Tanggal 18 April 2015 lalu rumahku ---well, rumah orangtuaku sih sebenarnya, hehehe--- kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah kru "Majalah Pagi" dari TV One. Sekitar 2 minggu sebelumnya mereka sudah menghubungi Ray untuk meminta izin meliput kegiatanku sehari-hari. Tentu saja dengan senang hati aku setuju, asalkan Eris boleh ikut shooting :p *just kidding*
Sekitar jam 1 siang mereka tiba dan langsung menjelaskan padaku konsepnya. Aku akan muncul pada sebuah segmen yang berisi kegiatanku ditambah wawancara singkat. Setelah aku mengerti dan kami deal (yes, aku memang "agak" cerewet kalau masalah isi liputan, hehehe) shooting pun langsung dimulai, ---tepat ketika matahari sedang terik-teriknya! :'D
Yang pertama diambil adalah scene aku sedang menulis novel. Well, aku memang sedang mengerjakan novel baru, tapi kalau diminta menulis sungguh-sungguh dengan kamera di belakangku ya agak sulit karena merasa diawasi. Ini seperti deja vu karena beberapa tahun lalu pernah ada stasiun TV yang meliputku ketika sedang menulis novel ketiga. Waktu itu aku cuma nulis random dan berharap cameraman nggak iseng zoom in tulisanku. Nah aku berharap hal yang sama juga sekarang :p
Selanjutnya adalah scene 'membalas pesan-pesan pembaca'. Aku membuka Facebook, Twitter, YouTube dan tentu saja dunia kecilku ini :) Saking asyiknya aku sampai minta waktu lebih karena masih mengetik balasan di YouTube, hehehe. Karena shooting dilakukan di dalam rumah keringatku jadi sering menetes, apalagi cuaca sedang terik dan ditambah lampu sorot. Meski begitu aku bersyukur karena kru-nya menyenangkan.
Berhubung bertepatan (eh, lewat dikit, ding) dengan waktunya makan siang, jadi scene "kumpul keluarga" mengambil setting di ruang makan ketika aku, Ibu dan Bapak sedang makan. Lucunya, setelah gambar yang diperlukan terpenuhi Ibu dan Bapak memilih untuk melanjutkan makan sementara aku kembali shooting. "Sayang kalau cuma acting," begitu kata Bapak, hehehe.
Di sela-sela shooting Om cameraman mengambil gambar dari karya-karyaku (buku-buku dan film) juga sertifikat dan penghargaan yang pernah aku terima. Aduh, jumlahnya tentu belum banyak. Tapi aku merasa senang karena apa yang kukerjakan mendapatkan apresiasi :)
Aku juga meminta bantuan Ibu sebentar untuk menemaniku di scene 'mendesain baju'. Hehehe, Ibu semangat sekali, sampai-sampai lupa kalau yang diliput adalah kegiatanku, bukan beliau. Tapi nggak apa-apa, aku malah senang dan sepertinya malah membuat segmen ini semakin berwarna :D
Ini juga jadi kali pertama permainan ukuleleku muncul di TV. Senang sekaligus ragu, soalnya jari-jari tangan kananku sedang terluka, kulitnya terkelupas dan berdarah lumayan banyak. Baru satu hari kemarin kering, jadi aku sama sekali nggak latihan karena masih sakit untuk dipakai strumming. Tapi aku pikir ini kesempatan bagus. Jadi dengan suaraku yang seadanya (kok mendadak nervous? Lol) dan mengandalkan jari telunjuk, jadilah my very first ukulele performance on TV :p
Diakhiri dengan wawancara singkat di ruang tamu, tibalah scene puncak yang sangat kutunggu-tunggu, yaitu jalan-jalan dengan Eris, hahahaha :D Ini sih sebenarnya request spesial dariku. Sebelumnya aku sudah bilang sama Ray kalau ketika diliput nanti aku ingin ada Eris di salah satu scene. Thank God dikabulkan :'D Karena sudah menjelang magrib jadi jalan-jalan dilakukan dengan singkat. Meski begitu 'aksi' Eris tetap banyak, dari mulai makan rumput sampai peluk (baca: tabrak) kru Majalah Pagi satu persatu, hehehe. Fans Eris, alias bocah-bocah yang sering main sore di sekitar komplek pun ambil bagian di scene ini, soalnya mereka sibuk banget panggil-panggil Eris jadi mending diajak sekalian :D
Thank God prosesnya berjalan lancar dari awal sampai akhir. Meski sempat terik tapi ketika shooting di luar rumah justru cuaca berubah sejuk (menuju mendung, hehehe). Aku juga senang dan bersyukur karena diberikan kembali kesempatan untuk berbagi kisah. Semoga dengan segmenku yang super singkat ini bisa memberikan gambaran tentang kehidupanku sebagai penulis, pet lovers, desainer, ---yang juga seorang scolioser. Bahwa kelainan atau penyakit apapun jangan sampai dijadikan sebuah 'label'. Kita semua istimewa, just the way we are! ;)
the uke girl on tv, lol,
Indi
Ps: Aku belum diberitahu kapan tayangnya. Nanti kalau sudah pasti akan kukabari di sini. Oh iya, aku terpilih sebagai finalis Kartini Next Generation 2015. Malam penganugerahan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2015 di Gedung BPTT Thamrin Jakarta jam 1 siang. Kalau mau mampir boleh, ---atau untuk yang jauh mohon doanya, ya :))
Keywords: Pengalaman shooting.
_______________________________________________________






.jpg)



