Kamis, 28 Mei 2020

Lebaran Rasa Karantina (Setelah Dua Bulan nggak Bertemu!)

Hore! Lebaran datang, hati pun senang! :D Hehe, ---eh, masih berlaku nggak ya saat di tengah pandemik seperti ini? ---Lebaran kali ini memang "beda", tentu, ---rasanya semua orang juga tahu. Jadi kayanya gue nggak perlu menulis tentang betapa bedanya, or how much I miss Lebaran tahun-tahun sebelumnya, ya karena gue rasa semua orang juga merasakan hal yang sama. Buat gue Lebaran itu selalu "menyenangkan", ada vibe tersendiri yang nggak bisa gue rasakan di hari-hari biasa, entah kenapa. Bahkan di saat nggak bisa bertemu secara langsung dengan keluarga besar pun ada keakraban yang berbeda saat video call atau chatting dengan mereka dibanding biasanya. Ajaib ya! :) 
Oh iya, sampai lupa. Minal aidin walfaidzin :) Dari lubuk hati yang terdalam, mohon maafkan jika ada tulisan gue yang menyinggung kalian di blog atau di sosial media gue lainnya. Mari kita mulai semuanya dari awal lagi dan saling ingatkan jika ada kekhilafan. Maaf lahir batin :)

Puasa dan Lebaran kali ini adalah kali pertama gue dan Shane tinggal di rumah sendiri. Dua tahun sebelumnya kami masih pacaran, dan tahun berikutnya kami baru menikah (cieee, hahaha). Sejak pertama kali pindahan, kami sudah deal untuk mengunjungi rumah orangtua satu minggu sekali dan menginap kadang-kadang. Tapi rupanya rencana kami nggak sejalan dengan skenario yang sudah ditulis Tuhan, ---Corona datang dan kami pun  mematuhi anjuran untuk nggak kemana-mana. Jadi semenjak bulan Februari kami belum bertemu mereka sama sekali. Meski sebenarnya jarak rumah kami dan ortu literally hanya sejauh "keluar kompleks lalu belok kiri", tetap saja gue nggak mau ambil resiko. Gue pikir lebih baik patuh sekarang dan gunakan kesempatan untuk bertemu hanya untuk saat sangat penting saja. Meski di rumah hanya berdua saja, gue dan Shane tetap berusaha melakukan "tradisi" sebelum Lebaran seperti di rumah Ibu dan Bapak. Salah satunya beres-beres rumah dan mencuci semua pakaian kotor! Haha, seru sekali, seharian kami benar-benar sibuk. Shane membersihkan kamar mandi sementara gue beres-beres kamar. Lalu dilanjutkan dengan membersihkan ruang TV bersama-sama. Kami sampai kelelahan dan beberapa kali ketiduran di sofa. Tapi hati kami senang dan terasa hangat sekali. I've told you, Lebaran selalu punya vibe yang berbeda :)


Ruang TV yang biasanya berantakan sudah rapi. Balkon juga bersih, sih, siiiih. Itu lantainya masih basah, hehe.


Dapur baru rapi pas tengah malam, soalnya dipakai masak. Pas difoto pun masih banyak alat masak yang berceceran :p


Jujur, ini spot yang paling malas buat kami bersihkan: jendela kamar! Ribet aja gitu harus dilap satu-satu tirainya, hahaha.


Kasur sudah divakum sampai ke sela-sela, Onci, boneka kelinci gue pun tidur nyenyak :p


Hari Lebaran akhirnya benar-benar tiba. Setelah lebih dari dua bulan akhirnya gue dan Shane akan segera bertemu Ibu Bapak lagi. Pagi-pagi, setelah sarapan dan mandi kami bergegas pergi ke rumah mereka. Nggak ada kontak dengan orang lain sebelum kami masuk ke dalam mobil (---salah satu "keuntungan" tinggal di apartemen, yang saat "normal" malah dianggap kekurangan). Kami memang sudah berkomitmen untuk menjaga diri, baik gue dan Shane, juga orangtua jangan sampai bertemu orang jika nggak terpaksa. Sadly, itu artinya kami nggak bisa berlebaran tanpa Nenek, yang meskipun rumahnya dekat tapi kami khawatir kalau di sana ternyata menerima tamu. 
Waktu kami tiba rasanya surreal, ---kaya mimpi, melihat Bapak membukakan pagar garasi dengan baju kokonya. Melihat Eris yang mengibas-ngibas ekornya karena akhirnya melihatku lagi! Ibu sudah menunggu kami di dalam, dengan bersemangat beliau bercerita tentang betapa ia merindukan kami, ---juga tentang masakan Lebaran yang sudah beliau siapkan khusus untuk kami. Gue nggak menyangka akan ada saat seperti ini, dimana untuk memeluk mereka saja rasanya canggung. Bukan, bukan karena gue sudah dewasa dan malu. Tapi karena terlalu lama nggak bertemu dan pendemik ini menakuti kami untuk berdekatan :( Tapi setelah dipikir ketakutan kami tanpa alasan, kami disiplin, ---kami sama-sama nggak kemana-mana. Dan akhirnya kami berpelukan kembali untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua bulan :')


Outfit Lebaran. Gak ada baju baru, yang penting bersih dan rapi :)


Sebenarnya gak ada beda sih antara syle Lebaran sekarang sama sebelumnya. Kami lebih nyaman bergaya santai, gak punya sepatu khusus atau harus pakai makeup. Again, yang penting bersih dan rapi :)


Suasana di rumah tetap seperti Lebaran-Lebaran yang lalu rupanya. Ada bunga sedap malam, kue, kue dan masakan Ibu. Ah, it's so nice to back home again :') Biasanya hal pertama yang dilakukan adalah berfoto bersama, tapi berhubung cuma ada kami berempat jadi camerannya ditaruh di meja, ---kami berfoto pakai timer, hahaha. Seru sekali. Untuk menghasilkan 2 foto saja harus pakai trial and error dulu karena belum pernah sebelumnya :D Yang bikin haru, Ibu dan Bapak excited sekali dengan kedatangan kami, sampai-sampai beberapa malam sebelum Lebaran mereka mengirimi gue foto-foto masakan yang mereka buat. Bapak malah bikin surprise, beliau bilang sedang belajar bikin ayam palsu, ---yang maksudnya daging ayam tiruan dari nabati karena gue dan Shane vegan :D Benar saja, di meja makan sudah tersedia berbagai macam hidangan khas Lebaran, yang semuanya vegan karena memang khusus untuk kami berdua saja. Ada gulai shiitake, potato schotel dengan susu soya, pangsit tofu, acar, sambal goreng kentang, dan tentu saja primadonanya "ayam palsu" ala Bapak. Katanya beliau belajar dari YouTube dan waktu mencobanya dapur jadi berantakan sekali, sampai-sampai harus pindah ke ruang TV, hahaha. We really appreciate that, Pak! Bingung mau bilang apa punya orangtua yang sangat suportif dengan keputusan kami menjadi vegan. Gue cuma bisa bersyukur :)

WhatsApp dari Ibu. Aw! :)

WhatsApp Bapak tentang ayam palsu, haha.

Akhirnya ada foto bersama yang sukses, sebelumnya 3 kali percobaan gak ada yang siap, hahaha.


Pose ini idenya Ibu. Iya deh, biar kerasa Lebarannya. Salaman virtual! :D


Semua makanan yang disediakan rasanya enaaaaak sekali. Selesai makan, dua jam kemudian kami sudah makan lagi. Pokoknya kegiatan kami selama di sana kalau nggak ngobrol-ngobrol, nonton, main sama Eris ya makan, lol. Rasanya seperti kembali lagi ke masa kecil, Ibu senang sekali setiap kali gue dan Shane bilang ingin makan. Dengan semangat beliau pasti bergegas menghangatkan makanan meskipun sedang ditengah melakukan sesuatu. Selalu ada sisi positif dari semua hal, jujur gue dan Shane bukan tipe orang yang pandai mingle atau beramah-tamah dengan orang asing. Dan Lebaran ala karantina ini ternyata lebih cocok dengan kami. Jaraaaaang sekali kami masuk ke dalam kamar (kecuali saat akan tidur, of course). Biasanya kami selalu canggung kalau kedatangan tamu dan memilih stay di kamar. Tapi kali ini rasanya kami memiliki quality time yang lebih banyak.
Lucunya TV juga seperti mendukung kehadiran kami. Seharian diputar film-film Disney di saluran Fox. Dari mulai Haunted Mansion sampai Lion King, kami marathon sampai malam (dan ketiduran di sofa, haha). Di rumah sendiri pun gue dan Shane memang senang menonton film, tapi kalau sama orangtua rasanya beda. Lebih ramai, lebih hangat.


Semuanya vegan! No meat, no dairy, no egg! Yay! :D


Close up daging vegan buatan Bapak. Beliau bangga sekali karena hasilnya mirip, hahaha.


Nonton Lion King sampai nangis.


Selain dengan orangtua tentu gue juga rindu dengan Eris. Salah satu alasan kenapa kami pindah ke tempat yang nggak jauh dari rumah ortu ya supaya bisa sering-sering bertemu Eris. Tapi karena pandemik tentu kerinduan gue harus ditahan. Meski gue tetap rutin mengiriminnya hadiah, tentu rasanya beda. Jadi kesempatan bertemu ini gue gunakan sebaik-baiknya. Dua bulan nggak bertemu artinya dua bulan pula Eris belum grooming. Bapak tentu rutin menyisirinya, tapi yang bisa membersihkan telinga dan menggunting kukunya hanya gue. Sedih melihat bulunya yang sudah semakin lebat dan kukunya yang sudah semakin panjang. Gue jadi merasa bersalah meskipun memang nggak ada yang bisa gue lakukan (siapa suruh datang Corona!).  ---Hebatnya, seperti mengerti, Eris nggak banyak protes. Hanya sesekali menghindar lalu membiarkan gue merawatnya sampai dia (semakin) cantik :) Seharusnya Eris juga dimandikan, tapi berhubung Bandung sedang mendung jadi gue urungnya. Waktu luangnya kami gunakan saja untuk bermain lempar tangkap sampai lelah. Oh iya, tanggal 22 Mei Eris berulang tahun yang ke 11 (still, and always be my little girl). Gue dan Shane bikin perayaan kecil-kecilan untuknya. Kami membuatkan Eris kue ulang tahun untuk, tapi tanpa kado karena nggak ada pet shop yang buka. Kapan-kapan gue ceritakan di post terpisah ya. Karena banyak yang mau gue share tentang Eris.


Ada yang cemberut karena gue minta foto pas dia lagi main. Gemaaas! :D


Sebelum potong kuku. Nanti gue share afternya ya :)


Lebaran hari kedua aktivitas kami tetap sama. Makan tetap menjadi kegiatan favorit, hehe. Kalau di hari pertama gue dan Shane kompakan memakai batik saat tiba di rumah ortu, hari kedua kami blasss berpiyama dari bangun tidur sampai malam :D Well, Ibu dan Bapak juga sama sih, karena nggak ada siapa-siapa juga kan. Biasanya kalau kumpul lebaran tanpa sadar jadi ada age group nya, atau kelompok berdasarkan usia :p Misalnya Ibu Bapak bakal gabung sama grup Om Tante, sedangkan gue biasanya sama sepupu-sepupu. Bukan pilih-pilih, tapi biasanya yang mau diajak main games ya yang muda-muda saja. Kalau ajak Ibu biasanya beliau bilang "pusing", hehehe. Tapi berhubung sekarang hanya ada berempat jadi kami ngobrol-ngobrolnya juga berempat saja. Dan itu ternyata seru sekali! Misalnya, gue jadi tahu kalau film pertama yang gue tonton adalah "Aladdin", dan itu juga ternyata alasan mengapa gusa akhirnya jadi suka dengan alm. Robin Williams. Atau saat gue dan Shane bercerita pada Bapak tentang film Jumanji versi baru dan beliau langsung membandingkannya dengan versi lama, hahaha. Lucunya beliau bisa menebak bagaimana ending Jumanji baru lho, bahkan bertaruh kalau nanti akan ada sekuelnya lagi. Hmm, let's see :D


Hari kedua masih tetap makan-makan :D


Perpaduan yang nikmat sekali. Lontong gak kenyang, gue nambah nasi :p


Pangsit tofu. Sekali makan bisa 6 potong. Enaaaak banget. Ibu dapat resepnya dari aplikasi vegan.

Sebelum pulang kami dibekali banyak makanan :') Semuanya sudah divakum jadi tinggal dihangatkan.


Mungkin ini terdengar berlebihan, tapi gue benar-benar berusaha menikmati setiap moment Lebaran kali ini dengan orangtua dan Eris. Sampai-sampai gue rela kurang tidur demi menghabiskan waktu sama mereka (itulah kenapa gue ketiduran di sofa melulu). Berat rasanya waktu gue dan Shane harus pulang ke rumah kami. Ibu juga sebenarnya meminta agar kami stay semalam lagi, tapi ada ikan peliharaan yang sendirian di rumah. Ingin menangis rasanya waktu kami masuk ke dalam mobil dan melambai sambil bilang "See you" (---kami nggak suka bilang "good bye"). Belum tahu kapan lagi kami akan bertemu. Belum tahu kapan pendemik ini berakhir. Gue dan Shane cuma bisa berdoa, semoga nggak lama lagi agar kami bisa bertemu kapan pun kami mau. Tapi tetap, ---gue, Shane sangat bersyukur. Kami bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan mengabiskan waktu bersama keluarga meski 1 malam saja. Kami juga bersyukur karena diberikan kesehatan yang baik jadi bisa menikmati waktu yang singkat ini dengan maksimal. Lebaran, bagaimana pun keadaannya tetap saja istimewa tetap moment yang bahagia. Hanya karena kami nggak bisa bersama untuk waktu yang lama dan nggak bisa berkumpul dengan keluarga besar, bukan berarti jadi nggak berkesan. 

Sekali lagi, selamat Lebaran ya teman-teman. Bisa menghabiskan waktu dengan keluarga atau pun nggak, jangan lupa, kita beruntung masih bertemu Lebaran :)

peluk semua dari jauh,

Indi


------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 21 Mei 2020

Wedding Anniversary rasa Halloween (Menginap di Hotel Angker, hiiii!)


Penah mengalami pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang lalu ketika di sana baru tahu kalau tempatnya angker? Gue dan Shane pernah! Pengalaman ini terjadi sebelum pandemik, tepatnya di bulan Oktober tahun lalu. Waktu itu kami merayakan satu tahunnya pernikahan kami. As always, kami selalu memilih selebrasi sederhana untuk hari-hari penting (---misalnya ultah gue atau Shane). Cukup menginap di hotel atau pergi ke tempat wisata, pokoknya asalkan suasana baru dan bisa punya waktu berkualitas berdua, hehe. Kami juga punya kebiasaan booking hotel di saat-saat mepet. Biasanya kami akan buka situs seperti Traveloka, Agoda, etc lalu mencari yang cocok. Nggak ada kriteria khusus, yang penting dari fotonya terlihat bagus, bersih, nyaman dan ada bathupnya. ---Supaya gue bisa bawa bath bomb, terus berendam sambil nonton film :p

Kami nggak punya terlalu banyak pilihan, waktu itu. Dan dari pilihan yang sedikit itu akhirnya jatuh ke Hotel Grand Aquilla. Dari fotonya kami langsung suka karena kamarnya luas juga berdesain klasik. Keesokan harinya kami langsung berangkat ke sana (---iya semepet itu, hahaha) dengan menggunakan Grabcar karena lokasinya cukup jauh dari rumah kami. Sebenarnya bisa saja sih Shane nyetir sendiri dengan mengandalkan map. Tapi jujur, meski sudah lebih dari 2 tahun tinggal di Indonesia sepertinya dia belum terbiasa dengan kemacetan di sini. Jadi lebih baik kami mencari aman saja. Beruntungnya drivernya baik dan sangat hati-hati meskipun sedang hujan lebat.

Ketika kami tiba suasana lobby cukup sepi, jadi prosesnya cepat dan kami bisa langsung ke kamar. Letak kamar kami ada di... lantai berapa ya lupa, hahaha. Pokoknya naik lift di pojok kanan lobby, melewati pintu kolam renang dan ada di ujung lorong pertama. Begitu tiba di lantai kami, Shane langsung notice betapa besar dan sepinya lorong kami. Hanya ada kami dan 1 kamar lagi yang terisi. Tapi kami nggak (belum) merasa seram, malah excited setelah melihat kamarnya. Sayang kami nggak terlalu banyak mengambil foto dan lebih berfokus ke video karena lebih mudah tanpa harus berhenti-berhenti dan berpose (apaan sih, hahaha), jadi nggak bisa share banyak gambar di sini. Kalau penasaran dengan suasananya nanti gue sertakan link vlog dari channel YouTube gue di bawah, ya. 
Begitu pintu kamar dibuka, TV langsung menyala dan menayangkan iklan hotel yang diiringi musik jazz. Typical, tapi entah kenapa selalu membuat kami tertawa. Shane bilang kami disambut musik jazz fancy, hahaha. Ada banyak cermin di dalam, cantik sekali. Kamar mandinya juga ukurannya okay, lebih bagus daripada hotel tempat merayakan ultah gue Juni kemarin. Nggak besar tapi ada 2 shower terpisah, satu di atas bathup dan satu lagi di balik pintu kaca. Perlengkapan juga cukup lengkap. Jadi gue langsung tahu lah, kalau kami bakal betah di sani.


Suasana kamar kami. Sepertinya gue sudah hapus foto-foto aslinya jadi hanya ada kolase ini yang gue post di Facebook.




Kain batik yang kami pakai ini hadiah pernikahan dari Rifa, teman kami. Istimewa, jadi dipakai di saat istimewa juga :)


Setelah menyimpan barang-barang kami putuskan untuk berkeliling melihat fasilitas hotel. Gue ingin sekali berendam di jacuzzi mumpung hujannya berhenti. Tapi Shane bilang lebih baik kami bisa makan siang dulu. Meski belum lapar-lapar amat gue mengiyakan ide Shane. Lagipula masih siang, berendam sore hari mungkin lebih asyik karena lampu-lampu mulai dinyalakan :) Karena nggak bawa kendaraan kami makan di restoran hotel. Hanya ada kami berdua di sana, ---keren, berasa sekali anniversary nya, hahaha. Setelah melihat-lihat menu ternyata nggak tersedia menu vegan (yup, kami berdua vegan). Untung saja chef di sana mau membuatkan menu vegan istimewa untuk kami. Nasi goreng dengan sayuran dan jamur! Yum! Sambil menunggu kami iseng googling tentang hotel Grand Aquilla. Dengan iseng Shane ingin mencari tahu apakah hotelnya berhantu atau nggak. Well, ---hasilnya ternyata bikin dia menyesal dengan rasa penasarannya, karena ternyata hotel ini termasuk salah satu yang terangker di Bandung. Malah berada di urutan nomor 2! Lalu saat makanan kami datang, Shane baru sadar kalau dompetnya tertinggal di kamar. Dia bertanya apa gue mau ikut untuk mengambilnya, dan dengan mantap gue menggeleng sambil bilang, "Good luck, semoga nggak bertemu hantu!" Hahahaha...


Senangnya request menu vegan kami dikabulkan! Nasi goreng campur tumpah ruah, hahaha :D


Perut kenyang kami kembali ke kamar. Shane ternyata selamat waktu bolak-balik restoran-kamar-restoran tanpa kekurangan suatu apapun, nggak bertemu hantu :p Gue langsung ke kamar mandi untuk mengganti dress dengan tank top dan celana pendek karena akan merendam di jacuzzi. Sebelum selesai Shane sudah memanggil-manggil gue. "Ada yang aneh", katanya. Dia mengajak gue melihat jendela yang tertutup tirai. Katanya, dia ingin mengecek apakah di luar hujan atau nggak, tapi yang ditemukan malah... jejak telapak tangan! Gue sih santuy saja ya awalnya, karena bisa saja itu bekas tamu sebelumnya dan lupa dibersihkan. Tapi waktu gue lap pakai tisu ternyata itu ada di balik jendela (model jendelanya sealed ya, bukan yang bisa dibuka). Gue masih tetap berpikir positif, mungkin itu telapak tangan cleaning guy yang lagi membersihkan kaca jendela dari luar dan lupa pakai sarung tangan karena terlihat ada sidik jari samar-samar. Sampai gue cocokan dengan telapak tangan gue sendiri, baru gue berhenti santuy. ---Ukurannya setengah tangan gue, dong! Dan telapak tangan gue itu nggak besar-besar amat ya. Masa iya ada bocah manjat? Masa iya petugas kebersihan di sini masih kecil?? Banyak pertanyaan di kepala gue dan Shane. Akhirnya kami tutup tirainya dan langsung lompat ke balik sofa. Hiiii...

Iya sih, kami suka hal-hal berbau seram. Film horror sudah jadi tontonan kami sehari-hari. Sampai-sampai menikah pun di bulan Oktober yang identik dengan Halloween. Tapi ya, nggak mau juga kalau harus sampai mengalamai di dunia nyata, hahaha. Apalagi rupanya cuaca ikut-ikutan gloomy, hujan turun lagi! Terpaksa kami mengabiskan waktu di kamar karena nggak mungkin untuk berendam, huhu. Shane selalu membawa laptopnya kemana-mana, lengkap dengan speakers jadi kami bisa nonton film kapan saja. Tapi kami penasaran di TV sedang diputar film apa saja, siapa tahu ada yang seru. Eh, ternyata nggak jauh-jauh dari horror, ada Conjuring 2! Kami nonton sambil selonjoran di sofa. Ini kali kedua Shane nonton film ini, tapi buat gue entah yang keberapa kali saking seringnya. Di tengah film kami lapar (lagi, hehe), karena nggak banyak pilihan di restoran hotel, akhirnya kami pesan via GoFood. Asyik juga, comfort food. Ada nasi, tahu, tempe dan kangkung. Enak dan porsinya banyak, gue sampai nggak sanggup menghabiskan dan dengan menyesal harus membuang sisanya karena nggak tahan disimpan lama. Padahal kami cuma beli masing-masing satu porsi, lho... :( Dan... ternyata "pengalaman horror" kami belum berakhir, sambil makan TV tetap menyala, setelah Conjuring selesai giliran Final Destination yang diputar, hahaha. Ya, anggap saja resiko menikah pas Halloween, yang diputar nggak mungkin juga malah film komedi lah :p

Setelah makan akhirnya gue bisa berendam di bathup, ---sambil bawa handphone buat nonton YouTube biar nggak kepikiran yang seram-seram. Gue sengaja bawa body butter pumpkin dari rumah biar terasa nuansa fall yang hangat. Sehabis berendam langsung gue oleskan ke seluruh tubuh dan gue pun siap meluncur ke kasur. Kalau selesai mandi air hangat bawaannya suka ngantuk. Nggak lama gue langsung tertidur dan... nggak mimpi apa-apa. Mungkin saking nyenyaknya, hahaha. 
Kami bangun pagi-pagi, tanpa alarm karena sudah ada panggilan alami alias lapar :p Gue dan Shane berganti baju lalu ke restoran yang sama dengan tempat kami lunch di hari sebelumnya. Suasananya sangat berbeda, penuh dengan para tamu hotel. Mungkin karena menginap di sani sudah include breakfast ya, jadi sayang juga kalau nggak digunakan. Pilihan menunya sebenarnya ada banyak, tapi terbatas kalau untuk menu vegan. Shane hanya bisa makan nasi, salad wortel dan bubur kacang. Sementara gue makan nasi, bokchoy jamur (itu pun ternyata ada dagingnya, hiks) dan surabi kinca, ---yang kata Shane itu pancakes :p Nggak kenyang-kenyang amat, tapi lumayan untuk mengganjal sampai di rumah nanti, hehe. 

Kami kembali lagi ke kamar, keinginan untuk berenang atau berendam di jacuzzi sudah hilang meski waktu check out kami masih lama. Cuaca Bandung yang dingin dan hujan yang datang dan pergi membuat kami lebih ingin bersantai saja. Waktu TV dinyalakan, surprise... surprise, film horror lagi, hahaha. Terpaksa gue dan Shane menonton Insideous 2 yang langsung mengingatkan kami sama suasana seram di sini. Untung saja pagi-pagi, jadi kami nggak ketakutan :p 
Tengah harinya kami check out dan kembali menggunakan Grabcar untuk pulang. Pengalaman seru. Siapa mengira hari jadi kami yang pertama malah lebih mirip malam Halloween. Oh iya, Shane bercerita kalau dia sebenarnya mimpi buruk (---lah gue malah nyenyak kaya bayi). Jadi di mimpinya dia ketemu iblis di tempat parkir, dan iblisnya itu mengikuti kemana pun sampai manjat-manjat gitu. Tapi anehnya iblis itu nggak berusaha nangkep atau ngejar Shane, cuma ngikutin doang. Pas diceritain sih gue nggak takut karena sudah siang, tapi kalau yang mengalami sih pasti seram :'D



Foto-foto sebelum pulang.


Entahlah mimpi jika mimpinya ada hubungan dengan hotel tempat kami menginap atau Shane hanya tersugesti dengan cerita-cerita seram yang dibaca di internet (---seriously, coba googling nama hotelnya, yang keluar malah tentang hotel angker semua). Yang pasti berhati-hatilah saat berharap sesuatu. Sebagai duo penggemar Halloween kami sering sesumbar ingin mengalami film horror di dunia nyata. Tapi setelah mengalami eh, takut juga guuuuys, hahaha. Jadi berharap yang baik-baik saja ya :p But anyway, ini tetap jadi pengalaman anniversary yang seru dan berkesan buat kami. Meski horror tapi gue nggak mau menukar dengan apapun. Karena justru semakin menyakinkan gue kalau he's the one, ---bahkan dalam suasana apapun kami tetap stick together. ----Cieeeeeh :D 
Sekarang sih kami belum tahun kapan bisa jalan-jalan lagi, bisa menginap di hotel lagi. Kalau dipikir pandemik yang terjadi sekarang malah lebih seram dari hantu-hantuan, ya :( Mari berdoa semoga ini cepat berlalu, deh! Amin....



Video anniversary pertama kami dan video pernikahan humble kami.



yang nantangin hantu tapi takut,


Indi




------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Minggu, 10 Mei 2020

Persembahan Lagu Ibu Pertiwi dari Indi

Yuhuuu, teman-teman adakah yang memiliki akun Instagram? Pasti banyak iya nggak sih? Soalnya ibu gue saja pakai dan aktif di sana, hahaha.
Nggak, kok, ---gue bukan mau ngomongin Instagram. Tapi ingin meminta bantuan kalian, mudah-mudahan berkenan yaaa.
Jadi gue mengikuti sebuah kontes bernyanyi (cover song) yang diadakan oleh "Kejar Mimpi" gerakan sosial yang diinisiasi oleh CIMB Niaga. Visinya yaitu untuk membentuk generasi muda Indonesia yang positif. Meski gue nggak bisa-bisa amat nyanyi dan main ukulele, tapi boleh dong ikutan. Apalagi gue selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang positif, hihi.

Kalian bisa support gue dengan cara menonton video clip dan tinggalkan "like". Kalau mau ditambah komentar, boleeeh. Gue malah semakin senang, hehehe. Step by stepnya seperti ini:

1. Buka aplikasi instagram.

2. Di kolom "Search" atau "Cari" ketik @indisugarmika. Nah, itu akun gue.

3. Lihat post terbaru gue, atau video yang ada di fitur IGTV. 

4. Silakan tonton video clipnya, nikmati dan jika suka tinggalkan "like" (juga komentar).


Atau langsung saja klik direct link ini: HERE

Simple kan :)


Lagu yang wajib yang dibawakan adalah "Ibu Pertiwi". Baru ngeh ternyata cocok sekali dengan situasi sekarang, sampai-sampai gue nggak bisa menahan haru waktu membawakannya... :')
Seluruh proses rekaman dan editing dilakukan di rumah dan hanya menggunakan handphone (Iphone 11). Selain bernyanyi, gue juga bermain ukulele. Sementara Shane, suami gue bermain gitar dan keyboard electric. Gue ucapkan terima kasih banyak banyak banyak untuk yang berkenan mendukung. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Dan... get well soon, world! 

xx,

Indi Sugar


------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Selasa, 05 Mei 2020

Kapan Harus Menikah?

Yay, gue kembali! ---Well, semoga saja gue benar-benar "kembali" aktif menulis di sini, ya. Bukan balik sebentar terus menghilang lagi, ahahaha. Buat gue rajin menulis itu murni agar otak gue tetap aktif, juga agar ada dokumentasi perjalanan hidup gue karena nggak semua hal bisa diabadikan dengan foto. Kalau ada yang membaca gue senang, tapi kalau pun nggak itu bukan masalah. Nggak akan gue jadikan alasan untuk stop menulis. Lalu, kemana saja kah gue selama 4 bulan terakhir? Jawabannya cukup complicated. Pertama, gue malas. Iya, setelah pindah ke rumah baru semenjak menikah segala "setting" berubah. Ada space khusus untuk gue menulis di sini, kamar kecil lengkap dengan meja dan kursinya. Tapi gue belum terbiasa, karena meski suasana di sini nyaman tapi tetap saja gue perlu adaptasi. Dan untuk mengatasinya gue kurang bijak. Alih-alih mencoba, gue malah lebih rajin baca buku atau menonton film sekarang, hahaha. Dan kedua, laptop gue yang memang usianya sudah tua semakin sulit untuk digunakan. Frekuensi tiba-tiba mati karena over heatnya semakin sering, lemotnya semakin luar biasa. Akhirnya gue jadi lebih sering bermain dengan laptopnya Shane, ---tapi bukan untuk menulis. Bersyukur kemarin gue dapat laptop "baru". ---Bukan model baru maksudnya, ini model sudah lumayan jadul tapi ini waaaay better dari laptop lama gue. Seharusnya alasan gue untuk "malas" jadi berkurang, dong sekarang. Kita lihat saja sama-sama, ya! Hahaha :p

By the way, gue mau cerita soal sesuatu yang sebenarnya sudah lama gue rencanakan. Tapi karena alasan yang gue sebutkan di atas, dan somehow lupa terus, akhirnya malah nggak jadi-jadi. Gue rasa sekarang waktu yang tepat karena sahabat gue, Rifa baru saja menikah (sebelum pandemik yang terjadi sekarang ini, ---Oh, God please lindungi kami semua). Yup, gue mau membahas soal pernikahan. Kalau soal "acara" pernikahan gue dan Shane sih sudah pernah ya, yang sekarang mau gue bahas itu tentang my thought about getting married. Mungkin  teman-teman yang sering membaca blog ini dari dulu tahu kalau gue nggak pernah membahas soal rencana menikah, meskipun saat itu gue punya long term boyfriend, ---delapan tahun. Well, itu karena gue nggak pernah punya rencana menikah muda dan nggak punya target usia kapan harus menikah. Gue adalah tipe orang yang let it flow. Kalau cocok ayo jalani, kalau nggak ya sudah tinggalkan. Nggak ada dalam kamus gue "sia-sia" atau "buang waktu" hanya karena suatu hubungan nggak berakhir di pernikahan. Buat gue pernikahan itu perjalanan, bukan sebuah goal yang tiap orang HARUS mengalaminya.

Balik lagi ke sahabat gue, Rifa. Kami sangat dekat, dengannya gue bisa bercerita apa saja. Begitu juga sebaliknya. Tapi bukan berarti kami selalu "setuju" dalam segala hal. Apa yang gue yakini, sukai, nggak selalu sama dengan Rifa. Dan untuk kami itu bukan masalah :) Berbeda dengan gue, Rifa selalu ingin menikah, menjadi seorang istri dan ibu. Pokoknya setiap kali berhubungan dengan laki-laki, tujuannya untuk menikah dan ingin langsung punya anak. Tentu gue sangat mendukung goalnya ini meski nggak sejalan dengan gue. Setiap kali ia dekat dengan seseorang, gue selalu dengan excited bertanya tentang kelanjutannya. Rifa sangat "pandai" berandai-andai, dengan lancar ia bercerita bagaimana kehidupan pernikahannya kelak dan itu membuat gue ikut bahagia :D Sampai-sampai gue bilang kalau ingin ia yang menikah duluan suatu hari, hahaha.

Tapi ternyata realitanya berbeda, gue lah yang menikah lebih dulu. ---Dengan sahabat sendiri yang sebelumnya nggak pernah gue gembar-gemborkan. Pacaran yang singkat, tanpa tunangan, tanpa resepsi. Buru-buru? Nop. Gue menikah karena gue TAHU sudah tiba waktu yang tepat. Tentu pernikahan gue mengejutkan banyak orang, termasuk Rifa (bahkan beberapa anggota keluarga gue). Memang serba salah, ya. Mendadak menikah bikin gempar, eh santai nggak nikah-nikah malah ditanya melulu, lol. Orangtua gue menikah di usia yang secara umum dianggap muda. ---Gue bilang dianggap karena muda itu relatif. Misalnya, menurut gue menikah usia 35 itu masih muda, tapi ada juga orang yang bilang telat, ---yang mana gue sangat nggak suka dengan istilah "telat nikah". There's no such thing as that, lah. Katanya kalau usia gue sekian harus sudah menikah, biar pas umurnya, biar ini, biar itu, biar masih cantik, biar punya anaknya belum terlalu tua, bla bla blaaaa... I called that BS! Beruntungnya gue dibesarkan oleh orangtua yang sangat suportif open minded. Sama seperti gue, mereka juga berpendapat kalau nggak ada patokan usia kapan manusia harus menikah. Kalau sudah siap dan mau menikah ya silakan, tapi kalau nggak siap (atau malah nggak mau) ya sudah. Dorongan-dorongan dari luar bisa berbahaya karena bisa membuat toxic marriage. Just imagine, kamu sebenarnya nggak mau menikah, tapi demi "menyenangkan" orang lain kamu menjalaninya dengan setengah hati. Your happiness matter, buddy!

Waktu Rifa menikah, gue bahagia sekali. Gue tahu ini sudah lama ia impikan, dan gue tahu kalau ia memang sudah SIAP. Keinginan ini datang dari dirinya sendiri, setelah menemukan laki-laki yang tepat ia nggak mau menunggu lama. Ini menjadikan moment pernikahannya nggak cuma istimewa buatnya, tapi juga untuk gue. Gue datang jauh-jauh bersama Shane dan juga Bapak dari Bandung ke resepsinya di Purwakarta. Her face... ia terlihat sumringah dan bersemangat. Gue dan Shane sampai hampir nggak mengenalinya karena ia terlihat cantik dengan gaun lebarnya.
Waktu gue mengetik ini I miss her so darn much, seperti yang gue bilang, kami bersahabat tapi gue dan Rifa "nggak sama". Setelah menikah ia berfokus dengan rumah tangganya, waktu untuk teman-temannya banyak berkurang, ---termasuk dengan gue. Sementara gue, setelah menikah nggak ada yang berubah. Gue masih hangout dengan teman-teman sebanyak sebelumnya, ---malah lebih seru karena Shane juga ikut. Tapi lagi-lagi, buat gue itu nggak masalah. Setiap orang boleh menentukan pilihannya dan saat nggak sesuai dengan gue bukan berarti harus memusuhi. Setiap rumah tangga bekerja dengan cara yang berbeda-beda ;)




Jadi kapan dong usia yang tepat untuk menikah menurut gue? NGGAK ADA. Pernikahan itu bukan perlombaan. Manusia boleh menikah kapanpun (asal cukup umur, siap mental dan finansial) atau malah nggak menikah sama sekali. Keinginan dan goal hidup setiap orang itu berbeda. Jangan lupa kalau kadang usia juga nggak berarti apa-apa. Bisa saja yang berusia 25 tahun lebih siap (dan lebih ingin) untuk menikah dibandingkan temannya yang berusia 40 tahun.
Dan well, sekarang bulan puasa sebentar lagi Lebaran tiba. Kalau nih... kalau-kalau saja corona sudah pergi dan kita punya kesempatan buat kumpul-kumpul, please stop bertanya "Kapan nikah?" (dan 'kapan-kapan' yang lain seperti tentang anak, pekerjaan, etc). Itu bukan urusanmu. Jangan sampai pertanyaan-pertanyaan basa-basi yang basi itu malah jadi beban atau malah melahirkan pernikahan yang terpaksa. Gue nggak becanda, ada kenalan gue (masih kerabat sih...) yang akhirnya menikah karena bosan ditanya terus. Padahal ia mengaku kalau ia nggak cinta sama istrinya. Dan sekarang, guess what?! Ia berencana punya anak. Kenapa? Karena cape ditanya melulu! See that, ia (dan istri dan anak kelak) adalah korban dari pertanyaan basi tersebut. Bagus kalau pada akhirnya mereka bisa cope with the situation dan menjalani pernikahan yang tulus. Nah kalau nggak? Mau disalahkan? Ah, gue jamin paling orang-orang yang nanya melulu itu langsung ngeles dengan bilang, "Kan gue cuma nanya."
Kan somplak.


yang waktu itu menikah karena (akhirnya) ingin,

Indi



------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 28 Desember 2019

Tulisan Pendek di Akhir Tahun 2019 :)

Nggak terasa tahun 2019 akan segera berakhir. --- Well, at least buat gue begitu, nggak terasa. Dibandingkan dengan tahun kemarin, tahun ini terasa sangat cepat buat gue. Rasanya baru kemarin gue main kembang api di halaman rumah ortu gue sama keponakan, eh tahu-tahu sekarang ada di sini, lagi nulis di rumah gue sendiri sambil minum soda yang sudah flat, hahaha. Tahun 2019 adalah tahun yang baik buat gue, dalam artian ada momen-momen menyenangkan tapi ada juga momen-momen yang.... begitulah, yang nggak bisa dibilang buruk tapi juga nggak bisa dibilang bagus. Ulang tahun pernikahan yang pertama adalah salah satu momen menyenangkan dan nggak terlupakan. Gue belum sempat menceritakannya di sini (---mungkin nanti). Juga waktu untuk pertama kalinya menjadi juara 3 di kontes musik, yang buat gue "luar biasa" karena sebelumnya hanya sampai 100 besar saja, hahaha. Dulu, gue selalu nggak sabar untuk berbagi cerita di sini, apapun akan gue share dengan cepat. Tapi sekarang berbeda, dan gue rasa perubahan ini adalah proses pendewasaan gue di tahun 2019.

Kalau sudah menikah hidup akan berubah, begitu kata teman-teman. Ada yang sibuk menjadi ibu rumah tangga, ada yang sibuk menjadi ibu baru, ada yang sibuk mengurus keuangan rumah tangga, dan lain sebagainya... Tapi gue nggak setuju. ---Bukan berarti teman-teman gue salah, tapi setiap pernikahan itu berbeda. Apa yang gue alami belum tentu sama dengan mereka, begitu juga sebaliknya. Gue masih tetap gue, dengan rutinitas yang sama. Meski berumah tangga terpisah dari orang tua sejak bulan keenam menikah, gue dan Shane nggak mendadak menjelma jadi "ibu-ibu" dan "bapak-bapak". Kami tetap act seperti best friend. Gue tetap hangout bersama teman-teman perempuan, Shane pun bisa berjam-jam menghabiskan waktu dengan bermain musik dan kami tetap sama-sama happy :) Kami nggak pernah dipusingkan dengan "kata orang" tentang apa dan bagaimana pernikahan itu seharusnya. Buat kami nggak ada benar nggak ada salah. Jalani saja semua dengan santai (dan bertanggung jawab). Karena pernikahan seharusnya fun, dan kami bersyukur bisa mengalaminya.

Tapi gue tetap "berubah", dan itu bukan kerena pernikahan. Gue hanya menjadi dewasa, as simple as that. Shane (atau siapapun) nggak pernah melarang atau meminta gue melakukan sesuatu. Gue boleh pakai tato di wajah kalau mau, atau nggak mandi satu minggu tanpa alasan, hahaha. Semakin bertambah usia, semakin gue berpikir sebelum melakukan sesuatu. Dulu gue adalah orang yang sangat vocal dalam mengemukakan pendapat, hampir setiap hari gue menulis di status Facebook. Ada keenngaknyamanan sedikit saja gue pasti langsung share. It's not a bad thing, tapi sekarang gue lebih berhati-hati dengan dampaknya. Sebisa mungkin gue menghindari agar nggak ada yang merasa tersinggung, atau malah gue yang terkena masalah. Gue berusaha mengerem agar nggak over share. Punya gadget baru, habis makan di restoran fancy, difollow sama idola memang "keren". Tapi gue merasa nggak perlu update puluhan foto dan menulis status panjang lebar buat menceritakan itu semua. Bukan berarti gue stop berbagi, hanya membatasi. Gue sendiri senang banget kok baca cerita atau lihat-lihat foto teman-teman gue. Melihat orang lain bahagia kan bikin ikut bahagia. Jadi nggak ada yang salah dengan berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan atau foto :)

Kita memang nggak punya mesin waktu, nggak bisa bolak-balik buat melihat apa yang terjadi sama kita kalau kita ubah skenario hidup dari A ke B seperti buku Goosebumps zaman dulu (hayo ada 90's babies atau kids nggak di sini? haha). Jadi gue nggak bisa tahu apa yang terjadi seandainya sekarang gue belum menikah. Tapi bukan berarti tanpa pernikahan gue nggak akan "berubah". Nggak ada yang bisa menghalangi seseorang dari proses pendewasaan terkecuali pikirannya sendiri. Intinya, perubahan status bukan berarti membuat seseorang otomatis menjadi dewasa. Gue bisa saja sedang duduk di sebelah Steven Tyler sekarang, di penerbangan kelas utama tapi kalau gue "memilih" untuk stuck, ya gue nggak akan dewasa.
Well, anyway sebenarnya inti dari post gue kali ini cuma mau mengucapkan selamat hari Natal dan tahun baru, kok, entah kenapa jadi panjang lebar, hahaha. Nggak apa-apa ya sekedar berbagi, lagipula gue rindu "ngobrol" sama kalian (haloooo readers) karena cukup lama nggak menulis di sini.



Oh iya, gue juga punya kabar yang mungkin saja bermanfaat buat teman-teman yang belum tahu mau kemana buat liburan akhir tahun. Di 4 kota di Indonesia; Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta sedang ada event "Out of the Boox", lho. Di sana kita bisa membeli buku-buku dari segala macam genre, lokal dan internasional dengan diskon sampai 90%! Keren banget, kan. Event ini diadakan sampai tanggal 30 Desember 2019. Jadi kalau mau beli buku buat kado tahun baru masih bisa banget! Pssst, novel gue "Waktu Aku sama Mika" juga ada di sana. Boleh banget dijadiin kado, atau buat koleksi jaga-jaga kalau yang satunya lecek :p Buat lokasi di masing-masing kota bisa dilihat di gambar ya (silakan googling kalau bingung dengan alamat lengkapnya). Dimulai dari pukul 9.00 sampai 21.00, ---khusus di Surabaya sampai pukul 21.30! Besok rencananya gue dan Shane juga mau ke "Out of the Boox" yang di Bandung. Mau beli buku buat stock liburan, maklum sedang mager maksimal malas kemana-mana mending baca buku, hahaha. 


Sekali lagi, Merry Christmas and Happy New Years, ya. Semoga di tahun 2020 segalanya menjadi lebih baik buat kita semua, dan semua rencana yang tertunda bisa terealisasi. Amin.

Sekian tulisan singkat gue yang campur aduk kali ini, soda flat gue sudah habis jadi sekarang mau tidur dulu. Eh, besok ada yang mau ke "Out of the Boox" juga kah? Siapa tahu kita bertemu ;)


yang sedang dalam proses menjadi dewasa,

Indi




------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 23 November 2019

Jenis-Jenis Pinjaman Aman 25 Juta

Jika ingin membutuhkan dana yang cepat untuk hal yang darurat atau untuk menambah modal usaha salah satunya bisa dengan mengajukan pinjaman. Kebanyakan orang bisa menggunakan tabungan atau dana darurat disaat keadaan yang lagi susah, tetapi tidak semua orang mempunyai tabungan. Atau bisa juga dana daruratnya tidak mencukupi untuk kebutuhan yang dimaksud. Dan apabila kamu menginginkan pinjaman aman 25 juta tanpa jaminan harus diperhatikan beberapa hal agar bisa diterima. Harus kamu perhatikan juga beberapa resiko apabila kamu mengambil pinjaman itu. 
Resiko mengajukan pinjaman tanpa jaminan
Kemungkinan Ditolak
Sebelum mengajukan pinjaman, kamu harus pastikan sudah memenuhi semua persyaratan. Ada beberapa kemungkinan kenapa pengajuan pinjaman bisa ditolak, seperti memiliki catatan buruk masalah kredit, dokumen tidak lengkap atau bisa juga tidak memenuhi syarat. 
Jangka Waktu Pendek
Jangka waktu yang pendek akan diberikan untuk pengajuan pinjaman tanpa jaminan, kebanyakan waktunya adalah 3 bulan sampai 36 bulan. Jangka waktu biasanya akan menyesuaikan dengan jumlah pinjaman, semakin banyak kamu mengambil pinjaman semakin lama jangka waktunya.
Memiliki Bunga yang Tinggi
Karena pinjamannya tanpa jaminan, maka pihak penyedia akan menetapkan bunga yang tinggi. Untuk itu sebelum mengajukan pinjaman aman 25 juta, bandingkan terlebih dahulu atau memilih penyedia pinjaman yang memberikan bunga yang paling rendah.  
Pilihan Pinjam Uang 25 Juta Tanpa Jaminan
Buat kamu yang ingin mengajukan pinjam uang 25 juta tanpa jaminan, ada beberapa pilihan penyedia pinjaman yang bisa kamu pilih seperti yang ada di bawah ini:
TunaiKita
TunaiKita merupakan penyedia pinjaman yang sudah terdaftar di OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ). Dan pihak OJK akan selalu mengawasi semua prosedur atau tahapan-tahapan mulai dari proses, pembayaran dan penagihan. Makanya kamu tidak perlu khawatir dengan jenis pinjaman online seperti ini, apakah itu dari aplikasi penyedia maupun dari website. Keamanan sudah terjamin serta dapat dipercaya karena ada pihak yang mengawasi.
Kredit Tanpa Agunan ( KTA )
KTA merupakan salah satu penyedia pinjaman yang sudah dijamin keamanannya karena yang mengeluarkan adalah bank resmi. Apabila ingin mengajukan pinjaman aman 25 juta di KTA kamu tidak perlu memberikan jaminan. Yang harus dipenuhi adalah KTP, slip gaji, NPWP, dan kartu kredit dengan nilai limit tertentu. Kamu juga harus pandai memilih dan membandingkan karena hampir semua bank sudah menawarkan produk KTA ini. Dapatkan penawaran yang terbaik dari bunga atau ketentuan-ketentuan yang lain.
Tarik Tunai Kartu Kredit
Apabila kamu mempunyai kartu kredit, yang mempunyai fasilitas tarik tunai bisa dipakai untuk mendapatkan pinjaman aman 25 juta tanpa jaminan. Tapi harus kamu ingat dan diperhitungkan terlebih dahulu jika kartu kredit ini memiliki bunga yang tinggi, bisa mencapai 2.25-4%. Dan 1 hal lagi yang harus diperhatikan yaitu angka limit kartu kredit kamu harus berada di sekitaran 50 juta.
Terkadang kita sering mengalami keadaan darurat dan membutuhkan dana untuk keperluan penting. Saat ini sudah banyak penyedia pinjaman mulai dari bank dan perusahaan fintech. Ada juga berbagai macam bentuk pinjaman salah satunya yaitu pinjaman dana tunai bisa dengan jaminan atau tanpa jaminan. Pinjaman dana tunai banyak digemari karena bisa langsung digunakan setelah di cairkan ke rekening kamu. Jumlah pinjaman sangat beragam mulai dari 1 juta sampai ratusan juta rupiah dengan jangka waktu yang beragam sesuai ketentuan.
Jenis-jenis Pinjaman Dana Tunai Di Indonesia
Kamu bisa memilih Pinjaman dana tunai yang memiliki berbagai jenis, sebenarnya ada empat yang paling populer dan yang paling banyak diajukan di Indonesia salah satunya adalah kredit multiguna. Kredit dengan agunan atau kredit multiguna adalah dana tunai yang akan diberikan pihak penyedia pinjaman setelah kamu mengagunkan barang berharga, misalnya BPKB, dan sertifikat tanah. Besarnya nominal plafon pinjaman yang diberikan berkisar hingga 80 persen dari total nilai jual aset.  Contohnya jika kamu ingin mengagunkan sertifikat rumah, sedangkan rumah yang kamu agunkan memiliki nilai jual seharga Rp 300 juta. Tetapi kamu hanya dapat mendapatkan pinjaman Rp 300 juta x 80 persen = Rp 240 juta. Karena semakin tinggi nilai aset yang diagunkan, maka semakin tinggi nominal plafon pinjaman yang bisa kamu dapat. Dan untuk informasi yang lebih banyak kamu dapat mengunjungi https://www.cekaja.com/info/lewat-fintech-kini-bisnis-kecil-bisa-pinjam-uang-hingga-rp25-juta/


Jumat, 22 November 2019

Cara Ampuh Cari Tempat Kuliah Online yang Berkualitas dan Tepat

Di era yang semua serba canggih ini, di mana kemajuan teknologi membuat semua mudah untuk diakses, kuliah pun sekarang tidak harus dilakukan dengan tatap muka langsung di kelas. Sudah banyak dibuka kelas-kelas kuliah online yang bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Buat kamu sekarang yang sedang cari tempat kuliah online yang berkualitas dan tepat, tidak perlu ke luar negeri. Karena di Indonesia kini sudah banyak perguruan tinggi yang menyediakan kuliah online dengan kualitas bagus. Sebagai seorang mahasiswa yang memilih kuliah online, persiapan dan perencanaan yang baik perlu dilakukan supaya mencapai hasil yang maksimal. Dalam perkuliahan online atau kuliah non tatap muka ini, mahasiswa tidak dituntut rutin datang ke kampus. 
Kuliah Online juga merupakan salah satu sarana pembelajaran interaktif yang sekarang ini lagi banyak diminati para mahasiswa terutama yang sudah bekerja. Dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan media internet kapanpun dan dimanapun sesuai kesepakatan perkuliahan. Dosen dapat memberikan materi kuliah, baik berupa file, video, maupun tulisan (teks) dan lainnya. Melalui kuliah online ini, seorang dosen juga bisa mengajar di beberapa tempat secara bersamaan. Kuliah online adalah kuliah yang bisa dilakukan tapi tanpa harus menghadiri kelas yang ada di kampus seperti biasanya. Ada beberapa tips yang bisa kamu coba agar perkuliahan online kamu sesuai dengan minat dan bakatmu. 

Tentukan Jurusan Sesuai Minat
Hal ini juga hampir sama dengan memilih kuliah offline, kamu juga harus memilih jurusan yang sesuai dengan apa yang kamu sukai. Karena kalau kamu memilih jurusan kuliah online yang tidak sesuai dengan minat dan tidak kamu sukai, maka kamu akan mudah bosan dan pada akhirnya kamu tidak konsisten mengikuti perkuliahan tersebut. Hal tersebut justru akan membuat kamu tidak bisa menyerap ilmu yang diajarkan dosen saat kuliah online.

Pilih Jurusan Yang Sesuai Dengan Kemampuan
Selain memilih jurusan yang kamu sukai, kamu juga harus mempertimbangkandengan baik mengenai jurusan tersebut yang sesuai dengan kemampuan kamu. Metode kuliah online berbeda dengan kuliah offline, hal tersebut akan bisa menjadi masalah tersendiri bila kamu salah memilih jurusan yang tidak sesuai kemampuanmu di perkuliahan online.

Pertimbangkan Akreditasi Jurusan Di Perkuliahan Yang Kamu Pilih
Setiap perguruan tinggi pastinya mempunyai akreditasi untuk masing-masing jurusan yang mereka punya tidak terkecuali perguruan tinggi yang menyediakan kuliah online. Pilihlah jurusan dengan akreditasi yang cukup baik, karena nantinya mau tidak mau akreditasi tersebut akan menjadi pertimbangan sebuah perusahaan ketika kamu melamar pekerjaan.

Mencari Banyak Info Dan Konsultasi Berdasarkan Pengalaman
Kalau kamu punya kakak atau teman yang sebelumnya sudah mencoba kuliah online, ada baiknya kamu berkonsultasi dengannya untuk mencari info. Bertanya langsung secara nyata akan memudahkan kamu. Menyesuaikan antara fakta pengalaman yang terjadi dengan kemampuan yang kamu miliki.

Usahakan Memilih Jurusan Yang Dibutuhkan Dimana-Mana Atau Bisa Masuk Banyak Bidang
Selain mencari jurusan yang peluang kerjanya banyak, kalau kamu belum tahu mau apa, mencari jurusan yang fleksibel untuk kerja dimana saja juga merupakan ide yang bagus. Jurusan Teknik informatika atau akuntansi yang selalu dibutuhkan perusahaan apapun latar belakang perusahaannya bisa jadi pilihan yang baik. Tapi ingat, pertimbangkan kemampuan dan minat kamu dulu ya.

Cari Tau Mengenai Biaya Perkuliahan Online Di Tiap Referensi Dengan Teliti
Sebagaimana program studi di tiap universitas akan berbeda dengan program studi yang lainnya, maka sudah seharusnya kamu mengetahui berapa kisaran biaya pada tiap kampus. Informasi ini akan bermanfaat untuk menyusun perbandingan harga. Jika sudah tahu harga dan fasilitas yang terbaik, kalian mulai bisa menyusun anggaran pendidikan dengan tepat dan memilih sesuai dengan kemampuan keuangan. 

Sejauh ini, kuliah online begitu membantu dalam meningkatkan proses belajar dan mengajar yang tidak dapat dilakukan di kelas nyata karena adanya keterbatasan ruang dan waktu dalam belajar. Apabila kamu masih merasa bingung dan butuh informasi lebih lanjut, maka bisa buka link berikut ini https://www.cekaja.com/info/tempat-kuliah-online-murah-dengan-kualitas-baik-di-indonesia/. Semoga bermanfaat!

Kamis, 21 November 2019

Pinjaman Online Bulanan Syarat Mudah Langsung Cair


Dari begitu banyaknya penyedia jasa pinjaman online, tidak semuanya bisa memberikan pelayanan yang cepat. Pinjaman online bulanan cepat cair tentu adalah salah satu solusi agar kebutuhan dadakan bisa tertutupi. Tidak seperti kebanyakan tempat lain dimana anda harus menunggu sampai beberapa bulan untuk tau apakah ajuan pinjaman anda disetujui atau tidak, disini pinjaman online cepat cair bisa bantu anda.
Seperti yang anda tahu, saat anda meminjam pinjaman dana ke bank maka ada banyak sekali syarat yang harus dipenuhi agar ajuan pinjaman dana anda disetujui. Hal ini bisa memakan waktu yang cukup lama paling cepat 7 hari kerja sedangkan kadang kala anda memerlukan uang dadakan dengan jumlah yang tidak bisa anda tutupi dengan meminjam kepada kerabat. Saat begini, pinjaman online membantu anda.
Anda juga pasti masih bertanya “kalau gitu, kenapa kok ada orang yang masih pinjam di bank?” karena pinjaman online punya maksimal nominal. Biasanya pinjaman online hanya sampai 20 juta paling besar. Sedangkan anda bisa saja membutuhkan nominal lebih besar lagi oleh karena itu pinjaman bank juga masih menjadi salah satu opsi akurat untuk urusan keperluan pinjaman finansial.

Pinjaman Online Cepat Cair yang Terpercaya Dimana?

Nah jika anda masih saja ragu dalam memilih mana situs penyedia jasa pinjaman online bulanan yang aman dan mudah, disini kami akan jelaskan kepada anda apa aja nih kemudahan dan juga kelebihan yang diberikan oleh cekaja.com sebagai penyedia jasa pinjaman online bulanan yang bukan hanya aman tapi juga cocok  untuk semua kriteria anda dan bisa anda andalkan.

·     Merupakan situs penyedia pinjaman online yang terdaftar di OJK
Untuk standar mana pinjaman online aman dan cepat maka harus terdaftar di OJK atau otoritas jasa keuangan. Jika sudah terdaftar di OJK maka situs pinjaman online tersebut merupakan salah satu yang terpercaya untuk anda andalkan. Jadi intinya terdaftar di OJK adalah standar untuk pinjaman online yang aman untuk digunakan guna terhindar dari oknum tidak bertanggung jawab yang merugikan.
·         Dana pinjaman cair dengan cepat hanya satu jam
Selain itu anda juga akan mendapat kemudahan lain. Di pinjaman online bulanan anda akan dibantu kebutuhan finansialnya. Jadi jika anda disetujui untuk mengajukan pinjaman online bulanan maka dana anda bisa cair dalam waktu satu jam saja. Tentu saja ini proses yang sangat singkat untuk mengajukan pinjaman online dengan jumlah yang bervariatif tapi tetap efisien waktu.
·         Syaratnya mudah untuk dipenuhi
Nah sama seperti penyedia jasa pinjaman yang lain, tentu saja anda harus memenuhi syarat terlebih dahulu agar dana bisa cair. Di cekaja.com syarat umum yang harus anda penuhi adalah surat keterangan domisili dan juga keterangan bahwa anda adalah warga NKRI. Nantinya anda akan harus mengisi formulir secara online jadi anda tidak perlu keluar rumah untuk daftar ajukan pinjaman online bulanan.
·         Bunga dan juga lama pinjaman sangat menyesuaikan
Jadi jika anda menggunakan jasa pinjaman online bulanan dari cekaja.com banyak bunga yang wajib anda bayarkan akan tergantung berapa lama anda hendak meminjam dana tersebut. Dikarenakan ada banyak jenis pinjaman online dan juga lama anda meminjam akan berbeda. Untuk menghindari salah persepsi akan ada simulasi perhitungan jumlah yang anda terima dan yang harus anda bayarkan.
·         Banyak jenis pinjaman dana yang ada
Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, sekarang pinjaman online sudah ada banyak opsi. Bukan hanya memudahkan syarat seperti pinjaman online bulanan, anda juga bisa ambil opsi pinjaman online yang lebih fokus pada tujuan. Misalnya pinjaman online cicilan, pinjaman online modal usaha dan juga beberapa jenis pinjaman online lain yang mungkin bisa membantu anda terfokus pada tujuan awal mengajukan pinjaman online tersebut.
Nah itu dia beberapa kelebihan dan juga kemudahan yang ditawarkan oleh penyedia jasa pinjaman online bulanan yaitu cekaja.com. Anda juga bukan hanya mendapat jaminan aman tetapi juga berikut dengan serangkaian kelebihan lainnya. Silahkan klik link ini untuk ajukan pinjaman online bulanan yang terpercaya https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/.