Halo! Indi di sini! Penulis dari "Waktu Aku sama Mika", "Karena Cinta itu Sempurna", "Guruku Berbulu dan Berekor", "Conversation for Preschoolers" dan Indi nyata dari Film Mika. Welcome to "DUNIA KECIL INDI"! Salam kenal :)
Halo teman-teman, apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja, ---at least sebaik aku yang sedang minum orange juice sehabis beres-beres kamar sisa Halloween di pagi buta begini, hihihi. Postinganku kali ini singkat saja, aku mau minta bantuan dari kalian, nih! :)
Bulan lalu aku masuk ke dalam 175 besarInspira Music+ Festival 2017. Nah, sebentar lagi akan dipilih siapa saja yang masuk ke dalam 10 besar. Selain ditentukan oleh juri, salah satu diantara 10 besar itu dipilih berdasarkan voting, lho, dan kalian semua bisa ikutan :D
Caranya cukup dengan menonton videoku di sini sampai habis. Satu view dinilai sebagai satu suara :)
In case link di atas susah dibuka, ada juga cara yang lain:
1. Masuk ke www.inspira.tv
2. Lihat "Video minggu ini"
3. Cari videoku dengan nama “Indie Sugar” (iya namaku padahal "Indi", uhuhuhu)
4. Tonton videonya sampai habis
5. Selesai! ;)
Karena votenya berdasarkan jumlah view, jadi kalian bisa vote sampai lebih dari satu kali, lho, hihihi. Jadi kalau kebetulan sedang luang boleh banget kalian menonton videonya berulang-ulang :p Oh iya, terkadang saat membuka link nya akan ada permintaan login. It's up to you, boleh membuat account dulu (bisa menggunakan Facebook dan Google+) atau diskip saja dengan cara tap/click screen yang kosong.
Aku memang masih baru sekali dalam bidang musik, malah lagu yang masuk ke dalam 175 besar ini saja baru diciptakan tahun lalu. Tapi musik adalah salah satu passionku, ---meskipun masih harus banyak belajar :) Setiap suara dari kalian akan ikut mengantarku meraih cita-cita. Soal hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan, yang terpenting aku nggak diam saja untuk meraihnya :)
yang main ukulele itu, lho,
Indi
_____________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Halooooo, ada orang di sana? Hahaha, mungkin ada beberapa dari kalian yang notice kalau blogku sempat “bersembunyi”. Well, at least aku menerima sekitar 10 private messages yang isinya menanyakan tentang keberadaan dunia kecilku ini. Ada yang mengira kalau aku menghapusnya, dan ada juga yang mengira kalau aku blocked beberapa pembaca. Padahal sebenarnya nggak, kok. Blogku masih ada, tapi ada beberapa ‘perbaikan’ yang perlu aku lakukan di sini. Dan di saat yang bersamaan aku juga sedang ada health problem yang perlu penanganan serius (don’t worry, I’ll be fine), jadi sekalian saja aku liburan dulu. As I type this, aku sedang duduk di sebuah rumah di luar kota dengan cuaca yang super panas, hihihi. Mohon doa dari teman-teman supaya aku cepat pulih baik secara fisik maupun mental. Amen! :D
Aku akui, belakangan untuk melakukan daily routine terasa lebih menantang. Tapi ini nggak menghentikanku dari (berusaha) berkarya, kok. Bukannya sok kuat, tapi terus berusaha aktif (asalkan nggak kelewat batas) di saat kondisi seperti ini justru membuat pikiranku teralihkan dan lebih positif :) Salah satunya dengan mengikuti Musik+ Festival 2017. Aku sudah mendaftar sejak bulan Agustus lalu, ---di saat kondisiku mulai menurun. Tadinya aku nggak yakin untuk melanjutkan dan sudah bersiap untuk mengundurkan diri. Tapi di bulan September aku mendapat kabar kalau aku masuk ke dalam 175 besar dari ribuan pendaftar! Mau mundur rasanya jadi sayang, dan sepertinya ini adalah kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman dan tentu, untuk bertemu teman-teman baru :)
Teman-teman sudah tahu belum sih tentang ajang musik ini? Kalau sudah, kalian bisa skip part ini. Tapi kalau belum, silakan lanjutkan baca, hihihi. Musik+ Festival ini adalah ajang yang diadakan oleh Inspira TV (yang sudah pakai TV digital pasti tahu channel ini). Konsepnya berbeda dengan ajang pencarian bakat yang sudah-sudah. Goal mereka bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi. Atau, dikutip dari situs mereka;
“Musik plus adalah musik yang mengandung muatan positif yang mencerahkan, memotivasi dan menginspirasi. Musik plus tidak dibatasi oleh genre. Semua jenis musik dapat menjadi musik plus selama memiliki makna yang inspiratif dan positif. Dengan musik plus hiburan menjadi lebih bermakna.”
Keren dan berbeda, kan? Nah, lagu yang dibawakan juga bebas, boleh ciptaan sendiri atau lagu orang lain. Akan mendatkan nilai plus jika lagunya berbahasa Indonesia. Lalu bagaimana denganku yang lagu-lagunya (sok) English semua? :p
Memang kalau sudah “harusnya begitu” Tuhan pasti kasih jalan. Saat mengikuti audisi online tadinya aku mau mengirimkan lagu berbahasa Inggris. Tapi sepupuku yang berusia 10 tahun menyarankan lagu lain. Rupanya ia menyukai lagu “Hey Girls Hey Boys” yang aku ciptakan tahun lalu dalam rangka World Disability Day. Agak ragu, karena lagu itu super sederhana dan nggak “komersil” (waktu aku upload di YouTube viewers nya jauh di bawah video-videoku yang lain, nggak sampai 300 viewers!). Sepupuku bilang lagunya enak dan ada pesan moralnya, hahaha. Karena ingin membuat dia senang (toh aku nggak yakin-yakin amat bakal lolos), aku iyakan saja permintaannya. Aku pikir, ya sudah ini satu-satunya lagu ciptaanku yang berbahasa Indonesia dan dalam kondisi seperti ini agak “ribet” jika harus membuat lagu yang baru. Whatever will be, will be, deh. Yang penting aku mengirimkan karya yang original :D
Dan… siapa yang menyangka bahwa aku terpilih sebagai salah satu dari top 175! Aku sendiri bahkan nyaris lupa kalau sempat mengikuti audisi. Maklum saja karena aku baru dihubungi (TENGAH MALAM) di tanggal 29 September lalu, ---been a month sejak aku mengirimkan lagunya. Aku langsung memberi tahu Bapak dan bertanya apa aku boleh mengikuti technical meeting di besok siangnya. Kami berpikir agak lama. Karena selain kondisiku, Ibu juga baru selesai dirawat inap, dan keponakanku pun sedang dalam kondisi gawat di Rumah sakit. Tapi Bapak menyarankanku buat go for it, katanya ini bakal jadi pengalaman berharga dan kalau nggak mencoba aku nggak akan tahu sejauh mana kemampuanku. Ya sudah aku bulatkan tekad untuk terus maju meskipun sahabatku yang musisi “idealis” heran kenapa aku mau ikutan ajang seperti ini, lol.
Selesai Technical Meeting di De Majestic, Bandung.
Technical meeting diadakan di gedung De Majestic, Jl. Braga no. 1 Bandung. Ini adalah kawasan pejalan kaki alias pedestrian, ---jadi untuk parkir susaaah sekali karena lahannya hanya sedikit. Aku datang terlambat karena kabar yang diterima begitu mendadak. Syukurlah aku masih sempat mendengar informasi penting untuk shooting taping keesokan harinya. Poin pentingnya sih hanya diingatkan untuk berpakaian sopan, lagu berbahasa Indonesia lebih disukai dan untuk datang tepat waktu. Lucunya ada beberapa kru Inspira TV yang mengingatku, mungkin karena pernah dua kali mengisi acara di sana. Tapi dengan sesama peserta malah awkward. Aku mencoba berkenalan dengan laki-laki yang duduk di sampingku, tapi dia jutek maksimal, hahaha. Mungkin disangkanya aku naksir dia kali, ya? :p Uh, the problem with being too friendly. *palm face.
Sampai di rumah aku nggak bisa langsung istirahat karena belum ada ide lagu apa yang akan aku nyanyikan untuk shooting taping keesokan harinya. Lagu “One Day”(lagu ciptaanku) memang bermain terus di dalam kepalaku. But I’m not sure… karena liriknya berbahasa Inggris. Dan akhirnya, karena malam semakin larut aku putuskan saja untuk mengubah sebagian liriknya ke dalam Bahasa Indonesia, hahaha. Jadi terdengar janggal sih, tapi setelah aku ulang-ulang it wasn’t that bad kayaknya :p By the way, shooting taping ini untuk ditayangkan di Inspira TV sekaligus untuk ditonton oleh para juri. Dari top 175 ini kami akan disaring kembali menjadi top 10. Yup, hanya 10 orang dari seluruh Indonesia! Bikin aku cukup deg-degan sih. Tapi aku tetap berusaha istirahat karena nervous plus kurang tidur pasti bukan perpaduan yang bagus.
Aku termasuk awal waktu mendaftar, makanya dapat nomor 71 ;)
Di depan gedung De Majestic sebelum shooting dimulai.
Dan akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Seluruh peserta diminta untuk naik ke belakang panggung. Surprise… surprise… aku mendapat giliran yang pertama! Well, seharusnya sih nomor 2, tapi karena ada salah satu peserta yang belum siap, jadilah aku yang menggantikan. Cengar-cengirku makin menjadi, ---kebiasaan kalau sedang nervous, lol. Dari atas panggung semuanya terlihat gelap, mungkin karena lampu sorotnya hanya mengarah ke panggung. Tapi aku stay cool, pura-pura bisa melihat dan melambaikan tangan ke arah yang kira-kira tempat Bapak dan Iie duduk, hahaha. Sebelum mulai bernyanyi ternyata ada sedikit interview dulu dari hosts nya. Aww, mereka mengenalku sebagai penulis novel dan Indi yang menginspirasi film Mika. Jadi malu-malu kucing, deh :p Setelah itu kru menyiapkan 2 buah mikrofon untukku karena aku nggak memakai minus one, tapi bermain ukulele. Sumpah, it feels so weird. Monitor ada tepat di depanku tapi suara yang aku dengar pelaaaan sekali. Tapi karena itu katanya “normal” aku pun mulai bernyanyi sambil bermain ukulele despite of nggak bisa dengar suara sendiri. Aku coba berikan yang terbaik, meski hati ini dag-dig-dug. Berdasarkan hasil tanya-tanya sedikit sama peserta lain di belakang panggung, mereka rupanya sudah terbiasa ikut lomba. Nah aku… lomba tingkat RT saja belum pernah, hahaha.
Di belakang panggung, foto diambil oleh fotografer Inspira TV.
On stage, dapat dari Instagramnya Inspira TV, hahahaha (ketawa sedih).
Iie mau ambil video, tapi sayang HP nya error! :O
Turun dari panggung rasanya masih deg-degan, tapi lega. Oh iya, aku punya teman baru yang kenalan di belakang panggung, namanya Mia dan dia penyanyi solo. Katanya penampilanku bagus, sampai-sampai peserta lain ngumpul di depan monitor untuk nonton, hahaha. Entahlah dia bohong atau nggak, yang pasti itu membuat perasaanku lebih baik :) Sambil melihat penampilan peserta lain, aku juga sempat diwawancarai. Isinya selain tentang perasaanku mengikuti Musik+ Festival, juga tentang aktivitasku. Too bad Bapak dan Iie nggak ikut ke belakang panggung, jadi aku nggak punya dokumentasinya. Sebenarnya pas di panggung juga aku nggak punya foto dan videonya karena tiba-tiba saja handphone Iie error. Yang kupajang di sini aku dapat dari akunnya Inspira TV dan hasil captured dari video Tante sebelum akhirnya blank (cuma beberapa detik saja). Agak sedih, sih. Tapi yang terpenting kan aku menikmati waktu moment ini terjadi ;)
Karena Iie ada keperluan, aku pun diajak pulang lebih awal. Syukurlah diizinkan karena nggak ada kewajiban untuk stay sampai akhir acara. Di perjalanan pulang aku langsung mengirimkan pesan pada Ibu yang isinya mengabari kalau aku sudah berusaha dan senang bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil di sana. Aku belum tahu dengan hasilnya, tapi melihat wajah Bapak dan Iie yang bangga dan terus-terus mengulang cerita sewaktu melihatku di panggung rasanya priceless. Rasanya aku sangat dicintai dan semakin bersyukur memiliki keluarga yang suportif. Akankah aku masuk 10 besar? Hope so. Tapi bukan itu intinya. Karena yang terpenting aku sudah mencoba memberikan yang terbaik, dan biar sisanya Tuhan yang menentukan. Aku rasa nggak perlu malu atau ragu saat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Karena kalau nggak pernah memulai, bagaimana mungkin aku bisa dapat pengalaman? :)
ukulele girl,
Indi
Liputan audisi final di Inspira TV.
_______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Haloooo Dunia Kecil Indi! Masih adakah yang berkunjung ke sini? Hehehe :p
Lumayan lama juga ya aku nggak mampir, ---bahkan nggak blog walking mengunjungi blog teman-teman. Sedihnya, ini bukan karena aku sibuk, tapi karena... ehm, aku malas :p Bukan malas sama blognya, lho, tapi aku sedang malas in general. Sempat sakit 1 minggu plus cuaca Bandung yang adem-adem beku (hujan es melulu, dong) bikin aku rindu dengan tempat tidur setiap pulang bekerja. Plusnya aku jadi beristirahat dengan cukup, tapi minusnya jadi lumayan banyak hobi yang ditinggalkan (---kecuali hobi tidur, lol). Sekarang aku sudah jauh lebih fit, mudah-mudahan saja bisa kembali ke rutinitas yang seimbang, ---terutama antara pekerjaan, hobi dan waktu istirahat :)
Bulan kemarin banyak long weekendnya. Tapi bagiku sih nggak terlalu berpengaruh karena pekerjaan formalku yang sifatnya part time, hanya 4 hari dalam seminggu. Jadi di saat orang lain happy karena dapat libur ekstra, bagiku rasanya sama karena di hari "normal" pun memang libur, hehehe. Nah, justru pas 1 Mei 2017 kemarin aku malah kebalikan dari orang kebanyakan. Di saat yang lain libur aku malah "back to work" dengan menjadi tamu di acara talk show. Proses undangannya cukup cepat. Berawal dari beberapa hari sebelumnya produser acara menghubungiku dan menawari untuk menjadi bintang tamu di program barunya. Karena sebelumnya sudah pernah mengisi acara di stasiun TV yang sama jadi langsung aku iyakan. Rupanya memang cukup ngebut, keesokan harinya salah seorang dari tim kreatif langsung memberikanku jadwal shootingnya!
Mungkin masih ada yang ingat kalau di tahun 2015 lalu aku diundang ke acara yang namanya "Saling Sharing"? Nah, kali ini aku diundang oleh stasiun yang sama, Inspira TV, hanya saja berbeda acara. Namanya "Udah Gitu Aja", sama-sama talk show tapi konsepnya komedi. By the way, sepertinya masih ada yang belum tahu tentang Inspira TV ya. Ini stasiun TV nasional, jadi bukan hanya bisa dinikmati di kota Bandung, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Bedanya ini adalah channel TV digital bukan analog, jadi kita harus make sure dulu TV yang dipakai bisa mensupport (bisa dibaca di kardus TV nya). Selain itu Inspira TV juga bisa dinikmati di Ninmedia channel 29. Teman-teman sudah pakai TV digital belum, nih? :)
Belajar dari pengalaman sebelumnya aku pun bertanya tentang dresscode untuk shooting nanti, apalagi acaranya live. Awalnya Reza, salah satu tim kreatif mengizinkanku memakai dress selutut (---bukan di atas lutut ya, aku selalu make sure pakaianku sopan). Tapi (lagi-lagi) hanya beberapa jam sebelum shooting keputusan diubah bahwa kakiku harus tertutup! Aduh, rasanya kok seperti de javu, hahaha. Agak kesal juga sih, tapi syukurlah aku menemukan stocking lama di laci lemari dan dapat pinjaman blazer dari Ibu. Alasannya sih karena beberapa kru masih libur jadi keputusannya serba mendadak. (---Dan later ketika di studio aku jadi tahu kalau channel mereka memang berbasis islami). Tadinya aku mau protes karena di episode sebelumnya Mbak Polwan cantik yang jadi tamu roknya pendek bingits dan bajunya ketat. Tapi sudahlah, aturan pasti dibuat karena ada alasannya dan aku bukan rebel, hehehe. Disyukuri saja karena Ibu punya butik jadi urusan outfit bukan masalah besar :)
Shooting akan dimulai pukul 20.00 WIB, jadi aku dengan diantar Bapak berangkat pukul 19.00 WIB. Tadinya aku diundang untuk share tentang pengalaman menulis saja, tapi setelah produsernya tahu kalau aku juga pemain ukulele (amatir, lol), aku pun diminta untuk membawa serta salah satu ukuleleku. Wah, bakal jadi pengalaman pertama bermain musik live di TV nih. Sebelumnya sudah pernah ketika di Net TV dan TV One, tapi keduanya tapping :D Lokasi shooting kali ini berbeda dengan sebelumnya yang di sebuah kafe, kami diminta untuk datang langsung ke studio Inspira TV. Karena sudah malam dan baru pertama kali, Bapak sempat bingung dengan rutenya. Syukurlah lalu lintas sedang nggak macet dan meskipun studionya nggak terletak di jalan utama tapi ada sign yang cukup terang. Kami pun tiba tepat waktu. Hore! Hehehe.
Sepanjang pengalamanku mengisi acara (di TV), baru kali ini shooting nya dimulai tanpa basa-basi. Jangankan di makeup oleh makeup artist, diminta untuk rapi-rapi pun nggak. Jadi begitu tiba langsung diminta naik ke lantai 2 (sepertinya ruang kontrol?), baru ketika segmentku hampir dimulai aku diminta untuk masuk ke studio yang berada di lantai 3, hehehe. Positifnya aku jadi nggak sempat deg-degan ---dan akhirnya ada juga TV yang no-problemo dengan aku yang bedakan saja malas :D Aku baru dibriefing saat jeda iklan, termasuk baru ditanya tentang lagu apa yang akan aku bawakan. Tanpa ragu aku langsung menjawab, "Under the Bridge dari Red Hot Chili Peppers!" Hehehe, kalau live begini kan sudah nggak mungkin ditolak, ---kapan lagi bisa membawakan lagu idola :p Karena di sana ada pemain keyboard, aku pun nggak menolak tawarannya untuk mengiringi suara dan permainan ukuleleku. Ini adalah pengalaman pertama, aku jadi super excited! :)
Host "Udah Gitu Aja" ada 2 orang, Danu dan Mike. Mereka super kocak dan lincah, ---saking lincahnya aku khawatir studio mini tempat kami shooting akan rubuh karena mereka berlari ke sana-kemari saat jeda iklan, hahaha. Meski begitu mereka juga ramah dan sopan. Setelah berkenalan sebentar segment aku pun dimulai dengan membawakan lagu yang sudah direncanakan. Ya... not bad lah untuk ukuran tanpa rehearsal, hehehe. Lagunya jadi terdengar lebih fresh dengan alunan keyboard. Beruntung Bapak sempat merekam moment pertamaku membawakan lagu idola di TV dengan kameranya :)) Setelah itu kedua host langsung masuk dan mulai berbasa-basi denganku. Senangnya, Mike pernah menonton film MIKA beberapa waktu lalu, jadi percakapan kami terasa lebih hidup. Aku memang selalu mengirimkan profile terlebih dahulu jika diundang menjadi tamu, karena info tentangku tentu nggak semua tersedia di google (---kecuali kalau aku Beyonce, hehehe). Tapi jika host nya benar-benar tahu karyaku rasanya jadi lebih menyenangkan.
Setelah jeda iklan berikutnya aku diajak main game. Sebenarnya sih gamenya super simple, aku dan Mike hanya diminta untuk menebak kata yang Danu ucapkan tanpa suara lalu ditulis di selembar kertas. Tapi memang dasar Danu super kocak, aku pun tertawa sampai sakit perut, hahaha. Game ini aku yang menang, ---tapi aku yakin Mike memang sengaja mengalah. Yang asyik dari acara ini meski konsepnya komedi tapi pertanyaan yang diajukan tetap serius. Misalnya tentang upcoming project ku dan tips menulis. Mereka juga sempat membacakan beberapa fakta tentang film MIKA yang membuktikan bahwa tim kreatif melakukan sedikit research sebelumnya. Mungkin kita sebagai penonton akan berkomentar bahwa, ‘apa susahnya memang dengan mencari tahu?' ---karena zaman sekarang apa-apa tinggal googling. Tapi trust me, masih banyak lho acara TV yang sepertinya malaaaas banget cari tahu tentang tamunya :)
Segment ku berlangsung selama 1 jam, tapi waktu rasanya cepat sekali berlalu karena meski saat jeda karakter Danu dan Mike sama sekali nggak berubah. Kami asyik mengobrol dan sesekali kru mengajak berfoto bersama. Too bad memory kameraku habis karena Bapak terlalu semangat merekam aksiku, hahaha. Untung saja ada Instagram, jadi aku bisa mendapat beberapa dokumentasinya meski resolusinya nggak terlalu besar :) Waktu segmentku ditutup rupanya ada permintaan khusus dari produser agar aku bernyanyi lagi. Ya, ampun spontan sekali acaranya, hahaha. Yang terlintas di kepala gue lagunya Princess Chelsea yang berjudul "Goodnight Little Robot Child", langsung saja aku nyanyikan. Sempat lupa awalnya karena celetukan-celetukan si duo konyol, tapi untung hanya beberapa detik saja, hahaha.
Aku dan Bapak nggak langsung pulang, tapi kami stay sampai 1 jam kemudian alias sampai acara habis. Meski cuma jadi penonton tapi aku nggak bosan karena ketawa-ketawa terus :p Setelah itu kami pamit pulang karena sudah larut dan besoknya aku harus kembali bekerja (---pekerjaan formal maksudnya, kalau "kerja" mah kan setiap hari, hehehe).
Aku bersyukur pengalaman pertama mengisi acara live berlangsung super seru. Aku pikir pressure nya bakal lebih besar daripada tapping, tapi rupanya aku malah lebih santai. Pernah lho aku screen test buat salah satu acara bakat di TV, cuma ditonton sama segerintil kru tapi nervousnya malah luar biasa, lol. Minusnya dari live show aku jadi nggak bisa nonton diri sendiri di TV, ---kecuali kalau ada yang upload ke YouTube. Ya, doakan saja episodeku cukup okay untuk diupload di account official mereka, ya, hehehe.
Begitu deh pengalamanku bekerja di hari libur kemarin. Kalau teman-teman bagaimana? Menikmati liburan atau ada pekerjaan tak terduga juga? ;)
Nonton behind the scene "Under the Bridge" di sini, ya :)
yang maksa mau nyanyi lagu RHCP,
Indi
______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Howdy do, bloggies? Aaaah, kangen rasanya untuk berbagi cerita di dunia
kecilku ini. Belakangan aku sedang agak sibuk jadi nggak sempat untuk menulis
di sini, bahkan untu blog walking sekalipun :( Iya, aku nggak salah ketik, kok,
memang “agak sibuk” bukan sibuk banget. Tapi aku memang belum punya kekuatan
seperti super blogger yang bisa menyempatkan untuk mampir di sela-sela
kesibukan yang banyak, hihihi. Ya, yang pasti aku selalu usahakan untuk nggak
‘asal menulis’ atau ‘asal post yang penting update’. Aku sungguh-sungguh senang
berbagi di sini, jadi diusahakan sebaik mungkin ---sesedikit apapun pengunjung
di blog ini. Oh, iya sekalian aku mau ucapkan terima kasih banyak banyak banyak
untuk teman-teman yang mengikuti cerita-ceritaku di sini. Barusan aku habis
terharu-biru, soalnya baru sadar kalau followers “Dunia Kecil Indi” sudah
ribuan. Padahal rasanya terakhir aku lihat masih ratusan. Sekali lagi, thank
you so much, guys :’)
Aku sekarang mau cerita tentang kemarin malam, hari rabu tanggal 25 Maret
2015. Aku menjadi bintang tamu di acara “Saling Sharing” nya Inspira TV. Setiap
kali aku menghadiri undangan, pasti ada warna-warninya, begitu juga kali ini.
Jadi berbeda seperti stasiun TV-stasiun TV yang lain, Inspira ini semuanya
serba super dadakan! Hihihi, waktu ngetik ini saja bikin jantung gue
dag-dig-dug. Jadi hanya 2 hari sebelumnya Ray dihubungi oleh pihak Inspira TV
untuk menanyakan kesediaanku menjadi bintang tamu. Setelah setuju, skrip baru
dikirim keesokan harinya dan hanya beberapa jam saja sebelum shooting aku diberitahu bahwa dress code nya harus baju panjang! Ya, Tuhan... sampai bengong aku baca whatsapp nya, huhuhu :’) Mungkin bagi kebanyakan orang itu bukan big
deal, tapi bagiku yang selalu menyiapkan outfit 1 hari sebelum acara, pengumuman
mendadak bisa bikin pusing luar biasa. Apalagi karena jarak antara lokasi dan
rumah yang cukup jauh (plus macet) aku sudah siap rapi-jali waktu membaca
pesannya. Jadilah aku kembali ke kamar dan menghabiskan 10 menit ekstra untuk
menatap lemari pakaian, huhuhu.
[Btw, sampai aku menulis ini pun masih belum tahu alasan kenapa harus
pakai outfit berlengan dan menutupi kaki. Karena biasanya aku hanya diberitahu
harus memakai casual atau formal. Dan dress-dress yang biasa kupakai nggak
ada yang terlalu terbuka, bahkan banyak di antaranya yang aman digunakan untuk
menghadiri acara Ramadan di TV. Tapi setiap stasiun TV pasti punya aturannya
masing-masing and I’m totally okay with that. Hanya saja diberitahu lebih awal
pasti akan lebih baik *smile* ]
Last minute outfit. Kata Bapak nggak matching, and I know it :p
Shooting dijadwalkan pukul 19:00 WIB di lantai 2 Rockstar Music Cafe
Bandung. Tapi ternyata diundur menjadi sekitar pukul 20:00 WIB karena ada
trouble dengan peralatan mereka. Sambil menunggu, aku yang diantar oleh Bapak
melihat-lihat poster yang tersebar di dinding cafe. Kami fans berat musik rock,
jadi datang ke tempat seperti ini selalu menyenangkan. Bapak bertaruh kalau di
sini pasti nggak ada poster Aerosmith, band idolaku sejak kecil. Benar saja,
menurut ownernya pun (atau manager? Maaf kalau salah) di sini memang nggak
dipasang poster mereka karena lagu-lagunya jarang diputar di sini. Aww, itu
jawaban yang lumayan bikin aku manyun, tapi sukses bikin Bapak tertawa puas.
Maklum, kami suka aliran musik yang sama tapi beda idola. Bapak bilang kalau
sudah banyak poster The Rolling Stones buat apa ada Aerosmith, hahaha. That’s rude,
Dad! :p
At least ada Janis Joplin, idolaku. Kalau punya anak wajib deh dikasih nama Janis, hahaha :D
Ditemani oleh Bapak :)
Akhirnya aku dipanggil untuk shooting. Another surprise ternyata ada
perubahan bintang tamu, jadi list pertanyaan untukku pun berubah. Episode ini
berjudul “Dari Buku ke Film” dan
akan membahas novelku, “Waktu Aku sama Mika” yang menginspirasi sebuah film
layar lebar berjudul MIKA. Karena menceritakan tentang kisahku yang mengidap
scoliosis, maka (rencananya) akan ada bintang tamu lain yaitu dokter dari rumah
sakit tulang di Bandung yang akan memberikan berbagi tentang fakta-fakta
scoliosis. Tapi karena beliau berhalangan, jadi diganti dengan 2 orang
ilustrator untuk cover buku. Meskipun ter-surprise-surprise, aku lega karena bintang tamunya masih di
dunia buku jadi pasti bisa saling bertukar pengalaman :)
Sempat nolak dimakeup, tapi akhirnya nyerah juga :p
Hasil makeup nya lucu :) Ini outfitku sebelum pakai bolero :')
Aku menjadi bintang tamu yang muncul di segmen pertama. Dimasta, host
program “Saling Sharing” (sekaligus penyiar radio dan penulis) berhasil membuatku semakin semangat. Ia sangat ramah dan kocak, hihihi. Seperti biasanya aku menceritakan awal mula pembuatan novel
“Waktu Aku sama Mika” sampai bisa diterbitkan. Lalu setelah itu tentang
proses pembuatan film sampai (thank God) menjadi salah satu film yang paling
banyak ditonton sepanjang tahun 2013 dan berkesempatan diputar di Australia. Waktu
membahas tentang Vino Bastian yang memerankan Mika, Dimasta berkata bahwa
tadinya ia yang mendapatkan peran tersebut, tapi nggak jadi karena dulu
rambutnya panjang sampai kaki. Hahaha, somehow itu ngingetin aku sama lagu
“Just Push Play” nya Aerosmith :D Dan ngomong-ngomong soal Aerosmith, waktu aku bercerita tentang (calon) novel baru yang berkisah mengenai perjalanan seorang
anak perempuan yang ingin bertemu dengan band rock idolanya, Dimasta memanggilku dengan nama “Indi-Smith”. Lucunya teman-temanku pun dulu memanggil dengan
nama “Smith” untuk membedakanku dengan “Indi-Indi” yang lain :D
Setelah 2 kali jeda iklan (kalau aku nggak salah ingat, ya), Hari dan
Dwi, bintang tamu selanjutnya dipanggil. Sama sepertiku mereka pun bercerita
tentang profesinya, termasuk karya-karya apa saja yang sudah pernah dihasilkan.
Dan sama juga seperti menulis, membuat ilustrasi harus memiliki idealisme tapi
juga harus tetap mendengarkan keinginan klien. Melihat hasil kerja mereka yang
keren-keren rasanya ingin juga jika suatu hari bekerja sama dengan mereka,
hihihi. Oh, iya Hari sudah membuat lebih dari 500 ilustrasi cover buku, lho.
Wow! Hebatnya... Jangan dibandingkan denganku yang bikin gambar lingkaran
saja butuh waktu 1 menit, ---dan itu pun masih lebih mirip dengan awan, lol.
Bersama Dimasta :)
Setelah mendapatkan banyak (bangeeet) ‘kejutan’ aku bersyukur karena
shooting berjalan lancar dan menyenangkan. Kru nya bekerja dengan kompak dan
cekatan, bahkan nggak kalah rapi dengan stasiun TV-stasiun TV yang sudah lebih
lama berdiri. Aku percaya dalam waktu yang nggak terlalu lama mereka pasti akan
lebih baik lagi :) Aku juga nggak pulang dengan percuma karena berkenalan
dengan orang-orang hebat dan mendapatkan ilmu-ilmu baru ---yang mana paling kutunggu-tunggu setiap kali menghadiri sebuah undangan. Sebuah pengalaman
berharga terjadi lagi di dunia kecilku kemarin malam. I feel blessed karena
jatuh cinta dengan apa yang aku tekuni sekarang. Mungkin ada yang bilang kalau
yang aku lakukan “hanya” menulis. Tapi menurutku there’s no such thing as
“hanya”. Semua profesi itu hebat, semua
profesi itu ada hasilnya. Dan kita selalu bisa berkembang selama punya passion
untuk belajar termasuk dari orang-orang yang baru kita ditemui ;)
Smiley girl,
Indi
Keywords:Pengalaman shooting, pengalaman masuk TV.
_______________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469