Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Kamis, 04 November 2010

Walking with "Giant" :p


Mau nulis nggak ya? Mau? Nggak? Mau? Nggak? Nggak mau? Mau!
Hahahaha, mulai ngaco deh gue. Hmm, sebenernya sih hari ini gue lelah banget. Tapi berhubung tidur nggak bisa dan kalau bengong malah mikir yang nggak-nggak, lebih baik gue nulis aja, deh, lol.

Kali ini gue mau cerita tentang Richard, temen gue yang biasa dipanggil Om Bule (meski sebetulnya gue lebih tua dari dia, hehehe).
Gue mengenal si Om ini lewat dunia blog. Awalnya sih nggak sengaja, waktu gue lagi visit blog teman, disana ada link ke suatu blog yang namanya aneh: Bule Juga Manusia. Iseng-iseng, gue klik dan mulai baca blog'nya. Wah, ternyata isinya lebih aneh daripada judulnya. Banyak cerita nggak penting dan foto-foto "mengerikan", lol. Tapi, entah gue mulai terhipnotis atau memang jatuh cinta, gue jadi ogah ninggalin blog itu dan malah betah baca postingannya satu persatu! Ckckckck... :p
Meskipun begitu, gue sama sekali nggak ninggalin komentar. Alasannya sederhana: Gue nggak mau dianggap sebagai orang asing yang nimbrungin cerita-cerita pribadi dia. (Seriously, it's like reading a dude's diary, lol).

Sampai suatu hari (yang mana sangat jarang terjadi), gue melakukan random add di Facebook. Dan tanpa sengaja yang gue add itu account'nya Om Bule! Ternyata oh ternyata... dunia ini sempit sekali... (iya, lah. Namanya juga internet, lol). Langsung aja gue kasih link blog gue dan bilang kalau gue suka sama blog'nya.
Entah berapa lama kemudian (yang pasti cukup lama sampai gue lupa pernah ninggalin link di wall'nya), waktu gue on line tengah malem, gue terima pesan di inbox FB dari si Om Bule. Isinya cukup panjang. Tapi intinya dia merasa nggak enak karena baru sempat baca blog gue setelah sebelumnya dia dikejar deadline novel perdananya. Dia bilang tulisan gue beautiful (ah, jadi malu, lol) dan punya ide untuk barter 1 kopi buku gue dengan traktiran wisata kuliner kalau dia berkunjung ke Bandung nanti.
Wah, jelas aja gue mau :)


***

2 November 2010
Dan inilah kami,
Gue langsung menyalami Om Bule dan nona manisnya (namanya Bian :) ) begitu sampai di BIP. Agak konyol juga karena tanpa basa-basi gue langsung bilang kalau gue lapar dan pengen langsung makan, hehehe. Alhasil, sebelum sempat ngobrol-ngobrol, kami langsung sibuk cari tempat makan, dan sudah bisa ditebak, gue pasti ngerepotin karena status gue yang vegetarian, lol. Akhirnya supaya semua bisa makan, kami pilih untuk ke food court (yang ternyata percuma karena cuma gue doang yang makan, hahaha). Disana barulah kami mulai ngobrol-ngobrol selayaknya teman on line yang baru ketemu.

Kesan gue tentang Om Bule sedikit berbeda dari yang gue tangkap di blog'nya. Ternyata dia nggak se'ngehe yang dikira, hehehe. Gue pikir dia bakalan cerewet dan bersuara besar (sebesar badannya, lol), tapi ternyata dia bicara dengan volume dan kecepatan yang normal, kok, lol. Tapi kalau soal kocak, dia memang sekocak di blog'nya. Buktinya waktu kami foto-foto dia bisa bergaya aneh-aneh sampai gue puas ketawa lihat gayanya, hahaha. Sayang gue nggak punya gambarnya, soalnya fotonya diambil dari kamera Om Bule dan gue cuma dapet satu foto malu-malu yang diambil sama Bian, huhuhu. Gue jadi nggak sabar Om Bule upload foto-foto kami, nih. Soalnya selain foto gue dan Om Bule, ada juga foto gue dan Bian yang ala AL4Y :p


foto malu-malu kami, hihihihi


Gue yang baru sembuh dari sakit jadi nggak punya waktu cukup buat bawain kedua teman baru gue ini hadiah. Gue cuma bawa 1 novel "Waktu Aku Sama Mika" yang nggak dibungkus pula, hihihihi... agak memalukan, ya? :p Tapi semoga aja mereka suka bukunya.
Ternyata Om Bule bawain gue oleh-oleh dari Australia. I'ts a cute Koala stuffed doll! Wah, gue seneng banget, soalnya bisa nambahin koleksi boneka gue :) Makasih ya Om Bule....
Oya, ada kejadian lucu lho pas acara "tuker kado", Bian bilang sama gue kalau dia pernah dikasih boneka koala sama Richard tapi buatan Cina, padahal belinya di Australia. Langsung aja gue masukin boneka gue ke dalem tas, takutnya Om Bule langsung berubah pikiran dan kasih bonekanya ke Bian, hahahaha.



boneka koalanya sekarang jadi penghuni baru diatas tempat tidur gue. liat match banget kan sama wallpaper dikamar gue? :)


Selesai (gue) makan kami ke bioskop. Entah ide dari mana (ehmm, sebenernya dari gue, sih, lol), kami putusin buat nonton "Setan Facebook". Wah posternya bikin penasaran banget, soalnya dari semua cast yang disebutin nggak ada satupun yang kami kenal. Tebakan kami, sih, ini pasti tipikal film Indonesia yang "konyol", alias baru 5 menit film diputar langsung ada adegan sun-sun'an, hehehe. Tapi ternyata kami nggak bisa langsung nonton (padahal udah nggak sabar, lol), soalnya film baru dimulai 1 jam lagi.

Sambil nunggu kami main dulu di Timezone. Ya, niatnya sih cuma mau have fun aja sambil habisin waktu. Tapi ternyata kami malah dirampok! Untuk yang berniat main ke Timezone, lebih baik baca dulu pengalaman gue dan teman-teman tadi sore:
Tau kan mesin permainan boneka alias catcher doll machine yang menarik hati itu? Dengan mata berbinar, gue dan Bian pengen banget dapetin salah satu boneka di mesin itu. Om Bule yang baik hati ternyata mau dapetin bonekanya buat kami (hore... hore...). Setelah beli 1 kartu game, Om Bule mulai berjuang untuk dapetin boneka beruang warna biru. Awalnya sih dia cuma asal nangkep aja, cuma lama-lama gemes juga sampai-sampai dia mulai ukur "sudut ketepatan antara kait dengan boneka", hehehe. Boneka beruang incaran itu beberapa kali nyangkut di kaitnya, tapi anehnya malah terlepas waktu udah deket ke kotak keluar. Sampai akhirnya Om Bule yakin banget bidikannya kali ini bakal tepat. Dan... terbukti, bonekanya nyangkut, swinging berkali-kali... oops, ternyata meleset LAGI! Hfff...
Nggak tahu sudah berapa kali kartu digesekan ke mesin itu sampai tau-tau aja empty. Tadinya sih kami pikir sudah cukup, cuma musik yang keluar dari mesinnya itu lhooooo, kayaknya manas-manasin kami banget! Akhirnya diisi ulang lagi kartu game'nya si Om Bule. Kali ini kami mau coba mesin dengan boneka yang lebih besar, soalnya kami pikir peluang dapet bonekanya pasti lebih besar. Ternyata SALAH BESAR! Tekanan dimesin ini jauh lebih besar. Boneka-boneka besar yang asik nyengir ke arah kami ternyata cuma kasih harapan palsu. Mereka selalu jatuh TEPAT disamping kotak keluar! Hmm, mulai curiga kaitnya dirancang khusus untuk melonggar di waktu-waktu tertentu... Sniff, akhirnya kami keluar dari Timezone dengan tangan kosong. Bener-bener kosong, karena kartu game yang kedua juga isinya sudah habis, hahahaha (ketawa sedih).

Masih dalam rangka nunggu film dimulai, Om Bule beli pedang-pedangan dulu. Yes, betul pedang-pedangan pajangan gitu (Aku bantu kamu ya, Richard. Kalau nanti dibandara kamu dilarang bawa pedang ini karena dianggap senjata tajam, kamu tunjukin saja postingan aku, jadi ada bukti kalau yang kamu bawa itu memang pedang-pedangan, hahaha). Si Om Bule pilih-pilihnya lamaaaaa banget. Persis banget kalau gue masuk toko sepatu, lah, lol. Untungnya dia nggak minta pedangnya langsung dipakai, kaya kalau gue lagi belanja sepatu :p
Akhirnya pedang yang dipilih warna hitam. Keren banget, deh pokoknya. Ada tulisan Jepangnya juga, tapi gue nggak tau artinya apaan. Yang penting mah keren, hihihihi.


Waktu kita sampai dibioskop ternyata film'nya sudah dimulai. Terpaksa deh kita jongkok-jongkok takut ganggu orang-orang yang serius nonton "Setan Facebook" (gue dan Bian sih nggak apa-apa, soalnya pada imut. Nah, si Om Bule, tingginya hampir 2 meter, lol). Waktu gue jongkok-jongkok sebenernya agak mirip orang tiarap waktu perang, soalnya gue orangnya penakut abis kalau soal film hantu-hantuan, lol.
Akhirnya, setelah kami duduk dikursi sembarang, kami mulai nonton filmnya. Begini ceritanya...
*yawning* Ada hantu hobinya main Facebook, jadi dia bunuh orang-orang di friendlist'nya. Tamat.
Iya, betulan tamat. Ceritanya memang segitu-gitunya, suara pemainnya juga nggak begitu jelas, kaya orang lagi kumur-kumur gitu. Editornya juga jelek. Hantunya nggak serem. Tapi justru karena semua kekurangan itu kami jadi ribut ketawa-ketawa sepanjang film. Contohnya aja yang bikin ngakak, ada adegan bule (nggak tau siapa namanya) mau hack account'nya si hantu. Tau nggak dia ngapain? Dia cuma buka profile hantu dari account'nya sendiri, nggak ngapa-ngapain, geleng-geleng, isep rokok terus bilang, "Nggak bisa...", hahahahaha. Atau ada nenek-nenek yang mengenalkan diri, maksudnya sih misterius, tapi suaranya nggak jelas dan malah kedengeran kaya, "Panggil saya Oma POCHONG", whuahahahahaha...
Ada satu adegan yang sukses bikin Om Bule dan Bian ngakak, yang sayangnya gue nggak perhatiin. Katanya sih waktu hantunya mau nyergap pemeran utamanya yang lagi nyetir mobil, pemeran hantunya udah nongol-nongol di bangku belakang sambil nungguin aba-aba gitu! Hihihihihi, what a movie :')

Kamipun keluar bioskop sambil ketawa-ketawa heboh. Beberapa kali kami ngulang dialog-dialog konyol yang ada di film itu (dan favorit kami adalah, waktu si cowo bule bilang sama temen cewenya supaya jangan dulu bukan FB, si cewe langsung panik sambil bilang, "Sampai kapaaaan???!!!" Hahaha, seolah dia dilarang nafas atau makan, lol). Rasanya kalau dipikir-pikir lagi cuma kami bertiga yang ketawa-ketawa waktu nonton. Eh, jangan-jangan penonton lain anggap film itu terlalu serius sampai-sampai berasa masuk ke setiap adegannya? Come on, you've gotta be kidding me :p

Akhirnya, kami harus berpisah. Selain waktu yang semakin larut, mall'nya juga hampir tutup, hihihihi. Nice to see you Om Bule, Bian. Makasih oleh-olehnya. Kapan-kapan kita main lagi, ya... Atau bikin film "Setan Blogger" sekalian, lol. Oya, ngomong-ngomong, boneka koala'nya gue kasih nama "Ribi". Tau kan singkatan dari apa? ;)




Blog'nya Om Bule: http://bulejugamanusia.blogspot.com/



yang paling depan itu koin dari Om Bule. horeeee, dapet tambahan koleksi uang asing deh :)


7 komentar:

  1. wuahhh..seru banget.....kayaknya ide buat fil "setan blogger" lumayan juga,lebih seru lagi kalo setannya tuh mas bule kkkkkk....

    BalasHapus
  2. Jangan panggil saya Om Bule...

    Panggil saya Oma PoChoooong!


    nyahahahahahaha thanks yaa Indi :D it was a great day/night!


    Ternyata asik ya, kenalan sama 'perempuan yang saya kenal di... IN-TER-NETTTHH' (ala Oma Pocong)'

    : D

    Salam dari Brian ya... eh Bian... :P

    BalasHapus
  3. @ azhia: hahahaha, iya. tapi masalahnya ntar nggak ada yg ketakutan. malah ketawa2 semua :D

    @ om bule: whuahahahaha... ternyata sindrom "setan facebook" masih terbawa :p
    sama2, om. aku yang TERIMA KASIH sama kamu, karena udah mau direpotin untuk ke foodcourt dan nunggu jemputan. salam kembali untuk Bian. semoga radang tenggorokannya cepet sembuh.

    see you again, om Po-choooong, lol.

    BalasHapus
  4. wah jadi kepengen ketemu sama om bule deh.....btw boleh tuh idenya bikin film judulnya stan blogger..... hahahaaaaa........

    anyway, thank's yah dek udah visit my blog... salam kenal yah!!!!

    BalasHapus
  5. ati2, kalo ketemu om bule leher pegel, hahaha :) iya, tuh. tapi bingung cari sutradara yang mau bikin :p sama2, salam kenal kembali, yaaaa :D

    BalasHapus
  6. hahahaha seru banget cerita kak :D aku pernah ketemu kak Richie dan aslinya dia bener2 gede banget. lol. btw cara masukin label ke postingan gmn kak?

    BalasHapus
  7. hahaha, makasih titus :) iya, dia emang gede banget. badan aku yg cuma segini2nya ketimpa habis! Y.Y
    cara masukin label, waktu kamu post lihat kolom paliiiing bawah. nah, kamu tulisin aja label pakai nama yg kamu mau. nanti pas muncul, kok. coba, deh ;)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)