Tampilkan postingan dengan label Bob. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bob. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Me, Talking about fashion



Waaaah, aku dapat award lagi, nih! Hahahaha, setelah bikin blog di sini, aku baru tahu ternyata di dunia blogging ada yang seperti ini :D

Untuk ketiga kalinya aku dapat award yang sama, yaitu STYLISH BLOGGER award. Seneng, meski agak heran, soalnya aku bukan fashion blogger, lho... Aku cuma blogger yang hobi share cerita pada khalayak ramai (lho? Hihihihi). Postinganku juga isinya jauh banget dari dunia fashion. Seringnya tentang pengalaman sehari-hari aja yang nggak jauh dari hobi menulis aku, anjing kesayanganku, atau malah tentang terapi scoliosisku. Hmm, tunggu sebentar... Apa ini karena hobi mendesain bajuku? Atau... atau... Hush! Sudah, lah. Yang pasti aku sangat berterima kasih sama teman-teman yang berbaik hati memberi aku award. Beneran, ini berarti banget buatku :)
Oya, award kali ini datang dari Rizka (http://www.blogger.com/profile/04110917125826084286). Thanks a bunch ya, dear!





Sebagai penerima award, aku harus mendeskripsikan 8 hal tentang diri sendiri. Nah, karena di dua post sebelumnya sudah pernah (iya, iya... tenang aja, aku juga nggak mau bikin kalian bosan, kok :) ), jadi kali ini aku akan membagi 8 hal tentangku yang berkaitan dengan DUNIA FASHION. Bagaimana? Setuju para pembaca yang budiman? :)
(pernah membaca sapaan ini di suatu tempat, tapi aku lupa dimana, lol).

1. I have a fashionable mom
Yup, nyokap atau yang biasa dipanggil Ibu memang sangat fashionable. Waktu remaja beliau pernah menjadi model untuk produk rokok internasional. Setelah itu karier'nya berlanjut di catwalk dan kemudian berhenti untuk menjadi ibu rumah tangga. Sampai hari ini (dan aku harap selalu, amen), Ibu masih care dengan dunia fashion. Beliau punya butik kecil-kecilan dan semua desain 100% dikerjakan sendiri :) Ain't she's wonderful?




2. When I was a baby, I'm boyish and girly at the same time
Hahaha, ini betulan! Mungkin sudah ada yang tahu kalau waktu lahir rambutku warnanya emas dan tipis sampai hampir terlihat botak. Ini bisa jadi faktor kenapa aku malah mirip kaya bayi laki-laki. Tapi ada satu hal lagi yang lebih meyakinkan kenapa aku terlihat boyish: Ibu sering dandani aku dengan overall atau (minimal) bretel! Hihihihi...Belum lagi rambutku yang maskulin itu ditutupi dengan topi. Modelnya beragam. Dari mulai trucker hat sampai topi pet, hihihi. Uniknya, diwaktu bersamaan aku juga tampil feminim. Ya, nyokap itu memang fashionable. Jadi seleranya sering berubah tergantung mood atau tren. Kadang aku juga didandani ala tuan puteri. Lengkap dengan rok lebar dan pita rambut. Hihihihi...
(tiba-tiba lega sekarang sudah besar, lol).


3. Pernah punya rambut model mohawk
It's kinda embarrassing :S Waktu kelas 2 SMA aku pernah iseng potong rambut berponiku jadi mohawk. Segera setelah itu guru-guruku di sekolah kena "serangan jantung" dan teman-temanku mempertanyakan tentang kewarasanku, hahahaha :') Ortuku sendiri nggak bermasalah karena tahu betul anak kesayangannya ini (yang masih ABG labil, lol) cuma lagi dalam fase mencari jati diri. Aku sendiri cuma betah pakai model ini selama beberapa bulan, karena ternyata mohawk butuh pengguntingan rambut yang sering. Setelah rambutku balik normal, ternyata teman-teman satu kelas nggak begitu saja melupakan peristiwa menggemparkan itu. Buku tahunan sekolahku memasang gambar kartunku dengan MASIH berambut mohawk! *nyesel*


4. I design my own clothes
Ini dimulai sejak terapis scoliosisku bilang kalau aku punya good fashion sense. Dia bilang (namanya dr. Ricard Kane, btw), kalau aku dewasa nanti profesi yang pas untukku adalah menjadi seorang fashion designer. Hehehe, waktu itu aku nggak percaya, soalnya aku lebih tertarik sama dunia menulis daripada dunia fashion. Tapi ternyata, 1 tahun kemudian aku mulai sering kepikiran kata-kata dr. Richard. Coba-coba coret sana-sini, jadilah desain dress pertamaku. Namanya "Sailor Babbitt", Babbitt diambil dari nama Charlie Babbitt di film Rainman. Sejak saat itu aku jadi lebih PD buat pakai baju desain sendiri daripada beli dari toko ;)



"Sailor Babbitt".



5. Fashion critics couple
Seringnya aku dan Ray diam cukup lama di suatu spot mall, berbicang tentang hidup, saling bertukar jokes, berdiskusi dan... mengkritik cara berpakaian para mengunjung mall, hihihihi.
Kami nggak bermaksud kasar. Ini cuma untuk have fun, dan yang kami kritik biasanya yang berpakaian kurang "cocok" aja untuk ke mall. Misalnya terlalu "pesta" atau malah terlalu "kusut". Untuk urusan selera, kami nggak pernah bermasalah. Fashion tiap orang itu "keren" asalkan tahu tempat.


6. Stocking, feety, tight=my fashion statement
Kebiasaan sejak kecil. Mau apa lagi? Hehehehe.




Hahaha, tabrak warna. Iseng, tapi sukaaaa :)




7. The next Diane Keaton and Julie Andrews? LOL.
What do you think, guys? Melihat kesamaan kami bertiga? Hihihihihi, kidding :)
Maksudnya, aku nggak mirip-miripin diri sama mereka, kok. Tapi aku, Diane Keaton dan Julie Andrews sama-sama nggak pernah ubah gaya rambutnya sejak berabad-abad lalu! Aku nggak tahu dengan alasan mereka, tapi aku sendiri bener-bener kebingungan, haircut apa yang cocok dengan wajahku? Malah stylishku di salon sangat-sangat-sangat takut ambil resiko untuk ganti potongan rambutku. Katanya, "Sejauh ini cuma potongan rambut seperti ini yang cocok sama kamu". Hihihihi, pernah sih poniku dibuat nyamping atau dipotong shaggy. Tapi nggak pernah bertahan lama. Terpaksa aku setuju dengan pendapat si stylish salon: Sejauh ini cuma potongan bob klasik berponi yang cocok buatku!



My forever haircut. (Coba-coba nggak senyum, menyesuaikan dengan si boneka porselen, hahaha).



8. Smile!
"Who cares what they're wearing on Main Street or Saville Row. It's what you wear from ear to ear and not from head to toe".
Hihihi, aku selalu tersenyum. Buatku baju yang bagus nggak ada artinya kalau mukaku cemberut :)



Nah, itu dia 8 hal tentang "dunia fashion" ku. Ketauan kan kalau aku bukan memang fashion blogger? Memang :) Tapi aku menyukai fashion dan menikmati fashion (yes, I do read fashion magazine, tapi nggak mengikuti apa yang ada disana. Inspired, maybe. But I HAVE my own style).

Sekarang ada 1 lagi nih tugasku sebagai penerima award, yaitu aku harus kasih award ini ke 8 blogger yang menurutku deserve untuk menerima (waw, suatu kehormatan! Hihi).
Here they are...
1. Lulu (http://supermansnotdead.blogspot.com/): for her red hot rock hair (RIP, Lu, turut berduka cita, lol)
2. Kelly (http://robotickelly.blogspot.com/): for her simple but cute style.
3. Laras (http://larasarum.blogspot.com/): yaiy for her long hair!
4. Dorothy (http://fashionnista-dorothy.blogspot.com/): for her edgy style.
5. Natalie (http://thnatalie.blogspot.com/): your last post is so yummy, hahahaha ;)
6. Tria (http://ladymitroz.blogspot.com/): i love your lipstick!
7. Dita (http://pramuditapuspitatemi.blogspot.com/): getwell soon ya, hunsy... ayo update lagi :)
8. Evita/Chacha (http://jellyjellybeans.blogspot.com/): aku naksir sama dress panjangmu. Kayanya itu Zara for kids. Muat di aku gak ya? Lol.

Dan... aku mau nambahain 1 award lagi, nih (aku kan dapet kehormatan kasih award sama yang lain, jadi nggak apa-apa kan kalau aku kasih lebih, hehehe). Award buat Amelia (http://ameliasaga.blogspot.com/): buat kreasinya yang kreatif dan keberaniannya untuk berganti style tahun ini.

Selesai! :) Semoga para penerima award berkenan untuk post award'nya di blog masing-masing ya. Dan jangan untuk post link aku dan share 8 hal tentang kalian (ya, anggap saja belajar tulis pidato buat dapetin piala Oscar nanti, hihihi).
Oh, ya hampir lupa. Terakhir, ada 1 hal lagi tentang fashion dari aku: You looked ugly when you feels un-comfy. Aku nggak pernah memaksakan pakai sesuatu kalau nggak nyaman. Waktu aku, kalian atau siapapun nyaman dan percaya diri dengan apa yang dipakai, itu artinya kita sudah terlihat sylish! :)


Smile,
i.n.d.i


Selasa, 10 Agustus 2010

Smiling with Their Tails :)


Aku baru aja nyuruh Eris, anjingku masuk rumah supaya nggak kehujanan. Wah, mengadopsi Eris itu seperti punya adik kecil. Kadang bikin jengkel, tapi seringnya bikin senyum lihat tingkah lucunya...

***

Aku dibesarkan di keluarga pecinta hewan. Sejak bayi aku sudah akrab dengan ikan, burung, tikus, kura-kura dan terutama anjing.
Sejak aku berusia 10, aku tahu anjing merupakan hewan yang istimewa. Setiap hari, sepulang sekolah, Black (anjingku saat itu) selalu menunggu di depan pagar. Menyambutku dengan keramahan berlebihan tapi menyenangkan. Black selalu menabrakkan badan besarnya ketubuhku, lalu menjilati pipiku sampai basah. Hahaha, terdengar jorok? Memang. Tapi waktu itu aku merasa kalau jilatan hangat Black sama rasanya seperti seorang sahabat yang menyapa, "Hai, bagaimana harimu tadi? Kemana saja? Aku kangen kamu!".

Seiring berjalannya waktu aku semakin kagum dengan binatang spesial ini. Malah, waktu aku SMA, aku bikin karangan untuk UAS Bahasa Indonesia dengan judul "Sahabat Anjingku". Bu guru bilang ceritaku bagus dan menginspirasi dia untuk mengadopsi anjing.
Beberapa temanku nggak ngerti kenapa aku bisa mencintai makhluk berliur berbulu protein. Malah ada yang bilang aku jorok. Tapi aku nggak pernah marah. Aku lebih memilih menjelaskan pada mereka apa yang aku lihat sebenarnya dari mahluk ini. Aku yakin, suatu hari mereka akan percaya kalau aku benar. Seperti bu guru.

Banyak yang aku kagumi dari anjing. Hal pertama adalah kesetiaannya atau loyalitasnya. Pernah kalian denger anjing yang ninggalin tuannya? Nggak? Aku yakin begitu.
Aku percaya tugas pertama yang diberikan Tuhan untuk seekor anjing adalah menjadi setia. Mereka (para anjing) nggak akan pernah punya alasan untuk meninggalkan tuannya, bagaimanapun keadaannya. Veggie, anjing golden retriever yang aku adopsi sejak berusia 1,5 bulan nggak pernah sekalipun meninggalkan rumah meski pintu nggak terkunci dan nggak ada siapa-siapa. Sebelum aku atau anggota keluargaku pulang, dia akan duduk manis didepan pintu dan siap menyambut kami. Pernah suatu hari karena suatu insiden, keluarga aku nggak bisa pulang ke rumah selama 2 hari. Ketika kami pulang, Veggie masih di tempat semula meski hanya ada jatah satu hari makanan!
Sungguh aku begitu kagum dengan cara pikir anjing yang selalu percaya kalau tuannya akan datang. Padahal, setahuku saat beberapa jam saja anjing menunggu, itu sama rasanya dengan beberapa hari kalau manusia menunggu. What an amazing creature!



Veggie main bola basket.


Veggie dan aku.


Veggie kedinginan.



Hal yang kedua sudah pasti insting melindunginya. Aku taruhan kalau orang yang mengadopsi anjing merasa lebih aman daripada yang nggak mengadopsi (kecuali yang "mengadopsi" bodyguard yah... Itu lain cerita dan aku nggak mau ikut-ikutan, ah, hehehe). Bahkan buat yang mengadopsi anjing chihuahua sekalipun! Anjing sekecil apapun, kalau merasa ada yang mengancam tuannya, dia pasti akan bereaksi. Minimal menggonggong.


Eris, anjingku yang berwatak sangat penakut (lihat jarum suntik aja nangis, hihihi) pernah menyerang orang nggak dikenal yang ternyata mau maling motor bokapku. Wah, keluargaku sampai heboh. Soalnya kami nggak pernah nyangka kalau anjing pendiam ini suatu hari bakal jadi pahlawan :)

Hal yang ketiga, aku kagum berat sama wataknya yang mau belajar. Meski sudah tua, anjing selalu mau belajar. Tahu kan pepatah yang bilang bahwa nggak pernah ada kata terlambat kalau kita mau ajarin trick baru sama anjing? Ini bukan sekedar pepatah, karena anjing pada dasarnya memang suka belajar. Veggie belajar trick terakhirnya justru beberapa saat sebelum kematiannya. Meski sakit-sakitan, dia tetap suka bermain. Waktu aku ajarin dia cara lepasin selot garasi, she was so excited! Nggak ada yang pernah menyangka kalau beberapa hari setelahnya Veggie pergi untuk selamanya...
Ya, anjing memang always young at heart. Nggak peduli setua apapun, mereka akan tetap semangat belajar. Aku yakin kita semua mau seperti itu, kan?


Dan yang terakhir: Mereka memandang hidup much funner than us!
Dogs smiling with their tails. Berapa kali anjing wagging tail dalam satu hari? Many times, kan? Itu artinya anjing lebih sering bergembira daripada kita. Anjing nggak akan pernah peduli berapa banyak mainan yang dia punya, seberapa lezat masakan kita atau seberapa sering dia pergi keluar kota.
Untuk berbahagia anjing cuma perlu satu tepukan hangat di kepalanya setiap pagi, digaruk perutnya disiang hari dan dipersilakan tidur di tempat hangat di malam hari.
Aku masih belajar untuk seperti itu. Aku ingin seperti mereka yang nggak pernah komplain dan menikmati semua yang diberikan Tuhan tanpa protes. Setiap kali aku lupa untuk tersenyum, aku selalu teringat Eris yang cuma punya 1 mainan karet tapi selalu tampak bahagia :) 



Eris pakai pita.



Nah, gimana, apa sekarang kalian mengerti kenapa aku sangat mengagumi anjing? Yah, aku rasa "jawaban" ku sudah cukup untuk membuat kalian punya alasan untuk mengadopsi anjing. Kalau belum, pikirkan dua hal ini: Kalian akan lebih sehat. Karena anjing selalu jadi alasan baik untuk berjalan-jalan di sore hari. Dan yang terakhir, anjing selalu jadi alasan untuk bersosialisasi di tempat yang paling asing sekalipun. Mau tahu buktinya? Aku rasa kalian harus coba sendiri ;)


Dedicated to: Black, Ted, Bob, Skippy di surga para anjing dan Eris, selamat datang di keluarga kami.



(must see dog movies: Air Bud, Rin Tin Tin, Homeward Bound, Lassie, Hatchiko - Japanese Version)