Tampilkan postingan dengan label Veggie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Veggie. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 April 2014

Hadiah-Hadiah untuk Eris :)

What I wore? Sweater: GoGirl | Dress: (lupa, lol) | Shoes: FLD 
Eris dan dress barunya yang secara nggak sengaja kompak dengan gue :)

Jumat tanggal 25 April lalu, ketika baru pulang kerja, gue dapat kabar dari Ibu dan Bapak bahwa Eris, anjing golden retriever kami kedatangan seorang tamu yang istimewa. Pemilik lamanya, jauh-jauh dari Jakarta sengaja datang ke Bandung untuk menemuinya. Ah, sayang sekali gue nggak sempat bertemu dengannya :( Padahal gue dan ibu yang baik hati itu cukup sering berkomunikasi via BBM. Ibu langsung bercerita dengan semangat tentang bagaimana proses Eris mengenali pemilik lamanya itu. Setelah 4 tahun, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali. Katanya, Eris awalnya kebingungan. Tatapannya seperti sedang berpikir dan menjaga jarak. Namun setelah disodori tangan dan mengendus baunya, ternyata Eris masih mengenali pemilik lamanya! Menurut cerita Ibu, ekspresi wajah Eris terlihat senang dan membuat gerakan seperti ingin memeluk. Pemilik lamanya sampai mengeluarkan air mata karena terharu... Ah, gue benar-benar berharap ada di sana :')



Kisah bagaimana Eris bisa menjadi bagian dari keluarga kami memang ajaib. Jadi 4 bulan setelah kepergian Veggie, anjing golden retriever keluarga gue karena epilepsi, seorang ibu menawarkan anak anjing golden retrievernya untuk diadopsi. Gue sangat terkejut karena hati gue rasanya belum bisa menerima jika ada yang 'menggantikan' Veggie. Terlebih, biaya pengobatan Veggie sebelum pergi membuat tabungan gue hampir habis, sama sekali nggak terpikir untuk membeli anjing lain. Tapi lalu katanya Eris akan diberikan pada gue secara cuma-cuma karena ibu itu yakin gue akan sangat menyayanginya. Nggak menunggu lama, gue dan Ibu menjemput Eris ke Jakarta. Waktu itu kami disambut oleh 3 ekor anjing golden retriever, tetapi hanya 1 ekor yang langsung menghampiri gue dan memberikan jilatan sayang. Anjing itu bernama Eris :)



Katanya, gue dan Eris itu berjodoh untuk menjadi sahabat. Dan benar saja, tanpa sedikitpun melupakan Veggie, Eris membuat hati gue kembali terasa hangat. Hari-hari gue menjadi lebih gembira dan bersemangat. Sejak hari pertama kami bertemu disaat usianya 9 bulan, sampai sekarang ketika usianya hampir 5 tahun, rasa sayang gue semakin bertumbuh dan ikatan persahabatan kami semakin kuat. 
Ibu bercerita, pemilik lama Eris bersyukur sekali karena gue merawat Eris dengan baik. "She's a lucky dog", begitu katanya. Padahal andaikan ia tahu, gue lah yang beruntung. Gue nggak tahu dimana gue sekarang seandainya saja nggak pernah bertemu Eris. Eris lah yang menemukan tumor di payudara gue sebelum semuanya terlambat. She's my bestfriend. My hero!



Masih menurut Ibu, pemilik lama Eris menitipkan sesuatu. Sebuah bungkusan plastik yang dilipat dua. Waktu gue bertanya apa isinya, Ibu berkata, "lihat saja sendiri". Ternyata isinya sebuah dress cantik untuk Eris! Warnanya abu-abu dan hitam, di bagian belakangnya tertulis "ERIS". Terharu sekali rasanya mengetahui dress ini khusus dipesan untuk Eris :') Langsung saja gue pakaikan pada Eris. Seperti biasa, Eris selalu senang jika dipakaikan baju atau aksesoris. Kaki depannya menggapai-gapai berusaha masuk ke lubang lengan, lalu berputar-putar dengan bangga. Melihat anjing lucu itu bahagia membuat perasaan bahagia gue menjadi berlipat-lipat :) Lucunya gue baru sadar bahwa sedang memakai baju yang warnanya senada dengan Eris. Hihi, she's my soulmate! ;)


Lalu Ibu teringat sesuatu, katanya Bapak menerima sebuah paket yang ditujukan untuk gue. Merasa nggak sedang menunggu kiriman apapun, gue jadi penasaran dan langsung mengambil paket yang dimaksud. Ternyata itu bukan untuk gue, tapi Eris! Isinya 2 buah kaleng dogfood yang berada di dalam tas tangan berwarna merah dari Alpo-Purina Indonesia. Ya, ampun Eris dapat banyak rezeki. Dengan perasaan excited gue tunjukan paket tersebut pada Eris. Ia mengendusnya sekilas lalu kembali berlari di halaman. Rupanya ia nggak bisa mencium aroma daging dari balik kaleng :D 

Terima kasih ya Alpo-Purina. Eris menikmati makan malamnya! :)

Meski Eris nggak bisa bicara (well, maksudnya dalam bahasa manusia, lol) tapi gue bisa melihat dengan jelas bahwa ia sangat bahagia. Ia nggak mau melepas dress barunya sampai sore dan sangat menikmati makan malam dengan dogfood barunya. Tuhan memang sudah pasti menyayangi makhlukNya, termasuk hewan. Manusia dan hewan memiliki rezeki masing-masing. Semuanya punya berkah, punya cara untuk bahagia. Gue sudah mempercayainya dari dulu, tapi Eris membantu gue lebih memahaminya.
Ah, selamat menikmati hadiah-hadiahmu, Eris. Terima kasih sudah hadir di kehidupan gue :)

blessed girl,

Indi

 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 17 November 2011

Charity Project for Our Furry Tailed Friends :)

Eris, hari pertama diadopsi. Usia 9 bulan :)


Howdy-do, bloggies?? Disini cuaca panas sekali, sampai-sampai sudah sesore ini langit masih saja terang. Mirip di Arab, ya? Atau seenggaknya begitu lah yang aku tahu dari lagu soundtrack film Aladdin, hehehe (*singing* “Malam di Arab seperti siangnya, panas menyengat setiap saat, memang aneh benar" *singing*). Tapi meski begitu semoga saja kita semua selalu diberi kesehatan dan mood yang ceria setiap hari, ya :D Amen...

Seperti yang pernah aku ceritakan di beberapa post sebelumnya, aku sekarang sedang di tengah mengerjakan naskah novel ke 3. Rencananya royalti dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna dan binatang-binatang yang membutuhkan (homeless, korban abuse, dll). Naskahnya, sih, sudah hampir selesai dan siap dikirimkan ke publisher (Homerian Pustaka). Tapi aku pikir kalau teman-teman mau menyumbangkan karyanya, kenapa nggak? Kan bukunya nanti bisa lebih tebal dan semakin banyak nominal yang bisa dihasilkan untuk disumbangkan :)

Jadi sekarang aku mau mengajak teman-teman untuk partisipasi, nih. Caranya mudah saja:
Buatlah karya yang berisi pengalaman kalian dengan binatang (boleh pets, atau binatang yang pernah ditemui). Pengalamannya boleh lucu, senang, sedih, sebal atau malah gabungan semuanya (hehe) asalkan menginspirasi dan sangat berkesan untuk kalian. Bentuk karya ada beberapa pilihan (pilih saja salah satu), yaitu:


1. Cerita, maksimal 5 halaman word. Diketik rapi dan jelas (jenis huruf, dll, bebas).
2. Puisi.
3. Quote atau kata mutiara.
4. Gambar/lukisan/comic strip (yang dikirimkan hanya hasil scan'nya saja).
5. Foto (kualitas gambar usahakan baik dan nggak buram).

Pastikan mencantumkan nama, judul karya, usia dan lokasi ketika mengirimkan karya.
Karya dikirim ke email namaku_indikecil@yahoo.com
Paling lambat diterima akhir bulan November 2011.


Untuk yang kurang yakin dalam merangkai kata nggak usah khawatir, ceritakan saja sebisanya, yang penting maksudnya tersampaikan. Untuk gambar, foto dan lainnya pun sama, jangan memikirkan bagus nggak'nya, langsung saja kirimkan :) Dan setelah bukunya terbit, tentang charity akan diupdate terus di blog ini. Untuk mengikuti perkembangannya silakan follow blog ini atau cukup kunjungi saja sering-sering, hehehe.

Semoga langkah kecil ini bisa membantu sahabat-sahabat berbulu dan berekor kita untuk hidup lebih baik (amen). Aku tunggu karya kalian, ya... dan selamat menikmati sore di Arab, hihihi :)


salam,
INDI




Mengenang Veggie si smiling dog, 5/6/03-8/11-09.

Sabtu, 15 Oktober 2011

The Diary of... Impacted Wisdom Teeth?? :p


Halooo... haloooo, haloooo... Hahaha, semangat sekali aku malam ini :D Akhirnya gue aku post panjang lagi (iya, iya, aku dengar banyak dari kalian bilang, "Oh, no, Indi!!", lol). Jam 8 malam tadi jahitan bekas operasi impaksi pertamaku resmi dilepas, dan sekarang aku memutuskan untuk menulis pengalaman sejak operasi, pasca operasi sampai hari ini. Ya, semacam jurnalku selama 1 minggu ini :)
Well, okay... ayo kita mulai (yang mau ikut baca saja maksudnya, hihihi), semoga kalian menikmati ya ;)

***

7 Oktober 2011: Toko Es Krim nya sudah tutup, lho Indi...

Aku dan bapak pergi ke klinik untuk bertemu drg. Franky, spesialis bedah mulut. Perasaanku takut sekali meskipun sudah tahu jauh-jauh hari kalau gigiku yang impaksi ada 4 dan harus dioperasi. Sebelum hari ini datang aku sudah rontgen sebanyak 3 kali dan berkonsultasi dengan banyak dokter, berharap ada alternatif lain. Tapi semuanya hasilnya sama: aku harus dioperasi karena wisdom tooth (—-teeth karena ada 4) ku tumbuh melintang, hampir mengenai syaraf dan sudah menyebabkan lock jaw. Beruntung drg. Franky ternyata orangnya kocak dan ramah, dia menyemangati dan meyakinkan kalau aku pasti bisa melewati 2 jam waktu operasi. Dia juga mengizinkanku dan Bapak bertanya banyak hal supaya hatiku lebih tenang. Dari penjelasannya aku tahu bahwa operasi ini nggak mudah, gigiku terhalang tulang dan mungkin ada 'sedikit' tulang yang harus diambil supaya akar gigi tercabut semua. Aku juga harus siap kalau nanti akan ada syaraf yang nggak berfungsi pasca operasi mengingat 'lokasi' gigi-gigiku tersembunyi sekali.

Duh, aku jadi semakin menciut dengar penjelasannya... Pengen nangis rasanya, tapi malu soalnya muka dokternya datar-datar saja, hahaha. Untunglah dia kembali menenangkan, katanya biasanya pasien 'hanya' beresiko mati rasa sebelah wajah saja, tapi masih bisa berfungsi. Hmm, well, okay dokter, buatku itu tetap mengerikan, hahahaha. Tahu resikonya seperti ini, bius lokal rasanya jadi pilihan terbaik. At least aku masih dalam keadaan sadar kalau ada apa-apa. Apalagi aku disarankan untuk menginap 1 malam kalau memilih bius total. Uh, aku nggak suka makanan Rumah Sakit :p
Setelah deal dengan segala resikonya, drg. Franky memastikan aku sudah berani untuk operasi. Aku langsung mengangguk, tapi ternyata malah Bapak yang menyela dan bertanya, "Dok, apa betul anak saya harus makan es krim banyak-banyak setelah operasi?". Bukannya menjawab dokter malah menuduhku, katanya, "Pasti anak Bapak ya yang bilang?". Dituduh seperti itu cepat-cepat aku jawab, "Aku tahu dari internet, bukan aku yang bilang". Oh, my God memalukan... hahahaha...

Waktu dibius aku nggak rasakan apa-apa, cuma sedikit ngilu dan perasaan sedikit tertekan. Tapi aku betul-betul nggak tahan dengan semua suara di sekitarku. Suara gusiku disobek adalah yang paling buruk, apalagi tiba-tiba mulutku penuh darah dan rasanya aneh banget. Aku coba pejamkan mata dan pura-pura tidur, tapi dokter malah minta aku bangun karena katanya itu bahaya. (Ya ampun, kenapa aku itu hobi banget improvisasi, ya? Lol). Setelah gusi selesai disobek gigiku ternyata masih belum terlihat seluruhnya. Posisinya ada di ujung dan sebagian terhalang tulang. Gigi yang terlihat berhasil dipecahkan jadi 4 bagian dan berhasil membuat Bapak ke luar ruangan karena ngilu dengar suaranya, hahaha. Aku masih nggak rasakan apa-apa selain perih di lidah dan ujung bibir.
Satu jam berlalu, dokter mencungkil tulangku sedikit demi sedikit. Obat bius rasanya sudah nggak terlalu bekerja, aku bisa merasa ngilu dan sedikit sakit. Tapi aku coba tetap tenang sampai 40 menit kemudian sisa gigi dan 2 buah akar gigi berhasil keluar. Spontan aku langsung tepuk tangan dan tertawa sampai-sampai darahku netes-netes ke dagu (ada pembuluh darah yang ikut terpotong, tapi tenang ini aman). Mbak asisten dokter sampai ikutan tepuk tangan, lho, dia bilang, "Akhirnya selesai juga...", hehehe. Tinggal tahap terakhir, gusiku yang terbuka selebar-lebarnya dijahit. Begitu jarum nusuk gusi, aku langsung teriak sampai semua kaget. (Apalagi bapak yang baru masuk kembali setelah trauma melihat anaknya operasi, hahaha). Ternyata oh ternyata, efek obat biusku habis. Aku pun harus rela dibius kembali dan menunggu 5 menit ekstra supaya obatnya bekerja.

Dan, operasipun selesai. Setelah mulut dan pipiku dibersihkan, aku langsung bangun dan ingin melihat gigi yang sudah dioperasi. Eww... ternyata hasilnya acak-acaknya. Gigiku dipecah entah jadi berapa bagian dan memang ada serpihan tulang-tulang kecil. Ya Tuhan, seram sekali :S
Aku yang masih dalam pengaruh obat bius, ceria dan betul-betul bebas rasa sakit malah tertawa-tawa dan minta dokter pindahkan gigiku ke atas kertas bersih supaya bisa difoto. Tapi dokter hanya memindahkan 4 potongan gigi tanpa tulang dan meminta aku memfoto yang itu saja. Katanya kalau semuanya kelihatan nanti orang ketakutan melihatnya, hehehe, betul juga ya? :p

Aku dan bapak langsung pamit pulang begitu dapat resep obat. Waktu kami sampai di pintu keluar dokter memanggil aku kembali dan berkata, "Toko es krimnya sudah tutup, Indi!". Aku langsung kecewa tapi Bapak bilang dokter cuma bercanda. Dan ternyata betul diperjalanan pulang aku langsung dibelikan 2 cup es krim dan 1 kotak jus. Oh, ya, soal es krim ini bukan sekedar keinginanku, dr. Franky ini memang suka bercanda, tapi pada akhirnya dia tetap mengiyakan kalau aku memang butuh es krim. Fungsinya supaya jahitan sembuh dan darah cepat membeku. Kompres air dingin dari luar memang membantu, tapi es krim juga terbukti efektif.


Sebagian gigiku yang sudah dokter pindahkan ke tempat bersih. Tadinya penuh darah dan ada pecahan tulang. Eww... :S


8 Oktober 2011: Daddy, I'm in pain... I don't care about your birthday :(

Beberapa jam setelah operasi rahangku sakit sekali. Dan di gusiku rasanya seperti ada luka terbuka yang terkena pasir: perih sekali! Aku sama sekali nggak bisa tertidur bahkan beristirahat. Puncaknya jam 5 subuh waktu aku tiba-tiba merasakan leher dan pipiku membengkak. Badanku juga panas sampai terus-terusan menggigil. Ya, dokter memang sudah memperingatkan soal ini, tapi aku nggak menyangka bengkaknya akan sebesar ini. Aku juga kaget waktu sadar kalau rahangku nggak bisa dibuka maksimal. Dengan panik aku bangunkan Bapak dan menangis. Aku hidup dengan scoliosis nyaris seumur hidup, tapi aku nggak pernah merasakan kesakitan yang seperti ini. Setiap kali aku baca artikel tentang operasi impaksi di internet kupikir rasa sakit yang diungkapkan terlalu dilebih-lebihkan. Tapi ternyata kenyataannya memang sesakit itu... sakit sekali...

Seharian aku habiskan dengan mengompres pipi dan mencoba istirahat, tapi tetap aku nggak bisa. Makanan yang masuk pun cuma 1 cup es krim dan Tipco rasa kiwi. Bapak betul-betul merawatku, beliau meyakinkan kalau aku pasti bisa lalui ini semua. Katanya aku akan sembuh lebih cepat daripada orang-orang yang pernah dioperasi impaksi. Beliau bahkan sepertinya lupa dengan ulang tahunnya sendiri, padahal biasanya setiap tahun selalu ada acara potong kue dan tiup lilin. Aku sebetulnya ingat Bapak ulang tahun, tapi entah kenapa aku selalu lupa untuk mengucapkan selamat. Oh, I'm sorry Daddy... :'(



Tipco dan es krim. I'm a HUGE fan of Tipco, btw :p


9 Oktober 2011: Oh, I want to EAT that Picture!

Aku putuskan untuk libur bekerja sampai jahitan bekas operasi benar-benar sembuh. Aku cuma ingin istirahat dan cepat sembuh. Ini baru hari kedua tapi bengkakku terus semakin membesar, padahal dokter bilang puncak bengkak akan terjadi di hari ke 3 dan ke 4 karena darah sudah mulai membeku dan harus diberi kompres panas supaya mengempis. Aku terus menerapkan kompres dingin karena darah terkadang masih keluar kalau aku berkumur. Pokoknya aku memcoba sedisipilin mungkin menerapkan nasihat dokter. Tapi waktu aku melihat-lihat majalah kesukaan, aku melihat halaman menu masakan yang membuat perutku berbunyi (padahal di hari sebelumnya aku nggak nafsu makan, lol). Aku langsung ke dapur dan mempraktekannya: roti bakar, telor ceplok, tomat panggang dan lelehan keju nikmat. Umm, yummy, aku langsung berdecak-decak begitu masakannya siap. Tanpa pikir panjang aku langsung buka mulutku lebar-lebar dan 'tuk', roti langsung beradu dengan gigiku. Ternyata rahangku masih terlalu sempit untuk dimasuki roti. Setelah aku cek, rahangku ternyata cuma bisa terbuka selebar 1 jari. Ah, too bad, padahal aku sudah susah payah memasak...

Meski di jam-jam tertentu sakitnya masih menjadi seperti kemarin, tapi di malam hari darahku betul-betul berhenti. Aku sudah bisa menggosok gigi meski cuma gigi di barisan depan.


Menu enak yang salah, hahaha...


10 Oktober 2011: Still the Same

Nggak ada perubahan yang berarti. Aku masih sering kesakitan di jam-jam tertentu. Tapi aku sudah bisa belajar makan dengan menu yang pas dan nggak perlu membuka rahang lebar-lebar. Aku nggak makan es krim, sebagai gantinya aku minum jus banyak-banyak karena meski dipaksakan tetap saja makanan yang masuk ke perutku nggak semaksimal hari-hari biasa.


11 Oktober 2011: Big Girl Appetite

Pipiku masih bengkak tapi sudah mulai bisa disentuh. Cuci muka memang masih terasa sakit, tapi aku sudah bisa menerima spons untuk membersihkan muka. Darah sudah sepenuhnya membeku, itu ada enaknya karena sehabis mencuci muka aku bisa mengoleskan minyak telon di pipi dan leher untuk mengurasi rasa ngilu. Tapi sayangnya karena kulitku sensitif mulai muncul bintik-bintik merah di daerah pipi kanan dan leher atas. Memang serba salah, tanpa minyak telon aku susah istirahat sedangkan kalau aku memakai kompres kain/kantung, pipiku masih terlalu sensitif dan akan terasa sakit. Akhirnya aku usahakan untuk memakai minyak telon sesedikit mungkin dan ketika malam hari aku coba untuk tidur di bawah tenda yang terbuat dari bedcover, jadi pipiku nggak kena kain secara langsung tapi tetap hangat. Brilian, ya? :p

Nafsu makanku juga meningkat pesat. Lihat acara kuliner di TV langsung pengen ikut makan, lihat majalah segala gambar makanan ditunjuk. Wah, pokoknya repot, hahaha. Untunglah Bapak banyak akal, beliau membuatkan aku kentang tumbuk dan tuna. Rasanya enak dan hampir sama dengan makanan 'normal' ku sehari-hari. Syukurlah aku pesco-vegetarian, kalau bukan mungkin aku sudah repot minta daging ayam dan sapi ya? Lol.


Kentang tumbuk, tuna dan tomat panggang. Yumm! :D


12 Oktober 2011: Awww, Eris yang malang :(

Aku merasa hampir normal, badanku semakin jarang demam (sebelumnya setiap malam memang agak hangat) dan bengkakku mengempis. Pipiku sudah terlihat hampir normal dan leher bagian atas bengkaknya tinggal sebesar kacang merah. Tapi tetap cuma sebatas 1 jari rahangku bisa terbuka. Aku nggak ada masalah dengan menggosok gigi, hanya saja aku nggak bisa pakai sikat gigi orang dewasa, ujungnya nggak masuk ke rahangku yang menyempit. Meski dokter minta aku beristirahat selama satu minggu tapi aku sudah mulai beres-beres kamar dan latihan lip sinc dengan lagu Aaron Carter, hahahahaha (get a life, Indi! Lol). Aku juga sudah kangen dengan Eris, biasanya setiap siang aku dan Eris suka berjalan-jalan di halaman sambil makan siang dan terkadang aku potong bulunya. Jadi aku putuskan untuk memulainya lagi sekarang, aku hampiri Eris dan memberinya 1 mangkuk dog food. Tapi lalu aku perhatikan sesuatu, mata kanan Eris memerah dan kelopaknya membengkak. Memang kecil sekali, tapi kalau dia melihat ke arah atas aku bisa melihatnya dengan cukup jelas. Aku langsung menghubungi Tina, teman onlineku yang memelihara banyak anjing. She's so nice dan banyak membantuku sejak Eris belum lahir dan Veggie masih hidup. Dia menyarankanku membasuh mata Eris dengan boorwater, katanya Eris sepertinya cuma iritasi atau panas dalam. Nasihatnya menenangkanku, aku langsung basuh mata Eris dan memotong bulunya lebih pendek. Dari buku yang aku baca iritasi mata pada anjing sering kali terjadi karena tertusuk bulunya sendiri dan lingkungan bermainnya, jadi aku mencoba meminimalisir pemacunya. Syukurlah di waktu malam mata Eris sudah membaik.

Oh ya, ada 2 kejadian lucu yang cukup menyebalkan. Yang pertama ada seorang petugas jasa pengiriman paket yang dengan nggak sopannya melemparkan paket ke garasi rumah orangtuaku. Waktu aku tegur dia bilang bahwa dia pikir di rumah nggak ada orang, padahal lucunya, dia masuk lewat pintu depan yang terbuka lebar. Bagaimana bisa dia pikir di sini nggak ada orang? Lol. Paketnya ternyata berisi majalah Aplaus the Lifestyle yang di dalamnya ada review novel keduaku: "Karena Cinta itu Sempurna" (Yippy, it's a good review!). Dan yang kedua aku dapat kejutan manis dari Puja, my brother. Dia memberiku es krim rasa stroberi kesukaanku. Tapi di malam hari dia meminta uang Rp. 5.000, katanya untuk membayar es krim yang aku makan! Hahahaha, aku akan balas nanti, little rascal!



Eris malang yang belum disisir 4 hari dan peralatan Eris. Eris suka sekali dengan sisirnya:)

Majalah Aplaus yang memuat review novel Karena Cinta itu Sempurna karyaku :)

Kado es krim yang ternyata ditagih uangnya setelah es krimnya habis -___-'


13 Oktober 2011: Kembali Menjadi Dog Keeper

Well, aku memang berjanji sama diri sendiri untuk libur bekerja selama sakit, tapi aku nggak bisa menolak kalau ada yang butuh bantuan soal anjing. I'm not a professional dog keeper, by the way, tapi aku terkadang diminta Uak untuk menjaga anjingnya. Dan hari ini, tadinya aku cuma mau membawa Eris ke dokter hewan untuk vaksin ulang dan memastikan matanya nggak apa-apa, tapi lalu aku teringat Doggy, anjing Uak yang belum pernah divaksin padahal usianya sudah 10 bulan. Ya, bukan salah siapa-siapa, Doggy ini anjing yang ditemukan di jalan dan Uak memutuskan untuk memeliharanya. Tapi berhubung beliau tinggal di luar kota, aku lah yang bertugas mengurus keperluan nya terkadang.
Membawa Doggy ke dokter hewan bukan perkara mudah, dia belum pernah naik mobil dan disimpan di dalam kandang sebelumnya. Sepanjang jalan dia terus menangis dan stres sampai-sampai dia pup. Aku betul-betul nggak tega, but what can I do, then? Aku cuma bisa mengelus kepalanya dan berjanji kalau setelah ini dia bisa pulang.

Sampai di dokter hewan Doggy semakin panik, banyak orang asing dan dia terpaksa diikat di pohon supaya nggak kemana-mana. Doggy juga nggak mau aku tinggalkan, setiap aku menjauh beberapa langkah saja dia pasti menangis dan mencari-cariku. Aku betul-betul kerepotan karena giliran Doggy diperiksa masih lama, masih menunggu 8 pasien lagi! Untung lah ada 2 pasien yang cancel dan kami bisa masuk lebih cepat. Hasilnya Doggy nggak apa-apa, dia cuma stres karena masih puppy dan nggak terbiasa sama suasana baru. Dokter dan aku juga membuatkan tanggal ulang tahun untuk Doggy karena dia anjing yatim piatu (poor Doggy...). Kami putuskan Doggy ulang tahun di tanggal 2 Desember karena keluarga Uak banyak lahir di tanggal 2. Haha, selamat ya Doggy, sekarang kamu bisa ulang tahun! :D Sedangkan Eris, she's fine. Dokter bilang dia anjing yang lucu meski penakut. Eris masih harus menambah berat badan kalau dia mau hamil, tapi intinya dia baik-baik saja dan matanya cuma iritasi karena tanah :)

Aku banyak tertawa dan rahangku rasanya sudah bisa terbuka lebar, sampai aku putuskan untuk membeli roti di dokter hewan. Aku baru sadar bahwa rahangku masih tetap sempit. Aku bahkan nggak bisa memasukan roti kecil ke dalam mulut dan harus menyerah untuk makan bubur di rumah...



Eris ceria di dokter hewan. Bulunya bersinar dan rapi | Doggy setelah sedikit tenang dan diberi roti | Buku vaksin Doggy dan Eris | Obat pencernaan dan cacing (rutin) untuk Eris supaya lebih gemuk :)
 
Bertemu bubur di rumah setelah gagal makan roti :'(


14 Oktober 2011: Sudah Selesai :) (at least for now)

Badanku terasa lelah karena aktivitasku kemarin, tapi kabar baiknya rahangku sedikit bisa terbuka. Memang masih sakit, tapi at least sekarang sudah seukuran 2 jari. Masih susah untuk menggosok gigi dengan sikat gigi orang dewasa, tapi firasatku sepertinya sebentar lagi akan bisa, hehehe.
Aku betul-betul semangat untuk melepas jahitan di gusiku, rasanya nggak sabar untuk ke klinik dan menghilangkan rasa aneh di mulutku (benangnya terasa pahit dan asam setiap kali tergigit, hehehe). Apalagi aku merasa kalau aku menelan salah satu benang di gusiku. Tapi kata Bapak itu nggak mungkin karena dokter pasti sudah mengikatnya dengan kuat :p
Sambil menunggu aku mengecat kukuku dengan warna pink. Cat kuku ini dari Ray, jarang kupakai karena waktu itu dia menghadiahiku dengan banyak warna, hahaha.

Jam 8 malam aku ke klinik, syukurlah aku nggak perlu menunggu lama. Ada yang bilang melepas benang itu perih dan agak sakit, tapi ternyata aku hampir nggak rasakan apa-apa. Rasanya begitu cepat dan langsung membuat gusi terasa ringan :) Berhubung drg. Franky lagi nggak kurang sehat, aku berkonsultasi dengan istrinya, drg. Susiana. Dia bilang bekas jahitanku bagus sekali, bersih dan nggak ada komplikasi, bahkan sama sekali nggak meninggalkan lubang. Untuk masa penyembuhan jugaku lebih cepat dibanding pasien lain meski kasusku termasuk berat. Wah, berarti Bapak betul bahwa aku ternyata memang cepat sembuh! :) Soal rahangku yang cuma bisa terbuka dua jari katanya itu wajar. Malah itu termasuk bagus karena biasanya setelah lewat 1 minggu banyak pasien cuma bisa membuka rahangnya seukuran 1 jari! Wah, senang sekali, ternyata aku bisa melewati masa pasca operasi dengan lancar.

Drg. Susiana bilang supaya aku memberi waktu pada bekas operasiku untuk sembuh total sebelum operasi berikutnya. Yup, aku masih harus menjalani 3 operasi lagi karena masih ada 3 wisdom teeth yang tertinggal. Di hari pertama setelah operasi aku sempat menangis dan bilang kalau aku nggak akan sanggup untuk menjalani operasi lain. Waktu itu aku pikir 1 saja sudah sakit sekali apalagi harus 3 kali lagi. Tapi setelah hari ini kurasa aku sudah semakin kuat :) Apalagi aku juga masih harus berjuang melawan lock jaw. Tulang rahang kanan aku lebih menonjol daripada yang kiri, jadi operasi-operasi ini membantu meringankan 'beban' rahangku sebelum operasi perbaikan rahang (okay, ralat kalau gitu, aku masih harus menjalani 4 operasi lagi). I’ll be just fine, aku percaya itu :)

Pulangnya aku mampir ke mini market untuk membeli sikat gigi anak-anak. Aku mungkin akan memakainya sampai 1 minggu ke depan. Sengaja aku pilih yang ada bonus pasta gigi nya supaya bisa Eris pakai, hihihi, harus berhemat, masih banyak pengeluaran sebelum masalah rahang ini selesai :) Meski begitu aku menghadiahi diri sendiri dengan membeli 1 cup lulur Bali ;)

Jadi, begitulah jurnalku pasca operasi impaksi. Aku tahu ini panjang, tapi semoga ada yang tahan untuk mengikuti ceritaku sampai akhir, lol. Sekarang aku harus istirahat karena nanti siang hari pekerjaanku dimulai kembali, hehehe. So have a nice weekend dear pals!



Bermain dengan cat kuku dan cincin Iie sambil menunggu waktu (aku cuma pakai cincin itu khusus difoto saja, lol)

Sikat gigi anak yang kubeli dan lulur bali untuk hadiah diri sendiri :)

Penampakan terakhirku, lol. Kinda skinny :( And I need a haircut ASAP.


















nb: Ah, iya aku sampai lupa. Ternyata aku betul-betul menelan benang jahitan di gusiku secara nggak sengaja. Aku lupa tepatnya hari apa, tapi waktu dokter melepas benangnya yang tertinggal memang 2 jahitan, padahal seharusnya ada 3, hahahaha.




salam senyum lebar,

INDI
twitter? HERE



Post serupa dari teman blogger yang juga baru operasi impaksi. Buka di sini dan di sini.

Selasa, 10 Agustus 2010

Smiling with Their Tails :)


Aku baru aja nyuruh Eris, anjingku masuk rumah supaya nggak kehujanan. Wah, mengadopsi Eris itu seperti punya adik kecil. Kadang bikin jengkel, tapi seringnya bikin senyum lihat tingkah lucunya...

***

Aku dibesarkan di keluarga pecinta hewan. Sejak bayi aku sudah akrab dengan ikan, burung, tikus, kura-kura dan terutama anjing.
Sejak aku berusia 10, aku tahu anjing merupakan hewan yang istimewa. Setiap hari, sepulang sekolah, Black (anjingku saat itu) selalu menunggu di depan pagar. Menyambutku dengan keramahan berlebihan tapi menyenangkan. Black selalu menabrakkan badan besarnya ketubuhku, lalu menjilati pipiku sampai basah. Hahaha, terdengar jorok? Memang. Tapi waktu itu aku merasa kalau jilatan hangat Black sama rasanya seperti seorang sahabat yang menyapa, "Hai, bagaimana harimu tadi? Kemana saja? Aku kangen kamu!".

Seiring berjalannya waktu aku semakin kagum dengan binatang spesial ini. Malah, waktu aku SMA, aku bikin karangan untuk UAS Bahasa Indonesia dengan judul "Sahabat Anjingku". Bu guru bilang ceritaku bagus dan menginspirasi dia untuk mengadopsi anjing.
Beberapa temanku nggak ngerti kenapa aku bisa mencintai makhluk berliur berbulu protein. Malah ada yang bilang aku jorok. Tapi aku nggak pernah marah. Aku lebih memilih menjelaskan pada mereka apa yang aku lihat sebenarnya dari mahluk ini. Aku yakin, suatu hari mereka akan percaya kalau aku benar. Seperti bu guru.

Banyak yang aku kagumi dari anjing. Hal pertama adalah kesetiaannya atau loyalitasnya. Pernah kalian denger anjing yang ninggalin tuannya? Nggak? Aku yakin begitu.
Aku percaya tugas pertama yang diberikan Tuhan untuk seekor anjing adalah menjadi setia. Mereka (para anjing) nggak akan pernah punya alasan untuk meninggalkan tuannya, bagaimanapun keadaannya. Veggie, anjing golden retriever yang aku adopsi sejak berusia 1,5 bulan nggak pernah sekalipun meninggalkan rumah meski pintu nggak terkunci dan nggak ada siapa-siapa. Sebelum aku atau anggota keluargaku pulang, dia akan duduk manis didepan pintu dan siap menyambut kami. Pernah suatu hari karena suatu insiden, keluarga aku nggak bisa pulang ke rumah selama 2 hari. Ketika kami pulang, Veggie masih di tempat semula meski hanya ada jatah satu hari makanan!
Sungguh aku begitu kagum dengan cara pikir anjing yang selalu percaya kalau tuannya akan datang. Padahal, setahuku saat beberapa jam saja anjing menunggu, itu sama rasanya dengan beberapa hari kalau manusia menunggu. What an amazing creature!



Veggie main bola basket.


Veggie dan aku.


Veggie kedinginan.



Hal yang kedua sudah pasti insting melindunginya. Aku taruhan kalau orang yang mengadopsi anjing merasa lebih aman daripada yang nggak mengadopsi (kecuali yang "mengadopsi" bodyguard yah... Itu lain cerita dan aku nggak mau ikut-ikutan, ah, hehehe). Bahkan buat yang mengadopsi anjing chihuahua sekalipun! Anjing sekecil apapun, kalau merasa ada yang mengancam tuannya, dia pasti akan bereaksi. Minimal menggonggong.


Eris, anjingku yang berwatak sangat penakut (lihat jarum suntik aja nangis, hihihi) pernah menyerang orang nggak dikenal yang ternyata mau maling motor bokapku. Wah, keluargaku sampai heboh. Soalnya kami nggak pernah nyangka kalau anjing pendiam ini suatu hari bakal jadi pahlawan :)

Hal yang ketiga, aku kagum berat sama wataknya yang mau belajar. Meski sudah tua, anjing selalu mau belajar. Tahu kan pepatah yang bilang bahwa nggak pernah ada kata terlambat kalau kita mau ajarin trick baru sama anjing? Ini bukan sekedar pepatah, karena anjing pada dasarnya memang suka belajar. Veggie belajar trick terakhirnya justru beberapa saat sebelum kematiannya. Meski sakit-sakitan, dia tetap suka bermain. Waktu aku ajarin dia cara lepasin selot garasi, she was so excited! Nggak ada yang pernah menyangka kalau beberapa hari setelahnya Veggie pergi untuk selamanya...
Ya, anjing memang always young at heart. Nggak peduli setua apapun, mereka akan tetap semangat belajar. Aku yakin kita semua mau seperti itu, kan?


Dan yang terakhir: Mereka memandang hidup much funner than us!
Dogs smiling with their tails. Berapa kali anjing wagging tail dalam satu hari? Many times, kan? Itu artinya anjing lebih sering bergembira daripada kita. Anjing nggak akan pernah peduli berapa banyak mainan yang dia punya, seberapa lezat masakan kita atau seberapa sering dia pergi keluar kota.
Untuk berbahagia anjing cuma perlu satu tepukan hangat di kepalanya setiap pagi, digaruk perutnya disiang hari dan dipersilakan tidur di tempat hangat di malam hari.
Aku masih belajar untuk seperti itu. Aku ingin seperti mereka yang nggak pernah komplain dan menikmati semua yang diberikan Tuhan tanpa protes. Setiap kali aku lupa untuk tersenyum, aku selalu teringat Eris yang cuma punya 1 mainan karet tapi selalu tampak bahagia :) 



Eris pakai pita.



Nah, gimana, apa sekarang kalian mengerti kenapa aku sangat mengagumi anjing? Yah, aku rasa "jawaban" ku sudah cukup untuk membuat kalian punya alasan untuk mengadopsi anjing. Kalau belum, pikirkan dua hal ini: Kalian akan lebih sehat. Karena anjing selalu jadi alasan baik untuk berjalan-jalan di sore hari. Dan yang terakhir, anjing selalu jadi alasan untuk bersosialisasi di tempat yang paling asing sekalipun. Mau tahu buktinya? Aku rasa kalian harus coba sendiri ;)


Dedicated to: Black, Ted, Bob, Skippy di surga para anjing dan Eris, selamat datang di keluarga kami.



(must see dog movies: Air Bud, Rin Tin Tin, Homeward Bound, Lassie, Hatchiko - Japanese Version)