Tanggal 29 Oktober lalu aku dapat surprise yang menyenangkan. Aku terpilih sebagai pemenang lomba kostum Halloween Trans Studio Bandung! Wow, padahal tadinya aku nggak berharap banyak, just for fun aku post fotoku yang sedang memakai kostum Snow White ke account twitter Trans Studio. Tahu-tahu aku ditelepon dan diminta datang untuk Halloween Party pada tanggal 31 Oktober for free! Bukan hanya itu, aku juga diajak untuk berparade bersama talent Trans Studio, mengikuti zombie dance dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba kostum (lagi). How cool is that? Aku sampai nggak bisa senyum-senyum saking senangnya :D
Meskipun aku nggak mempunyai kostum khusus, hanya kostum Tinker Bell handmade yang tadinya akan dipakai untuk ber Halloween di rumah
(baca ceritanya di sini), tapi aku tetap excited. Aku bahkan mengajak Ray yang memakai kostum Peter Pan untuk pergi bersama ke Trans Studio.
Sekitar jam 11 pagi di tanggal 31 Oktober kami sudah siap dengan kostum masing-masing. Mungkin karena masih pagi dan bukan weekend sepanjang jalan dan tempat parkir Trans Studio Mall tampak cukup lenggang. Which is good, karena membuatku dapat nomor urut peserta kostum kontes yang cukup awal, yaitu nomor 5, hehehe. Begitu tahu kalau aku datang bersama Ray yang juga memakai kostum, panitia menawari Ray untuk ikut kontes juga. Langsung saja aku setuju, soal menang atau kalah itu nggak masalah. Kami hanya mau have fun, dan bisa ber Halloween di Trans Studio saja sudah membuat kami sangat senang. Lagipula aku kan sudah menang kontes kostum di twitter, masa mau berharap menang lagi? Hehehe :)


Parade baru mulai jam 1 siang, jadi aku dan Ray masih punya waktu untuk bermain beberapa wahana dulu. Sambil melihat-lihat suasana, mata kami juga mencari peserta yang lain. Hehehe, penasaran, kira-kira kostum mereka seperti apa ya. Soalnya seluruh kru Trans Studio nampaknya berdandan seram, nggak ada yang berdandan ala fairy tale seperti kami. Untuk menghindari ‘teriak-teriak karena adrenalin terpacu’ dini, aku dan Ray masuk ke Science Center. What a cute surprise, kami langsung disambut dengan sapaan, “Hai Peter Pan, Hai Tinker Bell” oleh petugas di sana. Kami terkikik geli karena kaget kostum handmade kami ternyata dikenali :D
Tadinya aku khawatir sayap yang kupakai akan merepotkan, tapi ternyata nggak sama sekali. Aku dan Ray menikmati ‘bermain’ dengan alat-alat peraga science tanpa masalah. Meskipun sudah beberapa kali ke sini tapi masih tetap seru, kami mencoba hal-hal yang di kunjungan sebelumnya belum sempat. Favoritku adalah simulasi bowel system, bukan karena tertarik dengan cara kerjanya, tapi aku suka saat tanganku ikut tersedot ke pencernaan! Hahaha, I’m a Peter Pan at heart :p Dan yang paling lucu waktu Ray mencoba menarik dirinya sendiri dengan sistem katrol. Sekeras apapun ia berusaha, kursinya sama sekali nggak bergerak. Hmm, aku nggak mengerti dengan ilmu fisika (padahal di sekolah jurusan IPA, lol), tapi pengunjung lain pun nggak ada yang berhasil. Jadi asumsiku memang begitulah seharusnya alat itu bekerja, hahaha.
Setelah itu kami bermain sebentar di Broadcast Museum. Setelah tahun lalu mencoba menjadi dubber Si Unyil (OMG, lol), kali ini kami (tepatnya aku) mencoba menjadi pembawa acara infotainment di depan green screen. Konyolnya karena bajuku berwarna hijau, kepalaku jadi tampak melayang-layang di monitor. Cocok banget, aku kan Tinker Bell :p
Nggak terasa sudah hampir jam 1 siang, aku dan Ray langsung menuju Magic Corner. Di sana kami bertemu dengan Rama yang meneleponku. Ia memberiku selamat dan memberi sedikit pengarahan untuk parade yang sebentar lagi berlangsung. Katanya aku dan Ray cukup mengikuti rombongan dan melambaikan tangan ke arah pengunjung. Aku yakin hanya kami yang diberitahu untuk berekspresi ceria, karena ternyata peserta lainnya berdandan seram-seram! Super seram malah! Aduh, aku jadi merasa salah kostum di saat pesta kostum. Kami nampak seperti penghuni Neverland yang nyasar ke serial Walking Dead :’D
 |
| The Walking Death VS Fairy Tale, lol. |
Meski begitu kami menikmati sesi parade. Awalnya memang awkward karena yang lain memasang straight face dan seram, sedangkan kami tersenyum ramah. Tapi setelah dipikir-pikir ini memang role yang paling pas buatli, selain anti make up (aku nggak suka kalau wajahku harus kena darah-darahan, uh) aku juga paling nggak bisa menahan untuk nggak cengar-cengir. Kebayang kan kalau pakai kostum seram tapi aku ketawa-ketawa pengunjung langsung kabur, soalnya seramnya jadi double, hahaha :D
Thumbs up lho untuk talent Trans Studio, make up nya keren dan real. Ada yang berdandan seperti boneka Annabelle, Vampire, The Grinch, Death Angel sampai pocong. Aura Halloween pun jadi semakin terasa karena parade berhenti di Magic Corner, dekat dengan wahana Dunia Lain, hiiiiii :D
 |
| Bersiap-siap untuk parade :) |
 |
| Satu-satunya talent yang match sama aku: The Grinch, hahaha :p |
 |
| Cool costumes! :) |
Setelah selesai parade suasana menjadi semakin seru karena talent dan peserta kostum tiba-tiba flash mob alias Zombie Dance. Yup, seharusnya termasuk aku dan Ray. Tapi berhubung nggak ikutan briefing (main melulu sih kami, lol) dan gerakannya ribet jadi kami foto-foto saja :p Ini keren banget lho, gerakannya kompak. Apalagi pakai lagu Thriller nya Michael Jackson, klasik, no surprise tapi nggak salah :D
Begitu lagu selesai talent dan peserta berbaur dengan pengunjung untuk sesi foto. Ini agak-agak bikin aku deg-degan. Yang lain bisa dengan mudahnya dikenali dengan kostum iconic dan menawan mereka ---atau minimal seram---, sedangkan aku dan Ray berkeliaran dengan kostum berwarna hijau terang yang lebih cocok di acara trick or treat untuk anak-anak, hehehe. But then satu persatu dari pengunjung mulai mengenali kami dan mengajak berfoto. Senyumku semakin lebar karena sayapku yang terbuat dari gantungan baju bekas dan topi Ray yang terbuat dari flanel dikenali sebagai kostum Tinker Bell dan Peter Pan :)
 |
| Sementara yang lain dance... |
 |
| Let's dance, Peter! :) |
 |
| Lifeless dolls! OMG, mereka perlu 1 ton Pixie dust dan satu milyar Happy Thoughts! :D |
We’re having a super great time, setelah sesi foto kami bebas bermain sampai jam 4 sore untuk pengumuman pemenang. Karena sibuk keluar masuk wahana, sayapku pun seringnya ditenteng, nggak lagi nempel di punggung. Bisa (lebih) bebas bermain memang lebih penting daripada keindahan kostum, hehehe. Aku mengajak Ray untuk bermain Jack and The Beanstalk (Negeri Raksasa), wahana yang merupakan first love ku waktu pertama kali datang ke Trans Studio :p Lucunya, dibanding Ray aku jauh lebih pemberani untuk permainan yang memacu adrenalin seperti ini. Kalau tahun lalu Ray sempat agak kupaksa, tahun ini ia sudah lebih ikhlas. Terbukti dengan bersedia terjun bebas dari ketinggian 13 meter sebanyak 2 kali! Hehehe, berhubung favorit jadi aku nggak mau dong kalau naik cuma 1 kali saja ;)
Kami juga bermain Transcar Racing, Dragon Riders (dua kali!) dan Marvel Superheroes the Ride 4D, yang seperti biasa kami duduk terpisah, hehehe. Setelah puas bermain, kami ke Studio Mie untuk makan dan minum sekaligus menunggu waktu pengumuman pemenang.
Jam 4 sore (lewat, hehehe) aku dan Ray ke area wahana Vertigo. Di sana sudah ada Rama dan peserta kontes kostum lainnya yang amazingly nampak rapi. Bingung juga bagaimana cara mereka memanage bermain sambil tetap terlihat bagus, sementara aku dan Ray sudah banjir keringat dan rambut berantakan, hehehe. Meskipun kami nggak berharap menjadi pemenang, tapi kami tetap penasaran dengan pengumumannya. Soalnya peserta lain kostumnya bagus-bagus sekali, jurinya pasti kebingungan, hehehe. Setelah berbasa-basi sebentar, diumumkanlah siapa pemenangnya *drum roll*
“Dan pemenangnya utamanya adalaaaaaaah....”
Bukan kami, bukan salah satu dari kami tapi peserta termuda bernama Bijoux yang super cute dengan kostum Two Faces Angel-Devil nya. Aww, kami ikut senang, dan sepertinya peserta lainpun setuju jika ia layak untuk menjadi pemenang. Bayangkan, he’s only 5 dan nggak rewel selama berjam-jam memakai kostumnya dengan wajah yang dicat. Apalagi Bijoux dan mamanya jauh-jauh dari Jakarta! Congratulation, little boy :)
Eh, tapi aku juga juara, lho. Juara hiburan tapinya, hahahaha :p Thank God, aku dan Ray mendapat another free ticket dari Trans Studio Bandung dan goodie bag dari Orang Tua Grup (OT) yang isinya setara dengan hasil Trick or Treatin’ sepanjang hari :D Tapi juara atau bukan juara, yang penting kami sangat bersenang-senang. Halloween adalah moment yang tepat untuk melepaskan jiwa kanak-kanak kami, meski sebenarnya meskipun tanpa kostum pun kami tetap Tinker Bell dan Peter Pan di hati. Kalian juga pasti bisa melihatnya, kan? ;)
 |
| With Bijoux, the 1st winner! :) |
 |
| Yay, another free ticket!! Thanks, Trans Studio Bandung :) |
Boo,
Indi
_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469