Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Selasa, 13 September 2016

Sudah Lihat di Ujung Jalan Ada Apa?

Almarhum kakek gue sering bilang kalau gue orangnya "mager" alias malas bergerak. Setiap beliau mampir ke rumah seringnya gue sedang nggak kemana-mana, atau kalau pun pergi hanya ke tempat-tempat yang dekat. "Kamu nggak bosan?", "Memang ngapain saja seharian?", "Nggak mau kaya saudara-saudaramu yang lain ngumpul bareng teman-teman?" ---pertanyaan-pertanyaan seperti itu akrab di telinga gue, bukan hanya dari Kakek tapi juga dari beberapa orang di sekitar gue. Contohnya saja gue dapat julukan "si kasur" dari salah satu tante gue. Alasannya karena (menurutnya) sejak balita gue hobi mojok sendirian, lol. Tapi apakah benar gue begitu? Well, bisa jadi, ---tapi nggak sepenuhnya benar.


Gue sering bilang ini berkali-kali, kalau bukan karena profesi mungkin gue nggak akan mengunjungi tempat-tempat yang jauh; ke luar kota, ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. I'm a simple girl, asal bisa berkumpul sama keluarga (termasuk pets) dan kebutuhan terpenuhi, gue bahagia. Bukan berarti gue nggak suka ke tempat baru, ya. Gue suka dan bersyukur banget malah, tapi seperti yang gue bilang barusan, dengan hal-hal sederhana sekalipun gue happy :) Mungkin karena kesannya "nggak kemana-mana" inilah yang membuat orang-orang sekitar malah menilai gue nggak suka bepergian. Padahal itu karena mereka nggak cukup mengenal gue. Sebenarnya gue adalah petualang, ---gue bertaruh, pasti banyak orang yang belum pernah mengunjungi tempat-tempat yang pernah gue jelajahi!

Gunung mana yang sudah pernah gue daki? Lautan mana yang sudah pernah gue sebrangi? Sejauh ini belum ada. Tapi sudah berapa banyak sudut di sepanjang lingkungan rumah yang gue kunjungi? Atau berapa banyak taman tersembunyi yang gue temukan? Banyak! ---Banyak sekali malah :) Waktu SD gue punya kebiasaan "kabur" kalau sedang jam istirahat atau pelajaran olahraga. Saat anak-anak lain bergerombol untuk bermain di lapangan, gue lebih suka menyelinap ke gerbang samping yang langsung tembus ke sebuah gang kecil. Di sana gue serasa menemukan dunia baru, ---gue melihat banyak orang asing, detail-detail kecil yang nggak gue temukan di tempat lain, bahkan aroma baru yang rasanya seperti harta karun buat gue.



Gue sudah dewasa sekarang, tapi bagian dari "Indi kecil yang petualang" itu nggak pernah hilang. Hampir setiap sore gue berjalan-jalan dengan Eris, anjing gue di sekitar rumah. Begitu kaki gue melewati halaman rumah di kepala gue langsung terdengar lagu "Road Trippin'" dari Red Hot Chili Peppers; "Let's go get lost, let's go get lost," hahaha. Sesering apapun melewati rute yang sama, gue selalu bisa menemukan sesuatu yang baru. Gundukan pasir yang di hari sebelumnya tampak menjulang tinggi jadi hampir rata dengan tanah di hari berikutnya, ---berubah menjadi tempat sampah permanen di halaman salah satu rumah. Gue juga sering menemukan hal-hal indah yang lucunya orangtua atau kerabat gue nggak pernah lihat sebelumnya meskipun melewatinya hampir setiap hari. Rumput hijau di tanah yang akan dibangun rumah, bunga-bunga liar yang tumbuh di sela paving block. Oh, I'm in heaven :)

Pernah suatu kali gue mengirim sebuah foto dari salah satu petualangan gue ke grup chatting keluarga. Seketika handphone gue ramai, ---om dan tante membanjiri dengan pujian tentang betapa indahnya lokasi dimana gue berfoto. Dan ketika gue mengatakan dimana foto itu diambil, mereka sangat terkejut karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari rumah om gue! Iya, foto itu diambil sepulang gue menghadiri acara keluarga di rumah beliau dan sebenarnya hanya dengan berjalan kaki sedikit saja siapapun bisa menemukan tempat itu. "Wah, ternyata di dekat rumah saya pemandangannya nggak kalah ya dengan di luar negeri," begitu komentar beliau. Hahaha, menurut gue itu awesome karena keluar dari mulut seseorang yang memang cukup lama tinggal di luar negeri :p

Nggak ada yang salah dengan bepergian jauh, ---gue kagum dengan orang-orang yang pernah atau ingin mengelilingi dunia. Menurut gue dengan mengunjungi banyak tempat makan akan membuat kita menjadi pribadi yang open minded dan nggak judgmental. Tapi jangan sampai kita melihat terlalu jauh hingga menghalangi penglihatan kita dari yang dekat. Yes, James Joyce bridge Dublin is reallyyyyyy beautiful, tapi begitu juga dengan jembatan Pasupati di Bandung. Terkadang kita terlalu mengagumi tempat-tempat yang jauh, ---yang bahkan hanya baru kita lihat di TV atau internet dan membuat lupa bahwa di sekitar kita pun banyak hal yang keren. ---Ini juga merupakan pengingat bagi diri gue sendiri, bahwa yang terlihat diam bukan berarti nggak punya 'travelling mind' :)
Hari ini gue akan berpetualang ke ujung jalan, di samping masjid. Gue excited sekali dengan apa yang akan ditemukan nanti. Bagaimana dengan kalian? Sudah merencakan untuk berpetualang kemana hari ini? :)


yang jiwa dan potongan rambutnya sama kaya dora, lol,

Indi

ps: Beberapa hari belakangan ini gue sedang sakit, that's why tulisan kali ini sangat singkat. Sebenarnya gue nggak sabar untuk cerita banyak hal, tapi doakan saja gue pulih dulu ya, hehe. Dan karena gue juga belum bisa share cerita behind the scene interview gue di NET TV, in case ada yang penasaran boleh nonton programnya di sini: KLIK ;)

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 10 Agustus 2016

Review Jafra Mud Mask: Benarkah Bagus? :)

Meski Bapak berkulit gelap dan Ibu nggak putih-putih amat tapi gue justru terlahir dengan kulit putih. Di saat orang lain khawatir kulitnya menjadi gelap saat bermandi matahari, gue malah khawatir dengan munculnya bekas-bekas merah di kulit. Entah kenapa kulit gue susah menjadi gelap, padahal saudara-saudara gue yang lain nggak begitu. Nah, karena warna kulit inilah gue sering dikira nggak punya masalah kulit. Konon katanya putih = sehat. Padahal belum tentu, karena sehat itu bukan ditentukan dari warna. You could be white, black, brown, atau lainnya tapi masalah kulit itu tetap ada. Termasuk gue. Dan gue sudah sadar itu sejak kecil.


Gue itu alergian! Uh, bahkan sama makanan pokok yang khas Indonesia banget saja gue bisa alergi. Awalnya sih gue nggak percaya, tapi setelah cek di Lab ternyata gue alergi nasi, huhuhu. Kalau sudah kambuh kulit gue bisa gatal dan merah, ---menganggu sekali apalagi kalau lagi kangen nasi padang :p Begitu juga dengan bahan-bahan yang ada di kosmetik dan skin care, salah sedikit saja gue bisa alergi. Itulah mengapa gue jaraaaaang sekali memakai makeup. Pakai pelembab, bedak dan lip gloss sudah jadi yang paling maksimal deh kalau keluar rumah. Kalau ke kondangan juga gue sebisa mungkin kabur dari tukang riasnya daripada ambil resiko, hihihi. Tapi kalau soal skin care tentu saja jadi hal wajib. Gue harus mencari yang pas dengan kulit gue. Karena agar tetap sehat kulit harus dijaga, ---apalagi gue kan nggak pakai makeup jadi kalau ada jerawat satu saja pasti langsung terlihat.

Beberapa waktu yang lalu gue dapat kesempatan mengobrol dengan Pifin, owner dari Atmaja Corner. Gue cerita tentang kondisi kulit gue yang super sensitif dan cenderung kusam. Dia lalu menyarankan gue untuk memakai Jafra Mud Mask. Katanya sih ini masker lumpur yang ampuh mengangkat minyak berlebih. Waduh, nempelin lumpur di wajah gimana tuh rasanya? :O Hehehe. Tapi setelah diberitahu kalau Jafra ini no animal testing, no mercury dan no hyroquinon alias aman, gue jadi tertarik coba. Apalagi gue memang sedang sedikit-sedikit membuang skin care yang belum ada label "cruelty free" nya. Kan rasanya konyol saja, soalnya gue pesco vegetarian, hihihi. 


Waktu maskernya gue terima rupanya ukurannya cukup besar, ---250g, dengan desain kemasan yang super simple tapi cantik. Di sana tertulis "JAFRA spa" yang membuat gue penasaran, jangan-jangan maskernya bersensasi spa, nih. Nggak menunggu lama gue langsung mencobanya sembari mandi. Karena menurut aturannya masker harus dibiarkan 15-20 menit jadi sekalian saja gue sambil berendam. Dan ternyata... wah, benar-benar terasa seperti sedang spa! Aroma maskernya bikin gue relax, sama sekali nggak tajam dan chemically. Waktu menunggu pun jadi nggak terasa karena maskerannya bikin betah, hihihi. Waktu dibilas pun rasanya tetap relax karena sisa-sisa maskernya sangat mudah larut dengan air. Gue sampai mengaca berkali-kali untuk make sure kalau di wajah gue sudah nggak ada sisanya :p


Yang terpenting adalah kulit yang sehat. Karena semua warna itu cantik :)

Sampai hari ini gue sudah 2 kali memakai Jafra Mud Mask dan sejauh ini sangat cocok. Nggak ada reaksi alergi yang timbul dan kulit gue terasa halus. Gue punya luka parut di pelipis dan sekarang semakin memudar. Rencananya sih kalau sedang agak santai gue mau day spa lagi dengan masker ini. Tapi gue akan pakaikan juga di lengan dan bagian tubuh yang lain karena rupanya Jafra Mud Mask bisa dipakai di seluruh tubuh. Boleh dong gue memanjakan tubuh sesekali karena masker ini cukup dipakai 1 atau 2 kali saja seminggu ;)

Kalau teman-teman punya kulit sensitif dan kusam juga seperti gue, Jafra Mud Mask boleh banget dicoba. Dengan rutin dipakai bisa membebaskan pori-pori tersumbat, minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, lho. Mau konsultasi sekaligus tanya-tanya dulu tentang produk Jafra yang cocok dengan kulit kalian dulu juga boleh. Hubungi saja Pifin di akun instagram @pifins_. Orangnya ramah, kok. Gue saja tanya-tanya selalu dibalas dan fast respond, hihihi. Gimana, tertarik juga untuk mencoba? Atau malah sudah ada yang pernah pakai? Share dong pengalamannya di kolom komentar ;)

Kontak Atmaja Corner:
~ Instagram: @atmajacorner
~ SMS/whatsapp: 085200555046 
~ BBM: 5D9BA771

yang pengen maskeran terus,

Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 04 Agustus 2016

Cerita Launching "Indi Sugar's Sweets" di Bazaar Pesona Ramadhan :)


O my God... O my God... darimana saja gue? *pura-pura amnesia, hehehe* Tahu-tahu saja sudah masuk bulan Agustus sekarang. Selamat memasuki bulan baru ya, teman-teman. Semoga bulan ini lebih baik dari sebelumnya. Amen... :)
Hmm, sebenarnya gue nggak kemana-mana, sih. Tapi gue punya penyakit "anak kecil", ---terlalu excited mau cerita banyak hal yang dialami tapi malah bingung mau yang mana dulu. Persis kaya anak kecil disuruh milih mainan baru, hihihi. Untuk menulis yang sekarang saja gue sampai tutup semua tab di komputer, mencoba nggak melihat foto-foto pengalaman gue sebulan ke belakang karena bisa-bisa ganti tema di tengah tulisan :p Tulisan itu memang lebih tricky daripada foto, sih. Kalau foto bisa langsung upload sesegera mungkin karena paling keren gue cuma crop sama resize saja, sedangkan tulisan prosesnya lebih panjang, ---terkadang harus membangun mood. Tapi repotnya kalau kaya gue, mood baru mulai on, eh sudah pengen cerita hal lain. Ah, sudah cukup dengan blabbingnya, sekarang gue mau mulai cerita :D

Seperti yang pernah diceritakan di sini, 2 bulan lalu gue meluncurkan sebuah label sweets alias camilan yang bernama "Indi Sugar's Sweets". Sebenarnya ini nggak pure ide gue, tapi atas dukungan orangtua juga, khususnya Ibu. Kebetulan beliau dan dua orang temannya (---yang sudah gue anggap sebagai tante) juga mempunyai usaha kue kering yang bernama Mawarsari, jadi produk mereka bisa meramaikan booth gue ketika launching. Sengaja gue mengambil waktu di bulan Juni karena sudah dekat dengan Lebaran, biasanya banyak yang mencari camilan untuk jamuan silaturahmi. Ya, sambil menyelam minum air lah ceritanya. Gue mau belajar jadi pengusaha, dan kalau ada untungnya bisa buat bekal liburan, hehehe. Bapak bilang sih jangan jadi beban. Yang penting gue fun dan untuk menambah pengalaman. Makanya waktu ditawari untuk ikut bazar, gue langsung setuju. Sepertinya itu tempat yang tepat untuk launching "Indi's Sugar's Sweets".

Bazar yang gue dan Ibu ikuti, ---eh plus Bapak karena beliau ikut mengantar--- diadakan di Gedung Direktorat Pajak Jakarta Selatan dari tanggal 16-17 Juni 2016. Namanya "Semarak Bazaar Ramadhan" dan meskipun diadakan di lantai 2 tapi bazar ini terbuka untuk umum. Kami pergi dari Bandung waktu matahari belum terbit, kira-kira pukul 4 subuh karena loading barang hanya boleh dilakukan sampai sebelum pukul 9 pagi (buseeeeet). Gue sempat agak pengen menangis, soalnya belum tidur semalaman dan kondisi juga sedang nggak fit. Gue baru saja dapat "surat cinta" dari dokter, katanya gue kena hernia dan kista, jadi buat duduk di mobil berjam-jam rasanya.... (coba tebak, lol). Let alone soal scoliosis lah yang sudah pasti menambah kemeriahan suasana. Tapi mau gimana lagi, rencana ini sudah ada sebelum gue sakit dan semangat gue juga sebenarnya lagi oke-oke nya. Untuk menyiasati agar gue nggak terlalu menderita (lol), cushion kesayangan pun sengaja ikut diboyong dan menemani sepanjang perjalanan. Thank God kami tiba tepat waktu dan bisa mendekor booth dulu sebelum pengunjung mulai berdatangan.



Karena sekalian launching, ---yang artinya pengunjung sama sekali belum tahu belum tahu tentang produk gue, jadi kami berusaha supaya booth terlihat se-catchy mungkin. Sejak 1 minggu sebelumnya gue dan Ibu memikirkan tentang temanya. Akhirnya kami putuskan untuk memakai nuansa pink dan girly supaya cukup memakai benda-benda yang sudah gue punya. Untuk logonya pun gue yang desain, lho. Biar hemat yang penting meriah, hehehe. Oh iya, sebenarnya kami juga sudah mencetak backdrop, lho. Tapi rupanya posisi booth kami pas di depan jendela, jadi nggak boleh ditempel apa-apa :( Untung saja banner kami warnanya cukup terang, jadi masih terlihat stand out diantara keramaian :p


Agak nervous karena ini adalah my very first bazaar. Waktu sudah menunjukan pukul 10 tapi suasananya masih sepi, hanya ada beberapa orang kantor saja yang berlalu-lalang. Bisa dimengerti sih karena selain di hari kerja, posisi kami yang di lantai 2 pun membuat pengunjung agak sulit untuk mencapainya. Eh, jangankan pengunjung sih, kami saja harus diantar security ke lokasi karena kurangnya petunjuk, hihihi. Syukurlah satu jam kemudian pengunjung mulai ramai, ---meski sebagian besar hanya melihat-lihat saja. Gue dan Ibu juga masih bingung dengan cara memperkenalkan produk kami karena masih malu-malu :p Akhirnya gue memberanikan diri untuk melangkah keluar dari booth dan mulai berseru, "Silakan mampir. Kami punya coklat, kue kering, permen. Mbak, Bu, Kakak, Pak..." Rupanya cara itu berhasil! Pengunjung mulai melirik booth kami dan kami pun mendapat pembeli pertama! Hore! :D


Jam-jam berikutnya terasa lebih mengalir dan cepat. Booth kami hampir selalu ada pembeli dan akhirnya jajaran toples "Indi Sugar's Sweets" yang dipajang di rak pun harus gue isi ulang. "Sedikit-sedikit tapi pasti," begitu kata Ibu waktu melihat sisa dagangan kami. Rasa sakit gue pun jadi nggak terlalu terasa karena sibuk melayani dan beramah-tamah dengan pengunjung. Dan tahu apa best part nya? Kalau ada waktu luang gue bisa berkeliling dan mencicipi makanan yang dijual di sana. Favorit gue adalah booth masakan Bali yang letaknya ada di sebrang sebelah kanan booth gue. Ya, ampun gue sampai nambah 2 kali saking enaknya :p Lucunya abang yang menjaga booth gantian berkunjung dan membeli 1 toples bola-bola cokelat gue, hehehe, ya ampuuuun :D



Semakin sore kejutan pun berdatangan. Yang pertama kami dikunjungi oleh keluarga "lama" nya Eris, anjing kami. Mungkin masih ada yang ingat kalau 6 tahun yang lalu Eris diberikan oleh seorang Ibu baik hati untuk mengobati hati gue setelah ditinggal Veggie, anjing gue yang mati karena epilepsi. Nah, beliau datang bersama anaknya ke booth gue. Surprise sekali, selain memborong sweets dan kue kering, mereka juga membawa kado untuk Eris yang berulang tahun di bulan Mei lalu. Ya, ampun kalau nggak malu rasanya gue mau menangis :'D Dan kejutan kedua adalah gue kedatangan beberapa pembaca gue. Katanya mereka tahu tentang bazar ini dari instagram dan memutuskan untuk datang. Waaa, jadi terharu, rasanya kaya meet and greet dadakan, hihihi.


Bazar selesai pukul 3 sore. Karena lokasinya di dalam kantor jadi cukup menguntungkan, kami nggak harus membawa barang-barang lagi karena ada security 24 jam. Dan itu sangat membantu karena tanpa beres-beres pun tenaga gue sudah terkuras, hehehe. Sebisa mungkin gue berusaha agar "nggak semakin sakit" karena bazar masih 1 hari lagi. Supaya nggak "cape di jalan" kami putuskan untuk nggak pulang ke Bandung, tapi menginap di villa keluarga di Purwakarta. Rasanya lucu juga, menginap di villa tapi hampir nggak menikmati apa-apa. Hanya numpang mandi air hangat, exercise ringan dan tahu-tahu ketiduran. Paginya sudah wuzzz lagi ke Jakarta. Hihihi, nggak apa deh, buat pengalaman :D

Hari kedua rupanya benar-benar puncaknya. Jumlah pengunjung jauuuuh lebih banyak dari hari sebelumnya dan lebih antusias! Sampai-sampai gue susah pegang kamera untuk mengabadikan moment. Agak sayang juga, sih, tapi yang penting tetap terekam dalam hati (---apaan coba? Lol). Rupanya ada beberapa pembeli kemarin yang mengajak teman-temannya untuk mampir :) Kue-kue Ibu laris manis, produk Manies dan camilan Bandung yang juga ikut meramaikan jauh lebih laris dibanding hari sebelumnya. Begitu juga dengan produk "Indi Sugar's Sweets" yang kalaupun ada yang nggak jadi beli tapi tetap diambil fotonya karena packagingnya imut, hehehe *boleh dong bangga?*






Gue, Ibu dan Bapak sudah super lelah ketika bazar berakhir, tapi kami juga super senang. Pengalaman launching sekaligus bazar pertama ini sangat berharga untuk kami. Secara kasar Bapak menghitung kalau produk "Indi Sugar's Sweets" laku 70% yang artinya lebih baik dari yang diperkirakan (---dan sisanya terjual hanya beberapa hari setelah bazar). Mungkin setelah ini gue akan ikut bazar lagi, ---mungkin jika mendekati hari Natal atau tahun baru nanti ;) Gue nggak bohong, bekerja ditemani scoliosis, hernia dan kista memang nggak mudah. Kadang gue bahkan nggak bisa bedakan sakit yang sedang gue alami itu sumbernya dari mana, lol :p Tapi gue berhasil melewatinya, gue belajar, gue dapat pengalaman dan teman baru. It's awesome. Gue jadi nggak sabar untuk mencoba hal-hal baru lagi. Karena buat gue nggak ada istilah "mumpung masih muda" atau "mumpung masih sehat". Usia berapapun nggak ada kata terlambat untuk belajar. Dan (gue harap) dalam keadaan sakit atau sehat, semangat gue nggak akan berubah :) Amen!



yang kemarin nyanyi, nulis buku, eh sekarang jualan kue, lol,

Indi

Btw, karena di post sebelumnya banyak yang bilang nggak tahu gue tampil di NET TV (karena gue kasih kabar mendadak, ---sorry, gue juga baru tahu, hehehe). Nih, gue kasih link untuk nonton in case ada yang penasaran, hihihi. Klik di sini.

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 27 Juli 2016

Nonton UKUiki dan Indi di TV, yuk :)


Selamat pagi, bloggieeeees! Apa kabarnya hari ini, semoga baik-baik saja, ya :D
Kali ini tulisan gue nggak akan panjang-panjang, ---bahkan mungkin pendek daripda tulisan-tulisan gue di status Facebook, hihihi :p
Gue hanya mau memberi kabar kalau siang ini akan ada liputan tentang UKUiki, ukulele lukis asli Indonesia di program NET 12, NET TV. Nah, di sana akan ada gue juga yang berbagi soal passion dalam dunia musik khususnya ukulele dan bernyanyi :)
Kalau kebetulan pukul 12 siang nanti kalian luang (pas jadwal makan siang, kan? Hihihi), jangan lupa nonton, ya. Mudah-mudahan liputan singkat ini memberi manfaat, atau at least menghibur :D
Okay, sekian dulu tulisan gue kali ini (beneran pendek, kan, lol). Have a nice daaaaaay :)

---SIANG INI, 27 Juli 2016. Pukul 12 siang di NET TV---


ukulele girl,

Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 17 Juli 2016

Bantu Indi Menghubungi Ukulele Mike! :)

Gue nggak yakin kalau masih ada yang ingat dengan cerita awal mula gue bermain ukulele. Tapi gue pernah menceritakannya di sini, di dunia kecil gue. Singkatnya, tahun lalu gue tiba-tiba saja tertarik dengan alat musik asal Hawaii yang diadaptasi dari Portugis ini. Tanpa menunggu lama gue langsung membeli my very first meskipun sama sekali nggak tahu cara memainkannya. Iya, sama sekali. Kalau anak-anak lain biasanya memilih gitar sebagai alat musik basic yang dipelajari, gue lebih memilih les drum selama 2 grade. Itulah mengapa gue sama sekali nggak punya ide bagaimana cara memainkan senar-senarnya, hehehe.


Bapak bisa bermain gitar, jadi gue pikir akan lebih baik jika beliau saja yang mengajarkan bermain ukulele. Tapi karena gitar dan ukulele nggak persis sama, Bapak pun menyerah. Katanya beliau sudah "malas" untuk mempelajari hal baru dan gue diminta untuk cari guru yang lain saja, huhuhu. Berhubung nggak ada seorang pun teman gue yang bermain ukulele, akhirnya gue memutuskan untuk mencari guru online. Eh, gue maksud dengan "guru online" itu bukan guru yang gue cari secara online, lho. Tapi website-website atau channel-channel yang menyediakan tutorial bermain ukulele. Gue pikir akan lebih praktis seperti ini, ---dan juga lebih mudah karena bisa belajar kapanpun dan kalau lupa bisa diulang :p

Di awal proses belajar rasanya macam-macan. Fun dan penuh excitement, ---tapi juga ada sedikit air mata karena jari-jari di tangan kiri rasanya periiiiiiih, huhuhu. Ini karena kulit gue sensitif dan telapak tangan gue (almost always) berkeringat. Makanya agak sulit untuk "membangun" callous alias kapalan :p Selain itu belajar online juga punya keterbatasan dalam visual. Misalnya ada web tanpa gambar, atau video yang kurang jelas, ---kameranya jauh banget nge-shoot nya :( Tapi setelah satu bulan gue akhirnya lumayan mengerti. Bisa memainkan lagu-lagu sederhana dan menguasai chord-chord dasar. Gue nggak belajar dari hanya 1 web atau channel, tapi ada beberapa "guru" yang cara mengajarnya sangat cocok dengan gue yang sometimes lemot, lol. 

Salah satu guru yang cocok dengan gue adalah Mike Lynch, alias "ukulele Mike". Cara mengajarnya super simple, dengan chords yang terpampang besar-besar di setiap videonya. Selain itu Mike juga bisa bernyanyi. Suaranya enak didengar, bikin belajar semakin betah, hehehe. Tanpa sadar gue rupanya jadi sering sing-along dengan video-videonya. Yang tadinya gue kesulitan bermain ukulele sambil bernyanyi, lama-lama jadi semakin lumayan. Ya, at least nggak bikin yang mendengar sakit telinga :p Apalagi suara Mike lebih rendah dari gue yang ---ehm, cempreng. Jadi saat sing-along gue bisa berpura-pura berduet dengannya, hehehe. 


Dua hari yang lalu, tiba-tiba saja gue teringat kembali dengan video-video Mike. Gue mengunjungi channelnya dan menonton video-videonya dengan excitement yang sama seperti ketika pertama kali menontonnya. Gue juga tertawa geli ketika melihat komentar-komentar lama yang pernah gue tinggalkan di videonya, hihihi :p Well, gue tahu "murid" Mike bukan hanya gue, tapi ada banyaaaaaaaak sekali orang-orang dari berbagai belahan dunia yang terbantu olehnya. Meski begitu gue tetap ingin mengucapkan terima kasih padanya dengan cara yang istimewa. Apa yang ia lakukan untuk viewers nya sangat berarti sekali. It might sounds lebay, tapi tanpa video-videonya mungkin gue butuh waktu lebih lama buat belajar. 

Gue ingin membuat surat ucapan terima kasih untuknya, tapi setelah dipikir-pikir bahasa Inggris gue kurang baik jadi mungkin pesannya nggak tersampaikan. Lalu gue teringat dengan kebiasaan sing-along ketika belajar, ---kenapa "kami" nggak berduet saja? Gue langsung mencari video tutorial yang lagunya cocok untuk dinyanyikan berdua. Aha! Ada lagu "Tonight You Belong to Me" yang sebelumnya pernah gue nyanyikan sendiri saja. Lagu ini aslinya dibawakan oleh kelompok vocal perempuan, jadi gue tinggal 'memilih' suara agar harmonis dengan Mike saja. Selama beberapa jam gue mencobanya, ---pause, ---play, ---pause, ---play, ---sampai akhirnya  merasa (cukup) puas. Dengan kamera jadul andalan, gue merekam part gue dan menggabungkannya dengan video Mike. Believe it or not ini pengalaman pertama gue dalam urusan mengedit video musik. Masih banyak kekurangan, tapi gue benar-benar berusaha agar video tribute ini dibuat dengan sungguh-sungguh dan istimewa :)


Sebelum videonya diupload dan linknya dikirimkan pada Mike, gue minta Bapak untuk menilainya terlebih dahulu. Pendapatnya? ---Ehm, ---katanya sudah harmonis dan beliau cukup terkesan. Hehehe, ini jarang-jarang, lho. Biasanya adaaaaa saja yang beliau "cela" dari gue :D Dengan restu Bapak, di malam yang sama (---gue merekam dan mengedit videonya dari sore sampai malam) gue upload video "thank you" ini ke channel gue. Nggak lupa segera setelahnya gue mengirim pesan pada Mike, tentang rasa terima kasih gue karena telah "diajarkan" bermain ukulele. Sampai hari ini belum ada balasan dari Mike. Sepertinya pesan gue tenggelam oleh jutaan viewers lainnya (Mike punya 2 channel)

Sekali lagi, gue tahu permainan dan kemampuan mengedit video gue masih biasa-biasa saja. Dan pasti banyak murid Mike lain yang lebih hebat. Tapi gue hanya ingin menyampaikan rasa terima kasih dengan membuat video tibute untuknya. Nantinya ia akan suka atau nggak, doesn't matter karena gue sudah berusaha :) In case teman-teman ingin melihat videonya, gue sertakan link nya di sini. Kalau ingin membantu gue untuk menghubungi Mike juga boleh (banget!). Silakan share videonya atau langsung kirim pesan ke inbox nya. Link channel Mike gue sertakan di box deskripsi video tribute. Mudah-mudahan dengan bantuan dari teman-teman, ia bisa melihat video gue. Amen! :D
tonton videonya di sini


muridnya 'ukulele mike',

Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 05 Juli 2016

My Blessed Birthday! (Dapat "Kado" Mampir ke IGD, hihihi) :D

Haloooo,howdy-do my friends? Wah, sudah bulan Juli rupanya, ---bulan Puasa juga hampir selesai. Gue darimana saja, ya? Hihihi *pura-pura lupa* Jadi gimana guys puasanya? Semoga lancar ya. Dan berhubung sebentar lagi Lebaran, gue mau sekalian minta maaf lahir dan batin. Mohon maaf kalau ada tulisan gue di sini yang nggak berkenan untuk kalian. Gue nggak pernah bermaksud begitu, kok. Sebisa mungkin gue berusaha agar tulisan-tulisan gue santun meskipun tetep jujur :D By the way ngomong-ngomong soal bulan Juni yang sudah berlalu, ada yang ingat nggak sih kalau di bulan itu gue ulang tahun? Nggak ada, kan? Hehehe *jawab sendiri* Sebenarnya gue sendiri nyaris nggak ingat, lho. Soalnya selain lately ada 'sosok' yang mengganggu pikiran (---gosh, seriously biasanya gue nggak se-over thinking ini, lol), gue juga sedang sakit. Jadi selama beberapa hari di bulan Juni gue hanya menghabiskan waktu beristirahat di kamar. Kadang ingat juga sih kalau hari ultah gue semakin dekat, tapi konsentrasi gue memang sedang terpecah-pecah. Sampai menjelang tanggal 8 gue malah lupa kalau itu seharusnya jadi hari yang paling ditunggu-tunggu! Aduh! :D

Dulu sih kalau gue sakit menjelang ulang tahun dibilangnya kebetulan atau sugesti, tapi semakin besar meskipun lupa tanggal tetap saja ujung-ujungnya sakit, hihihi. Kayanya sih ini'tradisi' dari tubuh gue sebagai reminder untuk lebih menjaga kesehatan :) Waktu ingat kalau hari ulang tahun semakin dekat gue jadi dilema antara mau merayakannya atau nggak. Sejak gue lahir sampai sekarang rasanya belum pernah satu kalipun nggak merayakan ulang tahun. Eits, jangan salah mengerti ya... Merayakan yang dimaksud bukan berfoya-foya, tapi sebagai bentuk rasa syukur karena masih diberikan usia untuk terus berpetualang oleh Tuhan, dan yang paling penting ini menjadi moment untuk mengenang saat-saat gue lahir ke dunia, ---moment betapa bahagiannya Ibu dan Bapak ketika bertemu gue untuk pertama kalinya :) Meski sederhana, di hari ulang tahun biasanya gue berusaha memberikan 'personal touch'. Ya, diberi tema ala kadarnya agar lebih berkesan. Tapi untuk tahun ini jangankan tema, kuenya saja belum tentu ada, hihihi.

Di tanggal 10 Juni entah kenapa seperti ada suara dalam kepala yang bilang, "Ayo, rayakan saja, Indi... Rayakan...". Lol, just kidding. Yang betul Ibu terus-terusan bertanya tentang ulang tahun gue. Katanya kenapa gue nggak mengundang teman-teman dan makan-makan seperti biasa. Setelah dipikir-pikir, betul juga, ---why not?! Untuk tema memang sudah hampir mustahil, tapi untuk mengundang beberapa orang sepertinya masih bisa. Jadi menjelang tengah malam gue mengirim pesan pada beberapa teman untuk datang ke rumah orang tua gue esok sorenya. Reaksi mereka? Sudah pasti surprise, dong, hihihi. Mereka mengira untuk pertama kalinya sejak mengenal gue, tahun ini akan jadi tahun perdana tanpa syukuran ultah gue :p Gue mengundang 4 orang teman dan semuanya kompak menjawab "insyaallah" yang sadly malah diartikan sebagai 'nggak janji', lol. Gue pikir, ya sudahlah yang penting berniat baik untuk mengundang. Iseng-iseng gue juga meminta Dhian, salah satu teman gue (---well, she's my BFF) untuk membuatkan kue ulang tahun. Dan jawabannya adalah... "nggak janji." Wuaaah, rupanya harus siap-siap nggak ultah deh tahun ini, huhuhu.

Meski gue bilang kalau nggak yakin akan merayakan ultah, tapi Ibu tetap menawarkan diri untuk memasak. Katanya kalau bersiap-siap dari pagi sebelum sore juga bisa selesai memasak. Ya sudah, gue request makanan kesukaan gue; spageti dan salad. Dan dengan inisiatif sendiri Ibu juga memasak nasi goreng. Katanya kalau bulan Puasa mungkin orang akan lebih pilih nasi daripada mie, hihihi. Supaya nggak sepi gue juga membeli permen, soda, biskuit dan solo cup. Semuanya sengaja gue pilih yang berwarna pink, jadi meski nggak bertema tapi ulang tahun gue tetap terlihat 'rapi' dan cocok dengan desain undangan bergambar Hello Kitty yang gue kirim via online. Belakangan gue sedang senang bereksperimen dengan resep-resep makanan manis, sekalian unjuk gigi (lol) gue membuat rum ball plus Pocky dan Pejoy stick yang katanya sih enak :p Tepat sebelum jam 5 sore gue mendapat kabar Angie yang terjebak hujan dan Cut Hanna yang sedang sakit karena terjatuh sampai nggak sadarkan diri :( Sudah pasti mereka plus Ima berhalangan hadir. Gue memang nggak begitu berharap karena undangannya super mendadak, jadi rasanya senang sekali waktu tahu Dhian dan Ray sudah di perjalanan menuju rumah orang tua gue :D


Seolah sudah janjian, Puja (my bro), istri dan anaknya, Nenek dan juga Tante datang dalam waktu hampir bersamaan. Ray dan Dhian pun menyusul nggak lama kemudian. Wah, surprise Dhian pakai baju warna pink, padahal nggak ada dress code nya, lho, hihihi. Itu membuat kami terlihat kompak karena gue juga memakai dress berwarna pink. Dan ternyata bukan hanya baju Dhian yang warnanya senada, kue yang ia buatkan untuk gue pun berwarna pink dan bergambar Hello Kitty! Wah, tanpa sengaja ulang tahun gue jadi bertema Hello Kitty nih, seperti 2 tahun yang lalu, hihihi. Sama seperti reaksi Dhian dan teman-teman yang lain, Nenek juga kaget kenapa gue merayakan ulang tahun dengan begitu mendadak. "Coba kalau Emah dikasih tahu dari kemarin-kemarin, pasti bawa kado," begitu katanya. Gue jawab saja, "Kado bisa menyusul, kok, hihihi."





Seperti yang sudah-sudah nggak ada 'jadwal' khusus saat ulang tahun. Kami hanya mengobrol random sana-sini dan tahu-tahu waktu berlalu. Sebelum makan makanan berat kami menikmati rum balls buatan gue. Ini adalah kali pertama Ray dan Dhian mencicipinya, biasanya hanya keluarga di rumah yang gue jadikan 'kelinci percobaan' dari resep-resep gue :p Ternyata menurut mereka enak, meskipun nggak terbiasa karena rum nya begitu kuat. Hehehe, sebenarnya gue kan sengaja, ini adult snack gitu, ---anak-anak dilarang coba :p Setelah menghabiskan beberapa rum balss, Ibu langsung memanggil kami untuk makan. Ada yang lucu, sebelumnya kami mengobrol seru (baca: ngomongin orang, lol) tentang 'kenalan' kami yang kombinasi menu makanannya ajaib. Ada yang lontong campur spageti dan ada yang nasi goreng campur sop buntut. Eh, ternyata kami juga begitu, habis makan spageti disusul dengan nasi goreng. Untung saja nggak digabung dalam 1 piring seperti 'kenalan-kenalan' kami itu, hihihi :D Meski begitu kami tetap kekenyangan maksimal. Padahal kue buatan Dhian belum dicicipi, lho :)






Karena waktu sudah semakin larut, jadi kami nggak menunda-nunda waktu. Begitu selesai makan langsung tiup lilin dan potong kue! Nasi goreng dan spagetinya hanya diberi waktu untuk turun ketika kami bernyanyi "Selamat Ulang Tahun" dan "Potong Kuenya", saja, hehehe. Tapi berhubung kuenya Dhian enak (dan cute!) jadi perut kami masih sanggup untuk menampung masing-masing 1 potong kue. Meski sederhana dan serba mendadak tapi moment seperti ini selalu membuat gue terharu dan super bahagia. Rasanya gue sangat dicintai dan diberkahi, ---orang-orang yang disayangi rela meluangkan waktunya untuk gue :) Seperti biasa Ray menjadi juru foto dan mengabadikan moment ulang tahun gue. Well, kalau ada Ray Bapak biasanya memang bisa 'beristirahat' dulu dari perannya sebagai fotografer gue :p Sekitar pukul setengah 9 malam Dhian pamit pulang. Kami sempat bergurau bahwa ia adalah tamu VIP, ---padahal sih memang yang diundang sedikit dan kebetulan berhalangan hadir, hihihi. Gue bersyukur sekali punya sahabat yang selalu berusaha ada untuk gue. Kalau diingat-ingat, Dhian inilah yang nggak pernah absen setiap kali gue berulang tahun :)



Setiap ulang tahun rasanya selalu berbeda, tapi semuanya istimewa. ---Dan kalau boleh gue bilang semuanya 'the best', hehehe. Katanya saat berulang tahun adalah waktu untuk merenung, menjadi lebih wise karena waktu di dunia semakin sebentar. Gue nggak menolak itu, tapi juga memilih untuk merayakannya. I'm so blessed untuk bisa menikmati waktu menyenangkan di dunia. Gue grateful dan ini adalah cara gue mengekspresikannya :) By the way hanya beberapa jam saja setelah acara ulang tahun, gue dengan diantar Ray pergi ke IGD karena ada rasa nyeri di private area gue. Rupanya gue punya kista bartholin yang ukurannya kira-kira seujung jari kelingking. Dokter meminta gue untuk nggak terlalu khawatir dulu dan memeriksakannya kembali ke gynecologist keesokan harinya. I did, dan another surprise, ---ternyata gue juga punya hernia. That's why terkadang jalan kaki terasa nggak nyaman untuk gue, uhuhuhu. Apa gue kaget? Iya. Apa gue khawatir? Iya. Tapi gue nggak takut karena selama ini selalu berusaha menjaga kesehatan. Gue yakin bisa segera mengatasinya ;) Dan gue anggap ini juga kado dari Tuhan, karena bisa mengingatkan gue bahwa hidup itu seperti roda. Gue baru bersenang-senang dengan orang-orang yang gue cintai dan beberapa jam kemudian berakhir di IGD. Gue bisa bilang apa lagi?... I'm blessed ;)

my newest cover, rasanya menggambarkan sekali apa yang sedang gue alami, hihi :D


blessed birthday girl,

Indi


______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 22 Juni 2016

Film-Film dengan Tokoh Scoliosis di Dalamnya. Hayooo, Mana yang Kalian Pernah Tonton? ;)

Howdy-doooo bloggieeeees? Wah, sudah memasuki bulan Ramadhan, ya... Semoga semuanya diberikan kesehatan agar puasanya lancar, amen... Cuaca di Bandung juga sedang agak ekstrim, nih. Kalau siang bisa terik dan kering, eh sorenya hujan deras sekali plus petir-petir menggelegar. Menjaga kesehatan jadi agak tricky, seperti gue yang 2 hari lalu baru dari dokter karena batuk-pilek-demam, huhuhu, ---lengkap :D Tapi yang terpenting sih berusaha menjaga saja, jangan mentang-mentang cuaca sedang buruk kita jadi pasrah karena ujung-ujungnya pasti sakit, hehehe. Istirahat cukup it's a must, menu seimbang dan banyak minum juga sangat penting. *mengingatkan diri sendiri*

Ngomong-ngomong soal kesehatan, teman-teman tahu nggak kalau di Amerika sana bulan Juni ditetapkan sebagai "Scoliosis Awareness Month"? Jadi di bulan ini mereka (---masyarakat di Amerika) "diingatkan" agar waspada terhadap kondisi yang sebagian besar pengidapnya perempuan ini. Seperti yang sudah pernah gue bahas sebelumnya di sini, pengidap scoliosis alias kondisi dimana tulang belakang melengkung ke arah samping ini nggak sedikit, tapi sayangnya masih banyak yang menganggapnya kurang penting. Padahal scoliosis terutama jika sudah severe (seperti gue) bisa mempengaruhi organ-organ tubuh, lho. Dan meskipun jarang tapi jika dibiarkan dalam kondisi severe bisa sampai menyebabkan kematian. Jadi sebenarnya penting sekali, kan. Entah deh gosip darimana kalau ada yang bilang scoliosis itu kurang penting, hihihi.

Gue sendiri, sebagai orang yang sudah hidup bersama scoliosis sejak berusia 13 tahun menganggap setiap bulan adalah "Scoliosis Awareness Month". Sebisa mungkin gue mengenalkan scoliosis pada orang-orang terdekat, ---dan syukur-syukur bisa semakin luas. Salah satu usaha gue adalah membuat series YouTube yang berjudul "Indi's Scoliosis Life". Untuk episode minggu ini gue membahas tentang film-film yang di dalamnya mempunyai tokoh scolioser. Yup, selain MIKA (film gue yang diinspirasi oleh novel "Waktu Aku sama Mika") ada juga lho film-film lain yang mungkin teman-teman sudah pernah nonton tapi nggak ngeh kalau di sana ada scolioser. Dan video episode ini juga sudah gue upload di account YouTube "Indi Sugar Taufik". Tapi berhubung nggak semua hobi nonton YouTube dan mungkin lebih nyaman mampir ke sini, jadi gue buat versi tulisannya ;)

1. Sixteen Candles


Film ini di release pada tahun 1984. Yes, I know, I was not even born that time, ---dan gue yakin sebagian besar dari teman-teman juga belum, hihihi. Tapi gue yakin banyak yang tahu film ini, at least pernah melihat poster atau meme nya di internet. Film ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Di sana ada tokoh figuran yang sayangnya nameless, tapi ia dikenal sebagai "Geek girl". Geek girl ini seorang scolioser dengan Milwaukee Brace yang sering diejek oleh teman-temannya. But don't worry, guys. It has happy ending. Gue lihat ia berdansa dengan seseorang di akhir film ;)

2. Romy and Michele's High School Reunion



Film ini juga sudah lama direlease, tepatnya pada tahun 1997. Waktu pertama kali menontonnya di TV, gue langsung suka. Tapi waktu itu gue nggak menontonnya dari awal jadi agak bingung mengapa Michele selalu diejek oleh teman-temannya ketika remaja. Lalu setelah menontonnya untuk kedua kali di DVD gue jadi tahu bahwa sebelum Michele dewasa dan ikut reuni, ketika remaja ia harus memakai brace untuk scoliosisnya! Banyak sekali scene yang lucu di film ini, seperti ketika magnet-magnet menempel di brace Michele :D Meski di film ini banyak jokes yang "payah" tapi sebenarnya punya pesan yang sangat positif. Bahwa you can say that you are "anything" and tell the lies to the people. But being yourself is always the best. Kalau teman-teman punya rencana bikin sleepover party, gue sarankan film ini harus ada di list kalian :)

3. The House Bunny



Okay, film yang ketiga ini adalah my MOST very favorite. Film ini nggak berpusat kepada Joanne, si scolioser. Tapi Joanne adalah salah satu dari anggota sorority yang ---somehow--- semuanya canggung. Lalu suatu hari mereka kedatangan seorang mantan Playboy bunny yang dipecat karena dianggap sudah terlalu "tua" untuk tinggal di mansion. Namanya Shelley, dan ia menjadi house mother mereka! Kehadiran Shelley menjadikan mereka lebih percaya diri dan berkarakter, termasuk Joanne yang mulai nyaman dengan kondisinya dan bahkan menghias brace nya dengan berbagai pernak-pernik. Yang lucu dari Joanne, dokter sebenarnya sudah mengizinkannya melepas brace sejak lamaaaaa. Tapi ia takut kalau dilepas tulangnya akan lembek seperti mie, hihihi. By the way, ada sebuah adegan favorit gue di film ini, yaitu waktu Shelley encourage Joanne untuk mengejar laki-laki yang ia sukai. Joanne berlari semakin lama semakin kencang, sampai satu persatu bagian bracenya lepas. Lol, bahkan lebih "amazing" dari adegan asli yang menginspirasinya, ---Forrest Gump! :p

4. Kiss Me


Menurut gue film ini agak misterius. Awalnya trailernya ada dimana-mana, setiap buka YouTube atau situs video sharing lain pasti deh ada promo film"Kiss Me". Tapi tiba-tiba saja *poof* trailer dan promonya menghilang dari internet. Yang gue dengar dari seorang teman online sih film ini dicancel penayangannya di bioskop dan akhirnya dirilis sebagai film di TV kabel. Film ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang bernama Zoe dan Shelby. Zoe menghadapi masalah dengan scoliosisnya, sementara Shelby jatuh cinta dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya. Dari trailer nya sepertinya ini seperti film remaja kebanyakan, ---tentang betapa complicated nya fase sebelum dewasa ini. Sejauh yang gue tahu film ini seharusnya dirilis tahun 2012 lalu tapi sampai sekarang nggak ada pengumuman offcial tentang nasibnya.

5. MIKA



Film terakhir adalah satu-satunya film Indonesia, ---dan satu-satunya yang merupakan film gue di list ini, hehehe. MIKA merupakan film yang diinspirasi oleh kisah nyata kehidupan gue ketika berusia 15 tahun. Dua tahun sebelumnya gue didiagnosis mengidap scoliosis dan harus memakai brace 23 jam setiap hari. Ketika sedang libur sekolah gue bertemu dengan Mika, laki-laki yang 7 tahun lebih tua dan seorang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Kami lalu saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berpacaran :) Film ini nggak menjadikan scoliosis hanya sebagai tempelan, tapi menjadikannya bagian penting dari cerita. Ada beberapa pengalaman sebagai seorang scolioser yang gue bagi di film ini, seperti misalnya kesulitan gue ketika harus mengikuti pelajaran olahraga. Tapi bukan berarti film ini menggambarkan scoliosis sebagai sesuatu yang mengerikan. Malah film ini menunjukan bahwa gue sama saja seperti remaja kebanyakan, ---gue bersenang-senang dan gue juga punya pacar ;)
Dengan bangga gue bilang bahwa MIKA adalah film pertama dan so far satu-satunya yang memiliki scolioser sebagai tokoh utama, ---bukan sebagai figuran atau malah pony role yang tujuannya membuat orang tertawa. Gue harap film MIKA bisa meningkatkan awareness, bahwa scoliosis bukan lelucon dan sekedar masalah kosmetik. Scoliosis juga bisa menyebabkan rasa sakit dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama jika kasusnya sudah severe seperti gue. Dan gue harap MIKA nggak jadi film terakhir. Para sineas harus lebih berani membuat film dengan scolioser sebagai pemeran selayaknya orang yang "normal", bukan sebagai karakter untuk memancing iba atau dijadikan lelucon.



Nah, itu dia film-film yang memiliki tokoh/peran scoliosis di dalamnya. Bagaimana apakah kalian sudah pernah menonton salah satu, ---atau bahkan semuanya? Jika sudah mana yang menjadi favorit kalian? Atau adakah judul yang terlewat oleh gue? Feel free untuk membantu gue mengingatnya dengan meninggalkan komentar di tulisan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk ngebuburit alias menunggu waktu berbuka puasa, hihihi ;)

proud scolioser,

Indi


*dapatkan film MIKA di sini dan di sini.
______________________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469