Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Minggu, 17 Juli 2016

Bantu Indi Menghubungi Ukulele Mike! :)

Gue nggak yakin kalau masih ada yang ingat dengan cerita awal mula gue bermain ukulele. Tapi gue pernah menceritakannya di sini, di dunia kecil gue. Singkatnya, tahun lalu gue tiba-tiba saja tertarik dengan alat musik asal Hawaii yang diadaptasi dari Portugis ini. Tanpa menunggu lama gue langsung membeli my very first meskipun sama sekali nggak tahu cara memainkannya. Iya, sama sekali. Kalau anak-anak lain biasanya memilih gitar sebagai alat musik basic yang dipelajari, gue lebih memilih les drum selama 2 grade. Itulah mengapa gue sama sekali nggak punya ide bagaimana cara memainkan senar-senarnya, hehehe.


Bapak bisa bermain gitar, jadi gue pikir akan lebih baik jika beliau saja yang mengajarkan bermain ukulele. Tapi karena gitar dan ukulele nggak persis sama, Bapak pun menyerah. Katanya beliau sudah "malas" untuk mempelajari hal baru dan gue diminta untuk cari guru yang lain saja, huhuhu. Berhubung nggak ada seorang pun teman gue yang bermain ukulele, akhirnya gue memutuskan untuk mencari guru online. Eh, gue maksud dengan "guru online" itu bukan guru yang gue cari secara online, lho. Tapi website-website atau channel-channel yang menyediakan tutorial bermain ukulele. Gue pikir akan lebih praktis seperti ini, ---dan juga lebih mudah karena bisa belajar kapanpun dan kalau lupa bisa diulang :p

Di awal proses belajar rasanya macam-macan. Fun dan penuh excitement, ---tapi juga ada sedikit air mata karena jari-jari di tangan kiri rasanya periiiiiiih, huhuhu. Ini karena kulit gue sensitif dan telapak tangan gue (almost always) berkeringat. Makanya agak sulit untuk "membangun" callous alias kapalan :p Selain itu belajar online juga punya keterbatasan dalam visual. Misalnya ada web tanpa gambar, atau video yang kurang jelas, ---kameranya jauh banget nge-shoot nya :( Tapi setelah satu bulan gue akhirnya lumayan mengerti. Bisa memainkan lagu-lagu sederhana dan menguasai chord-chord dasar. Gue nggak belajar dari hanya 1 web atau channel, tapi ada beberapa "guru" yang cara mengajarnya sangat cocok dengan gue yang sometimes lemot, lol. 

Salah satu guru yang cocok dengan gue adalah Mike Lynch, alias "ukulele Mike". Cara mengajarnya super simple, dengan chords yang terpampang besar-besar di setiap videonya. Selain itu Mike juga bisa bernyanyi. Suaranya enak didengar, bikin belajar semakin betah, hehehe. Tanpa sadar gue rupanya jadi sering sing-along dengan video-videonya. Yang tadinya gue kesulitan bermain ukulele sambil bernyanyi, lama-lama jadi semakin lumayan. Ya, at least nggak bikin yang mendengar sakit telinga :p Apalagi suara Mike lebih rendah dari gue yang ---ehm, cempreng. Jadi saat sing-along gue bisa berpura-pura berduet dengannya, hehehe. 


Dua hari yang lalu, tiba-tiba saja gue teringat kembali dengan video-video Mike. Gue mengunjungi channelnya dan menonton video-videonya dengan excitement yang sama seperti ketika pertama kali menontonnya. Gue juga tertawa geli ketika melihat komentar-komentar lama yang pernah gue tinggalkan di videonya, hihihi :p Well, gue tahu "murid" Mike bukan hanya gue, tapi ada banyaaaaaaaak sekali orang-orang dari berbagai belahan dunia yang terbantu olehnya. Meski begitu gue tetap ingin mengucapkan terima kasih padanya dengan cara yang istimewa. Apa yang ia lakukan untuk viewers nya sangat berarti sekali. It might sounds lebay, tapi tanpa video-videonya mungkin gue butuh waktu lebih lama buat belajar. 

Gue ingin membuat surat ucapan terima kasih untuknya, tapi setelah dipikir-pikir bahasa Inggris gue kurang baik jadi mungkin pesannya nggak tersampaikan. Lalu gue teringat dengan kebiasaan sing-along ketika belajar, ---kenapa "kami" nggak berduet saja? Gue langsung mencari video tutorial yang lagunya cocok untuk dinyanyikan berdua. Aha! Ada lagu "Tonight You Belong to Me" yang sebelumnya pernah gue nyanyikan sendiri saja. Lagu ini aslinya dibawakan oleh kelompok vocal perempuan, jadi gue tinggal 'memilih' suara agar harmonis dengan Mike saja. Selama beberapa jam gue mencobanya, ---pause, ---play, ---pause, ---play, ---sampai akhirnya  merasa (cukup) puas. Dengan kamera jadul andalan, gue merekam part gue dan menggabungkannya dengan video Mike. Believe it or not ini pengalaman pertama gue dalam urusan mengedit video musik. Masih banyak kekurangan, tapi gue benar-benar berusaha agar video tribute ini dibuat dengan sungguh-sungguh dan istimewa :)


Sebelum videonya diupload dan linknya dikirimkan pada Mike, gue minta Bapak untuk menilainya terlebih dahulu. Pendapatnya? ---Ehm, ---katanya sudah harmonis dan beliau cukup terkesan. Hehehe, ini jarang-jarang, lho. Biasanya adaaaaa saja yang beliau "cela" dari gue :D Dengan restu Bapak, di malam yang sama (---gue merekam dan mengedit videonya dari sore sampai malam) gue upload video "thank you" ini ke channel gue. Nggak lupa segera setelahnya gue mengirim pesan pada Mike, tentang rasa terima kasih gue karena telah "diajarkan" bermain ukulele. Sampai hari ini belum ada balasan dari Mike. Sepertinya pesan gue tenggelam oleh jutaan viewers lainnya (Mike punya 2 channel)

Sekali lagi, gue tahu permainan dan kemampuan mengedit video gue masih biasa-biasa saja. Dan pasti banyak murid Mike lain yang lebih hebat. Tapi gue hanya ingin menyampaikan rasa terima kasih dengan membuat video tibute untuknya. Nantinya ia akan suka atau nggak, doesn't matter karena gue sudah berusaha :) In case teman-teman ingin melihat videonya, gue sertakan link nya di sini. Kalau ingin membantu gue untuk menghubungi Mike juga boleh (banget!). Silakan share videonya atau langsung kirim pesan ke inbox nya. Link channel Mike gue sertakan di box deskripsi video tribute. Mudah-mudahan dengan bantuan dari teman-teman, ia bisa melihat video gue. Amen! :D
tonton videonya di sini


muridnya 'ukulele mike',

Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 05 Juli 2016

My Blessed Birthday! (Dapat "Kado" Mampir ke IGD, hihihi) :D

Haloooo,howdy-do my friends? Wah, sudah bulan Juli rupanya, ---bulan Puasa juga hampir selesai. Gue darimana saja, ya? Hihihi *pura-pura lupa* Jadi gimana guys puasanya? Semoga lancar ya. Dan berhubung sebentar lagi Lebaran, gue mau sekalian minta maaf lahir dan batin. Mohon maaf kalau ada tulisan gue di sini yang nggak berkenan untuk kalian. Gue nggak pernah bermaksud begitu, kok. Sebisa mungkin gue berusaha agar tulisan-tulisan gue santun meskipun tetep jujur :D By the way ngomong-ngomong soal bulan Juni yang sudah berlalu, ada yang ingat nggak sih kalau di bulan itu gue ulang tahun? Nggak ada, kan? Hehehe *jawab sendiri* Sebenarnya gue sendiri nyaris nggak ingat, lho. Soalnya selain lately ada 'sosok' yang mengganggu pikiran (---gosh, seriously biasanya gue nggak se-over thinking ini, lol), gue juga sedang sakit. Jadi selama beberapa hari di bulan Juni gue hanya menghabiskan waktu beristirahat di kamar. Kadang ingat juga sih kalau hari ultah gue semakin dekat, tapi konsentrasi gue memang sedang terpecah-pecah. Sampai menjelang tanggal 8 gue malah lupa kalau itu seharusnya jadi hari yang paling ditunggu-tunggu! Aduh! :D

Dulu sih kalau gue sakit menjelang ulang tahun dibilangnya kebetulan atau sugesti, tapi semakin besar meskipun lupa tanggal tetap saja ujung-ujungnya sakit, hihihi. Kayanya sih ini'tradisi' dari tubuh gue sebagai reminder untuk lebih menjaga kesehatan :) Waktu ingat kalau hari ulang tahun semakin dekat gue jadi dilema antara mau merayakannya atau nggak. Sejak gue lahir sampai sekarang rasanya belum pernah satu kalipun nggak merayakan ulang tahun. Eits, jangan salah mengerti ya... Merayakan yang dimaksud bukan berfoya-foya, tapi sebagai bentuk rasa syukur karena masih diberikan usia untuk terus berpetualang oleh Tuhan, dan yang paling penting ini menjadi moment untuk mengenang saat-saat gue lahir ke dunia, ---moment betapa bahagiannya Ibu dan Bapak ketika bertemu gue untuk pertama kalinya :) Meski sederhana, di hari ulang tahun biasanya gue berusaha memberikan 'personal touch'. Ya, diberi tema ala kadarnya agar lebih berkesan. Tapi untuk tahun ini jangankan tema, kuenya saja belum tentu ada, hihihi.

Di tanggal 10 Juni entah kenapa seperti ada suara dalam kepala yang bilang, "Ayo, rayakan saja, Indi... Rayakan...". Lol, just kidding. Yang betul Ibu terus-terusan bertanya tentang ulang tahun gue. Katanya kenapa gue nggak mengundang teman-teman dan makan-makan seperti biasa. Setelah dipikir-pikir, betul juga, ---why not?! Untuk tema memang sudah hampir mustahil, tapi untuk mengundang beberapa orang sepertinya masih bisa. Jadi menjelang tengah malam gue mengirim pesan pada beberapa teman untuk datang ke rumah orang tua gue esok sorenya. Reaksi mereka? Sudah pasti surprise, dong, hihihi. Mereka mengira untuk pertama kalinya sejak mengenal gue, tahun ini akan jadi tahun perdana tanpa syukuran ultah gue :p Gue mengundang 4 orang teman dan semuanya kompak menjawab "insyaallah" yang sadly malah diartikan sebagai 'nggak janji', lol. Gue pikir, ya sudahlah yang penting berniat baik untuk mengundang. Iseng-iseng gue juga meminta Dhian, salah satu teman gue (---well, she's my BFF) untuk membuatkan kue ulang tahun. Dan jawabannya adalah... "nggak janji." Wuaaah, rupanya harus siap-siap nggak ultah deh tahun ini, huhuhu.

Meski gue bilang kalau nggak yakin akan merayakan ultah, tapi Ibu tetap menawarkan diri untuk memasak. Katanya kalau bersiap-siap dari pagi sebelum sore juga bisa selesai memasak. Ya sudah, gue request makanan kesukaan gue; spageti dan salad. Dan dengan inisiatif sendiri Ibu juga memasak nasi goreng. Katanya kalau bulan Puasa mungkin orang akan lebih pilih nasi daripada mie, hihihi. Supaya nggak sepi gue juga membeli permen, soda, biskuit dan solo cup. Semuanya sengaja gue pilih yang berwarna pink, jadi meski nggak bertema tapi ulang tahun gue tetap terlihat 'rapi' dan cocok dengan desain undangan bergambar Hello Kitty yang gue kirim via online. Belakangan gue sedang senang bereksperimen dengan resep-resep makanan manis, sekalian unjuk gigi (lol) gue membuat rum ball plus Pocky dan Pejoy stick yang katanya sih enak :p Tepat sebelum jam 5 sore gue mendapat kabar Angie yang terjebak hujan dan Cut Hanna yang sedang sakit karena terjatuh sampai nggak sadarkan diri :( Sudah pasti mereka plus Ima berhalangan hadir. Gue memang nggak begitu berharap karena undangannya super mendadak, jadi rasanya senang sekali waktu tahu Dhian dan Ray sudah di perjalanan menuju rumah orang tua gue :D


Seolah sudah janjian, Puja (my bro), istri dan anaknya, Nenek dan juga Tante datang dalam waktu hampir bersamaan. Ray dan Dhian pun menyusul nggak lama kemudian. Wah, surprise Dhian pakai baju warna pink, padahal nggak ada dress code nya, lho, hihihi. Itu membuat kami terlihat kompak karena gue juga memakai dress berwarna pink. Dan ternyata bukan hanya baju Dhian yang warnanya senada, kue yang ia buatkan untuk gue pun berwarna pink dan bergambar Hello Kitty! Wah, tanpa sengaja ulang tahun gue jadi bertema Hello Kitty nih, seperti 2 tahun yang lalu, hihihi. Sama seperti reaksi Dhian dan teman-teman yang lain, Nenek juga kaget kenapa gue merayakan ulang tahun dengan begitu mendadak. "Coba kalau Emah dikasih tahu dari kemarin-kemarin, pasti bawa kado," begitu katanya. Gue jawab saja, "Kado bisa menyusul, kok, hihihi."





Seperti yang sudah-sudah nggak ada 'jadwal' khusus saat ulang tahun. Kami hanya mengobrol random sana-sini dan tahu-tahu waktu berlalu. Sebelum makan makanan berat kami menikmati rum balls buatan gue. Ini adalah kali pertama Ray dan Dhian mencicipinya, biasanya hanya keluarga di rumah yang gue jadikan 'kelinci percobaan' dari resep-resep gue :p Ternyata menurut mereka enak, meskipun nggak terbiasa karena rum nya begitu kuat. Hehehe, sebenarnya gue kan sengaja, ini adult snack gitu, ---anak-anak dilarang coba :p Setelah menghabiskan beberapa rum balss, Ibu langsung memanggil kami untuk makan. Ada yang lucu, sebelumnya kami mengobrol seru (baca: ngomongin orang, lol) tentang 'kenalan' kami yang kombinasi menu makanannya ajaib. Ada yang lontong campur spageti dan ada yang nasi goreng campur sop buntut. Eh, ternyata kami juga begitu, habis makan spageti disusul dengan nasi goreng. Untung saja nggak digabung dalam 1 piring seperti 'kenalan-kenalan' kami itu, hihihi :D Meski begitu kami tetap kekenyangan maksimal. Padahal kue buatan Dhian belum dicicipi, lho :)






Karena waktu sudah semakin larut, jadi kami nggak menunda-nunda waktu. Begitu selesai makan langsung tiup lilin dan potong kue! Nasi goreng dan spagetinya hanya diberi waktu untuk turun ketika kami bernyanyi "Selamat Ulang Tahun" dan "Potong Kuenya", saja, hehehe. Tapi berhubung kuenya Dhian enak (dan cute!) jadi perut kami masih sanggup untuk menampung masing-masing 1 potong kue. Meski sederhana dan serba mendadak tapi moment seperti ini selalu membuat gue terharu dan super bahagia. Rasanya gue sangat dicintai dan diberkahi, ---orang-orang yang disayangi rela meluangkan waktunya untuk gue :) Seperti biasa Ray menjadi juru foto dan mengabadikan moment ulang tahun gue. Well, kalau ada Ray Bapak biasanya memang bisa 'beristirahat' dulu dari perannya sebagai fotografer gue :p Sekitar pukul setengah 9 malam Dhian pamit pulang. Kami sempat bergurau bahwa ia adalah tamu VIP, ---padahal sih memang yang diundang sedikit dan kebetulan berhalangan hadir, hihihi. Gue bersyukur sekali punya sahabat yang selalu berusaha ada untuk gue. Kalau diingat-ingat, Dhian inilah yang nggak pernah absen setiap kali gue berulang tahun :)



Setiap ulang tahun rasanya selalu berbeda, tapi semuanya istimewa. ---Dan kalau boleh gue bilang semuanya 'the best', hehehe. Katanya saat berulang tahun adalah waktu untuk merenung, menjadi lebih wise karena waktu di dunia semakin sebentar. Gue nggak menolak itu, tapi juga memilih untuk merayakannya. I'm so blessed untuk bisa menikmati waktu menyenangkan di dunia. Gue grateful dan ini adalah cara gue mengekspresikannya :) By the way hanya beberapa jam saja setelah acara ulang tahun, gue dengan diantar Ray pergi ke IGD karena ada rasa nyeri di private area gue. Rupanya gue punya kista bartholin yang ukurannya kira-kira seujung jari kelingking. Dokter meminta gue untuk nggak terlalu khawatir dulu dan memeriksakannya kembali ke gynecologist keesokan harinya. I did, dan another surprise, ---ternyata gue juga punya hernia. That's why terkadang jalan kaki terasa nggak nyaman untuk gue, uhuhuhu. Apa gue kaget? Iya. Apa gue khawatir? Iya. Tapi gue nggak takut karena selama ini selalu berusaha menjaga kesehatan. Gue yakin bisa segera mengatasinya ;) Dan gue anggap ini juga kado dari Tuhan, karena bisa mengingatkan gue bahwa hidup itu seperti roda. Gue baru bersenang-senang dengan orang-orang yang gue cintai dan beberapa jam kemudian berakhir di IGD. Gue bisa bilang apa lagi?... I'm blessed ;)

my newest cover, rasanya menggambarkan sekali apa yang sedang gue alami, hihi :D


blessed birthday girl,

Indi


______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 22 Juni 2016

Film-Film dengan Tokoh Scoliosis di Dalamnya. Hayooo, Mana yang Kalian Pernah Tonton? ;)

Howdy-doooo bloggieeeees? Wah, sudah memasuki bulan Ramadhan, ya... Semoga semuanya diberikan kesehatan agar puasanya lancar, amen... Cuaca di Bandung juga sedang agak ekstrim, nih. Kalau siang bisa terik dan kering, eh sorenya hujan deras sekali plus petir-petir menggelegar. Menjaga kesehatan jadi agak tricky, seperti gue yang 2 hari lalu baru dari dokter karena batuk-pilek-demam, huhuhu, ---lengkap :D Tapi yang terpenting sih berusaha menjaga saja, jangan mentang-mentang cuaca sedang buruk kita jadi pasrah karena ujung-ujungnya pasti sakit, hehehe. Istirahat cukup it's a must, menu seimbang dan banyak minum juga sangat penting. *mengingatkan diri sendiri*

Ngomong-ngomong soal kesehatan, teman-teman tahu nggak kalau di Amerika sana bulan Juni ditetapkan sebagai "Scoliosis Awareness Month"? Jadi di bulan ini mereka (---masyarakat di Amerika) "diingatkan" agar waspada terhadap kondisi yang sebagian besar pengidapnya perempuan ini. Seperti yang sudah pernah gue bahas sebelumnya di sini, pengidap scoliosis alias kondisi dimana tulang belakang melengkung ke arah samping ini nggak sedikit, tapi sayangnya masih banyak yang menganggapnya kurang penting. Padahal scoliosis terutama jika sudah severe (seperti gue) bisa mempengaruhi organ-organ tubuh, lho. Dan meskipun jarang tapi jika dibiarkan dalam kondisi severe bisa sampai menyebabkan kematian. Jadi sebenarnya penting sekali, kan. Entah deh gosip darimana kalau ada yang bilang scoliosis itu kurang penting, hihihi.

Gue sendiri, sebagai orang yang sudah hidup bersama scoliosis sejak berusia 13 tahun menganggap setiap bulan adalah "Scoliosis Awareness Month". Sebisa mungkin gue mengenalkan scoliosis pada orang-orang terdekat, ---dan syukur-syukur bisa semakin luas. Salah satu usaha gue adalah membuat series YouTube yang berjudul "Indi's Scoliosis Life". Untuk episode minggu ini gue membahas tentang film-film yang di dalamnya mempunyai tokoh scolioser. Yup, selain MIKA (film gue yang diinspirasi oleh novel "Waktu Aku sama Mika") ada juga lho film-film lain yang mungkin teman-teman sudah pernah nonton tapi nggak ngeh kalau di sana ada scolioser. Dan video episode ini juga sudah gue upload di account YouTube "Indi Sugar Taufik". Tapi berhubung nggak semua hobi nonton YouTube dan mungkin lebih nyaman mampir ke sini, jadi gue buat versi tulisannya ;)

1. Sixteen Candles


Film ini di release pada tahun 1984. Yes, I know, I was not even born that time, ---dan gue yakin sebagian besar dari teman-teman juga belum, hihihi. Tapi gue yakin banyak yang tahu film ini, at least pernah melihat poster atau meme nya di internet. Film ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Di sana ada tokoh figuran yang sayangnya nameless, tapi ia dikenal sebagai "Geek girl". Geek girl ini seorang scolioser dengan Milwaukee Brace yang sering diejek oleh teman-temannya. But don't worry, guys. It has happy ending. Gue lihat ia berdansa dengan seseorang di akhir film ;)

2. Romy and Michele's High School Reunion



Film ini juga sudah lama direlease, tepatnya pada tahun 1997. Waktu pertama kali menontonnya di TV, gue langsung suka. Tapi waktu itu gue nggak menontonnya dari awal jadi agak bingung mengapa Michele selalu diejek oleh teman-temannya ketika remaja. Lalu setelah menontonnya untuk kedua kali di DVD gue jadi tahu bahwa sebelum Michele dewasa dan ikut reuni, ketika remaja ia harus memakai brace untuk scoliosisnya! Banyak sekali scene yang lucu di film ini, seperti ketika magnet-magnet menempel di brace Michele :D Meski di film ini banyak jokes yang "payah" tapi sebenarnya punya pesan yang sangat positif. Bahwa you can say that you are "anything" and tell the lies to the people. But being yourself is always the best. Kalau teman-teman punya rencana bikin sleepover party, gue sarankan film ini harus ada di list kalian :)

3. The House Bunny



Okay, film yang ketiga ini adalah my MOST very favorite. Film ini nggak berpusat kepada Joanne, si scolioser. Tapi Joanne adalah salah satu dari anggota sorority yang ---somehow--- semuanya canggung. Lalu suatu hari mereka kedatangan seorang mantan Playboy bunny yang dipecat karena dianggap sudah terlalu "tua" untuk tinggal di mansion. Namanya Shelley, dan ia menjadi house mother mereka! Kehadiran Shelley menjadikan mereka lebih percaya diri dan berkarakter, termasuk Joanne yang mulai nyaman dengan kondisinya dan bahkan menghias brace nya dengan berbagai pernak-pernik. Yang lucu dari Joanne, dokter sebenarnya sudah mengizinkannya melepas brace sejak lamaaaaa. Tapi ia takut kalau dilepas tulangnya akan lembek seperti mie, hihihi. By the way, ada sebuah adegan favorit gue di film ini, yaitu waktu Shelley encourage Joanne untuk mengejar laki-laki yang ia sukai. Joanne berlari semakin lama semakin kencang, sampai satu persatu bagian bracenya lepas. Lol, bahkan lebih "amazing" dari adegan asli yang menginspirasinya, ---Forrest Gump! :p

4. Kiss Me


Menurut gue film ini agak misterius. Awalnya trailernya ada dimana-mana, setiap buka YouTube atau situs video sharing lain pasti deh ada promo film"Kiss Me". Tapi tiba-tiba saja *poof* trailer dan promonya menghilang dari internet. Yang gue dengar dari seorang teman online sih film ini dicancel penayangannya di bioskop dan akhirnya dirilis sebagai film di TV kabel. Film ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang bernama Zoe dan Shelby. Zoe menghadapi masalah dengan scoliosisnya, sementara Shelby jatuh cinta dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya. Dari trailer nya sepertinya ini seperti film remaja kebanyakan, ---tentang betapa complicated nya fase sebelum dewasa ini. Sejauh yang gue tahu film ini seharusnya dirilis tahun 2012 lalu tapi sampai sekarang nggak ada pengumuman offcial tentang nasibnya.

5. MIKA



Film terakhir adalah satu-satunya film Indonesia, ---dan satu-satunya yang merupakan film gue di list ini, hehehe. MIKA merupakan film yang diinspirasi oleh kisah nyata kehidupan gue ketika berusia 15 tahun. Dua tahun sebelumnya gue didiagnosis mengidap scoliosis dan harus memakai brace 23 jam setiap hari. Ketika sedang libur sekolah gue bertemu dengan Mika, laki-laki yang 7 tahun lebih tua dan seorang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Kami lalu saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berpacaran :) Film ini nggak menjadikan scoliosis hanya sebagai tempelan, tapi menjadikannya bagian penting dari cerita. Ada beberapa pengalaman sebagai seorang scolioser yang gue bagi di film ini, seperti misalnya kesulitan gue ketika harus mengikuti pelajaran olahraga. Tapi bukan berarti film ini menggambarkan scoliosis sebagai sesuatu yang mengerikan. Malah film ini menunjukan bahwa gue sama saja seperti remaja kebanyakan, ---gue bersenang-senang dan gue juga punya pacar ;)
Dengan bangga gue bilang bahwa MIKA adalah film pertama dan so far satu-satunya yang memiliki scolioser sebagai tokoh utama, ---bukan sebagai figuran atau malah pony role yang tujuannya membuat orang tertawa. Gue harap film MIKA bisa meningkatkan awareness, bahwa scoliosis bukan lelucon dan sekedar masalah kosmetik. Scoliosis juga bisa menyebabkan rasa sakit dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama jika kasusnya sudah severe seperti gue. Dan gue harap MIKA nggak jadi film terakhir. Para sineas harus lebih berani membuat film dengan scolioser sebagai pemeran selayaknya orang yang "normal", bukan sebagai karakter untuk memancing iba atau dijadikan lelucon.



Nah, itu dia film-film yang memiliki tokoh/peran scoliosis di dalamnya. Bagaimana apakah kalian sudah pernah menonton salah satu, ---atau bahkan semuanya? Jika sudah mana yang menjadi favorit kalian? Atau adakah judul yang terlewat oleh gue? Feel free untuk membantu gue mengingatnya dengan meninggalkan komentar di tulisan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk ngebuburit alias menunggu waktu berbuka puasa, hihihi ;)

proud scolioser,

Indi


*dapatkan film MIKA di sini dan di sini.
______________________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 15 Juni 2016

Kamu di Jakarta? Yuk, Cicipi "Indi Sugar's Sweets" Sambil Ngabuburit! :)


Halooooo teman-teman bloggies! Siapa nih yang tinggal di Jakarta? Ayo angkat tanggannya. ---Eh, nggak usah deh, dari sini juga nggak kelihatan, hihihi :p Kita ketemuan, yuk! Tanggal 16 sampai 17 Juni 2016 nanti gue akan ada di sana, tepatnya di Gedung Direktorat Pajak. Kedatangan gue ke sana dalam rangka memperkenalkan brand makanan milik gue yang bernama "Indi Sugar's Sweets". Ya, semacam launching kecil-kecilan, deh, hihihi. 

Mungkin ada yang heran, kok dari penulis gue bisa mendadak tertarik dengan dunia makanan. Well, gue juga heran. ---Lol, just kidding! :p Gue memang senaaaaaang sekali ngemil, terutama segala macam sweets dan desserts. Kalau ada yang masih ingat dengan film MIKA, di sana gue senang sekali setiap menerima lollipop dari Mika. Nah, di real life pun gitu, segala macam permen, es krim dan cokelat akan gue habiskan tanpa menunggu lama :D Dari sanalah ide "Indi Sugar's Sweets" dibuat, agar kecintaan terhadap berbagai macam sweets bukan gue saja yang menikmati, tapi juga banyak orang ;)

"Indi Sugar's Sweets" menyediakan macam-macam cemilan manis seperti cokelat isi biskuit, cokelat isi kacang, jelly, permen dan lain sebagainya. Eits, meski banyak sweets yang beredar di pasaran, produk gue beda, dong ;) Selain harganya bersaing (---betul, coba bandingkan saja, lol), rasa dan kualitasnya sangat terjaga. Saat dikemas gue pastikan agar sweets nya nggak lengket dan cacat, bahkan di kemasan yang paling kecil pun disertakan silica gel. Dan yang nggak kalah penting, packagingnya rapi dan as sweet as a sugar, dong, hihihi.


Launching diadakan di Bazar Dharma Wanita DJP, tepatnya di booth "Indi Sugar's Sweets". By the way, meski judulnya sweets, tapi untuk yang nggak suka manis gue juga disupport oleh "Mekar Sari" yang menyediakan beraneka macam kue kering (cocok nih buat persiapan lebaran) dan "Manies" yang menyediakan bola-bola susu dan jajanan khas Bandung termasuk keripik pedas dan seblak! Yumm :) Dan untuk yang mau berkunjung, nggak usah khawatir sulit untuk menemukan booth nya karena "Indi Sugar's Sweets" punya banner berwarna pink catchy dengan foto gue dan Ibu :p



Gue tunggu kedatangan teman-teman semua untuk menikmati sweets dan jajanan lainnya di;

Semarak Bazaar Ramadhan
Booth "Indi Sugar's Sweets"
Waktu: 16-17 Juni 2016, pukul 10.00-15.00
Tempat: Gedung Direktorat Pajak
Jl. Gatot Subroto 40-42 Jakarta Selatan
(Aula Gedung A Lantai 2)

Ajak teman, saudara, orangtua, pasangan, tetangga, ---dan siapapun yang kalian mau, hihihi. Sampai bertemu di sana! ;)


as sweet as a sugar and everything nice,

Indi

______________________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 01 Juni 2016

Ulang Tahun Eris yang Lebih Istimewa dari Istimewa :)



Tahun ini Eris, anjing golden retriever yang sudah menjadi bagian dari keluarga gue sejak berusia 9 bulan berulang tahun yang ke 7. Sama seperti ulang tahun-ulang tahun yang sebelumnya gue sangat bersuka-cita saat menyambutnya. Karena itu artinya 1 tahun yang luar biasa sudah gue lewati lagi bersamanya :) Usia 7 tahun juga merupakan angka yang sangat istimewa untuk gue dan keluaga. Pasalnya, Veggie, anjing terdahulu kami pergi di usia yang sama karena serangan epilepsi. Gue merasa sangat blessed karena Eris masih diizinkan untuk berada di tengah-tengah kami dalam keadaan yang sehat, ceria, pintar, ---dan sedikit bandel, hehehe :D

Ingin rasanya gue merayakan ulang tahun Eris yang ke 7 dengan lebih istimewa daripada biasanya. Sudah 2 tahun berturut-turut ulang tahunnya dirayakan tanpa kue, ---meski lilinnya ada, lol. Sebaik mungkin gue berusaha menyiapkan hadiah untuk Eris. Jauh-jauh hari gue sudah mengincar sisa kain bergambar Thomas the Train untuk dijadikan baju baru Eris. Ketika mendapatkan kainnya gue langsung mewanti-wanti Bi Ade, salah satu karyawan di butik Ibu untuk menjahitnya sesuai dengan model yang gue inginkan. Karena Bi Ade sebenarnya adalah bagian finishing, jadi gue memintanya untuk menjahitkan model dress yang sangat simple. Tapi rupanya butuh berhari-hari hingga dress nya selesai, sampai-sampai ulang tahun Eris yang jatuh di tanggal 22 Mei pun harus diundur sampai 5 hari kemudian! Dan karena beberapa hal gue pun (lagi-lagi) nggak sempat untuk menyiapkan kue :( Gue hanya membeli dog food dan sampo sebagai kado tambahan. ---Well, gue sadar kok kalau Eris pasti nggak mengerti tentang ulang tahun, dan nggak peduli dengan kado. Makan 3 hari sekali dan diajak jalan-jalan sore pun gue yakin sudah membuatnya sangat bahagia. Tapi menurut gue nggak ada salahnya memberikan hari istimewa untuknya, at least 1 tahun sekali. Anggap saja sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadirannya :)



Karena nggak ada tanda-tanda hadiah untuk Eris akan bertambah (*ngarep, lol), jadi gue putuskan untuk merayakan dengan seadanya. Sehabis makan sore gue menunjukan kado-kado kecil yang telah disiapkan pada Eris. Dog food dan samponya gue taruh di atas bangku, sementara dress nya langsung gue pakaikan. Dress buatan Bi Ade baguuuuus sekali, ---apalagi kalau mengingat ini adalah kali pertama ia menjahit baju untuk anjing. Tapi sayang kependekan dan bagian ketiaknya kurang pas. Jadi lebih mirip sayap Superman daripada dress, hehehe. Meski begitu Eris tampak happy, ekornya berkibas-kibas kencang sambil mondar-mandir dengan dress barunya. Ah, Eris memang selalu bersyukur, sesederhana apapun yang gue beri ia pasti tetap bahagia :) Nggak lupa gue mengabadikan moment berharga ini dengan bantuan Bapak yang membantu mengambil foto-foto kami. Melihat Eris yang begitu ceria membuat gue lupa bahwa ia sudah berusia 7 tahun. She's my forever puppy! :')



Meski rasanya agak mengganjal karena ulang tahun Eris nggak dirayakan sesuai yang diharapkan, tapi gue happy dan bersyukur sekali dengan reaksi Eris. Kata Bapak, Eris seperti sengaja memamerkan dress barunya. Dengan bersemangat ia berputar-putar dan melompat setiap kali dipuji, hihihi. Agar Eris bisa lebih puas "pamer" keesokan harinya gue ajak ia berjalan-jalan di sekitar rumah. Lucunya, kami lebih banyak berhenti dari pada berjalan karena kehadiran Eris menarik perhatian anak-anak di sekitar rumah. Mereka sebenarnya sering bertemu kami, tapi berhubung belakangan agak jarang keluar rumah karena hujan, mereka jadi kangen :D Eris terlihat semakin senang, dengan semangat ia menyalami anak-anak satu persatu (---yup, ia bisa) dan sesekali mengibaskan ekornya. Kami baru pulang ke rumah setelah hampir magrib. Biasanya kami pulang lebih cepat, tapi kali ini nggak apa-apa, deh. Spesial untuk si birthday girl ;)


Gue pikir ulang tahun Eris sudah selesai, foto-fotonya gue post di media sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan para pembaca (---yang gue panggil "Indi's Friends"). Tapi rupanya gue salah! :D Ray membelikan kado "terlambat" untuk Eris ketika kami sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Sebuah dog snacks yang sudah pasti akan Eris sukai (sama kaya gue, suka banget sama treats, hehehe). Di hari yang sama gue juga mendapatkan angpao dari Om dan gue gunakan untuk membeli dog blanket. Lalu keesokan harinya ada kejutan lainnya, sepupu gue, Gina ternyata melihat foto Eris di Facebook dan ketika berkunjung ke rumah ia memutuskan untuk memberinya kado! Aduh, sampai speechless, Eris mendapatkan dog food merk favoritnya. Katanya Gina sampai stalking supaya nggak salah merk, lho, hihihi :') Dengan kado-kado "terlambat" yang berdatangan, gue jadi punya ide untuk merayakan ulang tahun Eris sekali lagi. Kali ini benar-benar ingin mewujudkan keinginan berulang tahun dengan  kue. Untuk membelinya gue nggak ada budget (---ya, ampun lebih mahal dari kue manusia, huhuhu). Jadi putuskan untuk membuatnya sendiri, ---meskipun gue nggak tahu caranya :p

Gue sampaikan keinginan gue pada Ibu a.k.a meminta izin untuk meminjam dapurnya. Beliau mengizinkan, dan even better, bersama Bapak mereka memberikan bahan-bahannya sebagai hadiah untuk Eris! :'D Aduh, gue selalu tahu kalau Eris sangat dicintai, tapi siapa menyangka akan sebanyak ini? :'D Dengan berbekal resep dari video YouTube gue membuat kue sederhana untuk Eris. Bentuknya memang biasa saja, tapi yang terpenting kue ini dog friendly. Bahan-bahannya aman dan alami karena hanya terbuat dari pisang, telur, madu dan selai kacang :) Gue lega sekali karena di percobaan pertama kuenya matang dengan sempurna. Padahal sudah deg-degan karena nggak ada oven dan jadi memasaknya dengan microwave, hehehe :D Waktu gue tunjukan pada Eris kuenya, ia langsung berputar-putar gembira dan 1 menit kemudian kuenya langsung habis! Semudah ini membuatnya bahagia, dan nggak butuh chef handal atau kue buatan toko untuk enak versi Eris :D


Sampai saat menulis ini gue masih amaze dengan apa yang Eris dapat di ulang tahunnya yang ke 7. Ketika gue pikir semuanya nggak sesuai rencana ternyata Eris mendapatkan lebih. Ini lebih istimewa dari istimewa, ---entah apa namanya. Gue terharu karena Eris ternyata mendapatkan tempat istimewa di hati orang-orang terdekatnya. She's not "just" a dog tapi juga anggota keluarga. Bahkan mungkin Eris lebih istimewa daripada yang gue pikir karena ada beberapa pembaca gue yang mengingat ulang tahunnya, memberinya ucapan selamat dan doa sebelum gue "mengumumkannya" di media sosial :) Gue nggak peduli jika Eris nggak mengerti dengan "this whole ---what so called birthday thing". Tapi gue harap Eris merasakan semua rasa syukur dan sayang kami untuknya :)
Melihat apa yang Eris dapatkan ada yang masih ragu dengan rezeki? Tuhan sudah mengatur semuanya, bahkan untuk hewan sekalipun :)

Video ultah Eris :)

blessed girl,

Indi 


______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 17 Mei 2016

"Indi's Scoliosis Life" di Rubrik CHAT Belia Pikiran Rakyat! :)

Yuhuuuuu, howdy-do my bloggies friends?! :) 
Hihi, rupanya sudah 13 hari ya gue nggak share cerita di sini. Sebetulnya sih pengen cerita ini-itu, tapi rupanya si "meltdown moment" masih mempengaruhi mood (---really guys, it is THAT bad, sampai-sampai ini mata langsung kena efek kelilipan kalau ingat ke sana, lol). Sekarang mumpung gue sedang cukup relax dan happy, (---gimana nggak happy kalau ada setoples permen dan iced capuccino di atas meja, hihihi) gue mau cerita tentang pengalaman beberapa waktu yang lalu, nih. Hmmm, teman-teman sudah ada yang tahu belum ya kalau gue punya series di YouTube dengan judul "Indi's Scoliosis Life"? Kalau belum, gue ceritakan sedikit. Jadi series ini berisi diary gue sebagai seorang scolioser atau pengidap scoliosis, ---kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Selain berbagi pengalaman sehari-hari, gue juga berbagi tips untuk sesama scolioser dan mudah-mudahan bisa meningkatkan awareness untuk non-scolioser. Usia series ini sebenarnya masih bisa dibilang baby karena baru 4 bulan, hihihi. Makanya surprise banget waktu tahu ada media yang ingin meliput tentang Indi's Scoliosis Life! :)

Waktu dihubungi oleh tim Belia untuk wawancara, gue langsung mengira akan diminta bercerita tentang karya-karya tulis gue atau tentang film Mika seperti yang sudah-sudah. Tapi melalui SMS gue diberitahu bahwa rupanya mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang series yang gue buat di YouTube. Perasaan gue jadi heran campur senang (banget!). Soalnya dibandingkan dengan video-video cover ukulele, series ini memang belum terlalu populer. Jadi entahlah apa pertimbangan mereka untuk mengangkat tema ini. Yang pasti gue sih dengan senang hati menyambut Belia datang ke rumah. Siapa tahu saja artikelnya bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca, terutama bagi mereka yang juga mengidap scoliosis :)
Oh, iya nama Belia mungkin belum terlalu familiar, tapi jika menyebut nama Pikiran Rakyat, ---koran harian terbesar di Jawa Barat sudah pasti banyak kenal. Belia adalah sisipan dari Pikiran Rakyat yang memiliki segmen pembaca remaja dari usia SMP sampai SMA. Artikel tentang gue dan series YouTube gue ada di edisi yang terbit hari selasa, 10 Mei 2016 lalu. Karena nggak semua orang berlangganan Pikiran Rakyat, sekarang gue akan share isi artikelnya di sini. Selamat membaca! ;)

***


"About Indi's Scoliosis Life"

Kamu mungkin udah cukup familiar dengan sosoknya, bisa dari bukunya, film yang diadaptasi dari bukunya, blognya, video YouTubenya, atau style khasnya yang ceria nan menggemaskan. Cewek yang dikenal dengan nama Indi Sugar ini memang multitalenta dan menginsprasi. Pekan lalu, kru belia sengaja mampir ke rumah Indi buat ngobrol. Fans Red Hot Chili Peppers yang bergelar finalis Kartini Next Generation 2015 dari Kemenkominfo ini nggak ragu-ragu berbagi tentang skoliosis, penyakit (koreksi: kondisi) yang diidapnya sejak remaja. Nih, simak obrolan lengkapnya....

Halo Indi! Lagi sibuk apa nih?
Hai! Lagi lanjutin naskah buku kelima, memenuhi undangan-undangan jadi speaker, sama masih tetap ngedesain aja nih. Sama ngurus channel YouTube; Indi Sugar Taufik.

Buku kelima kapan terbit dan tentang apa sih?
Sebenernya ini naskahnya udah mau selesai. Cuma beberapa waktu lalu ada kecelakaan, file-nya menghilang gitu huhu. Untungnya nggak dari awal. Ya, jadi mungkin terbitnya beberapa bulan lagi deh. Tidak dalam waktu dekat. Nah, buku kelima ini pokoknya segmennya lebih ke teenagers. Judulnya Indi dan Rockstar dari Tenda Sirkus.

Tentang channel YouTube-mu nih, sejak kapan dibuat dan apa yang melandasinya?
Hmm sebetulnya channel itu udah lama banget, dari 2011. Waktu itu aku juga nggak ngerti-ngerti banget. Tujuan aku bikin channel adalah untuk komentar di video orang lain tanpa menjadi anonim. Lama-lama aku ngerasa, kenapa nggak bikin video sendiri juga? Akhirnya 2015 lalu aku upload video cover lagunya John Frusciante, videonya sederhana direkamin sama bapak di kamar. Hahaha. Ternyata viewers-nya sampai ribuan gitu. Lalu aku tergugah buat menjadikan ini serius, bikin sesuatu yang bermanfaat juga buat yang nonton.

Seperti apa?
Di channel aku ada cover ukulele dan aktivitas aku, misalnya ketika jadi speakers, ada semacam series namanya Indi's Scoliosis Life.

Ah. iya... Itu menarik banget. Kok kepikiran sih bikin Indi's Scoliosis Life?
Hahaha kenapa ya? Oh, gini.... Waktu itu aku lagi jalan-jalan di YouTube, terus ada temenku yang seorang quadriplegic (lumpuh dari dada ke bawah) dan dia selalu sharing tentang kondisi dia. Aku pun terinspirasi, kenapa aku nggak melakukan hal yang sama? Apalagi skoliosis itu penyakit (koreksi: kondisi) yang cukup common di Indonesia, terutama di kalangan anak perempuan. Soalnya, waktu umurku 13 tahun, aku juga berharap ada orang yang melakukan ini; buat channel YouTube, berbagi soal kondisinya, dan bikin aku ngerasa nggak sendiri. Ya udah, aku buat deh. Respons orang ternyata positif, aku mulai dapet banyak respons terutama dari scolioser juga. Itu bikin aku semangat.

Apa aja sih yang dibagi sama para viewers di serial itu?
Banyak, salah satunya tentang melewati masa-masa sekolah sebagai scolioser. Banyak remaja yang merasa jadi punya banyak masalah terutama dalam pergaulan gara-gara skoliosis. Padahal tuh bukan skoliosisnya yang jadi penyebab, melainkan kitanya yang jadi nggak pede dan menutup diri. Terus soal terapi-terapi juga.

Kira-kira bakal ada apa lagi nih di Indi's Scoliosis Life dalam waktu dekat?
Aku bakal bahas soal outfit buat prom night. Jadi, aku akan kasih tips tentang dress yang nyaman dan apa aja yang bisa gantiin high heels karena kalau scoliosis kan nggak boleh pakai itu. Tunggu aja, ya!


***

Yay! Sekian artikelnya, ---lumayan juga nih ngetiknya bikin pegal, hehehe. Tadinya mau gue scan supaya lebih mudah, tapi ternyata scanner di rumah sedang error :( Tapi anyway, gue happy kok mengetik ini semua. Ini adalah kali pertama series "Indi's Scoliosis Life" diliput oleh media dan gue puas dengan hasilnya. Nggak mellow dan lebay meskipun membahas tentang scoliosis. ---Tuh, buat media lain coba ditiru ya :p Dengan membaginya di sini juga akan mengingatkan gue agar terus konsisten dan berusaha membuat episode-episode berikutnya menjadi lebih baik. Doakan saja semoga series "Indi's Scoliosis Life" panjang umur agar gue bisa terus berbagi. Dan jika teman-teman ingin menonton "diary" gue, bisa buka link ini :)

cheers,
Indi

______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469


Kamis, 05 Mei 2016

Jadi Juara 2 di Unstoppable Fashion Styling Competition. Loh, Kok Bisa? :D

Hey bloggies, hey! Apa kabar semuanya? Semoga semuanya baik, ya. Dan... sedikit irrelevant, kali ini gue posting bukan di waktu weekend, hehehe. Well, sebenarnya sih gue ingin menulis sejak hari minggu lalu. Tapi berhubung agak kelelahan dan ada "meltdown moment" (sniff...) jadi baru bisa sekarang :) Ngomong-ngomong kalian pernah nggak sih akan melakukan sesuatu untuk pertama kalinya dan waktu moment nya tiba baru sadar kalau, ---"OMG, what the heck am I doing here??" ---dan yang kalian inginkan hanya kabur karena benar-benar blank dengan apa yang harus dilakukan? Ehmm, gue pernah. Sering kali tepatnya, lol. Terkadang gue memang terlalu spontan, setuju untuk melakukan sesuatu padahal belum punya pengalaman. Seperti yang gue alami 1 Mei 2016 kemarin...

Beberapa waktu sebelumnya gue melihat iklan "Unstoppable Fashion Styling Competition" di Facebook. Murni karena penasaran gue klik page iklannya dan membaca persyaratannya. Untuk usia sih memenuhi syarat, tapi soal jago mix and match dan punya style unik tentu diragukan, hehehe. Kemampuan gue untuk memadukan warna lebih cocok dibilang random daripada 'kreatif' (lol) dan style gue sejak dulu juga sepertinya begini-begini saja, not so unique lah. Tapi entah keberanian darimana, gue akhirnya mendaftar! Waktu itu gue pikir lihat saja nanti, kalau takut tinggal kabur, hehehe. Lagipula acaranya juga di salah satu mall Bandung, jadi bisa sambil berjalan-jalan mumpung weekend. Diluar dugaan waktu hari H tiba cerita tentang "Si Indi mau ikut fashion show" ternyata sudah menyebar dari mulut Ibu (aduh!). Yang tadinya mau pergi diam-diam berubah jadi beramai-ramai. Tante, Ray, adik, ipar, keponakan dan Ibu semuanya ikut. Nggak bisa mundur lagi deh kalau gini ceritanya, hehehe.


Unstoppable Fashion Styling Competition by Laurier yang gue ikuti ini merupakan rangkaian dari Fimela Fest 2016 yang diadakan di beberapa kota besar. Untuk di Bandung diadakan di mall Festival Citylink yang jaraknya nggak terlalu jauh dari rumah gue. Cukup santai, jam 12 siang kami sudah sampai di lokasi dan gue langsung registrasi ulang. Rupanya untuk Unstoppable Fashion Styling baru akan berlangsung jam 3 sore, jadi kami bisa bersantai sambil makan donat, hehehe. Ehm, jujur nih gue lumayan pesimis karena waktu melihat peserta lain yang mulai berdatangan, mereka kebanyakan memakai makeup dan well prepared. Sedangkan gue, ---ya just being me, nggak ada yang istimewa. Bahkan Tante sempat becanda kalau gue bisa-bisa kalah karena sepatu gue sudah kelewat kumal! :D Tapi akhirnya gue putuskan untuk que sera, sera, ---whatever will be, will be. Lebih baik gue menikmati saja. Nggak perlu khawatir dengan noda kecil karena ketumpahan topping donat atau lupa bawa sisir. Sayang kan kalau moment jarang bisa ditemani sama 1 rombongan gini malah dihabiskan dengan deg-degan ;)


Mungkin karena enjoy gue jadi lebih relax dan "tanpa beban". Sementara yang lain touch up, gue baru menyusul ke backstage di menit-menit terakhir. Setelah berada di sana gue malah ingin cepat-cepat dipanggil karena mendadak excited dan... kaki gue pegal! :D Setelah sekitar 10 menit akhirnya pintu backstage ditutup dan seluruh peserta yang jumlahnya sekitar 30 orang dan diberikan sedikit pengarahan. Ada koreografi standar yang harus diikuti, tapi dasar mantan model abal-abal, gue malah lupa 5 menit kemudian, hahaha. Oh, by the way, gue lupa menyebutkan. Sebelum pergi gue mendadak ingin membawa serta si ukulele kesayangan padahal agak fals karena belum di stel. Tapi Bapak bilang it's okay, yang penting gue bisa melihat sesuatu yang "akrab" kalau-kalau gue nervous. Dan berhubung ukulelenya terlanjur ikut ke backstage, nanti akan gue ajak sekalian saja ke panggung. Akan diapakan? Well... gue juga nggak tahu sampai gue benar-benar berada di atas panggung.

Nomor urut gue dipanggil dan dengan "not so model like" gue melangkah di atas catwalk. Salah satu MC menyebut gue sebagai "Peserta nomor 15 dan ukulele nya", dan AHA! Tiba-tiba gue mendapatkan ide. Gue gunakan ukelele lebih dari sekedar pelepas nervous tapi juga sebagai penunjang penampilan. Jadi alih-alih berpose gue memainkannya di setiap sudut panggung termasuk untuk menyapa para juri! Untung saja suara musiknya sangat kencang jadi gue nggak perlu khawatir dengan ukulele yang belum di stel, hehehe. Ukulele always brings happiness. Gue jadi nggak bisa berhenti tersenyum, ---mungkin terdengar aneh tapi gue benar-benar menikmati berlenggak-lenggok sambil menggenjreng si ukulele smiley ini di atas catwalk! Seolah gue sudah terbiasa melakukannya, padahal setelah diingat ini adalah tepat 10 tahun sejak terkahir kali gue berjalan di catwalk.



Gue turun dari atas panggung dengan riang dan langsung menemui para suporter alias keluarga gue yang menunggu di bangku penonton. Ray dan Tante rupanya berusaha mengabadikan aksi gue, sayang Tante salah menekan tombol di handphone nya dan gagal merekam gue, hehehe. Untung saja Ray berhasil mengambil beberapa foto gue, ---kan gue penasaran ingin lihat seperti apa kalau gue sedang beraksi :p Menurut salah satu peserta pemenang akan diumumkan setelah juri siap, jadi bisa cepat bisa lambat, ---seperti di kategori sebelumnya yang ada beberapa break. Karena khawatir terlalu lama jadi gue minta keluarga adik, Tante dan Ibu untuk lebih dulu pulang sementara gue menunggu bersama Ray. Toh, rasanya agak too good to be true kalau gue menang, hehehe. Tapi rupanya Ibu dan Tante agak penasaran dengan pemenangnya jadi memutuskan untuk stay. Di panggung duo MC sibuk berbicara tentang sesuatu, gue nggak memperhatikan karena asyik mengobrol dengan Ray dan sesekali making friends dengan peserta lain. Gue lupa tepatnya berapa menit, yang pasti rasanya memang cukup lama sampai-sampai kening gue basah dengan peluh. Lalu tahu-tahu saja MC menyebutkan nomor-nomor peserta secara acak. Ada 10 nomor yang disebut dan yang terakhir adalah nomor gue, 15, ---yang ditambahkan panggilan "si ukulele" oleh salah satu MC. Dengan kebingungan gue berdiri diiringi dengan suara tepuk tangan yang cukup riuh. Ada apa ini? Apa gue nggak salah dengar? Gue harus kemana? ---Untung saja ada peserta lain yang menarik tangan gue. Rupanya kami harus ke atas panggung lagi.


Di atas panggung pelan-pelan gue mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang menimpa gue, lol. ---Ternyata gue masuk ke dalam 10 besar finalis Unstoppable Fashion Styling! Ya ampun, IT REALLY IS ini namanya too good to be true :O Dari atas gue bisa melihat wajah Ibu dan Tante juga tampak sama bingungnya dengan gue (tapi Tante gaya bingungnya heboh banget, sambil ngacung-ngacungin handphone, lol). Gue bersyukur, tentu. Tapi bisa masuk ke top 10 saat di pengalaman pertama benar-benar surprise yang besar untuk gue. MC menyebutkan bahwa kami dipilih karena juri suka dengan style kami, dan yang terpenting kami terlihat nyaman. Untuk menyaring menjadi 3 pemenang, kami diberi tantangan untuk mix and match outfit yang telah disediakan. Gue pkir, 'well ini mah gampil', tapi ternyata kami hanya diberi waktu 90 detik dan jumlah outfitnya sangat terbatas. Item wajib yang sudah ditentukan juri adalah scarf, yang mana itu adalah item yang jaraaaaaang banget gue pakai. Tapi ya sudah lah, yang terpenting gue have fun di sini. Kapan lagi bisa coba-coba outfit keren gini, hehehe. Pilihan gue jatuh pada sebuah rok pink lebar dan tanktop bermotif. Untuk scarf gue, ehm, ambil saja satu-satunya yang nggak diambil oleh finalis lain. Soalnya, sumpah, gue benar-benar blank, hehehe. Setelah itu kami dipersilakan ke belakang panggung dan memadukan item-item yang sudah dipilih.



Gue sangat jatuh cinta dengan roknya. Menurut gue warna dan modelnya cute banget, ---sangat style gue. Tapi ketika dicoba... uh oh, kesempitan! Untuk melewati pantat gue saja butuh kerja keras, dan waktu akhirnya sampai di pinggang ternyata nggak bisa dikancingkan! Gue langsung lapor pada panitia dan katanya semua item hanya ada 1 ukuran karena disediakan oleh sponsor. Tadinya mau diakali dengan peniti, tapi saking sempitnya peniti pun nggak sampai untuk menghubungkan titik A dengan titik B, hahaha. Gue coba tutupi bagian resleting dengan tank top yang asalnya mau gue pakai dimasukan ke dalam rok Berhasil, sih. Tapi gue nggak tahu perlu berapa langkah sampai rok ini melorot :p Yang paling membingungkan tentu saja untuk memadukan scarf. Selain warnanya nggak cocok, gue juga bingung akan dipakai apa. Mau dijadikan bando kok malah mirip pocong :( Akhirnya di detik-detik terakhir (---sudah dipanggil-panggil mbak panitia) gue lilitkan scarf ke leher tanpa tahu bagaimana kelihatannya. Salah satu peserta membantu gue memperbaiki hasil ikatan gue yang berantakan dan 10 detik kemudian kami sudah berada di panggung lagi.

Sekali lagi, gue berlenggak-lenggok di catwalk. Feel a bit weird karena kali ini tanpa ukulele, ---bingung tangan gue mau diletakan di pinggang atau diayun sekalian :p Gue mencoba senatural mungkin, berjalan biasa saja hanya nggak terlalu cepat. Setelah itu sambil menunggu juri yang sedang memberi nilai MC memberikan beberapa pertanyaan pada para finalis. Well, hanya 4 dari kami saja sih yang ditanya karena juri sudah mendapat hasilnya. Salah satunya adalah gue yang ditanya mengapa memilih outfit yang dipakai sekarang. Gue jawab ini karena mewakili kepribadian gue yang girly dan cheerful. Apalagi roknya memang sudah gue incar sejak panitia membawa satu deret baju ke atas panggung. Untung saja finalis lain kayanya nggak ada yang tertarik dengan rok pink yang super mengembang ini :D
Daaaan yang ditunggu-tunggu pun tiba; pengumuman pemenang! Nggak pakai berlama-lama, host langsung membacakan kertas yang berisi hasilnya. Pemenang ketiga jatuh kepada nomor 11, gadis berhijab yang waktu di backstage membantu gue memasang scarf. Pemenang kedua jatuh kepada... OH. MY. GOD. Gue!!! Hahaha, gue sampai pikir MC salah membaca nomor karena... this is just feel so unreal :'D Dan pemenang kesatu jatuh kepada nomor 31. She's totally deserved it :)



Gue dan pemenang lainnya menerima sejumlah hadiah yang terdiri dari piala, sertifikat, sejumlah uang dan produk dari Laurier. Yang berbeda pemenang kesatu mendapatkan hadiah tambahan berupa tas Kate Spade (cool!). Juri berkata bahwa sesudah dan sebelum tantangan mix and match gue tetap terlihat "Indi banget", dan itulah salah satu alasan mengapa mereka memilih gue. Hehehe, masa sih :)) Ketika turun dari panggung gue nggak bisa menahan perasaan haru. Tante heboh sekali dan terus memuji-muji gue. Sementara Ibu lebih kalem dan berkata bahwa beliau sangat bangga dengan gue (aduh, sambil ngetik ini jadi terharu lagi, huhuhu). Ray juga nggak kalah ekspresif, gayanya sudah seperti fotografer profesional yang terus mengambil foto gue, hehehe. Gue anggap ini adalah kemenangan bersama. Ibu yang mendesain dress gue, Tante yang menjadi suporter terbesar gue dan Ray yang mengabadikan moment sangat berkesan ini. Tanpa kehadiran mereka mungkin gue nggak akan jadi juara. Jadi dengan uang hadiah Unstoppable Fashion Styling gue mentraktir mereka makan-makan dan membelikan anggota keluarga lain hadiah. ---Sisanya tentu saja ditabung :)

Rasanya ajaib gue memenangkan lomba hanya dengan modal menjadi diri sendiri. Tapi setelah dipikir kita memang harus be the best version of ourselves to win, dalam bidang apapun. Saat menjadi diri sendiri pasti terasa nyaman dan nggak 'setengah-setengah'.---Dan yang paling penting akan tanpa beban :) Gue lega, senang dan bersyukur karena berani mencoba hal baru. Deg-degan wajar. Tapi gue nggak perlu takut. Lagipula kalau nggak melakukan hal baru, kita nggak akan tahu sejauh mana kemampuan kita kan? ;) 
Pernah mengalami hal baru dan nggak tahu harus melakukan apa? Share me! :)




yang temenan akrab sama ukulele,

Indi

______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469