Tampilkan postingan dengan label Silmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silmi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Liburan (sangat) Menyenangkan :)


Halo teman-teman blogger! Apa kabar? 
Hehehe, kemarin kan baru liburan ya? Biasanya kalau sudah liburan ada yang makin semangat balik lagi ke rutinitas, tapi ada juga yang masih pengen liburan :p Kalau aku sendiri sih sudah merasa cukup, liburannnya memuaskan dan berhasil me-refresh fisik dan psikisku meskipun nggak pergi ke mana-mana :)


Liburan kali ini aku habiskan bersama keluarga. Kebanyakan sih sama keluarga inti (which is including our dog, Eris) dan sepupu-sepupuku, soalnya yang lain nggak sempat datang ke Bandung. Nggak ada satu haripun kami lewatkan untuk habisin waktu sama-sama, nggak terkecuali di tanggal 5 September kemarin, alias hari terakhir liburan. Meskipun sepupu yang tersisa (maksudnya yang masih di Bandung, hehe...) tinggal Silmi dan Adhi, tapi itu nggak menghalangi kami untuk have fun. Apalagi ditambah Bapak yang setia mendampingi kami dan Doggie anjingnya Silmi yang ternyata kepengen ikut senang-senang, hihihi. Dengan catatan, ada Doggie berarti nggak boleh ada Eris, soalnya mereka nggak bisa akur. Biasa, bocah-bocah susah diatur ;)


Di hari terakhir ini Silmi menginap di rumah gue, kami banyak melakukan girls thing setelah sekian lama nggak ketemu (Silmi tinggal di Depok). Seharian kami makan junk food dan nonton DVD. Malah, saking "memanfaatkan waktu"nya, kami sampai nonton DVD horor jam 2 pagi! Untunglah kami berdua penakut, jadi sebelum filmnya selesai sudah dimatikan dan bisa tidur dengan (diusahakan...) nyenyak, hihihi. Sore harinya aku dan bapak mengantar Silmi ke rumah orangtuanya yang nggak begitu jauh dari rumah kami (mereka ada rumah juga di Bandung). Begitu sampai kami nggak turun dari mobil, tapi aku menggantikan Bapak di posisi pengemudi, hihihi. Aku ajak Bapak dan Silmi berkeliling komplek sambil menunggu Adhi datang dengan sepedanya. Hmm, sebetulnya bukan 'mengajak berkeliling', sih, tapi mereka yang menemaniku belajar menyetir! Hihihi, aku memang sudah punya SIM, tapi belum lancar. Makanya Bapak rajin-rajin dukung aku berlatih :p
Lucunya, meski masih tersendat-sendat dan sering histeris, (Itu menurut Bapak, padahal menurut istruktur "asli" ku, aku termasuk murid yang tenang, lho, lol), Silmi malah bilang kalau cara menyetirku "sangat normal", yang kurang tinggal kecepatannya saja. Hahaha, maklum, begitu kecepatan 40 saja aku langsung berasa ngebut banget :p



Adhi si bicycle boy, aku dan Silmi.


Timingnya pas banget, begitu aku turun dari mobil Adhi sudah datang dengan sepeda lipatnya. Hore, horeeee, aku memang sudah lama kepengen naik sepeda lagi. Pasalnya aku dulu sangat hobi main sepeda, tiap sore pasti izin keluar untuk sekedar keliling komplek atau cari-cari alasan pergi ke warung (apapun, asal pakai sepeda, hehehe). Tapi hobi main sepedaku harus terhenti gara-gara mendadak kehilangan mood setelah 'bel keren warna kuning' yang ditempel di stang sepedaku patah :( Aku sempat coba betulin dengan macam-macam cara. Dari mulai di lem sampai di las, tapi tetap nggak berhasil dan malah bikin tampilan sepedaku jadi "serem", sniff... Lalu nggak lama kemudian sepedaku raib waktu dipensiunkan di gudang. Aku menyesal banget karena nggak memaksimalkan apa yang aku punya. Karena sampai hari ini aku nggak dapat sepeda lagi...
Makanya, waktu aku lihat sepeda Adhi aku girang banget, apalagi waktu tahu kalau ukurannya cukup mini. Pasti pas deh dengan tinggi badanku yang nggak jauh dari Mary Kate dan Ashley Olsen ini, hihihi... (kidding, aku sekitar 14 cm lebih tinggi dari mereka, kok :) ).




Berpose dengan sepeda. Gak ada foto waktu aku benar-benar mengendarainya :p



Waktu mau coba naik sepeda aku agak deg-deg'an juga, soalnya sudah lumayan lama nggak mengendarai si roda dua yang bukan motor ini (apa sih, Indi?!! Lol). Untung aku masih ingat caranya: naik ke sadel, injak satu kaki di pedal, susul dengan kaki satunya lagi... Gowes, gowes....
Kyaaaaa, aku terlalu ngebut dan hampir nabrak mobil Bapak karena lupa caranya nge-rem, hahahaha...
Karena insiden ini aku jadi kurang PD buat coba lagi. Sepedanya lebih banyak kudorong (lho?) dan dinaiki seperti otoped. Biar begitu aku senang banget, banyak tertawa dan banyak candaan akrab dengan Bapak dan sepupu-sepupuku :) Apalagi waktu Bapak tiba-tiba ikut pinjam sepedanya Adhi. Aku khawatir sepedanya bakal patah karena Bapak badannya besar, tapi ternyata nggak dan malah beliau yang paling "menikmati". Aku, Silmi sama Adhi cuma bisa menonton dan berharap nggak banyak saksi mata yang lihat kejadian ini, hihihi. Tapi ternyata tujuan Bapak naik sepeda memang untuk pamer, lho. Soalnya tiba-tiba aku disuruh ambil foto Bapak sebanyak mungkin. Katanya, "Cepat foto yang banyak, siapa tahu bapak ditawari jadi bintang iklan Pocari Sweat", hahahahaha.... Aku dan dua sepupuku nggak bisa tahan untuk nggak ketawa. Kata-kata Bapak betul-betul lucu! What a precious moment :)



Bapak, mau jadi bintang iklan Pocari Sweat katanya :p





Nggak terasa waktu sudah semakin larut dan langit sudah gelap (mungkin sekitar jam 6 sore karena adzan magrib sudah terdengar), kami bergegas masuk ke halaman rumah Silmi dan memutuskan main sebentar dengan Doggie. Doggie itu anjing yang lucu, dia dipelihara ayah Silmi sejak bayi dan aku termasuk orang pertama yang mengurusnya karena Silmi, Kakak dan ibunya ada di Depok. Dulu Doggie sempat takut sama aku, ini semua gara-gara Eris yang pernah mengigit leher Doggie waktu bayi. Mungkin bau eris menempel di tubuhku, jadi setiap aku dekati Doggie selalu menghindar, hahaha. Lucu, padahal waktu menggigit Eris juga masih kecil lho, jadi giginya belum tumbuh semua. Mungkin ini namanya trauma ya? :p
Dan kali ini Doggie nggak mau lepas dari aku. Malah dia sempat "peluk" pinggangku lama. Bukan bermaksud menyerang, tapi dia bilang "jangan pergi". Kalau kalian punya anjing pasti mengerti maksudku ;)


Doggie, anjing yang cute :)
 

Ah, nggak terasa sudah waktunya berpisah. Aku harus pulang, begitu juga Adhi. Sedangkan Silmi harus bersiap packing karena besok sudah harus sekolah dan les bahasa Inggris. Sedih dan rasanya masih ingin main bersama, tapi syukurlah karena kami sepakat bahwa liburan kali ini sangat menyenangkan dan membuat kami semakin akrab :)






My OOTD: Headband-CandyButton | Shirt-Freshy | Overall Skirt-Graphic


Seperti yang kubilang sebelumnya, liburan kali ini berhasil me-refreshku, fisik dan piskis. Iya, aku merasa lebih "segar" dan siap untuk beraktivitas, bekerja seperti hari-hari sebelumnya. Beberapa waktu lalu aku sempat menerima pertanyaan dari salah satu paman: Apa kamu benar membutuhkan liburan?? Hehehe, sebetulnya bukan cuma beliau, sebelumnya banyak yang bertanya apa aku betul-betul butuh break sejenak di tengah aktivitas yang (sering dikira) santai ini. Jawabannya tentu saja "iya". Aku nggak punya atasan. Bos ku adalah diri sendiri, si Indi yang sering keras kepala dan doyan malas-malasan di atas tempat tidur. Menghadapai bos seperti ini nggak mudah, butuh disabarin tapi juga dikerasin karena peranku ganda: sebagai atasan yang harus mengesampingkan ego dan juga karyawan yang harus mengerjakan tugas-tugas tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan si bos---a.k.a my self---.
Bekerja seperti ini nggak mudah (semua pekerjaan nggak ada yang mudah, anyway :) ), kadang si bos sama karyawan ini masih saja suka berantem. Tapi biar begitu aku cinta dan menikmati pekerjaanku ;)









Sehabis liburan yang menyenangkan ini aku akan mengerjakan novel ketiga, publisher menyarankan agar awal tahun depan sudah bisa diterbitkan, jadi minimal Desember aku sudah harus selesai membuat naskah full'nya. Selain itu aku juga akan membuat desain-desain baru untuk “Toko Kecil Indi” karena tanggal 12 September besok online shop ku sudah buka seperti biasa (it's getting closer, yeay!!).
"I'm ready, I'm ready!", hihihi, seperti kata SpongeBob! Aku semangat sekali memulai aktivitas besok. Menghabiskan waktu bersama keluarga memang selalu terbukti ampuh untuk menghilangkan kejenuhan, ya. Ah, beruntung sekali aku selalu bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana yang keluargaku berikan, thank God :) 

Jadi, bagaimana dengan liburan kalian? Apakah menyenangkan dan sudah siap untuk beraktivitas? ;)




My OOTD: Strap shoes-Fillmore | Handbag-Punya Ibu











 


banyak senyuman dan salam hangat,

INDI :)





ps: Baru menerima kabar menggembirakan, novel "Waktu Aku sama Mika" karyaku akan dicetak ulang kembali yang ke 7 kalinya. Nggak sabar untuk meet and greet selanjutnya. Just wish me luck, guys :) 

Minggu, 24 April 2011

Asyiknya Berlibur :D

Hore liburan! :D Tanggal 22 sampai 24 April kan libur (lumayan) panjang yang jatuhnya pas di akhir pekan. Hayooo, siapa yang senang?
Akuuu! :D
Hehehehe, nggak usah bingung ya, kenapa aku yang sehari-hari kerja di rumah bisa ikutan senang padahal setiap hari juga "liburan", hihihi... Ini karena orang-orang di sekitarku yang justru sibuk di hari-hari lain. Bahkan weekend karena banyak di antara mereka yang bekerja atau malah tinggal di luar kota. Misalnya saja Ray, meski kami tinggal di satu kota, bahkan selalu jemput aku untuk terapi dan les, tapi tetap saja kami jarang "keluar" di waktu weekend. Apalagi dengan kedua sepupu perempuan aku, Gina dan Silmi yang tinggal di lain kota, kami jaraaaang banget ketemu bahkan untuk sekedar ngobrol.
Nah, sekarang ngerti kan kenapa aku senang banget sama libur yang (lumayan) panjang ini? ;)



Good Friday

Tanggal 22 April jatuhnya di hari Jumat. Biasanya di Jumat-Jumat lain artinya aku menunggu ditelepon Ray setiap 1 jam sekali dari kantor dan menunggu dia pulang sampai sore untuk makan malam bareng. Tapi kali ini.... yaiy, kami bisa habisin waktu berdua (hampir) seharian dan ngobrolin apa saja tanpa khawatir ada customernya Ray yang selak obrolan kami :D
Satu hari sebelumnya Ray memang sudah bilang kalau dia kangen kami "jalan" berdua dan bukan dalam rangka "apa-apa". Maksudnya, dia kangen kami betul-betul berdua dan bukan untuk keperluan lain seperti sekalian menemani aku terapi atau lainnya. Jujur, aku juga kangen saat-saat seperti itu. Jadi waktu Ray ajak aku ke Braga, aku senang bukan main! :D

Kami nggak mau buang waktu, makanya untuk jalan-jalan kali ini kami nggak pesan taxi lewat telepon, tapi kami betul-betul cari taxi secara langsung. Iya, betul "cari-cari"! Hihihi. Jadi begitu dapat kami bisa langsung berangkat tanpa perlu menunggu lama. Sekitar jam 3.30 sore kami tiba ditujuan. Ray langsung ajak aku ke bioskop. Tapi sayang niat kami untuk nonton langsung batal waktu tahu film yang diputar "aneh-aneh", hehehe. Masa ada kuntilanak kesurupan? Wah, nggak mau bayangin deh gimana konyolnya isi filmnya. Jadi kami pakai uang tiket bioskopnya untuk makan es krim. Wah, senangnya :D Aku yakin es krim ini rasanya jauh lebih enak daripada kami harus terjebak selama 1,5 jam untuk nonton hantu-hantuan :p
Es krim ternyata bikin imajinasi kami seperti anak-anak lagi. Sampai-sampai aku bilang sama Ray kalau nanti aku bakal beli gedung mall ini dan pakai restoran dilantai atas untuk kamar tidur kami, hihihihi. Ada-ada saja...





Setelah makan es krim kami turun ke lantai paling dasar. Nggak terasa sudah hampir waktunya dinner, jadi kami putuskan untuk ke The Kiosk, tempat favorit kami satu-satunya disini, hihihi (soalnya nggak ada tempat lain yang enak sih di sini). Awalnya sih nggak ramai, cuma kami dan 1 pasangan ABG yang duduk di depan kami. Tapi lama-lama semakin penuh, sampai-sampai kami kesulitan panggil pegawainya untuk sekedar minta tambah minum :O
Btw, tentang pasangan ABG, aku ada cerita "menarik" tentang mereka. Awalnya sih kami cuma terganggu karena salah satu dari mereka (yang laki-laki) merokok dengan cara yang "berlebihan". Hmm, maksudnya ini lho, seperti orang yang baru tahu rokok dan menganggap rokok itu keren (eww...). Dia merokok dan mengeluarkan asap dari mulutnya dengan disembur ke mana-mana. Serius! Bahkan ke wajah pasangannya, hahahaha. Aku pikir, hmm, laki-laki macam apa yang merokok di depan pacarnya meskipun di smoking area. Soalnya Ray juga perokok. Perokok berat--perlu diingat--, tapi dia NGGAK PERNAH merokok di depanku. Tapi nggak lama kemudian pendapatku mulai berubah jadi "pasangan macam apa ini?!!" soalnya si perempuan juga ternyata ikut merorok. Untungnya nggak "selebay" pasangannya. Kalau lebay kan gawat, bisa-bisa pegawai di sana yang disembur asap, hahaha.
Sepanjang kami di sana, banyak kelakuan mereka yang sangat irritating our eyes. Well, perlu diketahui kami bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, tapi mereka betul-betul duduk TEPAT di depan kami and they're kissing seolah nggak ada siapa-siapa. Iya, lads and gends, kalian nggak salah baca. Mereka berciuman dan merokok di depan umum padahal kami yakin mereka masih under age (mungkin sekitar 14-16 tahun, usia anak SMP!). Wah, ini aku yang kolot atau jaman sudah banyak berubah ya? Ckckckck :p



Sengaja aku tutupin matanya supaya mereka gak terlalu malu :p


Kerupuuuuuk :D



Tapi di luar kelakuan ajaib ABG masa kini itu (aku yakin nggak semua remaja seperti ini, kok :) ), kami sangat sangat sangat bahagia. Punya waktu berkualitas berdua, makan makanan yang enak, bisa ngobrol sampai aku habisin 2 botol teh (haus!), bahkan kalau dipikir-pikir kelakuan ABG itu juga jadi hiburan tersendiri bagi kami, hehehe :p
aku bersyukur kami diberi rezeki oleh Tuhan untuk "kencan" seperti ini sesekali. Ya, nggak perlu sering-sering karena justru ini yang bikin terasa istimewa, hihihi. Terima kasih Tuhan, terima kasih Ray. It was a great day :D




Girls Time!

Sejak tanggal 22 April Gina dan Silmi memang menginap di rumahku. Tapi kami nggak kemana-mana soalnya selain karena aku pergi sama Ray, mereka juga jengukin Iie yang sudah boleh pulang dari RS (Iie itu mamanya Gina, lho). Sebetulnya sih memang nggak ada rencana keluar, tapi berhubung Silmi pengen dianterin buat beli kado ultah temannya, aku langsung setuju. Apalagi kami sudah semakin jarang jalan bertiga dan kebetulan juga temanku, Richard lagi ada di Bandung untuk talkshow buku perdananya (maksudnya sambil menyelam minum air gitu, hehehe).

Jadilah kami bertiga pergi dengan banyak tujuan (Silmi cari kado buat temannya, aku untuk ketemu Richard, sedangkan Gina mau cari sepatu, makeup, dst, dll, pokoknya banyak, deh, hehehe). Begitu sampai kami langsung lihat Richard lagi nyamar jadi sinterklas. Maksudnya dia lagi duduk di bangku dan banyak yang minta foto gitu kaya santa, hehehe.
Sekitar 10 menit kami menunggu, akhirnya Richard "ngeh" juga dengan kehadiranku. Di tengah "sesi Santa" nya dia dadah-dadah sama aku dan minta Bianca, pacarnya untuk nemenin kami dulu sampai dia selesai tugas (emang pas Easter ada Santa juga ya? Hahahaha...).

Oya, sedikit cerita tentang Richard, mungkin banyak yang heran ya kenapa kami berdua bisa berteman (soalnya kami memang beda "dunia" banget, hihihi). Jadi, satu-satunya persamaan kami sama-sama seorang blogger. Dia di Australia, gue di Indonesia. Dia jangkung, aku pas-pasan. Dia hobi menulis cerita konyol, nah aku nggak bisa melucu. Tapi kami saling mengagumi blog satu sama lain :) Dari dunia maya pertemanan kami berlanjut ke dunia nyata. Waktu itu sih, aku baru menerbitkan satu buku saja, sedangkan Richard malah masih tahap "membangun" buku perdananya. Dan sekarang novelku sudah 2 dan Richard sudah talkshow di mana-mana. Wah, betul-betul pertemanan yang bikin waktu "nggak terasa", hahaha :)

Okay, aku balik lagi sama ceritaku... Setelah Richard selesai jadi Santa kami (plus Aan, editornya Richard) langsung ke Pizza Hut. Banyak banget kejadian lucu di sana. Misalnya saja waktu kami mau pesan makanan aku bingung setengah mati karena menunya daging semua. Akhirnya aku pesan 1 gelas coca-cola dengan es krim (float). Nah, ajaibnya ternyata minuman yang dipesan untuk bareng-bareng adalah coca-cola! Oh duhai (bahasanya si Richard, nih), aku pun hampir terpaksa menghabiskan 2 gelas coca-cola kalau saja Bianca nggak menawarkan bantuan untuk manghabiskan setengah gelas yang rasanya sudah mirip air bening, hahaha :'D
Gina dan Silmi sempat bingung lho kenapa ada bule bisa bahasa Indonesia. Kalau Silmi sih dia sudah tahu kalau Richard itu blogger, nah Gina yang blank sama sekali malah pikir kalau bule yang ada di depannya itu blesteran Indonesia, hahahaha.
Pokoknya pertemuanku dengan Richard dan Bianca kali ini (eh, dengan Aan juga, maaf An, hehehe) berkesan banget. Meski agak sedih soalnya Ray nggak bisa menemani karena kerja, tapi aku tetap happy soalnya aku bisa mengenalkan sepupu-sepupuku sama bule tergila yang pernah aku kenal. Apalagi aku juga dapat teman baru, Aan, yang kalau jalan berdua Richard mirip orang pacaran, hahaha.
Oh, oh, btw, Gina "nggak setuju" lho kalau Richard dibilang lucu. Baginya, Bianca lebih lucu, soalnya Gina sering banget ketawa gara-gara kelakuan Bianca. Apalagi waktu dia pura-pura jadi aku yang kesusahan mau digendong Richard (ceritanya Mika -_-) waktu kami lagi ngobrolin "Waktu aku Sama Mika", hahaha...
Thanks Oma (Richard), thanks Brian (Bian, lol) dan thanks juga Aan. It's nice to see you guys. Kapan-kapan main lagi, ya. Jangan lupa bawa buku masing-masing, kan mau tukeran tanda tangan. *gubrak!*



Foto pertama: manis-manis :)


Foto kedua: aku iseng berat kepalanya Bianca dikasih bunny ears. Dan tebak tasku dipegang siapa :D Eh, ada Pak Satpam yang liatin kita :p



Setelah keluar dari Pizza Hut, kami langsung berpisah. Richard dkk keluar dari mall, sedangkan aku dan sepupu-sepupu langsung masuk ke dalam mall dan bantu Silmi cari kado untuk temannya. Setelah keliling-keliling, akhirnya diputuskan untuk beli 1 buah silikon HP berwarna ungu dengan corak hati. Wih, baguuuuuuuuus banget! Sampai-sampai aku kepengen juga. Tapi sayang untuk HP ku belum ada karena kata mbak'nya tipe HP ku jarang dipakai ABG jadi aksesorinya juga nggak banyak. Sniff, that's an ugly truth, tahu nggak, mbak! Huhuhuhu...
Sedangkan Gina minta diantar ke pusat mall untuk lihat-lihat makeup dan sepatu. Dan setelah lama keliling, dia akhirnya beli lipstick, cat kuku dan makanan yang entah apa namanya, hihihihi :)
Aku sendiri lebih memilih beli oleh-oleh untuk Ray. Sebetulnya sih pengen belanja ini-itu juga, tapi sepertinya masih harus ditunda, hihihi. Ditemani Silmi gue pilih-pilih T-Shirt untuk Ray. Kami sih suka modelnya. Mudah-mudahan saja Ray juga suka :)

Sudah selesai belanja ternyata kami nggak bisa langsung pulang, Ais, kakaknya Silmi yang jemput kami ternyata nyasar ke mall tetangga. Wih, kami sampai pegal nunggunya. Apalagi hujan yang besar bikin kami rada ketakutan untuk nunggu di lobby. Syukurlah Ais akhirnya datang 1 jam kemudian. Ah, what a day. Bahagianya bisa berkumpul sama sepupu-sepupu tersayang ;)



Sambil nunggu dijemput aku makan frozen yoghurt dulu, hihi.




Today

Hari ini, tanggal 24 April, hari terakhir libur. Gina dan Silmi sudah mengemas kembali bawaan mereka untuk pulang ke kota masing-masing. Tempat tidurku juga terasa lebih lega karena nggak harus share lagi dengan Silmi. Dan hari ini juga perdana aku bisa pakai kamar mandi tanpa antri dengan Gina atau Silmi lagi. Tapi biar begitu aku sudah langsung kangen sama mereka :')
Libur 3 hari ini terasa betul-betul "liburan". Thank God aku bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang yang aku sayangin. Aku juga bersyukur karena aku "selalu" ada. Aku di sini, di rumah, nggak kemana-mana. Jadi kalau suatu hari mereka ada libur mendadak, di luar libur nasioanal, aku akan selalu ada untuk mereka ajak berlibur, hihihi. Sekali lagi, thank God...
Jadi teman-teman, bagaimana dengan libur (lumayan) panjang kalian? Semoga cukup untuk memberikan semangat kembali beraktivitas di hari senin ya! :D



smile,
INDI


(Edited 29/02/2024. Ray and I are no longer together. I am now happily married to Shane).