Tampilkan postingan dengan label vegan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vegan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2024

Kenangan Puasa dan Lebaran Tahun lalu, ---Kami Bisa Melewatinya! :)

Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 kemarin adalah puasa dan Lebaran pertamaku dan Shane di rumah baru kami. Meski sudah lewat tapi aku putuskan untuk menulisnya di sini supaya bisa dibaca-baca kembali. ---Karena banyak pelajaran yang bisa aku dan Shane ambil dari pengalaman kami :) 




Waktu masih pacaran dan tahun pertama menikah kami menjalankan puasa di rumah orangtua. Shane masih clueless sekali dengan apa itu Ramadan dan segala tradisinya, hehe. Tahun berikutnya kami pindah ke apartemen sendiri dan di sanalah kami mulai memiliki "ritme"  sendiri, ---punya restoran langganan untuk berbuka dan sahur, punya tontonan yang selalu menemani saat sahur, sampai punya tempat favorit buat ngabuburit. Pokoknya Ramadan saat tinggal di apartemen itu sangat mudah, segalanya tersedia 24 jam. Nggak ada tuh pengalaman kesiangan sahur karena belum dapat makanan, ---anytime kami perlu semuanya ada :)





Puasa 2023: Sempat nangis, sempat sahur di waktu "semaunya".


Semenjak kami pindah, tentu adaptasi harus dimulai kembali. Kami sekarang tinggal di perumahan tapak yang kalau malam datang terasa banget "malamnya", beda dengan di apartemen yang di lobby nya selalu ada yang jaga dan lingkungan sekitarnya nggak pernah tidur. Meski tepat di samping rumah kami ada cafe yang bisa dijadikan alternatif kalau nggak masak atau saat susah dapat ojol untuk delivery order, tapi itu hanya untuk waktu berbuka puasa saja karena mereka tutup di malam hari.


Supaya kami "siap", aku bilang sama Shane kalau kami harus berbelanja bahan makanan banyak-banyak, ---makanan kaleng kalau perlu supaya nggak perlu khawatir kalau subuh-subuh susah cari makanan. Dulu kami selalu berbelanja di supermarket Yogya via delivery, dan syukurlah di tempat kami yang sekarang juga ada supermarket yang sama. Eh tapi ternyata... di cabang sini produk makanannya nggak lengkap, hanya ada sayuran, buah, dan makanan instan dengan merk-merk yang di mini market pun ada (jadi ngapain pesan dari supermarket coba, huhu). Jangankan merk-merk vegan seperti di tempat kami dulu yang punya rak besar khusus, sekedar sereal dan susu alternatif dairy free saja nggak ada x"D Padahal dari segi jarak, rumah kami yang sekarang hanya 40 menit saja lho dari rumah orangtua dan aparteman lama kami :')


"Drama" pun dimulai saat sahur. Di jam-jam segitu kami nggak punya energi untuk masak jadi selalu memilih untuk delivery order saja. Kalau dulu kami bisa santai-santai baru pesan makanan waktu mendekati imsak, sekarang jam 2 subuh sudah harus mencari restoran yang buka dan driver ojol yang mau mengambil pesanan kami. Somehow di sini kalau subuh driver yang tersedia nggak sebanyak di tempat lama. Ada kalanya kami baru dapat saat sudah mepet atau bahkan setelah adzan. Dan nggak jarang pula dapat restoran "ngaco" yang antara status di aplikasi dan kenyataan berbeda. Maksudnya waktu drivernya tiba di restoran ternyata sudah tutup atau sudah lama nggak berjualan T_T 

Alasan kenapa kami nggak pesan sekaligus banyak makanan di waktu berbuka, karena kami prefer makanan yang baru dimasak daripada yang dihangatkan. ---Mungkin karena kebiasaan sejak kecil, dulu Bapak selalu masak untuk sahur alias nggak pernah menyajikan leftover :')


Minggu pertama rasanya stres karena seumur hidup baru merasakan "susahnya" dapat makanan untuk sahur :( Sampai-sampai kadang aku makan sambil menangis karena waktu sahur sudah terlewat tapi kalau nggak makan takut lapar seharian, huhu. Untuk yang membaca tulisan ini mungkin menganggapku lebay dan manja. Tapi percayalah saat kamu mengalami sesuatu untuk pertama kali, rasa sulitnya memang real! 



Puasa 2023: Para Pencari Tuhan menjaga kami tetap waras :p


Waktu aku masih kuliah sampai sebelum menikah, sahur adalah waktu yang kutunggu-tunggu karena artinya quality time dengan Bapak. Puasa nggak puasa, aku akan tetap bangun dan menemani beliau. Menikmati masakan Bapak sambil mengobrol dan menonton TV selalu terasa sangat hangat. ---Hanya kami berdua, karena Ibu dan Adik nggak pernah sahur, hehehe xD Kami selalu menonton "Para Pencari Tuhan" di SCTV. Ya, bisa dibilang aku tumbuh bersama serial itu, dari mulai ceritanya masih jelas sampai jadi ke mana-mana aku dan Bapak tetap setia menontonnya. Setelah menikah dengan Shane, gang sahur pun bertambah. Yang tadinya hanya berdua jadi bertiga tapi tetap dengan rutinitas yang sama, termasuk menonton serial "PPT". 


Aku bersyukur di tengah proses beradaptasi di lingkungan baru yang nggak mudah ini serial "Para Pencari Tuhan" masih tetap ada. Seenggaknya ada sesuatu yang familiar bagiku dan Shane. ---Sesuatu yang selalu diingat sebagai perasaan comfort ketika berpuasa di rumah orangtuaku dan di apartemen dulu. Terkadang sambil menontonnya dan menunggu dapat driver untuk makan sahur aku bertukar pesan dengan Bapak. Kami berada di tempat yang berbeda tapi sedang menonton acara yang sama :) Shane pun merasa lebih termotivasi untuk makan sahur karena ada yang ia tunggu. Terkadang di siang hari ia random bertanya-tanya tentang kelanjutan ceritanya :D "Nanti King akan menikah dengan siapa, ya?", "Dobleh akhirnya akan bahagia nggak ya?", dan banyak pertanyaan lain yang membuatku tersenyum, ---membuat moodku jadi lebih baik :)


Tentu kualitasnya sudah berbeda dengan musim tayang awal, tapi sungguh menenangkan hati melihat wajah-wajah yang familiar di saat "asing" seperti ini.


Berkat serial itu juga kami jadi mulai lebih longgar dengan diri sendiri. Saat sulit mendapatkan makanan hangat yang kami inginkan untuk sahur, sesekali kami memesan makanan dari Rumah Makan Padang 24 jam yang... entahlah dimasak kapan karena semuanya sudah dingin. Di serial "Para Pencari Tuhan" diceritakan kalau tokoh-tokohnya suka dengan masakan Padang dan menganggap makanan itu istimewa. Aku dan Shane jadi ikut-ikutan dan ternyata rasanya sama sekali nggak buruk! Hehehe. Terkadang Shane bahkan menggeser meja makan dari dapur ke depan TV supaya terasa seperti sedang "makan bersama". Terkesan konyol memang, tapi faktanya serial itu menjaga kami tetap waras.


Demi makan sahur di depan TV, Shane menggeser meja makan dari dapur. Kalau aku sih memang punya meja khusus karena memang seringnya makan di ruang TV :p


Oya, aku sempat mendapat kejutan dari Ibu. Beliau mengirimiku pesan di waktu sahur, katanya beliau juga menonton serial "Para Pencari Tuhan" karena merindukanku. Padahal Ibu nggak tahu lho ceritanya tentang apa karena memang sebelumnya nggak pernah ikutan sahur sambil nonton :')))



Puasa 2023: Sudah menemukan "ritme" dan kembali ke musik.


Stres akibat sahur (well, cari makan sahur maksudnya, hehe) membuatku terlupa dengan hobi dan berbagai rutinitas yang biasanya dilakukan bersama dengan Shane. Ukulele hampir nggak sempat disentuh dan TV pun hanya menyala saat menonton "Para Pencari Tuhan". Padahal biasanya kami hobi nonton film lho... Tapi di pertengahan puasa aku putuskan untuk lebih "bodo amat". Aku stres pun nggak bikin situasi membaik, nggak bikin driver ojol jadi selalu ada 24 jam, dsb :p Kalau bisa dapat makan sahur "yang diinginkan" tepat waktu ya syukur, tapi kalau nggak ya sudah masih bisa makan makanan instan, masak sendiri (Shane sih biasanya, aku malas), makan masakan Padang 24 jam, atau yang nggak pernah kami inginkan sebelumnya; membeli makanan sekaligus empat porsi saat berbuka puasa. Disyukuri saja, jalani daripada akhirnya aku malah "nggak bergerak ke mana-mana". Aku mulai bisa menyentuh ukulele, bahkan sambil menunggu sahur aku dan Shane bermain musik bersama :)


Aku punya beberapa lagu ciptaan sendiri yang belum dikerjakan alias masih mentah tersimpan di memory handphone, tapi aku putuskan untuk memulai "come back" ku ini dengan bermain lagu orang lain saja. Ya, bikin cover version gitu tapi tetap dengan style sendiri. Hitung-hitung pemanasan karena semenjak pindah aku dan Shane memang belum kembali rekaman. Aku memilih lagu "My Stupid Heart" dari Walk Off the Earth, salah satu band yang dulu menginspirasiku untuk memulai belajar ukulele :) Musik mereka bukan tipe musik yang Shane akan dengarkan kalau saja aku nggak minta, btw, hehehe. Tapi ia setuju untuk membantu mengisi gitar dan proses mixing di cover laguku! Yay!


Rekaman dilakukan sebelum makan sahur dan sempat diulang tiga kali karena suara ukuleleku terlalu kencang. Syukurlah di percobaan yang ketiga aku dan Shane puas dengan hasilnya. Sepertinya sih karena di percobaan pertama aku merekamnya pakai handphone dan tanpa microphone jadi suaranya kurang balance. Untung saja Shane menyarankan aku memakai Tascam digital yang dulu ia kirimkan untukku waktu kami masih jadi "teman internet" (hihi). Oya, soal selera kami memang memang berbeda, Shane selalu prefer musiknya terdengar raw makanya ia lebih sering menggunakan Tascam analog. Sedangkan aku lebih suka hasil rekaman yang clear, seperti handphone (iPhone) atau Tascam digital. Untuk cover kali ini pun Shane merekam gitarnya terpisah dari ukuleleku dengan cara analog lalu digabungkan dengan cara digital. Aku sih malah senang karena artinya kami tetap memberikan sentuhan style masing-masing di lagu yang sama :)


Akhirnya menyentuh ukulele kembali :')


Shane bermain gitar untuk lagu "My Stupid Heart".


Setelah lagu selesai kami merekam video klipnya di keesokan harinya, ---lagi-lagi sebelum kami makan sahur. Kuputusan untuk "bodo amat" membuat jadi lebih relax, sepanjang rekaman video kami jadi terus-terusan tertawa. Nggak ada konsep, nggak ada outfit istimewa. Shane bahkan memakai kaus piama hadiah dari Wonderful Indonesia, hahaha. Kitty, kucing kami juga muncul di video meski nggak ada hubungannya sama lagunya. Kami cuma happy ritme kami akhirnya kembali :)





Puasa 2023: Menghias rumah.


Aku dan Shane menghias beberapa sudut rumah dengan ornamen Ramadan dan Idul Fitri. Sederhana saja, hanya hal-hal kecil agar terlihat festive dan menjadi penanda rasa syukur kami. Ya, meski diawali dengan penuh kekhawatiran dan stres tapi kami bersyukur, semua bisa dilewati dan turned out kami memang baik-baik saja kan ;) Aku mengganti sarung bantal sofa dengan tema Eid, menempel bendera-bendera mungil di perapian dan pintu dapur, juga menambah balon-balon dan lampu kelap-kelip di meja mainanku agar lebih meriah. Kami nggak membeli kue atau camilan karena berencana berlebaran di rumah orangtua. Lagipula kami memang kurang suka kue dan nggak ada tamu yang akan berkunjung, jadi khawatirnya malah mubazir. Sebagai gantinya kami membeli beberapa cat treats untuk diberikan ke kucing-kucing liar karena kebahagiaan Ramadan dan Idul Fitri itu untuk semuanya, termasuk untuk para hewan <3


Cukup kelihatan festive, kan? :)

Bantal-bantal bertema Lebaran bersanding dengan bantal-bantal bertema Toy Story, ---karena hanya itu yang kami punya :p


Sudut yang kadang terlupakan (area charging HP, lol) ini juga dihias supaya lebih hangat.


Bendera-bendera mungil (bunting flag) ini juga ada di pintu dapur, tapi aku lupa foto.




Puasa 2023: Mengajak Ibu, Bapak dan Ali berbuka puasa bersama.


Di akhir bulan puasa aku dan Shane membuat rencana untuk mengajak Ibu dan Bapak berbuka puasa bersama kami. Setiap tahun kami selalu menyempatkan, semacam tradisi nggak tertulis gitu, hehe. Tempatnya bisa di mana saja dari mulai rumah orangtua sampai restoran di mall, yang penting berkumpul. Aku mencari rekomendasi tempat berbuka di Instagram dan menemukan hotel yang sepertinya cocok untuk kami. Nama hotelnya "Sutan Raja", ---yang ternyata setelah kubuka akun Instagramnya baru ketahuan lokasinya cukup jauh dari Bandung Kota :"D Tepatnya di Jalan Raya Soreang, harus lewat tol Soroja kalau dari rumah orangtuaku. Tadinya mau kubatalkan, tapi karena belum menemukan hotel atau restoran lain yang punya menu beragam akhirnya aku jadi booking meja di sana. Nggak lupa sekalian bertanya patokan hotelnya supaya nggak nyasar, hehe. 


Waktu kukabari Ibu dan Bapak mereka setuju dengan tempat pilihanku. Apalagi ternyata hotelnya family friendly jadi kami bisa mengajak Ali. Kami berlima tiba di hotel beberapa menit saja setelah waktu berbuka dan langsung disambut dengan suasana ramai musik dan para tamu. Setelah menemukan meja kami, kami langsung melihat-lihat makanan yang disajikan. Lega banget, ternyata sesuai dengan yang diiklankan di Instagram! Ada pilihan menu untuk vegan seperti urap sayur, tempe orek, cilok saus kacang, gorengan sayur, jus buah dan lain-lain. Aku dan Shane pun jadi nggak khawatir kenyangnya bakal "kentang" seperti pengalaman kami beberapa tahun yang lalu. Waktu itu kami berbuka di Hotel Harris yang pilihan menu vegannya sangat sedikit sampai-sampai pulangnya kami makan lagi di restoran T_T


Kami kebagian meja di sisi kiri gedung, jadi hampir mojok gitu nggak terganggu lalu-lalang tamu lain.

Bingung harus lihat kamera HP Ibu atau Bapak T_T Cuma Ali saja yang sadar kamera, hahaha.

Aku bahagia karena mereka juga bahagia <3


Dibuang sayang. Daripada terhapus, aku upload di sini saja foto-fotonya :p


Sambil makan kami juga menikmati musik dari home band yang bermain di panggung. Lagu yang mereka bawakan genrenya bermacam-macam, tapi mostly dangdut tentu saja xD Ibu dan Ali sangat menikmatinya, sampai-sampai setiap ada lagu yang ngebeat dikit saja mereka langsung berdiri dan berjoget meskipun nggak tahu judul lagunya, hahaha. Aku, Shane dan Bapak sih bagian menonton saja sambil sesekali merekam aksi mereka. Kalau waktu remaja aku mungkin malu melihat Ibu berjoget, tapi sekarang aku malah senang karena artinya Ibu sedang bahagia :) <3  Meski asyik berjoget rupanya Ibu nggak mau asyik sendiri (eh, berdua dengan Ali sih). Beliau memanggil vokalis bandnya dan bilang kalau aku ingin request lagu! Huaaa, sampai kaget aku, soalnya aku nggak kepikiran ke situ, ahahaha. Tapi karena Ibu terus membujuk akhirnya aku minta mereka membawakan lagunya Aerosmith atau Red Hot Chili Peppers saja, soalnya kalau lagu Dangdut aku tahunya cuma "Kopi Dangdut" xD Dan mereka pun membawakan lagu "I Don't Want to Miss a Thing", ---sesuai tebakan Bapak yang selalu bilang kalau itu lagu "wajib" dari Aerosmith di acara Ibu-Ibu x"D


Setelah lagu request dariku (well, dipaksa Ibu tepatnya, hehe) dibawakan, kami pulang ke rumah masing-masing dengan perut kenyang dan hati senang. Aku nggak sabar untuk bertemu Ibu, Bapak dan Ali lagi di hari Lebaran.





Lebaran hari pertama 2023: Sakit, kejutan dari tetangga dan berkumpul dengan keluarga.


Beberapa hari sebelum Lebaran aku sakit, badanku panas disertai batuk dan pilek. Aku sudah deg-degan banget khawatir nggak bisa berlebaran di rumah orangtua karena sampai hari H batuk dan pileknya masih belum sembuh :( Pagi-pagi biasanya aku dan Shane sudah berangkat, tapi kali ini aku kembali lagi ke tempat tidur sehabis sarapan karena badan sangat lemas. Setiap hari besar kami punya "tradisi" bersih-bersih rumah, tapi berhubung aku sakit jadi semuanya dilakukan oleh Shane. Ketika Shane membersihkah halaman tetangga kami menyapanya dan bilang kalau keluarganya memasak makanan Lebaran untuk kami! Mereka tahu kami vegan, jadi katanya semua dipastikan tanpa hewani. Benar saja, ada sambal goreng kentang, buncis, ketupat dan kerupuk di bungkusan yang Shane terima. Aku sampai terharu sekali karena kupikir kami baru akan menyicipi makanan khas Lebaran ketika di rumah orangtua :') Tetangga kami (yang juga pemilik cafe) memang baik sekali, Ketika kami baru pindah ia, istri, Ibu dan anaknya memastikan kami merasa di rumah. Nggak jarang mereka sengaja melewati rumah kami saat kami sedang di luar untuk make sure semua aman :') Seingatku anaknya berkuliah di Amerika, mungkin karena alasan itu mereka jadi merasa related dengan Shane. ---Mereka tahu rasanya jadi orang asing di lingkungan baru :)


Di siang hari aku memantapkan diri untuk tetap ke rumah orangtua meskipun sedang sakit. Ibu terus-terusan mengingatkanku kalau aku nggak perlu ke mana-mana karena beliau dan Bapak akan ke rumah kami setelah selesai menerima tamu. Tapi rasanya ada yang mengganjal karena seumur hidup aku selalu berlebaran di rumah orangtua, ---rumahku :') Aku pun segera mandi sekenanya dan berganti dengan dress batik yang sebelumnya sudah dihandwash oleh Shane. Kami nggak memakai outfit khusus, yang penting rapi dan bersih. Kemeja batik Shane pun berasal dari beberapa tahun lalu (kalau nggak salah dibeli waktu zaman Covid, hehe) dan masih bagus, kok ;)


Maafkan pose Kitty yang "nggak sopan" T_T


My OOTD di hari pertama Lebaran.

Hair by Shane. Yes, ia yang mengecat rambutku. Bagus juga ya hasilnya :D


Begitu tiba di rumah Ibu dan Bapak kami langsung disambut dengan masakan Lebaran vegan ala Ibu. Ada kari nangka, acar timun, ase cabe, sambal, sambal goreng kentang dan ketupat. Semuanya Ibu masak khusus untukku dan Shane karena hanya kami yang vegan di keluarga :')) Seketika aku merasa membaik, nafsu makanku bagus sekali sampai menambah beberapa kali. Ya nggak heran karena masakan Ibu enak semua. Shane sampai bilang ia berharap Gordon Ramsay suatu hari berkesampatan mencicipi masakan beliau, hahaha, ada-ada saja. Ibu juga sudah menyiapkan kamar untuk kami beristirahat tapi ternyata aku jarang sekali ke kamar dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan Ibu dan Bapak. Sayangnya Ali sedang nggak ada, jadi terasa kurang lengkap. Kalau nggak salah ia sedang diajak main oleh sepupunya. Padahal aku dan Shane sudah membeli banyak (banget!) cokelat untuknya lho, huhu :')


Menu vegan khusus untukku dan Shane.


Cokelat-cokelat untuk Ali. Begitu diterima, ia langsung mengirimkan fotonya padaku. Katanya tulisannya lucu-lucu xD

Hampir lupa berfoto berempat saking asyiknya mengobrol dan makan-makan :D


Sorenya Bapak akan ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang kurang. Karena ditawari untuk ikut aku dan Shane pun nggak menolak dan bertanya apa boleh sekalian diantar ke Informa untuk membeli gorden (I know, sangat random, lol). Bapak setuju dan kami pun ke Informa cabang IBCC yang amazingnya buka seperti hari-hari biasa. Kami melihat-lihat beberapa saat dan menemukan gorden yang kami sukai, warnanya cokelat muda dengan corak daun (lebih bagus dari gorden kami yang sebelumnya, yang kata Shane mirip tirai kamar mandi, lol). Lucunya waktu akan membayar kupikir aku salah mendengar harga yang disebutkan oleh petugas kasir. Aku menyodorkan tiga lembar uang seratus ribu tapi ia menolaknya lalu menunjuk lembaran lima ribuan yang ikut menyembul dari dompetku. Dengan kebingungan aku menyerahkan uang tersebut dan ternyata MASIH dapat kembalian! Hahaha, rupanya aku punya banyak poin dari membership Informa. Aku nggak menyadarinya karena nggak pernah mengecek aplikasinya dan nggak tahu kalau poin yang didapat bisa dipakai belanja. Rezeki yang nggak disangka, ya, aku bisa membeli gorden dengan uang receh  :D


Setelah dari Informa kami ke supermarket Griya Batununggal, ---yang sebenarnya tujuan awal Bapak. Aku dan Shane membeli buah apel untuk Nenek sebagai oleh-oleh yang nantinya akan dititipkan ke Ibu yang akan ke rumah Nenek. Lebaran kali ini aku dan Shane nggak menginap, jadi nggak mampir-mampir ke mana-mana dulu termasuk ke rumah Nenek. Sedih sih, tapi berhubung dokter hewan yang biasa dititipi Kitty sedang libur Lebaran jadi kami memilih pulang saja daripada meninggalkan Kitty sendirian semalaman. 


Kalau ke sini selalu borong mi instan vegan :p


Sementara Bapak membeli bahan makanan di lantai satu, aku dan Shane ke lantai dua untuk mencari keperluan hewan peliharaan. Selain Kitty, banyak kucing-kucing liar yang sering mampir ke rumah kami jadi harus sering-sering restock cat food dan cat treat, apalagi saat Lebaran gini kami ingin memberi yang istimewa untuk mereka. Setelah mendapatkan stock yang cukup perhatianku teralih ke rak baju hewan, ternyata ada produk Pomapoo dijual di sini. Langsung saja aku dan Shane memilih dress untuk Kitty, ---untuk baju Lebaran! Hahaha.


Tadinya mau beli yang bertema Harry Potter, tapi ternyata nggak ada model dress. 

Aku dan Shane segera berpamitan setelah tiba di rumah orangtua sepulang dari supermarket, ---badanku baru terasa lemasnya. Meski singkat tapi aku senang sekali bisa berlebaran bersama Ibu dan Bapak. Nggak terbayang kalau aku nggak "memaksakan" untuk pulang, mungkin aku bakal kepikiran dan menyesal :') Oya, waktu aku dan Shane pergi dengan Bapak, kami sempat berhenti di toko obat dan membeli obat demam dan batuk untukku. Bapak meminta rekomendasi obat yang paling bagus, katanya supaya aku cepat sembuh, hehehe :') Untuk Lebaran hari kedua dst aku berencana full istirahat saja, supaya obatnya bisa bekerja dengan maksimal. Lebih baik terlambat menikmati Lebaran daripada sakitnya nggak sembuh-sembuh, kan.


Kitty lagi mencoba baju Lebaran :D



Satu minggu setelah Lebaran 2023: Baru berasa Lebaran hari kedua :p


Lambat tapi pasti akhirnya aku sembuh juga. Obat yang direkomendasikan ternyata beneran manjur, tiga hari saja napasku terasa plong. Memang totalnya satu minggu untuk benar-benar fit, tapi menurutku sih normal karena batuk dan pilek itu memang penyakit yang somehow selalu betah di badan T_T Beruntung sekali selama sakit aku dan Shane nggak kesulitan untuk mendapatkan makanan. Selain kiriman tetangga (yang masih bersisa setelah beberapa hari!), Ibu juga membekali kami dengan makanan Lebaran vegan versi frozen yang tinggal kami hangatkan saja (peluk Ibuuuuu). Lalu tepat setelah makanan dari Ibu habis, restoran-restoran pun mulai buka jadi masa recovery ku nggak terganggu dengan bingung mau makan apa, hahaha. I'm blessed :')


Aman selama beberapa hari setelah Lebaran. Nggak perlu masak atau delivery order karena ada makanan dari Ibu dan tetangga :')

John Perry, kucing liar yang sering mampir ke teras dapur kami lagi menikmati hadiah Lebarannya :)


Eh, ternyata ada foto bendera di pintu dapur xD Ini foto Shane dan Kitty sedang berjemur. Aktivitas kami selama masa penyembuhanku ya begini, kalau nggak baringan, berjemur. Jangan salfok sama kardus ya, itu "istananya" Kitty :p


Meski sudah lewat tapi di rumah vibes Lebaran malah baru terasa karena sebelumnya dipakai total beristirahat. Dekorasi belum ada yang diturunkan, dress baru Kitty juga belum sempat benar-benar dipakai (hanya dicoba sebentar saja). Lalu aku punya ide untuk berlebaran "hari kedua" yang terlambat supaya kami nggak missing out akibat sakitku, hehe. Jadi Kitty tetap bisa memakai dress barunya dan kami bisa merasakan kehangatan Lebaran kembali yang sebelumnya hanya dirasakan satu hari saja di rumah orangtua :') Waktu aku sampaikan sama Shane ternyata ia semangat sekali dan langsung mengambil kemeja kokonya. ---Bukan, bukan kemeja baru kok, hanya Kitty yang memakai baju baru karena aku ingin Lebaran pertamanya istimewa. Aku dan Shane memakai baju yang ada saja, toh masih bagus dan muat, hehehe. Kami lalu berfoto di halaman belakang dengan bantuan tripod supaya semuanya bisa masuk di satu frame. Kami juga menikmati makanan Lebaran lagi tapi kali ini delivery order dari restoran "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir" dan "Meja Hijau". Dan thanks to technology, dengan siaran on demand kami jadi bisa nonton tayangan Lebaran yang sudah terlewat di TV. ---Ehm, maksudnya film-film Warkop karena di Indonesia liburan apapun yang diputar ya film mereka, haha. 


OOTD seminggu setelah Lebaran yang terasa seperti hari kedua Lebaran :D


Nggak perlu baju baru untuk OOTD kompakan, cukup buka-buka lemari saja :p


Sop buntut vegan dari "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir". ---Iya, ini bukan daging sungguhan ;)


Yah, begitulah cerita kami di Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 lalu. Diawali dengan penuh kekhawatiran dan stres tapi berakhir dengan baik, ---kami baik-baik saja :)

Aku dan Shane jadi lebih menghargai detail-detail kecil, bahwa sebanyak apapun yang berubah akan selalu ada yang tetap tinggal. Sekonyol serial "Para Pencari Tuhan" yang ternyata bisa menjadi tontonan comfort kami di tengah kebingungan di lingkungan baru, tetangga yang memastikan kami merasa "di rumah" meskipun kami (sempat) merasa asing. Juga cinta Ibu dan Bapak yang sama hangatnya meski kami nggak bisa berlama-lama bersama mereka. Pertemuan itu selalu sama berharganya, baik sebentar mau pun lama. Kami ternyata sangat diberkahi... kami sangat bersyukur.

Well... anyway karena masih suasana Lebaran 2024, aku, Shane dan Kitty (hehe) ucapkan selamat Lebaran ya untuk kalian. Maafkan semua kesalahanku, jikalau pernah ada tulisanku yang menyakiti. Percayalah aku nggak pernah bermaksud begitu :)


yang akhirnya settled down di rumah baru,


Indi


------------------------------------------------------------------

Instagram: @indisugarmika | Youtube: Indi Sugar Taufik | Novelku, Waktu Aku sama Mika: di sini (Shira Media) dan di sini (Gramedia)


Minggu, 14 Januari 2024

Hadiah yang Aku Inginkan

Halo 2024, terima kasih 2023! :)



Foto yang lumayan, karena nggak ada yang megangin kamera :p

Jujur, aku masih sedikit nggak menyangka mengetik ini di tahun 2024. Aku merasa tahun 2023 berlalu begitu cepat. ---Well, nggak cuma aku, sih, Shane pun merasa demikian. Entah karena kami begitu menikmatinya atau kami terlalu sibuk dengan pindahan dan ini-itunya. Yang pasti rasanya seperti baru kemarin kami merayakan tahun baru, eh tahu-tahu tahun sudah berganti lagi :'D Adakah yang merasakan hal sama? :D


Apapun penyebabnya, aku sangat mensyukuri tahun 2023. Banyak hal yang aku dan Shane alami, pahit dan manis, ---kehilangan income utama kami lalu perlahan bangkit dengan pekerjaan lain yang sangat berbeda dari sebelumnya, pindah ke rumah tapak setelah sebelumnya tinggal di apartemen selama tiga tahun (which is a good thing!), untuk pertama kalinya nggak bertemu dengan orangtua selama lebih dari sebulan, dan... highlight di tahun 2023... kami menemukan seekor kucing di halaman belakang rumah baru kami! Kitty, begitu kami memanggilnya, dan sejak saat itu dia menjadi bagian dari keluarga kami. Kehadirannya bukan sebagai pengganti Eris, anjingku yang meninggal di tahun 2022 lalu, tapi sebagai pengobat hati bagi kami :) 


Aku dan Shane selalu melakukan banyak hal bersama-sama, ---berdua saja. Tapi setelah ada Kitty kami jadi selalu bertiga! Butuh waktu untuk terbiasa tentu saja, haha, tapi kami menikmatinya :D Termasuk untuk Christmas, biasanya hanya aku dan Shane bertukar kado lalu menghabiskan sisa hari dengan menonton TV, tapi kali ini rasanya berbeda. Kami ingin memastikan Kitty juga terlibat dan menikmati hari istimewa seperti kami. 


Setiap tahun ibu mertuaku alias ibunya Shane selalu mengirimiku Christmas money sebagai penggati hadiah dalam bentuk barang. Begitu aku menerimanya yang pertama terpikir olehku adalah membeli matching dress untukku dan Kitty. Dulu aku sering melakukannya dengan Eris dan aku merindukan saat-saat itu, jadi kupikir nggak ada salahnya melakukan hal yang sama dengan Kitty :) Aku mencarinya di online store dan menemukan sebuah dress berwarna merah dengan motif Sinterklas dan butiran salju yang cantik. Sayangnya matching dressnya hanya untuk anak manusia bukan anak kucing, hahaha. Jadi aku memutuskan untuk membelinya untukku dan mencari baju untuk kucing yang warna dan motifnya mendekati. Ternyata susah-susah gampang karena ukuran tubuh Kitty nanggung. Dia gembul tapi nggak terlalu tinggi, jadi banyak baju yang terlalu sesak di bagian perutnya x'D Syukurlah akhirnya aku menemukan baju dengan motif manusia salju (ya, cukup "dekat" dengan butiran salju, kan, lol) berwarna merah dengan ukuran L. ---Yang sebenarnya sih terlalu panjang buat Kitty, bagian bahunya pun jadi sering melorot. Tapi yang penting perut gembul Kitty nggak merasa sesak waktu memakainya :p


Dress ini mengingatkan aku sama dress lama buatan Ibu yang juga bergambar Sinterklas.


Christmas OOTD kompakan dengan Kitty Perry (iya, itu nama lengkapnya, hahaha).


Belum terbiasa memegang kucing. Kitty terasa mungil di gendonganku :')


Dulu aku juga suka memakai matching outfit dengan Eris. RIP beautiful girl :')


Untuk Shane juga aku membeli hadiah, ---nggak yang wah atau gimana, tapi benda-benda kecil yang dia sedang butuhkan; celana boxer, kaus kaki bergambar logo Red Hot Chili Peppers band favoritnya, kaus kaki bergambar pohon cemara agar pas dengan tema Natal dan charger, karena miliknya rusak dan dia terus-terusan pakai punyaku xD Aku juga membeli small things untuk diri sendiri, dua buah casing handphone dan dua buah buku berjudul "A Street Cat Named Bob" dan "George's Marvelous Medicine". Christmas money dari Ibu Mertua sebenarnya cukup untuk dibelikan banyak hal, tapi aku sedang nggak ingin apa-apa. Bahkan setiap Shane bertanya hadiah apa yang kuinginnya darinya, aku selalu bilang "Nanti kupikirkan dulu" meski kenyataannya aku nggak benar-benar memikirkannya. Somehow aku merasa cukup dengan apa yang sudah kumiliki sekarang :)


Shane membuka hadiahnya.


Hal-hal kecil yang kubeli dengan Christmas money dari Ibu Mertua.


Sejak awal bulan Desember aku sudah menghias rumah dengan dekorasi Christmas sederhana, kaus kaki di perapian, kertas berbentuk snow flakes di sana-sini dan memajang kartu-kartu ucapan dari teman dan keluarga. Ya, yang penting terasa berbeda saja dari hari-hari biasa ;) Aku juga menonton beberapa film bertema Christmas sendirian saja di handphone karena Shane tetap bekerja seperti hari-hari biasa. ---Dan aku sangat menikmatinya, mengingatkan waktu aku masih jadi anak sekolah yang menonton DVD sendirian di kamar agar nggak ketahuan Ibu dan Bapak kalau menangis saat melihat adegan sedih, hahaha. Tapi bukan berarti aku dan Shane nggak sempat menonton film bersama, kami juga menonton film "I Saw Mommy Kissing Santa Claus" di TV. Kebetulan aktor ciliknya (yang sekarang sudah nggak lagi cilik, lol) si kembar Sprouse yang memerankan satu anak secara bergantian adalah favorit kami, jadi serunya semakin berkali-kali lipat. Aku dan Shane nggak bisa berhenti tertawa di sepanjang film karena banyak adegan konyolnya. Ya, tipikal film awal tahun 2000an yang cheesy dan berbudget rendah gitu, lah. Tapi kami sangat menikmatinya dan jadi heran waktu baca reviewnya di IMDB karena ternyata begitu banyak orang sebal sama filmnya, ahahaha x'D


Perapian ini sudah ada sejak hari pertama kami menempati rumah ini.

Penjaga hadiahnya ketiduran :D


Kartu-kartu dari temanku, John, di Jepang. Yang di tengah adalah snow flake buatan Shane tahun lalu (alias voucher belanja untukku sebagai hadiah Natal darinya, hahaha).


Ngomong-ngomong soal film, siapa nih yang setuju kalau liburan Natal dan Tahun Baru terasa kurang lengkap tanpa film Home Alone di RCTI? Dari sejak aku kecil filmnya nggak pernah absen untuk tayang di RCTI (dan kadang GTV, atau dulu namanya Global TV). Meski diulang-ulang aku nggak pernah bosan dan hatiku terasa hangat karena film Home Alone adalah bagian dari masa kecilku yang tetap ada sampai dewasa :) Sampai akhirnya di tahun 2021 jadi tahun terakhir RCTI menayangkan karena seriesnya (seri satu sampai lima ditambah "Home Sweet Home Alone") pindah tayang ekslusif ke Disney+ :") Rasanya jadi ada yang kurang, karena meski bisa ditonton di Disney+ tapi vibesnya beda, ---mungkin karena nggak kepotong iklan ya, haha. Tapi daripada mengharapkan yang nggak ada kupikir lebih baik menciptakan "tradisi" yang baru saja, mau nonton Home Alone di mana pun Kevin tetap menggemaskan, kok! :D


Jadi di Christmas morning waktu Shane masih tidur (dia begadang sama Kitty, hehe) aku menonton film Home Alone yang pertama sendirian. Aku nontonnya di kamar, di atas tempat tidur dan masih berpiama. Pokoknya bermalas-malasan dan bernostalgia. Setelah film selesai aku menahan diri untuk nggak melanjutkan menonton bagian keduanya (meskipun sangat tempting) karena ingin menonton bersama Shane. Dia itu selalu senang kalau kuajak menonton film, katanya nonton sendirian itu nggak seru dan kalau bukan denganku dia sih memilih main musik saja :D Berbeda denganku yang memang hobi, kadang ada saat-saat di mana aku merasa lebih asyik menikmati film sendirian. Makanya aku "menyisakan" film Home Alone 2 untuk ditonton bersama, ---khusus untuk waktu berkualitas kami setelah waktu berkualitas dengan diriku sendiri :)


Sambil menunggu Shane bangun aku mandi dan berganti baju dengan dress baruku. Ternyata terkena air setelah sekian lama nggak mandi membuatku merasa lapar :p (di Bandung sedang musim hujan, itu excuseku buat nggak mandi, lol). Karena kulihat Shane sudah bangun jadi sekalian saja aku mengajaknya untuk memesan makan siang. Kami sepakat untuk memesan makanan dari Restoran Meja Hijau, restoran khusus vegan dan vegetarian yang sebenarnya lokasinya cukup jauh dari rumah kami tapi selalu dipaksakan untuk pesan karena makanannya enak :D Aku memilih satu paket ay*m geprek sementara Shane memilih satu paket ay*m sambal dabu-dabu favoritnya. Mungkin karena sedang tanggal merah jadi susah sekali mendapatkan driver untuk mengantar pesanan kami. Setelah menunggu sekian lama akhirnya aplikasi membatalkan pesanan kami secara otomatis dan membuat owner restorannya mengirim pesan padaku karena makanannya sudah selesai dimasak, ahahaha :'D Untung saja akhirnya kami dapat driver meskipun dari aplikasi lain. Dan kami pun menikmati Christmas lunch yang istimewa sambil menonton fim Home Alone 2.


Vegan meal and Home Alone. Perfect :)


Klik video ini untuk kejutan :p


Nggak cuma kami yang makan makanan istimewa, Kitty juga nggak ketinggalan. Ada cream treat untuknya dan "sup tuna" yang kubuat dengan penuh cinta. ---Jangan bayangkan aku masak betulan ya, sup tuna itu istilah untuk cat food tuna yang dicampur dengan dry cat food dan air mineral. Kitty sangat menyukainya, dia melahap habis semuanya sampai mangkuknya mengkilap! :D Oya. Kitty nggak cuma menerima hadiah dari kami, lho. Dia juga mendapatkan hadiah dari Monsabel Pets Clinic di Medan karena menjadi salah satu pemenang di lomba kostum Halloween bulan Oktober 2023 lalu. Somehow paket hadiahnya nggak terkirim sesuai jadwal (ada kesalahan agen atau apalah aku nggak mengerti) dan malah tiba di waktu yang tepat sebagai Christmas present! :) Kitty mendapatkan empat cat food Royal Canin dan dua mangkuk makan, ---yang merupakan kejutan juga buat aku dan Shane karena kami jarang-jarang memberi Kitty cat food merk premium, hahaha. Bukannya kami pelit ya, tapi menyesuaikan dengan kemampuan dan kata dokter hewan langganan, merk generik pun banyak yang berkualitas :p 


Spot favorit Kitty. Mungkin karena membuatnya hangat di musim hujan ini :)


Kitty menikmati makanan istimewanya.


Shane membantu Kitty membuka hadiahnya.


Seperti Kitty yang langsung melahap hadiahnya, Shane juga langsung memakai kaus kaki bergambar pohon cemara hadiah dariku. "Kaus kakinya sangat Christmassy," begitu katanya :) Aku pun sama, enggan melepas dress baruku dan baru menggantinya dengan piama saat menjelang malam. Kami menghabiskan sisa hari dengan lambat dan menikmati kehadiran satu sama lain. Nggak banyak mengobrol atau sengaja berencana untuk melakukan ini-itu, ---hanya membiarkan semuanya mengalir. Aku sempat membaca salah satu buku baruku beberapa halaman, lalu dilanjutkan dengan bermalas-malasan sambil memperhatikan Kitty yang bergelung di ujung matras lantai. Sementara Shane sempat menerima telepon dari keluarganya yang mengucapkan selamat Natal untuk kami, lalu dia bermain game di handphonenya. Begitu terus sampai kami semua merasa mengantuk :) 


Shane langsung memakai kaus kakinya.


Sungguh hari yang menenangkan dan hangat. Kami tidur dengan nyenyak dan terbangun di pagi hari dengan perasaan yang sangat baik. Belum juga aku beranjak dari tempat tidur Shane bertanya kepadaku, "Sudah dipikirkan belum, benda apa yang sedang kamu inginkan belakangan?" ---Rupanya Shane masih ingin memberiku hadiah. Sejak awal bulan Desember dia memang terus-terusan menanyakan hal yang sama kepadaku. Aku menggeleng, "Nggak ada, aku lagi nggak ingin apa-apa. Buku-buku yang kemarin juga belum selesai dibaca." Begitu akhirnya jawaban yang keluar dari mulutku. Entah aku sedang malas berpikir atau bagaimana, tapi aku merasa semuanya cukup. Bukan tentang uang atau harta benda, tapi tentang hatiku yang belakangan terasa penuh. Bersama Shane, apalagi ditambah dengan hadirnya Kitty, membuatku nggak pernah merasa berkekurangan. Seandainya hadiah bisa diganti dengan "wish" atau "harapan", tentu aku hanya akan meminta supaya bisa punya banyaaaaaaaaak waktu menyenangkan bersama Shane dan Kitty. Itu saja! ;))



happy girl,


Indi

Sabtu, 16 Juli 2022

Cerita Ulang Tahun dan Rambut Baru



Huaaa, nggak terasa ya sudah tengah tahun lagi. Padahal rasanya aku baru saja merayakan tahun baru dengan keluarga, ---aku dan Shane menginap di rumah Ibu Bapak, bikin bola-bola cokelat sama Ali, bawa Eris ke salon hewan... Eh, waktu lihat seisi rumah ternyata masih terpajang dekorasi warna-warni dan bungkus kado bekas, yang tandanya sudah lewat bulan Juni, ---bulan ulang tahunku :') 

Entahlah apa yang membuat waktu terasa begitu cepat. Padahal rasanya aku nggak sibuk-sibuk amat. Mungkin karena aku sudah bisa lebih "menerima" dibandingkan saat-saat awal ada Corona, ya. Jadi semuanya terasa lebih "normal" meskipun sebenarnya hanya karena terbiasa, haha.


Tapi nggak bisa dipungkiri sih, sampai sebesar (---atau setua? Lol) ini pun masih nggak sabaran buat bisa cepat-cepat berulang tahun. Begitu masuk bulan Mei pasti langsung terbayang-bayang serunya merayakan ulang tahun bersama keluarga. Apalagi ulang tahun Shane juga cuma 10 hari lebih awal saja dariku, jadi pasti dirayakan bersama. ---Makin ramai makin seru, kan :D Mungkin ini juga jadi salah satu yang punya andil dalam membuat waktu terasa cepat, ya, hahaha. Soalnya fokusnya jadi ke situ melulu, meski kalau dipikir-pikir tiap tahun juga ulang tahunku ya begitu-begitu saja. Tiup lilin, buka kado, ---kaya sudah ada templatenya xD Tapi moment berkumpul dengan keluarga buatku adalah sesuatu yang istimewa. Karena aku tahu dalam beberapa situasi berkumpul itu bisa jadi sebuah "kemewahan" :)


Kalau tahun lalu ulang tahunku sengaja dibuat bertema (---Harry Potter, lumayan niat, hehe), kali ini aku memilih untuk "apa adanya" saja, alias memakai apa yang sudah ada di rumah. Nggak ada outfit khusus, kue custom made, dll. Aku dan Shane tetap akan memakai matching outfits, tapi yang sudah ada saja karena yang penting terlihat kompakan seperti Upin-Ipin xD Dekorasi pun nggak ada yang baru, semuanya berasal dari tahun lalu. ---Bahkan beberapa diantaranya bukan dekorasi ultah lho, tapi Halloween. hahaha. Termasuk cangkir-cangkir plastik yang kalau diperhatikan ada tulisan "Happy Halloween" nya. Yaaa, daripada mubazir kan. Sayang kalau cuma gara-gara tulisan jadi cuma bisa dipakai sekali saja :D


Terus apa dong yang baru? Yaaa, selain umur baru (iya lah kan tambah tua, lol), rambutku juga "baru". Spesial ulang tahun, aku minta Shane untuk mengecat rambutku dan aku memotong poniku sendiri! Bukannya sok jagoan, ya. Tapi aku memang nggak punya pilihan. Ryan, pemilik salon sekaligus stylish langgananku sejak kecil meninggal tahun lalu :'( Selain dia, aku belum menemukan salon lain yang cocok. Setelah dapat pengalaman kurang mengenakan dengan salon yang baru (padahal aku sudah menunjukkan foto poni yang aku mau), akhirnya kuputuskan saja untuk mencoba sendiri. Jadi kalau pun gagal nggak merasa rugi, karena gratis dan, ---salahku sendiri, hahaha. Nah, kalau soal Shane dipercayakan untuk mengecat rambutku, itu karena aku sudah lebih pede dengan keadaan rambutku. Semenjak ditinggal oleh stylish kesayangan rambutku lumayan mengenaskan. Kadang kering banget, kadang lepek banget. Yang biasanya rutin trimming dan treatment jadi nggak terawat karena bingung harus kemana T_T  Untung saja akhirnya aku nemu hair care yang cocok dan bisa bikin kondisi rambutku membaik, yaitu Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner! :D



Yang namanya cat rambut boks pasti beda banget dengan cat rambut profesional ya. Kalau nggak dirawat, rambut langsung kering dan rontok. Makanya keputusan mengecat rambut di rumah ini nggak instan, sudah lewat research kecil-kecilan alias banyak googling, hahaha. Katanya selama rambut sehat, bakal aman-aman saja pakai cat rambut boks. Aku baru tahu lho kalau salah satu penyebab warna cat susah keluar dan nggak rata ternyata karena kondisi rambut yang terlalu kering :/ Makanya sebelum minta Shane jadi stylish pribadi, aku kencengin dulu perawatannya. Kebetulan waktu aku scroll-scroll Instagram nemu postingan tentang Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner. Nah, tanpa ragu aku langsung pesan supaya bisa segera mencoba produknya. Ini nggak gambling lho, ya. Karena aku memang sudah pakai  dan cocok dengan produk-produk Scarlett untuk kulit wajah dan tubuh sebelumnya. Jadi kupikir kemungkinan besar hair carenya juga bakal cocok.


Waktu paketnya diterima, aku langsung salfok sama warnanya. Kok kayanya seger, ya? ---Untung saja nggak lagi puasa, hahaha xD Meskipun sebelum sudah lihat fotonya, ternyata aslinya lebih gemas! Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo warnanya biru transparan, seperti laut. Sedangkan Scarlett Yordanian Sea Salt Conditioner warnanya pink, seperti permen kapas *insert emoji gemoy di sini* Aaaah, aku memang paling lemah kalau sama produk yang warna dan kemasannya menggemaskan. Botol flip topnya kelihatan mewah banget (tapi cute, wkwk). Beda sama model-model botol produk lain yang sama-sama nge-aim remaja-dewasa muda juga, ini tuh desainnya terniat. Kayanya aku belum pernah deh nemu desain yang mirip ;)





Sebelum dipakai aku cium-cium dulu aromanya (----kebiasaan, siapa yang samaan?). Yordanian Sea Salt Shampoo punya wangi Magnolia yang fresh tapi nggak terlalu tajam. Sedangkan conditionernya punya wangi yang lebih soft, wangi evening primrose alias sedap malam. Aku langsung in love, soalnya menurutku dua aroma ini perfect match banget, ---beda tapi cocok. Biasanya kan pasangan shampoo sama conditioner punya aroma yang sama. Salut banget sama Scarlett yang berani beda (dan benar-benar works!). Duo Yordanian Sea Salt ini punya kandungan yang bisa menyerap minyak berlebih di kulit kepala, membantu mengatasi penumpukan kotoran yang melekat di kulit kepala (---cocok nih buatku yang segala produk ditumplekin di rambut, hehe), dan membantu membuka kutikel rambut sehingga perawatan selanjutnya bisa menyerap dengan lebih baik. 





Manfaatnya juga nggak main-main, pas banget sama yang aku cari, ---yang mirip-mirip sama treatment di salon :D Keduanya bisa mengontrol kadar minyak pada kulit kepala, membersihkan kulit kepala, menguatkan akar rambut, memberikan volume pada rambut, mencegah rambut rontok dan bercabang (pas banget yang aku alami, huhu), menyehatkan folikel rambut dan kulit kepala, dan membuat rambut lebih berkilau, Karena aku belum mandi waktu menerima paketnya (hueheee), jadi langsung saja aku coba. Aku pakai Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo dengan cara yang sama seperti ketika menggunakan sampo pada umumnya. Aku tuangkan secukupnya ke akar rambut, lalu aku pijat kulit kepalaku dengan lembut dan perlahan. Setelah itu aku bilas sampai bersih. 


Setelah yakin semua busa hilang, aku lanjutkan dengan memakai Scarlett Yordanian Sea Salt Conditioner. Aku oleskan ke batang rambutku (dari tengah sampai bawah, karena rambutku pendek) sampai rata. Setelah itu aku diamkan beberapa menit. Karena aku nggak bawa timer (ya iya lah, hahaha), Jadi aku kira-kira saja sampai 2-3 menit dengan cara berhitung dalam hati :p Terakhir, tinggal dibilas. Wah, rasanya segar sekali. Kulit kepalaku rasanya jadi bersih, ringan. Helai-helai rambutku juga terasa halus segera setelah pakai conditioner. Padahal biasanya suka nyangkut-nyangkut kalau rambut masih dalam keadaan basah :O





Aku rasakan manfaat maksimalnya setelah kurang lebih 2 minggu pemakaian. Rambutku rasanya benar-benar lebih sehat dan siap untuk diwarnai sendiri (---oleh Shane maksudnya, lol). Di cat rambut boks yang kubeli ada tambahan conditionernya, tapi nggak kupakai dan kuganti dengan conditioner Scarlett. Hasilnya ternyata rambutku jadi halus, no kasar-kasar seperti kalau biasanya habis dicat. Aku cat rambut sehari setelah keramas btw, jadi kulit kepalaku masih ada minyak alaminya. Katanya sih bagusan gitu daripada langsung. Oya, lupa bilang. Aku pesan Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner ini dari whatsappnya official Scarlett di 0877-0035-3000. Lewat Shopeenya juga bisa, di Scarlett Whitening Official Shop. Yang bikin aku tenang nih, produk Scarlett sudah pasti nggak diujicobakan sama hewan dan teregistrasi di BPOM. Jadi kita bisa cantik tanpa harus menyakiti, hihi. Remaja mulai usia 13 tahun sudah boleh pakai, lho. Juga aman untuk dipakai ibu hamil dan menyusui :)



Di hari ulang tahunku, ---yang juga jadi harinya Shane karena dirayakan barengan, aku merasa cantik :) Tiap ngaca rasanya seperti habis dari salon, rambutku wangi dan warna cat rambutnya vibrant banget. (---Maksudnya sesuai dengan warna di boksnya, ya). Shane juga setuju, katanya rambutku kelihatan sempurna, hahaha. Padahal bertepatan dengan hari sekolahnya Ali, lho, yang pastinya bikin aku sibuk bolak-balik siapkan segala keperluannya dan juga nahan emosi (siapa yang relate dengan drama sekolah daring? xD ). Karena Ibu dan Bapak akan datang setelah Ali selesai sekolah, jadi aku dan Shane curi-curi waktu untuk mempersiapkan ruang TV di saat Ali sekolah. Dekorasinya sih sudah dipasang di malam hari. Jadi kami hanya perlu memesan burger plant based untuk dimakan ramai-ramai dan rapi-rapi. Seperti yang kubilang sebelumnya, tahun ini ulang tahunnya tanpa tema. Jadi kue yang kupesan pun benar-benar nggak ada desain khususnya. Persegi tok, yang penting bisa dikasih lilin dan hiasan sederhana. Eits, dan juga VEGAN tentunya. Jadi bisa dinikmati bersama.



Right on time, setelah Ali selesai sekolah, Shane sudah berganti baju dengan kemeja yang match dengan dressku (yang penting motifnya sama, hahaha), Ibu dan Bapak datang! :) Wajah-wajah sumringah mereka membuat hatiku sangat gembira. Entah kenapa setiap ulang tahun aku selalu merasa jadi anak kecil kembali instead of merasa jadi tua :p Pokoknya bawaannya ceriaaaa terus. Ali berantakin rumah pun bodo amat, aku happy pokoknya, hahaha. Ngomonng-ngomong soal Ali, dia lho yang pertama memberi aku dan Shane kado. Kadonya bikin aku meleleh seperti Olaf di musim panas. Dia bikinin kami heart dari permen-permen yang dia susun dong T_T Kata Ibu Ali bikinnya semalaman.,, Huaaa, mantan-mantan pacarku juga nggak ada yang sesweet itu T_T Saking sweetnya aku sampai nggak tega makan permennya, dan sampai saat aku mengetik tulisan ini, heartnya masih aku pajang di ruang TV :')




Ibu dan Bapak juga memberi kado yang nggak kalah sweetnya. ---Sweet tapi kocak, karena kata Bapak kadonya ini untuk menemani kami yang suka makan mi instan tengah malam, hahaha. (Duh, ketahuan!). Satu set mangkuk dan satu set cangkir yang jelas sekali dipilih mereka dengan penuh cinta. Cangkirnya bergambar ayam jago, kesukaanku dan Shane! Melihat mereka meluangkan waktu untuk mencari sesuatu yang kami sukai membuatku terharu :') Sampai sedetail itu coba, padahal kan bisa saja mereka membeli motif random yang asal bagus karena mencari motif ayam jago itu nggak mudah :') Dan ternyata itu bukan kejutan terakhir. Masih ada kado titipan dari Emah (nenek) untukku dan Shane. Beliau memberi kami satu boks penuh jajanan pasar! Ya, ampun Emah, kok bisa kepikiran T_T Katanya semuanya dijamin vegan, jadi aku dan Shane nggak perlu milih-milih lagi kalau mau ngemil. Punya keluarga kaya gini, sweetnya ngalahin gula :')






Setelah buka kado, kami lanjut tiup lilin dan potong kue, ---yang kata Shane urutannya salah karena harusnya buka kado paling akhir. (Iya sih, lol). Aku lega banget kuenya sukses, rasanya cocok buat kami semua meskipun vegan, gluten free dan sugar free. Ibu sampai amaze, katanya rasanya seperti brownies pada umumnya (yay!). Pas aku potong kue ada insiden kecil yang kocak. Ali nggak rela kalau potongan pertama aku kasih sama Ibu. Katanya harusnya buatku karena aku yang berulang tahun, hahaha. Dia ngotot banget dan akhirnya diambil jalan tengah, aku jadi dapat potongan kedua. Syukurlah Ali setuju meski jadinya dia mau kue sehabis aku, dan Shane  jadi yang paling akhir meskipun dia birthday boy nya xD Burger-burger yang kusediakan juga sukses, semuanya suka. Buat Ibu dan Bapak, ini kali pertama mereka menyantap burger plant based. Mereka suka rasanya dan nggak menyangka kalau pattynya terbuat dari tumbuhan. Kata Ibu rasanya seperti daging dan bikin beliau berpikir buat mulai makan vegan. Hmm, kira-kira bisa nggak ya? xD



Kami menghabiskan sisa siang dengan mengobrol sana-sini dan bercanda. Remah-remah makanan ada di seluruh penjuru rumah mungilku. Tapi aku nggak peduli, moment seperti ini terlalu berharga untuk direcoki oleh OCD ku (---yes, aku OCD dan bukan self diagnosed). Ketika waktunya Ibu, Bapak dan Ali pulang rasanya berat sekali. Aku sampai mengucapkan dadah berkali-kali berharap mereka berbalik dan nggak jadi pulang, haha. Nggak lama setelah mereka pulang, saat aku sedang beres-beres, HP ku bergetar. Ibu mengirimiku video ulang tahun dan menguplod foto kami di instagramnya. Aaaah, rasanya pengen ulang tahun lagi besok, huhu T_T 


Aku sangat mencintai keluargaku. Moment-moment seperti ulang tahun, hari besar dan hari raya selalu ingin kuhabiskan bersama mereka. Kami nggak sempurna, tentu saja. Tapi aku tahu pasti bahwa aku memiliki keluarga yang hangat. ---Dan rasanya itu salah satu alasan mengapa aku bisa tetap "hidup". Mereka yang menjadikanku "aku". Doaku setiap berulang tahun selalu sama, yaitu supaya kami bisa menikmati moment-moment seperti ini di tahun-tahun berikutnya sampai... selamanya. Termasuk dengan keluarga Shane yang sekarang jadi bagian keluargaku, tentu saja. Aku bersyukur karena mereka juga sangat hangat meskipun nggak bisa sering-sering bertemu (---karena beda negara, huhu). Terutama Ibu Mertua yang selalu membuatku merasa menjadi Tuan Puteri saat berulang tahun xD Semoga doaku menjadi kenyataan. Karena meski kesannya klise, tapi keluarga memang kado terbaik yang Tuhan berikan padaku :)


lucky birthday girl,


Indi