Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Kamis, 20 Maret 2014

Tentang "Waktu Aku sama Mika" :)




"Mika itu malaikat, tapi dia pelupa.
Sekarang Mika lagi ambil sayapnya...
Di surga..."

Siapa sangka bahwa puisi singkat itu merubah banyak hal? Ya, sejak pertama kali bertemu Mika memang merubah gue menjadi lebih hidup dan percaya diri, tapi gue nggak pernah menyangka bahwa tribute sebanyak 13 kata itu kelak merubah hidup gue dan mempengaruhi orang lain...

Pada tahun 2009, ketika sebuah penerbit menemukan puisi singkat itu di shoutout Friendster, gue nggak menyangka bahwa mereka benar-benar serius menawari gue untuk membuat sebuah novel. Mereka hanya mengenal gue dari 13 kata dan gue belum pernah membuat tulisan panjang sebelumnya. Tapi nggak lama kemudian gue langsung disodori kontrak dan terbitlah novel "Waktu Aku sama Mika" :)



Sampai beberapa bulan novel itu terbit, gue masih malu-malu jika tanpa sengaja melihat novel itu dipajang di rak toko buku. Ada juga perasaan haru karena "Waktu Aku sama Mika" merupakan adaptasi dari buku harian gue ketika berpacaran dengan Mika, laki-laki luar biasa yang gue kenal sejak usia 15 tahun sampai 3 tahun berikutnya karena ia mengalah dengan AIDS...
Lambat laun Mika yang sudah di surga rasanya seperti kembali menguatkan gue dan kembali hidup meski lewat kisahnya. Gue mendapatkan banyak teman baru ---mereka yang mengaku terinspirasi dari Mika--- :) 

Novel yang berasal dari 13 kata itu pun sekarang sudah dicetak berulang kali. Tahun ini sudah kali ke 12 (kalau gue nggak salah mengingat) dan sudah difilmkan dengan judul MIKA (Mika diperankan oleh Vino Bastian, dan gue diperankan oleh Velove Vexia)
Hampir 5 tahun sejak "Waktu Aku sama Mika" diterbitkan dan gue masih tetap terharu jika membaca komentar-komentar tentang novel tersebut. Rasanya seperti recharge semangat setiap hari, berkah setiap hari :)



"Ngena banget. Nggak kebayang gimana sosok Mika yang asli. Seorang penyayang, motivator juga PAHLAWAN. Banyak kutipan menarik dari novel ini."
(Dinata Ain)

"Kedalaman karakter Indi mengenai bagaimana merananya ia ditinggal Mika. Cara dia menyusun kata-kata, sangat jelas menggambarkan keadaan hati yang realistis. Saya tidak tahu, ini kisah nyata atau tidak, tetapi saya merasa setiap kata-katanya sangat bernyawa."
(Yohanes Octa)

"Ceritanya bagus, apalagi ini berdasarkan real story."
(Leila Husna)

"WAKTU AKU SAMA MIKA itu buku yang bagus banget. Layak dibeli deh. Gaya penceritaannya menarik, pula diksinya. Sepertinya jarang ada penulis - Indonesia atau mungkin non-Indonesia - yang menulis dengan gaya penceritaan seperti yang ditulis Mbak Indi ini. Bukunya memang tipis, namun isinya sangat luar biasa."
(Immanuel)

"Gak ngerti lagi sama buku ini. Bagus banget, keliatan banget penulisnya hatinya lembut banget, tulus banget :')"
(Febriana Giofanny)

"It did not take a long time for me to read this book. It’s a small 145 pages book with a very simple words used to form the story in it. But in that short time of reading, between those simple words, it delivers nicely a message about one of the most important aspects in life: love.
The book reminds me to love sincerely. To be grateful about life. To appreciate what you have. To share kindness no matter what condition you are in. To give people chances to show who they really is."
(Acago)

Setiap kali ada yang memuji tentang novel "Waktu Aku sama Mika" gue selalu bilang bahwa yang hebat itu Mika, bukan gue. Karena kenyataannya memang begitu. Meskipun ia sudah nggak di sini lagi, tapi Mika selalu jadi pahlawan dan membuat hidup gue lebih hidup :)

sugar pie-nya Mika,

Indi



***

Novel "Waktu Aku sama Mika" bisa didapatkan di toko buku Gramedia dan Togamas (biasanya ada di rak novel, best seller atau psikologi remaja). Atau di Indi Sugar Official, SMS atau whatsapp ke 081322339469

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

36 komentar:

  1. Aku kenal teh indi justru dari buku ini langsung cari fb dan ketemu blog. Waktu itu emang cari bacaan renyah yang enggk perlu mikir.
    Lumayan aneh tulisannya teh indie. Itu kesan pertamaku. Puisi enggak tapi diary kayak puisi, curhat iya hehehe.. di situ menarinya... kemudian beli lagi yang karena cinta itu sempurna. Dan emang mika lebih ngena teh.. sempet beli lagi kubuat hadiah untuk teman karena emang bagus dan lumayan enggak ngeruk kantong belinya hehehhe

    BalasHapus
  2. Sweet ^^




    恵美より ♥

    emi-doll.blogspot.jp

    BalasHapus
  3. emang Indi berhati lembut.... suka deh dengan foto paling bawah, paduan warnanya bagus.... tapi sms ku gak di reply loh buat beli buku Fun English for Preschoolernya. ihikkkksssss

    BalasHapus
  4. Mbak.. Aku masih ngembeng aja nih kalo baca buku ini. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil, terutama untuk tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya aja..

    Semoga Mika bahagia di surga. :')

    BalasHapus
  5. Aku suka banget sama novel ini. Gaya penceritaannya unik. Buku kedua kak Indi yang "Karena Cinta Itu Sempurna" juga gak kalah bagusnya :)

    BalasHapus
  6. aku tahu buku indi justru dari blog ini ya :)

    BalasHapus
  7. aku tahu buku indi justru dari blog ini ya :)

    BalasHapus
  8. wah saya belum baca mb buku waktu aku sama mika.. soalnya belum tahu.. tahu blog nya mb indi saja dari blog walking.. hhe, ntar di cari deh bukunya.. :)

    BalasHapus
  9. ternyata ini behind storynya... berawal dari 13 kata di puisi singkat?

    Wuah, Mbak benar2 orang bejo deh :D

    Sesuatu yang dalam dan bermakna ternyata seringkali justru diawali dari sesuatu yang sederhana yaa :D

    BalasHapus
  10. ahhh seru dehhh... bisa jadi penulis karena ada orang yang ngeliat tulisan kita..

    I Hope Soo... ^_^

    BalasHapus
  11. @ NUNU: Oh, jadi kamu sudah baca ya? Makasih, ya :) Hehehe, aku malah ngerasanya gak aneh, gaya aku kalau nulis diary memang begitu :)

    @ EMI: Thanks :)

    @ RIKA: Amen... mudah-mudahan aja beneran lembut, hihihi. Makasih, ya, itu bapakku yang fotoin. Judulnya salah, yang betul "Conversation for Preshoolers" :)

    @ BEBY: Terima kasih, ya, thank God kalau bermanfaat. Amen... :)

    @ ELFRIDA: Wah, sudah baca "Karena Cinta itu Sempurna" juga? Terima kasih ya :)

    @ LIDYA: Ayooo, sudah baca bukunya belum, mbak? :)

    @ IRPAN: Ayo baca, siapa tau suka, hehehe.

    @ MIZUKI: Aku bukan bejo, tapi blessed, hehehe :)

    @ DYAH: Sama serunya kalau kirim tulisan lalu disukai. Iya, kan? :)

    BalasHapus
  12. Waah kalau membaca pasti mantap nih

    BalasHapus
  13. Mika bakal setuju banget kalo kamu yang hebat :)

    BalasHapus
  14. Menyentuh sekali novel MIKA ini. Dari sebuah catatan harian bisa bertarnsformasi menjadi sebuah novel indah yang menginspirasi semua orang. Tentu menarik untuk membacanya dan mengetahui ending akhir novel yang mengharu biru ini.

    BalasHapus
  15. aku nangis waktu baca Waktu Aku Sama Mika :')

    BalasHapus
  16. baca diary indy sejak tahun 2007 trus sempat baca blog mika juga, sudah yakin one day indi pasti jd penulis hebat...;)
    paling ingat tulisan mika tntang pinjam-meminjam. katanya dia minjam segala hal dari indi supaya bisa dikasih banyak waktu buat ngembaliin semuanya......
    semoga slalu menginspirasi ya indi...:)

    BalasHapus
  17. reminds me, i gotta buy that "Waktu Aku sama Mika" DVD.. :-D

    sukses terus yah Indi.. u're so inspiring..

    BalasHapus
  18. WOAAA WOAAA CONGRATTSS Miss!!

    Ini jadi spirit-booster aku nih. kak. biar bisa berkarya juga.

    Coming soon!
    Whoot whoot!!

    BalasHapus
  19. Wahh novel Mika ini pasti akan ku cuba untuk dapatkan nya.. tapi harap2 ada dijual di Malaysia :D

    BalasHapus
  20. aku belum baca, padahal ud sering dpt review,bulan depan harus masuk list belanja bulanan ;D

    BalasHapus
  21. Waaaaah...
    Jadi novel itu ternyata Indi yang nulis toh?
    Keren sekaliiiii...
    Pernah lihat di gramedia, nanti pasti aku beli deh yah!

    BalasHapus
  22. Mika memang malaikat ya kak :')

    BalasHapus
  23. Iya Mbak. "bejo" atau keberuntungan itu karunia Tuhan juga kan :D

    BalasHapus
  24. @ YAHYA: Ayo baca kalau gitu :)

    @ EFNU: Amen... Tapi bagiku tetap Mika yang jadi pahlawannya :)

    @ HATRED: Thank you :)

    @ CORETAN: Terima kasih, mbak. Sudah baca bukunya belum? :)

    @ ANNESYA: Wah... terima kasih ya sudah membaca :)

    @ RHEY: Terima kasih, ya. Tapi itu puisinya Bob, bukan Mika, hehehe.

    @ LYLIANA: Kalau filmnya judulnya MIKA, mbak :)

    @ AUL: Thank you, Aul. Ayo, semangat ya :)

    @ TIME: Sayang sekali di Malaysia belum tersedia :(

    @ ROSA: Asyiiiik, cerita-cerita kalau sudah beli, ya :)

    @ BIBI: Iya :D Terima kasih, ya :)

    @ DHEYA: An angel and a hero :)

    @ MIZUKI: Betul :) Tapi aku lebih suka disebut diberkati :)

    BalasHapus
  25. Jadi pengen baca.. salam kenal.. :)

    BalasHapus
  26. huwaaaaa.... ternyata ini penulis novel yg buat film MIKA *,* aku suka banget film itu. mau nyari novelnya tapi selalu lupa *ngarep dikasih gratis (becanda). seneng banget blog aku dikomen penulis hebat :))

    salam kenal ya dari http://rpdksm.blogspot.com/ :))

    BalasHapus
  27. Baru tau ternyata novel yang saya lihat 2 bulan yang lalu karya mbak indi ya,,_
    tapi belum sempat baca,,_

    BalasHapus
  28. Novelnya masih ada gak mbak?

    BalasHapus
  29. novelnya masih ada gak di gramed?

    BalasHapus
  30. Ntah saya ketinggalan atau apa tapi saya udah nonton film MIKA lbih dari 20 kali :'D Ngga pernah bosen... Mbak Indi Anda Luar Biasa... I Like.
    Novel nyaa Masih ada ngga yaa :'((

    BalasHapus
  31. Kak indi tau? Aku benar - benar suka novel kakak yang satu ini, aku sudah membacanya hingga tuntas dan aku telah menghabiskan 2 tisu besar sekaligus, bukannya saya terlalu drama queen tapi dari awal sampai aku selesai membaca novel aku masih menjumpai diriku menangis terseduh - seduh, aku tidak tau seberapa besar cinta kak indi sama mika, aku rasa mika bakal tersenyum di surga.

    BalasHapus
  32. Inget banget deh ketemu novel ini di toko buku deket sekolah jaman SMP dulu. Berawal dari kepo karena judulnya ada nama crush temenku. baca diem2 di toko buku dan nangis berduaan kayak orang edan hahaha akhirnya gak tahan cuma baca di toko buku, dibeli deh. sampe sekarang kalo baca itu selalu nangis. the best story ever dehh (:

    BalasHapus
  33. Terimakasih mbak indie. Kisahnya sama bang mika jadi penyemangat buat saya. Terimakasih banyak. TERIMAKASIH.

    BalasHapus
  34. Novel nya simple, bahasa nya ringan dan gak muluk muluk, suka banget sama makna di tiap page nya, haa.. Awsome story ever..

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)