Tampilkan postingan dengan label novel Indi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel Indi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Life :)



What I wore? Headband: Random ~ Dress: Toko Kecil Indi ~ Shoes: Noche

*Lihat kalender*
Oh, my God... Hi, bloggieeees!!! Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja, ya. Nggak terasa ternyata gue sudah lebih dari 3 minggu absen menulis di blog ini :( Alasannya, ya masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Kalau ada yang menebak karena gue sibuk dan kesehatan gue menurun... ya... itu memang jawaban yang tepat, Hehehe :p
Kemarin, waktu di rumah seharian karena sedang izin nggak bekerja (yup, i was "that" sick...), gue menyempatkan membaca ulang post-post lama di blog ini. Awalnya hanya sekedar bernostalgia dan melihat apakah gaya menulis gue berubah atau nggak, tapi lalu gue menyadari sesuatu yang terjadi selama gue menceritakan kejadian sehari-hari yang gue alami di blog ini: kehidupan gue bertumbuh.

Iya, tanpa sadar kehidupan gue bertumbuh, berubah dari fase ke fase, dan gue menceritakannya di sini. Hanya sekedar bercerita, sehingga gue nggak pernah menyadarinya seandainya saja nggak memutuskan untuk membaca ulang. Di awal-awal post, gue sering bercerita tentang kehidupan sebagai mahasiswa semester akhir, dimana gue berjuang untuk menyusun skripsi dan melawati sidang dengan baik. Lalu gue mengalami saat-saat wisuda yang sebenarnya nggak terlalu gue inginkan karena menurut gue (saat itu) yang terpenting adalah kelulusannya, bukan perayaannya. Cerita berlanjut dengan pilihan gue untuk bekerja di rumah. Menjadi seorang penulis dan designer pakaian full time. Gue sangat menikmati saat-saat itu meski bukan tanpa hambatan. Gue ingat, setiap ada pembaca yang bertanya tentang pilihan pekerjaan gue, gue selalu menjawab dengan mantap bahwa gue yakin dengan apa yang gue lakukan dan bangga dengan keputusan gue.






Saat itu, gue pikir "tantangan" yang gue dapatkan sudah cukup. Berpacu dengan deadline dan terkadang dealing dengan konsmumen yang kurang menyenangkan sudah cukup membuat gue kelelahan dan kadang ingin mengambil masa break panjang. Bekerja di luar rumah atau mengambil pekerjaan lain sama sekali nggak terpikirkan saat itu. Lalu gue mulai menemukan (atau tepatnya mengingat) kesenangan gue di bidang yang lain: anak-anak. Gue sangat mencintai anak-anak sehingga rela baby sit seorang keponakan yang super aktif tanpa dibayar sepeserpun. Gue lakukan itu hanya semata-mata karena gue menyukainya. Pikiran gue pun berubah: gue ingin menjadi guru TK. Yup, gue memutuskan untuk bekerja di luar rumah tanpa meninggalkan pekerjaan-pekerjaan gue sebelumnya. Gue ingin mempunyai 3 pekerjaan sekaligus karena apa yang gue inginkan adalah yang gue cintai.

Gue benar-benar amaze dengan apa yang terjadi pada hidup gue hanya dalam waktu beberapa tahun belakangan. Fase lulus kuliah sampai bekerja yang gue tulis di blog ini membuat gue yakin bahwa gue nggak seharusnya menentukan batasan tentang kemampuan gue. Gue ingat jauh sebelum hari ini, ketika gue masih memakai seragam putih abu-abu, banyak sekali hal yang menakutkan buat gue. Di-bully oleh senior, ujian matematika, diejek karena potongan rambut yang ketinggalan jaman dan banyak lainnya. Dipikiran gue hanya ada bagaimana cara melalui itu semua dan nggak berani berpikir bahwa gue bisa melewati masa yang lebih berat dari pada itu. Itu sudah pasti menjadi masa yang paling berat, begitu gue pikir.
Padahal seberapa sering gue mengalami hal seperti ini? Melewati fase ke fase tanpa gue sadari? Gue lebih kuat daripada yang gue pikir. Sebelum fase SMA ada fase SMP, sebelumnya ada fase SD, TK... bahkan fase bayi ketika gue pikir nggak akan pernah bisa keluar rumah tanpa bantuan orang lain.


:D

Angie (kanan): fotografer untuk post ini. Thanks, Ngie :D

Sebuah fase ternyata hanya terasa berat ketika "waktunya" saja. Semuanya terasa menakutkan dan imposible hingga membuat gue merasa nggak mungkin bisa menghadapi hal yang lebih berat dari situasi yang sedang gue alami saat itu. Let say, situasi "terberat" yang pernah gue alami adalah fase dimana gue harus pakai back brace (penyangga tulang belakang) selama 5 tahun dan 23 jam perhari karena scoliosis yang gue idap. Saat itu rasanya dunia gue runtuh dan nggak mungkin lagi bisa pakai baju fashionable seperti perempuan kebanyakan. Tapi, hey, setelah 5 tahun semuanya berakhir. Gue bisa pakai apa saja yang gue mau dan bahkan gue bisa bergerak bebas. Fase. Itu artinya akan ada akhirnya :)

Gue sekarang bekerja di pre school sebagai guru. Gue juga nggak meninggalkan dunia menulis dan fashion yang sangat-sangat-sangat gue cintai. Gue menjalani ketiganya dengan bahagia. Bahkan bukan hanya novel, gue mulai menulis artikel sekarang. Dulu gue nggak pernah membayangkan akan seperti ini karena gue pikir bisa bekerja di rumah saja sudah cukup, gue nggak akan bisa lebih dari itu. Tapi dengan nggak underestimate terhadap diri sendiri (baca: membuat batasan) ternyata membuat gue bisa menjadi 'lebih' daripada yang gue bayangkan sebelumnya. Well, hal berat memang kadang masih terjadi, dan akan terus tejadi. Tapi dengan menghadapi dan percaya bahwa usaha, doa dan kerja keras akan membuahkan hasil, gue bisa jadi apa saja. Kita bisa jadi apa saja. Karena hidup adalah tentang terus bertumbuh untuk menjadi lebih baik :)


cheers,

Indi

____________________________________________________________

catatan: Foto-foto di post ini diambil di sela-sela lunch break oleh Angie, seorang rekan bekerja gue di pre school. Dengan pekerjaan baru gue ternyata nggak membuat gue berubah, gue masih senang dengan foto-foto, hahaha. Bahkan di waktu yang sangat singkat ini gue menyempatkan untuk mewawancari Miss. Dewi (rekan bekerja gue yang lainnya) untuk dijadikan narasumber artikel terbaru gue. Teman-teman bisa membaca hasilnya di sini. Dan seperti biasa, teman-teman bisa menghubungi gue di sini atau di sini. Untuk keperluan sponsorship dan undangan bisa contact manager gue di 081322339469 :)

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 05 Januari 2012

Thank you, Internet :)

Berapa kali kalian mengakses internet dalam 1 minggu? Aku setiap hari, atau seenggaknya hampir. Dalam situasi apapun, selama aku bisa menghandle dan nggak ada hubungannya dengan kesehatan, bisa dipastikan aku berusaha terus connect dengan internet, baik melalui PC atau HP. Aku sangat terbantu dengan keberadaan internet, karena tanpanya mungkin aku sekarang jobless, ketinggalan berita dan cuma punya sedikit teman. Terdengar berlebihan? Ah, biar aku ceritakan dari awal supaya kalian mengerti...

Aku mengenal internet waktu di awal-awal masa SMP, usia 12 tahun hampir 13. Waktu itu HP belum musim, cuma beberapa anak saja yang punya dan belum bisa koneksi internet. Bisa SMS saja termasuk hebat, karena harga pulsa masih mahaaaal sekali, perdananya saja (kala itu) mencapai Rp. 350.000. Jadi intinya penggunaan HP masih ekslusif sekali, sampai-sampai kalau ada yang pakai HP di sekolah dilihatin "wow" gimana gitu, hehehe. Karena aku diingatkan orangtua untuk hanya memakai HP ketika darurat saja (eg: minta dijemput), jadi aku cari alternatif lain untuk berkomunikasi dengan teman-teman, dengan tarif yang lebih murah tentu saja.

Dan solusi pun datang dari kakak sepupuku yang sudah SMA. Dia mengenalkanku dengan internet. Katanya, aku bisa mengirim pesan lebih banyak dan murah daripada melalui SMS. Mulanya aku bingung, karena di rumahku nggak punya internet, cuma sebuah PC tua yang sering dipakai main game. Tapi sepupuku mengajak gue ke warnet dan di sanalah aku mulai mengerti dengan istilah chatting dan email :) Ternyata memang betul, tarifnya murah sekali karena aku cukup membayar per jam. Belum lagi dengan "bonus" di sana-sini. Aku bisa mencari apa saja yang aku mau dan mencetaknya dengan cepat! Aku ingat gambar pertama yang aku print adalah cover album "Get a Grip" dari band Aerosmith yang keesokan harinya langsung kupamerkan sama teman-teman sekelas. Waktu itu teman-teman bingung darimana aku bisa mendapatkannya. Perasaanku, wuiiiih bangga-bangga gimana gitu, maklum lah termasuk jadi anak pertama yang mengenal internet di sekolah, hehehe.




Lama kelamaan aku minta Bapak untuk mengganti PC dengan yang lebih "muda" dan bisa men-support koneksi internet. Waktu itu namanya 'Telkomnet Instan', jadi untuk connect dengan internet aku harus telepon dulu ke 080989999 (wah, aku masih hapal nomornya, hahaha!!), menunggu sebentar baru bisa ber-surfing ria di dunia maya. Aku mulai menggunakan internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Karena situs lokal masih jarang, jadi aku terjemahkan dulu tulisan-tulisan berbahasa Inggris, lalu yang kira-kira terpakai aku copy, print dan ditulis ulang secara manual. Hihihi, waktu itu belum boleh lho bikin tugas diketik, tulisan tangan yang rapi juga dinilai :D Senang rasanya bisa menghemat waktu, apalagi teman-teman satu kelas juga mulai tertular untuk menggunakan internet, jadi kirim-kiriman email nggak sebatas sama Om atau Tante yang tinggal di lain negara saja :)






 OOTD
Headband: Heartwarmer
Dress: Toko Kecil Indi
Black Stocking: KasKus
Batik's Bag: Carrefour
Bracelet: Tia
Shoes: Leonardo Vinni


Beranjak SMA, aku agak bandel. Kegiatan surfing (dulu betulan begini lho istilahnya, lol) nggak melulu soal pelajaran, tapi terkadang diselingin tentang film-film baru dan mencari foto-foto idola. Norak banget kalau diingat, tapi waktu itu aku suka banget cari foto Steven Tyler, Freddie Mercury dan idola-idolaku lainnya, yang malu rasanya kalau kutulis semua di sini (hehe) lalu diprint pakai kertas foto :p Setelah itu kususun rapi di agenda berwarna hitam yang selalu kubawa kemana-mana, termasuk ke sekolah. Suatu hari agenda itu menghilang dan aku panik setengah mati. Sepanjang lorong sekolah aku telusuri tapi hasilnya nihil. Akhirnya aku buat sayembara yang isinya menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menemukan agendaku. Dua hari penuh air mata akhirnya ada seorang adik kelas bernama Denise yang menemukan agendaku di kolong bangku kelasnya. Ya, ampun... ternyata aku lupa menaruhnya di sana waktu pergantian kelas, hihihi. Dan Denise pun dapat hadiah coklat yang dibungkus sama kertas mengkilap warna merah :D 
Oya, 'bandel' nggak sengaja pun pernah, lho. Berhubung aku ngefans banget sama Michael Jackson, jadi kalau ada iklan pop up di internet tentang dia pasti aku klik. Nah, sekali waktu aku tertipu. Itu ternyata virus yang mengganti seluruh icon di PC ku menjadi gambar-gambar berkonten dewasa (porno). Ewww... :'( Akupun langsung dimarahi Bapak dan dinasehati untuk nggak membuka pop up sembarangan. Dan semenjak saat itu internet di rumah dipasangi anti virus. Kapok...

Tapi manfaat internet baru sangat-sangat-sangat terasa waktu aku mulai masuk kuliah. HP sudah jauh lebih canggih dari masa-sama SMP dulu. Jejaring sosial juga semakin banyak. Dari mulai Friendster lalu pamornya digantikan Facebook, sampai pada waktu aku mengenal dunia blog. Sudah jelas, mengerjakan tugas juga semakin mudah dan bisa di mana saja karena sudah ada fasilitas Wifi (tapi aku nggak pernah bandel nyontek lewat HP waktu ujian, lho, hehehe). Yang paling aku sukai waktu itu adalah Friendster. Aku jadi punya banyak teman baru dari berbagai kota dan negara. Dari yang tinggalnya berdekatan juga ada.
Dan blog yang kupakai juga awalnya dari fasilitas Friendster, lho. Aku mulai menulis puisi-puisi bersambung di sana. Nggak peduli apakah ada yang membaca atau nggak. I just love to writing, dan senang ada 'lahan' untuk menulis kapanpun. Nggak disangka ada publisher yang membaca dan menawariku kontrak novel. Maka jadilah untuk pertama kalinya setelah selama seumur hidup menjadi pelajar, aku mendapatkan pekerjaan pertama: menjadi penulis! Dan itu berlangsung sampai hari ini, aku sudah menulis dua buah novel best seller "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta itu Sempurna". Thanks to internet :))








Banyak orang bilang internet itu dunia yang penuh kepalsuan, setiap orang bisa jadi siapa saja, mengaku apa saja dan menulis apa saja. Itu memang benar karena di internet kita bisa bertemu dengan seseorang tanpa pernah tahu apakah kepribadiannya memang seperti itu, atau he/she just making it up. Tapi aku juga percaya dan tahu bahwa internet bisa menjadi dunia yang menyenangkan dan 'real'. Apa yang kita tulis, apa yang yang kita upload di internet akan menjadi image kita di kalangan teman virtual kita. So just be real dan teman-teman yang juga real pun akan mendatangi kita dengan sendirinya. Aku sudah membuktikan dengan bertemu banyak teman baik dari jejaring sosial dan blog, beberapa malah ada yang menjadi sahabat atau bahasa gaulnya BFF (nah, just kidding :p). Aku percaya bahwa filter itu berasa dari pribadi masing-masing, aku selalu sempatkan membaca profile seseorang baik-baik sebelum memutuskan untuk meng-approve nya atau memulai percakapan. Buatku internet sama hal nya dengan dunia nyata, beberapa ada yang baik beberapa ada yang nggak baik. Be nice, bukan menjadi polos, maka hal baik akan menghampiri.






Buku-buku kiriman my virtual friends:
Tinta Cinta Sitti Hawa: Della
Kelemahanku adalah Kekuatanku:Habibie Afsyah
Barbore si Cabe Rawit: Vindy Putri
Surga buat Habibie: Endang Setyani
You're in my Heart: Monica Petra



 



Dan di sini, di blog "Dunia Kecil Indi", sebuah 'dunia' kecil yang kuciptakan sendiri selalu membuatku merasa nyaman setiap kali membukanya. Membaca komentar-komentar positif, bertukar pengalaman, bertukar solusi atau bahkan bertukar hadiah seperti pada sahabat yang sudah sering bertemu. Malah ada juga yang mengirimiku hadiah meskipun hanya mengenalku dari blog ini. Sungguh persahabatan yang indah :) Sering aku ditanya Ibu dari mana aku bisa mendapat paket-paket hadiah yang sering berdatangan ke rumah. Aku pun akan menjawab bahwa paket-paket itu datang dari para sahabat blogger. Dan Ibu, yang sudah nggak muda lagi pun jadi nggak menutup mata tentang internet. Beliau mulai mencobanya dan medapatkan manfaat yang positif. Memang nggak pernah ada kata terlambat untuk mengenal internet :)

Jadi begitulah mengapa aku sangat berterima kasih pada internet. Nggak semua orang punya fisik kuat untuk beraktivitas di luar dan internet telah mempermudahku, dan juga banyak lainnya asalkan dipergunakan secara positif. Banyak hal yang aku dapatkan, yang mungkin akan ada yang terlewat jika aku coba sebutkan satu persatu. Bisa punya Toko Kecil Indi sendiri (yup, hampir semua baju yang  kupakai di sini adalah hasil desainku sendiri), bisa didatangi Indra Herlambang ke rumah (beserta antek-anteknya), bisa dapat banyak novel terbaru, bisa diwawancari sama banyak majalah, bisa masuk TV... dan bisa-bisa yang lain, yang aku nggak bisa ingat satu per satu :) 

Aku yakin di antara kalian pun pasti ada yang mempunyai pengalaman serupa atau seenggaknya mirip denganku. So, don't be hesitate, please share it, karena dengan berbagi cerita akan membuat pribadi kita bertumbuh, dan siapa tahu dapat inspirasi untuk melakukan hal baru yang positif di dunia maya ini.
Happy surfing, folks! ;)

super sweet sugar,
Indi


_______________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.

Jumat, 25 November 2011

11 Things about Me :)

Hairband: Candybutton | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Gift


Waktu aku buka kolom komentar di post terakhirku, aku langsung gasping sambil nempelin dua telapak tangan di pipi persis kaya Kevin Mccallister di film Home Alone. Aku bilang, "Ya ampun!! Apa ini??", sambil membayangkan kamera meng 'zoom in' wajahku yang terkejut. Hehehe, berlebihan, ya? Sorry :p
Yang aku temukan adalah 'tugas' tag dan list pertanyaan dari 3 orang blogger (Aul, Diah dan Meilya). Rules'nya sih sederhana, yaitu harus menyebutkan 11 hal tentangku dan menjawab 11 pertanyaan dari masing-masing blogger. Nah, karena aku ditag sama 3 orang sekaligus, maka total pertanyaan yang harus aku jawab adalah.... *jreng-jreng*.... 33 pertanyaan! Wow, banyak juga ya? Hehehe. Tapi berhubung beberapa kali aku mangkir dari 'tugas' tag, so kali ini akan aku kerjakan sebaik mungkin :) Here it is...


11 hal tentang Indi:
1. Daddy's little girl. Di rumah, aku paling dekat sama Bapak. Apa-apa maunya sama beliau. Dari mulai dimasakin sampai diurusin waktu sakit. Aku bisa uring-uringan kalau nggak ada Bapak, soalnya meski beliau nggak memanjakanku tapi tahu cara membuat aku nyaman, eg: membiarkan aku berkreasi dalam bidang yang aku suka dan meyakinkan bahwa aku bisa, menjadi pendengar yang baik, menawarkan bantuan dengan hanya melihat raut "I'm tired" aku, dan masih masih lagi. Pokoknya I love him so much dan can't live without him :)

2. Girly luar-dalam. Sebenarnya aku nggak pernah sadar hal ini sampai aku kuliah. Aku selalu pakai rok bahkan di saat kampus mewajibkan mahasiswinya pakai celana (eg: acara choir dan OSPEK). Entah kenapa aku selalu merasa nyaman kalau pakai rok atau dress. Aku juga suka dengan semua benda yang identik dengan perempuan, film yang tokohnya perempuan dan lain sebagainya. Tapi aku nggak pernah underestimate sama laki-laki, buatku laki-laki dan perempuan sama hebat sesuai dengan batas kemampuan masing-masing yang sudah di-set Tuhan :)

3. Pernah dikira 'gadis Pocari Sweat' dan banyak kejadian nggak terduga setelahnya. Pertengahan tahun 2011 lalu tiba-tiba followers twitterku naik sampai ratusan karena banyak yang 'nyasar' mengira aku adalah Aelke Mariska (bintang iklan Pocari versi sepeda). Padahal faktanya hanya model rambut kami yang sama. Satu bulan kemudian aku dan Aelke berkesempatan untuk 'bertemu' lewat dunia maya dan tanpa sengaja 'menjahili' followers kami dengan mengaku sebagai sepasang saudara kembar. Ternyata banyak yang tertipu (hahaha) dan pada bulan Agustus lalu akhirnya Aelke datang ke Bandung untuk menemuiku. Sekarang sudah banyak yang tahu bahwa kami cuma pura-pura kembar. Tapi tetap saja aku sering tertawa kalau ingat ini :p Dan untuk pertama kalinya, di bulan November ini, aku dan Aelke muncul di majalah yang sama: Aplaus the Lifestyle edisi Japanese Exploration. What a cute experience :))




4. Movie Geek. Waktu kelas 6 (atau 5) SD aku nonton film Air Bud dan menangis pas adegan Josh usir Buddy dengan cara melemparkan bola basket. Aku ingat betul Josh ngomong gini: "Go!! Get out of here!!! Don't you understand? I don't want you anymore". Lalu setelah itu ia pergi naik boat dan menahan tangis karena Buddy mengikutinya dari belakang. Sampai sekarang aku selalu nangis kalau nonton adegan itu, bahkan menceritakannya saja bikin aku sedih. Iya, air mata mulai keluar nih dari sudut mataku, hehehe... Selain itu aku juga selalu nangis waktu nonton adegan "terbang dengan sepeda" di film ET, adegan "arti keluarga" di film Mrs. Doubtfire, adegan "hidung merah badut" di film Patch Adam, adegan "I do believe in magic" di film "Peter Pan" dan masih banyak lagi. Pokoknya aku selalu ingat adegan-adegan yang berkesan buatku di dalam sebuah film. Bukan sekedar ingat, tapi aku hapal dialognya. Rekor 'adegan favorit' terbanyak ada di film Mrs. Doubtfire, sampai-sampai aku mengulang film itu sebanyak 35 kali. Iya, aku ingat berapa kali tepatnya karena aku sempat menandai di kalender setiap kali nonton. Dan kutipan kesukaanku di film itu adalah,
"Some families have one mommy, some families have one daddy, or two families. And some children live with their uncle or aunt. Some live with their grandparents, and some children live with foster parents. And some live in separate homes, in separate neighborhoods, in different areas of the country - and they may not see each other for days, or weeks, months... even years at a time. But if there's love, dear... those are the ties that bind, and you'll have a family in your heart, forever".

5. Banyak yang bertanya apakah aku menjadi (pesco) vegetarian karena alasan agama atau kesehatan. Well, sekarang akan aku jawab: alasannya bukan karena keduanya. Aku cuma ingin sesedikit mungkin 'membunuh' demi makan. Ini sudah pilihanku dan aku tahu resikonya. Aku nggak marah atau tersinggung kalau ada yang protes atau 'mencibir' dengan pilihanku ini. Go ahead, itu nggak akan membuatku "men-judge" pola makan sesorang, kok :)

6. Not into Japanese or Korean. Aku nggak ada masalah dengan kedua negara tersebut. Aku malah kagum dengan kebudayaan mereka :) Tapi aku sering sebal kalau 'kesipitan mataku' dan 'kepucatan kulitku' dijadikan alasan seseorang untuk menuduh bahwa aku adalah seorang costplayer atau penggemar drama-drama Korea. Lucunya, baju apapun yang sedang kupakai, aku sering dapat komentar seperti ini, "Ih.... Korea banget...", atau " Suka yang Jepang-Jepang, ya?", hahahaha :'D

7. Ingin bekerja dengan binatang. Mungkin aku nggak akan pernah jadi dog whisperer profesional, tapi menjadi seorang dog walker atau bekerja di kebun binatang pun sudah membuatku bahagia :)

8. I dreamed about Lucy. Waktu kecil aku dan Gina (sepupu) sering main "Ibu-ibuan". Di permainan itu kami berpura-pura menjadi ibu hamil yang akan melahirkan. Ketika anak kami lahir, kami akan saling memperkenalkan nama anak masing-masing. Gina sering mengganti nama anaknya. Terkadang Guliva, terkadang Salsa, terkadang Zahra atau terkadang Arnold Schwarzenegger (ya, that one is really weird). Tapi aku selalu memperkenalkan anakku dengan nama yang sama: Lucy :)

9. Punya teman bermain bernama Darlana Darling. Sayangnya sekarang ia menghilang karena... she was my imaginary friend...

10. A child with a Christmas spirit. Aku suka dengan suasana natal. Se-cheesy apapun film natal yang diputar di TV aku akan nonton dan bisa dipastikan aku terbawa suasana, sedikit menangis sampai akhirnya tersenyum bahagia meski diputar di bulan Agustus sekalipun! Tahu film Santa Clause 3 yang dapat rating buruk dan nggak laku di mana-mana? Aku bahkan suka film itu dan selalu ber "oooww.... aaahhh" setiap adegan Santa bagi-bagi kado kejutan yang berisi kenangan masa kecil. Hehehe, konyol, ya? :p Tapi bukan hanya Natal, aku juga suka dengan suasana Lebaran. Berkumpul dengan keluarga dan hugging each other tuh indah banget. Sayangnya film-film Lebaran masih jarang. Yang aku suka cuma "Kiamat Sudah Dekat" karena yang lain kebanyakan malah nggak terasa spiritnya. Intinya, aku suka dengan hari raya karena moment berkumpul bersama keluarga itu menyenangkan. Bertemu sih tiap hari, tapi dunno why, kalau hari raya itu rasanya "berbeda" :)

11. Ingin memerankan tokoh "Annie the Little Orphan". Aku sengaja taruh ini di nomor 11 karena Annie adalah gadis yatim piatu berusia 11 tahun. Sekarang aku sudah terlalu tua untuk memerankan Annie, kemungkinan berkesempatan untuk memerankannya sangat kecil. Tapi seenggaknya aku cukup puas karena pernah menyanyikan lagu "Tomorrow" bersama kelompok choir di kampus :)





Untuk detail dan cara pemesanan dress silakan hubungi aku.


Fiuuh.... Am I writing too long? Hehehe. Itu lah 11 hal tentangku, dan tugas selanjutnya adalah menjawab masing-masing 11 pertanyaan dari Aul, Diah dan Meilya. Semoga kalian nggak bosan baca ya, karena ini baru setengah jalan. Here we go again then...


Pertanyaan dari Aul:
1. Why do you write a blog?
Aku suka menulis dan aku suka online, so jadilah blog ini :)

2. Who's your favorite blogger?
Waktu gue mulai nge-blog (2005), aku bahkan nggak tahu apa itu blog. Aku cuma menulis apa yang aku pikir dan nggak terpikir untuk baca blog orang lain. Tapi sekarang aku sering blog walking dan menemukan random blog yang menarik. Aku nggak bisa menyebutkan satu-satu. Terlalu banyak dan terlalu... random :)

3. Describe your self not more than 7 words!
Girly, geeky, clumsy, bookworm, sensitive, cheerful (and) blessed.

4. Write down your favorite song(s) and the reasons why!
"Lucy in the Sky with Diamond", so mysteriuos and I just I just love hearing everything about Lucy.
"Tomorrow", memberikan harapan dan selalu membuat aku 'feel better' saat mendengarnya.
"Just the Way You Are", lagu Billie Joel pertama yang aku dengar karena alm. Mika sering nyanyiin lagu ini.
Lagu-lagunya Aerosmith, Queen, Beatles, Mika, Michael Jackson dan Spice Girls. Because I'm a HUGE fan of them :)

5. Do you like durian? If not, what fruit do you like?
Aku nggak suka dengan rasa durian. Nggak maksud benci, lho, karena semua ciptaan Tuhan itu baik :) Aku suka stroberi, anggur dan apel.

6. If someone said something bad about you and you heard it, whut would you do?
Bertanya pada diri sendiri apakah itu benar. Kalau iya, coba perbaiki dan bersyukur masih mempunyai kemampuan untuk mendengar. Kalau apa yang ia bilang salah, well... you know kan kalau hater itu sebetulnya lover terselubung? ;)

7. If I were a genie and I could make your wish become true, what do you want?
Dear genie in the blogger (lol), tolong buat dunia menjadi tempat ramah untuk penghuninya. Buat mereka (including me) lebih peduli sesama, mau mendengar, mengasihi dan nggak serakah :)

8. If you were a president, what would you do first?
Mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan sama seseorang yang lebih kompeten.

9. What kind of novel you love the most? Mention the title(s)!
Genre maksudnya? Aku suka fairy tale, life story (Mitch Albom is the best!), kids dan banyak lagi. Favoritku adalah The Witches karya almarhum Roald Dahl, One Child karya Torey Hayden, Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto dan dua novelku sendiri Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu Sempurna :)
(didn't mean to be narcissistic, aku cuma bangga karena aku mengerjakan novel-novelku sepenuh hati).

10. What do you think of my blog, Aul And The Home?
Ramai, tapi aku suka headernya. Manis :)


Pertanyaan dari Diah:
1. Kapan pertama kali kamu nyasar ke blog ini?
Hmm, sepertinya di tahun 2011 pertengahan. Aku lupa tepatnya kapan. Maklum, kalau blog walking aku memang suka kejauhan, hehehe :)

2. Apa pendapat kamu tentang ngeblog?
Blogging adalah tentang kebebasan menuangkan ide dan pemikiran kita, tapi sekaligus tentang beretika, belajar untuk memikirkan apa yang sudah kita tulis sebelum meng-klik tombol "POST" :)

3. Kenapa kamu suka ngeblog?
I love writing. Enough said! ;)

4. Postingan apa yang paling kamu senangi dari blog saya ini?
Love them all. Aku selalu suka apa yang ditulis dengan jujur tapi tetap beretika :)

5. Apa yang ingin kamu raih saat ini?
Aku sedang mengerjakan project buku yang royaltinya akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna dan untuk membantu homeless animal/korban kekerasan. Jadi goalku untuk sekarang adalah: mengerjakan sebaik mungkin, memastikan target (yang menerima charity) nya tepat dan berharap agar masyarakat mengerti bahwa binatang itu 'not just an animal', tapi mereka juga punya hak untuk hidup layak.

6. Pernah kopdar? Ada cerita lucu dan berkesan saat kopdar?
Just once :) I'm the youngest one at that time (2007), dan aku bertemu dengan 2 teman blogger dari blog Indosiar. Menyenangkan :)

7. Kalau boleh milih, kamu lebih suka menikmati alam dimana: gunung atau pantai?
No need to choose, aku akan tinggal di mana pun keluarga tinggal. I've told you, I can't live without them :)

8. Ikut forum tentang blogger? Forum apa aja?
Belum pernah :)

9. Tahu Kendari? Sudah pernah ke Kendari kah?
Belum pernah :)

10. Kota mana di Indonesia ini yang paling berkesan buat kamu?
Bandung. Orangtuaku bertemu di sana, memutuskan untuk berpacaran, lalu menikah, dan lahirlah aku... di Bandung ;)

11. Apa yang ada di kepala kamu jika melihat bintang?
Langit-langit kamarku yang disebut Neverland.


Pertanyaan dari Meilya:
Sebutkan 11 daftar makanan yang pengen kamu makan sekarang!
(wah ini mah perintah, hehehe)
1. Salad.
2. Pizza sayur.
3. Tempe penyet buatan Ibu.
4. Sandwich yang ada mata dan mulutnya buatan Bapak.
5. Masakan apapun yang dibuat berdua dengan Ray.
6. Es krim green tea.
7. Kacang Almond.
8. Tumis kangkung.
9. Paprika bakar.
10. Jelly beans, gummy bears atau apapun, sejenisnya.
(ya Tuhan, jadi lapar...)
11. Jagung manis.

Lunas, kan semua pertanyaan terjawab. Sekarang giliran aku yang nanya: Ada berapa blogger kah yang masih bertahan membaca sampai sini? Hehehe, kidding! Tugas aku belum selesai, lho. Aku masih harus memilih 11 blogger untuk kembali mengemban tugas menyenangkan seperti ini (hehehe, hayo lho...). Dan 11 blogger yang beruntung itu adalah....
Bunda Yati, Baby Dija, Ning, Aqua, Dreamy Princess, Titaz, Cominica, Rhie, Ajeng, Rika dan Ditter.


   Pertanyaan yang gue berikan untuk mereka adalah,
1. Apa pendapat kalian tentang "Dunia Kecil Indi"? What's your favorite part?
2. Lebih suka teh manis atau minuman soda?
3. Kalau kalian punya waktu 30 menit untuk menulis sebuah post, apa yang akan kalian tulis?
4. Show me you favorite picture! :)
5. Benda/hal apa yang kalian inginkan di masa kecil dan belum tercapai sampai sekarang?
6. Kalau kalian dihadiahi 3 ekor pets (jenis binatang sesuai dengan kesukaan kalian), apa saja nama yang kalian berikan?
7. Minum langsung dari botol atau pakai sedotan? (nggak ada pilihan dituang ke gelas, ya, hehehe).
8. Kalau kalian suatu hari bertemu dengan aku di jalan/suatu tempat, akan kah kalian mengenaliku? (hehehe).
9. Ceritakan tentang keluarga kalian! :)
10. Kalau belanja di supermarket, apa yang biasa dipakai untuk membungkus belanjaan kalian? Plastik dari supermarket atau pakai tas/keranjang yang dibawa sendiri?
11. Akankah kalian menolong seekor anjing pitbull yang terluka di jalan?

All done! Sekarang semuanya selesai, tinggal menunggu 11 blogger beruntung mengemban tugas mereka, nih, hihihi. Ya, ampun... saking panjangnya ternyata aku sudah 1 jam di depan komputer! Tenang, kali ini aku nggak pakai gasping ala Kevin Mccallister kok meskipun kaget :D
Kalau ada di antara kalian yang sering mampir ke sini, mungkin bakal tahu bahwa aku jarang banget mengerjakan 'tugas' semacam ini. Alasannya sih klise, terlalu banyak yang ingin aku sampaikan, terlalu banyak yang terjadi dalam 1 minggu sehingga 'tugas-tugas' dari blogger lain dikesampingkan. Hari ini juga sebenarnya aku ingin post tentang hal lain, tapi hey apa salahnya sesekali bersenang-senang? Do the tagging thing mungkin kesannya sepele dan nggak penting, tapi ketika teman yang kita tag mengerjakan, kita jadi tahu setidaknya 11 hal tentang dirinya. Dan saat ia men-tag temannya yang lain, lingkaran pertemanan pun menjadi semakin luas bukan nggak mungkin blog kita pun di kunjungi oleh banyak teman baru. So guys, let's do this tagging thing and have fun! :)

salam,
Indi


____________________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.
do not copy any design by Toko Kecil Indi

Minggu, 20 November 2011

A Date with Daddy :)


OOTD: Hairband: Old Stuff | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Crocs Leopard



Aku pernah dengar, anak perempuan itu seringnya dekat dengan Bapak, karena bisa belajar logis ketika menghadapi masalah. Aku juga pernah dengar, kalau anak perempuan itu butuh sosok seorang Bapak, untuk meredam cengengnya dan mengetahui bagaimana sosok seorang gantleman yang sebenar-benarnya...
Dan apa yang aku dengar itu benar... Karena aku sangat.... sangat, sangat, sangat membutuhkan Bapak.

Aku punya Bapak yang paling keren sedunia. He's so good looking with Billy Idol-ish smile, open minded, smart dan punya selera humor yang bagus. Teman-teman sekolah sering iri karena aku memiliki beliau. Awalnya aku nggak mengerti, he's just… my dad. What's so special about that? Rasanya hampir semua anak memiliki Bapak. Tapi ternyata bukan karena status-nya lah beliau istimewa, tapi karena caranya membesarkan aku dan adik semata wayangku, Puja.






Sejak kecil aku sangat dekat dengan Bapak. Malah ada fase dimana aku meng-klaim sebagai "anak Bapak saja" bukan anak Ibu. Pasalnya aku sempat cemburu karena Ibu lebih perhatian dengan adik yang baru lahir, hehehe (don't get me wrong, aku dan Ibu juga saling menyayangi). Kedekatanku dengan Bapak pun semakin berkembang seiring dengan bertambahnya usiaku. Dari sekedar tempat mengadu dan mencari pembenaran atas sifat ajaibku di masa kecil (lol) sampai dengan diskusi serius tentang masa depan. Aku juga sangat terbiasa dengan 'kehadiran' beliau, saat teman-temanku sudah ogah untuk dijemput orangtua, aku masih nyaman-nyaman saja dijemput Bapak sepulang sekolah. Jangan salah, Bapak sama sekali nggak menghalangiku. Beliau membebaskanku untuk berteman dengan siapa saja, bahkan untuk berkencan sekalipun. He trusted me very much, hanya beliau selalu mengingatkan bahwa dia selalu berhak untuk mengetahui apa yang aku lakukan selama masih tinggal satu rumah dengannya dan Ibu. Dan, believe or not, sampai sekarang aku sangat suka konsep itu. Very fair! :)

Aku masih ingat waktu itu kelas masih kelas 5 SD, dan sedang di fase 'really into rock and roll'. Aku pikir piercings itu keren dan aku mau punya di puncak cuping telinga kiri. Menghadapi obsesi aneh putrinya, Bapak tenang-tenang saja, malah aku segera diajak ke toko perhiasan. Di sana Bapak bertanya apa aku benar-benar ingin mempunyai piercings ke 4 (sebelumnya aku sudah punya 3 yang dibuat ketika bayi). Aku bilang 'iya' dan segera meminta petugas toko melubangi cuping telingaku. Tapi alih-alih di cuping atas, Bapak malah meminta agar aku ditindik di cuping bagian bawah dan.... 'BAM!', tiba-tiba saja alat tindik sudah menembus telingaku yang lembek. Jantungku rasanya berhenti sejenak dan kedua mataku terasa panas. Rasanya sakit sekali dan aku hampir menangis. Lalu Bapak berkata,
"Kalau di cuping atas rasanya jauh lebih sakit dari itu. Nanti saja kalau kamu sudah besar".
Dan sesuai dengan nasehatnya, aku baru punya piercing di cuping telinga atas setelah berusia 18...


My ears :)


Bukan cuma aku, Puja juga pernah diantar Bapak untuk piercing di usianya yang ke 13 tahun. Waktu itu Puja lulus SD dengan nilai baik dan Bapak memutuskan untuk memberinya hadiah. Aku dan Puja bahagia sekali karena bisa kompakan membeli aksesoris. Karena diameter piecing Puja lebih besar (fyi, Puja itu laki-laki, ya, hehehe), maka aku selalu beli anting dengan versi yang lebih kecil. What a cute moment :)
Sayangnya cara didik Bapak sering dianggap 'aneh' oleh anggota keluarga besar kami. Beliau dianggap terlalu membebaskan dan membuat anak-anaknya idealis. Untung saja aku punya keluarga solid dan suportif, nggak perlu-repot-repot menjelaskan bahwa penilaian mereka salah, kami lebih suka untuk terus melakukan apa yang kami anggap benar.
Aku tahu Bapak selalu memikirkan baik-baik apa yang beliau lakukan terhadap anak-anaknya. Mungkin sekilas tampak spontan dan serba mendadak, tapi bahkan saat Bapak membawaku dan Puja untuk piecings pun beliau sudah tahu bahwa nggak akan ada yang mencelakakan kami. Bapak sudah memastikan jarum yang dipakai steril dan orang yang menindik kami memang ahlinya.

Seperti yang aku bilang, Bapak dianggap membuat anak-anaknya menjadi idealis. Sampai hari ini aku masih nggak mengerti, apa yang salah dengan menjadi idealis selama masih rasional? Bapak bilang menjadi idealis itu bukan masalah, karena bisa membuat aku konsisten dan punya 'goal' dalam hidup. Sadar akan kemampuan diri memang penting, tapi bukan berarti harus menyerah setelah gagal. Coba lagi dan jangan menyerah. Beliau selalu mendukung cita-citaku, sekecil apapun itu. He's my biggest fans! Bapak orang pertama yang membaca novel-novelku dan membeli cetakan pertamanya. Ketika ada orang yang 'mengecilkan' kepercayaan diriku, mengatakan bahwa profesiku nggak menjanjikan dan aku nggak mungkin berhasil, Bapak selalu mendorongku agar tetap semangat. Beliau selalu bilang bahwa aku nggak seharusnya membiarkan komentar-komentar negatif membuat gue down, tapi sebaliknya harus dijadikan pemacu agar lebih baik.
Suatu kali aku berkata pada Bapak bahwa gue ingin menjadi guru preschool. Tahu apa yang Bapak bilang? 

"Segeralah melamar, siapkan kemampuan dan jangan bersedih kalau ditolak. Kesempatan itu selalu ada asal kamu berdoa dan berusaha".

He always encourages me :)

Beliau tahu caranya bersenang-senang, bersyukur dan menikmati hidup. Waktu aku lulus, aku nggak langsung diminta cari pekerjaan. Beliau bilang aku punya hak untuk menikmati waktu dan memanjakan diri sendiri setelah bersusah payah mengerjakan skripsi. Sampai sekarang, di saat aku sudah bekerja pun Bapak selalu meminta aku seperti itu: bersenang-senang dengan hasil kerja keras sendiri, karena aku ber-ak untuk itu. (Tentu saja jangan lupakan untuk mengucap syukur dan nggak berfoya-foya) ;)

Seperti hari ini (19 November), tanpa rencana Bapak mengajakku ke mall. Kebetulan, aku ingin membeli shower cap dan spons sabun karena yang lama sudah rusak. Tapi setelah aku dapat barang-barang yang aku butuh, Bapak malah mengajak berkeliling dan memaksa aku membeli barang-barang lain. Katanya aku ber-hak untuk membelanjakan sedikit dari royalti buku yang baru aku terima satu hari lalu. Awalnya aku menolak karena memang sedang nggak butuh apa-apa dan lebih senang kalau uangnya ditabung saja. Tapi beliau bilang bahwa ini bukan tentang apa yang aku butuh, tapi tentang bersenang-senang karena aku sudah cukup lama nggak memanjakan diri sendiri.

Aku lalu melihat beberapa barang, tapi selalu menaruhnya kembali. Lalu Bapak memilihkan kotak penyimpanan bergambar Strawberry Shortcake untukku. Terang saja aku menolak, karena gue sudah punya kaleng bergambar Toy Story untuk penyimpanan. Tapi Bapak memaksaku membelinya, katanya nggak apa-apa kalau aku memanjakan diri dengan benda warna pink ini, karena beliau tahu aku lebih suka warna pink daripada gambar Buzz Lightyear yang tercetak di lapisan kaleng, hehehe. Nggak berapa lama kemudian aku semakin menikmati "shopping time" dengan Bapak. Di keranjang belanjaan sudah ada kotak sabun Minnie Mouse, kuas Hello Kitty, dental care snack untuk Eris, kotak penyimpanan Strawberry Shortcake, shower cap dan spons mandi. Aku pikir sudah cukup, tapi Bapak menunjuk sebatang sapu berwarna pink bermotif bunga. Aku bilang di rumah sudah ada sapu dan sapu itu bukan benda koleksi yang bisa sekedar dipajang. Kan aneh saja kalau seseorang membeli sapu dengan alasan "it just looks cute", hehehe. Tapi Bapak bertanya apa aku suka sapunya? Well, kalau soal suka tentu saja iya, hihihi. Langsung saja sapu super imut itu menjadi benda terakhir yang dibawa sebelum kami ke kasir :)


Strawberry Shortcake box dan cute broom :)

Super cute haul pilihan Bapak :)

Oleh-oleh buat Eris :)


Tiga jam kemudian kami memutuskan pulang, tapi ternyata di luar hujan. Karena nggak mau kehujanan, kami tanya satpam dimana toko yang menjual payung. Dan ternyata ada di lantai 3! Ya, ampun... padahal kami baru saja dari sana *tepok jidat*. Bapak menyarankan aku untuk membeli payung bergambar anjing karena aku suka binatang. Lucunya waktu kami keluar mall hujannya sudah berhenti. Mungkin karena kami terlalu lama memilih payung dan... dua 2 pasang sepatu plus 1 pasang sandal. Iya, Bapak bilang sepatu dan sandal yang biasa aku pakai sol-nya sudah terlalu tipis :D


Payung yang batal dipakai dan sepatu yang langsung dipakai, hehehe :)


Begitulah, kami pulang ke rumah disambut rasa terkejut Ibu. Beliau kaget kenapa kami begitu lama pergi dan kembali dengan banyak belanjaan. Setelah dijelaskan Ibu mengerti dan bergurau tentang barang-barang yang aku beli. Katanya, seandainya tadi beliau ikut, pasti sudah memintaku untuk membeli warna-warna lain selain pink, hehehe. But she loved my leopard shoes so much :)

Sebenarnya tujuan Bapak memintaku bersenang-senang bukan sekedar untuk menikmati jerih payahku, tapi juga untuk penghiburan karena besok beliau pergi ke Jakarta untuk operasi sinus. Rencananya beliau akan menginap 5 hari di sana, dan selama itu pula aku harus rela berjauhan darinya. Ini berat, sudah pasti. Karena aku sangat jarang untuk berjauhan darinya. Aku pasti akan sangat-sangat-sangat kangen sama Bapak. Aku cuma bisa berdoa semoga operasinya lancar dan Bapak bisa cepat pulang, amen...

Oya, aku sering dapat pertanyaan tentang siapa yang mengambil foto-fotoku untuk blog. It's my Daddy, of course. Bapak selalu senang hati untuk mengambil fotoku hampir setiap saat. Bahkan sering dengan inisiatifnya sendiri, seperti foto-foto di post kali ini. Sudah aku bilang kan bahwa beliau sangat suportif, begitu tahu bahwa aku suka blogging beliau langsung bilang,

"Kalau foto-foto itu bisa mendukung hobi blogging'mu, Bapak senang sekali membantumu".


Me and Daddy :)





Oh, my! He's the coolest Daddy on earth!!! :D



salam,


INDI



Dedicated to my hero, my superstar: Bapak. "Semoga cepat sembuh, belum apa-apa aku sudah kangen..."