Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Kamis, 25 Desember 2014

Puisi untuk Mika di Malam Natal


24 Desember 2014

Dear Mika di surga,
Aku masih ingat hari itu. Hari dimana kamu pergi.
Kamu disampingku, tapi rohmu tidak.
Aku masih ingat rasa itu. Rasa rindu ketika kamu tak ada.
Hari ini pun aku masih rindu. Meski tahu 10 tahun bukan waktu yang sedikit...

Setiap aku mendengar musik Billy Joel aku mengingatmu.
Setiap aku menonton film Home Alone aku mengingatmu.
Setiap aku melihat sandal jepit karet aku mengingatmu.
Setiap aku tak sengaja memutar lagu Guns and Roses di playlist yang jarang kuputar aku terkikik geli... Aku mengingatmu, Mika.

Kadang aku menangis sendirian di tengah malam.
Aku rindu untuk bicara padamu. Aku rindu mendengar suaramu.
Aku takut lupa bagaimana kamu terlihat. Aku takut lupa bagaimana kamu tercium.
Karena kamu tak selalu hadir di mimpiku, Mika. Bahkan ketika aku berdoa lama-lama...

Aku masih menulis surat untukmu setiap hari, tapi tak kukirim.
Aku tak mau ibumu baca, nanti beliau sedih.
Aku masih tak mengerti kenapa kamu harus pergi.
Aku juga masih bertanya-tanya apakah kamu tidak rindu pada kami? Tak ingin kembali? 

Dear Mika di surga,
Sekarang setiap Hari AIDS Sedunia banyak orang yang mengingatmu.
Aku lupa sudah berapa ibu yang menamai putranya seperti namamu.
Bahkan ada film yang bercerita tentangmu. Dengan judul memakai namamu.
Dan itu membuatku semakin rindu...

Katanya yang sudah pergi tak akan pernah kembali. Tak akan selalu ada jika kita mengingatnya.
Mungkin kamu juga tak akan kembali, Mika. Tapi bukan berarti kamu hilang.
Aku yang terjadi sekarang mungkin caramu memberitahuku bahwa kamu tetap ada.
Mungkin Tuhan juga ingin aku menyadarinya, tapi aku terlalu sibuk dengan prasangka.

Jadi Mika, hari ini aku berjanji,
Setiap Hari AIDS Sedunia, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Setiap mendengar bayi dilahirkan diberi nama seperti namamu, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Setiap film MIKA diputar, aku akan ingat kalau kamu selalu ada.
Kamu tak kemana-mana, Mika. Berbeda rupa, tapi selalu ada...

Aku tak bilang ini mudah, tapi aku akan berusaha untuk tersenyum.
Setiap bangun dari tidur  aku tahu hari harus berlanjut.
Jika aku menangis lagi, aku akan berkata; "Berhenti. Tunggu dulu."
Karena nanti akan tiba waktunya kita untuk kembali bertemu.

Selamat malam natal, Mika. Petarung AIDS ku, pahlawanku.


sugar-pie kecilmu yang sudah besar,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

25 komentar:

  1. Luar biasa bait bait Puisi yang menggetarkan kalbu bagi siapa saja yang membacanya Bait Puisi buat Mika sangat menyentuh hati ini Semoga MIKA akan tenang di Surga TUHAN Yang MAHA ESA. Mika ingin kita semua tetap perduli dan berjuang untuk kebaikan sesama. Memberi pemahaan yang benar tentang dampak HIV AIDS adalah tanggung jawab kita semua. Selamat pagi dinihari. Salam dari Pontianak. Kalimantan Barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga siapapun yang membaca bisa merasakan apa yang aku rasakan. Amen... Kita gak boleh berhenti berjuang untuk Mika-Mika yang lain. Salam kembali dari Bandung :)

      Hapus
  2. nyimak puisinya untuk mika....menyentuh

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Wah, kenapa merinding? Semoga suka, ya :)

      Hapus
  4. sama sama mbk pipit,merinding bacanya...haru biru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, aku nulisnya memang sambil "netes", kok :')

      Hapus
  5. Bang Mika.. Semoga bahagia di surga ya.. Aamiiin.. :)

    BalasHapus
  6. membaca dulu puisi nya mba indi ..

    BalasHapus
  7. Bahagia di sana ya mika :')

    BalasHapus
  8. Semoga Mika bahagia ya di alam sana

    BalasHapus
  9. Membaca puisi tentang mereka yang telah pergi selalu menghadirkan rasa rindu pada ia yg juga tlah pergi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, aku juga kalau membaca tentang seseorang yang sudah pergi bikin aku teringat sama Mika :)

      Hapus
  10. kalo ketemu mbak indi mau minta tanda tangannya ahhh saya punya bukunya lho hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haish, buku yang mana? Hehehe. Terima kasih, ya :)

      Hapus
  11. menyentuh sekali puisinya. super girl and super boy (y)

    BalasHapus
  12. Bagus banget puisinya Ndi :D

    BalasHapus
  13. Indi emang jago bikin puisi ya...salut ama kamu....

    BalasHapus
  14. Terharu banget sama puisinya kak :')

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)