Tampilkan postingan dengan label Ray. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ray. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Finally... a date! :)


Tanggal 23 Februari kemarin adalah hari yang sangat membahagiakan untuk gue dan Ray. Well, ya selama 5 tahun hubungan kami memang diisi dengan banyak kebahagiaan, tapi kemarin itu terasa berbeda dan istimewa. Eh, berhubung setiap hari juga terasa istimewa, kemarin itu rasanya jadi super istimewa deh, hehehe. Teman-teman tahu kenapa? Itu karena kami akhirnya berjalan-jalan berdua! :D

Mungkin bagi pasangan lain hangout ke sutu tempat adalah hal yang biasa, tapi bagi gue dan Ray hal itu nggak bisa sering-sering kami lakukan. Faktor jadwal libur kami yang nggak match (Ray masih bekerja di hari sabtu, so no Saturday nite-an buat kami, lol) dan kondisi kesehatan kami berdua lah yang menjadi alasannya. Kami biasanya siasati dengan bertemu di hari minggu, ya sekedar dinner di rumah atau ngobrol seru panjang lebar. Menyenangkan. Tapi tetap saja terkadang ada perasaan ingin berjalan-jalan ke suatu tempat, nggak cuma di rumah saja. Nah, selain faktor-faktor yang gue sebutkan tadi, belakangan ada sebuah faktor lagi yang membuat kami semakin sulit untuk keluar rumah. Ray mengalami perubahan di pekerjaannya yang membuat kami berdua khawatir dan harus lebih berhemat. Tapi lalu berkat usaha Ray yang keras dan ditambah doa kami berdua, semuanya berangsur-angsur membaik :)

Untuk merayakannya (baca: syukuran) Ray mengajak gue untuk berjalan-jalan. Ia nggak memberitahu kemana kami akan pergi, sampai gue bertanya ketika kami sudah berada di dalam taksi. Ternyata ia mengajak gue ke sebuah mall yang dulu menjadi favorit kami! Hahaha :D Mall tujuan kami ini sepertinya memang bukan mall yang sering jadi tujuan turis di Bandung, pengunjung lokalnya pun bahkan nggak terlalu banyak. Tapi kami sangat menyukainya karena di sana nggak terlalu banyak remaja yang berisik dan melakukan hal-hal 'ajaib' (eg: merokok di tempat umum, pacaran sampai lupa kalau mall bukan milik mereka) :p

What I wore? Headband and dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Fillmore | Necklace: Accessarie



Ketika sampai gue dan Ray terkejut, ternyata sudah banyak yang berubah! Wah, berapa abad ya kami nggak ke sini? Hehehe. Syukurlah perubahannya ke arah yang lebih bagus. Dulu kami sering bergurau bahwa mall ini terlihat "mati" dan kami punya ide-ide brilian untuk menghidupkannya. Nggak disangka, sepertinya pengelola mall mencuri ide kami. Karena sekarang mall ini hampir seperti konsep khayalan kami, hehehe.
Berhubung belum mengenal 'medan perang', jadi kami putuskan untuk berkeliling dulu. Konsep mall nya sekarang diisi dengan macam-macam restoran, cocok bagi yang suka wisata kuliner, tapi kurang cocok bagi kami yang hobi bingung, lol. Berhubung belum bisa memutuskan untuk makan dimana, jadi kami karaoke saja dulu. Untung di sini hanya ada 2 tempat karaoke, jadi bingungnya nggak lama-lama. Kira-kira 10 menit saja, lah, hehehe.

Gue dan Ray suka sekali karaoke. Kalau teman gue bilang karaoke baru akan fun kalau dilakukan ramai-ramai, menurut gue (dan Ray) berdua saja sudah beyond fun, lol. Kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bernyanyi bergantian. Bahkan seringnya gue punya jatah bernyanyi lebih banyak daripada Ray, hehehe. Makanya setelah sekian lama nggak karaokeing, kami langsung heboh begitu masuk ke dalam room. Soal stock lagu, jangan khawatir (ih, siapa juga coba yang khawatir, lol) kami nggak pernah kehabisan. Kami nggak pernah bingung dengan lagu apa yang akan dinyanyikan, tapi kami justru bingung karena terlalu banyak lagu yang ingin kami nyanyikan, yang kalau semuanya dituruti mungkin baru akan selesai setelah 6 jam, hahaha :D 
Gue nggak bilang kami penyanyi yang bagus, ya (itu sih masalah selera telinga, tahan nggak dengar suara kami, lol). Kami suka bernyanyi ya karena kami suka. Gue bahkan nggak pernah berpikir apakah lagu yang dinyanyikan cocok dengan suara gue atau nggak. Kalau gue suka ya nyanyikan, dengan harapan room karaoke cukup kedap sehingga nggak mengganggu tamu yang lain. Lihat saja song list gue, rata-rata lagu rock terutama dari Aerosmith, Red Hot Chili Peppers, Queen dan beberapa band one hit wonders 80's (lol). Karena menurut kami justru disitulah serunya. Menertawakan diri sendiri, berpura-pura menjadi rockstar dan bersenang-senang. Moment karaoke juga berarti quality time buat kami. Kalau ada lagu-lagu yang punya kenangan kami suka nyanyikan bareng, bikin hubungan lebih erat :) Dan "song of the day" kali ini adalah "Someday We'll Know" dari New Radicals. Meskipun di play list ternyata hanya ada versi Mandy Moore, buat kami nggak masalah. Abaikan musiknya, kami tetap teriak-teriak, hahaha :D

Red Hot Chili Peppers rules!!! Lol.


Setelah 2 jam yang super seru kami memutuskan untuk dinner. Seperti yang sudah-sudah setiap keluar dari room karaoke gue pasti malu-malu, soalnya selalu jadi tamu yang paling heboh, hehehe. Kami dinner di D'Kiosk. Well, ya meski sudah berkeliling dan melihat banyak restoran baru tapi ternyata kami berakhir di sini :p Gue memesan waffle dan pizza, sedangkan Ray memesan nasi goreng. Meski sudah kelelahan tapi kami tetap seru mengobrol. Kalau sudah berdua kami nggak pernah kehabisan topik obrolan, apa saja rasanya menyenangkan. Sampai John Frusciante yang sempat bikin kami berantem heboh pun dibawa-bawa (sudah berapa kali gue sebutkan tentang ini di blog, ya? Lol). Pokoknya super random, deh :) 





Nggak terasa waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Sebelum pulang, Ray membeli oleh-oleh dulu untuk keluarga gue di rumah. Syukurlah tanpa menunggu lama kami langsung mendapatkan taksi dan bisa duduk nyaman di perjalanan pulang tepat ketika gue mulai merasa mengantuk :)
Setiap kali gue menghabiskan waktu bersama Ray, baik itu di rumah atau pun ketika kami pergi hang out berdua, gue selalu bersyukur. Tapi kali ini rasanya lebih bermakna karena mengingatkan gue akan hal-hal penting yang pasti akan kami alami lagi suatu hari nanti: Bahwa hidup nggak selamanya di atas dan hidup juga nggak selamanya di bawah. Tapi kami akan selalu punya cara untuk untuk berbahagia dan bukan alasan untuk lupa bersyukur. Ah, I'm blessed to have you, Ray :)


xx,

Indi



Check out my newest cover, guys:


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 15 Oktober 2013

My DIY Halloween Costumes Project: Dorothy Gale from Wizard of Oz and Harry Potter :)

Howdy-do my friends!
Tulisan gue kali ini bakal berbeda dari biasanya. Mungkin bagi sebagian orang temanya nggak penting (memangnya tulisan gue pernah penting? Lol), tapi gue putuskan untuk membaginya karena ini bulan Oktober yang artinya identik dengan suasanan menyeramkan tapi seru yaitu... HALLOWEEN! :)
Nah, mengerti kan kenapa gue bilang kalau tulisan kali ini temanya nggak penting. Karena Halloween memang bukan budaya Indonesia dan nggak banyak orang yang exited dengan perayaan ini. Jangankan exited, seringnya malah nggak ngeh kalau sudah Halloween dan satu-satunya ciri adalah kalau televisi mulai memutar film-film horor, hehehe.

Kalau sudah baca tulisan tentang perayaan Halloween gue tahun lalu mungkin teman-teman akan mengerti kenapa gue menyukainya. Bukan karena suka yang seram-seram, ya, gue malah penakut (kecuali untuk Twilight Zone, karya-karya R. L Stine dan Stephen King. Lol, weird), tapi gue sangat menikmati pesta kostum dan treat (nggak pakai "trick"). Gue suka sekali berdandan seperti tokoh-tokoh di dunia dongeng. Meski di Irlandia, negara asalnya identik dengan kostum seram, di Indonesia Halloween lebih identik dengan kostum apa saja asalkan fun. Belum lagi di prechool tempat gue bekerja setiap Halloween pasti ada perayaan dan bebas mengajar. Jadi pantas saja kan kalau gue menyukainya ;)

Tahun ini gue memutuskan untuk jadi Dorothy Gale dari Wizard of Oz. Setelah tahun sebelumnya gue menjadi Carol Anne dari Poltergeist supaya identik dengan seram, tahun ini gue sedikit melanggar aturan preschool gue yang mengikuti Halloween ala Irlandia, hehehe. Dorothy adalah tokoh perempuan manis yang tanpa sengaja pergi jauh dari Kansas dan harus mencari penyihir dari Oz untuk menemukan jalan pulang. Meski ada unsur magic, Dorothy justru sama sekali nggak punya kekuatan magis, ia hanya kebetulan berada di situasi yang mengharuskannya melawan penyihir jahat. Gue belum dapat persetujuan buat pakai kostum ini di preschool, sih, tapi gue akan memakai kostum Dorothy ini untuk bersenang-senang dan merayakan di tempat lain saja bersama Ray :D

Meski tahun ini ada kemungkinan akan mempunyai dua kostum, bukan berarti gue akan membeli kostum baru. Justru gue ingin menguji sejauh mana kreatifitas gue, hihihi. Halloween ala gue itu tentang bersenang-senang, jadi jangan sampai malah menjadi beban dengan merasa harus mengeluarkan uang. Sama seperti tahun lalu, Ray juga akan memakai kostum yang gue pilihkan. Setelah menjadi John Frusciante, tahun ini ia akan menjadi Harry Potter, tokoh idola masa kecil gue yang kostumnya cukup mudah ditiru hanya dengan modal membongkar lemari baju :p

Berhubung sudah menonton film Wizard of Oz berkali-kali gue jadi hapal betul dengan kostum Dorothy. Yang gue lakukan selanjutnya tinggal mengingat-ingat item apa saja yang sangat iconic darinya, dan apa saja yang bisa gue temukan di rumah untuk menjadikan gue (cukup mirip) dengan Dorothy.
Nah, sekarang gue akan membagi tips bagaimana untuk menjadi Dorothy Gale di perayaan Halloween. Dan tentu, setelah itu akan gue jelaskan juga bagaimana cara menjadi Harry Potter. Keduanya adalah versi gue dan tentu saja dengan budged bersahabat ;)


Dorothy Gale dari Wizard of Oz.


1. Di sepanjang film Dorothy memakai dress overall bermotif kotak-kotak. Waktu film berubah menjadi berwarna (sebelumnya hitam-putih) penonton bisa melihat bahwa warna dress Dorothy adalah biru-putih. Gue mencari sisa kain di rumah dengan warna yang mirip, dan syukurlah menemukannya :D Berhubung hanya ada sedikit jadi gue membuatnya dengan bentuk "celemek". Meski berbeda dengan model aslinya, jika dilihat dari depan akan tetap terlihat mirip dengan dress Dorothy di film. 
Tapi jika nggak mempunyai kain yang sama persis, kalian bisa memakai dress bermotif kotak-kotak dengan warna apa saja, toh di awal film penonton nggak tahu apa warna dress yang sebenarnya, hehehe. Atau let's make it simple, dress berwarna biru polos pun sudah cukup mewakili karena ciri khas outfit Dorothy yaitu sederhana.

2. Untuk dalaman Dorothy memakai kaos berleher tinggi dengan lengan puff. Gue menggantinya dengan kemeja putih berleher tinggi bekas seragam paduan suara gue. Jika nggak punya gunakan kaos putih polos atau kemeja lengan pendek.

3. Di awal film sampai pertengahan, rambut Dorothy dikepang dua dan diikat dengan pita yang senada dengan dress nya. Berhubung rambut gue pendek, jadi gue mengikuti gaya rambut Dorothy di akhir film, yaitu diurai dengan pita besar di puncak kepala. Sebenarnya Dorothy menjalin rambut terdepannya dari kiri dan kanan lalu dijepit oleh pita. Tapi, sekali lagi, rambut gue masih terlalu pendek jadi gue menyelipkan pita ke bando polos dan memakainya secara tegak.
Jika rambut kalian lebih panjang dari gue lebih baik buat dua buah kepang sederhana, karena itu identik dengan Dorothy waktu bernyanyi "Somewhere Over the Rainbow" di awal film :)

4. Dorothy kabur bersama Toto, anjing teriernya dan sebuah keranjang piknik. Eris, anjing gue terlalu besar untuk berperan sebagai Toto, hehehe. Jadi gue menggantinya dengan boneka yang dipinjam dari preschool dan meminjam keranjang buah-buahan milik Ibu. Detail ini lebih baik jangan dilewatkan karena sangat iconic. Lihat saja gambar Dorothy berbagai versi di atas. Semuanya sedang membawa anjing dan keranjang kan ;)

5. Sepatu Ruby Dorothy sering menjadi icon untuk poster di pagelaran musikal Wizard of Oz. Mungkin karena inilah satu-satunya unsur magis yang dimiliki Dorothy (ia bisa pulang dengan cara mengetuk sepatunya). Ada cara untuk membuat sepatu ruby sendiri, yaitu dengan menempelkan gliter merah ke sepatu yang akan dipakai. Atau jika ingin mudah beli saja sepatu bergliter, hehehe. Tapi gue memutuskan untuk memakai sepatu merah milik Ibu. Meskipun tanpa gliter tapi modelnya cukup mirip dengan yang dipakai Dorothy. Lagipula yang terpenting adalah warnanya. Dengan kombinasi semuanya ditambah kaos kaki berwarna putih (atau biru) gue sudah bisa dikenali sebagai Dorothy :)





Video untuk detail kostum Dorothy Gale: 


Harry Potter.




1. Harry Potter identik dengan kacamata minusnya. Ini sangat mudah untuk Ray karena ia memang bermata minus, hehehe. Di novel disebutkan bahwa Harry memakai kacamata bulat, tapi gue biarkan Ray memakai kacamata sehari-harinya saja. Karena selain nggak memungkinkan untuk memakai kacatama bulat milik gue (minus kami berbeda), model apapun juga nggak masalah karena yang terpenting memberi kesan nerdy ;)

2. Seragam sekolah Harry terdiri dari kemeja putih, dasi belang-belang merah-kuning, celana hitam dan sepatu hitam. Gue meminta Ray menggali sebaik mungkin ke dalam lemarinya untuk menemukan item-item yang mendekati. Syukurlah ia menemukan semuanya kecuali warna dasinya yang berbeda, yaitu belang-belang biru. 

3.Harry sering memakai sweater abu-abu di atas kemejanya. Ray nggak punya sweater tapi ia punya ide sendiri dengan menambahkan cardigan abu-abu! Nice, Ray! :D

4. Jubah ala Harry menjadi sentuhan favorit gue. Karena tanpa itu kostumnya akan mirip seragam sekolah biasa dan tentu saja akan kurang aura mistisnya, hihihi. Gue meminjam toga bekas wisuda adik dan melepas bagian kerahnya. Jubah dipakai di atas seragam dan cerdigan tanpa diresletingkan. Biarkan menjuntai seperti gaya cueknya Harry. Jika kalian sayang untuk melepas kerah toga, pakai saja toga secara terbalik, resletingkan dari dalam sampai setengah, jangan tutupi seluruh kemejanya ;)

5. Sentuhan terakhir gue meminjamkan Ray magic wand ala Harry Potter koleksi gue. 
Jika nggak punya magic wand, kalian bisa membuatnya sendiri dengan cara menggulung koran berlapis-lapis lalu warnai dengan cat air. Atau cari saja ranting pohon yang bentuknya cukup lurus. 
Dengan perpaduan semuanya pasti terlihat cukup identik dengan Harry Potter. Tambahkan gambar halilintar di kening jika perlu. 




Gue puas sekali dengan dua buah kostum Halloween karya gue tahun ini. Dengan bangga gue menyebutkan bahwa budged yang dikeluarkan untuk keduanya adalah 0 rupiah ditambah sekian creativity (lol). Gue dan Ray sudah mengetes kedua kostum ini dengan memakainya ke tempat umum (tunggu post selanjutnya untuk cerita lengkapnya) dan ternyata orang-orang sudah bisa mengenali tokoh yang kostumnya kami pakai :D
Semoga tulisan gue (yang nggak penting ini, hehe) bisa memberi ide untuk teman-teman yang akan menghadiri pesta kostum Halloween. Atau untuk para cosplayer mungkin... siapa tahu sekali-kali bisa memanfaatkan apa yang ada di lemari dibanding membeli atau menyewa :)



Okay, selamat Halloween ala masing-masing, teman-teman. Sekarang waktunya gue menonton film sebelum tidur. Hmmm, yang nggak terlalu seram apa, ya? Hihihi, gue bahkan kadang takut kalau nonton ET! :D


treat or treat,

Indi


***
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 25 Oktober 2012

Review: BEKAL-BEKAL :)

Hai bloggies, apa kabar? Semoga baik-baik saja, ya :) Gue sendiri baik-baik saja, thank God. Cuma sedikit restless karena udara malam belakangan selalu panas dan kering. Jadi deh hampir setiap malam gue terbangun dan menunggu pagi datang sambil melakukan hal-hal konyol di kamar, hehehe (baca: pakai make up lalu dihapus lagi, membaca buku-buku lama, lip sync dengan sangat-sangat-sangat total, dan lainnya, lol). Memang kurang tidur itu nggak baik untuk kesehatan. Tapi gue pikir daripada menggerutu sepanjang malam lebih baik melakukan sesuatu yang fun supaya waktu pagi datang gue nggak cemberut, hehehe :D

Hari ini sepulang bekerja gue cukup santai, karena udara di luar sangat terik jadi gue absen dulu untuk bermain dengan Eris (my dog) di halaman. Sebagai gantinya gue bersantai di kamar dan berniat untuk blog walking. Tapi, ups... tiba-tiba teringat kalau gue mau men-share sesuatu di blog gue ini. Jadi gue putuskan untuk menunda blog walking, dan bercerita tentang pengalaman gue (dan Ray) di tanggal 30 September kemarin. Ya, gue tahu ini agak terlambat, but I hope you still enjoy my story :)

Hari itu gue dapat undangan food tasting dari Bekal-Bekal. Setelah googling singkat, gue dapat info bahwa Bekal-Bekal adalah jasa pembuatan bekal makanan (lunch) yang bisa diantar langsung ke kantor, sekolah atau tujuan manapun tergantung lokasi pemesan. Sebagai orang yang hampir setiap hari membawa bekal ke tempat kerja, gue langsung tertarik dan meminta Ray mengantarkan gue ke sana :)


Gue pikir sudah terlalu sore waktu kami datang, tapi ternyata acara belum lama dimulai. Sungguh surprise yang menyenangkan waktu tahu bahwa Anggun, owner-nya adalah pembaca novel-novel gue. Belum sempat duduk dia sudah menghampiri kami dan meminta novel-novelnya ditandatangani. So cute :) Anggun juga bilang bahwa dia suka Hello Kitty seperti gue. Aww, that's double cute, hihihi! :))
Setelah itu kami langsung melihat-lihat makanan yang disediakan. Semuanya kelihatan yummy, tapi karena kami pesco vegetarian, jadi kami bertanya dulu menu apa saja yang "aman" untuk dimakan. Dan ternyata kami bisa makan semuanya, lho,karena di Bekal-Bekal setiap pesanan bisa disesuaikan dengan pola makan atau keinginan pemesan! Cool! :D



Pertama kami mencicipi potato wedges, mix veggies dan omelet. Kentangnya terlihat sangat clean dan nggak gosong. Sesuai dugaan rasanya enak banget, cocok sama lidah gue. Sayurannya juga enak, bumbunya pas, tapi jagungnya menurut gue agak sedikit keras.Dan ini entah karena jagungnya kurang muda atau rahang gue sedang bermasalah waktu itu :) (gue punya lock jaw, btw). Tanpa menunggu lama setelah suapan terakhir, chef langsung menawari kami menu selanjutnya untuk dicicipi. Kami merasa seperti King and Queen, deh, lol. Menunya adalah spageti, lalu dilanjutkan dengan jamur dan saus. Menurut gue rasa spageti-nya enak banget, gurih dan rich meski tanpa daging. Dan jamurnya adalah favorit gue dari semua menu yang dicicipi. Gue nggak tahu bahan-bahannya apa, tapi lidah gue merasakan tomat dan bawang putih di sausnya. Enak! :D

Belum cukup sampai di situ, kami juga ditawari makanan penutup. Langsung saja gue mengambil rainbow steamed cupcake, hehehe. Selain karena "serba rainbow" masih sangat terkenal sekarang, gue juga penasaran sama rasanya, karena menurut Anggun warna-warni cerianya terbuat dari pewarna alami, jadi bisa makan tanpa rasa khawatir. Gue salut karena warnanya terlihat rata, padahal dari hasil googling rata-rata warnanya nampak nggak beraturan, lho :) Gue dan Ray suka dengan rasanya, manisnya pas, dan tentu saja tampilannya bikin jatuh cinta, hehehe. Terakhir kami juga mencicipi puding coklat yang sepertinya bakal cocok banget dimakan siang-siang setelah sebelumnya dimasukan dulu ke lemari es, hehehe.

They're so cute and YUMMY! :)



Jasa pembuatan bekal seperti ini belakangan memang menjadi trend di Indonesia, tapi ternyata Bekal-Bekal berbeda, lho, nggak sekedar mengikuti trend. Ini buktinya:
~ Bekal-bekal melayani pemesanan personal, jadi menu dibuat sesuai keinginan/kebutuhan pemesan. Jadi jika mengidap suatu alergi, atau lagi mau makan menu tertentu, Bekal-bekal dengan senang hati menwujudkan menu yang pas :)
~  Higienitas terjamin.
~ Nutrisi sudah diatur sedemikian rupa dalam 1 kotak makanan agar mencukupi untuk beraktifitas sehari-hari.
~ Bahan makanan yang digunakan adalah organik dan non MSG. Cool, kan? ;)
~ Menggunakan lunch box yang bisa dipakai berulang kali, yang artinya aman digunakan dan mendukung gerakan go green.
~ Bentuk dari makanan bisa sesuai request (gue bakal suka kalau dibentuk jadi kepala Hello Kitty atau Mickey Mouse, lol).




~ Tersedia paket (member), dan
~ Ongkos kirim yang bersahabat.

Nah, sudah jelas kan mengapa mereka berbeda? :)
Akhirnya dengan perut kenyang gue dan Ray pamit pulang pada Anggun dan suaminya. Anggun ternyata memberikan satu kejutan lagi, dia memberi gue cermin kecil berbentuk kepala Hello Kitty yang diambil dari koleksinya sendiri! That's sweet... :') Selama perjalanan pulang gue dan Ray memuji ide keren dari Bekal-Bekal ini. Break makan siang mungkin hanya 1jam per hari bagi mereka yang bekerja (termasuk kami), tapi ketika membuka kotak makan siang dan mengetahui bahwa itu dibuat secara personal untuk kita, pasti membawa senyuman sampai seharian :) Karena nggak semua orang punya seseorang yang bisa membuatkan bekal setiap hari, maka Bekal-Bekal hadir untuk mereka :) Salut! :)

Lagi update status, hahahaha :D

Cermin dari Anggun. Thanks, ya :)

With Anggun, the owner :)


Jika teman-teman ingin bekal yang diantarkan langsung ke sekolah atau ke tempat ke tempat kerja, silakan follow twitter @bekalbekal, invite BBM nya di :28db137d, kontak YM nya di bekal_bekal@yahoo.com atau buka saja blog nya di http://bekalbekal.blogspot.com/
Pasti makan siang kalian lebih menyenangkan :)

Terakhir, terima kasih banyak untuk Bekal-Bekal karena sudah memberi kesempatan pada gue (dan Ray) untuk mencicipi menu-menu sehatnya. Sukses selalu, dan... ditunggu kiriman bekalnya ke kantor gue, hehehe :D

food glorious food,

Indi

_____________________________________________________________



Update:
Halloween tahun ini nampaknya gue batal menjadi John Frusciante. Kemeja flannel dan beanie merah ala John akan gue hibahkan pada Ray karena rasanya dia lebih cocok memakainya :) Tapi gue masih ingin jadi rockstar. Bagaimana dengan Steven Tyler? Apa itu bagus? Atau ada ide? :p Di pre school tempat gue mengajar acara Halloween nya sedikit berbeda dengan yang gue kenal. Karena berbasis kurikulum British, maka sesuai tradisi harus memakai kostum seram, bukan kostum rockstar :p Yah, sisi cerahnya gue jadi punya dua kostum tahun ini... Ada yang bisa tebak gue jadi siapa? :p
Oh, iya untuk interview gue dengan Cek&Ricek bisa dilihat di sini. Happy Halloween, guys! :)

kontak Indi: di sini, di sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 16 Agustus 2012

Bekerja itu Menyenangkan :))

YAIY!! :D

Howdy-do bloggies? Apakah puasanya lancar? :D Bulan puasa sudah hampir selesai, nih, untuk yang mau mudik hati-hati di jalan dan tetap semangat puasanya, ya, jangan sampai bolong, hihihi :)
Gue ingat, waktu masih kecil suka sekali dengan bulan puasa dan lebaran. Guess why? Karena liburannya panjang! Hihihi... Apalagi waktu SD dan SMP, bisa hampir satu bulan,lho. Dan biasanya gue dan keluarga pergi ke luar kota, menginap di sebuah hotel dan melakukan random things. Dari mulai memancing sampai mengunjungi tempat-tempat wisatanya karena kami memang nggak punya tradisi mudik, sejak lahir kami sudah di Bandung, hihihi. Tapi sekarang, setelah dewasa libur panjang nggak lagi gue dapatkan. Di bulan puasa sampai sesudahnya malah merupakan "bulan padat" untuk gue. Kadang rindu masa kecil juga, sih... tapi semua kan ada fasenya. Sekarang waktunya gue mendapat kesenangan selain dari hari libur :)

Dulu nggak pernah terbayang bagaimana rasanya menjadi dewasa. Sekolah dari pagi sampai siang saja rasanya sudah cukup bikin gue ingin tidur siang sampai waktunya makan malam,hihihi. Setiap kali melihat Bapak dan Ibu yang bekerja sampai sore rasanya itu masih sangat jauuuuuuh sekali untuk gue alami. Atau istilah lainnya, "Hey, gue nggak mungkin menjadi seperti mereka". Tapi lalu, BAM! Waktu berjalan dan here I am now :)
Orang tua gue adalah pekerja keras, mereka bekerja dari senin sampai sabtu. Malah, jika sedang sibuk-sibuknya mereka bekerja di hari minggu, full day, lalu pulang ke rumah untuk menghadapi dua anak remajanya yang bandel-bandel. That was me and my brother, hehehe :p Bagaimana cara mereka tetap have fun padahal hampir nggak punya waktu untuk diri sendiri, itu menjadi misteri... sampai gue yang mengalaminya sendiri :)

Keberhasilan mereka di mata keluarga! Iya, saat Bapak dan Ibu berhasil menyekolahkan gue dan adik sampai kuliah, saat Ibu bisa menyajikan makanan bergizi setiap hari, saat Bapak bisa mengantarkan gue dengan mobil yang dibeli dari jerih payahnya... Itu keberhasilan mereka. Itu yang membuat mereka merasa sepadan untuk terus bekerja, mengorbankan "met time"-nya dan terus merasa bahagia! Seperti sebuah lingkaran, mereka bekerja untuk keluarga, keluarga menghargainya dan mereka ikut bahagia :) Gue mengalaminya sekarang, gue tahu bagaimana rasanya. Ini bukan tentang rasa bahagia ketika rekening gue jumlahnya bertambah, tapi ini tentang rasa bahagia ketika ada orang-orang yang menghargai karya gue, mengirimi gue email hangat dan menyapa gue di tempat-tempat umum. Ini membuat gue merasa super bahagia! :)

Seperti sebuah keluarga, bekerja, profesi apapun itu pasti memberi pengaruh pada sekitar, lalu akan kembali lagi pada diri sendiri, baik itu disadari atau nggak. Ketika gue masih kecil dan bercita-cita menjadi seorang penulis, yang gue inginkah hanya mempunyai buku untuk dipajang di rak dengan nama gue tercetak di cover-nya. That's it. Lalu ketika gue sudah menjadi seorang penulis sungguhan, gue mendapatkan lebih dari itu. Gue menerima banyak komentar-komentar dari pembaca yang isinya sangat menyenangkan hati. Email, surat, pesan di facebook, twitter... sangat menyenangkan untuk membaca dan membalasnya satu-persatu. Gue anggap mereka semua teman karena mereka begitu baik, menginginkan gue untuk terus bertumbuh. Dari bekerja gue mendapatkan banyak teman baru... :)

'Pengaruh' memang kata yang besar, tapi gue percaya, pengaruh itu selalu  ada meskipun kecil. Di novel pertama dan kedua gue ada tokoh bernama Mika, dia adalah 'pahlawan' gue sejak gue berusia 15 tahun... sampai sekarang. Di mata gue, Mika begitu berani dan selalu siap melindungi gue sampai AIDS membuatnya harus kembali menjadi malaikat Tuhan. Menceritakannya membuat gue merasa lebih ringan dan membuat gue tersenyum, kembali mengingat masa-masa penuh hal konyol dan mengharukan bersama Mika. Membaginya merupakan 'terapi' untuk gue. Siapa sangka bahwa apa yang gue tulis bisa ternyata mempengaruhi orang lain? Melalui novel-novel gue ternyata Mika seolah hidup kembali, banyak yang mengaku ingin mengenal Mika, bahkan ada yang ingin mempunyai pasangan seperti Mika :) Itu manis sekali... Dan di bulan Agustus ini ada kejutan yang sangat menyenangkan juga mengharukan... Ada dua orang Ibu yang mengaku memberi nama bayinya yang baru lahir dengan nama "Miracle" karena terinspirasi oleh Mika dari novel-novel gue... Ah, gue nggak bisa berkata apa-apa selain "terima kasih" dan "terima kasih Tuhan..." :)

Bekerja dengan hati membuat gue merasa diberkati Tuhan, I'm blessed karena teman-teman pembaca menghargai usaha yang gue lakukan dengan sungguh-sungguh... Mempunyai mereka membuat gue merasa dicintai :) Menyenangkan rasanya ketika tahu ada yang membuat sebuah karya karena termotivasi oleh yang gue lakukan. Ada yang ingin menjadi penulis, ada yang membuat film indie dengan "Waktu Aku sama Mika" sebagai kisahnya. Ada yang membuat pementasan drama, juga ada yang membuat artwork karena membaca "Karena Cinta itu Sempurna". Menyenangkan, sungguh. Bahkan waktu menulis ini pun gue nggak bisa berhenti tersenyum :)

Gue dan Mika, gambar imajinasi dari Sharon Citara :)

Masih karya Sharon, ini Mika, gue dan Ray. Diberi judul seperti novel gue, Karena Cinta itu Sempurna :)


Karya @littlelaugh18, dengan perbandingan foto aslinya :)


Karya Vindy Putri, dengan perbandingan foto aslinya :)


Karya Gluck Fraulein, dengan perbandingan foto aslinya :)

Kebahagiaan dari bekerja dengan sungguh-sungguh juga gue di tempat lain. Membaca nama gue di cover novel sudah membuat gue kegirangan setengah mati, apalagi membacanya di poster :) Beberapa kali gue melihat dua buah novel gue ada di rak best seller atau di recommended list. Tapi melihatnya di toko buku paling besar di Bandung... waw itu benar-benar luar biasa... Ingin menangis rasanya melihat nama dan gambar cover novel-novel gue di sana :') Semua nggak ada yang sia-sia, butuh proses berbulan-bulan sampai kedua novel ini keluar, dan ini hasilnya, thank God... thank God...


Thank God, they're BEST SELLER!! :D

Pekerjaan, apapun itu, selama dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya, gue percaya itu. Nggak peduli jika ada yang memandang rendah pekerjaan kalian, just follow your heart, do your best dan buktikan bahwa semua pekerjaan itu sama mulianya. Waktu gue sekolah teman-teman (bahkan beberapa guru) sering heran kalau gue menjawab "penulis" sebagai cita-cita gue. Mereka bilang, itu hobi, bukan pekerjaan. Gue sempat sedih, tapi gue percaya selalu ada jalan untuk maksud baik :) Dan ini lah gue sekarang, dengan bangga menyebut bahwa gue adalah seorang penulis. Mungkin bukan penulis yang baik karena masih harus banyak belajar, tapi, apapun itu, gue memang penulis :)

Gue nggak menyesal dengan kesibukan yang gue dapat, gue juga nggak sedih karena waktu liburan gue jauuuuuuuh lebih berkurang dibanding masa sekolah dulu. Thanks to my parents karena mengenalkan gue dengan nikmatnya bekerja dan percaya bahwa reward terbesar adalah penghargaan dari orang-orang sekitar, bukan uang :)
Setelah liburan lebaran yang sangat-sangat singkat gue siap untuk bekerja, gue nggak sabar untuk mendapatkan senyuman dan sapaan dari siapa saja yang menikmati karya gue. Novel ke tiga gue "Guruku yang Berbulu dan Berekor" akan terbit nggak lama setelah lebaran. Lalu di bulan September ada sebuah project yang akan gue kerjakan bersama Ray (it's a TV show and meet and greet, yaiy, yaiy). Dan, mungkin ada yang sudah tahu bahwa "Waktu Aku sama Mika" (IFI) akan ada versi layar lebarnya (inspired by my first novel)? :) Yes, film yang dikerjakan sejak tahun kemarin ini pada tanggal 13 lalu sudah selesai shooting dan akan diputar di bioskop bulan Desember 2012!! Senang, senang, senang sekali. Semua yang berasal dari hati dan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya :)


It's a wrap! :)

Jadi, apalagi yang bisa gue bilang selain: cintai pekerjaanmu, lakukan dengan sungguh-sungguh. Apa yang menurutmu terbuang ketika mengerjakannya pasti akan tergantikan. Percaya, deh ;)

smile,
Indi


nb: Selain yang sudah disebutkan, ada sebuah project lagi yang gue kerjakan bersama teman-teman bernama "green smile". Project ini bertujuan untuk mengenalkan gaya hidup hijau. Silakan kunjungi web'nya di sini. Ada tulisan gue juga, lho :) Dan terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah membuatkan gue/novel-novel gue fans page dan akun twitter (Waktu Aku sama Mika, @indisugarindo, @indisugar_fc, @sugarsbook dan yang lainnya). Ini berarti banyak untuk gue... sekali lagi, terima kasih :')
_________________________________

Kontak Indi: di sini, sini atau email namaku_indikecil@yahoo.com
Akun Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu Sempurna resmi: di sini dan di sini

Selasa, 09 Agustus 2011

Never Too Old to Learn New Tricks ;)

Halo teman-teman blogger, sudah bangun?? It's been a while ya, dan tiba-tiba saja aku post di pagi buta begini. Semoga nggak merusak pagi kalian, hehehe. Well, daripada waktu restless ini dipakai untuk bengong-bengong, kayaknya lebih baik kalau aku menulis di sini dan share sesuatu yang mungkin berguna, atau at least nyaman untuk dibaca :) 


Agustus baru berjalan beberapa hari, still fresh dan ternyata datang berbarengan dengan hal-hal baru yang aku sedang coba. Di usiaku yang nanggung (sudah bukan remaja tapi terlalu "berlebihan" kalau dibilang dewasa karena aku masih tinggal di rumah orangtua), aku sering mendapat komentar dengan apa-apa yang aku lakukan selama ini. Beberapa bulan lalu aku memulai belajar bahasa Inggris. Some people thod I was too old, tapi aku tetap belajar dan bisa buktikan bahwa aku bisa menyerap pelajaran (hampir) secepat anak-anak yang lebih muda. Buatku belajar adalah belajar, dan istilah 'dogs never too old to learn new tricky ' juga berlaku untuk untukku, manusia.

Aku sudah dewasa dan memutuskan untuk sekolah mengemudi.
Iya, aku belum bisa mengendarai mobil. Begitu juga Ray, he's 28 this year. Banyak orang bilang kami sudah terlambat dan seharusnya sudah dapat SIM bertahun-tahun lalu. Tapi aku tetap memutuskan untuk belajar, karena mengemudi mobil pasti akan menjadi kebutuhan kami di tahun-tahun mendatang. Kalau kami terpengaruh komentar negatif, aku rasa itu nggak akan pernah membuat kami bisa mengemudi mobil dan akan bergantung dengan taksi seumur hidup!
Jadi tanggal 6 Agustus lalu menjadi hari pertama aku dan Ray belajar mengemudi. Sengaja aku minta supaya waktu belajar kami di hari yang sama dan bergantian supaya kami bisa saling menyemangati dan mendukung. It was a very nervous day! Tiga jam waktu latihan kami rasanya lama sekali habis. Ray bilang dia mungkin nggak berbakat mengemudi mobil dan sering melakukan kesalahan. Begitu juga aku, rasanya nggak terbayangkan kalau suatu hari harus keliling kota dengan aku di balik kemudi. Tapi inilah kami di hari kedua latihan, the instructor said that I'm a very fast learner, dan Ray, he's even better, dia sudah bisa mengemudi ke ATM sendiri!
Hihihi, sekarang memang terlalu dini untuk bilang kalau kami siap mengemudi mobil tanpa pengawasan, tapi setidaknya aku --kami-- bisa buktikan bahwa kami sedang dalam perjalanan menjemput kartu kecil bernama SIM! :)


Mobil yang kami pakai untuk berlatih.


Waktu orang bicara, disadarai atau nggak, meski kita bilang "cuek" atau pura-pura nggak dengar tetap akan masuk ke otak dan hati kita akan bereaksi. Kata-kata itu kuat, bisa mempengaruhi seseorang untuk berbuat/berpikir sesuatu yang buruk tapi bisa juga menjadi hal baik. Kalau seseorang bilang aku bodoh aku pasti langsung kepikiran, bertanya-tanya apa aku memang betul bodoh. Kalau sudah begini kata-kata jugalah yang bisa bikin aku 'bangkit' lagi. Aku akan bilang sama diri sendiri kalau aku nggak bodoh, aku cuma perlu belajar lebih keras dan itu berhasil! Terlebih aku beruntung dikelilingi keluarga, Ray dan teman-teman yang selalu ada untuk menyemangati :)

Hal baru lain yang aku lakukan adalah berjualan. Waktu kecil aku sering dibilang nggak punya bakat dagang. Pernah buka perpustakaan di rumah lengkap dengan toko permennya dan dalam waktu 3 hari sudah bangkrut karena malah dijadikan anak-anak sekitar rumah untuk baca sambil ngemil permen gratis! Hahahaha. Seiring berjalannya waktu aku mulai 'mensugesti' diri sendiri bahwa aku bisa dagang, hanya perlu berlatih, begitu. Dan ide ini datang dari Ray secara nggak sengaja. Ray bilang dia mulai berjualan cokelat untuk menambah penghasilan, kecil-kecilan saja sekaligus mengambil moment bulan puasa di mana banyak orang-orang yang mencari makanan manis buat berbuka. Aku pun menawarkan diri untuk membantu, ya sekalian berlatih dan mengembalikan rasa percaya diriku dalam hal berjualan (trauma masa kecil nih ceritanya, hihihi). Ternyata Ray setuju dan aku pun dipercaya untuk menawarkan cokelat-cokelatnya sementara Ray mengantarkan cokelat-cokelat pesanan sepulang dia bekerja di kantor. Hasilnya dalam waktu singkat semua cokelat terjual habis! Aku nggak menyangka tapi juga senang bisa menambah uang saku dari hasil "belajar" ini :D
Mungkin bagi sebagian orang ini hal sepele, tapi buatku ini adalah prestasi dan sebuah kebanggan bisa mengalahkan pendapat orang yang bilang aku nggak bisa. I'm glad that I decided to learn new "tricks" ---bagaimanapun hasilnya---, yang terpenting mencoba karena yang paling sulit itu justru untuk memutuskan dan memulai.



Cokelat-cokelat yang kami jual :)


Ah, iya aku jadi ingat kejadian kemarin. Aku dan Ray sempat sedikit bersitegang karena aku minta dia ambil foto-fotoku. Biasanya Bapak yang jadi 'fotografer' sekaligus pengatur gayaku. Just for fun, memang hanya untuk iseng. Tapi aku suka dan bahagia everytime my Dad taking my pics.
Ray bilang kalau dia benci di saat dia nggak menguasai sesuatu. Salah satunya adalah kamera. Dia nggak suka difoto apalagi mengambil foto seseorang karena dia nggak bisa. Berkali-kali dia bilang "nggak bisa" dan berkali-kali juga aku bilang kalau dia bisa dan harus mencoba belajar. Ray ternyata nggak begitu saja percaya kata-kataku, dia lebih percaya kata-katanya sendiri yang bilang "nggak bisa" daripada kepercayaanku atas kemampuan fotografinya. Aku sempat cemberut dan sedikit menangis karena mood jadi naik-turun dan sedikit frustasi.
Tapi sekali lagi, kata-kata memang kuat efeknya, setelah kesekian kali aku bilang kalau Ray pasti bisa, akhirnya dia mulai belajar dan nggak berhenti ambil fotoku sampai larut! Malah dia juga belajar atur-atur gayaku, lho, hihihi. Meski di beberapa foto kelihatan sekali kalau mataku masih sembab tapi hasilnya cukup bagus buat seorang pemula :)











Begitulah, rasanya aku semakin mantap untuk belajar hal-hal baru setiap hari. It's never too old to start something. It's never too late to learn new tricks :)
Setelah belajar mengemudi aku dan Ray berencana untuk sekolah memasak. Setelah berjualan cokelat kami juga berencana untuk berjualan kue. Selanjutnya entah apalagi, aku nggak perlu membatasi ataupun sengaja mencari-cari, katika hal baru ada di depan mata, aku nggak akan ragu untuk mencobanya selama itu positif. Jadi hal baru apa yang sudah kalian pelajari belakangan, teman-teman? Share me! :D

smile,
INDI


(Edited: 1/3/2024. Ray and I are no longer together. I am now happily married to Shane).