23 Maret jam 12 pagi lewat sedikit, aku menulis surat ini. Bukan supaya jadi yang pertama membuat, tapi aku sudah berjanji untuk membuatkan sesuatu yang istimewa untuknya. Supaya ia tahu bahwa ia memang begitu. Ia memang istimewa...
![]() |
| Dija waktu bayi. Ini foto yang buat aku jatuh cinta :) |
![]() |
| Kue dan kartu ucapan khusus untuk Dija. |
![]() |
| Ultah untuk Dija. Aku dandan khusus untuk Dija, lho :) |
Dija sayang,
Apa kabar? Sedang apa? Tebakanku pasti kamu sedang pakai gaun cantik, ya? Siapa yang menunggumu di pintu? Hayooo, pacarmu, ya? Sudah kamu kenalkan sama tante Elsa belum?
Aku sekarang sedang pandangi fotomu waktu kecil lho. Iya, kamu. Dija yang sekarang sudah besar ini, di foto sedang berbaring. Tanganmu kecil sekali, kakimu juga. Di kepalamu hanya ada sedikit rambut dan kamu cuma pakai popok. Aku bisa lihat kulitmu masih merah dan halus.
Mungkin kamu lupa, bahkan tidak tahu. Foto inilah yang membuatku jatuh cinta. Rasanya aku sedang melihat malaikat kecil yang baru diantar dari surga. Kamu manis sekali. Kamu membuatku jatuh cinta sejak pandangan pertama...
Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Aku hampir tidak percaya, Dija yang dulu mungil sekarang sudah 17 tahun. Seperti ulang tahunmu yang sebelum, sebelum, sebelumnya lagi, ulang tahun kali ini sama istimewanya. Kamu tahu kenapa? Karena setiap usiamu bertambah itu artinya Tuhan sedang menunjukkan kasih sayangNya. Memberimu kesempatan untuk hidup dan menikmati kasih sayang orang-orang disekitarmu lebih lama lagi. Oh, iya aku hampir lupa menyebutkan. Sejak pertama aku melihatmu, aku langsung tahu bahwa kamu istimewa. Elsa--tantemu--bilang kamu hanya pernah bertemu Ibu satu kali saja. Aku memang tidak tahu rasanya, tapi aku tahu itu pasti tidak mudah. Dan kamu sangat hebat bisa melewatinya dengan penuh senyum. Kamu MEMANG istimewa Dija :)
Sekarang kamu sudah dewasa. Kamu pasti sudah mengerti bahwa setiap bayi perempuan dan bayi laki -laki dilahirkan ke dunia dalam keadaan berbeda. Beberapa memiliki orang tua yang lengkap, beberapa lagi hanya memiliki salah satu, bahkan sisanya hanya sendirian, tidak punya siapa-siapa. Dan kamu Dija, kamu sangat beruntung. Kalau kamu pernah mendengar lagu "Too much love will kill you" (coba tanya tante Elsa kalau kamu tidak tahu lagunya), kamu sekarang bisa bilang dengan lantang kalau lagu itu salah. Karena sebetulnya banyak cinta malah membuatmu tumbuh. Membuatmu lebih berani dan kuat. Kamu MEMANG beruntung :)
Selamat ulang tahun, Dija. Semoga tante Elsa tidak lupa memberikan suratku padamu. Dan semoga, ia juga tidak lupa untuk menunjukkan foto-foto yang aku kirim untukmu. Semoga suatu hari tidak sekedar foto, ya, tapi aku bisa memberimu kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun langsung padamu (aku membeli kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun sepulang les tadi, ini betul-betul khusus untukmu, lho Dija).
Sekali lagi, selamat ulang tahun. Doa terbaik dariku. Aku yakin kamu pasti bisa melewati usia 17 tahun dengan baik dan penuh kasih. Ibumu pasti bangga dan sedang terseyum di surga sana melihatmu tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan manis :)
peluk dan cium,
xoxo
(Tante Indi)
nb: Dija, mungkin kamu tidak ingat ini, tapi dulu kamu selalu panggil aku "tante". Kamu tahu sesuatu? Kamulah orang pertama yang memanggilku seperti itu meskipun aku punya banyak keponakan. Itu membuatku merasa istimewa dan dekat denganmu, Dija. Panggil aku "Tante Indi" selalu ya, sayang :)


