Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Sabtu, 06 September 2014

"Guruku Berbulu dan Berekor", a Charity Novel :)


Hi Bloggies, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik, ya. Dan kalau ada yang sedang sakit, semoga cepat sembuh :)

Novel Guruku Berbulu dan Berekor ditemani foto Veggie waktu bayi :)

Gue tumbuh di tengah keluarga yang mencintai hewan. Sejak kecil selalu saja ada hewan peliharaan di rumah. Dari mulai burung, ikan, kucing, hamster, kura-kura, tikus sampai anjing. Gue selalu diajarkan oleh Ibu dan Bapak untuk mencintai dan menghormati sesama makhluk Tuhan, termasuk hewan. Kami memastikan hewan-hewan yang tinggal di rumah nyaman dan terawat, tanpa berarti memanusiakan mereka. Hingga mereka menjadi lebih dari sebagai hewan peliharaan, tapi juga menjadi sahabat dan bahkan guru! :)

Ketika gue beranjak remaja gue mempunyai hewan peliharaan sendiri, seekor anjing golden retriever betina bernama Veggie. Kami tak terpisahkan, kemana pun gue pergi Veggie (hampir) pasti ikut. Termasuk pergi keluar kota, kami berbagi bangku belakang mobil, hihihi. Ketika Veggie tumbuh besar dokter mengatakan bahwa ia mengidap epilepsi, nggak bisa disembuhkan. Yang bisa gue dan keluarga lakukan hanya berdoa dan memastikan ia nyaman selama sisa hidupnya. Meskipun begitu, Veggie tetap menjadi anjing yang penuh semangat. Ia belajar banyak trik baru dan selalu melindungi gue. Pernah suatu kali Iie (tante gue) pura-pura sakiti gue, dan Veggie dengan sigap langsung menyerangnya! 

Sayangnya di usianya yang belum 7 tahun Veggie harus pulang ke surga. Gue dan keluarga merasa kehilangan sekali. Bukan hanya sebagai hewan peliharaan, tapi Veggie juga menjadi sahabat, guru sekaligus motivator yang mengajarkan kami agar selalu bersemangat dalam keadaan apapun. 

Pengalaman gue dan keluarga dengan hewan peliharaan kami, terutama Veggie menginspirasi gue untuk menulis sebuah novel yang didedikasikan untuk hewan-hewan di seluruh dunia. Gue percaya, bukan hanya kami yang mempunyai pengalaman mengesankan dengan hewan peliharaan. Maka gue mengajak orang-orang yang mempunyai/pernah mempunyai hewan peliharaan untuk menuliskan kisah mereka. Melalui internet gue mengenalkan project ini dan mempersilakan siapapun untuk mengirimkan kisahnya pada gue. Yup, siapapun: dari berbagai profesi, usia dan latar belakang. Bahkan ada diantara mereka yang mengirimkan rekaman audio karena (merasa) nggak bisa menulis. Kisah-kisah itu lalu gue susun jadi sebuah naskah, termasuk kisah tentang Veggie si anjing pemberani. Lalu jadilah novel dengan judul "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Gue sadar meskipun banyak yang mencintai hewan, tapi ada juga orang-orang yang memperlakukan hewan seolah benda nggak bernyawa. Misalnya saja, ada yang begitu tertarik dengan keimutan puppy di balik kaca pet shop, membelinya dan memamerkannya pada teman dan kerabat. Tapi setelah puppy itu tumbuh lalu menjadi anjing tua, ia pun dijual kembali atau malah diterlantarkan begitu saja... 
Jadi gue putuskan royalti dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" digunakan untuk membantu hewan-hewan yang membutuhkan. Setiap royalti yang gue terima akan disalurkan pada penampungan-penampungan hewan di seluruh Indonesia. Dan dengan kisah-kisah di novel ini gue harap bisa membantu menyebarkan pesan kepedulian pada hewan-hewan di sekitar kita. Untuk mencintai dan menghormati mereka, karena setiap mahkluk Tuhan pasti ada tempat dan fungsinya masing-masing di dunia ini, bukan untuk disakiti.


Sejak awal novel "Guruku Berbulu dan Berekor" beredar di pasaran, gue sudah sadar dengan kesulitan yang akan gue hadapi. Genre seperti novel ini masih jarang peminatnya, apalagi pembaca mengharapkan gue menulis lebih banyak lagi tentang Mika (dari novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna"). Tapi gue percaya dengan maksud baik dan kesungguh-sungguhan gue ketika menulis novel ini pasti akan membuahkan hasil. Entah itu besar, entah itu kecil, tapi gue percaya "Guruku Berbulu dan Berekor" akan mempunyai tempat istimewa di hati pembaca dan para penyayang hewan :)

Setiap gue membaca komentar-komentar pembaca tentang novel ini rasanya hati gue hangat dan semakin optimis akan kehidupan hewan-hewan di sekitar kita. Gue percaya semuanya akan semakin membaik. 

"Aku pernah baca buku kakak yang judulnya “Guruku Berbulu dan Berekor“. Awalnya aku ngeliat judulnya itu ngerasa unik gitu, jadi tertarik untuk baca. Ternyata isi bukunya juga menarik, klop deh." 
(Zia)

"Ada resensi Guruku Berbulu dan Berekor (di majalah Gadis)  yang membuat aku membeli bukunya. Dan ternyata memang bener-bener seru..." 
(Angie dan Sanae)

"Setelah membaca Guruku berbulu dan Berekor jadi kepengen nambah hewan peliharaan lagi."
(Andre Prasyawan)


Apalagi setelah gue menerima royaltinya dan menyalurkannya pada hewan-hewan yang membutuhkan. Perasaan senang dan harunya benar-benar nggak bisa diungkapkan! Yang pasti gue berterima kasih dan bersyukur pada teman-teman yang sudah membantu project ini, baik dengan menyumbangkan kisah atau dengan membeli novel "Guruku Berbulu dan Berekor". Setelah royalti pertama didonasikan pada ARAC (Animal Rescue and Adoption Center) atau adopsianjing.com yang merupakan komunitas non formal yang menggalang bantuan bagi para hewan, royalti kedua yang gue terima sudah didonasikan pada 2 ekor anjing golden retriever yang diterlantarkan di jalan tol. Oleh Mbak Reny (penemu dan pe-rescue) mereka diberi nama Dhana dan Dhani. Mereka berdua dalam keadaan sakit dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk pulih. Semoga donasi dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa membantu mereka. Amen.... :)


Perjalanan novel ini tentu masih jauh. Tujuan project gue ini baru dikenal oleh sebagian kecil orang, tapi gue nggak akan berhenti berusaha. Gue yakin langkah kecil gue jika dibantu dengan teman-teman semua maka akan lebih cepat sampai. Jadi jika teman-teman ingin membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk hewan-hewan di sekitar kita melalui novel "Guruku Berbulu dan Berekor", kalian bisa membelinya dengan harga Rp. 45.000 di Indi Sugar Official Store. Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469. Dan seluruh royalti akan disumbangkan pada penampungan-penampungan hewan di Indonesia.
Selalu menyenangkan jika bisa membantu sesama mahkluk hidup, kan? :)



"Menyelamatkan seekor hewan tidak akan mengubah dunia, tapi akan mengubah dunia untuk hewan itu..."
(Guruku Berbulu dan Berekor, halaman 17)

salam,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Senin, 25 Agustus 2014

A Date with Daddy: Jalan-jalan Cute Bersama Bapak :)


Tahukah teman-teman bahwa gue adalah "daddy's little girl"? Hehe, sepertinya yang cukup rajin mampir ke sini pasti tahu ya, soalnya gue sering sekali bercerita tentang Bapak (klik di sini dan di sini) :) Gue selalu senang jika berjalan-jalan ---atau gue sebut dengan 'date'--- dengan beliau, rasanya seperti melupakan kehidupan gue sebagai orang dewasa. Semuanya serba menyenangkan, serba manis dan jika selesai selalu gue tunggu-tunggu date selanjutnya :) Seperti hari ini (24 Agustus 2014), akhirnya kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Bapak tiba. Beberapa waktu lalu gue dan Bapak sempat sibuk dengan pekerjaan masing-masing, waktu bertemu kami hanya setelah dinner dan saat Bapak mengantarkan gue berkerja. Jadi waktu hari ini datang rasa senangnya berkali-kali lipat! :D

Sebenarnya ini adalah date tanpa rencana, satu hari sebelumnya filter aquarium gue macet dan gue minta Bapak untuk membelikan yang baru. Bapak berkata besok beliau akan membelikannya untuk gue. Tapi ternyata sampai tadi sore Bapak lupa, dan sebagai gantinya beliau mengajak gue untuk membelinya bersama-sama. Jelas saja gue nggak menolak, karena gue senang sekali pergi ke toko ikan hias, meskipun nggak mengerti apa-apa tentang ikan, hehehe. Cepat-cepat saja gue mengganti piyama dengan dress pertama yang gue lihat di lemari, menyisir rambut gue sedikit dan mengikuti Bapak ke dalam mobil. Nggak lama kemudian petualangan gue dan Bapak pun dimulai! :)

Kami tiba di sebuah toko ikan hias yang nggak terlalu ramai, sementara Bapak sibuk memilih-milih filter gue asyik melihat-lihat koleksi ikan yang sedang berenang-renang di aquarium. Gue melihat ikan arwarna yang besar sekali, ukuran aquarium nya sepertinya sebesar tempat tidur gue! Lalu gue melihat sekelompok ikan koi yang cantik-cantik, warnanya macam-macam dan membuat gue gembira waktu memandang mereka :) Sesekali gue menoleh ke arah Bapak, nggak sabar untuk menunjukan ikan-ikan keren ini kepadanya. Gue dan Bapak sama-sama punya imajinasi yang bagus, kami sering membicarakan hal-hal yang mustahil. Jadi gue penasaran dengan apa yang akan Bapak katakan soal penemuan gue ini, hehehe. Begitu Bapak selesai membayar filter di kasir, cepat-cepat gue langsung menarik lengannya sambil berkata, "Lihat, sini. Ikan-ikannya keren sekali."
Tanpa berkata-kata Bapak langsung mengikuti langkah gue. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa gue sangat dekat dengan Bapak. Dengan Ibu gue nggak bisa seperti ini, beliau memang suka shopping, tapi nggak dengan berlama-lama window shopping, hehehe.
Gue ajak Bapak melihat aquarium super besar, gue berkata bahwa suatu hari kalau sudah punya rumah sendiri, gue akan membeli aquarium lebih besar dari ini, yang menyambung dari kamar tidur ke ruang TV. Jadi ikan mas-ikan mas gue nanti bisa berenang bebas dan nggak bosan. Menanggapi khayalan gue yang super ini Bapak menanggapi dengan perkataannya yang nggak kalah super. Sambil memegang kaca aquarium dan merasakan ketebalannya beliau berkata, "Di rumah kaca setebal ini sih banyak. Kalau mau sekarang juga bisa bikin, yang ukurannya sebesar rumah." Langsung saja gue tertawa, meskipun tahu itu mustahil, tapi membicarakan hal-hal random dengan Bapak memang selalu membuat gue bahagia :D

Arwarna kecil :)


What I wore?
Dress and headband: Toko Kecil Indi (my design)
Handbag: I Love Nerd Hello Kitty
Watch: Sanrio
Socks: Gosh
Shoes: belong to my Mom


Setelah sekitar 1 jam kami menyudahi petualangan kami di toko ikan hias. Bukan hanya karena para pegawai di sana sudah mulai memperhatikan kami yang heboh sendiri tapi nggak membeli seekor ikan pun, tapi juga karena aksi Bapak pada salah satu pegawai di sana. Beberapa waktu lalu Bapak dan Ibu membeli seekor ikan sapu-sapu untuk ditempatkan di kolam parit, yang terletak di halaman belakang rumah kami. Nah, karena kami nggak mengerti tentang ikan (iya, sekeluarga tahunya cuma tentang ikan mas saja yang harganya Rp. 5.000 per 10 ekor, hehehe), akhirnya ikan sapu-sapu itu merayap keluar kolam dan menghilang, mungkin dimakan tikus atau pergi sampai jauh dan berenang di selokan :( Eh, tiba-tiba saja Bapak bertanya pada mas-mas pegawai di sana apakah ikan sapu-sapu yang ia beli ada garansinya. Ditanya demikian, si mas-mas polos itu cuma bengong. Nah, sebelum dapat jawaban Bapak langsung menjak gue pergi, mungkin beliau sadar bahwa pertanyaannya itu aneh, hahaha.

Sebelum kami berangkat, Ibu mengingatkan gue untuk sekalian membeli kado untuk Gina, sepupu gue. Tanggal 9 Agustus lalu Gina menikah dan gue belum memberinya kado pernikahan, baru kado ulang tahun saja karena tanggal pernihakan dan ulang tahunnya berbarengan (uh, curang ya? Hehehe). Jadi gue dan Bapak melanjutkan perjalanan ke sebuah mall. Gue excited sekali. Bukan karena harus membeli kado, tapi karena artinya gue bisa lebih lama window shopping, hehehe :D 
Karena sudah punya ide tentang kado apa yang akan dibeli, jadi gue dan Bapak (niatnya) langsung menuju tempat yang di maksud. Tapi namanya mall, baru lantai pertama gue sudah menemukan pengalih perhatian. Apalagi kalau bukan Hello Kitty yang pernak-perniknya gue koleksi itu, hehehe. Nah, yang gue lihat bukan pernak-pernik mungil, melainkan jok mobil! Sudah bisa ditebak, gue langsung ajak Bapak melihat-lihat. Meskipun mobil gue memang sudah bertema Hello Kitty (dengan stiker dan full cover) tapi gue masih saja tergoda melihat jok-jok manis ini. Sementara gue melihat-lihat, Bapak sudah langsung akrab dengan SPG dan SPB nya. Bukannya menawarkan produknya, mbak-mbak SPG nya malah berkata pada gue bahwa mobil seperti milik gue itu sayang jika jok nya diganti. Apalagi jok-jok di mobil gue memang sudah bersarung Hello Kitty. Ya, ampun apa sih yang Bapak katakan pada mereka? Hehehe >.<
Akhirnya kami semua malah mengobrol random dan sepakat bahwa gue memang nggak perlu jok-jok itu. Sebagai gantinya kursi tua milik Bapak bisa dibungkus dengan motif Hello Kitty dengan harga yang jauuuuh lebih murah. Keputusan Bapak langsung disambut dengan anggukan mas dan mbak nya. Mereka berkata, "Iya, ide bagus, Pak. Selain lebih murah juga bisa bikin adik ini makin rajin belajar karena kursinya bagus." Langsung saja gue dan Bapak mati-matian menahan tawa. Karena jangankan sekolah, kuliah saja gue sudah lulus berabad-abad lalu, hahaha.
Cuma dengan Bapak bisa begini :p

Setelah mampir sana-sini, kami tiba juga di tempat yang dimaksud. Untuk pemilihan kado pernikahan Gina, gue serahkan pada Bapak. Terlalu banyak pengalih perhatian ---pernak-pernik lucu---. Lagipula Bapak pasti lebih mengerti urusan rumah tangga. Karena meskipun beberapa teman gue sudah ada yang berkeluarga dan memiliki anak, gue sendiri masih enjoy menjadi anak-anak, hehehe *kidding*
Di tempat ini ternyata nggak menyediakan jasa pembungkusan kado, jadi gue dan Bapak ke toko buku. Wah, kebayang kan berapa banyak pengalih perhatiannya? Toko buku itu salah satu tempat favorit gue, selalu betah untuk berlama-lama melihat-lihat buku sambil membayangkan suatu hari mempunyai perpustakaan pribadi sebesar Sea World, hehehe :p
Bapak menunggu kado selesai dibungkus, sementara gue seperti biasa langsung berpetualang. Banyak sekali buku-buku bagus. Salah satunya adalah buku Tuesday with Morrie dengan cover yang baru! Wah, kira-kira sudah berapa kali ya buku ini dicetak ulang, sampai-sampai covernya berganti-ganti... Hmm, semoga saja suatu hari buku-buku karya gue juga terbit dengan berbagai macam cover. Karena setelah belasan kali dicetak ulang, belum ada satu pun yang cover nya berubah, hehehe :D Lalu gue menemukan 2 buah novel karya gue yang dipajang di rak. Dengan malu-malu gue mengambilnya dan diam-diam memotretnya. Hihi, padahal kenapa gue harus malu, ya, kan yang tahu bahwa gue penulis novel-novel itu hanya gue sendiri :p Meskipun sudah cukup lama terbit, tapi rasanya tetap bangga dan terharu setiap kali melihat novel-novel gue dipajang di toko buku. Novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna" berada berdampingan di rak dengan label novel. Melihat jumlahnya dan dibandingkan dengan berapa banyak jumlah yang sebelumnya menginap di toko buku membuat gue tersenyum. Thank God, novel-novel gue diterima oleh pembaca di Indonesia dan sekitarnya :') Setelah yakin fotonya cukup jelas, gue langsung menghampiri Bapak yang masih menunggu kado untuk Gina dibungkus. "Pak, ada novel-novel aku, lho...", bisik gue. Dan Bapak langsung menjawab dengan,
"Cepat pindahkan semuanya ke rak paling atas, supaya banyak yang lihat."
Hahaha, ada-ada saja! :D Rasa haru gue ternyata bertambah, waktu kami akan keluar toko buku, ada buku keempat gue, "Conversation for Preschoolers" yang dipajang di rak TK/Pra Sekolah. Tapi kali ini gue nggak bisa memegangnya lama-lama, karena di cover belakangnya ada foto gue. Kalau ada yang memergoki, pasti gue langsung ditertawakan, hahaha :D

Kado-kado :)
Hore... ada Karena Cinta Itu Sempurna & Waktu Aku sama Mika!
Buku keempat gue, Conversation for Preschoolers :)

Waktu kami memutuskan pulang (kaki gue rasanya super pegal), di lantai bawah ada panggung kecil dan beberapa stand jajanan tradisional. Bapak menawari gue es lilin, langsung saja gue iyakan. Gue penggemar macam-macam es krim, dan sudah cukup lama gue nggak menemukan es lilin. Meskipun rasanya terlalu modern, tapi cukup mengobati kerinduan gue terjadap makanan khas Bandung yang satu ini :) Dengan keadaan hati super senang, kelelahan dan tangan yang dilelehi es lilin, gue masuk ke dalam mobil dan menuju perjalanan pulang. Sulit diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan gue. Yang pasti gue sangat bersyukur karena bisa menghabiskan waktu dengan Bapak. Gue sangat beruntung memilikinya yang juga bisa berperan sebagai seorang sahabat. He was my first date, and he always be my BEST date. Really thanking God for today. Senang rasanya bisa menjadi little girl abadi... :)

Menikmati es lilin
Rasa lelah kalah dengan hati yang senang :D

daddy's little girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 20 Agustus 2014

Yumyum Package from "The Baker Lady" :D

Kemarin, malam-malam gue menerima paket kilat. Waktu baca pengirimnya, gue langsung nggak sabar mau buka. Tapi berhubung sudah malam, jadi gue terpaksa sabar-sabarin sampai besok, hihihi. Begitu bangun tidur gue langsung buka paketnya. Waktu kardusnya disobek tercium aroma yang begitu sedap. Wah, semakin nggak sabar untuk segera mencicipi, apalagi setelah membaca komentar-komentar di Facebook tentang produk "The Baker Lady"! :D


Hal pertama yang gue perhatikan (setelah aroma tentunya, lol), kemasan paket "The Baker Lady" sangat apik. Meskipun dikirim dari Jakarta ke rumah gue di Bandung, isinya tetap nyaris sempurna. Dalam paket tersebut ada 1 toples kaastangels, 1 toples nastar, 1 box baked brownies, 1 toples kecil assorted cookies (brown dan vanilla dengan toping chocochips) dan 1 bungkus sample crunchy almond florentine. Semuanya tersimpan aman di kemasan yang dilapisi bubble wrap :) 



Yang pertama gue cicipi adalah crunchy almond florentine. Yum, rasanya manis dan renyah. Tanpa sadar gue sudah habiskan semuanya dan kemudian menyesal karena belum sempat difoto, huhuhu. Lalu selanjutnya gue mencicipi kaastangels nya. Gue suka sekali keju, jadi lidah gue agak rewel dengan makanan yang mengandung bahan tersebut. Surprisingly, "The Baker Lady" sukses bikin lidah gue tunduk, hehehe. Kejunya gurih dan tekstur renyahnya sangat pas. Lalu gue mencicipi assorted cookies nya, baru satu gigit tiba-tiba Bapak muncul dan mau ikut mencicipi juga. Ya, sudah kami jadi ngemil berdua, hehehe. Kata Bapak cookies nya rasanya lezat. Manisnya pas dan mudah dikunyah (maklum geraham Bapak ompong, lol). Nggak butuh waktu lama satu toples kecil langsung habis oleh kami berdua :D Lalu kami berdua mencicipi nastar yang rasanya segar dan nggak "pasaran". Teksturnya lembut dan nanasnya sangat terasa sekali. Pokoknya nikmat! Dan yang terakhir dicicipi adalah baked brownies. Sebagai orang Bandung gue sudah akrab dengan makanan yang satu ini. Tahu kenapa, kan? Hehehe. Tapi lagi-lagi "The Baker Lady" nggak mengecewakan lidah gue. Brownies nya istimewa, ada taburan chocochips nya :D





Waktu gue tanya Eve, ownernya, tentang kenapa produk-produk buatannya bisa enak banget, ternyata rahasianya ada di bahan-bahannya, lho. Semuanya hanya dibuat dengan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti mentega achor, roombuter wisjman, keju Belanda edam asli, tepung premium dan dark coklat. Bahkan selai nanas untuk nastar nya pun homemade, lho. Buah nanas yang dipakai pun dipilih secara teliti. Wah, pantas saja, ya :D

Produk "The Baker Lady" ternyata bukan cuma kue-kue, lho. Tapi juga ada makanan berat seperti homemade beef rendang dan ayam ungkep kremes siap goreng. Untuk pecinta kopi coffeind premium pure Arabian coffee, dan untuk oles-oles ada kaya jam. Semuanya dijamin fresh karena baru dibuat berdasarkan order, alami dan yang terpenting halal.

Asyiknya, selama bulan Agustus "The Baker Lady" punya promo spesial, lho. Namanya Hot Promo Merdeka:

*Homemade Beef Rendang 
-Choice of Original Beef or Mix With Baby Potato & Red Beans
-Try Our Spicy for additional 5k only
-Normal: 1kg (20 pcs) 280k, 500gr (10pcs) 140k
-"Merdeka": 1kg 265k, 500gr 135k

*Ayam Ungkep Kremes (siap goreng)
-Normal: 1kg (7 pcs paha atas bawah) 110k, 500gr (4 pcs) 60k
-"Merdeka": 1kg 105k, 500gr 55k

*Kaastengels
-Normal: 1 for 100k/Batch, >2 for 90k/Batch
-"Merdeka": 1 for 95k, 2 for 90k, >2 for 85k

*Nastar 
-Normal: 1 for 90k/Batch, >2 for 80k/Batch
-"Merdeka": 1 for 85k, 2 for 80k, >2 for 75k

*Baked Brownies
-choice of topping: Chocochips, Cheese & Almond
-Normal: 1 Loyang diameter 20 cm 75k, 1/2 Loyang 40k
-"Merdeka": 1 Loyang 70k, 1/2 Loyang 35k

*Crunchy Almond Florentine 
-Normal: 1 for 50k/Batch, 2 for 45k
-"Merdeka": 1 for 45k, 2 for 40k

*Noir Cookies 
-Normal: 1 for 45k/Batch, 2 for 40k/Batch
-"Merdeka": 1 for 40K, 2 for 37,5k

*Assorted Cookies
-Coice of Cookie: Brown or Vanilla
-Choice of Toppings: Chocochips, Almond, or M&M
-Normal: 1 for 40k/Batch, 2 for 37,5k/Batch
-"Merdeka": 1 for 37,5k, 2 for 35k

*Coffeeind Premium Pure Arabica Coffee 250gr
-Grounded
Normal: 85k/pack, "Merdeka": 80k
-Roasted: 87,5k/pack, "Merdeka": 82,5k/pack

*Kaya Jam
-250 gr (small jar) for 25k only


Kurang asyik gimana, coba? Hihihi. Yuk, mumpung masih bulan Agustus segera pesan. Karena ini kesempatan kita menikmati produk-produk "The Baker Lady" yang super nikmat dengan harga yang istimewa! :) (Eh, tapi bukan berarti sudah lewat Agustus nggak bisa pesan, ya. Selalu bisa, kok, hehehe)

Untuk teman-teman yang penasaran dengan rasa dari foto-foto menu yang super menggiurkan ini, silakan hubungi "The Baker Lady" di:
- Instagram: ilady_luck
- Line: eveselvy
- Backberry message: 74fd03f0

Mau tanya-tanya dulu juga boleh. Ownernya ramah banget, kok ;D


sweet tooth kid,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

happy independence day, Indonesia!

Senin, 11 Agustus 2014

Tentang Novel "Karena Cinta Itu Sempurna" :)





"Apa rasanya sakit, Mika? Waktu HIV membunuh CD4 kamu?"
Mika menyelipkan rokoknya lagi, tapi kali ini lebih lama karena ia memutuskan untuk mengunyahnya.
"Kamu ingat bintang-bintang yang ditempel di papan di dalam kelasmu? Bu guru akan mencabuti satu persatu jika ada murid yang nakal, iya kan?"
Aku mengangguk.
"Bintang-bintang itu seperti CD4, sedangkan Bu guru itu seperti HIV. Dan aku adalah muridnya, Sugar... Jadi aku akan baik-baik saja, selama aku tidak nakal."
Aku mengangguk mengerti.
(Karena Cinta Itu Sempurna, halaman 83)

***


"Karena Cinta Itu Sempurna" adalah novel kedua yang gue tulis dan diterbitkan oleh Homerian Pustaka. Sama seperti novel sebelumnya, "Waktu Aku sama Mika", novel ini juga diambil dari pengalaman hidup gue, alias diary yang dibukukan. "Karena Cinta Itu Sempurna" menceritakan masa kecil gue yang penuh dengan khayalan dan teman-teman yang unik, masa remaja gue yang mengalami pahit manis setelah divonis mengidap scoliosis oleh dokter lalu menemukan seorang penyembuh bernama Mika, yang mengidap AIDS tapi mempunyai semangat yang sangat besar. Dan masa-masa memasuki dunia dewasa yang membingungkan tapi juga menyenangkan.

Jika teman-teman pernah menonton film MIKA (dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Mika dan Velove Vexia sebagai gue), maka novel ini akan memberikan penjelasan lebih dari apa yang ada di film, karena scene-scene dari film tersebut memang banyak yang diambil dari novel ini :) 
Sampai sekarang "Karena Cinta Itu Sempurna" sudah dicetak sebanyak belasan kali dan gue sangat bersyukur karena mendapatkan sambutan yang positif. Bukan hanya dari pembaca di Indonesia tapi juga di luar negeri. Seperti Malaysia, Singapore dan Australia. Thank God :)

Foto-foto kiriman pembaca. Terima kasih banyak! :D


Berikut beberapa komentar dari pembaca "Karena Cinta Itu Sempurna":

"Cerita ini mengajarkan aku apa itu cinta sesungguhnya tanpa membalas atau bersyarat."
(Hannie, pengguna Facebook)

"Novel kedua terbaik dari kak Indi yang bikin air mataku kembali mengalir seperti “Waktu Aku Sama Mika”. Bahasa yang ada dinovel ini tergolong sederhana (mudah dimengerti), tapi setiap kalimat-kalimat yang dipakai, maknanya begitu luar biasa."
(Olivia Dejoinears, via email)

"Pertama kali baca, tidak mau berhenti.. Eh tidak tahunya semalam malah sudah khatam dalam 2.5 jam."
(Papafaiz, blogger)

"Bukunya sih kecil tapi isinya beri motivasi dan pelajaran."
(Ekarhmdania, pengguna instagram)

"Pemilihan kata-kata yang santun, ringan serta ditambahkan beberapa catatan berupa diary sang penulis membuat buku ini mudah untuk dinikmati."
(Lidya C, blogger)

"Membaca novel Karena Cinta Itu Sempurna memberikan tebaran rasa manis dan sedikit pahit di hati. Rasa manis saat Kak Indi menulis bahwa perbedaan skolioser hanya tidak boleh berlari dan melompat, hanya itu saja, kami masih bisa seperti orang lain. Hal-hal manis masih banyak terumbar di novel manis yang ditulis penuh kata-kata seperti coklat, manis yang tidak berlebihan."
(Tiskusuma, blogger)

"Pertama kali terpandang reka kulit novel ini, saya terus memegangnya. Ringkas sekali. Dan apabila saya membaca isi di dalamnya, hati saya rasa sangat syahdu."
(Ruhana Zaki, penulis dari Malaysia)

Ah, membaca komentar-komentar positif membuat gue tersenyum. Senang rasanya bisa berbagi kisah dan mendapatkan teman-teman baru. Terima kasih banyak-banyak-banyak gue ucapkan untuk semua yang telah menyempatkan membaca :)
Dan untuk teman-teman yang belum pernah membaca, novel "Karena Cinta Itu Sempurna" bisa didapatkan di Indi Sugar Official Store dengan harga Rp. 29.000 (plus bonus stiker Indi's Friend).
Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469, dan novel akan dikirimkan ke alamat teman-teman.
Sekali lagi, terima kasih untuk supportnya selama ini, blessed to have you, guys! :)

sugar pie nya Mika,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 03 Agustus 2014

Tetap Aktif dengan Scoliosis! (Up date Pemakaian SpineCor)


Hai bloggies, bagaimana liburan lebarannya? Atau adakah yang sudah mulai kembali ke aktivitas semula? Apapun, semoga hari kalian menyenangkan, ya :) Amen.

Semenjak memakai SpineCor alias soft brace untuk scoliosis gue, banyak sekali yang bertanya tentang perkembangannya. Well, sebenarnya gue sudah berjanji akan selalu meng-up date nya di sini, tapi ternyata cukup banyak juga yang nggak sabar menunggu dan bertanya langsung lewat private message, hehehe. Jadi sekarang gue akan share tentang pengalaman gue setelah 1 bulan pemakaian SpineCor :)

Jika belum tahu apa itu SpineCor, silakan lihat ini.

Gue masih ingat waktu pertama kali dokter meminta gue untuk memakai brace. Waktu itu gue masih 13 tahun dan brace yang gue pakai adalah tipe Boston. Keras dan menutupi seluruh badan gue, dari dada sampai pinggul. Bentuknya yang kaku membuat brace susah untuk “disembunyikan” di balik baju. Lekuk tubuh gue juga jadi tampak nggak natural. Hampir semua orang yang bertemu gue ---meskipun baru sebentar--- langsung sadar bahwa gue memakai brace. Semangat gue untuk disiplin mamakai brace pun jadi on and off. Saat di rumah gue nggak bermasalah untuk memakainya sepanjang waktu (brace harus dipakai 23 jam sehari), tapi lain lagi jika gue sedang di sekolah. Aktivitas yang padat dan membuat gue banyak berkeringat membuat gue merasa nggak nyaman. Rasanya seperti di sauna permanen, hehehe. 

Sesuai dengan nasehat dokter gue mamakai brace selama masa pertumbuhan tulang,  yang artinya sepanjang 5 tahun sebelum gue berusia 18 tahun. Keberhasilan Boston brace ini memang berbeda-beda pada setiap scolioser dan pada gue, too bad kurva gue malah bertambah dari 30 an ke 40 an... Malah di usia dewasa gue kurva gue sempat mencapai 58 derajat! 
Dokter berkata brace sudah nggak ada gunanya jika tulang gue sudah berhenti tumbuh, jadi yang bisa gue lakukan untuk menjaga kurva gue hanya tinggal terapi yang lain seperti berenang, fisio terapi, dan tentu saja jalan terakhir ketika kurva sudah melebihin 40 derajat: Operasi.
Operasi bukan pilihan gue, jadi gue mengikuti berbagai terapi fisik baik di Rumah Sakit sampai terapi chiropractic. Chiropractic  memberikan rasa nyaman pada tulang belakang gue, tapi kurva gue sama sekali nggak berkurang.

Setelah mendengar tentang SpineCor gue langsung bersemangat untuk mencobanya. Bukan hanya karena banyak selebriti dengan scoliosis yang memakainya tapi karena ini satu-satunya tipe brace yang masih bisa dipakai untuk tulang yang sudah berhenti tumbuh (mature). Gue langsung optimis di hari pertama gue memakainya, karena selain terasa nyaman, postur tubuh gue pun secara instan terasa lebih baik. Apalagi 1 minggu setelah pemakaian hasil x ray menunjukan kurva gue (with brace on) berkurang sebanyak 12 derajat. Yang artinya menjadi kurva “aman” dari operasi!

Kalau dipakai di balik baju SpineCor nggak terlihat, lho. Bahannya juge elastis, nyaman dipakai :)

SpineCor sangat jauh berbeda dengan Boston brace. Bentuknya mengikuti lekuk tubuh gue dan tersembunyi dengan baik di balik baju. Gerakan tubuh pun menjadi nggak terbatas. Gue benar-benar bisa beraktivitas sambil memakai SpineCor. Gue bekerja di preschool sambil memakainya. Mengejar anak-anak, jongkok-berdiri sampai berayun di swinging ball pun nggak masalah. Begitu juga dengan kegiatan gue sebagai penulis. Gue sangat terbantu dengan SpineCor. Harus duduk berjam-jam di depan komputer sambil mengetik dulu sangat menyiksa, tapi sekarang nyeri punggung dan kesemutan gue banyak berkurang :)

Gue pakai SpineCor, lho. Nggak terlihat, kan? ;)


Untuk teman-teman scolioser pasti mengerti mengapa berkurangnya kurva bukan satu-satunya goal. Berkurangnya rasa sakit juga salah satu faktor yang dicari dari sebuah terapi/pengobatan, karena terkadang rasa sakit mengganggu produktifitas kita yang memiliki hidup yang aktif. Berbeda kurva dan tipe, berbeda pula rasanya. Gue sendiri sering mengalami kesemutan di tubuh bagian kanan dan nyeri di punggung atas. Kalau sudah begitu mau nulis pun kurang konsentrasi. Padahal pekerjaan gue penulis, ya, hehehe. 

Selama 1 bulan ini SpineCor sudah menjadi bagian dari aktivitas gue sehari-hari. Setiap habis mandi gue langsung memakainya dan bekerja seperti biasa. Teman-teman gue pun nggak ada yang tahu bahwa gue memakai brace. Kecuali kalau gue beritahu, ya :p Tubuh gue rasanya semakin fit dan tentu saja menjadi lebih produktif. Sepulang dari preschool yang biasanya langsung mendarat di tempat tidur, sekarang langsung ambil tali leher dan baju Eris. Yup, gue ajak dulu Eris berjalan-jalan sebelum gue beristirahat! :)

Awalnya karena belum tahu sejauh mana ketahanan tubuh gue, gue ajak Eris berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah saja. Tapi setelah beberapa kali percobaan dan gue nggak memiliki keluhan, gue mengajaknya berjalan-jalan ke tempat yang lebih jauh. Gue berkeringat dan kelelahan, tapi hebatnya nggak ada rasa pegal atau kesemutan, semuanya lancar. Well, terakhir gue merasa seperti ini sepertinya waktu SMP. Long long time ago, ya...

Mau jongkok atau berdiri tetap nyaman :)

Karena tubuh fit, waktu berkualitas dengan Eris pun semakin banyak :)

Untuk memastikan bahwa apa yang gue rasakan bukan sekedar sugesti, gue mengecek kembali keadaan gue ke dokter. Berhubung Dr. Natalie sedang cuti melahirkan, jadi gue ditangani oleh Dr. Irma. Guess what, setelah gue surprise dengan kemajuan setelah pemakaian 1 minggu, sekarang ada lagi kabar gembira. Kemiringan tulang belakang gue yang tadinya 20 mm sekarang tinggal 2 mm saja! Memang sih gue belum kembali x ray (jika terlalu sering nggak baik untuk kesehatan), tapi Dr. Irma memeriksanya dengan seksama dan hasilnya membuat gue semakin optimis dan semangat untuk terus menggunakan SpineCor :)

Ini baru bulan pertama dan gue excited sekali dengan perkembangan yang akan gue dapat. Bahkan dengan operasi scoliosis nggak bisa dikoreksi 100%, jadi gue rasa SpineCor sangat patut diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup scolioser, tua dan muda. Gue harap semakin banyak yang tahu tentang SpineCor. Seorang teman gue yang kurvanya sudah 70an derajat pun baru-baru ini memakainya dan kurvanya sekarang sudah berkurang 8 derajat. Benar-benar mematahkan “mitos” yang berkata bahwa bracing hanya efektif untuk kurva di bawah 40 derajat. Yup, ada harapan baru untuk scolioser ;)

Bulan depan gue akan kembali memeriksakan tulang belakang gue, sekaligus melihat sejauh mana SpineCor membantu gue. Jika teman-teman tertarik dengan SpineCor atau mau tanya-tanya dulu, silakan kunjungi Back Up Clinic di Central Park mall, LG Floor Unit L-136, Jl. S Parman Kavling 28 Jakarta Barat. Atau bisa menelepon terlebih dahulu ke 021 29200158 dan 021 92900219. Staff Back Up Clinic pasti dengan senang hati membantu kalian :)

Miracle girl,

Indi

Senin, 28 Juli 2014

Accidently Date! :p


Gue dan Ray punya pekerjaan yang semakin sibuk jika liburan hampir tiba. Well, sebagian besar pekerjaan memang sepertinya seperti itu, tapi tetap saja kami kami nggak pernah terbiasa dengan frekuensi bertemu kami yang menjadi berkurang. Gue dan Ray sama-sama nggak libur sebelum lebaran, preschool gue
nggak seperti sekolah lain yang punya libur di bulan puasa, begitu juga Ray yang tetap bekerja full day. Beruntunglah pada tanggal 24 Juli lalu kami mempunyai kesempatan untuk punya waktu berkualitas berdua, ---eh, ramai-ramai sih sebenarnya, lol--- teman-teman preschool gue mengadakan acara buka puasa bersama dan gue memutuskan untuk mengajak Ray. Keputusan ini lumayan mendadak, soalnya awalnya gue nggak berniat untuk ikut, apalagi meski judulnya "buka puasa" tapi yang berpuasa hanya sedikit, hehehe. Tapi setelah dipikir-pikir dan mengingat akan sulit untuk mengatur waktu karena Ray harus mudik, akhirnya kami pergi ke acara buka puasa yang lebih mirip dinner itu, hehehe.

Waktu gue beritahu Ray lokasi dimana kami akan bertemu dengan teman-teman gue, dia langsung khawatir karena bisa dipastikan tempatnya akan penuh, terutama menjelang buka puasa. Jadi kami berangkat dari rumah sekitar pukul 4 sore dan berharap bisa tiba sebelum adzan magrib. Dua teman gue yang sudah menikah, Ima dan Liliek meminta gue untuk reservasi satu meja untuk para suami agar bisa hang out bersama. Ray memang belum menjadi suami gue, tapi gue pikir akan lebih nyaman jika "para pasangan" punya meja sendiri agar bisa mengobrol atau 'do man stuff' ---apapun itu--- dan nggak bosan karena menunggu :p

Ketika kami sampai dan langsung reservasi meja, ternyata suami Liliek dan Ima nggak jadi ikut. Well, suaminya Ima sih sebenarnya ikut, tapi dunno why ia memilih untuk menunggu di luar. Meja yang sudah dipesan pun jadi hanya ditempat oleh gue dan Ray. Acara "buka puasa bersama" ini pun malah jadi date untuk kami, hehehe :D Karena teman-teman gue duduk di meja terpisah kadang gue bolak-balik dari meja mereka ke meja Ray. Senang sekali bisa mengenalkan Ray pada teman-teman gue. Berhubung gue jarang bercerita tentang kehidupan pribadi gue, jadi banyak diantara mereka yang belum tahu bahwa gue punya pasangan. Mereka juga terkejut waktu gue beritahu bahwa kami sudah bersama selama 6 tahun. Menurut mereka kami terlihat hangat dan romantis seperti baru pacaran. Wah, mereka nggak tahu bahwa kami nggak ada romantis-romantisnya, kalau sudah ribut gue bisa lebih galak dari Eris (my dog), lho, hahaha :p Tapi gue anggap itu sebagai pujian, apalagi teman-teman gue memberikan doa untuk kami. Salah satu teman gue, Miss. Nita berkata bahwa ia berharap agar Ray tetap romantis meskipun kami sudah menikah nanti. Ia berkata begitu setalah melihat Ray membawakan tas gue. Well, gue nggak tahu kalau itu terhitung perbuatan romantis, buat gue he's just being helpful, lol. Tapi amen untuk semua doa baiknya :)

Ray selalu nggak mau difoto sendrian, hahaha :)

Meja yang sudah dipesan pun jadi milik berdua :p

Cheers, jus sayuran ini enak, lho :)

Judulnya "buka puasa" tapi banyakan yang nggak puasanya, hihihi. Yang penting kebersamaan, ya ;)

Sekitar jam 7 malam kami pamit duluan. Maklum gue ingin memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Tujuan kami selanjutnya ke Trans Studio Mall untuk membeli kado lebaran untuk orang tua, sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan gue. Sebenarnya agak pesimis kami bisa mencari kado yang tepat untuk saudara-saudara gue yang jumlahnya banyak itu dengan waktu yang pendek. Tapi berhubung kami sudah nggak punya waktu libur lagi, jadi ya harus dibuat optimis, hehehe. Gue memang lebih suka memberi kado daripada angpao. Mungkin teman-teman yang sering membaca blog ini tahu betapa sukanya gue dengan Christmas, salah satu alasannya adalah kado! Memberikan kado pada orang-orang yang kita cintai, menghabiskan waktu khusus untuk mencari dan memilih rasanya lebih personal daripada uang di dalam amplop. Eh, tapi makna lebaran dan natal lebih dari itu, lho, bukan hanya tentang kado :)

Surprise, mall nya ternyata nggak terlalu padat. Kami mendapatkan spot parkir dengan mudah dan suasana yang cukup nyaman. Langsung saja kami mulai mencari kado. Sebenarnya perut lumayan lapar sih karena sebelumnya hanya sempat minum (menu yang kami pilih selalu HABIS. Aneh, lol), tapi demi mengejar waktu kami tunda dulu perasaan laparnya, hehehe. Gue sama sekali belum ada rencana kado apa yang akan gue berikan pada keluarga gue. Jadi gue dan Ray mengelilingi mall sampai menemukan apa yang dirasa tepat, hehe. Prioritas utama sudah pasti keluarga inti gue: Ibu, Bapak dan Puja. Selanjutnya baru sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan, termasuk untuk Bi Ade juga Eris, anjing kesayangan gue. Kaki rasanya sudah minta direndam air hangat, tapi gue puas karena sudah berusaha memberika sesuatu yang istimewa untuk orang-orang yang juga istimewa :)

What I wore? Hair bow: Dunia Baru | Brooch: Hello Kitty | Dress: Toko Kecil Indi (my design) | Bag: Thailand | Watch: Sanrio | Shoes and socks: Gosh




Kado-kado untuk keluarga :)

Ternyata bukan cuma keluarga gue saja yang dapat kado. Ray memberikan gue hadiah sepasang sepatu yang sudah lama gue impikan! Ini nih asyiknya jadi gue, dalam satu tahun ulang tahun dirayakan dua kali. Sekali di tanggal 8 Juni dan sekali lagi sehari sebelum lebaran, karena waktu lahir gue bertepatan dengan malam takbiran :D Senang sekali rasanya karena awalnya hanya akan fokus pada kado keluarga, tapi ternyata dapat sepatu baru. Terima kasih, Ray! :) 
Nggak terasa mall sudah hampir tutup dan kami belum makan malam. Daripada harus makan terburu-buru kami putuskan untuk mencari makanan sambil perjalanan pulang saja.






Ray menyetir dengan lambat-lambat, mencoba mencari restoran yang masih buka. Kami sempat melewati restoran fast food 24 jam tapi urung berhenti karena Ray yakin masih ada tempat lain. Kami semakin dekat dengan rumah dan waktu sudah menunjukan pukul 10 malam lebih, semakin deg-degan dan pesimis rasanya. Untung saja kami menemukan sebuah tenda kaki lima sea food yang masih buka. Tanpa berlama-lama kami langsung berhenti dan menikmati makan malam yang super terlambat, hehehe. Rasanya nikmat sekali, apalagi tempatnya bersih. Gue dan Ray sangat bersyukur. Tuhan sepertinya sudah menyiapkan skenario yang cute untuk kami berdua. Dari mulai suami-suami teman-teman gue yang batal ikut yang membuat kami punya meja untuk berdua saja, sampai dinner romantis ditemani oleh kucing-kucing lucu yang lalu-lalang di bawah meja kami, hehehe. Thank God :)


Kemarin malam Ray sudah mudik dan sepertinya nggak lama setelah lebaran ia akan kembali bekerja. Senang dan bersyukur sekali kami sempat mendapatkan waktu berkualitas sebelum kembali ke aktivitas 'normal' :) Meski Ray nggak bisa hadir untuk merayakan ulang tahun gue, tapi ia tetap membelikan gue kue tart dan sebuah kado. Oh, iya meskipun gue ulang tahun setahun dua kali tapi dua-duanya sama istimewanya, lho. Makanya selalu ada acara tiup lilin bersama keluarga ---dan akan lebih menyenangkan kalau Ray juga ada---. Blessed to have him, semoga di tengah-tengah kesibukan kami akan selalu ada kesempatan (atau curi-curi kesempatan, lol) untuk quality time. Amen...
Dan untuk teman-teman yang merayakan, selamat hari raya Lebaran dari aku, keluarga dan Ray. Mohon maaf lahir dan batin! :)



ps: Untuk teman-teman yang belum tahu kenapa ulang tahun gue dirayakan setahun dua kali, bisa baca ceritanya di sini.


blessed girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 16 Juli 2014

AIDS Time: Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School-SMPN 178 Jakarta :)




Hai bloggies! Nggak seperti biasanya ya gue post di luar weekend, hehehe. Kebetulan hari ini gue sedang izin bekerja karena diundang sebagai bintang tamu di event nya Yayasan AIDS Indonesia, jadi sebelum tidur gue putuskan untuk share cerita singkatnya :)
Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa sejak tahun 2007 (atau 2006, ya? Lupa, lol) gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia. Meskipun cukup rutin keep in touch dengan teman-teman di sana, tapi kehadiran gue semakin jarang karena kesibukan belakangan ini dan tentu saja karena jarak Bandung-Jakarta yang lumayan jauh. Jadi waktu mereka mengundang gue sebagai bintang tamu di event AIDS Time tadi siang, gue langsung mengiyakan meskipun sebenarnya gue sedang nggak libur, hehehe.

AIDS Time adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Yayasan AIDS Indonesia (YAI). Tempat dan temanya selalu berbeda, tapi tujuannya tetap sama yaitu mengedukasi masyarakat, terutama anak muda tentang HIV/AIDS. Kebetulan film Mika (inspired by Waktu Aku sama Mika) yang merupakan kisah hidup gue dan alm. Mika dipakai sebagai film yang diputar selama event AIDS Time, tapi baru di hari ini lah gue bisa bergabung :)

AIDS Time hari ini diadakan di SMPN 178 Jakarta. Karena macet dan sempat nyasar, gue yang diantar oleh Bapak baru datang 10 menit sebelum segmen gue dimulai. Sayang sekali, padahal sebelumnya sedang diputar film Mika, lho. Meskipun sudah puluhan kali menonton film itu, tapi rasanya selalu penasaran dengan reaksi orang-orang yang baru pertama kali menontonnya. Syukurlah rasa penasaran gue terobati, dari wajah-wajahnya teman-teman siswa SMPN 178 sepertinya menikmati film Mika. Thank God :)

Di segmen talkshow gue nggak sendirian, ada bintang tamu lain yang bernama Sheryl Sheinafia. Ia adalah seorang penyanyi yang telah mengeluarkan sebuah album yang sangat care dengan isu HIV/AIDS. Gue baru pertama kali bertemu dengannya, tapi langsung suka dengan suaranya :) 
Sebelum sesi tanya jawab gue sempat sedikit bercerita tentang latar belakang kenapa gue menulis novel "Waktu Aku sama Mika" dan kenapa gue peduli dengan isu HIV/AIDS. Waktu gue bercerita ternyata sebagian besar audience kaget karena baru tahu bahwa kisah gue dan Mika adalah nyata. Mungkin mereka terkejut karena gue sempat berpacaran dengan Mika yang ODHA sampai akhirnya ia meninggal. Tapi gue yakinkan mereka bahwa berpacaran dengan Mika bukan berarti gue kehilangan moment-moment seru. Gue tetap menilai Mika secara utuh karena menjadi ODHA bukan berarti berbeda seperti orang lain. He was the most grateful person I ever met. Semuanya mengenai kepribadian, bukan mengenai apa yang Mika idap.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Sungguh membanggakan, teman-teman SMPN 178 sudah tahu dengan apa saja yang bisa dan nggak bisa menularkan HIV/AIDS. Meski sempat malu-malu tetapi mereka cukup kritis lho ketika mengajukan pertanyaan. Thumbs up untuk Yayasan AIDS Indonesia yang sudah membuat acara fun tapi kaya manfaat. Mudah-mudahan saja event rutin ini akan tetap berlangsung sehingga lebih banyak lagi anak muda yang peduli dengan isu HIV/AIDS. Karena menurut gue ini bukan hanya tentang bagaimana caranya untuk mencegah diri sendiri supaya nggak terjangkit. Tapi juga bagaimana caranya agar menghilangkan stigma atau judgement pada ODHA. Karena gue percaya obat yang paling ampuh untuk segala hal adalah kasih sayang dan tanpa prasangka buruk :)


sugar kecilnya Mika yang sudah besar,

Indi

Lihat foto lengkap dari kegiatan ini di sini.
_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469