Indi's Friends

Selasa, 26 Juni 2012

Menjadi Kenyataan :)

Dulu, waktu kecil gue suka menonton serial "Keluarga Cemara". Setiap serial itu ditayangkan, gue pasti langsung duduk di depan TV dan menyenandungkan soundtrack-nya. Gue hapal dengan semua tokoh-tokohnya, ada Abah, Emak, Teh Euis, Ara, Agil, Pipin, Tante Plesir, Mang Jana, Ceu Salmah, Bi Eha, dan bahkan gue tahu nama tokoh yang belum sempat muncul di sana... Abe, nama anak bungsu Abah dan Emak yang meninggal sebelum dilahirkan.

Euis, Ara dan Agil kecil :)

Entah apa yang menghipnotis dari serial itu sehingga membuat gue begitu terlarut. Hampir setiap kisah terasa begitu dekat dengan keseharian gue, atau meskipun belum/nggak pernah gue alami, tapi kisah-kisahnya selalu terasa real dan apa adanya. Gue ingat ada satu episode yang membuat gue terisak waktu menontonnya. Dikisahkan Euis mengalami menstuasi pertamanya pada saat ia masih duduk di bangku SD. Euis malu bukan main karena teman-temannya belum ada yang mengalami. Euis memang beberapa tahun lebih tua dari teman-teman sekelasnya karena ia sempat nggak naik kelas. Seharian ia diam di kamar dan nggak mau sekolah sampai Abah membujuknya sambil membawakannya makanan. Atau ada lagi satu episode yang membuat gue terbengong-bengong. Dikisahkan, Ara menyamar sebagai anak laki-laki dan rela dibotaki untuk menjadi talent di sebuah video klip karena ia membutuhkan uang. Hampir saja ia ketahuan karena sebuah hal sederhana: karena ia mengucapkan 'terima kasih' ketika diberikan honor, karena (sepertinya) di desa Indihiang hanya anak-anak Abah lah yang mempunyai kebiasaan seperti itu. Mengagumkan... tapi sederhana dan mudah dicerna :)

Nggak ada yang mengajari gue untuk menonton serial itu, gue yang menemukannya sendiri dan hanya gue pula yang menikmatinya di rumah. Ibu dan Bapak nggak suka jika gue menonton serial lokal, katanya nggak berguna, tapi gue percaya bahwa "Keluarga Cemara" berbeda, serial itu selalu membuat gue tersenyum dan mendapat 'sesuatu' setelah gue menontonnya.
Kesukaan gue dengan "Keluarga Cemara" berlanjut dengan membaca novel berserinya. Sejak saat itulah gue mengenal Arswendo Atmowiloto dan langsung tertarik dengan gaya menulisnya yang apa adanya. Nggak terasa koleksi novel "Keluarga Cemara" gue akhirnya lengkap dan Euis, Ara, Agil yang gue kenal melalui serial TV semakin dewasa seperti juga gue.

 

What I wore: Headband: Toko Kecil Indi | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: Ninis | Shoes: Yongki Komaladi


Waktu serial ini menghilang, gue sangat merindukannya. Gue sampai menyurati 2 stasiun TV sekaligus agar mempertimbangkan menayangkan re run-nya. Sayangnya, nggak satu pun surat gue yang mendapatkan balasan. Untuk mengobati rindu gue membaca ulang novel-novelnya sambil berharap keajaiban terjadi.
Bertahun kemudian keajaiban itu memang terjadi. "Keluarga Cemara" ditayangkan kembali! Bukan re run, tapi episode baru. Sayangnya karena terlalu lama jeda ceritanya jadi ada lubang di beberapa adegan. Tapi tetap, kisahnya inspiratif dan nggak berlebihan. Gue masih menikmatinya dan menanti-nanti penanyangannya. Tapi kebahagiaan gue ternyata nggak berlangsung lama. "Keluarga Cemara" lagi-lagi berhenti tayang dan kali ini benar-benar berhenti, dengan episode akhir yang menggantung :(

"Keluarga Cemara" menjadi satu-satunya serial lokal yang gue ikuti hampir setiap episodenya. Mungkin yang bisa mengalahkan rekor itu hanya "Satu Kakak Tujuh Ponakan", serial yang sama-sama karya Arswendo Atmowiloto. Dari segi cerita sama-sama menarik, tapi soal menghipnotis dan berkesan "Keluarga Cemara" tetap menjadi juara.
Di usia dewasa gue sering membayangkan, kemanakah Euis, Ara dan Agil? Apakah mereka masih ingat di usia yang masih sangat muda sudah menjadi icon kesederhanaan bagi banyak orang, bahkan yang lebih tua dari mereka?...
Lalu internet memberi gue jawabannya. Secara nggak sengaja, waktu gue melihat mutual friend salah satu teman Facebook, gue menemukan nama yang sangat gue kenal: Anisa Fujianti. Itu adalah nama pemeran Ara. Tapi mungkinkan itu orang yang sama? Dengan semangat gue langsung membuka profil-nya dan melihat-lihat fotonya. Ternyata Anisa yang ini adalah seorang gadis muda cantik, sama sekali bukan Ara yang gue lihat di TV. Lalu sebelum gue meng-klik tab tutup gue menyadari sesuatu: Gue juga sekarang sudah dewasa, dan Ara yang gue lihat sudah bertahun-tahun lalu lamanya. Gue banyak berubah meski tanpa disadari, dan ia juga mungkin begitu. Gue memberanikan diri mengiriminya pesan, bertanya apakah ia Ara yang dulu selalu gue tunggu kehadirannya di TV. Dan beberapa jam kemudian gue menerima balasan darinya...






Ya. Ia memang Ara yang dulu, hanya saja sekarang sudah besar. Dengan semangat gue langsung bercerita padanya betapa gue sangat mengidolakan serial "Keluarga Cemara". Nggak peduli akan dibalas atau nggak, gue hanya ingin bercerita. Gue sangat bahagia bertemu idola masa kecil meski hanya lewat Facebook. Dan ternyata Ninis (ia ingin dipanggil begitu) adalah gadis yang ramah, persis seperti Ara perannya dulu. Dengan baik hatinya ia memberi gue link Facebook Euis dan Agil supaya gue bisa menghubungi mereka.
Gue dan Ninis ternyata sangat cepat menjadi akrab, dalam beberapa jam percakapan kami sudah berubah keberbagai macam topik termasuk saling mengenalkan diri. Ninis meminta gue bercerita tentang tulisan-tulisan gue dan begitu juga sebaliknya, gue bertanya tentang kegiatannya sekarang.

Selama berhari-hari kami terus berkomunikasi via Facebook sampai Ninis mengejutkan gue dengan membeli novel perdana gue, "Waktu Aku sama Mika"! Ia berkata bahwa ia menyukai novel itu dan bertanya apa gue menerbitkan novel yang lain. Saat itu novel gue baru satu dan sedang dalam proses penulisan novel selanjutnya. Gue berjanji saat novel baru selesai akan langsung mengabarinya. Dan Ninis pun membalas pesan gue seperti ini, "Kak Indi ini nomor HP'ku, kalau nggak keberatan ngobrolnya lewat SMS saja, takutnya aku nggak buka Facebook".
Ain't she's so humble? :)

Bertahun berlalu, gue dan Ninis semakin saling mengenal. Kami saling bertukar pin BB dan mempunyai banyak cerita baru untuk saling diceritakan. Ninis sudah mempunyai tunangan, dan gue sudah menerbitkan novel ke dua. Kami sangat ingin sekali untuk bertemu secara langsung, tapi karena kami tinggal di 2 kota yang berbeda keinginan itu terasa sulit untuk diwujudkan.
Ninis sempat berkata bahwa jika kelak kami menikah dengan pasangan masing-masing, kami harus berjanji untuk saling mengundang dan datang meskipun tempatnya jauh. Gue rasa itu ide yang bagus karena itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk pertemuan pertama kami secara langsung.

Dan kesempatan itu akhirnya datang. Tanggal 10 Juni 2012 lalu Ninis menikah! Gue sangat bahagia untuknya dan mengucapkan selamat padanya via BBM. Gue memang berjanji akan datang jika ia menikah, tapi Ninis sangat mengerti jika ternyata gue nggak bisa datang karena jarak Bandung-Bogor cukup jauh. Gue memutuskan untuk memberinya sedikit kejutan, gue pergi ke Bogor pagi-pagi sekali untuk menghadiri pernikahannya. Di perjalanan gue baru sadar bahwa gue nggak membawa bedak dan make up lainnya. Wajah gue benar-benar polos dan sedikit berminyak. Tapi gue pikir daripada membuang waktu untuk kembali lagi ke rumah dan membawa itu semua, lebih baik gue teruskan perjalanan agar bisa datang tepat waktu :)

Akhirnya setelah perjalanan 4 jam yang melelahkan gue sampai di pernikahan Ninis. Nggak ada seorangpun yang gue kenal, gue benar-benar hanya datang untuk seorang teman yang belum pernah ditemui secara langsung :)
Dari atas pelaminan, Ninis yang sedang berfoto bersama beberapa kerabat ternyata mengenali gue. Ia melambaikan tangannya dan gue segera membalasnya dengan senyuman. Ia terlihat sangat cantik, berbeda tapi gurat-gurat Ara kecil masih terlihat di sana. Setelah menunggu sesi foto selesai gue langsung menghampirinya. Kami saling bertukar peluk dan cium lalu mengobrol sebentar. Sebentar, hanya sebentar tapi membuat gue begitu senang. I meet a friend and a childhood idol... :)

Ara kecil sudah besar :)

Suvenir dari pernikahan Ninis :) I love it!! :)

Pertemanan gue dengan Ninis begitu istimewa. Diawali dari sebuah serial kesukaan gue di masa kecil yang memberikan arti begitu dalam, lalu dilanjutkan dengan perkenalan mengejutkan yang membuat gue tahu bahwa tokoh Ara benar-benar nyata di dalam kepribadian Ninis. Ia begitu down to earth dan ramah persis seperti Ara. Untuk mengharapkan serial "Keluarga Cemara" kembali diputar atau seenggaknya ada serial yang hampir sebaik itu mungkin hampir nggak mungkin, tapi seenggaknya gue tahu bahwa orang-orang baik, orang-orang sederhana itu memang ada. Dan mengenal Ninis membuat gue semakin yakin akan itu :)
Oh, iya waktu novel ke 2 gue terbit ("Karena Cinta itu Sempurna"), Ninis menuliskan testimoninya untuk gue. Dan tahukan apa yang paling manis dan mengejutkan? Di akhir kalimatnya ia menulis seperti ini,
"Ka Indi... Terus berkarya yaa!! I'm a big fan of you".
Padahal seharusnya gue yang bilang begitu... :)




smile,
Indi

Contact me? HERE and HERE
_________________________________________________________________
nb: Berhubung account "Toko Kecil Indi" sudah full, untuk pemesanan baju/dress bisa melalui SMS ke 0818618363. Semua desain/model yang gue pakai di blog ini masih bisa dipesan (kecuali yang BUKAN buatan Toko Kecil Indi). Dan untuk sponsorship, bisa SMS di nomor yang sama. Terima kasih ;)

Selasa, 12 Juni 2012

My Super Blessed Birthday (with Spongebob Squarepants theme, lol, lol) :D

Haaaaaay, bloggies! How are you today? Semoga awal minggu kalian menyenangkan, ya. Well, ini memang sudah hari selasa, sih, tapi buat gue ini adalah awal minggu karena di hari senin gue libur bekerja dan baru masuk di hari selasa sampai dengan jumat, hihihi. Oya, gue mau ucapkan terima kasih banyak, banyak, banyak untuk teman-teman yang tetap mampir ke sini meskipun gue jarang update dan blog walking belakangan. Juga untuk teman-teman followers baru, selamat datang, hope you enjoy my little blog, ya :) Terharu dapat banyak teman baru, hihihi :')

Belakangan gue memang lagi gampang kelelahan. Padahal kesibukan gue masih tetap sama, menulis, menjadi guru dan sedikit mendesain pakaian. Nah, untuk menjaga kondisi badan, gue harus ambil waktu istirahat ekstra. I go to bed really early dan sebisa mungkin banyak bersantai, nggak nge-blog untuk sementara waktu jadi konsekuensinya. Sebenarnya agak sedih juga, sih karena jadi banyak cerita yang nggak bisa gue share atau at least jadi pending. Padahal banyak hal menarik yang terjadi selama gue nggak cerita. Misalnya saja salah seorang teman sekaligus childhood idol gue menikah, tentang kedekatan gue dengan murid-murid di sekolah baru dan banyak lainnya. Tapi gue nggak seharusnya mengeluh, ini pilihan gue dan masih banyak hal menyenangkan di sela-selanya :) Seperti tanggal 8 Juni kemarin gue berulang tahun. Yup, hari kesukaan gue di dunia :D Setelah merayakan ulang tahun 'palsu' (read the story here) di tanggal 4, akhirnya gue merayakan ulang tahun yang lebih 'masuk akal' karena cuma lebih cepat 1 hari dari tanggal sebenarnya, hihihi.

Setiap ulang tahun selalu istimewa karena merupakan pengingat dimana hari gue dilahirkan, diinginkan dan diberikan harapan-harapan baik oleh orang tua. Tapi setiap ulang tahun selalu memiliki cerita berbeda termasuk kali ini. Bapak nggak bisa bersama gue di tanggal 7 karena harus bekerja, syukurlah beliau bisa menemani ketika gue berbelanja persiapan ulang tahun. Sebenarnya gue agak kecewa dan sedih, karena seumur hidup Bapak selalu menjadi fotografer dan yang paling semangat menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun", tapi gue juga senang karena hampir seluruh ide perayaan ulang tahun ini datang dari Bapak.
Tadinya gue sangat menginginkan ulang tahun dengan tema Peter Pan, karena itu adalah tokoh dongeng kesukaan gue sejak kecil. Tapi setelah berkeliling pusat perlengkapan pesta sampai sore dan nggak juga menemukan, gue memutuskan untuk berulang tahun tanpa tema karena untuk mencari tema baru sudah terlalu mepet waktunya. Untung saja Bapak mengingatkan bahwa ada 1 tokoh yang disukai anak-anak juga orang dewasa dan pasti sangat mudah untuk mencari pernak-perniknya. Ah, kok gue nggak kepikiran, ya... It's Spongebob Squarepants!! Hahaha :)
Jadilah di saat-saat terakhir gue membeli serbet, piring kertas, name tag, dan lilin bergambar Spongebob. Untuk undangannya, thanks to internet, gue nggak perlu bersedih-sedih mengganti desain Peter Pan ke Spongebob karena banyak web yang menyediakan secara free, tinggal download dan print saja ;)

The invitation's. Thanks to internet :)
This birthday girl wore: Dress: Toko Kecil Indi | Headband: Toko Kecil Indi | Shoes: Michelle CLA

Gue mengundang teman-teman sekelas yang totalnya ada 14 orang ditambah Ibu dan Bi Yati, sekretaris Ibu. Sebenarnya gue mau mengundang lebih banyak, tapi karena terlalu fokus dengan makanan (yup, gue dan Ibu memasak sendiri) tahu-tahu sudah tanggal 7 dan gue nggak sempat mengundang siapa-siapa lagi :( Meski begitu gue sangat senang, karena dari 14 orang teman hanya 2 yang berhalangan datang. Itu pun mereka menitipkan kado untuk gue pada teman yang lain, hihihi, senangnya :)
Acara dimulai dengan mengenalkan Ibu pada teman-teman. Meskipun mereka sudah sering bertemu Ibu, tapi hanya sekilas saja ketika beliau menjemput gue di kampus. Ibu lebih terlihat seperti birthday girl daripada gue karena menjadi satu-satu yang nggak pakai baju kuning atau putih. Padahal kan Spongebob identik dengan 2 warna itu. Ibu mungkin menjadi nanas, rumahnya Spongebob yang berwarna oranye, hihihi *kabur*


Setelah itu dilanjutkan dengan snacking sambil chit-chat seru. Senangnya teman-teman memuji botol soda dengan label Spongebob yang gue tempel sendiri.Itu cara buatnya mudah, lho, tinggal googling dengan kata kunci "Spongebob Birthday Party Kit" dan nanti keluar banyak pilihan web yang menyediakan banyak peralatan custom. Tinggal sesuaikan dengan size botol, pilih gambarnya, download, print dan ta-daaaaa, jadilah botol soda dengan logo yang nggak ada dimanapun selain di ulang tahun bertema Spongebob, hihihi :)
Gue senang sekali karena kami nggak pernah kehabisan bahan untuk mengobrol. Sampai-sampai ruang tamu rumah orang tua gue ramai sekali. Kami berkumpul di salah satu sudut ruang tamu dan beberapa dari teman gue ada yang duduk di karpet karena nggak kebagian tempat duduk. Mereka memang sengaja nggak mau pindah ke sisi satunya supaya ngobrolnya asyik, hihihi. Ibu sampai berkali-kali mengingatkan bahwa makanan sudah siap dan sudah waktunya makan, tapi baru 30 menit kemudian kami mau beranjak ke ruang makan :p



Spageti, pasta dan salad sudah siap di meja makan. Sayang sekali nggak ada crabby patty karena gue terlanjur menyiapkan untuk tema Peter Pan (di Neverland sepertinya nggak ada makanan lain selain salad, hahaha). Lagipula kalau pun ada pasti teman-teman gue protes karena pasti Ibu memasaknya tanpa daging, hihihi. Masakan Ibu memang juara, gue dan teman-teman sangat menikmati spagetinya. Thanks a lot ya, Mommy :*
Ditengah-tengah waktu makan tiba-tiba gue dikejutkan dengan kedatangan Bu Dewi, ketua koodinator Tadika Puri. Beliau datang bersama rekan-rekannya, Bu Yani, Bu Rika, Bu Neni (kepala sekolah tempat dimana gue bekerja dulu) dan seorang rekan lainnya. Gue sedikit kaget karena mereka nggak mengabari sebelumnya, juga khawatir karena makanan yang disajikan terlalu santai. Ibu sampai bilang, "Maaf ya Ibu-Ibu, ini makanan anak-anak semua", hihihi. Tapi gue juga senang karena ternyata mereka menyayangi gue. Bayangkan saja, Bu Neni adalah mantan atasan gue, tapi beliau dengan humble-nya datang ke acara ulang tahun yang sangat sederhana ini :')

Tamu-tamu kejutan dari tempat gue belajar dan mengajar untuk pertama kali :)
Ceribel 1 milyar tahun kemudian, hihihi. Lupa siapa yang memulai "pose" ini :p

Setelah semua selesai makan, teman-teman gue langsung menyemangati gue untuk tiup lilin. Suasana menjadi sangat, sangat, sangat meriah karena mereka menyanyikan banyak lagu untuk gue. Ada kejadian lucu, karena lilinnya ada 12 buah gue nggak bisa meniupnya dalam 1 tarikan nafas, malah liur gue yang muncrat kemana-mana, hahaha. Sudah diulang 2 kali masih tetap begitu. Akhirnya Ibu membantu gue dan lilin-lilinpun bisa dipadamkan. Fiuuuh :D Kemeriahan nggak berhenti sampai di situ karena waktu teman-teman satu persatu menyalami gue, mereka menyanyikan lagu "Train of Love" sambil berbaris seperti kereta api, hihihi. That's so cute, I'm so blessed... :)

 
Hahaha, kuenya kebesaran! :D

Jam 5 sore seluruh undangan pamit pulang. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun satu kali lagi sambil memberikan pelukan hangat. Gue benar-benar merasa sangat bahagia, sebuah pesta ulang tahun sederhana ternyata mendatangkan banyak tawa dan keakraban. Apalagi beberapa saat setelah mereka pulang Ray yang baru pulang kerja datang sambil membawa kue tart. Sungguh banyak kejutan menyenangkan. Di malam hari waktu gue membuka kado dari teman-teman air mata gue langsung meleleh. Semua kado yang gue terima sangat bagus, tapi ada 1 yang istimewa. Si kembar Della dan Dilla memberikan gue kolase foto Aerosmith, idola gue sejak kecil. Gue nggak menyangka mereka tahu bahwa gue menyukai Aerosmith karena kami nggak pernah mengobrol tentang ini. Ternyata mereka tahu setelah membaca novel gue dan sengaja nggak membicarakan ini untuk kejutan! Oh, my God... I'm so blessed, really blessed... :')
Kejutan bahkan nggak berhenti sampai ulang tahun selesai, keesokan harinya Ray memberikan gue 3 ekor ikan mas koki untuk dipelihara dan Ibu memberikan gue sebuah dress yang sangat manis. Dan Dhian, sahabat gue semenjak SMA kemarin menyempatkan mampir ke rumah untuk memberikan kado berisi 2 buah bando pita! :)


Seperti yang gue bilang sebelumnya, setiap ulang tahun itu pasti berbeda tapi selalu istimewa. Ulang tahun kali ini membuat gue merasa lebih hidup dan lebih semangat untuk menghadapi hari. Ulang tahun membuat gue semakin mengingat bahwa Tuhan nggak pernah putus memberikan gue berkah melalui orang-orang disekitar gue. Semua harapan dan doa yang gue dapat ketika gue dilahirkan ke dunia terucap kembali di hari ulang tahun. Gue akan berusaha menjadi lebih baik, karena di saat Tuhan memberikan gue hidup untuk pertama kali itu sudah menjadi cukup alasan agar gue menjadi anak baik. Apalagi sekarang, 26 tahun kemudian yang penuh berkah, gue harus bisa. Pasti bisa :) Sekali lagi, terima kasih Tuhan for blessing me this much. Semoga gue selalu bisa menjadi lebih baik, nggak pernah lupa untuk berterima kasih dan rendah hati, amen... :)
nb: Jika sesuai rencana, novel terbaru gue, album terbaru Aerosmith dan album terbaru Mika akan terbit bersamaan di akhir bulan ini. Ain't that's what so called... super cool?? :D Doakan, ya!


birthday girl,

Indi
________________________________________
Contact Me: HERE and HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.

Selasa, 05 Juni 2012

Birthday Party for Farewell.

Menyampaikan kabar buruk itu sangat sulit. Terlebih jika menyampaikannya pada anak-anak...

Cerita ini dimulai dengan sebuah kabar baik, gue diterima bekerja di sebuah sekolah bilingual yang diadaptasi dari kurikulum UK setelah sebelumnya mengalami masa trial (percobaan) selama 2 hari. Jujur saja, waktu interview gue nggak berharap banyak, soalnya lowongan di sekolah ini sudah ditutup sejak 2 minggu sebelumnya, dan hati gue juga sudah ter-set untuk iklas, "kalau masuk syukur, kalau nggak berarti belum rejeki". Makanya, waktu gue dihubungi beberapa hari kemudian, senangnya bukan main. Gue langsung menyiapkan segala perlengkapan untuk hari pertama masuk kerja dan menghubungi kepala sekolah tempat dimana gue mengajar sebelumnya. Semuanya baik-baik saja sampai gue ingat belum berpamitan dengan murid-murid gue di sekolah lama...

Mengajar di sebuah TK modern dengan 28 murid adalah pengalaman pertama gue bekerja di jalur "formal". Setelah sebelumnya gue berkutat di balik komputer, mengirimkannya kepada penerbit via email dan mendesain pakaian di rumah lalu mengirimkan hasilnya via jasa pengiriman kepada costumer, akhirnya gue benar-benar menghadapi orang lain secara langsung. Bertatap muka, bersentuhan dan berbincang.
Menjadi guru adalah pekerjaan ideal untuk gue karena nggak membutuhkan waktu seharian dan sifatnya yang terus berkembang. Menyenangkan rasanya bisa bekerja sambil menambah wawasan. Selain itu, I love children for sure. Gue sangat menikmati untuk bersama mereka, dan sejak remaja gue tahu terikat dengan mereka adalah bukan hal yang begitu "sulit".
Itulah yang gue alami dengan murid-murid di sekolah lama. Selama (kurang-lebih) 2 bulan mengajar mereka menjadi sangat terikat dengan gue. Setiap pergi ke sekolah rasanya begitu menyenangkan karena tahu ada yang menunggu gue di sana. Di kelas rasanya begitu hangat karena mereka ingin bergantian dipangku, dan ketika jam istirahat anak-anak perempuan sibuk mengantri untuk di cat kukunya. "Ingin seperti Miss. Indi", begitu katanya :)

Treat for the kids :)

Dan sekarang gue harus menyampaikan pada mereka bahwa gue nggak akan mengajar lagi di sana? Itu adalah hal yang paling menakutkan sedunia! Apalagi waktu gue datang ke sekolah untuk berpamitan setelah 2 minggu nggak mengajar dan disambut oleh wajah-wajah manis mereka, semakin menciutlah nyali gue... Mereka berebut memberikan pertanyaan ketika melihat gue, dan semuanya sangat sulit dijawab. "Miss, kemana saja lama nggak ke sini?", "Miss, nanti nggak akan pergi-pergi lagi, kan?". It's really break my heart...
Jangankan untuk menjawab mereka, untuk mengumpulkan keberanian datang ke sekolah ini saja sudah cukup sulit. Gue mencari-cari alasan untuk mengadakan pesta kecil bersama mereka, jangan sampai mereka tahu bahwa ini adalah farewell party. Akhirnya, satu malam sebelumnya gue menghubungi kepala sekolah dan meminta izin untuk mengadakan pesta ulang tahun di sana. Iya, pesta ulang tahun "fiktif" karena ulang tahun gue sebenarnya jatuh di tanggal 8 nanti...

Gue bergantian masuk ke kelas A, B dan playgroup untuk menyampaikan bahwa gue berulang tahun dan anak-anak bisa bersenang-senang sampai waktunya pulang. Beruntung sekali, Bu Neni, sang kepala sekolah sangat baik dengan mengizinkan mentiadakan pelajaran untuk hari ini.
Gue mendapatkan banyak ucapan selamat dari anak-anak, juga banyak pelukan dan ciuman tentu saja. Termasuk dari anak laki-laki karena mereka biasanya sedikit canggung. Bahkan Fachri, seorang anak dari kelas B meminta agar keningnya dicium sampai meninggalkan bekas lipstik, hahaha (sayangnya nggak berhasil karena gue cuma memakai lipgloss).

Bersama anak-anak kelas A :)
Anak-anak kelas B. Rio (paling depan, memegang pensil) itu pahlawan kecil. Dia selalu membela gue disetiap kesempatan! :)
Anak-anak playgroup sedang bermain cat :)


Di hari yang sama Andra ternyata berulang tahun! :)

Gue benar-benar bersenang-senang dengan mereka. Rambut gue sampai kusut dan gue nggak peduli jika itu terlihat di foto. Kue yang gue bawa pun dalam hitungan menit sudah penuh dengan bekas jari anak-anak. Siapa yang memulai? Tentu saja gue :) Gue mengolesi hidung beberapa anak dengan krim putih dan berakhir dengan belasan anak yang mengantri. Karena pesta ini baru diputuskan di saat-saat terakhir, hanya 1 malam sebelumnya, jadi gue hanya bisa membawa kue tart, muffin dan susu untuk mereka, itupun setelah berkeliling mall selama 3 jam karena susah sekali mencari tart yang sudah jadi. Sederhana, tapi gue lega karena mereka suka.
Anak-anak memperlakukan gue dengan sangat istimewa, entah ini adalah kado untuk "ulang tahun" atau mereka tahu bahwa gue akan pergi. Anak-anak perempuan meminta gue untuk naik ke ayunan dan beberapa anak laki-laki mendorong dari belakang. Moment yang sangat manis sekali, Resika, seorang anak dari TK B nggak bisa berhenti mengambil foto gue. Malik, seorang anak dari TK A ingin duduk di samping gue di ayunan dan bercerita banyak hal sambil merangkul gue. Gue bahkan mendapatkan "kado" dari 2 orang anak, Damara memberikan 1 kotak Frutea dan Rifki memberikan 1 batang lolipop. Jangan bertanya tentang bagaimana kondisi minuman dan permen itu ketika diberikan pada gue. Bayangkan saja itu sudah ada di saku mereka selama seharian, hehehe. Meski begitu gue sangat senang menerimanya :)


My messy hair and beautiful Feby :)

Waktu acara tiup lilin banyak liur anak-anak yang muncrat ke muka gue, hahaha :D
Showing the cake :)
Rio melarang Regi yang ingin ikut memegang pisau. Meski gue mengizinkan Regi membantu, Rio terus bilang, "No!!!", hahaha :)
Susu dan muffin untuk Damara :)

Wah, susunya langsung diminum, hihihi...
Playground
My little "Cherrybelle": Apta, Wylla, Resika :)
Goofing around with Handsome Malik and pretty Jessica :)

Wylla!
My little photographer: Resika, atau biasa menyebut dirinya "neng" :)

Sudah hampir waktunya pulang dan gue masih belum memberitahu mereka tentang kabar buruknya. Gue nggak ingin membohongi mereka, tentu saja, tapi juga nggak ingin mengecewakan mereka. Secara tersirat gue berusaha memberitahukan mereka bahwa gue nggak bisa mengajar mereka lagi. Tissa, seorang anak dari kelas B bertanya kapan gue akan datang lagi karena ia akan memberi gue kado. Dengan berat hati gue menjawab bahwa gue belum tahu kapan akan berkunjung lagi (iya, berkunjung, bukan mengajar), tapi pasti akan mengusahakan. Entahlah apa mereka mengerti, tapi sepertinya mereka bisa merasakan. Tissa dan Resika nggak putus asa mendesak gue supaya menjawab "iya, besok Miss datang", tapi tentu saja gue nggak bisa... Anak-anak yang cerdas, dan itu membuat gue meneteskan air mata waktu gue masuk ke dalam mobil untuk pulang.

Gue benar-benar menangis ketika di dalam mobil. Fachri, Tissa dan Apta berteriak-teriak memanggil gue sambil 'membujuk' soal kado. Gue membuka jendela dan mencoba membuat "funny face". Entah bagaimana gue terlihat, tapi gue harap itu berhasil, hehe...
Perpisahan memang selalu berat, tapi gue harus selalu siap. Gue sekarang bekerja di tempat yang baru dan suatu hari pasti akan mengalami saat-saat seperti ini lagi. Ada anak yang keluar sekolah, pesta kelulusan... Nggak bisa dihindari. Tapi gue berjanji pada diri sendiri, meskipun perpisahan itu selalu ada, gue akan menikmati setiap pertemuan pada setiap menitnya, setiap harinya, agar gue nggak akan pernah mengucapkan selamat tinggal pada moment-moment berharga yang dialami sebelum perpisahan itu terjadi :)
So, good bye, kids. Jadilah anak-anak yang baik dan selalu bangga menjadi diri sendiri. Miss Indi sayang kalian. Selalu...

hugs,

Indi

___________________________
Contact Me? Here and Here.
My Shop?Here.
Sponsorship? Here.