Indi's Friends

Selasa, 16 Februari 2016

Kelas Inspirasi: Briefing di Gedung Sate, Apa yang Terjadi? ;)



Howdy-do bloggies! Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya. Nggak ada yang kelaparan menjelang pagi kaya gue, hehehe. Tubuh gue sepertinya kelelahan, karena di malam hari gue ketiduran dan terbangun dalam keadaan perut keroncongan karena sebelumnya too tired to eat :p Sekarang gue sedang merebus spageti sederhana dan sambil menunggunya matang gue putuskan untuk mampir dulu ke sini untuk bercerita tentang sesuatu yang baru saja gue alami. Nggak apa-apa ya, sambil menyelam minum air, ---sambil masak sambil sharing, hehehe. 

Beberapa waktu yang lalu gue diajak Ray untuk mendaftar ke "Kelas Inspirasi Bandung". Meski belum pernah mendaftar, tapi gue sudah cukup sering mendengar tentang Kelas Inspirasi. Pasalnya beberapa pembaca gue cukup sering menyebutnya dan mendukung gue untuk menjadi salah satu pengajar atau inspirator di sana. Tapi selalu saja gue tolak karena, well, ---gue merasa belum pantas disebut sebagai profesional. Meski memiliki 4 judul buku yang terbit dan sebuah film, tapi rasanya masih harus banyaaaaaaaaak belajar. Karena di tahun ini Ray ikut mendaftar jadi gue putuskan untuk lebih mempelajari tentang program ini melalui website resminya. Rupanya yang bisa menjadi inspirator adalah profesional yang sudah punya pengalaman di bidangnya masing-masing selama 2 tahun dan bersedia cuti di hari inspirasi. Sebagai penulis yang bekerja dimana dan kapan saja (nih sambil masak saja bisa, hehehe), cuti tentu bukan masalah. Tapi soal pengalaman? Novel pertama gue terbit 7 tahun lalu, tapi apakah gue profesional? Well, I don't know... Akhirnya gue putuskan biar pihak "Kelas Inspirasi" saja yang memutuskan dan gue pun mengisi formulir pendaftaran dengan sungguh-sungguh :)

Waktu itu koneksi internet di rumah sedang bermasalah, jadi gue mampir ke tempat adik dan ipar gue untuk menyelesailkan beberapa pekerjaan menggunakan wifi di sana. Hampir saja gue menutup laptop ketika sudut mata menangkap judul salah satu email yang baru masuk. Dengan perasaan excited dan juga nervous gue langsung klik pesan yang berada di list paling atas itu. Surprise! Isinya ternyata kabar bahwa gue terpilih sebagai salah satu pengajar/inspirator di Kelas Inspirasi! :D Dan kejutannya ternyata belum selesai karena Ray juga terpilih meskipun di bidang yang berbeda. Oh, iya sudah ada yang tahu belum ya profesinya Ray itu apa? ---Selain jadi host dan manager gue tentunya, hehehe. Ray adalah Business dan Leisure Manager :)


Di hari Valentine, ---14 Februari 2016 kemarin, seluruh relawan yang terpilih, termasuk relawan dokumentasi berkumpul di Gedung Sate Bandung untuk briefing. Wah suasananya ramaiiiiiii sekali, sampai-sampai gue pikir bakal susah untuk mencari Ray karena kami berbeda kelompok, hehehe. Syukurlah meskipun pesertanya tumpah-ruah semuanya terjadwal dengan baik, ---hanya molor sedikit dari waktu yang ditentukan. Di briefing ini selain pembagian kelompok juga jadi ajang silaturahmi, termasuk tatap muka dengan panitia dan perwakilan SD tempat dimana gue akan mengajar nanti. Seluruh peserta juga diberikan tips and trick untuk membantu kesiapan di hari inspirasi nanti (gue mah tetep saja nervous, hehehe). Yang lucu ternyata gue satu kelompok dengan kakak kelas waktu di Universitas Pasundan Seni Musik. Dulu kami nggak saling kenal, tapi mengenal orang-orang yang sama. Nah, sekarang malah waktunya kami berkenalan, hehehe. Gue juga sedikit mengobrol dengan guru-guru perwakilan dari SD. Griba 13, karena nanti di sanalah gue dan teman-teman satu kelompok ditempatkan.




Sedikit tentang Kelas Inspirasi, ini adalah gerakan ketika para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja, juga untuk memberikan motivasi dalam meraih cita-cita. Satu hari tersebut diharapkan menjadi bibit bagi para siswa untuk bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional. Serta agar para profesional, ---khususnya kelas menengah secara lebih luas dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan di Indonesia. Kelas Inspirasi yang pertama diadakan pada 25 April 2012, bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia. Di Bandung sendiri ini adalah Kelas Inspirasi kali ke empat :)


Pukul 12 lewat sedikit briefing pun selesai, gue dan Ray kembali bertemu dan langsung membicarakan tentang rencana makan siang, ---sambil sesekali diselipi obrolan tentang Kelas Inspirasi. Ini bukan hari kasih sayang yang biasa bagi kami tapi tentu salah satu yang terbaik :) Gue nggak akan bohong, I'm a bit nervous, tapi juga excited. Gue harap ketika bertemu adik-adik nanti mereka tahu bahwa di dunia ini ada banyak profesi, termasuk penulis. Tapi mereka nggak harus menjadi penulis, ---jadilah apa yang mereka inginkan karena semua profesi itu baik, semuanya KEREN. Yang gue harapkan hanya agar mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh, apapun passion yang mereka miliki. Karena salah satu best feeling in the world adalah ketika mengerjakan sesuatu yang gue suka. Gue harap mereka juga merasakan hal yang sama :)


what's your name again?

Indi

Foto-foto: Dipo, Ray, Adjie, dokumentasi KI dan @inimahbandung

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 06 Februari 2016

Dan Bulan Februari Dimulai Dengan...

Hi bloggieeeees! It's me again Indi! Hihihi, tumben ya baru 2 hari gue langsung bikin post baru. Padahal kan biasanya 2 minggu sekali saja sudah hebat :p Sebenarnya gue nggak sedang dikejar deadline (yaiyalah), tapi karena koneksi internet di rumah sedang up and down, ---kebanyakan down nya---, jadi gue putuskan untuk menulis sesuatu di sini. Mumpung sekarang koneksi sedang lancar. Well, bukan menulis sesuatu yang panjang, sih. Hanya ingin share apa yang terjadi belakangan. Bulan Februari memang baru dimulai, tapi gue sudah menerima beberapa surprise. Mau tahu apa saja? :)

1. Menerima Buku Profile Kartini Next Generation Award 2015
Yay, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Tahun 2015 lalu gue menjadi salah satu finalis dari 22 perempuan di Kartini Next Generation Award. Ini adalah ajang untuk perempuan-perempuan tangguh (aduh, gue tangguh gitu? Hihi) yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Di ajang yang diadakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika ini gue menjadi finalis di bidang kesehatan dan lingkungan. Para finalis diminta untuk menulis essay untuk dibukukan yang nantinya akan dibagikan pada peserta (atau finalis) KNG berikutnya. Jadi bisa saling berbagi dan menginspirasi :) Essay gue yang berjudul "Scoliosis dan AIDS, Aku Tidak Takut" berada di halaman 21 sampai 28 (iya, lumayan panjang, lol). Di sana gue bercerita tentang awal mula mengapa bisa tertarik dengan isu scoliosis dan HVI/AIDS, juga bagaimana awal tertarik dengan dunia tulis menulis. Gue senang dan bangga sekali bisa menjadi bagian dari Kartini Next Generation. Memang gue belum ada apa-apanya dibandingkan finalis yang lain, tapi bisa sampai sejauh ini membuat gue semakin bersemangat untuk berkarya dan berbagi! :)





2. Terpilih Menjadi Pengajar di Kelas Inspirasi Bandung 4
Gue sudah beberapa kali diajak oleh teman-teman pembaca untuk mendaftar, tapi entah kenapa keberanian gue belum muncul. Sampai akhirnya Ray yang mengajak dan gue bilang "Iya". Surprise, ternyata kami berdua terpilih meskipun di bidang yang berbeda. Kami senang, bangga dan excited sekali, apalagi ketika tahu bahwa ada lebih dari 1.000 orang yang mendaftar! Well, sebenarnya gue agak nervous juga, sih, hihihi. Soalnya selama ini gue hanya pernah mengajar anak-anak balita. Tapi nggak apa-apa, yang penting gue akan berusaha sebaik mungkin. Pengalaman baru=pelajaran baru :)


3. Film MIKA Tayang Kembali di SCTV
Dalam rangka liburan SCTV kembali menayangkan film MIKA! Meskipun film ini sudah ditayangkan berkali-kali di SCTV, ---dan First Media tapi gue selalu merasa senang. Setiap menonton kembali film ini selalu mengingatkan akan masa-masa yang gue pikir "mustahil" untuk dilalui, tapi nyatanya gue survive bahkan untuk menuliskannya kembali di novel "Waktu Aku sama Mika" dan dijadikan film. Menontonnya kembali juga membuat gue teringat bahwa apa yang dicapai sejauh ini adalah berkat Ibu, Bapak dan tentu saja Mika, petarung AIDS sejati gue. Kalau teman-teman belum pernah menontonnya atau kangen dengan film Mika, saksikan malam ini 6 Februari 2016 pukul 24.00 WIB di SCTV. Semoga kalian juga merasakan hal yang sama dengan gue ketika menontonnya :)


Perjalanan gue di tahun 2016 ini masih sangaaaaaat panjang. Ini baru awalnya saja. Semoga apapun yang gue lakukan ke depan akan lebih baik dari hari ini, dan gue nggak takut dengan hal-hal baru. Amen. Doa yang sama untuk kalian! Let's rock this year :)

yang di film digendong vino bastian, lol,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 04 Februari 2016

Indi's Scoliosis Life: Pakai Brace? No Worry! :)


Howdy do, bloggies? Wah, nggak terasa ya sudah bulan Februari lagi, hihihi. Padahal rasanya gue baru saja mengucapkan happy new year sama kalian :D Ngomong-ngomong soal tahun baru, gue memang belum share soal resolusi gue di sini. Tapi yang (mudah-mudahan) terlihat tanpa perlu disebutkan adalah keinginan gue untuk lebih merawat kesehatan, terutama untuk scoliosis. Kalau teman-teman subscribe channel YouTube gue, "Indi Sugar Taufik" pasti tahu kalau gue memulai seri "Indi's Scoliosis Life" yang episode-episodenya berisi tentang kehidupan gue sebagai seorang scolioser, ---pengidap scoliosis. Nggak hanya bercerita soal pengalaman, gue juga share tips-tips yang mudah-mudahan bermanfaat bagi sesama scolioser. Misalnya saja tips mengenai brace dan latihan-latihan ringan yang baik untuk tulang belakang. Selain untuk berbagi hal-hal bermanfaat, dibuatnya seri ini juga memacu gue untuk hidup lebih sehat. Bagaimana nggak, soalnya gue dipaksa untuk membuat episode baru seiap minggu. Jadinya sambil menyelam minum air, kan, hihihi.

Seri "Indi's Scoliosis Life" dibuat dengan Bahasa Indonesia dan disertai subtitle Bahasa Inggris yang muncul secara otomatis. Ini karena viewers channel YouTube nomor 1 gue ternyata berasal dari Amerika, sedangnya Indonesia menduduki peringkat kedua atau malah kadang-kadang ketiga, hihihi. Ini juga gue lakukan agar channel gue lebih universal, karena scolioser tentu bukan berasal dari Indonesia saja. By the way gue nggak random begitu saja menggunakan media YouTube, lho. Meski selama ini gue (berusaha) aktif di blog untuk berbagi, ide untuk merambah ke YouTube muncul setelah melihat jumlah viewers gue di sana. Begitu sadar kalau memiliki cukup banyak viewers, ---lebih dari 100.000, gue merasa kalau channel "Indi Sugar Taufik" harus digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat selain untuk berbagi video-video saat gue bermain ukulele. Tapi tentu gue nggak akan meninggalkan blog Dunia Kecil Indi untuk berbagi, karena nggak semua teman-teman di sini akrab dengan YouTube (---dan membuka blog ini tentu lebih ringan dibandingkan dengan video). Jadi gue akan mencoba untuk membuat episode-episode "Indi's Scoliosis Life" dalam bentuk tulisan di sini.

Sekarang gue akan berbagi tips nyaman saat memakai scoliosis brace atau SpineCor, yang merupakan episode ketiga dari "Indi's Scoliosis Life". Sebagai scolioser yang sudah memakai brace sejak usia 13 tahun, ---23 jam setiap hari, gue sudah mengalami pahit manis bersama si rompi warrior ini, hihihi. Meski brace berfungsi untuk membantu scolioser, tapi memakainya dalam jangka waktu lama bisa menjadi nggak nyaman. Terutama jika dipakai saat beraktivitas dan di udara yang panas. Uh, kulit bisa gatal-gatal dan sulit sekali digaruk :D Untung saja pengalaman membuat gue semakin expert (lol) dalam mengatasinya. Well, memang nggak akan senyaman saat sama sekali nggak menggunakan brace, sih. Tapi gue jamin langkah-langkah kecil ini membuat lebih brace jadi lebih terasa acceptable ;)


1. Keep your brace clean!
Tahukah teman-teman bahwa brace bisa dicuci? Well, gue yakin dokter juga sudah memberitahu soal ini. Tapi in case kalian nggak paid attention (lol), brace tipe Boston dan SpineCor itu bisa banget dijaga kebersihannya, lho. Untuk Boston bisa dibersihkan menggunakan rubbing alcohol, sedangkan untuk SpineCor bisa dicuci menggunakan tangan atau menggunakan mesin cuci dengan cara dimasukan ke dalam laundry bag terlebih dahulu. Brace yang bersih mencegah kulit kita terserang alergi dan iritasi. Dan jika yang digunakan adalah tipe SpineCor seperti gue, mencuci dengan rutin tentu membantu melembutkan ujung-ujungnya sehingga lebih nyaman untuk dipakai.

2. You need to go? Then GO!
Okay, yang ini memang membuat dilema, tapi trust me, saat teman-teman merasa ingin ke kamar kecil, then go, jangan ditahan! Melepas brace dan memasang kembali brace memang nggak mudah, dan kadang cukup memakan waktu terutama kalau sedang di sekolah atau kampus. Tapi menahan keinginan buang air kecil mungkin malah membuat kalian sakit. Lebih baik sempatkan saat jam istirahat untuk mampir ke kamar kecil meskipun rasanya nggak mau-mau amat. Untuk yang menggunakan SpineCor sebenarnya ada cara agar nggak perlu melepaskan seluruh brace tapi tetap bisa buang air dengan nyaman. Next time gue akan share tipsnya, ya ;)

3. Jangan lupakan kaus dalam
Brace yang menempel langsung dengan kulit tentu beresiko memberikan gesekan. Bukan nggak mungkin kita terkena biang keringat dan lebih ekstrimnya lagi luka-luka kecil yang gatalnya minta ampun. Karena kulit gue super sensitif, waktu masih menggunakan Boston Brace luka-luka itu jadi langganan dan meninggalkan bekas sampai sekarang. Syukurlah sekarang gue menggunakan SpineCor yang jauh lebih lembut. Tapi sebenarnya biang keringat dan luka-luka itu bisa diminimalisir dengan penggunaan kaus dalam yang baik, lho. Sebelum memakai brace, gunakan kaus dalam atau tank top yang berbahan katun. Make sure kaus dalamnya cukup menutupi daerah dada dan bawah ketiak karena di bagian-bagian itulah kita rawan berkeringat.

4. Bye bye push up bra ;)
Ada beberapa tipe brace yang modelnya menutupi dada, atau menyilangi dada seperti SpineCor yang gue pakai. Untuk perempuan pasti rasanya kurang nyaman. Untuk mengatasinya selalu gunakan bra tanpa kawat, atau sports bra agar bisa menyangga dada kita tanpa perasaan tertekan. Kalau teman-teman ngotot tetap ingin memakai bra berkawat... well, jangan bilang gue nggak kasih tahu soal ini, ya, hihihi :p

5. Jaga kelembaban kulit
Kulit yang kering tentu akan lebih mudah untuk terkena iritasi. Merawat kulit yang tertutup brace memang sedikit tricky, tapi tentu, selalu ada solusi ;) Gunakan lotion setiap habis mandi dan biarkan meresap terlebih dahulu sebelum memakai brace. Krim yang mengandung aloe vera dan vitamin E juga sangat membantu untuk mengurari rasa gatal dan kemerahan. Gue memilih perawatan double dari luar dan dalam, yaitu menggunakan lotion sekaligus mengkonsumsi kapsul vitamin E. Air putih juga bisa menjaga kulit kita tetap lembab, minimal minum 8 gelas sekali dan you good to go! :)


Nah, itu dia 5 tips dari gue untuk menjaga hari-hari scolioser yang menggunakan brace agar tetap nyaman. Menggunakan brace kadang memang nggak nyaman dan butuh waktu untuk beradaptasi. Tapi jangan takut, perasaan nggak nyaman di awal itu hanya fase. Begitu teman-teman beradaptasi brace akan terasa seperti sahabat, hihihi. Eh, gue nggak main-main, lho, jangan pernah mengganggap brace sebagai musuh. You might hate it, tapi jangan lupa bahwa brace diciptakan untuk membantu kita. Untuk membuat kita beraktivitas lebih lama tanpa rasa sakit, untuk menjaga agar kurva kita nggak bertambah, dan tentu untuk mengingatkan bahwa kita adalah scoliosis warrior. Jadi kalau setelah melakukan tips-tips ini kalian masih merasa nggak nyaman, just remember; saat kita nggak bisa menjaga punggung kita tetap tegak, brace always keep your back straight! :D 


embrace your brace,

Indi

_____________
Get your own SpineCor here: Spine Body Center/Indo Sehat Utama APL Tower Lt. 25/T3. Podomoro City. Jl. S. Parman Kav. 28 Jakarta Barat 11470, telepon: (021) 29339295.

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469