Indi's Friends

Sabtu, 29 Mei 2010

I'm Pretty and Can Read Maps Too

*Lemon, great for your armpit*


Post gw kali ini mungkin nggak terlalu penting (emang biasanya penting? hehe..). tapi gw mau ngajak semuanya, terutama perempuan buat baca tulisan gw.

Belakangan banyak perempuan dengan semangat membara cerita tentang girl power, inner beauty, smart is a new sexy, kepribadian OK, ini itu, ini itu... Gw perhatiin semakin jarang yang bahas tentang pentingnya kecantikan atau keindahan fisik seorang perempuan, bahkan dimajalah dengan segmen perempuan sekalipun.

Well, gw sendiri MEMANG perempuan yang menjaga penampilan, menyukai keindahan fisik, tapi juga cerdas sekaligus (yes, nggak bermaksud untuk sombong, tapi gw memang cerdas). Bukan berarti gw sempurna, tapi gw mencintai diri sendiri segitu banyaknya dan menganggap dua hal tersebut sama pentingnya. Buat gw keduanya saling mendukung, dan faktanya seseorang dengan kecantikan saja nggak akan menjadikannya cerdas. Begitu juga dengan seseorang dengan otak super. Itu nggak akan bikin dia "cantik", kalau dia lupa kapan terakhir kali pake conditioner sampe-sampe rambutnya sekering gurun pasir.

Oh, ya hampir lupa. Gw mau ingetin kalau apa yang gw maksud dengan kecantikan bukan tentang badan langsing, rambut lurus alami tanpa cela dan gigi rapi tanpa behel, ya! Tapi ini tentang jadi diri sendiri dan memaksimalkan apa yang diberikan Tuhan (baca: MERAWAT).





*Me*


LIVING BARBIE?
Okay, balik lagi ke topik awal. Dulu, ada beberapa laki-laki yang menganggap gw sebagai living barbie (kedengerannya porno, ya? Lol). Mereka bilang that i look so cute dan mereka suka untuk pandangin gw seharian. Tapi buat jadiin gw pacar? It's a BIG NO! Beberapa dari mereka terang-terangan bilang kalo cewe macem gw pasti cuma bisa ngabisin duit buat biaya ke salon. Ibaratnya punya mobil antik yang harus dirawat terus-terusan, tiap minggu pasti harus dibawa ke bangkel. Itu katanya. Terus terang perkataan mereka bikin gw sedikit sakit hati dan pengen buktiin kalo mereka salah. Tapi setelah dipikir, untuk apa? Lebih baik gw hanya menanggapi laki-laki yang nggak berotak shallow :)



YES, I LOVE MY BRAIN AND I LOVE MY SKIN TOO :)
Apa alasan kalian sekolah, ikut les dan baca banyak buku? Supaya cerdas? Kenapa? Gw yakin beberapa kalian pasti ingin menjadi cerdas sebagai bentuk dari penghargaan diri. Dengan kecerdasan, itu bisa membuat kalian merasa berharga, dihargai dan keberadaan kalian dibutuhkan untuk orang lain. Siapa yang akan diterima diperusahaan A? Siapa yang akan jadi editor di majalah B? Si cerdaslah jawabannya.
Ya, banyak pekerjaan yang nggak membutuhkan kecantikan. Kalau gw jadi seorang camera person, tim kreatif atau CS dibalik telepon yang masuk pagi buta dan pulang malem sampe nggak ada yang liat, buat apa gw tampil cantik? Jawabannya: Buat gw sendiri! Gw lakuin itu sebagai penghargaan diri. Setelah gw kelelahan bekerja rasanya nggak berlebihan kalau gw kasih my lovely body sedikit perawatan.
If you feed your brain, feed your skin too!



AYO SEIMBANGKAN DAN KITA DAPATKAN KEDUANYA :)
Berapa banyak waktu yang kalian habisin untuk baca buku pelajaran, diem didalem kelas, cari bahan untuk skripsi atau bekerja untuk perusahaan tersayang? 6 jam perhari, 8 jam perhari, atau malah lebih? Menyisihkan waktu 2 jam aja perhari untuk rawat tubuh lelahmu, it won't hurt you, promise :) Gw juga janji kalau kalian lakukan ini, kalian akan menghargai diri kalian lebih banyak lagi. Sekarang gw mau share caranya. Ini cepat, mudah dan murah (simpan penghasilan kalian untuk sesuatu yang lebih penting. I love to look beauty tapi nggak suka habisin duit ratusan ribu cuma buat spa. Lol):

~ Rambut, wajah, bibir dan ketiak (yes, YOUR armpit. Lol) sekaligus.
Hehehe, kedengerannya ribet, ya? Nggak, kok. it's super easy dan nggak lebih dari 15 menit. Pertama, siapkan handuk, krim krimbat instan atau buatan sendiri (untuk rambut), masker instan atau buatan sendiri (untuk wajah), madu asli tanpa zat perasa, gula (untuk bibir) dan irisan lemon (untuk ketiak). Setelah lengkap, lakukan hal dibawah ini secara berurutan (ingat, ya berurutan, untuk mempermudah dan timingnya pas):
1. Dalam keadaan rambut bersih, oleskan krim krimbat sampai rata dikepala. Kalau nggak ada bisa pake ramuan sendiri, misalnya alpukat, strawberry atau lidah buaya yang diblender (nggak usah takut untuk mengoleskan dikepala, yang alami tanpa efek samping, kok. Lol). Pijat sampai rata dan rilex, lalu bungkus kepala dengan handuk hangat. Cara "bikin" handuk hangat gampang, kok. Lo nggak perlu steamer, cukup celupin handuk kedalam air panas dari dispenser atau water heater kamar mandi, peras, jadi deh :) Proses ini habisin waktu sekitar 15 menit, sambil nunggu lalukan perawatan selanjutnya.
2. Berbaring. Oleskan masker diwajah, atau kalau nggak ada pakai buatan sendiri dari buah-buahan yang sesuai dengan jenis kulit lo. Cukup dihancurkan dengan blender. Ada tips cepat: Oleskan aja madu diwajah. Cocok untuk semua jenis kulit dan murah. Asal inget, pakai madu alami, bukan madu yang dicampur zat perasa atau buah.
3. Kalau madu yang dipilih untuk masker, it's much easier. Sekalian aja olesin ke bibir. Kalau bibir lo kering dan pecah-pecah, tempelin aja telunjuk lo di madu dan gula (gula pasir biasa, kok), terus gosok perlahan di bibir. Gula berfungsi sebagai scrub alami dan madu untuk melembabkan. Nggak perlu khawatir kalau tertelan. Lol.
4. Ambil 1 iris lemon pake tangan kiri dan 1 iris lagi pake tangan kanan, tempelkan di kedua ketiak untuk mengurangi stres dan mencerahkan warnanya (itulah kenapa gw bilang "berbaring", hehe). Selesai!
Tunggu aja sampai waktunya krim krimbatnya dibilas. Yang lainnya (wajah, bibir dan ketiak) bisa dibilas dengan waktu yang sama. Nggak ribet, kan? :)

~ Seluruh tubuh dan private area yang sering terlewatkan.
Ini termasuk pangkal paha, belakang telinga dan sela-sela jari, lho. Kira-kira ngabisin waktu 15-20 menit (nggak lama, kok mengingat tempat yang harus dibersiin banyak. Lol). Yang perlu disiapkan scrub tubuh, scrub kaki, loofah (atau sponge juga nggak apa-apa) dan nail brush. Langkahnya nggak perlu berurutan, asalkan srcub tubuh yang dilakukan pertama:
1. Oleskan scrub keseluruh tubuh dalam keadaan kering, pijat perlahan. Termasuk daerah armpit dan yang tersembunyi lainnya. Mafaatin waktu lo baik-baik, jangan sampai ada yang terlewat dan lakukan dengan teliti. Khusus untuk daerah perut, paha dan bokong perlu perhatian khusus, soalnya rawan streact mark. Pijat daerah-daerah tersebut dengan gerakan memutar, jangan digosok terlalu keras. Kalau sudah terlanjur punya garis-garis putih (hihihihi), pilih scrub yang mengandung virgin coconut oil. Kalau nggak ada, lo bisa pake minyak kelapa yang dihangatkan atau kopi bubuk. Cara pakenya? Sama aja dengan scrub biasa, kok :)
2. Sambil menunggu scrub mengering, oleskan kaki dengan foot scrub, kalau nggak ada pakai yang untuk tubuh atau pakai buatan sendiri (madu+gula juga masih bisa dipake kalo ada sisa. Lol). Lalu gosok kuku dan sela-selanya dengan nail brush. Lakukan hal yang sama untuk tangan juga.
3. Bilas seluruh tubuh dengan air hangat. Pastiin nggak ada yang terlewat. Pakai loffah untuk mengikis sisa-sisa scrub. Pakai sponge kalau nggak ada. Selain tubuh jadi bersih, loofah dan sponge bisa melancarkan peredaran darah juga, lho :)

~ Relaxing :)
Semuanya udah selesai, tapi jangan lupa sentuhan akhir. Oleskan lotion diseluruh tubuh. Termasuk daerah tersembunyi seperti pangkal paha, leher dan bokong. Tapi jangan oleskan disela-sela jari kaki dan belakang telinga. Setelah itu terserah. Mau baca majalah atau minum teh untuk santai juga boleh. Tapi yang terpenting, coba itung berapa waktu yang kalian habisin buat seluruh perawatan tadi. Surprise? Hehehe, yes, memang sesebentar itu, kok ;)


*Lotion*

*Foot Scrub*



*Peel Off Mask*


SO, WHAT DO YOU THINK?
Apa yang kalian rasain sehabis perawatan itu? Lebih cantik? Bersih? Sehat? Penghargaan diri yang lebih? Well, jawaban gw adalah semuanya. Setiap kali gw habis scrubbing atau krimbat, gw pasti ngerasa cantik dan ngerasa berhasil memperhatikan tubuh gw (setelah sebelumnya sibuk kuliah atau bekerja). Gw juga ngerasa lebih percaya diri dan punya "sesuatu" selain otak gw. Gw bisa dengan percaya dirinya pake blazer pink dan rambut terurai disaat harus presentasi didepan kelas tanpa harus khawatir dosen akan membahas penampilan gw. Itu karena gw tau gw BISA presentasi dengan baik dan dosen nggak punya alasan untuk mencela gw.

Apapun jawaban kalian untuk pertanyaan gw, gw cuma mau sampaiin kalau kecerdasan dan kecantikan sama-sama penting. Dan keduanya bentuk dari penghargaan diri. Masih ragu? Coba nonton Freedom Writer, Legally Blonde atau Devil Wears Prada. They're smart and pretty. So nobody's want to mess with them! :)

n.b: Doain seminar skripsi gw berhasil, ya. Thanks, pals :)

Selasa, 25 Mei 2010

From Him :)


Hari ini gw nggak akan post tulisan gw sendiri. Bukan gara-gara gw males atau lagi nggak ada ide buat nulis, tapi gara-gara gw harus segera selesaiin draft skripsi dan novel kedua yang masih harus diedit. Sebenernya sih gw pengen banget ceritain apa aja yang gw alamin belakangan ini (dari mulai ke Fantasy Land sampe ultah pertamanya si Eris), tapi apa daya, sebagai manusia tentu saja harus mendahulukan kewajiban, huhuhu *lebay*

Yang gw post sekarang yaitu tulisan Ray yang dia kirim buat gw beberapa hari lalu. It's a very nice surprise, Ray kirim tulisan ini NGGAK dalam rangka apa-apa, alias tiba-tiba. Tapi justru ini yang bikin gw senyum-senyum sendiri dan kangen kalau dia lagi dikantor. Gw baru sadar kalo dia cukup sweet walau jauh banget dari karakter pangeran-pirang-senyum lebar romantis idaman gw, hehe..

Ini dia tulisan asli Ray yang ngegambarin pertemuan pertama kita sampe sekarang:

"There was a time a man met a smart beautiful woman. Found themselves in other way, like facing a part of their half brain. They're meant to be for each other and felt so warm when they talked for hours without realizing they're spent hours at the same spot though they were debating in the first met. They're happy and some other times they fought and argued, they forgot who they were and arguing, so stubborn. Once, the man said that the woman was never growing up and woman said that the man thinks gone so far old. Seconds, minutes, hours, days, weeks, moths, years on the same circle of missing, needing, fighting, laughing, crying and loving, they're still falling in love, crazy over them everyday..."



Itu dia. Sederhana, apa adanya. But make me melt. Hmm, that's one of many "reason" why I love him so ;)

Senin, 17 Mei 2010

Bye-bye Brunnette!

*When I was a brunnette! I miss my original hair. Sniff...*


Kalian tau nggak gimana rasanya jadi orang paling 'nyaman' sedunia, terus tiba-tiba aja 1 hal kecil bikin dunia terasa mau kiamat?
Berlebihan? Well, at least gw tau gimana rasanya...

Hampir seumur hidup gw berambut brunnette. Meski waktu lahir nyokap gw bilang kalo rambut gw keemasan (blonde, I guess), tapi semakin bertambahnya umur rambut gw semakin gelap. Ya, nggak item-item amat sih... Item muda alias brunnette kali, ya? Lol.

Gw sangat bangga dengan rambut gw. Selain teksturnya tebel dan bounchy, rambut gw juga warnanya nggak pasaran, sampe-sampe setiap kali gw nulis profil (dimanapun, lol), gw selalu nulis: "I'm brunnette". (Hehehe, narsis lebay yah, gw?). Emang nggak selamanya si rambut kebanggaan ini nurut sama empunya. Kadang ada aja ulahnya yang bikin gw manyun meski bukan masalah yang gawat. Yaaa, paling-paling kering diujung rambut atau poninya susah diatur. Yang rada berat dikit paling waktu gw nggak sengaja bleach rambut jadi blonde dan terpaksa harus di cat seluruhnya. But it's totally okay! Blonde is normal. Just like Paris Hilton and Dakota Fanning, kan? Tapi kalo sampe rambut gw punya warna selain itu, amit-amit, deh! *ketok-ketok meja*

Kemaren, entah kenapa niat gw kesalon untuk perawatan malah belok jadi pengen cat rambut. Meski tandanya gw harus nego ulang sama Ryan (si mas-mas stylish sekaligus pemilik salon bernama sama. Lol), tapi gw nggak keberatan asal dapet harga murah-meriah. Setelah sepakat, akhirnya gw putusin untuk sedikit menterangkan warna rambut gw. Yaaa.. itung-itung mencerahkan warna kulit gw yang pucat, lah. Mas-mas asisten langsung kasih tau gimana warna rambut gw nanti,
"Pengen tetep coklat, ya? Cuma pengen terangan dikit, kan? Sipppp.. Tenang aja, pasti hasilnya bagus."

"Nggak akan gonjreng-hebring, kan?"

"Gaaaaaaaaa.. yakin, deh!"

Umm.. menyakinkan sekali. Dan gw pun percaya.


*Hari ini, 16 Mei 2010*

Gw manyun-manyun sambil nahan nangis. Niatnya mau ke acara reuni SMP dengan rambut brunnette kebanggaan, tapi malah terpaksa harus datang dengan rambut ORANGE yang menyala. Meski bokap bilang gw cocok dengan rambut ala jus jeruk dan nyokap bilang kalo nggak akan ada yang perhatiin (yeah, right!), tapi gw tetep khawatir. Ini pertama kali setelah sekian taun gw nggak ketemu sama temen-temen SMP. Takutnya waktu ketemu mereka malah nggak ngenalin gw! Sniff..

Dress motif bunga dan blazer pink menyala yang udah gw siapin jauh-jauh hari rasanya nggak terlalu cocok dengan rambut baru gw. Kayanya malah makin 'menyalakan' warna rambut gw, huhuhu. Hampir gw mau siapin baju lain kalo aja Ray nggak telepon dan nanyain gw udah siap atau belum. Akhirnya gw berani-beraniin pake bajunya karena nggak mau Ray nunggu lama. (Lagipula gw nggak mau seisi rumah bosen dengan pertanyaan gw: "Aneh nggak? Ganti jangan bajunya?" Lol).

Gw sempet deg-degan waktu Ray jemput gw. Dia sama sekali nggak komentar soal kepala orange gw. Padahal gw yakin banget kepala gw keliatan jelas dicuaca semendung ini (Ooooh, seolah mewakili suasana hati gw. Lol). Sesaat sebelum kita naik taksi, barulah Ray bereaksi:
"Honey, you look so great."

Am I???..

***



*Me and Ray at BSM setelah rambut gw turn to orange*

Begitu sampe di SMP (ya, acara reuni diadakan di SMP. Lol), gw nggak bisa berenti cek penampilan gw. Hmm, nggak secara terang-terangan, sih. Cuma cek lewat pantulan bayangan gw dikaca pintu musola dan cermin gede didepan toilet, hehehe. Ray terus-terusan yakinin kalo gw keliatan okay. "Perfect as always," itu katanya. Tapi, he's my honey, penilaiannya udah pasti selalu positif. Seseorang selalu keliatan sempurna dimata pasangannya, kan?

Nggak ada reaksi 'apapun' dari temen-temen SMP gw. Mungkin gara-gara gw dan Ray cuma mampir selama 17 menit juga, sih, hehehe *laper, kabur buat lunch. Lol*

***




*Dress yang gw pake buat acara reuni*

Dengan taksi yang argonya idup-mati akhirnya kita sampai di BSM, mall fave kedua setelah BIP (hehehe, definitely kidding). Lagi-lagi gw nggak PD sama rambut gw. Tiap ada yang liat kearah gw, langsung deh gw nuduh sebagai kesalahan si orange. Buat yang belum pernah ngalamin, mungkin anggap kalo reaksi gw berlebihan. Tapi 'menjadi berbeda mendadak' itu bukan hal yang mudah, lho.. Rasanya kaya udah biasa pake sunlight tiba-tiba harus pake B29. Sulit. Meski sebenernya gw masih bisa untuk belajar beradaptasi (tapi 'males', namanya juga orang lagi sedih, huhu).

Ray's a sweetheart, dia terus-terusan yakinin kalo gw keliatan baik-baik aja. Tapi gw tetep mau cek penampilan gw ditoilet. Nggak tau kenapa gw malah jadi (lebih) rajin ngaca, padahal itu artinya gw makin sering liat si orange, uhuh..

Di toilet gw lepas bando gw (yang warnanya shocking pink pula! Makin keliatan shock aja ni rambut. Lol), terus gw sisiri rambutnya. Ada perasaan kangen sama rambut brunnette gw, tapi gw coba tepis, soalnya gawat kalo gw nangis ditoilet. Tanpa gw sadari ada anak perempuan yang lagi perhatiin gw. Matanya ngikutin gerakan sisir gw. Tatapannya susah ditebak. Antara bengong sama gembira. "Cantik..." itu katanya.
Gw langsung cengar-cengir salah tingkah, terus buru-buru keluar toilet dan ceritain kejadian itu sama Ray.
Bukan, bukan karena gw kege'eran. Tapi karena gw tau kalo Ray EMANG bener. Pendapat anak kecil PASTI jujur dan apa adanya. Ya, I'm not look that ugly!

Seharusnya gw percaya Ray dari awal..





Ps: Gw belajar sesuatu hari ini. It's just a hair color. doesn't inffect my brain. Seharusnya gw nggak perlu khawatir seseorang nilai gw cuma gara-gara rambut orange gw. I'm still brunnette inside :)

Sabtu, 15 Mei 2010

Rambut baru+Rumah baru= Capeeeeeeek!

Eris yang nampak menyedihkan. Lol.

Foto-foto dirumah Uak:



Salon:


proses coloring.

my new hair color! :)



Halo semua :)
Gw nulis postingan ini sambil dinner. Lol.
Hari yang melelahkan. Waktu gw nyampe rumah (1 jam yang lalu), rasanya kaya baru balik dari luar kota. Lemes, pegel dan pengen langsung selonjoran dikasur sambil denger CD mellow-mellow, hehehe..

Hari ini semua orang kayanya terburu-buru dan sibuk (kecuali gw yang make believe kalo gw nggak perlu sama kaya yang lain). Nyokap&bokap gw udah bangun sejak pagi. Maklumlah, hari ini ada hajatan (apa selametan?) rumah barunya Uak. Kebetulan nyokap gw nekat jadi ketring alias penyedia makanannya. Jadi pagi-pagi udah heboh masak didapur sampe luber keruang TV!

Baru jam 10 pagi gw udah dituntut buat mandi, padahal biasanya gw baru mandi diwaktu sore. Kata nyokap, sih supaya nanti dirumah baru Uak gw keliatan 'seger' dan yang lain nggak perlu kelamaan nunggu gw yang kecentilan mau cat rambut dulu disalon, hehehe. Akhirnya gw dan Silmi (adik sepupu gw, anaknya Uak yang nginep di Bandung) mandi bareng. Ato setidaknya begitulah yang ortu gw tau. Padahal di kamar mandi kita cuma buang-buang waktu sambil main air air supaya keliatan mandi (it's too early, Mom!). Setelah 'mandi pura-pura' kita selesai, gw bergegas ke salon, sedangkan Silmi langsung dianter kerumah barunya.

Di salon ternyata suasananya kaya lagi ada hajatan. Penuuuuuuh banget! Rata-rata sih isinya ibu-ibu yang buru-buru mo kondangan dan ABG-ABG yang ditungguin sama pasangan yang nggak sabaran (semuanya kompakan dihampiri sama cowo berwajah gusar yang terus-terusan nanya: "Udah belum, babe? Masih lama, ya?" Lol!). Gw sendiri sebenernya nggak bisa dibilang santai. Acara bakal dimulai jam 1 nanti. Tapi gw putusin buat pura-pura cool. Malu, ah kalo harus disamain sama ibu-ibu ato ABG, hehehe.

Setelah 3 jam penuh keringat, kelaparan dan sakit pinggang, akhirnya rambut gw punya warna baru. Setelah seumur hidup punya rambut brunnette (pernah sih blonde, tapi cuma tahan beberapa bulan, soalnya banyak yang manggil gw "Paris Hilton". LMAO *najong!*), hari ini gw putusin buat bikin sedikit terang. Setelah rambut dibilas. Tadaaaaaaaaa...
"It's too bright!"
*nangis*

Sindrom drama queen gw langsung kumat. Sambil manyun gw SMS lapor sama Ray kalo cat rambut gw aneh. Terus waktu bokap gw jemput gw langsung merajuk dan bilang kalo gw nggak mau turun dari mobil kalo sampe dirumah Uak nanti.
"Udah, nggak apa-apa.. Cantik, kok. Cocok warnanya..."
Dan gw pun nangis makin kenceng. Gw tau kalo bokap gw nggak liat rambut gw sama sekali. Dia konsen liat jalanan supaya bisa ngebut.. Uff :(

Sampe dirumah Uak ternyata ujan gede banget. Khawatir rambut baru dan sepatu kaca gw basah juga sih awalnya. Tapi pas masuk kehalaman rumahnya, waaaaaaaah... langsung lupa deh dengan segala derita hari ini, hehehe. Rumahnya bagus! Luas dan desainnya keren (dibuat sama Iie, tante gw yang desain rumah keluarga gw juga. She's so talented). Kemegahan bangunannya bikin gw terkagum-kagum. Apalagi waktu liat desain toilet semi terbuka. Jadi, jendelanya tanpa kaca dan tirai, tapi langsung menghadap kolam dan waterfall. Penasaran gw cobain, ternyata deg-degan juga takut ada yang ngintip, hihihi (kampungan. Lol).

Yang paling menonjol dari rumah ini selain desainnya yang aduhay (what the??..) yaitu lampu-lampu gantungnya yang keren dan bikin parno nimpa orang lewat. Kalo gw taro dikamar kayanya dari langit-langit nyampe tuh kelantai, hehehe. Rumah Uak emang tinggi banget. Napas gw aja jadi lega padahal gak pake inhaler. Lol. Nggak kebayang kalo furniturnya udah lengkap, pasti makin keren :)

Nggak terasa waktu udah makin sore menjelang malem. Gw keingetan Eris, anjing gw yang sendirian dirumah. Lampu masih mati, sedangkan Eris takut gelap. Duh, tu anak bisa nangis histeris, sniff.. Gw langsung minta bokap buat anterin pulang. Sayang keinginan gw itu nggak gampang dipenuhi, soalnya nyokap gw masih betah dirumah baru Uak (Uh, nggak inget rumah sendiri, huhuhu). Thanks God akhirnya nyokap izinin gw dan bokap pulang duluan.

Daaaaaaan... perkiraan gw ternyata bener. Waktu gw dan bokap nyampe rumah, Eris ternyata lagi tiarap sambil nangis (hehehe, lucu!). Langsung aja gw peluk sambil minta maaf, hehehe. Gw merasa bersalah banget soalnya ninggalin dia dirumah sendirian (selain takut dilaporin ke Kak Seto. Lol). Setelah hari ini, nggak lagi-lagi deh gw pergi dari rumah terlalu lama. Soalnya, selain bikin gw cape dan ninggalin Eris sendirian, juga karena gw sadar 1 hal: sekeren-kerennya rumah Uak, tetep aja yang paling nyaman rumah gw sendiri. Ah, home sweet home!

Ps: Selonjoran dulu, ahhhhh... :p





Jumat, 14 Mei 2010

lemari bukuku: Waktu Aku Sama Mika

Ada blogger yang nulis tentang buku gw disini : lemari bukuku: Waktu Aku Sama Mika


Terima kasih banyak :)

Little Hero (Kisah Eris si Anjing Kecil)


Setelah kepergian Veggie, November taun lalu, hati gw emang masih belum bisa 'sembuh'. Bawaannya gloomy melulu kalo liat film 'Air Bud'. Feel so jealous.. dulu gw juga sempet diposisi Josh, anak laki-laki yang disayangi dan dilindungi Buddy anjing golden retrievernya. Dulu gw juga disayangi dan dilindungi Veggie...

Hmm... kalo ngomongin "jasa-jasa" Veggie buat gw, nggak akan muat deh 100 halaman. Dia anjing terloyal yang pernah gw punya. Sampe detik ini otaknya masih jadi misteri buat gw. Veggie itu super cerdas, bahkan sering punya "ide" sendiri. Jauh banget dari perkiraan dokter yang bilang kalo Veggie bakal tumbuh jadi anjing yang lamban gara-gara epilepsi yang diidapnya.

Tapi kali ini gw nggak akan bahas soal Veggie. Gw mau cerita soal Eris, anjing golden retriever kecil yang dikasih secara cuma-cuma oleh seorang ibu baik hati (agak unik karena gw nggak mengenal si ibu, lain kali gw ceritain, ya..). Eris sangat bertolak belakang dengan Veggie (yang sekarang dipanggil "Kak Veggie" karena sekarang Eris jadi adiknya). Bulunya berwarna cokelat tua acak-acakan, badannya kurus, dan gigi depannya juga gingsul. Sedangkan Veggie, bulunya keemasan halus, badannya besar dan tinggi, giginya juga rapi. Tapi meskipun fisiknya agak "unik", seenggaknya Eris punya kesehatan yang bagus, meski dari segi sifat, dia sering sekali "mengecewakan"...

Eris punya masalah dalam toilet training. Meski umurnya hampir 1 taun, tapi dia masih sering ngompol. Gw dan anggota keluarga yang lain harus sabar-sabar buat ngajarin dia. Berbeda dengan Veggie yang cuma butuh 3 hari buat tau dimana letak toilet. Bukan itu aja, dia juga "terlalu" manja. Gw nggak bisa pergi lebih dari 1 meter darinya, karena lebih dari itu dia bakal nangis sampe badannya bergetar. Uh, kalo udah begini, gw mana tega pengen buru-buru peluk, huhuhu.
Tapi yang paling menghawatirkan, Eris nggak pernah barking. Dia nggak bisu, dia cuma penakut. Gw nggak pernah marah atau kecewa dengan keadaannya. Gw cuma takut dia nggak bisa lindungi dirinya sendiri...

*April 2010*

Disuatu sore, waktu gw lagi bimbingan untuk skripsi, HP gw bunyi. Meski gw lagi diruang dosen, tapi nggak tau kenapa langsung gw angkat. Firasat gw nggak enak.

"Eris hampir diculik," suara nyokap gw kedengeran panik. Dengan buru-buru dia cerita kalau baru aja mergokin seoranglaki-laki nggak dikenal masuk kehalaman rumah dengan Eris yang sibuk berontak. Begitu. Nggak ada penjelasan lebih. Tapi gw putusin untuk segera pulang.

Dirumah, ternyata nyokap gw nggak bisa jelasin secara detail kejadiannya. Soalnya dia emang "nggak ada disana". Posisi nyokap gw yang lagi didalem rumah nggak memungkinkan memantau Eris yang lagi di garasi. Yang bisa nyokap ceritain cuma dia denger suara ribut-ribut (but NO barking) dan liat Eris ada dihalaman sambil nabrak laki-laki nggak dikenal. Asumsi nyokap gw, laki-laki itu lepasin Eris dari kandangnya dan berusaha bawa kabur Eris.

Jujur aja, meski kita sayang banget sama Eris dan menerima dia sebagai anggota keluarga baru, tapi kejadian ini bener-bener bikin kita sedikit kecewa. Bukan karena kukurangannya, tapi karena kita TAKUT banget kehilangan dia. Kita nggak mau ada kejadian macam gini terulang lagi. Kehilangan Veggie udah cukup bikin hati gw luka, gw nggak (bahkan nggak akan pernah) siap buat kehilangan Eris...

Setelah semuanya lebih tenang, kita putusin buat periksa halaman dan garasi. Sekalian pasang gembok disemua pintu, karena jujur aja, "berkat" kita juga rumah bisa dimasuki orang asing. Waktu siang gerbang emang dibiarin terbuka...
Lalu kita nemuin fakta-fakta yang cukup ngagetin. Motor yang diparkir diluar garasi nampak udah dipreteli. Lacinya terbuka, mungkin untuk cari kunci/benda yang bisa dipake nyalain motor. Dan satu lagi: Eris ternyata NGGAK dipaksa untuk keluar kandang. Eris keluar karena dia MAU. Gw baru inget kalo gw emang nggak kunci kandang Eris karena gw pikir dia nggak akan kemana-mana (Eris selalu dimasukin kandang setelah dia ngompol dan dia nggak akan pernah keluar meski nggak dikunci).
Jadi sebetulnya kejadiannya seperti ini: Laki-laki itu mau mencuri motor yang parkir dihalaman. Eris, yang waktu itu ada dikandang merasa curiga dengan kedatangan orang asing. Eris putusin buat buka pintu kandang dan keluar. Laki-laki alias maling itu merasa terancam dan coba balikin Eris ke kandang, tapi sialnya Eris malah tabrak dia sampe papan yang disandarin ketembok patah. Nah suara ribut ITU lah yang nyokap gw denger! :)

Well, don't judge a book by it's cover. Jangan menilai anjing dari fisiknya. Meski Eris kecil (sampai hari ini tinggi badannya nggak lebih kaya anjing umur 7 bulan, hihihi..), giginya gingsul dan nggak pernah barking, tapi didalem hatinya dia tetep punya naluri sebagai seekor anjing penjaga. Yah, rasanya gw nggak perlu jealous lagi sama si Josh. Meski Eris nggak bisa main basket dan suka ngompol, tapi gw tau dia sayang keluarga gw dan bakal lindungin dengan seluruh kekuatan yang dia punya. We love you, little hero... "Kakak" kamu pasti bangga disurga.

xoxo