Tampilkan postingan dengan label new year. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label new year. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2021

Tahun Baru: Waktunya untuk Pulang :)

Selamat tahun baru! Hore, 2021! Kita semua berhasil melalui 2020, teman-teman! :) *peluk*

I know, I know, tahun berganti bukan berarti semuanya otomatis menjadi lebih baik. Tapi aku hanya ingin memberikan vibes positif, meski hanya sedikit di tahun baru ini :) Tahun 2020 terasa berat untuk kita semua. Banyak di antara kita (termasuk aku) yang harus kehilangan pekerjaan. Bahkan nggak sedikit yang harus ditinggalkan oleh orang-orang tersayang. Sedikit optimis sepertinya bisa memberi harapan, dan membuat perasaan (suasana hati) menjadi lebih baik. Betul, kan? ;)


Orangtuaku selalu bilang, tahun baru itu waktunya untuk membuat harapan dan semangat baru. Meski sebetulnya kapan saja bisa, tapi saat tahun baru hampir semua orang melakukannya. Mereka percaya doa menjadi lebih kuat saat dipanjatkan bersama-sama, ---dan aku pun begitu. Makanya aku selalu merasa tahun baru itu istimewa, jadi dalam keadaan apapun aku dan Shane selalu usahakan untuk datang ke rumah orangtua aku. Termasuk tahun ini, sejak akhir Desember 2020 Ibu sudah sibuk bertanya padaku dan Shane ingin makan apa di sana. Request kami sih sederhana, hanya ingin lumpia buatan Ibu dan jagung bakar, hehe. Sudah tradisi sejak aku kecil, terutama jagung bakar. Mungkin karena itu satu-satunya menu yang netral, bisa dimakan oleh semua, ---bahkan saat aku masih jadi pemakan segala, lalu vegetarian, sampai vegan sekarang, hahaha (sejak 4 tahun lalu) :p


Aku dan Shane lagi total nggak kemana-mana, terakhir ke luar ya di bulan Oktober 2020 lalu. Itu pun (lagi-lagi) hanya ke rumah ortu untuk Halloween lalu dilanjutkan ke hotel karena berdekatan dengan ulang tahun pernikahan kami. Selebihnya kami hanya di rumah saja. Sempat bingung juga mau beli hadiah tahun baru di mana karena, seriuosly, kami malas banget ke mana-mana :D Akhirnya kami putuskan berbelanja online. Untuk Ibu, Bapak dan Nenek kami pesan jam dinding customize gitu, ada foto kami sekeluarga. Khusus untuk Nenek, kami pilih foto yang ada beliau dan Ibu Mertua? Kenapa? Karena mereka BFF, hahaha. Jadi kami pikir beliau akan senang. Meskipun pasti kadonya akan diterima terlambat, karena Nenek merayakan tahun baru di vilanya, di Purwakarta. Untuk dua keponakanku, Ali dan Abi Cody, aku dan Shane hanya membeli cokelat karena mereka sudah punya banyak mainan. Lagian, mereka sih lebih happy kalau dapat makanan dibandingkan barang xD


Di malam tahun baru aku dan Shane akan berangkat ke rumah orangtua. Kami putuskan untuk memakai Gocar agar lebih praktis. Barang-barang perbekalan menginap sudah diturunkan ke lobby waktu kami sadar kalau kami kesorean. Uh oh, baru ingat kalau jalan di daerah kami akan ditutup jam 6 sore nanti. Nggak ada Gocar dan taksi yang kosong waktu kami memesannya via aplikasi, huhu. Untung saja Ibu memang akan keluar rumah, jadi bisa sekalian menjemput kami. Agak malu juga sih, niatnya mengunjungi eh malah merepotkan, hehehe. Tapi yaaa mau bagaimana lagi, malam tahun baru macet, makanya kami malas pakai mobil sendiri :D


Ketika tiba kami langsung disambut sama dua keponakan yang kupanggil "the babies", ---yang kata Shane mending dipanggil "the boys" saja karena sudah pada besar, hahaha. Mereka ini nggak selalu ada di rumah ortu, kadang ya di rumah mereka sendiri yang jaraknya nggak jauh dari rumah ortu, atau malah di rumah Nenek mereka (dari pihak bundanya). Tapi kalau saat istimewa seperti ini pasti berkunjung dan menginap, bikin rumah makin ramai. Karena mereka sedang main, jadi aku ikutan. Padahal niatnya begitu tiba mau santai di depan TV sambil rebahan di sofa. Eh, ternyata realitanya sofa penuh dengan mainan dan malah ada kolam renang karet di tengah ruangan, hahaha.


Biasanya aku rebahan di sini, eh sama the babies malah dipakai gelaran kolam karet T_T hahaha.

Aku sih ikut saja pokoknya, gak ngerti juga ini main apaan xD


Seperti biasa kalau ada Ibu, aku dan Shane bisa makan sampai 5 kali sehari soalnya beliau hobi masak. Ketika aku sibuk bermain dengan the babies, Ibu langsung menyiapkan lumpia istimewa request dari kami. Sengaja, aku dan Shane memang belum makan dari rumah, hihi. Saking banyaknya lumpia yang kami makan, kami sampai minta break dulu sebelum lanjut makan jagung bakar. Padahal Ali sudah semangat untuk bakar jagung sendiri. "Sekarang kan kita lagi pesta," begitu katanya :D Dan dipikir-pikir memang baiknya kami bakar jagung segera sih, soalnya kalau nggak pasti Ali dan Cody keburu ngantuk. Mereka kan balita, masa iya mau ikut begadang sampai tengah malam :D Akhirnya, kami pun berusaha sekeras mungkin memberi ruang di perut untuk jagung bakar buatan Ali, ---yang ternyata bumbunya pure saos tomat doang, hahaha. Tapi enak kok :D


Ini anak celananya kemana coba? :’D Bener-bener gak karuan, bandoku saja sampai pindah ke kepala Ali T_T

Ali bangga dengan jagung bakar buatannya :)


Aku senang Ibu dan Bapak menyukai kado kami. Saking bersemangatnya mereka langsung pasangkan jarum dan baterainya. Sekalian yang punya Nenek juga dipasangkan supaya ketika beliau tiba di Bandung bisa langsung dipajang. Kalau the babies sih nggak perlu ditanya, mereka sudah pasti terobsesi dengan kado tahun barunya, hahaha. Nggak sampai 5 menit mereka langsung lahap cokelatnya plus berebutan pula karena cokelat Cody habis duluan :D Ya, begitulah... heboh dan hangat. Kalau ada mereka tiap hari aku nyerah, tapi juga kangen kalau lama nggak bertemu, hehehe.


My family :)

Dengan kado-kado dariku dan Shane :)


Oya, berhubung aku dan Shane nggak ke mana-mana untuk membeli kado, kami nggak bawa apa-apa untuk Eris, anjing kesayangan kami :( Sebetulnya kalau ada Gocar yang sih kami mau mampir dulu di petshop, tapi ternyata nggak seperti yang direncanakan. Sebagai gantinya, aku cuci tempat tidur Eris sampai cling. Biar tahun baru tidurnya nyenyak :D


Foto waktu Eris aku ajak ke halaman rumah, eh gak mau balik dia :D


(Edit: Saat tulisan ini dibuat kami sudah beli kado untuk Eris, hehehe).


Betul saja seperti perkiraanku, sebelum tengah malam Ali dan Cody sudah tidur. Aku jadi leluasa buat nonton TV di sofa. Iya, di sofa! Finally xD Banyak film seru yang diputar. Rasanya seperti dapat kado tahun baru dari TV kabel karena sampai 2 hari ke depan ada beberapa channel yang gratis. Aku benar-benar manfaatkannya sampai-sampai begadang. Mata sepet pun nggak terasa, hahaha. Tapi tentu kerjaanku nggak cuma makan dan nonton TV saja dong. Aku ngobrol-ngobrol sama Ibu dan Bapak sampai puas (asli, ngalor-ngidul, dari mulai ngomongin tetangga sampai acara TV, lol). Dan yang paling seru aku juga menemukan banyak album foto lama. Bapak menunjukkan foto-foto almarhum Kakek dan Nenek, yang ternyata mereka dulu keren sekali. Jadi terharu, huhu. Maklumlah aku masih kecil waktu mereka meninggal, jadi memoriku dengan mereka hanya sedikit :') Shane juga nggak kalah amazenya melihat foto-foto masa kecilku. Katanya nggak kebayang dulu aku kecilnya sebandel Ali dan Cody, hahaha. Eh, padahal nggak lho, dulu aku manis kok :p


Masakan Ibu. Semuanya enak, tapi favoritku dan Shane tentu lumpia vegan. Yummy! :p

Menunjukkan foto-foto masa kecilku sama Shane, hahaha.


Saking happynya aku di rumah ortu, kamar tidur yang sudah disiapkan jadi jarang banget ditempati. Seringnya aku di ruang TV, ---dan ruang makan, hehe. Rasanya kalau tidur tuh sayang, takutnya missing out. Meski aku sangat menikmati tinggal berdua saja dengan Shane di rumah mungil kami, tapi ada lho hari-hari di mana aku mikir, "Kayanya enak ya tinggal satu rumah tumplek-tumplek gitu." Tapi aku sadar, untukku (dan Shane) itu bukan kondisi ideal. Buat kami lebih fair untuk tinggal terpisah, karena Shane juga kan tinggal berjauhan sekali dengan orangtuanya, dan dia rela tinggal di mana saja asalkan aku happy. (Sebetulnya Ibu Mertua ingin aku tinggal di Amerika, btw, tapi berhubung aku lebih happy di sini, Shane bilang dia saja yang ikut aku). Juga dari sisi ortuku, mereka sudah membesarkanku sampai segini besarnya (hahaha), rasanya lebih fair jika memberi mereka ruang untuk menikmati masa tua mereka :)


Lagipula aku jadi punya tempat untuk "pulang", ada rasa rindu dan alasan untuk kembali ke rumah masa kecilku karena ada Ibu dan Bapak di sana :)

Kami menginap selama 2 malam. Di perjalanan ke rumah kami aku sudah kangen lagi sama mereka (termasuk sama the babies dan Eris juga). Lucunya dulu aku suka berpikir kalau kangen itu hanya berlaku untuk yang tinggalnya berjauhan. Tapi setelah 2 tahun tinggal terpisah, aku jadi sadar kalau kangen itu bukan soal tempat, tapi soal dengan siapa dan dengan suasana yang melekat di hati. Semoga saja keadaan cepat membaik ya biar aku bisa sering-sering menginap di sana lagi. Sekali lagi, selamat tahun baru, semuanya! :)


(virtual) kisses,


Indi


-----------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Jumat, 02 Januari 2015

Ketika Pencuri Beraksi di Malam Natal...

Wah, hari pertama di tahun 2015! Teman-teman bagaimana tahun barunya? Semoga menyenangkan dan bisa bertemu dengan orang-orang yang disayangi, ya :) Hari pertama di tahun baru ini diisi dengan main hujan-hujanan bareng Eris (anjing gue), hihihi. Tadinya sih kami mau jalan-jalan santai saja, mumpung jalanan sepi karena kebanyakan orang beristirahat setelah semalaman begadang. Tapi ternyata baru saja beberapa langkah dari luar rumah hujan sudah mengguyur kota Bandung! Sempat mau membatalkan acara jalan-jalannya, tapi melihat wajah Eris yang super excited gue jadi nggak tega. Ya, sudah gue putuskan untuk berjalan-jalan di bawah hujan. Eris girang bukan main, karena ini pengalaman pertamanya. Gue juga jadi ikut "lupa diri" dan ajak Eris lompat-lompat di kubangan air. Pokoknya seru sekali sampai-sampai nggak peduli sepatu gue yang berwarna putih berubah warna jadi hitam, hihihi. Gue bersyukur tahun baru ini dibuka dengan sesuatu yang menyenangkan :)


Sekitar 1 minggu sebelum tahun baru, kira-kira 1 hari sebelum natal ada kejadian yang kurang mengenakan di daerah gue. Di malam natal seperti biasa gue duduk di depan komputer untuk mengucapkan selamat ada teman-teman yang merayakan. Tapi setelah menunggu beberapa menit koneksi internet ternyata terputus. Awalnya gue pikir karena traffic, di malam natal pasti banyak orang yang ingin menyapa kerabat atau keluarganya yang tinggal berjauhan, jadi gue anggap sebagai error yang wajar. Mendekati tengah malam ternyata masih belum juga ada koneksi internet, malah yang gue baru sadar kalau telepon rumah juga mati. Gue dan keluarga di rumah bergantung dengan wifi, jadi baik di PC, laptop dan gadget lainnya sama sekali nggak ada koneksi internet. Rasanya nggak nyaman karena kami nggak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat yang tinggal berjauhan. Tapi mau bagaimana lagi, kami cuma bisa bersabar dan menunggu pagi datang.

Keesokan harinya koneksi internet masih belum tersambung, begitu juga dengan telepon rumah. Bapak pun menghubungi operator untuk bertanya tentang masalah ini, tapi ternyata nggak ada yang mengangkat. Well, namanya juga hari natal, jadi mungkin operatornya sedang libur. Karena sama sekali nggak ada perubahan sampai malam, akhirnya kami membeli modem internet untuk dipakai bergantian. Quota nya nggak banyak karena (kami pikir) hanya untuk sementara. Yang terpenting komunikasi dengan keluarga dan kerabat tersambung kembali, toh besok sudah hari kerja.

Dengan harapan baru Bapak kembali menelepon operator keesokan harinya. Perlu berkali-kali menekan tombol redial sampai akhirnya ada yang menjawab. Ketika telepon ditutup ---Bapak memakai telepon kantor Ibu--- gue langsung bertanya dengan nggak sabar tentang kapan wifi dan telepon di rumah bisa kembali berfungsi. Ternyata jawabannya mengejutkan; Belum ada kepastian kapan akan berfungsi karena kabel telepon rumah kami ada yang mencuri! What? Bagaimana bisa kabel telepon yang terkubur aman di bawah dicuri? 
Dari obrolan Bapak dan operator terungkaplah bahwa yang dirugikan bukan cuma keluarga gue, tapi juga sekitar 1.000 keluarga lain karena pelakunya mencuri bermeter-meter kabel telepon. Dugaannya sih kabel segitu panjangnya akan dijual secara kiloan karena harganya lumayan, Rp. 50.000 per kilo.

Gue dan keluarga cukup shock mendengar kabar ini. Bukan hanya karena nggak tahu sampai kapan komunikasi terbatas tapi juga membayangkan bagaimana perasaan sekian banyak keluarga yang juga menjadi korban. Biasanya moment hari besar menjadi saat yang paling sering untuk berkumpul. Tapi untuk yang tinggal berjauhan internet dan teleponlah yang membantu menghubungkan. Orang-orang yang mencuri (yup, sudah pasti pelakunya berkelompok) mungkin nggak memikirkan sampai sejauh itu, mereka hanya menginginkan keuntungan (dengan cara yang salah). Padahal yang dirugikan banyak sekali. Pihak Telkom sudah jelas, tapi juga ada banyak keluarga yang seharusnya sedang menikmati hari raya.

Di malam tahun baru ternyata masih belum juga ada perubahan. Operator yang menerima telepon Bapak berkata bahwa mereka secepatnya akan bertanggung jawab. Sebenarnya nggak enak juga menelepon terus-terusan di moment liburan seperti ini. Mendengarkan complain kami memang tugas mereka, tapi ya rasanya gue dan keluarga juga harus berempati. Entah sudah berapa ratus orang yang menelepon mereka padahal ini malam tahun baru, dan musibah ini sangat nggak terduga. Gue yakin mereka juga kaget.

Jadi gue dan keluarga melewati malam tahun baru tanpa telepon dan wifi. Biasanya telepon rumah ramai oleh telepon dari keluarga kami yang tinggal di luar kota dan luar negeri, tapi kali ini sepi. BBM dan whatsapp di handphone Ibu dan adik gue pun sepi karena bergantung dengan wifi. Sebisa mungkin kami tetap berusaha tetap keep in touch dengan keluarga dan kerabat menggunakan handphone dan SMS. Kami agak kesal karena merasa terbatas, tapi it's new year's eve, kami seharusnya bergembira, bukan malah mengeluh :)

Ibu, Bapak, gue, Puja (my brother), Eris dan Ray pun menikmati malam tahun bersama. Ibu memasak sejak sore dan Bapak sibuk sekali menjadi "juru bakar" alias operator tempat pembakaran :D Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sederhana namun menyenangkan karena bisa bersama dengan orang-orang yang gue sayangi. Obrolan random ringan, kado kecil, tawa, makan-makan, membuat kami merasa hangat. Nggak lupa ditutup dengan doa yang berisi harapan di tahun yang baru.

Hasil karya juru masak dan juru bakar, hihihi. Gue lho yang meracik bumbu jagung bakarnya :D
Ibu sudah ngantuk sebelum jam 12 malam :D Thank God semuanya senang dengan hadiah tahun barunya :)
Ekspresi Eris waktu dapat kado tahun baru; Priceless! Dia senang banget dan langsung "kiss" gue :'D
Selain keluarga dan Eris, Ray juga datang :)

Mengingat rasa kesal gue dengan kabel yang dicuri membuat gue nggak enak. Ya, sure itu menyebalkan, tapi di suatu tempat mungkin ada keluarga yang melewati malam tahun baru tanpa makanan atau tempat tinggal. Kehilangan akses telepon dan internet mungkin juga sebagai sapaan dari Tuhan agar gue lebih sering main di luar rumah. Harus kembali mengunjungi warnet sesekali, mungkin, ---seperti sebelum ada wifi supaya gue bisa berkenalan dengan teman baru, hehehe. Yang gue butuhkan di tahun baru ini semuanya sudah ada dan lengkap. Gue punya orang tua, adik dan Ray yang sangat menyayangi gue. Juga Eris, anjing kecil yang begitu setia menemani gue. Musibah yang menimpa keluarga gue (dan sekitar 999 keluarga lain) sepertinya untuk mengingatkan bahwa meskipun ada yang diambil, Tuhan tetap memberikan berkah ---dalam bentuk yang lain ;)
Selamat Tahun baru, teman-teman! Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Amen :)

cheers,

Indi

Note:
My heart goes out to the families of the Air Asia victims. Gue tahu tim yang mengevakuasi sudah berusaha keras dan doa-doa yang tulus sudah dipanjatkan, tapi pada akhirnya kita hanya bisa berserah pada Tuhan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya pada keluarga yang ditinggalkan, semoga semuanya diberikan keikhlasan dan ketabahan, amen... 

Kamis, 03 Januari 2013

Hadiah-hadiah Istimewa :)

Hai, teman-teman! Wah, sudah tahun 2013! So, how's your new years eve and... wait, sepertinya gue juga melewatkan natal ya? Hehehe, so sorry, gue belum sempat blog walking dan update di sini. Jadi, sekarang saja ya gue ucapkan selamat natal 2012 dan tahun baru 2013. Semoga kalian melewati moment-moment itu dengan orang-orang yang kalian sayang, ya :)

Well, berhubung baru bisa bercerita sekarang, gue mau berbagi tentang apa saja yang sudah gue alami. Banyak hal menyenangkan dan membuat gue tersenyum belakangan ini. I feel really blessed, really :) Pertama gue mendapatkan Christmas gift dari orang-orang yang baru gue kenal (beberapa malah jadi jadi early Christmas gift!). Ada sebuah gantungan kunci oleh-oleh dari miss. Vivi waktu dia berlibur ke Cina. Miss. Vivi adalah ketua cabang dari pre school tempat gue bekerja. Tahu sendiri kan kalau gue adalah "anak baru" di sana, jadi begitu menyenangkan waktu tahu ada yang ingat dengan keberadaan gue, hihihi. Yang ke dua adalah gantungan pohon natal dan bros kayu dari Keona, salah satu murid di pre school. Gue senang sekali, sampai-sampai langsung dipasang begitu sampai di rumah, hehehe. Dan yang ke tiga, gue dapat cake dari Mama-nya Lee Ann, murid gue. Tapi gue nggak sempat ambil fotonya karena terlalu enak, hehehe (setelah gigitan pertama gue nggak bisa berhenti) :p Yang ke empat sekaligus yang terakhir gue dapatkan dari pre school adalah sebuah kaos Hello Kitty! How come? Nah, sampai hari ini pun gue masih amaze dengan kejadian itu...

Hadiah dari Keona dan Miss. Vivi :)

Gue suka Hello Kitty. Mungkin teman-teman blogger ada yang tahu karena gue pernah post ceritanya di sini. Tapi orang tua murid, well, agak mustahil untuk tahu. Gue memang sering memakai pernak-pernik Hello kitty ketika bekerja. Tas, handphone dan perlengkapan makan gue bergambar Hello kitty. Semuanya gue simpan di loker karena benda-benda pribadi nggak diperkenankan masuk ke dalam kelas. Satu-satunya "ciri" bahwa gue menyukai Hello Kitty ---yang (mungkin) bisa dilihat oleh orang tua murid hanya pita rambut gue. Itu pun nggak bergambar Hello Kitty, dan warnanya nggak selalu pink, hanya pita biasa. Makanya, waktu Mama dari Louis, salah satu murid gue memberi hadiah Christmas kaos Hello Kitty gue terkejut bukan main. Bukan hanya gue yang terkejut malah, tapi rekan-rekan kerja gue langsung berkomentar dan bertanya dengan nada nggak menyangka tentang hadiah yang gue terima. Mereka tahu bahwa gue itu really into Hello Kitty, sampai-sampai sering dipanggil "Hello Kitty" (lol). Tapi kalau ada orang tua murid yang tahu, itu kejutan besar! Miss. Rifa, rekan gue di kelas bahkan menebak-nebak bagaimana ceritanya Mama Louis bisa tahu soal kesukaan gue. Apa gue pernah tanpa sengaja membawa botol minuman di depannya? Apa Louis pernah bercerita pada mamanya? Hmm, Louis itu belum 2 tahun, jadi rasanya itu kurang masuk akal, hahaha. Yah, darimana pun Mama Louis tahu tentang "my crazy cute obsession", gue bersyukur karena itu menjadikan hadiah yang sangat-sangat-sangat berkesan :)


Kaos dari mamanya Lous. Suka :)

Saking senangnya gue langsung pakai sepulang bekerja :p

Kejutan nggak cuma datang dari pre school ternyata Di rumah Ibu meletakan sebuah bungkusan berwarna pink di atas sofa. Katanya itu gue untuk gue. Waktu di buka.... Wah, sandal rumah berwarna pink! Gue sangat suka warna pink, sampai-sampai kamar gue terlalu "menyilaukan" untuk adik laki-laki gue, hehehe, dan sandal ini jadi pelengkap yang pas untuk mengusir si adik kalau dia masuk kamar tanpa izin :p
Waktu gue pikir ini sudah selesai, ternyata Ray ikut memberi kejutan. Dia memberi gue parfum dan hands sanitizer Hello Kitty. Hmm, sebenarnya sih memang gue yang meminta. Gue bilang ingin dua benda tersebut untuk hadiah Christmas. Tapi siapa yang menyangka bahwa gue benar-benar mendapatkannya! Apalagi proses mendapatkan cukup bikin deg-deg-an, lho. Kami ingin hadiah itu sampai di rumah gue tepat tanggal 25 Desember, tapi kami lupa sesuatu: tukang pos itu berbeda dengan Santa. Mereka justru libur di hari natal, hahaha. Akhirnya hadiah pun baru gue terima sore-sore keesokan harinya :D 


Sandal pink dari Ibu :)

Hadiah yang datang terlambat dari Ray :)

Setelah natal Ray langsung kembali bekerja, sedangkan gue masih libur sampai tanggal 7 Januari. Meski gue nggak benar-benar libur karena masih ada pekerjaan lain selain di pre school, tapi itu cukup untuk membuat tubuh gue beristirahat (terkecuali waktu ada acara sleepover dengan Silmi, sepupu gue. Kami nggak tidur seharian, lol). Gue nggak punya acara 'berbeda' untuk malam pergantian tahun. Tetap sama dari tahun ke tahun, keluarga gue berkumpul di rumah dan menikmati makanan yang (bagi kami) istimewa. Tapi itu lah moment yang sangat gue sukai, apalagi tahun ini Ray (yang baru libur di malam tahun baru) ikut bergabung, jadi bahagianya berkali-kali lipat :) Gue berbelanja ke supermarket terdekat, membeli apa saja yang gue sukai tanpa harus mendapat "protes" dari Ibu dan Bapak karena makanan yang gue beli merusak gigi dan hanya "membuang uang". This is new years eve, kan :)

CHILDREN OF THE CORN!!! :p

Ice cream! :)


Ibu memasak nasi tumpeng dan spageti. Sedangkan gue menyiapkan makanan manis seperti es krim dan coklat (juga minuman manis: susu dan soda, lol). Pergantian malam tahun baru semuanya terasa sempurna meski agak sebal sama stasiun TV yang nggak menayangkan film keluarga, hehehe. Ray bergabung dengan keluarga gue jam 7 malam. Dia membawa makanan ringan dan hadiah tahun baru untuk gue. Wah, di akhir tahun gue kebanjiran hadiah \(^^)/ Setiap gue dapat hadiah dari Ray rasanya selalu istimewa karena dia sering kali memberi tanpa rencana. Pernah suatu kali kami sedang ke theme park dan Ray mengajak gue melihat-lihat toko suvenir. Gue nggak meminta apa-apa tapi dia belikan gue tong sampah Hello Kitty. Ain't he's so sweet? :) Hadiah tahun baru pun begitu, dia sedang berbelanja dan melihat benda-benda yang dia rasa gue akan menyukainya. Ray memutuskan untuk membelinya, dan... I REALLY LOVE them :)))





Gue nggak pernah menilai hadiah yang gue terima dari harganya. Menurut gue hadiah akan berkesan jika si pemberi benar-benar ingin memberikan benda tersebut untuk gue. Mengharukan rasanya ketika ada yang memberi gue hadiah karena dia ingat dengan apa yang gue sukai. Betapa istimewanya perasaan gue ketika ada yang memberi tanpa bertanya dulu, "what do you want for Christmas/new year", tapi memberikan hadiah yang "tepat"... :) Selembar stiker, sebuah gambar band kesukaan gue yang di-print di kertas tulis atau sebuah pulpen yang dipajang di kasir minimarket... semuanya berkesan. Gue selalu terharu bagaimana seseorang bisa mengingat apa yang gue sukai bahkan dengan melihat benda-benda kecil atau sehari-hari... :)

Hadiah tahun baru dari Ray :)

I'm blessed. Gue nggak pernah meragukan itu. Gue sangat bersyukur tahun 2012 ditutup dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang gue sayangi dan mendapatkan perhatian yang selalu membuat tersenyum ketika mengingatnya. Gue harap di tahun yang baru ini gue tetap merasakan kehangatan yang sama, dan semoga bisa membalas hadiah-hadiah istimewa dari orang-orang di sekitar gue. Di tanggal 17 Januari besok ada sebuah hadiah lagi untuk gue, film "Mika" (yang diinspirasi dari novel karya gue "Waktu Aku sama Mika") akan tayang di bioskop seluruh Indonesia. Ah, gue tahu tadi sudah bilang... tapi sekali lagi... I'm blessed... Thank God... Thank God... :)
Selamat datang 2013, semoga tahun ini menjadi "hadiah" untuk semua orang yang mendapatkan kesempatan dari Tuhan untuk menjalaninya. Amen.

Jadi teman-teman, sudah siap untuk menjalani tahun 2013 yang penuh berkah? :)





happy blessed girl,

Indi

nb: mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa rambut gue terlihat memutih. well, itu bukan uban. tapi sejak tanggal 30 desember sampai hari ini gue belum mandi, jadi gue pakai bedak bayi di rambut supaya nggak kelihatan berminyak, lol, lol :p
________________________________________________________________
Contact me: here and here. Contact manager: 081322339469