Tampilkan postingan dengan label happiness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label happiness. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Oh, my God, Oh, my God! Gue Lollipop Girl nya Mika! :)

Hai bloggies! Apa kabar? Ini hari senin, mungkin beberapa diantara kalian ada yang sudah mulai masuk sekolah, bekerja atau malah masih punya 1 hari libur ekstra? Hehehe. Gue sendiri sedang menikmati hari libur terakhir, sudah berpiyama setelah makan malam dan sekarang duduk di depan komputer :) Mungkin ada yang sempat membaca/masih ingat dengan post-post gue sebelumnya yang menceritakan tentang kebingungan gue untuk memilih konser Aerosmith atau Mika yang akan diadakan di hari yang sama. Well, ternyata konser Mika dimajukan dan gue sangat senang karena bisa menonton keduanya. Tapi ternyata ada kabar buruk, konser Aerosmith batal dan gue menerima kabar tersebut hanya 2 jam setelah interview di Global Radio Jakarta tentang penyambutan band rock legend tersebut. That was really really really... sad... :'( Gue sudah menunggu konser ini sejak masih berusia 7 tahun dan memikirkan kapan kesempatan ini akan datang lagi membuat perasaan gue nggak karuan. Gue bahkan nggak terlalu memikirkan konser Mika lagi. Meski tiket sudah dibeli 2 bulan sebelum konser, satu hari menjelang hari H gue masih belum tahu dimana tiket bisa ditukarkan, jam berapa konser dimulai dan dimana konser akan diadakan...

Mika juga idola gue, tapi mungkin karena baru mengenalnya selama 6 tahun jadi perasaan sedih karena konser Aerosmith batal menutup segala ke-exited-an untuk menghadiri konsernya. Gue menghindari mendengar CD Aerosmith dan hal-hal yang berhubungan dengan mereka. Setiap gue pergi ke tempat kerja di perjalanan gue mendengar CD-CD lain seperti Red Hot Chili Peppers, Queen dan... Mika. Meski perasaan sedihnya masih ada, tapi cukup berhasil untuk membuat gue berhenti membicarakan Aerosmith. Setiap hari gue diantar Bapak, jadi menghindari obrolan tersebut sangat sulit. Mendengarkan CD-CD Mika secara berulang-ulang ternyata membuat memori gue kembali ke 6 tahun lalu, dimana gue pertama kali memutuskan untuk membeli album pertamanya dan mulai mengidolakannya. Tepat semalam sebelum konser Mika tiba-tiba gue mengambil keputusan: Okay, gue akan bersenang-senang di konser Mika dan gue akan menjadi Lollipop Girl!



Yup, dan gue pun berusaha mewujudkan keinginan gue untuk jadi Lollipop Girl dalam satu malam. Oh, iya "Lollipop Girl" adalah icon dari lagu Mika di album pertamanya "Life in Cartoon Motion" yang digambarkan sebagai seorang gadis pirang berponi yang memakai dress berwarna pink. In case jika diantara kalian ada yang belum tahu :) Sebenarnya gue sudah punya dress yang mirip dengan Lollipop Girl versi kartun, tapi setelah googling ternyata dress Lollipop Girl versi real agak berbeda dengan yang kartun. Dengan bantuan Ibu gue membuat desainnya, mencari kain yang tepat dan menjahitnya. Dress Lollipop Girl gue pun selesai hanya 7 jam sebelum konser!
Segera setelah itu gue mencoba dress-nya dan langsung pergi ke Jakarta dengan Bapak. Dress Lollipop Girl digantung di bangku belakang mobil dan gue memakai dress santai, berharap bisa tidur di perjalanan karena kurang istirahat. Ibu bilang gue harus bersenang-senang dan jangan biarkan Aerosmith merusak hari gue. Hehehe, iya Ibu, iya :)

Pagi-pagi sebelum berangkat, mencoba dulu dress Lollipop Girl :)

Perjalanan terbilang sangat lancar (atau Bapak bilang, "terlalu lancar", lol), jam 1 siang kami sudah sampai di Jakarta sementara konser baru dimulai jam 8 malam. Nggak sulit menemukan Gandaria City karena semalam gue sempat print petanya dari internet. Tempat penukaran tiket masih sangat sepi, hanya ada 3 orang lain di sana. Tapi what a surprise, ada beberapa fans Mika dari "Mika for Indonesia" yang sudah menunggu di antrian masuk venue! Wah, dunno why pemandangan ini membuat gue tersenyum. Mereka ternyata mengenali gue karena pernah membaca blog ini. Setelah sedikit bertukar sapa dan gue bertanya-tanya sedikit tentang konsernya, gue menandatangani spanduk bertulisakan "Terima Kasih Mika" yang rencananya akan diberikan pada Mika. Suasana hati gue langsung berubah drastis, dan itu membuat Bapak lega. Katanya konser ini pasti menyenangkan karena gue akan bertemu dengan banyak teman baru.

Karena konser masih sangat lama, kami putuskan untuk berjalan-jalan dulu. Kami mampir ke Gramedia dan melihat-lihat buku baru. Sekalian melihat novel-novel gue juga, hehehe. Nggak disangka-sangka di sana ada sekelompok remaja yang menyapa dan mengajak berfoto karena mereka adalah pembaca novel-novel gue. Aww, sweet... Ternyata Bapak benar, gue akan bertemu dengan banyak teman baru :) Setelah itu kami memutuskan untuk makan siang. Sengaja kami makan lama-lama karena nggak mau menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan akhirnya malah membeli sesuatu. Maklum gue suka nggak tahan kalau lihat toko CD dan pernak-pernik perempuan, hihihi. Tapi ternyata meski kami berusaha untuk lama-lama, sudah diselingi ngobrol dan santai-santai, waktu masih jauuuuh sekali ke jam 8 malam. Ya sudah kami putuskan untuk kembali ke mobil dan... tidur! Hahahaha...

Jam 6 sore meskipun masih sangat mengantuk gue putuskan untuk mengecek antrian menuju venue. Bapak bilang gue jangan dulu ganti baju karena waktu 2 jam itu masih lumayan lama. Tapi ternyata antrian sudah lumayan panjang dan teman-teman dari "Mika for Indonesia" sudah menagih dress Lollipop Girl gue, hehehe. Mereka meminta gue untuk segera memakai dress-nya dan foto bersama. Ya, sudah kami kembali lagi ke mobil, gue mengganti dress di bangku belakang dan kembali lagi untuk berfoto :) Gue dan Bapak mengantri jauh di belakang "Mika for Indonesia" karena kami berada di blue line sedangkan mereka di green. Sempat terpikir untuk meng-upgrade tiket, tapi urung karena ternyata penonton nggak terlalu padat.

Bersama Mika for Indonesia

Gue yang sudah memakai dress Lollipop Girl jadi mudah dikenali, banyak yang memanggil gue dengan nama "Lollipop" dan lucunya mereka bertanya apakah rambut gue asli atau wig, hahaha. Ini menyenangkan karena mengantri dan menunggu bukan kesukaan gue. Dan dress Lollipop Girl ini membantu gue mendapatkan teman mengobrol :) Lalu tiba-tiba saja ada seorang kru dari sebuah stasiun TV menghampiri gue. Dia bertanya apakah gue bersedia diwawancarai untuk program fashion street di NET TV, stasiun TV nasional yang akan launching 16 Mei nanti. Tentu saja gue bersedia. Dress ini dibuat dengan bersusah payah dan hanya dalam waktu semalam, akan menyenangkan jika Ibu tahu dress buatannya banyak dikagumi :) 


Akhirnya kami semakin mendekati venue yang berada di Skenoo Hall. Gue semakin merasa nyaman dan nggak terlalu mempermasalahkan karena harus menunggu sambil berdiri. Bagaimana nggak, gue sudah kenal dengan orang-orang yang menganti di depan, belakang dan samping gue, hehehe. Kami hampir nggak bisa berhenti mengobrol! :) Di tengah obrolan gue dihampiri oleh kru Trans 7, mereka ingin mewawancarai gue. Dengan senang hati gue iya-kan dan gue diminta untuk menceritakan kenapa memilih untuk menjadi "Lollipop Girl". Gue bercerita bahwa sejak album "Life in Cartoon Motion" keluar, selain Grace Kelly, Lollipop lah yang paling mencuri perhatian gue. Apalagi setelah tahu bahwa lagu ini mempunya icon yang manis. Langsung saja gue ingin menjadi Lollipop Girl dari Indonesia, hehehe. Wah, ternyata dress ini membawa banyak berkah dan kebahagiaan. Gue bersyukur karena memutuskan memakai dress ini, padahal awalnya gue akan memakai dress seperti gadis di video clip Grace Kelly. Ternyata Lollipop Girl adalah icon yang paling mudah dikenali ya meskipun setelah itu masih ada 2 album Mika yang baru! :)



Waktu mengantri jadi semakin nggak terasa, gue dan teman-teman baru diajak untuk berfoto di booth Close Up. Lalu gue ditawari untuk membuat video testimoni konser Mika. Lucky me, gue mendapatkan hadiah power bank disaat hand phone gue low batt, hehehe. 10 menit kemudian gue, Bapak dan yang lainnya sudah berada di dalam venue. Sampai di dalam venue pun ternyata masih banyak yang meminta gue untuk berfoto. Well, sepertinya nggak ada yang tahu nama asli gue. Semuanya hanya bertanya, "Lollipop boleh foto?" dan langsung mengambil foto meskipun terkadang gue nggak siap, lol. Tapi gue sama sekali nggak terganggu karena mood gue sangat-sangat-sangat bagus. Sebentar lagi gue akan bertemu dengan idola gue. Hore! :)


Teman-teman baru :)
Dapat hadiah :)

Salut, konser dimulai hampir tepat waktu. Mika muncul dengan menggunakan celana hitam, kemeja putih, jas hitam dan topi hitam. Bapak bilang dia kelihatan tampan, tapi menurut gue yang seperti itu namanya "cute", hahaha. Gue nggak bisa  berhenti bernyanyi dan menari, semua lagu yang Mika bawakan adalah yang gue suka. Ehmm, sepertinya memang gue hampir suka semua lagunya, sih :p Di saat penonton lain sibuk mengacungkan kamera dan HP untuk mengabadikan konser, gue sama sekali nggak terpengaruh. Gue hanya ingin menikmati konsernya, dan waktu 2 jam pasti terasa sebentar sekali. I don't want to miss a thing deh pokoknya (oops, kok jadi judul lagu Aerosmith, ya? Lol)

Bapak juga ikut bersenang-senang, lho.

Ini adalah konser pertama gue. Gue memang bukan orang yang suka dengan keramaian, tapi gue berjanji jika itu untuk Aerosmith gue rela beramai-ramai. Dan di konser Mika ini, ajaibnya nggak terlalu padat, masih banyak space yang tersisa. Kalaupun gue mau duduk-duduk masih bisa, AC pun sangat terasa, sama sekali nggak gerah :) Di konser ini juga gue akhirnya merasakan "merinding" moment, hehehe. Itu lho moment ketika idola kita menyanyikan lagu yang pas sekali dengan suasana hati. Dari sekian banyak lagu hanya "Origin on Love" yang membuat gue meneteskan air mata tanpa sadar. Gue sampai harus menghapus air mata beberapa kali karena terus keluar sampai lagu selesai. Suddenly I miss my Mika. Iya, my Mika, my hero, my AIDS fighter. Lagu ini membuat gue teringat dengan kenangan-kenangan manis yang gue lalui bersamanya. Juga tentang betapa polosnya gue di masa-masa itu. Ah... :') Gue menoleh ke arah Bapak, jaga-jaga takut disangka konyol gue langsung pasang wajah serius dan bilang, "Aku ingat Mika aku, ya, bukan yang lagi nyanyi sekarang". Hahahaha :)


Di tengah konser tiba-tiba gate pembatas green dan blue dibuka. Guess, what, gue dan Bapak termasuk yang beruntung untuk pindah ke green! Wah, gue senang bukan main. Tuhan maha baik, niat gue untuk upgrade tiket ternyata dikabulkan dengan cuma-cuma :D Jarak gue dan Mika dekat sekali, hanya terhalang 1 lapis pagar dan tepat di samping panggung. Bapak sempat mengambil foto gue yang dekat sekali dengan Mika, tapi hasilnya konyol karena lengan gue melingkar di pagar sambil sibuk menyanyi. Hahaha, salah-salah disangka pemandangan di kebun binatang :p Sampai konser selesai kami nggak pindah tempat dan tetap di sana sampai venue sepi dan sebagian besar penonton pulang. Gue masih amaze dengan pertunjukan tadi. Meski Mika nampak terburu-buru karena harus langsung ke X Factor, tapi dia tampil sangat maksmimal. Suaranya sebagus di CD!


Proud Lollipop Girls all around the world. Am I the only Asian? :p


Gue bertemu kembali dengan teman-teman "Mika for Indonesia", mereka beruntung jadi choir dadakan untuk mengiringi beberapa lagu Mika, hehehe. Kami langsung sibuk bertukar cerita tentang keseruan konser tadi. Dari mereka gue jadi tahu bahwa sebelum Mika membawakan lagu "Lollipop" mamanya dan Yasmine kakaknya bertanya tentang perempuan yang memakai dress Lollipop Girl. Oh, my God! It was me!!! Katanya mamanya dan Yasmine sudah diberitahu bahwa nama gue Indi, tapi sayang mereka nggak bisa menemukan gue karena sebelum pindah  gue masih berada di tengah kerumuman. Wah... sayang sekali gue melewatkan kesempatan bertemu mereka... Gue jadi agak sedih, apalagi kru dan security (sepertinya) nggak percaya dengan cerita  mereka. Padahal, kami nggak memaksa untuk bertemu hanya minta disampaikan bahwa gue masih di sini, belum pulang in case mamanya Mika atau Yasmine bertanya.

Tapi ya sudah, perjalanan gue dan Bapak menuju rumah kan masih sangat panjang, 4 jam. Yang penting gue sudah berusaha menyampaikan :) Sebelum benar-benar keluar venue ada beberapa penonton yang mengajak gue untuk berfoto. Sebenarnya agak malu karena rambut gue sudah acak-acakan, hehehe. Tapi berhubung mereka sangat ramah (malah ada yang menenangkan gue dengan bilang, "nggak apa-apa kamu masih kelihatan seperti Lollipop Girl, kok", hehe) gue jadi merasa nyaman. Bapak malah bergurau kalau tadi beliau menghitung totalnya ada lebih dari 40 orang yang mengajak gue berfoto. Hahaha, ada-ada saja :)

Gue dan Bapak menuju tempat parkir. Meskipun toilet masih ada yang buka tapi gue sengaja nggak mengganti dress Lollipop Girl dengan baju ganti. Gue masih tersenyum-senyum membayangkan apa yang sudah gue alami. Dress ini benar-benar penuh berkah dan kebahagiaan. Gue juga jadi belajar bahwa seharusnya nggak terlarut dengan kesedihan "Aerosmith". Beruntung, bersyukur gue memberikan Mika kesempatan untuk membuat gue bahagia malam ini, karena jika nggak mungkin gue masih stuck dengan kesedihan gue.

 

Sambil terkantuk-kantuk gue mendengar Bapak bicara, "Eh, tahu nggak, tadi waktu kamu sibuk foto-foto ada ibu-ibu bule yang lihatin kamu terus. Dia sepertinya mau menyapa, tapi kamu sibuk. Dia senyumin kamu sekilas terus masuk ke belakang panggung".
Tiba-tiba kantuk gue hilang. Gue jadi teringat dengan cerita tentang mama dan kakaknya Mika tadi. Cepat-cepat gue buka HP dan mencoba beberapa kata kunci di google. Setelah keluar hasilnya gue tunjukan fotonya pada Bapak.

"Nah, iya... Itu yang tadi lihatin kamu. Memang itu siapa?"
Mata gue langsung melotot, kalau saja ini sinetron wajah gue pasti sudah di shoot zoom in-zoom out...
Oh, my God... Oh my God... It was his Mom... IT WAS MIKA'S MOM!!!
*pingsan*


lollipop girl,

Indi
foto Mika di atas panggung by Nanda.

Facebook: here | Twitter: here | Contact Person: 081322339469


Senin, 17 Desember 2012

Life :)



What I wore? Headband: Random ~ Dress: Toko Kecil Indi ~ Shoes: Noche

*Lihat kalender*
Oh, my God... Hi, bloggieeees!!! Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja, ya. Nggak terasa ternyata gue sudah lebih dari 3 minggu absen menulis di blog ini :( Alasannya, ya masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Kalau ada yang menebak karena gue sibuk dan kesehatan gue menurun... ya... itu memang jawaban yang tepat, Hehehe :p
Kemarin, waktu di rumah seharian karena sedang izin nggak bekerja (yup, i was "that" sick...), gue menyempatkan membaca ulang post-post lama di blog ini. Awalnya hanya sekedar bernostalgia dan melihat apakah gaya menulis gue berubah atau nggak, tapi lalu gue menyadari sesuatu yang terjadi selama gue menceritakan kejadian sehari-hari yang gue alami di blog ini: kehidupan gue bertumbuh.

Iya, tanpa sadar kehidupan gue bertumbuh, berubah dari fase ke fase, dan gue menceritakannya di sini. Hanya sekedar bercerita, sehingga gue nggak pernah menyadarinya seandainya saja nggak memutuskan untuk membaca ulang. Di awal-awal post, gue sering bercerita tentang kehidupan sebagai mahasiswa semester akhir, dimana gue berjuang untuk menyusun skripsi dan melawati sidang dengan baik. Lalu gue mengalami saat-saat wisuda yang sebenarnya nggak terlalu gue inginkan karena menurut gue (saat itu) yang terpenting adalah kelulusannya, bukan perayaannya. Cerita berlanjut dengan pilihan gue untuk bekerja di rumah. Menjadi seorang penulis dan designer pakaian full time. Gue sangat menikmati saat-saat itu meski bukan tanpa hambatan. Gue ingat, setiap ada pembaca yang bertanya tentang pilihan pekerjaan gue, gue selalu menjawab dengan mantap bahwa gue yakin dengan apa yang gue lakukan dan bangga dengan keputusan gue.






Saat itu, gue pikir "tantangan" yang gue dapatkan sudah cukup. Berpacu dengan deadline dan terkadang dealing dengan konsmumen yang kurang menyenangkan sudah cukup membuat gue kelelahan dan kadang ingin mengambil masa break panjang. Bekerja di luar rumah atau mengambil pekerjaan lain sama sekali nggak terpikirkan saat itu. Lalu gue mulai menemukan (atau tepatnya mengingat) kesenangan gue di bidang yang lain: anak-anak. Gue sangat mencintai anak-anak sehingga rela baby sit seorang keponakan yang super aktif tanpa dibayar sepeserpun. Gue lakukan itu hanya semata-mata karena gue menyukainya. Pikiran gue pun berubah: gue ingin menjadi guru TK. Yup, gue memutuskan untuk bekerja di luar rumah tanpa meninggalkan pekerjaan-pekerjaan gue sebelumnya. Gue ingin mempunyai 3 pekerjaan sekaligus karena apa yang gue inginkan adalah yang gue cintai.

Gue benar-benar amaze dengan apa yang terjadi pada hidup gue hanya dalam waktu beberapa tahun belakangan. Fase lulus kuliah sampai bekerja yang gue tulis di blog ini membuat gue yakin bahwa gue nggak seharusnya menentukan batasan tentang kemampuan gue. Gue ingat jauh sebelum hari ini, ketika gue masih memakai seragam putih abu-abu, banyak sekali hal yang menakutkan buat gue. Di-bully oleh senior, ujian matematika, diejek karena potongan rambut yang ketinggalan jaman dan banyak lainnya. Dipikiran gue hanya ada bagaimana cara melalui itu semua dan nggak berani berpikir bahwa gue bisa melewati masa yang lebih berat dari pada itu. Itu sudah pasti menjadi masa yang paling berat, begitu gue pikir.
Padahal seberapa sering gue mengalami hal seperti ini? Melewati fase ke fase tanpa gue sadari? Gue lebih kuat daripada yang gue pikir. Sebelum fase SMA ada fase SMP, sebelumnya ada fase SD, TK... bahkan fase bayi ketika gue pikir nggak akan pernah bisa keluar rumah tanpa bantuan orang lain.


:D

Angie (kanan): fotografer untuk post ini. Thanks, Ngie :D

Sebuah fase ternyata hanya terasa berat ketika "waktunya" saja. Semuanya terasa menakutkan dan imposible hingga membuat gue merasa nggak mungkin bisa menghadapi hal yang lebih berat dari situasi yang sedang gue alami saat itu. Let say, situasi "terberat" yang pernah gue alami adalah fase dimana gue harus pakai back brace (penyangga tulang belakang) selama 5 tahun dan 23 jam perhari karena scoliosis yang gue idap. Saat itu rasanya dunia gue runtuh dan nggak mungkin lagi bisa pakai baju fashionable seperti perempuan kebanyakan. Tapi, hey, setelah 5 tahun semuanya berakhir. Gue bisa pakai apa saja yang gue mau dan bahkan gue bisa bergerak bebas. Fase. Itu artinya akan ada akhirnya :)

Gue sekarang bekerja di pre school sebagai guru. Gue juga nggak meninggalkan dunia menulis dan fashion yang sangat-sangat-sangat gue cintai. Gue menjalani ketiganya dengan bahagia. Bahkan bukan hanya novel, gue mulai menulis artikel sekarang. Dulu gue nggak pernah membayangkan akan seperti ini karena gue pikir bisa bekerja di rumah saja sudah cukup, gue nggak akan bisa lebih dari itu. Tapi dengan nggak underestimate terhadap diri sendiri (baca: membuat batasan) ternyata membuat gue bisa menjadi 'lebih' daripada yang gue bayangkan sebelumnya. Well, hal berat memang kadang masih terjadi, dan akan terus tejadi. Tapi dengan menghadapi dan percaya bahwa usaha, doa dan kerja keras akan membuahkan hasil, gue bisa jadi apa saja. Kita bisa jadi apa saja. Karena hidup adalah tentang terus bertumbuh untuk menjadi lebih baik :)


cheers,

Indi

____________________________________________________________

catatan: Foto-foto di post ini diambil di sela-sela lunch break oleh Angie, seorang rekan bekerja gue di pre school. Dengan pekerjaan baru gue ternyata nggak membuat gue berubah, gue masih senang dengan foto-foto, hahaha. Bahkan di waktu yang sangat singkat ini gue menyempatkan untuk mewawancari Miss. Dewi (rekan bekerja gue yang lainnya) untuk dijadikan narasumber artikel terbaru gue. Teman-teman bisa membaca hasilnya di sini. Dan seperti biasa, teman-teman bisa menghubungi gue di sini atau di sini. Untuk keperluan sponsorship dan undangan bisa contact manager gue di 081322339469 :)

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com