Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Sabtu, 05 Februari 2011

Tentang Kebahagiaan :)



Hore :D Akhirnya gue bisa posting lagi! Hihihi, gue terlambat bayar tagihan, nih. Jadi internet gue nggak bisa hidup selama 3 hari, lol.
Jadi bagaimana kabar kalian semua? Baik? Semoga semua baik, ya dan yang lagi sakit semoga cepet sembuh. Ameeeeeeen...
Di hari perdana gue on line ini (perdana setelah bayar tagihan maksudnya, hahaha), gue kaget sekaligus seneng lihat blog gue komentar dan followernya bertambah. Terima kasih ya, teman-teman. Jadi terharu nih ternyata setelah cukup lama nggak up date masih ada yang berkunjung, huhuhu :')


Hmm, hari ini gue mau cerita apa ya? *bingung karena nggak biasa mencet keyboard selama 3 hari, lol*
Hmm... Oh, ya ini aja: Tentang kebahagiaan :D
Suatu hari, waktu gue lagi buka-buka pesan di FB (gue cuma buka inbox'nya satu minggu sekali), gue nemuin banyak banget pesan yang isinya hampir sama. Kalau diringkas, kira-kira isinya seperti ini:
"Kak Indi, kenapa sih setiap aku buka page'nya selalu ceria? Emang kakak nggak pernah sedih ya? Pasti enak ya jadi kakak, punya segalanya dan mau apa-apa pasti mudah. Aku jadi iri..."

Jujur aja, gue nggak tahu jawaban tepat buat jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi kalau jawaban jujur, ya gue punya...
Kehidupan gue nggak sempurna, banyak kok orang lain yang hidupnya lebih "punya segalanya" dari pada gue. Coba tengok rumah keluarga gue, kami tinggal di lingkungan "rata-rata" yang jalannya rusak parah. Lampu jalan utama menuju rumah selalu minim dan supir taxi jarang tahu daerah sini. Orang tua gue juga bukan pasangan kaya-raya. Mereka membuka usaha jahitan sejak belasan tahun lalu---beberapa tahun setelah bokap gue berhenti kerja formal karena PHK dan sampai hari ini---. Kesehatan gue juga nggak sempurna, gue scoliosis sejak kecil dan telinga kiri gue ada gangguan pendengaran. Banyak keterbatasan yang harus gue hadapi, bahkan sejak gue baru belajar membaca.

Apa gue bahagia?
Iya, gue sangat bahagia. Sangat. Tapi bukan berarti gue nggak pernah sedih. Hidup kan memang nggak mudah meski tetap bisa dinikmati :)

***

Sejak kecil gue gampang tertawa. Entahlah, rasanya gue diberkati karena selalu menemukan hal lucu setiap hari. Mungkin untuk sebagian orang biasa saja, tapi buat gue memang "selucu" itu. Gue sering mentertawakan diri sendiri. Bahkan saat gue terapi dan melihat pantulan diri gue di cermin, pasti gue ketawa---minimal senyum--ngeliat atribut ajaib yang melekat di tubuh gue. Begitu juga kalau gue sedang jalan-jalan. Ke mall atau bahkan di depan rumah waktu jalan santai, gue selalu menemukan hal lucu yang bisa bikin hati gue bahagia seharian.

waktu gue umur 5 tahun, hihihi..


"gila" di depan rumah nenek

Gue selalu jujur dengan perasaan gue, waktu senang pasti gue bilang, waktu sedih gue nggak segan-segan membaginya di status facebook atau twitter (untuk gue itu nggak masalah selama isinya bukan keluh-kesah, kata-kata negatif atau umpatan yang cuma bikin orang yang baca ikut sedih/kesal). Teman-teman online gue banyak yang bilang kalau status gue justru kebanyakan tentang kebahagiaan daripada tentang kesedihan. Banyak diantara mereka yang menanggapi positif dan memberikan doa supaya gue bisa selalu bahagia. Tapi ada juga (ya, satu atau dua orang) yang malah memberikan komentar usil yang bikin gue bingung kaya,
"Itu sih elo. Lo nggak tahu aja hidup gue susahnya kaya apa!"
Atau seperti,
"Tolong remove saya dari account ini karena saya muak liat muka kamu yang selalu senyum!"
(Nah, yang terakhir itu betul-betul aneh. Tapi demi Tuhan, gue memang pernah menerima komentar seperti itu, lol).

Diberi komentar seperti itu, gue lebih baik membiarkan atau melakukan apa yang mereka inginkan. Bukannya gue takut, tapi gue mengerti kalau mereka yang sedang bersedih mungkin merasa lebih baik kalau mengumpat atau mencaci orang lain (sayangnya, kali ini korbannya adalah gue, hehehe). Tapi gue yakin itu cara salah. Sekeras apapun seseorang mencaci, dia pasti nggak akan pernah bisa bahagia. Karena saat kita menyakiti seseorang, sebenarnya kita sedang menyakiti diri sendiri.
Gue lebih suka mengambil jalan lain untuk berbahagia,
Gue menikmati!
Gue yakin kok hidup itu memang cara legal yang Tuhan beri supaya kita "bersenang-senang". Saat kita ada masalah, nggak apa-apa untuk bersedih, tapi gue lebih suka sebentar saja, lalu berusaha mencari jalan keluar sampai berhasil dan nggak sabar bilang, "Tuh, kan gue bisa" waktu semuanya sudah membaik :)

Menikmati juga berarti "menerima" apa yang kita punya. Gue kurang setuju saat seseorang memiliki sesuatu yang "cuma segitu-segitunya" tapi malah menyia-nyiakan, mengeluh dan meminta lebih. Ini memang kedengeran klise, tapi kalimat bijak "Jangan lihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah" betul-betul bisa di praktekan di dunia nyata, kok. Pernah nggak terpikir, waktu kita ribut setengah mati pengen parfume merk "A" atau pengen ganti handphone dengan merk "B", diluar sana ada cewek-cewek seumuran kita yang lagi bersedih karena seragam sekolahnya masih basah padahal dia harus pergi pagi-pagi dan dia nggak punya seragam cadangan?
Gue nggak suka mikirin itu, jadi gue lebih memilih menerima daripada menginginkan lebih.

selalu merasa "lucu" kalau lagi pakai baju LAB sebelum rontgen :p


berkreasi dengan cat kuku sisa :D


berpetualang dengan Eris si anjing ajaib, hihi

Menerima itu bukan berarti pasrah, kok. Tapi menerima itu sudah pasti bersyukur.
Bahagia bisa dicari, gue percaya. Bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun. Perhatikan hal-hal kecil. Detail-detail kecil yang Tuhan ciptakan tapi kadang kita merasa kurang waktu untuk memperhatikan itu semua.
Gue bahagia waktu makan es krim yang harganya 3000 rupiah di depan mini market sambil nungguin hujan reda sama Ray yang belum gajian. Gue bahagia waktu gue cat kuku gue warna-warni pakai nail polish yang isinya cuma cukup untuk beberapa kuas lagi (malah bagus kok, hasilnya warnanya jadi banyak dan cat-cat itu nggak terbuang sia-sia, hihihi). Gue bahagia waktu baca buku di dalam kamar dan mengkhayal sedang piknik di taman indah berumput. Gue bahagia waktu bertualang di halaman rumah sama Eris si anjing kecil. Gue bahagia, bahagia, bahagia, SANGAT bahagia. Gue bersyukur karena Tuhan nggak pernah kehabisan ide menciptakan detail kecil untuk gue nikmati :)

Bagaimana menurut kalian? Menjadi seorang yang bahagia nggak begitu sulit, kan? Cukup menikmati, menerima dan bersyukur. Masih sulit? Coba ingat-ingat lagi, Tuhan masih memberi kalian hidup sampai hari ini. Apa itu masih belum cukup alasan untuk berbahagia? ;)


***

Sekedar info, untuk teman-teman yang bertanya tentang novel baru gue, ada kabar baik, novel "Karena Cinta itu Sempurna" sudah bisa pre order dengan cara email ke hokic@yahoo.com (Homerian Pustaka) atau SMS ke 0818618363 (dengan cara ini dapat bonus tanda tangan gue, hihihi) dengan format: nama, alamat, no telepon dan jumlah buku yang dipesan.
Harga per buku Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim) dan akan dikirim ke alamat masing-masing setelah tanggal 12 Februari.
Akan beredar juga di toko buku besar (Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, Kharisma, dll) mulai tanggal 19 Februari 2011 (di Yogya dan sekitarnya) dan akhir bulan ini di seluruh Indonesia. Terima kasih :D




29 komentar:

  1. tetap selalu berbagi bahagia y, indi..
    bahagia itu menular kq.,

    dan,,
    sukses untuk buku barunyaa..:)

    BalasHapus
  2. Wah, terima kasih ya :) Sukses untukmu juga (amen) :))

    BalasHapus
  3. Aku setuju sekali :) kayak film happy go lucky (pernah nonton filmnya?) hehehe!

    wah homerian, selalu pengen kesana tapi tidak pernah sempat :( selamat atas peluncuran buku baru mu..

    http://ladymitroz.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. aku juga percaya kalo disetiap kesulitan yang kita hadapi pasti ada kemudahan didalamnya. terus terang aja kadang aku merasa kurang bersyukur tapi aku selalu berusaha untuk bersyukur. karena aku juga sadar kalo masih banyak orang disana yang kurang beruntung daripada aku. :)

    akhirnya, terbit juga bukunya kak Indi :)
    penantianku mulai desember terbayar juga. hehe :)
    sukses yaa kak :)

    BalasHapus
  5. kakak..
    terimakasih.
    karena kakak selalu membuatku iri. tetapi juga selalu menjadi motifatorku..
    aku tahu, bahwa hidup ini penuh warna, bahwa hidup ini sebenarnya sangat menyenangkan..^^

    BalasHapus
  6. Wow. I impressed!
    dita salut sama indi soalnya sangat tahu gmn cara menjalani hidup, dita sendiri belum bisa menikmati hidup ky gtu,, msi banyak yg bikin dita stuck, apalagi klo udah kena masalah penyakit, kyanya dta lgsg down dan smua kegiatan terganggu. dari kecil jg dita emang sering sakit sih =(
    trus gmn cara indi menyikapi wktu mengalami gangguan pendengaran?

    Oh ya check my online store dong, hehehehe
    http://vocusaccessories.blogspot.com/

    BalasHapus
  7. @ Tria: wah, aku blm pernah nonton film'nya. nanti kapan2 aku coba :) oh, kamu tau penerbitku ya? aku malah belum pernah kesana, soalnya tinggal di bandung, hehehe. terima kasih ya :)

    @ Adina: bagus, itu. seterpuruk apapupun kita, selalu yakin pasti ada orang diluar sana yg membutuhkan kita.
    hehe, iya maaf nih ada keterlambatan. ayo, sekarang jgn lupa order bukunya, ya.. :)

    @ Minityc: sama2 ya, sayang :) kamu betul, hidup itu penuh warna. ayo kita nikmati :)

    @ Pramudita: kan belum bukan berarti enggak :)oh, kamu sering sakit ya? gimana keadaanmu? semoga sudah lebih baik, amen..
    hmm, aku sendiri gak terlalu terganggu dengan masalah pendengaran. telinga kanan aku masih bisa dengar soalnya :) paling yang harus "disabari" ya scoliosis aku. soalnya sakitnya setiap saat dan bikin gerakanku terbatas. tapi aku sikapi dengan "mencari gantinya" saja. aku kan perempuan. kalau nggak bisa lari2, aku cari kegiatan lain, misalnya masak atau jalan2 di halaman. sama menyenangkannya, kok :)
    wah punya OL store?? segera meluncur kesana! :)

    BalasHapus
  8. wah mba Indi, saya ada award kecil-kecilan buat Mba. Silahkan dicek di sini ya Mbaa.. http://ow.ly/3R5Yv

    BalasHapus
  9. @ Thisisrizka: waaaa, terima kasih. nanti aku upload di blog :*

    BalasHapus
  10. Hai Mbak Indi :D
    Setiap aku baca postingannya Mbak Indi,, aku jadi selalu bersyukur aku pernah kenal Mbak Indi.
    Hahahaha *garuk-garuk kepala malu*
    Soalnya,, tulisan2 nya Mbak Indi itu nyentuh banget.
    Hahaha.

    Wuahhh~~~ Akhirnya,, Novelnya terbit.
    Sama kayak Adina,, aku juga suda menanti2 dari bulan desember XD

    BalasHapus
  11. Indi.. yang pasti aku bahagia ketemu teman yang selau bahagia seperti kamu.. :D

    BalasHapus
  12. Sejak pertama saya mampir di blog ini memang selalu aura kebahagiaan yang saya rasakan. Dan memang terbukti kalau urusan bahagia itu ada pada bagaimana cara kita memilihnya.

    bahkan dalam keterbatasan pun, jika kita memilih untuk bahagia.. pasti akan bahagia. Boleh tau akun FB nya?.. tar saya add deh..

    BalasHapus
  13. bener banget ndi, apa alasannya kita nggak bahagia sedangkan banyak orang di luar sana yg lebih nggak beruntung dari kita iaa ndi..

    bahagia itu pilihan..
    tinggal kitanya aja mau nggak bahagia, bener nggak sih ndi? :)

    BalasHapus
  14. Sebelumnya saya mau ucapin salam kenal buat empunya, kalau menurut aku itu bagus, karena kejujuran itu hal yang harus kita utamakan dalam sebuah hubungan, pertama kita kan harus jujur sama diri kita sendiri, kalau kita sudah ga jujur sama diri kita sendiri, bagaiman ke orang lain mau jujur.

    BalasHapus
  15. @ Frey: wah, terima kasih, frey. senang mengenalmu juga :)) terima kasih, ya. aku senang kalau tulisanku bermanfaat.
    hihihi, maaf ya bikin kalian nunggu lama. sekarang sudah bisa dipesan novelnya. hore :D

    @ Amelia: TERIMA KASIH :) aku juga bangga dan bahagia bisa kenal kamu amel yg kreatif, hihihi.

    @ Gaphe: ah, terima kasih. aku setuju kalau bahagia itu pilihan :) btw, aku selalu ngiler kalau buka blog'mu. doyan makan kok bisa langsing terus? hihihi...
    wah, boleh. dengan senang hati. karena akunku penuh, aku buat yg baru. namanya "indi sugar". aku tunggu request'nya :)

    @ mimi: betuuuuul. setuju 100% sama mimi kembarannya cici, hihihi ;)

    BalasHapus
  16. @ marfinsyah: salam kenal kembali dan terima kasih sudah mampir. betul :) kejujuran itu memang yg paling penting. dengan jujur kita bisa lebih "tenang". ya asalkan tetap sampaikan kejujuran dgn santun&tahu tempat :)

    BalasHapus
  17. anda pzt tau siapa saya. huhuhuhuhu. syukuri aj smua jg ud ad jalurny :) xoxoxo. hugLUV

    BalasHapus
  18. hihi, kalo aku suka kak liat senyum kakak.
    ceria dan penuh semangat!

    kayaknya ada pesen di senyumnya,
    "gue mau ngejalanin hari ini dengan gembira"

    hahaha, paling ga gitu lah :P

    BalasHapus
  19. saya bahagia tiap kali liat blog ini.... btw mau nanya nih. scoliosis itu apa yah???

    but, nice post....

    satu kalimat terakhir....

    HIDUP INI SINGKAT SEKALI, JADI JANGAN DIGUNAKAN UNTUK SOMETHING BAD. SELALU CERIA!!!!!!!!

    BalasHapus
  20. @ Ray: lho, ini siapa ya? apa majikan saya? huhuhuhu. iya, betul mas. semua ada jalurnya dan ada maksudnya. nikmati! :) xoxo. hugLuv

    @ Setyawan: hihihi, masa sih? padahal senyumku seringnya belum gosok gigi, lho :p makasih ya :))

    @ Noeel: terima kasih :) scoliosis itu kelainan tulang belakang. coba deh kamu googling, pakai kata kunci "scoliosis" atau "skoliosis" (indonesia).
    sekali lagi, makasih. setujuuuu :D

    BalasHapus
  21. aku juga sering di bilang gitu. teman2ku bilang aku selalu ceria walau badai menghadang....

    BalasHapus
  22. kak Indi!!! =)
    kalau kita senyum kepada saudara kita, saudara kita akan senyum ke orang lain, dan orang lain itu akan senyum ke orang lainnya lagi...
    bener, kebahagiaan itu nular..

    semoga kebahagiaan yang tersaji di blog ini juga nular k pembaca setianya ^^

    SEMANGAT SELALU kak Indii =)

    BalasHapus
  23. @ Yunna: wah, toast! :D

    # Hitam Putih Pelangi: betuuul, aku setuju sama kamu :D amen.. terima kasih ya. semangat untukmu juga ;)

    BalasHapus
  24. gitu dong...kan bagus kalo update tapi aku loh yang jarang update...
    http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

    BalasHapus
  25. akhirnya... bisa kembali lagi baca tulisan2 indi lewat blognya. Maap baru sempet mampir,, br dpt almt blog yg ini dari komen di fb indi :D

    baru baca tulisanmu lagi dan langsung terinspirasi (lagi). terisnpirasi untuk tidak mengeluh,, bahkan sekedar lewat status fb untuk dapet byk komen,, hehe

    makasi indi
    -cupz-
    -dari ja_ro_ni_pon@blog indos yg juga hijrah ke blogspot :D-

    BalasHapus
  26. wah....memang indi ini ngebahagiain ya..saya juga turut bahagia deh sehabis baca postingan ini

    *senyum lima centin selama lima menit:P

    BalasHapus
  27. @ f4dly: haha, ya. aku cuma gak update saat ada halangan aja, kok.

    @ cupz: wah, iya. kayanya jarang yg tau aku pindah kesini. sama temen2 blog indos udah jarang yg saling kunjung blog'nya. terima kasih kembali, ya. aku senang kalau tulisanku ada manfaatnya :)

    @ nova: syukurlah :D ati2 ah, senyumnya pegel. hihihi..

    BalasHapus
  28. :) manusia itu ga ada yang sempurna, bagaimana cara kamu memandang dan menyikapi hidup itu yang bikin berbeda dari segi kepribadian, kata temen"ku aku cenderung negative thinker,harus belajar banyak dari kamu neh!! :) Ini ada quote bagus yang mau aku share ma indi, "live in the mome...nt because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back"
    Take care always yah, enjoy your life

    BalasHapus
  29. hihi, saling belajar aja. aku malah suka dengan cara berpikirmu yg kritis :) thank you, ya. take care and don't forget to smile :))

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)