Tampilkan postingan dengan label outfit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label outfit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Piknik Seru Sambil Berbagi Ilmu bersama ODHA Berhak Sehat dan Indi Sugar :)


What I wore? Hair Bow, Overall dress, Top: Toko Kecil Indi | Watch: Sanrio | Socks: Pasar Baru | Shoes: Chello 


Howdy do, my bloggies friends! Semoga semuanya baik-baik saja ya meskipun cuaca sedang agak kering ;) Beberapa waktu lalu gue sempat menyebutkan bahwa ada beberapa hal baru yang sedang gue kerjakan belakangan ini. Nah, salah satunya pada tanggal 11 Oktober 2014 kemarin gue diundang oleh ODHA Berhak Sehat untuk sharing sekaligus kopi darat di Taman Cibeunying Bandung. Ketika ditawari, gue langsung mengiyakan meskipun sebelumnya hanya mengenal ODHA Berhak Sehat (disingkat “OBS”) dari twitter. Alasannya tentu saja karena menurut gue visi dan misi dari OBS sangat positif. Mereka ingin memberikan informasi tentang isu HIV/AIDS pada masyarakat baik tua maupun muda dengan cara yang “berbeda”, yang tentu saja akan lebih efektif dari pada cara yang konvensional :D

Mungkin ada teman-teman yang belum tahu kenapa gue bisa terlibat dengan isu HIV/AIDS. Well, pada awalnya gue juga sama seperti kebanyakan anak-anak seusia gue pada waktu itu (15 tahun), sama sekali nggak tahu apa-apa soal HIV/AIDS sampai suatu hari bertemu dengan Mika, pacar pertama gue yang sampai hari ini gue anggap sebagai laki-laki luar biasa. Mika adalah laki-laki yang berusia 7 tahun diatas gue yang juga seorang ODHA, orang dengan HIV/AIDS. Bersamanya gue mendapatkan pelajaran tentang banyak hal, membuat gue menjadi pribadi yang semakin positif meskipun hidup Mika sendiri nggak mudah. Banyak orang yang memberinya label-label negatif, temasuk beberapa teman gue. Itulah yang membuat gue ingin mengenal tentang isu HIV/AIDS setelah kepergian Mika.

Gue excited sekali saat bersiap-siap untuk kopi darat bersama sahabat OBS. Selain nggak sabar untuk sharing tentang pengalaman bersama Mika, gue juga nggak sabar untuk bertemu teman-teman baru. Apalagi konsep kopi daratnya unik sekali, yaitu piknik di taman kota. Dari rumah gue membawa sedikit bekal untuk dinikmati bersama di sana; satu kotak roti dan beberapa batang lollipop. Hehehe, gue memang bukan anak-anak lagi, tapi untuk gue lollipop adalah permen yang punya nilai historis, karena dulu Mika selalu memberi gue lollipop setiap kami bertemu :)

Gue sudah bersiap dengan lollipop dan pita merah yang disematkan di dada kiri :)

Waktu gue tiba di Cibeunying Park banyak hal-hal yang mengejutkan (---selain gue nyasar sampai satu jam karena mengikuti petunjuk dari 4 juru parkir berbeda, lol---). Di sana sudah ada Ayu dan Sindi, admin dari ODHA Berhak Sehat dan beberapa teman-teman yang baru saja gue kenal ketika sharing berlangsung. Latar belakang mereka berbeda-beda, ada karyawan, guru, wirausahawan sampai dengan ibu rumah tangga. Nah, yang paling istimewa ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta! :) Kami saling berkenalan dan berbagi kisah dengan santai, sambil diiringi canda dan cemal-cemil. Menyenangkan sekali.

Mengenalkan diri :)

Meski lupa bawa tikar tapi tetap betah, hihihi.

Meski kesannya santai, tapi kami mendapatkan banyak ilmu. Latar belakang kami yang berbeda membuat kami bisa bertukar infomasi-informasi seputar HIV/AIDS. Gue jadi tahu bagaimana ARV itu bekerja (well, sebenarnya gue menulis tentang ini di skripsi, tapi nggak terlalu mendalam), gue juga jadi tahu bagaimana ARV bisa menyebar ke seluruh Indonesia. Bahkan kami berbagi hal-hal yang mendasar, seperti misalnya tentang hal-hal yang bisa menularkan HIV, karena ada beberapa dari kami yang belum tahu. Dan itu membuat gue sangat sangat sangat salut, mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang HIV/AIDS karena mereka peduli, bukan ‘hanya’ karena ada teman atau keluarga mereka yang mengidap :)

Piknik ini sepertinya sudah cukup untuk menjelaskan tentang apa yang ingin disampaikan oleh OBS. Kami makan bersama, duduk bersama, saling berangkulan tanpa melihat latar belakang. Kami semua sama, ODHA atau bukan it doesn’t matter. Itulah kekuatan dari sharing, kita jadi nggak menduga-duga dan takut karena sesuatu yang nggak jelas. Jika nggak ada yang bilang, orang yang melihat kami pasti nggak ada yang bisa membedakan siapa diantara kami yang ODHA dan bukan :) Dulu gue merasa Mika sama saja seperti gue, nggak ada yang membedakan kami apalagi kami saling jatuh cinta. Tapi orang-orang bilang itu karena gue nggak mengerti apa itu HIV/AIDS, karena gue nggak tahu kenapa Mika bisa begitu. Setelah dewasa gue sadar bahwa gue nggak salah, tapi merekalah yang memberikan prasangka dan judgment sebelum benar-benar mengenal Mika. Padahal siapa saja bisa terjangkit HIV, bahkan anak-anak, dan memberi label pada ODHA tentu saja bukan hal yang bijak. Mereka nggak mengerikan, mereka hanya sakit. Dan kita juga bisa begitu, kan?

Nggak terasa langit semakin gelap dan adzan magrib sudah terdengar. Keasyikan kebersamaan kami membuat waktu nggak terasa. Kami betah saja duduk berlama-lama beralaskan rumput karena admin OBS lupa membawa tikar, hihihi. Sebelum ditutup ada beberapa hadiah yang dibagikan. Semua yang hadir mendapatkan stiker ODHA Berhak Sehat dan salah seorang peserta, Syifa mendapatkan hadiah istimewa berupa T shirt karena sudah jauh-jauh datang dari Jakarta. Gue juga mendapatkan sebuah buku yang berisi kumpulan cerita pendek dari IPPI Indonesia yang berjudul “Aku Kartini Bernyawa Sembilan”, senang sekali :) Dan untuk teman-teman baru di sana gue juga membawa 2  buah novel “Karena Cinta Itu Sempurna” yang berisi biografi mini gue termasuk menceritakan saat-saat gue bersama Mika. Semoga saja memberi manfaat :)

Ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta dapat hadiah istimewa! Hihihi. Congrats, Syifa! :)

Diwakili Ayu, gue mendapatkan buku kumpulan cerpen "Aku Kartini Bernyawa Sembilan" :)

Novel Karena Cinta Itu Senpurna untuk Andri dan Anis :)

Sebelum berpamitan kami berfoto bersama. Perasaan gue begitu senang dan bangga atas piknik yang diselenggarakan oleh ODHA Berhak Sehat ini. Ayu, Hendra, Anis, Deni, Andri, Sindi, Lina, Syifa dan Rini menjadi teman-teman baru gue. Sungguh luar biasa apa yang mereka lakukan, membuka diri untuk berbagi dan menerima ilmu-ilmu baru. Menurut gue membuka diri untuk hal baru adalah hal yang indah. Dulu gue nggak tahu apa-apa soal scoliosis dan baru mencaritahu setelah gue sendiri mengidap scoliosis di usia 13 tahun. Gue juga baru mencari tahu tentang HIV/AIDS setelah gue berpacaran dengan Mika. Memang nggak ada kata terlambat, tapi mencari tahu karena kita peduli dan bukan karena merasa “harus” akan lebih baik. Itu membuat kita open minded dan menghentikan dari prasangka-prasangka akibat keenggaktahuan kita terhadap suatu hal. Rini dan Syifa ingin tahu lebih banyak tentang HIV/AIDS setelah membaca novel “Waktu Aku sama Mika”. Mereka nggak mengenal Mika, tapi mereka peduli dan ingin melakukan perubahan. Jika mereka bisa, gue percaya semua juga bisa. Langkah ODHA Berhak Sehat ini mungkin terlihat kecil, kami hanya sekelompok orang. Tapi bayangkan jika setelah pulang semuanya membagi kisah tentang pertemuan ini pada teman-teman, keluarga atau bahkan di sosial media... 
Let’s start sharing! ;)

Berpose dengan stiker dari ODHA Berhak Sehat :)

Thanks a lot untuk Bapak yang menemani gue sepanjang sore. Love you, Daddy! :)

Link:
-          ODHA Berhak Sehat
-          IPPI Indonesia
-          Indi Sugar


Lollipop girl,


Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Email: namaku_indikecil@yahoo.com

Selasa, 15 Oktober 2013

My DIY Halloween Costumes Project: Dorothy Gale from Wizard of Oz and Harry Potter :)

Howdy-do my friends!
Tulisan gue kali ini bakal berbeda dari biasanya. Mungkin bagi sebagian orang temanya nggak penting (memangnya tulisan gue pernah penting? Lol), tapi gue putuskan untuk membaginya karena ini bulan Oktober yang artinya identik dengan suasanan menyeramkan tapi seru yaitu... HALLOWEEN! :)
Nah, mengerti kan kenapa gue bilang kalau tulisan kali ini temanya nggak penting. Karena Halloween memang bukan budaya Indonesia dan nggak banyak orang yang exited dengan perayaan ini. Jangankan exited, seringnya malah nggak ngeh kalau sudah Halloween dan satu-satunya ciri adalah kalau televisi mulai memutar film-film horor, hehehe.

Kalau sudah baca tulisan tentang perayaan Halloween gue tahun lalu mungkin teman-teman akan mengerti kenapa gue menyukainya. Bukan karena suka yang seram-seram, ya, gue malah penakut (kecuali untuk Twilight Zone, karya-karya R. L Stine dan Stephen King. Lol, weird), tapi gue sangat menikmati pesta kostum dan treat (nggak pakai "trick"). Gue suka sekali berdandan seperti tokoh-tokoh di dunia dongeng. Meski di Irlandia, negara asalnya identik dengan kostum seram, di Indonesia Halloween lebih identik dengan kostum apa saja asalkan fun. Belum lagi di prechool tempat gue bekerja setiap Halloween pasti ada perayaan dan bebas mengajar. Jadi pantas saja kan kalau gue menyukainya ;)

Tahun ini gue memutuskan untuk jadi Dorothy Gale dari Wizard of Oz. Setelah tahun sebelumnya gue menjadi Carol Anne dari Poltergeist supaya identik dengan seram, tahun ini gue sedikit melanggar aturan preschool gue yang mengikuti Halloween ala Irlandia, hehehe. Dorothy adalah tokoh perempuan manis yang tanpa sengaja pergi jauh dari Kansas dan harus mencari penyihir dari Oz untuk menemukan jalan pulang. Meski ada unsur magic, Dorothy justru sama sekali nggak punya kekuatan magis, ia hanya kebetulan berada di situasi yang mengharuskannya melawan penyihir jahat. Gue belum dapat persetujuan buat pakai kostum ini di preschool, sih, tapi gue akan memakai kostum Dorothy ini untuk bersenang-senang dan merayakan di tempat lain saja bersama Ray :D

Meski tahun ini ada kemungkinan akan mempunyai dua kostum, bukan berarti gue akan membeli kostum baru. Justru gue ingin menguji sejauh mana kreatifitas gue, hihihi. Halloween ala gue itu tentang bersenang-senang, jadi jangan sampai malah menjadi beban dengan merasa harus mengeluarkan uang. Sama seperti tahun lalu, Ray juga akan memakai kostum yang gue pilihkan. Setelah menjadi John Frusciante, tahun ini ia akan menjadi Harry Potter, tokoh idola masa kecil gue yang kostumnya cukup mudah ditiru hanya dengan modal membongkar lemari baju :p

Berhubung sudah menonton film Wizard of Oz berkali-kali gue jadi hapal betul dengan kostum Dorothy. Yang gue lakukan selanjutnya tinggal mengingat-ingat item apa saja yang sangat iconic darinya, dan apa saja yang bisa gue temukan di rumah untuk menjadikan gue (cukup mirip) dengan Dorothy.
Nah, sekarang gue akan membagi tips bagaimana untuk menjadi Dorothy Gale di perayaan Halloween. Dan tentu, setelah itu akan gue jelaskan juga bagaimana cara menjadi Harry Potter. Keduanya adalah versi gue dan tentu saja dengan budged bersahabat ;)


Dorothy Gale dari Wizard of Oz.


1. Di sepanjang film Dorothy memakai dress overall bermotif kotak-kotak. Waktu film berubah menjadi berwarna (sebelumnya hitam-putih) penonton bisa melihat bahwa warna dress Dorothy adalah biru-putih. Gue mencari sisa kain di rumah dengan warna yang mirip, dan syukurlah menemukannya :D Berhubung hanya ada sedikit jadi gue membuatnya dengan bentuk "celemek". Meski berbeda dengan model aslinya, jika dilihat dari depan akan tetap terlihat mirip dengan dress Dorothy di film. 
Tapi jika nggak mempunyai kain yang sama persis, kalian bisa memakai dress bermotif kotak-kotak dengan warna apa saja, toh di awal film penonton nggak tahu apa warna dress yang sebenarnya, hehehe. Atau let's make it simple, dress berwarna biru polos pun sudah cukup mewakili karena ciri khas outfit Dorothy yaitu sederhana.

2. Untuk dalaman Dorothy memakai kaos berleher tinggi dengan lengan puff. Gue menggantinya dengan kemeja putih berleher tinggi bekas seragam paduan suara gue. Jika nggak punya gunakan kaos putih polos atau kemeja lengan pendek.

3. Di awal film sampai pertengahan, rambut Dorothy dikepang dua dan diikat dengan pita yang senada dengan dress nya. Berhubung rambut gue pendek, jadi gue mengikuti gaya rambut Dorothy di akhir film, yaitu diurai dengan pita besar di puncak kepala. Sebenarnya Dorothy menjalin rambut terdepannya dari kiri dan kanan lalu dijepit oleh pita. Tapi, sekali lagi, rambut gue masih terlalu pendek jadi gue menyelipkan pita ke bando polos dan memakainya secara tegak.
Jika rambut kalian lebih panjang dari gue lebih baik buat dua buah kepang sederhana, karena itu identik dengan Dorothy waktu bernyanyi "Somewhere Over the Rainbow" di awal film :)

4. Dorothy kabur bersama Toto, anjing teriernya dan sebuah keranjang piknik. Eris, anjing gue terlalu besar untuk berperan sebagai Toto, hehehe. Jadi gue menggantinya dengan boneka yang dipinjam dari preschool dan meminjam keranjang buah-buahan milik Ibu. Detail ini lebih baik jangan dilewatkan karena sangat iconic. Lihat saja gambar Dorothy berbagai versi di atas. Semuanya sedang membawa anjing dan keranjang kan ;)

5. Sepatu Ruby Dorothy sering menjadi icon untuk poster di pagelaran musikal Wizard of Oz. Mungkin karena inilah satu-satunya unsur magis yang dimiliki Dorothy (ia bisa pulang dengan cara mengetuk sepatunya). Ada cara untuk membuat sepatu ruby sendiri, yaitu dengan menempelkan gliter merah ke sepatu yang akan dipakai. Atau jika ingin mudah beli saja sepatu bergliter, hehehe. Tapi gue memutuskan untuk memakai sepatu merah milik Ibu. Meskipun tanpa gliter tapi modelnya cukup mirip dengan yang dipakai Dorothy. Lagipula yang terpenting adalah warnanya. Dengan kombinasi semuanya ditambah kaos kaki berwarna putih (atau biru) gue sudah bisa dikenali sebagai Dorothy :)





Video untuk detail kostum Dorothy Gale: 


Harry Potter.




1. Harry Potter identik dengan kacamata minusnya. Ini sangat mudah untuk Ray karena ia memang bermata minus, hehehe. Di novel disebutkan bahwa Harry memakai kacamata bulat, tapi gue biarkan Ray memakai kacamata sehari-harinya saja. Karena selain nggak memungkinkan untuk memakai kacatama bulat milik gue (minus kami berbeda), model apapun juga nggak masalah karena yang terpenting memberi kesan nerdy ;)

2. Seragam sekolah Harry terdiri dari kemeja putih, dasi belang-belang merah-kuning, celana hitam dan sepatu hitam. Gue meminta Ray menggali sebaik mungkin ke dalam lemarinya untuk menemukan item-item yang mendekati. Syukurlah ia menemukan semuanya kecuali warna dasinya yang berbeda, yaitu belang-belang biru. 

3.Harry sering memakai sweater abu-abu di atas kemejanya. Ray nggak punya sweater tapi ia punya ide sendiri dengan menambahkan cardigan abu-abu! Nice, Ray! :D

4. Jubah ala Harry menjadi sentuhan favorit gue. Karena tanpa itu kostumnya akan mirip seragam sekolah biasa dan tentu saja akan kurang aura mistisnya, hihihi. Gue meminjam toga bekas wisuda adik dan melepas bagian kerahnya. Jubah dipakai di atas seragam dan cerdigan tanpa diresletingkan. Biarkan menjuntai seperti gaya cueknya Harry. Jika kalian sayang untuk melepas kerah toga, pakai saja toga secara terbalik, resletingkan dari dalam sampai setengah, jangan tutupi seluruh kemejanya ;)

5. Sentuhan terakhir gue meminjamkan Ray magic wand ala Harry Potter koleksi gue. 
Jika nggak punya magic wand, kalian bisa membuatnya sendiri dengan cara menggulung koran berlapis-lapis lalu warnai dengan cat air. Atau cari saja ranting pohon yang bentuknya cukup lurus. 
Dengan perpaduan semuanya pasti terlihat cukup identik dengan Harry Potter. Tambahkan gambar halilintar di kening jika perlu. 




Gue puas sekali dengan dua buah kostum Halloween karya gue tahun ini. Dengan bangga gue menyebutkan bahwa budged yang dikeluarkan untuk keduanya adalah 0 rupiah ditambah sekian creativity (lol). Gue dan Ray sudah mengetes kedua kostum ini dengan memakainya ke tempat umum (tunggu post selanjutnya untuk cerita lengkapnya) dan ternyata orang-orang sudah bisa mengenali tokoh yang kostumnya kami pakai :D
Semoga tulisan gue (yang nggak penting ini, hehe) bisa memberi ide untuk teman-teman yang akan menghadiri pesta kostum Halloween. Atau untuk para cosplayer mungkin... siapa tahu sekali-kali bisa memanfaatkan apa yang ada di lemari dibanding membeli atau menyewa :)



Okay, selamat Halloween ala masing-masing, teman-teman. Sekarang waktunya gue menonton film sebelum tidur. Hmmm, yang nggak terlalu seram apa, ya? Hihihi, gue bahkan kadang takut kalau nonton ET! :D


treat or treat,

Indi


***
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 11 Desember 2011

Have a Deep Sleep, Indi :)




Halo teman-teman blogger, apa kabar? Ya, ampun rasanya been a zillion years aku nggak posting, padahal baru 1 minggu, hehehe. Pasalnya aku nyaris nggak menyentuh PC selama 1 minggu terakhir. Kalau pun ada kegiatan online, seringnya aku lakukan lewat handphone. Selama 3 hari ke belakang sampai kemarin malam, sepupuku, Gina menginap di rumah orangtuaku. Nah, berhubung dia tidur 1 kamar denganku, otomatis kegiatan yang melibatkan PC di malam hari harus ditunda. Selain pekerjaan, tentu saja blog walking pun terhenti dulu. Dan di waktu bersamaan Ibu memintaku mengantarnya membeli ini-itu untuk kepentingan pekerjaannya. Meski lelah tentu saja menyenangkan. Aku senang banget bisa dapat girls time sama Ibu dan Gina :D Sayangnya karena kelelahan aku malah drop: badanku agak demam, pencernaanku bermasalah dan kulitku pun lebih rentan terhadap alergi.

Sempat bingung karena pekerjaanku sudah lumayan menumpuk. Ada 1 buah dress custom made yang belum rampung aku kerjakan dan naskah novel ketiga masih harus aku cek ulang sebelum ditambah sentuhan terakhir. Padahal sebelumnya aku sudah tempel pengumuman di depan pintu kamar yang isinya mengingatkan orang rumah bahwa aku sedang sibuk-sibuknya (pakai tinta pink mencolok pula, lol). Tapi yah aku sudah terlanjur sakit dan nggak punya waktu untuk bingung-bingung lagi. Salah-salah aku malah makin drop dan semakin lama juga pekerjaanku pending. And here I am now, berpiyama dengan bedak anti alergi coreng-moreng di pipi dan lengan. Meski seharusnya aku menyelesaikan perkejaan sejak awal, tapi aku anggap ini sebagai cuti kejutan, atau cara Tuhan untuk memintaku slow down... take a break karena aku memang pantas mendapatkannya :)


OOTD: Hair clip: CandyButtons | Sheep pajama: Carrefour | Owl doll: Kreasi CantiQ | Pink foot warmer: Pasar Baru


Berdiam seharian tanpa memikirkan pekerjaan memang menyenangkan. Rasanya lucu setiap kali aku tersentak kaget dan teringat belum mengerjakan sesuatu tapi sedetik kemudian lega karena ternyata aku nggak perlu ngapa-ngapain, hehehe. Meski badan lemas, nggak bisa dibawa beraktivitas tapi aku bisa melakukan sesuatu yang di hari-hari biasanya nggak bisa. Misalnya saja aku bangun sangat terlambat. Jam 12 siang aku baru 'sarapan' dan langsung dilanjutkan nonton TV. Aku bisa menonton semua acara, dari mulai berita sampai gosip! Aku bahkan nggak perlu kepikiran "aku belum ini" atau "aku belum itu", just enjoy the day dan biarkan tubuhku menyembuhkan diri.

Menonton TV memang menyenangkan, tapi berdiam diri di kamar lah yang paling super-duper menyenangkan. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu bahwa aku menyebut kamarku 'Neverland' karena isinya seperti pulau kecil yang menyenangkan. Well, at least menyenangkan bagiku :) Karena di saat-saat normal selain untuk beristirahat kamarku menjadi tempat bekerja dan melakukan hobi-hobiku seperti membaca dan menonton DVD. Aku juga selalu paling bisa 'menjadi diri sendiri' di kamar. Bukan, bukan berarti ketika di luar aku fake. Tapi di kamar aku bisa melakukan suatu tanpa takut merasa malu jika ada orang yang melihat. Aku paling suka lip sinc sambil berjoged konyol atau ber-makeup lalu menghapusnya kembali sampai wajahku terlihat aneh ---yang mana nggak bisa aku lakukan di tempat lain--- hehehe :D








Saat paling menenangkan adalah ketika aku terbaring di atas tempat tidur sambil memandangi bintang-bintang di langit-langit kamar yang menyala dalam gelap. Rasanya seperti reward sehabis aku bekerja seharian dan bisa diakhiri dengan kenyamanan yang nggak ada tandingannya. Bahkan di saat drop seperti ini kenyamanan tempat tidurku masih nggak tergantikan. It was comforting and warm :)
Tapi bukan berarti saat-saat menjelang istirahat selalu berjalan lancar ya, terkadang aku juga restless, bahkan untuk memejamkan mata saja sulit. Kalau sudah begitu aku melakukan jurus-jurus menaklukan restless, hehehe. Kalau diurutkan kira-kira seperti ini:

1. Sebelum beristirahat pasti berdoa dulu pada Tuhan, kan. Nah, terkadang setelah berdoa pikiranku masih ada di pekerjaan, atau kalau pun nggak pikiranku malah di tempat lain dan lupa bahwa aku harus beristirahat. Untuk mengatasinya aku akan berdoa ulang, lebih panjang dan memanfaatkan keadaan tubuhku yang nggak ingin istirahat untuk 'bercerita' pada Tuhan sebanyak-banyaknya dan sepuas-puasnya karena di saat terlalu mengantuk justru aku nggak akan bisa seperti ini. Prayer is always a medicine for everything, including when you can't rest :)

2. Kalau sudah coba istirahat lebih dari 1 jam dan aku masih gelisah di atas tempat tidur, artinya aku lapar! Hahaha, iya, segelas susu hangat atau cemilan sebelum tidur selalu ampuh membuat gue merasa hangat dan nyaman.

3. Tapi kalau restless-nya sudah akut, aku akan mengulang 'manuver' yang biasa aku lalukan sebelum naik ke atas tempat tidur: cuci muka, tangan dan kaki. Pokoknya pastikan tubuh bersih, lalu berganti piyama. Iya, taruh saja piyama yang sebelumnya di keranjang cucian dan pakai piyama lain. Mungkin ini sifatnya sugesti, tapi sebenarnya tanpa aku sadar saat sedang restless aku kadang mengelurkan keringat dan berganti piyama membuat tubuhku lebih nyaman.

4. Membaca sesuatu dalam keadaan benar-benar bangun (bukan sambil tidur-tiduran di kasur), duduk di atas kursi dan badan tegap biasanya membuat aku lelah dan akhirnya... ingin beristirahat, hehehe. Ini juga sekalian membiasakan diri supaya aku selalu membaca atau menulis dengan sikap yang benar. Ya, sambil menyelam minum air istilahnya :p

5. Kalau semua langkah sudah dilakukan dan aku masih tetap terjaga, yang aku lakukan terakhir adalah berdoa. Yep, aku kembali lagi ke langkah awal dan menyerahkan semua sama Tuhan. Kalau sampai pagi tetap terjaga, minimal tubuhku relax dan bukan terjaga gara-gara stress, tapi cuma karena nggak mengantuk saja ;)

Sebelum mempraktekkan jurus-jurus di atas aku selalu memastikan lampu kamar mati atau seenggaknya redup. Handphone juga harus disimpan di luar jangkauan tanganku, soalnya itu salah satu godaan terbesar untuk bikin aku stay awake, hehehe. Dan kayaknya sekarang aku harus segera mempraktekkan jurus ke dua, nih (bilang saja rakus, lol). Soalnya besok aku sudah mulai beraktifitas dan harus babysit  a super-active 3 years old boy! Phew! Mudah-mudahan saja semua lancar ya, dan 'hari tanpa beraktifitas seharian ini' benar-benar efektif buat menyimpan energiku. Good night everyone, don't let the bed bug bite you! :D


xoxo,
INDI





_________________________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.


Minggu, 20 November 2011

A Date with Daddy :)


OOTD: Hairband: Old Stuff | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Crocs Leopard



Aku pernah dengar, anak perempuan itu seringnya dekat dengan Bapak, karena bisa belajar logis ketika menghadapi masalah. Aku juga pernah dengar, kalau anak perempuan itu butuh sosok seorang Bapak, untuk meredam cengengnya dan mengetahui bagaimana sosok seorang gantleman yang sebenar-benarnya...
Dan apa yang aku dengar itu benar... Karena aku sangat.... sangat, sangat, sangat membutuhkan Bapak.

Aku punya Bapak yang paling keren sedunia. He's so good looking with Billy Idol-ish smile, open minded, smart dan punya selera humor yang bagus. Teman-teman sekolah sering iri karena aku memiliki beliau. Awalnya aku nggak mengerti, he's just… my dad. What's so special about that? Rasanya hampir semua anak memiliki Bapak. Tapi ternyata bukan karena status-nya lah beliau istimewa, tapi karena caranya membesarkan aku dan adik semata wayangku, Puja.






Sejak kecil aku sangat dekat dengan Bapak. Malah ada fase dimana aku meng-klaim sebagai "anak Bapak saja" bukan anak Ibu. Pasalnya aku sempat cemburu karena Ibu lebih perhatian dengan adik yang baru lahir, hehehe (don't get me wrong, aku dan Ibu juga saling menyayangi). Kedekatanku dengan Bapak pun semakin berkembang seiring dengan bertambahnya usiaku. Dari sekedar tempat mengadu dan mencari pembenaran atas sifat ajaibku di masa kecil (lol) sampai dengan diskusi serius tentang masa depan. Aku juga sangat terbiasa dengan 'kehadiran' beliau, saat teman-temanku sudah ogah untuk dijemput orangtua, aku masih nyaman-nyaman saja dijemput Bapak sepulang sekolah. Jangan salah, Bapak sama sekali nggak menghalangiku. Beliau membebaskanku untuk berteman dengan siapa saja, bahkan untuk berkencan sekalipun. He trusted me very much, hanya beliau selalu mengingatkan bahwa dia selalu berhak untuk mengetahui apa yang aku lakukan selama masih tinggal satu rumah dengannya dan Ibu. Dan, believe or not, sampai sekarang aku sangat suka konsep itu. Very fair! :)

Aku masih ingat waktu itu kelas masih kelas 5 SD, dan sedang di fase 'really into rock and roll'. Aku pikir piercings itu keren dan aku mau punya di puncak cuping telinga kiri. Menghadapi obsesi aneh putrinya, Bapak tenang-tenang saja, malah aku segera diajak ke toko perhiasan. Di sana Bapak bertanya apa aku benar-benar ingin mempunyai piercings ke 4 (sebelumnya aku sudah punya 3 yang dibuat ketika bayi). Aku bilang 'iya' dan segera meminta petugas toko melubangi cuping telingaku. Tapi alih-alih di cuping atas, Bapak malah meminta agar aku ditindik di cuping bagian bawah dan.... 'BAM!', tiba-tiba saja alat tindik sudah menembus telingaku yang lembek. Jantungku rasanya berhenti sejenak dan kedua mataku terasa panas. Rasanya sakit sekali dan aku hampir menangis. Lalu Bapak berkata,
"Kalau di cuping atas rasanya jauh lebih sakit dari itu. Nanti saja kalau kamu sudah besar".
Dan sesuai dengan nasehatnya, aku baru punya piercing di cuping telinga atas setelah berusia 18...


My ears :)


Bukan cuma aku, Puja juga pernah diantar Bapak untuk piercing di usianya yang ke 13 tahun. Waktu itu Puja lulus SD dengan nilai baik dan Bapak memutuskan untuk memberinya hadiah. Aku dan Puja bahagia sekali karena bisa kompakan membeli aksesoris. Karena diameter piecing Puja lebih besar (fyi, Puja itu laki-laki, ya, hehehe), maka aku selalu beli anting dengan versi yang lebih kecil. What a cute moment :)
Sayangnya cara didik Bapak sering dianggap 'aneh' oleh anggota keluarga besar kami. Beliau dianggap terlalu membebaskan dan membuat anak-anaknya idealis. Untung saja aku punya keluarga solid dan suportif, nggak perlu-repot-repot menjelaskan bahwa penilaian mereka salah, kami lebih suka untuk terus melakukan apa yang kami anggap benar.
Aku tahu Bapak selalu memikirkan baik-baik apa yang beliau lakukan terhadap anak-anaknya. Mungkin sekilas tampak spontan dan serba mendadak, tapi bahkan saat Bapak membawaku dan Puja untuk piecings pun beliau sudah tahu bahwa nggak akan ada yang mencelakakan kami. Bapak sudah memastikan jarum yang dipakai steril dan orang yang menindik kami memang ahlinya.

Seperti yang aku bilang, Bapak dianggap membuat anak-anaknya menjadi idealis. Sampai hari ini aku masih nggak mengerti, apa yang salah dengan menjadi idealis selama masih rasional? Bapak bilang menjadi idealis itu bukan masalah, karena bisa membuat aku konsisten dan punya 'goal' dalam hidup. Sadar akan kemampuan diri memang penting, tapi bukan berarti harus menyerah setelah gagal. Coba lagi dan jangan menyerah. Beliau selalu mendukung cita-citaku, sekecil apapun itu. He's my biggest fans! Bapak orang pertama yang membaca novel-novelku dan membeli cetakan pertamanya. Ketika ada orang yang 'mengecilkan' kepercayaan diriku, mengatakan bahwa profesiku nggak menjanjikan dan aku nggak mungkin berhasil, Bapak selalu mendorongku agar tetap semangat. Beliau selalu bilang bahwa aku nggak seharusnya membiarkan komentar-komentar negatif membuat gue down, tapi sebaliknya harus dijadikan pemacu agar lebih baik.
Suatu kali aku berkata pada Bapak bahwa gue ingin menjadi guru preschool. Tahu apa yang Bapak bilang? 

"Segeralah melamar, siapkan kemampuan dan jangan bersedih kalau ditolak. Kesempatan itu selalu ada asal kamu berdoa dan berusaha".

He always encourages me :)

Beliau tahu caranya bersenang-senang, bersyukur dan menikmati hidup. Waktu aku lulus, aku nggak langsung diminta cari pekerjaan. Beliau bilang aku punya hak untuk menikmati waktu dan memanjakan diri sendiri setelah bersusah payah mengerjakan skripsi. Sampai sekarang, di saat aku sudah bekerja pun Bapak selalu meminta aku seperti itu: bersenang-senang dengan hasil kerja keras sendiri, karena aku ber-ak untuk itu. (Tentu saja jangan lupakan untuk mengucap syukur dan nggak berfoya-foya) ;)

Seperti hari ini (19 November), tanpa rencana Bapak mengajakku ke mall. Kebetulan, aku ingin membeli shower cap dan spons sabun karena yang lama sudah rusak. Tapi setelah aku dapat barang-barang yang aku butuh, Bapak malah mengajak berkeliling dan memaksa aku membeli barang-barang lain. Katanya aku ber-hak untuk membelanjakan sedikit dari royalti buku yang baru aku terima satu hari lalu. Awalnya aku menolak karena memang sedang nggak butuh apa-apa dan lebih senang kalau uangnya ditabung saja. Tapi beliau bilang bahwa ini bukan tentang apa yang aku butuh, tapi tentang bersenang-senang karena aku sudah cukup lama nggak memanjakan diri sendiri.

Aku lalu melihat beberapa barang, tapi selalu menaruhnya kembali. Lalu Bapak memilihkan kotak penyimpanan bergambar Strawberry Shortcake untukku. Terang saja aku menolak, karena gue sudah punya kaleng bergambar Toy Story untuk penyimpanan. Tapi Bapak memaksaku membelinya, katanya nggak apa-apa kalau aku memanjakan diri dengan benda warna pink ini, karena beliau tahu aku lebih suka warna pink daripada gambar Buzz Lightyear yang tercetak di lapisan kaleng, hehehe. Nggak berapa lama kemudian aku semakin menikmati "shopping time" dengan Bapak. Di keranjang belanjaan sudah ada kotak sabun Minnie Mouse, kuas Hello Kitty, dental care snack untuk Eris, kotak penyimpanan Strawberry Shortcake, shower cap dan spons mandi. Aku pikir sudah cukup, tapi Bapak menunjuk sebatang sapu berwarna pink bermotif bunga. Aku bilang di rumah sudah ada sapu dan sapu itu bukan benda koleksi yang bisa sekedar dipajang. Kan aneh saja kalau seseorang membeli sapu dengan alasan "it just looks cute", hehehe. Tapi Bapak bertanya apa aku suka sapunya? Well, kalau soal suka tentu saja iya, hihihi. Langsung saja sapu super imut itu menjadi benda terakhir yang dibawa sebelum kami ke kasir :)


Strawberry Shortcake box dan cute broom :)

Super cute haul pilihan Bapak :)

Oleh-oleh buat Eris :)


Tiga jam kemudian kami memutuskan pulang, tapi ternyata di luar hujan. Karena nggak mau kehujanan, kami tanya satpam dimana toko yang menjual payung. Dan ternyata ada di lantai 3! Ya, ampun... padahal kami baru saja dari sana *tepok jidat*. Bapak menyarankan aku untuk membeli payung bergambar anjing karena aku suka binatang. Lucunya waktu kami keluar mall hujannya sudah berhenti. Mungkin karena kami terlalu lama memilih payung dan... dua 2 pasang sepatu plus 1 pasang sandal. Iya, Bapak bilang sepatu dan sandal yang biasa aku pakai sol-nya sudah terlalu tipis :D


Payung yang batal dipakai dan sepatu yang langsung dipakai, hehehe :)


Begitulah, kami pulang ke rumah disambut rasa terkejut Ibu. Beliau kaget kenapa kami begitu lama pergi dan kembali dengan banyak belanjaan. Setelah dijelaskan Ibu mengerti dan bergurau tentang barang-barang yang aku beli. Katanya, seandainya tadi beliau ikut, pasti sudah memintaku untuk membeli warna-warna lain selain pink, hehehe. But she loved my leopard shoes so much :)

Sebenarnya tujuan Bapak memintaku bersenang-senang bukan sekedar untuk menikmati jerih payahku, tapi juga untuk penghiburan karena besok beliau pergi ke Jakarta untuk operasi sinus. Rencananya beliau akan menginap 5 hari di sana, dan selama itu pula aku harus rela berjauhan darinya. Ini berat, sudah pasti. Karena aku sangat jarang untuk berjauhan darinya. Aku pasti akan sangat-sangat-sangat kangen sama Bapak. Aku cuma bisa berdoa semoga operasinya lancar dan Bapak bisa cepat pulang, amen...

Oya, aku sering dapat pertanyaan tentang siapa yang mengambil foto-fotoku untuk blog. It's my Daddy, of course. Bapak selalu senang hati untuk mengambil fotoku hampir setiap saat. Bahkan sering dengan inisiatifnya sendiri, seperti foto-foto di post kali ini. Sudah aku bilang kan bahwa beliau sangat suportif, begitu tahu bahwa aku suka blogging beliau langsung bilang,

"Kalau foto-foto itu bisa mendukung hobi blogging'mu, Bapak senang sekali membantumu".


Me and Daddy :)





Oh, my! He's the coolest Daddy on earth!!! :D



salam,


INDI



Dedicated to my hero, my superstar: Bapak. "Semoga cepat sembuh, belum apa-apa aku sudah kangen..."