Selasa, 19 Februari 2019

AADM: Ada Apa dengan Mangkuk Ayam?



Huaaaa, untung nggak lupa password, saudara-saudara! Hahaha :'D Jadi gini ceritanya, kemarin laptopku ini dipinjam dari mulai ipar sampai Ibu sama Bapak. Dan mereka itu logout semua media sosialku, termasuk blog. Alasannya kenapa? Nggak tahu, iparku udah balik sekarang dan ortuku lagi pacaran, nggak bisa diganggu buat ditanyain alasannya, lol. Kebiasaan burukku sih, nggak pernah off dan nggak pernah ingat atau catat password. Jadi begitu online di tempat lain, atau seperti sekarang ada yang pinjam laptop, aku pasti kelimpungan. Ya sudah, belajar dari kesalahan. Mulai malam ini aku menghapal password dan nggak usah bikin yang ribet-ribet amat yang penting aman :p 
Aku kepengen banget nulis sejak minggu lalu, ada beberapa ide tapi bingung harus pilih yang mana duluan. Kalau orang normal mungkin nggak banyak omong langsung saja nulis, ya :p Tapi aku malah suka nggak konsen kalau kebanyakan ide, otak jadi nggak fokus. Makanya aku lebih pilih sampai euforia di kepalaku selesai dan tulis apa saja yang tertinggal paling akhir. 

Sekarang aku memilih untuk menulis yang paling ringan. Kenapa? Karena selain sedang "riweuh", aku juga sedang nggak enak badan. Kelopak mataku bengkak seperti hampir meletus (---emang balon hijau, lol). Kalau menulis yang serius-serius nanti baper, terus nangis dan mataku makin parah, hahaha. Ini tentang hal yang random banget sih, tapi aku rasa seru kalau dibahas. Yaitu tentang mangkuk gambar ayam jago! Iya, itu lho mangkuk yang sering dipakai abang-abang penjual mie ayam, atau bakso dan sebangsanya. Aku jadi penasaran berat setelah lihat Joe Jonas beberapa tahun lalu pakai jaket karya desainer Indonesia (Sherly Hartono) yang bergambar mangkuk legendaris itu di Instagram. Kira-kira dari mana asalnya, ya? Banyak yang bilang itu asli Indonesia. Soalnya dari sejak zaman nenekku bocah juga sudah ada, apalagi di jaket JJ gambar mangkuk ayam jago disandingkan dengan petai dan mata uang rupiah, yang mana Indonesia banget. Tapi aku belum yakin, soalnya seingatku mangkuk yang sama pernah aku lihat di film-film Cina. Terus, aku juga penasaran kenapa gambarnya ayam? Apa karena identik dengan mie ayam? Kenapa nggak sapi saja ya, kan bakso terbuat dari daging sapi, hahaha. Dan pencarianku pun dimulai...

Jaket Mangkuk ayam karya Sherley Hartono

Narasumber pertamaku itu Bapak. Aku tanya sama beliau kenapa kalau beli mie di abang-abang mangkuknya selalu gambar ayam. Dan beliau jawab.... "Nggak tahu", saudara-saudara! :'D Sebagai narasumber terpaksa beliau aku coret karena sama sekali nggak membantu, hahaha. Well, at least dari sana aku jadi tahu kalau beliau ternyata shionya ayam jago :p Katanya sih, memang "dari sononya" kita pakai mangkuk ayam, dan ada pepatah kalau bangun kesiangan nanti rezeki dipatok ayam. Ah, bisa saja (---sotoy) bapakku ini, hahaha.
Teman-temanku juga sama cluelessnya, termasuk temanku yang berprofesi sebagai penjual mie ayam yang biasa nangkring di depan Yomart. Jadi kami ceritanya selalu bertegur sapa, padahal aku nggak pernah beli mienya juga secara aku vegan. Tapi pertemanan memang nggak mengenal perbedaan kan ya. ---Cieeeeh (apaan sih, lol). Akhirnya untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahu saling sapa, aku beli juga mienya. Ya, maksudnya biar percakapan bisa lebih panjang gitu, soalnya biasanya sekedar tentang keadaan sekitar. Aku pesan 2 porsi mie ayam tanpa ayam dan pinjam mangkuk ayamnya. Nah lho, bingung kan dia, hahaha. Setelah aku perhatikan kok di samping ayam itu kaya ada bunganya ya, bukan sekedar tanaman ijo-ijo yang selama ini aku asumsikan sebagai sosin yang suka ada di mie ayam (sotoy aku...). Aku langsung tanya sama si abang yang biasa dipanggil Mas Gigi Besi itu, siapa tahu dia tahu filosofinya. Tapi katanya tiap mangkuk beda-beda, mirip tapi nggak selalu sama. Dan benar saja, dari 5 mangkuk yang menumpuk di gerobak 2 di antaranya ada merk micinnya.




Karena teman-teman nggak ada yang tahu (atau at least ngasih aku penjelasan yang agak nyambung), akhirnya aku tanya saja sama sahabat karib kental bagai kepompong kesayanganku. Siapa lagi kalau bukan... Google. Iya, iya ini sahabat kalian juga kan kalau lagi buntu :p Hasil dari pencarianku rupanya banyaaak banget, dan banyak di antaranya yang setengah-setengah alias nggak sampai beres. Tapi sebagai detektif yang baik aku akhirnya mengerti dan akan coba rangkai ceritanya di sini. Jadi kalau aku lupa bisa dibaca-baca lagi, siapa tahu keluar di soal ujian, hahaha.

Bukan dari Indonesia dan bukan juga gambar sosin -_-
Nah, benar firasatku ternyata. Meski aku Indi yang bukan anak indigo tapi aku bisa merasakan kalau Indonesia bukan tempat asal mangkuk ayam jago ini. Nggak pakai mistis-mistisan, alasanku logis saja karena di film-film kungfu pun mangkuk ini sering muncul. Dan benar, asalnya adalah dari negeri Cina. Di sana mangkuk ini dipanggil Jigongwan atau Jijiaowan, jika dilafalkan oleh orang-orang di Cina bagian selatan. Mangkuk ini sudah ada sejak zaman Dinasti Ming, di periode pemerintahan Kaisar Chenghua (1465-1487). Kala itu beliau memesan empat buah cawan dengan gambar ayam jago dan ayam betina ke pengrajin khusus kekaisaran di Propinsi Jiangxi. Setelah itu beliau kembali memesan cawan, tapi dengan gambar yang sedikit berbeda yaitu ayam jago, ayam betina dan anak ayam. Konon cawan ini sebagai tanda cinta untuk istrinya yang melambangkan kemakmuran. Aww, so sweet ya :)


Cawan itu disebut sabagai Jigangbei atau cawan ayam. Ji artinya ayam, yang pelafalannya mirip dengan Jia yang berarti rumah. Jadi seperti simbolis gitu, mangkuk dengan gambar ayam = rumah ayam. Got it, got it? :D (Emang jagoan dah orang zaman dulu bikin ginian). Yang merah-merah itu, yang aku pikir bunga ternyata gambar tanaman peoni yang melambangkan kekayaan. Dan yang aku pikir sosin itu ternyata pohon kelapa -_- Hahaha, maaf aku sotoy banget :'( Dipilihnya pohon kelapa juga bukan cuma asal match sama desain mangkuknya, lho. Daun pisang yang berdaun lebar ternyata melambangkan keberuntungan untuk keluarga. Keren ya? Dan Kaisar Wanli (memerintah tahun 1572-1620) juga Kaisar Kangxi (memerintah tahun 1661-1722) dari Dinasti Qing juga ternyata setuju lho sama aku (maaf sok akrab). Saking kerennya, mereka sangat suka dengan cawan tersebut dan berani mematok harga mahal untuk gambar ayam jago! Kaisar Qian Long (memerintah tahun 1735-1796) bahkan membuat puisi khusus yang memuja mangkuk ayam jago itu pada 1776.

Nah, pada masa dinasti Qing lah mangkuk ayam jago mulai diproduksi secara masal. Karena mangkuk bergambar naga dan phoenix harganya lebih mahal, maka masyarakat menengah ke bawah banyak menggunakan mangkuk ini. Selain itu ayam jago dilambangkan sebagai kerja keras untuk mencapai kemakmuran. Karena setiap pagi para petani selalu dibangunkan oleh kokok ayam jago! Sedaaaaap ;)

Kenapa bisa dipakai abang-abang mie ayam?
Sampai sekarang aku masih belum nemu gimana kronologis lengkapnya mangkuk ayam bisa sampai sini. Yang pasti sejak awal abad 20 mangkuk ini memang menyebar ke mana-mana, terutama ke negara-negara Asia Tenggara. Mungkin saja karena perantau ikut membawa mangkuk ayam jago dan filosofinya ikut menyebar jadi semakin banyak orang yang ikut menggandrungi (---aduh bahasanya, hahaha). Tentu saja seiring dengan moderenisasi desain mangkuk ini nggak selalu digambar dengan tangan, tapi kebanyakan sudah menggunakan mesin. Kebanyang dong tangan bisa gempor kalau satu-satu digambarin, hahaha. 

Yang beredar di Indonesia sendiri merupakan hak ciptanya PT. Lucky Indah Keramik. Jadi memang asli buatan sini, bukan dari dari Cina. Kata sahabatku sih (maksudnya Google, lol) perusahaan ini didirikan sejak tahun 1972. Jadi sebelum itu mungkin siapa saja bebas memproduksi mangkuk ayam jago. Tapi kalau sekarang sudah dilarang untuk menjual produk mangkuk termasuk piring, tatakan cangkir, tea set, dinner set, poci, cangkir, gelas, tutup cangkir, dan vase bunga dengan desain yang mereka sebut "cap ayam jago" itu. Karena termasuk ke pelanggaran hak cipta. Jadi meskipun desainnya menggiurkan, sebelum membeli baiknya kita hati-hati dulu dengan membaca labelnya. Dan distributor PT. Lucky Indah Keramik pun hanya satu lho, yaitu PT Kencana Makmur Mitra Abadi. 

Jadi begitulah kira-kira tentang asal usul mangkuk ayam, pembaca yang budiman. Ya... meski nggak terlalu detail tapi lumayan bisa mengurangi rasa penasaranku. (Dan semoga perasaan kalian juga jika kalian memang senang kepo dengan hal-hal berguna dan berfaedah, amin). Sebenarnya agak sayang sih kalau abang-abang penjual mie, bubur, atau soto sekarang nggak tahu apa makna di balik mangkuk mereka. Karena menurutku kalau saja mereka sampai tahu mungkin semangat berdagang mereka semakin membara. ---Selain semangat dari anak dan istri yang menunggu di rumah tentunya :D Dan entah itu filosofi soal ayam jago dari bapakku yang ngasal, atau filosofi sebenarnya dari negeri Cina, aku suka semuanya karena memang positif. Siapa sangka saat kita menikmati semangkuk makanan ternyata ada makna yang keren di baliknya, ya ;)


Keponakanku, Ali dengan semangat ayam jago!


salam ayam jago,

Indi


-----------------------------------------------------------------------

Oh iya meskipun telat, izinkan aku dan suamiku Shane mengucapkan Happy Chinese New Years. May all your wishes comes true! :)

-------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com