Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Sabtu, 15 Oktober 2011

The Diary of... Impacted Wisdom Tooth?? Lol :p


Halooo... haloooo, haloooo... Hahaha, semangat sekali gue malam ini :D Akhirnya gue bisa post panjang lagi (iya, iya, gue dengar banyak dari kalian bilang, "Oh, no, Indi!!", lol). Jam 8 malam tadi jahitan bekas operasi impaksi pertama gue resmi dilepas, dan sekarang gue memutuskan untuk menulis pengalaman sejak operasi, pasca operasi sampai hari ini. Ya, semacam jurnal gue selama 1 minggu ini :)
Well, okay... ayo kita mulai (yang mau ikut baca saja maksudnya, hihihi), semoga kalian menikmati ya ;)

***

7 Oktober 2011: Toko Es Krim nya sudah tutup, lho Indi...

Gue dan bapak pergi ke klinik untuk bertemu drg. Franky, spesialis bedah mulut. Perasaan gue takut sekali meskipun sudah tahu jauh-jauh hari kalau gigi gue yang impaksi ada 4 dan harus di operasi. Sebelum hari ini datang gue sudah rontgen sebanyak 3 kali dan berkonsultasi dengan banyak dokter, berharap ada alternatif lain. Tapi semuanya hasilnya sama: gue harus di operasi karena wisdom tooth gue tumbuh melintang, hampir mengenai syaraf dan sudah menyebabkan lock jaw. Beruntung drg. Franky ternyata orangnya kocak dan ramah, dia menyemangati dan meyakinkan kalau gue pasti bisa melewati 2 jam waktu operasi. Dia juga mengizinkan gue dan bapak bertanya banyak hal supaya hati gue lebih tenang. Dari penjelasannya gue tahu bahwa operasi ini nggak mudah, gigi gue terhalang tulang dan mungkin ada 'sedikit' tulang yang harus diambil supaya akar gigi tercabut semua. Gue juga harus siap kalau nanti akan ada syaraf yang nggak berfungsi pasca operasi mengingat 'lokasi' wisdom tooth gue tersembunyi sekali.

Duh, gue jadi semakin menciut dengar penjelasannya... Pengen nangis rasanya, tapi malu soalnya muka dokter nya datar-datar saja, hahaha. Untunglah dia kembali menenangkan, katanya biasanya pasien 'hanya' beresiko mati rasa sebelah wajah saja, tapi masih bisa berfungsi. Hmm, well, okay dokter, buat gue itu tetap mengerikan, hahahaha. Tahu resikonya seperti ini, bius lokal rasanya jadi pilihan terbaik. At least gue masih dalam keadaan sadar kalau ada apa-apa. Apalagi gue disarankan untuk menginap 1 malam kalau memilih bius total. Uh, gue nggak suka makanan Rumah Sakit :p
Setelah deal dengan segala resikonya, drg. Franky memastikan gue sudah berani untuk operasi. Gue langsung mengangguk, tapi ternyata malah bapak yang menyela dan bertanya, "Dok, apa betul anak saya harus makan es krim banyak-banyak setelah operasi?". Bukannya menjawab dokter malah menuduh gue, katanya, "Pasti anak bapak ya yang bilang?". Dituduh seperti itu cepat-cepat gue jawab, "Aku tahu dari internet, bukan aku yang bilang". Oh, my God memalukan... hahahaha...

Waktu dibius gue nggak rasakan apa-apa, cuma sedikit ngilu dan perasaan sedikit tertekan. Tapi gue betul-betul nggak tahan dengan semua suara disekitar gue. Suara gusi gue disobek adalah yang paling buruk, apalagi tiba-tiba mulut gue penuh darah dan rasanya aneh banget. Gue coba pejamkan mata dan pura-pura tidur, tapi dokter malah minta gue bangun karena katanya itu bahaya (ya ampun, kenapa gue itu hobi banget improvisasi, ya? Lol). Setelah gusi selesai disobek gigi gue ternyata masih belum terlihat seluruhnya. Posisinya ada diujung dan sebagian terhalang tulang. Gigi yang terlihat berhasil dipecahkan jadi 4 bagian dan berhasil membuat bapak keluar ruangan karena ngilu dengar suaranya, hahaha. Gue masih nggak rasakan apa-apa selain perih di lidah dan ujung bibir.
Satu jam berlalu, dokter mencungkil tulang gue sedikit demi sedikit. Obat bius rasanya sudah nggak terlalu bekerja, gue bisa merasa ngilu dan sedikit sakit. Tapi gue coba tetap tenang sampai 40 menit kemudian sisa gigi dan 2 buah akar gigi berhasil keluar. Spontan gue langsung tepuk tangan dan tertawa sampai-sampai darah gue netes-netes ke dagu (ada pembuluh darah yang ikut terpotong, tapi tenang ini aman). Mbak asisten dokter sampai ikutan tepuk tangan, lho, dia bilang, "Akhirnya selesai juga...", hehehe. Tinggal tahap terakhir, gusi gue yang terbuka selebar-lebarnya dijahit. Begitu jarum nusuk gusi, gue langsung teriak sampai semua kaget (apalagi bapak yang baru masuk kembali setelah trauma melihat anaknya operasi, hahaha). Ternyata oh ternyata, efek obat bius gue habis. Gue pun harus rela dibius kembali dan menunggu 5 menit ekstra supaya obatnya bekerja.

Dan, operasi pun selesai. Setelah mulut dan pipi gue dibersihkan, gue langsung bangun dan ingin melihat gigi yang sudah di operasi. Eww... ternyata hasilnya acak-acaknya. Gigi gue dipecah entah jadi berapa bagian dan memang ada serpihan tulang-tulang kecil. Ya Tuhan, seram sekali :S
Gue yang masih dalam pengaruh obat bius, ceria dan betul-betul bebas rasa sakit malah tertawa-tawa dan minta dokter pindahkan gigi gue ke atas kertas bersih supaya bisa difoto. Tapi dokter hanya memindahkan 4 potongan gigi tanpa tulang dan meminta gue memfoto yang itu saja. Katanya kalau semuanya kelihatan nanti orang ketakutan melihatnya, hehehe, betul juga ya? :p

Gue dan bapak langsung pamit pulang begitu dapat resep obat. Waktu kami sampai di pintu keluar dokter memanggil gue kembali dan berkata, "Toko es krimnya sudah tutup, Indi!". Gue langsung kecewa tapi bapak bilang dokter cuma bercanda. Dan ternyata betul diperjalanan pulang gue langsung dibelikan 2 cup es krim dan 1 kotak jus. Oh, ya, soal es krim ini bukan sekedar keinginan gue, dr. Franky ini memang suka bercanda, tapi pada akhirnya dia tetap mengiyakan kalau gue memang butuh es krim. Fungsinya supaya jahitan sembuh dan darah cepat membeku. Kompres air dingin dari luar memang membantu, tapi es krim memang terbukti efektif.


Sebagian gigi gue yang sudah dokter pindahkan ke tempat bersih. Tadinya penuh darah dan ada pecahan tulang. Eww... :S


8 Oktober 2011: Daddy, I'm in Pain... I don't care about your birthday :(

Beberapa jam setelah operasi rahang gue sakit sekali. Dan di gusi gue rasanya seperti ada luka terbuka yang terkena pasir: perih sekali! Gue sama sekali nggak bisa tertidur bahkan beristirahat. Puncaknya jam 5 subuh waktu gue tiba-tiba merasakan leher dan pipi gue membengkak. Badan gue juga panas sampai terus-terusan menggigil. Ya, dokter memang sudah memperingatkan soal ini, tapi gue nggak menyangka bengkaknya akan sebesar ini. Gue juga kaget waktu sadar kalau rahang gue nggak bisa dibuka maksimal. Dengan panik gue bangunkan bapak dan menangis. Gue hidup dengan scoliosis nyaris seumur hidup, tapi gue nggak pernah merasakan kesakitan yang seperti ini. Setiap kali gue baca artikel tentang operasi impaksi di internet gue pikir rasa sakit yang diungkapkan terlalu dilebih-lebihkan. Tapi ternyata kenyataannya memang sesakit itu... sakit sekali...

Seharian gue habiskan dengan mengompres pipi dan mencoba istirahat, tapi tetap gue nggak bisa. Makanan yang masuk pun cuma 1 cup es krim dan Tipco rasa kiwi. Bapak betul-betul merawat gue, beliau meyakinkan kalau gue pasti bisa lalui ini semua. Katanya gue akan sembuh lebih cepat daripada orang-orang yang pernah dioperasi impaksi. Beliau bahkan sepertinya lupa dengan ulang tahunnya sendiri, padahal biasanya setiap tahun selalu ada acara potong kue dan tiup lilin. Gue sebetulnya ingat bapak ulang tahun, tapi entah kenapa gue selalu lupa untuk mengucapkan selamat. Oh, I'm sorry Daddy... :'(



Tipco dan es krim. I'm a HUGE fans of Tipco, btw :p


9 Oktober 2011: Oh, I want to EAT that Picture!

Gue putuskan untuk libur bekerja sampai jahitan bekas operasi benar-benar sembuh. Gue cuma ingin istirahat dan cepat sembuh. Ini baru hari kedua tapi bengkak gue terus semakin membesar, padahal dokter bilang puncak bengkak akan terjadi di hari ke 3 dan ke 4 karena darah sudah mulai membeku dan harus diberi kompres panas supaya mengempis. Gue terus menerapkan kompres dingin karena darah terkadang masih keluar kalau gue berkumur. Pokoknya gue memcoba se-disipilin mungkin menerapkan nasihat dokter. Tapi waktu gue melihat-lihat majalah kesukaan, gue melihat halaman menu masakan yang membuat perut gue berbunyi (padahal di hari sebelumnya gue nggak nafsu makan, lol). Gue langsung ke dapur dan mempraktekannya: roti bakar, telor ceplok, tomat panggang dan lelehan keju nikmat. Umm, yummy, gue langsung berdecak-decak begitu masakannya siap. Tanpa pikir panjang gue langsung buka mulut gue lebar-lebar dan 'tuk', roti langsung beradu dengan gigi gue. Ternyata rahang gue masih terlalu sempit untuk dimasuki roti. Setelah gue cek, rahang gue ternyata cuma bisa terbuka selebar 1 jari. Ah, too bad, padahal gue sudah susah payah memasak...

Meski di jam-jam tertentu sakitnya masih menjadi seperti kemarin, tapi di malam hari darah gue betul-betul berhenti. Gue sudah bisa menggosok gigi meski cuma gigi di barisan depan.


Menu enak yang salah, hahaha...


10 Oktober 2011: Still the Same

Nggak ada perubahan yang berarti. Gue masih sering kesakitan di jam-jam tertentu. Tapi gue sudah bisa belajar makan dengan menu yang pas dan nggak perlu membuka rahang lebar-lebar. Gue nggak makan es krim, sebagai gantinya gue minum jus banyak-banyak karena meski dipaksakan tetap saja makanan yang masuk ke perut gue nggak semaksimal hari-hari biasa.


11 Oktober 2011: Big Girl Appetite

Pipi gue masih bengkak tapi sudah mulai bisa disentuh. Cuci muka memang masih terasa sakit, tapi gue sudah bisa menerima spons untuk membersihkan muka. Darah sudah sepenuhnya membeku, itu ada enaknya karena sehabis mencuci muka gue bisa mengoleskan minyak telon di pipi dan leher untuk mengurasi rasa ngilu. Tapi sayangnya karena kulit gue sensitif mulai muncul bintik-bintik merah didaerah pipi kanan dan leher atas. Memang serba salah, tanpa minyak telon gue susah istirahat sedangkan kalau gue memakai kompres kain/kantung, pipi gue masih terlalu sensitif dan akan terasa sakit. Akhirnya gue usahakan untuk memakai minyak telon sesedikit mungkin dan ketika malam hari gue coba untuk tidur dibawah tenda yang terbuat dari bedcover, jadi pipi gue nggak kena kain secara langsung tapi tetap hangat. Brilian, ya? :p

Nafsu makan gue juga meningkat pesat. Lihat acara kuliner di TV langsung pengen ikut makan, lihat majalah segala gambar makanan ditunjuk. Wah, pokoknya repot, hahaha. Untunglah bapak banyak akal, beliau membuatkan gue kentang tumbuk dan tuna. Rasanya enak dan hampir sama dengan makanan 'normal' gue sehari-hari. Syukurlah gue pesco-vegetarian, kalau bukan mungkin gue sudah repot minta daging ayam dan sapi ya? Lol.



Kentang tumbuk, tuna dan tomat panggang. Yumm! :D


12 Oktober 2011: Awww, Eris yang malang :(

Gue merasa hampir normal, badan gue semakin jarang demam (sebelumnya setiap malam memang agak hangat) dan bengkak gue mengempis. Pipi gue sudah terlihat hampir normal dan leher bagian atas bengkaknya tinggal sebesar kacang merah. Tapi tetap cuma sebatas 1 jari rahang gue bisa terbuka. Gue nggak ada masalah dengan menggosok gigi, hanya saja gue nggak bisa pakai sikat gigi orang dewasa, ujungnya nggak masuk ke rahang gue yang menyempit. Meski dokter minta gue beristirahat selama satu minggu tapi gue sudah mulai beres-beres kamar dan latihan lip sinc dengan lagu Aaron Carter, hahahahaha (get a life, Indi! Lol). Gue juga sudah kangen dengan Eris, biasanya setiap siang gue dan Eris suka berjalan-jalan di halaman sambil makan siang dan terkadang gue potong bulunya. Jadi gue putuskan untuk memulainya lagi sekarang, gue hampiri Eris dan memberinya 1 mangkuk dog food. Tapi lalu gue perhatikan sesuatu, mata kanan Eris memerah dan kelopaknya membengkak. Memang kecil sekali, tapi kalau dia melihat ke arah atas gue bisa melihatnya dengan cukup jelas. Gue langsung menghubungi Tina, teman on line gue yang memelihara banyak anjing. She's so nice dan banyak membantu gue sejak Eris belum lahir dan Veggie masih hidup. Dia menyarankan gue membasuh mata Eris dengan boorwater, katanya Eris sepertinya cuma iritasi atau panas dalam. Nasihatnya menenangkan gue, gue langsung basuh mata Eris dan memotong bulunya lebih pendek. Dari buku yang gue baca iritasi mata pada anjing sering kali terjadi karena tertusuk bulunya sendiri dan lingkungan bermainnya, jadi gue mencoba meminimalisir pemacu nya. Syukurlah di waktu malam mata Eris sudah membaik.

Oh ya, ada 2 kejadian lucu yang cukup menyebalkan. Yang pertama ada seorang petugas jasa pengiriman paket yang dengan nggak sopannya melemparkan paket ke garasi rumah orang tua gue. Waktu gue tegur dia bilang bahwa dia pikir di rumah nggak ada orang, padahal lucunya, dia masuk lewat pintu depan yang terbuka lebar. Bagaimana bisa dia pikir disini nggak ada orang? Lol. Paketnya ternyata berisi majalah Aplaus the Lifestyle yang di dalamnya ada review novel kedua gue: "Karena Cinta itu Sempurna" (Yippy, it's a good review!). Dan yang kedua gue dapat kejutan manis dari Puja, my brother. Dia memberi gue es krim rasa stroberi kesukaan gue. Tapi di malam hari dia meminta uang rp. 5000, katanya untuk membayar es krim yang gue makan! Hahahaha, gue akan balas nanti, little rascal!



Eris malang yang belum disisir 4 hari dan peralatan Eris. Eris suka sekali dengan sisirnya:)
Majalah Aplaus yang memuat review novel Karena Cinta itu Sempurna karya gue :)
Kado es krim yang ternyata ditagih uangnya setelah es krimnya habis -___-'


13 Oktober 2011: Kembali Menjadi Dog Keeper

Well, gue memang berjanji sama diri sendiri untuk libur bekerja selama sakit, tapi gue nggak bisa menolak kalau ada yang butuh bantuan soal anjing. I'm not professional dog keeper, by the way, tapi gue terkadang diminta Uak untuk menjaga anjingnya. Dan hari ini, tadinya gue cuma mau membawa Eris ke dokter hewan untuk vaksin ulang dan memastikan matanya nggak apa-apa, tapi lalu gue teringat Doggy, anjing Uak yang belum pernah di vaksin padahal usianya sudah 10 bulan. Ya, bukan salah siapa-siapa, Doggy ini anjing yang ditemukan di jalan dan Uak memutuskan untuk memeliharanya. Tapi berhubung beliau tinggal di luar kota, gue lah yang bertugas mengurus keperluan nya terkadang.
Membawa Doggy ke dokter hewan bukan perkara mudah, dia belum pernah naik mobil dan disimpan di dalam kandang sebelumnya. Sepanjang jalan dia terus menangis dan stres sampai-sampai dia pup. Gue betul-betul nggak tega, but what can I do, then? Gue cuma bisa mengelus kepalanya dan berjanji kalau setelah ini dia bisa pulang.

Sampai di dokter hewan Doggy semakin panik, banyak orang asing dan dia terpaksa diikat di pohon supaya nggak kemana-mana. Doggy juga nggak mau gue tinggalkan, setiap gue menjauh beberapa langkah saja dia pasti menangis dan mencari-cari gue. Gue betul-betul kerepotan karena giliran Doggy diperiksa masih lama, masih menunggu 8 pasien lagi! Untung lah ada 2 pasien yang cancel dan kami bisa masuk lebih cepat. Hasilnya Doggy nggak apa-apa, dia cuma stres karena masih puppy dan nggak terbiasa sama suasana baru. Dokter dan gue juga membuatkan tanggal ulang tahun untuk Doggy karena dia anjing yatim piatu (poor Doggy...). Kami putuskan Doggy ulang tahun di tanggal 2 Desember karena keluarga Uak banyak lahir di tanggal 2. Haha, selamat ya Doggy, sekarang kamu bisa ulang tahun! :D Sedangkan Eris, she's fine. Dokter bilang dia anjing yang lucu meski penakut. Eris masih harus menambah berat badan kalau dia mau hamil, tapi intinya dia baik-baik saja dan matanya cuma iritasi karena tanah :)

Gue banyak tertawa dan rahang gue rasanya sudah bisa terbuka lebar, sampai gue putuskan untuk membeli roti di dokter hewan. Gue baru sadar bahwa rahang gue masih tetap sempit. Gue bahkan nggak bisa memasukan roti kecil ke dalam mulut dan harus menyerah untuk makan bubur di rumah...



Eris ceria di dokter hewan. Bulunya bersinar dan rapi | Doggy setelah sedikit tenang dan diberi roti | Buku vaksin Doggy dan Eris | Obat pencernaan dan cacing (rutin) untuk Eris supaya lebih gemuk :)
Bertemu bubur di rumah setelah gagal makan roti :'(


14 Oktober 2011: Sudah Selesai :) (at least for now)

Badan gue terasa lelah karena aktifitas gue kemarin, tapi kabar baiknya rahang gue sedikit bisa terbuka. Memang masih sakit, tapi at least sekarang sudah seukuran 2 jari. Masih susah untuk menggosok gigi dengan sikat gigi orang dewasa, tapi firasat gue sepertinya sebentar lagi akan bisa, hehehe.
Gue betul-betul semangat untuk melepas jahitan di gusi gue, rasanya nggak sabar untuk ke klinik dan menghilangkan rasa aneh di mulut gue (benangnya terasa pahit dan asam setiap kali tergigit, hehehe). Apalagi gue merasa bahwa gue menelan salah satu benang di gusi gue. Tapi kata bapak itu nggak mungkin karena dokter pasti sudah mengikatnya dengan kuat :p
Sambil menunggu gue mengecat kuku gue dengan warna pink. Cat kuku ini dari Ray, jarang gue pakai karena waktu itu dia menghadiahi gue dengan banyak warna, hahaha.

Jam 8 malam gue ke klinik, syukurlah gue nggak perlu menunggu lama. Ada yang bilang melepas benang itu perih dan agak sakit, tapi ternyata gue hampir nggak rasakan apa-apa. Rasanya begitu cepat dan langsung membuat gusi terasa ringan :) Berhubung drg. Franky lagi nggak kurang sehat, gue berkonsultasi dengan istrinya, drg. Susiana. Dia bilang bekas jahitan gue bagus sekali, bersih dan nggak ada komplikasi, bahkan sama sekali nggak meninggalkan lubang. Untuk masa penyembuhan juga gue lebih cepat dibanding pasien lain meski kasus gue termasuk berat. Wah, berarti bapak betul bahwa gue ternyata memang cepat sembuh! :) Soal rahang gue yang cuma bisa terbuka dua jari katanya itu wajar. Malah itu termasuk bagus karena biasanya setelah lewat 1 minggu banyak pasien cuma bisa membuka rahangnya seukuran 1 jari! Wah, senang sekali, ternyata gue bisa melewati masa operasi dengan lancar.

Drg. Susiana bilang supaya gue memberi waktu pada bekas operasi gue untuk sembuh total sebelum operasi berikutnya. Yup, gue masih harus menjalani 3 operasi lagi karena masih ada 3 wisdom teeth yang tertinggal. Di hari pertama setelah operasi gue sempat menangis dan bilang kalau gue nggak akan sanggup untuk menjalani operasi lain. Waktu itu gue pikir 1 saja sudah sakit sekali apalagi harus 3 kali lagi. Tapi setelah hari ini gue rasa gue sudah semakin kuat :) Apalagi gue juga masih harus berjuang melawan lock jaw. Tulang rahang kanan gue lebih menonjol daripada yang kiri, jadi operasi-operasi ini membantu meringankan 'beban' rahang gue sebelum operasi perbaikan rahang (okay, ralat kalau gitu, gue masih harus menjalani 4 operasi lagi). i'll be just fine, gue percaya itu :)

Pulangnya gue mampir ke mini market untuk membeli sikat gigi anak-anak. Gue mungkin akan memakainya sampai 1 minggu kedepan. Sengaja gue pilih yang ada bonus pasta gigi nya supaya bisa Eris pakai, hihihi, harus berhemat, masih banyak pengeluaran sebelum masalah rahang ini selesai :) Meski begitu gue menghadiahi diri sendiri dengan membeli 1 cup lulur Bali ;)

Jadi, begitulah jurnal gue pasca operasi impaksi. Gue tahu ini panjang, tapi semoga ada yang tahan untuk mengikuti cerita gue sampai akhir, lol. Sekarang gue harus istirahat karena nanti siang hari bekerja gue dimulai kembali, hehehe. So have a nice weekend dear pals!



Bermain dengan cat kuku dan cincin Iie sambil menunggu waktu (gue cuma pakai cincin itu khusus difoto saja, lol)
Sikat gigi anak yang gue beli dan lulur bali untuk hadiah diri sendiri :)
Penampakan terakhir gue, lol.Kinda skinny :( and need a haircut. But, it's kinda cool at the same time, I'm Heather O'Rourke reincarnation! Lol. I wore Red Rose dress from Toko Kecil Indi, btw ;)


















nb: Ah, iya gue sampai lupa. Ternyata gue betul-betul menelan benang jahitan di gusi gue secara nggak sengaja. Gue lupa tepatnya hari apa, tapi waktu dokter melepas benangnya yang tertinggal memang 2 jahitan, padahal seharusnya ada 3, hahahaha.




salam senyum lebar,

INDI
twitter? HERE



Post serupa dari teman blogger yang juga baru operasi impaksi. Buka disini dan disini.

58 komentar:

Lyliana Thia mengatakan...

Sebenernya pernah loh Indi, aku asistensi drg sp.BM, dia nyabut 4 gigi bungsu yang impaksi sekaligus, tapi pasiennya harus dibius total + rawat inap... :-D

Semoga operasi2 selanjutnya berjalan lancar ya

dunia kecil indi mengatakan...

@ THIA: iya, kan seperti yang sudah aku sebutkan, mbak, memang bisa dan aku diberi pilihan itu, tapi aku pilih bius lokal supaya nggak rawat inap. amen. thanks ya :)

Said Arsyad mengatakan...

wah, liat foto di atas gue jadi minder sob..

dhannii.keccil mengatakan...

waaahhh...
aku juga pernah operasi gitu kak tapi lupa karena apa, dan berselang 3 hari, abis 1 copot, 3 hari lagi satunya sampe 3 gigi ludes.
pas di jahit emang g kerasa, tapi suaranya bikin parno.
hahaha
gara-gara itu, aku udah g mau lagi urusan sama dokter gigi kalo g priksa rutin.
hehe

meilya dwiyanti mengatakan...

hidiiih.. horor inddiii..

ngeliat gigi gigi yang tercabut itu.

tapi indi hebat yaaaa...

btw, buburnya nampak enak dehh...

semoga operasi berikutnya lancar yaaa!!! salam buat ERis yang lucu..

dey mengatakan...

saya pernah juga operasi gigi seperti itu, 2 gigi sekaligus ... masih kebayang saat dokter cabut gigi tapi susah krn akarnya yg kuat. Duh ...

catatan kecilku mengatakan...

Ah serem aku baca cerita di awal2nya yg tentang operasi giginya... apalagi ada foto gigi yg bekas dicabut.. seremm...

BTW, kapan2 kalau aku kirim es krim aku juga boleh minta ganti uangnya gak ya? hahaha....

NuellubiS mengatakan...

aduuh makanannya bikin ngiler... :p

btw tulisannya agak burem mbak...

Akmal Fahrurizal mengatakan...

ko giginya ampe harus ikut2an di post gitu? ngeri liatnya. :D

kanan mengatakan...

thank you for your sweet comment..love your last outfit^^

Fiction's World mengatakan...

Kak Indi iya ya keliatan agak kurusan :O

saya bacanya ngilu sendiri :( semoga cepat sehat betul ya kak :)

socafahreza's blog mengatakan...

aku juga pernah merasakn sakitnya gig pas dicabut..
auu..
tapi gak apa :)..

She is Sara mengatakan...

Oh I can tell by that first pic that your tooth surgery happened :( Lots of soft yummy foods eh? I love your puppy dog! He is so handsome and cute :)

I really love your dress, you are looking very sweet and happy, so perfect!

uchank mengatakan...

wahhh -__-
cepat sembuh ya mbak :)
dokter gigi...uwhh..
ngilu nulisnya :D

Wahyu Eko Prasetyo mengatakan...

Keren sangat.!!!

Gaphe mengatakan...

hahhaa.. akhirnya ngerasain juga. masih 3 ya?.. saya masih duaa.. hehehe..

tapi bisa senyum gitu, berarti nggak sariawan ya?. waaah senangnya, drg-nya canggih berarti.
jadii habis berapa?. jadi dua juta satu gigi?. wkwkk

ketty husnia mengatakan...

aku ngeri mbak INdi,..
ga kebayang kalo harus digituin gigiku..mana susah makan donk pastinya??
yg penting sekarang dah sehat ya Mbak,..selamat2..sudah tersenyum manis seperti biasanya..

Dreamy Princess mengatakan...

Wew... I saw at your bleeding teeth, makes me freaked out..xO

Do you lost weight after that surgery? Because you feel pain and uncomfortable, right? I believe you even don't want to see any food.

Aww.. I love dogs. Thank you for loving dogs too, Indy! hehe.. Puppy is so hard to handle, because they get easily stressful with the whole new environment.

I haven't tried that buavita ice cream! Really really want to tryy!

Hey, I need a haircut too. Let's have our hair cut!;D

Cheers,
Dreamy Princess

Aloysia Adinda Nareswari mengatakan...

hi kak indi! thanks ya buat komen2 di entri aku hehehe, aku suka banget sama entri ini! menarik dan ga bosenin.

http://mochalistangel.blogspot.com

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

seremlihat giginya :) semoga sehat selalu ya

Laman Baca mengatakan...

Blog yang simpel tapi cantik dan menarik, artikelnya pun cukup informatif dan imajinatif...saling berkunjung dan berkomentar ya :D

BlogS of Hariyanto mengatakan...

salut karena bisa menjalani operasi impaksi gigi dengan pembiusan lokal :)
semoga sehat selalu

fleurain mengatakan...

agak ngeri kak. salut sama kakak, deh :D semoga sehat selalu ya kak indi :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

uh gak kebayang deh dioperasi gigi kayak kamu. hiks..sakitnya berasa deh

Claude C Kenni mengatakan...

Semoga gua ga pernah ngalamin operasi gigi...gua suka es krimnya tapi gua benci bubur...yaiks...

Semoga cepet sembuh ya ^^

laman baca mengatakan...

Hiiii, eh klo dicabut tumbuh lagi gak?

Melmo mengatakan...

this dress is sooo pretty! i like it very much and the tomatoes look delicious

Ecky Agassi mengatakan...

duh ngeliat giginya ngeri deh, huhu

tapi dah gak sakit dan mendingan kan ndi giginya sekarang? :D

Dakota Kitty mengatakan...

That dress is adorable!!

And that food looks delicious, though the tooth put me off a bit >.<

Shybiker mengatakan...

Thank you for the comment! It led me here, which is great because I like your blog. Your clothes are very pretty and I like learning about other cultures. (Google's translation-service lets me read your language.) Best wishes!

21inchs mengatakan...

hai aku juga baru selesai operasi gigi loh, mungkin sama kyk yg situ alamin cuman aku gak tau namanya. kemarin juga udah aku masukin di blog tp masih bersyambung. gak tau juga nich kapan disyambungnya...

Miss Lia mengatakan...

wah wah get well soon, indi.
anyway, lihat feature km di majalah cantik banget :)

sukses yaaa!

dunia kecil indi mengatakan...

@ SAID: sama, aku bukan minder lagi. mau pingsan rasanya, hehehe.

@ DHANNII: untuk impaksi (kasusku melintang dan terhalang tulang) waktu penyembuhan minimal 2 minggu :)

@ MEILYA: hehehe, iya, horo banget :') amen... kata eris salam balik, hihihi. btw, buburnya emang enak, tapi pas sakit tetep aja rasanya agak "aneh" :p

@ DEY: sama dong, aku juga akarnya kuat, mana ada 2 lg akarnya. huhuhu, masih ngilu rasanya bayanginnya :')

@ CATATAN: iya, aku aja agak gmn gitu lihat fotonya... hahaha, boleh, tp aku langsung kabur ya :p

@ NUELL: ambil sana, hahaha. font yg ini kadang harus di refresh dulu supaya lebih jelas. gak tau kenapa :)

@ AKMAL: pamer ceritanya, hehehe.

@ KANAN: thank you! :)

@ FICTION'S: iya :( untung sekarang kembali chubby, hihihi. amen, terima kasih ya...

@ SOCAFAHREZA: aku gak cabut, tapi operasi. jadi giginya dipecah dulu, baru diambil pecahannya satu persatu :)

@ SARA: ya, that's picture from my surgery :( but i feel better now so don't have to eat soft food anymore, hehehe:) he is! he's so clever too :) thank you very much, sara.

@ UCHANK: terima kasih :)

@ WAHYU: what's so cool, eh?

@ GAPHE: hahaha... iya... ayok, ah selanjutnya kita operasi barengan :p iya, dokternya cangggih bener.. gak ada sariawan aku (ada, sih tapi dikiiit banget), sembuhnya juga cepet. gak kok, dibawah itu jadinya :)

@ KETTY: iya, susah banget makannya. iya, terima kasih ya :)

@ DREAMY: hahahaha. iya, turun nih bb'ku, sebel banget :( agree! apalagi kalau dia gak biasa bersosialisasi, mesti pinter2 kita ajarin pelan2 tuh.. kamu harus coba! rasanya enak dan segar banget :) finally i have my haircut yesterday, hehehe.

@ ALOYSIA: thank you :)

@ LIDYA: amen :)

@ LAMAN: segera meluncur! hehehe.

@ BLOGS: mungkin nanti minta total aja. gak kuat rasanya, hahaha.. amen, terima kasih ya :)

@ FLEURAIN: terima kasih, amen :)

@ SANG: iya :( tapi cuma sebentar kok sakitnya, hihihi...

@ CLAUDE: hahaha, ya udah ntar kalau (harus) operasi makannya es krim aja, gak perlu bubur, hahaha. makasih ya :)

@ LAMAN: katanya gak, ya, hehehe (jangan sampai, deh).

@ MELMO: thank you. and yes! they're yummy :)

@ ECKY: sekarang bekas jahitannya cuma sedikit ngilu, tapi gak bengkak dan sakit lg kok. thanks ya :)

@ DAKOTA: thank you :) hehehe, me too, still thrilling when i saw that pic :p

@ SHYBIKER: thank you very much, really apreciate it. and me too, i love to learn about other culture :)

@ 21INCHS: aku sudah baca, tapi sepertinya kasus kita berbeda ya. aku impaksi dan betul2 nggak nampak ada gigi dari luar karena tertanam di gusi dan tertutup tulang :)

@ LIA: hihi, thank you. kamu juga ya :)

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

Udah ya ndi operasinya, Alhamdulillah lancar yaa operasinya :D
pasti sakit ya ndi >,< ak ngebayangin pasti sakit banget
tp koq bs ndi ketelen :D

suki pooki mengatakan...

AW thanks sweetie! I got my wisdom teeth removed this year too and it was annoying to have such puffy cheeks and always being hungry!!! ><!!

dunia kecil indi mengatakan...

@ RIA: iya, thank God semua lancar :) iya, huhuhu, sakit banget. kayanya ketelen gera2 aku rakus deh segala dimakan, hehehe...

@ SUKI: you're welcome :) agree! and the losing weight part is the worst one :(

SECRETE INTERVIU mengatakan...

owwhh....aga mengerikan yaa..?
semoga selaanjutnya berjalan lancar, by the way aku juga baru beli sikat gigi baru minggu kmren,lol
you have a great dad indi!

Ray mengatakan...

getwell and hope the next surgery is going to be less painful, hon. proud of u on magazine, again, hon :)

sorry, daddy in law, i forgot your birthday too.

eris, i miss u a lot.

xoxoxo

hugLUV

John Terro mengatakan...

selama hidupku aku masih belum merasakan kayak kamu
gigiku berjatuhan dengan indahnya tanpa diapa2in :D

dunia kecil indi mengatakan...

@ SECRETE: iya, dita, hahaha, sampe lemes aku :p amen.. oya? bukan sikat gigi anak2, kan? hihihi.. he is!!! :)

@ RAY: amen. thanks, mas. iya, kan kadonya bisa nyusul atuh, hehehe. tart, lah tart :p eris punya rumah baru, lho :D xoxo. hugLuv

@ JOHN: walah, ini mah impaksi bukan copot gigi (susu/goyang), gimana cara lepasnya -____- hahahaha.

decimal shoes mengatakan...

awesome blog :D
I'm having a giveaway, please check it here :
Decimal Shoes GIVEAWAY

Mama kinan mengatakan...

Salam kenal Ms. Indi...:) terimakasih banyak atas kunjungannya ke rumah sederhana saya saat saya nulis "Pendidikan: "Prestasi" VS "Kejujuran", thanks juga komentarnya....wah ms indi pecinta anak anak rupanya, sayapun pernah terjun di dunia pendidikan anak anak, menyenangkan memang, harus berakhir ketika saya harus mengikuti suami bekerja ke pulau bintan, menjadi teman belajar anak anak memang menyenangkan, semoga ms. Indi bisa mewujudkan semua mimpi mimpi yang ingin diraih..saya yakin Ms. Indi pasti bisa..yakin seyakin yakinnya apalagi setelah membaca postingan2 di blog Ms indi ini, You're strong girl, gadis kuat yang bisa mewujudkan impiannya menjadi kenyataan...nice to know you ms. Indi..:)
salam dari mama kinan

★ AmaLiya ˆ⌣ˆ Veina ★ mengatakan...

heahh -_-' XD
og bza nelen benang seh kak? xaxaxa XD

ip-ip mengatakan...

haha.. ngeri juga tu pek giginya dipajang..hehe
emeng tu sakit apa to,,impaksi2 nggak ngerti aku..hehe :)

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

gigi apa itu~~~ :O
hahaha, kidding! :D
anyway, Indi, semoag semuanya baik-baik aja ya. GBU ^^

dunia kecil indi mengatakan...

@ DECIMAL: thank you :) i'm sorry but your link doesn't work.

@ MAMA KINAN: salam kenal kembali, mama kinan :) iya, sama2. hehehe, iya aku suka anak2 dan binatang. amen, terima kasih ya doanya, aku ingin sekali bisa bekerja untuk dunia anak. salut buat mbak yg pernah bekerja disana meski akhirnya terhenti. nice to know you too :)

@ AMALIYA: ga tau ya, namanya juga dalem mulut jadi bisa2 aja ketelen, hehehe.

@ IP IP: googling dong :p

@ RA-KUN: thanks. GBU too :)

fytapytung mengatakan...

kak indii..
wih..wih..
seperti biasa ak salut bgt ma kakak..
mrinding disko baca post yg satu inii,. masalahx,gigiku lg bmasalah,tp blm smpet cek k dokter,smga cm gigi blubang,perih bgt soalnya kalo udah kumat,smpe menjalar ke kepala-->migrain. huhu.

over all,yg paling kusukai dr kak indi dr dulu : bsyukur.
gmn kakak bs trus brsyukur n gak pnh ngeluh?? *mgkn pnah ya,tp gak kakak post. hhe.
salam. ;D

dunia kecil indi mengatakan...

@ FYTA: hihihi, semoga giginya ga apa2 ya.. tenang aja, gigi berlubang bukan gejala impaksi, kok :)
mengeluh kadang, tapi kalau gakbersyukur sih gak boleh dong :))

Anonim mengatakan...

nasib yang sama..
tapi mungkin perbedaannya adalah skill dokter yang mencabut aja.. wisdom teethku pojok , kliatan dikit doang , dan tumbuh 90 degree,. aku g kebayang itu bisa diambil.....

Eh ternyata...setelah sampe ke dokter, cuma membutuhkan waktu 0.5 jam untuk melalui proses bedah gusi,angkat tulang, bor, las dan jahit, 1 - 2 jam..sudah tidak ada pendarahan lagi, dan makan bubur, namun gejala spt demam, rahang yg gak bisa kebuka lebar, itu otomatis dialami semua pasien,..., keesokan hari bengkak gede banget, namun gue uda masuk kerja,... meskipun cuma makan bubur,.. hari ke 3 4 libur, dan hari ke 5 kehidupan seolah uda seperti biasanya...cuma yg menyakitkan itu adalah sariawannya... :) hehe...

dunia kecil indi mengatakan...

@ ANONIM: aku gak nampak sama sekali digusi, ya. tidur sempurna dan sudah bikin lock jaw. aku malah tanpa sariawan, thank God. jadi jelas nasib/kasus kita berbeda :)

emping mengatakan...

wow keren ... penampilan akhirnya gue suka .. :)

dunia kecil indi mengatakan...

@ EMPING: terima kasih :)

Tia - tealovecoffee mengatakan...

Indiiiii,,, pas banget,,, aku juga barusan operasi,, dan masih kurang 3 gigi lagi >___<

bener deh, suara bor, suara gergajinya, itu bikin ngilu banget (untung mati rasa). Aku ga berani liat serpihan2 gigiku yang diancurin pas operasi. Hahahahahahh

Yuk semangat! Kurang 3 lagi! :D *tapi nanti2 aja aaah yg penting yg paling parah udah keambil :p*

dunia kecil indi mengatakan...

@ TIA: wah, semoga cepat sembuh ya, tia. aku habis operasi masih harus rekonstruksi rahang :D

Alvi Syahrin mengatakan...

Mendadak sakit gigi. :(

Karina Dinda R. mengatakan...

Dress nya lucu kak, look good on you! ^^

Cheers,
Karina Dinda R. ♥
BLOG | TWITTER | SHOP

dunia kecil indi mengatakan...

@ AVLI: lol.

@ KARINA: makasih :*

dian ajeng maharani mengatakan...

honey honey sweetie you are really a good writer! ga boseeen baca blogmu and i feel blessed find this blog so i can read it everyday. soalnya buku ketigamu belom keluar. love it it it it !!!!!!!!

kisses
@dian_ajeng