Tampilkan postingan dengan label guest star. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guest star. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

My 2014 Moments :)

Gue ingat pernah menulis di sini tentang resolusi di tahun 2014, Eh, tahu-tahu sekarang sudah tahun 2015 :D Kata Ibu sih itu artinya gue sangat menikmati hari-hari gue, makanya waktu jadi terasa cepat, hihihi. Untuk gue 2014 merupakan tahun yang berwarna-warni. Gue banyak belajar hal-hal baru, bertemu orang-orang baru dan tentunya belajar untuk tumbuh menjadi semakin dewasa. Tapi menikmati bukan berarti tanpa hambatan, lho. Gue juga mengalami saat-saat "turun" di tahun 2014. Di awal tahun buku terbaru gue terbit dan berniat langsung melanjutkan dengan buku kelima. Tapi pada kenyataanya sampai hari ini buku baru gue masih dalam tahap penulisan. Gue juga berhenti bekerja di preschool yang cukup membuat gue bersedih. Tapi well, gue berhenti demi kebaikan, agar bisa lebih fokus dengan kesehatan dan project-project gue. Setiap pilihan yang diambil memang selalu ada resikonya, dan itu juga merupakan salah satu cara agar gue semakin dewasa. Makanya gue sebut "turun" dalam tanda kutip, karena gue percaya dalam perjalanan hidup semua yang dialami pasti ada maksudnya :)

Sekarang gue akan menuliskan apa saja yang sudah terjadi pada gue di tahun 2014. Well, of course nggak semua, hihihi. Tapi gue akan menuliskan beberapa yang berkesan ---atau yang gue sebut sebagai "pencapaian". Menulisnya di sini membuat gue senantiasa untuk ingat dan bersyukur dengan hidup gue yang penuh berkah. Juga membuat gue semakin bersemangat untuk melakukan banyak hal dan membuat rencana di tahun 2015 :) Sebenarnya setiap hari, ketika bangun tidur gue anggap sebagai kesempatan baru dari Tuhan untuk membuat hari yang lebih baik, nggak perlu menunggu tahun baru. Tapi 1 tahun merupakan jarak waktu yang tepat untuk "mengukur" sejauh mana yang sudah gue capai :)

1. Menulis buku "Conversation for Preschoolers"
Setelah menulis 3 buah novel akhirnya gue menulis buku dengan genre lain. Super excited, karena meskipun pengetahuan gue masih belum seberapa di bidang pendidikan, tapi gue sangat mencintai dunia anak-anak. Buku "Conversation for Preschoolers" berisi pelajaran Bahasa Inggris sederhana untuk anak-anak usia pra sekolah. Diterbitkan di bulan Januari oleh Idea World Kidz, buku ini menjadi pembuka tahun 2014 :)




2. Eris, anjing kesayangan gue menjadi bintang!
Setelah menemukan tumor di payudara kiri gue pada bulan November 2013, kisah Eris mulai tercium oleh beberapa media. Yang pertama kisahnya diliput oleh Vemale.com pada bulan Maret dengan judul "Nyawaku Selamat, Anjing Kesayanganku Mendeteksi Tumor Payudara di Tubuhku", dan yang kedua diliput oleh program Spotlite Trans 7 dengan judul segmen "Aksi Hebat Manusia dan Hewan". Ini benar-benar mengejutkan karena waktu acaranya tayang gue sedang bekerja dan baru nonton justru setelah ada yang mengupload videonya ke YouTube! Sejak pertama kali bertemu dengan Eris gue tahu bahwa ia sayang sekali sama gue, tapi nggak menyangka ia bisa sampai menyelamatkan nyawa gue :)




3. Muncul di majalah GoGirl lagi
Gue ingat kemunculan pertama gue di media adalah di majalah GoGirl lewat tulisan singkat di rubrik "You Say So" pada tahun 2007. Lalu 1 tahun kemudian gue diinterview untuk edisi ulang tahun mereka untuk edisi ulang tahun GoGirl. Nah, di bulan Maret 2014 gue kembali mucul di rubrik "Post Anything". Di sana gue membuat list dengan judul "5 2D Cartoon Movie". Rata-rata judul yang gue masukan film Disney, hihihi.



4. Menjadi bintang tamu di workshop "Dari Menulis Menjadi Buku"
Selain ini adalah pengalaman pertama gue mengisi acara workshop, ini juga jadi acara pertama dari event organizer nya Ray. Selalu senang kalau Ray bisa menjadi MC untuk acara gue, bikin suasana jadi lebih relax. Banyak pelajaran berharga yang gue ambil dari event ini, dan bonusnya banyak bertemu dengan teman baru yang ber-passion sama seperti gue! :)




5. Jadi Puteri Salju (hihihi)
Lagi-lagi ini juga jadi moment pertama, di tahun-tahun sebelumnya gue belum pernah menulis naskah drama :D Kebetulan Starbright, preschool tempat gue mengajar akan ada acara school leavers' alias kelulusan. Gue dipercaya sebagai scrip writer sekaligus menjadi pemeran utama! Wah, rasanya sungguh nggak terlupakan. Setelah begadang bikin naskah gue juga harus latihan ekstra karena dapat part lebih banyak dari pemain lain. Karena bekerja dengan para balita gue juga merangkap sebagai "pemberi clue" waktu di atas panggung supaya mereka tahu kapan harus turun dan naik panggung. Priceless! :)




6. Menjadi bintang tamu di Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School
Gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia sejak tahun 2007. Alasan gue mendaftar karena pacar gue semasa SMA adalah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan gue ingin membagikan informasi yang benar pada anak-anak usia sekolah tentang HIV/AIDS. Gue menjadi bintang tamu di SMPN 179 Jakarta dan ditemani oleh Sheryl Sheinafia (penyanyi). Selain talk show juga diputar film MIKA, yang diinspirasi oleh novel pertama gue yang berjudul "Waktu Aku sama Mika". 




7. Bintang tamu di acara kopi darat ODHA Berhak Sehat di Cibeunying Park
Baru kali ini gue diundang ke acara yang konsepnya piknik, hihihi. Ternyata seru juga karena bisa lebih santai akrab :) ODHA Berkah Sehat adalah komunitas yang mengajak anak muda untuk memahami isu HIV/AIDS dengan cara yang fun. Di acara ini gue berbagi pengalaman ketika berpacaran dengan Mika yang juga seorang ODHA. Pesertanya beragam, ada anak sekolah, guru, ibu rumah tangga sampai pengusaha. Semuanya sangat antusias untuk mendapatkan dan berbagi ilmu. Di acara ini pula gue pertama kali berkenalan dengan D-100 Community :)




8. Pembicara di HIV/AIDS Awareness 
Mendekati bulan Desember yang diperingati sebagai hari AIDS sedunia semakin banyak event yang berkaitan dengan isu HIV/AIDS. Gue juga mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara di Politeknik Bandung pada bulan November terkait isu tersebut :) Di sini gue ditemani oleh Kak Taufik dari Rumah Cemara yang menjadi narasumber. It was super fun, semenjak hari itu gue berteman dengan Kak Taufik dan mendapatkan banyak ilmu baru. Mahasiswa di Polban juga diajak untuk menonton film Mika. Sejauh sejarah nobar, di sinilah yang sambutannya paling "meriah". Suara mereka yang sedang menonton di dalam ruangan sampai terdengar keluar meskipun pintu ditutup rapat! :D




9. Live interview di I-Radio Jakarta
Aww, this is the sweetest interview so far :))) Andrew, produser I-Radio yang mengundang gue ternyata adalah pembaca dari novel-novel gue. Pertanyaan yang diajukan oleh penyiar Kamal dan Feli sangat santun dan ramah. Isu yang diangkat adalah HIV/AIDS dan mereka sama sekali nggak memberikan pertanyaan "kepo" seperti kebanyakan yang sudah-sudah, hihihi. Interview nya berlangsung selama 1 jam lebih dan selama itu gue harus menahan kedinginan. Ya, ampun ternyata AC studionya dingiiiiin sekali. Menurut Bapak yang mengantar gue saat itu, ini adalah salah satu dari radio yang berkesan selain Global radio yang mewawancara kami tentang Aerosmith di tahun 2013 lalu, hihihi.




10. Nonton Bareng film Mika bersama D-100 Community
Seperti yang gue sebutkan sebelumnya, gue mengenal sebagian dari anggota D-100 Community saat gue diundang ke acara Kopi darat ODHA Berhak Sehat. Setelah itu gue mulai berkenalan dengan seluruh anggotanya dan membantu mereka mengadakan event gathering. D-100 Community adalah komunitas ODHA dari RS. Borromeus, mereka ingin berkumpul sekaligus mengajak masyarakat agar mengenal apa itu HIV/AIDS. Dipilihlah film Mika untuk diputar di Taman Film Bandung pada tanggal 7 Desember. Hasilnya sangat nggak diduga, ternyata ratusan warga Bandung banyak yang ikut menonton bersama kami! Benar-benar pengalaman nggak terlupakan yang menutup tahun 2014 :D



Wah, serius lho, gue menulis 10 moment di atas sambil agak berkaca-kaca, hihihi. Gue benar-benar menikmati tahun 2014 rupanya sampai-sampai semuanya terasa masih fresh dalam ingatan. Gue ingat menulis resolusi tahun 2014 di sini seperti ini; Gue ingin bisa bermain cup song dan belajar American Sign Language alias bahasa isyarat Amerika! Ternyata gue benar-benar mewujudkannya, bahkan sempat merekam aksi keduanya dan diupload ke YouTube :D Well, untuk bahasa isyaratnya memang masih perlu banyak latihan, but I want to congrats my self (lol) karena sudah berani mencoba. Beneran deh, memulai itu jauh lebih sulit daripada menjalaninya, lho, hihihi.


Berhasil bermain "cup song" dan belajar bahasa isyarat Amerika :)

Masih ada beberapa hal berkesan lain yang mungkin akan gue tulis di post terpisah. Kalau di sini semua takutnya teman-teman bosan membacanya, hehehe. Ada yang bilang, buat apa kita membuat resolusi karena yang terpenting jalani saja setiap hari sebaik mungkin. Well, itu memang nggak ada salahnya, dan dulu gue juga begitu. Tapi mempunyai resolusi justru membuat gue bangun setiap hari dengan perasaan lebih semangat. Begitu membuka mata rasanya nggak sabar untuk melakukan hal-hal yang sudah gue rencanakan. Di akhir tahun ketika sadar resolusi yang sudah gue buat tercapai, rasanya priceless... Waktu membuat mungkin ada perasaan nggak yakin, tapi setelah dijalani rasanya akan semakin mudah. Kalau pun sampai akhir tahu masih belum tercapai atau kurang sempurna, at least sudah mencoba. And you should congrats your self for that! :D
So, selamat datang tahun 2015, semoga gue bisa menjadi pribadi yang lebih baik! :)

happy girl,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 16 Juli 2014

AIDS Time: Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School-SMPN 178 Jakarta :)




Hai bloggies! Nggak seperti biasanya ya gue post di luar weekend, hehehe. Kebetulan hari ini gue sedang izin bekerja karena diundang sebagai bintang tamu di event nya Yayasan AIDS Indonesia, jadi sebelum tidur gue putuskan untuk share cerita singkatnya :)
Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa sejak tahun 2007 (atau 2006, ya? Lupa, lol) gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia. Meskipun cukup rutin keep in touch dengan teman-teman di sana, tapi kehadiran gue semakin jarang karena kesibukan belakangan ini dan tentu saja karena jarak Bandung-Jakarta yang lumayan jauh. Jadi waktu mereka mengundang gue sebagai bintang tamu di event AIDS Time tadi siang, gue langsung mengiyakan meskipun sebenarnya gue sedang nggak libur, hehehe.

AIDS Time adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Yayasan AIDS Indonesia (YAI). Tempat dan temanya selalu berbeda, tapi tujuannya tetap sama yaitu mengedukasi masyarakat, terutama anak muda tentang HIV/AIDS. Kebetulan film Mika (inspired by Waktu Aku sama Mika) yang merupakan kisah hidup gue dan alm. Mika dipakai sebagai film yang diputar selama event AIDS Time, tapi baru di hari ini lah gue bisa bergabung :)

AIDS Time hari ini diadakan di SMPN 178 Jakarta. Karena macet dan sempat nyasar, gue yang diantar oleh Bapak baru datang 10 menit sebelum segmen gue dimulai. Sayang sekali, padahal sebelumnya sedang diputar film Mika, lho. Meskipun sudah puluhan kali menonton film itu, tapi rasanya selalu penasaran dengan reaksi orang-orang yang baru pertama kali menontonnya. Syukurlah rasa penasaran gue terobati, dari wajah-wajahnya teman-teman siswa SMPN 178 sepertinya menikmati film Mika. Thank God :)

Di segmen talkshow gue nggak sendirian, ada bintang tamu lain yang bernama Sheryl Sheinafia. Ia adalah seorang penyanyi yang telah mengeluarkan sebuah album yang sangat care dengan isu HIV/AIDS. Gue baru pertama kali bertemu dengannya, tapi langsung suka dengan suaranya :) 
Sebelum sesi tanya jawab gue sempat sedikit bercerita tentang latar belakang kenapa gue menulis novel "Waktu Aku sama Mika" dan kenapa gue peduli dengan isu HIV/AIDS. Waktu gue bercerita ternyata sebagian besar audience kaget karena baru tahu bahwa kisah gue dan Mika adalah nyata. Mungkin mereka terkejut karena gue sempat berpacaran dengan Mika yang ODHA sampai akhirnya ia meninggal. Tapi gue yakinkan mereka bahwa berpacaran dengan Mika bukan berarti gue kehilangan moment-moment seru. Gue tetap menilai Mika secara utuh karena menjadi ODHA bukan berarti berbeda seperti orang lain. He was the most grateful person I ever met. Semuanya mengenai kepribadian, bukan mengenai apa yang Mika idap.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Sungguh membanggakan, teman-teman SMPN 178 sudah tahu dengan apa saja yang bisa dan nggak bisa menularkan HIV/AIDS. Meski sempat malu-malu tetapi mereka cukup kritis lho ketika mengajukan pertanyaan. Thumbs up untuk Yayasan AIDS Indonesia yang sudah membuat acara fun tapi kaya manfaat. Mudah-mudahan saja event rutin ini akan tetap berlangsung sehingga lebih banyak lagi anak muda yang peduli dengan isu HIV/AIDS. Karena menurut gue ini bukan hanya tentang bagaimana caranya untuk mencegah diri sendiri supaya nggak terjangkit. Tapi juga bagaimana caranya agar menghilangkan stigma atau judgement pada ODHA. Karena gue percaya obat yang paling ampuh untuk segala hal adalah kasih sayang dan tanpa prasangka buruk :)


sugar kecilnya Mika yang sudah besar,

Indi

Lihat foto lengkap dari kegiatan ini di sini.
_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 09 November 2013

Menjadi Pembicara Tamu di "Club of Public Speaking" UNPAD :)

Halo teman-teman, I'm baaaaaack, hehehe :) Sebelum mulai bercerita, gue mau ucapkan terima kasih banyak-banyak-banyak-banyaaaak, untuk doa dan dukungan yang kalian berikan di tulisan gue terdahulu. Gue terharu sekali membacanya, tapi mohon maaf kalau nggak terbalas satu persatu karena gue cukup sibuk bolak-balik lab. Doakan saja semoga semuanya lancar. Kalau hasil test kemarin bagus, senin gue akan operasi tumor payudara di RS. Immanuel Bandung :)


Okay, sekarang gue mau bercerita tentang pengalaman gue menjadi bintang tamu di acara pelatihan public speaking, nih. Waktu itu, kira-kira beberapa hari setelah lebaran, gue dihubungi oleh Afi dari Fakultas Hukum UNPAD. Ia mengundang gue sebagai pembicara tamu di Club of Public Speaking. Meski gue sangat tertarik, tapi awalnya gue ragu untuk menyetujui undangannya karena pengalaman gue di bidang public speaking masih sangat minim. Akhirnya dengan sedikit penyesuaian dengan profesi gue sebagai penulis, pada tanggal 8 November 2013 lalu gue menghadiri undangannya di gedung UNPAD Dipati Ukur Bandung.

Gue, Bapak dan Ray sampai sekitar jam 3 sore, 30 menit sebelum acara dimulai. Di sana kami langsung bertemu dengan panitia acara yang ramah-ramah dan cekatan. Kami diajak ke sebuah ruangan untuk briefing singkat sementara peserta pelatihan sudah berkumpul di ruangan lain. Gue bertemu dengan Kak Theo, pembicara yang mengisi seluruh sesi pelatihan (ada 4 sesi selama 4 minggu berturut-turut), Aryo yang menjadi MC di acara nanti dan Ghina yang menjelaskan tentang susunan acaranya. Jadi nanti konsepnya akan seperti talk show, yaitu dengan tanya jawab, berbagi pengalaman dan juga sesi interaktif dengan peserta pelatihan. Untuk peserta gue membawa 3 buah novel karya gue (Waktu Aku sama Mika, Karena Cinta itu Sempurna, Guruku Berbulu dan Berekor) dan 7 buah lollipop icon film Mika untuk yang mengajukan pertanyaan.




Nggak menunggu lama gue langsung dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan. Bangku-bangku sudah diisi oleh peserta yang jumlahnya dibatasi maksimal 40 orang. Sedikit deg-degan, tapi melihat wajah-wajah antusias mereka gue jadi ikut semangat :) Gue duduk dulu di sofa sementara Aryo membacakan profil gue dengan gayanya yang kocak. Di samping gue ada Kak Theo yang ingin melihat dulu penampilan gue meski segmennya baru setelah gue. Hihi, jadi malu. Sedangkan Bapak dan Ray duduk di bagian belakang ruangan, seperti biasa menjadi juru foto gue. 



Ketika Aryo memanggil nama gue, gue langsung maju ke area yang disediakan sambil tertawa geli. Serius, ia kocak sekali. Kata "Sugar" di belakang nama gue ia baca dengan logat sunda, membuatnya terdengar janggal, hehehe. Gue selalu lega saat mendapatkan MC yang bisa membawa suasana. Maklum, gue sudah terbiasa dengan Ray, jadi kadang sulit jika harus berkolaborasi dengan orang yang kaku, dan Aryo ternyata cocok sekali dengan gue.
Gue menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Aryo. Berhubung ini acara public speaking, jadi lebih mencari persamaan antara berbicara dan menulis. Menurut gue menulis dan berbicara adalah hal yang "sama". Keduanya sama-sama digunakan untuk menyampaikan sesuatu dan bisa dipelajari. Yang berbeda hanya medianya saja, karena jika seseorang bisa berbicara sudah pasti bisa menulis :)





Meski dibawakan dengan cara kocak, tapi pertanyaan-pertanyaannya tetap serius. Seperti apa bedanya menulis dengan mengarang, bagaimana cara menulis novel yang baik dan dari mana inspirasi bisa didapatkan. Gue menjawab semuanya berdasarkan pengalaman pribadi, karena menurut gue teori bisa didapat dari mana saja, tapi dengan menceritakan pengalaman, pasti banyak peserta yang merasa "sama" seperti gue dan nantinya memutuskan untuk mencari cara nyaman sendiri sampai nantinya bisa menghasilkan sebuah karya.

Gue juga menceritakan pengalaman gue saat awal-awal di dunia tulis-menulis. Sama seperti berbicara, tulisan kita juga bisa mempengaruhi sesorang. Jika kita berbicara hal-hal baik dan dari hati, maka orang yang mendengarkan bisa merasakannya, begitu juga dengan menulis. Dulu gue nggak menyangka bahwa tulisan sederhana bisa mempengaruhi orang yang membaca. Dengan menceritakan sesuatu bukan nggak mungkin kita telah merubah cara pandang seseorang dalam suatu hal atau malah mengajaknya untuk berpikir lebih positif.
Aryo langsung bergurau bahwa status-status Facebook pun bisa dibuat buku asalnya isinya jangan tentang curhat ingin bunuh diri. Gue tertawa geli menanggapinya. Tapi gue pikir dengan menulisnya di status itu bisa menyelamatkan nyawa orang tersebut karena siapa tahu ada yang membaca dan mengingatkannya bahwa hidup itu terlalu berharga untuk ditinggalkan, hehehe :p



Entah waktunya begitu singkat atau karena gue keasyikan bicara, tahu-tahu saja waktunya sudah habis dan harus segera ditutup dengan tanya-jawab interaktif dengan peserta. Banyak juga yang mengacungkan tangan. Sayangnya karena waktu yang terbatas hanya ada 3 orang peserta yang beruntung mendapatkan 3 buah novel gue. Padahal gue semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, lho, karena semua cerdas-cerdas. Misalnya saja ada yang bertanya bagaimana cara berbicara pada anak-anak dan apa yang harus dilakukan untuk memulai menulis novel. Dengan berat hati (lol, serius ini) sesi gue ditutup dengan memberikan pesan bahwa apapun yang akan dilakukan selalu lakukan dengan sungguh-sungguh dan dari hati. Ya, gue selalu menyampaikan pesan ini di berbagai kesempatan, karena itu asalnya bukan dari gue, tapi Steven Tyler dan gue sendiri sudah merasakan hasilnya :)





Gue langsung berpamitan setelah berbincang beberapa menit dengan Kak Theo sebelum sesinya dimulai. Ingin rasanya melihatnya memberi pelatihan pada para peserta, tapi sayang gue harus cepat-cepat ke lab untuk tes darah. 
Meski kesehatan gue sedang kurang fit tapi senang sekali rasanya bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman baru di Club of Public Speaking. Meski ini bukan bidang gue, tapi gue harap acara ini selalu diadakan secara rutin, karena kemampuan bicara di depan umum sangat penting untuk menyampaikan sesuatu dengan baik dan tentu saja menambah kepercayaan diri. Oh, iya, masih ada 2 sesi pelatihan lagi di jumat depan dan jumat berikutnya. Untuk teman-teman yang kuliah di UNPAD, dari jurusan apapun yuk ikuti pelatihannya dengan cara mendaftar di link ini. Kapan lagi bisa mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat tapi juga menghibur *wink*



blessed girl,

Indi


________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 25 Desember 2011

Menjadi Pembicara di Event Student Care dan Super Sweet Christmas Eve Dinner :))

Ho ho ho! Merry Christmas, everybody! :D
Nggak terasa ya sudah dipenghujung tahun, tinggal beberapa hari lagi tahun berganti dan tinggal beberapa bulan lagi aku berulang tahun (ah, nggak penting, lol). So, how's your Christmas and holiday, guys? Fun? Mine was super fun and unforgettable. Soalnya di malam natal (24 Desember 2011) aku diundang oleh Student Care untuk jadi narasumber/pembicara di event yang bertema 'Student Movement'. Mungkin beberapa dari kalian belum pernah mendengar apa itu Student Care. Termasuk aku sih pada awalnya... Tapi setelah diberitahu tentang visi dan misinya aku langsung sangat sangat-sangat tertarik. Jadi ini adalah organisasi non profit yang bergerak di kegiatan sosial untuk membantu anak-anak yatim, dhuafa dan berkebutuhan khusus. Tujuannya agar meningkatkan kepedulian pelajar terhadap sesama. Keren, kan? :)

Acaranya dimulai sejak pagi, tapi aku sendiri dijadwalkan jam 1 siang bersama 2 narasumber lainnya. Ada Bonang dari Rumah Cemara dan ada Sinta seorang perempuan yang mengajarkan aksara Sunda pada para pelajar. Sayangnya Sinta nggak bisa datang, jadi tinggal aku dan Bonang. Meski begitu aku senang sekali, pasalnya Bonang adalah temanku  sejak zaman berjayanya Friendster! Hahahaha, yes, he was my virtual friend :)
Acaranya berjalan lancar, aku nggak merasa bosan sama sekali. Paling yang sedikit mengganggu karena kemunduran jam yang nggak diberitahukan terlebih dahulu. Sekitar 40 menit aku harus menunggu sebelum akhirnya naik ke stage. Tapi sisanya semua baik-baik saja. Penontonnya antusias dan komunikatif, juga para krunya sangat ramah.

Karena acaranya mengenai berbagi, jadi aku dan Bonang membagikan cerita tentang perjalanan hidup kami. Terutama dari mulai remaja hingga sekarang. Ceritaku dimulai ketika berusia 13 tahun, mendapat vonis scoliosis, harus memakai brace, kecewa hingga akhirnya bangkit. Sedangkan Bonang, he's so inspiring. Dia dulu seorang pemakai narkoba ketika remaja dan sudah melakukan hubungan seks bebas sejak dia masih SMA. Tapi sekarang dia memiliki keluarga kecil bahagia, meskipun dirinya positif HIV.
Sesi berbagi ini terasa santai dan akrab. Mungkin karena aku dan Bonang sudah kenal sebelumnya, jadi kami terkadang saling mengganggu dan menyela saat salah satu dari kami bercerita. Tapi yang paling sering jadi korban sudah pasti aku. Karena meskipun gue senang bergurau, tapi sedikit pemalu, hehehe (eh, aku serius lho!). Setiap kali aku bercerita tentang novel, Bonang pasti menggangu dengan berkata, "Novelnya bagus lho. Saya saja bacanya sampai nangis. Nge-fans lah sama Indi".
Apakah itu betul? Of course nop, dia memang senang membuat aku nggak konsentrasi, hahaha.

Setelah itu acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Luar biasa, meski jumlah audience nggak sampai memenuhi satu gedung, tapi mereka antusias sekali. Pertanyaan yang diajukan juga cerdas-cerdas. Favoritku adalah ketika ada yang bertanya tentang bagaimana caranya menyakinkan sekitar jika mereka nggak percaya dengan kemampuan diri kita. Waktu mendengar pertanyaan ini rasanya aku seperti flashback ke masa lalu, soalnya dulu nggak ada yang 'percaya' bahwa aku bisa menulis. Nilai bahasa Indonesiaku pun jarang bagus, apalagi tulisan tanganku nggak rapi. Tapi aku tetap menulis karena itu hal yang aku sukai, dan terus belajar meskipun orang bilang aku nggak berbakat. Aku rasa cara menghargai diri sendiri yang baik adalah dengan nggak meng-underestimate kemampuan diri. Yakin lah bisa, berusaha sebaiknya dan biarkan Tuhan kerjakan sisanya :) Aku harap gadis yang mengajukan pertanyaan itu nggak berhenti melakukan apapun cita-citanya dan mendengarkan dirinya terlebih dahulu sebelum orang lain :)

Aku dan Bonang langsung pamit setelah sesi tanya jawab meskipun acara sebenarnya berlangsung sampai sore. Sekali lagi, aku benar-benar suka dengan acara ini dan berharap banyak remaja-remaja lain yang mengadakan event serupa. Penting agar mereka tahu bahwa mereka nggak sendirian dan mengerti bahwa nggak semua remaja itu harus sama. Ada yang berasal dari keluarga utuh maupun tinggal di panti asuhan. Ada yang berasal dari keluarga berkecukupan dan apa pula yang nggak. Bahkan ada juga beberapa dari mereka yang berkebutuhan khusus (sepertiku). Tapi itu nggak masalah, karena setiap remaja tetap remaja. Tetap punya kebebasan untuk memlilih apa yang mereka sukai untuk ditekuni dan bertanggung jawab dengan pilihannya itu. Remaja selalu menjadi masa yang paling indah asalkan nggak disia-siakan :)
(Well, apa aku terdengar tua? Hahahaha).


Suasana acara :)






Suasananya akrab dan penuh tawa :D


The audiences :)


Berfoto di depan Gedung Indonesia Menggugat


Selesai acara, aku langsung dinner dengan Ray yang terjebak macet jadi nggak sempat melihatku di event Student Care :(( Meski begitu moodku tetap baik karena dapat 'sogokan' pancake yang sangat sangat yummy, hihihi. It was a nice, warm and sweet Christmas eve dinner. Apalagi di Mr. Pancake ada perapian (palsu) yang bikin suasana makin mirip dengan Christmas di musim dingin. Kami dinner sampai jam 8 malam, tapi baru tiba di rumah hampir jam setengah 10 malam! Macet di mana-mana, apalagi kami harus mengantri bersama 20 orang lainnya untuk mendapatkan taksi. Tapi seperti Ray bilang, it's Christmas eve, jadi nggak ada salahnya dinikmati saja karena semua orang memang seharusnya bergembira :D

So, merry Christmas my friends. Wishing you have a sparkling and blessed Christmas! Ho ho ho! :D


Our Christmas eve dinner: Potato wedges and blueberry pancake :)


Dekorasi di Mr. Pancake bikin suasana jadi hangat.




Silly self portrait, hihihi...




Harusnya minum hot chocolate ya, bukan coke, hahaha :D


OOTD: Hairband: Toko Kecil Indi  | Coat-dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Gift











cookies and milk,
Indi

----------------------------------------------------------------
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.