Tampilkan postingan dengan label penulis dari Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penulis dari Bandung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

Laporan dari "Meet dan Greet" perdana Indi :)




Wow, it's like a dream come true... Akhirnya meet and greet perdanaku terwujud! Ya, meski dengan beberapa "kekonyolan" di sana-sini.. hihihihi...

Jadi seharusnya jam 2 siang aku sudah tiba di Gramedia BSM. Tapi berhubung rumahku dekaaaat banget dengan BSM, aku jadi kebanyakan santai-santai dan terlambat. Kupikir, ah 15 menit juga sampai. Nah, ternyata jalanan macet banget! Duh, duh.. kok bisa-bisanya ya aku lupa kalau sekarang hari libur kemerdekaan. Pasti gara-gara terlalu semangat, deh...
Lucunya, waktu aku iseng-iseng nengok akun twitter lewat ponsel, ada beberapa orang yang menyangka gue sengaja bersembunyi di Gramedia, hihihi. Isinya rata-rata seperti ini:

"Cepetan keluar dari Gramedianya, dong Kak Indi... Jangan sembunyi".

Wah, wah... Padahal saat itu aku lagi terjebak macet. Maaf ya sudah bikin menunggu, huhuhu :')

Begitu sampai aku langsung "disambut" dengan terburu-buru sama Mas Aris dari Solusi Distribusi. Tanpa diberi tahu acaranya akan seperti apa aku tahu-tahu sudah duduk di depan banyak teman pembaca (salah sendiri telat! Lol). Aku ngerasa sedikit nervous tapi... waw, bahagia rasanya akhirnya aku bisa bertemu mereka. Aku sampai nggak bisa berhenti senyum dan menatap mereka satu persatu. Hehe, I know it's kinda weird, tapi itulah yang aku rasakan, bahagia karena akhirnya bertemu dengan teman-teman yang "dipertemukan" oleh novel-novelku :)


Aku ingat dia namanya Ilham. Rajin banget jawab kuis dan rela nunggu sampai bubar buat foto bareng aku dan Elke :D





Acaranya berlangsung santai dan berfokus pada novel pertamaku "Waktu Aku sama Mika". Aku bercerita awal mula aku menulis, proses pembuatan novel dan pengalaman-pengalamanku sebagai penulis. Aku juga kasih bocoran soal novelku yang ketiga meski masih coming not really soon, hihihi. Lalu disambung dengan kuis yang berhadiah 8 buku dan block note dari Homerian Pustaka, my publisher. Pertanyaan yang aku kasih gampang-gampang kok. Semuanya seputar novel "Waktu Aku sama Mika" dan beberapa dari cover novel "Karena Cinta itu Sempurna". Ada yang menarik, satu kali aku menyebutkan kalau Arswendo Atmowiloto adalah penulis lokal yang mempengaruhiku. Nah ternyata eh ternyata... audience malah bengong semua waktu aku sebut nama itu, hahaha. Maklum kebanyakan dari dari teman-teman yang datang masih berusia sekolah (16++). Malah waktu soal "Arswendo" ini aku jadikan pertanyaan kuis, nggak ada yang bisa jawab lho... Beruntung ada seorang ibu yang sedang berdiri di dekat lokasi meet and greet bertanya apa beliau boleh ikutan karena tahu jawabannya. Hihihi, ternyata aku sudah tua, ya? :p 







Acara ditutup dengan book signing dan foto bersama. Sesi ini adalah favoritku! Aku senang bisa duduk dekat teman-teman dan berkomunikasi dengan mereka. Meski nggak bisa lama-lama at least aku bisa bertanya nama dan kabar mereka :) Oya, setiap satu orang rata-rata mereka nyodorin 3 buku lho buat ditanda-tangan, hihihi. Mungkin titipan temannya, ya. Ada juga yang block note'nya minta ditanda-tangani. Seluruh audience seharusnya dapat block note gratis. Tapi waktu kulihat di meja kok ada sisa ya, hmmm, sepertinya ada yang lupa meminta, hihihi.




Bersama tim Solusi Distribusi dan Billa teman pembaca terbaruku :)


Aku senang acaranya berlangsung lancar dan akrab. Aku harap teman-teman pembaca yang datang juga merasakan hal yang sama. Apalagi aku dengar ada yang sudah nunggu dari jam 11 pagi... Mudah-mudahan menunggunya jadi sepadan ya :)
Untuk teman-teman di kota lain doakan aku bisa segera berkunjung, ya. Sangat ingin bertemu kalian! :) Aku janji lain kali bakal datang tepat waktu, hihihi. Dan untuk penyelenggara mudah-mudahan bisa menyediakan kursi lebih banyak ya, supaya nggak ada teman-teman yang harus berdiri. Soalnya tadi baru ada yang mengadu lewat twitter nih karena harus berdiri sepanjang acara (waaaah, maaf ya...).



Sehabis meet and greet ternyata aku dapat kejutan-kejutan menyenangkan, lho. Yang pertama adalah kedatangan my twinny, Aelke Mariska (Elke). Dia datang jauh-jauh dari Jakarta untuk datang ke meet and greet. Sayangnya terlambat :( Tapi aku tetap senang karena bisa ngobrol sampai malam dan foto-foto sampai capek, hihihi. Nice to meet you, Elke. Thanks buat bunganya, ya! :)





Dan yang kedua Ray datang menjemputku, dia ajak aku dinner sampai kekenyangan! Terima kasih Ray, you made my day!








Ah, iya kembali lagi soal meet and greet. Senang bertemu kalian semua, dan terima kasih banyak ya untuk teman-teman yang sudah jadi fotografer dadakan :D


salam,
Indi

Rabu, 02 Maret 2011

Lakukan saja! :)


Ah, senangnya akhirnya aku bisa nulis lagi di sini. Meski baru 2 minggu belakangan saja sibuknya, tapi rasanya sudah berbulan-bulan, hehehe. Apalagi sibuknya makin "terasa" waktu baca banyak pesan dari pembaca yang bilang kalau mereka nggak kebagian buku (plus tanda tangan) ku. Sedih dan "capek" banget rasanya, soalnya maunya aku sih semua kebagian buku. Tapi ada daya (ya ampun kata-katanya, lol) jatah buku dari penerbit sudah habis, bis, bis :)

Tapi hari ini, di sinilah aku, santai di depan komputer di dalam kamar. Baru saja ganti baju pakai piyama, cuci muka, tangan, kaki dan baluran minyak telon (iya, iya, aku memang nggak mandi, lol). Ada sesuatu yang sudah lama pengen aku share, dan hari ini rasanya hari yang tepat.
Jadi begini ceritanya...
*just ignored my "norak" language, lol*






Banyak yang bertanya, kenapa novel "Waktu Aku sama Mika" punyaku bisa terbit. Padahal sebelumnya aku belum pernah menulis dan nggak pernah kenal sesorang yang bisa menerbitkan buku. Ada yang menebak aku menerbitkan dengan biaya sendiri, tapi tentu saja tebakan itu salah :) Sebetulnya "Waktu Aku sama Mika" sama sekali nggak direncanakan untuk dibukukan, tapi itu cuma diary pribadiku yang setelah 1 tahun baru diputuskan untuk dibuat blog'nya di Friendster. Nggak disangka, ternyata ada seorang penyunting dari Homerian Pustaka yang baca post-post pendekku. Dia bertanya apa aku berminat untuk membukukan tulisan-tulisanku. Wah, aku keget bukan main waktu disodori kontrak. Sampai-sampai aku sempet bengong selama 1 minggu, hehehe. Tapi dengan yakin aku bilang "YA!" untuk kontrak itu.

Aku nggak pernah tahu kalau novelku ternyata bisa mempengaruhi pembacanya. Ada yang bilang bahwa membaca kisahku membuat dia tahu lebih banyak tentang scoliosis, ada juga yang menjadi lebih "berdamai" dengan HIV/AIDS. Bahkan ada juga yang mengaku merasa "aman" setelah membaca bukuku karena dia--mereka--senasib dengan kisah yang ada dibukuku ("Waktu Aku sama Mika" menceritakan tentang hari-hariku sebagai pengidap scoliosis dan ketika aku berpacaran dengan Mika, seorang pengidap AIDS, btw). Semenjak itu, aku jadi tahu sesuatu: Untuk didengarkan aku hanya perlu bicara. Aku hanya perlu... lakukan saja!



"Waktu Aku sama Mika", sudah 4 kali cetak ulang :)



Waktu kecil aku punya banyak mimpi. Dari mulai mimpi jadi model video clip Michael Jackson (seriously!), bikin perusahaan es krim sendiri, sampai mimpi punya sekolah keren yang fasilitasnya support buat pengidap scoliosis kaya aku (hehehe, yang satu ini benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi). Tapi sayang, waktu kecil itu sampai "mimpi doang". Aku sama sekali nggak berusaha mewujudkan semuanya. Rasanya sudah cukup nikmat ngebayangin aku digendong MJ sambil bawa lilin (wuahahaha) atau ngebayangin belajar di sekolah yang nggak ada tangganya, pakai lift dan ada kelas yoga chiropractic'nya.
Sekarang sih memang sudah terlambat. MJ sudah ada di surga, minatku terhadap es krim nggak sebesar dulu dan aku sudah lulus sekolah.

Hmm, coba ya kalau dulu aku kepikiran buat speak up--bicara--sama seseorang yang lebih dewasa, mungkin wajahku sekarang ada di video clip "Heal the World", hehehehe. Hush! Itu sih artinyaku masih cuma bermimpi tanpa melakukan apa-apa :p
"Waktu Aku sama Mika" jadi langkah kecilku, semenjak itu aku mulai lakukan sesuatu, bukan cuma bermimpi. Aku ingin banyak orang tahu tentang HIV/AIDS. Aku ingin menghapuskan prasangka dan ketakutan masyarakat awam tentang penyakit tersebut. Terdengar naif? Memang :) Tapi toh aku tetap lakukan. Aku mulai menjadi relawan di Yayasan AIDS, menulis buletin untuk kampus dan membuat pin-pin kecil yang isinya quote-quote buatan aku sendiri. Mungkin yang memperhatikan cuma sedikit, mungkin yang berubah juga cuma sedikit. Tapi aku nggak peduli. Sedikit lebih baik dari tidak sama sekali dan aku percaya kebaikan itu menular. Aku yakin di luar sana ada orang yang "tertular" dan melanjutkan niat baikku. Dan aku juga yakin, Tuhan pasti membantu umatnya yang berdoa dan mengusahakan perubahan baik, sekecil apapun itu :)

Begitu juga soal scoliosis. Aku mulai bicara dan nggak lagi diam tapi ingin didengarkan. Aku sadar banyak scolioser-scolioser (pengidap scoliosis) yang kurang terperhatikan. Ironisnya, pengidapnya sendiri yang kurang perhatian. Sebabnya memang macam-macam, bisa karena kekurangan informasi atau karena kurangnya biaya untuk berobat (okay, scoliosis memang nggak ada obatnya, tapi at least ada terapi untuk memperlambat/mengurangi kelengkungannya). Padahal 9 dari 10 pengidap scoliosis adalah perempuan, yang biasanya suatu hari akan menikah dan memiliki anak. Kebanyakan perempuan yang mengidap scoliosis anaknya akan mengidap kelainan yang sama. Ini memang sulit dicegah tapi tentu saja kalau diketahui sejak dini bisa ditanggulangi/diminimalisir tingkat kerusakannya.
Jujur saja, untuk hal ini langkahku untuk didengar agak tertatih-tatih. Aku memulainya dengan mengirim surat pada majalah Gogirl. Nggak disangka ternyata suratku bukan cuma dibalas, tapi reporternya datang untuk mewawancaraiku! Dari satu majalah ke majalah lain, aku mulai bicara dan memberitahu apa itu scoliosis pada siapa saja yang membaca. Tawaran untuk bicara di acara launching Masyarakat Scoliosis Indonesia pun datang. Lebih banyak lagi yang bisa aku bagi. Malah, bahagia sekali waktu akhirnya aku bisa muncul di TV. Sebuah surat yang aku kirim kepada Rosiana Silalahi ternyata dijawab melalui telepon dua hari kemudian oleh Rossy--panggilan Rosiana Silalahi--sendiri. Aku ditawari untuk tampil diacaranya (Rossy-Global TV) dengan tema "Menembus Batas". Tanpa ragu (tapi bukan berarti tanpa grogi, hihihi) aku menerima tawaran itu. Bahagianya aku bisa bercerita banyak dan memberikan informasi soal scoliosis lebih banyak. Aku juga bangga karena bisa ada disana untuk berbicara, padahal aku bukan "siapa-siapa". Berbeda dengan bintang tamu-bintang tamu yang biasanya (sempat ada Krisdayanti, Jusuf Kalla, dll). Tapi sayangnya, untuk bebicara di media lokal ternyata jalannya panjaaaaaaaaaaang kayak coki-coki, lol. Aku baru bisa bicara di TV Bandung justru setelah sebelumnya ada di media-media luar Jawa Barat. Agak aneh. Dan sulit... Tapi aku lega karena usahaku membuahkan hasil :)



Untuk program "Rossy".


Untuk program "Hati ke Hati".



Begitulah, tiba-tiba aku lebih berani untuk mengeluarkan ide, mengemukakan pendapat tanpa takut ditolak. Hidupku nggak selalu mudah, kok. Untuk novel keduaku  saja sempat mengalami revisi dan sedikit pengunduran tanggal terbit sebelum akhirnya bisa ada di rak-rak Gramedia dan toko buku lain :) Tapi apapun itu, aku nggak mau mundur untuk mewujudkan mimpi-mimpiku... mimpi untuk perubahan. Aku percaya langkah kecilku pasti ada artinya. Pasti ada yang membantu dan Tuhan bantu aku.
Beberapa waktu lalu aku bahkan punya ide "gila" untuk membuat buku tentang hewan. Rasanya masih jarang sekali orang Indonesia yang menerbitkan, dan untuk peminatnya juga aku belum tahu. Dengan sedikit nekat aku mengirim email pada penerbit. Aku jelaskan konsep bukunya dan tujuan buku ini untuk amal. Royaltinya akan aku sumbangkan ke Kebun Binatang dan organisasi-organisasi fauna.
Kalian tahu apa jawabannya?
Mereka bilang, "YA!" :)

Ya, untuk mewujudkan sesuatu memang nggak mudah. Tapi nggak ada ruginya mencoba. Lebih baik mengeluarkan sedikit tenaga untuk bicara, bertanya dan mengemukakan maksud kita. Lakukan! Kalaupun nggak--belum--berhasil, toh akan ada kesempatan lain dan pasti ada pelajaran yang diambil. Lagipula--sekali lagi--, Tuhan pasti membantu niat baik umatNya.

Jadi apa impian kalian? ;)



"Karena Cinta Itu Sempurna" at the bookstores NOW!


--------------------------------------------------------------------------------------------------------


Baca tulisan-tulisan blogger/artikel tentangku disini:

- Blog Sisca
- Blog Fatara
- Blog Sheila
- Blog Ocky
- Blog Ahmed (he's my classmate)
- Blog Adina

- Blog Frey
- Blog Aryba
- Blog Avi
- Blog Bobby
- Blog Ucig
- Lintas Berita: Waktu Aku sama Mika
- Ngerumpi.com: Waktu Aku sama Mika
- Forum kafe Gaul,
dan lain-lain :)



Selasa, 22 Februari 2011

Introducing My New Novel.... and My New Dress Too, lol :p

Halo, halo, halooo..
Sebelum mulai cerita, aku mau bilang kalau... AKU NEMU ACCOUNT TWITTER'NYA STEVEN TYLER! Hihihihi.. He's my idol since I was 7. No wonder kan kalau aku sesenang ini, lol.
(Okay, aku nyadar kok buat banyak orang kayanya kalimat di atas nggak penting banget -__-')


Tanggal 19 Februari yang lalu, akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu datang juga: 1 kardus penuh buku "Karena Cinta itu Sempurna", novel terbaruku! Hurray! :D
Begitu Bokap bilang kalau aku dapat paket, aku langsung peluk kardusnya dan nggak izinin siapapun buat buka isinya, hihihihi.

Tapi buku-buku ini sebenarnya cuma menginap di rumah selama 1 malam, soalnya harus segera dikirim sama pembaca-pembaca yang pre order dan menginginkan tanda-tanganku (ehm, jadi malu). Sedih juga karena cepat sekali aku harus berpisah dengan mereka :'D





Sebagian besar buku yang dipesan, sudah ditanda tangani dan gak muat di kasur :p



Nggak sabar deh pengen pengen denger kabar dari yang sudah menerima bukunya. Semoga saja sesuai harapan dan mendatangkan manfaat, ya. Amen...
Untuk teman-teman lain yang mau dapat bukunya duluan bisa pesan lewat penerbitnya, kok. Kirim email saja ke hokic@yahoo.com (Homerian Pustaka). Untuk yang mau beli di toko buku harus agak bersabar ya, karena diperkirakan baru masuk Gramedia, dkk sekitar akhir Februari atau awal Maret 2011. Harganya baik lewat penerbit atau lewat toko buku sama-sama Rp. 29.000 :)



"Kehidupanku diawali dari sebuah kelahiran, tentu saja. 2,95 kg, 51 cm. Penuh rasa ingin tahu tapi juga kebingungan. Akan kemana? Menjadi apa? Sampai Tuhan memberiku petunjukNya satu-persatu. Scoliosis. Mika. HIV/AIDS. Dan kepergian Mika...
Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut untukku. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit untuk menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya secara berurutan. Aku bahkan sempat mengira semuanya adalah bencana. Sempat... selama bertahun-tahun. Lalu Tuhan membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikanNYA sebagai reaksi berantai". (Karena Cinta itu Sempurna-Indi)



Buku-buku siap dikirim :)



Oya, selain baru bikin novel, aku juga baru bikin desain dress terbaru nih. Belum ada namanya, tapi yang pasti it's super cute and I love it so much! Puas banget sama hasilnya, padahal percobaan pertama pakai teknik "smock", lho! Enjoy! :))





I.N.D.I
twitter: @indisugarmika
Facebook: Indi Sugar

Kamis, 11 November 2010

Ayo Menulis untuk Buku Keduaku! :)



Wah leganya novel keduaku hampir siap! :D

Setelah tahun lalu novel pertamaku terbit (Waktu aku Sama Mika), tahun ini novel keduaku akan menyusul. Masih dari penerbit yang sama, Homerian Pustaka, konsep kali ini adalah memoir. Ya, semacam buku harianku dari kecil sampai sekarang, deh, hihihihi. Di sana selain ada kisah-kisahku juga akan ada testimoni dari pembaca "Waktu aku Sama Mika". Awalnya, sih testimoni-testimoni itu berasal dari public figure dari macam-macam bidang. Ada dari bidang musik, novelis, televisi dan lain-lain. Tapi kemarin penerbit punya ide supaya teman-teman pembaca juga ikut menymbang testimoni di novelku.
Wah ide bagus! Sangat-sangat setuju :)

Kalian mau berpartisipasi? Dengan senang hati aku terima.

Caranya, kirim komentar singkat kalian tentang novel "Waktu aku Sama Mika" ke email namaku_indiankecil@yahoo.com
Atau, untuk pengguna Facebook bisa kirim pesan ke pageku, Indi Sugar. Sertakan nama, usia dan profesi kalian, ya. Cukup kirim ke salah satu account/email saja. Supaya aku lebih mudah bacanya :)

Untuk komentar yang terpilih akan dimuat di cover belakang novelku.



Supaya kalian nggak kebingungan, aku akan post beberapa testimoni yang sudah masuk ke Facebookku:

"Waktu aku Sama Mika ditulis dengan penuh cinta karena aku merasakan cinta ditiap tulisannya".
(Angela Febriani Tobing,19 tahun, Mahasiswi)

"Sempurna itu ada di semua orang, tergantung gimana cara kamu lihatnya. Touchy!".
(Inchan pratiwi, 18 tahun, Graphic design student)

"Jujur, tulus dan apa adanya. Tidak dilebih-lebihkan hanya supaya bisa menggunakan kata-kata yang terdengar hebat, melainkan sederhana dan mudah dimengerti oleh hati".
(Alice Ayu, 20 tahun, Penulis merangkap calon auditor)



Begitu :)
Aku tunggu email dari kalian, ya. Terima kasih banyak.



xo,
Indi "Sugar pie"