Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Minggu, 06 April 2014

Stop Kepo-ing and Start Caring! :)

Howdy do my friends! Yay, hari minggu terima kasih sudah datang kembali! Hehehe :D So, how's your week, guys? Semoga semuanya berjalan lancar dan menyenangkan, ya. Gue sendiri banyak mendapat hal-hal baru selama 1 minggu ini, mulai dari mengunjungi seorang teman baru yang sedang membuat film (OMG, can't wait!) dan diangkat jadi lead teacher meskipun masih ragu-ragu. Doakan saja semua lancar ya :D



Oh iya tanggal 3 April kemarin film Mika (yang diinspirasi dari kisah nyata gue, berdasarkan novel Waktu Aku sama Mika) ditayangkan di SCTV, lho. Wah, senang sekali rasanya karena meskipun sudah menonton puluhan kali (iya, setiap acara "nobar" gue pasti nonton lagi, hehehe) tapi gue tahu bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia yang bioskopnya nggak kebagian film ini. Jadi malam itu film Mika diputar serentak di seluruh Indonesia! Awesome :) Gue, Ibu dan Bapak sampai rela begadang, lho padahal kami harus bangun pagi-pagi sekali :)

Hati gue semakin senang waktu membaca pesan-pesan yang masuk ke social media gue. Banyak yang pernah menonton film Mika di bioskop merasa senang bisa menonton kembali, juga yang belum pernah merasa lega karena akhirnya penantian selama 1 tahunnya terbayar. Banyak juga yang merasa mendapat teman karena merasa mirip dengan kisah gue dan Mika. Gue yang scoliosis dan Mika yang mengidap AIDS menjalani masa pacaran dengan menyenangkan meski ada juga "masa-masa sulit". Rupanya banyak juga diantara penonton yang mengalami hal yang sama, malah mempunyai 'keistimewaan' yang sama seperti gue dan Mika :)

Saking senangnya gue membalas pesan-pesan yang masuk sampai jam 2 pagi, lho! Hehehe :) Entah kenapa meski sudah 1 tahun semenjak premiere tapi malam itu terasa seperti pemutaran perdana kembali. Malah ada kejutan kecil yang menyenangkan, gue mendapat kabar dari Vino Bastian bahwa "Watching Mika" menjadi trending topic. Thank God :) Malam itu tentunya bukan cuma gue saja yang sibuk membalas pesan, tapi juga Vino yang memerankan Mika, Velove Vexia yang memerankan gue dan Mbak Lasja yang menjadi sutradara di film Mika. Wah, timeline gue di twitter sampai penuh dengan twit-twit dari mereka :) Tapi sayangnya diantara pesan-pesan yang menyenangkan dan membuat gue tersenyum itu ada juga pesan-pesan yang membuat hati gue sakit meskipun sudah mencoba untuk 'pura-pura nggak terbaca': Masuknya pesan-pesan kepo!

"Watching Mika" jadi trending topic di twitter :)

Kepo: Knowing Every Particular Object atau dalam bahasa Hokkian Kay poh yang berarti suka mencampuri urusan orang lain tentu saja berbeda dengan care atau peduli. Jika care berarti kita benar-benar ingin tahu keadaan seseorang and do something about it, kepo hanya sekedar ingin tahu dan tujuannya untuk memenuhi rasa penasaran. Setelah terjawab maka sudah.  
Sebenarnya hal ini sudah gue alami sejak lama, sejak novel Waktu Aku sama Mika di rilis tahun 2009 lalu. Tapi gue selalu mencoba membalas dengan baik-baik, atau jika sedang dalam mood mellow, gue lebih baik pura-pura nggak membaca pesan itu. Well, ya meski sebenarnya pura-pura nggak membuat perasaan gue lebih baik, sih. Tapi menurut gue itu lebih baik daripada menjawab dengan mood yang jelek dan gue malah menyakiti hati si penanya.

What I wore? Dress: Toko Kecil Indi/my design/DIY | Headband and moccasin: Parta-Porte 

Mungkin bagi si kepo'ers pertanyaannya hanya sekedar pertanyaan dan mungkin lupa bahwa gue juga punya perasaan. Padahal dengan munculnya gue dan Mika di film bukan berarti kisah kami jadi berubah fiksi. Atau kami jadi tokoh rekaan yang jalan ceritanya bisa dirubah-rubah dan kritik oleh yang pembaca/penonton. Kami tetap ada, meskipun Mika sudah di surga tapi ia juga memiliki keluarga yang (of course) sangat menyayanginya.
Pertanyaan yang paling sering gue terima adalah, "Kenapa Mika bisa kena AIDS?". Gue mengerti penasaran itu manusiawi. Tapi jika gue sudah menjawabnya dan yang bertanya belum puas dengan jawaban gue, apakah itu wajar? Padahal sudah jelas sekali bahwa hal yang ditanyakan sangat pribadi dan gue sebenarnya punya hak untuk menolak menjawab. Bagi sebagian orang mungkin itu pertanyaan sederhana, tapi buat gue membacanya saja sudah cukup untuk membuat mata berkaca-kaca...


Lucunya, saat gue menolak menjawab ada saja yang merasa berhak untuk mendapatkan jawaban. Sampai-sampai malah marah-marah dan yang paling mengerikan mengulang pertanyaan yang sama sampai mengirim puluhan pesan (baru saja terjadi lagi di Facebook, huhu...)
Gue heran kenapa orang bisa sampai "segitunya" kepo. Penasaran itu wajar, tapi apakah semua penasaran harus diutarakan? Segitu pentingnya keharusan untuk mendapat jawaban demi kepuasan diri sendiri sampai-sampai nggak menghiraukan perasaan orang yang ditanya? :) Pertanyaan lain yang sering diajukan juga adalah tentang bagaimana wajah Mika yang sebenarnya. Gue sering dimintai untuk mengirimkan foto, yang mana menurut gue itu cukup creepy :S Soalnya seseorang yang nggak gue kenal (literally, tanpa ada perkenalan etc langsung, to the point) meminta foto seseorang yang dekat dengan gue. Sekali lagi seperti yang gue bilang sebelumnya, dengan dijadikan novel dan film bukan berarti gue dan Mika menjadi fiksi. Jadi coba bayangkan situasinya terjadi pada diri sendiri: Ada seseorang nggak dikenal tiba-tiba minta foto pacar kalian. Seram kan? :/

Gue nggak mencoba misterius atau apalah istilahnya. Gue cukup terbuka, kok. Buktinya gue punya blog ini dan beberapa akun di social media lain :) Tapi memang ada beberapa hal yang ingin gue simpan sendiri, apalagi jika itu berkaitan dengan Mika. Apa yang gue bagi melalui novel dan film, itulah yang gue ingin orang ketahui. Dan gue rasa itu sudah banyak, semua hal "penting" sudah tersampaikan. Gue ingin semangatnya Mika yang dikenang, perjuangannya, kisah hidupnya. Soal wajah dan bagaimana ia bisa terkena AIDS sama sekali nggak penting, juga seharusnya nggak mempengaruhi cara orang-orang menilai Mika, kan? :)

Tapi selain pertanyaan-pertanyaan kepo yang membuat gue sedih, gue juga beruntung karena diberkahi dengan adanya teman-teman yang sangat pengertian dan stop bertanya ketika gue berkata "keberatan" :) Gue juga beruntung karena keluarga Mika mendukung gue untuk membagi kisah tentang Mika. Ketika gue membaca pesan-pesan kepo gue sering memikirkan keluarga Mika, terutama mamanya yang sangat menyayanginya. Bagaimana perasaannya? Gue yang hanya mengenal Mika selama 3 tahun nggak bisa dibandingkan dengan mamanya yang mengenal Mika selama 25 tahun. Gue harap sebelum bertanya sesuatu orang-orang mulai bertanya dulu pada dirinya sendiri: Bagaimana jika gue di posisinya? Apakah gue akan merasa sedih jika mendapatkan pertanyaan seperti itu? Apakah pertanyaan itu terlalu pribadi?
Sebelum kepo mulailah berandai-andai jika Mika itu abang, teman, adik, pacar atau bahkan putra kalian (yup, ada juga kok yang seusia orang tua gue kasih pertanyaan kepo nan menyakitkan).

Well, ya ini bukan hanya tentang Mika, apapun, menurut gue kepo itu nggak baik (iya KEPO, beda dengan CARE). Kenapa kita harus penasaran dengan sesuatu yang sama sekali bukan urusan kita? :) Dipedulikan saat ada sesuatu yang menimpa kita itu rasanya lebih nyaman kan daripada menerima pertanyaan, "kenapa, kenapa dan kenapa?" ;) So why don't we stop kepo-ing and and start caring?
Selamat menikmati hari minggu, teman-teman! :)




faith and trust and pixie dust,

Indi


Ps: Kenapa post ini bahas tentang kepo tapi gue pakai kostum native american, ya? Hehehe. Ini karena lagu "Colors of the Wind", soundtract dari film Pocahontas benar-benar menggambarkan apa yang gue rasakan belakangan :)

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 29 Maret 2014

Gue dan Eris ---si golden retriever kecil--- ada di Spotlite Trans 7! :)


Pada tanggal 20 Maret lalu gue mendapat kejutan yang menyenangkan. Di tengah-tengah pekerjaan di preschool handphone gue nggak berhenti bergetar karena banyak sekali pesan yang masuk. Meskipun penasaran tapi gue baru bisa membukanya di jam makan siang. Ternyata pesan-pesan itu berasal dari teman-teman, pembaca dan beberapa keluarga jauh gue. Kabarnya mereka melihan gue dan Eris (anjing gue) di TV. Wah, gue kebingungan sekali karena gue ingat betul terakhir kali diwawancari media TV itu di tahun lalu, sedangkan di tahun 2014 ini belum pernah. Karena penasaran gue segera menulis status di di twitter dan facebook untuk menanyakan di program apakah mereka melihat gue. Nggak perlu menunggu lama, gue langsung tahu bahwa ada kisah tentang persahabatan gue dan Eris di Spotlite Trans 7. What a nice surprise! :)

Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa di akhir tahun lalu nyawa gue diselamatkan oleh anjing yang sudah gue anggap sahabat, Eris. Ia 'memberitahu' bahwa ada sesuatu yang salah di tubuh gue lewat endusan dan gerakannya yang seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Karena penasaran gue segera memeriksakan diri ke dokter dan ternyata ada tumor di payudara kiri! Berkat Eris tumor gue belum menyebar dan bisa segera diangkat, sehingga gue pun pulih dengan cepat. Gue dan keluarga menganggap Eris pahlawan yang menyelamatkan gue, tapi kami nggak pernah menyangka kisah ini menyebar dengan begitu cepat. Setelah muncul di Vemale.com (baca di sini), kisah kami sekarang muncul di Spotile Trans 7 (Aksi Hebat Manusia dan Hewan).

Senang dan terharu sekali rasanya, semoga kisah ini bisa memberi manfaat bagi yang menyaksikan, terutama perempuan untuk lebih aware dengan tubuhnya. Dan tentu saja agar semua orang yang mempunyai hewan peliharaan semakin menyadari bahwa setiap mahkluk ciptaan Tuhan pasti mempunyai fungsi :)

Video Spotlite bisa ditonton di sini:

woof you little girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 20 Maret 2014

Tentang "Waktu Aku sama Mika" :)




"Mika itu malaikat, tapi dia pelupa.
Sekarang Mika lagi ambil sayapnya...
Di surga..."

Siapa sangka bahwa puisi singkat itu merubah banyak hal? Ya, sejak pertama kali bertemu Mika memang merubah gue menjadi lebih hidup dan percaya diri, tapi gue nggak pernah menyangka bahwa tribute sebanyak 13 kata itu kelak merubah hidup gue dan mempengaruhi orang lain...

Pada tahun 2009, ketika sebuah penerbit menemukan puisi singkat itu di shoutout Friendster, gue nggak menyangka bahwa mereka benar-benar serius menawari gue untuk membuat sebuah novel. Mereka hanya mengenal gue dari 13 kata dan gue belum pernah membuat tulisan panjang sebelumnya. Tapi nggak lama kemudian gue langsung disodori kontrak dan terbitlah novel "Waktu Aku sama Mika" :)



Sampai beberapa bulan novel itu terbit, gue masih malu-malu jika tanpa sengaja melihat novel itu dipajang di rak toko buku. Ada juga perasaan haru karena "Waktu Aku sama Mika" merupakan adaptasi dari buku harian gue ketika berpacaran dengan Mika, laki-laki luar biasa yang gue kenal sejak usia 15 tahun sampai 3 tahun berikutnya karena ia mengalah dengan AIDS...
Lambat laun Mika yang sudah di surga rasanya seperti kembali menguatkan gue dan kembali hidup meski lewat kisahnya. Gue mendapatkan banyak teman baru ---mereka yang mengaku terinspirasi dari Mika--- :) 

Novel yang berasal dari 13 kata itu pun sekarang sudah dicetak berulang kali. Tahun ini sudah kali ke 12 (kalau gue nggak salah mengingat) dan sudah difilmkan dengan judul MIKA (Mika diperankan oleh Vino Bastian, dan gue diperankan oleh Velove Vexia)
Hampir 5 tahun sejak "Waktu Aku sama Mika" diterbitkan dan gue masih tetap terharu jika membaca komentar-komentar tentang novel tersebut. Rasanya seperti recharge semangat setiap hari, berkah setiap hari :)



"Ngena banget. Nggak kebayang gimana sosok Mika yang asli. Seorang penyayang, motivator juga PAHLAWAN. Banyak kutipan menarik dari novel ini."
(Dinata Ain)

"Kedalaman karakter Indi mengenai bagaimana merananya ia ditinggal Mika. Cara dia menyusun kata-kata, sangat jelas menggambarkan keadaan hati yang realistis. Saya tidak tahu, ini kisah nyata atau tidak, tetapi saya merasa setiap kata-katanya sangat bernyawa."
(Yohanes Octa)

"Ceritanya bagus, apalagi ini berdasarkan real story."
(Leila Husna)

"WAKTU AKU SAMA MIKA itu buku yang bagus banget. Layak dibeli deh. Gaya penceritaannya menarik, pula diksinya. Sepertinya jarang ada penulis - Indonesia atau mungkin non-Indonesia - yang menulis dengan gaya penceritaan seperti yang ditulis Mbak Indi ini. Bukunya memang tipis, namun isinya sangat luar biasa."
(Immanuel)

"Gak ngerti lagi sama buku ini. Bagus banget, keliatan banget penulisnya hatinya lembut banget, tulus banget :')"
(Febriana Giofanny)

"It did not take a long time for me to read this book. It’s a small 145 pages book with a very simple words used to form the story in it. But in that short time of reading, between those simple words, it delivers nicely a message about one of the most important aspects in life: love.
The book reminds me to love sincerely. To be grateful about life. To appreciate what you have. To share kindness no matter what condition you are in. To give people chances to show who they really is."
(Acago)

Setiap kali ada yang memuji tentang novel "Waktu Aku sama Mika" gue selalu bilang bahwa yang hebat itu Mika, bukan gue. Karena kenyataannya memang begitu. Meskipun ia sudah nggak di sini lagi, tapi Mika selalu jadi pahlawan dan membuat hidup gue lebih hidup :)

sugar pie-nya Mika,

Indi



***

Novel "Waktu Aku sama Mika" bisa didapatkan di toko buku Gramedia dan Togamas (biasanya ada di rak novel, best seller atau psikologi remaja). Atau di Indi Sugar Official, SMS atau whatsapp ke 081322339469

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 11 Maret 2014

Update dari Indi :)

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya. Dan untuk yang sedang sakit atau terkena musibah, semoga cepat diberikan kesembuhan dan doa gue selalu bersama kalian. Amen :) 
Rasanya baru saja merayakan pergantian tahun, eh, tahu-tahu sudah bulan Maret ya, hehehe. Nah, di bulan-bulan sebelumnya ada beberapa precious moments yang sudah terjadi, dan gue rasa harus diabadikan di sini agar suatu hari bisa gue kenang kembali dan bahkan menambah semangat gue dalam berkarya dan hal-hal lainnya :D

Eris Jadi Pahlawan
Yang pertama adalah, kisah heroik Eris muncul di Vemale.com! Bahagia dan bangga sekali rasanya waktu mendapatkan kabar ini. Kisah Eris yang menyelamatkan nyawa gue dengan memberitahu adanya tumor di payudara kini bisa dibaca oleh banyaaaak sekali orang di Indonesia. Sampai gue menulis post ini, kisah Eris sudah mendapatkan 284 like, 88 Facebook share dan 42 twit di twitter. Semoga saja dengan menyebarnya kisah ini semakin banyak perempuan yang aware dengan kesehatan payudaranya, dan tentu saja jadi lebih sayang dengan hewan peliharaannya :)
Kisah Eris bisa dibaca di sini.


Indi Sugar Official Store
Sebenarnya keinginan ini sudah ada cukup lama, tapi baru sekarang akhirnya terlaksana. Thank God sekarang gue mempunyai official store yang menjual novel-novel (Waktu Aku sama Mika, Karena Cinta itu Sempurna, Guruku Berbulu dan Berekor) dan merchandise gue :) Lewat Indi Sugar Official Store teman-teman pembaca akan lebih mudah untuk mendapatkan karya-karya gue karena pesanan akan diantar langsung ke alamat tujuan. Bukan itu saja, setiap pemesanan akan mendapatkan bonus stiker Indi's Friend dan untuk setiap pemesanan 1 paket novel akan mendapatkan tandatangan. Asyik sekali, kan :D Indi Sugar Official Store mempunyai halaman Facebook di sini dan bisa dihubungi melalui SMS atau whatsapp di 081322339469 :)

Sedang menandatangani novel untuk teman pembaca :)
Novel-novel gue dan stiker Indi's Friend :)

Film Kartun 2 Dimensi Terbaik ala Indi
What a nice surprise, salah satu follower gue di twitter bilang bahwa ia melihat gue di majalah GoGirl. Setelah gue cek ternyata benar saja, di rubrik "Post Anything" ada List "5 2D Cartoon Movie" ala gue! Hehehe :) Jadi untuk teman-teman yang sudah punya majalah GoGirl edisi Maret 2014 silakan intip halaman 77 ya :D


I'm a YouTube Partner
Waktu pertama kali bikin akun di YouTube tahun 2011 lalu, tujuan gue hanya untuk mengikuti perkembangan karir solo John Frusciante. Maklum, waktu itu sedang masa berkabung setelah ia meninggalkan Red Hot Chili Peppers, hehehe. Tapi tahun lalu gue mulai iseng membuat video dan mengunggahnya ke sana meskipun belum punya subscriber. Nah, tahun ini ada kejutan menyenangkan dari YouTube. Akun gue akhirnya verify karena sudah memiliki lebih dari 10.000 viewers (sampai sekarang sudah mencapai 33.328 viewers, yay!). Nah, kemarin adalah perdana gue mengunggah video dengan "keistimewaan" sebagai partner YouTube. Gue sekarang bisa punya tumbnail cuztomise. Hore! :D 


Ya, itulah beberapa precious moments yang belakangan gue alami. Mungkin bagi sebagian orang yang gue capai adalah 'hal kecil'. Tapi untuk gue sendiri hal-hal ini membuat gue tersenyum ketika mengingatnya, dan tentu saja, menambah semangat gue :)
Jadi hal apa saja yang sudah terjadi pada kalian selama tahun 2014 ini? Share me! :D

Blessed girl,

Indi


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 04 Maret 2014

Finally... a date! :)


Tanggal 23 Februari kemarin adalah hari yang sangat membahagiakan untuk gue dan Ray. Well, ya selama 5 tahun hubungan kami memang diisi dengan banyak kebahagiaan, tapi kemarin itu terasa berbeda dan istimewa. Eh, berhubung setiap hari juga terasa istimewa, kemarin itu rasanya jadi super istimewa deh, hehehe. Teman-teman tahu kenapa? Itu karena kami akhirnya berjalan-jalan berdua! :D

Mungkin bagi pasangan lain hangout ke sutu tempat adalah hal yang biasa, tapi bagi gue dan Ray hal itu nggak bisa sering-sering kami lakukan. Faktor jadwal libur kami yang nggak match (Ray masih bekerja di hari sabtu, so no Saturday nite-an buat kami, lol) dan kondisi kesehatan kami berdua lah yang menjadi alasannya. Kami biasanya siasati dengan bertemu di hari minggu, ya sekedar dinner di rumah atau ngobrol seru panjang lebar. Menyenangkan. Tapi tetap saja terkadang ada perasaan ingin berjalan-jalan ke suatu tempat, nggak cuma di rumah saja. Nah, selain faktor-faktor yang gue sebutkan tadi, belakangan ada sebuah faktor lagi yang membuat kami semakin sulit untuk keluar rumah. Ray mengalami perubahan di pekerjaannya yang membuat kami berdua khawatir dan harus lebih berhemat. Tapi lalu berkat usaha Ray yang keras dan ditambah doa kami berdua, semuanya berangsur-angsur membaik :)

Untuk merayakannya (baca: syukuran) Ray mengajak gue untuk berjalan-jalan. Ia nggak memberitahu kemana kami akan pergi, sampai gue bertanya ketika kami sudah berada di dalam taksi. Ternyata ia mengajak gue ke sebuah mall yang dulu menjadi favorit kami! Hahaha :D Mall tujuan kami ini sepertinya memang bukan mall yang sering jadi tujuan turis di Bandung, pengunjung lokalnya pun bahkan nggak terlalu banyak. Tapi kami sangat menyukainya karena di sana nggak terlalu banyak remaja yang berisik dan melakukan hal-hal 'ajaib' (eg: merokok di tempat umum, pacaran sampai lupa kalau mall bukan milik mereka) :p

What I wore? Headband and dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Fillmore | Necklace: Accessarie



Ketika sampai gue dan Ray terkejut, ternyata sudah banyak yang berubah! Wah, berapa abad ya kami nggak ke sini? Hehehe. Syukurlah perubahannya ke arah yang lebih bagus. Dulu kami sering bergurau bahwa mall ini terlihat "mati" dan kami punya ide-ide brilian untuk menghidupkannya. Nggak disangka, sepertinya pengelola mall mencuri ide kami. Karena sekarang mall ini hampir seperti konsep khayalan kami, hehehe.
Berhubung belum mengenal 'medan perang', jadi kami putuskan untuk berkeliling dulu. Konsep mall nya sekarang diisi dengan macam-macam restoran, cocok bagi yang suka wisata kuliner, tapi kurang cocok bagi kami yang hobi bingung, lol. Berhubung belum bisa memutuskan untuk makan dimana, jadi kami karaoke saja dulu. Untung di sini hanya ada 2 tempat karaoke, jadi bingungnya nggak lama-lama. Kira-kira 10 menit saja, lah, hehehe.

Gue dan Ray suka sekali karaoke. Kalau teman gue bilang karaoke baru akan fun kalau dilakukan ramai-ramai, menurut gue (dan Ray) berdua saja sudah beyond fun, lol. Kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bernyanyi bergantian. Bahkan seringnya gue punya jatah bernyanyi lebih banyak daripada Ray, hehehe. Makanya setelah sekian lama nggak karaokeing, kami langsung heboh begitu masuk ke dalam room. Soal stock lagu, jangan khawatir (ih, siapa juga coba yang khawatir, lol) kami nggak pernah kehabisan. Kami nggak pernah bingung dengan lagu apa yang akan dinyanyikan, tapi kami justru bingung karena terlalu banyak lagu yang ingin kami nyanyikan, yang kalau semuanya dituruti mungkin baru akan selesai setelah 6 jam, hahaha :D 
Gue nggak bilang kami penyanyi yang bagus, ya (itu sih masalah selera telinga, tahan nggak dengar suara kami, lol). Kami suka bernyanyi ya karena kami suka. Gue bahkan nggak pernah berpikir apakah lagu yang dinyanyikan cocok dengan suara gue atau nggak. Kalau gue suka ya nyanyikan, dengan harapan room karaoke cukup kedap sehingga nggak mengganggu tamu yang lain. Lihat saja song list gue, rata-rata lagu rock terutama dari Aerosmith, Red Hot Chili Peppers, Queen dan beberapa band one hit wonders 80's (lol). Karena menurut kami justru disitulah serunya. Menertawakan diri sendiri, berpura-pura menjadi rockstar dan bersenang-senang. Moment karaoke juga berarti quality time buat kami. Kalau ada lagu-lagu yang punya kenangan kami suka nyanyikan bareng, bikin hubungan lebih erat :) Dan "song of the day" kali ini adalah "Someday We'll Know" dari New Radicals. Meskipun di play list ternyata hanya ada versi Mandy Moore, buat kami nggak masalah. Abaikan musiknya, kami tetap teriak-teriak, hahaha :D

Red Hot Chili Peppers rules!!! Lol.


Setelah 2 jam yang super seru kami memutuskan untuk dinner. Seperti yang sudah-sudah setiap keluar dari room karaoke gue pasti malu-malu, soalnya selalu jadi tamu yang paling heboh, hehehe. Kami dinner di D'Kiosk. Well, ya meski sudah berkeliling dan melihat banyak restoran baru tapi ternyata kami berakhir di sini :p Gue memesan waffle dan pizza, sedangkan Ray memesan nasi goreng. Meski sudah kelelahan tapi kami tetap seru mengobrol. Kalau sudah berdua kami nggak pernah kehabisan topik obrolan, apa saja rasanya menyenangkan. Sampai John Frusciante yang sempat bikin kami berantem heboh pun dibawa-bawa (sudah berapa kali gue sebutkan tentang ini di blog, ya? Lol). Pokoknya super random, deh :) 





Nggak terasa waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Sebelum pulang, Ray membeli oleh-oleh dulu untuk keluarga gue di rumah. Syukurlah tanpa menunggu lama kami langsung mendapatkan taksi dan bisa duduk nyaman di perjalanan pulang tepat ketika gue mulai merasa mengantuk :)
Setiap kali gue menghabiskan waktu bersama Ray, baik itu di rumah atau pun ketika kami pergi hang out berdua, gue selalu bersyukur. Tapi kali ini rasanya lebih bermakna karena mengingatkan gue akan hal-hal penting yang pasti akan kami alami lagi suatu hari nanti: Bahwa hidup nggak selamanya di atas dan hidup juga nggak selamanya di bawah. Tapi kami akan selalu punya cara untuk untuk berbahagia dan bukan alasan untuk lupa bersyukur. Ah, I'm blessed to have you, Ray :)


xx,

Indi



Check out my newest cover, guys:


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 28 Februari 2014

Edelweiss (Sound of Music~OST) by Me :)



Funny story behind this video:
Yesterday I've finished re-watching "Annie" and today I decided to dressed like Annie the little orphan. I asked my dad to take some pictures, but he suggested to have it recorded. I said I would like to sing, and looked for Annie's original soundtrack on my playlist. But accidentally I found "Edelweiss", a song from "Sounds of Music". I sang it spontaneously and my dad didn't missed to record me. That's why in the end of video I said,
"This song is way too fast. I wanna have another song". Lol :p


Ps: Maria von Trapp, "little girl" yang dulu menginspirasi tokoh Louisa di film musikal Sound of Music meninggal dunia 4 hari yang lalu. Hati gue sangat merasa kehilangan karena waktu kecil gue sangat terobsesi dengan filmnya (literally, gue menontonnya ratusan kali). Tapi di sisi lain gue juga tersenyum karena baru tahu bahwa cucu-cucu Maria (anak-anak dari saudara-saudaranya. Maria tidak menikah) meneruskan jejaknya dalam dunia musik sebagai The von Trapp Children. 

smile,

Indi


***
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 23 Februari 2014

Blogsale for Charity masih ada, lho! Yuk, berbelanja sambil Beramal :)



Cute dress from: here


Hai teman-teman, gue mau mengingatkan kembali tentang BLOGSALE FOR CHARITY, nih! Itu lho event berbelanja sambil beramal yang diadakan oleh Karina dari blog http://www.kadinces.com/ :)
Kita masih punya kesempatan untuk menyumbang sebanyak 25% dari setiap item yang dibeli ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (www.ykaki.com)
Asyik sekali kan kita bisa menjadi stylish sekaligus beramal :) Yuk segera dipilih item-item kerennya. Ada dress, aksesoris sampai pernak-pernik lucu juga. Nggak hanya untuk perempuan, lho, tapi para laki-laki juga boleh ikut berbelanja di sini. Tuh, siapa tahu mau memberi kado sama pacar atau saudara dress manis seperti yang gue pakai ini :D

Tunggu apa lagi, yuk ikutan BLOGSALE FOR CHARITY. Klik di sini, pilih item yang kalian suka dan mari berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yang sedang berjuang melawan kanker :)




Blogsale for charity. Klik di sini :)


smile,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469