Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Selasa, 26 Juli 2011

Dork is a New Cool (and "Hello Stranger" photoshoot with my Brother) :D

Waktu kecil sampai awal remaja, gue sering dipanggil si kutu-buku, geek, nerd bahkan dork. Semua panggilan itu datang berkat penampilan gue yang berkaca mata tebal dan berback-brace. Bayangkan saja sejak masih SD mata gue sudah minus dan semakin bertambah parah beberapa tahun kemudian (sampai sekarang). Dan di waktu gue SMP "aksesoris" gue nambah lagi karena gue di vonis scoliosis. I wore a back brace for a whole my teenage years. Ya, I am a truly nerd.


Nerd. n Slang: unattractive person (Free Dictionary by Farlex).


Dengan penampilan seperti itu (dulu) gue sering dianggap lemah. Berteman dengan gue dianggap "kurang keren" dan nggak asyik untuk diajak hangout. Gue ingat waktu SMP ada sekelompok anak perempuan yang berpendapat bahwa gue nggak menarik. Salah satu dari mereka pernah bilang kalau gue mungkin nggak akan pernah punya pacar. Laki-laki suka perempuan yang seksi dan menarik. Bukan yang wajahnya hampir nggak kelihatan karena terlalu banyak "aksesoris". Begitu.
Waktu itu gue pikir, bagaimana mereka mengerti soal seksi dan apa yang disukai laki-laki? For God sake, they're only 13...

Bukannya gue nggak peduli, gue juga terkadang nangis dan mengadu sama Ibu. Tapi nggak sering karena meski Ibu pernah remaja (of course! Hehe), gue yakin situasi sekarang pasti berbeda dengan dulu. Gue lebih nyaman cerita sama buku harian dan sometimes I'm crying until fall a sleep, berharap besok lebih baik.
I don't know what's wrong with me. I love myself, gue nggak pernah membenci apapun dari diri gue. Gue bahkan suka kaca mata dan brace gue. Gue baru tahu artinya "minder" setelah ada yang mengejek habis-habisan. Diluar itu, ya gue nyaman.

Gue terus berkaca mata sampai kelas 3 SMA. Semakin tebal tetapi semakin percaya diri. Gue duduk satu bangku dengan Dhian, perempuan yang juga berkaca mata ---note this--- tebal. Tanpa sadar kami membuat satu sama lain lebih kuat. Waktu SMP gue selalu takut untuk pergi ke perpustakaan meski sebetulnya itu tempat kesukaan gue. Tapi di SMA gue nggak perlu takut diganggu kakak kelas "seksi" (yes, seksi dalam tanda kutip dalam artian minim --pakaian dan cara berpikirnya--, they're shallow, sorry) karena Dhian selalu bersama gue. Kami, dua kutu buku pun akhirnya bertambah menjadi 3, lalu 4 orang dan seterusnya, karena rupanya ada beberapa murid yang hampir sama dengan kami: berpenampilan "berbeda", lebih suka ke perpustakaan daripada ke kantin tapi sayangnya takut untuk menunjukan siapa diri sendiri.


Terkadang mereka harus pura-pura menjadi sama supaya aman dari ejekan dan "label-label" dangkal dari teman-teman sekolah. Mereka bahkan harus menolak "ranking" karena nggak mau itu jadi "masalah"...


Gue rasa kata "berbeda" artinya tergantung dari sudut pandang orang yang mengatakan. Bagi seorang yang besar dari keluarga yang mempunyai kebiasaan makan di meja, makan di lantai atau lesehan akan dikatakan berbeda. Padahal begitu pula bagi yang terbiasa lesehan: orang yang terbiasa makan di meja itu berbeda.
Gue nggak suka kalau harus membenci sesuatu/sesorang dengan alasan "berbeda", malah deep inside gue juga berharap orang-orang yang mengganggap gue berbeda dan mempermasalahkannya akan berhenti dan sadar bahwa kami bisa berteman.

Menjadi bangga itu kan hak semua orang. Bangga dengan pakaian seksi dan kemampuan hang out 24 jam boleh saja, nggak perlu menghina yang nggak "begitu". Begitu juga menjadi kutu buku, atau yang biasa kakak kelas-kakak kelas gue sebut dengan geek, dork atau nerd (meski sebetulnya ketiga kata itu mempunyai perbedaan arti. I read dictionary, lol), tentu saja boleh bangga dan "berbaur" dengan seluruh penghuni dunia.
Love your self, nggak ada salahnya menjadi diri sendiri selama itu nggak menyakiti.

Hari ini gue nggak berkaca mata karena digantikan lensa kontak. Gue juga sudah 3 kali diundang ke acara fashion di TV untuk menjadi pembicara. Gue sekarang jadi fashion designer. Ya, I proud of it :) Tapi gue masih orang yang sama dengan yang dulu dipanggil... "you know what" (terlalu banyak pengulangan kalau disebutkan satu persatu lagi, hehe). Gue bangga menjadi diri gue apa adanya. Gue nggak menyesal ataupun 'malu' karena dulu gue nggak populer dan sering jadi korban "ejekan". This is me, and I think "they" should proud of their self too, so they can stop teasing about other people :)



Sekarang banyak yang nggak percaya kalau gue dulu berkaca mata dan berback brace. Well, the scoliosis is still here (sampai selamanya), tapi tulang gue berhenti tumbuh jadi kemungkinan kalian nggak akan lihat gue pakai brace lagi (amen...). Tapi gue masih berkaca mata untuk beberapa kesempatan, seperti hari ini. Gue dan Puja (my brother) do some silly photoshoot dengan tema "Hello Stranger". The glasses are real. Gue minus 4 dan Puja minus 1 (ya, kami beruntung bisa dapat kaca mata yang stylish, lol). Ini dia, I hope you enjoy it! :)




the cover-version, lol.




gesture yang sering nampak di hello stranger. disana diceritakan kalau yang begini itu alay, bukannya sweet, lol.



patung seperti ini ternyata ada betulan! *heran* hahaha...





Dork: someone who does things that are kinda silly and not neccessarily cool but always cute (Urban Dictionary)



foto-foto: our lovely daddy.
puja: he's own daily outfit.
me: red rose by toko kecil indi (klik DISINI untuk melihat/memesan dress ini/koleksi lain)


do not copy any design by toko kecil indi. thanks :)








Hello Stranger quick review: Dua orang asing bertemu waktu menjadi turis di Korea. Film ini banyak sindiran mengenai betapa "meng-Korea"nya manusia sekarang sampai-sampai lupa dengan budaya sendiri. Padahal budaya Korea juga belum tentu pantas dengan negara lain. Malah akan terasa "silly" seperti foto-foto diatas. (movie, 2010).

38 komentar:

  1. yaaa..dulu juga aku nerd.. tapi kurasa ada beberapa orang yang masih menerima kita apa adanya. better beberapa dari pada tidak sama sekali. berpikir positif :)

    BalasHapus
  2. setuju banget ndi untuk apa merasa nggak nyaman karena kita berbeda dengan orang lain, just be your self :)

    BalasHapus
  3. waaah bagus ... justru dengan mencintai diri sendiri akan mempertebal kekuatan untuk menghadapi semua cacian #aish bahasanya
    lagian nerd keren ya, pinter meskipun kalau di film2 penggambarannya cupu

    BalasHapus
  4. betul jg indi :) aq jg termasung kelompok yg "aneh" waktu masih sma dulu :) ,tp kita nyaman dengan diri kita sendiri, orang kan beda-beda ngak mesti sama ya.

    BalasHapus
  5. oke juga ya? adikmu bisa diajak bergaya alay..hehe..

    BalasHapus
  6. Mba Indi cantik lohh...
    Yg jelas hu'um. Kita mesti jadi diri sendiri...
    Hehehe...
    Nyaman... :)

    Mba Indi minus 4???
    Teballl... Ning minus 2... >.<

    BalasHapus
  7. seringkali yg senang memandang rendah org lain adalah orang2 yang "dangkal", as you said, "mini" :D. God creates everybody's "perfect" and you are adorable :D

    BalasHapus
  8. membaca tulisan Indy selalu menarik ,ciri khas sekali

    BalasHapus
  9. pagi mbak indi..aduh bagus banget bahasannya..nice-nice-nice..salam kenal mbak.

    BalasHapus
  10. Dan sepertinya ada juga yang memanggilku begitu. Tapi karena nggak pernah denger secara langsung aja, jadi aku nggak peduli.
    Tetep semangat! :)

    BalasHapus
  11. saya gak tau dulu saya nerd apa enggak. huhahah :D
    eh, minus indi 4??? ckckck
    anyway, potonya lucu. akrab ya sama brother-nya :)

    BalasHapus
  12. huwaaah.. kak indi memag selalu jadi motivator pembakar semangatku deh.hahahaha
    aku juga dari dulu sampai sekarang punya banyaaak bgt julukan, itu karena aku kecil. tapi aku juga gak pernah minder, atau malu dengan diriku. justru aku bangga.hehhe karena ada banyak hal yang bisa membuatku kuat dari pada orang lain. walaupun aku kecil. yey yey.hahaha

    BalasHapus
  13. Ah Indi...semoga mereka2 (baca : kakak kelas yg shalow ituh *ups*) membaca postinganmu ini, dan menyadari bahwa hinaan -or whatsoever- mereka dulu ga ngaruh buat kamu, coz you're a real cool person ;)

    BalasHapus
  14. saya dulu malah pengen pake kacamata lho Ndi, bukan buat gaya. Pengen ngrasain aja :D
    Tapi sekarang ya gini, tanpa kaca mata dan saya bersyukur. Kalau liat di sekitaran dan di luar sana. Memang kacamata dipakai sudah menyalahi fungsinya, lebih ke fashion mungkin. Atau ikut2an. Saya setuju sama kamu, mending jadi diri kita sendiri aja, nyaman dengan apapun yang kita pakai :)

    BalasHapus
  15. q dulu juga sering banget dipanggil si kutu buku,
    aplagi pas q smp n sma, smkn menjadi2 org yg panggil q "hai, kutu buku"
    katanya gara2 q yg pake kacamata, trus rambut q yg sering banget q kuncir ke belakang (ponytail) dan srg banget pake kaos kaki panjang n tebal,
    hehehehhe, n yg pasti karena q kalo sudh baca buku srg gak sdr dgn dunia sekitar, :)
    and now, julukanny gak terdengar ssrg dulu, :)
    kacamata sih tetep dipake,, n minus kakak, sama sprt minus mata ku sebelah kiri,4 plus mata ku pake silinder :), seharusnya q ganti kacamata, tpi q ttp pake kacamata lama, hehhehe....

    BalasHapus
  16. flowery dress nya lucu...! :D btw aku dulu juga pernah ngalamin hal juga di anggap anak aneh, pernah jadi korban bullying anak anak nakal gak ada kerjaan, sempet down sih, tapi itu aku jadiin motivator buat diri aku. Dan yg terpenting just be yourself and confident! :D

    BalasHapus
  17. aduh aduh.. baca tulisan Indi ini jd inget masa lalu.. *padahal udah lupa kl nerd* hahaha..
    malah dulu ada yg panggil aku Betty (cewek nerd di telenovela). trus ada yg ngejek2 braceku katanya aku pake baju besi. :D

    BalasHapus
  18. yup orang berkacamata kadang ga selamanya aneh lah.

    BalasHapus
  19. Aha aha..saya selalu malas klo apa pun harus sama dengan orang lain, hehe, berbeda itu unik

    BalasHapus
  20. @ AQUA: memang seharusnya menerima kok, kan karakter orang itu beda2 :)

    @ MIMI: iya, just be our self, karena kembarpun gak ada yg serupa ;)

    @ FICTION'S: betul itu! asal jgn narsis aja ya, kan bahaya, hehehe :) nerd memang cupu, kalau bookworm belum tentu :) geek aja banyak yg keliatan "cool" kok, hahaha :)

    @ HONEY: iya, orang2 gak mesti sama. yg penting nyaman dan gak menggangu orang yg gak sama dengan dirinya :)

    @ POPI: hahaha, iya dong. kita kan kompak banget. sama2 kutu buku soalnya :D

    @ NING: terima kasih ning yg cantik :) itu belum seberapa, ning. aku aslinya minus 5, cuma supaya gak ketebelan aku pakai yg 4, hahaha :)

    @ RIKA: thank u, rika. and u're so beautiful and creative! :)

    @ LIDYA: terima kasih banyak, lidya :)

    @ MIA: sore... terima kasih, mbak. salam kenal kembali ya :)

    @ ARIF: dipanggil seperti itu memang gak harus sedih kok, tapi harus membuktikan bahwa bookworm bukan sekedar julukan tapi juga kenyataan, cerdaskan diri dengan buku, amen! :) *berasa mario teguh*

    @ RA KUN: hehehe, gede ya? aslinya 5 sih :p makasih, iya aku akbrab banget sama my brother. kompakan lah kalau apa2. tapi kalau lg ribut ya ribut, namanya juga kakak-adik :)

    @ MINITYC: hahaha, haduh bahasanya pakai "membakar" segala :D bagus tuh! lagian bs bikin *ehm* awet muda juga kan? hihihihi :)

    @ ORIN: gak perlu, aku harap mereka akan "sadar" sendiri lewat pengalaman hidupnya :) terima kasih ya, u're also super cool! :)

    @ AJENG: hahaha, lucu deh kamu, kayak sepupuku juga gitu, cuma pengen tau rasanya. tapi sekarang malah ga mau :) betul, jeng syukur dan dijaga ya matanya :) iya, betul sekarang mata gak apa2 juga pd pake kaca mata sebesar muka. gak apa sih sebetulnya, cuma lebih baik kan periksakan dl. agree, yg benar itu memang yg nyaman :)

    @ NURRA: gak apa ya nurra, kan bagus baca buku bs bikin cerdas :) aku juga silinder 2,75 lho. dan harusnya d\sudah ganti juga, aku minus 5! toss! hihihi...

    @ ALVI: :)

    @ ERSA: thank youuu :) iya, korban bully biasanya jd down, tapi pasti bisa bangkit. betul, harusnya memang dijadikan motivasi diri dan bisa lebih lapang dada, gak perlu kita membenci orang yg gak sama dengan kita :)

    @ SAGA: wah, iya dong, amel kan sudah bermetamorfosis jd wanita cantik jelita, hihihi :) kyaaaa, sama! aku juga sempet dipanggil betty :p itu sih sampai aku SMA, amel. brace itu entah kenapa ya selalu diidentikan dengan baju besi :)

    @ NUEL: memang sempat jadi aneh ya? hehehe, kidding. iya, memang gak ada yg aneh kok, soalnya kan tiap org memang berbeda satu sama lain :)

    @ ROSE: memang gak ada orang yg sama kok. kita kan gak perlu "cape-cape" jadi berbeda, toh sejak lahir kita memang berbeda satu sama lain, kan? :)

    @ RIKA: always! because i'm blessed :)

    BalasHapus
  21. i looove both of your glasses. they look cute and dorky-ish :) hello stranger is a good movie, i agree ;)

    BalasHapus
  22. saya baru aja selesai baca bukunya indi, 'karena cinta itu sempurna', di kasih sebagai hadiah di acaranya Pakdhe Cholik. Sebagian tulisan di atas ada dalam buku itu kan ?
    Indi memang seseorang yang beruntung ! :)

    BalasHapus
  23. menilai mutu penampilan seseorang itu menurut saya relatif, artinya pendapat si A belom tentu sama dengan pendapat si B atau si C.. Dan tdk harus di katakan ini itu kalo melihat penampilan plus kacamata. Tapi menurut saya pribadi orang yg berpenampilan pke kacamata lbh terlihat punya wibawa dan saya malah lbh respek sama org yg berkacamata dari pda sma org yg sok ngumbar keseksianya...menilai mutu penampilan seseorang itu menurut saya relatif, artinya pendapat si A belom tentu sama dengan pendapat si B atau si C.. Dan tdk harus di katakan ini itu kalo melihat penampilan plus kacamata. Tapi menurut saya pribadi orang yg berpenampilan pke kacamata lbh terlihat punya wibawa dan saya malah lbh respek sama org yg berkacamata dari pda sma org yg sok ngumbar keseksianya...

    BalasHapus
  24. waktu smp, setiap hari saat istirahat aku selalu ke perpus bahkan sampe dapet penghargaan :P. and i'm proud of it.

    aku pengen nonton Hllo Stranger juga. beli dimana ya? :D

    BalasHapus
  25. Banyak buku-buku bagus yang belum selesai dibaca.

    BalasHapus
  26. Apa yg diuraikan diatas memang nyata terjadi, ironis ya anak-anak yg masih kecil sdh bisa menjudge org, bahkan menghina. Belajar dari mana? Yup, orgtua, kakak-kakak, om/tante dan lingkungan.

    Pe-er untuk para orangtua, kakak, tante/om untuk mendidik anak/adik/ponakan agar menghargai orang lain bukan hanya melihat dari penampilan dan jangan suka menghina org lain.

    BalasHapus
  27. Thanks for dropping by my blog. ♥

    I have watched this movie before and it's pretty cute!

    Hehe, I love how you dressed up just like the lead actress. :)


    xoxo,
    Addie
    The Cat Hag
    Join My Giveaway

    BalasHapus
  28. hehhe,
    iya mbak..gara2 sering nonton film korea kadang-kadang ada beberapa kebiasaan yang gak sengaja suka kebawa di dunia nyata..
    jadi pengen nonton Hello stronger..

    o ya mbak..giftnya udah nyampe. dan sudah aku baca habis. tapi belum sempat posting. masih diburu2 skripsi..:)

    BalasHapus
  29. @ SARTOB: thank youuuu :) ya, they're look dorkyist because it's a REAL thick, hehehe :) i watched that movie twice. i love it, good movie :)

    @ DEY: wah, terima kasih banyak ya, semoga bukunya berkenan. gak, kok gak ada yg dari buku. terima kasih ya :)

    @ YAYACK: iya, kan maksud post diatas kan itu. malah perumpamaannya juga mirip :)
    yg pakai kaca mata, yg seksi sama aja, itu kan cuma tampilan luar. toh yg berkaca mata belum tentu lebih pandai daripada yg seksi ;)

    @ IFFA: iya, kita kan harus bangga dengan seperti apa kita. film itu ada di blitz akhir tahun 2010 lalu. sekarang DVD originalnya udah ada, mungkin :)

    @ JAZIRAH: komentar ini untuk post yg mana, ya? :)

    @ ASTY: setuju :) harus ditekankan sama yg lebih muda kalau penampilan itu bukan apa2, cuma sekedar apa yg mata kita lihat aja, bukan hati :)

    @ THE CAT: you're welcome :) ya! it's pretty cute and lovable, i'm gonna rewatch tonight, btw :D hehe, thanks. my borther so crazy about that movie :p

    @ VANILA: hehehe, iya, padahal lebih asik kalau budaya indonesia aja yg kebawa sehari2 ya :) coba deh nonton hello stranger, rasanya "ketampar" banget denger sindiran2nya soal orang yg gak cinta budaya sendiri. waah, syukurlah, semoga suka dan ditunggu review'nya ya :) good luck for ur task.

    BalasHapus
  30. Salam... I think being a dork is a gift...

    you don't waste your youth with useless stuff..
    am i right? :-D

    I was a dork too... now i am "emak2" hehehe...

    BalasHapus
  31. @ LYLI: agree! but i think, being dork, popular, sexy, smart, pretty, clumsy and others is a gift too. because God create us perfectly :)
    iya, betul.. mbak emak2, aku bentar lagi juga emak2.. ini cuma wajah aja yg menipu. kalau usia, sih... (hehehe) :)

    BalasHapus
  32. Oh I really am quite a dork and goofball...both my hubby and I. I take full ownership of it:) You and your bro are so cute!! I love how you did a photo shoot inspired by that movie. I've never seen it before (or heard of it)...do they have it in english or with subtitles? It looks like something I would love! You really have the most darling dresses. I would absolutely love to raid your lovely closet:)

    BalasHapus
  33. @ MARISA: oh, really? :) me and my boyfriend too! :) hehehe, thank u, my brother is so silly, he like to companion to photoshoot :D yes, u should watch "hello stranger"! it's in english subtitle, of course. no way! i'm the one who want to raid your closet. you have many cute dresses and beautiful hats! :)

    BalasHapus
  34. korea dimana mana....
    hehehehee, lucu lihat pose kalian berdua itu. semoga tetep kompak sampai akhir hayat

    BalasHapus
  35. kakak kakaknya Dija...
    mau gak ya diajakin foto gitu?

    BalasHapus
  36. @ ELSA: iya, memalukan.. malah korea yg dimana2, padahal kita org indonesia... hehehe, amen...

    @ DIJA: coba diajak aja, dija.. pasti mau, dong :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)