Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Rabu, 16 Juli 2014

AIDS Time: Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School-SMPN 178 Jakarta :)




Hai bloggies! Nggak seperti biasanya ya gue post di luar weekend, hehehe. Kebetulan hari ini gue sedang izin bekerja karena diundang sebagai bintang tamu di event nya Yayasan AIDS Indonesia, jadi sebelum tidur gue putuskan untuk share cerita singkatnya :)
Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa sejak tahun 2007 (atau 2006, ya? Lupa, lol) gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia. Meskipun cukup rutin keep in touch dengan teman-teman di sana, tapi kehadiran gue semakin jarang karena kesibukan belakangan ini dan tentu saja karena jarak Bandung-Jakarta yang lumayan jauh. Jadi waktu mereka mengundang gue sebagai bintang tamu di event AIDS Time tadi siang, gue langsung mengiyakan meskipun sebenarnya gue sedang nggak libur, hehehe.

AIDS Time adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Yayasan AIDS Indonesia (YAI). Tempat dan temanya selalu berbeda, tapi tujuannya tetap sama yaitu mengedukasi masyarakat, terutama anak muda tentang HIV/AIDS. Kebetulan film Mika (inspired by Waktu Aku sama Mika) yang merupakan kisah hidup gue dan alm. Mika dipakai sebagai film yang diputar selama event AIDS Time, tapi baru di hari ini lah gue bisa bergabung :)

AIDS Time hari ini diadakan di SMPN 178 Jakarta. Karena macet dan sempat nyasar, gue yang diantar oleh Bapak baru datang 10 menit sebelum segmen gue dimulai. Sayang sekali, padahal sebelumnya sedang diputar film Mika, lho. Meskipun sudah puluhan kali menonton film itu, tapi rasanya selalu penasaran dengan reaksi orang-orang yang baru pertama kali menontonnya. Syukurlah rasa penasaran gue terobati, dari wajah-wajahnya teman-teman siswa SMPN 178 sepertinya menikmati film Mika. Thank God :)

Di segmen talkshow gue nggak sendirian, ada bintang tamu lain yang bernama Sheryl Sheinafia. Ia adalah seorang penyanyi yang telah mengeluarkan sebuah album yang sangat care dengan isu HIV/AIDS. Gue baru pertama kali bertemu dengannya, tapi langsung suka dengan suaranya :) 
Sebelum sesi tanya jawab gue sempat sedikit bercerita tentang latar belakang kenapa gue menulis novel "Waktu Aku sama Mika" dan kenapa gue peduli dengan isu HIV/AIDS. Waktu gue bercerita ternyata sebagian besar audience kaget karena baru tahu bahwa kisah gue dan Mika adalah nyata. Mungkin mereka terkejut karena gue sempat berpacaran dengan Mika yang ODHA sampai akhirnya ia meninggal. Tapi gue yakinkan mereka bahwa berpacaran dengan Mika bukan berarti gue kehilangan moment-moment seru. Gue tetap menilai Mika secara utuh karena menjadi ODHA bukan berarti berbeda seperti orang lain. He was the most grateful person I ever met. Semuanya mengenai kepribadian, bukan mengenai apa yang Mika idap.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Sungguh membanggakan, teman-teman SMPN 178 sudah tahu dengan apa saja yang bisa dan nggak bisa menularkan HIV/AIDS. Meski sempat malu-malu tetapi mereka cukup kritis lho ketika mengajukan pertanyaan. Thumbs up untuk Yayasan AIDS Indonesia yang sudah membuat acara fun tapi kaya manfaat. Mudah-mudahan saja event rutin ini akan tetap berlangsung sehingga lebih banyak lagi anak muda yang peduli dengan isu HIV/AIDS. Karena menurut gue ini bukan hanya tentang bagaimana caranya untuk mencegah diri sendiri supaya nggak terjangkit. Tapi juga bagaimana caranya agar menghilangkan stigma atau judgement pada ODHA. Karena gue percaya obat yang paling ampuh untuk segala hal adalah kasih sayang dan tanpa prasangka buruk :)


sugar kecilnya Mika yang sudah besar,

Indi

Lihat foto lengkap dari kegiatan ini di sini.
_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 06 Juli 2014

JKT 66 Brasserie: The Best Nutella Blaze in Town! (Review)

Whaaaaat, ini sudah weekend?!! Hehehe, setelah libur selama 2 minggu hari senin sudah waktunya gue kembali bekerja di preschool. Well, nggak benar-benar libur, sih, soalnya waktu 2 minggu benar-benar gue manfaatkan untuk menulis buku ke 5, dan mengingat fakta bahwa senin sebentar lagi datang membuat gue kaget, karena buku terbaru gue belum juga selesai setengahnya, huhuhu :') Meski begitu bukan berarti gue nggak bersenang-senang selama 2 minggu ini, selain menulis gue juga mengisi waktu dengan keluarga, Eris dan datang ke beberapa tempat baru, salah satunya JKT 66 Brasserie.


Kalau teman-teman pernah membaca post gue yang ini, yup, ini adalah JKT 66 yang sama dengan yang pernah gue ceritakan. Waktu gue menerima undangan pembukaan soft openingnya, gue langsung teringat dengan lezatnya martabak Toblerone yang pernah gue cicipi waktu itu, hihihi. Berhubung gue belum pernah datang langsung ke tempatnya dan kabarnya sekarang dengan konsep baru, gue jadi nggak sabar untuk mencoba menu-menu barunya :)

Gue datang ditemani dengan Ray. Kami pikir sudah kemalaman, tapi ternyata JKT 66 buka sampai jam 11 malam. Meski ini yang pertama kali, tapi gue sudah pernah 2 kali melewati tempat ini. Dan benar saja, tempatnya sekarang pangling sekali dengan konsep baru dan suasana yang lebih hommy. Ketika masuk kami langsung disambut dengan dinding berwarna hijau menenangkan yang dihiasi dengan wall sticker lucu. Hmm, sepertinya bakal betah nongkrong di sini berlama-lama, nih, hehehe.


Dengan Anggun, salah satu ownernya :)



Setelah bertemu dengan the owners, Anggun dan Arya yang super ramah kami ditawari untuk memilih menu. Wah, ternyata lebih banyak dari yang sebelumnya. Semakin unik-unik dan kreatif, dan tentu saja semakin bingung untuk memilih :p Setelah beberapa menit penuh pertimbangan dan dapat rekomendasi dari Arya, pilihan jatuh kepada Nutella Blaze (yep, still obsessed with Nutella, lol), Matcha Blaze dan Red Passion. Karena untuk menu berat seperti martabak dan baby martabak kami sudah pernah mencoba sebelumnya.

Waktu pesanan datang gue langsung gemas untuk mengambil kamera, soalnya tampilannya lucu-lucu sekali. Colorful, hihihi. Dan rasanya juga nggak kalah seru! Nutella Blaze rasanya manis dan full sekali di lidah, seperti mengambil segenggam Nutella dan menjilatnya sampai habis, hihihi. Matcha Blaze rasanya ringan dan menyegarkan, nggak terlalu manis tapi juga nggak hambar. Pas diminum setelah makan makanan yang agak berat. Dan yang terakhir, Red Passion rasanya paling ramai. Mix macam-macam berry ditambah es serut bikin gue mau lagi dan lagi. Pasti lebih seru kalau dinikmati siang hari :D

Matcha Blaze dan Nutella Blaze. Dua-duanya enaaaak :D

Cocok nih buat buka puasa :p




Sambil menikmati ketiga minuman segar tersebut, gue dan Ray kembali melihat-lihat menu. Siap-siap buat next time kalau ke sini lagi, hihihi. Topping martabaknya ternyata makin seru, lho. Nggak cuma martabak manis, sekarang juga ada martabak asin. Yang (makin) unik, ada pilihan topping vintage juga. Jadi kalau kangen jajanan zaman dulu seperti coklat Superman a.k.a Superstar, coklat Cap Ayam Jago dan lainnya, sekarang bisa ditambahkan ke atas martabak yang kita pesan. Yumm! Menu Indomie yang disajikan sama seperti kemasannya pun jadi makin beragam, belum lagi ada menu steak dan juga yang super super spesial untuk Harry Potter mania.... Ada Butter Beer! Penasaran sekali mau coba, tapi berhubung yang menghabiskan sebagian besar minuman adalah gue, jadi disimpan untuk lain kali saja, deh, hehehe :D



Semuanya buat gue! Hihihi :D

Menu-menu andalannya JKT 66. Semuanya kelihatan enak, ya :D

Ayo pilih yang mana? Macam-macam topping atau Butter Beer?!! :D

Setelah perut kenyang gue nggak mau langsung pulang. Konsep barunya JKT 66 selain bikin betah buat nongkrong juga betah buat foto-foto, hehehe. Banyak spot-spot lucu yang bisa dipakai. Apalagi seteleh difoto nggak cuma bisa diuplod di sosial media, lho. JKT 66 juga manjain banget pelanggannya yang suka banget foto-foto kaya gue ini :p Di dindingnya sengaja disediakan frame yang bebas ditempeli dengan foto kita. Yup, tinggal foto, cetak dan tempel sendiri. Makanya gue ambil banyak foto supaya kalau ke sini lagi bakal tempel foto terbaik gue, hihihi. Buat yang suka baca juga ada reading corner, lho. Kita bebas ambil buku atau majalah yang ada di sana. Jadi selama menunggu pesanan nggak cuma sibuk main sama gadget saja :D

Salah satu spot cute buat foto-foto :)

Reading spot. Cocok untuk yang suka baca :D

Nggak terasa, waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Gue dan Ray pamit pulang dengan hati senang dan perut kenyang. Nggak sabar nih mau coba menu-menu yang lain. Lain kali mau datang sore-sore ah, biar bisa nongkrong lebih lama :D
Buat teman-teman di Bandung atau yang sedang mampir ke Bandung, yuk ke JKT 66 dan jangan lupa cicipi martabak Toblerone nya yang fenomenal juga menu-menu lainnya ;)
Alamatnya di Jl. Terusan Jakarta No. 66 Antapani Bandung. Kalau lagi malas keluar rumah juga nggak perlu khawatir, pesan antar saja lewat nomor ini: 022 7237092.

Hmm, belum apa-apa kok gue sudah kangen dengan Nutella Blaze nya, ya? Hihihi ;)

golden ticket winner,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 29 Juni 2014

The Adventure of Snow White and Seven Dwarfs, by ME! Yaiy! :D


Jika sering mampir ke blog ini pasti teman-teman tahu bahwa gue suka sekali dengan hal baru. Mempunyai pengalaman pertama kali itu rasanya excited, kadang-kadang bikin deg-degan tapi penasaran. Well, seperti kata Om John, sebenarnya every moment is first, alias apa yang kita alami setiap hari meskipun hal yang sama pasti saja ada pelajaran baru yang kita dapat. Tapi kalau pengalamannya benar-benar pertama kali alias masih blank dengan hal tersebut, excited nya terasa berkali-kali lipat! :D

Dan gue baru mengalami 'the very first experience' itu beberapa waktu yang lalu. Secara nggak sengaja, karena celetukan iseng gue waktu meeting dengan seluruh tim di preschool tempat gue bekerja. Seperti biasa, setiap tahun diadakan school leavers' ceremony, acara pelepasan anak-anak yang sudah lulus atau akan pindah ke sekolah lain. Temanya berganti-ganti, nah tahun ini "Prince and Princess". Biasanya anak-anak dan teachers akan berpakaian sesuai tema lalu makan bersama dengan menu yang juga sesuai tema. Di meeting ada beberapa teman yang mengajukan ide untuk membuat sesuatu yang berbeda, misalnya di saat acara diputar video yang berisi kegiatan anak-anak saat di kelas. Lalu ada yang memberi ide bagaimana jika kegiatan yang direkam sesuai tema dengan melibatkan seluruh anak secara bersamaan. Mendengar ide seperti itu entah kenapa tiba-tiba gue tunjuk tangan dan berkata, "Aku bisa bikin naskahnya!"

Perhatian seluruh ruangan pun langsung tertuju pada gue yang baru sadar bahwa celetukan tadi dianggap serius. Dengan hati dag dig dug gue mengumpulkan keberanian untuk menarik kembali kata-kata gue. Tapi sebelum itu terjadi teman-teman gue sudah berkomentar bahwa itu ide yang bagus. Ya, ampun... kalau tiba-tiba gue bilang bahwa yang tadi itu cuma candaan, bisa-bisa gue dianggap merusak kekhidmatan meeting, hehehe. Ya sudah, karena terlanjur akhirnya gue mengangguk dan berkata, "Iya, nanti malam aku akan buat naskahnya, aku pastikan semua terlibat. Sepertinya petualangan Puteri Salju dan 7 kurcaci akan pas, karena anak-anak yang lulus juga jumlahnya ada 7, kan? Anak-anak yang lebih kecil juga akan kebagian peran, termasuk teachers."
Entah bagaimana caranya gue bisa 'nyerocos' menjelaskan tentang kerangka naskah sekaligus tiba-tiba dapat ide tentang Snow White. Mungkin karena gue tiba-tiba ditodong. Padahal seumur hidup satu-satunya naskah yang pernah gue pegang hanya naskah film Mika, yang diambil dari novel gue. Dan yang membuatnya tentu saja orang lain, hehehe.

Malamnya gue langsung membongkar kotak kenangan gue, mencari naskah film Mika dan mempelajarinya. Gue memang sudah membacanya ratusan kali karena ikut memberi masukan, tapi dulu sama sekali nggak terbayang jika gue di posisi penulis naskah. Ya, ini memang naskah drama tingkat preschool, bukan film layar lebar, tapi gue tetap ingin total, membuatnya sebaik mungkin :) Langkah pertama gue membayangkan jalan ceritanya. Meskipun judulnya "Snow White" tapi tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan anak-anak dan kultur di Indonesia. Berhubung harus menampilkan bakat setiap kelas, jadi gue pikir akan tepat sekali jika ceritanya dibuat petualangan seperti Wizard of Oz.

The script :)

Benar-benar surprise, ketika di depan laptop jari-jari gue lincah sekali mengetik. Cerita diawali dengan Evil Queen yang merasa kecewa karena ada yang menyaingi kecantikannya, yaitu Snow White. Jadi ia menyamar sebagai nenek tua (she's a wicked witch) yang memberikan apel beracun kepada Snow White. Ketika racun mulai bekerja datanglah Good Fairy bersama 7 kurcaci. Ia berkata pada Snow White bahwa Prince Charming bisa menyembuhkannya. Maka Good Fairy menugaskan kepada 7 Kurcaci untuk menemani Snow White mencari Prince Charming. Selama perjalanan mereka singgah ke berbagai desa yang penduduknya berbaik hati mengizinkan untuk ikut beristirahat bahkan memberikan pertunjukan untuk menghibur hati mereka yang sedang bersedih. Sayangnya sebelum mereka tiba di desa terakhir tempat dimana Prince Charming berada, Snow White semakin melemah. Ia berkata akan tidur sebentar tapi ternyata sampai 7 Kurcaci mencoba membangunkannya ia tetap tertidur. Saat itulah Prince Charming yang sedang berjalan-jalan di hutan melihat 7 Kurcaci yang menangis sambil mencoba membangunkan Snow White. 7 Kurcaci meminta tolong pada Prince Charming yang menurut Good Fairy mempunyai sesuatu untuk menyembuhkan Snow White. Tanpa ragu Prince Charming langsung memeluk Snow White diikuti oleh 7 Kurcaci. Pelan-pelan Snow White terbangun dan disambut oleh keceriaan 7 Kurcaci. Prince Charming menjelaskan bahwa racun yang diberikan oleh Wicked Witch adalah kebencian dan rasa iri, jadi pelukan yang tulus adalah penawarnya. Naskah ditutup dengan adegan 7 Kurcaci yang melihat Wicked Witch sedang memperhatikan mereka dengan wajah marah karena kecewa dengan kesembuhan Snow White. Teringat kata-kata Prince Charming mereka langsung menghampiri Wicked Witch dan memberikannya pelukan yang tulus. Wajah Wicked Witch berubah menjadi lebih halus dan tersenyum, ternyata pelukan juga bisa merubahnya menjadi orang baik yang bebas perasaan benci dan iri. The End! :)

Snow White dan 7 (plus 1) kurcacinya sudah mirip belum? :D

Dengan lega gue menutup laptop dan bersiap tidur. Ternyata gue benar-benar bisa menyelesaikannya dalam waktu semalam. Ketika menulis bayangan siapa yang cocok untuk memerankan masing-masing karakterpun ikut terbayang. Penduduk desa-desa tentu saja akan diperankan oleh kelas kecil sampai kelas besar. Prince Charming akan diperankan oleh Mr. Dave. Good Fairy tentu saja cocok diperankan oleh Miss. Alison yang punya wajah fairy dan karakter yang wise, hehehe. Evil Queen a.k.a Wicked Witch akan diperankan oleh Miss. Nensi yang memang sering bermain teater. Untuk Magic Mirror yang hanya sebentar tapi sangat penting gue rasa akan cocok diperankan oleh Miss. Gilang. Sedangkan untuk pemeran Snow White ketika meeting semua setuju bahwa gue yang memerankannya. Hihihi, ini bukan karena gue yang membuat naskah jadi kebagian peran utama, lho. Tapi karena Snow White akan ada di setiap scene jadi akan mengontrol pergantian anak-anak yang berperan. Selain itu, what a cute coincidence, beberapa parents memang memanggil gue dengan sebutan Miss. Snow White. Mungkin karena rambut gue yang pendek, ya :) Sekarang yang gue pikirkan sebelum tidur tinggal apakah naskah gue akan disetujui dan apakah grammar nya sudah oke. Karena gue bekerja di preschool berbasis kurikulum British (dengan dua bahasa pengantar), jadi naskah harus dibuat dengan berbahasa Inggris. Kalau salahnya banyak maluuuu, hehehe.

Paginya serahkan naskahnya kepada Miss. Alison dan siangnya langsung mendapat kabar bahwa ia (dan yang lainnya) suka dengan naskah buatan gue. Katanya pesan moralnya bagus dan salut dengan penempatan cast anak-anaknya di setiap adegan. Wah, gue lega sekali, naskah sepanjang 20 halaman yang dibuat hanya semalam ternyata dinilai positif :D Tapi kalau soal grammar masih ada yang perlu diperbaiki, sih. Syukurlah Miss. Alison memaklumi karena nggak banyak-banyak amat, hehehe (Katanya Bahasa Inggris gue kacau karena too much Aerosmith, lol). Saking senangnya gue sampai lupa kalau gue nggak punya kostum Snow White. Untung saja gue punya Ibu yang super kreatif. Kami hunting kain-kain murah dan semalam sebelum hari H (yes, semendadak itu) ia meminta pegawainya untuk menjahitkannya untuk gue. Oh, iya berhubung kain yang dipakai adalah yang termurah dari yang bisa kami temukan, jadi model kostum Snow White nya pun disesuaikan dengan yang versi kartun, lebih sederhana dibandingkan dengan versi para 'face character' yang ada di Disney Land. Kalau gue beli kain yang mahal kan sayang, kostumnya nggak akan dipakai setiap hari, kok, hehehe.

Dress yang dibuat semalaman dari kain murah-meriah. Bagus juga kan? Hihihi :)

Ketika hari H tiba, prechool sudah berubah menjadi kerajaan yang dipenuhi oleh prince dan princess mungil. Eh, bukan hanya yang mungil, tapi yang besar juga banyak karena seluruh tim preschool juga ikut berkostum, hehehe. Gue yang sudah memakai kostum Snow White membuat anak-anak melupakan nama asli gue. Mereka memanggil gue 'Snow White'! Syukurlah itu artinya meskipun kostumnya dibuat mendadak tapi sudah cukup membuat yang melihat mengenali :) Lucunya ada salah satu pemeran kurcaci yang bertanya mengapa gue menjadi Snow White karena ia juga ingin. Meski awalnya terkejut karena mendapat pertanyaan seperti itu, tapi akhirnya gue menjawabnya dengan berkata bahwa ini hanya peran, setelah selesai siapapun boleh menjadi Snow White. Dan benar saja ia berkata bahwa setelah perannya selesai akan langsung mengganti kostumnya agar sama dengan gue, hehehe, cute! :)

Salah satu dari mereka request sama mommny nya untuk pakai kostum yang sama dengan gue :)

Meski sedikit deg-degan tapi gue lega karena set sudah siap sesuai dengan yang gue minta. Hehe, wajar ini baru kali kedua gue tampil di panggung untuk beracting. Dulu gue pernah berperan sebagai kakak tiri di drama Cinderella dan sekarang malah menjadi pemeran utama, siapa yang menyangka. Karena nanti semua cast akan beracting dengan playback, jadi gue nggak terlalu khawatir dengan anak-anak yang lupa dialog (well, termasuk Prince Charming yang sampai hari terakhir latihan masih saja lupa, lol). Gue tinggal konsentrasi di part mana saja gue harus turun panggung lalu kembali bersama 7 Kurcaci, yang di saat-saat terakhir ternyata bertambah menjadi 8 :p

With Prince Charming (look at his awesome outfit!!)

Good Fairy, Evil Queen and Wicked Witch.

Drama berlansung dengan lancar, terharu gue melihat semuanya berperan dengan total dan tanpa malu-malu. Termasuk untuk kelas paling kecil yang masih berusia 1 setengah tahun, mereka dengan percaya diri naik ke atas panggung dan menjalannya peran mereka sebagai bunga dengan baik, hehehe. Waktu adegan 7 Kurcaci (eh, delapan) membangunkan Snow White gue sampai hampir menangis. Apalagi semuanya tiba-tiba senyap, sepertinya yang menonton ikut terbawa suasana, hihihi. Waktu drama selesai dan semua cast berkumpul untuk take a bow perasaan gue langsung bercampur aduk. Ada senang, lega, terharu... wah, pokoknya susah diungkapkan dengan kata-kata. 

Waktu pulang ke rumah gue membaca beberapa pesan dari grup prechool gue. Isinya benar-benar membuat gue senyum-senyum. Miss. Alison bilang ini adalah pertunjukan di School Leavers' terbaik yang pernah terjadi di preschool dan yang lainnya berkata tahun depan gue harus membuat naskah drama lagi. Bagi sebagian orang mungkin totalitas gue terlalu berlebihan untuk 'sekedar' tingkat preschool. Tapi buat gue tempat atau audience nggak mempengaruhi gue dalam berkarya. Kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan siapapun akan bisa merasakan kerja keras dibaliknya. Sungguh-sungguh nggak akan pernah menghasilkan kesia-siaan! :)


***

“How could a hug could save me?”

“What the Wicked Witch did to you came from envy and hate. A sincere hug can save you...”
(salah satu dialog Snow White dan Prince Charming yang gue buat)


As white as a snow,


Indi

Jumat, 20 Juni 2014

My Hello Kitty Birthday Celebration :)


Sekitar jam 7 malam, gue baru saja terbangun dari long nap dengan kepala berat. Hari itu badan gue memang sedang terasa nggak enak, jadi niat tidur sebentar sepulang dari preschool berubah menjadi tidur yang panjang. Dengan langkah yang masih sempoyongan gue menghampiri Ibu dan Bapak yang memanggil-manggil gue dengan suara yang terdengar seperti menahan tawa. Nggak mengerti apa yang sedang terjadi, tapi gue menghampiri mereka dengan masih berpiyama dan bertelanjang kaki ke garasi. Di sana gue melihat ada 2 orang laki-laki sedang melakukan sesuatu pada mobil gue. Sebelum tahu apa yang sedang mereka lakukan, Ibu memeluk gue sambil berkata,
“Seharusnya ini kejutan untuk 2 hari lagi, tapi Ibu dan Bapak nggak sabar untuk melihat reaksi kamu.”
Salah satu dari 2 laki-laki menjauh dari mobil, memberikan ruang pada gue untuk mengamati apa yang mereka lakukan. Ternyata mobil putih gue sedang dipasangi stiker Hello Kitty! Gue benar-benar nggak menyangka karena meski sudah lama menginginkannya, gue sama sekali nggak punya rencana untuk memasangnya. Budget gue masih belum mencukupi, terlebih masih harus mencicil mobil, hehehe. Gue senang sekali dan langsung bersorak riang sambil berterima kasih pada Ibu dan Bapak mengabaikan kehadiran 2 orang tukang yang memandang gue dengan heran. Gue lalu tersadar sesuatu, Ibu bilang kejutan ini seharusnya untuk 2 hari. 2 hari lagi jatuh di tanggal 8 Juni, dan itu artinya... Ya, ampun gue lupa akan berulang tahun! :D




Mungkin ada yang pernah membaca tulisan gue tentang ulang tahun sebelumnya, bahwa seperti ada tradisi nggak tertulis sebelum berulang tahun pasti gue sakit terlebih dahulu. Well, ini bukan sugesti, karena meski gue lupa akan berulang tahunpun pasti akan sakit dulu. Alasan masuk akalnya mungkin cuma: Kebetulan. Hehehe :) Orang tua gue awalnya berpikir bahwa ini fase yang akan berakhir selepas masa balita, tapi ternyata di menjelang ulang tahun ke 28 ini masih juga terjadi. Sekarang gue semakin terbiasa dan nggak menganggapnya misterius lagi. Yang penting sudah menjaga kesehatan, kalau tetap sakit anggap saja memang seharusnya begitu, hehehe. Eh, tapi bukan soal sakit yang mau gue ceritakan sekarang. Karena akhir-akhir ini sedang sibuk, gue benar-benar lupa bahwa 2 hari lagi akan berulang tahun. Nggak ada rencana besar, sih, setiap tahun untuk gue yang terpenting hanya berkumpul bersama keluarga, teman-teman dan Ray, ditambah tiup lilin di atas kue tart kesukaan gue. Tapi berhubung teman-teman gue juga sedang sibuk, rasanya nggak tepat jika mengabari mereka mendadak untuk berkumpul ke d rumah gue. Akhirnya gue putuskan untuk hanya mengundang my 2 best friend since highschool, Dhian dan Cut Hanna yang ternyata keheranan karena mereka pikir tahun ini nggak ada acara kumpul-kumpul. Dhian yang hapal sekali dengan karakter gue langsung menebak bahwa gue lupa dengan ulang tahun sendiri. Hehehe, jadi malu :p Sedangkan untuk teman-teman di preschool rencananya akan kumpul-kumpul waktu makan siang saja sambil makan kue, karena kalaupun gue undang sudah terlalu mendadak mengingat banyak yang tinggal di luar kota. 

Lucunya meski sudah mepet gue mau acara syukuran ulang tahunnya tetap bertema (2 tahun lalu bertema Spongebob dan tahun kemarin bertema Aerosmith). Untuk mencari supply sudah nggak sempat, jadi gue gunakan saja apa yang tersedia di rumah. Karena kado early dari Ibu dan Bapak, jadi gue putuskan tahun ini ulang tahun gue bertema Hello Kitty. Semalam sebelum ulang tahun gue dan Bapak ke supermarket untuk membeli camilan. Susah untuk mendapatkan yang serba Hello Kitty, jadi gue memilih apa saja yang kemasannya berwarna pink, soal rasa belakangan, hehehe. Beruntung gue mendapatkan plastic cup berwarna pink lengkap dengan printable label Hello Kitty untuk ditempel di botol Fanta. Karena keesokan harinya ternyata gue bangun tidur terlalu siang jadi nggak sempat mendekor ruang tamu (bahkan nggak sempat mandi, lol). Botol Fanta, tempat tisu dan dispenser jadi “penyelamat” adanya tema di ulang tahun gue. Outfit yang gue pakai pun untungnya bergambar Hello Kitty, jadi sepertinya teman-teman gue nggak akan ‘ngeh kalau gue sebenarnya terburu-buru dalam menyiapkan syukuran ini :p






Seperti biasa Dhian datang lebih dulu, lalu disusul Cut Hanna dan anaknya, Melody. Sedangkan Ray, juga seperti biasa datang belakangan, hehehe. Gue senang sekali karena meski cuaca sedang hujan tapi semuanya datang. Apalagi ada Dea, pacarnya Puja, adik gue yang ternyata ikut meskipun masih malu-malu dan sering memilih untuk mojok di ruang TV :p 
Meski undangannya cuma sedikit (lol) tapi gue, Dhian dan Cut Hanna tetap kompakan pakai baju merah dan putih lho supaya sesuai tema. Cuma Ray yang nggak kompak dengan alasan nggak punya baju putih padahal gue tahu dia punya, hehehe. Begitu kumpul kami langsung ngobrol random, dari mulai tentang masa SMA sampai masa sekarang. Seru sekali gue dan sahabat-sahabat gue berkumpul, meskipun waktu SMA dulu kami punya satu orang sahabat lagi bernama Pipit yang sekarang sudah pindah keluar kota. Melihat Ray yang nyaman dengan mereka membuat gue semakin senang. What a perfect birthday :)



Melody jadi orang yang paling nggak sabar buat potong kuenya (meskipun kemungkinan cuma mau acak-acak, hehehe), jadi gue langsung panggil Ibu, Bapak, Puja dan Dea untuk bergabung membaca doa dan tiup lilin. Tahun ini ternyata ada yang berbeda, biasanya Bapak yang memimpin doa, tapi sekarang dipimpin oleh Ray atas permintaan Ibu :) Gue terharu mendengar doa-doa yang penuh kebaikan, semoga dikabulkan Tuhan. Sebelum tiup lilin gue make a wish, meskipun kurang konsentrasi karena semuanya nggak bisa berhenti tertawa, hehehe. 

Kuenya baru saja mau dipotong tapi Ibu meminta kami untuk makan dulu. Katanya takut makanannya keburu dingin. Hehehe, sorry ya Melody, acak-acak kuenya ditunda dulu :p 
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, spageti dan salad jadi menu wajib. Yang berbeda kali ini ditambah puding dan jelly berwarna pink supaya cocok sama warna Hello Kitty, hehehe. Sambil makan obrolan random kembali kami lanjutkan. Benar-benar random sampai-sampai obrolan tentang alfamart bisa bersambung ke obrolan tentang salah satu teman kami yang baru menikah. Biasa deh, setiap berkumpul dengan orang-orang terdekat kelogisan tema memang selalu diabaikan, hahaha :D 








Nggak terasa waktu sudah larut, Cut Hanna dan Melody yang mula rewel pamit untuk pulang disusul dengan Dhian yang ikutan pamit tapi ternyata malah ngobrol kembali di depan pagar selama 1 jam, lol. Nggak lupa gue berterima kasih untuk kedatangan mereka. Setelah itu gue dan Ray masuk kembali ke dalam rumah untuk acara yang paling ditunggu setelah tinggal kami berdua dan keluarga. Apalagi kalau bukan buka kado, hehehe. Semuanya memberi gue kado dengan tema Hello Kitty kecuali Ray yang memberi gue beauty kit. Terharu sekali karena mereka hapal dengan kesukaan gue. Dea bahkan memberi gue bantal mobil, pasti dia dapat bocoran dari Puja kalau mobil gue masih kosong melompong, hehehe.





Acara ulang tahun gue ternyata belum selesai. Gue dan Ray pergi ke toko DVD untuk mencari film-film kesukaan gue. Hore, gue dapat DVD Mulan untuk menambah koleksi film Disney gue dan DVD Step Brothers untuk koleksi film Will Ferrell gue, hehehe. 
Sekitar jam 10 malam Ray pamit pulang. Setelah hari yang menyenangkan baru terasa kalau tubuh gue kelelahan. Sambil membereskan sisa-sisa syukuran ulang tahun, gue bersyukur sekali atas apa yang sudah gue alami selama ini. Gue punya keluarga yang hebat, future husband yang pengertian, sahabat-sahabat yang baik dan pekerjaan yang menyenangkan. Gue tahu Ibu dan Bapak bahagia ketika gue lahir ke dunia ini meskipun gue nggak mengingatnya. Tapi setiap kali gue berulang tahun rasanya gue bisa melihat secara langsung seperti apa tatapan mereka ketika pertama kali melihat gue dulu. Penuh sayang dan bahagia. Gue benar-benar bersyukur... Thank God. I’m blessed :) 


Ps: Setelah ulang tahun gue ternyata ada hadiah-hadiah susulan dari Bi Yati (sekretaris Ibu), Gina (sepupu gue) dan Eve (sahabat gue semasa SD). Terima kasih banyak, juga untuk teman-teman yang sudah memberikan ucapan selamat dan doa untuk gue. I love you, guys! :)



Birthday girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469