Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

Ketika Pencuri Beraksi di Malam Natal...

Wah, hari pertama di tahun 2015! Teman-teman bagaimana tahun barunya? Semoga menyenangkan dan bisa bertemu dengan orang-orang yang disayangi, ya :) Hari pertama di tahun baru ini diisi dengan main hujan-hujanan bareng Eris (anjing gue), hihihi. Tadinya sih kami mau jalan-jalan santai saja, mumpung jalanan sepi karena kebanyakan orang beristirahat setelah semalaman begadang. Tapi ternyata baru saja beberapa langkah dari luar rumah hujan sudah mengguyur kota Bandung! Sempat mau membatalkan acara jalan-jalannya, tapi melihat wajah Eris yang super excited gue jadi nggak tega. Ya, sudah gue putuskan untuk berjalan-jalan di bawah hujan. Eris girang bukan main, karena ini pengalaman pertamanya. Gue juga jadi ikut "lupa diri" dan ajak Eris lompat-lompat di kubangan air. Pokoknya seru sekali sampai-sampai nggak peduli sepatu gue yang berwarna putih berubah warna jadi hitam, hihihi. Gue bersyukur tahun baru ini dibuka dengan sesuatu yang menyenangkan :)


Sekitar 1 minggu sebelum tahun baru, kira-kira 1 hari sebelum natal ada kejadian yang kurang mengenakan di daerah gue. Di malam natal seperti biasa gue duduk di depan komputer untuk mengucapkan selamat ada teman-teman yang merayakan. Tapi setelah menunggu beberapa menit koneksi internet ternyata terputus. Awalnya gue pikir karena traffic, di malam natal pasti banyak orang yang ingin menyapa kerabat atau keluarganya yang tinggal berjauhan, jadi gue anggap sebagai error yang wajar. Mendekati tengah malam ternyata masih belum juga ada koneksi internet, malah yang gue baru sadar kalau telepon rumah juga mati. Gue dan keluarga di rumah bergantung dengan wifi, jadi baik di PC, laptop dan gadget lainnya sama sekali nggak ada koneksi internet. Rasanya nggak nyaman karena kami nggak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat yang tinggal berjauhan. Tapi mau bagaimana lagi, kami cuma bisa bersabar dan menunggu pagi datang.

Keesokan harinya koneksi internet masih belum tersambung, begitu juga dengan telepon rumah. Bapak pun menghubungi operator untuk bertanya tentang masalah ini, tapi ternyata nggak ada yang mengangkat. Well, namanya juga hari natal, jadi mungkin operatornya sedang libur. Karena sama sekali nggak ada perubahan sampai malam, akhirnya kami membeli modem internet untuk dipakai bergantian. Quota nya nggak banyak karena (kami pikir) hanya untuk sementara. Yang terpenting komunikasi dengan keluarga dan kerabat tersambung kembali, toh besok sudah hari kerja.

Dengan harapan baru Bapak kembali menelepon operator keesokan harinya. Perlu berkali-kali menekan tombol redial sampai akhirnya ada yang menjawab. Ketika telepon ditutup ---Bapak memakai telepon kantor Ibu--- gue langsung bertanya dengan nggak sabar tentang kapan wifi dan telepon di rumah bisa kembali berfungsi. Ternyata jawabannya mengejutkan; Belum ada kepastian kapan akan berfungsi karena kabel telepon rumah kami ada yang mencuri! What? Bagaimana bisa kabel telepon yang terkubur aman di bawah dicuri? 
Dari obrolan Bapak dan operator terungkaplah bahwa yang dirugikan bukan cuma keluarga gue, tapi juga sekitar 1.000 keluarga lain karena pelakunya mencuri bermeter-meter kabel telepon. Dugaannya sih kabel segitu panjangnya akan dijual secara kiloan karena harganya lumayan, Rp. 50.000 per kilo.

Gue dan keluarga cukup shock mendengar kabar ini. Bukan hanya karena nggak tahu sampai kapan komunikasi terbatas tapi juga membayangkan bagaimana perasaan sekian banyak keluarga yang juga menjadi korban. Biasanya moment hari besar menjadi saat yang paling sering untuk berkumpul. Tapi untuk yang tinggal berjauhan internet dan teleponlah yang membantu menghubungkan. Orang-orang yang mencuri (yup, sudah pasti pelakunya berkelompok) mungkin nggak memikirkan sampai sejauh itu, mereka hanya menginginkan keuntungan (dengan cara yang salah). Padahal yang dirugikan banyak sekali. Pihak Telkom sudah jelas, tapi juga ada banyak keluarga yang seharusnya sedang menikmati hari raya.

Di malam tahun baru ternyata masih belum juga ada perubahan. Operator yang menerima telepon Bapak berkata bahwa mereka secepatnya akan bertanggung jawab. Sebenarnya nggak enak juga menelepon terus-terusan di moment liburan seperti ini. Mendengarkan complain kami memang tugas mereka, tapi ya rasanya gue dan keluarga juga harus berempati. Entah sudah berapa ratus orang yang menelepon mereka padahal ini malam tahun baru, dan musibah ini sangat nggak terduga. Gue yakin mereka juga kaget.

Jadi gue dan keluarga melewati malam tahun baru tanpa telepon dan wifi. Biasanya telepon rumah ramai oleh telepon dari keluarga kami yang tinggal di luar kota dan luar negeri, tapi kali ini sepi. BBM dan whatsapp di handphone Ibu dan adik gue pun sepi karena bergantung dengan wifi. Sebisa mungkin kami tetap berusaha tetap keep in touch dengan keluarga dan kerabat menggunakan handphone dan SMS. Kami agak kesal karena merasa terbatas, tapi it's new year's eve, kami seharusnya bergembira, bukan malah mengeluh :)

Ibu, Bapak, gue, Puja (my brother), Eris dan Ray pun menikmati malam tahun bersama. Ibu memasak sejak sore dan Bapak sibuk sekali menjadi "juru bakar" alias operator tempat pembakaran :D Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sederhana namun menyenangkan karena bisa bersama dengan orang-orang yang gue sayangi. Obrolan random ringan, kado kecil, tawa, makan-makan, membuat kami merasa hangat. Nggak lupa ditutup dengan doa yang berisi harapan di tahun yang baru.

Hasil karya juru masak dan juru bakar, hihihi. Gue lho yang meracik bumbu jagung bakarnya :D
Ibu sudah ngantuk sebelum jam 12 malam :D Thank God semuanya senang dengan hadiah tahun barunya :)
Ekspresi Eris waktu dapat kado tahun baru; Priceless! Dia senang banget dan langsung "kiss" gue :'D
Selain keluarga dan Eris, Ray juga datang :)

Mengingat rasa kesal gue dengan kabel yang dicuri membuat gue nggak enak. Ya, sure itu menyebalkan, tapi di suatu tempat mungkin ada keluarga yang melewati malam tahun baru tanpa makanan atau tempat tinggal. Kehilangan akses telepon dan internet mungkin juga sebagai sapaan dari Tuhan agar gue lebih sering main di luar rumah. Harus kembali mengunjungi warnet sesekali, mungkin, ---seperti sebelum ada wifi supaya gue bisa berkenalan dengan teman baru, hehehe. Yang gue butuhkan di tahun baru ini semuanya sudah ada dan lengkap. Gue punya orang tua, adik dan Ray yang sangat menyayangi gue. Juga Eris, anjing kecil yang begitu setia menemani gue. Musibah yang menimpa keluarga gue (dan sekitar 999 keluarga lain) sepertinya untuk mengingatkan bahwa meskipun ada yang diambil, Tuhan tetap memberikan berkah ---dalam bentuk yang lain ;)
Selamat Tahun baru, teman-teman! Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Amen :)

cheers,

Indi

Note:
My heart goes out to the families of the Air Asia victims. Gue tahu tim yang mengevakuasi sudah berusaha keras dan doa-doa yang tulus sudah dipanjatkan, tapi pada akhirnya kita hanya bisa berserah pada Tuhan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya pada keluarga yang ditinggalkan, semoga semuanya diberikan keikhlasan dan ketabahan, amen... 

Kamis, 25 Oktober 2012

Review: BEKAL-BEKAL :)

Hai bloggies, apa kabar? Semoga baik-baik saja, ya :) Gue sendiri baik-baik saja, thank God. Cuma sedikit restless karena udara malam belakangan selalu panas dan kering. Jadi deh hampir setiap malam gue terbangun dan menunggu pagi datang sambil melakukan hal-hal konyol di kamar, hehehe (baca: pakai make up lalu dihapus lagi, membaca buku-buku lama, lip sync dengan sangat-sangat-sangat total, dan lainnya, lol). Memang kurang tidur itu nggak baik untuk kesehatan. Tapi gue pikir daripada menggerutu sepanjang malam lebih baik melakukan sesuatu yang fun supaya waktu pagi datang gue nggak cemberut, hehehe :D

Hari ini sepulang bekerja gue cukup santai, karena udara di luar sangat terik jadi gue absen dulu untuk bermain dengan Eris (my dog) di halaman. Sebagai gantinya gue bersantai di kamar dan berniat untuk blog walking. Tapi, ups... tiba-tiba teringat kalau gue mau men-share sesuatu di blog gue ini. Jadi gue putuskan untuk menunda blog walking, dan bercerita tentang pengalaman gue (dan Ray) di tanggal 30 September kemarin. Ya, gue tahu ini agak terlambat, but I hope you still enjoy my story :)

Hari itu gue dapat undangan food tasting dari Bekal-Bekal. Setelah googling singkat, gue dapat info bahwa Bekal-Bekal adalah jasa pembuatan bekal makanan (lunch) yang bisa diantar langsung ke kantor, sekolah atau tujuan manapun tergantung lokasi pemesan. Sebagai orang yang hampir setiap hari membawa bekal ke tempat kerja, gue langsung tertarik dan meminta Ray mengantarkan gue ke sana :)


Gue pikir sudah terlalu sore waktu kami datang, tapi ternyata acara belum lama dimulai. Sungguh surprise yang menyenangkan waktu tahu bahwa Anggun, owner-nya adalah pembaca novel-novel gue. Belum sempat duduk dia sudah menghampiri kami dan meminta novel-novelnya ditandatangani. So cute :) Anggun juga bilang bahwa dia suka Hello Kitty seperti gue. Aww, that's double cute, hihihi! :))
Setelah itu kami langsung melihat-lihat makanan yang disediakan. Semuanya kelihatan yummy, tapi karena kami pesco vegetarian, jadi kami bertanya dulu menu apa saja yang "aman" untuk dimakan. Dan ternyata kami bisa makan semuanya, lho,karena di Bekal-Bekal setiap pesanan bisa disesuaikan dengan pola makan atau keinginan pemesan! Cool! :D



Pertama kami mencicipi potato wedges, mix veggies dan omelet. Kentangnya terlihat sangat clean dan nggak gosong. Sesuai dugaan rasanya enak banget, cocok sama lidah gue. Sayurannya juga enak, bumbunya pas, tapi jagungnya menurut gue agak sedikit keras.Dan ini entah karena jagungnya kurang muda atau rahang gue sedang bermasalah waktu itu :) (gue punya lock jaw, btw). Tanpa menunggu lama setelah suapan terakhir, chef langsung menawari kami menu selanjutnya untuk dicicipi. Kami merasa seperti King and Queen, deh, lol. Menunya adalah spageti, lalu dilanjutkan dengan jamur dan saus. Menurut gue rasa spageti-nya enak banget, gurih dan rich meski tanpa daging. Dan jamurnya adalah favorit gue dari semua menu yang dicicipi. Gue nggak tahu bahan-bahannya apa, tapi lidah gue merasakan tomat dan bawang putih di sausnya. Enak! :D

Belum cukup sampai di situ, kami juga ditawari makanan penutup. Langsung saja gue mengambil rainbow steamed cupcake, hehehe. Selain karena "serba rainbow" masih sangat terkenal sekarang, gue juga penasaran sama rasanya, karena menurut Anggun warna-warni cerianya terbuat dari pewarna alami, jadi bisa makan tanpa rasa khawatir. Gue salut karena warnanya terlihat rata, padahal dari hasil googling rata-rata warnanya nampak nggak beraturan, lho :) Gue dan Ray suka dengan rasanya, manisnya pas, dan tentu saja tampilannya bikin jatuh cinta, hehehe. Terakhir kami juga mencicipi puding coklat yang sepertinya bakal cocok banget dimakan siang-siang setelah sebelumnya dimasukan dulu ke lemari es, hehehe.

They're so cute and YUMMY! :)



Jasa pembuatan bekal seperti ini belakangan memang menjadi trend di Indonesia, tapi ternyata Bekal-Bekal berbeda, lho, nggak sekedar mengikuti trend. Ini buktinya:
~ Bekal-bekal melayani pemesanan personal, jadi menu dibuat sesuai keinginan/kebutuhan pemesan. Jadi jika mengidap suatu alergi, atau lagi mau makan menu tertentu, Bekal-bekal dengan senang hati menwujudkan menu yang pas :)
~  Higienitas terjamin.
~ Nutrisi sudah diatur sedemikian rupa dalam 1 kotak makanan agar mencukupi untuk beraktifitas sehari-hari.
~ Bahan makanan yang digunakan adalah organik dan non MSG. Cool, kan? ;)
~ Menggunakan lunch box yang bisa dipakai berulang kali, yang artinya aman digunakan dan mendukung gerakan go green.
~ Bentuk dari makanan bisa sesuai request (gue bakal suka kalau dibentuk jadi kepala Hello Kitty atau Mickey Mouse, lol).




~ Tersedia paket (member), dan
~ Ongkos kirim yang bersahabat.

Nah, sudah jelas kan mengapa mereka berbeda? :)
Akhirnya dengan perut kenyang gue dan Ray pamit pulang pada Anggun dan suaminya. Anggun ternyata memberikan satu kejutan lagi, dia memberi gue cermin kecil berbentuk kepala Hello Kitty yang diambil dari koleksinya sendiri! That's sweet... :') Selama perjalanan pulang gue dan Ray memuji ide keren dari Bekal-Bekal ini. Break makan siang mungkin hanya 1jam per hari bagi mereka yang bekerja (termasuk kami), tapi ketika membuka kotak makan siang dan mengetahui bahwa itu dibuat secara personal untuk kita, pasti membawa senyuman sampai seharian :) Karena nggak semua orang punya seseorang yang bisa membuatkan bekal setiap hari, maka Bekal-Bekal hadir untuk mereka :) Salut! :)

Lagi update status, hahahaha :D

Cermin dari Anggun. Thanks, ya :)

With Anggun, the owner :)


Jika teman-teman ingin bekal yang diantarkan langsung ke sekolah atau ke tempat ke tempat kerja, silakan follow twitter @bekalbekal, invite BBM nya di :28db137d, kontak YM nya di bekal_bekal@yahoo.com atau buka saja blog nya di http://bekalbekal.blogspot.com/
Pasti makan siang kalian lebih menyenangkan :)

Terakhir, terima kasih banyak untuk Bekal-Bekal karena sudah memberi kesempatan pada gue (dan Ray) untuk mencicipi menu-menu sehatnya. Sukses selalu, dan... ditunggu kiriman bekalnya ke kantor gue, hehehe :D

food glorious food,

Indi

_____________________________________________________________



Update:
Halloween tahun ini nampaknya gue batal menjadi John Frusciante. Kemeja flannel dan beanie merah ala John akan gue hibahkan pada Ray karena rasanya dia lebih cocok memakainya :) Tapi gue masih ingin jadi rockstar. Bagaimana dengan Steven Tyler? Apa itu bagus? Atau ada ide? :p Di pre school tempat gue mengajar acara Halloween nya sedikit berbeda dengan yang gue kenal. Karena berbasis kurikulum British, maka sesuai tradisi harus memakai kostum seram, bukan kostum rockstar :p Yah, sisi cerahnya gue jadi punya dua kostum tahun ini... Ada yang bisa tebak gue jadi siapa? :p
Oh, iya untuk interview gue dengan Cek&Ricek bisa dilihat di sini. Happy Halloween, guys! :)

kontak Indi: di sini, di sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 15 Oktober 2011

The Diary of... Impacted Wisdom Teeth?? :p


Halooo... haloooo, haloooo... Hahaha, semangat sekali aku malam ini :D Akhirnya gue aku post panjang lagi (iya, iya, aku dengar banyak dari kalian bilang, "Oh, no, Indi!!", lol). Jam 8 malam tadi jahitan bekas operasi impaksi pertamaku resmi dilepas, dan sekarang aku memutuskan untuk menulis pengalaman sejak operasi, pasca operasi sampai hari ini. Ya, semacam jurnalku selama 1 minggu ini :)
Well, okay... ayo kita mulai (yang mau ikut baca saja maksudnya, hihihi), semoga kalian menikmati ya ;)

***

7 Oktober 2011: Toko Es Krim nya sudah tutup, lho Indi...

Aku dan bapak pergi ke klinik untuk bertemu drg. Franky, spesialis bedah mulut. Perasaanku takut sekali meskipun sudah tahu jauh-jauh hari kalau gigiku yang impaksi ada 4 dan harus dioperasi. Sebelum hari ini datang aku sudah rontgen sebanyak 3 kali dan berkonsultasi dengan banyak dokter, berharap ada alternatif lain. Tapi semuanya hasilnya sama: aku harus dioperasi karena wisdom tooth (—-teeth karena ada 4) ku tumbuh melintang, hampir mengenai syaraf dan sudah menyebabkan lock jaw. Beruntung drg. Franky ternyata orangnya kocak dan ramah, dia menyemangati dan meyakinkan kalau aku pasti bisa melewati 2 jam waktu operasi. Dia juga mengizinkanku dan Bapak bertanya banyak hal supaya hatiku lebih tenang. Dari penjelasannya aku tahu bahwa operasi ini nggak mudah, gigiku terhalang tulang dan mungkin ada 'sedikit' tulang yang harus diambil supaya akar gigi tercabut semua. Aku juga harus siap kalau nanti akan ada syaraf yang nggak berfungsi pasca operasi mengingat 'lokasi' gigi-gigiku tersembunyi sekali.

Duh, aku jadi semakin menciut dengar penjelasannya... Pengen nangis rasanya, tapi malu soalnya muka dokternya datar-datar saja, hahaha. Untunglah dia kembali menenangkan, katanya biasanya pasien 'hanya' beresiko mati rasa sebelah wajah saja, tapi masih bisa berfungsi. Hmm, well, okay dokter, buatku itu tetap mengerikan, hahahaha. Tahu resikonya seperti ini, bius lokal rasanya jadi pilihan terbaik. At least aku masih dalam keadaan sadar kalau ada apa-apa. Apalagi aku disarankan untuk menginap 1 malam kalau memilih bius total. Uh, aku nggak suka makanan Rumah Sakit :p
Setelah deal dengan segala resikonya, drg. Franky memastikan aku sudah berani untuk operasi. Aku langsung mengangguk, tapi ternyata malah Bapak yang menyela dan bertanya, "Dok, apa betul anak saya harus makan es krim banyak-banyak setelah operasi?". Bukannya menjawab dokter malah menuduhku, katanya, "Pasti anak Bapak ya yang bilang?". Dituduh seperti itu cepat-cepat aku jawab, "Aku tahu dari internet, bukan aku yang bilang". Oh, my God memalukan... hahahaha...

Waktu dibius aku nggak rasakan apa-apa, cuma sedikit ngilu dan perasaan sedikit tertekan. Tapi aku betul-betul nggak tahan dengan semua suara di sekitarku. Suara gusiku disobek adalah yang paling buruk, apalagi tiba-tiba mulutku penuh darah dan rasanya aneh banget. Aku coba pejamkan mata dan pura-pura tidur, tapi dokter malah minta aku bangun karena katanya itu bahaya. (Ya ampun, kenapa aku itu hobi banget improvisasi, ya? Lol). Setelah gusi selesai disobek gigiku ternyata masih belum terlihat seluruhnya. Posisinya ada di ujung dan sebagian terhalang tulang. Gigi yang terlihat berhasil dipecahkan jadi 4 bagian dan berhasil membuat Bapak ke luar ruangan karena ngilu dengar suaranya, hahaha. Aku masih nggak rasakan apa-apa selain perih di lidah dan ujung bibir.
Satu jam berlalu, dokter mencungkil tulangku sedikit demi sedikit. Obat bius rasanya sudah nggak terlalu bekerja, aku bisa merasa ngilu dan sedikit sakit. Tapi aku coba tetap tenang sampai 40 menit kemudian sisa gigi dan 2 buah akar gigi berhasil keluar. Spontan aku langsung tepuk tangan dan tertawa sampai-sampai darahku netes-netes ke dagu (ada pembuluh darah yang ikut terpotong, tapi tenang ini aman). Mbak asisten dokter sampai ikutan tepuk tangan, lho, dia bilang, "Akhirnya selesai juga...", hehehe. Tinggal tahap terakhir, gusiku yang terbuka selebar-lebarnya dijahit. Begitu jarum nusuk gusi, aku langsung teriak sampai semua kaget. (Apalagi bapak yang baru masuk kembali setelah trauma melihat anaknya operasi, hahaha). Ternyata oh ternyata, efek obat biusku habis. Aku pun harus rela dibius kembali dan menunggu 5 menit ekstra supaya obatnya bekerja.

Dan, operasipun selesai. Setelah mulut dan pipiku dibersihkan, aku langsung bangun dan ingin melihat gigi yang sudah dioperasi. Eww... ternyata hasilnya acak-acaknya. Gigiku dipecah entah jadi berapa bagian dan memang ada serpihan tulang-tulang kecil. Ya Tuhan, seram sekali :S
Aku yang masih dalam pengaruh obat bius, ceria dan betul-betul bebas rasa sakit malah tertawa-tawa dan minta dokter pindahkan gigiku ke atas kertas bersih supaya bisa difoto. Tapi dokter hanya memindahkan 4 potongan gigi tanpa tulang dan meminta aku memfoto yang itu saja. Katanya kalau semuanya kelihatan nanti orang ketakutan melihatnya, hehehe, betul juga ya? :p

Aku dan bapak langsung pamit pulang begitu dapat resep obat. Waktu kami sampai di pintu keluar dokter memanggil aku kembali dan berkata, "Toko es krimnya sudah tutup, Indi!". Aku langsung kecewa tapi Bapak bilang dokter cuma bercanda. Dan ternyata betul diperjalanan pulang aku langsung dibelikan 2 cup es krim dan 1 kotak jus. Oh, ya, soal es krim ini bukan sekedar keinginanku, dr. Franky ini memang suka bercanda, tapi pada akhirnya dia tetap mengiyakan kalau aku memang butuh es krim. Fungsinya supaya jahitan sembuh dan darah cepat membeku. Kompres air dingin dari luar memang membantu, tapi es krim juga terbukti efektif.


Sebagian gigiku yang sudah dokter pindahkan ke tempat bersih. Tadinya penuh darah dan ada pecahan tulang. Eww... :S


8 Oktober 2011: Daddy, I'm in pain... I don't care about your birthday :(

Beberapa jam setelah operasi rahangku sakit sekali. Dan di gusiku rasanya seperti ada luka terbuka yang terkena pasir: perih sekali! Aku sama sekali nggak bisa tertidur bahkan beristirahat. Puncaknya jam 5 subuh waktu aku tiba-tiba merasakan leher dan pipiku membengkak. Badanku juga panas sampai terus-terusan menggigil. Ya, dokter memang sudah memperingatkan soal ini, tapi aku nggak menyangka bengkaknya akan sebesar ini. Aku juga kaget waktu sadar kalau rahangku nggak bisa dibuka maksimal. Dengan panik aku bangunkan Bapak dan menangis. Aku hidup dengan scoliosis nyaris seumur hidup, tapi aku nggak pernah merasakan kesakitan yang seperti ini. Setiap kali aku baca artikel tentang operasi impaksi di internet kupikir rasa sakit yang diungkapkan terlalu dilebih-lebihkan. Tapi ternyata kenyataannya memang sesakit itu... sakit sekali...

Seharian aku habiskan dengan mengompres pipi dan mencoba istirahat, tapi tetap aku nggak bisa. Makanan yang masuk pun cuma 1 cup es krim dan Tipco rasa kiwi. Bapak betul-betul merawatku, beliau meyakinkan kalau aku pasti bisa lalui ini semua. Katanya aku akan sembuh lebih cepat daripada orang-orang yang pernah dioperasi impaksi. Beliau bahkan sepertinya lupa dengan ulang tahunnya sendiri, padahal biasanya setiap tahun selalu ada acara potong kue dan tiup lilin. Aku sebetulnya ingat Bapak ulang tahun, tapi entah kenapa aku selalu lupa untuk mengucapkan selamat. Oh, I'm sorry Daddy... :'(



Tipco dan es krim. I'm a HUGE fan of Tipco, btw :p


9 Oktober 2011: Oh, I want to EAT that Picture!

Aku putuskan untuk libur bekerja sampai jahitan bekas operasi benar-benar sembuh. Aku cuma ingin istirahat dan cepat sembuh. Ini baru hari kedua tapi bengkakku terus semakin membesar, padahal dokter bilang puncak bengkak akan terjadi di hari ke 3 dan ke 4 karena darah sudah mulai membeku dan harus diberi kompres panas supaya mengempis. Aku terus menerapkan kompres dingin karena darah terkadang masih keluar kalau aku berkumur. Pokoknya aku memcoba sedisipilin mungkin menerapkan nasihat dokter. Tapi waktu aku melihat-lihat majalah kesukaan, aku melihat halaman menu masakan yang membuat perutku berbunyi (padahal di hari sebelumnya aku nggak nafsu makan, lol). Aku langsung ke dapur dan mempraktekannya: roti bakar, telor ceplok, tomat panggang dan lelehan keju nikmat. Umm, yummy, aku langsung berdecak-decak begitu masakannya siap. Tanpa pikir panjang aku langsung buka mulutku lebar-lebar dan 'tuk', roti langsung beradu dengan gigiku. Ternyata rahangku masih terlalu sempit untuk dimasuki roti. Setelah aku cek, rahangku ternyata cuma bisa terbuka selebar 1 jari. Ah, too bad, padahal aku sudah susah payah memasak...

Meski di jam-jam tertentu sakitnya masih menjadi seperti kemarin, tapi di malam hari darahku betul-betul berhenti. Aku sudah bisa menggosok gigi meski cuma gigi di barisan depan.


Menu enak yang salah, hahaha...


10 Oktober 2011: Still the Same

Nggak ada perubahan yang berarti. Aku masih sering kesakitan di jam-jam tertentu. Tapi aku sudah bisa belajar makan dengan menu yang pas dan nggak perlu membuka rahang lebar-lebar. Aku nggak makan es krim, sebagai gantinya aku minum jus banyak-banyak karena meski dipaksakan tetap saja makanan yang masuk ke perutku nggak semaksimal hari-hari biasa.


11 Oktober 2011: Big Girl Appetite

Pipiku masih bengkak tapi sudah mulai bisa disentuh. Cuci muka memang masih terasa sakit, tapi aku sudah bisa menerima spons untuk membersihkan muka. Darah sudah sepenuhnya membeku, itu ada enaknya karena sehabis mencuci muka aku bisa mengoleskan minyak telon di pipi dan leher untuk mengurasi rasa ngilu. Tapi sayangnya karena kulitku sensitif mulai muncul bintik-bintik merah di daerah pipi kanan dan leher atas. Memang serba salah, tanpa minyak telon aku susah istirahat sedangkan kalau aku memakai kompres kain/kantung, pipiku masih terlalu sensitif dan akan terasa sakit. Akhirnya aku usahakan untuk memakai minyak telon sesedikit mungkin dan ketika malam hari aku coba untuk tidur di bawah tenda yang terbuat dari bedcover, jadi pipiku nggak kena kain secara langsung tapi tetap hangat. Brilian, ya? :p

Nafsu makanku juga meningkat pesat. Lihat acara kuliner di TV langsung pengen ikut makan, lihat majalah segala gambar makanan ditunjuk. Wah, pokoknya repot, hahaha. Untunglah Bapak banyak akal, beliau membuatkan aku kentang tumbuk dan tuna. Rasanya enak dan hampir sama dengan makanan 'normal' ku sehari-hari. Syukurlah aku pesco-vegetarian, kalau bukan mungkin aku sudah repot minta daging ayam dan sapi ya? Lol.


Kentang tumbuk, tuna dan tomat panggang. Yumm! :D


12 Oktober 2011: Awww, Eris yang malang :(

Aku merasa hampir normal, badanku semakin jarang demam (sebelumnya setiap malam memang agak hangat) dan bengkakku mengempis. Pipiku sudah terlihat hampir normal dan leher bagian atas bengkaknya tinggal sebesar kacang merah. Tapi tetap cuma sebatas 1 jari rahangku bisa terbuka. Aku nggak ada masalah dengan menggosok gigi, hanya saja aku nggak bisa pakai sikat gigi orang dewasa, ujungnya nggak masuk ke rahangku yang menyempit. Meski dokter minta aku beristirahat selama satu minggu tapi aku sudah mulai beres-beres kamar dan latihan lip sinc dengan lagu Aaron Carter, hahahahaha (get a life, Indi! Lol). Aku juga sudah kangen dengan Eris, biasanya setiap siang aku dan Eris suka berjalan-jalan di halaman sambil makan siang dan terkadang aku potong bulunya. Jadi aku putuskan untuk memulainya lagi sekarang, aku hampiri Eris dan memberinya 1 mangkuk dog food. Tapi lalu aku perhatikan sesuatu, mata kanan Eris memerah dan kelopaknya membengkak. Memang kecil sekali, tapi kalau dia melihat ke arah atas aku bisa melihatnya dengan cukup jelas. Aku langsung menghubungi Tina, teman onlineku yang memelihara banyak anjing. She's so nice dan banyak membantuku sejak Eris belum lahir dan Veggie masih hidup. Dia menyarankanku membasuh mata Eris dengan boorwater, katanya Eris sepertinya cuma iritasi atau panas dalam. Nasihatnya menenangkanku, aku langsung basuh mata Eris dan memotong bulunya lebih pendek. Dari buku yang aku baca iritasi mata pada anjing sering kali terjadi karena tertusuk bulunya sendiri dan lingkungan bermainnya, jadi aku mencoba meminimalisir pemacunya. Syukurlah di waktu malam mata Eris sudah membaik.

Oh ya, ada 2 kejadian lucu yang cukup menyebalkan. Yang pertama ada seorang petugas jasa pengiriman paket yang dengan nggak sopannya melemparkan paket ke garasi rumah orangtuaku. Waktu aku tegur dia bilang bahwa dia pikir di rumah nggak ada orang, padahal lucunya, dia masuk lewat pintu depan yang terbuka lebar. Bagaimana bisa dia pikir di sini nggak ada orang? Lol. Paketnya ternyata berisi majalah Aplaus the Lifestyle yang di dalamnya ada review novel keduaku: "Karena Cinta itu Sempurna" (Yippy, it's a good review!). Dan yang kedua aku dapat kejutan manis dari Puja, my brother. Dia memberiku es krim rasa stroberi kesukaanku. Tapi di malam hari dia meminta uang Rp. 5.000, katanya untuk membayar es krim yang aku makan! Hahahaha, aku akan balas nanti, little rascal!



Eris malang yang belum disisir 4 hari dan peralatan Eris. Eris suka sekali dengan sisirnya:)

Majalah Aplaus yang memuat review novel Karena Cinta itu Sempurna karyaku :)

Kado es krim yang ternyata ditagih uangnya setelah es krimnya habis -___-'


13 Oktober 2011: Kembali Menjadi Dog Keeper

Well, aku memang berjanji sama diri sendiri untuk libur bekerja selama sakit, tapi aku nggak bisa menolak kalau ada yang butuh bantuan soal anjing. I'm not a professional dog keeper, by the way, tapi aku terkadang diminta Uak untuk menjaga anjingnya. Dan hari ini, tadinya aku cuma mau membawa Eris ke dokter hewan untuk vaksin ulang dan memastikan matanya nggak apa-apa, tapi lalu aku teringat Doggy, anjing Uak yang belum pernah divaksin padahal usianya sudah 10 bulan. Ya, bukan salah siapa-siapa, Doggy ini anjing yang ditemukan di jalan dan Uak memutuskan untuk memeliharanya. Tapi berhubung beliau tinggal di luar kota, aku lah yang bertugas mengurus keperluan nya terkadang.
Membawa Doggy ke dokter hewan bukan perkara mudah, dia belum pernah naik mobil dan disimpan di dalam kandang sebelumnya. Sepanjang jalan dia terus menangis dan stres sampai-sampai dia pup. Aku betul-betul nggak tega, but what can I do, then? Aku cuma bisa mengelus kepalanya dan berjanji kalau setelah ini dia bisa pulang.

Sampai di dokter hewan Doggy semakin panik, banyak orang asing dan dia terpaksa diikat di pohon supaya nggak kemana-mana. Doggy juga nggak mau aku tinggalkan, setiap aku menjauh beberapa langkah saja dia pasti menangis dan mencari-cariku. Aku betul-betul kerepotan karena giliran Doggy diperiksa masih lama, masih menunggu 8 pasien lagi! Untung lah ada 2 pasien yang cancel dan kami bisa masuk lebih cepat. Hasilnya Doggy nggak apa-apa, dia cuma stres karena masih puppy dan nggak terbiasa sama suasana baru. Dokter dan aku juga membuatkan tanggal ulang tahun untuk Doggy karena dia anjing yatim piatu (poor Doggy...). Kami putuskan Doggy ulang tahun di tanggal 2 Desember karena keluarga Uak banyak lahir di tanggal 2. Haha, selamat ya Doggy, sekarang kamu bisa ulang tahun! :D Sedangkan Eris, she's fine. Dokter bilang dia anjing yang lucu meski penakut. Eris masih harus menambah berat badan kalau dia mau hamil, tapi intinya dia baik-baik saja dan matanya cuma iritasi karena tanah :)

Aku banyak tertawa dan rahangku rasanya sudah bisa terbuka lebar, sampai aku putuskan untuk membeli roti di dokter hewan. Aku baru sadar bahwa rahangku masih tetap sempit. Aku bahkan nggak bisa memasukan roti kecil ke dalam mulut dan harus menyerah untuk makan bubur di rumah...



Eris ceria di dokter hewan. Bulunya bersinar dan rapi | Doggy setelah sedikit tenang dan diberi roti | Buku vaksin Doggy dan Eris | Obat pencernaan dan cacing (rutin) untuk Eris supaya lebih gemuk :)
 
Bertemu bubur di rumah setelah gagal makan roti :'(


14 Oktober 2011: Sudah Selesai :) (at least for now)

Badanku terasa lelah karena aktivitasku kemarin, tapi kabar baiknya rahangku sedikit bisa terbuka. Memang masih sakit, tapi at least sekarang sudah seukuran 2 jari. Masih susah untuk menggosok gigi dengan sikat gigi orang dewasa, tapi firasatku sepertinya sebentar lagi akan bisa, hehehe.
Aku betul-betul semangat untuk melepas jahitan di gusiku, rasanya nggak sabar untuk ke klinik dan menghilangkan rasa aneh di mulutku (benangnya terasa pahit dan asam setiap kali tergigit, hehehe). Apalagi aku merasa kalau aku menelan salah satu benang di gusiku. Tapi kata Bapak itu nggak mungkin karena dokter pasti sudah mengikatnya dengan kuat :p
Sambil menunggu aku mengecat kukuku dengan warna pink. Cat kuku ini dari Ray, jarang kupakai karena waktu itu dia menghadiahiku dengan banyak warna, hahaha.

Jam 8 malam aku ke klinik, syukurlah aku nggak perlu menunggu lama. Ada yang bilang melepas benang itu perih dan agak sakit, tapi ternyata aku hampir nggak rasakan apa-apa. Rasanya begitu cepat dan langsung membuat gusi terasa ringan :) Berhubung drg. Franky lagi nggak kurang sehat, aku berkonsultasi dengan istrinya, drg. Susiana. Dia bilang bekas jahitanku bagus sekali, bersih dan nggak ada komplikasi, bahkan sama sekali nggak meninggalkan lubang. Untuk masa penyembuhan jugaku lebih cepat dibanding pasien lain meski kasusku termasuk berat. Wah, berarti Bapak betul bahwa aku ternyata memang cepat sembuh! :) Soal rahangku yang cuma bisa terbuka dua jari katanya itu wajar. Malah itu termasuk bagus karena biasanya setelah lewat 1 minggu banyak pasien cuma bisa membuka rahangnya seukuran 1 jari! Wah, senang sekali, ternyata aku bisa melewati masa pasca operasi dengan lancar.

Drg. Susiana bilang supaya aku memberi waktu pada bekas operasiku untuk sembuh total sebelum operasi berikutnya. Yup, aku masih harus menjalani 3 operasi lagi karena masih ada 3 wisdom teeth yang tertinggal. Di hari pertama setelah operasi aku sempat menangis dan bilang kalau aku nggak akan sanggup untuk menjalani operasi lain. Waktu itu aku pikir 1 saja sudah sakit sekali apalagi harus 3 kali lagi. Tapi setelah hari ini kurasa aku sudah semakin kuat :) Apalagi aku juga masih harus berjuang melawan lock jaw. Tulang rahang kanan aku lebih menonjol daripada yang kiri, jadi operasi-operasi ini membantu meringankan 'beban' rahangku sebelum operasi perbaikan rahang (okay, ralat kalau gitu, aku masih harus menjalani 4 operasi lagi). I’ll be just fine, aku percaya itu :)

Pulangnya aku mampir ke mini market untuk membeli sikat gigi anak-anak. Aku mungkin akan memakainya sampai 1 minggu ke depan. Sengaja aku pilih yang ada bonus pasta gigi nya supaya bisa Eris pakai, hihihi, harus berhemat, masih banyak pengeluaran sebelum masalah rahang ini selesai :) Meski begitu aku menghadiahi diri sendiri dengan membeli 1 cup lulur Bali ;)

Jadi, begitulah jurnalku pasca operasi impaksi. Aku tahu ini panjang, tapi semoga ada yang tahan untuk mengikuti ceritaku sampai akhir, lol. Sekarang aku harus istirahat karena nanti siang hari pekerjaanku dimulai kembali, hehehe. So have a nice weekend dear pals!



Bermain dengan cat kuku dan cincin Iie sambil menunggu waktu (aku cuma pakai cincin itu khusus difoto saja, lol)

Sikat gigi anak yang kubeli dan lulur bali untuk hadiah diri sendiri :)

Penampakan terakhirku, lol. Kinda skinny :( And I need a haircut ASAP.


















nb: Ah, iya aku sampai lupa. Ternyata aku betul-betul menelan benang jahitan di gusiku secara nggak sengaja. Aku lupa tepatnya hari apa, tapi waktu dokter melepas benangnya yang tertinggal memang 2 jahitan, padahal seharusnya ada 3, hahahaha.




salam senyum lebar,

INDI
twitter? HERE



Post serupa dari teman blogger yang juga baru operasi impaksi. Buka di sini dan di sini.