Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2020

Kapan Harus Menikah?

Yay, aku kembali! ---Well, semoga saja aku benar-benar "kembali" aktif menulis di sini, ya. Bukan balik sebentar terus menghilang lagi, ahahaha. Buatku rajin menulis itu murni agar otakku tetap aktif, juga agar ada dokumentasi perjalanan hidupku karena nggak semua hal bisa diabadikan dengan foto. Kalau ada yang membaca aku senang, tapi kalau pun nggak itu bukan masalah. Nggak akan aku jadikan alasan untuk stop menulis. Lalu, kemana sajakah aku selama 4 bulan terakhir? Jawabannya cukup complicated. Pertama, aku malas. Iya, setelah pindah ke rumah baru semenjak menikah segala "setting" berubah. Ada space khusus untukku menulis di sini, kamar kecil lengkap dengan meja dan kursinya. Tapi aku belum terbiasa, karena meski suasana di sini nyaman tapi tetap saja aku perlu adaptasi. Dan untuk mengatasinya aku kurang bijak. Alih-alih mencoba, aku malah lebih rajin baca buku atau menonton film sekarang, hahaha. Dan kedua, laptopku yang memang usianya sudah tua semakin sulit untuk digunakan. Frekuensi tiba-tiba mati karena over heatnya semakin sering, lemotnya semakin luar biasa. Akhirnya aku jadi lebih sering bermain dengan laptopnya Shane, ---tapi bukan untuk menulis. Bersyukur kemarin aku dapat laptop "baru". ---Bukan model baru maksudnya, ini model sudah lumayan jadul tapi ini waaaay better dari laptop lamaku. Seharusnya alasanku untuk "malas" jadi berkurang, dong sekarang. Kita lihat saja sama-sama, ya! Hahaha :p

By the way, aku mau cerita soal sesuatu yang sebenarnya sudah lama aku rencanakan. Tapi karena alasan yang aku sebutkan di atas, dan somehow lupa terus, akhirnya malah nggak jadi-jadi. Aku rasa sekarang waktu yang tepat karena sahabatku, Rifa baru saja menikah (sebelum pandemik yang terjadi sekarang ini, ---Oh, God please lindungi kami semua). Yup, aku mau membahas soal pernikahan. Kalau soal "acara" pernikahanku dan Shane sih sudah pernah ya, yang sekarang mau kubahas itu tentang my thought about getting married. Mungkin  teman-teman yang sering membaca blog ini dari dulu tahu kalau aku nggak pernah membahas soal rencana menikah, meskipun saat itu aku punya long term boyfriend, ---delapan tahun. Well, itu karena aku nggak pernah punya rencana menikah muda dan nggak punya target usia kapan harus menikah. Aku adalah tipe orang yang let it flow. Kalau cocok ayo jalani, kalau nggak ya sudah tinggalkan. Nggak ada dalam kamusku "sia-sia" atau "buang waktu" hanya karena suatu hubungan nggak berakhir di pernikahan. Buatku pernikahan itu perjalanan, bukan sebuah goal yang tiap orang HARUS mengalaminya.

Balik lagi ke sahabatku, Rifa. Kami sangat dekat, dengannya aku bisa bercerita apa saja. Begitu juga sebaliknya. Tapi bukan berarti kami selalu "setuju" dalam segala hal. Apa yang aku yakini, sukai, nggak selalu sama dengan Rifa. Dan untuk kami itu bukan masalah :) Berbeda denganku, Rifa selalu ingin menikah, menjadi seorang istri dan ibu. Pokoknya setiap kali berhubungan dengan laki-laki, tujuannya untuk menikah dan ingin langsung punya anak. Tentu aku sangat mendukung goalnya ini meski nggak sejalan denganku. Setiap kali ia dekat dengan seseorang, aku selalu dengan excited bertanya tentang kelanjutannya. Rifa sangat "pandai" berandai-andai, dengan lancar ia bercerita bagaimana kehidupan pernikahannya kelak dan itu membuatku ikut bahagia :D Sampai-sampai kubilang kalau ingin ia yang menikah duluan suatu hari, hahaha.

Tapi ternyata realitanya berbeda, akulah yang menikah lebih dulu. ---Dengan sahabat sendiri yang sebelumnya nggak pernah aku gembar-gemborkan. Pacaran yang singkat, tanpa tunangan, tanpa resepsi. Buru-buru? Nop. Aku menikah karena aku TAHU sudah tiba waktu yang tepat. Tentu pernikahanku mengejutkan banyak orang, termasuk Rifa (bahkan beberapa anggota keluargaku). Memang serba salah, ya. Mendadak menikah bikin gempar, eh santai nggak nikah-nikah malah ditanya melulu, lol. Orangtuaku menikah di usia yang secara umum dianggap muda. ---Aku bilang dianggap karena muda itu relatif. Misalnya, menurutku menikah usia 35 itu masih muda, tapi ada juga orang yang bilang telat, ---yang mana aku sangat nggak suka dengan istilah "telat nikah". There's no such thing as that, lah. Katanya kalau usiaku sekian harus sudah menikah, biar pas umurnya, biar ini, biar itu, biar masih cantik, biar punya anaknya belum terlalu tua, bla bla blaaaa... I called that BS! Beruntungnya aku dibesarkan oleh orangtua yang sangat suportif open minded. Sama sepertiku, mereka juga berpendapat kalau nggak ada patokan usia kapan manusia harus menikah. Kalau sudah siap dan mau menikah ya silakan, tapi kalau nggak siap (atau malah nggak mau) ya sudah. Dorongan-dorongan dari luar bisa berbahaya karena bisa membuat toxic marriage. Just imagine, kamu sebenarnya nggak mau menikah, tapi demi "menyenangkan" orang lain kamu menjalaninya dengan setengah hati. Your happiness matter, buddy!

Waktu Rifa menikah, aku bahagia sekali. Aku tahu ini sudah lama ia impikan, dan aku tahu kalau ia memang sudah SIAP. Keinginan ini datang dari dirinya sendiri, setelah menemukan laki-laki yang tepat ia nggak mau menunggu lama. Ini menjadikan moment pernikahannya nggak cuma istimewa buatnya, tapi juga untukku. Aku datang jauh-jauh bersama Shane dan juga Bapak dari Bandung ke resepsinya di Purwakarta. Her face... ia terlihat sumringah dan bersemangat. Aku dan Shane sampai hampir nggak mengenalinya karena ia terlihat cantik dengan gaun lebarnya.
Waktu aku mengetik ini I miss her so darn much, seperti yang kubilang, kami bersahabat tapi aku dan Rifa "nggak sama". Setelah menikah ia berfokus dengan rumah tangganya, waktu untuk teman-temannya banyak berkurang, ---termasuk denganku. Sementara aku, setelah menikah nggak ada yang berubah. Aku masih hangout dengan teman-teman sebanyak sebelumnya, ---malah lebih seru karena Shane juga ikut. Tapi lagi-lagi, buatku itu nggak masalah. Setiap orang boleh menentukan pilihannya dan saat nggak sesuai denganku bukan berarti harus memusuhi. Setiap rumah tangga bekerja dengan cara yang berbeda-beda ;)

Pengantin yang berbahagia, Rifa dan Robby :)

Kemeja yang Shane pakai adalah hadiah dariku (dibuatkan oleh Ibu) waktu kami masih berteman dan belum pernah bertemu langsung. Shane juga waktu itu mengirimiku hadiah ukulele, Tascam dan banyak lainnya :)

Jadi kapan dong usia yang tepat untuk menikah menurutku? NGGAK ADA. Pernikahan itu bukan perlombaan. Manusia boleh menikah kapanpun (asal cukup umur, siap mental dan finansial) atau malah nggak menikah sama sekali. Keinginan dan goal hidup setiap orang itu berbeda. Jangan lupa kalau kadang usia juga nggak berarti apa-apa. Bisa saja yang berusia 25 tahun lebih siap (dan lebih ingin) untuk menikah dibandingkan temannya yang berusia 40 tahun.
Dan well, sekarang bulan puasa sebentar lagi Lebaran tiba. Kalau nih... kalau-kalau saja corona sudah pergi dan kita punya kesempatan buat kumpul-kumpul, please stop bertanya "Kapan nikah?" (dan 'kapan-kapan' yang lain seperti tentang anak, pekerjaan, etc). Itu bukan urusanmu. Jangan sampai pertanyaan-pertanyaan basa-basi yang basi itu malah jadi beban atau malah melahirkan pernikahan yang terpaksa. Aku nggak becanda, ada kenalanku (masih kerabat sih...) yang akhirnya menikah karena bosan ditanya terus. Padahal ia mengaku kalau ia nggak cinta sama istrinya. Dan sekarang, guess what?! Ia berencana punya anak. Kenapa? Karena cape ditanya melulu! See that, ia (dan istri dan anak kelak) adalah korban dari pertanyaan basi tersebut. Bagus kalau pada akhirnya mereka bisa cope with the situation dan menjalani pernikahan yang tulus. Nah kalau nggak? Mau disalahkan? Ah, aku jamin paling orang-orang yang nanya melulu itu langsung ngeles dengan bilang, "Kan gue cuma nanya."
Kan somplak.


yang waktu itu menikah karena (akhirnya) ingin,

Indi


Update: Di tahun 2022, Robby, suami Rifa sadly passed away… Mereka dikaruniai satu anak perempuan yang cantik dan menggemaskan. Aku, Shane dan keluarga turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Rifa dan putrinya selalu dalam lindungan Tuhan. Amin…

---------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 10 November 2018

Indi Kembali saat Halloween! :)

Ini beneran bulan November? Ya, ampun tahun 2018 sudah mau lewat tapi tulisanku di sini cuma berapa biji? :') Hahaha. Dulu, waktu pertama kali bikin blog tujuanku buat menyimpan kenangan atau pengalaman. Iya sih foto dan video bagus buat menyimpan memory, tapi buatku tulisan punya keistimewaan tersendiri karena yang tersimpan bakal dari sudut pandangku :) Nah, berhubung belakangan aku jadi jarang menulis, hati kecilku sebenarnya menyesal... Ada beberapa moment berharga yang rasanya lewat begitu saja, sniff... Tapi daripada sedih berlarut lebih baik aku menulis satu-persatu kejadian apa saja yang aku ingat di sini. Biar tulisannya delay yang penting kalau nanti-nanti dibaca kembali kan bisa bikin aku bernostalgia. Apalagi suamiku sudah janji untuk mengingatkan aku menulis minimal satu minggu sekali supaya nggak menyesal lagi. ---Rrrr, iya kalian nggak salah baca, kok. Suami. Aku sudah menikah (tuh kan banyak cerita yang terlewat...) dan kapan-kapan pasti aku ceritakan di sini. Sekarang mumpung Oktober baru lewat aku akan cerita tentang Halloween saja dulu, deh ;)


Sebelum cerita, nggak bosan-bosan dari tahun ke tahun aku bilang kalau Halloween di keluargaku nggak sama dengan originnya. Kami hanya meminjam nama tanpa bermaksud being disrespectful. Mungkin untuk teman-teman yang baru mampir ke blog ini bisa buka label "Halloween" supaya mengerti apa yang kumaksud :) 
Well, selain adanya Shane alias suami, tahun ini juga ada hal lain yang berbeda. Kalau biasanya aku pakai kostum suatu tokoh (supaya nantinya bisa difoto side by side sama aslinya, hehehe), tahun ini aku pakai kostum sangat amat seadanya banget! Bukan tanpa alasan, Ibu yang biasanya membuatkan aku kostum sedang sibuk dan aku masih belum juga bisa memutuskan akan jadi apa sampai mendekati malam Halloween. Justru Ali, keponakanku yang baru berusia hampir 3 tahunlah yang sudah mantap akan jadi apa sejak jauh-jauh hari :D Ditambah lagi Shane bukan tipe orang yang wajib berkostum meski sangat antusias dengan Halloween, jadi aku pikir nggak apa-apalah karena kreatif kan nggak harus melulu soal kostum *wink* Karena nggak memikirkan kostum aku jadi bisa lebih bisa konsentrasi dengan dekorasi. Nggak ribet-ribet sih, aku hanya meminta Shane untuk memilih template bunting (bendera gantung) yang lucu-lucu. Lalu setelah itu kami bawa ke tempat fotokopi untuk dilaminating supaya kelihatan lebih bagus dan durable (jadi tahun depan nggak usah bikin lagi, lol). Shane juga sudah beli banyak sekali laba-laba mainan untuk disebarkan di seluruh ruangan. Aku suka ide itu, sederhana tapi efektif. Dan berhubung Halloween identik labu, aku juga sudah membuat lilin berwarna oranye yang dibuat dari crayon dan menggambar jarnya (bekas selai) dengan wajah Jack O'Lantern. Sisanya sih kami hanya pakai apa yang sudah ada di kamarku.

Dekorasi dan treats sederhana. Dirt cake gagal buatan Shane jadinya batal gagal karena ternyata rasanya enak xD

Waktu aku pikir semuanya sudah siap, tepat di hari H baru sadar kalau aku salah menulis tanggal undangan ke teman-teman! Seharusnya tanggal 30 Oktober, tapi aku tulis tanggal 31! Untung saja aku sadarnya pagi-pagi jadi mereka tetap bisa datang meski mendadak dan aku dibanjiri protes karena mereka nggak sempat menyiapkan kostum, hehehe (^-^ ')v 
Habisnya mau bagaimana lagi, di tanggal 31 aku dan Shane sudah berencana untuk ke rumah hantu, dan ditambah, Ali pasti akan kecewa berat kalau Halloweennya ditunda. Gimana nggak, dia sudah menunggu Halloween sepanjang tahun. Bahkan sudah latihan bilang "Happy Halloween" untuk videoku sejak Halloween lalu, ---yang mana waktu itu dia masih aku gendong dan belum terlalu lancar bicara. ---Aww, time flies :') 
Aku nggak mengundang banyak orang, seperti biasa acara seperti ini biasanya hanya kumpul di rumah bersama keluarga. Jadi kalaupun ada teman hanya beberapa saja. Apalagi aku pikir nggak fair buat Shane yang nggak bisa mengundang teman-temannya ke sini. Kampung halamannya jauh, di Amerika. Dan di sini dia belum punya teman selain orang-orang yang aku kenalkan, jadi aku ingin membuat suasana sehangat mungkin alias nggak asing. 

Kostumku, sebagai putri bunga :p

Beberapa saat sebelum teman-temanku datang, Ali sudah mandi sore dan bersemangat sekali. Sebenarnya sih sudah dari pagi, tapi Ibu sempat membawanya ke rumah Nenek supaya nggak mengganggu aku dan Shane yang sedang siap-siap xD Ali pakai kostum Superman, sedangkan aku memakai dress lama berbunga-bunga dan juga mahkota bunga. Ceritanya jadi putri bunga, hehehe. Kalau Shane malah super spontan alias tanpa rencana. Karena kehabisan baju bersih jadi aku minta dia pakai kaus yang Ibu belikan buatku. Aku nggak begitu perhatikan gambarnya, pokoknya asal nggak ambil baju dari keranjang cucian, titik. Tapi rupanya "kostum" Shane malah yang paling keren karena setelah diperhatikan motif kausnya mirip percikan darah! Hahaha, kami sampai nggak bisa berhenti ketawa waktu sadar soal ini, lucky him! :D Dan rupanya keberuntungan Shane nggak habis sampai di situ saja. Kami sempat berselisih kecil karena Shane salah perhitungan waktu membuat graveyard cake. Akibatnya cakenya hancur! Aku sampai hampir menangis karena teman-temanku sudah di depan rumah. Tanpa pikir panjang aku minta dia masukkan cake hancur itu ke dalam beberapa gelas dan atasnya diberi permen cacing. Dirt cake darurat! Kalau teman-teman suka ya syukur, kalau nggak pun nggak apa-apa asalkan kue gagal ini jangan dibuang. Aku sudah siap-siap malu dan bikin tameng dengan bilang"ini buatan Shane" sebelum ada yang protes. Tapi ternyata hasilnya nggak jelek, "Halloween banget" dan rasanya enak! Beruntung sekali, kan! :D Selain dirt cake darurat kami juga memakaikan kostum seram ke kotak susu soya dan jus mangga. Ibu juga menyumbangkan rujak Malaysianya yang rasanya segar. Lainnya aku memesan pizza (iya, karena ingin praktis, maafkan ya nggak bikin, hehehe), soda dan chips. Treatsnya cukup bisa dinikmati sama segala usia. Karena selain Ali, ada dua orang temanku yang juga membawa anak-anak mereka :)

Senangnya anak-anak juga menikmati. Ali dapat teman baru nih, namanya Melody dan Shakila :)

Ada teman-teman kerjaku, Rifa, Irma (plus 2 anaknya) dan Yuli. Juga ada teman-teman dari masa remajaku, Dhian dan Cut Hanna (yang datang bersama suami dan anaknya).

Meski tahun 2018 belum berakhir, tapi aku sudah bisa bilang kalau Halloween salah satu hari terbaik di tahun ini. Aku sangat bahagia dan merasa sangat dicintai di tengah orang-orang terfavoritku di dunia. Ketika semua terlibat, ketika semua menikmati, ketika semua tersenyum... rasanya nggak ada yang bisa membuatku down. Tahun lalu adalah masa yang sulit untukku. Kesehatanku mentalku drop dan keluargaku membuatkan pesta Halloween untuk membantuku merasa lebih baik. Dan tahun ini kesehatanku kembali, punya sahabat baru, ---yang juga menjadi seorang suami :) Jadi bertambah lagi alasan mengapa Halloween sangat berarti untukku. Ini bukan hanya hari di mana kami berpesta kostum, menghias rumah atau meminjam budaya Irlandia. Tapi Halloween adalah pengingat betapa keluarga begitu mencintai aku. Dan pengingat bahwa seburuk apapun keadaan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik. 

---

Ah, rasanya aku masih belum seluwes biasanya karena terlalu lama berhenti menulis. Tapi nggak apa, karena yang terpenting aku senang bisa kembali menyimpan memory di sini. Dan menulis tentang Halloween adalah cara yang menyenangkan untuk memulai kembali ;)


boo,

Indi

(Diedit 5/3/2023. Cut Hanna meninggal dunia pada tahun 2021. Kepergiannya mendadak tanpa sakit (malamnya masih berkomentar di salah satu postinganku). Aku dan teman-teman sangat merasa kehilangan karena almarhumah adalah orang yang baik. Doa dari lubuk hatiku untuknya dan keluarga).



Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com


Minggu, 01 April 2018

Dan Akhirnya Kami Saling Memaafkan...

Sejak bertahun-tahun yang lalu aku bersahabat dengan Avri, ---kami satu kelas dan kalau hangout selalu bersama meskipun teman-teman kami silih berganti. Setelah lulus, kesibukan kami pun jadi berbeda; aku fokus di kegiatan menulis dan menetap di Bandung, sementara Avri berpindah-pindah di beberapa pulau dan sekarang menjadi seorang dosen. Lama sekali kami nggak bertemu, sampai tiba-tiba saja ia mengajak janjian karena sebentar lagi akan menikah. Aku senang bukan main dan langsung mengiyakan ajakannya. Sampai-sampai aku lupa bertanya dulu sama si pacar apa aku boleh hangout tanpanya (---sementara ia baru satu minggu tiba di Indonesia) dan juga lupa bilang sama Avri kalau aku punya pacar!

Foto aku dan Avri, sahabatku waktu kami kuliah. Selalu satu kelas dan selalu ke mana-mana bersama.

Semakin dekat dengan tanggal janjian, aku malah jadi "lupa-lupa ingat". Bukannya mendadak nggak excited bertemu dengan Avri, tapi karena si pacar baru moving in alias pindah ke rumah orangtuaku, jadi banyak yang harus disesuaikan. Ya, namanya biasa sendirian lalu tinggal seatap otomatis schedule ku jadi berubah, ---termasuk soal mengecek handphone! Bahkan beberapa jam sebelum waktu janjian aku baru tahu kalau Avri mengirim pesan untuk memastikan aku datang, dan itu langsung membuatku galau maksimal... Sambil deg-degan aku ceritakan situasinya sama si pacar dan meminta pengertiannya untuk ditinggal di rumah sementara aku hangout. Dia rupanya oke-oke saja, tapi setelah dipikir kok aku jadi nggak tega ya? Hehehe :'D Dia masih sangat asing dengan situasi di sini, dan meninggalkannya aku rasa bukan hal bijak. Jadi kuputuskan untuk mengajaknya. ---Soal bagaimana reaksi Avri, itu urusan belakangan.

"Vri, gue sudah di jalan, ya. Sekitar 10 menit lagi gue sampai. Eh, iya tapi gue sama pacar. Nggak apa-apa kan, ya?"
Di mobil aku mengetik pesan untuk Avri, nggak lupa diakhiri dengan emoticon senyum yang super lebar.
"Yah, kalau ada pacar kita jadi canggung, dong." Balas Avri. Aku jadi merasa nggak enak, dan cepat-cepat membalasnya;
"Don't worry, pacar gue nggak keberatan kok. Dan dia juga bisa nunggu di tempat lain sementara kita hangout."

Dan giliran sama si pacarlah aku jadi nggak enak...

***

Akhirnya kami tiba di BIP, mall tempat janjian yang saat itu sedang super penuh (---panasnya, ya ampuuuun). Avri katanya menunggu di foodcourt, dekat dengan bioskop. Aku tahu betul di mana tempat yang dimaksud karena kami dulu sering janjian di tempat yang sama. Tapi berhubung sudah lama nggak bertemu dan banyak sekali orang, menemukan Avri bukan jadi hal yang mudah. Aku dan pacar akhirnya malah berdiri linglung di tengah keramaian sambil berharap Avri duluan yang menemukan kami. Lalu,
"Indi!"
Akhirnya, suara yang sangat kukenal memanggil namaku! Avri! Dengan cepat aku berlari ke arahnya dan memeluknya erat. Ah, rindu sekali aku padanya sampai-sampai nggak sadar kalau ada orang lain yang menunggu bersama Avri.
Aku melihatnya, perasaanku campur aduk. Rasanya hatiku akan meledak tapi reaksi yang bisa aku keluarkan hanya menangis...
"Hey, maaf gue nggak bilang sama lo. Tapi ini ada yang mau ketemu sama lo. Sudah ya marahnya... sudah kelamaan..." Avri berkata lirih sementara aku rasanya mau ambruk. 
Sosok di depanku berdiri dan memelukku. ---Aku membalas pelukannya erat. Setengah berbisik dia berkata, "Maafin gue, Indi, maafin, ya."
Dan akhirnya setelah 6 tahun aku menjawab permintaan maafnya sambil terisak, "Gue juga minta maaf... Gue kangen sama lo..."

Manda. Itu namanya. Dulu aku, Avri dan dirinya adalah sahabat yang super dekat. Kemana-mana kami selalu bertiga, saat duduk di kelas pun kami nggak pernah berjauhan. Sampai-sampai teman-teman yang lain memanggil kami dengan sebutan "Ban Becak". Mereka berdua juga seperti bodyguardku, terutama Manda yang selalu "pasang badan" buatku. Aku punya masalah sama cowok, dia ada. Aku belum dijemput sama Bapak, dia ada. Bahkan saat aku sibuk di salon sampai berjam-jam, dia ada, ---menungguku sambil membaca buku koleksinya yang tebal-tebal. Aku menyayangi mereka berdua, tapi Manda memang punya tempat istimewa, bahkan aku sering bercanda dengan bilang, "Having you is better than having a boyfriend." ---Sampai "sesuatu" terjadi. Ada sebuah kejadian yang membuatku sangat marah, sakit, kecewa dan (merasa) nggak bisa memaafkan Manda. Nggak peduli seberapa keras pun dia mencoba, hatiku tetap keras. Selama bertahun-tahun pesan permintaan maafnya yang Manda kirim di semua media sosial yang aku punya selalu aku ignore...

Manda, aku dan Avri waktu dulu. Ke mana-mana kami selalu bertiga sampai dijuluki ban becak :’D


***

Si pacar jelas kebingungan karena ini pertama kalinya bertemu dengan sahabat-sahabat aku dan langsung dibuka dengan tangisan. Aku mencoba menjelaskan dengan cepat sambil menenangkan diri.
Lucu. ---Atau aneh. Selama 6 tahun aku marah sejadi-jadinya tapi dengan sebuah pelukan hatiku terasa hangat. Aku luluh. Aku jadi sadar betapa aku merindukan Manda dan "kegilaan" kami ketika dulu sering berkumpul bertiga. Pelan-pelan suasana menjadi nyaman, air mataku sama sekali hilang digantikan dengan tawa karena kami seru berbicara tentang kenangan-kenangan ajaib yang dulu dilalui. Dan rencana agar pacarku menunggu di tempat lain pun batal karena rupanya kedua sahabatku juga ingin hangout dengannya (---itu bagus karena selain restu orangtua, restu sahabat juga penting, hahaha). Kalau aku menyebutkan hari-hari bersejarah selama hidupku, without a doubt aku akan masukkan hari bertemunya kembali dengan Avri dan Manda ini. Semakin lama kami bicara semakin aku merasa kalau kami sedang berada di kantin saat bubar kelas. Rasanya kemarahanku selama 6 tahun itu sama sekali nggak pernah terjadi...

Setelah saling memaafkan kami seperti dulu lagi :’)

Dua sahabat kesayangan; Avri dan Manda, juga satu-satunya pacar kesayangan, Shane.

Mereka sama sekali nggak berubah, masih Avri yang random dan Manda yang over protective. Aku masih menjadi "baby" di antara mereka. Dengan iseng mereka mengintrogasi pacarku, memastikan aku happy dan dengan "brutal" menceritakan kenakalan-kenalakan ala ABG ku dulu. Aku juga lega karena si pacar get along dengan mereka meski aku kadang bolak-balik jadi penerjemah atau membiarkan dia pakai 'bahasa tubuh'. Malah sepertinya pacarku ini siap menjadi anggota keempat dari "gank" kami karena okay-okay saja saat diisengin. Avri dan Manda meminta dia untuk pesan kopi sendirian, padahal Bahasa Indonesia pacarku terbatas sekali. Ah, I love these crazy peeps, hahaha :D

Di tengah keseruan kami tiba-tiba saja Manda bertanya, "Kalian masih ingat nggak sama impian kita waktu dulu?"
Aku dan Avri menggeleng, lalu disambut tawa Manda sambil mengejek kami, "Dasar pelupa!" 
"Waktu itu kita lagi ngumpul di kantin, gue bilang suatu hari bakal jadi pengusaha. Dan lo Avri, lo bilang suatu hari bakal ngajar, jadi dosen. ---Nah, kalau lo Indi, lo bilang suatu hari buku lo harus jadi film!"

Aku bengong, kaget. Impian kami sekarang sudah menjadi kenyataan. Padahal dulu, saat menyebutkan impian-impian itu kami hanya goofing around seperti biasa. Bahkan impian "iseng" Manda yang bilang kalau dia hanya mau menonton filmku jika pemerannya Vino Bastian pun menjadi kenyataan! Jadi meski aku berhenti bicara kepadanya, selama bertahun-tahun rupanya Manda tetap "mengikuti" ku. Bukan hanya menonton filmku, tapi dia juga "memeriksa" kabarku melalui blog ini. Aku jadi terharu karena sahabat-sahabatku ini benar-benar tanpa syarat. Bahkan di saat aku marah pun mereka tetap peduli dan "ada" meskipun nggak secara fisik.

Terkadang kita harus belajar dengan cara yang "keras", dan saat inilah salah satunya. Tanggal 26 Maret 2018 adalah hari di mana aku belajar bahwa efek dari kemarahan hanya membuatku berfokus dengan hal-hal buruk dan "lupa" bahwa sebelumnya ada hal-hal baik yang pernah terjadi. Kemarahan juga membuatku memutuskan sesuatu yang sebenarnya nggak aku inginkan. Jangan, ---JANGAN pernah memutuskan sesuatu saat sedang marah karena itu hanya akan berakhir dengan penyesalan. Aku bersyukur karena Avri berinisiatif untuk mempertemukanku dengan Manda. Kalau saja aku menolak bertemu, aku akan kehilangan kesempatan untuk belajar memaafkan dan meredam amarah. 


Sebelum kami berpisah untuk pulang Avri membisikkan sesuatu kepada Manda. ---Sejak dulu mereka memang seperti ini, kalau Avri malu-malu pasti Manda yang jadi juru bicaranya.
"Avri penasaran tuh, katanya pacar Indi ngizinin nggak kalau kita hangout lagi kaya dulu?"
Aku melirik si pacar menunggu jawabannya.

"Tentu saja!" jawabnya dengan Bahasa Indonesia yang terdengar canggung.

Ah, aku speechless! :')



yang lagi happy banget,

Indi


(Diedit 5/3/2024. Avri sudah menikah dan memiliki anak, Manda bekerja di Thailand, sementara aku menikah dengan Shane. Kami bertiga tetap keep in touch dan bersahabat. Avri mendukung novel keempatku dan ikut berdonasi. Dan saat Manda ke Indonesia kami juga bertemu lagi, ——dengan Shane sebagai “anggota gang” tambahan).

_____________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 24 Juni 2017

Cerita Juni: Ulang Tahun, Lagu Baru dan "Show Mini" :D

Halooooooo... Masih adakah yang mampir di sini? Hehehe, semoga saja ada ya. It's been awhile aku nggak cerita-cerita sama kalian. Padahal baru didua post sebelumnya ya aku bertanya hal yang sama, ---dan itu sudah lebih dari 1 bulan yang lalu! Geez xD Tapi kali ini alasannya bukan malas. Malah faktanya belakangan aku sedang semangat-semangatnya karena banyak hal baru yang aku lakukan. Terutama aku sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Karena meskipun aku jadi anggota choir selama 5 tahun, belum pernah sekalipun aku "dilirik" sama pelatih. Kehadiranku hanya sebatas antara ada dan tiada, ---alias nggak terlalu dibutuhkan, tapi kalau aku nggak ada juga kadang dicariin :p Aku justru baru tahu kalau aku "bisa" bermusik setelah off dari choir. Tanpa bayang-bayang puluhan teman di-choir ternyata aku lebih percaya diri dan bisa menunjukkan warnaku yang sesungguhnya. Tapi bukan berarti aku stop menjadi penulis ya, karena menurutku musik sama saja dengan menulis. Bedanya saat bercerita aku harus menambahkan melody :) Selain itu yang membuatku absen dari dunia kecil ini adalah karena so much thing going on belakangan. Dari mulai hal-hal yang bikin happy sampai hal-hal yang bikin hatiku sedikit kosong (eg. ada seorang sahabat yang meninggal dunia, juga ada seorang sahabat yang baru pindah jadi komunikasi dibatasi dulu). Sekarang aku akan mencoba mencicil menceritakan apa saja yang terlewat. Dan akan dimulai oleh 2 moment yang menurutku paling berharga diantara semuanya, yaitu: Ulang tahunku dan pengalaman membuat jingle sebuah preschool. How cool is that? Hehehe :p


1. Kejutan Ulang Tahun di mana Keluargaku went Vegan for a Day dan Lagu Baru!

Kalau sering mampir ke sini pasti sudah hapal banget sama ke-excited-an aku setiap berulang tahun. Tapi tahun ini ada yang beda karena bertepatan dengan bulan puasa. Awalnya aku mau mengundang beberapa teman untuk berbuka bersama, tapi setelah dipikir rasanya kurang bijak karena pulangnya bisa terlalu malam dan mereka jadi skip ibadah :( Jadi aku putuskan saja tahun ini tanpa perayaan dan aku jalani hariku seperti biasa. Tapi rupanya orang-orang di sekitarku nggak membiarkan hari istimewaku berlalu begitu saja. Begitu tiba di tempat bekerja lampu kelasku mati, dan begitu dinyalakan aku lihat note yang berisi birthday wishes lengkap dengan gambar Hello Kitty! Ya, ampun, rupanya itu surprise dari Miss. Rifa, partner sekaligus sahabatku sejak tahun 2012. Rasanya terharuuuuu sekali. Sampai-sampai note nya aku keep dan dipajang di kamar, hahaha :D Miss. Rifa bilang sih aku berlebihan karena itu cuma surprise kecil, tapi menurutku saat seseorang mengingat moment istimewa seperti ini, ---it's beyond precious! :) 

Aku nggak berharap hadiah apa-apa lagi, note dari Miss. Rifa sukses membuatku ekstra happy saat bekerja. But, there's another surprise! Waktu aku ambil handphone di loker ada pesan dari iparku, katanya, "Kak, kata Ibu pulang kerja mau makan di mana? Kita makan sama-sama, Kakak pilih tempat makan vegan saja." Waaaa, saking happy nya aku sampai baca berkali-kali dan malah lupa untuk balas pesannya, hehehe. Setepat waktu mungkin aku meninggalkan tempat bekerja dan pulang ke rumah karena tahu pasti butuh waktu untuk berganti pakaian dan ---minimal cuci muka. Tapi, lagi-lagi, saat pulang ke rumah ada kejutan! Dan ini datang dari seseorang yang nggak aku duga!

Mungkin ada yang masih ingat kalau tahun lalu aku berkolaborasi dengan Shane Combs, musisi asal Amerika (lihat kolaborasi kami di sini). Nah, siapa sangka hubungan yang awalnya idola dan penggemar itu berubah menjadi persahabatan. Aku nggak bisa cerita gimana awalnya sih, it just happened. Rupanya aku dan Shane itu berulang tahun di waktu yang hanya terpaut 10 hari! Kami sebelumnya sudah sering bicara tentang betapa kerennya menjadi "Gemini fella" (plus sama Eris juga sih, anjingku, lol) dan berencana untuk membuat sesuatu lagi bersama, tapi berhubung Shane akan pindah ke California aku jadi pesimis dengan rencana itu :( Entah dapat wangsit darimana rupanya Shane memutuskan untuk menyelesaikan project ulang tahun kami sebelum tanggal 8 Juni berakhir a.k.a di hari ulang tahunku. Jadilah kami ngebut mengerjakannya BEBERAPA MENIT saja begitu aku tiba di rumah. Thanks to technology, kami menggunakan video call untuk berkomunikasi dan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Pantatku sampai kram rasanya karena duduk di lantai sementara kabel charger menempel terus-terusan di handphone. Well, it's kinda dangerous, tapi berhubung perasaanku lagi campur-campur antara excited pengen cepat menyelesaikan lagu, mellow karena bakal ditinggal (kami kan tergantung WIFI, lol) sama mood pengen becanda melulu, bikin aku jadi "betah" dengan posisi ekstrim begitu. Telepon baru selesai setelah Ibu terus-terusan nongol di kamar untuk "mengingatkan" secara halus kalau kami mau makan malam bersama, hahaha. Gagal lah rencanaku untuk cuci muka dulu sebelum pergi :p

Lagu yang kami buat sebenarnya nggak 100% baru. Lirik dan melody nya aku tulis sekitar 8 bulan yang lalu. Waktu itu Shane langsung suka dan ingin memainkannya. Tapi berhubung lagunya super girly aku jadi nggak tega kalau melibatkan sahabat laki-lakiku itu, lol. Tapi ternyata Shane benar-benar menyukainya, jadi ia membuat aransemen baru plus kami juga tambahkan sedikit bagian dari lagu "All You Need is Love" nya The Beatles sebagai tribute to the band ---dan juga karena Shane mengidolakan mereka. Lagu yang kami buat sebagai hadiah ulang tahun kami (aneh nggak sih kalimatnya, hehe) itu berjudul "One Day" dan bisa didengar di sini. Aku sih suka banget sama hasilnya. ---Bukannya narsis lho, aku hanya bangga karena finally ada orang yang bisa merealisasikan musik yang ada di kepalaku. ---Karena dengan kemampuan bermusikku yang masih terbatas, normally semua ini hanya bisa diimajinasikan saja. Semoga kalian juga enjoy dengan musik kami, ya :)

Dengar laguku dan Shane di sini. Pakai headphones akan lebih maksimal! :)


Akhirnya setelah terburu-buru ganti baju dan sedikit ditegur karena video call terlalu lama (---padahal anaknya sedang berkarya lho, Ibu, Bapak, hehe) kami (aku, ortu, Nenek, Ipar dan si Ali Connolly) berangkat juga untuk makan malam. Karena aku diizinkan untuk memilih tempat, langsung saja aku menyebut "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir", restoran vegan yang selalu jadi favoriteku bahkan semenjak aku masih jadi pesco-vegetarian :) Bisa diduga, tempatnya penuuuh sekali begitu kami tiba. Tapi berhubung ini ulang tahunku jadi nggak ada yang tega untuk menyalahkanku :p Lagipula late dinner nya jadi terobati dengan kearakraban kami. Plus keluargaku ternyata menikmati menu vegan dan amaze sama "daging palsu" yang mereka makan, hahaha. Well, aku sih nggak berharap mereka jadi vegan apalagi didekat-dekat hari Lebaran seperti ini, tapi melihat mereka enjoy dan bilang kalau akan mampir ke sini lagi juga bikin aku happyyyy :D



Kesannya repetitif, tapi memang setiap ulang tahun aku selalu bilang kalau ini adalah "best birthday" karena begitu kenyataannya. Tuhan maha baik dan maha adil. Tahun lalu aku kehilangan orang yang kusayangi dan tahun ini "diganti" dengan kehadiran seorang sahabat baru, sahabat lama dan keluarga yang super-super aku cintai. I'm blessed, ---rasanya "malu" jika aku meminta lebih. Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik agar pantas mendapatkan apa yang sudah dan kelak aku dapatkan di masa depan :) 



2. Terlibat di Pembuatan Jingle Sebuah Preschool dan Tampil di Hadapan Oompa-Loompa.

Seperti yang aku bilang sebelumnya kalau aku sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Nah, ini sepertinya membuat aku sedikit nekat, lol. Di awal bulan Juni bosku bertanya apakah ada di antara employees nya yang bisa membuat lagu untuk preschoolnya. Jadi liriknya sudah ada, tapi belum ada melody. Entahlah dapat keberanian dari mana dengan PD nya aku bilang, "Sini sama aku saja, deh. Aku bisa bikin lagu." Dan.... setelahnya aku kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut sendiri, hahaha. Pengalamanku membuat lagu hanya sebatas have fun untuk disimpan di laptop dan beberapa saja yang diupload ke YouTube. Jadi bisa dibayangkan dong betapa blank nya aku :'D Tapi berhubung sudah sok cool, aku bawa liriknya ke rumah dan baru galau setelah malam datang.

Sempat terpikir untuk curang, pakai melody yang sudah ada atau minta dibuatkan Shane. Tapi waktu aku tanya ia apakah bisa membuat lagu anak-anak jawabannya hanya, "What??", hahahaha. Jadilah aku langsung mengalihkan pembicaraan dan bilang, "Never mind" :'D Akhirnya aku humming liriknya saja dan biarkan jari-jariku bergerak memetik ukulele. It's miracle! Hanya dalam waktu 5 menit lagunya selesai! Aku nggak yakin dengan reaksi bosku sih, soalnya aku juga nggak ngerti "standar jingle" itu gimana. Tapi sambil tutup mata dan deg-degan (---eh, ngintip dikit sih) aku kirim lagunya melalui whatsapp. It was so rough, ada suara berdehem di awal dan tanpa mixing. Satu menit... dua menit aku menunggu dan akhirnya ada jawaban. Laguku langsung diapprove! OH, MY GOD!!! Aneh sih, tapi aku syukuri saja. Mungkin bosku selaranya random, hahahaha *sujud syukur*

Tapi kejutan besarnya justru ada di acara puncak alias school leavers nya preschool. Aku diminta untuk membawakan lagunya di atas panggung! Ahahahaha, antara excited sama geli sih ini namanya :D Sudah pasti ada beberapa teman yang menggodaku. Dari mulai dipanggil "Maria" (itu lho, tokoh di The Sound of Music yang mengajarkan bocah-bocah bernyanyi) sampai dibilang kalau aku akan perform di hadapan Oopa Loompa :'D Terlanjur sudah nekat mengiyakan bikin lagu, aku iyakan lagi saja permintaan untuk tampilnya. Ini memang bukan pertama kalinya aku perform di depan umum, sebelumnya pernah di tiga stasiun TV nasional dan beberapa kali di kalangan "terbatas". Tapi di depan anak-anak dan orangtua murid? Oh, no, ini bakal jadi moment pertama kali xD



Satu minggu sebelum acara aku sempat gladiresik dan bikin aku geli segelinya karena laguku diputar di playground. Bayangkan saja, mendengar suara sendiri saat bekerja itu kan awkward banget, hahaha. Tapi aku tetap berusaha profesional, ---gelinya ditahan dulu sampai waktu bekerja selesai. Dan aku juga ingin penampilanku di hari H maksimal. Jadi segala silly thought itu harus disingkirkan dulu :) Aku berlatih saat gladiresik juga di rumah, ---bahkan untuk outfitnya pun aku siapkan. Thank God, penampilan perdanaku di preschool berjalan lancar. Meski aku sudah "tahu", tapi nggak bosan-bosannya aku mengingatkan diri sendiri untuk menganggap semua pekerjaan serius. Besar kecilnya panggung, sedikit banyaknya audiences sama sekali nggak boleh mempengaruhi penampilanku. I just want to do my best :)

Well... itulah dua moment yang sangat berkesan buatku di bulan Juni. Sebentar lagi bulan akan berganti dan aku masih belum tahu apa yang sudah menanti. Yang pasti aku akan menjalani hari sebaik mungkin, dan sisanya aku serahkan pada Tuhan :) Oh iya, besok sudah hari Lebaran, nih. Mohon maaf lahir dan batin, ya. Nanti akan aku usahakan untuk bersilaturahmi ke blog teman-teman. Sampai ketemu! :)

that ukulele girl,

Indi


(Diedit 5/3/2024. Sahabat yang berkolaborasi musik denganku itu sekarang jadi suamiku, ahahahahahaha, sungguh sebuah plot twist).
______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Rabu, 04 Januari 2017

Dream Come True 2016: Berduet dengan Para Idola! :)

Wah, sekarang rupanya sudah tahun 2017! Hihihi. New year's eve aku tertidur sebelum tengah karena kelelahan, jadi rasanya seperti mimpi kalau sudah berganti tahun :D Bagaimana nih dengan malam tahun baru teman-teman? Semoga menyenangkan, ya. Dan kalau ada yang main petasan semoga nggak menganggu lingkungan sekitar. ---Ups, curhat nih, soalnya Eris anjingku yang super imut semalam benar-benar nggak bisa tidur karena kaget dengan suara petasan dan kembang api, hiks :( Lingkungan rumah orangtuaku memang ajaib, kalau siang sepertinya penghuninya orang dewasa semua. Tapi di malam tahun baru, entah dari mana asalnya bocah-bocah itu datang, ---dan orang dewasanya malah hilang, hehehe.

Ah, tapi sudahlah. Aku maklumi saja jika ributnya satu tahun sekali. Asalkan jangan sering-sering karena bisa-bisa yang stress bukan cuma Eris, tapi seisi rumah :D Mungkin saja mereka begitu riuh merayakan pergantian tahun karena sangat happy bisa menjalankan semua resolusi tahun 2016, hehehe. Aku juga pasti supeeeeer happy kalau goals ku tercapai. Ya... meski nggak sampai main-main petasan, sih. Cukup menangis haru sambil berdiri di atas kasur sementara di playlist terdengar lagu "Climb Every Mountain", lol. Teman-teman sendiri bagaimana? Ada yang menulis resolusi kah? Dan bagaimana hasilnya? Well, aku sendiri nggak literally menulisnya lalu menempelnya di tembok. Tapi aku memang punya beberapa hal yang ingin dicapai di tahun 2016. Salah satunya menerbitkan buku kelima yang sayangnya harus tertunda karena masalah 'pribadi' :( Syukurlah meski begitu ada resolusi lain yang tercapai dan gue sangat bangga karenanya! :)

Tahun 2016 adalah tepat satu tahunnya aku mengenal ukulele. Dan sejak pertama kali memainkannya aku langsung jatuh cinta, hihihi. Awalnya aku memainkannya hanya untuk diri sendiri dan sesekali menguploadnya ke YouTube. Tapi komentar-komentar viewers ternyata membuat aku lebih semangat belajar dan, ---ehm berani untuk bernyanyi :p Dalam proses belajar, aku terinspirasi dengan beberapa musisi YouTube senior. Nggak selalu yang sama-sama memainkan ukulele, tapi aku salut dengan kreatifitas dan konsistensi mereka dalam berkarya. Apalagi sampai bisa menghasilkan karya viral. Wah, aku sih ditonton sama 100 viewers yang isinya kalau nggak teman ya saudara saja sudah girang banget, hehehe :p Saat melihat video-video mereka kadang aku berandai-andai bagaimana rasanya kalau bisa berkolaborasi dengan mereka. Aku tahu kesempatan itu nggak akan datang secara ajaib, jadi aku berusaha meningkatkan kemampaun diri dulu agar layak untuk bekerja bersama mereka. Siapa sangka di tahun 2016 impianku terwujud! :D Aku bisa berkolaborasi dengan beberapa dari mereka, ---dan bahkan salah satu dari mereka ingin membawakan lagu original karyaku! Waaaah, saat mengetik ini pun gue masih nggak menyangka :')

1. Berkolaborasi (ramai-ramai) dengan Pockets, si "Legenda" Kazookeylele (Skotlandia)



Aku suka sekali dengan Red Hot Chili Peppers, terutama era John Frusciante dan karya-karya solonya John sendiri. ---Well, kalau sering mampir ke channel "Indi Sugar Taufik" mungkin nggak perlu disebutkan lagi karena sebagian besar yang aku bawakan ya cover lagu mereka, hehehe. Suatu hari di awal tahun 2016, di list rekomendasi YouTube aku melihat judul video yang sangat menarik perhatian; Red Hot Chili Peppers -Can't Stop - Ukulele -Pockets. Tanpa berlama-lama langsung saja aku klik, dan... whoah, aku amaze dengan permainan Pockets, yang nggak hanya memainkan ukulele tapi juga alat musik lain. Saking amazenya, aku sampai langsung menonton videonya dua kali berturut-turut dan setelahnya baru ingat untuk berkomentar, hehehe :p Aku bilang kalau ia "awesome", lalu beberapa menit kemudian Pockets membalas dan kami berbincang sedikit.  Aku pikir, ---well sepertinya timingnya yang tepat karena kami online di waktu bersamaan (waktu itu hampir pukul 2 pagi). Jadi aku 'cuma' lucky bisa kebetulan berbicara dengannya.  

Tapi ternyata bukan kebetulan, nggak lama setelah itu Pockets menjadi salah satu subscribers di channel 'alakadar' ku. Bahkan di salah satu videonya ia menyebut aku sebagai "orang ter happy yang pernah ia lihat" dan meminta fans nya untuk berkunjung ke channel ku! Aww, aku senang sekali, ---plus malu-malu karena rasanya aku nggak ada apa-apanya dibanding ia :'D Sedikit tentang Pockets, kalian mungkin pernah melihat video viral "Skateboarding Lobster", nah lagu yang kalian dengar di latar asalnya dari video Pockets. Pada tahun 2008 ia membuat video cover "The Final Countdown" dari Europe dengan alat musik uniknya yang bernama kazokeylele. Video itu sekarang sudah ditonton sebanyak LEBIH dari tujuh juta kali dengan total channel views sebanyak LEBIH dari 10 juta kali (aku ngetiknya gemeteran, lol). Tapi bukan video itu saja lho yang keren. Coba deh kalian kunjungi channelnya, kemungkinan besar kalian menemukan lagu favorite di sana karena genre musik yang Pockets bawakan luas sekali. Ia bahkan punya beberapa lagu original.

Singkat cerita, di bulan Mei 2016 Pockets mengajak subscribersnya berkolaborasi dengannya. Aku ingin sekali mengikutinya, tapi sayang kemampuan bermain ukuleleku belum 'selumayan' hari ini. Di lagu yang akan dibawakan, "With a Little Help from My Friends" ada beberapa chords yang belum akrab di jari-jariku. Gue berlatih, berlatih dan berlatih, ---tapi sampai hampir deadline permainanku masih juga fals, hahaha (ukulele kalau fals nyakitin telinga, lho). Aku pun berterus terang padanya dan guess what?! Aku diziinkan untuk bernyanyi tanpa harus bermain ukulele :'D Jadilah aku menjadi bagian kecil di "The Biggest Ukulele Collaboration" bersama 12 kolaborator lainnya yang berasal dari berbagai negara. Yang membuat aku semakin terharu, videonya diupload 2 hari saja sebelum aku berulang tahun. Jadi rasanya seperti early birthday present dan ulang tahun aku dirayakan bersama mereka :'D Sampai hari ini, kolaborasi Pockets adalah yang terbesar untukku. Sampai kapanpun akan aku kenang meski mungkin suatu hari ada yang lebih besar lagi. ---Apalagi berkat kolaborasi ini setelahnya aku jadi tahu cara memainkan chord "B", hahaha.




2. Berkolaborasi Membawakan Lagu Ciptaanku dengan Shane Combs, Musisi yang Kreatif (Amerika)



Cerita kolaborasiku dengan Shane agak ajaib. Jika Pockets adalah pribadi yang upbeat dan cepat akrab, Shane justru kebalikannya. Aku menemukannya dari video-video cover John Frusciante yang ia buat. Seperti biasa, aku selalu excited tingkat tinggi jika ada yang membawakan lagu dari idolaku. Apalagi Shane ini berbeda, covernya begitu raw tapi penuh penjiwaan. Hmm, gimana ya menjelaskannya, ---well produce tapi nggak over produce. Aku betah sekali berada di channelnya dan cukup sering juga meninggalkan komentar meski nggak pernah dibalas :p Menurutku  nggak masalah sih mengekspsresikan kekaguman pada idola, nggak perlu berharap apa-apa karena apa yang aku sampaikan itu tulus :) Suatu hari aku menemukan komentarnya di salah satu video Princess Chelsea (check her music, she's amazing). Karena kaget ia mendengarkan musik yang sama denganku, aku pun me-reply nya dengan bilang bahwa aku surprise melihat ia di sini. Dan ternyata yang membuatku lebih surprise lagi adalah jawabannya. Ia bilang ia tahu Princess Chelsea dari video cover yang aku buat! Oh, ya ampun, ternyata diam-diam ia menengok channel aku meskipun nggak meninggalkan komentar! Hahaha, lagi-lagi aku malu :p

Di akhir bulan Oktober aku mengupload lagu ciptaanku yang berjudul "One Day". Lagu ini aku ciptakan di tengah malam waktu tiba-tiba saja ada nada random yang terlintas di kepalaku, hihihi. Lagunya jauh sekali dari "rapi", apa yang aku upload adalah percobaan pertama waktu merekam dan volumenya nggak diubah sama sekali. Tapi rupanya (SURPRISEEEEEE) lagu ini menarik perhatian Shane. Ia meninggalkan beberapa komentar yang isinya antara lain bertanya tentang chords lagu "One Day", bahwa ia play along dengan laguku, bertanya tentang kontakku... dan akhirnya mengajak kolaborasi! Wah, saking senangnya aku sampai laporan sama si Bapak. "Pak, Pak, akhirnya aku di notice dong sama Shane." Huahahaha. Ehm, ---selanjutnya kami pun berkomunikasi via private message. Tadinya Shane ingin kami membawakan lagu "One Day". Tapi menurutku liriknya begitu girly (---tentang perempuan yang berkhayal akan bertemu pangerannya, lol), jadi aku tawarkan saja lagu lain yang aku ciptakan tahun 2015 lalu. Judulnya "Secret Note to John". Aku rasa ini lebih cocok karena lagunya memang kutulis sebagai ucapan terima kasih pada John Frusciante yang musiknya telah membantuku melewati masa-masa sulit ketika ditinggal Alm. Mika. Shane setuju, dan ia ingin lagunya apa adanya tanpa mengubah apa yang aku buat. Ia hanya akan menambahkan gitar, drum, backing vocal dan mixing lagunya agar lebih enak didengar. (Tapi aku putuskan untuk memberikan space agar ia bisa memasukan solo gitarnya yang keren).

Pengerjaannya sangat singkat. Kami hanya begadang 2 malam (perbedaan waktunya besaaaar sekali) dan semuanya selesai. Meski aku much much much smaller YouTuber (account Shane memiliki lebih dari 8 juta viewers!) tapi ia sangat mendengarkan pendapatku, --- dan itu membuatku semakin kagum dengannya. Shane juga membuat artwork khusus untuk lagu ini yang aku gunakan sebagai latar untuk video clip nya. Kehadiran Shane di "Secret Note to John" membuat lagu sederhanaku menjadi lebih berwarna. Sampai-sampai Bapak, sebagai orang pertama yang mendengar lagu ini ketika pertama kali aku ciptakan, kagum karena terdengar pangling, hehehe. Hubunganku dan Shane pun berubah menjadi nggak terlalu canggung setelah kami berkolaborasi. Ia bahkan menyemangatiku untuk membuat album sendiri dan kami berencana untuk membuat lagu bersama. Hmmm, bagaimana teman-teman, apa membuat album bisa  kumasukkan ke dalam list resolusi tahun 2017? Hehehe.



3. Kolaborasi Beda Generasi dengan Ukuleleist Senior, John Pak (Jepang)



Aku sudah lupa bagaimana awalnya menemukan channel John Pak, yang pasti beliau adalah salah satu pemain ukulele pertama yang channelnya aku subscribe. Meski viewersnya sudah lebih dari satu juta (---aku baru dua ratus ribuan, hehe) tapi John cukup rajin membalas komentar-komentar penggemarnya. Selain permainan ukulelenya, aku juga kagum dengan kreatifitasnya dalam membuat video. Lagu apapun yang dibawakan, pasti videonya keren dan cocok. Meski John cukup rajin berkolaborasi, tapi aku merasa nggak pantas untuk satu video dengannya. Bukannya aku merendah, tapi aku tahu diri, hehehe. Terbukti, di akhir 2015 lalu aku terpaksa menolak ketika (akhirnyaaaa) diajak berkolaborasi karena lagunya terlalu sulit :( Aku sedih bukan main, tapi aku dan John tetap berteman baik :) Mungkin karena perbedaan usia kami yang jauh, John jadi sangat care denganku. Bahkan pernah suatu kali ia mengirimiku gantungan handphone Hello Kitty edisi khusus Hawaii karena tahu aku mengoleksi benda-benda bergambar si kucing girly itu. Ibu dan Bapak pun nggak segan untuk menitipkan salam padanya karena aku sering menunjukan video-videonya.

Di penghujung tahun 2016 akhirnya tawaran berkolaborasi datang lagi! OMG, I'm so thrilled!:D Sebagai tribute bagi Charmian Carr, actress yang memerankan Liesl di "The Sound of Music", John ingin kami membawakan lagu "Sixteen Going on Seventeen". Aku tentu langsung saja mengiyakan karena selain kesempatan ini sudah ditunggu-tunggu, Liesl juga tokoh yang paling aku sukai di film! Bahkan sebelum kolaborasi ini pun aku sudah hapal dengan part nya Liesl. Ada cerita konyol, nih, beberapa tahun lalu waktu bekerja di preschool, aku dan Miss. Rifa (lead teacher ku di kelas) sukaaaa banget ngobrolin adegan Liesl waktu dansa terus dicium di tengah hujan. Kami selalu bilang, "Mau dong jadi dia," hahahaha. Nggak kebayang kalau Miss. Rifa tahu sekarang impianku "menjadi" Liesl benar-benar terwujud :p  Oh iya untuk kolaborasi ini John saja yang bermain ukulele, aku hanya bernyanyi. Sebenarnya aku ingin sekali bermain ukulele dengannya. Tapi kata Bapak lebih baik aku ikuti saja karena yang mengajak pun John, dan beliau yakin kesempatan akan datang lagi :)

Waktu part suaraku direkam sebenarnya kondisiku lagi sedikit uhuk-uhuk. Mungkin karena kebanyakan makan yang manis-manis, ---maklum hari curang akhir tahun, hehehe. Aku berusaha sebaik mungkin, tapi tetap hasilnya nggak "selumayan" biasanya. Syukurlah John bilang suaraku bagus, dan itu membuat rasa "bersalah" ku berkurang :') Tepat sebelum tahun baru kolaborasi kami selesai diedit. John sebelumnya sudah memberitahu konsep video clipnya, tapi tetap saja ketika melihatnya langsung aku amaze! Gue seolah-olah sedang berada di dalam frame foto dan bergerak untuk bernyanyi bersama John. Rapi sekali. Siapa yang menyangka kalau semuanya dilakukan di dua negara berbeda :D Dan ternyata kejutannya belum selesai, John bilang di tahun 2017 ini kami harus berkolaborasi lagi dan kali ini idenya diserahkan padaku. Ya, ampun... nggak apa-apa deh kalau kalian mau bilang aku lebay. Tapi reaksiku benar-benar seperti Liesl yang teriak "Wiiiiiii" sambil hujan-hujanan, hahaha :)


Aku benar-benar happy dan bersyukur dengan hal-hal yang terjadi padaku di tahun 2016 kemarin. Iya, semua, ---termasuk beberapa hal yang agak menyedihkan kalau dibahas di sini. Karena aku percaya setiap hal terjadi karena suatu alasan. Aku sudah berusaha keras untuk novelku, tapi ternyata gagal untuk selesai tepat waktu. Tapi hey, lihat sisi baiknya. Ketika mentok ide menghampiri, aku punya lebih banyak waktu luang untuk belajar benyanyi dan bermain ukulele. Dan setelahnya justru inspirasi jadi mengalir lebih lancar :D Di tahun 2016 juga aku (lagi-lagi) belajar bahwa sesuatu yang awalnya dikira nggak mungkin bisa saja terjadi. Mungkin selama ini kita menganggap bahwa idola itu unreachable, padahal mereka juga sama seperti kita; manusia, hehehe. Untuk di notice oleh mereka kita nggak perlu begging atau caper, tapi cukup menjadi diri sendiri dan tunjukan kemampuan kita. Aku tahu, aku masih harus banyaaaaaaak belajar, ---but I'm sure I'm getting better :) Jadi bagaimana bloggies, sudah siap menghadapi tahun 2017? Share rencana kalian di kolom komentar, ya. ---Dan... of course, doa terbaik untuk kita semua. Selamat tahun baruuuu! :)



ukulele girl yang kadang gak main ukulele, lol,

Indi

(Update 7/3/2024. Idolaku yang dari Amerika itu sekarang jadi suamiku, hahaha, plot twist!).


_________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Jumat, 02 Desember 2016

Come Roll with Hunter Kelch! :)


Pertemanan memang bisa dimulai darimana saja, termasuk dari dunia maya. Seperti perkenalanku dengan Hunter Kelch yang dimulai dari Instagram. Waktu itu somehow ia menemukan akunku dan segera kami menemukan banyak kesamaan! Kami sama-sama senang menulis (baca website nya: www.comerollwithme.com), mendengarkan musik rock, menonton film, makan pizza dan sama-sama mengidap scoliosis! Meski begitu sebenarnya kondisi kami nggak sama persis karena penyebab scoliosis kami berbeda. Agar lebih saling mengenal, kami memutuskan untuk saling mewawancarai. Dan ini adalah hasil wawancaraku dengan Hunter tentang kondisi cerebral palsy dan kegiatannya! :)


www.comerollwithme.com


1. Hai Hunter, bisa kamu ceritakan tentang dirimu?
Aku seorang pria berusia 24 tahun yang mengidap Cerebral Palsy. Aku lahir 3 bulan prematur dan mengalami infeksi serius yang mengakibatkan kerusakan otak. Aku tinggal di sebuah gedung apartemen bersama orang-orang yang juga memiliki disabilitas, tapi aku punya apartemen sendiri. Aku punya caregiver yang datang untuk membantu kebutuhan pribadiku. Ibuku adalah caregiver utamaku, tapi aku juga punya tiga orang lain yang membantu. Sejak dua tahun yang lalu aku memutuskan untuk menjadi seorang blogger profesional dan fokus pada tema "hidup dengan cerebral palsy" sambil memberikan wawasan pada orang lain yang juga memiliki disabilitas. Selain itu aku juga membahas tentang aksebilitas. Sekarang baru sebatas di kampung halaman saja, tapi aku berharap suatu hari akan berjalan-jalan dan blogging ke seluruh penjuru dunia.

Aku punya seekor "kucing gila" bernama Sully yang terkadang bisa sangat manis dan penuh kasih sayang, tapi di lain waktu ia bisa menjadi kucing yang nakal!

Aku selalu suka olahraga, ---kalau dipikir mungkin sejak aku di dalam kandungan! Olahraga favoritku untuk ditonton adalah American Football, bisbol dan gulat profesional! Aku telah menonton beberapa pertandingan dan pernah ke acara gulat profesional sebanyak 3 kali!

Aku juga suka menonton acara memasak, acara kriminal dan acara tentang medis. Dan aku juga suka bermain video game. Aku mulai bermain video game sejak usia 2 tahun. Waktu itu aku bermain Mario Bros di Super Nintendo milik ibuku! Tapi sekarang aku bermain di PS4 milikku sendiri, kebanyakan aku bermain game tentang  olahraga dan perang.

Aku suka makan di luar, burger adalah makanan kesukaanku. Aku juga suka pizza! Aku sering pergi ke tempat bermain bowling, pertandingan balapan dan bioskop.

Aku menikmati musik rock keras yang diputar keras-keras! Tapi kalau di apartemen aku tidak bisa memutarnya telalu kencang karena penghuni lain kebanyakan orang-orang yang usianya lebih tua. Untungnya, sampai sekarang belum ada komplain dari mereka! 

2. Apa itu cerebral palsy? Dan waktu usia berapa ketika kamu didiagnosis oleh dokter?
Cerebral Palsy pada dasarnya adalah gangguan motorik non-progresif yang disebabkan oleh kerusakan otak pada tahun-tahun pertama kehidupan. Aku lahir 3 bulan lebih awal, punya pendarahan otak dan juga infeksi. Ini berpengaruh ke keempat anggota tubuhku, jadi aku bisa disebut sebagai quadriplegic. Aku sudah memakai kursi roda sejak usia 3 tahun. Tidak ada obat untuk cerebral palsy, tapi terapi fisik dan terapi okupasi bisa membantu. Beberapa orang yang mengidap CP juga terkadang memiliki masalah lain seperti ketulian, kebutaan dan perkembangan kognitif. Selain kemampuan motorik, kemampuan bicaraku juga terpengaruh (aku bicara terpatah-patah dan juga gagap). Aku juga mengalami gangguan penglihatan. Ini artinya otakku memberikan pesan yang salah pada mataku. Yang menarik, karena gangguan mataku orang tuaku dulu pernah diberitahu bahwa aku tidak akan pernah bisa membaca. Tapi lalu orangtuaku memberitahu dokter bahwa aku bisa membaca waktu usiaku masih 4 tahun! Padahal aku belajar membaca sendiri. Saat itulah aku memutuskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa membatasiku!

Aku baru didiagnosis pada usia 1 tahun. Tapi aku sudah ke terapi fisik dan terapi okupasi sejak usia 6 bulan.

Hunter waktu berusia beberapa minggu, beratnya 2lbs 13oz. Yang di sampingnya itu tangan ayahnya.

Bersama Nghia, saudara laki-lakinya yang diadopsi dari Vietnam.

Bersama Katie, anjing pertamanya yang sangat istimewa :)


3. Apa sih yang sering menjadi kesalahpahaman atau menjadi mitos tentang cerebral palsy? Dan apa yang orang perlu tahu tentang fakta-faktanya?
Salah satu kesalahpahaman yang aku sendiri pernah alami adalah bahwa banyak orang mengira semua pengidap CP memiliki gangguan perkembangan kognitif (keterlambatan). Pernah suatu hari waktu aku berada di sebuah turnamen renang, ada seorang wanita datang dan berbicara padaku seolah aku masih balita, padahal waktu itu aku sudah berusia 21 tahun. Aku percaya bahwa meskipun ada yang memiliki keterlambatan, tetap saja layak untuk diajak bicara sesuai dengan usia mereka yang sesungguhnya. Berbicara pada orang dewasa dengan gaya berbicara seperti pada balita itu tidak sopan.

Aku rasa salah satu kesalahpahaman yang utama tentang CP adalah bahwa orang mengira ada sesuatu yang salah dengan lengan dan kaki kami. Padahal kaki dan tangan kami "normal". Karena kerusakan adanya di otak kami, bukan tubuh kami. Otak kamilah yang salah mengirimkan pesan kepada tubuh kami.

Kesalahpahaman lainnya adalah bahwa aku dikira tidak bisa menikmati aktivitas yang sama dengan orang pada umumnya. Aku mungkin harus melakukan sesuatu yang berbeda, dan hasilnya mungkin tetap tidak sama. Tapi aku masih ingin berpartisipasi, kok. Salah satu contohnya saja dengan kecintaan aku pada sebak bola. Secara fisik aku tidak bisa bermain bersama rekan-rekanku. Tapi aku masih bisa pergi ke pertandingan dan membantu pelatih dari pinggir lapangan. Ada kok pelatih dari tim Miami Dolphins yang sebenarnya tidak pernah menendang tapi tetap dihormati!!

Bersama temannya, Daryl, di pertandingan bisbol.


4. Apa tantangan terbesar yang pernah kamu hadapi?
Kalau harus menjawab jujur yang paling sulit itu menemukan pasangan. Berkencan sebagai orang dengan disabilitas itu sangat sulit. Perempuan non disabel kebanyakan tidak ingin mendapat tanggung jawab untuk merawatku, dan banyak yang tidak mau punya pasangan yang tidak bisa melakukan beberapa hal. Pengalaman pacaranku terbatas di kemah anak-anak berkebutuhan khusus dan waktu SMA. Sekarang setelah dewasa, aku malah merasa lebih susah untuk mendapatkan pacar. Aku ingin bertemu dengan perempuan yang bisa melihat di balik kursi roda dan di balik keterbatasanku, karena sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa aku tawarkan.

5. Bagaimana perasaanmu tentang penggambaran orang dengan cerebral palsy di film dan televisi? Misalnya saja seperti Walter White Jr dari serial "Breaking Bad", atau Michael Connolly dari film "Rory O'Shea was Here".
Aku belum pernah menonton dua-duanya, baru rencana. Tapi ibuku pernah menonton serial Breaking Bad. Katanya karakter Walter Jr benar-benar tidak mewakili apa yang beliau bayangkan. Disabilitsnya digunakan untuk dijadikan alasan sebagai perilaku kriminal ayahnya. Jadi tidak berfokus pada kehidupannya sebagai pengidap CP.

Aku pernah menonton Fundamentals of Caring di Netflix. Meskipun tokohnya mengidap Muscular Dystrophy, bukan CP, tapi aku merasa sangat relatable dengannya. Selera humornya yang gelap dan caranya menguji caregiver nya sangat tepat sasaran. Ia juga orangnya blak-blakan, mirip sepertiku. Aku suka cara mereka menggambarkan rasa keterasingan karena memiliki disabilitas. Ibuku juga menontonnya dan setuju dengan penggambaran tantangan-tantangan sebagai seorang ibu yang juga merangkap caregiver.

Sekarang aku sedang mendengarkan audiobook nya Zach Anner, ia juga mengidap CP. Kalau sudah selesai, nanti aku akan ceritakan tentangnya di blog. Zach tidak takut untuk membahas tentang disabilitasnya dan juga membahas "sisi gelap" dari mengidap CP. Ia bercerita dengan sangat jujur dan penuh humor! Aku sarankan orang-orang yang memiliki disabilitas dan para caregiver untuk membaca/mendengar buku ini karena bisa memberikan wawasan tentang tantangan apa saja yang mungkin kami hadapi.

(Dua hari setelah wawancara ini, Hunter bercerita bahwa akhirnya ia menonton film "Rory O'Shea was Here". Katanya filmnya sangat bagus dan ia merasa related dengan Michael. Bahkan ibunya pun menangis di sepanjang film. Berbeda denganku yang merasa adegan measurement sangat nggak nyaman karena aku pribadi harus mengalaminya paling nggak sebulan sekali, bagi Hunter measurement rasanya lebih mudah karena sebagai pengidap CP ia selalu membutuhkan perawatan fisik total).

6. Kenapa kamu memutuskan untuk menjadi seorang penulis? Ngomong-ngomong, aku suka situsmu, lho.
Waktu itu awalnya tidak direncanakan. Aku sedang bosan jadi mulai mencoba menulis. Kamu bisa anggap ini 'kecelakaan'. Tapi terkadang hal-hal besar bisa dimulai dari sebuah 'kecelakaan'. Ibuku lalu punya ide agar aku mulai blogging. Kami lalu mencobanya. Awalnya secara mandiri, tapi kemudian kami menghubungi agen untuk membantuku belajar mengenai seluk-beluk blogging profesional. Aku masih belajar, dan aku punya mentor hebat yang selalu siap membimbing.

Kolase hidup Hunter.


7. Apa impian terbesar dan tujuan hidupmu?
Salah satu tujuan utamaku adalah untuk menjadi penasehat yang lebih baik bagi diri sendiri, dan suatu hari blog ku juga bisa menjadi penasehat bagi orang lain. Aku ingin berkeliling dunia dan menulis pengalamanku untuk membantu orang lain. Aku ingin mencoba sebanyak mungkin hal-hal baru. Pada dasarnya aku hanya ingin menjadi yang terbaik sebisaku.

Berperahu di danau Wausau bersama temannya, Dave. Ah, seperti di surga! :)


8. Terakhir, apa pesan kamu bagi yang sedang membaca wawancara ini?
Jika kamu ingin melakukan sesuatu, jangan biarkan keterbatasanmu menghentikanmu untuk menemukan cara mencapainya! Aku mendorong semua orang untuk melihat di balik semua jenis disabilitas, lihat orangnya... lihat jiwanya... lihat sosoknya. Aku bukanlah kursi rodaku, aku bukan cedera otakku dan aku juga bukan gangguan mataku. Aku Hunter, aku adalah pria santai, lucu, unik dan mempunyai hati yang besar.

***

Wah, dari wawancara ini aku jadi banyak belajar hal-hal baru. Coba deh teman-teman mampir ke website nya untuk membaca tulisan-tulisan keren (review, pengalaman, ide, dll) dari sudut pandangnya. Kalian pasti akan menikmatinya seperti aku yang betah menghabiskan sore dengan membaca tulisan-tulisannya. Di sana kalian juga bisa membaca wawancara Hunter denganku. Penasaran kan dengan pertanyaan-pertanyaan cerdasnya? Klik di sini ;)

Baca interview Hunter denganku di sini :)
cheers,


Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com