Tampilkan postingan dengan label Sponsorship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sponsorship. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2021

Halloween 2021: Kostum Squid Game Pakai Celana Anak SD sampai Kue Kuburan!



*
*
*

Akhirnyaaaa setelah setahun nunggu salah satu hari favoritku datang juga! Halloween! ---Iya, aku sudah nunggu sejak Halloween tahun kemarin selesai, dong! Hahaha. Kalau yang sudah cukup lama suka nengokin blog ini pasti tahu lah ya betapa aku selalu antusias dengan Halloween :D Dulu aku selalu merayakannya dengan keluarga (baca: Ibu dan Bapak) di rumah, tapi setelah menikah aku merayakan dengan Shane, suamiku yang ternyata 11-12 sama aku :') 

Ini sebenarnya penjelasan yang diulang-ulang, tapi aku rasa nggak mungkin dong semua yang di sini bakal scroll ke postingan bertahun-tahun lalu cuma buat cari tahu kenapa aku suka Halloween. (---Ada yang sekedar iseng mampir ke sini saja aku sudah senang, huehehe...). Pertama, aku suka suasananya. Halloween jatuh di bulan Oktober yang mana musim hujan. Huaaah, aku paling lemah sama hujan. Nonton film horor jadi lebih seru, makan jadi terasa 100 kali lipat lebih enak (rakus!), belum lagi malam hari jadi terasa lebih panjang karena setiap detiknya aku nikmati banget. Yang kedua kostum! Cuma di waktu Halloween aku bisa jadi apa dan siapa saja tanpa harus merasa canggung. Apalagi kebanyakan kostumku dibuat oleh Ibu, ---sambil diskusi atau mendesain kostumnya kami jadi punya moment mother-daughter yang berharga banget! :') Dan yang ketiga, Halloween adalah waktu yang tepat untuk kreatif. Iya, kreatif memang bisa kapan saja, tapi karena aku suka dengan suasananya jadi momentnya pas. Dari mulai dekorasi sampai makanan aku pasti semangat banget buat berkreasi. Apalagi sejak 3 tahun yang lalu kami memulai "tradisi" mengukir labu :)


Dibanding tahun kemarin, Halloween tahun ini terasa lebih "niat". Dekorasi dan kostumnya saja sudah aku dan Shane pikirkan sejak bulan September, hahaha. Rencana kami adalah untuk menyicil, supaya nggak tiba-tiba mengeluarkan biaya besar. Apalagi kami memang selalu pakai key word: KREATIF. Jangan sampai membuang-buang uang, makanan dan waktu. Pokoknya jangan sampai kesenangan satu hari bikin kami jadi mubazir. Untuk dekor nggak semua baru (as always). Aku bawa beberapa dari rumah orangtua, bekas DIY aku zaman masih muda belia :p Sisanya kami beli online. Kebetulan ada bantuan juga dari Ibu Mertua tercinta yang sama-sama Halloween enthusiast ;) Lucunya karena perencanaanya jauh-jauh hari, untuk kostum aku berubah pikiran melulu. Hampir tiap hari tuh aku ganti-ganti kostum yang aku mau. Bisa pagi-pagi bilang sama Shane mau jadi A, eh... sorenya berubah mau jadi B. Sampai pusing kayanya suamiku, hehehe. Untung dia sabar :p


Hantu-hantuan ini sudah ada sejak Halloween 3 tahun yang lalu. Sempat terlupakan, hahaha.


Kartu ucapan Halloween dari keluarga mertua dan lilin yang ada typonya :p


Aku sempat mau jadi Matilda, sampai kostumnya sudah nonkrong di list belanja, tinggal check out. Eh batal gara-gara nggak bisa mutusin mau jadi Matilda versi buku atau film, ---mau jadi Matilda di scene ono atau scene ini. Terus berubah lagi jadi mendiang Suzzanna. Sudah cari wig di toko online, nonton make up tutorial sampai cari seragam Hansip buat Shane supaya dia bisa jadi Bang Bokir, tapi ujung-ujungnya batal karena pusing sendiri. Aku nggak bisa make up! Lipstik aja nggak punya, lah nanti mau makeup pakai apa? T_T Kalau beli dulu nggak sesuai dengan pedoman Halloween ala Indi dan Shane, dong, which is... ngirit :p 

Akhirnya aku usulkan sama Shane untuk pakai kostum Squid Game! Kenapa? Karena aku baru selesai nonton serialnya dan cuma itu yang kepikiran. Shane setuju, padahal dia (saat itu) belum pernah nonton. Katanya terserah aku saja, asal aku happy dia ngikut. (Aseeek).

By the way, ini kejadiannya di akhir bulan September ya. Jadi Squid Game belum sehype di bulan Oktober (dan sekarang). Masih lumayan sepi, bahkan kalau aku cari kostumnya online pun belum ada seller lokal yang jual. 


Nah, justru karena belum ada yang jualan kostumnya, aku jadi makin semangat buat cari ide. Aku paksa Shane buat nonton Squid Game at least episode pertama saja supaya dia nggak blank-blank amat. Ya, minimal tahu kostumnya kaya gimana lah. Masa pas Halloween dia nggak tahu jadi siapa. (---Eh, siapa juga yang bakal nanya sih, hahahaha). Setelah Shane lumayan akrab sama serialnya (yang ternyata dia HABISIN dalam dua malam saja), kami baru diskusi gimana cara dapat kostumnya. Ingat key wordnya, guys: KREATIF (---dan irit, hueheee). Kami nggak akan beli dari luar negeri. Kalau masih bisa bikin sendiri ya lakukan. Tiba-tiba aku punya ide buat mencari pengrajin jaket di daerah kami yang bisa custom made. Sengaja aku cari yang biasa bikin tracksuit. kenapa? Supaya gampang dicustom! Seragam peserta Squid Game itu kan dasarnya "cuma" tracksuit ditambahin nomor, modelnya sudah pasti gitu-gitu saja. Aku tinggal mencari warna yang mendekati terus minta ditempel nomor pilihan deh di bagian dada dan punggungnya. Sesimple itu :D Mau tahu berapa harga "jaket seragam ala-ala" Squid Game kami? 60 ribu saja! ---Iya, se-affordable itu coba :') Sampai sekarang aku dan Shane masih suka senyum-senyum sendiri, bangga aja gitu karena pas cek di toko online harga pasaran jaket seragamnya ratusan ribu, hahaha x'D


Meski dibuat sebelum serialnya ngehype tapi jaketku cukup mirip, kan?


Di bagian belakangnya juga ada nomornya. Aku wanti-wanti penjualnya supaya posisi nempelnya pas xD


Aku cuma keluar modal 60 ribu lho iniiii. Ya ampun, bangga banget sama diri sendiri, hahaha.


Poster asli serial Squid Game. Gimana, lumayan mirip lah ya :D


Jaket sudah dapat, tinggal cari celananya. Ini sih lebih gampang lagi. Tinggal pakai celana training hijau, sudah deh kami mirip Gi Hun dan Kang Sae-Byeok (astaga becanda, guys T_T ). Aku cari yang paling murah, ukuran anak kelas 6 SD. Anak-anak sekarang kan bongsor-bongsor tuh, jadi muat-muat aja dipakai aku dan Shane. Yaa... kependekan dikit sih, tapi gak apa-apa, tinggal pelorotin dikit aja pakainya :p Harganya bahkan lebih murah dari jaket, cuma 20 ribu doang. Jadi dengan uang 80 ribu aku bisa dapat satu stel seragam Squid Game. Asik nggak tuh :p 


Celana olahraga anak SD yang disulap jadi seragam Squid Game. Gak 100% mirip dengan di serial tapi ini bagian dari kreatifitasku :D


Celana kependekan bisa diakalin dengan dipelorotin, hahaha. Untungnya Shane bilang celananya nyaman. Malah sempat dipakai main keluar juga, lho :)


Kostum sudah siap kami tinggal pasang-pasang dekor dan isi toples sama permen, ---karena sudah pasti lah bakal dipalakin sama bocah-bocah. Rencananya duo babies, Ali dan Cody boy bakal merayakan Halloween bersama kami. Kostum sudah kami siapkan jauh-jauh hari. Awalnya sih aku masih lemah lembut nanya mereka mau jadi apa buat Halloween, tapi ternyata mereka 11-12 sama tantenya; jawabannya ganti-ganti melulu! x'D Akhirnya aku dan Shane belikan saja mereka kostum tengkorak. Dipakai nggak dipakai terserah, ---tapi nggak boleh minta gantinya dan nggak boleh makan permen :p Ternyata mereka suka banget sama kostumnya, dong. Belum Halloween saja sudah dilihat-lihat terus sampai akhirnya aku sembunyikan di lemari. Takutnya mereka keburu bosan :D


Ada yang happy dengan kostumnya. Hore!


Sebelum Halloween aku cuma isi jarnya setengah doang. Soalnya takut diambilin melulu permennya :')



This is Halloween!


Pas hari H ternyata Cody nggak bisa datang karena sedang menginap di rumah nenek dari pihak bundanya. Tapi it's okay, buat aku dan Shane Halloween kan berlangsung sampai bulan November, jadi dia selalu bisa menyusul, hehe.  Mungkin karena sedang hujan deras dan malamnya begadang buat nonton film seram, Shane agak ngantuk ketika Ali datang. Kostumnya nggak langsung dipakai dan dia cuma kedip-kedip waktu aku dan Ali sibuk pakai kostum. Untungnya nggak lama, disogok permen dia langsung semangat dan bertransformasi jadi Gi Hun versi Barat. (Lah?! Hahahaha). Oh iya, hampir lupa cerita. Jadi beberapa hari sebelum Halloween aku dan Shane putuskan untuk menambahkan kaos di kostum kami. Memang sih nggak terlalu penting karena mostly kami kan pakai jaket. Tapi pertimbangannya saat musim hujan udara Bandung itu lembap, pasti sesekali kami ingin melepas jaket. Dan dengan memakai kaos orang yang lihat nggak akan menyangka lagi mau olahraga di Gasibu :p (Again, siapa juga yang bakal lihat ya, lol). Nggak pakai ribet, kami cuma pesan kaos raglan dengan lengan berwarna hijau. Nggak perlu sama-sama amat warnanya dengan celana dan jaket kami, yang penting ada nomornya. ---Aku rasa kaos ini complete our look ;)


Agak sedih sih mereka gak bisa pakai kostumnya barengan. Jadi aku bikin foto ini saja supaya bisa sedikit mengobati :')


Sebelum Halloween Shane potong rambut sendiri. Keren gak sih, segitu menjiwainya dia jadi Gi Hun xD


Kami nggak punya rencana "harus" ngapain saja pas Halloween, sih. Yang penting menikmati hari :) Di luar juga sedang hujan, menambah suasana mager. Jadi kebanyakan waktu kami lewati dengan menonton film sambil makan permen. Aku bebaskan Ali untuk memilih film Halloween untuk diputar di ruang TV. Dia pilih Toy Story dan Luca, ---padahal aku sudah pilih Goosebumps :p Di tengah-tengan film, perut terasa lapar (kami skip sarapan, terlambat bangun). Aku lalu masak spageti untuk makan siang. Bukan spageti biasa tentunya, ---tapi spooky spaghetti! :D Spagetinya dihias dengan "laba-laba" yang aku buat dari jamur. Idenya aku dapat dari Halloween 7 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih pescatarian, dan Bapak membuatkan aku "laba-laba" dari bakso ikan. Berhubung aku sekarang vegan, jadi diganti dengan jamur. Hasilnya masih tetap bagus kok, buktinya Ali amaze sekali dengan "laba-laba" nya. Dia pikir ide membuat laba-laba dari jamur itu jenius, padahal cuma modal tusuk-tusuk spageti mentah ke jamur sebelum direbus, ya :'D Shane juga suka dengan spagetinya, dia makan sampai habis meski kemarin malamnya juga dia makan spageti :p


Apapun bisa dibuat vegan. ---Termasuk "laba-laba", hahaha.


Oya, dari sekian banyak dekorasi Halloween tahun ini, ada satu yang sangat istimewa untukku. Yaitu mainan nenak sihir yang bisa tertawa dengan sensor suara! Mungkin bagi orang lain biasa saja ya (bahkan Ibu Mertua juga punya mainan yang sama dan sudah sangat lama), tapi buatku  mainan itu adalah impian masa kecil! Entah sudah berapa kali aku cerita sama Shane kalau aku sangat ingin mainan itu. Dulu, waktu aku kecil dan sempat tinggal di Jakarta sebentar, aku sering diajak ortu ke Mall Kelapa Gading karena dekat dengan tempat kami tinggal. Di hari menjelang Halloween, mall didekor dengan berbagai macam pernik. Salah satunya ada si nenek sihir yang digantung di atas eskalator. Aku lupa gimana ceritanya, tapi aku dan Bapak jadi tahu kalau mainan itu bakal ketawa jika aku teriak (---iya dong, aku teriak-teriak di mall, pasti annoying banget dah, hahaha). Akhirnya aku bolak-balik naik eskalator cuma buat bikin si nenek sihir ketawa :') Nggak tahu kenapa buatku mainan itu amusing banget, kaya ada daya tarik tersendiri, hehe. Aku sampai minta Bapak beli mainannya tapi ternyata nggak dijual, cuma dekor saja. 

Makanya pas akhirnya bisa nemu mainan itu di internet aku senang sekaligus haru gitu T_T Aku dan Shane sudah mencari di internet dengan berbagai kata kunci tapi nggak ketemu-ketemu. Eh, tahunya malah ketemu pas masukin kata kunci nggak spesifik: "Halloween Decor". Yaelah, nenek :')


Setelah puluhan tahun akhirnya kamu jadi milikku, Nek :')


Anyway, balik lagi ke cerita aktivitas Halloween. Selesai kami makan Ali nggak sabar mau mengukir labu. Dari semua persiapan Halloween yang sudah ada dari jauh-jauh hari, cuma labu yang kami beli mendadak. Aneh ya, padahal Halloween identik dengan labu jadi harusnya paling pertama dibeli, hahaha. Well, sebenarnya aku dan Shane punya alasan sendiri. Labu setelah diukir akan cepat busuk jadi sayang kalau beli jauh-jauh hari karena nggak bisa dipajang lama-lama setelah Halloween. Jadi yang dipajang sebelum Halloween tiba labu bohongan. Resiko beli labu mendadak ya... kami dapat sisa! Labu yang kami dapat kecil-kecil, karena tentu yang besar-besar sudah dibeli orang xD Tapi no biggie sih buat kami, labu kecil juga fun karena tetap bisa diukir dan dimakan bijinya :D

Untuk pertama kalinya Ali menggambar pola di labu secara utuh, lho. Tahun kemarin dia hanya gambar mulutnya, itu pun masih ragu-ragu. Mungkin Ali sudah lebih besar sekarang (---aww...), atau mungkin juga karena tahun ini dia menggambar menggunakan spidol, jadi lebih mudah. Setelah itu tentu saja aku yang mengukir labunya. Sampai beberapa tahun kedepan Ali hanya boleh menggambar dan membersihkan isi labu, karena bahkan buat orang dewasa seperti seperti aku dan Shane pun mengukir labu bisa sedikit berbahaya jika kurang hati-hati. Kulit labu yang tebal kadang membuat kami salah perkiraan, tahu-tahu pisau sudah menancap dalam padahal tangan kami masih ada di dalam labu :/ Tapi beberapa hari yang lalu aku melihat ada YouTuber yang menghias labu dengan stiker. Mungkin kapan-kapan bisa dicoba supaya ada variasi, ya! :D



Shane perlu waktu lama untuk memutuskan pola seperti apa yang akan ia gambar di labu. Sudah dapat beberapa referensi dari google tapi ujung-ujungnya malah pakai pola yang super sederhana, hahaha. Katanya khawatir gagal karena labunya kecil :p Aku sih nggak begitu peduli dengan bagaimana penampilan labu-labu kami. Yang terpenting moment kebersamaannya, istimewa :) Lagipula mau bentuknya nggak karuan sekalipun kalau sudah dimasukkan lilin pasti keren kok. ---Eh, tapi maksudnya bukan berarti aku menganggap labu-labu kami jelek yaaa. Bagus-bagus, kok. Tuh, lihat saja fotonya :p

Labu-labu kami pajang di ruang TV saja, nggak di balkon seperti tahun kemarin karena hujan sangat deras. Kalau dipikir kami malah nggak menginjak balkon sama sekali deh, hahaha. 





Aku sempat menawari Ali untuk menonton film lain, tapi dia nggak mau. Toy Story pun sudah habis dia tonton sampai yang kedua, lalu dilanjutkan Luca yang... entah sudah keberapa kali ia tonton dari sejak film itu keluar :'D Ya, aku dan Shane ngikut saja, toh Ali sangat enjoy. Kasian juga kalau diganggu. Apalagi kalau Halloween gini aku kepengen anak-anak senang. Rasanya nggak fair saja gitu dulu-dulu at least ada aktivitas di sekolah (biasanya pesta kostum atau trick or treatin'), tapi sekarang anak-anak ngapain kalau Halloween? Paling di rumah saja. Makanya aku (dan Shane) berusaha keras supaya Halloween tetap berkesan dan bisa dikenang, meskipun nggak kemana-mana :)

Baking kue "kuburan" biasanya jadi acara utama kalau Halloween, tapi berhubung Ali asyik dengan filmnya jadi aku langsung mulai saja sendirian. Eh, dibantu Shane sih, karena aku mana bisa megang oven, hehe. Ternyata aroma batter kue bikin perhatian Ali teralih, dia langsung ikut membantu dan waktu kuenya masuk oven dia terus-terusan ngingetin aku supaya dicek. Padahal kan pakai timer :D Malah waktu kuenya dikeluarkan dan ternyata masih kurang matang Ali minta aku supaya jangan dimasukan lagi. Sudah segitu saja katanya karena sudah nggak sabar mau makan. Untung kami vegan ya, jadi kuenya tanpa telur. Aman dimakan meski setengah matang (baca: setengah jadi), hahaha. 


Ali menghias kue "kuburan" nya dengan gummy worms. Ini wajib, meskipun aku sudah bilang kalau permennya mengandung gelatin. Katanya nggak apa-apa, nggak usah dimakan untuk hiasan saja. Hahaha, ya sudah lah asal beneran cuma setahun sekali :'D 

Kue "kuburan" ini ada sejarahnya, lho. Dulu aku menyebutnya "mud cake" alias kue lumpur. Tapi berhubung Ali punya ide untuk menambahkan batu nisan, jadilah kue "kuburan". Dia tahu batu nisan dari makam Veggie, anjing kami dulu. Akhirnya sejak Halloween dua tahun lalu hadirlah tradisi ini, membuat kue "kuburan" :D

Meski bentuknya lumayan realistik (---mirip tanah), tapi rasanya sangat enak. Apalagi karena bagian tengahnya belum set jadi lumer-lumer gitu, hahaha. Saking enaknya Ali cuma makan sedikit dan minta sisanya dibawa pulang. Katanya supaya Abah dan Uti nyicipin juga. Aww, how sweet :') 


Seram gak sih itu tengahnya longsor? T_T Gara-gara Ali gak sabar nih belum set sudah diangkat aja.



Beli bahan-bahan di Indomaret di komplek apartemen.



Halloween ---AGAIN!


Setelah Halloween selesai sengaja dekor-dekornya nggak dibereskan dulu. Kenapa? Jaga-jaga kalau si Cody Boy bisa mampir ke rumahku dan Shane, jadi kami bisa merayakan Halloween LAGI! :D Rasanya sedih saja tahun kemarin pun ia nggak bisa datang dan katanya sempat menangis karena merasa nggak diajak T_T Padahal kami nggak pernah pilih-pilih, lho, sayang dengan semua keponakan. Bedanya dengan Ali, dia memang sekolah didampingi aku, jadi tentu saja lebih sering ketemu. Dan akhirnya kabar baik pun datang. Ali mengabariku kalau adiknya ikut datang untuk menemaninya bersekolah di rumah kami. Hore! Aku dan Shane langsung sedikit rapi-rapi rumah untuk menyambutnya. Dan sungguh kebetulan yang manis, ketika mereka tiba aku juga baru menerima paket pernik dan treats Halloween dari Cloudy Store (cloudystore.kr)! Waaaah, bikin nggak kalah meriah sama Halloween kemarin, nih! :')




Samyang dan Pringlesnya vegan jadi buatku dan Shane. Sisanya buat the babies. Cute banget gak sih warna treatsnya Halloween sekali :D


Halloween kami tahun ini semakin meriah dengan pernak-pernik dari Cloudy Store. Keren banget gak sih bisa titip belanja dari Korea :')


Melihat Cody senang, aku dan Shane pun ikut senang. Akhirnya dia bisa merayakan Halloween sama kami. Dulu sebenarnya Cody juga pernah ber Halloween bersama keluargaku di rumah orangtua (---waktu aku belum menikah). Tapi dia masih keciiiiiil banget, masih digendong dan sepertinya dia nggak ingat. Selanjutnya karena ia lebih sering menginap di rumah nenek dari bundanya, plus nggak sekolah sama aku, semakin susah lah untuk ketemu pas Halloween :'D Tapi no worry, aku pastikan dia juga mendapat kenangan yang sama indahnya dengan Ali. Aku dan Shane bekali ia dengan banyak permen, kostum Halloween, bahkan membebaskannya untuk menonton film yang ia mau. ---Ia pilih Spongebob, btw, hahaha. Mudah-mudahan saja tahun depan Cody dan Ali bisa mengukir labu bersama ya :)


Kostum boleh dilepas, tapi outfit tetap dong vibesnya Halloween sampai akhir bulan :D



Detail kaus kaki dari Cloudy Store super gemas!


Sampai aku menulis ini dekorasi Halloween belum diturunkan. Rasanya sayang saja karena kami masih ingin mengingat-ingat moment manis bersama keluarga. ---Well, mungkin minggu depan ada sebagian yang diturunkan karena Ali akan berulang tahun yang keenam dan ia ingin dekorasi Minecraft, hehe :)

Setiap Halloween selalu meninggalkan kesan yang berbeda, dan tahun ini rasanya sangaaaat penuh cinta. Kami nggak hyper sampai ketawa-ketawa gimana, malah bisa dibilang kebanyakan cuma nonton film, kan. Tapi rasanya hangat saja. Melihat Shane yang super niat begadang buat dekor, dengerin semua yang aku mau, Ali yang nggak rewel dan bawaannya senyum terus, dan ditambah Cody yang happynya bikin nular... kurang sempurna gimana coba :') Belum lagi Ibu Mertua dan Kakak Ipar yang meskipun nggak bisa hadir di sini perhatiannya tetap bisa bikin aku meleleh. Tahu kami pakai kostum Squid Game mereka terus-terusan meminta kami mengirimi foto, ---sampai bingung aku harus pose gimana lagi xD Padahal reaksi Ibu Mertua waktu nonton serialnya nggak begitu baik lho karena beliau nggak suka kekerasan. Tapi tetap saja excited dengan kostum kami :'D


Yaaa, begitulah cerita Halloween dari keluargaku. Sederhana, ---tapi aku nggak mau tukar dengan apapun! :) Bagaimana Halloween kalian kemarin? Semoga menyenangkan, ya. ---Halloween mungkin bukan untuk semua orang, tapi perasaan bahagia dengan keluarga itu universal, kan? ;)





boo!


INDI


Keywords: Pengalaman merayakan Halloween di Indonesia, Squid Game, kostum Squid Game, DIY Halloween costumes.

---------------------------------------------------------------

Kontak email: namaku_indikecil@yahoo.com | Facebook: Indi Sugar | Instagram/Twitter: Indisugarmika | YouTube: Indi Sugar Taufik

Jumat, 28 Agustus 2015

Belajar Selfie dengan Universal Clip Lens dari @ealymorning_shop (Review) :)

Well... I'm not a "selfie" person, hahaha. Aku nggak tahu apa ada di antara kalian yang notice kalau aku senang sekali difoto tapi jaraaaang sekali selfie. Seringnya sih difotoin orang lain, ---terutama oleh Bapak, fotografer favoritku :D Alasannya gara-gara malas cari angle yang bagus buat foto, dan... seram saja kalau lihat hasil foto isinya wajah semua :p 





Sebenarnya kadang kepengen juga sih bisa selfie, soalnya nggak setiap waktu aku pergi dengan orang yang bisa dimintai tolong untuk mengambil foto. Atau kalaupun ada, nggak semua orang mengerti apa yang aku mau alias asal jepret (kalau ini Ibu ahlinya, beliau suka ambil fotoku tanpa melihat ke kamera, hahaha). Nah, ini yang bikin aku akhirnya kepikiran buat belajar selfie. Nggak ada kata terlambat buat belajar, kan? Lol.

Makanya kemarin pagi waktu Universal Clip Lens dari @earlymorning_shop tiba di rumah aku happy banget. Selain karena excited mau nyobain, aku juga excited karena bentuk clip nya kepala Hello Kitty yang super imut. Sudah tahu dong kalau aku fans berat dari kucing berpita yang satu itu? Hihihi. Packagingnya juga cute banget, kotaknya bergambar Hello Kitty dan di dalamnya ada mini pouch yang juga bergambar, ---of course, Hello Kitty :D Di dalam satu kemasan ini ada 3 lensa, yaitu Fish eye, Macro dan Wide Angle Lens. Ketiganya mempunyai fungsi masing-masing. Yang pertama katanya sih jadi bisa lihat unreal world lebih luas (dari sudut pandang mata ikan kali, ya? Hahaha), yang kedua untuk mengambil object kecil agar lebih jelas dan yang terakhir untuk mengambil gambar lebih lebar, sesuai namanya.




Cara pakainya mudah sekali, tinggal dijepitkan ke handphone tepat di kameranya. Nggak merusak HP dan bisa dipindah-pindah dari kamera depan ke belakang. Hmm, mungkin ada yang penasaran, apa hubungannya selfie sama lensa? Kan tinggal buka kamera depan terus ambil foto, deh. Nah, kalau buat aku yang nggak begitu sreg dengan hasil foto yang isinya "hanya wajah", lensa yang bisa meng-capture background atau minimal sedikit dari outfitku tentu jadi pilihan ;)

Yang pertama aku coba yaitu Fish Eye Lens. Begitu dipasang dan lihat ke kamera, aku langsung... "Whoaaa, kok ajaib ya?". Soalnya object yang  kuambil jadi lebih fokus dan pemandangan sekitarnya ikut terbawa. Aku coba foto satu object, ---salah satu tanaman Ibu dengan Fish Eye Lense dan dengan kamera saja dari jarak yang sama. Hasilnya ternyata jauuuh berbeda. Seolah aku mengambil foto dari jarak yang lebih jauh karena pintu yang tadinya nggak terlihat jadi terlihat di foto yang menggunakan Fish Eye Lens. Nggak percaya? Nih aku share foto berfore dan afternya :)




Yang kedua, ---dan yang paling bikin aku excited yaitu Wide Angle Lense. Awalnya aku coba mengambil  salah satu sudut di halaman rumah. Supaya gampang lihat hasilnya aku pakai sepeda Mang Ayi, ---tukang reparasi sofa, untuk menjadi patokan. Seperti sebelumnya, aku berdiri di tempat yang sama. Saat mengambil foto hanya dengan kamera saja, sepeda hanya terlihat bagian stangnya saja. Dan setelah memakai Wide Angle Lens ternyata joknya pun terlihat, ---even better (or wider? Lol), pengki dan sapu lidi yang seharusnya disembunyikan dari pandangan pun jadi ikut terlihat, hihihi. Langsung saja aku coba untuk selfie menggunakan Wide Angle Lens, dan.... suka banget sama hasilnya! Hasil foto jadi nggak "hanya wajah" dan aku jadi bisa menunjukan outfitku yang berbunga-bunga :p Sepertinya sih kalau mau best result bisa dengan bantuan tongsis, dan lensa yang ini juga bakal membantu banget kalau mau foto bareng dengan teman-teman. Oh, iya mau lihat hasil belajar selfieku? Nih, aku tunjukan :p






Dan yang ketiga, Macro Lens, sayangnya aku nggak bisa tunjukan hasilnya di sini. Aku sudah coba, ternyata memang membuat object kecil jadi besar tapi sayangnya blurry :( Aku nggak tahu apa ini karena kesalahanku sebagai pengguna atau kamera di HP ku yang nggak support (HP ku sudah seusia dengan anak TK, lol). Kapan-kapan aku akan coba lagi dan tentu akan aku share hasilnya. Tapi buatku sih itu bukan big deal, Fish Eye Lens dan Wide Angle Lens nya sudah bikin aku super happy, ---memudahkanku untuk selfie, hihihi. Setelah ini aku pasti akan lebih sering ambil foto sendiri dan mempelajari angle yang keren. Jadi lain kali kalau aku lagi sendirian nggak perlu kebingungan lagi deh kalau mau difoto :p Kalau teman-teman ingin Universal Clip Lens seperti yang aku punya ini, langsung saja ke:
Instagram @earlymorning_shop, atau hubungi ownernya yang super ramah di sini:
  082299203179
Dijamin deh, taking picture will never be the same again ;)

cheese,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 23 April 2015

Kulit Keringku Akhirnya Ada Tandingannya! (JAFRA Review)


Namanya sih sudah sering dengar, katanya yang pakai juga sudah banyak tapi aku sama sekali belum pernah coba. JAFRA, brand yang belakangan sering disebut teman-teman di kontak BBM akhirnya membuatku penasaran. Sebagai bukan pengguna kosmetik berat (hehehe, pakai bedak dan lip gloss buatku=dandan) biasanya aku cuek jika ada yang menawari. Tapi dengan banyaknya review yang kubaca, akhirnya jadi tertarik mencoba :D

Sebelum sempat membeli, eh tiba-tiba saja Yui (teman) bilang mau mengirimiku produk JAFRA. Jelas aku langsung nyengir lebar. Kok dia kaya bisa baca pikiranku, ya? Hehehe. Karena Yui tahu kalau aku nggak pernah pakai makeup, ia menawariku produk perawatan kulit. Wah, aku baru tahu kalau ternyata bukan hanya ada kosmetik, tapi JAFRA juga ada produk face-body care dan juga parfumnya. Setelah bertanya-tanya singkat, akhirnya aku setuju untuk dikirimi Royal Olive Body Lotion.



Sebagai penggemar lotion (yup, kulit tubuhku sensitif dan kering), aku sudah pernah mencoba berbagai macam brand dan jenis. Kesan pertamaku ketika mencoba Royal Olive Body Lotion; aromanya haruuuum sekali. Menenangkan sekaligus mewah. Kulitku juga terasa lembap waktu pertama kali mengoleskan lotionnya. Tapi itu waktu yang terlalu dini untuk memberikan penilaian, jadi aku menggunakan dulu Royal Olive Body Lotion hingga habis setengahnya baru menulis review ini ;)

Beberapa hari pemakaian kulitku terasa lebih lembap, terutama di bagian sikut dan lengan atas. Well, terkadang memang harus diulang beberapa kali sehari agar lembapnya lebih tahan lama, tapi menurutku sih wajar-wajar saja karena bisa saja lotionnya hilang karena aktivitas sehari-hari. Ketika penjurian Kartini Next Generation pun aku membawa lotion ini untuk bekal menginap di hotel. Jakarta cuacanya puaaanaaaas, dan Royal Olive Body Lotion bisa membuat kulitku terasa lebih sejuk.



Over all aku suka dengan produk ini, soalnya terasa nyaman bahkan untuk di kulit super sensitif sepertiku. Menurut Yui semua produk JAFRA memang aman untuk orang sepertiku juga ibu hamil dan menyusui. Apalagi bebas alkohol, pork dan nggak diuji cobakan pada hewan. Bikin makin tenang pakainya, hehehe. Kalau satu botol lotion ini sudah habis, sepertinya aku akan membeli sendiri produk ini, soalnya untuk menemukan produk yang cocok untukku memang agak sulit.

Kalau teman-teman tertarik dengan Royal Olive Body Lotion dan produk JAFRA lainnya (kosmetik dan parfum) bisa whatsapp atau Line Yui di 08997571234 atau BBM ke 75E55848 untuk pertanyaan dan pemesanan. 
By the way, salah satu alasan kenapa aku nggak tertarik dengan makeup adalah kulitku yang sensitif. Tapi berhubung JAFRA produk yang aman, mungkin aku akan mulai sedikit berdandan.... Hmm, let's see! :p

loveyourskin,

Indi

 ___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 19 Februari 2015

Satisfied My Sweet Tooth: The Dream's Cake :)

Yay! Akhirnya aku bisa update lagi di sini. Belakangan kayanya gue sering baca blogger yang lagi ikutan tantangan untuk post 1 tulisan setiap hari. Rasanya langsung bikin cengar-cengir, soalnya kalau aku bisa post satu tulisan saja perminggu itu sudah masuk kategori rajin ---menurut standar sendiri, hehehe :D Sebenarnya aku juga ingin lebih sering berbagi cerita di sini, apalagi belakangan dapat banyak pengalaman baru. Tapi aku ternyata memang nggak ‘segesit’ blogger-blogger yang bisa bikin blog post sambil melakukan aktivitas lain. Jadi sepertinya aku akan tetap dengan ‘ritme berantakan’ seperti sekarang dan berusaha menceritakan pengalaman-pengalaman saat ada waktu luang saja meskipun jadinya sudah nggak baru lagi, hihihi. Daripada memaksakan dan tulisanku yang sering sekenanya ini jadi semakin berantakan, kan ;)

Salah satu pengalaman yang ingin aku ceritakan adalah ketika aku ke (kinda late) opening cabang barunya The Dream’s Cake. Jadi minggu ada kabar, katanya aku diundang Dara (owner The Dream’s Cake) untuk mampir ke tempatnya dan mencicipi menu-menu barunya. As a sweet tooth, tentu saja aku langsung mengiyakan untuk datang di hari minggu (15 Februari 2015 lalu). Rupanya cabang baru ini sudah dibuka sekitar 10 hari yang lalu, tapi karena Dara kehilangan kontakku jadi ia baru bisa mengundangku belakangan. Padahal saat grand opening kabarnya banyak food blogger yang diundang, lho. Wah, bisa sekalian kenalan dan berbagi pengalaman, tuh. Tapi nggak apa-apa, deh soalnya kalau waktunya terpisah malah leluasa, hihihi.

Aku mengenal The Dream’s Cake sudah lumayan lama, bahkan sejak mereka belum memiliki toko/cafe sendiri. 100 thumbs up untuk kemajuan mereka, bukan hanya karena sudah menambah cabang baru saja (yang terdahulu ada di Jl. Trunojoyo dan Jl. BKR), tapi juga karena mereka sangat inovatif. Aku biasanya nggak pernah ketinggalan untuk mencicipi menu-menu baru The Dream’s Cake, tapi berhubung di akhir tahun kemarin cukup banyak kesibukan jadi hanya bisa melihat foto-fotonya di media sosial. Pokoknya setiap aku intip Twitter atau Instagramnya The Dream’s Cake, aku pasti kedip-kedip. Sudah nggak sabar pengen mencicipi, hihihi.

Di sore hari aku tiba di cabang baru The Dream’s Cake yang letaknya di Dipa Junction Jl. Aria Jipang no. 1-3 Bandung. Kesan pertamaku waktu masuk ke cafenya, clean dan cute ---tapi nggak over cute jadi cocok juga untuk hangout sama keluarga dan guy friends. Minimalis dengan dekorasi yang bikin betah foto-foto (aku ini mah, hehehe). Untuk mejanya ada beberapa pilihan, di pintu masuk ada meja dengan 2 buah tempat duduk, pas buat yang lagi ngedate dan di dalamnya lagi ada meja-meja yang lebih besar, cocok untuk teman-teman se-gang, keluarga atau couple yang kalau makanannya banyak banget sampai nggak muat di meja kecil ---seperti aku ini, hehehe.





Aku memilih untuk menempati meja yang paling pojok, supaya kalau Dara datang kami bisa langsung melihatnya. Beberapa saat kemudian aku menerima pesan dari Dara agar aku langsung order karena ia masih on the way. Setelah aku melihat daftar menunya, ternyata benar banyak yang baru. Malah sepertinya sebagian besar belum pernah aku coba, hihihi. Langsung saja aku memilih ‘Dessert Tower’ dengan es krim vanila chip, risoles keju dan veggies, dan ‘Cococi’. Oh, iya meskipun The Dream’s Cake terkenal dengan dessert atau makanan manisnya, tapi untuk yang ingin comfort food juga tersedia menu seperti mac and cheese, fried fries dan lain-lain, lho :)


Holly molly! Check out my Dessert Tower! :O

Rissole nya ada banyak varian, kalau mau tanpa daging bisa pesan yang cheese. Enak bangeeeet T_T

Cococi dan air kelapanya yang tertutup cotton candy! :D


Nggak menunggu lama pesananku pun datang. Akhirnya aku bisa melihat langsung foto-foto yang sering adminnya The Dream’s Cake retweet di Twitter :p Dessert Tower ku ternyata benar-benar seperti tower, tinggi! :D Kalau ada yang pernah melihat cotton candy tower, nah bentuknya mirip seperti itu. Bedanya Dessert Tower lebih puffy karena di dalamnya ada 2 scoop es krim, cake and cream cheese! Yang bikin makin segar di dasar gelasnya diisi oleh lemon sparkling. Nggak perlu bingung dengan bagaimana cara menikmati Dessert Tower ini, free style saja. Mau pakai sendok boleh, mau pakai tangan boleh... atau seperti aku yang menikmati cotton candy nya dengan langsung di-hap juga boleh, hehehe. Tapi hati-hati saja nanti rambut ikutan lengket. Oops :D Cococi juga kucicipi. Sepertinya The Dream’s Cake membawa ‘es campur’ to the another level. Mochi isi cake (I Mochi You), es krim dan toppingnya disajikan di mangkuk yang terbuat dari kelapa bangkok, sementara air kelapanya disajikan terpisah. Rasanya unik, rasa manisnya cocok banget dengan daging kepalanya yang gurih dan lembut. Yummy! Risolesnya pun nggak kalah menarik, lho. Meskipun menu ini ada di mana-mana, tapi penyajiannya yang dilengkapi mayo membuat rasanya lebih nikmat. Apalagi dengan varian isian yang macam-macam. Paling happy kalau menemukan menu kesukaan yang biasanya mengandung daging divariasikan dengan isian yang lain (curhatan pesco-vegetarian, lol).


Siapa yang perlu sendok? Lol.


Dara datang ketika aku masih makan, katanya ia sedang sibuk karena hari ini bertepatan dengan hari terakhir food festival di Paris Van Java. Mumpung bisa bertemu langsung dengan ownernya, aku jadi bisa sekalian tanya-tanya, deh ;) Dari ceritanya aku jadi tahu kalau cafe ini konsepnya ‘semi resto’, maksudnya costumer bisa memesan langsung di kasir atau bisa juga dari meja langsung seperti yang aku lakukan. Jadi tergantung kita mau pilih mana yang lebih nyaman buat kita. Hihi, asyik ya ;) Karena menu utamanya dessert, The Dream’s Cake ini selalu ramai di siang hari. Menurutku sih mau datang siang atau sore sama asyiknya, cuma kalau takut kehabisan lebih baik memang siang-siang, apalagi weekend. Soalnya aku pun mau pesan es krim green tea tapi sudah habis, huhuhu :’)




Lho aku salah kostum? XD


Nggak terasa waktu sudah semakin larut, aku pun pamit pulang. Secara keseluruhan buatku The Dream’s Cake ini keren banget. Selain menunya enak-enak, pelayanannya juga cukup cepat. Recomended banget untuk yang suka dessert tapi bosan dengan rasa yang itu-itu saja (di sini variannya banyak pilihan). So, thanks a lot ya The Dream’s Cake, especially buat Dara yang sudah memuskan sweet tooth-ku, hihihi. Kapan-kapan mau mampir lagi sambil ajak keluarga, ah ;)

The Dream’s Cake
Dipa Junction, Jl. Aria Jipang no. 1-3
Bandung
Kontak: 081286250907 (SMS dan whatsapp) thedreamscake (line)

sweet tooth girl,


Indi 

  ___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 14 Desember 2014

Afternoon Walk with Eris :)


Indi and Eris in action, hihihi.

Hi weekeeeeeend, kita bertemu lagi! Hihihi. Setiap akhir pekan tiba gue selalu excited. Setiap hari kesannya memang selalu berbeda, tapi weekend jelas menjadi favorit gue :D Gue yakin teman-teman juga begitu. Karena kebanyakan dari kita libur di hari sabtu dan minggu, pasti ada saja hal berbeda dari hari biasa yang kita lakukan khusus di akhir pekan. Nah, begitu juga gue. Meski hampir setiap sore gue berjalan-jalan dengan Eris ---anjing golden retriever kesayangan gue, kalau hari sabtu atau minggu waktu jalan-jalannya jadi istimewa karena bisa lebih lama :)

Buat gue berjalan-jalan dengan Eris bukan sekedar menghabiskan waktu berkualitas dengannya, tapi juga sekaligus berolahraga. Gue bukan orang yang aktif secara fisik karena sebagian besar waktu bekerja gue dihabiskan dengan duduk di hadapan laptop atau komputer. Dengan Eris tubuh gue tejaga agar nggak kaku, sama seperti orang yang aktif jogging secara rutin. Hanya bedanya gue ditemani dengan partner berbulu berkaki empat, hihihi. Otot-otot gue pun menjadi lebih kuat. Karena Eris yang super manis dan penurut ini tetap saja mempunyai insting sebagai seekor anjing, jadi kalau ia melihat kucing atau ‘binatang asing’ lainnya pasti langsung tertarik dan menarik-narik tali lehernya. Meskipun hitungannya hanya beberapa detik, tapi tenaga seekor anjing golden retriever lumayan juga, lho :D (Teman-teman yang memelihara anjing pasti tahu rasanya, hihihi).



Berjalan-jalan sore sekaligus berolahraga dengan Eris juga sangat hemat biaya. Cukup siapkan fisik, gue dan Eris bisa pulang ke rumah saat menjelang magrib dengan jumlah keringat yang nggak kalah dengan mandi sauna, hihihi. Paling-paling gue hanya menyiapkan beberapa hal saja sebelum keluar rumah, dan itu pun nggak banyak. Saking gampangnya gue hanya butuh waktu 5 menit saja untuk bersiap-siap, lho. Teman-teman mau tahu apa saja? Ini dia list nya... Tam taram taraaaaaam. Lol.

1. Kondisi fisik dan mental
Sebelum keluar rumah gue selalu pastikan Eris dalam keadaan sehat. Flu sedikit atau sedang loop (datang bulan) mungkin nggak akan jadi masalah jika sedang di rumah, tapi kalau di luar bisa jadi masalah besar. Gue nggak pernah tahu apa yang akan dihadapi di luar. Kalau daya tahan tubuh Eris lemah akan ada kemungkinan ia tertular penyakit dari anjing lain. Belum lagi serangan kutu yang akan lebih ganas jika hinggap di anjing yang sakit. Atau Eris malah bisa menulari anjing lain yang tanpa sengaja berpapasan di jalan. Kan nggak seru, kalau niatnya bersilaturahmi dengan sesama penyayang binatang, eh malah menulari penyakit, hihihi. Anjing yang loop juga bisa menarik perhatian anjing jantan. Daripada terjadi perkawinan yang nggak diinginkan (lol), lebih baik Eris main lempar tangkap di rumah dulu saja, deh.

2. Outfit
Bukan cuma untuk gue, kenyamanan outfit Eris juga penting untuk menunjang lancarnya jalan-jalan sore. Kalau untuk gue sudah pasti wajib bersepatu flat (kadang memakai sepatu sandal atau keds), soalnya selain lebih sehat juga memudahkan gue jika Eris mendadak melihat kucing, hihihi. Sedangkan untuk pakaian gue menyesuaikan dengan cuaca. Jika dingin gue akan memakai lengan panjang dan stocking, dan jika sedang cerah gue cukup memakai dress pendek. Modelnya bisa apa saja, yang penting nyaman dan menyerap keringat. Sebisa mungkin no baju training, soalnya nggak mau kalah centil dari Eris, hihihi. Untuk Eris gue pastikan memakaikan ia collar yang pas di leher. Nggak terlalu ketat atau terlalu longgar. Collar yang terlalu ketat bisa membuat anjing tercekik dan jika terlalu longgar bisa terjadi kemungkinan anjing terlepas *jangan sampai* *knock on the wood* Oh, iya, berhubung level centil Eris agak tinggi, jadi terkadang ia minta dipakaikan baju. Khusus untuk keluar rumah gue selalu pastikan bajunya nggak terlalu ketat dan terbuat dari bahan kaos katun :)

Baru selesai hujan tapi langit cerah, jadi gue pakai lengan panjang dengan rok tanpa stocking dan Eris dengan dress kesayangannya.

3. Survival kit
Hihihi, bukan P3K betulan, sih. Tapi gue selalu membawa beberapa benda yang bisa jadi penyelamat saat sedang di luar rumah. Tisu basah dan hands anti-bacterial gel wajib disimpan di tas mungil gue. Eris itu rasa penasarannya tinggi, jadi di tengah jalan kadang-kadang ia mendadak ingin menyelidiki semak-semak atau kolong mobil. Kalau sudah begini pasti kepalanya kotor belepotan tanah atau oli. Nah, tisu basah ini bisa jadi solusi cepat menghilangkan kamuflase perang di wajah Eris, hihihi. Anti-bacterial gel meski selalu dibawa tapi jarang sekali digunakan. Biasanya jika ada jajanan yang menarik hati dan gue ingin langsung menyantapnya :D Selain 2 benda tersebut, ada 2 benda lainnya yang hanya terkadang saja dibawa. Yaitu sisir kecil dan handphone. Sisir kecil biasanya dibawa jika kami berjalan-jalan dengan menggunakan becak (curang, hihihi). Supaya poni gue tetap rapi, jadi sedia sisir sebelum kusut. Kalau handphone dibandingkan untuk berkomunikasi, gue lebih sering gunakan untuk mengabadikan gambar Eris. Anjing itu tumbuh dengan cepaaaat sekali, jadi setiap moment harus diabadikan :)

Isi handbag gue :)

4. Kantung plastik
Well, sebenarnya Eris itu anjing yang super manis dan nggak merepotkan, jadi ia nggak pernah pee atau pup sembarangan (baca: di tempat asing). Tapi tetap saja gue berjaga-jaga dengan membawa kantung plastik yang sudah dilipat kalau-kalau Eris kebelet pup sementara jarak ke rumah masih jauh, hihihi. Jangan sampai acara jalan-jalan sorenya malah jadi acara mengotori lingkungan ;)

Meski kemungkinannya kecil, tapi kantung plastik ini harus dibawa :)

5. Botol minuman
Gue nggak pernah membatasi seberapa lama Eris boleh berjalan-jalan. Selama ia masih enjoy dan nggak tampak kelelahan (lidah sampai menjulur-julur, hihihi), gue akan temani selama hari belum gelap. Nah, supaya terhindar dari dehidrasi gue selalu bawa air minum di dalam botol. Eits, tapi bukan air kemasan yang botolnya dibuang, lho. Untuk mengurangi sampah gue sengaja memilih botol yang bisa dipakai berulang-ulang. Berhubung gue nggak kalah centilnya sama Eris (hihihi), gue pilih botol minuman yang cute tapi juga aman, yaitu water bottle Lock&Lock. Sebagai penggemar Hello Kitty gue jadi makin bersemangat karena Lock&Lock kini ada seri Hello Kitty nya :D Jangan salah, meskipun tampilannya imut tapi kualitasnya super sekali. Material Lock&Lock terbuat dari tritan, yaitu plastik bening seperti kaca yang anti gores dan nggak mudah pecah. Pasti mengerti dong gimana ‘seru’nya kalau jalan dengan teman berkaki empat, kita nggak pernah tahu kapan barang bawaan kita jatuh, hihihi. Nah, dengan water bottle Lock&Lock gue nggak perlu khawatir lagi ;) Apalagi karena BPA free water bottle ini juga aman untuk digunakan, bahkan untuk anak-anak sekalipun.

Water bottle Lock&Lock Hello Kitty yang super cute dan anti gores :)
Nggak bikin was-was soalnya BPA free! :D

Sebelum pakai Lock&Lock sering dapat insiden kecil namun menyebalkan, yaitu kehilangan tutup water bottle. Aduh, kalau sudah begitu gue langsung pura-pura cuek dan nggak cari lagi tutupnya. Soalnya sebelah tangan gue sudah pegang leash nya Eris. Kebayang kan repotnya, huhuhu. Kerennya water bottle Lock&Lock ini punya smart design, yang tutup dan botolnya tersambung oleh pengait, jadi nggak mungkin hilang (kecuali sama botol-botolnya, hihihi, jangan sampai).

Tutupnya nggak mungkin lepas dari botolnya! :D

Nah, begitulah persiapan gue kalau mau berjalan-jalan dengan Eris. Simple tapi penting sekali untuk kenyamanan gue dan Eris. Sebagai tambahan, untuk berolahraga dengan anjing kesayangan sih kunci utamanya; have fun! Gue nggak pernah terlalu pikirkan sudah berapa lama kami berjalan apalagi sampai memikirkan kalori yang sudah terbakar. Bisa punya waktu berkualitas dengan Eris saja itu sudah sangat berharga. Jadi daripada memikirkan kalori lebih baik pikirkan kebahagiaan Eris. Soalnya kalau Eris bahagia gue juga ikut bahagia. Dan bahagia itu membuat tubuh sehat, kan? Hihi. Kalau teman-teman apa olahraga favorit kalian di akhir pekan? Benda apa saja yang wajib jadi perbekalan? ;)

The dog walker,

Indi


 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469