Tampilkan postingan dengan label Dress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dress. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Februari 2014

Blogsale for Charity masih ada, lho! Yuk, berbelanja sambil Beramal :)



Cute dress from: here


Hai teman-teman, gue mau mengingatkan kembali tentang BLOGSALE FOR CHARITY, nih! Itu lho event berbelanja sambil beramal yang diadakan oleh Karina dari blog http://www.kadinces.com/ :)
Kita masih punya kesempatan untuk menyumbang sebanyak 25% dari setiap item yang dibeli ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (www.ykaki.com)
Asyik sekali kan kita bisa menjadi stylish sekaligus beramal :) Yuk segera dipilih item-item kerennya. Ada dress, aksesoris sampai pernak-pernik lucu juga. Nggak hanya untuk perempuan, lho, tapi para laki-laki juga boleh ikut berbelanja di sini. Tuh, siapa tahu mau memberi kado sama pacar atau saudara dress manis seperti yang gue pakai ini :D

Tunggu apa lagi, yuk ikutan BLOGSALE FOR CHARITY. Klik di sini, pilih item yang kalian suka dan mari berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yang sedang berjuang melawan kanker :)




Blogsale for charity. Klik di sini :)


smile,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469



Sabtu, 28 September 2013

Quality Time with Ibu dan Bapak :)

What I wore? Headband: my DIY | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: TSM/BIP? | Sling bag: Columbus | Shoes: GOSH

Hai, hai, haiiii, bloggies apa kabar? Setelah meet and greet "Indi goes to Depok" tanggal 15 September lalu ternyata tenaga gue cukup terkuras. Gue kena flu dan sampai sekarang masih belum sembuh, metabolisme tubuh juga sedikit kacau. Syukurlah setelah periksa ke dokter ternyata gue hanya perlu istirahat dan menghindari stress. Semoga teman-teman semua sehat-sehat, ya. Please perhatikan alarm tubuh, jangan cuek lalu tahu-tahu sakit, hehehe. 
Satu minggu setelah meet and greet berlalu gue menerima kejutan dari Ibu dan Bapak. Sebenarnya sih, gue tahu bahwa mereka nggak bermaksud menjadikan ini kejutan. Tapi tiba-tiba saja hari biasa berubah menjadi waktu berkualitas yang menyenangkan bagi kami bertiga! :)

Satu hari sebelum hari penuh kejutan itu Ibu mengajak gue untuk pergi ke mall. Beliau minta ditemani untuk melihat-lihat model pakaian terbaru, untuk inspirasinya mendesain pakaian. Gue yang saat itu belum mandi dan sedang asyik snuggling di sofa langsung menolak dan menyarankan untuk pergi keesokan harinya saja. Tapi Ibu berkata bahwa besok sudah waktunya berbelanja bahan-bahan untuk butiknya, sudah nggak ada waktu untuk ke mall. Sebenarnya gue merasa nggak enak karena nggak bisa menemani Ibu. Tapi perasaan malas berpadu dengan piyama yang nyaman memang susah dikalahkan, hehehe.

Ready to go :)
Bapak dan Ibu :)

Keesokan harinya, tiba-tiba saja Ibu kembali mengajak gue ke mall. Gue sedikit bingung karena seharusnya ini waktunya Ibu dan Bapak belanja ke bahan-bahan keperluan butik. Tapi melihat Ibu dan Bapak sudah siap dengan pakaian rapi, gue langsung mandi dan sengaja memilih baju yang senada dengan warna baju Ibu. 
Di perjalanan Ibu bercerita bahwa kami akan ke Istana Plaza, rencana belanja bahan-bahan diubah menjadi hari berikutnya. Katanya, sudah lama kami nggak berjalan-jalan bertiga saja seperti waktu gue kecil dulu. Apalagi kebetulan Puja, adik gue sedang asyik pergi bersama teman-temannya, hehehe.

Setibanya di mall gue sama sekali nggak punya rencana, gue hanya membawa sedikit uang dan memutuskan untuk menemani Ibu dan Bapak berkeliling saja. Meski gue dekat sekali dengan mereka, tapi gue selalu segan untuk meminta sesuatu. Pasalnya gue bukan lagi anak-anak dan sudah terbiasa memenuhi segala kebutuhan sendiri sejak lulus kuliah. Meski belum bisa memberi hal-hal besar, tapi gue selalu usahakan untuk menutup biaya internet dan koran di rumah :) Menemani Ibu berbelanja saja sudah menjadi hal yang menyenangkan, kok. Mungkin karena sama-sama perempuan gue jadi bisa memberi masukan sepatu, tas atau baju mana yang cocok untuk beliau. Gue mengikuti Ibu setiap kali beliau memasuki sebuah konter fashion. Sedangkan Bapak, tentu saja menunggu dengan sabar sambil sesekali memberikan komentar, hehehe.

Gue sangat menikmati sekali waktu kami bertiga. Berjalan-jalan dengan sahabat dan pasangan memang menyenangkan, tapi berjalan-jalan dengan orang tua itu MEGA MENYENANGKAN, hehehe. Gue menemani Ibu di fitting room, memilih-milih baju mana yang paling cocok. Bahkan kadang Bapak juga ikut masuk daripada bosan menunggu di luar, hehehe. Setelah dapat sepatu dan tas yang cocok ternyata Ibu masih belum selesai berbelanja, beliau mengajak kami masuk ke sebuah konter lagi. Tapi kali ini berbeda, kami bukan masuk ke konter fashion dewasa.

Kami masuk ke sebuah konter fashion remaja. Ibu dan Bapak langsung memilih-milih baju di sana. Ternyata... itu untuk gue! Gue senang bukan main dan langsung menyetujui semua item yang mereka pilih, hehehe. Oya, meski gue bukan lagi remaja, tapi untuk membeli pakaian dan aksesoris pasti ke konter remaja karena ukuran dan pilihan warnanya lebih sesuai dengan tubuh gue. Ibu dan Bapak memilihkan gue dua buah atasan dan sebuah rok berwarna merah. Gue sampai nggak bisa berhenti tersenyum saking senangnya :)

Setelah itu ternyata masih ada kejutan lain. Gue melihat sebuah dress merah dipajang di display konter fashion lainnya. Dress nya bagus sekali, gue menginginkannya tapi uang yang gue bawa nggak mencukupi. Naluri seorang ibu memang kuat sekali termasuk dalam hal shopping, hehehe. Beliau mengajak gue masuk dan meminta gue mencoba dress itu. Ternyata pas sekali di tubuh gue. Makin besarlah keinginan gue memiliki dress itu. Apalagi Ibu meminta gue menunjukkannya kepada Bapak. Beliau langsung berkomentar bahwa dress itu cocok sekali gue pakai. Dan di sini lah kejutannya, mereka memutuskan untuk membelikan dress itu untuk gue! Wah, gue terharu sekali, siapa sangka gue dibelikan sebanyak ini padahal sudah bukan anak-anak lagi. Ada perasaan nggak enak sebenarnya, karena seharusnya sekarang giliran gue yang memberikan banyak hal pada mereka, bukan sebaliknya.

Lol, fitting room :p
Sambil menunggu Ibu :D

Ibu dan Bapak sepertinya mengerti perasaan gue, karena setelah belanja mereka mengajak gue dinner di Hoka-Hoka Bento dan menjelaskan semuanya. Mereka berkata bahwa gue jarang sekali meminta sesuatu, bahkan saat masih kecil, jadi mereka ingin memberikan gue sesuatu sesekali. Bapak bilang meskipun gue sudah besar tetap saja gue putri kecil mereka dan orang tua akan senang sekali jika bisa memberikan sesuatu untuk gue. Gue tersenyum mengerti dan perasaan senang gue terlalu besar untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Di tengah-tengah dinner gue kehabisan udang. Sebenarnya gue dapat paket dinner lengkap, tapi karena gue pesco-vegetarian jadi nggak bisa makan seluruhnya. Gue memutuskan untuk membeli udang tambahan dan sudah siap berdiri. Tapi Ibu meminta gue duduk kembali dan membiarkan Bapak yang membelikannya untuk gue. Hal kecil, tapi gue benar-benar terharu. Waktu kecil hal seperti ini mungkin dianggap biasa, tapi setelah gue besar hal-hal seperti ini terasa begitu menyentuh. Mungkin teman-teman bloggie yang masih kecil belum merasakan apa yang gue rasakan. Tapi percaya, deh suatu hari ini akan terjadi jadi jangan pernah lupakan hal-hal kecil yang pernah orang tua berikan :)

With my beautiful mom :)
Our simple dinner :)
"Kesibukan" Ibu ketika sampai rumah, hihihi :)
Sweet treats from Ibu dan Bapak :)

Karena acara jalan-jalan dadakan ini gue mengerti, bahwa sampai kapanpun posisi gue tetap sebagai anak. Nggak peduli seberapa besar, seberapa dewasa pun gue tumbuh, gue tetap menjadi seorang anak. Begitu juga mereka, Ibu dan Bapak tetap akan menjadi orang tua dan mereka akan bahagia jika bisa membahagiakan gue kapanpun itu, saat gue masih kecil, sekarang ataupun nanti. Meski awalnya canggung tapi gue sangat senang dengan bagaimana Ibu dan Bapak perlakukan gue. Sepertinya dengan memberikan sesuatu pada putrinya membuat Ibu dan Bapak tetap merasa jadi orang tua sesungguhnya. Merasa nggak 'ditinggalkan' , selalu dibutuhkan oleh putri kecilnya. Gue tahu suatu hari akan tinggal terpisah dengan mereka, mungkin nggak setiap hari bisa pulang ke rumah. Tapi gue tahu satu bahwa membuat mereka bahagia bukan hanya dengan memberikan mereka hal, tapi selalu membuat mereka merasa dibutuhkan. I love you, Ibu. I love you, Bapak. Always :)


blessed daughter,

Indi

________________________________________________
Twitter: here | Facebook: here | contact person: 081322339469

Jumat, 05 Juli 2013

My Graduation Speech :)


Wisuda Tadika Puri, 4 Juli 2013 di Graha Bayangkara, Bandung.




Persiapan sebelum wisuda:

What I wore? DIY Flower crown | Necklace: gift from Ray (Pangandaran) | Dress: Design by  me | Bag: Michael Kors | Shoes: FLD









Saat acara wisuda:


 



Dan... gue mendapat penghormatan untuk membaca pidato kelulusan (graduation speech) :D






The Speech:

"Salam sejahtera bagi kita semua.
Senang sekali saya bisa berada di sini, mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa.

Menjadi bagian dari keluarga besar Tadika Puri merupakan pengalaman yang berharga bagi saya. Sejak dulu saya selalu ingin menjadi seorang guru, dan Tadika Puri merupakan pilihan yang tepat. Saya mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman dan jalur yang jelas untuk menjemput impian saja. Bukan hanya materi, tapi Tadika Puri juga memberikan praktek langsung yang sangat membantu saya di dunia mengajar yang sesungguhnya. Membangun kepercayaan diri saya lebih kuat dan berkarakter. Bukan itu saja Tadika Puri juga memberikan saya banyak teman-teman baru.

Terima kasih banyak saya ucapkan kepada Tadika Puri yang telah mengantarkan saya sejauh ini. Sekarang saya telah menjadi seorang guru di sebuah British Preschool. Dan berkat Tadika Puri saya bisa menangani anak-anak bukan hanya dengan kasih sayang, tapi juga ilmu pengetahuan!"





salam,

Indi

Facebook: here | Twitter: here | Contact Person: 081322339469

Sabtu, 29 Juni 2013

Gaun-gaun Cantik dari Maxnina.net :)


Halo teman-teman bloggies, apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja, ya. Sebaik gue yang sedang menikmati  masa libur preschool dengan bekerja di rumah sampai tanggal 8 nanti, hehehe. Di rumah memang mengasyikkan, gue jadi punya waktu berkualitas lebih banyak dengan binatang-binatang peliharaan gue. Gue bisa memandikan Eris sendiri, bahkan punya teman baru bernama ikan kecil. Dan ada satu hal lagi yang gue nikmati kalau di rumah: gue nggak perlu dress up dan bisa pakai piyama seharian karena nggak ada yang melihat, hehehe (Eris dan teman-temannya nggak dihitung, ya, lol). Meski sedang di rumah bukan berarti menjadi terbatas. Thanks to internet, sekarang bahkan belanja pun bisa dilakukan dari rumah. Melihat-lihat barang yang kita mau pun bisa dari kamar, dan tetap nyaman meski sedang musim  hujan seperti sekarang ini :)



Nah,  baru-baru ini gue menemukan sebuah situs online yang asyik sekali untuk dijelajahi sembari bekerja. Namanya Maxina.net. Bagaimana nggak, situs ini punya banyak sekali pilihan dengan harga yang masuk akal. Refreshing sempurna untuk mata lelah sehabis  mengetik di Microsoft word yang sangat plain, hehehe. Maxnina.com mempunyai koleksi gaun yang hampir tanpa batas.  Di sana tersedia gaun-gaun untuk dipakai ke banyak kesempatan. Gaun untuk pesta cocktail, gaun untuk prom night (OMG, my fave!), gaun pengiring pengantin, gaun musim panas, bahkan tersedia juga busana pria. Apa yang kalian butuhkan, sebut saja, karena dengan mudah bisa ditemukan di sana dengan hanya meng-klik mouse ;)

Mau dong ikutan prom night lagi :)

Hebatnya Maxnina.net selalu update, lho. Jadi jika hari ini kalian nggak menemukan apa yang kalian cari (tapi sepertinya mustahil, hehehe), jangan lupa untuk mengunjungi situsnya lagi karena akan selalu ada koleksi baru dengan desain yang beragam. Maxnina.com juga sangat memberikan pilihan harga yang beragam, di sana ada koleksi busana malam seharga di bawah 100 dollar, koleksi busana formal di bawah 100 dollar, juga koleksi busana  malam murah yang bukan berarti murahan.  Menyenangkan, ya? :)

Tapi itu belum semuanya, staff Maxnina.net akan selalu siap membantu jika kita memiliki pertanyaan. Misalnya saja tentang pilihan warna atau ukuran yang sesuai dengan tubuh kita. Semuanya akan terjawab di halaman tanya-jawab (FAQ). Tapi jika mempunyai pertanyaan lain yang belum terjawab, kita bisa menghubungi mereka lewat email atau live chat. Istilah pembeli adalah raja benar-benar menjadi kenyataan di situs ini :D


Jadi tunggu apalagi, yuk kunjungi situsnya! Sambil menunggu waktunya Eris makan siang dan break sejenak dari menulis, gue mau jalan-jalan lagi ke Maxnina.net. Ternyata mereka mempunyai koleksi aksesoris juga! O, my God, heaven! :D

Smile,
Indi

__________________________________________________________
Twitter: here | Facebook: here | Contact person: 081322339469

Senin, 13 Mei 2013

Oh, my God, Oh, my God! Gue Lollipop Girl nya Mika! :)

Hai bloggies! Apa kabar? Ini hari senin, mungkin beberapa diantara kalian ada yang sudah mulai masuk sekolah, bekerja atau malah masih punya 1 hari libur ekstra? Hehehe. Gue sendiri sedang menikmati hari libur terakhir, sudah berpiyama setelah makan malam dan sekarang duduk di depan komputer :) Mungkin ada yang sempat membaca/masih ingat dengan post-post gue sebelumnya yang menceritakan tentang kebingungan gue untuk memilih konser Aerosmith atau Mika yang akan diadakan di hari yang sama. Well, ternyata konser Mika dimajukan dan gue sangat senang karena bisa menonton keduanya. Tapi ternyata ada kabar buruk, konser Aerosmith batal dan gue menerima kabar tersebut hanya 2 jam setelah interview di Global Radio Jakarta tentang penyambutan band rock legend tersebut. That was really really really... sad... :'( Gue sudah menunggu konser ini sejak masih berusia 7 tahun dan memikirkan kapan kesempatan ini akan datang lagi membuat perasaan gue nggak karuan. Gue bahkan nggak terlalu memikirkan konser Mika lagi. Meski tiket sudah dibeli 2 bulan sebelum konser, satu hari menjelang hari H gue masih belum tahu dimana tiket bisa ditukarkan, jam berapa konser dimulai dan dimana konser akan diadakan...

Mika juga idola gue, tapi mungkin karena baru mengenalnya selama 6 tahun jadi perasaan sedih karena konser Aerosmith batal menutup segala ke-exited-an untuk menghadiri konsernya. Gue menghindari mendengar CD Aerosmith dan hal-hal yang berhubungan dengan mereka. Setiap gue pergi ke tempat kerja di perjalanan gue mendengar CD-CD lain seperti Red Hot Chili Peppers, Queen dan... Mika. Meski perasaan sedihnya masih ada, tapi cukup berhasil untuk membuat gue berhenti membicarakan Aerosmith. Setiap hari gue diantar Bapak, jadi menghindari obrolan tersebut sangat sulit. Mendengarkan CD-CD Mika secara berulang-ulang ternyata membuat memori gue kembali ke 6 tahun lalu, dimana gue pertama kali memutuskan untuk membeli album pertamanya dan mulai mengidolakannya. Tepat semalam sebelum konser Mika tiba-tiba gue mengambil keputusan: Okay, gue akan bersenang-senang di konser Mika dan gue akan menjadi Lollipop Girl!



Yup, dan gue pun berusaha mewujudkan keinginan gue untuk jadi Lollipop Girl dalam satu malam. Oh, iya "Lollipop Girl" adalah icon dari lagu Mika di album pertamanya "Life in Cartoon Motion" yang digambarkan sebagai seorang gadis pirang berponi yang memakai dress berwarna pink. In case jika diantara kalian ada yang belum tahu :) Sebenarnya gue sudah punya dress yang mirip dengan Lollipop Girl versi kartun, tapi setelah googling ternyata dress Lollipop Girl versi real agak berbeda dengan yang kartun. Dengan bantuan Ibu gue membuat desainnya, mencari kain yang tepat dan menjahitnya. Dress Lollipop Girl gue pun selesai hanya 7 jam sebelum konser!
Segera setelah itu gue mencoba dress-nya dan langsung pergi ke Jakarta dengan Bapak. Dress Lollipop Girl digantung di bangku belakang mobil dan gue memakai dress santai, berharap bisa tidur di perjalanan karena kurang istirahat. Ibu bilang gue harus bersenang-senang dan jangan biarkan Aerosmith merusak hari gue. Hehehe, iya Ibu, iya :)

Pagi-pagi sebelum berangkat, mencoba dulu dress Lollipop Girl :)

Perjalanan terbilang sangat lancar (atau Bapak bilang, "terlalu lancar", lol), jam 1 siang kami sudah sampai di Jakarta sementara konser baru dimulai jam 8 malam. Nggak sulit menemukan Gandaria City karena semalam gue sempat print petanya dari internet. Tempat penukaran tiket masih sangat sepi, hanya ada 3 orang lain di sana. Tapi what a surprise, ada beberapa fans Mika dari "Mika for Indonesia" yang sudah menunggu di antrian masuk venue! Wah, dunno why pemandangan ini membuat gue tersenyum. Mereka ternyata mengenali gue karena pernah membaca blog ini. Setelah sedikit bertukar sapa dan gue bertanya-tanya sedikit tentang konsernya, gue menandatangani spanduk bertulisakan "Terima Kasih Mika" yang rencananya akan diberikan pada Mika. Suasana hati gue langsung berubah drastis, dan itu membuat Bapak lega. Katanya konser ini pasti menyenangkan karena gue akan bertemu dengan banyak teman baru.

Karena konser masih sangat lama, kami putuskan untuk berjalan-jalan dulu. Kami mampir ke Gramedia dan melihat-lihat buku baru. Sekalian melihat novel-novel gue juga, hehehe. Nggak disangka-sangka di sana ada sekelompok remaja yang menyapa dan mengajak berfoto karena mereka adalah pembaca novel-novel gue. Aww, sweet... Ternyata Bapak benar, gue akan bertemu dengan banyak teman baru :) Setelah itu kami memutuskan untuk makan siang. Sengaja kami makan lama-lama karena nggak mau menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan akhirnya malah membeli sesuatu. Maklum gue suka nggak tahan kalau lihat toko CD dan pernak-pernik perempuan, hihihi. Tapi ternyata meski kami berusaha untuk lama-lama, sudah diselingi ngobrol dan santai-santai, waktu masih jauuuuh sekali ke jam 8 malam. Ya sudah kami putuskan untuk kembali ke mobil dan... tidur! Hahahaha...

Jam 6 sore meskipun masih sangat mengantuk gue putuskan untuk mengecek antrian menuju venue. Bapak bilang gue jangan dulu ganti baju karena waktu 2 jam itu masih lumayan lama. Tapi ternyata antrian sudah lumayan panjang dan teman-teman dari "Mika for Indonesia" sudah menagih dress Lollipop Girl gue, hehehe. Mereka meminta gue untuk segera memakai dress-nya dan foto bersama. Ya, sudah kami kembali lagi ke mobil, gue mengganti dress di bangku belakang dan kembali lagi untuk berfoto :) Gue dan Bapak mengantri jauh di belakang "Mika for Indonesia" karena kami berada di blue line sedangkan mereka di green. Sempat terpikir untuk meng-upgrade tiket, tapi urung karena ternyata penonton nggak terlalu padat.

Bersama Mika for Indonesia

Gue yang sudah memakai dress Lollipop Girl jadi mudah dikenali, banyak yang memanggil gue dengan nama "Lollipop" dan lucunya mereka bertanya apakah rambut gue asli atau wig, hahaha. Ini menyenangkan karena mengantri dan menunggu bukan kesukaan gue. Dan dress Lollipop Girl ini membantu gue mendapatkan teman mengobrol :) Lalu tiba-tiba saja ada seorang kru dari sebuah stasiun TV menghampiri gue. Dia bertanya apakah gue bersedia diwawancarai untuk program fashion street di NET TV, stasiun TV nasional yang akan launching 16 Mei nanti. Tentu saja gue bersedia. Dress ini dibuat dengan bersusah payah dan hanya dalam waktu semalam, akan menyenangkan jika Ibu tahu dress buatannya banyak dikagumi :) 


Akhirnya kami semakin mendekati venue yang berada di Skenoo Hall. Gue semakin merasa nyaman dan nggak terlalu mempermasalahkan karena harus menunggu sambil berdiri. Bagaimana nggak, gue sudah kenal dengan orang-orang yang menganti di depan, belakang dan samping gue, hehehe. Kami hampir nggak bisa berhenti mengobrol! :) Di tengah obrolan gue dihampiri oleh kru Trans 7, mereka ingin mewawancarai gue. Dengan senang hati gue iya-kan dan gue diminta untuk menceritakan kenapa memilih untuk menjadi "Lollipop Girl". Gue bercerita bahwa sejak album "Life in Cartoon Motion" keluar, selain Grace Kelly, Lollipop lah yang paling mencuri perhatian gue. Apalagi setelah tahu bahwa lagu ini mempunya icon yang manis. Langsung saja gue ingin menjadi Lollipop Girl dari Indonesia, hehehe. Wah, ternyata dress ini membawa banyak berkah dan kebahagiaan. Gue bersyukur karena memutuskan memakai dress ini, padahal awalnya gue akan memakai dress seperti gadis di video clip Grace Kelly. Ternyata Lollipop Girl adalah icon yang paling mudah dikenali ya meskipun setelah itu masih ada 2 album Mika yang baru! :)



Waktu mengantri jadi semakin nggak terasa, gue dan teman-teman baru diajak untuk berfoto di booth Close Up. Lalu gue ditawari untuk membuat video testimoni konser Mika. Lucky me, gue mendapatkan hadiah power bank disaat hand phone gue low batt, hehehe. 10 menit kemudian gue, Bapak dan yang lainnya sudah berada di dalam venue. Sampai di dalam venue pun ternyata masih banyak yang meminta gue untuk berfoto. Well, sepertinya nggak ada yang tahu nama asli gue. Semuanya hanya bertanya, "Lollipop boleh foto?" dan langsung mengambil foto meskipun terkadang gue nggak siap, lol. Tapi gue sama sekali nggak terganggu karena mood gue sangat-sangat-sangat bagus. Sebentar lagi gue akan bertemu dengan idola gue. Hore! :)


Teman-teman baru :)
Dapat hadiah :)

Salut, konser dimulai hampir tepat waktu. Mika muncul dengan menggunakan celana hitam, kemeja putih, jas hitam dan topi hitam. Bapak bilang dia kelihatan tampan, tapi menurut gue yang seperti itu namanya "cute", hahaha. Gue nggak bisa  berhenti bernyanyi dan menari, semua lagu yang Mika bawakan adalah yang gue suka. Ehmm, sepertinya memang gue hampir suka semua lagunya, sih :p Di saat penonton lain sibuk mengacungkan kamera dan HP untuk mengabadikan konser, gue sama sekali nggak terpengaruh. Gue hanya ingin menikmati konsernya, dan waktu 2 jam pasti terasa sebentar sekali. I don't want to miss a thing deh pokoknya (oops, kok jadi judul lagu Aerosmith, ya? Lol)

Bapak juga ikut bersenang-senang, lho.

Ini adalah konser pertama gue. Gue memang bukan orang yang suka dengan keramaian, tapi gue berjanji jika itu untuk Aerosmith gue rela beramai-ramai. Dan di konser Mika ini, ajaibnya nggak terlalu padat, masih banyak space yang tersisa. Kalaupun gue mau duduk-duduk masih bisa, AC pun sangat terasa, sama sekali nggak gerah :) Di konser ini juga gue akhirnya merasakan "merinding" moment, hehehe. Itu lho moment ketika idola kita menyanyikan lagu yang pas sekali dengan suasana hati. Dari sekian banyak lagu hanya "Origin on Love" yang membuat gue meneteskan air mata tanpa sadar. Gue sampai harus menghapus air mata beberapa kali karena terus keluar sampai lagu selesai. Suddenly I miss my Mika. Iya, my Mika, my hero, my AIDS fighter. Lagu ini membuat gue teringat dengan kenangan-kenangan manis yang gue lalui bersamanya. Juga tentang betapa polosnya gue di masa-masa itu. Ah... :') Gue menoleh ke arah Bapak, jaga-jaga takut disangka konyol gue langsung pasang wajah serius dan bilang, "Aku ingat Mika aku, ya, bukan yang lagi nyanyi sekarang". Hahahaha :)


Di tengah konser tiba-tiba gate pembatas green dan blue dibuka. Guess, what, gue dan Bapak termasuk yang beruntung untuk pindah ke green! Wah, gue senang bukan main. Tuhan maha baik, niat gue untuk upgrade tiket ternyata dikabulkan dengan cuma-cuma :D Jarak gue dan Mika dekat sekali, hanya terhalang 1 lapis pagar dan tepat di samping panggung. Bapak sempat mengambil foto gue yang dekat sekali dengan Mika, tapi hasilnya konyol karena lengan gue melingkar di pagar sambil sibuk menyanyi. Hahaha, salah-salah disangka pemandangan di kebun binatang :p Sampai konser selesai kami nggak pindah tempat dan tetap di sana sampai venue sepi dan sebagian besar penonton pulang. Gue masih amaze dengan pertunjukan tadi. Meski Mika nampak terburu-buru karena harus langsung ke X Factor, tapi dia tampil sangat maksmimal. Suaranya sebagus di CD!


Proud Lollipop Girls all around the world. Am I the only Asian? :p


Gue bertemu kembali dengan teman-teman "Mika for Indonesia", mereka beruntung jadi choir dadakan untuk mengiringi beberapa lagu Mika, hehehe. Kami langsung sibuk bertukar cerita tentang keseruan konser tadi. Dari mereka gue jadi tahu bahwa sebelum Mika membawakan lagu "Lollipop" mamanya dan Yasmine kakaknya bertanya tentang perempuan yang memakai dress Lollipop Girl. Oh, my God! It was me!!! Katanya mamanya dan Yasmine sudah diberitahu bahwa nama gue Indi, tapi sayang mereka nggak bisa menemukan gue karena sebelum pindah  gue masih berada di tengah kerumuman. Wah... sayang sekali gue melewatkan kesempatan bertemu mereka... Gue jadi agak sedih, apalagi kru dan security (sepertinya) nggak percaya dengan cerita  mereka. Padahal, kami nggak memaksa untuk bertemu hanya minta disampaikan bahwa gue masih di sini, belum pulang in case mamanya Mika atau Yasmine bertanya.

Tapi ya sudah, perjalanan gue dan Bapak menuju rumah kan masih sangat panjang, 4 jam. Yang penting gue sudah berusaha menyampaikan :) Sebelum benar-benar keluar venue ada beberapa penonton yang mengajak gue untuk berfoto. Sebenarnya agak malu karena rambut gue sudah acak-acakan, hehehe. Tapi berhubung mereka sangat ramah (malah ada yang menenangkan gue dengan bilang, "nggak apa-apa kamu masih kelihatan seperti Lollipop Girl, kok", hehe) gue jadi merasa nyaman. Bapak malah bergurau kalau tadi beliau menghitung totalnya ada lebih dari 40 orang yang mengajak gue berfoto. Hahaha, ada-ada saja :)

Gue dan Bapak menuju tempat parkir. Meskipun toilet masih ada yang buka tapi gue sengaja nggak mengganti dress Lollipop Girl dengan baju ganti. Gue masih tersenyum-senyum membayangkan apa yang sudah gue alami. Dress ini benar-benar penuh berkah dan kebahagiaan. Gue juga jadi belajar bahwa seharusnya nggak terlarut dengan kesedihan "Aerosmith". Beruntung, bersyukur gue memberikan Mika kesempatan untuk membuat gue bahagia malam ini, karena jika nggak mungkin gue masih stuck dengan kesedihan gue.

 

Sambil terkantuk-kantuk gue mendengar Bapak bicara, "Eh, tahu nggak, tadi waktu kamu sibuk foto-foto ada ibu-ibu bule yang lihatin kamu terus. Dia sepertinya mau menyapa, tapi kamu sibuk. Dia senyumin kamu sekilas terus masuk ke belakang panggung".
Tiba-tiba kantuk gue hilang. Gue jadi teringat dengan cerita tentang mama dan kakaknya Mika tadi. Cepat-cepat gue buka HP dan mencoba beberapa kata kunci di google. Setelah keluar hasilnya gue tunjukan fotonya pada Bapak.

"Nah, iya... Itu yang tadi lihatin kamu. Memang itu siapa?"
Mata gue langsung melotot, kalau saja ini sinetron wajah gue pasti sudah di shoot zoom in-zoom out...
Oh, my God... Oh my God... It was his Mom... IT WAS MIKA'S MOM!!!
*pingsan*


lollipop girl,

Indi
foto Mika di atas panggung by Nanda.

Facebook: here | Twitter: here | Contact Person: 081322339469


Jumat, 08 Juli 2011

Cerita Liburan yang terlambat: TRANS STUDIO! :D

Halooo, haloooo... Berjumpa lagi dengan Indi di sini (yang berharap ketemu Meysi, maaf ya ini bukan blog'nya, hihihi).

Hari ini aku post baru lagi bukan gara-gara lagi doyan (ya, I love writing, tapi biasanya aku membatasi diri untuk post 1 cerita saja perminggu. Maksudnya supaya memberi kesempatan teman-teman untuk membaca), tapi ini gara-gara dikejar utang. Hiiii, serem banget istilahnya. Tenang aja bukan uang kok, tapi utang post! Beberapa waktu lalu aku sempat 'menghilang' dari dunia blog dan waktu aku mulai ngeblog lagi, aku jadi bingung mana yang harus aku ceritakan duluan. Banyak yang dialami, tapi sudah terlewat lama karena waktu berjalan terus (yaiyalah). Keteteran! T___T

Tadi siang, sebelum aku memutuskan untuk menulis ini, aku sempat pilah-pilah pengalaman mana yang bakal  kutulis duluan. Sempat kepikiran buat nulis tentang nikahannya si Pipit-Cuit sahabatku sampai nulis tentang perkembangan novelku (cetak ulang lagi, thank God). Tapi setelah dipikir-pikir kayaknya lebih asyik untuk menulis request dari teman-teman blogger dulu deh. Di postinganku tanggal 30 Juni lalu Gaphe dan Ria minta aku untuk ceritain pengalaman ke Trans Studio. So... Inilah aku, sudah berpiyama oranye dan rambut disisir rapi, duduk di depan komputer akan bercerita kepada kalian. Enjoy! :)

Jadi, tanggal 24 Juni lalu secara mendadak aku kepengen pergi ke Trans Studio. Apa penyebabnya jangan ditanya, karena aku juga nggak tahu. Padahal waktu sudah nunjukin jam 7 malam, lho. Langsung saja aku BBM Puja, adikku yang lagi futsal untuk segera pulang dan nemenin aku. Puja kaget sih, tapi yang namanya main gratis, dia nggak nolak, hehehe...

Langsung saja aku yang sudah piyamaan ganti kostum dengan dress Dancing Lollipop hasil rancanganku. Nggak lupa ditambah stocking supaya leluasa main nanti. Perfect! I'm ready to have fun! :D





Begitu sampai aku dan Puja langsung beli Mega Card. Kartu inilah yang akan dipakai untuk main nanti. Satu kartu ini bisa dipakai sama aku dan Puja sekaligus, harganya cuma 10 ribu, ditambah "tiket" kami bermain totalnya jadi rp. 310.000 (untuk weekday perorang hanya rp. 150.000, ditambah harga kartu yang setelahnya bisa ditop up).
Nah, kartu sudah di tangan, kami tinggal naik ke eskalator dan siap bermain.

Ternyata oh tenyata, begitu sampai di Trans Studio kami nggak langsung lihat wahana permainannya, tapi kami justru serasa berada di dalam kota mini! Aku sama Puja sampai takjub, gimana bisa area 4 hektar ini jadi tampak begitu besar (Universal Studio lewat, seriously!) dan seperti betul-betul di luar ruangan padahal seluruh area ini di dalam ruangan. Setelah ber "Oh, wow" selama 5 menit, Puja beranikan diri untuk bertanya tentang letak wahana permainan sama salah satu petugas. Nggak jauh-jauh, ternyata wahana permainannya ada di sebelah kanan dari posisi kami masuk tadi, hihihi...




Di arena permainan kami langsung ber "Oh, wow" lagi. Gimana nggak, ternyata di sini lebih "luar biasa" daripada tempat sebelumnya. Kami seperti berada di Hollywood tahun 60'an! Wooo, Hollywood here we come! :p
Arsitekturnya betul-betul indah, sepanjang mata memandang penuh dengan bangunan-bangunan kuno lengkap dengan Corvette Diner'nya. Waduh, kalau nggak ingat main pengennya foto-foto terus, deh! Hihihi...


Covette diner. Kaya di film-film, menunya kentang goreng dan soda :p



Mengingat waktu sudah semakin larut, kami langsung cari wahana yang nggak terlalu ramai. Pilihan kami jatuh pada "Negeri Raksasa" di area "Magic Corner". Di tempat mengantri pengunjung disuguhi dongeng "Jack dan Pohon kacang", aku sama sekali nggak ada clue permainan apa yang akan kami hadapi (halah, memangnya ujian! Lol), tapi dari sini terdengar suara teriak-teriakan heboh! Wah, jangan-jangan ini semacam rumah hantu... Aku bisa pipis di celana deh kalau iya, soalnya aku paling takut sama hantu-hantuan gitu (kadang mereka lebih serem daripada aslinya lho. Hiiiii...).
Tapi ternyata tebakanku salah. Ini adalah wahana yang mengerikan tapi nggak perlu hantu-hantuan. Kami dan para pengunjung lain akan dijatuhkan dari lantai 5! Waaa, hampir saja aku mundur kalau nggak mengingat berapa lama kami antri.
Wahana ini mirip seperti "Hysteria" di Dufan, cuma bedanya ini lebih tinggi. Kalau biasanya ketinggian "cuma" 3 lantai, nah ini 5 lantai (I said it twice ya? Nggak apa-apa buat menegaskan, lol).



Sambil ngantri bisa baca dongeng “Jack dan Pohon Kacang” dulu.



Jujur saja takut di awal, tapi begitu dimulai aku cenderung menikmati. Anehnya cuma aku yang ketawa-ketawa. Aku bahkan nggak tutup muka sama sekali. Rasanya lucu, jantung seperti berhenti sejenak tapi aku tahu ini aman :) Sedangkan pengunjung lain, termasuk Puja pada teriak-teriak nggak karuan. Malah aku sempat dengar ada yang sumpah serampah segala, hahahaha...

Begitu selesai, Puja mukanya pucet banget, tapi waktu ditanya dia beralasan karena kecapean habis futsal (ah, nggak mau ngaku! Lol). Kami istirahat dulu di depan kolam air mancur yang memang disediakan untuk duduk-duduk sambil mikir-mikir wahana apa lagi yang bakal kami coba. Dan pilihanpun jatuh sama "Sky Pirates". Kalau nggak salah ini masuknya sama kategori softplay, deh, soalnya anak-anakpun boleh ikut asalkan didampingi orang dewasa.
Wahana ini cocok banget buat "ngadem" karena mirip dengan kereta gantung hanya saja terbuka di atas dan kanan-kirinya. Bentuknya pun unik, seperti balon udara milik perompak. Petugasnya berkostum bajak laut semua bikin suasana pirates'nya berasa, hihihi...

Dari atas kami bisa lihat keseluruhan Trans Studio. Kami kagum banget karena setiap area nggak ada yang terbuang sia-sia. Dan dari atas sini pula kami bisa sepenuhnya "sadar" kalau ini memang indoor karena langit-langitnya masih terang meski hari sudah malam :)


Kolam di Magic Corner.


Duduk nyaman di Sky Pirates.

Dekor di luar arena, tetep cute buat foto-foto :)



Setelah bermain dua wahana kami memutuskan untuk jalan-jalan santai, ya sekedar menikmati interiornya, apalagi belum sempat untuk ambil foto-fotonya. Yang paling menarik buat kami adalah 5th avenue dan Broadway "dipindahkan" ke Bandung. Aku belum pernah lihat aslinya, tapi at least ini mirip dengan yang di TV dan majalah! Puja sampai bilang, "Wah, ini kebagusan sampai-sampai pada niat bawa SLR. Jangan-jangan nanti dipakai pre-wedding lagi". Hihihihi...
Di area broadway juga disediakan beberapa spot khusus untuk berfoto, sayangnya Puja nggak terlalu tertarik untuk di foto di sana, dia lebih milih buat langsung cari wahana lain saja.



5th avenue.

Kami berada di “Broadway” :p

Ada pertunjukan juga tapi ada jadwal khususnya.



Berkat paksaanku, Puja mau masuk ke "Bolang Adventure". Tadinya dengan segala alasan dia pengen nunggu di luar, hihihi (mungkin malu karena ini area untuk anak-anak).
"Bolang" ini cukup menarik dan mendidik untuk anak-anak usia TK atau SD. Warna-warna interiornya catchy banget, apalagi di tiap sudut ruangan selalu terdengar sountrack Bocah Petualang, hihihi. Untuk yang pernah ke Dufan pasti kenal dengan rumah boneka, kan? Nah, si bolang ini mirip-mirip seperti itu, hanya saja semua boneka "berwajah" bolang dan semuanya digambarkan sedang bermain :)





Bolang serba colorful. Sambil mengantri disediakan big screen untuk menonton acara Bolang.



Oya, untuk para orangtua hati-hati lho kalau bawa anaknya ke "Bolang", soalnya begitu permainan selesai pintu keluar paralel dengan toko permen! Iya, toko permen :O
Aku sama Puja saja yang sudah gede-gede masih ngiler buat belanja di sana, apalagi permennya lucu-lucu, sih... Kamipun top up kembali kartu dengan nominal rp. 100.000, yang ternyata dengan uang segitu cuma bisa beli beberapa permen loli. Note ya: di Trans Studio itu makanan dan cemilannya mahal-mahal, lebih baik isi perut dulu di rumah karena kita nggak boleh bawa makanan dari luar :)



Hasil “buruan” kami.



Habis emut-emut permen (yang ternyata enak banget!) kami lanjut berburu wahana seru lagi. Kami putuskan untuk main "Dragon Raiders". Di sini antriannya agak panjang, soalnya VIP access nggak berlaku, alias antrinya ramai-ramai. Tapi biar begitu kami nggak nyesel, karena kami bisa berlatih menunggangi naga ala ksatria, hihihi. Ya, sakit-sakit badan sedikit ditambah jantung deg-degan nggak apa-apalah, lol.
Sayang kami nggak sempat ambil foto di sini karena takut keburu tutup (Trans Studio tutup jam 10 malam). Jadi kami langsung menuju wahana yang paling dekat dengan pintu keluar saja, yaitu "Broadcast Museum" dan "Giant Swing". Di Broadcast Museum seru juga, lho, kita bisa belajar jadi dubber atau edit film, hihihi. Nggak usah khawatir nggak ngerti karena di sana banyak mas dan mbak baik hati yang ngajari kita. Lucunya mas-mas yang ngajarin aku ternyata Sandy, teman SMP ku! Hihihi, bisa dapet bocoran permainan mana saja yang antriannya pendek, dong ;)
(and sorry again for no picture here:( )


Nah, ini wahana terakhir yang aku naiki. Iya, AKU, sendiri nggak sama Puja yang lagi-lagi beralasan kecapean habis futsal, hihihi. Giant Swing! Ini adalah ayunan berputar raksasa pertama di Indonesia. Selain Yamaha Racing Coaster, wahana ini yang paling sering diomongin. Katanya bikin jantung berasa copot. Malah sempat ada pengunjung yang pingsan lho waktu coba wahana ini. Tapi aku maju tak gentar pengen tetep coba. Puja berkali-kali ingetin kalau aku mungkin saja pingsan/minimal muntah. Ah, aku pikir sudah terlanjur di Trans Studio, nggak berasa ke Trans dong kalau nggak main Giant Swing (ngaco! Lol).

Dan ternyata rasanyaaaaaaaa..... Wah, aku nggak mau cerita. Nanti kalian saja yang main sendiri ya. Aku nggak lagi, deh, mending naik coaster saja :')


Saking cepatnya Giant Swing susah tertangkap kamera. Udah kaya penampakan aja :p

“Pemandangan” dari eskalator turun.



Akhirnya waktunya pulang. Aku betul-betul puas bermain selama 3 jam di sana. Nggak peduli deh poniku terbang kemana dan lipstikku hinggap di baju siapa (lho??). Bahkan di eskalator turun pun kami masih nemu interior-interior unik :) Aku rekomendasiin deh buat teman-teman yang mau habisin waktu sama keluarga datang saja ke sini, nggak perlu jauh-jauh ke Singapura. Tiketnya pun jauh lebih murah, disana per orang 700 ribuan, tapi disini cukup rp. 260.000 perorang untuk hari biasa (tiket 150+kartu 10+top up minimal 100). Gue kasih 4 bintang dari 5 bintang deh buat Trans Studio. Nyaris nggak ada kekurangan kecuali satu: there is no disability access. Aku harap suatu hari Trans Studio dan arena permainan lain akan ingat dengan teman-teman yang berkebutuhan khusus ;)

Jadi gimana Gaphe dan Ria, sudah nggak penasaran lagi kan dengan Trans Studio? Atau malah makin penasaran?!! :O :D


big smile,

Indi


do not copy any design by toko kecil indi. thank u :)