Tampilkan postingan dengan label Cake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cake. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Senin, 24 Oktober 2011

Review: Hanake Shop, and Happy Birthday to Our Two Lovely Men :D


Yaiy, it's Monday already! Jujur saja, kemarin itu rasanya jadi weekend yang supeeeeer cepat! Aku nggak bilang ini jelek. Karena dengan segala kebahagiaan yang aku dapat, rasa lelah, sedikit pusing dan kurang tidur rasanya nggak tepat untuk dijadikan komplain ;)

Oktober selalu jadi bulan yang sibuk. Dua laki-laki di keluargaku berulang tahun, dan kami sekeluarga selalu bersemangat dengan ulang tahun, hehehe. Jadi bisa dibayangkan dua kali memberi ucapan selamat, dua kali memberi kado dan dua kali makan kue tart. So excited.... and busy!
Tapi tahun ini agak berbeda, dua laki-laki kesayangan kami ---Bapak dan Puja--- harus puas dengan perayaan yang super cepat dan sangat sangat sangat sederhana. Well, sebetulnya setiap tahun kami memang selalu rayakan dengan sederhana (hanya berkumpul di depan kue tart dan tiup lilin), tapi tahun ini kami nyaris melupakan ulang tahun Bapak...

Seperti yang aku ceritakan di dua post sebelumnya, operasi impaksiku bikin seluruh penghuni rumah repot (Eris bahkan jadi 'korban' karena tanpaku nggak ada yang menyisir bulunya, lol) dan gawatnya nggak ada seorangpun yang ingat kalau 1 hari setelah operasi adalah ulang tahun Bapak! Well... sebetulnya aku ingat, tapi nggak tahu kenapa selalu lupa untuk mengucapkan selamat. Rasanya aku nggak pantas lagi dipanggil "daddy's little girl" yang selalu perhatian dengan ulang tahun Bapak :(
Untunglah tanggal 22 kemarin aku berkesempatan untuk menebus kecerobohanku. Aku dan Ray punya ide memberikan sedikit surprise untuk ulang tahun Bapak yang terlambat dan ulang tahun Puja yang jatuh tepat di tanggal 22. Sepulang dari kantor Ray membeli kue tart untuk mereka berdua. Nggak besar dan hanya satu, tapi aku rasa bisa memberikan simbol "ulang tahun" di bulan Oktober ini :)

Benar saja, Bapak dan Puja senang sekali. Apalagi Puja, karena dia nggak menyangka ada kue tart di rumah. Tadinya sepulang dari latihan Muay Thai Puja akan langsung tidur, tapi karena ada kue tart, kami sekeluarga bangun sampai larut untuk makan kue bersama, hihihi. Termasuk Ibu yang biasanya menolak kalau diajak makan larut malam. What a beautiful night :)

Kue tart yang dibelikan Ray untuk Bapak dan Puja :)

Daddy and the cake!! :D

Cool T shirt, kado untuk Puja dari Iie :)


Meskipun yang berulang tahun adalah Bapak dan Puja, dua laki-laki jagoan di rumah, tapi yang dapat hadiah justru aku. Sepulang latihan Muay Thai Puja membelikan aku Milo Dinosaurus yang ternyata ada kisah lucu di baliknya. Jadi Puja bilang kalau di dalam gelas Milo seharusnya diberi buah leci, tapi karena kehabisan penjualnya mengganti dengan buah lengkeng (yang menurutku jauh banget dari leci ke lengkeng, hehehe). Harganya cukup mahal, untuk 1 gelas standar dihargai Rp. 11.000. Nah, karena penasaran dengan rasanya langsung saja aku sedot banyak-banyak tanpa icip-icip dulu. Setelah menghabiskan setengah gelas aku baru sadar kalau belum menemukan satupun buah leci atau lengkeng. Yang ada cuma setumpuk es batu berbentuk abstrak. Langsung saja aku ajak Puja untuk 'menggali' sampai dasar gelas. Dan ternyata hasilnya memang nggak ada apa-apa di sana! Ya, Tuhan Puja tertipu! Dia membayar Rp. 11.000 untuk satu gelas Milo polos, hahahaha...

Gagal dengan Milo Dinosaurus aku masih punya kado lain, Bapak ternyata lagi dalam mood untuk ambil foto-fotoku :) Beliau bertanya apa aku mau difoto. Nah, kebetulan aku baru selesai mandi sore, jadi langsung saja aku iya-kan, hihihihi. Oya, beberapa hari sebelumnya aku menerima paket dari Karina, owner dari Hanake Shop. Isinya dua buah cincin yang super cute. Love them, cocok sekali untuk dipadukan dengan outfit formal atau semi formal. Untuk teman-teman yang mau melihat-lihat koleksinya bisa langsung kontak Karina DI SINI atau DI SINI :)


Dua buah cincin yang super cute dari Hanake Shop! :)

 


OOTD: Hairband: BIP | Dress: Thai Princess from Toko Kecil Indi | Rings: Hanake Shop | Shoes: Giovanni




Begitulah, akhirnya Oktober tetap menjadi 'Oktober kami' meskipun sedikit berbeda. Aku bersyukur selalu bisa merayakan (atau sebut saja memperingati) moment-moment kecil di keluarga kami dengan sederhana namun berkesan. Really blessed to have them in my life, my lovely Daddy, my brother and also my wonderful Mom.
"Selamat ulang tahun Bapak dan Puja, semoga kalian selalu sehat dan bahagia. Please, please, be there for me forever. Amen...".


proud daughter and sister,

Indi

Rabu, 07 September 2011

Selamat Hari Lahir, Indi... :)




30 Agustus 2011

Waktu kecil, aku nggak mengerti kenapa dalam 1 tahun aku berulang tahun sebanyak dua kali. Yang aku tahu cuma; aku senang dapat kue, kado dan pelukan lebih banyak daripada saudara atau teman-temanku. Nenek bilang itu karena aku istimewa. Aku percaya meski nggak tahu apa maksud nenek bilang aku begitu.

Seiiring berjalannya waktu, aku mengerti apa yang nenek maksud. Menurut Ibu aku dulu dilahirkan lebih cepat dari prediksi dokter. Seharusnya di waktu aku lahir sudah ada dokter yang siap membantu. Tapi ternyata aku lahir di saat semua dokter libur bekerja. Iya, aku lahir di malam takbiran di mana hampir semua orang sibuk mempersiapkan Lebaran!
Bapak yang waktu itu masih sangat muda panik menghadapi Ibu yang akan melahirkan. Bukannya mencari dokter yang kemungkinan ada di rumah, tapi beliau malah membawa Ibu ke rumah mertuanya alias calon Nenek-Kakekku! Hehehehe. Beruntung Nenek lebih tanggap dan segera membawa Ibu ke bidan. Memang waktu itu sudah tutup, tapi karena masih kerabat akhirnya aku bisa lahir di sana dengan selamat dan besar: 2,95 kg dan 51 cm. Syukurlah :)

Aku bertanya pada bapak bagaimana suasana ketika aku dilahirkan dulu. "Penuh kebahagiaan tapi juga menegangkan," itu katanya. "Lehermu terlilit tali pusat--- jadi sudah langsung bikin Ibu histeris".
Wah, jadi begitu. Sungguh besar sekali perjuangan Ibu dan juga Bapak, Nenek dan Kakek ketika aku dilahirkan...


The “birthday” girl.


Tahun ini juga sama seperti di tahun-tahun yang sebelumnya. Keluargaku berkumpul di malam Lebaran dan mengulang cerita tentang "bagaimana aku dilahirkan". Di tahun ini aku memutuskan untuk memberi kado kecil pada anggota keluarga lain yang selalu memberikan selamat dan doa saat aku berulang tahun, bahkan di ulang tahun kedua sekalipun.
Untuk  sepupu-sepupu yang masih kecil aku beri mereka goodie bag dengan gambar yang lucu-lucu. Untuk anak perempuan bergambar Princess dan untuk anak laki-laki bergambar Ben 10. Isinya bermacam-macam, sesuai dengan usia mereka. Beberapa mendapat tas sekolah dan beberapa lagi mendapat pernak-pernik untuk kebutuhan sehari-hari seperti celengan dan kotak makan siang. Sedangkan untuk Ibu, Bapak dan saudara-saudaraku yang lebih tua mendapat cokelat dengan berbagai bentuk. Dan terakhir, untuk Nenek yang sangat berjasa membawa Ibu ke bidan, hehehe, beliau mendapat scraft sederhana. Semoga mereka semua suka dan rasa terima kasihku bisa tersampaikan, amen :)

Dan ada satu hal lagi yang berbeda dari tahun ini. Seorang blogger baik hati yangku panggil Bunda Dien memberikanku sebuah bantal owl yang sangat lucu! Aku sangat suka dengan bantalnya dan langsung memajangnya di tempat tidur. Terima kasih banyak ya, Bunda. Meski kita belum pernah bertemu tapi aku merasa punya saudara jauh yang menyayangiku :) Hug Bunda! :)


Outfit: Orange's Cape (Toko Kecil Indi), Dress (Paberik Bajoe), Hairband (CandyButton), Flip-flop (Crocs).




 




Sweets for the adults, goodie bags for the kids and scarf for my grandma. Cake by “Canary”.




Bantal Owl cantik dari Kreasi CantiQ yang menghiasi tempat tidurku :)


Begitulah ulang tahun keduaku tahun ini. Aku bukan hanya merasa istimewa, tapi aku tahu kalau aku betul-betul istimewa seperti yang Nenek bilang. Aku dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan mendukungku selalu. Mungkin bagi beberapa orang moment sebuah kelahiran adalah proses biasa yang nggak perlu diperingati setiap tahun. Tapi menurut keluargaku, sebuah kelahiran adalah istimewa; setiap tahun (aku lahir tanggal 8 Juni) kami memperingati untuk selalu mengingatkanku, betapa aku dulu diharapkan dan dinantikan. Juga untuk selalu mengingat bahwa bukan hanya Ibu yang berjuang ketika melahirkanku, tapi seluruh keluargaku.
Dan aku setuju, moment seperti ini memang layak untuk diingat, selalu diingat. I'm so blessed to have them, dan aku akan selalu menyayangi mereka sama banyak. Sebanyak yang bisa aku berikan meski mungkin nggak akan pernah sebanyak yang aku terima.

Ibu, Bapak... Nenek dan juga Kakek, terima kasih sudah menjemputku dan menyambutku ke dunia. Tuhan... terima kasih sudah memberiku hidup.... Thank You for blessing me this much... :)



kisses,
Indi



Sabtu, 07 Mei 2011

Celebrate my "Achievements" :)




7 Mei 2011, hari Sabtu

Bagi orang lain apa yang sudah aku capai sekarang mungkin belum seberapa. Tapi aku bangga karena melakukannya dengan usaha, doa dan dukungan dari orang-orang yang aku sayang. Dan hari ini aku putuskan untuk sedikit berbagi kebahagiaan dengan mereka, karena tanpa mereka aku bukan apa-apa :)

- novel pertamaku "Waktu Aku sama Mika" cetak ulang 5 kali sejak 2009 sampai sekarang.
- novel keduaku "Karena Cinta itu Sempurna" cetak ulang 2 kali sejak (belum) 1 bulan diterbitkan.
- sedang menulis novel ketiga.
- sedang "membuat" project (it's the "big" one, btw) yang akan selesai bulan Desember 2011.

Thank God... dan thanks untuk semua yang sudah mendukung dan mencintaiku tanpa syarat. I'm nothing without you, guys ♥

-Indi-


The Cakes

Cake “Karena Cinta Itu Sempurna”.


“It’s on the BIG Screen!” (Apa hayoooo?).


Suatu hari pengen punya film seabadi Warkop, hahaha :D



Posing with the cakes




The Foods

Spaghetti, salad and coke.



The Guests





THE GIFTS! :D

Headbands dari Cut Hanna.
Bows bags dari Ibu.


CC’s bag juga dari Ibu. 


Nail polishes dari Ray.





I'm seriously blessed! Thank God, thank God :)

xo,
INDI



Special thanks to DARA from The Dreams cake for these amazing cupcakes and cake.

Rabu, 23 Maret 2011

Selamat Ulang Tahun ke 17, Dija :)

23 Maret jam 12 pagi lewat sedikit, aku menulis surat ini. Bukan supaya jadi yang pertama membuat, tapi aku sudah berjanji untuk membuatkan sesuatu yang istimewa untuknya. Supaya ia tahu bahwa ia memang begitu. Ia memang istimewa...



Dija waktu bayi. Ini foto yang buat aku jatuh cinta :)


Kue dan kartu ucapan khusus untuk Dija.


Ultah untuk Dija. Aku dandan khusus untuk Dija, lho :)

 


Dija sayang,
Apa kabar? Sedang apa? Tebakanku pasti kamu sedang pakai gaun cantik, ya? Siapa yang menunggumu di pintu? Hayooo, pacarmu, ya? Sudah kamu kenalkan sama tante Elsa belum?

Aku sekarang sedang pandangi fotomu waktu kecil lho. Iya, kamu. Dija yang sekarang sudah besar ini, di foto sedang berbaring. Tanganmu kecil sekali, kakimu juga. Di kepalamu hanya ada sedikit rambut dan kamu cuma pakai popok. Aku bisa lihat kulitmu masih merah dan halus.
Mungkin kamu lupa, bahkan tidak tahu. Foto inilah yang membuatku jatuh cinta. Rasanya aku sedang melihat malaikat kecil yang baru diantar dari surga. Kamu manis sekali. Kamu membuatku jatuh cinta sejak pandangan pertama...

Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Aku hampir tidak percaya, Dija yang dulu mungil sekarang sudah 17 tahun. Seperti ulang tahunmu yang sebelum, sebelum, sebelumnya lagi, ulang tahun kali ini sama istimewanya. Kamu tahu kenapa? Karena setiap usiamu bertambah itu artinya Tuhan sedang menunjukkan kasih sayangNya. Memberimu kesempatan untuk hidup dan menikmati kasih sayang orang-orang disekitarmu lebih lama lagi. Oh, iya aku hampir lupa menyebutkan. Sejak pertama aku melihatmu, aku langsung tahu bahwa kamu istimewa. Elsa--tantemu--bilang kamu hanya pernah bertemu Ibu satu kali saja. Aku memang tidak tahu rasanya, tapi aku tahu itu pasti tidak mudah. Dan kamu sangat hebat bisa melewatinya dengan penuh senyum. Kamu MEMANG istimewa Dija :)

Sekarang kamu sudah dewasa. Kamu pasti sudah mengerti bahwa setiap bayi perempuan dan bayi laki -laki dilahirkan ke dunia dalam keadaan berbeda. Beberapa memiliki orang tua yang lengkap, beberapa lagi hanya memiliki salah satu, bahkan sisanya hanya sendirian, tidak punya siapa-siapa. Dan kamu Dija, kamu sangat beruntung. Kalau kamu pernah mendengar lagu "Too much love will kill you" (coba tanya tante Elsa kalau kamu tidak tahu lagunya), kamu sekarang bisa bilang dengan lantang kalau lagu itu salah. Karena sebetulnya banyak cinta malah membuatmu tumbuh. Membuatmu lebih berani dan kuat. Kamu MEMANG beruntung :)



Selamat ulang tahun, Dija. Semoga tante Elsa tidak lupa memberikan suratku padamu. Dan semoga, ia juga tidak lupa untuk menunjukkan foto-foto yang aku kirim untukmu. Semoga suatu hari tidak sekedar foto, ya, tapi aku bisa memberimu kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun langsung padamu (aku membeli kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun sepulang les tadi, ini betul-betul khusus untukmu, lho Dija).
Sekali lagi, selamat ulang tahun. Doa terbaik dariku. Aku yakin kamu pasti bisa melewati usia 17 tahun dengan baik dan penuh kasih. Ibumu pasti bangga dan sedang terseyum di surga sana melihatmu tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan manis :)


peluk dan cium,

xoxo

(Tante Indi)


nb: Dija, mungkin kamu tidak ingat ini, tapi dulu kamu selalu panggil aku "tante". Kamu tahu sesuatu? Kamulah orang pertama yang memanggilku seperti itu meskipun aku punya banyak keponakan. Itu membuatku merasa istimewa dan dekat denganmu, Dija. Panggil aku "Tante Indi" selalu ya, sayang :)

Selasa, 15 Februari 2011

Happy birthday, Mommy :)





Ini sedikit telat, tapi tanggal 10 Februari lalu nyokap---yang biasa aku panggil Ibu---ulang tahun.
Kata orang, aku seperti versi mininya Ibu. Secara fisik kami sama-sama berkulit putih, sipit dan punya rambut tebal lurus. Kami juga sama-sama suka dunia fashion, Ibu suka merancang baju dan aku sering jadi modelnya Ibu, sampai-sampai aku ikut "tertular" merancang baju :)

Tapi tetap saja kami dua manusia yang berbeda. Karakter kami berlainan 180 derajat. Ibu orangnya cenderung serius, jarang berimajinasi dan supel. Sedangkan aku, aku seperti gadis kecil yang terperangkap dalam tubuh gadis dewasa, suka berimajinasi, terkadang naif dan sering kesulitan kalau bertemu dengan orang baru.



Ibu dan aku di butiknya :)

Keluarga kami.



Kami kadang berselisih paham. Kami kadang nggak saling bicara untuk beberapa jam. Kami kadang saling memasang wajah cemberut. Tapi kami saling mencintai. Terlebih, aku mencintainya. Sangat!

Kami sering tertawa bersama. Kami sering bergosip bersama. Kami sering "naksir" laki-laki yang sama. Kami sering merancang baju bersama. Kami bersenang-senang bersama. Sering kali!

Aku dan Ibu nggak selalu bisa saling baca pikiran, terkadang perbedaan usia membuatku harus menjelaskan apa yang aku maksud dengan lebih detail. Begitu juga Ibu, terkadang ia harus berbicara agak tegas supaya aku mengerti apa yang ia maksud dan---tentu saja---membuatku teringat bahwa ia lahir lebih dulu, bahwa ia lebih tahu...


Ibu: "Tadi les bahasa Inggris belajar apa saja, Kak?"
Aku: "Aku belajar di Lab, nonton DVD tanpa text Inggris dan harus mengerti".
Ibu: "Apa? Kalau yang seperti itu bukannya kamu sudah sering di rumah???"
Aku: *dalem hati: "Yah, itu mah namanya aku nonton DVD bajakan kali, Bu..."*

Atau,

Ibu: "Jadi anak perempuan, kalau lagi datang bulan jangan kebanyakan tiduran. Masa dari pagi sampai siang belum bangun-bangun, nanti tembus, lho".
Aku: "Iya, Bu". (sambil terus tidur-tiduran di karpet sambil ngemil Oreo).
Ibu: "Kok masih tiduran juga? Masih muda sudah pemalas, apalagi nanti".
Aku: "Iya, Bu, sebentar lagi nanggung". (sambil pindah-pindahin saluran TV cari film kartun).
Ibu: "Kakak! Bangun dulu sebentar, lihat tuh celana kamu kaya apa!"
Aku: "Apa? Nggak apa-apa, kok..." (sambil cepet-cepet bangun, kabur ke kamar mandi dan nutupin celana yang penuh noda sampai batas paha).


Aku mengenal Ibu sejak aku lahir. Ia yang mengajarkanku bagaimana cara untuk bertahan di tengah-tengah dunia yang kadang nggak ramah. Ia orang pertama yang aku ajak bicara tentang laki-laki yang aku taksir. Ia juga orang pertama yang mengajarkanku cara berdebat, mengatakan tidak dan merengek sampai menangis...
Terkadang aku memanggilnya "Boss" kalau lagi kesal. Tekadang Ibu memanggil dengan nama depanku kalau lagi jengkel. Tapi---sekali lagi--- kami saling mencintai. Sungguh, sangat.

Seperti suatu hari di ulang tahunku beberapa tahun lalu...

Ibu: (mengetuk kamarku lalu membuka pintunya pelan-pelan) "Kak, tahun ini ulang tahunnya nggak ada kue, ya. Ibu sama Bapak lagi nggak ada budget. Tapi ini ada uang untuk beli pizza, kamu nanti telepon Pizza Hut saja dan pilih mana yang kamu suka".
Aku: (nahan nangis, minta Ibu keluar kamar dan tutup pintunya rapat-rapat).


Waktu itu aku nggak bisa menahan haru. Aku terharu Ibu masih berniat menggantikan kue dengan pizza di saat yang lagi sulit. Aku tahu tindakanku yang "mengusir" Ibu berkesan kasar dan menimbulkan salah paham. Tapi aku nggak mau ia lihat aku nangis. Sampai akhirnya, keesokan harinya, waktu aku bangun tidur aku betul-betul nangis di depan Ibu. Ia membelikanku kue! Katanya Ibu takut membuatku kecewa semalam...

Dan, 10 Februari 2011, Ibu ulang tahun. Aku nggak bisa kasih apa-apa selain kue kecil dengan lilin sisa tahun lalu. Itupun hasil patungan dengan Ray (yang sampai sekarang belum aku ganti---mungkin nggak akan pernah---). Aku kasih kuenya waktu Ibu nonton TV dan ia pikir aku lupa dengan ultahnya. Ibu bahagia sekali. Ia meniup lilinnya dengan bangga dan mengajakku, Adik dan Bapak untuk berfoto bersama.
Seharian Ibu tersenyum. Aku kagum betapa mudahnya membuat ia tersenyum dan berbahagia. Cuma sebuah kejutan kecil... Kejutan kecil yang nggak ada apa-apanya dibandingkan kerepotan mengurus aku selama 24 tahun!





Happy birthday Mommy,
Terima kasih sudah menjadi parner seumur hidupku untuk berdebat, bergosip dan menjadi guru yang paling hebat.
Aku sayang Ibu selalu, selalu, selalu. Sampai kapanpun. Kalau aku menikah nanti aku tetap mengunjungi Ibu, setiap natal, setiap tahun baru, setiap lebaran, setiap nyepi, setiap hanukah, setiap paskah, setiap waisak, setiap... setiap hari raya apapun, Bu, aku pasti akan datang!

salam sayang,
Kakak Indi


nb: Kalau nanti aku datangnya setiap hari, boleh nggak?...