Tampilkan postingan dengan label Eris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eris. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Mei 2017

My Puppy is 8 Years Old! OMG! :D

Entah waktu yang benar-benar cepat berlalu atau aku yang terlalu enjoy sama hidup, ya... Rasanya baru banget aku cerita tentang ulang tahun Eris yang ke 7, eh sekarang dia sudah 8 tahun aja, huaaaa *kagetplusterharu :')
Tapi banyaknya hal yang terjadi sama hidupku belakangan (lol) juga bisa jadi alasan kenapa semuanya jadi terasa cepat. Salah satunya saja 3 minggu belakangan aku terkena infeksi mata yang cukup parah. Doctor visit, ke optik, pakai obat ini-itu... dan tahu-tahu saja, boom! ---sudah tanggal 22 Mei 2017! :O Padahal awalnya aku merasa punya cukup waktu untuk menyiapkan proper birthday celebration buat Eris, tapi pada kenyataannya cuma bisa super sederhana, hahaha. Yah, gimana dong... untuk keluar rumah saja mataku masih sensitif bukan main. Dan yang juga nggak kalah berpengaruh, ---dompetku ikut terkuras karena biaya dokternya cukup mahal! Maaf ya, Eris :p

Aku selalu berusaha membuat 'perayaan' ketika ada hewan peliharaan yang berulang tahun, ---meskipun itu hanya sederhana. Karena menurutku every life's matter, termasuk mereka. Seenggaknya ada moment satu kali dalam setahun dimana aku bisa tunjukan pada mereka betapa berartinya mereka untuk hidupku. Sebelum Eris ada Veggie, anjing golden retriever cerdas-cantik yang sayangnya harus pergi sebelum usianya mencapai 7 tahun. Ia dulu mengidap epilepsi, ---setiap hari dengannya adalah berkah dan membawa kebagiaan. Karena aku "tahu" waktu kami untuk bersama nggak akan lama, aku selalu berusaha membuat hari-hari kami memorable terutama di saat berulang tahun. Entahlah, aku merasa lebih nyaman ketika melakukannya. Mungkin dengan "merayakan hidup" aku seperti diterapi agar lebih mudah melepaskan ketika Veggie benar-benar harus pergi.

Meski begitu aku tetap merasa patah hati. Selama seminggu setelah kepergiannya aku menangis hampir sepanjang hari. Untuk mengobati aku melihat foto-foto Veggie sambil mengingat kenangan-kenangan manis bersamanya. Dan kehadiran Eris yang nggak terduga ternyata juga salah satu penyembuh yang paling ampuh. Aku merasa harus kembali membuka hati dan nggak menyia-nyiakan rasa sayangku  dengan memberikannya pada Eris. Ya, kekuatan dari making memory bersama Veggie dan kehadiran Eris lah yang menyembuhkanku :) Itulah kenapa aku sangat berusaha untuk melakukan hal yang istimewa di ulang tahun Eris, ---meskipun kesehatanku sedang menurun. Karena tanpanya mungkin sampai sekarang pun aku masih akan merasa setengah patah hati, hehehe ;)


Begitu sadar kalau sudah tanggal 22, aku langsung membuka lemari es dengan harapan ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk membuat kue. Ada telur, ---wah, lucky, berhubung aku vegan sepertinya ini punya Ibu dan Bapak. Juga ada strawberry yang dipetik dari rumah Tante. Setelah berpikir secara kilat aku langsung minta Bapak untuk membelikan buah pisang. Ya, ampun aku merasa helpless. Masa cuma ke mini market saja aku harus minta tolong, hahaha :D (habis ngetik kalimat ini aku langsung pakai obat tetes mata, lol). 
Aku pernah melihat resep kue ulang tahun untuk anjing di YouTube dan pernah aku praktekkan tahun kemarin. Sayang hasilnya terlalu kecil dan kurang nge-blend. Bagi Eris sih itu nggak masalah, karena dia memang hobi makan. Tapi aku tetap berharap kali ini hasilnya lebih baik daripada tahun kemarin biar happy nya Eris jadi berkali-kali lipat.

Belajar dari kesalahan tahun kemarin, kali ini aku lumatkan pisang dengan garpu agar lebih mudah ketika dicampurkan dengan telur. Melihat bentuknya sebelum dimasukkan ke microwave aku merasa super PD akan berhasil. Tapi ternyata... failed! Ini karena Bapak kasih tips super iseng agar aku menambahkan tepung beras ke adonannya, hahaha. Akhirnya setelah sedikit ngambek sama beliau (just kidding, hehe), aku bikin lagi dari awal dan... BERHASIL! Yay, aku bangga sekali sama hasilnya. Tahun lalu waktu aku masih vegetarian (masih makan telur) aku icip-icip kuenya Eris dan ternyata rasanya enaaaaak. Mirip pancake! Resep kue ini simple banget, tapi efektif. Soalnya bisa dinikmati oleh anjing dan pawrent nya sekaligus, hihihi. By the way, in case di antara kalian yang membaca mau re-create resep ini, boleh banget lho. Nih, aku share step by stepnya :)

Bahan-bahan:
~ 2 buah pisang.
~ 2 butir telur.
~ 1 buah strawberry.
~ 1 sendok makan air matang.

Cara membuat:
~ Lumatkan pisang sampai halus lalu campurkan dengan telur yang sudah dikocok.
~ Masukkan air dan aduk rata.
~ Panaskan di microwave suhu tinggi selama 5 menit.
~ Setelah agak dingin olesi bagian atas kue dengan stawberry yang sudah direndam air panas dan dilumatkan. Jadi kaya semacam homemade jam gitu deh, hehehe.


Selama ini aku hanya pernah memberi Eris kue buatan toko (khusus anjing) satu kali saja. Bentuknya memang keren, tapi aku khawatir ada bahan-bahan yang nggak terlalu baik untuk tubuhnya. Selain itu usia Eris juga sudah tua (---ah, tapi bagiku dia tetap puppy, hehehe), jadi akan lebih baik kalau apa yang masuk ke perutnya adalah bahan-bahan yang aku kenal betul. Pisang baik untuk sumber potasium dan karbohidrat bagi anjing. Sedangkan strawberry, selain rasanya enak juga kaya vitamin C. Satu atau dua buah jadi jumlah yang oke untuk camilan. Asal jangan stawberry kalengan saja karena biasanya mengandung sirup gula :O Nah, kalau dari bahan-bahannya sih sudah oke. Tapi tes kesuksesan kue ini adalah apakah Eris akan menyukainya? :D

Nggak ada dress baru buat Eris, ---kadonya pun mungkin akan menyusul atau bahkan nggak sama sekali, hehehe. Aku dan Bapak cuma menempel tulisan "happy birthday" di dinding dan nyanyi-nyanyi random (Eris mana peduli, lol). Lalu aku potong kuenya jadi 4 bagian dan langsung diberikan pada Eris. No candle this year karena yang sudah-sudah Eris malah mau gigit lilinnya :p 1... 2... 3... the moment of the truth. Hap! Ternyata Eris menyukainya! Dalam hitungan detik kuanya langsung habis, jadi nggak sempat divideokan, hahaha. Padahal ukurannya lumayan besar, lho, ---dicetak pakai mangkuk yang biasa buat mie itu. Melihat Eris suka dengan kue buatanku bikin super happy. Terharu deh, hal yang sesederhana ini saja bisa bikin Eris excited. Ah, aku harus belajar banyak dari Eris :'D


I'm blessed to have her. Nggak bosan-bosan aku bilang begitu (---tapi yang baca di sini mungkin bosan, hehehe). Karena kenyataannya memang begitu. Eris mengajarkanku untuk selalu excited dengan hal-hal kecil, untuk bersabar seperti saat aku sedikit memberinya makan, untuk tetap percaya dan menghormati, meski terkadang aku "marah" karena ia membandel. Semoga akan ada ulang tahun-ulang tahun berikunya lagi dengannya. Semoga selama apapun sisa hidup yang ia miliki aku bisa memberikannya kebahagiaan dan ia diberkahi dengan kesehatan. Amen... :) Ah, aku jadi pengen cepat-cepat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang aku mau nyusul Eris saja di pojokan dekat pintu dan usel-usel wajahnya yang mungil, hihihi :)

cheers,

Indi

nb: Selamat menunaikan ibadah puasa. Maafkan segala kesalahanku ya, baik di lisan ataupun tulisan :) Bulan puasa identik dengan petasan. Di daerahku mulai ramai dan bikin Eris panik. Just a friendly reminder, kalau mau main petasan jangan di dekat binatang ya karena telinga mereka super sensitif. Dan untuk para pawrents, yuk peluk si kesayangan supaya nggak panik dan tetap nyaman. Semoga di bulan yang suci ini damai-damai saja ya. Mending juga makan kolak daripada main petasan :p

____________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Rabu, 01 Maret 2017

Hadiah untuk Eris si Pet Therapist :)



Baru saja sampai di rumah Ibu berkata kalau ada paket untukku. Waktu dicek ternyata paketnya bukan buatku, tapi Eris! Hahaha. Wah, aku langsung penasaran dan membuka paket yang ukurannya cukup besar itu. Isinya karpet khusus hewan peliharaan!:D Beberapa waktu lalu aku sempat mengikuti giveaway yang diadakan oleh akun instagram @carameldanial yang informasinya gue dapat dari Yayasan Peduli Kucing. Syaratnya sederhana, peserta diminta untuk mengupload foto bersama hewan peliharaan dan menceritakan apa saja yang mereka lakukan sebagai pet therapy bagi "pawrent" nya. Tujuannya adalah agar semakin banyak orang yang tahu tentang "terapi hewan". Aku sih nggak memikirkan tentang menang atau kalah karena memang selalu bahagia jika bercerita tentang Eris :)

Sejak menjadi bagian keluarga 7 tahun yang lalu, aku selalu menganggap Eris istimewa. ---Well, setiap makhluk Tuhan tentu punya keistimewaan masing-masing, dan keistimewaan Eris adalah sifatnya yang pengertian. Karena mengidap severe scoliosis dan masih memakai brace 12 jam perhari, aku nggak bisa berlari karena bisa menimbulkan rasa nyeri. Eris selalu mengimbangi langkahku saat kami berjalan-jalan sore dan nggak pernah mencoba berlari. Padahal ia bisa saja melakukannya kalau mau. Tapi lain ceritanya kalau ia unleash alias tanpa tali... Wuzz! Eris bisa berlari secepat angin! Hihihi. Melihatnya seperti itu membuatku ikut merasakan sensasi bebas luar biasa.



Tiga tahun yang lalu Eris juga pernah menemukan sebuah tumor besar di payudara kiriku. Awalnya aku mengira ada sisa makanan yang menempel di baju karena ia terus-terusan mengendusnya. Tapi karena semakin lama semakin sering, aku pun penasaran dan memeriksakan diri ke dokter. Untung saja belum terlambat. Operasi berjalan dengan lancar, hanya waktu penymbuhannya yang cukup sulit. Aku merasakan sakit yang amat sangat karena bekas jahitan terus mengeluarkan darah. Di saat itulah Eris nggak pernah meninggalkanku, ---membuat aku merasa nyaman. Dengan kata lain, Eris lah yang "merawat" mentalku selama sakit sementara orangtuaku merawat secara fisik. Eris adalah terapisku :)

Pengalamanku dengan Eris rupanya mirip dengan pengalaman Addinda Sonang Danial, pemilik akun @carameldanial. Ini juga yang menjadi alasannya mengadakan giveaway. Dinda adalah pengidap kanker leukimia dan ia memiliki pet therapist bernama Caramel. Caramel adalah seekor anjing terlantar yang diadopsinya tepat sebelum akan disuntik mati! Dari situs pawsunion.com aku jadi tahu betapa luar biasanya Caramel. Ia bisa tahu jika kondisi Dinda sedang drop, bahkan di saat Dinda merasa baik-baik saja. Dan saat waktunya minum obat Caramel akan mengambil lalu melemparkan obatnya agar diminum. Jika Dinda nggak mau meminumnya, Caramel akan menggonggong terus seolah mengingatkan. Amazing! :) 




Mungkin sudah banyak teman-teman yang tahu tentang pet therapy, tapi just in case aku akan menjelaskannya lagi sedikit. Pet therapy adalah terapi yang melibatkan hewan di dalamnya. Biasanya pet therapy dibutuhkan saat seseorang dalam proses penyembuhan dari masalah kesehatan seperti mental health, kanker, penyakit jantung dan lain sebagainya. Pet therapy juga bisa berfungsi agar seseorang bisa lebih "nyaman" dengan apa yang diidapnya. Contohnya seperti aku. Scoliosis nggak bisa disembuhkan (karena bukan penyakit, tapi kondisi yang hanya bisa dikoreksi), tapi dengan Eris rasanya lebih mudah untuk menjalani hari. Hewan apapun bisa menjadi pet therapist karena berbeda dengan service dog, "tugas" pet therapist adalah untuk membantu kita merasa nyaman. Tapi mereka bisa juga double sebagai service dog, seperti Caramel yang bisa mengingatkan Dinda untuk minum obat.

Balik lagi ke cerita Eris dan hadiahnya, awalnya ia agak "terancam" dengan karpet barunya. Mungkin karena berbulu ia jadi mengira kalau itu hewan lain. Sampai-sampai Eris menggeram dan menggigitnya, lho! Hahaha :D Tapi hanya sebentar karena setelah itu Eris langsung duduk santai di atasnya, bahkan lama-lama ia minta disisiri sambil tiduran di sana :) Aku baru tahu kalau karpet @petcarpet_id rupanya mendonasikan sebagian dari hasil penjualannya ke Yayasan Peduli Kucing. Rasanya membuatku semakin happy karena tahu bahwa banyak yang peduli dengan keberadaan hewan-hewan di sekitar kita. Kalau kalian punya anjing atau kucing akusarankan untuk membelinya karena selain berdonasi, kualitas karpetnya juga memang bagus. Kalau Eris bica bicara bahasa manusia, ia pasti akan memberi testimoni panjang lebar tentang karpet barunya, hahaha.

Aku senang, bersyukur dan berterima kasih dengan hadiah yang diberikan @carameldanial untuk Eris. Rasanya semakin meyakinkan kita bahwa hewan memang memiliki maksud dan fungsi untuk tinggal berdampingan dengan kita, ---mereka bukan hanya "sekedar" hewan. Sekali lagi, menang atau kalah bukan masalah untukku. Aku akan selalu menyayangi Eris dengan tulus karena aku percaya Eris juga nggak pernah meragukanku. Dan aku membagi cerita ini (mudah-mudahan) bisa menjadi pengingat agar nggak ada lagi yang menyakiti hewan. Kalian boleh merasa "nggak suka" atau geli saat melihat mereka. Tapi nggak perlu menyakiti atau mengusiknya. Selalu ingat bahwa di suatu tempat ada orang-orang yang tertolong sekali dengan keberadaan mereka. ---Bahkan yang nyawanya diselamatkan oleh mereka. Seperti Eris yang menyelamatkanku dan Caramel yang menyelamatkan Dinda :)

yang sangat beruntung 'memiliki' Eris,

Indi


(Punya pengalaman serupa dengan hewan peliharaan? Kirim cerita kalian ke namaku_indikecil@yahoo.com. Cerita yang menarik akan dimuat di buku Guruku Berbulu dan Berekor 2 yang royaltinya digunakan untuk membantu hewan-hewan terlantar).


-------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 28 Januari 2017

Ikut Menulis bersama Indi di "Guruku Berbulu dan Berekor 2', yuk! :)

Howdy-do bloggies?! Yay, weekend sudah tiba :D Untuk yang sekolah atau bekerja sekarang waktunya untuk santai sejenak sebelum menghadapi hari senin. Eh, untukku juga sih meskipun aku sudah lulus dan nggak bekerja kantoran, hihihi. Bulan ini cukup menyibukkan untukku, selain harus menyelasaikan PR yang tertunda di tahun lalu, aku juga sedang mengerjakan beberapa project. Sepertinya aku akan lebih serius dengan hobi menggenjreng ukulele, di bulan ini ada beberapa musisi (YouTuber) yang mengajakku berkolaborasi. Dan tentu ada project menulis juga yang sedang aku kerjakan, salah satunya adalah "Guruku Berbulu dan Berekor" bagian kedua. Dan aku ingin mengajak kalian untuk terlibat di dalamnya! :)

Mungkin di antara kalian sudah ada yang pernah mendengar tentang "Guruku Berbulu dan Berekor", ---atau mungkin malah sudah pernah membacanya. Novel ketigaku itu terbit di bulan Juli tahun 2012 lalu. Berbeda dengan dua novel terdahulu yang bercerita tentang hubunganku dan cinta pertamaku, ---Mika, "Guruku Berbulu dan Berekor" bercerita tentang hubunganku dengan mahkluk-mahkluk ciptaan Tuhan yang nggak kalah menggemaskannya (eh...) dengan Mika, yaitu para hewan, hihihi. Sebelum ada Eris, anjing golden retriever yang setia menemani sejak 7 tahun yang lalu ada Veggie anjing cantik yang super cerdas. Juga ada Black, anjing gagah yang setia, Mr. Jingles, tikus yang cerdas, Marco, burung nuri yang cerewet dan masih banyaaaaak lagi. Mereka semua mempunyai tempat istimewa di hatiku, dan mereka bukan "sekedar" hewan peliharaan tapi juga guru! 



Nggak bosan-bosannya aku bercerita tentang Veggie yang mengajariku (dan keluarga) banyak hal. Di tahun-tahun terakhir hidupnya Veggie mengidap epilepsi (gangguan syaraf otak) tapi itu nggak menghentikannya untuk menikmati hidup. Saat kondisinya sedang baik ia senang berlari-lari sambil mengejar bayangannya sendiri. Semangat belajarnya pun sangat luar biasa, Veggie mengerti berbagai macam tricks dan dengan bangga menunjukkannya pada seluruh penghuni rumah :) Kehadiran Veggie yang hanya 6 tahun sudah cukup untuk mengubah hidupku menjadi lebih positif. Jika Veggie dengan segala keterbatasannya tetap live the fullest, mengapa aku nggak bisa? Dan aku percaya ini juga dialami oleh teman-teman yang memiliki hewan peliharaan. Well, memiliki pets mungkin memang bukan untuk semua orang, tapi kisah-kisahnya tentu bisa menghangatkan hati siapa saja yang membacanya. Karena itulah novel "Guruku Berbulu dan Berekor" hadir :)

Bukan hanya aku yang berbagi cerita di "Guruku Berbulu dan Berekor" tapi aku juga mengajak para pemilik hewan peliharaan untuk berbagi ceritanya di sana. Amazingly, aku berhasil mengumpulkan 30-an kisah inspiratif yang dikirim dari berbagai penjuru Indonesia! (---Ups, plus satu cerita yang dikirim dari Belanda). Dan para kontributor bukan hanya berasal dari berbagai tempat, tapi juga dari berbagai macam profesi dan usia ---dari mulai anak-anak sampai nenek berusia 70 tahunan. Aku membuat ini sebagai ucapan terima kasih kepada hewan-hewan yang hadir di hidupku, jadi hasilnya pun aku kembalikan pada mereka. Royalti novel digunakan untuk membantu penampungan-penampungan dan hewan-hewan yang membutuhkan (lihat label: Guruku Berbulu dan Berekor). Terakhir, royalti telah disalurkan pada Peduli Kucing, sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak kucing semua ras.



"Guruku Berbulu dan Berekor" bagian pertama tentu hanya mampu merekam secuil pengalaman luar biasa dari para penyayang hewan. Itulah mengapa aku mengajak kalian untuk membagikan kisah-kisah inspiratif di "Guruku Berbulu dan Berekor" bagian kedua. Sama seperti yang sebelumnya, kalian hanya perlu mengirimkan cerita pengalaman bersama hewan peliharaan atau hewan yang pernah kalian temui. Nggak harus mengharukan, hihihi. Yang penting pengalaman yang dibagi memiliki pelajaran berharga. Kalau masih ragu-ragu untuk menulis, no worry, semua cerita yang terpilih akan aku sunting. Eh, bukan berarti tulisanku bagus, ya... Kita sama-sama belajar :)



Yuk, Ikut Menyumbang Cerita di "Guruku Berbulu dan Berekor" bagian 2! :)



1. Ceritakan pengalaman menarik dan inspiratif kalian bersama hewan peliharaan atau hewan yang pernah ditemui. 
2. Ketik rapi dengan jenis huruf Calibri, spasi 1,2 dan ukuran kertas A4.
3. Kirimkan ke email namaku_indikecil@yahoo.com, sertakan nama, profesi dan domisili kalian.
4. Cerita ditunggu paling lambat Rabu, 28 Februari 2017.
5. Jika punya pertanyaan silakan mention ke twitter atau instagram @indisugarmika.

Aku harap novel "Guruku Berbulu dan Berekor" bagian kedua ini nantinya tetap mendapat tempat istimewa di hati para membaca, ---atau bahkan lebih baik lagi :) Sengaja aku memilih buku sebagai media untuk membantu hewan-hewan yang membutuhkan. Karena selain menulis adalah passionku, lewat royaltinya mereka yang nggak bisa berdekatan dengan hewan pun bisa tetap turut membantu. Jadi tunggu apa lagi? Segera buka laptop, kirimkan cerita kalian dan menjadi bagian dari langkah kecilku, ---kita, "Guruku Berbulu dan Berekor 2" :)

murid dan sahabatnya Eris,

Indi
Dapatkan "Guruku Berbulu dan Berekor" pertama di sini. 
-------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Rabu, 01 Juni 2016

Ulang Tahun Eris yang Lebih Istimewa dari Istimewa :)



Tahun ini Eris, anjing golden retriever yang sudah menjadi bagian dari keluargaku sejak berusia 9 bulan berulang tahun yang ke 7. Sama seperti ulang tahun-ulang tahun yang sebelumnya aku sangat bersuka-cita saat menyambutnya. Karena itu artinya 1 tahun yang luar biasa sudah aku lewati lagi bersamanya :) Usia 7 tahun juga merupakan angka yang sangat istimewa untukku dan keluaga. Pasalnya, Veggie, anjing terdahulu kami pergi di usia yang sama karena serangan epilepsi. Aku merasa sangat blessed karena Eris masih diizinkan untuk berada di tengah-tengah kami dalam keadaan yang sehat, ceria, pintar, ---dan sedikit bandel, hehehe :D

Ingin rasanya aku merayakan ulang tahun Eris yang ke 7 dengan lebih istimewa daripada biasanya. Sudah 2 tahun berturut-turut ulang tahunnya dirayakan tanpa kue, ---meski lilinnya ada, lol. Sebaik mungkin aku berusaha menyiapkan hadiah untuk Eris. Jauh-jauh hari aku sudah mengincar sisa kain bergambar Thomas the Train untuk dijadikan baju baru Eris. Ketika mendapatkan kainnya aku langsung mewanti-wanti Bi Ade, salah satu karyawan di butik Ibu untuk menjahitnya sesuai dengan model yang aku inginkan. Karena Bi Ade sebenarnya adalah bagian finishing, jadi aku memintanya untuk menjahitkan model dress yang sangat simple. Tapi rupanya butuh berhari-hari hingga dress nya selesai, sampai-sampai ulang tahun Eris yang jatuh di tanggal 22 Mei pun harus diundur sampai 5 hari kemudian! Dan karena beberapa hal aku pun (lagi-lagi) nggak sempat untuk menyiapkan kue :( Aku hanya membeli dog food dan sampo sebagai kado tambahan. ---Well, aku sadar kok kalau Eris pasti nggak mengerti tentang ulang tahun, dan nggak peduli dengan kado. Makan 3 hari sekali dan diajak jalan-jalan sore pun aku yakin sudah membuatnya sangat bahagia. Tapi menurutku nggak ada salahnya memberikan hari istimewa untuknya, at least 1 tahun sekali. Anggap saja sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadirannya :)



Karena nggak ada tanda-tanda hadiah untuk Eris akan bertambah (*ngarep, lol), jadi aku putuskan untuk merayakan dengan seadanya. Sehabis makan sore aku menunjukan kado-kado kecil yang telah disiapkan pada Eris. Dog food dan samponya akh taruh di atas bangku, sementara dress nya langsung kupakaikan. Dress buatan Bi Ade baguuuuus sekali, ---apalagi kalau mengingat ini adalah kali pertama ia menjahit baju untuk anjing. Tapi sayang kependekan dan bagian ketiaknya kurang pas. Jadi lebih mirip sayap Superman daripada dress, hehehe. Meski begitu Eris tampak happy, ekornya berkibas-kibas kencang sambil mondar-mandir dengan dress barunya. Ah, Eris memang selalu bersyukur, sesederhana apapun yang aku beri ia pasti tetap bahagia :) Nggak lupa aku mengabadikan moment berharga ini dengan bantuan Bapak yang membantu mengambil foto-foto kami. Melihat Eris yang begitu ceria membuat aku lupa bahwa ia sudah berusia 7 tahun. She's my forever puppy! :')



Meski rasanya agak mengganjal karena ulang tahun Eris nggak dirayakan sesuai yang diharapkan, tapi aku happy dan bersyukur sekali dengan reaksi Eris. Kata Bapak, Eris seperti sengaja memamerkan dress barunya. Dengan bersemangat ia berputar-putar dan melompat setiap kali dipuji, hihihi. Agar Eris bisa lebih puas "pamer" keesokan harinya aku ajak ia berjalan-jalan di sekitar rumah. Lucunya, kami lebih banyak berhenti dari pada berjalan karena kehadiran Eris menarik perhatian anak-anak di sekitar rumah. Mereka sebenarnya sering bertemu kami, tapi berhubung belakangan agak jarang keluar rumah karena hujan, mereka jadi kangen :D Eris terlihat semakin senang, dengan semangat ia menyalami anak-anak satu persatu (---yup, ia bisa) dan sesekali mengibaskan ekornya. Kami baru pulang ke rumah setelah hampir magrib. Biasanya kami pulang lebih cepat, tapi kali ini nggak apa-apa, deh. Spesial untuk si birthday girl ;)


Aku pikir ulang tahun Eris sudah selesai, foto-fotonya aku post di media sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan para pembaca (---yang kupanggil "Indi's Friends"). Tapi rupanya aku salah! :D Ray membelikan kado "terlambat" untuk Eris ketika kami sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Sebuah dog snacks yang sudah pasti akan Eris sukai (sama kaya aku, suka banget sama treats, hehehe). Di hari yang sama aku juga mendapatkan angpao dari Om dan aku gunakan untuk membeli dog blanket. Lalu keesokan harinya ada kejutan lainnya, sepupuku, Gina. Ia ternyata melihat foto Eris di Facebook dan ketika berkunjung ke rumah ia memutuskan untuk memberinya kado! Aduh, sampai speechless, Eris mendapatkan dog food merk favoritnya. Katanya Gina sampai stalking supaya nggak salah merk, lho, hihihi :') Dengan kado-kado "terlambat" yang berdatangan, aku jadi punya ide untuk merayakan ulang tahun Eris sekali lagi. Kali ini benar-benar ingin mewujudkan keinginan berulang tahun dengan  kue. Untuk membelinya aku nggak ada budget (---ya, ampun lebih mahal dari kue manusia, huhuhu). Jadi kuputuskan untuk membuatnya sendiri, ---meskipun aku nggak tahu caranya :p

Aku sampaikan keinginanku pada Ibu a.k.a meminta izin untuk meminjam dapurnya. Beliau mengizinkan, dan even better, bersama Bapak mereka memberikan bahan-bahannya sebagai hadiah untuk Eris! :'D Aduh, aku selalu tahu kalau Eris sangat dicintai, tapi siapa menyangka akan sebanyak ini? :'D Dengan berbekal resep dari video YouTube aku membuat kue sederhana untuk Eris. Bentuknya memang biasa saja, tapi yang terpenting kue ini dog friendly. Bahan-bahannya aman dan alami karena hanya terbuat dari pisang, telur, madu dan selai kacang :) Aku lega sekali karena di percobaan pertama kuenya matang dengan sempurna. Padahal sudah deg-degan karena nggak ada oven dan jadi memasaknya dengan microwave, hehehe :D Waktu aku tunjukan pada Eris kuenya, ia langsung berputar-putar gembira dan 1 menit kemudian kuenya langsung habis! Semudah ini membuatnya bahagia, dan nggak butuh chef handal atau kue buatan toko untuk enak versi Eris :D


Sampai saat menulis ini aku masih amaze dengan apa yang Eris dapat di ulang tahunnya yang ke 7. Ketika aku pikir semuanya nggak sesuai rencana ternyata Eris mendapatkan lebih. Ini lebih istimewa dari istimewa, ---entah apa namanya. Aku terharu karena Eris ternyata mendapatkan tempat istimewa di hati orang-orang terdekatnya. She's not "just" a dog tapi juga anggota keluarga. Bahkan mungkin Eris lebih istimewa daripada yang aku pikir karena ada beberapa pembacaku yang mengingat ulang tahunnya, memberinya ucapan selamat dan doa sebelum aku "mengumumkannya" di media sosial :) Aku nggak peduli jika Eris nggak mengerti dengan "this whole ---what so called birthday thing". Tapi aku harap Eris merasakan semua rasa syukur dan sayang kami untuknya :)
Melihat apa yang Eris dapatkan ada yang masih ragu dengan rezeki? Tuhan sudah mengatur semuanya, bahkan untuk hewan sekalipun :)

Video ultah Eris :)

blessed girl,

Indi 


_____________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 05 April 2016

Uh oh, Musim Hujan! Takut Hot Spot? Jangan Khawatir, Ada Cara Mengatasinya ;)

Musim hujan lagi! Yay! Aku suka sekali dengan hujan karena membuat film horor lebih seram dari seharusnya dan makanan jadi lebih nikmat dari biasanya, hihihi. Pokoknya kalau hujan tiba, ---dan kebetulan sedang ada waktu luang, bisa dipastikan aku sedang tenggelam di balik buku, film atau, --of course pizza :D Tapi di balik ke-happy-anku, hujan juga membuatku harus memberikan perhatian ekstra pada Eris, ---my super cute golden retriever. Pasalnya saat hujan anjing dengan bulu panjang dan tebal seperti Eris jadi rentan terhadap berbagai penyakit kulit. Apalagi karena exercise di luar rumah (baca: jalan-jalan sore) nggak memungkinkan, daya tahan tubuh pun otomatis jadi nggak se-fit biasanya. Terbukti beberapa waktu yang lalu Eris terkena flu. Tubuhnya panas dan nafsu makannya menurun karena penciumannya ikut terganggu (anjing selalu mengendus makanannya terlebih dulu, btw). Untung saja hanya dalam waktu 2 hari kondisinya membaik, ---pasti berkat disuntik Pak Dokter nih, hihihi. Tapi aku belum bisa lega karena Eris juga terkena hot spot di beberapa bagian tubuhnya. Aww, poor baby :D


Teman-teman yang memiliki anjing pasti akrab dengan istilah hot spot, ---atau tepatnya dipaksa akrab, karena terkadang meski sudah dicegah sedemikian rupa tetap saja ia punya cara untuk sok akrab sama sahabat kaki empat kita :p Untuk yang belum tahu, aku akan jelaskan sedikit tentang hot spot. Meski namanya kece dan terdengar seperti BFF nya wifi, hot spot yang ini nggak ada hubungannya sama internet, lho. Tapi ini adalah infeksi kulit atau reaksi alergi terhadap bakteri yang disebabkan oleh luka pada anjing. Penyebabnya macam-macam, bisa karena cuaca, kutu, cara mandi yang nggak betul (masih ada sisa sampo atau masih basah), parasit dan lain sebagainya. Sama seperti namanya, area kulit yang terkena hot spot memang terasa panas jika disentuh, warnanya kemerahan dan di bagian yang terinfeksi bulunya akan rontok alias pitak. Karena rasanya panas dan gatal, anjing akan terus menggaruk, ---atau bahkan menggigiti bagian yang sakit tanpa henti. Kalau sudah begitu masalah pun jadi nggak "se-simple" sakit kulit. Karena jika lama dibiarkan anjing bisa stress dan memicu munculnya penyakit lain. Makanya sebisa mungkin hot spot harus langsung diobati sebelum bertambah parah.

Eris sendiri sudah beberapa kali terkena hot spot. Aku ingat waktu pertama kali menemukan spot kecil di bagian punggungnya, awalnya kukira hanya luka biasa. Setelah beberapa hari bukannya membaik, tapi luka Eris malah semakin meluas! Lukanya pun berair dan mengeluarkan bau lembap, ---seperti cucian yang belum kering plus agak amis. Bingung dan sedikit panik, aku membawanya ke dokter hewan, ---dan dari sanalah aku mengenal istilah hot spot. Dengan obat suntik dan salep yang dokter berikan Eris pun berangsur-angsur sembuh. Karena penasaran dan nggak mau kejadian yang sama terulang lagi, ---well, at least berusaha, ---aku mencari tahu lebih banyak tentang hot spot dari internet juga dari teman-teman yang lebih perpengalaman. Semenjak itu aku jadi lebih tenang karena sudah bisa meng-handle sendiri jika si sok akrab ini kembali lagi, hihihi. Dan karena cara-cara yang aku lakukan selalu berhasil untuk menyembuhkan hot spot Eris, aku pikir nggak ada salahnya untuk membaginya di sini, siapa tahu bermanfaat :) 
Disclaimer; Aku bukan expert dalam masalah kesehatan anjing. Metode yang  kulakukan sebisa mungkin natural dan minim efek samping. Silakan koreksi atau beri masukan jika ada yang salah :)

1. Jaga kebersihan 
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Well, cara ini memang nggak benar-benar menghindari hot spot. Tapi lingkungan yang bersih tentu membantu menjaga kesehatan anjing dan hewan peliharaan lain di rumah. Aku biasanya membersihkan lantai dengan menggunakan air, pembersih lantai dan sedikit antiseptik secara terpisah. Setelah itu dikeringkan sampai benar-benar kering. Kalau perlu Eris dimasukkan ke dalam kandang terlebih dahulu karena lantai yang basah memang sangat mengundang sekali untuk dipakai selonjoran, terutama saat cuaca panas. Bulu yang lembap akan mengundang bakteri dan yup, itu akan terasa semakin gatal dan merangsang anjing untuk menggaruknya lebih hebat lagi.

2. Ganti makanannya
Sama seperti manusia, beberapa jenis makanan juga bisa memicu gatal-gatal pada anjing. Eris biasanya aku hindarkan dari makanan beragi (tahu, tempe, roti, dll) dan telur. Aku juga mengganti dog food nya dari jenis basah ke jenis kering karena menurut pengalamanku makanan basah membuat gatalnya semakin parah. Kalau diperlukan aku juga mengganti jenis (merk) dog food atau mengganti menu yang dimasak sendiri. Sebagai camilan aku memberi Eris ubi yang direbus atau dikukus karena ubi alias sweet potato sangat bagus untuk bulu anjing. Terkadang bulu yang tumbuh di bekas pitak karena hot spot jadi agak kasar jika dibandingkan dengan yang lain. Nah, ubi membantu agar bulu yang tumbuh menjadi mengkilap dan tebal :)



3. Gunakan bawang putih
Bawang putih berguna sebagai antibiotik alami. Kandungannya bisa membersihkan hot spot dari dalam darah (sumber: anjingkitadotcom). Meski di berbagai situs disebutkan bahwa dosis yang tepat untuk anjing berbadan besar adalah 2 potong bawang, tapi aku hanya memberi Eris seujung kuku saja dan nggak setiap hari. Alasannya karena bawang putih (dan bawang-bawang jenis lainnya) bisa membuat anjing anemia. Caplak (salah satu penyebab luka hot spot) tentu akan malas menempel pada anjing yang anemia, tapi salah-salah malah anjingnya yang sakit karena kekurangan darah. Cara lain untuk mengobati hot spot yaitu dengan mencampur bawang putih yang sudah dihaluskan ke dalam air mandi. Aku sendiri belum pernah mencoba cara yang kedua ini karena takut baunya menempel. Tapi jika teman-teman khawatir dengan keamanan mengkonsumsi langsung, cara ini bisa dicoba.

4. Mandikan dengan benar
Aku beruntung karena Eris sangat super-duper chill ketika dimandikan, jadi memperkecil kemungkinan adanya sisa sampo yang tertinggal. Tapi tetap saja mandi menjadi kegiatan yang tricky, karena saking chill nya Eris lebih suka duduk ketika bulunya dikeringkan, hihihi. Cute sih kelihatannya, tapi bulu yang nggak kering sempurna itu bisa memicu hot spot. Untuk mengatasinya aku meminta Eris untuk "bobo", ---atau anjing lain mengenalnya dengan istilah "lay down", lol, ---lalu aku mengeringkan sisi kanan dan kiri tubuhnya bergantian. Dengan cara ini bagian-bagian sulit seperti bokong dan sela-sela jari pun bisa lebih mudah dikeringkan. Jika sudah terlanjur terkena hot spot aku menggunakan sampo khusus untuk perawatan kulit anjing. Sampo jenis ini bisa ditemukan di berbagai pet shop, merknya juga beragam hanya pastikan saja nggak membeli yang tanpa label alias abal-abal. Kalau ragu bisa dikonsultasikan pada dokter hewan.


5. Gunakan tembakau
Okay, mungkin reaksi kalian sama sepertiku ketika pertama kali mendengar cara yang ini. Waktu itu kupikir, "Whaaaat, masa anjing disuruh merokok???", hihihi :O Tapi tenang, tembakaunya bukan untuk dihisap kok, tapi untuk disemprotkan ke kulitnya yang sakit. Resep ini aku dapatkan dari Om Paul Sing, pemilik Golden Top Kennel. Pengalamannya merawat banyaaaaak sekali golden retriever membuat Om Paul pandai untuk mengatasi banyak masalah kesehatan pada anjing tanpa menggunakan obat-obatan kimia, termasuk untuk hot spot. Resep yang aku gunakan sudah disederhanakan dari aslinya karena perawatan Eris dibarengi dengan cara-cara yang aku sebutkan di atas. Aku menggunakan tembakau dari satu batang rokok kretek dan mencampurnya dengan bawang putih yang sudah diulek halus. Setelah itu campur kedua bahan dengan 2 gelas air dan didihkan, ---atau kalau malas boleh juga dimasukkan ke dalam microwave selama 2 menit. Tuangkan "ramuan ajaib" ke dalam botol sempot, dan setelah dingin semprotkan ke kulit yang sakit. Hindari bagian mulut ya, karena tembakau bisa menjadi racun jika tertelan. Untuk resep Om Paul yang asli, teman-teman bisa lihat di sini: http://anjingkita.com/wmview.php?ArtID=24043.

6. Pakaikan Elizabethan collar
Elizabethan collar adalah kalung berbentuk corong yang berguna untuk mencegah anjing menjilat atau mengigiti bagian tubuhnya. Kalau dulu aku menjadikan cone of shame ini sebagai opsi pertama, sekarang malah menjadikannya opsi terakhir. Dulu proses penyembuhan hot spot Eris lebih lambat karena belum menggunakan cara-cara di atas. Lukanya sulit sekali mengering karena Eris terus-terusan menjilatinya. Yang paling seram kalau salep dari dokter juga ikut dijilat! O... ow... not good, kan? Makanya meski nggak tega (---dan aku harus menahan ketawa karena Eris nampak lucu, hehehe) tapi aku tetap pakaikan setiap hari, termasuk saat tidur agar lukanya cepat kering. Mungkin teman-teman juga nggak tega kalau harus memakaikan Elizabethan collar pada si kesayangan. Tapi trust me, ini lebih baik daripada membiarkan mereka menyakiti diri sendiri, kan? ;) Apalagi sekarang modelnya sudah beragam dan ada yang diberi busa juga, jadi kalau malam tetap bisa tidur nyenyak :)

7. Alihkan perhatiannya
Aku juga punya alergi dan kalau kambuh saat aku sedang nggak melakukan apa-apa rasanya.... gatalnya jadi berkali-kali lipat! Padahal kalau kambuhnya saat jalan-jalan di mall rasanya nggak terlalu parah, hihihi. Eris juga rupanya merasakan hal yang sama, saat sendirian ia menggaruk, menjilat, bahkan mengigiti tubuhnya dengan gemas. Tapi saat diajak melakukan kegiatan ia menjadi lupa dengan perasaan gatal dan panasnya. Berhubung sedang musim hujan kegiatan jalan-jalan sore kuganti dengan bermain bola di garasi. Menurutku ini adalah cara bagus karena garasi tentu lebih aman dibandingkan dengan bermain di jalan yang banyak sisa genangan hujan, ---dan setelah kelelahan Eris tentu akan tidur dengan sangat nyanyak, hihihi :) Kalau bosan dengan kegiatan fisik biasanya Eris aku ajak bicara atau menonton video di handphone. Pokoknya jangan sampai Eris terfokus dengan hot spot di tubuhnya.


Tapi selain cara-cara di atas menurutku yang terpenting adalah menjaga agar Eris tetap happy. Karena anjing yang happy berarti anjing yang "sehat". Aku memang nggak (---belum bisa) membelikan Eris dog food yang mahal, jalan-jalan ke tempat keren atau membelikannya banyak aksesoris untuk mendukung kecentilannya. Tapi aku percaya bahwa happy juga bisa didapat jika kita memberikan kasih sayang yang tulus pada hewan peliharaan kita. I love Eris soooo much, dan aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Love is free, love heals everything. Jadi kenapa nggak kita berikan juga untuk sahabat berbulu dan berekor kita? ;)
Okay, sekian tulisanku kali ini. Semoga bermanfaat untuk menghadapi musim hujan yang nikmat-nikmat tricky, hihihi. By the way, apa teman-teman juga punya hewan peliharaan? Share dong di kolom komentar :)

cheers,

Indi

___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 23 Januari 2016

Menjadi Pemenang Utama di Dogs of Indonesia. Ah, Tapi Bukan Itu Intinya ;)

Aku selalu percaya kalau setiap mahkluk diciptakan Tuhan dengan fungsi masing-masing. Semuanya punya manfaat, semuanya saling berhubungan. Termasuk hewan. 
6 tahun lalu, ---waktu Eris pertama kali hadir, aku tahu bahwa ia adalah salah satu berkah yang Tuhan berikan. Meskipun ia berkaki empat, nggak seperti teman-temanku yang lainnya tapi ia menjalankan fungsinya sebagai seekor sahabat dengan baik. Ia menemani saat aku sedih, saat aku senang. Ia juga juga memiliki empati, ---tahu kapan waktunya untuk becanda dan kapan aku sedang butuh istirahat. Selain menjadi sahabat Eris juga bagian dari keluarga. Jika Ibu tiba di rumah, selain bertanya apakah aku sudah makan, beliau juga pasti akan bertanya tentang si mungil Eris, hihihi :)

Aku juga percaya bahwa apa yang kita lakukan akan berbalik kembali pada diri kita. Jika kita memperlakukan setiap mahkluk, ---termasuk hewan, dengan baik dan hormat, bukan nggak mungkin mereka akan mencari cara untuk membalas kebaikan kita. Ingat Steve Irwin? Seumur hidupnya ia selalu dikelilingi hewan, ---terutama hewan buas seperti buaya. Tapi ia selalu percaya bahwa hewan-hewan itu nggak akan pernah menyakitinya. Ia bilang kuncinya adalah rasa hormat dan saling percaya. Well, aku memang masih jauh dari Steve Irwin, ---jauuuuuuh bangeeeeeet malah, hehehe. Tapi aku pernah mengalami hal yang sama dengan Mr. Irwin. Tahun 2013 lalu Eris melakukan sesuatu yang luar biasa, ---she saved my life :)

Terima kasih Dogs of Indonesia :)

Hari itu aku sedang bersiap untuk berangkat kerja. Seperti hari-hari yang lain aku menyalakan pompa untuk water heater yang terletak di ujung garasi. Tapi ada yang berbeda dari Eris, tiba-tiba saja ia menerjang dadaku dan menggaruknya seolah ingin mengeluarkan sesuatu. Awalnya kupikir ia mencium sisa makanan, tapi setelah memeriksanya aku yakin bahwa baju yang dipakai saat itu dalam keadaan bersih. Kebingungan, aku bergegas ke kamar mandi dan memeriksa bagian dada. Aku nggak menemukan sesuatu yang mencurigakan, tapi lalu... deg, jariku meraba sebuah benjolan di dada sebelah kiri. Karena khawatir, sepulang bekerja langsung aku periksakan pada dokter. Singkat cerita setelah melalui proses ultra sound dan lain sebagainya... benjolan itu ternyata tumor dengan diameter sebesar bola ping-pong. Yup, itu bukan tumor yang kecil.

Iie (tante) dan Tia juga beri hadiah bando lho buat Eris :)

Berkat Eris tumorku diangkat sebelum menyebar dan ganas. Dokter yang menanganiku pun sampai amaze karena letak tumornya yang jauh di belakang, ---dengan diraba sekitas saja nggak mungkin terasa. Itulah kenapa aku bilang Eris menyelamatkan nyawaku. Tanpa Eris, belum tentu aku masih berada di sini sekarang :)  Cerita tentang Eris yang pertama kali aku ceritakan di sini pun lama-lama semakin menyebar. Tulisanku dishare berkali-kali, dimuat di media online Vemale, sampai akhirnya masuk ke program Spotlite Trans 7. It's beyond amazing, cerita kami yang tadinya hanya diketahui oleh kalangan tebatas jadi semakin meluas. Dan baru-baru ini, ketika ada kontes 1001 Cerita dari Dogs of Indonesia aku putuskan untuk membagikan pengalaman ini lagi. Aku nggak berharap untuk menang, tapi aku berharap cerita kami akan memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Ide kontesnya sangat fun, cenderung lucu. Jadi para pemilik anjing ditantang untuk membuat cerita based on karakter anjingnya masing-masing. Nah, tokoh yang menginspirasinya boleh diambil dari tokoh-tokoh fiksi. Aku memilih Scooby Doo, karena sejak pertama kali melihat Eris ia selalu mengingatkanku sama anjing konyol itu, hihihi. Matanya besar, agak penakut, hobi makan dan yang pasti sama-sama bisa menemukan monster jahat! Bedanya monster yang Eris temukan dalam bentuk tumor. Sama-sama happy ending :D Aku mengirimkan ceritanya waktu hampir deadline karena handphoneku sempat bermasalah. Syukurlah ceritaku tetap diterima dan rupanya masuk menjadi pemenang harian, --- yang nantinya akan dipilih lagi untuk menjadi pemenang utama dan pemenang favorit. Sampai sini saja sudah jadi big surprise, karena kulihat peserta lain banyak yang kreatif dalam penulisan ceritanya :)

Ucapan selamat :)

Hadiah Voucher MAP :)

Tanggal 17 Januari 2016, ketika aku sedang bersiap untuk beristirahat tiba-tiba saja aku teringat untuk melihat pengumuman pemenang. Karena handphoneku mati seharian (yes, aku perlu ganti handphone sepertinya, lol) jadi nggak ada satu notifikasi pun yang masuk. Dan... surprise, surprise... aku dapat mention dari Dogs of Indonesia yang berisi bahwa ceritaku dan Eris menjadi pemenang utama! O, my God! Saking kagetnya aku nggak langsung balas tapi refresh page nya berkali-kali, ---kalau-kalau mereka salah mention. Tapi nop, mereka nggak salah, karena beberapa hari kemudian aku menerima hadiahnya; voucher MAP dan ucapan selamat kecil untuk Eris. Aku nggak tahu vouchernya akan dibelikan apa, tapi karena tahu kalau nggak bisa dibelanjakan di pet shop jadi aku hadiahi Eris dengan homemade treats istimewa dan jalan-jalan sore (sekaligus jumpa fans Eris, hihihi!). Dan tanteku yang mendengar tentang kemenangan ini pun ikut memberi Eris hadiah, yaitu sebuah bando rusa yang lucu :)

Bocah-bocah ini fansnya Eris, kemana pun selalu mengikuti, hihihi. 

Hadiahnya tentu membuat aku, ---dan Eris--- senang, tapi menurutku bukan itu intinya. Mendapatkan kesempatan untuk berbagi cerita tentang apa yang terjadi padaku dan Eris adalah yang terpenting. Aku senang bisa memberitahu dunia bahwa setiap mahkluk di dunia memiliki fungsi dan saling berhubungan. Mungkin ada yang berpikir kalau Eris hanya seekor anjing, tapi seriously guys, di dunia ini nggak ada yang "hanya", semuanya istimewa dengan caranya masing-masing. Jadi next time, kalau sedang makan di restoran dan ada kucing mampir jangan ditendang. Siapa tahu nanti ia melakukan sesuatu yang baik untuk kalian. Be nice, ---kalau kata Ibu dulu; Jangan mencubit kalau nggak mau dicubit! :)

blessed girl,

Indi

____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 18 Agustus 2015

Little Victory :)

Howdy do, my bloggie pals! Bagaimana long weekendnya? Semoga menyenangkan dan... nggak ada yang lagi sakit kaya aku, hihihi. Liburanku menyenangkan of course, hanya saja demam dan batuk yang belum kunjung sembuh membuat beberapa aktivitas jadi terbatas. Selama long weekend aku hanya di rumah, atau paling jauh ya ke ujung komplek untuk jalan-jalan sore. Beruntungnya karena sedang suasana Agustusan alias hari kemerdekaan Indonesia sekitar rumah jadi ramai. Aku nggak perlu jauh-jauh deh untuk mencari hiburan, hihihi.

Seperti yang (mungkin) teman-teman tahu, jalan-jalan sore bersama Eris sudah menjadi rutinitasku setiap hari. Nggak jauh-jauh, sih, paling hanya keliling komplek atau kalau sedang nggak terlalu fit bolak-balik di depan rumah pun jadi. Tujuannya 'sambil menyelam minum air', alias satu kegiatan dengan 2 manfaat. Yang pertama tentu agar Eris, anjing golden retriever mungilku tetap bugar dan nggak merasa bosan. Dan yang kedua sebagai bentuk exercise rutinku sebagai pegidap scoliosis. Menurut anjuran dokter seenggaknya aku harus exercise 20 menit sehari agar ototku menjadi kuat dan nggak kaku. Apalagi aku memakai SpineCor, berjalan-jalan sore bagus untuk membiasakan tubuhku dengan soft brace yang harus dipakai beberapa jam sehari itu. Meski istilahnya "exercise" tapi aku menikmati sekali rutinitas ini. Malah bisa dibilang salah satu kegiatan yang paling aku tunggu-tunggu sepanjang hari, hehehe. Bayangkan saja, selain membuat badan sehat jalan-jalan juga sekaligus refreshing. Menyenangkan sekali :D


Kalau soal fun part nya jalan-jalan sore, teman-teman yang hobi jogging atau yang rutin dog walking pasti tahu rasanya. Dari mulai kenalan sama orang baru sampai ngobrol random kesana-kemari sudah jadi hal yang biasa. Malah kadang-kadang bukan cuma aku yang dapat teman baru, tapi Eris nya sekalian, ---kalau ada yang kebetulan sedang jalan-jalan dengan anjingnya juga, hehehe. Tapi namanya di tempat umum terkadang nggak cuma hal fun yang bisa terjadi, tapi juga hal-hal yang kurang menyenangkan. Aku tahu ini nggak terjadi di setiap neighborhood, tapi at least dari grup animal lovers yang aku ikuti hal yang kualami ternyata juga terjadi pada sebagian anggotanya dan hewan peliharaannya, ---bukan cuma pada anjing.

Well, di beberapa tempat, ---termasuk di tempat tinggalku anjing itu 'not for eveyone', bahkan untuk anjing semanis Eris sekalipun. Terkadang di waktu sedang berjalan-jalan ada saja anak-anak yang berkomentar nggak enak. Dari mulai yang bawa-bawa ras sampai bawa-bawa agama. Bahkan ada diantara mereka yang melempar batu secara sengaja ke pagar rumah untuk memancing Eris supaya menggonggong. Dalam hatiku kesal, sih. Tapi aku yakin perkataan dan perbuatan semacam itu nggak muncul begitu saja dari mereka. Anak-anak selalu melihat contoh, dan sayangnya role model mereka belum tentu baik. Yang lebih seram, terkadang kalau aku papasan dengan ibu-ibu yang sedang berjalan-jalan dengan anaknya, mereka melontarkan kata-kata yang super ajaib seperti, "Hiiii, awas ada anjing nanti digigit." Atau, "Hiii, awas jangan dekat-dekat," ---dengan nada jijik seolah melihat kotoran. Aku selalu berusaha menjadi pemilik yang baik, jika di luar rumah Eris selalu aku ikat dengan menggunakan leash dan kami selalu berjalan di pinggir. Jadi mustahil bagi Eris untuk sampai berdekatan dengan mereka. Meski ini nggak terjadi setiap hari, tapi tetap saja membuatku sedih karena kadang-kadang kepikiran sampai rumah :(



Aku nggak pernah menilai seseorang dari rasnya, dari warna kulitnya, dari agamanya dan hal-hal semacam itu. Buatku orang yang baik adalah yang kepribadiannya baik, ---dan aku percaya agama/kepercayaan manapun mengajarkan cinta kasih. Saat ada hal yang nggak sesuai dengan apa yang kita percaya kita nggak perlu "memberi label" atau malah berkata hal buruk. Indonesia itu negara yang isinya penuh keragaman dan itu yang membuat kita kaya. Berbeda kepercayaan bukan berarti harus membenci. Justru seharusnya saling menghargai :)

Satu hari sebelum peringatan kemerdekaan aku berjalan-jalan dengan Eris. Waktu itu cuacanya cerah sekali, dan bukan cuma kami saja yang ingin menikmati sore, tapi juga anak-anak yang tinggal di belakang perumahan. Tiba-tiba saja seorang anak laki-laki mendekati kami, dengan gayanya yang supel ia bercerita bahwa di rumahnya ada kucing. Katanya kucingnya makan cat food dan kalau mandi harus di pet shop karena di rumah nggak ada hair dryer. Aku tertawa mendengarnya dan langsung jatuh hati, ---karena anak itu sepertinya ingin membelai Eris. Melihat gelagatnya langsung saja aku tanya, "Kamu mau kenalan sama Eris?" Dengan cepat ia mengangguk dan langsung bersiap meletakan tangannya di kepala Eris. Tapi belum sempat tangannya menyentuh kepala Eris, temannya yang memakai sepeda meneriakkan kata-kata rasis. Sontak aku terkejut dan melihat wajah anak itu. Dalam hati aku ingin marah, tapi sadar bahwa ia hanya anak-anak. Jadi aku putuskan untuk membalasnya dengan senyuman.


Aku berpikir, sampai kapan hal seperti ini akan terjadi? Sampai kapan anak-anak ini nggak menghargai keragaman? Well, kalaupun bagi mereka anjing itu "nggak baik" seenggaknya mereka harus mengenal apa itu "saling menghargai" dan "sopan santun". Don't yell, ---karena itu nggak sopan, ---apalagi kalau sampai melempari dengan batu. Akhirnya aku beranikan diri mengumpulkan mereka di ujung jalan, di tempat yang paling sering dilalui karena dekat dengan kantor Kelurahan. Sengaja aku pilih tempat yang ramai agar anak-anak ini nggak merasa sedang diintimidasi dan agar orangtua atau pejalan kaki yang melihat tahu bahwa aku bermaksud baik dan nggak ada yang ditutup-tutupi.


Awalnya hanya ada 3 anak yang berkumpul, tapi kehadiran Eris rupanya menarik perhatian anak-anak lain hingga akhirnya ada 8 anak yang mengelilingi kami. Aku bertanya pada mereka alasan mengapa sampai membenci anjing. Salah satu dari anak-anak itu menjawab begini, "Soalnya anjing itu galak, suka gigit." Aku pun bertanya balik padanya, apakah ia pernah digigit anjing. Ternyata jawabannya, "Nggak pernah". Dan asumsi galak yang ia dapatkan adalah karena ia pernah melempar anjing dengan batu dan anjing itu balik mengejarnya! Oh, my... :( Waktu aku tanya alasan mengapa ia melempat batu jawabannya ternyata super mengejutkan. Rupanya orangtuanya yang mengizinkan ia melakukan itu. Dan kenapa? Sepertinya hanya ia dan Tuhan yang tahu asalannya...

Aku pun menjelaskan bahwa anjing dan hewan lain juga punya perasaan. Jika disakiti tentu saja akan marah, dan kalau marah anjing akan mengigit karena nggak bisa bicara seperti manusia. Mendengar penjelasanku anak-anak itu mengangguk-angguk mengerti. Lucunya salah satu dari mereka bertanya, "Oh, jadi anjing juga bisa mati seperti kita, ya?" Hehehe, aku sampai nggak tahan untuk tertawa. See that? Mereka itu masih polos, hal negatif yang mereka lakukan pasti berasal dari orang lain. Kalau dilihat-lihat mereka ini rata-rata masih TK dan paling tua kelas 3 SD. Waktu seusia mereka lingkungan yang aku tahu ya hanya orangtua, keluarga dan sekolah. Lalu anak yang lainnya ikut bertanya, "Tapi kenapa kalau saya lewat depan rumah teteh Eris nya marah?" Aku balik bertanya, "Kamu lewat depan rumahnya sambil lempar batu nggak?" Dengan malu-malu ia pun mengakui terkadang melempar botol minuman untuk menarik perhatian Eris. Dan lagi-lagi aku harus bisa menahan rasa kesal karena kelakuan "polos" mereka. Aku jelaskan, kalau ingin binatang baik pada kita maka kita pun harus berbuat baik pada mereka. Jangan sampai karena binatang nggak punya pikiran seperti kita lalu diartikan boleh bertindak seenaknya pada mereka.

Anak-anak itu semakin lama posisi berdirinya semakin dekat dengan Eris, bahkan salah satu dari mereka mulai membelai-belai punggung Eris (awkward, lol). Kesempatan ini aku gunakan untuk bercerita lebih banyak lagi. Aku bilang binatang dan manusia diciptakan untuk hidup berdampingan, dan kalau mau kita tentu bisa berteman dengan mereka, ---seperti aku dan Eris misalnya. Kalau diperlakukan dengan baik binatang akan percaya dengan manusia dan nggak akan menyerang tanpa alasan. "Sama seperti manusia, binatang juga bisa belajar. Mau lihat nggak?" tanyaku pada anak-anak yang semakin antusias. Eris pun menunjukan kehebatannya untuk "duduk", "bersalaman" dan "berdiri" di depan mereka. Saking takjubnya anak-anak itu sampai bersorak-sorak dan menarik perhatian abang tukang bakso yang langsung berhenti dan ikut melihat aksi Eris, hehehe. Ah, bangga sekali rasanya :)

Menyadari kesalahan mereka anak-anak itu pun meminta maaf pada Eris, ---dan itu tanpa aku minta, lho. Mereka menyodorkan tangan kanannya pada Eris dan langsung disambut dengan tapal kaki depan Eris yang mungil! Hihihi, lucu sekali, ---sekaligus mengharukan. Sebelum berpisah mereka berjanji akan menyapa Eris baik-baik jika bertemu di jalan dan nggak akan menyakiti binatang lagi. Perasaan aku lega bukan main. Rasanya kehawatiranku untuk berjalan-jalan sore sudah menghilang. Aku memang nggak bisa memaksa semua orang untuk mengerti, tapi seenggaknya sore itu adalah kemerdekaan kecil untukku dan Eris... :)


blessed girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 19 Juli 2015

(Another) Animal Abuse Story di Hari Raya :(


“Undangannya untuk berapa orang, Indi?” tanya Ibu.
“Untuk 2 orang, Bu. Pasti aku akan senang kalau Ibu dan Bapak bisa menemani di Jakarta. Ini moment penting buatku,” jawabku.
Bapak terdiam beberapa saat, “Jadi siapa yang akan menjaga Eris di rumah? Bi Ade? Atau Puja?”
Kami ikut terdiam, memikirkan solusi yang paling tepat untuk Eris, anjing peliharaan kami yang sudah pasti nggak bisa ikut menginap di hotel.
“Sudah, kamu pergi dengan Ibu saja ya. Biar Bapak menyusul di malam penobatan nanti,” Bapak memutuskan, --- yang langsung disetujui oleh Ibu.

***



Aku masih ingat betul percakapan kami ketika aku menjadi finalis Kartini Next Generation Award 2015. Sungguh aku ingin kedua orangtuaku menemani, tapi untuk kami Eris juga anggota keluarga, ---dan keluarga artinya ‘no one left behind’. Aku sering bilang bahwa aku dan Eris nggak terpisahkan, tapi sebenarnya ini juga berlaku untuk Ibu dan Bapak. Mereka selalu berusaha untuk nggak meninggalkan Eris sendirian di rumah. Itulah kenapa aku terkadang hanya bisa ditemani oleh salah satu dari mereka saja jika harus menginap di luar kota. Menjadikan Eris sebagai anggota keluarga merupakan sebuah komitmen. Aku, Ibu dan Bapak bahagia dengan kehadiran Eris, dan kami juga ingin memastikan Eris merasakan hal yang sama.



Heran rasanya jika mendengar ada orang yang menelantarkan atau menyia-nyiakan hewan peliharaannya. Alasanku memelihara Eris (teman-temannya) tentu saja karena aku menyayanginya. Tapi faktanya masih ada orang yang membawa hewan ke kehidupan mereka hanya sebagai kebanggaan atau penanda status sosial. Semakin mahal harga hewan yang mereka miliki, akan semakin bangga mereka. Let alone deh soal kelegalannya. Aku kenal kok dengan orang yang memelihara hewan eksotis ilegal di halaman rumahnya. Yang memelihara tanpa berpikir panjang pun ada (malah sepertinya paling banyak). Mereka membeli/mengadopsi hewan saat sedang lucu-lucunya, tapi malah kebingungan ketika hewan-hewan itu mulai tumbuh besar atau malah sakit-sakitan karena usia. Wajah puppy, kitten dan bayi-bayi hewan lainnya sudah pasti membuat siapa pun yang melihatnya jatuh cinta. Tapi bisakah mereka memastikan untuk jatuh cinta dengan hewan-hewan itu selamanya?


Di moment Lebaran yang indah ini aku malah mendengar berita yang memilukan. Seekor anjing betina ditinggalkan pemiliknya mudik berhari-hari dalam keadaan terikat dan tanpa makanan sama sekali! Ketika ada yang menemukan kondisikan sangat mengenaskan, sudah dehidrasi dan vaginanya dipenuhi belatung. Meski dalam keadaan lemah, anjing itu mengangkat kepalanya dan tersenyum (---yang punya anjing pasti mengerti apa maksudnya) ketika tahu ada yang datang untuk menyelamatkannya. Too bad, karena kondisinya begitu buruk ia hanya bisa bertahan selama 3 jam saja :( Hatiku pedih sekali mendengarnya, tapi juga marah. Sangat SANGAT marah. Aku nggak mau meninggalkan Eris terlalu lama karena tahu bahwa dalam konsep waktu anjing, berjam-jam terasa seperti berhari-hari bagi mereka. Dan bayangkan apa yang mereka rasakan jika ditinggalkan berhari-hari dengan leher dirantai, --- dan tanpa makanan sama sekali! Tersiksa sudah pasti! Dan juga bingung! Sudah sejak zaman nenek moyang anjing secara naluriah menjaga dan mempercayai manusia. Saat tuannya pergi mereka akan khawatir, dan kelaparan tentu membuat keadaan lebih buruk. Sampai saat mengetik ini pun aku  masih nggak ngerti dengan apa yang ada di kepala pemilik anjing malang itu :/


Aku nggak bilang tinggal serumah dengan hewan peliharaan itu mudah, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, ---bisa dibilang merepotkan malah. Tapi merepotkan bukan berarti nggak menyenangkan. Aku, Ibu dan Bapak somehow sangat menikmati kerepotan kami ketika berbagi tugas, termasuk di saat-saat membingungkan seperti ketika aku harus menginap di Jakarta tapi ingin ditemani oleh keduanya. Seperti yang kubilang tadi, ini adalah komitmen. Sejak hari pertama Eris ada di rumah kami sudah siap bahwa ia akan tumbuh besar, akan makan semakin banyak, akan ada waktunya ia sakit dan akan ada waktunya kami harus meninggalkannya, ---meskipun diusahakan jangan terlalu sering. Kami sudah membuat list kandidat siapa saja yang bisa dititipi Eris jika terpaksa harus meninggalkannya agar kami dan Eris sama-sama merasa nyaman.

Hari raya apapun sudah pasti merupakan moment yang sangat penting, dan sebagai orang yang tinggal di Indonesia aku mengerti betul dengan tradisi mudik. Siapa sih yang nggak senang jika bisa bertemu dengan sanak keluarga yang tinggal berjauhan, apalagi jika bisa sekalian berlibur? Tapi jangan sampai kita nggak memikirkan nasib hewan peliharaan di rumah. Jika memungkinkan ajak mereka bersama kita. Jika nggak memungkinkan pastikan ada orang yang bisa dititipi. Jika nggak bisa juga... you shouldn’t get a pet in the first place! Aku nggak memanusiakan hewan, tapi jangan pernah lupa bahwa mereka juga makhluk hidup. Don’t be selfish!


yang lagi makan kue lebaran sama Eris,

Indi



Nb: Guuuuys, selamat hari raya Idul Fitri, ya. Mohon maaf jika ada tulisan-tulisanku yang menyinggung. I never mean to do that :) Semoga waktu berkumpul kalian bersama keluarga dan kerabat menyenangkan. Amen! :)
Nb: Dan untuk yang bertanya tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" di tulisanku sebelumnya, yup novel itu masih tersedia di sini dan royaltinya didonasikan ke hewan-hewan terlantar/korban kekerasan. 


________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469