Tampilkan postingan dengan label Ulang tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulang tahun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Oktober 2024

Perayaan Ulang Tahun yang Terlambat Satu Bulan (Biar Terlambat Asal Selamat, ---Eh, Asal Berkumpul!) :D

Haaaaiiiii bloggies! Apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja ya di tengah cuaca yang glommy ini (--kalau nggak mendung ya hujan, hehe). Well, at least di Bandung sih begitu sekarang. Dan untuk yang sedang sakit semoga cepat sembuh ya! :)


Kabarku sendiri baik, sciaticaku kambuh tapi ini bukan yang terburuk xD Aku juga nemu tempat fisioterapi baru dari Google yang lokasinya nggak jauh dari rumahku dan Shane. Rencananya sih bulan ini aku mau coba ke sana, tapi kalau ternyata kami menginap di rumah orangtua aku bakal fisio di tempat biasa saja supaya nggak bolak-balik. ---Well, kita lihat saja nanti ya, dan aku akan pastikan untuk membagi ceritanya di sini. Karena kalau dilihat dari tulisanku tentang "Boneka Chelsea" ternyata banyak juga yang penasaran dengan "scoliosis". Yay! :D


Anyway, tanggal delapan Juni kemarin aku ulang tahun lho, teman-teman, hihi. Kalau biasanya dirayakan bersama orangtua dan Ali, tahun ini pas di hari H hanya bertiga dengan Shane dan Kitty. Alasannya karena di tanggal yang sama orangtuaku ada pekerjaan yang nggak bisa ditunda, jadi kami putuskan untuk berkumpul saat semuanya sudah nggak sibuk saja. Dan itu bukan masalah buatku karena yang penting ucapan dan doa dari mereka saja, soal berkumpul bisa lain waktu :) Apalagi meski nggak full team Shane tetap make sure bikin ulang tahunku menyenangkan. Ia membuatkanku cake ulang tahun dan setuju untuk kompak memakai outfit berwarna pink karena itu warna kesukaanku! Hahaha. Termasuk Kitty ya, karena si mungil ini nggak boleh ketinggalan meski nggak mengerti dengan konsep ulang tahun :D 


Ulang tahunku pas di hari H nya, dirayakan sederhana. ---Yang penting tiup lilin :p


Maunya punya foto yang cute, eh Kitty malah berusaha meloloskan diri xD


Cake buatan Shane. Pakai Oatside susu gandum kesukaanku :D


Biar Kitty happy ia juga ikut ultah, dapat hadiah. Padahal gak ada yang tahu kapan ia lahir, hehe :'D


My birthday lunch, yum. Vegan wrap dari Fit Fuel. Langganan sejak masih tinggal di apartemen, belum ada yang menggantikan saking enaknya :')


Baru di bulan Juli aku merencanakan untuk perayaan bersama orangtua, Ali dan Emah, nenekku. Rencananya aku ingin mengajak mereka makan-makan saja karena ketika ibu mertuaku berkunjung ke sini di bulan April lalu nenekku nggak ikut ketika kami makan-makan di restoran. Ya... anggap saja untuk mengganti moment itu. Apalagi ulang tahunku juga disponsori oleh Ibu Mertua, jadi hanya beda di waktunya saja kan, hehehe. Aku mencari restoran keluarga yang punya menu vegan dan non vegan supaya perut kami semuanya happy. Setelah berdiskusi dengan Shane akhirnya kami memilih restoran "Ta Wan" yang menurut kami sih menunya netral alias siapa saja suka, termasuk anak-anak picky eater macam Ali :p Supaya dekat dengan rumah orangtua dan Nenek, aku memilih cabang yang di Trans Studio Mall (---jangan bosan ya, sejak tahun 2011 di blog ini TSM sering disebut karena memang seringnya pergi ke situ, lol). Aku segera mengabari Ibu, dan beliau senaaaang sekali karena sudah kangen denganku dan Shane :') Berhubung setelah dipikir-pikir ternyata aku memang sudah lama nggak bertemu keluarga besarku (terakhir ya waktu ada Ibu Mertua itu), aku undang saja Iie alias tanteku dan Marvy keponakanku (anak dari kakak sepupuku) sekalian. Kebetulan rumah mereka jaraknya hanya satu blok saja dari rumah Ibu dan Bapak.


Karena lokasi restorannya di Trans Studio Mall, aku tiba-tiba jadi punya ide untuk sekalian menginap di sana supaya kami nggak perlu ke mana-mana lagi. (Maksudnya menginap di hotelnya, bukan di mall, huehee). Aku bertanya pada Shane tentang ideku itu dan ia menyukainya, ---selama ia bisa membawa iPad untuk bekerja tentu saja, karena masih weekdays. Ada dua hotel yang menempel dengan gedung mall; The Trans Luxury Hotel dan Ibis Hotel. Nah, untuk The Trans Luxury kami sudah pernah menginap di sana waktu perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ketiga lalu. Benar-benar salah satu pengalaman menginap terbaik bagi kami! Sampai-sampai sempat terpikir untuk kembali menginap di sana. Tapi akhirnya kuputuskan kalau memilih menginap di Hotel Ibis akan lebih bijak. Tanpa Kitty kami hanya bisa meninggalkan rumah sebentar saja. Rasanya sayang jika membayar kamar hotel yang harganya dua kali lipat rate Ibis tapi nggak bisa dinikmati dengan maksimal. Lagipula kami kan belum pernah menginap di sana, ---siapa tahu akan jadi pengalaman menyenangkan. So Ibis, here we come! :)



12 Juli 2024: Makan-makan, Hotel yang Mirip Bandara, dan Mall yang Hampir Tutup


Aku dan Shane berusaha meninggalkan rumah sedekat mungkin dengan waktu makan malam. Tujuannya tentu supaya kami nggak lama-lama meninggalkan Kitty sendirian di rumah. Goal kami sebelum 24 jam harus sudah kembali (---berasa main game pakai timer, lol). Kalau lebih dari satu malam biasanya Kitty kami titipkan di dokter hewan, atau kami ajak sekalian asal tujuannya ke tempat pet friendly (seperti ke rumah ortu misalnya, huehe). Tapi karena kali ini kami pergi sebentar, jadi Kitty cukup dititipkan pada Ibu tetangga yang baik hati. Biasanya beliau atau suaminya akan mengecek keadaan rumah dari depan dan dari atas. ---Yang jangkauannya better than CCTV, karena meski rumah kami nggak saling berdempetan tapi dari lantai dua mereka bisa terlihat halaman depan sampai halaman belakang kami, hahaha. 


Lalu-lintas kota Bandung sedang macet (seperti hari-hari kebanyakan, huhu), jadi kukabari Ibu untuk nggak buru-buru berangkat ke TSM, ---khawatirnya jadi harus menunggu aku dan Shane yang masih di jalan. Tapi beliau bilang ingin mampir ke Metro dulu untuk melihat-lihat pakaian, jadi nggak masalah kalau pun kami yang tiba belakangan. Syukurlah, kami tiba nggak terlalu meleset dari waktu perkiraan. Keluargaku belum lama sampai di mall ketika aku dan Shane masuk lobby hotel. Kesan pertamaku lobbynya terkesan simple sekali, benar-benar straight to the point begitu masuk front tablenya kelihatan :D Somehow mirip dengan bandara. Entahlah cuma perasaanku atau memang konsepnya seperti itu ya, tapi Shane juga setuju denganku. Proses check in nya sangat cepat meski aku salah membawa KITAS (kartu identitas) milik Shane. ---KITAS yang kubawa ternyata sudah expired tahun kemarin! Untung saja Shane siap dengan salinan KITAS baru di handphonenya, ehehe, maaf :'D 


Dari lobby belok kanan langsung ada lift. Di depan lift ada meja pakai wangi-wangian gini. Jadi berasa di tempat spa :D


Aku ambil fotonya karena siapa tahu nanti mau pijat. (---Tapi kenyataannya aku ngantuk berat nggak sempat ngapa-ngapain, ahaha).


Kami request kamar di lantai atas, no smoking, dan menghadap ke kolam renang (---karena waktu menginap di The Trans Luxury Hotel aku ketiduran dan nggak sempat melihat kolamnya, lol). Sepanjang perjalanan ke kamar dari mulai lift sampai lorongnya tercium aroma yang menyenangkan, mirip permen karet. Honestly aku nggak berharap banyak sama hotel budget ini apalagi tujuan utamanya untuk makan-makan bersama keluarga, bukan untuk relaxing. Tapi ternyata begitu masuk kamar aku dan Shane surprised karena fasilitas yang tersedia (menurut kami) sedikit di atas kelasnya. Ukuran kamar yang super mungil jadi nggak terlalu ketara karena ada kaca yang super besar yang pas menghadap ke kolam sesuai request kami. Ada TV dengan saluran kabel, lemari es mini, water jug, meja kerja plus sofa yang cukup banget buat selonjoran, safe deposit box, dan lemari terbuka lengkap dengan beberapa gantungan baju. Kamar mandinya juga sangat oke, ada shower dengan air panas, bidet (penting banget, haha) dan surprisingly ada hair dryer! Happy banget rasanya, poniku jadi terselamatkan, lol. Apalagi setelah kami cek handuk dan segala printilan lainnya juga bersih tanpa noda :)


Tempat tidurnya size queen. Mungil tapi masih pas buat kami yang badannya minimalis ini :p


As always Onci boneka kelinciku selalu ikut. Tanpa Onci liburan terasa hampa, hehe.


Waktu ke Singapore tahun 2018 yang lalu kami pakai outfit yang sama, lho. Dressnya Ibu yang buatkan. Jadi berasa nostalgia (tapi ini versi di Bandung, lol).


Ada teh, kopi, gula dan creamer.

Mungil tapi berfungsi dengan baik. Lumayan supaya jus kami tetap dingin :D

Jadi menyesal pas menginap di The Trans Luxury kami nggak berenang. Ternyata secakep ini :')

Fasilitas buat memperkece dirinya lumayan lengkap lah, ya xD


Aku lalu mengabari Ibu bahwa kami sudah di hotel dan memintanya agar langsung ke restoran "Ta Wan" agar kami bisa bertemu di sana. Sama seperti waktu kami menginap di The Trans Luxury, akses untuk ke mall harus melewati lobby dan masuk lewat pintu di samping Starbucks. Jadi  memang dekat sih, ---tapi kalau hujan yang tetap saja kebasahan, hehe :p


Nggak menunggu lama (ya, ternyata tetap aku dan Shane yang tiba duluan, lol) dari kejauhan aku melihat keluargaku berjalan ke arah restoran. Ah, bahagia sekali melihat wajah-wajah mereka lagi! Aku rindu berat karena sudah lama nggak bertemu ;')

Aku, Shane, Ali dan Adik Marvy duduk di satu baris sementara Ibu, Bapak, Emah dan Iie duduk di hadapan kami. Suasana restoran sedang cukup padat, jadi kami nggak bisa memilih tempat duduk dan AC yang beroperasi juga terasa nggak dingin. Sempat khawatir membuat keluargaku nggak nyaman tapi ternyata mereka nggak bilang apa-apa (semoga bukan karena dipendam, please, huhu) dan terlihat sangat menikmati waktu berkumpul kami. Aku memesan kailan dan jamur, dengan special request no oyster sauce. Ada yang lucu dengan pesanan Shane. Ia 'kekeuh' ingin memesan tofu meski sudah kularang. Ia pikir tofu yang di restoran akan sama dengan yang biasa kami masak di rumah. Padahal yang biasa ia makan itu nama Indonesianya "TAHU", sementara istilah "tofu" di sini dipakai untuk tahu jenis yang lain. Setelah pesanan datang benar saja itu egg tofu, hahaha! Untung saja Ibu dengan senang hati menghabiskannya jadi nggak terbuang sia-sia. Oya, seperti yang sudah kubilang sebelumnya Ali itu picky eater. Saking pickynya jauh-jauh ke restoran pesannya bubur putih polos. Tanpa kecap dan bahkan merica, ---benar-benar lebih polos dari bubur Rumah Sakit T_T Normalnya sih aku akan minta ia (---ehm, memaksa) untuk makan protein dan serat, tapi karena nggak mau merusak suasana dan sedang kesempatan istimewa jadi aku biarkan saja :p


Hore berkumpul! :))


Bersama dua bocil yang nggak terpisahkan, nempel banget :D


Sebagian makanan kami. Bubur polos ala puasa mutih of course punya Ali. Ia bahkan singkirkan toppingnya :'D

Tofu punya Shane, untung baru empat biji yang pindah ke piring. Padahal sudah kubilang mending makan kailan, ahahaha.


Kalau bertemu Emah bisa dipastikan beliau nggak membiarkan tanganku dan Shane kosong, beliau pasti memberi kami sesuatu. Kata Ibu di perjalanan menuju TSM Emah meminta untuk mampir dulu ke "Vitasari Bakery", ---toko kue dekat rumah langganan sejak aku masih kecil. Beliau membelikan kami satu box macam-macam jajanan tradisional dan kue basah. "Apa atuh Emah suka bingung yang vegan apa. Kalau ini kan sudah pasti vegan. Jadi Kakak suka, ya?" begitu tanya beliau. Aku dan Shane tentu sangat senang dan berterima kasih! Emah, yang meskipun sudah di usia tua nggak pernah berhenti belajar termasuk tentang pilihan kami. Beliau mengerti apa itu vegan dan selalu berusaha memastikan aku dan Shane bisa memakannya pemberiannya. Terharu rasanya, aku yang ingin mentraktir beliau, eh malah langsung dibalas dengan traktiran. Ah, how I love her ;')


Emah memang super perhatian :') Vegan Indonesian snacks for us <3


Selesai makan kami nggak langsung berpisah, Ibu ingin mengambil foto bersama banyak-banyak. Biasanya aku agak canggung kalau berfoto di tempat umum, apalagi kalau sedang banyak orang. Tapi demi mereka ayok, deh :D Berapa kali pun Ibu minta aku iyakan sampai sudah nggak tahu harus bergaya bagaimana lagi, hahaha. Keluargaku pun pamit. Sambil mencium pipiku Iie bilang kalau mereka sudah menahan kami kelamaan. Katanya lagi kasihan karena kami jadi cuma bisa sebentar menikmati hotelnya. Padahal sungguh, kami sih nggak apa-apa. Tujuan utamanya kan memang untuk bertemu mereka :') Mataku jadi berkaca-kaca, ---padahal bulan depan juga akan bertemu lagi dan bahkan lebih lama karena aku dan Shane berencana menginap di rumah orangtua. Yah, aku ini orangnya memang mellow sampai apa saja ditangisi, huhu. Waktu SD saja aku dipanggil "Nobita"! Ahaha xD


We love you, Emah.

Bapak, Ibu, Ali dan Adik Marvy :)

Iie rajin banget fotoin kami sampai-sampai aku nggak punya foto sama beliau kecuali pas lagi di resto :')


Aku dan Shane mampir dulu ke Transmart sebelum kembali ke kamar kami. Sekedar untuk membeli air mineral karena di hotel hanya disediakan galon dan water jug, dan camilan kriuk-kriuk untuk teman menonton TV. Di kamar, aku langsung berganti dengan piama dan mencuci muka. Hari semakin malam dan aku mulai merasa lelah. Sambil berbaring di tempat tidur aku mengganti-ganti channel TV mencari tontonan yang seru untuk ditonton berdua. Nggak ada yang benar-benar kami tonton karena isinya kebanyakan film action, ---bukan genre favorit kami. Meski begitu kami tetap terhibur melihat adegan-adegan action yang somehow membuat kami tertawa. Apalagi waktu Tom Cruise tiba-tiba muncul di layar, Shane langsung hoboh bilang, "Hey, itu kan THAT GUY!" ---Ya, "that guy" karena Shane nggak tahu namanya tapi mengenali wajahnya, hahaha. Jadi kami pernah punya pengalaman lucu dengan Tom Cruise. Suatu hari di tahun 2019, di kamar hotel waktu kami sedang menonton TV, aku melihat seseorang yang mirip sekali dengan Tom Cruise. Awalnya kupikir memang ia, tapi setelah diperhatikan dengan seksama ternyata bukan. Tapi Shane, ia meyakini kalau yang dilihatnya adalah 'seorang aktor terkenal'. Yang meski ia nggak tahu namanya tapi dengan menyebut kata "terkenal" sudah cukup jelas kan siapa yang Shane maksud. Lucunya ketika ibunya menonton potongan video kami (waktu itu kami membuat vlog) beliau juga SANGAT MENYAKINI kalau orang yang ada di TV memang benar Tom Cruise! Karena 2 VS 1 aku sempat hampir percaya kalau aku yang salah lihat. Tapi setelah Googling kami menemukan fakta kalau ternyata ia memang BUKAN TOM CRUISE! Ahahaha X'D Makanya Shane jadi segitu hebohnya ketika melihat Tom Cruise yang asli di TV, ---karena ia akhirnya bisa membedakan mana yang asli dan mana yang look alike-nya :p Oya, kalau teman-teman penasaran, aktor yang dimaksud adalah Miles Fisher. Kalau lihatnya sekilas memang mirip sih, sampai garis senyumnya saja sama :O


Ada kartun Mr. Bean, tapi baru nonton pas mau habis, ahahaha :’D


Lihat, pantas kan Shane dan Ibu Mertua pikir ia Tom Cruise, hahaha!


Sayangnya keseruan kami harus berhenti. Layar TV tiba-tiba gelap tanda nggak bisa menangkap sinyal. Aku coba matikan TV lalu menyalakannya kembali tapi nggak ada perubahan. Anehnya WIFI di kamar tetap bekerja, nggak terpengaruh sama sekali. Setelah ditunggu selama 10 menit kami merasa TV nggak akan kembali normal dengan sendirinya. Kantukku hilang dan perut mendadak terasa lapar. Kami putuskan untuk memesan veggie burger via Grabfood untuk kemudian mengambilnya di A&W dalam TSM. Rencananya nanti sekalian kembali ke kamar, kami akan melapor pada petugas front desk tentang TV di kamar yang bermasalah. Aku yang sudah berpiama pun kembali berganti dengan dress dan kami bergegas ke mall sebelum terlalu dekat dengan jam tutup. Setelah tiba ternyata pesanan kami belum diproses meski statusnya sudah siap diambil. Kami adalah customer terakhir, hanya ada aku dan Shane yang menunggu. Kalau diperhatikan selain di gerai A&W aku nggak melihat ada siapa-siapa lagi. Melihat suasana mall yang sepi somehow membuatku merasa damai. ---Janggal tapi damai. Aku memang suka dengan suasana gedung kosong, rasanya ingin menjelajah. Well, mungkin karena aku kebanyakan nonton "The Twilight Zone" ya, jadi cuma permainan imajinasi saja. Karena kalau tiba-tiba dikejar manekin hidup sih yakin aku pasti takut sampai nangis, ahahaha. Anyway, setelah mendapatkan burger pesanan kami ternyata mall benar-benar mulai ditutup. Bahkan pintu samping dekat Starbucks yang menjadi akses kami ke hotel pun sudah dikunci rapat dan sebagian besar lampu-lampu sudah dipadamkan. Aku dan Shane pun harus memutar melewati pintu utama yang lumayan jauh. Tapi nggak apa-apa, aku jadi bisa menikmati suasana mall (hampir kosong) lebih lama :)


Sudah satu jam semenjak aku melaporkan masalah TV pada petugas di front desk. Burger dan kentang gorengku sudah habis dilahap, dressku sudah kembali berganti piama dan mataku sudah mulai kembali berat (efek kekenyangan, lol). Tapi nggak ada yang datang padahal katanya akan segera menugaskan teknisi :') Akhirnya kami putuskan untuk tidur saja karena rencananya setelah sarapan nggak akan berlama-lama di hotel mengingat Kitty sendirian di rumah. Sedikit kecewa sebenarnya, tapi juga bukan masalah yang besar karena selain masalah TV kami merasa nyaman dengan kamarnya.


Foto OOTD dulu karena habis ini mau ganti pakai piama :p


Jangan salfok sama tulisan di box-nya. Ini isinya beneran burger sayur, kok (request no mayo). Lihat saja stiker di wrapper-nya xD



12 Juli 2024: Sarapan Besar, Koes Plus dan Kembali ke Rumah


Aku terbangun sebelum Shane dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka, menggosok gigi dan berganti piama dengan dress batik buatan Ibu. Sehari sebelumnya aku sudah mandi jadi rasanya sudah cukup xD Lagipula kalau mandi di bawah shower air hangat di pagi hari bawaanya kembali mengantuk alih-alih merasa segar, huehe. Setelah selesai aku membangunkan Shane yang bilang kalau tidurnya nyenyak sekali. ---Aku juga merasa begitu, yang saking nyenyaknya sampai terasa hanya tidur sekejap saja karena tahu-tahu sudah pagi :D Nggak butuh waktu lama bagi Shane untuk bersiap dan kami pun segera berada di restoran Oopen untuk menyantap sarapan. 


Nyobain filter Instagram ceritanya :D


Fotonya miring karena tadinya mau ngambil video eh kepencet. Daripada dihapus post di sini saja :p


Salah satu meja dengan banyak pilihan karbo dan satu jenis sayuran xD


Setelah sedikit melihat-lihat kami langsung mengambil piring dan mengambil makanan yang sudah kami pilih. Menu yang tersedia seperti kebanyakan hotel bintang tiga pada umumnya, cukup banyak jumlahnya tapi untuk vegan option-nya sangat terbatas. Aku dan Shane sih memaklumi dan nggak menjadikannya big deal. Kami mengerti bukan sedang berada di restoran khusus vegan, jadi cukup makan yang bisa dimakan dan nggak perlu merasa wajib jadi "perfect vegan". Kami mengambil potato wedges, salad, tumis sawi putih, mi goreng dan orange juice. Semuanya terasa oke di lidah kami (enak, tapi bukan yang istimewa gimana gitu). Terus ternyata mi gorengnya mengandung telur jadi kami harus pilah-pilah dulu dan tetap berusaha menghabiskan sisanya. Karena kalau sudah terlanjur ada di piring kami harus bertanggung jawab, jangan sampai banyak yang terbuang. Sambil sarapan aku juga memperhatikan suasana sekitar. Rupanya Ibis punya corner khusus untuk sarapan anak-anak, termasuk ada fasilitas bermain PlayStation kalau aku nggak salah lihat. ---Hmm, boleh juga tuh konsepnya. Mungkin kapan-kapan aku akan ajak Ali supaya kalau mau ikutan main bisa pakai alasan nemenin adik xP


Kami nggak menghabiskan waktu terlalu lama untuk sarapan karena mendadak aku punya ide untuk membuat video clip musik di kamar. Beberapa waktu lalu aku dan Shane merekam lagu "Cinta Mulia" yang aslinya milik Koes Plus. Kebetulan kami belum sempat membuat videonya jadi kupikir sekalian saja mumpung sedang di luar. Ya... supaya nggak bosan-bosan amat karena biasanya kan lokasi video kami kalau nggak di dalam rumah ya di halaman :p Oya, alasan kami memilih lagu Koes Plus sebenarnya agak unik. Meski Bapakku penggemar Koes Plus tapi aku nggak pernah mendengarkan musik mereka dan cenderung nggak tertarik. Aku justru baru mengenal Koes Plus ketika sudah menikah dengan Shane, Suatu hari ia mengenalkanku dengan band bernama Koes Barat, ---band asal Amerika yang membawakan lagu-lagu Koes Plus. Kami lalu mendengarkan lagu-lagu versi covernya dan langsung jadi penggemar! Jadi well, alih-alih mengenal dari Bapak yang asli Indonesia aku malah mengenal Koes Plus dari orang Amerika, ahahaha. Tapi nggak apa, lebih baik terlambat daripada nggak mengenal sama sekali. Karena musik bagus akan selalu jadi musik yang bagus. Nggak ada kata terlambat apalagi basi ;)


Videonya ada di sini, boleh banget lho kalau kalian mau nonton :D


Selesai membuat video kami sebenarnya masih punya banyak waktu karena jam check out baru di tengah hari nanti. Tapi aku ingin segera pulang karena semakin kangen dengan si mungil Kitty. Di perjalanan pulang aku mengucap syukur karena memutuskan untuk menginap. ---Ternyata aku memang membutuhkan staycation, buktinya moodku yang awalnya sudah bagus jadi berkali-kali lipat semakin bagus, hahaha. Aku mungkin lelah, aku mungkin perlu relax tapi aku nggak sadar karena merasa hariku happy-happy saja dan baru terasa setelah mengalami keenggaksengajaan seperti ini :')


Begitu tiba di rumah kami langsung disambut dengan suara tangisan heboh Kitty yang terdengar sejak kami masih di pagar. Segera aku memberinya banyak pelukan dan ciuman untuk menenangkannya. Mainan berserakan di mana-mana dan posisi karpet sudah berubah, ---sudah pasti ulah Kitty. Tapi nggak apa-apa, lebih baik ia menjadi kucing yang aktif daripada murung waktu ditinggal. Soal beres-beres itu sudah tugasnya Shane :p Hahaha, kidding. 

Aku dan Shane mengembalikan semua barang bawaan kami ke tempat seharusnya. Kami lalu membuka camilan dari Emah dan memakannya dengan penuh syukur. I feel loved, ---aku punya suami yang baik, kucing yang manja dan pintar, juga keluarga yang selalu ada saat aku butuh. 


Hidupku lengkap, perlu apa lagi? :)



Vlog ultah yang terlambat. Aku lega sempat mengabadikannya di sini :)



blessed girl,


INDI



Keywords: pengalaman menginap di hotel IBIS Trans Studio Bandung, pesta ulang tahun bersama keluarga, makan-makan, staycation, hotel budget. 


----------------------------------------------------------------

Instagram: @indisugarmika | Youtube: Indi Sugar Taufik | Novelku, Waktu Aku sama Mika: di sini (Shira Media) dan di sini (Gramedia)

Sabtu, 16 Juli 2022

Cerita Ulang Tahun dan Rambut Baru



Huaaa, nggak terasa ya sudah tengah tahun lagi. Padahal rasanya aku baru saja merayakan tahun baru dengan keluarga, ---aku dan Shane menginap di rumah Ibu Bapak, bikin bola-bola cokelat sama Ali, bawa Eris ke salon hewan... Eh, waktu lihat seisi rumah ternyata masih terpajang dekorasi warna-warni dan bungkus kado bekas, yang tandanya sudah lewat bulan Juni, ---bulan ulang tahunku :') 

Entahlah apa yang membuat waktu terasa begitu cepat. Padahal rasanya aku nggak sibuk-sibuk amat. Mungkin karena aku sudah bisa lebih "menerima" dibandingkan saat-saat awal ada Corona, ya. Jadi semuanya terasa lebih "normal" meskipun sebenarnya hanya karena terbiasa, haha.


Tapi nggak bisa dipungkiri sih, sampai sebesar (---atau setua? Lol) ini pun masih nggak sabaran buat bisa cepat-cepat berulang tahun. Begitu masuk bulan Mei pasti langsung terbayang-bayang serunya merayakan ulang tahun bersama keluarga. Apalagi ulang tahun Shane juga cuma 10 hari lebih awal saja dariku, jadi pasti dirayakan bersama. ---Makin ramai makin seru, kan :D Mungkin ini juga jadi salah satu yang punya andil dalam membuat waktu terasa cepat, ya, hahaha. Soalnya fokusnya jadi ke situ melulu, meski kalau dipikir-pikir tiap tahun juga ulang tahunku ya begitu-begitu saja. Tiup lilin, buka kado, ---kaya sudah ada templatenya xD Tapi moment berkumpul dengan keluarga buatku adalah sesuatu yang istimewa. Karena aku tahu dalam beberapa situasi berkumpul itu bisa jadi sebuah "kemewahan" :)


Kalau tahun lalu ulang tahunku sengaja dibuat bertema (---Harry Potter, lumayan niat, hehe), kali ini aku memilih untuk "apa adanya" saja, alias memakai apa yang sudah ada di rumah. Nggak ada outfit khusus, kue custom made, dll. Aku dan Shane tetap akan memakai matching outfits, tapi yang sudah ada saja karena yang penting terlihat kompakan seperti Upin-Ipin xD Dekorasi pun nggak ada yang baru, semuanya berasal dari tahun lalu. ---Bahkan beberapa diantaranya bukan dekorasi ultah lho, tapi Halloween. hahaha. Termasuk cangkir-cangkir plastik yang kalau diperhatikan ada tulisan "Happy Halloween" nya. Yaaa, daripada mubazir kan. Sayang kalau cuma gara-gara tulisan jadi cuma bisa dipakai sekali saja :D


Terus apa dong yang baru? Yaaa, selain umur baru (iya lah kan tambah tua, lol), rambutku juga "baru". Spesial ulang tahun, aku minta Shane untuk mengecat rambutku dan aku memotong poniku sendiri! Bukannya sok jagoan, ya. Tapi aku memang nggak punya pilihan. Ryan, pemilik salon sekaligus stylish langgananku sejak kecil meninggal tahun lalu :'( Selain dia, aku belum menemukan salon lain yang cocok. Setelah dapat pengalaman kurang mengenakan dengan salon yang baru (padahal aku sudah menunjukkan foto poni yang aku mau), akhirnya kuputuskan saja untuk mencoba sendiri. Jadi kalau pun gagal nggak merasa rugi, karena gratis dan, ---salahku sendiri, hahaha. Nah, kalau soal Shane dipercayakan untuk mengecat rambutku, itu karena aku sudah lebih pede dengan keadaan rambutku. Semenjak ditinggal oleh stylish kesayangan rambutku lumayan mengenaskan. Kadang kering banget, kadang lepek banget. Yang biasanya rutin trimming dan treatment jadi nggak terawat karena bingung harus kemana T_T  Untung saja akhirnya aku nemu hair care yang cocok dan bisa bikin kondisi rambutku membaik, yaitu Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner! :D



Yang namanya cat rambut boks pasti beda banget dengan cat rambut profesional ya. Kalau nggak dirawat, rambut langsung kering dan rontok. Makanya keputusan mengecat rambut di rumah ini nggak instan, sudah lewat research kecil-kecilan alias banyak googling, hahaha. Katanya selama rambut sehat, bakal aman-aman saja pakai cat rambut boks. Aku baru tahu lho kalau salah satu penyebab warna cat susah keluar dan nggak rata ternyata karena kondisi rambut yang terlalu kering :/ Makanya sebelum minta Shane jadi stylish pribadi, aku kencengin dulu perawatannya. Kebetulan waktu aku scroll-scroll Instagram nemu postingan tentang Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner. Nah, tanpa ragu aku langsung pesan supaya bisa segera mencoba produknya. Ini nggak gambling lho, ya. Karena aku memang sudah pakai  dan cocok dengan produk-produk Scarlett untuk kulit wajah dan tubuh sebelumnya. Jadi kupikir kemungkinan besar hair carenya juga bakal cocok.


Waktu paketnya diterima, aku langsung salfok sama warnanya. Kok kayanya seger, ya? ---Untung saja nggak lagi puasa, hahaha xD Meskipun sebelum sudah lihat fotonya, ternyata aslinya lebih gemas! Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo warnanya biru transparan, seperti laut. Sedangkan Scarlett Yordanian Sea Salt Conditioner warnanya pink, seperti permen kapas *insert emoji gemoy di sini* Aaaah, aku memang paling lemah kalau sama produk yang warna dan kemasannya menggemaskan. Botol flip topnya kelihatan mewah banget (tapi cute, wkwk). Beda sama model-model botol produk lain yang sama-sama nge-aim remaja-dewasa muda juga, ini tuh desainnya terniat. Kayanya aku belum pernah deh nemu desain yang mirip ;)





Sebelum dipakai aku cium-cium dulu aromanya (----kebiasaan, siapa yang samaan?). Yordanian Sea Salt Shampoo punya wangi Magnolia yang fresh tapi nggak terlalu tajam. Sedangkan conditionernya punya wangi yang lebih soft, wangi evening primrose alias sedap malam. Aku langsung in love, soalnya menurutku dua aroma ini perfect match banget, ---beda tapi cocok. Biasanya kan pasangan shampoo sama conditioner punya aroma yang sama. Salut banget sama Scarlett yang berani beda (dan benar-benar works!). Duo Yordanian Sea Salt ini punya kandungan yang bisa menyerap minyak berlebih di kulit kepala, membantu mengatasi penumpukan kotoran yang melekat di kulit kepala (---cocok nih buatku yang segala produk ditumplekin di rambut, hehe), dan membantu membuka kutikel rambut sehingga perawatan selanjutnya bisa menyerap dengan lebih baik. 





Manfaatnya juga nggak main-main, pas banget sama yang aku cari, ---yang mirip-mirip sama treatment di salon :D Keduanya bisa mengontrol kadar minyak pada kulit kepala, membersihkan kulit kepala, menguatkan akar rambut, memberikan volume pada rambut, mencegah rambut rontok dan bercabang (pas banget yang aku alami, huhu), menyehatkan folikel rambut dan kulit kepala, dan membuat rambut lebih berkilau, Karena aku belum mandi waktu menerima paketnya (hueheee), jadi langsung saja aku coba. Aku pakai Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo dengan cara yang sama seperti ketika menggunakan sampo pada umumnya. Aku tuangkan secukupnya ke akar rambut, lalu aku pijat kulit kepalaku dengan lembut dan perlahan. Setelah itu aku bilas sampai bersih. 


Setelah yakin semua busa hilang, aku lanjutkan dengan memakai Scarlett Yordanian Sea Salt Conditioner. Aku oleskan ke batang rambutku (dari tengah sampai bawah, karena rambutku pendek) sampai rata. Setelah itu aku diamkan beberapa menit. Karena aku nggak bawa timer (ya iya lah, hahaha), Jadi aku kira-kira saja sampai 2-3 menit dengan cara berhitung dalam hati :p Terakhir, tinggal dibilas. Wah, rasanya segar sekali. Kulit kepalaku rasanya jadi bersih, ringan. Helai-helai rambutku juga terasa halus segera setelah pakai conditioner. Padahal biasanya suka nyangkut-nyangkut kalau rambut masih dalam keadaan basah :O





Aku rasakan manfaat maksimalnya setelah kurang lebih 2 minggu pemakaian. Rambutku rasanya benar-benar lebih sehat dan siap untuk diwarnai sendiri (---oleh Shane maksudnya, lol). Di cat rambut boks yang kubeli ada tambahan conditionernya, tapi nggak kupakai dan kuganti dengan conditioner Scarlett. Hasilnya ternyata rambutku jadi halus, no kasar-kasar seperti kalau biasanya habis dicat. Aku cat rambut sehari setelah keramas btw, jadi kulit kepalaku masih ada minyak alaminya. Katanya sih bagusan gitu daripada langsung. Oya, lupa bilang. Aku pesan Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner ini dari whatsappnya official Scarlett di 0877-0035-3000. Lewat Shopeenya juga bisa, di Scarlett Whitening Official Shop. Yang bikin aku tenang nih, produk Scarlett sudah pasti nggak diujicobakan sama hewan dan teregistrasi di BPOM. Jadi kita bisa cantik tanpa harus menyakiti, hihi. Remaja mulai usia 13 tahun sudah boleh pakai, lho. Juga aman untuk dipakai ibu hamil dan menyusui :)



Di hari ulang tahunku, ---yang juga jadi harinya Shane karena dirayakan barengan, aku merasa cantik :) Tiap ngaca rasanya seperti habis dari salon, rambutku wangi dan warna cat rambutnya vibrant banget. (---Maksudnya sesuai dengan warna di boksnya, ya). Shane juga setuju, katanya rambutku kelihatan sempurna, hahaha. Padahal bertepatan dengan hari sekolahnya Ali, lho, yang pastinya bikin aku sibuk bolak-balik siapkan segala keperluannya dan juga nahan emosi (siapa yang relate dengan drama sekolah daring? xD ). Karena Ibu dan Bapak akan datang setelah Ali selesai sekolah, jadi aku dan Shane curi-curi waktu untuk mempersiapkan ruang TV di saat Ali sekolah. Dekorasinya sih sudah dipasang di malam hari. Jadi kami hanya perlu memesan burger plant based untuk dimakan ramai-ramai dan rapi-rapi. Seperti yang kubilang sebelumnya, tahun ini ulang tahunnya tanpa tema. Jadi kue yang kupesan pun benar-benar nggak ada desain khususnya. Persegi tok, yang penting bisa dikasih lilin dan hiasan sederhana. Eits, dan juga VEGAN tentunya. Jadi bisa dinikmati bersama.



Right on time, setelah Ali selesai sekolah, Shane sudah berganti baju dengan kemeja yang match dengan dressku (yang penting motifnya sama, hahaha), Ibu dan Bapak datang! :) Wajah-wajah sumringah mereka membuat hatiku sangat gembira. Entah kenapa setiap ulang tahun aku selalu merasa jadi anak kecil kembali instead of merasa jadi tua :p Pokoknya bawaannya ceriaaaa terus. Ali berantakin rumah pun bodo amat, aku happy pokoknya, hahaha. Ngomonng-ngomong soal Ali, dia lho yang pertama memberi aku dan Shane kado. Kadonya bikin aku meleleh seperti Olaf di musim panas. Dia bikinin kami heart dari permen-permen yang dia susun dong T_T Kata Ibu Ali bikinnya semalaman.,, Huaaa, mantan-mantan pacarku juga nggak ada yang sesweet itu T_T Saking sweetnya aku sampai nggak tega makan permennya, dan sampai saat aku mengetik tulisan ini, heartnya masih aku pajang di ruang TV :')




Ibu dan Bapak juga memberi kado yang nggak kalah sweetnya. ---Sweet tapi kocak, karena kata Bapak kadonya ini untuk menemani kami yang suka makan mi instan tengah malam, hahaha. (Duh, ketahuan!). Satu set mangkuk dan satu set cangkir yang jelas sekali dipilih mereka dengan penuh cinta. Cangkirnya bergambar ayam jago, kesukaanku dan Shane! Melihat mereka meluangkan waktu untuk mencari sesuatu yang kami sukai membuatku terharu :') Sampai sedetail itu coba, padahal kan bisa saja mereka membeli motif random yang asal bagus karena mencari motif ayam jago itu nggak mudah :') Dan ternyata itu bukan kejutan terakhir. Masih ada kado titipan dari Emah (nenek) untukku dan Shane. Beliau memberi kami satu boks penuh jajanan pasar! Ya, ampun Emah, kok bisa kepikiran T_T Katanya semuanya dijamin vegan, jadi aku dan Shane nggak perlu milih-milih lagi kalau mau ngemil. Punya keluarga kaya gini, sweetnya ngalahin gula :')






Setelah buka kado, kami lanjut tiup lilin dan potong kue, ---yang kata Shane urutannya salah karena harusnya buka kado paling akhir. (Iya sih, lol). Aku lega banget kuenya sukses, rasanya cocok buat kami semua meskipun vegan, gluten free dan sugar free. Ibu sampai amaze, katanya rasanya seperti brownies pada umumnya (yay!). Pas aku potong kue ada insiden kecil yang kocak. Ali nggak rela kalau potongan pertama aku kasih sama Ibu. Katanya harusnya buatku karena aku yang berulang tahun, hahaha. Dia ngotot banget dan akhirnya diambil jalan tengah, aku jadi dapat potongan kedua. Syukurlah Ali setuju meski jadinya dia mau kue sehabis aku, dan Shane  jadi yang paling akhir meskipun dia birthday boy nya xD Burger-burger yang kusediakan juga sukses, semuanya suka. Buat Ibu dan Bapak, ini kali pertama mereka menyantap burger plant based. Mereka suka rasanya dan nggak menyangka kalau pattynya terbuat dari tumbuhan. Kata Ibu rasanya seperti daging dan bikin beliau berpikir buat mulai makan vegan. Hmm, kira-kira bisa nggak ya? xD



Kami menghabiskan sisa siang dengan mengobrol sana-sini dan bercanda. Remah-remah makanan ada di seluruh penjuru rumah mungilku. Tapi aku nggak peduli, moment seperti ini terlalu berharga untuk direcoki oleh OCD ku (---yes, aku OCD dan bukan self diagnosed). Ketika waktunya Ibu, Bapak dan Ali pulang rasanya berat sekali. Aku sampai mengucapkan dadah berkali-kali berharap mereka berbalik dan nggak jadi pulang, haha. Nggak lama setelah mereka pulang, saat aku sedang beres-beres, HP ku bergetar. Ibu mengirimiku video ulang tahun dan menguplod foto kami di instagramnya. Aaaah, rasanya pengen ulang tahun lagi besok, huhu T_T 


Aku sangat mencintai keluargaku. Moment-moment seperti ulang tahun, hari besar dan hari raya selalu ingin kuhabiskan bersama mereka. Kami nggak sempurna, tentu saja. Tapi aku tahu pasti bahwa aku memiliki keluarga yang hangat. ---Dan rasanya itu salah satu alasan mengapa aku bisa tetap "hidup". Mereka yang menjadikanku "aku". Doaku setiap berulang tahun selalu sama, yaitu supaya kami bisa menikmati moment-moment seperti ini di tahun-tahun berikutnya sampai... selamanya. Termasuk dengan keluarga Shane yang sekarang jadi bagian keluargaku, tentu saja. Aku bersyukur karena mereka juga sangat hangat meskipun nggak bisa sering-sering bertemu (---karena beda negara, huhu). Terutama Ibu Mertua yang selalu membuatku merasa menjadi Tuan Puteri saat berulang tahun xD Semoga doaku menjadi kenyataan. Karena meski kesannya klise, tapi keluarga memang kado terbaik yang Tuhan berikan padaku :)


lucky birthday girl,


Indi

Selasa, 14 September 2021

Harry Potter Birthday Party! Kue ala Hagrid dan Vegan! :D




Aku nulis ini menjelang subuh, tepatnya jam 2 lewat 32 menit. Kenapa? Nggak tahu, tiba-tiba saja pengen cerita. Padahal kemarin sudah ada niatan mau cerita yang lain, tapi sekarang malah berubah pikiran jadi pengen cerita tentang ulang tahunku dan Shane yang... sudah lama lewat, hahaha :D Aku bukannya belum tidur, tapi terbangun karena merasa lapar dan gerah. Setelah perut kenyang aku belum mengantuk lagi. Jadi di sini lah aku sekarang. Mungkin karena suasana sepi dan nggak ada teman ngobrol (karena of course Shane masih tidur), pikiranku jadi kemana-kemana. Tiba-tiba teringat dengan moment ulang tahunku yang dirayakan bareng Shane dengan tema yang sudah lama aku impikan... Harry Potter! --Iya, Harry Potter yang itu xD Mungkin ada orang yang menganggap aneh atau bahkan konyol. Tapi buatku nggak sama sekali. Aku pertama kali membaca novelnya di usia 12 atau 13 tahun dan langsung terbawa sampai dunia nyata, hahaha. Bahkan waktu novelnya diadaptasi jadi film aku masih ingat dengan jelas moment ke bioskop diantar Bapak sambil berdandan ala Harry Potter lengkap dengan tanda kilat di kening :p


Intinya, Harry Potter itu segitu berartinya buat hidupku. Meski nggak nyata, tapi waktu remaja aku merasa kalau kehidupan Harry dan teman-temannya itu relatable dengan hidupku. Jadi aku ingin at least sekali saja seumur hidup untuk merayakan hari ulang tahunku dengan tema Harry Potter!

Lalu bagaimana dengan Shane?

Meski Harry Potter juga populer di Amerika, tapi dia belum pernah membaca buku atau pun menonton filmnya. Pengetahuan dia hanya sejauh pernah mendengar namanya saja, tapi bagaimana ceritanya dia sama sekali nggak tahu :D 

Ulang tahunku jatuh di tanggal 8 Juni, sedangkan Shane di tanggal 29 Mei, ---selisih 10 hari saja. Kalau untuk sekedar makan-makan atau tiup lilin di hari ulang tahun dia oke-oke saja, tapi untuk dirayakan dia nggak pernah mau. Terkecuali jika dirayakan bersamaku (lalu aku merayakan kembali tepat di hari ultahku, lol), dia mau. Soal tema dia juga menyerahkan padaku. Pokoknya Shane ngikut-ngikut saja, deh, hehehe xD


Kebetulan banget, suatu hari waktu kami menginap di rumah orangtua, di TV kabel menayangkan film-film Harry Potter. Maraton gitu, jadi dimulai dari yang pertama sampai akhir. Shane akhirnya untuk pertama kali dalam seumur hidupnya berkenalan juga dengan Harry dkk :D Dia hanya menonton yang pertama sampai ketiga, itu pun nggak full karena biasanya kami sambil beraktivitas sementara TV menyala. Tapi buatku sudah cukup. Yang penting kalau nanti ada yang nanya (lah?) Shane tahu siapa itu Harry Potter, hahaha.

Berhubung sudah kenalan, Shane jadi ikut excited untuk memilih-milih pernik ulang tahun. Tapi tetap aku yang paling banyak hunting karena "Shane takut salah", hehehe. Aku dapat garland (flag bunting), kaos dan cake toppernya di toko online. Sementara sisanya seperti piring kertas, gelas kertas dan camilan aku beli di minimarket komplek apartemen. Sebenarnya aku sudah mengurangi pemakaian peralatan pesta sekali pakai gitu. Tapi itu kemauan Ali, ---maklum dia sih kalau lihat orang ultah berasa acaranya dia juga :p Ya sudahlah asalkan benar-benar untuk sekali saja.


Setelah semuanya siap, justru yang terpenting lah yang belum ada sampai mendekati hari H... Kue ulang tahun! Soalnya mencari kue vegan yang bisa diantar dan bisa custom made di Bandung bukan hal mudah. Sudah segala kata kunci aku masukkan di Google demi mencari kue impian tapi tetap juga nggak ketemu. Nah, di saat aku hampir menyerah dan bersiap minta tolong Shane untuk bikinin kue Oreo andalan saja (bhahaha), ternyata datanglah titik terang! :') Tanpa sengaja aku menemukan penjual bento cake di Instagram yang punya vegan option. Langsung saja nggak pakai narik napas dulu aku hubungi lewat DM dan bertanya apakah bisa membuat kue custom. Dan jawabannya adalah... BISA! Yay! Dengan deg-degan ku jelaskan kalau aku ingin kuenya seperti kue buatan Hagrid yang diberikan pada Harry di ulang tahunnya yang ke 11. Lengkap dengan retakan di atas kuenya, ---karena ceritanya kedudukan Hagrid waktu di motor xD Dan aku ingin kue seperti yang di versi film, bukan buku. Di buku nggak diceritakan kalau Hargrid typo saat menulis ucapan selamat di atas kue, tapi di film berbeda. Tulisannya, "Happee Birthdae Harry" ---dan menurutku akan unik kalau punya aku jadi, "Happee Birthdae Indi" :D


Screenshot dari film yang aku pakai sebagai referensi kue ulang tahun.



THE DAY!


Tadinya aku ingin merayakan ulang tahun kami di tanggal 5 Juni karena lebih dekat ke tanggal ulang tahunku yang sebenarnya dan karena jatuh di hari sabtu. Tapi tiba-tiba saja Ibu meminta untuk lebih awal karena beliau dan Bapak ada keperluan di tanggal 5. Jujur awalnya aku cukup kecewa karena tanggal 4 Juni bertepatan dengan jadwal sekolah Ali. Aku dan Shane pasti sibuk, ---dan dengan adanya Ali di rumah kami rencana mendekor terancam terhambat. Tahu sendiri lah anak usia 5 tahun itu gimana, hahaha. Beberapa rencana yang sudah matang pun harus diubah. Kami sudah berencana membeli ay*m goreng vegan untuk dimakan bersama, tapi di tanggal 4 restorannya tutup. Untung saja ada restoran pizza yang punya menu vegetarian dan kami bisa minta dibuatkan khusus jadi vegan. Juga rencana mendekor yang seharusnya dilakukan malam hari pun dilakukan setelah Ali sekolah dan seadanya. Mandi? Ah, mana sempat. Rambutku lepek banget dan akhirnya diputuskan untuk ganti kaos saja. Yang penting pakai kaos Harry Potter, sudah berasa ultahnya aku :p


Dari sekian banyak pilihan kaos Harry Potter akhirnya pilih ini karena desainnya simple.


Tiap ultah belum lengkap kalau nggak berpose di depan kue, hahaha.


Ali pilih sendiri kaosnya. Nggak nyambung sama tema tapi yang penting pegang tongkat :p


Karena mendadak ganti hari, aku jadi lupa kalau Ibu Mertua memberi satu set DVD Harry Potter sebagai hadiah ulang tahun awal (---well, sebenarnya dalam bentuk uang tunai, jadi aku belikan saja beberapa barang, hehehe). Tadinya akan dipajang bersama koleksi novel-novelku tapi nggak ingat dan malah disimpan di rak kamar! Huaaaaa :') Tapi nggak apa, diluar penampilanku yang kaya habis lari maraton dan lupa pajang DVD, semuanya berjalan sesuai rencana. Ali juga nggak bosan karena dia dilibatkan dalam mempersiapkan ultahku dan Shane. Tugas dia memasang topper di atas pizza vegan xD Oya, berbeda dengan Shane, Ali sudah akrab dengan Harry Potter bahkan sebelum dia lancar berbicara. Di Halloween keduanya, di usia 1 tahun 11 bulan, Ali memakai kostum Harry Potter sementara aku memakai kostum Moaning Myrtle. Selain karena aku suka Harry Potter, waktu itu alasannya karena aku nggak punya budget banyak dan keadaan mentalku sedang nggak stabil (---mungkin ada beberapa teman di sini yang tahu ceritanya). Yang biasanya aku sangat antusias, waktu itu aku sama sekali nggak mau kemana-mana, bahkan sudah berniat untuk melewati Halloween. Tapi Bapak bilang aku harus semangat dan ingat kalau Halloween selalu bikin aku happy. Jadi mendadak lah aku dan Bapak ke supermarket buat beli supply Halloween, sementara di rumah (mantan) iparku mendekor ruang tamu. Satu-satunya tema yang kepikiran ya cuma Harry Potter karena paling mudah, dan jadilah Halloween dadakan. Duh, jadi terharu kalau aku mengingat moment itu :') Tuh, kurang berarti gimana coba Harry Potter sama hidupku, hahaha :')


Halloween kedua Ali sebagai Harry Potter di usia 1 tahun 11 bulan. Ya ampun mungil banget :')


Versus foto yang di atas, jadi now and then judulnya.


Harusnya figurin Gollum itu diganti sama koleksi DVD Harry Potter, tapi kelupaan, hahaha.


Kelihatan nggak sih kalau ada foto Harry, Ron dan Hermione di garlandnya :)



THE PARTY!


Setelah rumah kami sedikit rapi (---ya, mana bisa rapi maksimal di hari sekolah, hahaha), aku langsung menghubungi Ibu dan Bapak untuk segera datang. Nggak lupa sambil mengirimkan fotoku dan Shane (yang diambil Ali) dengan kaos Harry Potter kami. Ibu bilang kaosnya lucu. Iya, sedikit humor, tulisannya Harry Potter tapi logonya "HP" merk printer, hahaha.

Kue ulang tahun datang di waktu yang tepat. Tadinya aku sempat pesimis kalau kue akan tiba dengan selamat mengingat jarak toko yang jauh dan dikirim menggunakan jasa Gojek. Tapi ketika Shane menjemputnya di lobby matanya langsung berbinar-binar. Dia bilang, "WOW! INI KUE PALING MIRIP YANG PERNAH AKU LIHAT! GAMBAR DI INTERNET NGGAK ADA YANG SEBAGUS INI!" Langsung saja aku nggak sabar untuk segera melihatnya. Dan benar saja, bagus! Warna dan detail retakan bekas pantat Hagrid nya (lol) mirip sekali. ---Sampai-sampai kami nggak sadar kalau ada spelling error. Huruf "P" nya kelebihan satu, dan kurang huruf "T"! Hahahaha. Tapi it's okay, semua orang bisa salah. Dan ini kesalahan kecil sekali dibanding dengan kemiripan kuenya. Apalagi bukan cuma tampilan luarnya, tapi sampai dalamnya juga mirip karena ini kue cokelat! ---seperti buatan Hargrid! :D


Bagus banget :') Bikin typonya termaafkan. Mana rasanya enak banget lagi.


Kata Ali supaya suasana Hogwarts lebih terasa, dia ingin kukunya dicat ungu dan diberi gliter. Katanya karena penyihir kukunya seperti itu (lho?), bhahahaha. Oke deh, aku menurut saja, ---padahal aku belum pernah lihat Harry Potter kukunya dicat :p Ibu dan Bapak yang baru tiba pun langsung bergabung di pesta kecil kami. Selain membawa kado mereka juga ternyata membawa mie vegan. ---Tradisi nggak tertulis, kalau ultah mesti makan mie. Ada yang sama? :D

Ibu suka dengan dekorasi yang kami buat, tapi tentu Bapak yang lebih mengenal Harry Potter jadi beliau yang cerewet memberi berkomentar sana-sini. ---Shane bilang Bapak itu seperti kritikus, lol. Benar juga, ya :p


Kata Ali ini kuku penyihir, hahaha.


Mie vegan kiriman Ibu dan Bapak. Enak banget dan masih ada sisa sampai malam :p


Sebelum kami makan-makan Ibu ingin kami tiup lilin dulu. Padahal aku sudah lumayan lapar, hahaha. Katanya kurang terasa ulang tahunnya kalau nggak foto sambil tiup lilin dan potong kue :p Sebenarnya agak sedih juga sih, soalnya artinya kuenya bakal dipotong. Tapi ya masa mau dijadiin pajangan. Untung saja aku sempat ambil foto dan video buat kenang-kenangan. (Kalau teman-teman perlu untuk inspirasi desain kue yang mirip banget sama punya Harry, boleh banget lho simpan foto punyaku). Di sini nih Ali mulai manyun. Gara-garanya aku dan Shane jadi pusat perhatian. Maklum lah, meski sudah pada dewasa di mata ortu tetap saja aku dan Shane ini bocah-bocah. Jadi Ibu dan Bapak heboh sibuk nyanyi, ambil foto dan rekam kami... sementara Ali juga ingin diperhatikan, hahaha. Alhasil waktu kami tiup lilin Ali nggak mau ikutan :'D  Btw, tiup lilinya sampai diulang 2 kali lho. Soalnya tiap dikasih aba-aba buat tiup barengan somehow Shane selalu duluan, hahaha. Kesel kan :p Akhirnya aku sudah males ngulang dan berkesimpulan kalau yang penting lilinnya mati. 


Dari foto saja kelihatan kan kalau Shane yang tiup lilin duluan :")


Ali manyunnya sebentar. Setelah kebagian potongan kue dia happy lagi dan sibuk sendiri sama kuenya. Aku surprise lho sama rasanya. Enak banget! Rasa manisnya pas dan rasa cokelatnya lumayan kuat. Biasanya aku nggak gitu suka sama icing kue dan milih makan dalamnya saja, tapi ini sih beda. Teksturnya juga lembut dan nggak kering. Ibu dan Bapak, ---sang kritikus, juga approve. Mereka bilang rasanya enak. Dan kalau aku nggak bilang katanya mereka nggak akan tahu kalau ini vegan. Hehehe, kebiasaan ya, orang selalu berpikir kalau kue (dan makanan) vegan bakal kurang enak dibanding makanan non vegan. Padahal ya nggak gitu juga. Bahan-bahan kue kan banyak yang vegan friendly. Kalau bikinnya bener ya rasanya pasti enak :D Shane beli kue ini di Mamayu (silakan googling untuk alamat dan kontaknya). Nggak kok, bukan endorse :p Aku dan keluarga beneran suka rasanya dan cuma ingin berbagi info, siapa tahu ada yang mencari kue vegan juga :) 

Sehabis makan kue dilanjutkan dengan makan mie kiriman Ibu dan Bapak. Aku sih sehabis mie langsung kenyang, jadi nggak makan pizza. Tapi Ibu, Ali dan Shane makan masing-masing satu potong. Kalau Ibu katanya selain memang masih ingin makan juga penasaran sama rasa pizza vegan. Beliau tertipu, melihat tampilannya dikira dari Pizza Hut padahal bukan, hahaha. Kami dapat dari Pizza 37 (again, bukan endorse, lol). Selain enak harganya juga terjangkau. Kalau pesan biasanya aku dan Shane nggak pernah kurang dari 2 pan. Sok silakan googling kalau ingin tahu alamatnya :D


Pizza vegan customize dengan topper yang dipasang Ali :D


Setelah perut kenyang kami lanjut buka kado. Ada dua kado dari Ibu dan Bapak, aku dan Shane masing-masing dapat satu. Lucunya ada kado tambahan yaitu satu garland "Happy Birthday" buat dipakai tahun depan, hahaha. Ya, ampuuuun sampai segitunya berpikir tentang masa depan xD Sedangkan kado yang spesial untukku isinya music box berbentuk windmill. Lucu banget, tanpa sengaja aku jadi koleksi benda-benda kaya gini karena sering dapat kado dari Ibu dan Bapak. Tahun lalu justru Shane yang dapat kado music box berbentuk biola :D Tahun ini Shane dapat miniatur becak onthel. Bentuknya real sekali dan roda-rodanya bisa berputar. Segera saja Shane dapat ide untuk menaruh figurin Kakek-Nenek hadiah dari ortuku tahun lalu di atasnya, hahaha. Aku memang lebih senang mendapat kado barang dibandingkan uang. Rasanya lebih berkesan saja karena tahu orang yang memberi benar-benar memilih sesuatu spesial untukku :) Ibu Mertua pun tahu sebenarnya, tapi berhubung terhalang jarak jadi lebih mudah untuk mengirimkan uang. Meski begitu tetap satu tahun sekali ketika Natalku dan Shane tetap mendapat kado dalam bentuk barang :)


Shane amaze dengan becak othelnya (---aku juga, cuma nggak kelihatan di foto, lol).


Terima kasih Ibu, Bapak, Ali untuk hari yang luar biasa. Peluuuuuk :')


Rasanya aku nggak rela perayaan ultah kami selesai. Berkumpul dengan keluarga rasanya memang nggak pernah "terlalu lama", ---selalu terasa kurang. Tapi Ibu, Bapak dan Ali harus pulang dan kembali dengan aktivitas mereka. Juga aku dan Shane yang harus kembali bekerja, ---setelah sebelumnya beres-beres rumah dulu, haha :D Waktu mereka berpamitan rasanya sepi sekali. Aura pestanya sudah nggak terasa, menyisakan dua orang dewasa yang pakai kaos Harry Potter dan akan dipakai sampai sisa hari sebagai piama :'D 

Aku bersyukur sejak dulu orangtuaku selalu merayakan ulang tahunku, ---dan sekarang dilanjutkan dirayakan dengan Shane. Mengeksprsikan rasa syukur memang bisa kapan saja. Tapi saat membuat satu hari khusus rasanya lebih istimewa. Ulang tahun itu adalah hari peringatan ketika kita dilahirkan. Dan menurut kami, perasaan bahagia ketika seseorang lahir harus dikenang kembali di hari ulang tahunnya. You know, untuk mengingatkan betapa mereka dicintai dan betapa mereka sangat dinantikan kehadirannya di dunia :) Sederhana tapi berarti :)


Ya... begitulah cerita ulang tahunku dan Shane yang mendadak ingin diceritakan ketika menjelang subuh seperti ini xD Kayanya aku bisa tidur dengan nyenyak sekarang (---eh, tapi nggak bisa tidur sampai siang sih ada kerjaan, hahaha). Aku bersyukur, kadang yang bagi orang lain "ah, cuma gitu doang" justru bisa bikin aku happy luar biasa. Aku ingin ulang tahun dengan tema Harry Potter dan aku dapat, ya sudah cukup begitu. Nggak perlu mewah-mewah atau sekalian boyong keluarga ke Hogwarts segala, begini juga sudah terdebest buat gua. Apalagi ada Shane yang sekarang ikutan tertarik sama Harry Potter :D Harapan di ulang tahunku dan Shane sederhana. Aku nggak berharap tiba-tiba Corona menghilang tahun depan. Cukup berikan kesempatan aku dan Shane berkumpul lagi bersama keluarga, itu sudah menjadi "kemewahan" yang luar biasa :)

Bisa bantu aminkan, teman-teman? :)


(Untuk pengguna mobile klik di sini untuk menonton vlog ultah Indi dan Shane)



rictumsempra!,


Indi


---------------------------------------------------------------

Kontak email: namaku_indikecil@yahoo.com | Facebook: Indi Sugar | Instagram/Twitter: Indisugarmika | YouTube: Indi Sugar Taufik