Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Minggu, 04 Desember 2011

Lebih dari Itu :)




Halo bloggies! It's me again, Indi, hehehe :) How's your week? Semoga menyenangkan, ya. Mine is fun and fine, di awal minggu sampai jumat masih berkutat dengan novel dan beberapa desain untuk pesanan customers, sedangkan sisanya gue habisin dengan having quality time sama Ray. Kami sempat main game racing car, karaoke dan dinner. Don't ask about our voice ya, lebih terdengar seperti teriak sambil ketawa-ketawa daripada nyanyi :p
Hal menyenangkan lainnya datang dari Queen Bee shop, mereka mengirimi gue paket yang berhasil bikin gue 'kyaaaaaa' sambil angkat satu kaki kaya di film-film kartun (well, okay part terakhir berlebihan, lol). Gue dapat 4 item cute yaitu tank top hitam, bolero polkadot orens, short ungu dan kalung mutiara dengan liontin bow! :D Tadinya sempat khawatir celananya kedodoran, tapi ternyata ukurannya pas banget, dipakainya pun nyaman karena ada karet dan tali yang bisa disesuaikan. Meski tetep bikin gue jalannya jadi agak-agak aneh, soalnya... sudah tahu kan kalau terakhir gue pakai celana itu 1 milyar tahun yang lalu? :p So, how do I look in pants? Sepertinya pantas juga ya, hihihi... Pokoknya terima kasih banyak untuk Queen Bee shop. Minggu depan kalau gue jalan-jalan bisa pakai baju baru, deh ;)

What I wore: Bow headband: Toko Kecil Indi | bolero, tank top, short and pearl necklace: Queen Bee Shop | Shoes: Fillmore


untuk melihat-lihat koleksinya dan pemesanan, klik DISINI :)

 
details? click here.


Masih di minggu yang sama, ada hari AIDS sedunia, tanggal 1 Desember lalu tepatnya. Ini sudah tahun ke 7 gue tanpa Mika. Eh, ralat, tapi keluarga dan teman-temannya juga, sudah ditinggal Mika ke surga. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, perasaan gue selalu campur aduk: rindu, khawatir, bangga, sedih... pokoknya banyak. Kalau sudah begini gue suka terkenang-kenang lagi dengan masa-masa SMA gue... Masa dimana Mika masih ada dan kami berpacaran :) Dia utuh sebagaimana Tuhan menciptakan manusia sesuai fungsinya, dia juga pemberani, serius, terkadang lucu dan selalu bisa membesarkan hati gue. Mika mencintai gue apa adanya dan nggak pernah memandang gue 'sebelah mata' seperti banyak laki-laki lain sebelumnya. Itulah yang membuat dia berbeda: sifatnya, bukan karena AIDS yang dia idap.
Gue rasa teman-teman gue pun akan menyukai Mika andai saja mereka nggak tahu bahwa Mika itu ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Sejak saat itulah gue mengenal apa yang namanya stigma, diskriminasi dan image negatif. Mika sering dibilang nakal dan nggak bermasa depan. Bahkan beberapa teman gue (well, dengan sifat seperti itu mereka nggak pantas dibilang 'teman', sih...) berani bertaruh bahwa Mika itu pecandu drugs atau pelaku seks bebas. Lalu apa itu benar? I don't know, and I don't even wanna know! Waktu itu gue pikir, kenapa orang nggak bisa menyukainya karena kepribadiannya?

Intinya, waktu itu hubungan kami nggak mudah. Tapi bukan berarti nggak bahagia, karena seperti yang sudah gue sebutkan Mika mempunyai kepribadian yang menyenangkan. He's a real live entertainer, hehehe, he's my hero :)
Sampai di tahun 2004 Mika meninggal dunia. Entah apa alasannya stigma negatif malah ikut melekat pada gue. Gue sering dibilang 'bekas pacar pengidap AIDS', dan laki-laki yang mendekati gue bakal kena aib-nya. Aib? Ho'oh, aneh kan? Padahal apa bedanya dengan 'bekas pacar pengidap flu', 'bekas pacar pengidap panu', atau 'bekas pacar pengidap sariawan'? Itu cuma penyakit, sickness, illness. Nggak lebih! Gue nyaris nggak mendapatkan empati dari sekitar, seolah gue nggak punya hak untuk bersedih karena yang meninggalkan gue adalah seorang pengidap AIDS...

Dua tahun setelah kepergian Mika gue pun memutuskan untuk menghapuskan stigma negatif pada Mika-Mika lainnya. Iya gue tahu memang nggak mudah. Tapi gue pikir kalau semakin banyak yang menyebarkan informasi benar soal HIV/AIDS, akan semakin banyak pula yang mengerti. Gue bergabung di Yayasan AIDS Indonesia yang letaknya di Jakarta (I live in Bandung, but Mika's born and grown there :) ), dan nggak lama setelah itu menerbitkan novel "Waktu Aku sama Mika". Menjadi volunteer dan menulis novel tujuannya tetap sama, gue ingin lebih banyak orang setuju bahwa manusia hanya bisa dinilai dari kepribadiannya, bukan penyakitnya.

Lambat laun gue mulai merasakan hasilnya. Gue memang nggak merubah seluruh dunia, tapi seenggak gue mulai mendengar komentar positif soal Mika. Gue masih ingat, pengen menangis rasanya waktu membaca blog seorang ibu yang bilang bahwa dia ingin putranya menjadi orang sebaik Mika, santun dan sopan terhadap perempuan. Dan sungguh kebetulan yang manis, nama putra ibu itu juga Mika :) Semakin lama semakin banyak komentar positif yang gue dapat. Gue sering mendapatkan email dari perempuan-perempuan muda yang tiba-tiba 'mengidolakan' Mika. Mereka berharap mendapatkan pasangan yang seperti Mika kelak, yang mencintai secara utuh dan tanpa syarat. Luar biasa, gue bahkan disebut sebagai perempuan yang beruntung karena pernah mengenal Mika. Bukan lagi sebagai aib karena pernah berpacaran dengan ODHA. Mika dinilai lebih dari itu, orang-orang mulai bisa melihat jiwanya sebagai manusia yang utuh diluar penyakitnya dan... mempunyai kepribadian menarik seperti yang gue rasakan semenjak pertama kali mengenalnya :)


Bersama novel 'Karena Cinta itu Sempurna' dan 'Waktu Aku sama Mika'. Karya-karya gue untuk alm. Mika :)


Rasanya menyenangkan waktu orang-orang mengingat Mika sebagai orang baik, bukan malah menyebut nama penyakitnya dan berkata yang nggak-nggak :) Dan di hari AIDS sedunia tahun ini, ada kejutan menyenangkan, novel 'Waktu Aku sama Mika' cetak ulang untuk yang ke 9 kalinya! Malah yang lebih mengejutkan lagi novel 'Karena Cinta itu Sempurna' yang baru diterbitkan tahun ini pun sudah cetak ulang untuk ke 4 kalinya. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah pencapaian yang biasa, tapi menurut gue ini adalah prestasi yang 'luar biasa', mengingat kedua novel itu berisi tentang isu HIV/AIDS. Gue mendapatkan banyak pesan di facebook, email dan twitter dari teman-teman pembaca yang isinya menguatkan hati gue, sungguh melegakan. Rasanya pita merah benar-benar terbalik dan unvictory berubah menjadi victory :) Tapi di waktu bersamaan ada 'kejutan' nggak menyenangkan. Teman-teman di twitter banyak yang meminta gue untuk membaca 'time line' nya Kak Fajar, seorang ayah yang juga ODHA. Ternyata Immi, anak dari Kak Fajar ditolak untuk masuk SD Don Bosco setelah sebelumnya diterima. Alasannya benar-benar nggak masuk akal dan dangkal karena pihak yayasan menyatakan belum memliki kesiapan khusus memiliki murid ODHA. What the...??? Memangnya Immi sudah pasti terpapar ayahnya? Kan nggak. Dan... wait! Kesiapan khusus apa yang dibutuhkan sekolah untuk menerima murid ODHA? Haduh, yang benar saja, deh... masa mengada-ngadanya seperti mau bohongin anak TK.

Sebenarnya poin dari masalah ini bukan tentang bagaimana caranya Immi bisa masuk SD Don Bosco, tapi bagaimana caranya pihak yayasan bisa mengerti bahwa manusia mempunyai hak yang sama, apalagi untuk mengenyam pendidikan. Mau bilang 'mereka mungkin belum dapat pengetahuan yang cukup soal HIV/AIDS' tapi hati gue ini selalu bilang "masa sih?". Rasanya agak aneh saja kalau lembaga pendidikan nggak tahu bahwa flu bisa lebih mudah menular daripada AIDS. Kalau nggak siap menerima murid ODHA bagaimana mereka bisa siap menerima murid-murid lain yang notabene anak-anak pasti langganan dengan flu, batuk, demam dan sebangsanya, dong? Non sense, ah! *pasang wajah kecut*

Padahal, kalau saja mereka mau pikir lebih jauh, mendiskriminasi ODHA itu membuat mereka merugi serugi-ruginya. Lebih rugi dari bangkrut lah. Coba bayangkan kalau jika ada ODHA yang berprofesi sebagai guru, petani, ilmuwan, atlet atau lainnya yang berguna bagi masa depan bangsa. Mendiskriminasikan mereka sama dengan menghambat perkembangan negara. Kalau ada guru karena status HIV diberhentikan, yang rugi siapa? Kan murid-muridnya juga a.k.a calon penerus bangsa. Sejak tahun 2010 saja ada 130 ribu orang terinfeksi HIV/AIDS di Indonesia. Bukan jumlah yang sedikit tuh. Kalau setengahnya dari mereka masih bekerja dan produktif, terus diberhentikan... well, it's our lost, then...

Gue harap nggak akan ada lagi Immi-Immi yang lain. Gue harap Kak Fajar terus semangat untuk membela hak-nya. Pasti lelah banget untuk memberitahu pihak-pihak yang telinganya disumbat (dalam arti sebenarnya), tapi percayalah hasilnya akan sepadan kalau diperjuangkan. Gue memang nggak bisa bantu apa-apa, cuma bisa bantu doa dan dukungan saja... gue harap nanti bisa lebih. Oya, tadi Kak Fajar twit gue, katanya dia mendoakan Mika. Thank you, Kak :)
Meski begitu, ada cerita-cerita positif tentang pengidap HIV/AIDS yang diterima dengan baik di masyarakat. Memang belum terlalu banyak yang open status, tapi gue punya beberapa bukti nyata (baca: orang yang gue kenal baik). Salah satunya adalah seseorang yang sudah gue anggap kakak. Well, gue nggak bisa sebut namanya karena gue belum bilang sama dia mau bikin tulisan ini, but I will tell you about this guy. Dia adalah seorang anak, suami dan ayah bagi keluarganya. Profesinya sangat luar biasanya yaitu di bidang perfilman, dan soal prestasi nggak diragukan lagi, kakak gue ini sudah banyak yang mengakui kehebatannya. Sampai-sampai salah satu film buatannya berhasil bikin Bapak terharu-biru, lho, hehehe :) Dia orang yang beruntung, karena keluarganya sangat mendukung. Dia juga bukan orang yang tertutup dan nggak pernah malu sama statusnya sendiri. He's a perfect role model. I really proud of him, bukan karena statusnya, tapi karena prestasinya. Gue yakin jika ada orang yang menyebut nama kakak gue ini, dia akan dikenal dengan profesinya :) Nanti jika dia mengizinkan gue bercerita banyak tentangnya disini, gue akan bahagia sekali karena gue yakin kisahnya akan memberikan pengaruh positif.

Bloggies, dan teman-teman yang berkenan membaca tulisan ini, gue yakin banyak diantara kalian yang mempunyai kenalan, teman bahkan keluarga yang mengidap HIV/AIDS. Let's spread to the world that our family and friends who living with HIV/AIDS is human too, biarkan mereka dinilai berdasarkan pribadinya dan kemampuannya. Don't play God dan men-jugde seseorang berdasarkan statusnya. Gue percaya semakin banyak orang yang mengerti, akan semakin berkurang juga soal stigma, diskriminasi dan hal nggak masuk akal lainnya.
Gue sekarang dikelilingi orang-orang, sahabat dan keluarga yang suportif. Gue bahagia karena Mika sekarang dikenang sebagai laki-laki baik, laki-laki yang menghormati gue dengan utuh dan tulus. Nggak ada yang berani mengusik itu atau pun memprotes bahwa Mika nggak begitu. Bahkan Ray, pasangan gue sekarang, dia sangat menghormati Mika. Ray memandang gue sebagai seorang perempuan yang pernah berpacaran dengan laki-laki hebat dan dia harus menjadi hebat juga untuk gue seperti yang Mika dulu lakukan. Ray bahkan nggak pernah bertanya kenapa Mika bisa terkena AIDS karena itu nggak penting. Yang dia tahu Mika adalah orang baik. That's it, hanya itu yang penting :)

Bahkan di hari Ray proposing gue, dia memasukan cincinya di jari tengah gue, bukan di jari manis. Tahu kenapa? Karena di jari manis gue sudah ada cincin dari almarhum Mika. Ya, Ray's respect him that much... :)

Gue harap suatu hari seluruh orang di dunia akan bisa menghargai sesama secara utuh... Bukan dari apa yang dia idap. Bukan dari apa yang dia lakukan di masa lalu... Amen...





update: 5 Desember 2011, Kak Fajar dan Immi akhirnya menang.
_________________________________________________________________
Contact Me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.


61 komentar:

  1. celananya lucu banget kak (:

    Mika itu sosok yang hebah loh kak ((((:
    pasti sekarang dia lagi senyam senyum disisi Tuhan sambil dengan bangga selalu melihat kak indi (:

    BalasHapus
  2. ya... selamat hari HIV/AIDS Mika... :)

    BalasHapus
  3. I love the pink shorts and that top! You look so warm and happy, I hope you are having an amazing weekend!

    BalasHapus
  4. kalungnya lucuuuu ^^
    oh iya, di sekolahku setiap hari AIDS, semua warga sekolah pakai pita merah di bajuny. Seneng deh karena semuanya kompak dan mau berpartisipasi :)

    BalasHapus
  5. indi kalau lagi bergaya begini yang moto siapa ya? hihihi pertanyaannya iseng bgt ya

    BalasHapus
  6. Indi, celana nya bagus banget.. its suit on u.. beneraan, pas banget..

    tapi saya paling suka sama sepatu indi yang kuninnng.. kerennnn.... (#Mahal gak?#)

    ehm, mengenai Immi, saya prihatin banget. seharusnya pihak sekolah, apalagi seperti don bosco, harusnya lebih bijaksana menyikapi ini ya..

    gak banget deh, apalagi untuk perkembangan psikologi Immi ke depannya, dia pasti bakalan minder dan trauma...

    tetangga saya, seorang anak muda, terkena HIV Aids, positif, karena drugs, tapi meski begitu, di akhir hidupnya, dia memilih untuk bertobat, meminta maaf pada tetangga tetangga sekitar (yang dulu pernah jadi korban ketika dia masih suka sakau, saya termasuk, dia mencuri sepasang kelinci Ara yang ditaruh di kandang depan), lalu mengabdikan dirinya di mesjid di lingkungan kami, membersihkan mesjid, menyapu halaman mesjid, mencuci sajadah, dan di akhir hayatnya, dia meninggal dengan tenang, dikelilingi ibu dan saudara-saudara serta tetangganya yang telah memaafkan dia.
    well, mungkin saja kalau dia tidak kena AIDS, dia tidak pernah bertobat, tidak pernah meminta maaf (seperti yang kamu tau, sangat berat meminta maaf). dan saya sekarang mengingat dia bukan sebagai penderita AIDS, tapi sebagai seseorang yang mendapat hidayah untuk kembali ke jalan yang benar sebelum dia meninggal..

    have a nice day, Indi...

    BalasHapus
  7. Klo masalah Immi, pertama mengingat Don Bosco adalah sbuah yayasan maka keputusan bukan spenuhnya dari pihak skolah. Mungkin dr yayasan yang blum teredukasi utk siap/paham cara menangani ODHA.

    Mungkin benar sosialisai tntang AIDS sudah banyak dan sering, tapi tetap mindset rata2 orang tentang AIDA blum bisa dirubah.

    Semoga immi mendapat skolah yang lebih baik.

    BalasHapus
  8. Apa kak Fajar ini orang yang sama diceritain di blognya Enno ya Ndi? ceritanya sama, anaknya nggak boleh sekolah/yayasan di situ karena ayahnya ODHA. Sepertinya penyuluhan tentang HIV/AIDS perlu digalakkan lagi-supaya diskriminasi semacam ini nggak menjamur.

    Oh iya, bolero sama short ungunya bagus kok. Cocok aja sama Indi yang girly banget ..

    BalasHapus
  9. bajunya lucu Indi, pas banget sama karaktermu. untuk Alm Mika, semoga tenang di sisiNya yaa. nice share Indi

    BalasHapus
  10. Keren banget kostumnya, perdana berkunjung

    BalasHapus
  11. ^__^ Semoga makin banyak yang peduli sama HIV - AIDS jadi stigma buruk yang menempel bisa berkurang.

    Apalagi banyak juga kan penderita AIDS yang bukan karna mereka ngedrugs atau apapun. Mereka cuma korban orang tua yang mengidap.

    BalasHapus
  12. 'Jauhi virusnya, bukan orangnya' ;)

    btw, you look so pretty, Kak Indi:))

    BalasHapus
  13. kak indy lucu banget hehe. jadi inget aku dulu bikin tugas kelompok tentang AIDS dan musti ke Yayasan AIDS Indonesia di Slipi. :3

    BalasHapus
  14. saya juga pernah mencintai ODHA, sekarang dia masih sehat tapi cinta kami tak bisa disatukan karena keluarga saya tak mau menerima, sampai-sampai saya hanya bisa menyatukan cinta kami dalam dua novel yang berjdul Memamah Jantungmu dan Merajut Jembatan Pelangi...

    hiks...

    padahal itulah satu-satunya lelaki yang melihat saya dengan mata yang bisa berbicara dan hatinya bisa saya baca :)

    BalasHapus
  15. cute blog! I’ll follow you!
    I have a fashion blog too, I hope u'll be one of my followers on Bloglovin:-)
    thanks:-)
    VERONICA
    http://lifegivemefashion.blogspot.com

    BalasHapus
  16. Another chapter tentang Mika nih, bikin gua jadi terharu. Yeah, someday, manusia akan dapat saling menghormati dan mencintai tanpa memandang perbedaan =)

    BalasHapus
  17. Hi there.. I really like that bow.. n ur shorts :)
    Thanks for your lovely comment on my blog
    Maybe u have time to visit my blog.. pls do comment on the 2nd one if fr sure, if u can :)
    THanks

    Love
    Akanksha

    BalasHapus
  18. daet kiriman lagi. apapun pakaiannya teh indi selalu cocok.

    eh eh itu yang foto sebelah kanan. aku juga udah vaca teh ^^.
    jadi mengenang mika lagi ya?

    BalasHapus
  19. indi kelihatan beda pakai three pieces itu. keren. biasanya kan selalu pakai dress :)

    btw, cerita soal cincin yg disematkan di jari tengah itu... that is so sweet, indeed!

    BalasHapus
  20. The first photo is my favorite! :D cieee kk dapet sponsor baru lagi hehehe.. Sukses terus ya kak! ^^

    Cheers,
    Karina Dinda R. ♥
    BLOG | TWITTER | SHOP

    BalasHapus
  21. Wow! Ray's got a BIG heart! cuma orang-orang hebat yang bisa kasih respect sebesar itu kepada mantan pacar, erlepas dari apa yang sudah ia berikan dalam hidup ka indi. iya kan? I salute you, Ray :)

    BalasHapus
  22. kunjungan perdana ni salam kenal

    BalasHapus
  23. wah baru mau komentar, tumben banget kak Indi pake celana :D

    bener ya kata pepatah, jauhi penyakitnya, bukan orangnya

    BalasHapus
  24. Cute outfit dear! If you like my blog and you wanna... we could followed each other! :)

    KISSES!
    Estefanía J. ABSOstyle

    BalasHapus
  25. @ RINI: makasih :) amen.. semoga saja mika bangga ya :)

    @ AQUA: makasih :)

    @ SARA: thanks sara :) you too, hope u have a g8 week :)

    @ SITI: makasih :) semoga pita merah itu benar2 jadi simbol peduli ya. bukan sekedar aksesoris :)

    @ LIDYA: my daddy :)

    @ MEILYA: makasih, mbak. itu sepatunya dari ray. kalau gak salah harganya gak mahal, kok (mahal2 sayang, hehehe). iya, betul mbak. aku sempet baca, kata mamanya immi nganbek dan sebel kenapa gak boleh masuk. katanya yg sakit itu daddy, bukan dia :)p syukurlah sekarang immi dan kak fajar menang. don bosco akhirnya mengizinkan immi masuk. tp sekali lg bukan itu poinnya. seharusnya dari awal bisa dicegah, kalau gak ada aturan manapun yg melarang ODHA dan OHIDA sekolah. wah, senang baca ceritanya. syukurlah kalau almarhum diingat sebagai orang yg baik. semoga dia bahagia di surga sana sekarang, amen... :)

    @ TITO: sepertinya sudah. aku baca wawancara dengan orang yayasan, mereka sepertinya cukup cerdas untuk mengerti itu. lagipula alasan yg mereka pakai kan ortu murid lain yg menolak immi. iya, betul, mindset'nya tuh yang sudah berakar di otak, sampai2 imagenya tetap begitu meski sebenarnya mereka tau bahwa gak semudah itu IDS menular. immi sekarang sudah diterima di don bosco. lega bahwa pihak don bosco meminta maaf. semoga benar2 tulus dan gak ada diskiriminasi waktu immi mulai belajar, amen.

    @ SADAKO: iya, itu sama ajeng :) terima kasih, hehehe. gak pakai rok masih tetapgirly kah? ;)

    @ YANKMIRA: makasih.. amen :)

    @ W@HM: welcome to my blog :)

    @ AMANDA: amen... memang betul, tapi gak masalah apa penyebab mereka terpapar, yg penting cara kita memperlakukan mereka. kita juga pasti gak suka kan kalau punya luka di kaki dan diungkit2 terus penyebabnya. apalagi kalau sampai dipersalahkan :)

    @ ANGGRAINI: agree. makasih, dear :)

    @ AUDREY: makasih :) wah, aku kan di YAI slipi. ketemu aku gak? hihihi *GR*

    @ HONEY: oh, im sorry to hear that.. semoga kalian berdua selalu bahagia dengan jalannya masing2 ya :)

    @ FALCO: thank u :) i'll visit your blog ASAP :)

    @ CLAUDE: amen... amen :)

    @ FICTITIOUS: thank u very much :) okay, i'll visit your blog ASAP :)

    @ KAZ: makasih :) oh, waktu aku sama mika ya? hope u like it. iya, mengenang mika :)

    @ NISAYU: makasih :)

    @ SIGADIS: hihihi, iya, aku juga 'aneh' sendiri :p he is! ray is the sweetest :)

    @ KARINA: makasih :) amen... kamu juga ya...

    @ TIARAAA: he is! thanks, tiara :)

    @ WAHID: salam kenal kembali :)

    @ FICTION'S: hahaha, iya tumben :) so true tiara! :)

    @ ESTEFANIA: thank u very much. i'll visit yourblog ASAP :)

    BalasHapus
  26. Saya selalu salut dan mengacungi jempol untuk kak indi kepedulian yang tinggi terhadap HIV/AIDS !

    terus berkarya kak :)

    BalasHapus
  27. great.

    Indiiii, saya udah baca bukunya lohh "Waktu Aku sama Mika" kereenn bangett Ndi, good job.
    mencintai tanpa syarat, mencintai dengan tulus, mencintai tanpa alasan tertentu, semua mengalir apa adanya karena satu kata "cinta" aiihh so sweet banget.

    pasti Mika disana sudah tenang dan menjaga Indi dari tempatnya. dan pastinya Mika pun bangga dan semakin sayang dengan Indi.

    BalasHapus
  28. lovely post ndi... "menginspirasi"

    dan salut bgt ma ray .. :) :)

    http://classicallroomofmee.blogspot.com

    BalasHapus
  29. prihatin bgt sama para pengidap,,semoga suatu hari mrk bs bahagia..
    oh ya, bolerony cute n cocok dgn warna kulit indi :)
    lucky you to have some free stuff. envyy..! :D

    BalasHapus
  30. such a lovely look :)

    your newest follower Michelle
    pinklemonincrystal.blogspot.com

    BalasHapus
  31. i like this article!!!! sukses terus kak Indie dengan pemikiran-pemikirannya.. :D

    BalasHapus
  32. wahhh ^___^

    orang akan tetap ada ketika kita tidak melupakannya, tetap menyimpan kenangan tentangnya.

    BalasHapus
  33. Can I just tell you that you are brilliant at pattern and color mixing!! Everything about your outfit is so gorgeous from head to toe...I especially love the polka dots and the yellow shoes, both of which make me smile. You are always quite a ray of sunshine Indi!!

    BalasHapus
  34. lovely post :)

    semua ODHA tetap berhak mendapatkan apa yang sudah menjadi hak-nya dalam hidup. semoga makin banyak org yg sadar kalo yang perlu dihindari penyakitnya, bukan orangnya :)

    Hello!
    Titaz
    www.stylieandfoodie.blogspot.com

    BalasHapus
  35. Short ungunya keren banget, Indi. Keliatan beda tanpa dress, tapi tentu, tetep manis, imut, dan girly kayak biasanya.

    Nice share, Indi, thanks yah :)

    BalasHapus
  36. Excellent page, I will be checking back often to find up-grades

    From Great talent

    BalasHapus
  37. wahh aku bertemu dengan blog seorang penulis novel, hihii..udah lama gak pernah beli novel..

    aku blm pnh baca novel'a hmm, mungkin nanti aku beli kali ya..

    aku terharu baca bagian ttg ODHA..
    mungkin nanti kalo disekitarku ada orang yg mengidap HIV aku bisa lebih bijak menanggapi'a..

    salama kenal ya kak ^_^

    BalasHapus
  38. cute outfit!! i love your haircut too :D
    Btw, if you're interested, check out my LUVIEW giveaway here: http://cutielippi.blogspot.com/2011/11/luview-mega-giveaway.html
    You get to pick the prizes (BB creams and such) ;)

    BalasHapus
  39. kakak, polkadotnya kek bajuku yang di bikinin mama. hehe
    nice bandana :)

    BalasHapus
  40. hi there, thanks for visiting my blog :)
    is that your real hair? you look sooooo cute :)
    i'm a writer too by the way, but only published one novel :p

    BalasHapus
  41. pertama lihat, kok gaya nya Indi beda ya..
    ternyata emang bukan made in Indi toh..
    hehhee

    BalasHapus
  42. Cute as always :) love the yellow sandals!!

    xx

    BalasHapus
  43. cute outfit! love the combination of polka dots, pink & yellow! genius!

    BalasHapus
  44. Outfit nya cuteee kak indi and so fit to you :)

    Nurra jdi sedih deh,, ada sekolah yg sampe segitunya.. padahal kan jelas2 kalo sekolah adalah lembaga pendidikan dan SEHARUSNYA tahu donk mengenai si retrovirus ini...
    Tapi Alhamdullilah, Imni akhirnya menang n bisa school disitu.. (semoga lembaga pendidikan lain tidak mengulang kejadian serupa)
    Education is for everyone...
    Nurra doakan kakak Mika bahagia di surga sana :)
    Amin..

    BalasHapus
  45. oke, bagus..

    sekalian mengajak teman2 untuk bergabung di bisnis terdahsyat saat ini

    salam..
    peluang bisnis

    BalasHapus
  46. Wah aku jadi ingat aku belum baca buku mbak yang satu lagi.
    Cantik banget mbak indi pakai baju itu :)

    BalasHapus
  47. i really love the flats and polcadot top, so cute! :D you look adorable dear. <3

    http://mithakomala.blogspot.com/

    BalasHapus
  48. gratisan selalu menyenangkan :P

    BalasHapus
  49. itu karyanya si Fai - Faisal Usman lelaki aneh itu kan yaa bajunya. aih, dapet paket dari desainer kondang, yang ngerancangin bajunya artis juga. hehehe.. bagus koq kamu pake, nggak keliatan kalo kamu jarang pake celana *ups, i mean literally - karena biasa pake rok.

    soal novel kamu, keren udah bisa cetak ulang sampe ke sembilan kali dan 4 kali untuk yang baru. selamat Ndi, you worth to got it..

    soal AIDS, ya terkadang emang masih banyak diskriminasi soalnya banyak yang belum nyampe ilmunya.. dipikir aids tuh menular lewat sentuhan tangan, padahal kan nggak.. ckckck, satu-satunya cara yaa harus adanya edukasi, entah gimana teknisnya

    BalasHapus
  50. @ UCHANK: terima kasih ya :)

    @ DIAH: wah, terima kasih ya :) amen.. mudah2an memang begitu :)

    @ CLASSICAL: terima kasih. ray memang baik :)

    @ SECRETE: amen... makasih ya :) don't dita, kamu juga pasti bisa dapat :)

    @ MICHELLE: thanks, michelle :)

    @ NURMAYANTI: betul :)

    @ KEK: thank you :)

    @ MARISA: thank you!! :) but you're the cutest marisa :)

    @ TITAZ: amen... thanks, titaz :)

    @ ALLISA: makasih, hihihi :)

    @ ALWAYS: thank you :)

    @ ENNY: hihihi, aku masih amatir :p hope so, ya. salam kenal kembali :)

    @ CUTIE: thank u :)

    @ DAHANNI: hahaha, sama ya? makasih :)

    @ AUDREY: thanks :)

    @ DEVI: ya, this is my real hair, hehehe. oya, bukumu apa? jadi mau baca :)

    @ ELSA: hehehe, memang. ini sponsor, mbak :)

    @ UMY: makasih :)

    @ SARA: thank you :)

    @ ICE: thank u :)

    @ SARTOB: thank youuuuuuu :)

    @ NURRA: thanks, nurra :) iya, memang disayangkan. padahal sepertinya AIDS itu sudah jadi 'pengetahuan umum' ya, sejak kecil aja kita sudah dapat sosialisasi. tapi ini sudah pada dewasa masih belum mengerti.. iya, mudah2an kejadian seperti ini gak terjadi lagi. makasih doa untuk mika-nya ya :)

    @ GAWE: thanks :)

    @ UNTJE: hehehe, kapan2 baca ya :) makasih ya :)

    @ WYNNE: thanks :)

    @ MITHA: thank you very much :)

    @ NINDA: kalau kualitasnya bagus memang menyenangkan :)

    @ GAPHE: waaa, fai siapa? gak kenal aku, gaphe, hahaha... makasih ya, agak2 gimana gitu aku pakai celana.. risih :p terima kasih, doakan aja memacu semangat aku ya. iya, betul, edukasi. lebih dibanyakin lg, dan mindset orang2 juga harus berubah. AIDS itu bukan kutukan, tapi cuma penyakit, sama seperti flu :)

    BalasHapus
  51. Aaah Indi... Kamu beruntung deh dicintai oleh 2 pria yang sangaaaat baik... Dan dengan HIV/AIDS, hmmmm, manusia mungkin memang cenderung takut sama segala sesuatu yang beda kali ya? Gak cuman penyakit tapi juga hal2 lain kayak ras dan agama dan karakter...
    Untungnya di jaman sekarang ada internet dll yang bisa menyebarkan message kita. Apalagi kamu penulis. So keep writing, girl!

    Visit me:
    LeeAnne, Style N Season
    http://stylenseason.blogspot.com

    BalasHapus
  52. @ LEEANNE: terima kasih :) iya, betul. aku banyak semakin banyak orang yang mau mencari tahu dan 'terbuka', ya. amen... :)

    BalasHapus
  53. Mika itu hebat banget ya kak. Kak Indi juga hebat. pasti Mika seneng disana :) terharu banget baca postingan yang ini :">

    BalasHapus
  54. @ RIKA: terima kasih banyak ya, rika :)

    BalasHapus
  55. Mika pasti bahagia disana. dan kak Ray itu, is really good guy, dia bisa bersikap dewasa, dan respect, kk beruntung banget ketemu orang2 kayak mereka :')

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)