Tampilkan postingan dengan label pesco vegetarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesco vegetarian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2016

My Blessed Birthday! (Dapat "Kado" Mampir ke IGD, hihihi) :D

Haloooo,howdy-do my friends? Wah, sudah bulan Juli rupanya, ---bulan Puasa juga hampir selesai. Aku dari mana saja, ya? Hihihi *pura-pura lupa* Jadi gimana guys puasanya? Semoga lancar ya. Dan berhubung sebentar lagi Lebaran, aku mau sekalian minta maaf lahir dan batin. Mohon maaf kalau ada tulisanku di sini yang nggak berkenan untuk kalian. Aku nggak pernah bermaksud begitu, kok. Sebisa mungkin aku berusaha agar tulisan-tulisanku santun meskipun tetep jujur :D By the way ngomong-ngomong soal bulan Juni yang sudah berlalu, ada yang ingat nggak sih kalau di bulan itu aku ulang tahun? Nggak ada, kan? Hehehe *jawab sendiri* Sebenarnya aku sendiri nyaris nggak ingat, lho. Soalnya selain lately ada 'sosok' yang mengganggu pikiran (---gosh, seriously biasanya aku nggak se-over thinking ini, lol), aku juga sedang sakit. Jadi selama beberapa hari di bulan Juni aku hanya menghabiskan waktu beristirahat di kamar. Kadang ingat juga sih kalau hari ultahku semakin dekat, tapi konsentrasiku memang sedang terpecah-pecah. Sampai menjelang tanggal 8 aku malah lupa kalau itu seharusnya jadi hari yang paling ditunggu-tunggu! Aduh! :D

Dulu sih kalau aku sakit menjelang ulang tahun dibilangnya kebetulan atau sugesti, tapi semakin besar meskipun lupa tanggal tetap saja ujung-ujungnya sakit, hihihi. Kayanya sih ini 'tradisi' dari tubuhku sebagai reminder untuk lebih menjaga kesehatan :) Waktu ingat kalau hari ulang tahun semakin dekat aku jadi dilema antara mau merayakannya atau nggak. Sejak aku lahir sampai sekarang rasanya belum pernah satu kalipun nggak merayakan ulang tahun. Eits, jangan salah mengerti ya... Merayakan yang dimaksud bukan berfoya-foya, tapi sebagai bentuk rasa syukur karena masih diberikan usia untuk terus berpetualang oleh Tuhan, dan yang paling penting ini menjadi moment untuk mengenang saat-saat aku lahir ke dunia, ---moment betapa bahagianya Ibu dan Bapak ketika bertemu aku untuk pertama kalinya :) Meski sederhana, di hari ulang tahun biasanya aku berusaha memberikan 'personal touch'. Ya, diberi tema ala kadarnya agar lebih berkesan. Tapi untuk tahun ini jangankan tema, kuenya saja belum tentu ada, hihihi.

Di tanggal 10 Juni entah kenapa seperti ada suara dalam kepala yang bilang, "Ayo, rayakan saja, Indi... Rayakan...". Lol, just kidding. Yang betul Ibu terus-terusan bertanya tentang ulang tahunku. Katanya kenapa aku nggak mengundang teman-teman dan makan-makan seperti biasa. Setelah dipikir-pikir, betul juga, ---why not?! Untuk tema memang sudah hampir mustahil, tapi untuk mengundang beberapa orang sepertinya masih bisa. Jadi menjelang tengah malam aku mengirim pesan pada beberapa teman untuk datang ke rumah orangtuaku esok sorenya. Reaksi mereka? Sudah pasti surprise, dong, hihihi. Mereka mengira untuk pertama kalinya sejak mengenalku, tahun ini akan jadi tahun perdana tanpa syukuran ultahku :p Aku mengundang 4 orang teman dan semuanya kompak menjawab "insyaallah" yang sadly malah diartikan sebagai 'nggak janji', lol. Aku pikir, ya sudahlah yang penting berniat baik untuk mengundang. Iseng-iseng aku juga meminta Dhian, salah satu temanku (---well, she's my BFF) untuk membuatkan kue ulang tahun. Dan jawabannya adalah... "nggak janji." Wuaaah, rupanya harus siap-siap nggak ultah deh tahun ini, huhuhu.

Meski aku bilang kalau nggak yakin akan merayakan ultah, tapi Ibu tetap menawarkan diri untuk memasak. Katanya kalau bersiap-siap dari pagi sebelum sore juga bisa selesai memasak. Ya sudah, aku request makanan kesukaanku; spageti dan salad. Dan dengan inisiatif sendiri Ibu juga memasak nasi goreng. Katanya kalau bulan Puasa mungkin orang akan lebih pilih nasi daripada mie, hihihi. Supaya nggak sepi aku juga membeli permen, soda, biskuit dan solo cup. Semuanya sengaja kupilih yang berwarna pink, jadi meski nggak bertema tapi ulang tahunku tetap terlihat 'rapi' dan cocok dengan desain undangan bergambar Hello Kitty yang kukirim via online. Belakangan aku sedang senang bereksperimen dengan resep-resep makanan manis, sekalian unjuk gigi (lol) aku membuat rum ball plus Pocky dan Pejoy stick yang katanya sih enak :p Tepat sebelum jam 5 sore aku mendapat kabar Angie yang terjebak hujan dan Cut Hanna yang sedang sakit karena terjatuh sampai nggak sadarkan diri (——Aduh, Acut…) :( Sudah pasti mereka plus Ima berhalangan hadir. Aku memang nggak begitu berharap karena undangannya super mendadak, jadi rasanya senang sekali waktu tahu Dhian dan Ray sudah di perjalanan menuju rumah orangtuaku :D


Seolah sudah janjian, Puja (my bro), istri dan anaknya, Nenek dan juga Tante datang dalam waktu hampir bersamaan. Ray dan Dhian pun menyusul nggak lama kemudian. Wah, surprise Dhian pakai baju warna pink, padahal nggak ada dress code nya, lho, hihihi. Itu membuat kami terlihat kompak karena aku juga memakai dress berwarna pink. Dan ternyata bukan hanya baju Dhian yang warnanya senada, kue yang ia buatkan untukku pun berwarna pink dan bergambar Hello Kitty! Wah, tanpa sengaja ulang tahunku jadi bertema Hello Kitty nih, seperti 2 tahun yang lalu, hihihi. Sama seperti reaksi Dhian dan teman-teman yang lain, Nenek juga kaget kenapa aku merayakan ulang tahun dengan begitu mendadak. "Coba kalau Emah dikasih tahu dari kemarin-kemarin, pasti bawa kado," begitu katanya. Aku jawab saja, "Kado bisa menyusul, kok, hihihi."





Seperti yang sudah-sudah nggak ada 'jadwal' khusus saat ulang tahun. Kami hanya mengobrol random sana-sini dan tahu-tahu waktu berlalu. Sebelum makan makanan berat kami menikmati rum balls buatanku. Ini adalah kali pertama Ray dan Dhian mencicipinya, biasanya hanya keluarga di rumah yang aku jadikan 'kelinci percobaan' dari resep-resepku :p Ternyata menurut mereka enak, meskipun nggak terbiasa karena rumnya begitu kuat. Hehehe, sebenarnya aku kan sengaja, ini adult snack gitu, ---anak-anak dilarang coba :p Setelah menghabiskan beberapa rum balls, Ibu langsung memanggil kami untuk makan. Ada yang lucu, sebelumnya kami mengobrol seru (baca: ngomongin orang, lol) tentang 'kenalan' kami yang kombinasi menu makanannya ajaib. Ada yang lontong campur spageti dan ada yang nasi goreng campur sop buntut. Eh, ternyata kami juga begitu, habis makan spageti disusul dengan nasi goreng. Untung saja nggak digabung dalam 1 piring seperti 'kenalan-kenalan' kami itu, hihihi :D Meski begitu kami tetap kekenyangan maksimal. Padahal kue buatan Dhian belum dicicipi, lho :)






Karena waktu sudah semakin larut, jadi kami nggak menunda-nunda waktu. Begitu selesai makan langsung tiup lilin dan potong kue! Nasi goreng dan spagetinya hanya diberi waktu untuk turun ketika kami bernyanyi "Selamat Ulang Tahun" dan "Potong Kuenya", saja, hehehe. Tapi berhubung kuenya Dhian enak (dan cute!) jadi perut kami masih sanggup untuk menampung masing-masing 1 potong kue. Meski sederhana dan serba mendadak tapi moment seperti ini selalu membuatku terharu dan super bahagia. Rasanya aku sangat dicintai dan diberkahi, ---orang-orang yang disayangi rela meluangkan waktunya untukku :) Seperti biasa Ray menjadi juru foto dan mengabadikan moment ulang tahunku. Well, kalau ada Ray Bapak biasanya memang bisa 'beristirahat' dulu dari perannya sebagai fotograferku :p Sekitar pukul setengah 9 malam Dhian pamit pulang. Kami sempat bergurau bahwa ia adalah tamu VIP, ---padahal sih memang yang diundang sedikit dan kebetulan berhalangan hadir, hihihi. Aku bersyukur sekali punya sahabat yang selalu berusaha ada untukku. Kalau diingat-ingat, Dhian inilah yang nggak pernah absen setiap kali aku berulang tahun :)



Setiap ulang tahun rasanya selalu berbeda, tapi semuanya istimewa. ---Dan kalau boleh aku bilang semuanya 'the best', hehehe. Katanya saat berulang tahun adalah waktu untuk merenung, menjadi lebih wise karena waktu di dunia semakin sebentar. Aku nggak menolak itu, tapi juga memilih untuk merayakannya. I'm so blessed untuk bisa menikmati waktu menyenangkan di dunia. Aku grateful dan ini adalah caraku mengekspresikannya :) By the way hanya beberapa jam saja setelah acara ulang tahun, aku dengan diantar Ray pergi ke IGD karena ada rasa nyeri di private areaku. Rupanya aku punya kista bartholin yang ukurannya kira-kira seujung jari kelingking. Dokter memintaku untuk nggak terlalu khawatir dulu dan memeriksakannya kembali ke gynecologist keesokan harinya. I did, dan another surprise, ---ternyata aku juga punya hernia. That's why terkadang jalan kaki terasa nggak nyaman untukku, uhuhuhu. Apa aku kaget? Iya. Apa aku khawatir? Iya. Tapi aku nggak takut karena selama ini selalu berusaha menjaga kesehatan. Aku yakin bisa segera mengatasinya ;) Dan aku anggap ini juga kado dari Tuhan, karena bisa mengingatkanku bahwa hidup itu seperti roda. Aku baru bersenang-senang dengan orang-orang yang aku cintai dan beberapa jam kemudian berakhir di IGD. Aku bisa bilang apa lagi?... I'm blessed ;)

My newest ukulele cover, rasanya menggambarkan sekali apa yang sedang aku alami, hihi :D


blessed birthday girl,

Indi


(Diedit 10/3/2024. I just realized that this is my last post that mentioned "Ray". I decided to end our relationship shortly  after my birthday, —-silently but very confident that I had made the right decision. I cut off all contact with him and there is no hatred. It's just as simple as I know he's not the one 😊).

_______________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here

Minggu, 28 September 2014

Requested post: How to Donate your Hair? :)

Hai bloggies, apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik, dan untuk yang sedang sakit tentu saja semoga cepat sembuh :) Keadaan gue sendiri baik dan bersemangat, ada beberapa hal baru yang sedang gue kerjakan dan ada beberapa rencana untuk akhir tahun ini. Selalu excited jika mempunyai pengalaman baru, hihihi. Nanti kalau semuanya sudah ‘siap’ akan gue ceritakan di sini. Doakan saja semua berjalan lancar, ya ;)
Sebelum gue bercerita tentang ‘hal-hal baru’, sekarang gue mau berbagi cerita tentang yang baru saja dialami. Mungkin teman-teman masih ada yang ingat kalau beberapa bulan yang lalu gue mendonasikan rambut ke Locks of Love. Nah, gue baru saja menerima kartupos dari mereka. Isinya ucapan terima kasih atas donasi gue untuk anak-anak yang membutuhkan wig alias rambut palsu. Kebanyakan yang menerima wig donasi dari mereka adalah pengidap alopecia areta, yang sampai sekarang belum ada obatnya. Dan sisanya adalah pasien kanker, korban luka bakar dan beberapa penyakit lain yang menyebabkan rontoknya rambut secara permanen :( Meskipun gue nggak bisa bertemu dengan anak yang menerima rambut gue secara langsung, tapi gue senang karena seenggaknya ada bagian kecil dari gue yang membuatnya tersenyum :)

Karena menerima kartupos tersebut gue jadi ingat bahwa ada banyak teman-teman di blog, Facebook, Twitter dan Instagram yang bertanya pada gue tentang cara mendonasikan rambut. Well, sebenarnya gue sudah pernah ceritakan plus share videonya di sini. Tapi berhubung nggak semuanya pernah baca post itu, jadi gue putuskan untuk membanginya lagi. Kali ini akan gue jelaskan secara step by step agar mudah diikuti ditambah beberapa daftar beberapa organisasi (plus alamatnya) yang menerima donasi rambut.
Okay, here we go... :)
  •  Pertama, cuci bersih rambut lalu keringkan. Jika memiliki rambut keriting, coba catok lurus terlebih dahulu agar mudah mengukur panjangnya. Pastikan kondisi rambut sehat dan belum pernah mengalami proses bleaching. Jika hanya di cat itu masih bisa diterima.
  • Ikat rambut, lalu ukur dengan penggaris untuk memastikan panjang yang tepat. Letakan penggaris di bawah ikat rambut. Jika rambut sangat tebal boleh ikat rambut jadi beberapa bagian. Jangan lupa untuk ikat ujung bawah rambutnya juga. (Catatan penting: Donasi rambut minimal panjang 10 inci).
  • Gunting rambut di ATAS ikat rambut dengan rapi.
  •  Masukkan rambut yang sudah dipotong ke dalam kantong zip lock (dapatkan di toko plastik, toko buku atau toko peralatan membuat kue).
  •  (Optional) Di selembar kertas, tulis nama, alamat lengkap dan alamat email kita. Ini agar mereka bisa mengirimkan lembara pengetahuan atau ucapan terima kasih atas donasi kita. (Catatan penting: Jangan mengharapkan balasan sertifikat karena ini untuk amal nggak semua yang memberi donasi diberi sertifikat dengan alasan "menekan biaya")
  • Lalu masukan zip lock yang sudah berisi rambut dan kertasnya ke dalam amplop ber ‘pad’. Jika sulit untuk menemukannya, kita bisa melapisi amplop coklat biasa dengan bubble wrap.
  •  Jangan lupa pastikan kita menulis alamat organisasi dengan benar dan dengan nilai prangko yang cukup agar paket rambut kita nggak ‘nyangkut’ di suatu tempat. Rambut yang sudah terlalu lama, apalagi rusak nggak bisa dibuat wig.



  • Rambut yang beruban juga diterima, lho. Tapi nggak dengan rambut extension atau dread lock :)

  

Bagaimana? Mudah sekali, kan ;) Mudah-mudahan step by step dari gue bisa dipahami, ya. Sedikit tips, pastikan orang yang membantu memotong rambut mengerti dengan step by step nya. Karena kesalahan kecil seperti memotong rambut di bawah karet misalnya, bisa membuat rambut tercecer dan terpaksa dibuang, deh. Atau teman-teman bisa tunjukan video yang gue share pada stylish di salon atau teman yang membantu sebelum mulai memotong rambut :)

Jika ada yang menebak asalan gue mendonasikan rambut karena pernah terkena tumor payudara, maka jawabannya adalah: salah, hehehe. Sebenarnya ide ini muncul karena nggak sengaja. Teman-teman gue sering berkomentar tentang betapa cepatnya rambut gue panjang. Dalam 1 bulan saja bisa sampai 2 kali ke salon untuk memotong poni. Dan karena gue nggak terlalu nyaman dengan rambut panjang, maka secara rutin rambut gue disapu begitu saja di lantai salon bahkan sebelum menyentuh bahu. Tanpa sadar selama ini ternyata gue menyia-nyiakan rambut, padahal banyak sekali orang yang menginginkannya. Sejak itulah gue bertekad untuk memanjangkan rambut selama 6 bulan (dan melewati bahu, hahaha) lalu mendonasikannya dengan menyisakan panjang rambut di bawah telinga :)
Menurut gue donasi rambut juga cocok untuk teman-teman yang takut jarum suntik atau terpaksa nggak bisa mendonasikan darah karena mengidap penyakit yang ditularkan lewat darah. Donasi rambut bisa untuk siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun selama memiliki rambut yang sehat dan panjang rambut yang cukup.



Hari ini, 5 bulan setelah berdonasi rambut gue sudah tumbuh sekitar 9 cm. Nggak sabar rasanya menunggu rambut gue kembali melewati bahu dan didonasikan lagi :) Rambut palsu memang nggak bisa menyembuhkan alopecia areata, kanker atau luka bakar. Sebagai perempuan yang sudah 15 tahun hidup bersama scoliosis gue anggap rambut palsu sama seperti jaket yang dulu sering gue pakai. Gue mengerti betul bahwa jaket memang nggak bisa menyembuhkan scoliosis. Tapi dengan memakainya gue bisa berbaur dengan teman-teman sebaya dan mereka menilai tanpa melihat apa gue idap, secara netral tanpa merasa ‘kasihan’ sebelum melihat kepribadian gue. Dan itu membuat gue tersenyum sangat lebar :) Bukan berarti gue nggak bahagia dengan yang Tuhan berikan. Gue sangat bersyukur dan bangga dengan tubuh yang dirancang secara spesial oleh Tuhan khusus untuk gue. Tapi sesekali gue ingin dilihat secara ‘netral’, dan gue percaya semua orang pun begitu :) Trust me, ada anak-anak di luar sana yang sangat menginginkan rambut. Dan hanya dengan 10 inci dari rambut yang kita punya bisa membuatnya tersenyum lebar :)


Donasikan rambut ke sini:
Locks of Love
234 Southern Blvd.
West Palm Beach, FL 33405-2701

Little Princess Trust
Sheridan House
114-116 Western Road 
HOVE
BN3 1DD (UK)

Pantene Beautiful Lengths
Attn: 192-123
806 SE 18th Ave.
Grand Rapids, MN 55744

Wigs for Kids
4231 Center Ridge Road, Westlake, Ohio 44145

Shave for Hope
Ini event Indonesia. Kontak mereka di twitter: @shaveforhope. Atau,

Coba hubungi yayasan kanker atau rumah sakit yang lokasinya dekat dengan kalian. Mendahulukan untuk membantu yang dekat tentu akan lebih baik :)

cheers,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 12 Juni 2012

My Super Blessed Birthday (with Spongebob Squarepants theme, lol, lol) :D

Haaaaaay, bloggies! How are you today? Semoga awal minggu kalian menyenangkan, ya. Well, ini memang sudah hari selasa, sih, tapi buatku ini adalah awal minggu karena di hari senin aku libur bekerja dan baru masuk di hari selasa sampai dengan jumat, hihihi. Oya, aku mau ucapkan terima kasih banyak, banyak, banyak untuk teman-teman yang tetap mampir ke sini meskipun aku jarang update dan blog walking belakangan. Juga untuk teman-teman followers baru, selamat datang, hope you enjoy my little blog, ya :) Terharu dapat banyak teman baru, hihihi :')

Belakangan aku memang lagi gampang kelelahan. Padahal kesibukanku masih tetap sama, menulis, menjadi guru dan sedikit mendesain pakaian. Nah, untuk menjaga kondisi badan, aku harus ambil waktu istirahat ekstra. I go to bed early dan sebisa mungkin banyak bersantai, nggak nge-blog untuk sementara waktu jadi konsekuensinya. Sebenarnya agak sedih juga, sih karena jadi banyak cerita yang nggak bisa aku share atau at least jadi pending. Padahal banyak hal menarik yang terjadi selama aku nggak cerita. Misalnya saja salah seorang teman sekaligus childhood idol ku menikah, tentang kedekatanku dengan murid-murid di sekolah baru dan banyak lainnya. Tapi aku nggak seharusnya mengeluh, ini pilihanku dan masih banyak hal menyenangkan di sela-selanya :) Seperti tanggal 8 Juni kemarin aku berulang tahun. Yup, hari kesukaanku di dunia :D Setelah merayakan ulang tahun 'palsu' (read the story here) di tanggal 4, akhirnya aku merayakan ulang tahun yang lebih 'masuk akal' karena cuma lebih cepat 1 hari dari tanggal sebenarnya, hihihi.

Setiap ulang tahun selalu istimewa karena merupakan pengingat dimana hari aku dilahirkan, diinginkan dan diberikan harapan-harapan baik oleh orangtua. Tapi setiap ulang tahun selalu memiliki cerita berbeda termasuk kali ini. Bapak nggak bisa bersamaku di tanggal 7 karena harus bekerja, syukurlah beliau bisa menemani ketika aku berbelanja persiapan ulang tahun. Sebenarnya aku agak kecewa dan sedih, karena seumur hidup Bapak selalu menjadi fotografer dan yang paling semangat menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun", tapi aku juga senang karena hampir seluruh ide perayaan ulang tahun ini datang dari Bapak.
Tadinya aku sangat menginginkan ulang tahun dengan tema Peter Pan, karena itu adalah tokoh dongeng kesukaanku sejak kecil. Tapi setelah berkeliling pusat perlengkapan pesta sampai sore dan nggak juga menemukan, aku memutuskan untuk berulang tahun tanpa tema karena untuk mencari tema baru sudah terlalu mepet waktunya. Untung saja Bapak mengingatkan bahwa ada 1 tokoh yang disukai anak-anak juga orang dewasa dan pasti sangat mudah untuk mencari pernak-perniknya. Ah, kok aku nggak kepikiran, ya... It's Spongebob Squarepants!! Hahaha :)
Jadilah di saat-saat terakhir aku membeli serbet, piring kertas, name tag, dan lilin bergambar Spongebob. Untuk undangannya, thanks to internet, aku nggak perlu bersedih-sedih mengganti desain Peter Pan ke Spongebob karena banyak web yang menyediakan secara free, tinggal download dan print saja ;)


The invitations. Thanks to internet :)

Birthday girl OOTD: Dress: Toko Kecil Indi | Headband: Toko Kecil Indi | Shoes: Michelle CLA


Aku mengundang teman-teman sekelas yang totalnya ada 14 orang ditambah Ibu dan Bi Yati, sekretaris Ibu. Sebenarnya aku mau mengundang lebih banyak, tapi karena terlalu fokus dengan makanan (yup, aku dan Ibu memasak sendiri) tahu-tahu sudah tanggal 7 dan aku nggak sempat mengundang siapa-siapa lagi :( Meski begitu aku sangat senang, karena dari 14 orang teman hanya 2 yang berhalangan datang. Itu pun mereka menitipkan kado untukku pada teman yang lain, hihihi, senangnya :)
Acara dimulai dengan mengenalkan Ibu pada teman-teman. Meskipun mereka sudah sering bertemu Ibu, tapi hanya sekilas saja ketika beliau menjemputku di kampus. Ibu lebih terlihat seperti birthday girl daripada aku karena menjadi satu-satu yang nggak pakai baju kuning atau putih. Padahal kan Spongebob identik dengan 2 warna itu. Ibu mungkin menjadi nanas, rumahnya Spongebob yang berwarna oranye, hihihi *kabur*




Setelah itu dilanjutkan dengan snacking sambil chit-chat seru. Senangnya teman-teman memuji botol soda dengan label Spongebob yang aku tempel sendiri. Itu cara buatnya mudah, lho, tinggal googling dengan kata kunci "Spongebob Birthday Party Kit" dan nanti keluar banyak pilihan web yang menyediakan banyak peralatan custom. Tinggal sesuaikan dengan size botol, pilih gambarnya, download, print dan ta-daaaaa, jadilah botol soda dengan logo yang nggak ada di mana pun selain di ulang tahun bertema Spongebob, hihihi :)
Aku senang sekali karena kami nggak pernah kehabisan bahan untuk mengobrol. Sampai-sampai ruang tamu rumah orangtuaku ramai sekali. Kami berkumpul di salah satu sudut ruang tamu dan beberapa dari temanku ada yang duduk di karpet karena nggak kebagian tempat duduk. Mereka memang sengaja nggak mau pindah ke sisi satunya supaya ngobrolnya asyik, hihihi. Ibu sampai berkali-kali mengingatkan bahwa makanan sudah siap dan sudah waktunya makan, tapi baru 30 menit kemudian kami mau beranjak ke ruang makan :p





Spageti, pasta dan salad sudah siap di meja makan. Sayang sekali nggak ada crabby patty karena aku terlanjur menyiapkan untuk tema Peter Pan (di Neverland sepertinya nggak ada makanan lain selain salad, hahaha). Lagipula kalau pun ada pasti teman-temanku protes karena pasti Ibu memasaknya tanpa daging, hihihi. Masakan Ibu memang juara, aku dan teman-teman sangat menikmati spagetinya. Thanks a lot ya, Mommy :*
Di tengah-tengah waktu makan tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan Bu Dewi, ketua koodinator Tadika Puri. Beliau datang bersama rekan-rekannya, Bu Yani, Bu Rika, Bu Neni (kepala sekolah tempat dimana gue bekerja dulu) dan seorang rekan lainnya. Aku sedikit kaget karena mereka nggak mengabari sebelumnya, juga khawatir karena makanan yang disajikan terlalu santai. Ibu sampai bilang, "Maaf ya Ibu-Ibu, ini makanan anak-anak semua", hihihi. Tapi aku juga senang karena ternyata mereka menyayangiku. Bayangkan saja, Bu Neni adalah mantan atasanku, tapi beliau dengan humble-nya datang ke acara ulang tahun yang sangat sederhana ini :')


Tamu-tamu kejutan dari tempatku belajar dan mengajar untuk pertama kali :)
Ceribel 1 milyar tahun kemudian, hihihi. Lupa siapa yang memulai "pose" ini :p


Setelah semua selesai makan, teman-temanku langsung menyemangatiku untuk tiup lilin. Suasana menjadi sangat, sangat, sangat meriah karena mereka menyanyikan banyak lagu untukku. Ada kejadian lucu, karena lilinnya ada 12 buah aku nggak bisa meniupnya dalam 1 tarikan napas, hahaha. Sudah diulang 2 kali masih tetap begitu. Akhirnya Ibu membantuku dan lilin-lilinpun bisa dipadamkan. Fiuuuh :D Kemeriahan nggak berhenti sampai di situ karena waktu teman-teman satu persatu menyalamiku, mereka menyanyikan lagu "Train of Love" sambil berbaris seperti kereta api, hihihi. That was so cute, I'm so blessed... :)



Hahaha, kuenya kebesaran! :D


Jam 5 sore seluruh undangan pamit pulang. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun satu kali lagi sambil memberikan pelukan hangat. Aku benar-benar merasa sangat bahagia, sebuah pesta ulang tahun sederhana ternyata mendatangkan banyak tawa dan keakraban. Sungguh banyak kejutan menyenangkan. Di malam hari waktu aku membuka kado dari teman-teman air mataku langsung meleleh. Semua kado yang aku terima sangat bagus, tapi ada 1 yang istimewa. Si kembar Della dan Dilla memberikanku kolase foto Aerosmith, idolaku sejak kecil. Aku nggak menyangka mereka tahu bahwa aku menyukai Aerosmith karena kami nggak pernah mengobrol tentang ini. Ternyata mereka tahu setelah membaca novelku dan sengaja nggak membicarakan ini untuk kejutan! Oh, my God... I'm so blessed, really blessed... :')
Kejutan bahkan nggak berhenti sampai ulang tahun selesai, Ibu memberikanku sebuah dress yang sangat manis. Dan Dhian, sahabatku semenjak SMA kemarin menyempatkan mampir ke rumah untuk memberikan kado berisi 2 buah bando pita! :)




Seperti yang aku bilang sebelumnya, setiap ulang tahun itu pasti berbeda tapi selalu istimewa. Ulang tahun kali ini membuatku merasa lebih hidup dan lebih semangat untuk menghadapi hari. Ulang tahun membuatku semakin mengingat bahwa Tuhan nggak pernah putus memberikanku berkah melalui orang-orang di sekitarku. Semua harapan dan doa yang aku dapat ketika aku dilahirkan ke dunia terucap kembali di hari ulang tahun. Aku akan berusaha menjadi lebih baik, karena di saat Tuhan memberikanku hidup untuk pertama kali itu sudah menjadi cukup alasan agar aku menjadi anak baik. Apalagi sekarang, aku harus bisa. Pasti bisa :) Sekali lagi, terima kasih Tuhan for blessing me this much. Semoga aku selalu bisa menjadi lebih baik, nggak pernah lupa untuk berterima kasih dan rendah hati, amen... :)
nb: Jika sesuai rencana, novel terbaruku, album terbaru Aerosmith dan album terbaru Mika akan terbit bersamaan di akhir bulan ini. Ain't that what it’s called... super cool?? :D Doakan, ya!


birthday girl,
Indi
__________________________________
Contact Me: HERE and HERE. Sponsorship? HERE.