betul berdua dan bukan untuk keperluan lain seperti sekalian menemani aku terapi atau lainnya. Jujur, aku juga kangen saat-saat seperti itu. Jadi waktu Ray ajak aku ke Braga, aku senang bukan main! :D

Kami nggak mau buang waktu, makanya untuk jalan-jalan kali ini kami nggak pesan taxi lewat telepon, tapi kami betul-betul cari taxi secara langsung. Iya, betul "cari-cari"! Hihihi. Jadi begitu dapat kami bisa langsung berangkat tanpa perlu menunggu lama. Sekitar jam 3.30 sore kami tiba ditujuan. Ray langsung ajak aku ke bioskop. Tapi sayang niat kami untuk nonton langsung batal waktu tahu film yang diputar "aneh-aneh", hehehe. Masa ada kuntilanak kesurupan? Wah, nggak mau bayangin deh gimana konyolnya isi filmnya. Jadi kami pakai uang tiket bioskopnya untuk makan es krim. Wah, senangnya :D Aku yakin es krim ini rasanya jauh lebih enak daripada kami harus terjebak selama 1,5 jam untuk nonton hantu-hantuan :p
Es krim ternyata bikin imajinasi kami seperti anak-anak lagi. Sampai-sampai aku bilang sama Ray kalau nanti aku bakal beli gedung mall ini dan pakai restoran dilantai atas untuk kamar tidur kami, hihihihi. Ada-ada saja...





Setelah makan es krim kami turun ke lantai paling dasar. Nggak terasa sudah hampir waktunya dinner, jadi kami putuskan untuk ke The Kiosk, tempat favorit kami satu-satunya disini, hihihi (soalnya nggak ada tempat lain yang enak sih di sini). Awalnya sih nggak ramai, cuma kami dan 1 pasangan ABG yang duduk di depan kami. Tapi lama-lama semakin penuh, sampai-sampai kami kesulitan panggil pegawainya untuk sekedar minta tambah minum :O
Btw, tentang pasangan ABG, aku ada cerita "menarik" tentang mereka. Awalnya sih kami cuma terganggu karena salah satu dari mereka (yang laki-laki) merokok dengan cara yang "berlebihan". Hmm, maksudnya ini lho, seperti orang yang baru tahu rokok dan menganggap rokok itu keren (eww...). Dia merokok dan mengeluarkan asap dari mulutnya dengan disembur ke mana-mana. Serius! Bahkan ke wajah pasangannya, hahahaha. Aku pikir, hmm, laki-laki macam apa yang merokok di depan pacarnya meskipun di smoking area. Soalnya Ray juga perokok. Perokok berat--perlu diingat--, tapi dia NGGAK PERNAH merokok di depanku. Tapi nggak lama kemudian pendapatku mulai berubah jadi "pasangan macam apa ini?!!" soalnya si perempuan juga ternyata ikut merorok. Untungnya nggak "selebay" pasangannya. Kalau lebay kan gawat, bisa-bisa pegawai di sana yang disembur asap, hahaha.
Sepanjang kami di sana, banyak kelakuan mereka yang sangat irritating our eyes. Well, perlu diketahui kami bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, tapi mereka betul-betul duduk TEPAT di depan kami and they're kissing seolah nggak ada siapa-siapa. Iya, lads and gends, kalian nggak salah baca. Mereka berciuman dan merokok di depan umum padahal kami yakin mereka masih under age (mungkin sekitar 14-16 tahun, usia anak SMP!). Wah, ini aku yang kolot atau jaman sudah banyak berubah ya? Ckckckck :p



Sengaja aku tutupin matanya supaya mereka gak terlalu malu :p


Kerupuuuuuk :D



Tapi di luar kelakuan ajaib ABG masa kini itu (aku yakin nggak semua remaja seperti ini, kok :) ), kami sangat sangat sangat bahagia. Punya waktu berkualitas berdua, makan makanan yang enak, bisa ngobrol sampai aku habisin 2 botol teh (haus!), bahkan kalau dipikir-pikir kelakuan ABG itu juga jadi hiburan tersendiri bagi kami, hehehe :p
aku bersyukur kami diberi rezeki oleh Tuhan untuk "kencan" seperti ini sesekali. Ya, nggak perlu sering-sering karena justru ini yang bikin terasa istimewa, hihihi. Terima kasih Tuhan, terima kasih Ray. It was a great day :D




Girls Time!

Sejak tanggal 22 April Gina dan Silmi memang menginap di rumahku. Tapi kami nggak kemana-mana soalnya selain karena aku pergi sama Ray, mereka juga jengukin Iie yang sudah boleh pulang dari RS (Iie itu mamanya Gina, lho). Sebetulnya sih memang nggak ada rencana keluar, tapi berhubung Silmi pengen dianterin buat beli kado ultah temannya, aku langsung setuju. Apalagi kami sudah semakin jarang jalan bertiga dan kebetulan juga temanku, Richard lagi ada di Bandung untuk talkshow buku perdananya (maksudnya sambil menyelam minum air gitu, hehehe).

Jadilah kami bertiga pergi dengan banyak tujuan (Silmi cari kado buat temannya, aku untuk ketemu Richard, sedangkan Gina mau cari sepatu, makeup, dst, dll, pokoknya banyak, deh, hehehe). Begitu sampai kami langsung lihat Richard lagi nyamar jadi sinterklas. Maksudnya dia lagi duduk di bangku dan banyak yang minta foto gitu kaya santa, hehehe.
Sekitar 10 menit kami menunggu, akhirnya Richard "ngeh" juga dengan kehadiranku. Di tengah "sesi Santa" nya dia dadah-dadah sama aku dan minta Bianca, pacarnya untuk nemenin kami dulu sampai dia selesai tugas (emang pas Easter ada Santa juga ya? Hahahaha...).

Oya, sedikit cerita tentang Richard, mungkin banyak yang heran ya kenapa kami berdua bisa berteman (soalnya kami memang beda "dunia" banget, hihihi). Jadi, satu-satunya persamaan kami sama-sama seorang blogger. Dia di Australia, gue di Indonesia. Dia jangkung, aku pas-pasan. Dia hobi menulis cerita konyol, nah aku nggak bisa melucu. Tapi kami saling mengagumi blog satu sama lain :) Dari dunia maya pertemanan kami berlanjut ke dunia nyata. Waktu itu sih, aku baru menerbitkan satu buku saja, sedangkan Richard malah masih tahap "membangun" buku perdananya. Dan sekarang novelku sudah 2 dan Richard sudah talkshow di mana-mana. Wah, betul-betul pertemanan yang bikin waktu "nggak terasa", hahaha :)

Okay, aku balik lagi sama ceritaku... Setelah Richard selesai jadi Santa kami (plus Aan, editornya Richard) langsung ke Pizza Hut. Banyak banget kejadian lucu di sana. Misalnya saja waktu kami mau pesan makanan aku bingung setengah mati karena menunya daging semua. Akhirnya aku pesan 1 gelas coca-cola dengan es krim (float). Nah, ajaibnya ternyata minuman yang dipesan untuk bareng-bareng adalah coca-cola! Oh duhai (bahasanya si Richard, nih), aku pun hampir terpaksa menghabiskan 2 gelas coca-cola kalau saja Bianca nggak menawarkan bantuan untuk manghabiskan setengah gelas yang rasanya sudah mirip air bening, hahaha :'D
Gina dan Silmi sempat bingung lho kenapa ada bule bisa bahasa Indonesia. Kalau Silmi sih dia sudah tahu kalau Richard itu blogger, nah Gina yang blank sama sekali malah pikir kalau bule yang ada di depannya itu blesteran Indonesia, hahahaha.
Pokoknya pertemuanku dengan Richard dan Bianca kali ini (eh, dengan Aan juga, maaf An, hehehe) berkesan banget. Meski agak sedih soalnya Ray nggak bisa menemani karena kerja, tapi aku tetap happy soalnya aku bisa mengenalkan sepupu-sepupuku sama bule tergila yang pernah aku kenal. Apalagi aku juga dapat teman baru, Aan, yang kalau jalan berdua Richard mirip orang pacaran, hahaha.
Oh, oh, btw, Gina "nggak setuju" lho kalau Richard dibilang lucu. Baginya, Bianca lebih lucu, soalnya Gina sering banget ketawa gara-gara kelakuan Bianca. Apalagi waktu dia pura-pura jadi aku yang kesusahan mau digendong Richard (ceritanya Mika -_-) waktu kami lagi ngobrolin "Waktu aku Sama Mika", hahaha...
Thanks Oma (Richard), thanks Brian (Bian, lol) dan thanks juga Aan. It's nice to see you guys. Kapan-kapan main lagi, ya. Jangan lupa bawa buku masing-masing, kan mau tukeran tanda tangan. *gubrak!*



Foto pertama: manis-manis :)


Foto kedua: aku iseng berat kepalanya Bianca dikasih bunny ears. Dan tebak tasku dipegang siapa :D Eh, ada Pak Satpam yang liatin kita :p



Setelah keluar dari Pizza Hut, kami langsung berpisah. Richard dkk keluar dari mall, sedangkan aku dan sepupu-sepupu langsung masuk ke dalam mall dan bantu Silmi cari kado untuk temannya. Setelah keliling-keliling, akhirnya diputuskan untuk beli 1 buah silikon HP berwarna ungu dengan corak hati. Wih, baguuuuuuuuus banget! Sampai-sampai aku kepengen juga. Tapi sayang untuk HP ku belum ada karena kata mbak'nya tipe HP ku jarang dipakai ABG jadi aksesorinya juga nggak banyak. Sniff, that's an ugly truth, tahu nggak, mbak! Huhuhuhu...
Sedangkan Gina minta diantar ke pusat mall untuk lihat-lihat makeup dan sepatu. Dan setelah lama keliling, dia akhirnya beli lipstick, cat kuku dan makanan yang entah apa namanya, hihihihi :)
Aku sendiri lebih memilih beli oleh-oleh untuk Ray. Sebetulnya sih pengen belanja ini-itu juga, tapi sepertinya masih harus ditunda, hihihi. Ditemani Silmi gue pilih-pilih T-Shirt untuk Ray. Kami sih suka modelnya. Mudah-mudahan saja Ray juga suka :)

Sudah selesai belanja ternyata kami nggak bisa langsung pulang, Ais, kakaknya Silmi yang jemput kami ternyata nyasar ke mall tetangga. Wih, kami sampai pegal nunggunya. Apalagi hujan yang besar bikin kami rada ketakutan untuk nunggu di lobby. Syukurlah Ais akhirnya datang 1 jam kemudian. Ah, what a day. Bahagianya bisa berkumpul sama sepupu-sepupu tersayang ;)



Sambil nunggu dijemput aku makan frozen yoghurt dulu, hihi.




Today

Hari ini, tanggal 24 April, hari terakhir libur. Gina dan Silmi sudah mengemas kembali bawaan mereka untuk pulang ke kota masing-masing. Tempat tidurku juga terasa lebih lega karena nggak harus share lagi dengan Silmi. Dan hari ini juga perdana aku bisa pakai kamar mandi tanpa antri dengan Gina atau Silmi lagi. Tapi biar begitu aku sudah langsung kangen sama mereka :')
Libur 3 hari ini terasa betul-betul "liburan". Thank God aku bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang yang aku sayangin. Aku juga bersyukur karena aku "selalu" ada. Aku di sini, di rumah, nggak kemana-mana. Jadi kalau suatu hari mereka ada libur mendadak, di luar libur nasioanal, aku akan selalu ada untuk mereka ajak berlibur, hihihi. Sekali lagi, thank God...
Jadi teman-teman, bagaimana dengan libur (lumayan) panjang kalian? Semoga cukup untuk memberikan semangat kembali beraktivitas di hari senin ya! :D



smile,
INDI


(Edited 29/02/2024. Ray and I are no longer together. I am now happily married to Shane).