Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koleksi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2014

Cerita tentang Christmas Box Indi :)


Yay, it's Christmas! Well, waktu gue menulis ini sih masih natal, tapi berhubung wifi di rumah sedang ada masalah, jadi tulisan ini baru bisa gue post sekarang, deh, huhuhu. Eh, tapi sepanjang bulan Desember kan Christmas, jadi nggak masalah dong meskipun nggak tepat di tanggal 25? ;) 
Setiap orang pasti punya tradisi tersendiri kalau bulan Desember tiba. Kumpul-kumpul keluarga dan makan-makan sih sudah pasti. Tapi coba deh perhatikan, selalu ada yang 'berbeda' kalau memasuki pertengahan bulan. Misalnya ada yang berbelanja, karena diskon akhir tahun memang menggiurkan, hehehe. Atau ada juga yang ke salon karena ingin penampilan baru untuk natal dan tahun baru nanti. Nah, gue juga punya 'tradisi' nggak tertulis, nih. Yaitu mengeluarkan Christmas box! Christmas box ini sangat istimewa karena hanya dibuka setahun sekali dan berisi benda-benda yang hanya digunakan menjelang Christmas. Mau tahu apa saja isinya? Nih, gue bagi, ya. Siapa tahu bisa jadi ide untuk teman-teman ;)

Christmas box Lock&Lock kesayangan bergambar Hello Kitty :)

1. Movie!
Puja, adik gue bilang, Christmas itu baru terasa kalau ada Christmas movies, hehehe. Begitu Desember tiba gue dan keluarga pasti lebih sering menghabiskan waktu di ruang TV bersama untuk menonton film. Kami punya judul-judul favorit. Kalau yang jadi idola bersama tentu saja Home Alone (ini film kesukaan alm. Mika juga, lho). Meskipun sudah sering diputar di TV, tapi kalau nonton bersama lewat DVD rasanya lain. Mungkin karena nggak didubbing dan kena sensor :p Kalau yang biasanya ditonton berdua saja dengan Puja judulnya Sister Act. Aduh, saking sukanya kami sampai hapal dialog-dialognya, dan gue sangat terinspirasi dengan film ini sampai-sampai ikut bergabung di choir, hihihi. Pokoknya kalau harus menyebutkan judul-judul film favorit list nya pasti akan panjang. Yang fotonya gue pajang di sini pun baru sebagian karena sebagian lagi masih disimpan di box :D


2. Pernak-pernik
Hmm, kira-kira siapa ya yang suka mendekor kamarnya sesuai dengan musim atau hari raya? *celingak-celinguk cari yang tunjuk jari* Mudah-mudahan bukan cuma gue saja, ya, hehehe. Kamar gue ukurannya nggak terlalu besar, jadi cukup sulit untuk menggeser-geser furnitur di sana untuk mengganti suasana. Sebagai gantinya gue menambahkan aksen-aksen kecil untuk menjaga mood tetap fresh. Menjelang Christmas gue tambahkan cemara-cemara kecil di beberapa sudut ruangan .Meskipun kecil tapi cukup eye catching lho karena kamar gue nuansanya pink, hehehe. Perlengkapan untuk cemal-cemil di kamar pun gue ganti dengan sebuah mini tray dan mug bernuansa Christmas. Rasanya jadi lain kalau dipakai untuk menemani movie time sebelum tidur, hihihi.


3 DIY Project kit
Gue nggak punya "crafter's hands" alias tangan yang bisa diajak kompromi untuk membuat project-project kerajinan tangan. Untuk melipat kertas saja kadang masih miring-miring, hehehe. Tapi kalau punya ornamen Christmas buatan tangan sendiri rasanya pasti bangga, dong. Jadi setiap tahun gue selalu usahakan membuat sesuatu dari bahan-bahan yang sederhana. Inspirasinya sih bisa darimana saja, tapi yang paling sering dari video-video di Youtube, hihihi. Di Christmas box gue menyimpan gunting, lem, penggaris, kain-kain perca dan lain-lain. Untuk tahun ini gue mencoba membuat snowflakes alias butiran salju sendiri. Caranya mudah dan kecil kemungkinannya untuk gagal, hihihi.
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain;
* Kertas berwarna putih 
* Gunting
* penggaris (dan pensil jika perlu).


Cara membuatnya adalah;
* Gunting kertas menjadi persegi. Gue memakai ukuran 14 x 14 Cm. Kalau teman-teman mau pakai ukuran lain boleh juga, kok.
* Lipat kertas sampai sisi bertemu dengan sisi yang lain sampai berbentuk persegi panjang. Lalu lipat lagi sisi bertemu sisi sampai berbentuk persegi. Setelah itu lipat diagonal hingga berbentuk segitiga.
* Gunting salah satu sisinya dengan bentuk melengkung (sampai kertas berbentuk seperti potongan pizza)
* Terakhir gunting-gunting salah dua sisinya dengan bentuk segitiga, lalu... 1.. 2... 3.... TA-DAAA! Jadilah snowflakes buatan sendiri :)
Ditempel di dinding dekat tempat tidur (yang seprainya sudah diganti dengan nuansa merah hijau) membuat gue bermimpi kalau sedang musim salju, hihihi. 


Setelah ditempel di kamar...


Itulah isi dari Christmas box gue. Selain Christmas box, gue juga punya Birthday box. Yaitu kotak penyimpanan yang isinya benda-benda untuk ulang tahun. Kapan-kapan gue akan share di sini, ya :) Mungkin ada teman-teman yang berpikir, "Apa-apaan si Indi repot-repot ganti suasana setiap ganti musim?" Hehehe, gue nggak direpotkan sama sekali, kok. Meskipun benda-benda ini hanya dikeluarkan pada moment tertentu tapi semuanya tetap aman dan bersih karena gue menyimpannya di storage box Lock&Lock. Dengan dilengkapi tutup tentu saja benda-benda di dalamnya jadi bebas debu. Dan bahan yang digunakan pun ramah lingkungan (polypropylene), juga aman untuk digunakan. Seperti yang sudah disebutkan, kamar gue itu agak-agak mungil, hihihi, jadi storage box Lock&Lock ini cocok banget, karena bisa ditumpuk sehingga nggak menghabiskan banyak space. Nah, yang terakhir dan juga paling membuat gue excited, storage box Lock&Lock ini ada seri Hello Kitty nya! Kebayang dong gimana suka citanya gue karena super match dengan tema kamar? Hehehe :D

Dan menurut gue it's okay jika mau sedikit berbeda pada hari raya. Selama nggak berfoya-foya atau malah merugikan diri sendiri tentunya :) Menunjukan rasa excited dalam menyambut hari besar (bukan cuma Christmas) bisa menjadi bentuk dari rasa bersyukur kita. Mungkin di hari-hari biasa kita lupa untuk have fun dan treat diri kita dengan hal-hal yang kita sukai, tapi di hari seperti ini kita bisa lebih 'sadar' betapa diberkahinya diri kita ini. Beberapa kali dalam setahun gue rasa cukup untuk me-recharge semangat kita. Meskipun kalau memungkinkan sih Christmas spirit asyiknya setiap hari, hihihi.


Selamat natal untuk teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur untuk semuanya! Jadi adakah yang mempunyai "tradisi" Christmas box seperti gue? ;)


jingle all the way, 

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 05 Januari 2014

Cerita tentang Bakat Ajaib Gue dan Sedikit Room Tour :p

Howdy-do, Cowboy! :p 
Adakah yang sudah mulai beraktivitas atau malah masih liburan? I bet kebanyakan dari kalian besok sudah mulai masuk sekolah atau bekerja, ya. Soalnya preschool tempat gue bekerja juga sudah dimulai hari selasa depan. Perasaan gue dengan berakhirnya liburan ini campur aduk, sih. Antara masih pengen liburan tapi juga sudah kangen dengan anak-anak manis di sana, hehehe. Mungkin yang namanya liburan meskipun sudah cukup panjang rasanya masih selalu kurang, ya. Apalagi liburan gue kan dua kali lipat karena ditambah cuti pasca operasi tumor payudara di bulan November lalu. Dan gue juga sudah melakukan beberapa hal yang masuk "thing to do list". Seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, Ray dan Eris, menulis naskah buku ke 5 yang sekarang tinggal setengahnya lagi (yes, buku ke empat gue tinggal menunggu terbit!), menyortir isi lemari buku dan mendekor ulang kamar tidur gue. Ya, meskipun nggak terlalu banyak, tapi at least sebagian besar yang ada di list sudah gue kerjakan. Yang belum tinggal belajar "Cup Song", soalnya masih sering malu-malu kalau didengar seisi rumah. Tapi tahun ini harus bisa, hehehe. Amen! ;)

Mengawali tahun baru dengan selesainya (sebagian besar) "things to do" selama liburan membuat gue lebih siap untuk memulai rutinitas kembali dan bersiap merencanakan hal-hal baru.
(meski kalau ditawari liburan lagi gue nggak menolak, huhuhu).
Bukan itu saja, berhasil mengerjakan sesuatu yang sudah direncanakan membuat gue merasa bangga dan lebih menghargai diri sendiri. Karena melakukan hal-hal surprise memang perlu dan sangat menyenangkan, tapi merencanakan sesuatu juga penting agar gue keep on track, nggak keteteran sendiri sama hidup, hehehe.

Meski begitu bukan berarti gue orang yang punya bakat alami untuk disiplin (lol). Gue harus selalu berusaha keras untuk melakukan semuanya tepat waktu, malah kadang-kadang harus jauh lebih keras daripada orang lain :p Buktinya, untuk bangun tidur di jam yang sama setiap hari saja gue masih sering failed. Padahal gue hidup sudah lebih dari 20 tahun, lho, hehehe. Ibu sering bilang, katanya kalau mau disiplin harus mulai dari memulai, nanti lama-lama jadi kebiasaan, dan kebiasaan itu yang membuat kita mengerjakan hal sama secara rutin sehingga menjadi disiplin (waktu, tempat, etc). Tapi pada kenyataannya tetap saja sulit, gue masih sering menunda-nunda untuk memulai sesuatu. Atau lebih menyedihkannya lagi malah berhenti di tengah jalan. Contohnya saja malam ini, untuk bangun sebelum jam 10 pagi di hari libur gue harus naik ke atas tempat tidur sebelum jam 12 malam, tapi gue malah masih di depan komputer, hehehe. Dasar Indi! :p

Masih banyak yang harus diperbaiki dari kedisiplinan gue. Itulah kenapa gue hanya punya sedikit "things to do" di liburan kemarin, agar gue nggak terlalu keras pada diri sendiri dan jika sudah berhasil akan ditingkatkan sedikit demi sedikit. Memang nggak mudah, sih. Tapi dengan niat, usaha dan doa, pasti ada jalan ;)
Lucunya, (atau anehnya?) meski kesulitan untuk disiplin dalam beberapa hal, ada satu hal yang gue sangat super duper master sekali dalam melakukannya. Dan hal itu adalah...
BERES-BERES KAMAR.
Hahaha, mungkin teman-teman yang mengikuti blog ini sudah tahu kalau gue sangat 'tergila-gila' dengan kerapihan kamar. Sampai-sampai gue nggak akan pergi kemana-mana sebelum beres-beres kamar, meski sudah terlambat sekalipun.





Kalau dulu percaya kata orang bahwa kebiasaan gue itu aneh, sekarang malah percaya bahwa yang gue lakukan itu adalah bakat alias gift, sesuai dengan arti nama gue dalam bahasa Latvian, hehehe. Soalnya nggak semua orang bisa (atau mau) melakukannya. Gue memang bukan expert, gue nggak melakukannya dengan sempurna, tapi gue punya disiplin yang tinggi ketika beres-beres kamar. Setiap hari, setelah bangun tidur dan sarapan pasti itulah yang langsung gue kerjakan. Kalau ditanya kenapa, gue juga nggak tahu alasannya. Pokoknya gue suka dan nyaman melakukannya. Tapi yang pasti penelitian menunjukan bahwa beres-beres kamar sebelum memulai aktivitas meningkatkan mood dan kepercayaan diri. Hmm, mungkin juga, ya :)




Nah, berhubung gue sudah menganggapnya bakat (lol), sekarang gue mau berbagi tips mengenai beres-beres kamar, nih. Gue tahu, bagi yang belum terbiasa rasanya pasti sulit sekali untuk memulai, sama sulitnya seperti gue yang mencoba untuk bangun pagi. Tapi sebelum bilang 'malas', coba ingat-ingat dulu apa keuntungan yang bisa didapat jika kita mempunyai kamar yang rapi. Misalnya saja seperti ini,
1. Dengan beres-beres kamar kita jadi lebih sehat karena tubuh terus bergerak. Bahkan hanya dalam 20 menit bisa membakar 210 kalori, lho.
2. Say no to mencari jarum di tumpukan jerami, karena kalau kamar rapi, kita nggak perlu repot-repot menggali di antara ribuan benda untuk mencari sesuatu.
3. Kalau ada tamu mendadak, misalnya keluarga atau teman (terutama di kamar kos yang nggak ada ruang tamunya) kita nggak perlu malu, hihihi.
4. Kamar rapi = nyaman.





Kalau sudah menemukan alasan kenapa harus beres-beres, langsung saja mulai. Tapi, well... gue juga tahu nggak semudah itu, hehehe. Untuk menambah motivasi dan membantu memudahkan kita bisa lakukan beberapa hal ini,
1. Buka YouTube dan search dengan kata kunci "Cleaning my Room". Nanti akan keluar berbagai video yang berisi tentang beres-beres kamar. Supaya nggak terlalu terasa berat, pilih video yang keadaan kamarnya lebih buruk dari kita (supaya kita merasa lebih baik, lol) dan pilih yang background musiknya up beat. Gue juga sering melakukan ini waktu sedang beres-beres, jadi rasanya ada yang menemani, hahaha :p

2. Mulai letakan kembali barang yang habis dipakai pada tempatnya. Misalnya sisir, buku, baju dan benada-benda yang paling sering kita gunakan. Soalnya meski kesannya kecil tapi pengaruhnya lumayan besar, lho. Gue punya 1 kotak karet ikat rambut yang disimpan di meja rias. Setiap kali rambut gue terasa menghalangi aktivitas, gue pasti akan mengambil 1 karet rambut. Dalam 1 hari bisa sampai 6 kali! Bayangkan kalau gue nggak membuang karet-karet itu, pasti akan ada karet rambut dimana-mana. Ewww... :S

3. Sediakan 1 box kosong di kamar, jadi di saat kita buru-buru akan pergi dan nggak sempat beres-beres, kita bisa masukan barang-barang ke sana, bukannya ke lantai. Jadi waktu kita kembali ke kamar nanti akan terhindar dari pemandangan kapal pecah dan beres-beres pun akan lebih mudah (dan lebih semangat karena nggak ilfil duluan, lol).

4. Punya tema kamar favorit atau seenggaknya punya image kamar idaman membuat kita termotivasi, lho. Misalnya mau banget punya kamar dengan tema Power Rangers atau kamar super rapi seperti di iklan-iklan sprei (lol), ya langsung saja lakukan. Gue biasanya googling desain-desain kamar kalau mulai jenuh dengan tata letak kamar. Suasana baru = lebih semangat. Selain itu kita juga jadi lebih kreatif karena ide-ide biasanya bermunculan kalau sedang googling. 

5. Kalau masih tinggal dengan orang tua, jangan tinggalkan kamar dengan pintu terkunci. Agar waktu kita pergi dan mereka masuk untuk mengambil sesuatu atau menutup jendela misalnya, mereka bisa melihat keadaan kamar kita. Dan teguran, "Kamar kamu acak-acakan banget, sih!" dari Ibu lebih ampuh daripada motivasi apapun di dunia untuk beres-beres kamar, hehehe.

Itulah tips yang bisa gue bagi dalam hal beres-beres kamar. Semuanya berhasil untuk gue, dan mudah-mudahan juga berhasil untuk teman-teman :D Setiap hari sebagian besar waktu gue setelah bekerja di preschool dihabiskan di kamar, jadi sangat penting untuk menjaga kamar tetap bersih dan nyaman. Gue juga menulis buku-buku gue di sana, bahkan jika sedang sendirian di rumah gue memilih nonton TV di sana daripada di ruang TV. Jadi kamar adalah kepribadian gue, dan gue nggak mau membiarkan kepribadian gue acak-acakan, hehehe. Karena gue memulai hari dari kamar yang rapi, rasanya seluruh aktivitas gue jadi lebih teratur dan memberikan perasaan nyaman saat pulang ke rumah dan perlu beristirahat :)

Hmm, ada nggak diantara teman-teman yang resolusi tahun barunya untuk menjadi lebih rapi? Kalau misalnya nggak termasuk ke dalam list tapi dirasa perlu, yuk memulainya! Semoga tips gue bisa membantu, dan apapun yang kita lakukan di tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, amen. Good luck, teman-teman, se "good luck" gue untuk belajar "Cup Song" dan of course... untuk bangun lebih bagi! Lol :p


cheers,

Indi


___________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469


Jumat, 10 Agustus 2012

Hello, Hello Kitty :)

Hayyyy, bloggies! Apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja ya :) Gue juga baik, terkecuali kalau sakit lutut gue mau dihitung, hihihi. Semua berjalan dengan baik di bulan Agustus ini, thank God, apa yang sudah direncanakan sedikit-sedikit mulai terwujud. Salah satunya project novel ke tiga gue yang sudah selesai cetak dan akan beredar secara resmi di seluruh Indonesia sesudah lebaran nanti. Senang :D Mohon doanya ya, teman-teman :)

Nah, kali ini gue nggak akan cerita tentang novel ke tiga gue, apalagi soal pekerjaan. Tapi gue mau cerita sesuatu yang ringan dan membuat gue tersenyum belakangan ini. Sejak kecil gue selalu punya idola. Dari mulai tokoh kartun sampai tokoh yang nyata. Seingat gue, idola pertama gue adalah Mickey Mouse, lalu berganti Sailor Moon, lalu Barbie, lalu berganti banyak tokoh kartun lain yang gue sudah nggak ingat, hihihi. Meski ada banyak, tapi selalu ada kesamaan, tokoh yang gue suka pasti memberikan pelajaran buat gue, atau bahasa orang dewasanya: inspiring. Iya, serius, bahkan Barbie menginspirasi gue, lho. Siapa bilang boneka cantik itu cuma bagus untuk didandani dan diganti bajunya? Barbie itu "sosok" perempuan yang cerdas, lho. Lihat saja pekerjaan yang dia punya, dari mulai dokter sampai pemain band! Wah, perempuan yang serba bisa, kan? Hihihi :) Barbie membuat gue semangat untuk belajar banyak hal dan membuat gue percaya bahwa brain dan beauty harus berjalan beriringan :)

Sampai gue dewasa pun setiap kali gue menyukai sesuatu (nggak pakai kata "idola" lagi, ya. "Idola" kata yang terlalu berat untuk orang dewasa, lol) pasti ada alasannya, pasti karena memberikan pengaruh baik baik buat gue. Hmm, apa terdengar terlalu serius? Hihihi, gue memang selalu percaya bahwa hal sekecil apapun bisa berpengaruh terhadap gue. Misalnya saja gue sedang pakai dompet bergambar Mickey Mouse, maka setiap kali gue mau mengambil uang, gue akan mengingat Mickey yang hidup sederhana tapi akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat Minnie bahagia. Sweet. Membuat gue tersenyum :))

Nah, belakangan gue memperhatikan sesuatu yang nggak biasa dari barang-barang di sekitar gue. Gue sangat suka warna pink dan selama masih memungkinkan gue senang jika barang yang gue pakai sehari-hari juga berwarna pink. Ternyata ada 1 tokoh yang jarang gue perhatikan padahal perniknya ada di mana-mana, terutama di kamar gue, yaitu Hello Kitty! Selama ini sepertinya gue hanya tahu bahwa warnanya pink dan cute, tapi nggak mengenal tokohnya.
Di pre school tempat gue bekerja, banyak yang bertanya apakah gue Hello Kitty, dan gue selalu menjawab "nggak". Well, she's cute for sure, tapi seperti gue bilang tadi, gue nggak tahu apa-apa tentangnya.

Lalu gue putuskan untuk berlaku "adil" dengan tokoh yang satu ini. Gue mencari tahu tentang si kucing imut ini. Bagaimana karakternya, dan apa "alasan bagus" kenapa gue harus menyukainya. Ternyata faktanya cukup mengejutkan, lho! Hello Kitty ini ternyata punya profesi yang pasti diinginkan oleh seluruh manusia di dunia.Dia ahli membuat orang lain merasa senang! How cute :) Dia juga menyukai sesuatu yang sangat indah, yaitu persahabatan. Dan soal percintaan dia sangat setia, sejak kecil dia hanya punya satu pasangan bernama Daniel Star. Hello Kitty juga cerdas, lho. Dia menguasai bahasa Inggris, musik dan seni visual! Awww, gue langsung jatuh cinta, she's really adorable :)

Jadi, sekarang kalau ada yang bertanya apakah gue suka Hello Kitty, gue akan langsung menjawab "IYA!". Karena di balik wajah cute nya ternyata dia mempunyai karakter yang inspiring!
Hello, Hello Kitty. You're my new idol... eh, kesukaan baru, hihihi :))



Celengan, hihihi :)

Head set, hadiah dari Ray :)

Super cute body mist! Nggak sabar mau coba lotion'nya juga :)

Hello Kitty Lotion: The packaging just toooo cute :p

Harusnya bukaannya di samping, jadi gue nggak perlu sobek gambar Hello Kitty'nya :p

Jam dinding. Tik-tok :)

Bouncy pillow. Hughug :)

Handphone :)

Jam tangan :)

Hard case blackberry kesukaan :D

Cring.. cring... Gantungannya bisa bunyi, lho :)

Mouse pad yang menemani waktu gue post tulisan ini :D

Wallpaper dan stylus! :)

Sisir hadiah dari Ray :)

Kuas pembersih keyboard :D Unik, ya? Hahahaha....

Botol minuman lipat.

Hardcase Nokia :D

Dan.... ada satu kesamaan yang nggak disengaja antara gue dan Hello Kitty. Kami sama-sama bergolongan darah "A" dan suka pakai pita pink di sebelah kiri, hihihi ;)





Miawmiau,

Indi :)

Contact me? Here and Here.

Kamis, 20 Oktober 2011

Meet my Friend, Harry Potter :)






Howdy-do, teman-teman!
Tadinya aku mau post tentang Halloween, tapi berhubung masih terlalu awal dan malah jadi spoiler aku bakal pakai kostum apa (hihihi, sebetulnya sudah pasti pada bisa tebak, sih, lol), akhirnya aku putuskan untuk post tentang sesuatu yang lain, tentang idola masa kecilku.

Aku punya banyak idola. Yang terlama adalah Aerosmith. Aku mengagumi mereka sejak aku masih 7 tahun. Tapi sebetulnya ada satu idola yang muncul di masa pra remajaku, tanpa sengaja... Ah, biar aku ceritakan dari awal ya...

11 tahun yang lalu, satu hari sebelum hari ulang tahunku, aku diminta Ibu dan Bapak untuk memilih hadiah yang aku inginkan di sebuah mall. Seperti biasa ---sejak dulu dan sekarang--- aku langsung memilih untuk masuk ke toko buku. Di sana aku terus memilih, memilih dan memilih... Mengambil setiap buku dengan hati-hati, membaca resensi-nya lalu meletakannya kembali ke rak buku. Sampai aku menemukan buku yang 'tepat'. Buku itu bersampul coklat, bergambar seorang anak laki-laki berkacamata, bersepatu keds dan sedang mencoba menangkap bola. "Harry Potter? Aku belum pernah dengar...", itu yang aku pikir. Tanpa menunggu lama aku langsung tunjukan buku itu pada Ibu dan Bapak dan mereka segera membawanya ke kasir. Di rumah aku langsung membaca buku itu sampai habis. Aku bergadang sampai pagi di hari sekolah...

Meskipun bukunya sudah habis dibaca dalam satu malam, tapi aku terus memikirkan isinya sampai berbulan-bulan kemudian (bahkan mempengaruhi hidupku sampai sekarang). Bagaimana nggak, aku bisa merasakan ikatan yang kuat dengan Harry Potter. Kami sama-sama berkacamata tebal (yup, sampai sekarang setiap kali aku berfoto pakai kaca mata, itu artinya real glasses, kacamata minus 4 dan 5), berbadan kurus dan sering diejek di sekolah. Not to mention that we had the same haircut, ya :)
Aku jadi merasa punya teman, punya seseorang yang mengerti dan tahu bagaimana rasanya jadi aku. Tanpa disadari aku semakin percaya diri dan berhenti meributkan hal-hal kecil dengan keluarga.
Aku ingat waktu itu aku masih satu kamar dengan Adik. Aku sering ribut di malam hari karena adik melewati 'batas teritori' aku. Tapi semenjak aku mengenal Harry Potter aku nggak meributkan hal itu lagi. Harry tinggal di lemari kecil dan sering diganggu oleh saudara tiri nya, remember?
Bahkan Harry membantuku untuk menjadi lebih bersyukur. Aku nggak pernah lagi malas makan dan menyisakan makanan di piring, karena aku tahu Harry sering kelaparan dan tidur dalam keadaan perut kosong...

Ibu dan Bapak menyambut idola baruku dengan senang hati (lebih senang hati dibanding ketika aku pertama kali mengaku "jatuh cinta" dengan Steven Tyler, lol). Mereka setuju kalau Harry Potter membantuku menghadapi masa pra remaja. Sayangnya, di waktu itu Harry Potter belum sepopuler sekarang. Aku harus menunggu munculnya buku kedua dengan sunyi-senyap, tanpa gembar-gembor di media seperti sekarang. Syukurlah, berkat seorang penjaga perpustakaan yang baik aku nggak ketinggalan edisi kedua Harry Potter. Aku bahkan membaca cetakan yang pertama :)

Lalu tiba-tiba saja demam Harry Potter di mana-mana. Teman-teman satu kelas yang sebelumnya memanggilku 'dork' karena aku membawa buku Harry Potter ke dalam kelas pun ikut terserang 'Potter Fever'. Rupanya Harry Potter diadaptasi menjadi sebuah film dan akan diputar segera di Indonesia. "Aku harus nonton... Aku harus nonton!", aku terus-terusan menggumamkan itu. Buatku (waktu itu) rasanya nggak adil kalau aku yang lebih dulu mengenal Harry tapi malah teman-temanku yang menonton duluan. Aku bilang pada Bapak bahwa aku ingin jadi penonton pertama dan aku harus mengantri tiket lebih awal dari siapapun di dunia ini. Dan Bapak setuju...

Aku sampai di bioskop 2 jam lebih awal. Aku memakai sweater hitam, syal kuning merah (seperti punya Harry), lengkap dengan tanda petir di jidatku yang aku lukis pakai pensil alis milik Ibu. Bapak terus-terusan memegang tanganku erat-erat karena aku terus-terusan berusaha lari supaya bisa melihat kalau aku adalah yang pertama di antrian.
Tapi ternyata salah... Puluhan anak-anak dan orang dewasa sudah menunggu di sana sambil berselonjor kaki. Hatiku tiba-tiba mencelos, Harry bukan lagi milikku seorang, tapi milik banyak anak dan orang dewasa lainnya. Dengan ogah-ogahan aku berselonjor di ujung antrian sementara Bapak menghitung jumlah orang yang mengantri di depan gue. "Supaya bisa dibandingkan dengan jumlah kursi bioskop", itu katanya. Aku sedikit tenang waktu Bapak bilang bahwa kami masih kebagian kursi. Dengan harapan baru aku langsung berdiri waktu pintu loket dibuka. Aku menunggu, menunggu dan menunggu. Tapi giliranku nggak pernah datang. Tiket sudah habis di tengah antrian...
Aku hampir menangis. Bapak ikut kecewa karena ia juga sudah menunggu selama 2 jam tanpa hasil. Bapak menghampiri loket yang sudah ditutup dan bertanya mengapa bisa kehabisan padahal menurut jumlah antrian seharusnya masih cukup sampai untuk beberapa orang di belakang kami. Petugas loket nggak bisa menjawab, ia hanya meminta maaf. Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya tentang berapa banyak tiket yang boleh dibeli saat kita mengantri tiket bioskop. Bukannya ada batas maksimal? Ah, membingungkan!

Kekecewaanku berubah menjadi kemarahan. Di perjalanan pulang aku menjadi rewel dan hampir menangis betulan. Lalu Bapak punya ide untuk membawaku ke bioskop lain. Katanya ada sebuah bioskop lama yang sudah ditinggalkan penggemar, mungkin di sana antriannya nggak terlalu panjang. Aku setuju, terlebih Bapak juga semangat. Mungkin karena ia ikut penasaran dengan Harry Potter, hehehe. Dan benar saja, di sana antriannya nggak terlalu panjang, malah waktu kami sudah di dalam ruangan, ada 1 barisan yang kosong.
Film dimulai, aku segera bersiap untuk kembali larut dengan kisahnya. Wah, Christopher Columbus! Itu kan orang yang sama dengan yang membuat dua film kesukaanku: Mrs. Doubtfire dan Home Alone. Pasti aku juga akan suka dengan film nya yang ini. Tapi hey! Siapa itu?? Apa itu Harry Potter? Kenapa tanda petirnya agak miring ke sebelah kanan? Di buku kan ada di tengah... Dan itu siapa? Bibi Petunia? Kenapa ia terlalu 'normal'? Dibuku kan ia kurus dan berwajah seperti kuda...
Gue nggak bisa berhenti bertanya pada Bapak kenapa semuanya terlihat berbeda. Bapak bilang terkadang sutradara menyesuaikan naskahnya supaya sesuai dengan tampilan visual. Ah, tapi aku nggak puas. Satu-satunya tokoh yang terlihat sama cuma Ron Weasley...


OOTD: Hair clip: CandyButton | Glasses: Braga | Top: Harry Potter | Skirt: Simple Chic | Legging: Simple Chic | Shoes: Kameli.





Ternyata aku nggak terlalu tertarik dengan filmnya, apalagi semakin lama ke-nggak miripan film dengan buku semakin besar. Aku cuma mengikuti film Harry Potter sampai seri ke 3 di bioskop. Semuanya aku tonton ditemani Bapak dan di seri ketiga Bapak malah ketiduran! Hahahaha... Tapi aku tetap mengikuti bukunya dan menyukainya seperti pertama kali aku membacanya.
Aku ingat waktu buku seri ketiganya keluar. Ada promo di sebuah toko buku yang menyebutkan bahwa pembeli pertama berhak atas buku Harry Potter edisi spesial (hard cover) dan sebuah mug bergambar Harry Potter. Nggak mau keduluan, aku menyimpan dulu uang muka sebesar 50% di toko buku. Ibu bilang aku konyol banget, karena bahkan bukunya belum sampai di Indonesia. Tapi aku tetap bersikeras bahwa harus jadi orang pertama dan nggak mau kejadian di bioskop terulang lagi. Gawatnya 3 hari sebelum bukunya datang aku terserang alergi parah. Seluruh tubuhku gatal-gatal dan membengkak. Aku sudah ke dokter dan memohon supaya bengkakku berkurang, tapi dokter nggak bisa apa-apa dan memintaku menunggu selama satu minggu. Setiap hari aku berdoa dan berdoa supaya alergiku membaik, tapi ternyata di hari ketiga keadaanku masih tetap sama. Bapak menawarkan supaya ia saja yang mengambil bukunya, toh secara teknis aku sudah jadi pemilik buku itu dan nggak perlu takut bukunya diambil orang. Tapi aku tetap bersikeras untuk mengambil bukunya sendiri. Aku ingin jadi orang pertama yang menyentuh buku itu setelah petugas toko buku (iya, petugas percetakan dan pengiriman buku nggak dihitung, lol). Akhirnya aku pergi ke toko buku dengan memakai jaket tebal, topi, sarung tangan dan masker untuk menutupi kulitku yang merah dan bengkak. Dan aku pun berhasil menjadi pembeli buku pertama yang menakut-nakuti seluruh pengunjung toko buku, hahaha. Silly Indi!

Seiiring berjalannya waktu dan habisnya masa remajaku, ketertarikan dengan Harry Potter semakin berkurang. Aku tetap menganggapnya 'teman', pasti. Tapi aku nggak lagi rela melakukan apa saja untuk mendapatkan bukunya. Aku jadi lebih bersabar dan nggak menganggapnya masalah besar kalau aku terlambat membeli bukunya selama satu atau dua bulan. Dan dengan film nya, aku semakin nggak tertarik. Aku hanya menonton ketika DVD nya rilis atau diputar di TV. Kenangan terakhirku menonton Harry Potter (setelah yang seri ke 3) di bioskop adalah menonton seri yang ke 7, seri terakhir. Aku menonton dengan Ray dan kami nggak bisa berhenti tertawa karena Daniel pemeran Harry Potter, tampak begitu pendek dan berisi, semakin jauh dengan gambaran Harry Potter di buku, hihihi. Meski begitu, sama sekali nggak mengurangi kecintaanku dengan kisah Harry Potter yang sederhana tapi mengagumkan :)







Tadi siang Bapak bertanya di mana aku menyimpan semua koleksi pernak-pernik Harry Potterku. Aku bilang mungkin ada di kamar dan sebagian ada di rumah kami yang lama. Tiba-tiba saja aku ingin mengenang kembali masa kecil dan pra remajaku, sebelas tahun yang lalu ketika berkenalan dengan seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Dengan sedikit mencari-cari aku menemukan beberapa, memang nggak banyak tapi cukup membuat aku dan Bapak tersenyum lucu.
Hari ini dan selamanya aku akan mengenang Harry Potter sebagai anak laki-laki bertubuh kurus yang memiliki bekas luka di tengah jidatnya, bukan di agak ke kanan seperti di film. Harry Potter yang membuatku lebih bersyukur, berani dan membantu melewati masa pra-remajaku yang sulit.
Terima kasih, Harry... my friend ;)






salam,
INDI