Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Jumat, 16 Desember 2011

Review: Red Cherry and "I'm a Super Nanny!" :p

Blogging lagi! Yaiy, paling senang rasanya kalau pekerjaan sudah beres, berpiyama dan bisa mengetik di komputer kesayangan gua :D Seperti yang gue ceritakan di post sebelumnya, hari-hari kemarin gue cukup sibuk (takut dibilang berlebihan ah kalau bilang sibuk banget, lol). Kondisi gue kurang fit, harus menyelesaikan satu desain custom made, menyusun novel dan... babysit anak umur 3 tahun yang super aktif! Ya, ampun... sungguh pengalaman yang nggak terlupakan. Nah, di post ini gue akan menceritakan bagaimana lengkapnya gue bisa sampai jadi baby sitter dadakan dan pengalaman gue selama 3 hari itu. Tapi sebelumnya, izinkan gue sedikit "pamer" rok kuning baru gue yang cute. Red Cherry dengan baik hatinya mengirimi gue paket (lagi!) yang lagi-lagi bikin gue senang :D Rok kuningnya pas banget di pinggang gue dan nyaman dipakai. Ibu dan Bapak juga memuji, katanya modelnya lucu banget dan unik. Terima kasih banyak ya, Red Cherry, jangan bosan-bosan kirim paket buat gue, hihihi.



 RED CHERRY. Klik disini untuk melihat koleksinya.
atau
Buka facebook nya disini :)



What I wore? Headband: BIP | Cape: Toko Kecil Indi | Skirt: Red Cherry | Shoes: Giovanni




Dan, okay, soal babysit thing itu begini ceritanya... Kakak sepupu gue dan istrinya bekerja 6 hari per minggu, nah di hari-hari biasa putra kecilnya selalu dititipkan ke neneknya. Tapi berhubung neneknya pergi ke Yogyakarta selama 3 hari, gue menawarkan diri untuk merawat Bian, sang putra kecil yang sekarang dipanggil Koko Bian karena akan mempunyai adik :)
Gue dan Bian sebenarnya cukup sering bertemu karena rumah orang tua gue dan neneknya nggak terlalu jauh, tapi kami juga nggak bisa dibilang akrab karena nggak pernah bersama dalam waktu yang lama (hanya beberapa jam saja). Bian itu anak yang manis. Pipinya bulat seperti tomat, badannya kurus dan hidungnya mungil sekali. Meski sudah berusia 3 tahun tapi kosakatanya masih terbatas dan kata-kata yang diucapkannya belum jelas. Mungkin karena dia jarang bicara dengan orang lain. Tapi soal cerewet, jangan ditanya... dia senang sekali berbicara waktu ada iklan diputar di TV, hihihi. Sayangnya karena terbiasa sendirian Bian sering cari perhatian dengan cara yang salah, misalnya berteriak-teriak atau melempar barang, dan kalau sampai ada yang rusak dia akan bilang, "Rusak sendiri"...

Hari pertama Bian datang keadaannya sedang rewel. Bundanya bilang Bian habis diambil darah untuk tes kesehatan. Karena nggak tega, akhirnya diputuskan supaya dia sebentar saja bersama gue, sisanya bersama Bundanya yang cuti dulu dari pekerjaannya. Keesokan harinya Bian datang kembali dengan keadaan yang lebih baik pagi-pagi sekali. Masih berpiyama dan di lengan kanannya ada bekas jarum yang ditandai dengan spidol. "Bekas disuntik, sakit", begitu kata Bian. Salut gue sama usianya yang masih muda tapi bisa ditinggal sendirian. Kalau gue, sampai sekarang pun pasti nggak betah kalau sampai tinggal di rumah orang lain, dan nggak sama keluarga pula, hehehe. Karena baru datang, gue pun 'mengakrabkan diri' dulu dengan Bian. Gue tanya beberapa pertanyaan sama dia seperti, "Sudah makan belum?", "Suka bobo siang jam berapa?". "Sukanya main apa?" dan lainnya. Jawaban Bian ada yang singkat, padat dan jelas, tapi ada juga yang dilanjutkan dengan bercerita kesana-kemari. Kesukaannya adalah tentang handphone mainannya yang nggak boleh tertinggal satu haripun. Manisnya :)

Semuanya lancar sampai gue harus ngobrol sebentar sama Bapak, di tengah obrolan kami Bian terus-terusan menyela. Gue minta dia untuk menunggu sebentar, tapi dia malah teriak-teriak dan memaksa sambil menghalangi wajah gue. Satu kali lagi gue ingatkan supaya Bian menunggu dulu dan gue janji akan ngobrol lagi sama dia setelah selesai berbicara dengan Bapak. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Bukannya menuruti perkataan gue tapi Bian malah mencari perhatian dengan cara yang ekstrim... Dia menjatuhkan tubuh mungilnya ke meja kaca setebal 5 mm! Untung saja kacanya nggak pecah karena cukup kuat untuk menahan berat badannya. Langsung saja gue tarik Bian dan bertanya apa ada yang sakit. Setelah yakin dia baik-baik saja, gue lalu memegang badannya sambil menatap matanya dan memberi tahunya bahwa itu cara yang salah, "Lain kali tunggu sebentar ya. Kalau Koko jatuhin diri ke meja aku malah nggak mau ngobrol sama Koko, tapi harus nunggu. Ngerti?". Bian pun mengangguk sambil menahan tangis. Sebenarnya gue nggak tega karena sepertinya dia jadi ketakutan, tapi bukan maksud gue untuk menakutinya. Gue yakin dia sudah cukup besar untuk mengerti aturan sederhana. Dan itu dibuktikan nggak lama kemudian...

 
Bian beraksi dengan rol rambut Ibu (pakai sendiri), peralatan Bian dan Bian waktu mau beres-beres :)


Bian terus bermain sama gue sampai siang. Energinya sepertinya nggak pernah habis, loncat kesana, loncat kesini. Gue sampai kelelahan, tapi juga senang karena dia sudah ada kemajuan. Waktu gue mau makan siang gue bilang, "Tunggu sebentar nanti kita main lagi" dan Bian pun mengerti. Dia menunggu gue dengan sabar sambil sesekali bertanya, "Sudah?", hehehe, anak pintar. Setelah bermain sebentar tantangan selanjutnya adalah tidur siang. Kata neneknya Bian waktu masih 1-2 tahun suka tidur siang. Nggak susah, tinggal digendong, dinyanyikan nina bobo pasti langsung lelap. Tapi sekarang Bian punya aturan sendiri, suka nggak mau tidur dan memilih nonton TV. Gue juga pesimis bisa menidurkan dia, tapi kata Ibu anak-anak biasanya ikut tidur kalau orang disekitarnya tidur. Dan gue pun mencoba cara itu. Ya, ampun ternyata susah sekali pura-pura tidur itu, soalnya Bian terus-terusan mengajak gue ngobrol supaya terbangun. Akhirnya gue membelakanginya padahal mata gue melek, dan 10 menit kemudian, thank God, Bian tidur dengan lelapnya! :) Dia bangun jam 3 sore. Cukup lama, jadi gue bisa bekerja sedikit dan mengurus Eris, anjing gue dulu, hehehe.

Sebenernya gue cukup dekat dengan anak-anak ---maksudnya, anak-anak memang mudah dekat dengan gue. Padahal gue sendiri kadang canggung lho berhadapan dengan mereka. I love them a lot, tapi karena gue nggak bisa berlari dan berkegiatan yang terlalu melibatkan fisik kadang mereka mengira gue nggak mau bermain. Selain itu, meski belum punya anak sendiri gue selalu tegas sama anak-anak, dan gue takut disalah artikan sebagai orang dewasa yang galak (sama orang tua mereka maksudnya, hahaha). Mungkin karena Ibu membesarkan gue dengan cara seperti itu, ya, makanya selalu terbawa setiap kali gue berhadapan dengan anak-anak manapun. Gue bangga sama Ibu dan Bapak yang dengan baik membesarkan gue dan Puja adik gue. Sejak kecil kami selalu tidur sendiri dan nggak ada istilah malas makan lalu nanti jadi nggak makan. Waktunya makan ya harus makan karena kami selalu dijelaskan bahwa manusia butuh makan supaya sehat dan bisa bermain, bukan malah asal dipaksa makan :) Kami juga nggak pernah merasa kurang kasih sayang karena meskipun tegas Ibu dan Bapak selalu ada buat kami. Ibu berhenti bekerja sampai usia gue 5 tahun, itu beliau lakukan supaya gue dapat ASI ekslusif dan merawat gue dengan baik. Nggak ada nanny bahkan sampai detik ini pun, semuanya beliau lakukan sendiri.
Makanya waktu Ibu tahu Bian mau dititipkan di rumahnya, beliau bahagia sekali. Meski Ibu nggak selalu ada di rumah, tapi beliau percaya gue bisa. Katanya nggak perlu jadi seorang Ibu untuk merawat seorang anak, yang terpenting kasih sayang dan keinginan untuk membuat anak itu lebih baik. Hmm, jadi inget idola gue, nih! Jo Frost. Dia nanny dari acara Super Nanny. She's unmarried dan nggak punya anak sendiri, tapi dia bisa membantu banyak Ibu di Inggris dan Amerika. Saluuut! :D

Balik lagi soal Bian, gue lihat handphone mainan kesayangannya itu rusak. Waktu gue tanya siapa yang merusaknya, dia bilang, "Ayah". Tanpa banyak tanya gue langsung ambil handphone-nya dan mencoba membetulkannya dengan karet gelang. Lumayan, lah, yang penting nggak berceceran kalau dipegang, hehehe. Gue tahu bahwa Bian pasti  yang membanting mainannya, bukan 'Ayah', karena ayahnya nggak ada disana. Tapi gue nggak mau menuduhnya karena nggak ada bukti. Akhirnya gue lihat sendiri Bian membanting mainannya. Waktu itu lagi-lagi gue sedang harus bicara sama Bapak dan Bian minta perhatian. Meski agak jengkel gue coba tetap tenang dan bertanya, "Kenapa kamu banting?". Bian langsung diam tapi sedetik kemudian mulai hiper dan meloncat-loncat. Gue tanya sekali lagi. Kali ini sambil gue pegang badannya, dan dia pun menjawab, "Nggak tahu, rusak sendiri".
Gue pernah lihat di acara Nanny 911, katanya anak umur 3 tahun secara alami sudah mengerti konsep jujur dan nggak jujur. Jadi bisa dipastikan Bian sebenarnya tahu bahwa jawabannya salah, tapi dia memutuskan untuk menjawab seperti itu, mungkin karena takut dimarahi lalu mencari yang bisa disalahkan. Sebenarnya gue nggak yakin kata-kata apa yang mudah dimengerti olehnya, jadi gue bilang, "Kalau ditanya jawabannya harus jujurnya". Tapi ternyata, kata 'jujur' belum masuk ke dalam kosakatanya, jadi gue jelaskan bahwa jujur itu artinya 'nggak bohong'. Surprise-surprise Bian mengerti :) Gue yakin sekali dia anak yang cerdas. Dia cuma butuh diperhatikan dan... kesabaran ekstra (yang gue harap gue bisa punya).

Selama sisa hari itu gue habiskan dengan mengajari kata-kata baru. Karena waktunya tinggal 1 hari lagi untuk bersama gue, jadi gue ajari yang penting-penting saja. Yang pertama adalah 'bahaya', kata ini gue pakai untuk benda dan tempat yang nggak boleh Bian datangi sendiri. Misalnya dapur, tangga, halaman rumah dan benda-benda tajam seperti gunting. Lucu rasanya melihat dia mengingat-ingat kata itu. Dia ucapkan berulang-ulang, sampai waktu kami bermain ada gunting mainan bergambar Doraemon. Cepat-cepat dia berikan sama gue dengan wajah serius. Katanya, "Ini, Kakak! Bahaya!". Lucunya, hihihi :) Lalu yang kedua adalah 'dewasa', gue ajarkan kata ini sebenarnya karena terpaksa. Bian terlanjur diberikan pengertian bahwa dia 'sudah besar' sama orang tuanya. Tujuannya supaya dia mengerti bahwa sudah pantas memiliki adik. Tapi sayangnya dia jadi menganggap boleh melakukan apa saja karena bukan anak kecil lagi. Sampai-sampai dia ingin memegang pistol berpeluru karet (pajangan, milik puja). Gue rasa kata 'bahaya' nggak tepat untuk benda ini karena toh memang nggak berisi peluru. Jadi gue bilang ini cuma boleh disentuh orang dewasa. Gue jelaskan seperti ini: Bian itu sudah besar, tapi belum dewasa. Orang dewasa itu seperti Ayahnya, Bundanya dan gue, yang sudah bisa membedakan mana mainan atau bukan. Syukurlah, meski gue nggak yakin dia mengerti atau nggak, tapi dia jadi nggak tertarik lagi dengan pistol itu. Dia malah terus bertanya, "Dede belum dewasa? Dede belum dewasa?", dan gue jawab, "Iya". Oya, meski kami memanggilnya 'Koko', tapi Bian masih menyebut dirinya 'Dede', mungkin karena belum terbiasa :)

Di hari ke tiga Bian benar-benar menjadi anak manis. Dia sudah mengerti bahwa dirinya butuh makan, dia makan 3 kali sehari dan menghabiskan 3 botol susu karena dia nggak mau kalau nanti jadi anak yang lemas dan nggak bisa bermain lagi. Dia juga nggak pernah membanting mainan lagi, sudah mengerti betul artinya 'tunggu' dan 'jujur'. Malah Bian sudah bisa rapi-rapi sendiri. Gue selalu izinkan dia untuk bermain sesukanya dengan syarat dia harus membereskan sendiri. Mulanya dia sempat nggak percaya, lho, katanya, "Boleh acak-acak?" dan gue bilang boleh asal dibereskan lagi. Jadilah Bian senang dengan beres-beres, kamar gue pun ikut dia bereskan (padahal sudah rapi, hahaha) dan tempat air mineral di ruang tamu dia rapikan dan di lap dengan piyamanya. Aduh Bian! Hihihi *gemas*
Waktu Bian dijemput ayahnya dia sempat nggak mau pulang. Jaketnya dia sembunyikan di bawah sofa dan setiap kali diajak keluar rumah pasti langsung memeluk kaki gue erat-erat. Dia juga sudah dekat dengan Bapak (dia panggil 'Abah') sampai nggak canggung lagi untuk minta dipeluk. Akhirnya setelah diberi pengertian bahwa dia bisa ke rumah orang tua gue lagi kapan-kapan, Bian mau pulang. Tapi sebelum pulang ada kata-kata lucu yang dia keluarkan dari mulutnya. Katanya,

"Abah sudah dewasa, sama kaya Kakak".


Ya, ampun! Ternyata Bian mengerti arti kata 'dewasa'! Anak pintar! :D
Sampai ketemu lagi, Koko Bian. Kakak missing you already *peluk*

 

senyum manis,

INDI






catatan:
* Bian seharusnya memanggil gue "Iie" karena gue tantenya. Tapi dia tetap memanggil gue "Kakak" meskipun dia memanggil adik gue dengan sebutan "Om" :p
* Ibu dan gue lebih suka memberi tahu 'alasan' pada Bian mengapa dia nggak boleh ini atau itu daripada mengalihkan perhatian/membohongi dengan cara bilang, "Jangan kesana, nanti ada hantu", atau "Makan dulu, nanti dikasih permen", dll. Jujur baiknya sejak dini :)



___________________________________________________________________
Contact Me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.

69 komentar:

  1. hm kali ini mengurus bian yang aktif waduh gimana nanti punya anak teh hihihi

    redchery rajinngirim paket ya? rokkuningnya bagus :)

    BalasHapus
  2. @ BAHA: it's called eye catching :p

    @ ASEP: nanti kalau punya anak ya diurus kaya bian gitu, cuma lebih tegas, hehehe. iya, seneng, mudah2an ngirim lg *amen* makasih ya :)

    BalasHapus
  3. Roknya serasi ama bandonya, kuning. heheh

    ngasuh anak kecil bikin capek lho.... kl main gak capek-capek. pengennya maeeeennnnn mulu :)

    BalasHapus
  4. Aaaaa~~~ aku belum pernah belajar ngasuh Ndi...

    BalasHapus
  5. aw, sibuknya ya :) met nyusun novel, ngurus toko ya, semoga semua lancar jaya

    BalasHapus
  6. kak Indi n ortu kak Indi orang tua ideal deh :D
    good job, kak! boleh tuh aku ngelamar jadi ibu yang menitipkan anaknya sama kakak *nanti 5 tahun lagi. ahihii

    BalasHapus
  7. senyum yang manis
    anak yang dijagapun ga jadi nangis... :)

    BalasHapus
  8. kalo Koko Bian suka cerewet, mudah-mudahan kelak jadi komentator sepak bola ato penyiar top ato apalah yang sejenis.
    Memang begitulah mengasuh anak kecil butuh kesabaran berlipat

    BalasHapus
  9. Aw aw aw... bangga deehh.. blog saya dikunjungin sama penulis novel. Iiihhh jadi pengen nulis novel juga siey... *yang jelas, habis ini mau hunting novelnya Indi aaahhhhh*
    Rok nya imuuttt banget, seimut yang pake...
    Weits, sepertinya saya musti belajar sama Indi soal ketegasan sama anak yah, saluuttt.....
    Ijin link blog nya yah....

    BalasHapus
  10. Good job Indi, btw saya juga dipanggil Kakak ama ponakan, padahal udh disuruh manggil tante, xixix

    Bian pinter yaaa, moga dia terus inget pesan2 dan pelajaran dari Indi :)

    BalasHapus
  11. ah Indi, so sweet...

    coba Indi, jadi baby sit nya Ara, satu hari..

    pasti bingung karena Ara nanti ajak Indi nge-dance ala SNSD, hehhehehehe

    bagus banget Indi.
    Saya juga engga pernah nakut nakutin Ara disana ada hantu, atau apa ..

    mendidik anak enggak gampang loh...

    BalasHapus
  12. seruuuuuu, aku sampe cengar cengir sendiri baca ini hahahahahahha. dan itu lohhh roknya bikin ngiri abissss

    BalasHapus
  13. hahaha.. duh seneng kamu beruntung dapet paketan dari red cherry, bagus roknya. cuman satu pesennya, jangan make baju ijo ngejreng kalo pake rok itu. :P

    soal baby sitting, duh kayaknya itu dedek bukan baby lagi deh. seoalnya udah lumayan gede, dan pastinya seru yaa ngejaga adek kecil dengan segala macem aktivitasnya. kalo saya mah ampuuun, nggak sanggup :))

    BalasHapus
  14. kuning terang dipadu hitam jadi Indi kelihatan kinclong hehehe.keren

    BalasHapus
  15. Rok.nya manis,, Mbak Indi >.<
    Ayayaya.. Pengen, deh ^^..

    Adeknya lucu banged. Jadi pengen punya adek :D

    BalasHapus
  16. Bian seharusnya memanggil gue "Iie"

    => btw kok panggilannya sama kayak aku manggil tante yah ? :D

    BalasHapus
  17. wahhhh,,, kak Indi keren abis,, jadi babysit ..:)
    hehehhe,, mereka memang menggemaskan.. :)
    aaaahhh,,, jadi rindu keponakanku,, :)
    sudah lama tak jumpa mereka,, :(

    BalasHapus
  18. @ ARIF: kan sengaja, hehehe. iya, pasti maunya main terus. aku sih cobain ajak main yg gak pake banyak gerak kaya gambar, nulis dan nonton DVD. syukurlah diem juga dia akhirnya, hahaha *ketawa jahat*

    @ AQUA: ayo coba sekali2, hehehe.

    @ RINA: amen.. makasih ya :)

    @ SYIFA: amen... mudah2an meski gak ideal tapi baik, ya.. hahaha, boleh2 :p

    @ ANISAYU: aih, si mbak berpantun, hehehe :)

    @ DJANGAN: hehehe, amen... iya, jangan sampai kebawa emosi, harus tenang :)

    @ ENNO: hehehe, dasar! :) ayo, mbak ikutan nulis novel. makasih ya :)) silakan...

    @ DIAH: hahaha, berasa kak seto, dong? iya, bian emang pinter, moga yg baik2nya diinget terus. kalau yg gak baik2nya lupakan aja :)

    @ MEILYA: hahaha, ara ada2 aja. tapi boleh deh, siapa tau aku bakat terus bikin GB :p begus, mbak, kalau dibohongi nanti diajadi punya 'alasan' untuk ikut bohong :) iya, gak mudah, harus terus berlatih :)

    @ INGGIT: hehehe... kalau ngiri ayo, langsung add tokonya, roknya lucu2 lho :)

    @ GAPHE: hahaha, tenang lah aku belum buta warna :p tapi kalau pakai hijau tuakayanya lucu, deh *coba, aaaah*
    uh, gaphe mau anaknya udah 7 tahun juga tetep aja atuh istilahnya babysit, da emang gitu istilahnya, hehehe.

    @ LIDYA: thanks :)

    @ HAPPY: makasih. kalau pengen, ayo langsung ke TKP :p lho, itu mah bukan adik, kan aku baby sitternya...

    @ KEVIN: hehehe, sama ya? toss dulu, ah! :)

    @ NURRA: ayo, temui mereka! :))

    @ HONEYLIZIOUS: thanks :)

    @ NURMAYANTI: iya, kan yg penting warna cape-nya, bukan rok-nya, hehehe *berasa jadi nany jo*

    BalasHapus
  19. lovely skirt, love the color , bright yellow :)

    BalasHapus
  20. Adore your yellow skirt! Happy weekend xoxo
    http://www.intotheblonde.com/

    BalasHapus
  21. Hai super Nanny... Bian pasti betah ;)

    Setuju sangat dengan : Ibu dan gue lebih suka memberi tahu 'alasan' pada Bian mengapa dia nggak boleh ini atau itu daripada mengalihkan perhatian/membohongi.

    BalasHapus
  22. rok kuningnya cerah n lucu banget, pas banget ama senyum manis kamu indi :D

    BalasHapus
  23. You look pretty with that skirt ;) keponakannya cute banget, aku juga mau dipanggil kakak sm kponakanku nanti ;p x

    BalasHapus
  24. nice training to be the best mother for our lovely kid :)

    <3<3<3
    hugLUV

    BalasHapus
  25. Love the yellow skirt kak<3 thankyou for your sweet comment;)

    http://stellalunardy.blogspot.com

    BalasHapus
  26. Roknya kuning @_@
    Wah mbak suka sama anak-anak ya...
    Aku nggak suka :-s
    Tapi kalau ngajak main aku bisa :D :D

    BalasHapus
  27. Cute face, :D , .. :D please read my story and comment :D

    BalasHapus
  28. Like this look!!!
    Love jacket's shape.
    Have a nice and happy Sunday :-)

    BalasHapus
  29. i really adore the headband and cape dear, so cute! you look so enchanting with them. <3

    http://mithakomala.blogspot.com/

    BalasHapus
  30. AAAAHHHH I'm in love with your cap!!! :D

    CROP.CRIP.CROP

    BalasHapus
  31. Cute outfit - love the yellow skirt!

    BalasHapus
  32. that yellow skirt is the attention stealer! :D

    thanks for stopping by :)

    Passion Elixir

    BalasHapus
  33. Cute skirt kak, looks good on you :)

    Cheers,
    Karina Dinda R. ♥
    BLOG | TWITTER | SHOP

    BalasHapus
  34. kak indiiii, capenya lucuuuu, roknya unyuuuuu...
    biannya ngegemesinnnnn :*

    BalasHapus
  35. So cute haha :D
    Love Lois xxx

    http://lisforlois.blogspot.com/

    BalasHapus
  36. You really are quite the doll Indi!! I am absolutely adoring the yellow and dark gray together in your outfit...definitely a combination I want to try:) The little collar on your jacket is such a sweet detail! Have a wonderful week darling!

    BalasHapus
  37. Loooove that flashy yellow skirt!
    You look cute as always :)
    xx

    BalasHapus
  38. cute banget deh skirt nya...btw, aku seneng banget anak kecil loh..menyenangkan main dan bercanda dengan mereka...eh yah lucu deh photo2 bian yg di atas

    BalasHapus
  39. awww! me love your skirt. looking great babe!

    michellehendra.com
    xx

    BalasHapus
  40. Indi, kamu hebat banget! Dan semua itu kamu pelajari dari ibu kamu? Salut buat beliau ^_^
    Aku yang udah jadi ibu beneran aja masih suka kewalahan ngadepin anakku yang seumur Bian.
    Mungkin novel kamu yang selanjutnya bisa tentang suka-duka mendidik anak? Masih jarang lho, novel yang kayak gitu. Jadi kayak buku panduan pendidikan anak tapi dikemas dalam bentuk novel ^____^

    Keep writing, ya ^O^

    BalasHapus
  41. Such a cute post dear!
    Amazing blog! Following! Follow back? <3

    BalasHapus
  42. AWWWW.. u r so sweet dear.. The dash of yellow makes u look like a princess.. nt that ur nt one! :)
    that bow looks u even more sweeet .....

    Maybe u have time to participate inMy First INTERNATIONAL GIVEAWAYcelebrating 100 followers :)

    BalasHapus
  43. @ TARA: thank u :)

    @ ADELE: thanks, happy weekend for u too :)

    @ YUNDA: hai juga :) hihihi, terima kasih ya.

    @ COMINICA: makasiiiiiih :)

    @ LIA: thank u! hihihi, iya deh kak lia :D

    @ RAY: thanks, mas. and u're best daddy. bantuin dong kalau de lagi babysit bian, hehehe :) <3 <3 hugLuv

    @ STELLA: thank u&u're welcome :)

    @ UNTJE: iyaaaaa, hahaha... ga apa2 una, asal suka sama anakmu sendiri aja nanti :p hehehe..

    @ NEO: thank. sure, i'll visit you blog ASAP :)

    @ CHARLOTTE'S: thank u! have a nice day :)

    @ DEVISHANTY: thanks :)

    @ MITHA: thank youuuu :)

    @ LAURA: thanks :)

    @ CLIFF: thankssssss.... feel like super nanny wore this black cape :p

    @ AUDREY: thanks :)

    @ SHERLYN: haha, agree! :)

    @ REBECCA: thank u :)

    @ KARINA: makasiiiih :)

    @ DISTRUBED: thanks :)

    @ RINI: makasiiiiiih, yaaaa :)

    @ LOIS: thanks ;)

    @ MARISA: ah, thanks a lot marisa. you're so kind. have awonderful week! :)

    @ ICE: thank youuuuu :)

    @ BINTANG: makasih :) hihihi, iya anak2 memang menyenangkan :)

    @ MICHELLE: thank you :)

    @ DELLA: iya, dari ibuku, makasih :) wah, mbak anaknya 3 tahun ya? pasti aktif sekali. bian juga begitu, lari sana sini, hihihi... wah, ide bagus, hihihi, nanti aku bikin diary "super nanny indi" (menghayal)

    @ MARELLA: thank u. i'll visit ur blog ASAP :)

    @ FICTIOUS: thank you, you're so kind :) and congratulation for 100 followers :))

    BalasHapus
  44. Awww! You look awesome in the black & yellow, and you match the couch! :) The babies are soooo cute! I love kids :)

    BalasHapus
  45. you´re so cute!!!!
    i like your outfit :D
    <3

    BalasHapus
  46. cute outfit :)

    www.pinklemonincrystal.blogspot.com

    BalasHapus
  47. iya Ndi.. jangan pernah bilang/nakuti2in anak kecil dgn maksud melarang dgn kalimat "awas..disana ada hantu/pocong loh.. atau apalah!" nanti mereka jadi penakut. Lebih baik bilang apa adanya/ alasan yg masuk akal. Good job Indi!

    BalasHapus
  48. You look so cute, I love your style and the outfits you create.

    BalasHapus
  49. great outfit, so love it!!! so chic and lovely, love your hair!!! cute kid too... following you now..

    join my christmas giveaway!!

    http://voguelyvan.blogspot.com/2011/11/international-christmas-giveaway.html

    kissess!!!

    BalasHapus
  50. u have a cute face, dear..
    keep spirit :)

    satmahayu.blogspot.com

    BalasHapus
  51. oww indi!! you always have a great day and it's always nice to read your post!!! oh ya indi,,dta boleh mnta alamat butiknya indi ga? berhubung sama2 tinggal di Bandung, siapa tau kalau ada waktu dta bisa liat2 koleksinya :) :)

    BalasHapus
  52. awal2 ceritanya, gue kira bian itu temennya loh... hahaha.... eh taunya seorang bocah yang luar biasa imut, :D

    anyway, mungkin dibilang kakak, karna auranya mbak indi kali yah yang lebih pantes dipanggil kakak. hahaha.. :D

    BalasHapus
  53. Nice post :)



    http://rafiqalovesblueberry.blogspot.com/

    BalasHapus
  54. aww yellow skirts are lovely including this one!

    BalasHapus
  55. @ SARA: thank you, Sara. yes, he's so adorable! :)

    @ NENE: thank youuu :)

    @ MICHELLE: thank you :)

    @ POPI: iya, betul sekali mbak. makasih ya :)

    @ TEREZA: thank u very much :)

    @ DINA: thanks, dinna :D

    @ A BEUTIFUL: thank u :)

    @ SECRETE: hehehe, not really. kadang ada yg menyebalkan juga, kok, cumasering lupa tulis :p terima kasih ya. boleh dita, inbox aku di FB ya :D

    @ IMMANUEL: hahaha, imut sekali bian. gemesiiiin :* nampaknya aku mirip kak seto, nuel, hahaha :)

    @ RAFIQA: thanks :)

    @ THE DAYDREAMER: thank you! :)

    BalasHapus
  56. Liburan yang sangat menyenangkan. Apalagi tercatatkan. Bahkan dibukukan. Sungguh indah hidup ini. hehee

    BalasHapus
  57. @ WAHYU: iya, betul sekali :) tapi cukup diingat saja sudah cukup membuktikan bahwa hidupitu indah, hehehe :)

    BalasHapus
  58. i love your skirt!!!!
    hehehheee

    BalasHapus
  59. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  60. Is that kind of bolero? Cute. and I like the skirt ;)

    BalasHapus
  61. @ RHIE: iya, itu cape, semacam bolero tapi kerahnya peter pan :D makasih ya.

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)