Tampilkan postingan dengan label Golden Retriever. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golden Retriever. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

Ketika Pencuri Beraksi di Malam Natal...

Wah, hari pertama di tahun 2015! Teman-teman bagaimana tahun barunya? Semoga menyenangkan dan bisa bertemu dengan orang-orang yang disayangi, ya :) Hari pertama di tahun baru ini diisi dengan main hujan-hujanan bareng Eris (anjing gue), hihihi. Tadinya sih kami mau jalan-jalan santai saja, mumpung jalanan sepi karena kebanyakan orang beristirahat setelah semalaman begadang. Tapi ternyata baru saja beberapa langkah dari luar rumah hujan sudah mengguyur kota Bandung! Sempat mau membatalkan acara jalan-jalannya, tapi melihat wajah Eris yang super excited gue jadi nggak tega. Ya, sudah gue putuskan untuk berjalan-jalan di bawah hujan. Eris girang bukan main, karena ini pengalaman pertamanya. Gue juga jadi ikut "lupa diri" dan ajak Eris lompat-lompat di kubangan air. Pokoknya seru sekali sampai-sampai nggak peduli sepatu gue yang berwarna putih berubah warna jadi hitam, hihihi. Gue bersyukur tahun baru ini dibuka dengan sesuatu yang menyenangkan :)


Sekitar 1 minggu sebelum tahun baru, kira-kira 1 hari sebelum natal ada kejadian yang kurang mengenakan di daerah gue. Di malam natal seperti biasa gue duduk di depan komputer untuk mengucapkan selamat ada teman-teman yang merayakan. Tapi setelah menunggu beberapa menit koneksi internet ternyata terputus. Awalnya gue pikir karena traffic, di malam natal pasti banyak orang yang ingin menyapa kerabat atau keluarganya yang tinggal berjauhan, jadi gue anggap sebagai error yang wajar. Mendekati tengah malam ternyata masih belum juga ada koneksi internet, malah yang gue baru sadar kalau telepon rumah juga mati. Gue dan keluarga di rumah bergantung dengan wifi, jadi baik di PC, laptop dan gadget lainnya sama sekali nggak ada koneksi internet. Rasanya nggak nyaman karena kami nggak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat yang tinggal berjauhan. Tapi mau bagaimana lagi, kami cuma bisa bersabar dan menunggu pagi datang.

Keesokan harinya koneksi internet masih belum tersambung, begitu juga dengan telepon rumah. Bapak pun menghubungi operator untuk bertanya tentang masalah ini, tapi ternyata nggak ada yang mengangkat. Well, namanya juga hari natal, jadi mungkin operatornya sedang libur. Karena sama sekali nggak ada perubahan sampai malam, akhirnya kami membeli modem internet untuk dipakai bergantian. Quota nya nggak banyak karena (kami pikir) hanya untuk sementara. Yang terpenting komunikasi dengan keluarga dan kerabat tersambung kembali, toh besok sudah hari kerja.

Dengan harapan baru Bapak kembali menelepon operator keesokan harinya. Perlu berkali-kali menekan tombol redial sampai akhirnya ada yang menjawab. Ketika telepon ditutup ---Bapak memakai telepon kantor Ibu--- gue langsung bertanya dengan nggak sabar tentang kapan wifi dan telepon di rumah bisa kembali berfungsi. Ternyata jawabannya mengejutkan; Belum ada kepastian kapan akan berfungsi karena kabel telepon rumah kami ada yang mencuri! What? Bagaimana bisa kabel telepon yang terkubur aman di bawah dicuri? 
Dari obrolan Bapak dan operator terungkaplah bahwa yang dirugikan bukan cuma keluarga gue, tapi juga sekitar 1.000 keluarga lain karena pelakunya mencuri bermeter-meter kabel telepon. Dugaannya sih kabel segitu panjangnya akan dijual secara kiloan karena harganya lumayan, Rp. 50.000 per kilo.

Gue dan keluarga cukup shock mendengar kabar ini. Bukan hanya karena nggak tahu sampai kapan komunikasi terbatas tapi juga membayangkan bagaimana perasaan sekian banyak keluarga yang juga menjadi korban. Biasanya moment hari besar menjadi saat yang paling sering untuk berkumpul. Tapi untuk yang tinggal berjauhan internet dan teleponlah yang membantu menghubungkan. Orang-orang yang mencuri (yup, sudah pasti pelakunya berkelompok) mungkin nggak memikirkan sampai sejauh itu, mereka hanya menginginkan keuntungan (dengan cara yang salah). Padahal yang dirugikan banyak sekali. Pihak Telkom sudah jelas, tapi juga ada banyak keluarga yang seharusnya sedang menikmati hari raya.

Di malam tahun baru ternyata masih belum juga ada perubahan. Operator yang menerima telepon Bapak berkata bahwa mereka secepatnya akan bertanggung jawab. Sebenarnya nggak enak juga menelepon terus-terusan di moment liburan seperti ini. Mendengarkan complain kami memang tugas mereka, tapi ya rasanya gue dan keluarga juga harus berempati. Entah sudah berapa ratus orang yang menelepon mereka padahal ini malam tahun baru, dan musibah ini sangat nggak terduga. Gue yakin mereka juga kaget.

Jadi gue dan keluarga melewati malam tahun baru tanpa telepon dan wifi. Biasanya telepon rumah ramai oleh telepon dari keluarga kami yang tinggal di luar kota dan luar negeri, tapi kali ini sepi. BBM dan whatsapp di handphone Ibu dan adik gue pun sepi karena bergantung dengan wifi. Sebisa mungkin kami tetap berusaha tetap keep in touch dengan keluarga dan kerabat menggunakan handphone dan SMS. Kami agak kesal karena merasa terbatas, tapi it's new year's eve, kami seharusnya bergembira, bukan malah mengeluh :)

Ibu, Bapak, gue, Puja (my brother), Eris dan Ray pun menikmati malam tahun bersama. Ibu memasak sejak sore dan Bapak sibuk sekali menjadi "juru bakar" alias operator tempat pembakaran :D Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sederhana namun menyenangkan karena bisa bersama dengan orang-orang yang gue sayangi. Obrolan random ringan, kado kecil, tawa, makan-makan, membuat kami merasa hangat. Nggak lupa ditutup dengan doa yang berisi harapan di tahun yang baru.

Hasil karya juru masak dan juru bakar, hihihi. Gue lho yang meracik bumbu jagung bakarnya :D
Ibu sudah ngantuk sebelum jam 12 malam :D Thank God semuanya senang dengan hadiah tahun barunya :)
Ekspresi Eris waktu dapat kado tahun baru; Priceless! Dia senang banget dan langsung "kiss" gue :'D
Selain keluarga dan Eris, Ray juga datang :)

Mengingat rasa kesal gue dengan kabel yang dicuri membuat gue nggak enak. Ya, sure itu menyebalkan, tapi di suatu tempat mungkin ada keluarga yang melewati malam tahun baru tanpa makanan atau tempat tinggal. Kehilangan akses telepon dan internet mungkin juga sebagai sapaan dari Tuhan agar gue lebih sering main di luar rumah. Harus kembali mengunjungi warnet sesekali, mungkin, ---seperti sebelum ada wifi supaya gue bisa berkenalan dengan teman baru, hehehe. Yang gue butuhkan di tahun baru ini semuanya sudah ada dan lengkap. Gue punya orang tua, adik dan Ray yang sangat menyayangi gue. Juga Eris, anjing kecil yang begitu setia menemani gue. Musibah yang menimpa keluarga gue (dan sekitar 999 keluarga lain) sepertinya untuk mengingatkan bahwa meskipun ada yang diambil, Tuhan tetap memberikan berkah ---dalam bentuk yang lain ;)
Selamat Tahun baru, teman-teman! Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Amen :)

cheers,

Indi

Note:
My heart goes out to the families of the Air Asia victims. Gue tahu tim yang mengevakuasi sudah berusaha keras dan doa-doa yang tulus sudah dipanjatkan, tapi pada akhirnya kita hanya bisa berserah pada Tuhan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya pada keluarga yang ditinggalkan, semoga semuanya diberikan keikhlasan dan ketabahan, amen... 

Sabtu, 06 September 2014

"Guruku Berbulu dan Berekor", a Charity Novel :)


Hi Bloggies, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik, ya. Dan kalau ada yang sedang sakit, semoga cepat sembuh :)

Novel Guruku Berbulu dan Berekor ditemani foto Veggie waktu bayi :)

Gue tumbuh di tengah keluarga yang mencintai hewan. Sejak kecil selalu saja ada hewan peliharaan di rumah. Dari mulai burung, ikan, kucing, hamster, kura-kura, tikus sampai anjing. Gue selalu diajarkan oleh Ibu dan Bapak untuk mencintai dan menghormati sesama makhluk Tuhan, termasuk hewan. Kami memastikan hewan-hewan yang tinggal di rumah nyaman dan terawat, tanpa berarti memanusiakan mereka. Hingga mereka menjadi lebih dari sebagai hewan peliharaan, tapi juga menjadi sahabat dan bahkan guru! :)

Ketika gue beranjak remaja gue mempunyai hewan peliharaan sendiri, seekor anjing golden retriever betina bernama Veggie. Kami tak terpisahkan, kemana pun gue pergi Veggie (hampir) pasti ikut. Termasuk pergi keluar kota, kami berbagi bangku belakang mobil, hihihi. Ketika Veggie tumbuh besar dokter mengatakan bahwa ia mengidap epilepsi, nggak bisa disembuhkan. Yang bisa gue dan keluarga lakukan hanya berdoa dan memastikan ia nyaman selama sisa hidupnya. Meskipun begitu, Veggie tetap menjadi anjing yang penuh semangat. Ia belajar banyak trik baru dan selalu melindungi gue. Pernah suatu kali Iie (tante gue) pura-pura sakiti gue, dan Veggie dengan sigap langsung menyerangnya! 

Sayangnya di usianya yang belum 7 tahun Veggie harus pulang ke surga. Gue dan keluarga merasa kehilangan sekali. Bukan hanya sebagai hewan peliharaan, tapi Veggie juga menjadi sahabat, guru sekaligus motivator yang mengajarkan kami agar selalu bersemangat dalam keadaan apapun. 

Pengalaman gue dan keluarga dengan hewan peliharaan kami, terutama Veggie menginspirasi gue untuk menulis sebuah novel yang didedikasikan untuk hewan-hewan di seluruh dunia. Gue percaya, bukan hanya kami yang mempunyai pengalaman mengesankan dengan hewan peliharaan. Maka gue mengajak orang-orang yang mempunyai/pernah mempunyai hewan peliharaan untuk menuliskan kisah mereka. Melalui internet gue mengenalkan project ini dan mempersilakan siapapun untuk mengirimkan kisahnya pada gue. Yup, siapapun: dari berbagai profesi, usia dan latar belakang. Bahkan ada diantara mereka yang mengirimkan rekaman audio karena (merasa) nggak bisa menulis. Kisah-kisah itu lalu gue susun jadi sebuah naskah, termasuk kisah tentang Veggie si anjing pemberani. Lalu jadilah novel dengan judul "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Gue sadar meskipun banyak yang mencintai hewan, tapi ada juga orang-orang yang memperlakukan hewan seolah benda nggak bernyawa. Misalnya saja, ada yang begitu tertarik dengan keimutan puppy di balik kaca pet shop, membelinya dan memamerkannya pada teman dan kerabat. Tapi setelah puppy itu tumbuh lalu menjadi anjing tua, ia pun dijual kembali atau malah diterlantarkan begitu saja... 
Jadi gue putuskan royalti dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" digunakan untuk membantu hewan-hewan yang membutuhkan. Setiap royalti yang gue terima akan disalurkan pada penampungan-penampungan hewan di seluruh Indonesia. Dan dengan kisah-kisah di novel ini gue harap bisa membantu menyebarkan pesan kepedulian pada hewan-hewan di sekitar kita. Untuk mencintai dan menghormati mereka, karena setiap mahkluk Tuhan pasti ada tempat dan fungsinya masing-masing di dunia ini, bukan untuk disakiti.


Sejak awal novel "Guruku Berbulu dan Berekor" beredar di pasaran, gue sudah sadar dengan kesulitan yang akan gue hadapi. Genre seperti novel ini masih jarang peminatnya, apalagi pembaca mengharapkan gue menulis lebih banyak lagi tentang Mika (dari novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna"). Tapi gue percaya dengan maksud baik dan kesungguh-sungguhan gue ketika menulis novel ini pasti akan membuahkan hasil. Entah itu besar, entah itu kecil, tapi gue percaya "Guruku Berbulu dan Berekor" akan mempunyai tempat istimewa di hati pembaca dan para penyayang hewan :)

Setiap gue membaca komentar-komentar pembaca tentang novel ini rasanya hati gue hangat dan semakin optimis akan kehidupan hewan-hewan di sekitar kita. Gue percaya semuanya akan semakin membaik. 

"Aku pernah baca buku kakak yang judulnya “Guruku Berbulu dan Berekor“. Awalnya aku ngeliat judulnya itu ngerasa unik gitu, jadi tertarik untuk baca. Ternyata isi bukunya juga menarik, klop deh." 
(Zia)

"Ada resensi Guruku Berbulu dan Berekor (di majalah Gadis)  yang membuat aku membeli bukunya. Dan ternyata memang bener-bener seru..." 
(Angie dan Sanae)

"Setelah membaca Guruku berbulu dan Berekor jadi kepengen nambah hewan peliharaan lagi."
(Andre Prasyawan)


Apalagi setelah gue menerima royaltinya dan menyalurkannya pada hewan-hewan yang membutuhkan. Perasaan senang dan harunya benar-benar nggak bisa diungkapkan! Yang pasti gue berterima kasih dan bersyukur pada teman-teman yang sudah membantu project ini, baik dengan menyumbangkan kisah atau dengan membeli novel "Guruku Berbulu dan Berekor". Setelah royalti pertama didonasikan pada ARAC (Animal Rescue and Adoption Center) atau adopsianjing.com yang merupakan komunitas non formal yang menggalang bantuan bagi para hewan, royalti kedua yang gue terima sudah didonasikan pada 2 ekor anjing golden retriever yang diterlantarkan di jalan tol. Oleh Mbak Reny (penemu dan pe-rescue) mereka diberi nama Dhana dan Dhani. Mereka berdua dalam keadaan sakit dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk pulih. Semoga donasi dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa membantu mereka. Amen.... :)


Perjalanan novel ini tentu masih jauh. Tujuan project gue ini baru dikenal oleh sebagian kecil orang, tapi gue nggak akan berhenti berusaha. Gue yakin langkah kecil gue jika dibantu dengan teman-teman semua maka akan lebih cepat sampai. Jadi jika teman-teman ingin membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk hewan-hewan di sekitar kita melalui novel "Guruku Berbulu dan Berekor", kalian bisa membelinya dengan harga Rp. 45.000 di Indi Sugar Official Store. Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469. Dan seluruh royalti akan disumbangkan pada penampungan-penampungan hewan di Indonesia.
Selalu menyenangkan jika bisa membantu sesama mahkluk hidup, kan? :)



"Menyelamatkan seekor hewan tidak akan mengubah dunia, tapi akan mengubah dunia untuk hewan itu..."
(Guruku Berbulu dan Berekor, halaman 17)

salam,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 27 April 2014

Hadiah-Hadiah untuk Eris :)

What I wore? Sweater: GoGirl | Dress: (lupa, lol) | Shoes: FLD 
Eris dan dress barunya yang secara nggak sengaja kompak dengan gue :)

Jumat tanggal 25 April lalu, ketika baru pulang kerja, gue dapat kabar dari Ibu dan Bapak bahwa Eris, anjing golden retriever kami kedatangan seorang tamu yang istimewa. Pemilik lamanya, jauh-jauh dari Jakarta sengaja datang ke Bandung untuk menemuinya. Ah, sayang sekali gue nggak sempat bertemu dengannya :( Padahal gue dan ibu yang baik hati itu cukup sering berkomunikasi via BBM. Ibu langsung bercerita dengan semangat tentang bagaimana proses Eris mengenali pemilik lamanya itu. Setelah 4 tahun, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali. Katanya, Eris awalnya kebingungan. Tatapannya seperti sedang berpikir dan menjaga jarak. Namun setelah disodori tangan dan mengendus baunya, ternyata Eris masih mengenali pemilik lamanya! Menurut cerita Ibu, ekspresi wajah Eris terlihat senang dan membuat gerakan seperti ingin memeluk. Pemilik lamanya sampai mengeluarkan air mata karena terharu... Ah, gue benar-benar berharap ada di sana :')



Kisah bagaimana Eris bisa menjadi bagian dari keluarga kami memang ajaib. Jadi 4 bulan setelah kepergian Veggie, anjing golden retriever keluarga gue karena epilepsi, seorang ibu menawarkan anak anjing golden retrievernya untuk diadopsi. Gue sangat terkejut karena hati gue rasanya belum bisa menerima jika ada yang 'menggantikan' Veggie. Terlebih, biaya pengobatan Veggie sebelum pergi membuat tabungan gue hampir habis, sama sekali nggak terpikir untuk membeli anjing lain. Tapi lalu katanya Eris akan diberikan pada gue secara cuma-cuma karena ibu itu yakin gue akan sangat menyayanginya. Nggak menunggu lama, gue dan Ibu menjemput Eris ke Jakarta. Waktu itu kami disambut oleh 3 ekor anjing golden retriever, tetapi hanya 1 ekor yang langsung menghampiri gue dan memberikan jilatan sayang. Anjing itu bernama Eris :)



Katanya, gue dan Eris itu berjodoh untuk menjadi sahabat. Dan benar saja, tanpa sedikitpun melupakan Veggie, Eris membuat hati gue kembali terasa hangat. Hari-hari gue menjadi lebih gembira dan bersemangat. Sejak hari pertama kami bertemu disaat usianya 9 bulan, sampai sekarang ketika usianya hampir 5 tahun, rasa sayang gue semakin bertumbuh dan ikatan persahabatan kami semakin kuat. 
Ibu bercerita, pemilik lama Eris bersyukur sekali karena gue merawat Eris dengan baik. "She's a lucky dog", begitu katanya. Padahal andaikan ia tahu, gue lah yang beruntung. Gue nggak tahu dimana gue sekarang seandainya saja nggak pernah bertemu Eris. Eris lah yang menemukan tumor di payudara gue sebelum semuanya terlambat. She's my bestfriend. My hero!



Masih menurut Ibu, pemilik lama Eris menitipkan sesuatu. Sebuah bungkusan plastik yang dilipat dua. Waktu gue bertanya apa isinya, Ibu berkata, "lihat saja sendiri". Ternyata isinya sebuah dress cantik untuk Eris! Warnanya abu-abu dan hitam, di bagian belakangnya tertulis "ERIS". Terharu sekali rasanya mengetahui dress ini khusus dipesan untuk Eris :') Langsung saja gue pakaikan pada Eris. Seperti biasa, Eris selalu senang jika dipakaikan baju atau aksesoris. Kaki depannya menggapai-gapai berusaha masuk ke lubang lengan, lalu berputar-putar dengan bangga. Melihat anjing lucu itu bahagia membuat perasaan bahagia gue menjadi berlipat-lipat :) Lucunya gue baru sadar bahwa sedang memakai baju yang warnanya senada dengan Eris. Hihi, she's my soulmate! ;)


Lalu Ibu teringat sesuatu, katanya Bapak menerima sebuah paket yang ditujukan untuk gue. Merasa nggak sedang menunggu kiriman apapun, gue jadi penasaran dan langsung mengambil paket yang dimaksud. Ternyata itu bukan untuk gue, tapi Eris! Isinya 2 buah kaleng dogfood yang berada di dalam tas tangan berwarna merah dari Alpo-Purina Indonesia. Ya, ampun Eris dapat banyak rezeki. Dengan perasaan excited gue tunjukan paket tersebut pada Eris. Ia mengendusnya sekilas lalu kembali berlari di halaman. Rupanya ia nggak bisa mencium aroma daging dari balik kaleng :D 

Terima kasih ya Alpo-Purina. Eris menikmati makan malamnya! :)

Meski Eris nggak bisa bicara (well, maksudnya dalam bahasa manusia, lol) tapi gue bisa melihat dengan jelas bahwa ia sangat bahagia. Ia nggak mau melepas dress barunya sampai sore dan sangat menikmati makan malam dengan dogfood barunya. Tuhan memang sudah pasti menyayangi makhlukNya, termasuk hewan. Manusia dan hewan memiliki rezeki masing-masing. Semuanya punya berkah, punya cara untuk bahagia. Gue sudah mempercayainya dari dulu, tapi Eris membantu gue lebih memahaminya.
Ah, selamat menikmati hadiah-hadiahmu, Eris. Terima kasih sudah hadir di kehidupan gue :)

blessed girl,

Indi

 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 29 Maret 2014

Gue dan Eris ---si golden retriever kecil--- ada di Spotlite Trans 7! :)


Pada tanggal 20 Maret lalu gue mendapat kejutan yang menyenangkan. Di tengah-tengah pekerjaan di preschool handphone gue nggak berhenti bergetar karena banyak sekali pesan yang masuk. Meskipun penasaran tapi gue baru bisa membukanya di jam makan siang. Ternyata pesan-pesan itu berasal dari teman-teman, pembaca dan beberapa keluarga jauh gue. Kabarnya mereka melihan gue dan Eris (anjing gue) di TV. Wah, gue kebingungan sekali karena gue ingat betul terakhir kali diwawancari media TV itu di tahun lalu, sedangkan di tahun 2014 ini belum pernah. Karena penasaran gue segera menulis status di di twitter dan facebook untuk menanyakan di program apakah mereka melihat gue. Nggak perlu menunggu lama, gue langsung tahu bahwa ada kisah tentang persahabatan gue dan Eris di Spotlite Trans 7. What a nice surprise! :)

Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa di akhir tahun lalu nyawa gue diselamatkan oleh anjing yang sudah gue anggap sahabat, Eris. Ia 'memberitahu' bahwa ada sesuatu yang salah di tubuh gue lewat endusan dan gerakannya yang seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Karena penasaran gue segera memeriksakan diri ke dokter dan ternyata ada tumor di payudara kiri! Berkat Eris tumor gue belum menyebar dan bisa segera diangkat, sehingga gue pun pulih dengan cepat. Gue dan keluarga menganggap Eris pahlawan yang menyelamatkan gue, tapi kami nggak pernah menyangka kisah ini menyebar dengan begitu cepat. Setelah muncul di Vemale.com (baca di sini), kisah kami sekarang muncul di Spotile Trans 7 (Aksi Hebat Manusia dan Hewan).

Senang dan terharu sekali rasanya, semoga kisah ini bisa memberi manfaat bagi yang menyaksikan, terutama perempuan untuk lebih aware dengan tubuhnya. Dan tentu saja agar semua orang yang mempunyai hewan peliharaan semakin menyadari bahwa setiap mahkluk ciptaan Tuhan pasti mempunyai fungsi :)

Video Spotlite bisa ditonton di sini:

woof you little girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Senin, 04 November 2013

Ketika Seekor Anjing Mencium Ada yang Salah Pada Sahabatnya: "Woof, Kamu punya Tumor, Indi!"









Sejak pertama kali Eris hadir di kehidupan gue, gue langsung tahu kami akan menjadi sahabat. Eris selalu ada saat gue senang atau sedih, selalu setia untuk mendengarkan cerita-cerita khayalan yang akan sangat memalukan jika manusia yang mendengar. Setiap kali gue pergi Eris selalu menunggu dengan sabar lalu mengibaskan ekornya dengan riang saat gue kembali. Mengizinkan gue membenamkan wajah di lehernya yang berbulu halus saat gue bersedih. Terkadang ia bahkan menaruh kaki depannya yang besar di pangkuan gue seolah berkata, "Semua akan baik-baik saja."

Tapi gue nggak pernah menyangka bahwa Eris akan menyelamatkan nyawa gue, memberi tahu gue sesuatu sebelum semuanya terlambat...
Beberapa bulan lalu Eris sering sekali mengendus bagian dada gue. Kalau sudah begitu gue hanya tertawa dan berpura-pura mengusirnya sambil bergurau bahwa ia sudah terlalu besar untuk menyusu. Gue nggak menganggapnya serius karena Eris adalah anjing yang jinak. Ia senang menyusup di antara ketiak kalau gue sedang berjongkok, atau mendekatkan kepalanya ke kaki gue kalau sedang berdiri. Tapi lama kelamaan Eris mulai mengendus bagian dada gue secara teratur. Jika gue sedang berjongkok ia akan mendekat dan nggak akan berhenti sampai gue berdiri. Aneh memang, tapi gue pikir mungkin ia mencium bau bekas makan siang gue, karena terkadang ada yang tertumpah.

Lalu gue mulai perhatikan sesuatu: Eris hanya mengendus bagian dada kiri gue! Karena penasaran, sebelum bermain dengan Eris gue memakai baju yang bersih dan mencari tahu apakah ia akan tetap mengendus dada gue. Ternyata pergantian baju nggak mempengaruhinya sama sekali. Eris tetap mengendus dada gue. Bagian kiri!

Gue langsung memeriksa dada kiri gue. Mencari apa yang salah, mencari apa yang Eris cium. Tapi gue nggak menemukan apa-apa, semua normal di mata gue. Nggak ada benjolan, rasa sakit apalagi bau yang menusuk. Gue pun kembali dengan gurauan "Eris mau menyusu" dan pura-pura mengusirnya saat ia mulai mengendus.

Sampai 2 hari yang lalu, pagi-pagi sekali Eris berlari ke arah gue dengan kecepatan penuh. Ia menabrak gue dan berdiri dengan bertumpu pada kaki-kaki belakangnya sementara kaki-kaki depannya ada di dada gue. Ia mengendus dada kiri gue, salah satu kaki depannya mengais-ngais seperti hendak merobek piyama yang gue pakai. Kebingungan. Gue hanya bisa terdiam selama beberapa detik lalu tersadar bahwa Eris mencoba memberi tahu gue sesuatu. Tapi apa? Gue benar-benar bingung.

Dengan terburu-buru gue masuk ke kamar mandi, melepas piyama dan memeriksa dada kiri gue dengan teliti. Selama beberapa menit gue nggak menemukan apa-apa tapi gue terus mencari karena yakin sekali Eris mencoba memberi tahu bahwa ada yang salah. Lalu... Deg! Jantung gue rasanya mau copot. Telunjuk kanan gue menyentuh sesuatu yang keras seperti pantat telur ayam. Gue yakin ada benda asing di dada kiri gue tapi nggak yakin dengan ukurannya. Apa ini? Apakah ini kelenjar yang muncul saat mau menstruasi? Bisa saja. Tapi hati kecil gue tetap nggak tenang. Gue percaya Eris mencium sesuatu!

Gue bekerja seperti biasanya. Nyaris melupakan apa yang gue temukan beberapa jam sebelumnya. Gue sempat memberi tahu tentang benjolan yang gue temukan pada Ibu dan beliau setuju untuk mengantar gue ke dokter sepulang bekerja. Gue juga memberi tahu tentang ini pada beberapa rekan kerja gue, terutama yang sudah mempunyai anak karena mungkin lebih mengerti. Mereka menyarankan gue untuk pergi ke dokter umum karena bisa saja yang gue temukan hanya kelenjar yang nggak berbahaya. 
"Kamu akan bilang apa nanti sama dokter? 'Seekor anjing bilang saya sakit?' ", tanya Miss. Alison dengan logat Inggrisnya. "Itu benar, tapi tentu akan kedengaran aneh sekali." ia menambahkan. 

Tapi gue putuskan untuk melakukannya.
Dengan ditemani Ibu gue berkata pada dokter bahwa Eris mengendus dada kiri gue. Dokter kebingungan tapi tetap memeriksa gue. Setelah beberapa saat ia berhenti, membetulkan letak kacamatanya dan berkata lambat-lambat,
"Ini tumor payudara. Sudah sebesar bola pingpong dan harus di operasi."

Gue terkejut. Tapi entah kenapa gue tersenyum dengan perasaan lega. Gue beruntung mempercayai naluri Eris dan mengalahkan keraguan gue untuk berkata bahwa seekor anjing lah yang memberitahu gue bahwa ada yang salah. Gue benar-benar beruntung. Tuhan sangat menyayangi gue dan memberikan keajaibanNYA lewat Eris. 
Gue beruntung benjolannya masih sebesar bola pingpong, bukan bola kasti.
Gue beruntung yang bersarang di dada kiri gue ini tumor, yang karena cepat terdeteksi belum menjadi kanker.
Gue beruntung mempunyai sahabat sebaik Eris. Karena meski dengan bahasa yang berbeda ia tetap mencoba untuk berbicara pada gue. She's my hero! :)

Terima kasih Tuhan. Terima kasih Eris! :)


woof you,

Indi


________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 05 Oktober 2013

Afternoon with Eris :)



Aku nggak bisa bayangkan bagaimana hidupku kalau tanpa Eris, seekor anjing golden retriever manis berusia 4 tahun. Mungkin setiap hari aku bakal stuck di depan komputer untuk nonton marathon serial The Twilight Zone atau menulis tanpa henti. Kulitku akan pucat dan badanku nggak fit karena nggak pernah beraktivitas di luar ruangan.
Dengan Eris hidupku terasa lebih berwarna dan penuh semangat. Setiap pulang bekerja pasti ia menyambutku dengan kibasan ekor dan wajah lucunya. Membuatku melupakan hari berat dan segera mengganti sepatu dengan sandal untuk bermain lempar tangkap dengannya :)

Beberapa hari yang lalu aku mengabadikan moment bersama Eris. Sore-sore kami bermain di halaman setelah sebelumnya hujan turun cukup lebat. Aku memang hanya merekamnya dengan kamera saku dan agak shaking, tapi gambarnya cukup nyaman dilihat dan yang terpenting berhasil menangkap moment berharga bersamanya. Di video ini kami bermain lempar tangkap dan Eris menunjukkan juga sedikit trik-trik seperti "duduk" dan "masuk".
Eris adalah seekor anjing kecil yang memberikan perubahan besar di hidupku. Selamat menonton videonya dan semoga kalian bisa tersenyum seperti saat gue membuatnya ;)




woofwoof,

Indi&Eris

***
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 22 Juli 2013

Best Friend :)

Best friend. Gue ingin menceritakan tentang teman baik gue. Bukan, ini bukan Dhian yang gue ceritakan di novel "Karena Cinta itu Sempurna" dan film Mika. Tapi ini tentang teman baik yang gue kenal sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu dia masih berusia 9 bulan, tapi bukan berarti sekarang dia masih balita. Dia sudah dewasa. Karena dalam hitungan usianya, teman baik gue ini menua 7 kali lebih cepat dari kita. Dalam hitungan usia manusia dia sudah 28 tahun. Namanya Eris. Dan dia adalah seekor anjing.



Gue ingat pernah berjanji akan menceritakan tentang Eris di blog ini. Tapi setelah memeriksa seluruh entri ternyata gue hanya pernah menceritakannya secara singkat. Padahal kehadiran Eris begitu berarti untuk gue, dan gue sudah tahu dia akan menjadi anjing yang istimewa sejak pertama kali melihatnya. Eris hadir ditengah keluarga gue dengan cara yang nggak diduga-duga. Beberapa bulan sebelumnya keluarga kami baru saja kehilangan Veggie, anjing golden retriever yang sudah kami pelihara sejak usia 1 setengah bulan. Kami nggak berencana untuk memelihara anjing lagi dalam waktu dekat karena masih dalam suasana kehilangan. Veggie adalah anjing bertubuh besar dengan banyak cinta. Sangat playful, cerdas dan menyenangkan. Memelihara anjing lain rasanya akan membuat kami bersedih karena mengingatkan padanya dan ada perasaan nggak rela untuk "menggantikannya". Tapi ada seorang ibu yang baik hati. Beliau mendengar cerita tentang gue dan Veggie lalu memutuskan untuk memberikan salah satu anak anjingnya untuk gue. Gue ragu pada awalnya, tapi beliau berkata bahwa memiliki seekor anjing akan menjadi terapi yang baik bagi jiwa yang bersedih. Maka gue putuskan untuk memberi anjing ini kesempatan, dan segera pergi untuk menjemputnya.

Ditemani Ibu dan Bi Yati gue menjemput Eris di Jakarta. Perjalanan yang melelahkan tapi gue sangat nggak sabar untuk menemuinya. Gue sama sekali belum tahu seperti apa dia terlihat. Pemilik Eris nggak pernah memberikan foto atau menceritakan seperti apa ciri-cirinya. Lucunya gue selalu membayangkan dia sebagai anjing kecil kecil berbulu coklat, entah kenapa sangat berbeda dengan Veggie yang bertubuh besar dan berbulu terang. Ketika sampai, gue langsung mendapatkan kejutan menyenangkan dari Eris. Ada 4 ekor anjing golden retriever di sana, dan salah satunya persis seperti bayangan gue tentang Eris. Tanpa sadar gue langsung berteriak memanggilnya, "Eris... Eris!" dan anjing itu pun berlari menghampiri gue dengan ekor yang berkibas kencang lalu segera menjilati pipi gue dengan antusias. Gue sangat terkejut karena apa yang gue bayangkan menjadi kenyataan. Bukan hanya gue yang terkejut, ibu pemilik Eris pun berkata, "Kok kamu bisa tahu dia yang bernama Eris? Eris juga sepertinya sudah tahu kalau kamu calon tuannya. Ajaib..."
Memang ajaib. Eris seperti menawarkan dirinya untuk menjadi teman baik gue. Sungguh salam perkenalan yang manis.

Eris ternyata sebelumnya sudah akan ada yang membeli. Dia sudah ditawar seharga 4 juta rupiah. Tapi di saat-saat akhir pemilik Eris menolaknya dan merasa bahwa calon pembeli itu bukan rumah yang tepat. Di hari yang sama gue langsung dihubungi karena dianggap sebagai orang yang tepat meskipun belum pernah bertemu sebelumnya. Keyakinan bahwa gue akan menyayangi Eris lah yang membuat pemiliknya menyerahkan dia secara cuma-cuma. Gue benar-benar speechless dan terharu. Berkali-kali gue ucapkan terima kasih, dan 2 jam setelah perpisahan yang penuh haru gue membawa Eris untuk pulang ke rumah barunya.


Segera Eris dan gue menjadi teman baik. Karakternya begitu berbeda dengan Veggie. Dia cenderung kalem, sabar dan menyukai perintah. Tapi justru itulah yang membuatnya istimewa, membuat gue sadar bahwa Eris bukan menggantikan Veggie, tapi menjadi teman dan anggota keluarga baru di rumah. Apapun yang gue lakukan Eris selalu memperhatikan gue dengan penuh minat. Bahkan sekedar menyapu halaman pun terasa luar biasa untuknya. Dia senang mengikuti langkah gue seolah ingin membantu gue menyapu. Lucu sekali. Hanya saja jika sedang mengepel jadi lain cerita karena lantai akan penuh dengan jejak kakinya, hahaha. Sungguh kehadirannya membuat gue merasa hebat, merasa dinanti-nanti dan merasa dibutuhkan setiap hari. Eris sepertinya bisa membaca pikiran gue. Saat gue lelah dia akan duduk disamping gue dan meletakan kepalanya di antara kaki gue dan terus begitu sampai gue memutuskan untuk bergerak. Saat gue berbicara pasti Eris mengangkat kepalanya dan (terlihat) mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Gue nggak yakin apa dia benar-benar mengerti, tapi didengarkan adalah perasaan yang paling baik sedunia.


Beberapa orang menganggap Eris "hanya anjing". Mereka heran mengapa gue mau menghabiskan waktu merawatnya: memberinya makan, menyisir bulunya, membawanya ke dokter jika sakit, membersihkan kotorannya, dan lain-lain padahal pada akhirnya dia akan mati jika waktunya tiba. Well, gue rasa itu komentar yang kasar. Iya, betul, Eris memang "hanya anjing" tapi anjing atau binatang apapun bukan berarti nggak bisa dijadikan teman. Gue nggak pernah memanusiakan Eris. Dia tidur terpisah dengan gue dan makan makanan khusus anjing, tapi dengan menjadi dirinya sendiri justru membuatnya menjadi teman yang sempurna. Apa yang gue lakukan untuknya dibalas dengan cinta tanpa syarat yang akan terus tumbuh sepanjang usianya. Waktu yang gue habiskan nggak ada apa-apanya dibandingkan seluruh keceriaan yang dia bawa untuk gue dan keluarga. Dan gue nggak pernah merasa telah "menghabiskan waktu" untuk merawatnya, gue menikmati setiap detik saat menyisir bulunya malah bahkan saat membersihkan kotorannya.

Jika pemilik lama Eris berkata bahwa anjing adalah terapi yang baik untuk jiwa yang bersedih, menurut gue memiliki Eris lebih dari itu. Eris menjadi terapis yang baik untuk kemampuan bersosialisasi gue. Nggak terhitung berapa banyaknya teman baru yang gue dapatkan karena kehadirannya. Terkadang, jika gue bingung untuk membuka percakapan, gue akan bercerita tentang Eris dan hebatnya selalu berlanjut menjadi percapakan panjang yang seru. Tapi gue rasa setiap pemilik binatang peliharaan akan merasakan hal yang sama dengan gue. Baik itu pemilik kucing, ikan, hamster, burung dan lainnya pasti pernah mengalami diselamatkan dari kecanggungan percakapan oleh mereka, hehehe. Ketika menunggu lama di dokter hewan misalnya, dimulai dengan pertanyaan "berapa usianya?" atau "siapa namanya?" pasti berakhir dengan perkenalan yang manis :) 



Eris sungguh mencintai gue tanpa syarat. Ekornya selalu berkibas dengan apapun yang gue berikan kepadanya. Sebuah tempat tidur sederhana, peralatan mandi yang diturunkan dari Veggie, makanan yang gue sajikan setiap hari... Eris menerima semuanya dengan penuh suka cita, dengan penuh kepercayaan terhadap tuannya, yaitu gue. Meskipun gue menganggapnya sebagai teman baik tapi Eris sangat menghormati gue. Dia nggak pernah mengonggong meskipun gue terlambat memberinya makan karena dia percaya gue pasti nggak akan mengecewakannya. Eris juga mempunyai toleransi yang besar terhadap gue. Beberapa waktu lalu di keningnya ditemukan caplak dan ketika dokter mencoba melepasnya dia marah dan terlihat kesakitan. Tapi dia langsung menerima ketika gue yang mencabutnya dan tetap tenang meskipun rasanya pasti sakit. Cinta Eris yang begitu besar membuat gue belajar untuk membalas cintanya yang tanpa syarat. Eris itu anjing yang istimewa, giginya gingsul dan tubuhnya kecil. Awalnya karena masih berusia 9 bulan gue nggak begitu memperhatikannya, tapi seiring waktu berlalu gue sadar bahwa ukuran badan Eris nggak berubah. Dokter berkata bahwa dia mengalami gangguan penyerapan yang membuat tubuhnya selalu kecil. Bahkan di usianya yang sudah 4 tahun Eris sering disangka anak anjing oleh orang-orang yang pertama kali melihatnya. Awalnya gue sedikit sedih karena dokter berkata lemak di tubuh Eris kurang untuk membuatnya aman mempunyai bayi. Tapi lalu gue mengingat apa yang Eris berikan pada gue. Memilikinya sudah lebih dari cukup, dan anjing yang sehat dan gembira adalah semua yang ingin gue lihat. Bukan anjing yang bertubuh besar atau yang mempunyai bayi. Hanya Eris.


Gue benar-benar menganggap Eris teman yang baik. Dia adalah bagian dari gue dan keluarga, jadi gue heran kenapa ada orang-orang yang memperlakukan anjing dengan semena-mena. Anak anjing memang lucu, tapi itu bukan alasan untuk meninggalkan mereka ketika tumbuh dewasa, menjadikannya anjing liar dan mungkin saja terluka. Memelihara anjing memerlukan komitmen dan gue sedih jika ada yang memelihara mereka hanya dengan alasan "karena mereka lucu" lalu membuangnya begitu saja ketika bosan. Anjing juga makhluk hidup dan tentu saja punya perasaan seperti kita. Iya, memang ---sekali lagi--- gue nggak pernah memanusiakan anjing, tapi jika nggak siap untuk berkomitmen lebih baik jangan putuskan untuk memilikinya. Jika nggak bisa merawatnya dengan baik seenggaknya jangan menyakiti binatang (bukan hanya anjing). Gue sama sekali nggak mendukung anjing yang dipelihara hanya untuk diadu (well, ya ini mengerikan, tapi gue pernah melihatnya sendiri) atau diambil tenaganya saja seperti misalnya menjaga rumah tapi hanya diikat seharian. Anjing adalah binatang yang aktif, mereka butuh aktivitas fisik dan mengikatnya hanya membuat mereka stress dan agresif. Gue heran kenapa pemiliknya nggak mau meluangkan waktu sebentar saja untuk mengajak anjingnya bermain atau berjalan-jalan setelah jasa besar telah mereka berikan. Bukankah rasa aman yang didapatkan jauh lebih berharga daripada apa yang harus pemiliknya lakukan untuk anjingnya?

Gue berusaha melakukan yang terbaik untuk Eris. Merawatnya semampu gue dan membuat sepanjang hidupnya penuh arti. Eris mungkin nggak bisa menjaga rumah, memenangkan dog show atau memberikan gue bayi-bayi yang mungil. Tapi gue menyukai Eris just the way she is seperti dia yang menyukai gue apa adanya. 
Kemarin Eris baru saja grooming sekaligus terapi untuk menghilangkan caplaknya di rumah. Hasilnya memuaskan, satu kali terapi lagi di bulan depan sudah bisa membuatnya benar-benar bersih. Tapi tadi gue putuskan untuk memeriksanya sendiri agar lebih yakin. Eris nampaknya mengerti bahwa hari gue sedang berjalan nggak begitu baik, badan gue sakit dan perut gue terasa mual. Eris menurut dan tetap terdiam berdiri di tempat yang sama, meski gue nggak mengikatnya sementara tangan gue sibuk memeriksa di sela-sela bulunya. Lalu bel berbunyi. Gue langsung bergegas memeriksa siapa yang datang dan meninggalkan Eris dengan sisir dan kotak peralatan yang tergeletak di lantai. Gue pikir, pastilah Eris akan mengacak-acaknya. Tapi ketika gue kembali beberapa menit kemudian, gue terkejut dengan apa yang gue lihat. Gue mulai tertawa geli dan nggak bisa berhenti bilang, "good girl". Karena Eris masih diam di tempat yang sama seperti ketika gue meninggalkannya. Bedanya, posisinya kini menghadap ke pintu seperti menunggu gue datang! Hahaha, ternyata memang betul ya, teman yang baik selalu bisa mencerahkan hari tersuram sekalipun! Woof you Eris girl! :D


blessed girl,

Indi


nb: Novel ke tiga gue berjudul "Guruku Berbulu dan Berekor" berisi tentang kumpulan kisah-kisah manusia dengan binatang peliharaannya. Royalti dari novel ini digunakan untuk membantu binatang-binatang terlantar. Salah satunya disumbangkan ke ARAC (Animal Rescue and Adoption Center) atau AdopsiAnjing.com. Jika teman-teman ingin ikut membantu, silakan beli novel tersebut di Gramedia, Togamas atau melalui Starbooks (SMS/call/WA: 088801889305 atau BBM: 31452D96). Terima kasih :)


Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 29 April 2013

Wonderland di Rumah :)

Selama day off (hari sabtu sampai senin) gue nggak kemana-mana. Seharian cuma di rumah dan outfit yang dipakai pun dari piyama ke piyama. Jadi bangun tidur gue pakai piyama, siangan dikit ganti piyama, mau tidur balik lagi ke piyama, hihihi. Padahal sebelumnya gue dan Ray ada rencana untuk keluar rumah, lho. Ya, sekalian syukuran 5 tahun hubungan kami. Tapi berhubung Ray mendadak sakit, terpaksa jalan-jalannya ditunda dulu. Mungkin karena sudah terlalu ngarep, gue jadi kurang bersemangat di rumah. Bawaanya tidur dan malas-malasan. Kegiatan paling produktif yang gue lakukan cuma sampai mendengarkan Om John ngomong selama 6 jam non stop, hahaha. Dan hari ini, hari terakhir libur, tiba-tiba gue tersadar bahwa gue hampir menyia-nyiakan waktu luang gue! Wah, seharusnya gue nggak membiarkan 1 rencana yang gagal merusak 3 hari yang berharga :)

Gue pun langsung mencari-cari hal apa yang bisa gue lakukan di rumah. Mau bersih-bersih, semua sudah bersih karena meski judulnya "malas-malasan" gue paling anti sama kamar acak-acakan. Mau bikin day spa di rumah, orang tua lagi bekerja. Masa gue harus maskeran sama Eris... Eh, wait! Ngomong-ngomong soal Eris, dia ternyata bisa jadi penyelamat gue, hihihi. Kebetulan hari ini Eris nggak tidur siang, jadi gue ajak saja dia main air sekalian mandi. Sama seperti gue (dan kebanyakan manusia lain sepertinya, lol), Eris senang bermain air, tapi untuk mandi dia agak malas. Jadi biasanya dia hanya duduk seperti patung dan gue bakal kesusahan untuk membilas bagian ekornya, hahaha. Tapi syukurlah, tadi Eris ceria sekali, dari mulai proses main air, mandi sampai gosok gigi dia nggak banyak protes. Sedikit ciprat-ciprat air sih ada, tapi malah segar soalnya gue juga belum mandi :p Waktu bulunya dikeringkan dan disisiri Eris juga menurut. Malah jadi gue yang nggak enak, soalnya karena bulunya tebal prosesnya lumanyan lama, lho... Untuk sentuhan akhir bulu Eris disemprot parfum yang gue beli dari pet shop. Kalau sudah begini gue jadi ingin gigit dia, soalnya aromanya seperti mangga, hihihi. Ternyata memandikan Eris bikin mood gue lebih baik dan nggak sabar melakukan hal lain :D

Si kecil Eris bulunya mau dikeringkan :)
Peralatan "tempur" Eris minus sisir kesanyangannya yang sudah ada sejak zaman Veggie :)


Sore hari, waktu Ibu dan Bapak akhirnya pulang ke rumah, gue bertanya apa mereka membawa camilan karena perut gue terasa lapar. Sayangnya mereka nggak bawa apa-apa kecuali 1 bungkus kue kering yang ternyata di dalamnya ada daging. Gue nggak makan itu karena pesco vegetarian. Lalu gue dengar Ibu bicara pada Bapak, katanya beliau minta dibelikan roti tawar untuk sarapan besok pagi. Tiba-tiba saja gue teringat sesuatu. Gue pernah melihat cara membuat donat ala Mad Hatter dari dongeng Alice in the Wonderland di channel-nya RRcherrypie. Nah, berhubung gue suka sekali dengan Alice in the Wonderland, dan gue juga nggak pandai memasak, maka gue sangat terobsesi dengan resep itu karena tampak sederhana, hehehe. Setelah sekian lama cuma melihat video tutorialnya dan membaca resepnya secara online (resep ini juga bisa ditemukan di The Alice in Wonderland Cookbook: A Culinary Diversion), hari ini akhirnya gue memutuskan untuk membuatnya sendiri secara mendadak :p

Bahan-bahan yang gue butuhnya sudah ada di dapur (ditambah roti tawar yang baru dibeli Bapak). Yang kurang hanya dry wine dan gue memutuskan untuk melewatkan part itu tanpa menggantinya dengan bahan lain. Oh, iya untuk yang belum akrab dengan dongeng Alice in the Wonderland mungkin belum mengenal siapa Mad Hatter. Dia adalah tokoh laki-laki bertopi lucu yang selalu mengadakan pesta di tengah hutan. Sering kali dia menyebut "tea time!" di waktu-waktu yang sangat random. Dan donat adalah satu kesukaannya :) Jadi gue mulai mengumpulkan bahan-bahannya di atas meja dapur: 4 lembar roti tawar, 1 butir telur, 2 sendok minyak goreng dan cokelat tabur. Gue semangat sekali sampai-sampai nggak bisa berhenti tertawa, hehehe.

Tapi lalu gue lupa satu hal: roti yang gue punya bentuknya kotak, sedangkan donat bentuknya bulat dan gue nggak punya cetakan kue. Gue pun sibuk mencari-cari benda apa yang bisa digunakan untuk mencetak. Pakai mangkok, terlalu besar... Tutup cangkir terlalu kecil... Untung saja Bapak memeriksa kulkas dan menemukan sebuah mug punya Puja. Ternyata ukurannya pas. Wah, senang sekali! Dan untuk membuat lubang kecilnya gue menggunakan tutup air mineral. Karena roti yang gue punya tipis, maka gue menumpuknya menjadi 2 supaya tebal mirip donat betulan :) Setelah itu, roti-roti yang bentuknya mirip donat itu gue celupkan ke dalam kocokan telur, dikeringkan, digoreng sebentar, lalu... jadi deh! :) Untuk rasa manis gue tambahkan coklat tabur dan secangkir susu vanila untuk menemaninya. Rasanya ternyata enak, cocok untuk camilan sore dan juga sarapan.


Step by step membuat donat ala Mad Hatter :)
Bentuknya lumayan juga lah ya untuk ukuran pemula :p


Ibu dan Bapak memuji ide kreatif gue (well, ini bukan karya gue sih sebenarnya, lol), lalu dilanjutkan dengan marah-marah karena dapur menjadi acak-acakan, hehehe. Tapi gue nggak sebal, sebaliknya malah senang hari libur terakhir gue terasa berkesan dan produktif. Lucu ya, kadang kita suka lupa pada hal-hal fun di sekitar hanya karena sesuatu nggak berjalan sesuai rencana. Padahal saat kita bersedih atau kecewa dunia masih tetap sama, well at least keadaan di sekitar kita masih tetap sama: Eris masih tetap menggemaskan dan donat Mad Hatter masih tetap lezat. Gue nggak menyesal. Gue hanya berjanji akan berusaha memanfaatkan setiap detik hidup gue. Hari ini gue menemukan wonderland di dalam rumah seperti Alice. Bagaimana dengan kalian? :)

senyum,
Indi

nb: Mohon doanya, besok (selasa 30 April 2013) film MIKA akan diputar di IFF Melbourne Australia :)

facebook: here | twitter: here | contact person: 081322339469

Jumat, 19 Oktober 2012

Eris's Little tricks :)



Eris: "Kita mau ngapain?". Gue: "Gimana kalau buat video?" :)

Tadi siang menjelang sore, sepulang bekerja gue langsung main sama Eris di garasi. Mumpung cuaca sedang cerah, gue minta Bapak untuk merekam kami. Eris menunjukan trik-trik kecilnya di depan kamera. Well, pasti banyak anjing lain yang juga bisa seperti ini, atau malah lebih hebat. Tapi gue tetap bangga dengan anjing kecil yang selalu membawa kebahagiaan ini. Woof you, Eris :) Enjoy the video, guys! :D


Minggu, 03 Juni 2012

Happy Birthday, Our Forever Puppy :)


Welcome, weekend! Welcome, June!
So, how-dy do my reader friends? Semoga semua baik dan happy, ya :D
Di Bulan Juni ini banyak sekali keluarga dan teman gue yang berulang tahun. Hmm, sebenarnya, bukan cuma mereka saja, sih, tapi termasuk gue! Hihihi... Ulang tahun gue jatuh di tanggal 8 nanti, dan gue sudah nggak sabar untuk mewujudkan pesta ulang tahun impian gue :)
Tapi sebelum ulang tahun gue tiba, bulan Mei ditutup dengan ulang tahun salah satu anggota keluarga gue, lho. Tepatnya anjing kesayangan keluarga gue, Eris. Di tanggal 22 Mei lalu, Eris merayakan ulang tahunnya yang ke 3. Wah, waktu rasanya cepat sekali berlalu dan gue masih belum belum sepenuhnya 'sadar' kalau ia bukan lagi puppy, tapi anjing dewasa, hihihi.


my clumsy little girl :)

Gue masih ingat di bulan Februari, waktu Eris masih berusia 9 bulan, ia diserahkan pemiliknya kepada keluarga gue. Iya, diserahkan, secara cuma-cuma. Kisah bagaimana Eris bisa menjadi anggota keluarga kami, menurut gue itu adalah kisah yang sangat ajaib...
Beberapa bulan sebelum kehadiran Eris seluruh keluarga sedang berduka karena kepergian Veggie, anjing golden retriever cerdas yang sudah tinggal bersama kami selama 6 tahun lebih. Waktu itu kami, terlebih gue sama sekali nggak berniat untuk menambah anggota keluarga baru lagi karena takut 'menggantikan' posisi Veggie yang sangat istimewa. Lalu ada seseorang yang menawarkan anjingnya untuk gue adopsi, katanya memelihara anjing itu adalah obat dari kesedihan gue dan keluarga. Awalnya gue ragu, tapi setelah berpikir beberapa hari rasanya ada benarnya juga. Gue nggak boleh berlarut-larut sedih dan menyisakan hati gue untuk anggota keluarga baru.

Akhirnya gue dan Ibu menjemput Eris. Seperti sudah tahu bahwa ia akan diadopsi, Eris langsung berlari ke arah gue dan menjilati pipi gue sampai basah. Ternyata benar, kesedihan gue langsung berkurang berkat sambutan hangat Eris. Dengan perasaan sangat gembira kami membawa Eris pulang ke rumah barunya, ke rumah keluarga gue. Dan tahukah apa yang ajaib? Eris tadinya akan dibeli oleh seseorang seharga 4 juta rupiah, tapi mantan pemiliknya malah memilih menyerahkannya kepada gue dengan cuma-cuma karena ia percaya gue lebih membutuhkan cinta Eris daripada siapapun!...



Eris sangat berbeda dengan Veggie. Veggie badannya besar, berbulu cerah-halus, cerdas dan senang bermain. Sedangkan Eris badannya kecil, berbulu acak-acakan-gelap, sulit mengerti perintah dan pemerhati sejati, nggak terlalu suka bermain. Jujur saja, awalnya gue agak sulit beradaptasi dengan Eris. Toilet training-nya berjalan sangat lambat dan ia juga terlalu ramah bahkan untuk ukuran seekor golden retriever! Eris hampir nggak pernah barking, bahkan terhadap orang asing. Ia bisa mengampiri siapa saja lalu minta dielus dan nggak peduli kalau ada orang masuk ke dalam rumah. Pokoknya Eris itu sangat polos, nggak pernah curiga. Dulu, Veggie cepat sekali mengerti jika diajarkan untuk melakukan trik dan aturan-aturan sederhana, sedangkan Eris, toilet trainingnya saja baru sukses di usia 1 tahun! Hehehe...

Lama kelamaan gue dan keluarga bisa bedaptasi dengan Eris. Kami memulai semuanya dari nol dan mengesampingkan pengetahuan kami tentang anjing. Gue dan keluarga memang cukup berpengalaman dalam memelihara anjing, makanya kami sudah hapal berapa lama waktu yang dibutuhkan anjing untuk belajar. Dan standar waktu kebanyakan anjing nggak berlaku untuk Eris, ia belajar dengan lambat, ia istimewa :)
Gue selalu berusaha untuk sabar pada Eris karena hasilnya selalu sepadan dengan yang gue dapat darinya. Banyak pengalaman lucu bersamanya yang kebanyakan nggak Eris sengaja. Misalnya saja Eris sedang diajari main lempar-tangkap, ia ternyata nggak mengerti harus bagaimana. Jadi ia membawa bolanya sampai jauh dan menaruhnya sangat jauh dari gue, bukannya dikembalikan lagi, hihihi. Atau waktu gue ajari untuk membuka pinta kandang sendiri. Gue memancingnya dengan mangkuk minuman di dalamnya, tapi bukannya berusaha Eris malah meminum air dari ember pel! Hahahaha. She's so clumsy!



sweet treat for the whole family :)


Kado untuk Eris! :)

Dan di ulang tahunnya yang ke 3 gue memberikan sedikit pesta kecil untuk Eris. Gue membeli kue tart untuknya dan kue-kue kecil untuk seisi rumah. Nggak lupa satu kaleng dog food kesukaannya yang sudah gue hias dengan pita sebagai kado. Eris mungkin nggak mengerti dengan apa yang gue lalukan untuknya, tapi ini juga sebagai pengingat keluarga kami bahwa Eris sudah 3 tahun bersama kami, dan kami banyak belajar darinya. Karena Eris gue belajar untuk bersabar dan untuk santai sedikit jika nggak bisa melakukan sesuatu. Tunggu saja, dan berusaha, nanti juga bisa. Seperti Eris :) Dan Eris juga mengajarkan keluarga kami untuk membuka hati dan menerimanya sebagai keluarga baru. Bukan untuk pengganti Veggie, tapi menjadi bagian keluarga bersama dengan Veggie, seperti seekor adik kecil. Jika kami mempunyai cinta yang sangat banyak untuk Veggie, kami nggak perlu menaruhnya dan membiarkannya terpendam. Tapi kami bisa memberikannya kepada Eris, seperti ia mencintai keluarga kami meski harus berpisah dari keluarga lamanya :)



So, happy birthday our forever puppy, Eris. We're really happy and glad to have you! *kisses*


I woof you, Eris,

Indi
______________________________________________
Contact Me? HERE and HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.