Tampilkan postingan dengan label karena cinta itu sempurna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karena cinta itu sempurna. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Ditodong Bernyanyi dan Bermain Ukulele di "Udah Gitu Aja" :D

Haloooo Dunia Kecil Indi! Masih adakah yang berkunjung ke sini? Hehehe :p
Lumayan lama juga ya aku nggak mampir, ---bahkan nggak blog walking mengunjungi blog teman-teman. Sedihnya, ini bukan karena aku sibuk, tapi karena... ehm, aku malas :p Bukan malas sama blognya, lho, tapi aku sedang malas in general. Sempat sakit 1 minggu plus cuaca Bandung yang adem-adem beku (hujan es melulu, dong) bikin aku rindu dengan tempat tidur setiap pulang bekerja. Plusnya aku jadi beristirahat dengan cukup, tapi minusnya jadi lumayan banyak hobi yang ditinggalkan (---kecuali hobi tidur, lol). Sekarang aku sudah jauh lebih fit, mudah-mudahan saja bisa kembali ke rutinitas yang seimbang, ---terutama antara pekerjaan, hobi dan waktu istirahat :)

Bulan kemarin banyak long weekendnya. Tapi bagiku sih nggak terlalu berpengaruh karena pekerjaan formalku yang sifatnya part time, hanya 4 hari dalam seminggu. Jadi di saat orang lain happy karena dapat libur ekstra, bagiku rasanya sama karena di hari "normal" pun memang libur, hehehe. Nah, justru pas 1 Mei 2017 kemarin aku malah kebalikan dari orang kebanyakan. Di saat yang lain libur aku malah "back to work" dengan menjadi tamu di acara talk show. Proses undangannya cukup cepat. Berawal dari beberapa hari sebelumnya produser acara menghubungiku dan menawari untuk menjadi bintang tamu di program barunya. Karena sebelumnya sudah pernah mengisi acara di stasiun TV yang sama jadi langsung aku iyakan. Rupanya memang cukup ngebut, keesokan harinya salah seorang dari tim kreatif langsung memberikanku jadwal shootingnya!

Mungkin masih ada yang ingat kalau di tahun 2015 lalu aku diundang ke acara yang namanya "Saling Sharing"? Nah, kali ini aku diundang oleh stasiun yang sama, Inspira TV, hanya saja berbeda acara. Namanya "Udah Gitu Aja", sama-sama talk show tapi konsepnya komedi. By the way, sepertinya masih ada yang belum tahu tentang Inspira TV ya. Ini stasiun TV nasional, jadi bukan hanya bisa dinikmati di kota Bandung, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Bedanya ini adalah channel TV digital bukan analog, jadi kita harus make sure dulu TV yang dipakai bisa mensupport (bisa dibaca di kardus TV nya). Selain itu Inspira TV juga bisa dinikmati di Ninmedia channel 29. Teman-teman sudah pakai TV digital belum, nih? :) 

Belajar dari pengalaman sebelumnya aku pun bertanya tentang dresscode untuk shooting nanti, apalagi acaranya live. Awalnya Reza, salah satu tim kreatif mengizinkanku memakai dress selutut (---bukan di atas lutut ya, aku selalu make sure pakaianku sopan). Tapi (lagi-lagi) hanya beberapa jam sebelum shooting keputusan diubah bahwa kakiku harus tertutup! Aduh, rasanya kok seperti de javu, hahaha. Agak kesal juga sih, tapi syukurlah aku menemukan stocking lama di laci lemari dan dapat pinjaman blazer dari Ibu. Alasannya sih karena beberapa kru masih libur jadi keputusannya serba mendadak. (---Dan later ketika di studio aku jadi tahu kalau channel mereka memang berbasis islami). Tadinya aku mau protes karena di episode sebelumnya Mbak Polwan cantik yang jadi tamu roknya pendek bingits dan bajunya ketat. Tapi sudahlah, aturan pasti dibuat karena ada alasannya dan aku bukan rebel, hehehe. Disyukuri saja karena Ibu punya butik jadi urusan outfit bukan masalah besar :)

Shooting akan dimulai pukul 20.00 WIB, jadi aku dengan diantar Bapak berangkat pukul 19.00 WIB. Tadinya aku diundang untuk share tentang pengalaman menulis saja, tapi setelah produsernya tahu kalau aku juga pemain ukulele (amatir, lol), aku pun diminta untuk membawa serta salah satu ukuleleku. Wah, bakal jadi pengalaman pertama bermain musik live di TV nih. Sebelumnya sudah pernah ketika di Net TV dan TV One, tapi keduanya tapping :D Lokasi shooting kali ini berbeda dengan sebelumnya yang di sebuah kafe, kami diminta untuk datang langsung ke studio Inspira TV. Karena sudah malam dan baru pertama kali, Bapak sempat bingung dengan rutenya. Syukurlah lalu lintas sedang nggak macet dan meskipun studionya nggak terletak di jalan utama tapi ada sign yang cukup terang. Kami pun tiba tepat waktu. Hore! Hehehe.

Sepanjang pengalamanku mengisi acara (di TV), baru kali ini shooting nya dimulai tanpa basa-basi. Jangankan di makeup oleh makeup artist, diminta untuk rapi-rapi pun nggak. Jadi begitu tiba langsung diminta naik ke lantai 2 (sepertinya ruang kontrol?), baru ketika segmentku hampir dimulai aku diminta untuk masuk ke studio yang berada di lantai 3, hehehe. Positifnya aku jadi nggak sempat deg-degan ---dan akhirnya ada juga TV yang no-problemo dengan aku yang bedakan saja malas :D Aku baru dibriefing saat jeda iklan, termasuk baru ditanya tentang lagu apa yang akan aku bawakan. Tanpa ragu aku langsung menjawab, "Under the Bridge dari Red Hot Chili Peppers!" Hehehe, kalau live begini kan sudah nggak mungkin ditolak, ---kapan lagi bisa membawakan lagu idola :p Karena di sana ada pemain keyboard, aku pun nggak menolak tawarannya untuk mengiringi suara dan permainan ukuleleku. Ini adalah pengalaman pertama, aku jadi super excited! :)



Host "Udah Gitu Aja" ada 2 orang, Danu dan Mike. Mereka super kocak dan lincah, ---saking lincahnya aku khawatir studio mini tempat kami shooting akan rubuh karena mereka berlari ke sana-kemari saat jeda iklan, hahaha. Meski begitu mereka juga ramah dan sopan. Setelah berkenalan sebentar segment aku pun dimulai dengan membawakan lagu yang sudah direncanakan. Ya... not bad lah untuk ukuran tanpa rehearsal, hehehe. Lagunya jadi terdengar lebih fresh dengan alunan keyboard. Beruntung Bapak sempat merekam moment pertamaku membawakan lagu idola di TV dengan kameranya :)) Setelah itu kedua host langsung masuk dan mulai berbasa-basi denganku. Senangnya, Mike pernah menonton film MIKA beberapa waktu lalu, jadi percakapan kami terasa lebih hidup. Aku memang selalu mengirimkan profile terlebih dahulu jika diundang menjadi tamu, karena info tentangku tentu nggak semua tersedia di google (---kecuali kalau aku Beyonce, hehehe). Tapi jika host nya benar-benar tahu karyaku rasanya jadi lebih menyenangkan.



Setelah jeda iklan berikutnya aku diajak main game. Sebenarnya sih gamenya super simple, aku dan Mike hanya diminta untuk menebak kata yang Danu ucapkan tanpa suara lalu ditulis di selembar kertas. Tapi memang dasar Danu super kocak, aku pun tertawa sampai sakit perut, hahaha. Game ini aku yang menang, ---tapi aku yakin Mike memang sengaja mengalah. Yang asyik dari acara ini meski konsepnya komedi tapi pertanyaan yang diajukan tetap serius. Misalnya tentang upcoming project ku dan tips menulis. Mereka juga sempat membacakan beberapa fakta tentang film MIKA yang membuktikan bahwa tim kreatif melakukan sedikit research sebelumnya. Mungkin kita sebagai penonton akan berkomentar bahwa, ‘apa susahnya memang dengan mencari tahu?' ---karena zaman sekarang apa-apa tinggal googling. Tapi trust me, masih banyak lho acara TV yang sepertinya malaaaas banget cari tahu tentang tamunya :) 



Segment ku berlangsung selama 1 jam, tapi waktu rasanya cepat sekali berlalu karena meski saat jeda karakter Danu dan Mike sama sekali nggak berubah. Kami asyik mengobrol dan sesekali kru mengajak berfoto bersama. Too bad memory kameraku habis karena Bapak terlalu semangat merekam aksiku, hahaha. Untung saja ada Instagram, jadi aku bisa mendapat beberapa dokumentasinya meski resolusinya nggak terlalu besar :) Waktu segmentku ditutup rupanya ada permintaan khusus dari produser agar aku bernyanyi lagi. Ya, ampun spontan sekali acaranya, hahaha. Yang terlintas di kepala gue lagunya Princess Chelsea yang berjudul "Goodnight Little Robot Child", langsung saja aku nyanyikan. Sempat lupa awalnya karena celetukan-celetukan si duo konyol, tapi untung hanya beberapa detik saja, hahaha.

Aku dan Bapak nggak langsung pulang, tapi kami stay sampai 1 jam kemudian alias sampai acara habis. Meski cuma jadi penonton tapi aku nggak bosan karena ketawa-ketawa terus :p Setelah itu kami pamit pulang karena sudah larut dan besoknya aku harus kembali bekerja (---pekerjaan formal maksudnya, kalau "kerja" mah kan setiap hari, hehehe)
Aku bersyukur pengalaman pertama mengisi acara live berlangsung super seru. Aku pikir pressure nya bakal lebih besar daripada tapping, tapi rupanya aku malah lebih santai. Pernah lho aku screen test buat salah satu acara bakat di TV, cuma ditonton sama segerintil kru tapi nervousnya malah luar biasa, lol. Minusnya dari live show aku jadi nggak bisa nonton diri sendiri di TV, ---kecuali kalau ada yang upload ke YouTube. Ya, doakan saja episodeku cukup okay untuk diupload di account official mereka, ya, hehehe. 
Begitu deh pengalamanku bekerja di hari libur kemarin. Kalau teman-teman bagaimana? Menikmati liburan atau ada pekerjaan tak terduga juga? ;)

Nonton behind the scene "Under the Bridge" di sini, ya :)


yang maksa mau nyanyi lagu RHCP,

Indi


______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Rabu, 09 Desember 2015

Menjadi Tamu di Acara "Komitmen Bersama Perilaku Sehat dan Bertanggung Jawab" (World AIDS Day 2015) :)

Howdy dooooo, bloggies? Waaaah, rupanya belakangan aku kurang produktif di dunia kecil kesayangan ini :( Bukan karena aku malas, tapi seperti biasanya Desember selalu jadi bulan yang sibuk, ---dan tentu jadi bulan yang penuh kesan. Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, dan di tanggal 24 Desember 11 tahun yang lalu adalah hari dimana Mika, my AIDS fighter pulang ke surga. Gak heran kan kenapa bulan ini terasa begitu berarti untukku :) Dulu aku memang bersedih dan menutup diri, tapi sekarang pengalaman hidup bersama Mika justru menjadi kesempatanku untuk berbagi, ---dan itu membuat Mika tetap hidup :)

Kesempatanku kali ini datang dari D-100 community, Kelompok Dukungan Sebaya dari RS. Borromeus Bandung. Mungkin teman-teman masih ada yang ingat perkenalan dengan mereka dimulai ketika aku diundang oleh ODHA Berhak Sehat sebagai bintang tamu di acara gathering mereka, dan di sana D-100 juga hadir. Lalu 2 bulan kemudian giliran D-100 yang mengundangku dalam rangka Hari AIDS Sedunia, kami nonton bareng film Mika di Taman Film Bandung. Dan sekarang, 1 tahun kemudian mereka mengundangku dengan konsep acara yang berbeda. D-100 bekerja sama dengan Klinik Antonius dari RS. Borromeus untuk mensosialisasikan HIV/AIDS kepada masyarakat umum dengan menggelar acara di Car Free Day Dago Bandung. Tujuannya agar yang sedang kebetulan jalan-jalan pagi pun bisa ikut bergabung ;)

Karena diadakan di area Car Free Day jadi aku harus bangun pagi-pagi sekali. Sempat hampir terlambat karena aku bangunnya kesiangan, tapi entah keajaiban darimana aku bisa mandi dengan kecepatan super hingga bisa tiba tepat waktu, hihihi. Di acara ini aku berjualan novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna" yang hasilnya akan digunakan untuk membeli susu formula bagi ODHA. ---Orang dengan HIV/AIDS yang nggak bisa memberi ASI. Aku juga mendapat titipan kue-kue dari Dhian (kalau sudah menonton film Mika pasti tahu ia siapa, hihihi) yang juga untuk didonasikan. Selain D-100 dan klinik Antonius, acara ini juga didukung oleh WPA (Warga Peduli AIDS) Kebon Pisang, STKS dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Bandung. Jadi tentu acaranya macam-macam dan super fun karena banyak yang terlibat.

Sebelum dimulai aku dengan dibantu teman-teman D-100 mengatur booth sederhana yang berisi novel-novelku dan kue-kue Dhian. Seperti biasa, wajib serba pink karena itu warna kesukaanku. Sampai-sampai taplak dan sign-nya bawa sendiri dari rumah, lho, hihihi. Sementara itu MC mulai menarik perhatian masyarakat Bandung yang sedang berjalan-jalan. Awalnya sih masih sepi, yang lalu-lalang baru beberapa saja. Tapi lama-lama jadi ramai, apalagi ada spanduk putih sebagai aksi solidaritas yang siapa saja boleh memberikan cap tangannya sebagai bentuk dukungan. Sambil mendengarkan pengetahuan tentang HIV/AIDS pengunjung juga bisa memeriksa kesehatannya secara gratis. Kapan lagi kan bisa cek tensi darah sambil olahraga pagi? :D






Pengunjung yang mampir ke booth kami juga mendapatkan hadiah-hadiah menarik. Ada goodie bag dari RS. Borromeus, pin dan lain sebagainya. Tapi tentu saja ada syaratnya, mereka harus berani bertanya atau menjawab pertanyaan seputar HIV/AIDS. Momen ini membuatku senang sekaligus miris... Aku senang karena mulai banyak masyarakat yang punya rasa penasaran tinggi dan tanpa ragu bertanya. Tapi juga miris karena masih banyak yang takut dengan ODHA. Misalnya saja ada seorang Ibu yang bilang bahwa ia nggak mau bersalaman dengan ODHA. Padahal kan HIV nggak menular melalui kontak sehari-hari. Dan seandainya saja Ibu itu tahu siapa saja di antara kami yang ODHA, mungkin beliau sudah kabur, hihihi. Untungnya rekan-rekan KPA dan WPA tetap sabar untuk menjelaskan bagaimana fakta yang sebenarnya. Kalau makan bersama, bersalaman, berciuman atau pakai toilet bersama aman untuk dilakukan, karena HIV hanya menular melalui 3 cairan tubuh, yaitu darah, cairan kelamin dan air susu ibu. Semoga saja sepulang dari sini ilmu barunya nggak pernah dilupakan, ya ;)

Aku juga berbagi tentang novel-novel yang aku tulis, dan alasan kenapa aku mengangkat isu HIV/AIDS. Surprise, ternyata ada cukup banyak pengunjung yang sudah mengenal karya-karyaku, bahkan ada yang sudah menonton film Mika juga! Rasanya seperti meet and greet dadakan karena banyak yang meminta foto dan tanda tangan, hihihi. Lucunya ada seorang pengunjung yang berkomentar, "Mika itu romantis, ya..." Aww, jadi kangen sama Mika, deh :') Tapi buatku ini adalah bonus, karena tujuan awalnya tetap untuk mensosialisasikan HIV/AIDS. Jangan sampai mereka hanya mengagumi Mika tapi saat berhadapan dengan ODHA tetap ketakutan. Seperti yang sudah sering aku bilang, aku dan Mika sebenarnya nggak jauh berbeda. Scoliosis dan HIV/AIDS sama-sama belum ada obat tuntasnya, jadi kenapa harus takut? Aku harap orang bisa stop judging seseorang dari penyakit yang diidapnya. Aku yakin semua orang juga lebih memilih sehat, jadi jangan memperburuk keadaan dengan label-label yang nggak penting :)





Oh, iya ada beberapa kejadian menarik nih waktu acara berlangsung. "Produk" yang paling laris rupanya balon-balon merah menyala yang menjadi dekorasi boothku. Sebelum novel-novel dan kue-kuenya habis, anak-anak yang lalu-lalang sudah mengantri sambil mencolek-colek aku,"Teh, Teh, minta balonnya, Teh," hihihi. Untung saja sebelum acara selesai kelarisan balon-balon itu menular pada novel-novelku. Semuanya sold out! Yay! Aku senang sekali karena artinya kami bisa berdonasi dengan maksimal. Malah ada yang membeli 1 buah novel dengan harga 3 kali lipat dari harga aslinya. Terharu sekali :') Dan yang juga berkesan ada seorang scolioser yang menghampiriku untuk bertanya tentang scoliosis dan SpineCor (soft brace). Meskipun beda tema berbagi ilmu memang bisa di mana saja, aku senang sekali kalau bisa membantu.



Waktu acara selesai, nggak terasa aku sudah berdiri selama kurang lebih 4 jam. Kalau dalam keadaan normal mungkin aku sudah pingsan (tapi tenang deh, kan dekat Rumah Sakit, lol). Nah, berhubung acaranya seru dan banyak yang membantuku selama acara berlangsung, ---termasuk Bapak dan Ray yang bergantian jadi fotografer, daya tahan tubuhku pun jadi berkali-kali lipat, hihihi. Aku selalu senang jika diundang menghadiri acara seperti ini. Karena meski sederhana dan santai, tapi pesannya lebih mudah sampai karena nggak berkesan menggurui. Dan aku harap ini bukan hanya mengenai HIV/AIDS. Tapi mengenai diri kita sebagai sesama manusia dan mahkluk Tuhan. Sudah seharusnya kita semua hidup berdampingan dan saling mendukung. Dari kecil kita sudah diajarkan bahwa setiap orang itu berbeda, tapi berbeda bukan berarti alasan untuk berprasangka buruk! ;)




yang diajarkan mika bahwa manusia itu seperti apel,

Indi

nb: Sepulang dari acara aku bertemu dengan salah seorang pembaca saat sedang mengantri di kasir supermarket. Katanya ia menyukai karyaku sejak SD dan sekarang sudah kuliah. Wah, time does really fly... mudah-mudahan aku selalu bisa berkarya dan nggak berhenti mencoba hal-hal baru. Amen... :)


__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469


Senin, 16 November 2015

I Wont End up Like a Fool Who Ripped His Pants :)

"Indi, kapan cerita Mika dibuat lanjutannya?"
Begitu kira-kira isi email yang mampir ke inbox ku. Ini bukan yang pertama kali, bukan juga yang kedua, ---aku sudah cukup sering mendapat pertanyaan serupa.
"Cerita Mika nggak ada lanjutannya, sudah selesai. Mika sudah meninggal jadi aku nggak akan menambah-nambahkan ceritanya."
Dan begitu aku biasanya menjawab.
Aku senang banyak orang yang menyukai kisah sederhana masa remajaku dan Mika. Dimulai ketika sebuah penerbit membaca puisi singkatku di media sosial tentang Mika, dilanjutkan dengan produser film yang membaca novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna" lalu tertarik menjadikannya film layar lebar. Tanpa aku sadari kisahku, seorang scolioser yang jatuh cinta dengan pemuda yang mengidap AIDS telah menyebar dengan cepat dan mendapatkan tempat istimewa di hati para pembaca dan penikmat film. Aku bersyukur, tentu saja. Sangat-sangat bersyukur. Dulu aku sangat kesulitan untuk menjelaskan tentang apa yang aku dan Mika idap, dan bahasa tulisan juga gambar rupanya bisa menjelaskan dengan lebih baik. Tapi aku menolak jika diminta untuk melanjutkan kisah Mika. Aku nggak mau mengarang kisah hidup seseorang, apalagi aku begitu menghormatinya, ---juga keluarganya. Dan sesuatu yang berulang belum tentu akan baik.



Orang mungkin mengganggap aku sudah terlalu tua untuk menonton kartun, tapi aku masih menonton SpongeBob Squarepants setiap hari, ---sebanyak dua kali; di tv lokal dan di tv kabel. Ada sebuah episode yang menjadi favoritku, judulnya Ripped Pants. Menurutku ini adalah sebuah episode dengan pesan moral yang kental, yang membuatku berpikir, "Well, siapa saja bisa berada di posisi SpongeBob dan nggak menyadarinya... Termasuk aku..."
Ripped Pants sama lucunya dengan episode-episode lain. Penuh adegan-adegan konyol dan dengan durasi yang singkat. Tapi di balik itu ada makna-makna tersirat di dialog dan lirik lagu yang SpongeBob dan The Beach Boys nyanyikan. SpongeBob berusaha terlihat berkesan di depan Sandy, tapi alih-alih berhasil Sandy malah terkesan dengan Larry yang lebih kuat dan keren. Lalu tanpa sengaja celana SpongeBob sobek dan semua orang tertawa, ---tiba-tiba semua orang jadi menyukainya, termasuk Sandy. Merasa di atas angin SpongeBob terus-terusan menggunakan lelucon celana sobeknya di setiap kesempatan sampai akhirnya semua mulai bosan dan berubah jengkel.


Apa teman-teman bisa menangkap di mana persamaan kisah SpongeBob dengan apa yang aku alami? Waktu aku menerbitkan novel ketiga "Guruku Berbulu dan Berekor" yang tentang dunia hewan, dan buku keempat "Conversation for Preschoolers" yang merupakan buku edukasi anak-anak banyak yang terheran-heran. Mengapa aku mengambil resiko menulis tema lain? Mengapa aku nggak menulis kembali tentang Mika? Dan banyak 'mengapa-mengapa' lainnya. Novel pertama dan keduaku best seller, bahkan pembacanya bukan hanya berasal dari Indonesia. Dan film Mika pun sempat menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak, ---juga diputar di IFF Australia. Aku mengerti jika ada yang menyayangkan mengapa aku nggak memanfaatkan kepopuleran Mika. Well... selain disrespectful, melakukan hal yang sama hanya membuatku berhenti berkembang.

"Now I learned a lesson I wont soon forget. So listen and you wont regret; Be true to your self, don't miss your chance and you wont end up like a fool who ripped his pants."

Aku nggak akan tahu apa yang menunggu di depan sana jika hanya terus berkutat dengan hal yang sama. Aku memilih untuk membebaskan kreatifitas, menulis apa yang disukai sekaligus belajar hal-hal yang baru. Sekarang aku sedang menulis buku baru, dengan tema yang baru. Dengan berhenti menulis tentang Mika bukan berarti aku melupakannya, tapi aku menghormatinya dengan nggak melebih-lebihkan cerita kami. Dan apa aku nggak takut jika akan menerima email-email yang bertanya tentang kelanjutan cerita Mika? Nop! Nggak! Nay! Karena aku nggak mau berakhir seperti SpongeBob yang celananya sobek ;)

Ripped Pants-SpongeBob and the Beach Boys Ukulele cover by Indi


don't ripped your pants,

Indi

_________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 04 Februari 2015

Berkah dari "Karena Cinta Itu Sempurna" :)


Wow... jadi sekarang sudah tahun 2015, hampir 4 tahun sejak novel keduaku, "Karena Cinta Itu Sempurna" terbit. Rasanya seperti baru kemarin, aku masih ingat dengan jelas bagaimana proses menulisnya dan ketika petugas pos mengantarkan copy pertama novel ke rumahku. Rasanya luar biasa :) Semenjak hari itu novel "Karena Cinta Itu Sempurna" sudah dicetak ulang sebanyak belasan kali dan aku (hampir) menerbitkan buku kelima. 

Aku bersyukur sekali mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia tulis-menulis. Diawali dengan novel "Waktu Aku sama Mika" yang berisi kumpulan tulisan tentang hari-hariku bersama Mika (my awesome AIDS fighter), lalu dilanjutkan dengan "Karena Cinta Itu Sempurna" yang merupakan sebuah mini biografi. Aku menceritakan masa kecil ---sejak aku lahir, tumbuh besar, mendapatkan vonis scoliosis, mengenal Mika yang seorang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), masa berpacaran dengannya, sampai lika-liku masa menuju kedewasaanku. 

Novel ini membawa banyak berkah untukku. Selain menjadi inspirasi untuk film layar lebar berjudul "MIKA" (dibintangi oleh Vino Bastian sebagai Mika dan Velove Vexia sebagai aku) dan ikut terbang ke Australia saat film "MIKA" diputar di IFF, dengan novel ini juga memberikanku banyak teman baru. Sejak terbit sampai sekarang aku menerima banyak respon positif melalui email, Facebook, Twitter, bahkan blog "Dunia Kecil Indi" ini. It's amazing, pembaca dari kota, negara, latar belakang yang berbeda tanpa ragu berbagi perasaanya padaku setelah membaca novel "Karena Cinta Itu Sempurna". Ada yang merasa terwakili, ada yang merasa nggak sendirian, ada juga yang menyampaikan dukungannya padaku :)







Melalui novel ini aku terhubung dengan orang banyak. Membuat dunia kecilku menjadi semakin besar. Aku bersyukur sekali karena memutuskan untuk menulis kisahku menjadi sebuah novel. Thank God, I'm blessed. Terima kasih untuk teman-teman pembaca yang memberikanku berkah sebanyak ini. Let's keep sharing :)



blessed girl,

Indi




Note: Novel "Karena Cinta Itu Sempurna" bisa didapatkan Indi Sugar Official Store. Harga novel Rp. 29.000 (termasuk bonus stiker Indi's Friend). Untuk pemesanan SMS atau whatsapp ke 081322339469.
Keywords: penulis novel perempuan Bandung Indonesia, testimoni pembaca.


_______________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 03 Januari 2015

My 2014 Moments :)

Gue ingat pernah menulis di sini tentang resolusi di tahun 2014, Eh, tahu-tahu sekarang sudah tahun 2015 :D Kata Ibu sih itu artinya gue sangat menikmati hari-hari gue, makanya waktu jadi terasa cepat, hihihi. Untuk gue 2014 merupakan tahun yang berwarna-warni. Gue banyak belajar hal-hal baru, bertemu orang-orang baru dan tentunya belajar untuk tumbuh menjadi semakin dewasa. Tapi menikmati bukan berarti tanpa hambatan, lho. Gue juga mengalami saat-saat "turun" di tahun 2014. Di awal tahun buku terbaru gue terbit dan berniat langsung melanjutkan dengan buku kelima. Tapi pada kenyataanya sampai hari ini buku baru gue masih dalam tahap penulisan. Gue juga berhenti bekerja di preschool yang cukup membuat gue bersedih. Tapi well, gue berhenti demi kebaikan, agar bisa lebih fokus dengan kesehatan dan project-project gue. Setiap pilihan yang diambil memang selalu ada resikonya, dan itu juga merupakan salah satu cara agar gue semakin dewasa. Makanya gue sebut "turun" dalam tanda kutip, karena gue percaya dalam perjalanan hidup semua yang dialami pasti ada maksudnya :)

Sekarang gue akan menuliskan apa saja yang sudah terjadi pada gue di tahun 2014. Well, of course nggak semua, hihihi. Tapi gue akan menuliskan beberapa yang berkesan ---atau yang gue sebut sebagai "pencapaian". Menulisnya di sini membuat gue senantiasa untuk ingat dan bersyukur dengan hidup gue yang penuh berkah. Juga membuat gue semakin bersemangat untuk melakukan banyak hal dan membuat rencana di tahun 2015 :) Sebenarnya setiap hari, ketika bangun tidur gue anggap sebagai kesempatan baru dari Tuhan untuk membuat hari yang lebih baik, nggak perlu menunggu tahun baru. Tapi 1 tahun merupakan jarak waktu yang tepat untuk "mengukur" sejauh mana yang sudah gue capai :)

1. Menulis buku "Conversation for Preschoolers"
Setelah menulis 3 buah novel akhirnya gue menulis buku dengan genre lain. Super excited, karena meskipun pengetahuan gue masih belum seberapa di bidang pendidikan, tapi gue sangat mencintai dunia anak-anak. Buku "Conversation for Preschoolers" berisi pelajaran Bahasa Inggris sederhana untuk anak-anak usia pra sekolah. Diterbitkan di bulan Januari oleh Idea World Kidz, buku ini menjadi pembuka tahun 2014 :)




2. Eris, anjing kesayangan gue menjadi bintang!
Setelah menemukan tumor di payudara kiri gue pada bulan November 2013, kisah Eris mulai tercium oleh beberapa media. Yang pertama kisahnya diliput oleh Vemale.com pada bulan Maret dengan judul "Nyawaku Selamat, Anjing Kesayanganku Mendeteksi Tumor Payudara di Tubuhku", dan yang kedua diliput oleh program Spotlite Trans 7 dengan judul segmen "Aksi Hebat Manusia dan Hewan". Ini benar-benar mengejutkan karena waktu acaranya tayang gue sedang bekerja dan baru nonton justru setelah ada yang mengupload videonya ke YouTube! Sejak pertama kali bertemu dengan Eris gue tahu bahwa ia sayang sekali sama gue, tapi nggak menyangka ia bisa sampai menyelamatkan nyawa gue :)




3. Muncul di majalah GoGirl lagi
Gue ingat kemunculan pertama gue di media adalah di majalah GoGirl lewat tulisan singkat di rubrik "You Say So" pada tahun 2007. Lalu 1 tahun kemudian gue diinterview untuk edisi ulang tahun mereka untuk edisi ulang tahun GoGirl. Nah, di bulan Maret 2014 gue kembali mucul di rubrik "Post Anything". Di sana gue membuat list dengan judul "5 2D Cartoon Movie". Rata-rata judul yang gue masukan film Disney, hihihi.



4. Menjadi bintang tamu di workshop "Dari Menulis Menjadi Buku"
Selain ini adalah pengalaman pertama gue mengisi acara workshop, ini juga jadi acara pertama dari event organizer nya Ray. Selalu senang kalau Ray bisa menjadi MC untuk acara gue, bikin suasana jadi lebih relax. Banyak pelajaran berharga yang gue ambil dari event ini, dan bonusnya banyak bertemu dengan teman baru yang ber-passion sama seperti gue! :)




5. Jadi Puteri Salju (hihihi)
Lagi-lagi ini juga jadi moment pertama, di tahun-tahun sebelumnya gue belum pernah menulis naskah drama :D Kebetulan Starbright, preschool tempat gue mengajar akan ada acara school leavers' alias kelulusan. Gue dipercaya sebagai scrip writer sekaligus menjadi pemeran utama! Wah, rasanya sungguh nggak terlupakan. Setelah begadang bikin naskah gue juga harus latihan ekstra karena dapat part lebih banyak dari pemain lain. Karena bekerja dengan para balita gue juga merangkap sebagai "pemberi clue" waktu di atas panggung supaya mereka tahu kapan harus turun dan naik panggung. Priceless! :)




6. Menjadi bintang tamu di Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School
Gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia sejak tahun 2007. Alasan gue mendaftar karena pacar gue semasa SMA adalah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan gue ingin membagikan informasi yang benar pada anak-anak usia sekolah tentang HIV/AIDS. Gue menjadi bintang tamu di SMPN 179 Jakarta dan ditemani oleh Sheryl Sheinafia (penyanyi). Selain talk show juga diputar film MIKA, yang diinspirasi oleh novel pertama gue yang berjudul "Waktu Aku sama Mika". 




7. Bintang tamu di acara kopi darat ODHA Berhak Sehat di Cibeunying Park
Baru kali ini gue diundang ke acara yang konsepnya piknik, hihihi. Ternyata seru juga karena bisa lebih santai akrab :) ODHA Berkah Sehat adalah komunitas yang mengajak anak muda untuk memahami isu HIV/AIDS dengan cara yang fun. Di acara ini gue berbagi pengalaman ketika berpacaran dengan Mika yang juga seorang ODHA. Pesertanya beragam, ada anak sekolah, guru, ibu rumah tangga sampai pengusaha. Semuanya sangat antusias untuk mendapatkan dan berbagi ilmu. Di acara ini pula gue pertama kali berkenalan dengan D-100 Community :)




8. Pembicara di HIV/AIDS Awareness 
Mendekati bulan Desember yang diperingati sebagai hari AIDS sedunia semakin banyak event yang berkaitan dengan isu HIV/AIDS. Gue juga mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara di Politeknik Bandung pada bulan November terkait isu tersebut :) Di sini gue ditemani oleh Kak Taufik dari Rumah Cemara yang menjadi narasumber. It was super fun, semenjak hari itu gue berteman dengan Kak Taufik dan mendapatkan banyak ilmu baru. Mahasiswa di Polban juga diajak untuk menonton film Mika. Sejauh sejarah nobar, di sinilah yang sambutannya paling "meriah". Suara mereka yang sedang menonton di dalam ruangan sampai terdengar keluar meskipun pintu ditutup rapat! :D




9. Live interview di I-Radio Jakarta
Aww, this is the sweetest interview so far :))) Andrew, produser I-Radio yang mengundang gue ternyata adalah pembaca dari novel-novel gue. Pertanyaan yang diajukan oleh penyiar Kamal dan Feli sangat santun dan ramah. Isu yang diangkat adalah HIV/AIDS dan mereka sama sekali nggak memberikan pertanyaan "kepo" seperti kebanyakan yang sudah-sudah, hihihi. Interview nya berlangsung selama 1 jam lebih dan selama itu gue harus menahan kedinginan. Ya, ampun ternyata AC studionya dingiiiiin sekali. Menurut Bapak yang mengantar gue saat itu, ini adalah salah satu dari radio yang berkesan selain Global radio yang mewawancara kami tentang Aerosmith di tahun 2013 lalu, hihihi.




10. Nonton Bareng film Mika bersama D-100 Community
Seperti yang gue sebutkan sebelumnya, gue mengenal sebagian dari anggota D-100 Community saat gue diundang ke acara Kopi darat ODHA Berhak Sehat. Setelah itu gue mulai berkenalan dengan seluruh anggotanya dan membantu mereka mengadakan event gathering. D-100 Community adalah komunitas ODHA dari RS. Borromeus, mereka ingin berkumpul sekaligus mengajak masyarakat agar mengenal apa itu HIV/AIDS. Dipilihlah film Mika untuk diputar di Taman Film Bandung pada tanggal 7 Desember. Hasilnya sangat nggak diduga, ternyata ratusan warga Bandung banyak yang ikut menonton bersama kami! Benar-benar pengalaman nggak terlupakan yang menutup tahun 2014 :D



Wah, serius lho, gue menulis 10 moment di atas sambil agak berkaca-kaca, hihihi. Gue benar-benar menikmati tahun 2014 rupanya sampai-sampai semuanya terasa masih fresh dalam ingatan. Gue ingat menulis resolusi tahun 2014 di sini seperti ini; Gue ingin bisa bermain cup song dan belajar American Sign Language alias bahasa isyarat Amerika! Ternyata gue benar-benar mewujudkannya, bahkan sempat merekam aksi keduanya dan diupload ke YouTube :D Well, untuk bahasa isyaratnya memang masih perlu banyak latihan, but I want to congrats my self (lol) karena sudah berani mencoba. Beneran deh, memulai itu jauh lebih sulit daripada menjalaninya, lho, hihihi.


Berhasil bermain "cup song" dan belajar bahasa isyarat Amerika :)

Masih ada beberapa hal berkesan lain yang mungkin akan gue tulis di post terpisah. Kalau di sini semua takutnya teman-teman bosan membacanya, hehehe. Ada yang bilang, buat apa kita membuat resolusi karena yang terpenting jalani saja setiap hari sebaik mungkin. Well, itu memang nggak ada salahnya, dan dulu gue juga begitu. Tapi mempunyai resolusi justru membuat gue bangun setiap hari dengan perasaan lebih semangat. Begitu membuka mata rasanya nggak sabar untuk melakukan hal-hal yang sudah gue rencanakan. Di akhir tahun ketika sadar resolusi yang sudah gue buat tercapai, rasanya priceless... Waktu membuat mungkin ada perasaan nggak yakin, tapi setelah dijalani rasanya akan semakin mudah. Kalau pun sampai akhir tahu masih belum tercapai atau kurang sempurna, at least sudah mencoba. And you should congrats your self for that! :D
So, selamat datang tahun 2015, semoga gue bisa menjadi pribadi yang lebih baik! :)

happy girl,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 25 Desember 2014

Puisi untuk Mika di Malam Natal


24 Desember 2014

Dear Mika di surga,
Aku masih ingat hari itu. Hari dimana kamu pergi.
Kamu disampingku, tapi rohmu tidak.
Aku masih ingat rasa itu. Rasa rindu ketika kamu tak ada.
Hari ini pun aku masih rindu. Meski tahu 10 tahun bukan waktu yang sedikit...

Setiap aku mendengar musik Billy Joel aku mengingatmu.
Setiap aku menonton film Home Alone aku mengingatmu.
Setiap aku melihat sandal jepit karet aku mengingatmu.
Setiap aku tak sengaja memutar lagu Guns and Roses di playlist yang jarang kuputar aku terkikik geli... Aku mengingatmu, Mika.

Kadang aku menangis sendirian di tengah malam.
Aku rindu untuk bicara padamu. Aku rindu mendengar suaramu.
Aku takut lupa bagaimana kamu terlihat. Aku takut lupa bagaimana kamu tercium.
Karena kamu tak selalu hadir di mimpiku, Mika. Bahkan ketika aku berdoa lama-lama...

Aku masih menulis surat untukmu setiap hari, tapi tak kukirim.
Aku tak mau ibumu baca, nanti beliau sedih.
Aku masih tak mengerti kenapa kamu harus pergi.
Aku juga masih bertanya-tanya apakah kamu tidak rindu pada kami? Tak ingin kembali? 

Dear Mika di surga,
Sekarang setiap Hari AIDS Sedunia banyak orang yang mengingatmu.
Aku lupa sudah berapa ibu yang menamai putranya seperti namamu.
Bahkan ada film yang bercerita tentangmu. Dengan judul memakai namamu.
Dan itu membuatku semakin rindu...

Katanya yang sudah pergi tak akan pernah kembali. Tak akan selalu ada jika kita mengingatnya.
Mungkin kamu juga tak akan kembali, Mika. Tapi bukan berarti kamu hilang.
Aku yang terjadi sekarang mungkin caramu memberitahuku bahwa kamu tetap ada.
Mungkin Tuhan juga ingin aku menyadarinya, tapi aku terlalu sibuk dengan prasangka.

Jadi Mika, hari ini aku berjanji,
Setiap Hari AIDS Sedunia, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Setiap mendengar bayi dilahirkan diberi nama seperti namamu, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Setiap film MIKA diputar, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Kamu tak kemana-mana, Mika. Berbeda rupa, tapi selalu ada...

Aku tak bilang ini mudah, tapi aku akan berusaha untuk tersenyum.
Setiap bangun dari tidur  aku tahu hari harus berlanjut.
Jika aku menangis lagi, aku akan berkata; "Berhenti. Tunggu dulu."
Karena nanti akan tiba waktunya kita untuk kembali bertemu.

Selamat malam natal, Mika. Petarung AIDS ku, pahlawanku.


sugar-pie kecilmu yang sudah besar,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469