Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Jumat, 25 Maret 2011

Hujan, hujan, hujan :)


Wah, nggak terasa sudah malem. Eh, hampir pagi, ding! Hihihi... Capek, sih, pengen buru-buru ke kasur. Apalagi sekarang gue udah pakai "seragam kesayangan": piyama dan jaket tebal. Brrr... dingin... Tapi rasanya kurang lengkap kalau gue nggak ceritain soal pengalaman hari ini. Ya, mumpung ingatan gue masih "segar" ;)

Hari ini ternyata sama dengan hari kemarin. Hujan nggak berhenti-berhenti sejak siang sampai sore. Kalau dihari lain siang-siang rasanya gerah, nah 2 hari belakangan ini rasanya dingiiiin banget. Sampai-sampai kalau gue keluar rumah untuk main sama Eris (anjing gue), rasanya kayak masih pagi pagi padahal sudah jam 2 siang, lho!
Tapi meski hujan hari gue tetep harus berjalan. Seperti hari kamis lainnya, it's time for my English course. Karena kelas dimulai jam 4 sore, jadi siangnya gue santai-santai saja. "Ah, paling sebelum kelas mulai hujannya juga reda", begitu pikir gue.
Sambil nunggu jam 4, gue siap-siap dulu. Gue bahkan sempat cat kuku gue pakai warna biru langit, lho! Hihihi, ceritanya mensugesti diri supaya suasana hati tetep seperti "langit cerah", nggak "mendung" kaya cuaca sekarang. Nggak tahu kenapa bawaan gue happy dan semangat banget! Untuk pilih baju aja gue cuma butuh lima detik (serius, gue buka lemari dan langsung ambil bajunya secara random, lol). Sama sekali nggak mikirin cocok atau nggaknya ;)

Setelah gue cuci muka dan gosok gigi, gue langsung pakai baju yang gue pilih tadi. Waaah, ternyata cocok! Senangnya, walaupun random ternyata hasilnya nggak tabrak warna. Langsung deh gue nyanyi-nyanyi kaya di film musikal (hahaha, ini bukan adegan dramatisasi, tapi kenyataannya kalau seneng gue memang suka nyanyi sambil muter-muter kaya gasing gitu). Nggak lupa gue langsung nenteng-nenteng camera digital buat minta difotoin bokap yang baru pulang dari undangan.

Ternyata oh ternyata...
Diluar masih hujan! Gue sempet manyun karena tahu kalau kemungkinan mangabadikan "style" hari ini terhambat :'(
Tapi daripada penasaran, gue paksa bokap gue untuk tetep ambil foto gue. Gue bilang, "Hujan-hujan dikit nggak apa, lah Pak. Kan kameranya ini yang kena hujan. Aku di foto di garasi aja, nggak apa-apalah latar jelek, yang penting akunya keliahatan. Ya, ya, ya? Pleaseeeee....".
Akhirnya dengan berat hati bokap fotoin gue. Beliau cepet-cepet banget. Kayanya tiap foto cuma diambil 2 detik, deh. Itu pun cuma dapat beberapa jepret.
"Sudah, ya? Kan sayang nih kameranya".
Dan gue pun makin manyun. Masa sih bokap lebih sayang sama kamera daripada sama anaknya :'(
Tapi gue nyerah. Gue hapal banget kalau bokap bilang "Sudah" artinya ya sudah (masa "belum", hehehe). Rasanya gue pengen nangis sambil hujan-hujanan deh waktu lihat foto-foto gue di kamera...
SEMUANYA shaking dan muka gue nggak jelas.
Oh, Bapak... Hiks...

jepret pertama: shaking.


jepret kedua: masih shaking!


O, ow! Gue hampir lupa soal kelas Inggris. Nggak punya waktu meratap lama-lama gue langsung minta Bokap antar gue. Karena tempat les gue letaknya nggak terlalu jauh sama rumah, gue selalu diantar pakai motor. Paling lama 10 menit sampai, itupun dengan kecepatan yang sangat-sangat slow, hihihihi. Tapi hari ini hujan nggak mau kompromi. Bukannya reda malah makin deras. Padahal kalau gue nekad pakai mobil waktu tempuh perjalanan bisa lebih dari 2 kali lipat, soalnya harus lewat jalan besar dulu, yang mana artinya harus memutar dan bikin jarak rumah-tempat les jadi 2 kali lebih jauh daripada jarak sebenarnya (wah, penjelasan gue keren banget, ya? Hehehe).
Akhirnya setelah waktu les makin mepet, diputuskanlah untuk pakai becak. Iya, becak! Dilingkungan gue memang masih ada, kok (asyik, kan sudah kaya serial "Keluarga Cemara" aja, lol).

Meski becak sudah ngepot-ngepot jalannya, tetep aja gue sampai tempat les jam 4.30 sore. Terlambat. Dengan malu-malu (nggak, ding, hihihi) gue ketok-ketok pintu kelas dan minta maaf. Bukan, gue bukan minta maaf karena terlambat, kok. Tapi gue minta maaf karena sudah mengotori lantai kelas dengan sepatu gue yang habis injak genangan air, hihihi. Untungnya my teacher baik hati dan langsung persilakan gue duduk disamping seorang murid baru.
Belum teratur detak jantung gue (beneran, rasanya kok hari ini "penuh kejutan" ya?), Mr. Ridwan (my teacher) sudah minta murid-murid tercintanya bikin skenario singkat tentang "thanks for hospitality". What?? Ada apa ini? Gue belum tahu materinya sama sekali! Jujur, gue sedikit panik, apalagi waktu tahu kalau partner "drama" gue adalah si murid baru yang mana sama-sama nggak tahunya kayak gue, huhuhu...
Setelah 5 menit penuh keheningan, akhirnya gue dan si murid baru mulai berkenalan. "Aku Indi", "Aku Jesicca". Dan kamipun hening lagi.

Untunglah setelah "curi dengar" dari Mr. Mora dan Hari (dua murid yang duduk disebelah kami), gue dan sang partner mulai mengerti dengan tugas hari ini. Meski nggak mudah kami bisa mengerjakan dengan baik dan relatif lancar meskipun bukan yang terbaik di kelas. Ah, leganya... Thank God :)
Ditengah kelegaan HP gue rasanya bergetar. Dengan sembunyi-sembunyi gue cek, dan ternyata benar ada SMS. Dari Ray. Katanya,
"Ban bocor. Mas lagi tambal dulu di ****".
Ya Tuhan....


Sampai jam 6.30 malam ternyata Ray belum bisa jemput gue. Tanpa bermaksud dramatis gue nyender di tembok dekat parkiran tempat les sambil mandangin hujan yang semakin deras. Nggak disangka aksi gue ini mengundang simpati warga, eh maksudnya beberapa staff dan guru. Mereka menawari gue kursi untuk duduk sambil menunggu. Entah keberapa kali gue nerima pertanyaan macam, "Belum dijemput?" atau "Ray dimana?". Gue tahu maksud mereka baik, tapi ditengah suasana kayak gini, hati gue malah makin nelangsa, huhuhuhu...
Sudah 40 menit gue menunggu sejak jam pulang. Ray masih belum kasih kabar tentang kapan ban'nya selesai ditambal. Akhirnya gue telepon dia dan bilang kalau gue mungkin lebih baik cari becak saja karena hari makin gelap. Ray setuju. Akhirnya dengan bantuan Mr. Garden (dia suka baca blog ini, lho. Disapa dulu, ah, "Haloooow, Mr. Gardeeeen", hehehe) gue bisa pulang pakai becak yang tiba-tiba aja nongol.

Diperjalanan pulang nggak henti-hentinya gue mengucap syukur. Akhirnya gue semakin dekat dengan rumah. Soal atap becak yang bocor dan sempat kejebak banjir biarlah diabaikan. Yang penting setelah 30 menit perjalanan gue sampai rumah (iya, hujan yang makin deras bikin perjalanan 3 kali lebih lama daripada biasanya).
Setelah di rumah gue langsung ganti baju dan minum teh hangat. Keinginan gue buat difoto terpaksa gue buang jauh-jauh. Kan konyol dapat 1 foto bagus tapi besoknya badan meriang, hihihi.
Syukurlah akhirnya urusan "tambal ban" selesai dan Ray bisa sampai kerumah gue dengan selamat meskipun dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

teh hangat


Hari ini, ternyata rencana yang sudah gue susun nggak berjalan dengan baik. Maunya sih gue difoto dulu sebelum pergi. Maunya sih gue masuk kelas tanpa terlambat. Maunya sih Ray yang jemput gue. Maunya sih Ray lihat gue pakai baju yang tadi bukannya piyama...
Maunya sih, maunya.. Maunya...
Ah, kalau dipikir-pikir kok gue malah banyak maunya, ya? Egois. Gue jadi merasa bersalah. Hari ini gue memang mengucap syukur, tapi rasanya malah seperti sekedar "menghibur diri". Padahal seharusnya syukur adalah syukur. Suka cita, berterima kasih karena telah diberikan berkat oleh Tuhan. Mungkin pengharapan gue hari ini terlalu banyak. Gue sampai lupa kalau banyak hal kecil yang sepatutnya membuat gue bersyukur. Berkenalan dengan teman baru, dikelilingi orang-orang baik ditempat les, minum teh berdua dengan Ray setelah kehujanan. Bahkan becak yang tiba-tiba muncul didepan tempat les pun seharusnya gue syukuri.

Ah, ya gue ingat 1 hal. Tuhan menciptakan semua hari itu baik. Hari cerah, hari mendung, hari kering, hari berangin. Semua baik. Kalau gue sampai batal difoto, batal dijemput Ray, batal les tepat waktu karena hujan, itu bukan karena Tuhan mau gue bersedih. Tapi itu karena Tuhan mau gue menikmati hari gue. Apa adanya, seperti yang sudah diberikan Tuhan. Hari baik selalu! :)





-----------------------------------------------------------------------------------------------
Karena Cinta itu Sempurna, my second novel sekarang tersedia diseluruh toko buku besar di Indonesia, lho Jangan lupa siap-siap bulan depan gue bakal bagi-bagi hadiah! :)
Mau menghubungi Indi? Klik DISINI atau DISINI.

31 komentar:

  1. setuju.Tuhan menciptakan semua hari itu,baik.kalau ada waktu,kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  2. haha.. walaupun seperti itu Indi tetep ceria dan seneng yah.. kayaknya baru kali ini saya baca tulisan indi curhat hari yang sebenernya mungkin bagi banyak orang menjadi hari yang nggak ngenakin. Tapi Indi bisa menyikapinya dengan baik koq!.. walaupun fotonya shaking, tetep aja bagus keliatannya.. bilang aja kalo ini diedit : blur. trend mode masa kini.. hahahahaa

    BalasHapus
  3. salute sama Indi, cerianya masih berasa nih ditulisanmu.
    40 menit nungguin Ray masih sabar gitu, klo aku pasti dah mewek Ndi, hehe maklum dulu itu masih labil ...aku suka caramu mensugestikan diri, jadinya kita kebawa ke hal-hal yang positif dan nggak mikir yang negatif :)

    BalasHapus
  4. wah jadi pengen tuh sama teh angetnya

    BalasHapus
  5. kak, kunjungan pertama saya. blognya baguuus :)
    heheh, berasa kak cerita kaka perasaannya :D

    BalasHapus
  6. Mbak Indi,, bajunya lucu banget!!

    Walopun Mas Ray gak liat Mbak Indi pake baju itu,, kan bisa liat di Foto ini Mbak.. hahaha.

    BalasHapus
  7. @ I-ONE: iya, Tuhan membuat hari itu baik semua :) aku udah berkunjung, kok, malanh ninggalin komen :)

    @ GAPHE: hihihi, soalnya banyak hal lucu, sih. aku juga heran pas di becak aja aku pengen ketawa2. tp gak, ah. nanti abang becaknya takut liat aku :p
    waaa, blur trend masa kini? kasian, ya yg difoto wajahnya malah gak keliatan, hihihi.

    @ AJENG: terima kasih :)hihi, aku malah labilnya kadang sampai sekarang, jeng :p iya, memang lbh baik gitu, sugestikan aja, rasanya lebih enak, kok daripada sedih :)

    @ JOE: wah, udah habis dalam 5 menit, hihihi...

    @ ANDRIANSYAH: wah, terima kasih ya :) hehehe, soalnya ceritanya dari hati, ini curhat terdalam *apaan sih, hehe*

    @ FREY: makasiiiiih. syukurlah km masih bs liat bajunya walau shaking, hihihi. iya, sedihnya, ray cuma liat dari foto, soalnya pas sampai rumah aku udah basah kuyup, hahahaha :')

    BalasHapus
  8. dita suka m bajunya^^ pengen deh,,itu bahan apa indi? hehe jd ingin meniru..=)

    BalasHapus
  9. @ DITA: thank uuu :) itu corduroy :)

    BalasHapus
  10. Seneng banget sama endingnya, positive thinking to God..!! memang harus selalu begitu.. :)

    1. soal foto, keren kok, malah cantik bgt baju itu dipake sama Indi

    2. kok Indi hobynya "menyiksa" bapaknya sih, hihihi...

    3. dapat teman baru ditempat les, ah.. senangnya...

    4. ngeteh bareng sama Ray setelah hujan... owh,, so romantic.. :)

    selamat menikmati hari Indi.. :)
    semoga selalu senang...

    BalasHapus
  11. @ ADVERTIYHA: terima kasih. iya, Tuhan kan emang gak pernah punya maksud buruk sama kita :)
    hihi, makasih ya. sayangnya agak blurry. waaa, aku gak nyiksa bapak. aku cuma minta tolong, malah ngalah waktu beliau gak mau ambilin fotonya (masih sedih soal ini, hiks, hihihi).
    betul! seneng banget aku dapet temen baru :) dan romantic? hihi, aku pikir itu manis :) terima kasih, selamat menikmati harimu juga yaa :)

    BalasHapus
  12. semua hal memang menyenangkan kalau kita selalu berpikir positif.. ^^
    eh baru tau indi veget dan meskipun aku bukan veget tapi suka makan di tempat veget, taukah kamu yang cepet habis di resto veget adalah rendang daging (jamur yg dibentuk mirip daging) hahahaha
    yuk mentautkan jari kelingking kita indi hihihi
    aishi lely

    BalasHapus
  13. hujan, emg lg musimnya ga jelas. tp syukur deh qt msh bs pulang+mnm teh bareng :) nice time

    xoxoxo

    hugLUV

    BalasHapus
  14. @ LELY: setuju :) ya, itu "stupid" sekali gak mau makan daging betulan tp malah daging buatan dan ngakunya vegetarian, ckckck. tp kalo demi kesehatan, memang anjuran dokter, ya aku bs maklum, lah :)
    btw, aku menyebutkan aku vegetarian kok di buku "waktu aku sama mika" :)

    @ RAY: iya, hujan terus, mana pas sore lg, huhuhu. iya, thank God we had a nice time :) xoxo. hugLuv

    BalasHapus
  15. award buat kak Indi^^
    semoga berkenan....
    bisa dilihat di blog saya.. =D
    http://hitamputihpelangi.blogspot.com

    BalasHapus
  16. Duh k Indi..hehe..aku bisa comment lagi nih uhuyy...teh anget emang cocok bgt lagi hujan..hemm izin follow yaaa,,

    BalasHapus
  17. Hi Indi, maabh yah boo Bu Bunting baru sempet mampir dimari. Tengkiu loh dah mampir ke rmah keluargazulfadhl :-)

    Btw gw suka banget liat poto2 lo. Yang terbaru ampe yang masak pizza veggie ituh. Hehehe, dirimyu korea style sekali ya. Imut2 kaya boneka hehehe *Zahia ampe minta dibeliin seiji. Lho?!*

    Ya sutra, sekian dulu dah rumpi2nya. Ngomong2 dirimyu di Bandung yah staynya? Dimana? Keluarga besar gw di Bandung, deket BSM. SO kalo mudik yah gw pasti kesono :-)

    BalasHapus
  18. makasih tante indi dah mampir ke blog nya farras .. salam kenal :),terus besyukur ya tante indi biar Tuhan tambah terus nikmatnya ..

    BalasHapus
  19. @ HITAM PUTIH: awww, terima kasih ya. seneng banget! nanti pasti aku update di blog aku soal awardnya :)

    @ ROSE: iya, cocok banget. apalagi sambil ngemil, hihihihi. silakan di follow, rose :)

    @ ZULFADHLI: huduh2, kayanya lebih enak manggil bumil daripada bu bunting, hihihi :) terima kasih ya udah berkunjung.
    terima kasih, terima kasih. padahal aslinya aku rada jengkel kalo dibilang "gaya korea". maunya ini gaya eropa, tp ada daya, mata sipit kulit pucat, hahahaha.
    waaaaah, deketan kita! ayo kabar2in kalo ke bandung ya. salam buat zahia :D

    @ BUNDA: sama2. salam kenal kembali. iya, semoga kita selalu diingatkan terus untuk bersyukur, ya. dan terima kasih juga bunda faras sudah mengingatkan :)

    BalasHapus
  20. hehe ia indi,,asik juga ya ternyata bikin pre-party! hahaha ternyata bkn cm ak yg ky gt,,hee

    BalasHapus
  21. Salam kenal kak indi...
    salam penulis juga (well, Aul juga penulis -di sebuah koran lokal Sumatra Barat- hehe... udah lama ngerjain novel juga sih, tapi sampai sekarang blum selesai2 dan belum terbit2...

    HAHA...

    Aul follow nih kak...
    follow balik yah :)

    BalasHapus
  22. betul banget. Tuhan jadiin setiap hari baik adanya :)

    BalasHapus
  23. @ DITA: iya, emang fun banget! malahan kalo ada yg ultah biasanya rayainnya 1 minggu, hihihi :)

    @ AUL: salam kenal kembali aul. iya, siap :D

    @ RIBKA: iya, Tuhan selalu bermaksud baik sama umatnya :)

    BalasHapus
  24. ga cuma tulisanya aja yang ceria.
    blognya juga tampil ceria.

    aku follow blognya ya.. sapa tau ketularan bisa nulis novel hhe

    BalasHapus
  25. Mbak Indi, emang tinggalnya dimana? koq masih ada becak?? wah untung yach disaat yang tepat ada tukang becak yang lewat....kalo ngga kan repot...bisa basah2an dech heheh.....

    BalasHapus
  26. @ GEAFRY: hihihi, makasih. ceria buat berarti sesekali gak boleh sedih, dong ;) hehehe, silakan di follow, nanti aku main2 ke blog'mu ya :)

    @ NIA: di bandung. di beberapa perumahan memang ada becak, kok meski gak sampe ke jalan besar, cuma didaerah perumahannya aja :)

    BalasHapus
  27. Tante Indi...
    Dija udah foto di studio lagi loooh...
    pake baju koak kotak kuning ijo...

    BalasHapus
  28. @ DIJA: asiiiiik, aku liat ah :D

    BalasHapus
  29. Wah ternyata hampir di setiap sudut Indonesia asik diguyur hujan mulu ya Ndi, seminggu kemarin di tanah kelahiranku hujan terus, walhasil jadi rajin lari-lari deh
    *bolak balik angkat jemuran :p

    Pasti asik tuh perjuangan naik becaknya, jadi pengen ngerasain juga, habis becak di Medan beda bentuknya dengan yang disana, hihihi...

    BalasHapus
  30. baca tulisan indi selalu meninggalkan kesan ceria deh. Saya masih harus lebih banyak bersyukur ni. thanks indi^^

    BalasHapus
  31. @ CHICI: iya, emang kayanya seluruh belahan dunia diguyur hujan, hihihihi. asik2 menderita gitu, chi. udahnya sih bs senyum meski sebelumnya lumayan sakit badan. ayo mampir kesini, cobain becaknya :p

    @ NOVA: terima kasih :D ah, aku juga kok nova. kita sama2 belajar ya :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)