Tampilkan postingan dengan label john frusciante. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label john frusciante. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

Review: BEKAL-BEKAL :)

Hai bloggies, apa kabar? Semoga baik-baik saja, ya :) Gue sendiri baik-baik saja, thank God. Cuma sedikit restless karena udara malam belakangan selalu panas dan kering. Jadi deh hampir setiap malam gue terbangun dan menunggu pagi datang sambil melakukan hal-hal konyol di kamar, hehehe (baca: pakai make up lalu dihapus lagi, membaca buku-buku lama, lip sync dengan sangat-sangat-sangat total, dan lainnya, lol). Memang kurang tidur itu nggak baik untuk kesehatan. Tapi gue pikir daripada menggerutu sepanjang malam lebih baik melakukan sesuatu yang fun supaya waktu pagi datang gue nggak cemberut, hehehe :D

Hari ini sepulang bekerja gue cukup santai, karena udara di luar sangat terik jadi gue absen dulu untuk bermain dengan Eris (my dog) di halaman. Sebagai gantinya gue bersantai di kamar dan berniat untuk blog walking. Tapi, ups... tiba-tiba teringat kalau gue mau men-share sesuatu di blog gue ini. Jadi gue putuskan untuk menunda blog walking, dan bercerita tentang pengalaman gue (dan Ray) di tanggal 30 September kemarin. Ya, gue tahu ini agak terlambat, but I hope you still enjoy my story :)

Hari itu gue dapat undangan food tasting dari Bekal-Bekal. Setelah googling singkat, gue dapat info bahwa Bekal-Bekal adalah jasa pembuatan bekal makanan (lunch) yang bisa diantar langsung ke kantor, sekolah atau tujuan manapun tergantung lokasi pemesan. Sebagai orang yang hampir setiap hari membawa bekal ke tempat kerja, gue langsung tertarik dan meminta Ray mengantarkan gue ke sana :)


Gue pikir sudah terlalu sore waktu kami datang, tapi ternyata acara belum lama dimulai. Sungguh surprise yang menyenangkan waktu tahu bahwa Anggun, owner-nya adalah pembaca novel-novel gue. Belum sempat duduk dia sudah menghampiri kami dan meminta novel-novelnya ditandatangani. So cute :) Anggun juga bilang bahwa dia suka Hello Kitty seperti gue. Aww, that's double cute, hihihi! :))
Setelah itu kami langsung melihat-lihat makanan yang disediakan. Semuanya kelihatan yummy, tapi karena kami pesco vegetarian, jadi kami bertanya dulu menu apa saja yang "aman" untuk dimakan. Dan ternyata kami bisa makan semuanya, lho,karena di Bekal-Bekal setiap pesanan bisa disesuaikan dengan pola makan atau keinginan pemesan! Cool! :D



Pertama kami mencicipi potato wedges, mix veggies dan omelet. Kentangnya terlihat sangat clean dan nggak gosong. Sesuai dugaan rasanya enak banget, cocok sama lidah gue. Sayurannya juga enak, bumbunya pas, tapi jagungnya menurut gue agak sedikit keras.Dan ini entah karena jagungnya kurang muda atau rahang gue sedang bermasalah waktu itu :) (gue punya lock jaw, btw). Tanpa menunggu lama setelah suapan terakhir, chef langsung menawari kami menu selanjutnya untuk dicicipi. Kami merasa seperti King and Queen, deh, lol. Menunya adalah spageti, lalu dilanjutkan dengan jamur dan saus. Menurut gue rasa spageti-nya enak banget, gurih dan rich meski tanpa daging. Dan jamurnya adalah favorit gue dari semua menu yang dicicipi. Gue nggak tahu bahan-bahannya apa, tapi lidah gue merasakan tomat dan bawang putih di sausnya. Enak! :D

Belum cukup sampai di situ, kami juga ditawari makanan penutup. Langsung saja gue mengambil rainbow steamed cupcake, hehehe. Selain karena "serba rainbow" masih sangat terkenal sekarang, gue juga penasaran sama rasanya, karena menurut Anggun warna-warni cerianya terbuat dari pewarna alami, jadi bisa makan tanpa rasa khawatir. Gue salut karena warnanya terlihat rata, padahal dari hasil googling rata-rata warnanya nampak nggak beraturan, lho :) Gue dan Ray suka dengan rasanya, manisnya pas, dan tentu saja tampilannya bikin jatuh cinta, hehehe. Terakhir kami juga mencicipi puding coklat yang sepertinya bakal cocok banget dimakan siang-siang setelah sebelumnya dimasukan dulu ke lemari es, hehehe.

They're so cute and YUMMY! :)



Jasa pembuatan bekal seperti ini belakangan memang menjadi trend di Indonesia, tapi ternyata Bekal-Bekal berbeda, lho, nggak sekedar mengikuti trend. Ini buktinya:
~ Bekal-bekal melayani pemesanan personal, jadi menu dibuat sesuai keinginan/kebutuhan pemesan. Jadi jika mengidap suatu alergi, atau lagi mau makan menu tertentu, Bekal-bekal dengan senang hati menwujudkan menu yang pas :)
~  Higienitas terjamin.
~ Nutrisi sudah diatur sedemikian rupa dalam 1 kotak makanan agar mencukupi untuk beraktifitas sehari-hari.
~ Bahan makanan yang digunakan adalah organik dan non MSG. Cool, kan? ;)
~ Menggunakan lunch box yang bisa dipakai berulang kali, yang artinya aman digunakan dan mendukung gerakan go green.
~ Bentuk dari makanan bisa sesuai request (gue bakal suka kalau dibentuk jadi kepala Hello Kitty atau Mickey Mouse, lol).




~ Tersedia paket (member), dan
~ Ongkos kirim yang bersahabat.

Nah, sudah jelas kan mengapa mereka berbeda? :)
Akhirnya dengan perut kenyang gue dan Ray pamit pulang pada Anggun dan suaminya. Anggun ternyata memberikan satu kejutan lagi, dia memberi gue cermin kecil berbentuk kepala Hello Kitty yang diambil dari koleksinya sendiri! That's sweet... :') Selama perjalanan pulang gue dan Ray memuji ide keren dari Bekal-Bekal ini. Break makan siang mungkin hanya 1jam per hari bagi mereka yang bekerja (termasuk kami), tapi ketika membuka kotak makan siang dan mengetahui bahwa itu dibuat secara personal untuk kita, pasti membawa senyuman sampai seharian :) Karena nggak semua orang punya seseorang yang bisa membuatkan bekal setiap hari, maka Bekal-Bekal hadir untuk mereka :) Salut! :)

Lagi update status, hahahaha :D

Cermin dari Anggun. Thanks, ya :)

With Anggun, the owner :)


Jika teman-teman ingin bekal yang diantarkan langsung ke sekolah atau ke tempat ke tempat kerja, silakan follow twitter @bekalbekal, invite BBM nya di :28db137d, kontak YM nya di bekal_bekal@yahoo.com atau buka saja blog nya di http://bekalbekal.blogspot.com/
Pasti makan siang kalian lebih menyenangkan :)

Terakhir, terima kasih banyak untuk Bekal-Bekal karena sudah memberi kesempatan pada gue (dan Ray) untuk mencicipi menu-menu sehatnya. Sukses selalu, dan... ditunggu kiriman bekalnya ke kantor gue, hehehe :D

food glorious food,

Indi

_____________________________________________________________



Update:
Halloween tahun ini nampaknya gue batal menjadi John Frusciante. Kemeja flannel dan beanie merah ala John akan gue hibahkan pada Ray karena rasanya dia lebih cocok memakainya :) Tapi gue masih ingin jadi rockstar. Bagaimana dengan Steven Tyler? Apa itu bagus? Atau ada ide? :p Di pre school tempat gue mengajar acara Halloween nya sedikit berbeda dengan yang gue kenal. Karena berbasis kurikulum British, maka sesuai tradisi harus memakai kostum seram, bukan kostum rockstar :p Yah, sisi cerahnya gue jadi punya dua kostum tahun ini... Ada yang bisa tebak gue jadi siapa? :p
Oh, iya untuk interview gue dengan Cek&Ricek bisa dilihat di sini. Happy Halloween, guys! :)

kontak Indi: di sini, di sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Minggu, 14 Oktober 2012

IDOL :)






Hellooooooow, weekend! Gue senang bisa bertemu lagi, hahahaha :D How's your week, guys? Fun? Semoga ya :) Gue selalu senang dengan weekend, karena meski terkadang masih harus bekerja, di weekend gue selalu punya waktu ekstra untuk melakukan hobi dan bersantai. Tapi bukan berarti gue nggak suka weekdays, ya. I love everyday! Gue suka semua hari sesuai fungsinya. Gue menikmati hari-hari bekerja tapi juga selalu gembira menyambut hari libur :D Minggu ini berjalan (thank God) lancar buat gue. Semuanya smooth dan bisa di-handle. Gue nyaris nggak percaya karena minggu sebelumnya gue sempat pesimis nggak bisa menikmati mengajar di kelas baru. Ya, gue rindu dengan murid-murid di kelas yang lama, tapi ternyata mengajar di kelas baru juga asyik. Beda usia, beda tantangan. Pengalaman yang didapat pun berbeda, tapi hidup memang selalu berjalan, dan nggak wise jika gue berharap terus-terusan mendapat 'hari kerja' yang sama, kan? Gue memang memerlukannya untuk terus berkembang :)
Ngomong-ngomong soal pekerjaan, gue jadi ingat dengan dua orang sepupu gue, Gaby dan Billa yang usianya hampir sama dengan murid-murid gue. Nah, gue punya cerita tentang mereka berdua...

Gaby dan Billa adalah sepupu termuda gue. Usia mereka baru 6 dan 5 tahun sehingga banyak yang mengira bahwa mereka adalah keponakan gue. Mereka tinggal di Jakarta, sedangkan gue tinggal di Bandung,paling banyak kami hanya bertemu satu kali seminggu. Awalnya mereka nggak dekat dengan gue karena hampir selalu datang saat gue sedang kelelahan (weekend!) dan sedang (berpura-pura) tidur. Tapi semuanya berubah waktu gue tahu bahwa... mereka mengidolakan gue!
Well, ya, uhm... mungkin kalian tertawa waktu membaca ini. Gue tahu gue bukan orang hebat, berprestasi apalagi selebriti yang suka muncul di TV sampai-sampai bisa punya penggemar, hehe. Tapi Gaby dan Billa benar-benar memperlakukan gue sebagaimana seorang idola. They're praise me like I'm a super duper great person :D

Billa minta rambutnya disisiri supaya mirip gue, dan Gaby minta diajarkan menggunakan HP :D

What I wore? Hairgrip: Random | Ring: Random | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Noche


Gaby yang lebih dulu meng-copy gaya gue. Ia ingin rambutnya dipotong dengan model bob klasik lengkap dengan poni persis seperti gue. Lalu Billa mengikuti, meski rambutnya ikal tapi ia juga ingin potongan rambut yang sama. Mereka tahu gue suka sekali dengan aksesoris rambut, hampir bisa dipastikan setiap hari gue memakai bando atau minimal pita kecil di rambut gue. Mereka juga mengikutinya dan selalu memakai model bando atau pita yang sama dengan yang gue punya. Hebatnya, nggak pernah satu kali pun mereka meminjam atau meminta aksesoris milik gue, tapi mereka pasti bisa menemukan yang hampir sama!
Begitu juga dengan gaya berpakaian. Gaby dan Billa ikut-ikutan lebih memilih dress dan rok dibanding model pakaian apapun di dunia, sama seperti gue. Model sepatu pun maunya semirip mungkin dengan yang gue pakai. Syukurlah kebanyakan sepatu gue bermodel flat. Seram kan kalau anak-anak pakai high heels? Hehehehe. Gaby bahkan sekarang mulai ikut les balet. Alasannya supaya ia bisa memakai stocking yang sama seperti gue! Oh la la... lucu sekali mereka :)

Mereka bahkan meniru tingkah laku gue. Pose foto, cara bicara, cara berjalan bahkan makanan kesukaan. Nggak jarang gue memergoki Gaby sedang berlatih "menjadi gue" di cermin. Jari-jarinya membentuk "V sign" dan kakinya disilangkan, hehehe. Atau Billa yang kalau makan mie maunya pakai sumpit karena gue juga begitu. Lucu sekali melihat tingkah mereka. Rasanya seperti melihat diri sendiri dalam bentuk mini. Ada perasaan bangga juga karena seperti yang sudah gue bilang, gue bukan siapa-siapa. Dan mengetahui ada yang mengidolakan rasanya menjadi sebuah penghargaan untuk gue yang nggak bisa tergantikan dengan apapun.

Mungkin ada yang meragukan cerita gue, how come ordinary girl seperti gue ada yang mengidolakan, ya? Hehehe. Tapi gue nggak mengada-ada. Bahkan Ray yang baru pertama kali bertemu Gaby dan Billa pun langsung tahu bahwa mereka adalah fans berat gue. "They're just... so you", begitu kata Ray. Waktu itu gue dan Ray baru pulang dari sebuah acara dan di rumah sudah ada Gaby dan Billa. Mereka menyambut gue di pintu dan langsung memberi gue bingkisan berisi makanan dan pernak-pernik :D Meski malu-malu karena ada Ray, mereka mengikuti gue masuk ke dalam rumah dan berlomba-lomba menaruh sepatu tepat di samping sepatu gue! Gaby akhirnya menang setelah memaksa Billa menaruh sepatunya di belakang miliknya dengan alasan ia lebih tua, hahaha. Nggak sampai di situ saja, Gaby dan Billa langsung berdebat tentang sepatu siapa yang lebih mirip sepatu gue. Bisa gawat kalau mereka bertengkar hanya gara-gara sepatu, jadi langsung saja gue menengahi dan bilang bahwa sepatu mereka sama miripnya seperti sepatu gue :)

Billa "memeriksa" isi tas gue. Ia penasaran dengan 'kertas minyak'.



Gaby dan Billa belakangan punya kebiasaan baru. Sejak 3 minggu yang lalu mereka memanggil gue dengan sebutan-sebutan yang ajaib, seperti "Tuan" atau "Yang mulia". Mereka memanggil gue seperti itu sambil terus membuntuti gue. Bahkan saat gue berada di kamar mandi mereka terus memanggil gue dari balik pintu. Awalnya gue biarkan saja sampai mereka memanggil gue, uhm, "Tuhan"! Gue kaget sekali dan langsung memberi tahu mereka bahwa nggak baik memanggil seseorang seperti itu. Mereka menurut, langsung berhenti. Tapi gue jadi sadar sesuatu bahwa ternyata memang mereka mengidolakan gue sebesar itu!

Sepertinya gue harus mulai melihat "fenomena idola-idolaan" ini dari kacamata Gaby dan Billa. Selama ini gue berpikir bahwa ini just a cute thing, lucu-lucuan yang membuat orang tertawa jika mendengar cerita ini. Tapi bagi mereka lebih dari itu. Mereka benar-benar mengagumi gue dan di mata mereka apa yang gue lakukan selalu benar, selalu bagus... Gaby dan Billa masih polos, baru sedikit hal yang mereka lihat. Di dunia mereka hanya ada gue karena (tentu saja) belum pernah melihat bahwa di luar sana banyak sekali tokoh-tokoh hebat yang layak untuk dikagumi, bahwa potongan rambut itu nggak sekedar bob dan model pakaian itu bukan sekedar rok dan dress terusan. Jadi wajar saja jika mereka selalu meng-copy apapun yang gue lakukan.

Jangan sampai gue membuat kesalahan dan mereka menirunya. Gue harus lebih berhati-hati dalam berperilaku, berkata-kata dan bahkan berpakaian. Suatu hari nanti Gaby dan Billa akan dewasa dan sadar bahwa di dunia ini bukan hanya ada gue dan mereka (mungkin) akan menemukan role model baru. Tapi sebelum itu terjadi gue harus menjaga agar gue menjadi idola yang baik. Ya, I know, kinda funny gue menyebut kata "idola", tapi faktanya memang begitu: mereka mengidolakan gue.

Gaby dan Billa mengajarkan gue sesuatu, bahwa menjadi idola bukanlah hal mudah. Menjadi idola bukan sekedar tentang menjadi populer dan mempunyai prestasi bagus. Tapi menjadi idola juga berarti bertanggung jawab dengan perilaku diri sendiri dan nggak memberi pesan yang salah pada penggemar. Terbayang di benak gue bagaimana sulitnya menjadi orang-orang hebat yang gue kagumi. Bagaimana sulitnya menjadi Steven Tyler, menjadi John Frusciante? Beruntung sekali mereka nggak pernah memberikan gue pesan yang salah ketika gue masih sangat muda dan menganggap mereka selalu benar.
Sekarang biarlah gue, Gaby dan Billa sama-sama belajar. Gue akan belajar menjaga perilaku dan menjadi idola yang baik bagi mereka. Dan Gaby juga Billa, biarlah mereka belajar bahwa saat dunia kecil mereka habis dan bertumbuh dewasa, mereka akan melihat banyak hal baru dan (semoga) tetap mengenang gue sebagai orang yang baik, meskipun bukan sebagai idola mereka lagi.

Jadilah gadis yang baik, Gaby, Billa... :)



kakaknya Gaby dan Billa,

Indi



update:
* Tulisan baru gue untuk Green Smile bisa dibaca di sini.
* Baru saja diinterview oleh situs Cek n Ricek dan berharap isinya bukan gosip :p
* Gue sedang bingung dengan kostum Halloween party besok :( Any idea? :)
* Blog ini menerima sponsorship. Hubungi gue di namaku_indikecil@yahoo.com atau di sini dan sini untuk keterangan lanjut.
* Senang punya banyak teman baru di blog ini \(^^)/ Terima kasih ya, teman-teman!