Indi's Friends

Sabtu, 30 Juli 2011

Waktu Indi Kecil...

Gue lahir di bulan Juni, tanggal 8, tahun 1986. Iya, itu lebih dari 25 tahun lalu...
Ibu bilang kelahiran gue sangat istimewa karena usia pernikahan Ibu dan Bapak baru beberapa bulan ketika Ibu tahu ia hamil.
Kata Ibu, ia selalu ingin kalau anak pertamanya nanti perempuan, bahkan sebelum menikahpun Ibu sudah memimpikan tentang itu. Terlebih dikeluarga Kakek dan Nenek juga ingin menimang cucu perempuan. "Pasti manis...", itu kata mereka.

Jam 11 malam Ibu melahirkan. "Lebih cepat daperkiraan dokter", begitu Bapak bilang. Harusnya gue masih ada diperut Ibu sampai beberapa hari kedepan, tapi ternyata gue lahir lebih cepat. Tanggal 8, iya, tanggal 8 yang kata Kakek gue bagus karena Pak Soeharto pun lahir di hari dan bulan yang sama. Bahkan Pak Soerkarno , presiden yang terdahulu, lahir di bulan yang sama dan ulang tahunnya hanya berselisih 2 hari.
"Indi pasti manjadi pemimpin suatu hari...", begitu Nenek bilang...

Kata Ibu waktu baru dilahirkan kulit gue sangat putih, sangat-sangat putih. Iya, putih bukannya pucat meski gue sempat terlilit ari-ari dan terlambat menangis. Rambut gue pun sangat terang, seperti serat jagung. Tapi lucunya sangat tipis sehingga Bapak bilang mungkin bisa dihitung karena cuma beberapa helai. Meski begitu alis gue tampak tebal dan tegas, warnanya pun nggak seterang rambut, tapi kehitaman meski nggak terlalu legam.


digendong ibu, whitey and blondie :)

digendong om aryo, baru beberapa hari setelah lahir :)


2,95 kg, 51 cm
Iya, gue anak yang besar, gadis yang besar...

Bapak bilang pipi gue gembil dan badan gue berisi. Nggak gemuk, tapi menggemaskan karena gue bayi yang aktif.
Gue pernah menjadi juara bayi sehat meski Ibu dan Bapak nggak mendaftarkan gue sebagai peserta. Kata Ibu setiap kali ia berjalan-jalan dengan gue, pasti ada saja orang yang menawari gue untuk ikut lomba bahkan menjadi bintang iklan. Tapi Ibu bilang nggak boleh, karena gue masih 8 bulan. Tapi akhirnya gue sempat juga menyicipi masuk majalah. Gue menjadi bintang iklan produk perawatan bayi. Sayangnya Ibu lupa dimana ia menyimpan fotonya...


8 bulan, sama Uak Ai, my coolest uncle. sekarang meja belajarnya jadi punya gue lho :)

kurang dari 10 bulan, kata ibu gue baru bisa duduk :)


Usia 1 tahun gue sering jatuh sakit. Untungnya hanya yang ringan-ringan. Ibu bilang gue pandai bicara dan bernyanyi, padahal biasanya bayi seusia itu masih belum jelas kata-kata yang keluar. Sayangnya gue sempat agak kurusan meski cuma berlangsung beberapa bulan.


lagi diacara ultah alm. kakek. pipi gembil sempat hilang :( oya, gue lupa lagi ngobrol sama siapa ini, hihihi...

bersama mas dani, kakak sepupu. i love my outfit :)


Usia 2 tahun pipi gue kembali gembil, Bapak bilang dia tahu kalau sudah besar gue pasti akan menjadi seniman. Katanya gue suka sekali "bermain" keyboard, menari dan menggambar. Semua dicoreti, meski begitu gue anak yang penurut, gue nggak pernah mencoreti tembok, hanya kertas dan buku mewarnai. Beberapa hari sebelum ulang tahun gue terjatuh ketika menari bersama Ibu. Mata gue pun masih terlihat lebam dihari ulang tahun, hehehe...


mau tiup lilin sampai bibir manyun, pipi tambah gembil, hihihi. notice under my right eye? iya, masih lebam!

love to play keyboard and dressed up. lihat sepatunya! :)


Rambut gue adalah yang paling susah berubah. Ibu bilang ia sering memberi rambut gue kemiri dan lidah buaya supaya lebih hitam dan tebal. Tapi ternyata Tuhan memang ingin menganugerahi Ibu dan Bapak dengan anak perempuan berambut terang dan lurus. Baru diusia 5 tahun rambut gue tampak menggelap, menjadi kecoklatan dan coklat tua sampai sekarang...

ulang tahun ke 3. selain kado yang ditangan, di perut ibu juga ada kado buat gue, lho :)

takut-takut main ayunan. hihihi, lihat deh gue pakai tas kepit. centilnya indi kecil! :)

mau pose ala model apa daya matahari terik bangeeeet, hihihi. ini gue hampir 4 tahun, digendong sama kerabat bapak :)


Begitulah masa kecil gue. Dikelilingi dengan keluarga yang penuh cinta dan penuh harapan baik. Gue harap gue bisa menjadi seperti harapan mereka dan tetap dikelilingi cinta sampai kapanpun. Kelak, kalau gue sudah menikah dan memiliki putri kecil sendiri, gue akan memperlakukan ia seperti Ibu dan Bapak memperlakukan gue dulu.

Oh, ya, setelah memperhatikan foto-foto lama gue, ternyata ada satu hal yang nggak pernah berubah... Lesung pipit yang sama selalu kelihatan setiap kali gue difoto :)


6 tahun, rambut gelap tebal, berlesung pipi :)


sekarang, berambut gelap tebal (cokelat tua, lihat akarnya.terlihat terang karena blitz), berlesung pipi :)





Kamis, 28 Juli 2011

I welcome Sponsorship on My Blog! :D










I welcome sponsorship on my blog!





Bentuk sponsor ada dua pilihan:

1. Sponsored Item/Review

Jika anda memiliki toko, produk atau jasa dan ingin saya mengiklankannya di blog saya, anda dapat mengirimkan produk anda dan saya akan mereview'nya di blog saya. Review akan bertahan di post selama 1 minggu sebelum post berikutnya.


2. Sponsored Giveaway

Saya akan membuat giveway (kuis) dengan produk anda sebagai hadiahnya.


(Saya merima produk makanan, kecantikan/kosmetik/salon, gadgets dan semua produk fashion KECUALI pakaian yang serupa/sejenis dengan Toko Kecil Indi).


Kelebihan menjadi sponsor di blog saya:

- Blog saya dikunjungi oleh ribuan pengunjung.

- Blog saya memiliki +500 followers hanya dalam hitungan bulan.

- Blog saya sering mendapatkan award dan di review oleh blogger lain.

- Blog saya sering dipromosikan di acara TV, majalah, fans page (dengan jumlah +20.000 orang fans) dan twitter (dengan jumlah +1.000 orang followers)

- IT'S CHEAP AND EFFECTIVE!


Tarif:

Anda memberikan produk atau jasa kepada saya termasuk akomodasi (jika ada tempat yang harus dikunjungi).
Jika produk tidak memungkinkan untuk dikirim/tempat tidak memungkinkan untuk dikunjungi, anda dikenakan tarif Rp.50.000 untuk satu minggu penuh.


Jika tertarik silakan SMS saya di 081.8618.363.


Indi (click here to my twitter)




UPDATE: Sampai 21 November 2011 followers blog ini sudah bertambah menjadi 888 followers, twitter menjadi 1.679 followers dan sudah mendapat 7 sponsor.


photographer: daddy

wardrobe: toko kecil indi

Selasa, 26 Juli 2011

Dork is a New Cool (and "Hello Stranger" photoshoot with my Brother) :D

Waktu kecil sampai awal remaja, gue sering dipanggil si kutu-buku, geek, nerd bahkan dork. Semua panggilan itu datang berkat penampilan gue yang berkaca mata tebal dan berback-brace. Bayangkan saja sejak masih SD mata gue sudah minus dan semakin bertambah parah beberapa tahun kemudian (sampai sekarang). Dan di waktu gue SMP "aksesoris" gue nambah lagi karena gue di vonis scoliosis. I wore a back brace for a whole my teenage years. Ya, I am a truly nerd.


Nerd. n Slang: unattractive person (Free Dictionary by Farlex).


Dengan penampilan seperti itu (dulu) gue sering dianggap lemah. Berteman dengan gue dianggap "kurang keren" dan nggak asyik untuk diajak hangout. Gue ingat waktu SMP ada sekelompok anak perempuan yang berpendapat bahwa gue nggak menarik. Salah satu dari mereka pernah bilang kalau gue mungkin nggak akan pernah punya pacar. Laki-laki suka perempuan yang seksi dan menarik. Bukan yang wajahnya hampir nggak kelihatan karena terlalu banyak "aksesoris". Begitu.
Waktu itu gue pikir, bagaimana mereka mengerti soal seksi dan apa yang disukai laki-laki? For God sake, they're only 13...

Bukannya gue nggak peduli, gue juga terkadang nangis dan mengadu sama Ibu. Tapi nggak sering karena meski Ibu pernah remaja (of course! Hehe), gue yakin situasi sekarang pasti berbeda dengan dulu. Gue lebih nyaman cerita sama buku harian dan sometimes I'm crying until fall a sleep, berharap besok lebih baik.
I don't know what's wrong with me. I love myself, gue nggak pernah membenci apapun dari diri gue. Gue bahkan suka kaca mata dan brace gue. Gue baru tahu artinya "minder" setelah ada yang mengejek habis-habisan. Diluar itu, ya gue nyaman.

Gue terus berkaca mata sampai kelas 3 SMA. Semakin tebal tetapi semakin percaya diri. Gue duduk satu bangku dengan Dhian, perempuan yang juga berkaca mata ---note this--- tebal. Tanpa sadar kami membuat satu sama lain lebih kuat. Waktu SMP gue selalu takut untuk pergi ke perpustakaan meski sebetulnya itu tempat kesukaan gue. Tapi di SMA gue nggak perlu takut diganggu kakak kelas "seksi" (yes, seksi dalam tanda kutip dalam artian minim --pakaian dan cara berpikirnya--, they're shallow, sorry) karena Dhian selalu bersama gue. Kami, dua kutu buku pun akhirnya bertambah menjadi 3, lalu 4 orang dan seterusnya, karena rupanya ada beberapa murid yang hampir sama dengan kami: berpenampilan "berbeda", lebih suka ke perpustakaan daripada ke kantin tapi sayangnya takut untuk menunjukan siapa diri sendiri.


Terkadang mereka harus pura-pura menjadi sama supaya aman dari ejekan dan "label-label" dangkal dari teman-teman sekolah. Mereka bahkan harus menolak "ranking" karena nggak mau itu jadi "masalah"...


Gue rasa kata "berbeda" artinya tergantung dari sudut pandang orang yang mengatakan. Bagi seorang yang besar dari keluarga yang mempunyai kebiasaan makan di meja, makan di lantai atau lesehan akan dikatakan berbeda. Padahal begitu pula bagi yang terbiasa lesehan: orang yang terbiasa makan di meja itu berbeda.
Gue nggak suka kalau harus membenci sesuatu/sesorang dengan alasan "berbeda", malah deep inside gue juga berharap orang-orang yang mengganggap gue berbeda dan mempermasalahkannya akan berhenti dan sadar bahwa kami bisa berteman.

Menjadi bangga itu kan hak semua orang. Bangga dengan pakaian seksi dan kemampuan hang out 24 jam boleh saja, nggak perlu menghina yang nggak "begitu". Begitu juga menjadi kutu buku, atau yang biasa kakak kelas-kakak kelas gue sebut dengan geek, dork atau nerd (meski sebetulnya ketiga kata itu mempunyai perbedaan arti. I read dictionary, lol), tentu saja boleh bangga dan "berbaur" dengan seluruh penghuni dunia.
Love your self, nggak ada salahnya menjadi diri sendiri selama itu nggak menyakiti.

Hari ini gue nggak berkaca mata karena digantikan lensa kontak. Gue juga sudah 3 kali diundang ke acara fashion di TV untuk menjadi pembicara. Gue sekarang jadi fashion designer. Ya, I proud of it :) Tapi gue masih orang yang sama dengan yang dulu dipanggil... "you know what" (terlalu banyak pengulangan kalau disebutkan satu persatu lagi, hehe). Gue bangga menjadi diri gue apa adanya. Gue nggak menyesal ataupun 'malu' karena dulu gue nggak populer dan sering jadi korban "ejekan". This is me, and I think "they" should proud of their self too, so they can stop teasing about other people :)



Sekarang banyak yang nggak percaya kalau gue dulu berkaca mata dan berback brace. Well, the scoliosis is still here (sampai selamanya), tapi tulang gue berhenti tumbuh jadi kemungkinan kalian nggak akan lihat gue pakai brace lagi (amen...). Tapi gue masih berkaca mata untuk beberapa kesempatan, seperti hari ini. Gue dan Puja (my brother) do some silly photoshoot dengan tema "Hello Stranger". The glasses are real. Gue minus 4 dan Puja minus 1 (ya, kami beruntung bisa dapat kaca mata yang stylish, lol). Ini dia, I hope you enjoy it! :)




the cover-version, lol.




gesture yang sering nampak di hello stranger. disana diceritakan kalau yang begini itu alay, bukannya sweet, lol.



patung seperti ini ternyata ada betulan! *heran* hahaha...





Dork: someone who does things that are kinda silly and not neccessarily cool but always cute (Urban Dictionary)



foto-foto: our lovely daddy.
puja: he's own daily outfit.
me: red rose by toko kecil indi (klik DISINI untuk melihat/memesan dress ini/koleksi lain)


do not copy any design by toko kecil indi. thanks :)








Hello Stranger quick review: Dua orang asing bertemu waktu menjadi turis di Korea. Film ini banyak sindiran mengenai betapa "meng-Korea"nya manusia sekarang sampai-sampai lupa dengan budaya sendiri. Padahal budaya Korea juga belum tentu pantas dengan negara lain. Malah akan terasa "silly" seperti foto-foto diatas. (movie, 2010).

Rabu, 20 Juli 2011

Another Family Dinner :)

Halo teman-teman, baru dua hari yang lalu nge'post sekarang gue sudah balik lagi, nih, hehehe. Eits, ini bukan demi meraih predikat blogger produktif, lho. Tapi ini karena di post gue sebelumnya gue cuma mempost award dan foto-foto. Jadi gue rasa nggak ada salahnya gue post selang-seling, foto-foto sesekali dan tulisan "betulan" yang mudah-mudahan bisa diambil "sesuatu"nya atau at least berbagi pengalaman :D

Ada yang pernah baca postingan gue tahun lalu tentang second family'nya Ray? Well, gue rasa nggak banyak yang pernah baca ya, soalnya waktu itu blog ini masih baru, hehehe. Kalau gitu gimana kalau sebelum baca tulisan ini sampai habis kalian baca dulu post yang gue maksud (klik DISINI untuk membaca).

Gimana? Sudah? Gue anggap sudah ya soalnya gue nggak bisa cek satu-satu jawaban kalian, hehehe.
*Apa sih, gue? Lol*

Okay, sekarang gue lanjutin lagi ceritanya. Jadi setelah "Farewell Party" itu gue dan Ray belum pernah ketemu lagi sama the Kendall's, kecuali Jim Jr yang sekarang bekerja di Jakarta. Dan tanggal 16 Juli lalu Jim Jr mengundang kami buat dinner sekalian mengenalkan calon istrinya. Surprise, surprise, she's Indonesian! Gue dan Ray langsung "Okay" saja pas dapet undangan, padahal jarak rumah kami dan Jim lumayan jauh, yah kira-kira 1,5 jam perjalanan kalau kepadatan jalannya sedang.
Jadi jam 2 siang dari kantornya Ray pesan taksi untuk menjemput kami jam 4 sore. Taksinya sih datang tepat waktu, tapi ternyata Ray'nya yang pulang terlambat karena terjebak hujan. Akhirnya kami berangkat dari rumah jam 5 sore dengan keadaan Ray berkemeja rapi tapi bersandal jepit punya Bapak gue, hihihihi (sepatunya kehujanan).

We are really in rush, undangannya jam 6 sore, tapi jam segitu kami masih diperjalanan, malah puter balik segala gara-gara macet total. Hoaaaa :O Gue yang sudah niat manis tampil dengan dress "Happy Afternoon" (klik DISINI untuk keterangan dress) terpaksa merelakan untuk sedikit kusut karena kelamaan duduk di mobil, huhuhu. Akhirnya kami sampai dengan terlambat yang nggak nanggung-nanggung, it's 7 PM already. Acaranya sudah dimulai sejak 1 jam lalu...

KLIK untuk ke toko kecil indi :)

Begitu sampai kami langsung disambut Jim dan Bella anjing Pak Gordon dan Bu Patty. Oya, setelah orang tua Jim pulang, dia memang tinggal bersama "orang tua angkat". Mungkin kalian ada yang ingat post gue tentang wisuda, waktu itu gue pakai dress bukan kebaya yang desainnya dari katalog pengiring pengantin. Nah katalog itu Bu Patty yang kasih :)
Begitu masuk kedalam rumah (so sad Bella harus tinggal diluar, hiks...) kami langsung ketemu Kak Winda, Jim's fiancee untuk pertama kali. She's such a very nice girl.

The dinner was so wonderful, kami sudah 3 kali dinner disini dan selalu enak, hehehe (haduh Indi ketahuan suka nebeng makan, lol). Awalnya sih agak canggung karena tenyata banyak orang yang nggak kami kenal (keliatannya selain untuk mengenalkan Kak Winda, Pak Gordon juga punya acara sendiri disini). Tapi lama-lama semuanya jadi fun, meski gue sempat pisah meja karena Ratna dan Ramli (teman kami juga) bawa durian! Wah, feels like an alien, even the Americans eat durian T___T Hahahaha...


happy couple and us (ray ambil fotonya mepet banget, sih? hiks)

keliatan ya kalau gue jadi 'tukul arwana' malem itu. semua kok pada 'terpukau' ngeliat gue, hahaha

macem-macem ekspresi gue yang lebih pantes untuk dipakai di film poltergeist 4, hahaha

another happy couple *wink*

Jam 8.30 malam kami pamit pulang, Jim (sebetulnya kami panggil dia "Mas Jim", tapi entah kenapa gue kaku banget ngetiknya, hahaha) dan Kak Winda (dan Bella yang lucu) antar kami ke pintu. Mereka berterima kasih berkali-kali karena kami sudah menyempatkan datang.
Gue betul-betul senang malam itu, penuh keakraban dan terasa seperti keluarga. Oh, ralat, ini MEMANG keluarga! Nggak sabar gue untuk ketemu mereka lagi dan melihat Jim dan Kak Winda menikah. Best wishes to the newest member of Kendalls family. Ditunggu undangan pernikahannya ya, Mas, Kak! :D

nb: sepulang dari rumah Pak Gordon Ray belikan gue es krim, lho. asyiiiiik, meski es krimnya sempet meleleh dan netes-netes di kerah dress, hihihi :)



widest and sweetest smile,
INDI (klik HERE for twitter link)



do not copy any design by toko kecil indi, thank you :)


Senin, 18 Juli 2011

"Inspiration Award" and Show me your room! :D

Waaah, senang rasanya selama 2 bulan ini gue dapat banyak award :D Lebih senang lagi award'nya macam-macam, nggak melulu soal fashion. Seperti kali ini gue dapat "Inspiration award" dari Dina dan Dici (punya Dici desain awardnya sendiri, lho. Cute ya?). Betul-betul nggak nyangka, soalnya gue masih "segini-segini" saja, belum bisa memberikan banyak hal untuk diri sendiri apalagi teman-teman disini (apalagi sama dunia coba. Nah, lho! Lol). Makanya gue bingung, sebelah mana menginspirasinya, ya?... Meski begitu gue ucapkan terima kasih banyak-banyak untuk Dina dan Dici yang berbaik hati memberikan award ini. It means so much to me, girls! Semoga saja award kalian ini "doa" supaya gue bisa berkarya lebih baik lagi ya. Amen...

Nah, berhubung awardnya soalnya menginspirasi (haduh selalu nggak enak setiap mengucapkan --ngetik-- kata ini T__T ), gue mau tunjukin kamar gue yang siapa tahu (mudah-mudahan, ya... Hehehe) bisa menginspirasi teman-teman blogger. Gue mungkin nggak punya prestasi yang hebat, tapi rasanya ada yang patut dibanggakan dari gue: I'm a tidy girl! Iya, meski kamar gue sempit dan nggak punya perabot bagus, gue selalu mengusahakan supaya rapi dan bersih. Soalnya kamar itu tempat gue beristirahat setelah seharian berkegiatan. Bukan itu saja, karena gue masih tinggal sama ortu, kamar itu kadang terasa seperti "rumah kecil" :)





dua foot warmer favorit untuk di kamar :)
















So, what do you think guys, am I tidy enough? :D Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kalian untuk beres-beres kamar setiap hari ya, hihihihi.
Oh, iya hampir lupa. Inspiration award ini juga mau gue kasih sama teman-teman yang sudah menginspirasi gue, yaitu: Amel, Gaphe, Grace, Fitria. Pajang award'nya di blog masing-masing yaaa. Terserah mau ambil award yang dari Dina atau Dici, hihihi. Dan jangan lupa.... SHOW ME YOUR ROOM, guys! :D


hugskisses,
INDI
(twitter? click HERE)



Special thanks untuk Dita, thanks sudah kasih "keberanian" untuk ubah "award rules", lol. *kiss-kiss*