Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Rabu, 22 Juni 2016

Film-Film dengan Tokoh Scoliosis di Dalamnya. Hayooo, Mana yang Kalian Pernah Tonton? ;)

Howdy-doooo bloggieeeees? Wah, sudah memasuki bulan Ramadhan, ya... Semoga semuanya diberikan kesehatan agar puasanya lancar, amen... Cuaca di Bandung juga sedang agak ekstrim, nih. Kalau siang bisa terik dan kering, eh sorenya hujan deras sekali plus petir-petir menggelegar. Menjaga kesehatan jadi agak tricky, seperti gue yang 2 hari lalu baru dari dokter karena batuk-pilek-demam, huhuhu, ---lengkap :D Tapi yang terpenting sih berusaha menjaga saja, jangan mentang-mentang cuaca sedang buruk kita jadi pasrah karena ujung-ujungnya pasti sakit, hehehe. Istirahat cukup it's a must, menu seimbang dan banyak minum juga sangat penting. *mengingatkan diri sendiri*

Ngomong-ngomong soal kesehatan, teman-teman tahu nggak kalau di Amerika sana bulan Juni ditetapkan sebagai "Scoliosis Awareness Month"? Jadi di bulan ini mereka (---masyarakat di Amerika) "diingatkan" agar waspada terhadap kondisi yang sebagian besar pengidapnya perempuan ini. Seperti yang sudah pernah gue bahas sebelumnya di sini, pengidap scoliosis alias kondisi dimana tulang belakang melengkung ke arah samping ini nggak sedikit, tapi sayangnya masih banyak yang menganggapnya kurang penting. Padahal scoliosis terutama jika sudah severe (seperti gue) bisa mempengaruhi organ-organ tubuh, lho. Dan meskipun jarang tapi jika dibiarkan dalam kondisi severe bisa sampai menyebabkan kematian. Jadi sebenarnya penting sekali, kan. Entah deh gosip darimana kalau ada yang bilang scoliosis itu kurang penting, hihihi.

Gue sendiri, sebagai orang yang sudah hidup bersama scoliosis sejak berusia 13 tahun menganggap setiap bulan adalah "Scoliosis Awareness Month". Sebisa mungkin gue mengenalkan scoliosis pada orang-orang terdekat, ---dan syukur-syukur bisa semakin luas. Salah satu usaha gue adalah membuat series YouTube yang berjudul "Indi's Scoliosis Life". Untuk episode minggu ini gue membahas tentang film-film yang di dalamnya mempunyai tokoh scolioser. Yup, selain MIKA (film gue yang diinspirasi oleh novel "Waktu Aku sama Mika") ada juga lho film-film lain yang mungkin teman-teman sudah pernah nonton tapi nggak ngeh kalau di sana ada scolioser. Dan video episode ini juga sudah gue upload di account YouTube "Indi Sugar Taufik". Tapi berhubung nggak semua hobi nonton YouTube dan mungkin lebih nyaman mampir ke sini, jadi gue buat versi tulisannya ;)

1. Sixteen Candles


Film ini di release pada tahun 1984. Yes, I know, I was not even born that time, ---dan gue yakin sebagian besar dari teman-teman juga belum, hihihi. Tapi gue yakin banyak yang tahu film ini, at least pernah melihat poster atau meme nya di internet. Film ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Di sana ada tokoh figuran yang sayangnya nameless, tapi ia dikenal sebagai "Geek girl". Geek girl ini seorang scolioser dengan Milwaukee Brace yang sering diejek oleh teman-temannya. But don't worry, guys. It has happy ending. Gue lihat ia berdansa dengan seseorang di akhir film ;)

2. Romy and Michele's High School Reunion



Film ini juga sudah lama direlease, tepatnya pada tahun 1997. Waktu pertama kali menontonnya di TV, gue langsung suka. Tapi waktu itu gue nggak menontonnya dari awal jadi agak bingung mengapa Michele selalu diejek oleh teman-temannya ketika remaja. Lalu setelah menontonnya untuk kedua kali di DVD gue jadi tahu bahwa sebelum Michele dewasa dan ikut reuni, ketika remaja ia harus memakai brace untuk scoliosisnya! Banyak sekali scene yang lucu di film ini, seperti ketika magnet-magnet menempel di brace Michele :D Meski di film ini banyak jokes yang "payah" tapi sebenarnya punya pesan yang sangat positif. Bahwa you can say that you are "anything" and tell the lies to the people. But being yourself is always the best. Kalau teman-teman punya rencana bikin sleepover party, gue sarankan film ini harus ada di list kalian :)

3. The House Bunny



Okay, film yang ketiga ini adalah my MOST very favorite. Film ini nggak berpusat kepada Joanne, si scolioser. Tapi Joanne adalah salah satu dari anggota sorority yang ---somehow--- semuanya canggung. Lalu suatu hari mereka kedatangan seorang mantan Playboy bunny yang dipecat karena dianggap sudah terlalu "tua" untuk tinggal di mansion. Namanya Shelley, dan ia menjadi house mother mereka! Kehadiran Shelley menjadikan mereka lebih percaya diri dan berkarakter, termasuk Joanne yang mulai nyaman dengan kondisinya dan bahkan menghias brace nya dengan berbagai pernak-pernik. Yang lucu dari Joanne, dokter sebenarnya sudah mengizinkannya melepas brace sejak lamaaaaa. Tapi ia takut kalau dilepas tulangnya akan lembek seperti mie, hihihi. By the way, ada sebuah adegan favorit gue di film ini, yaitu waktu Shelley encourage Joanne untuk mengejar laki-laki yang ia sukai. Joanne berlari semakin lama semakin kencang, sampai satu persatu bagian bracenya lepas. Lol, bahkan lebih "amazing" dari adegan asli yang menginspirasinya, ---Forrest Gump! :p

4. Kiss Me


Menurut gue film ini agak misterius. Awalnya trailernya ada dimana-mana, setiap buka YouTube atau situs video sharing lain pasti deh ada promo film"Kiss Me". Tapi tiba-tiba saja *poof* trailer dan promonya menghilang dari internet. Yang gue dengar dari seorang teman online sih film ini dicancel penayangannya di bioskop dan akhirnya dirilis sebagai film di TV kabel. Film ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang bernama Zoe dan Shelby. Zoe menghadapi masalah dengan scoliosisnya, sementara Shelby jatuh cinta dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya. Dari trailer nya sepertinya ini seperti film remaja kebanyakan, ---tentang betapa complicated nya fase sebelum dewasa ini. Sejauh yang gue tahu film ini seharusnya dirilis tahun 2012 lalu tapi sampai sekarang nggak ada pengumuman offcial tentang nasibnya.

5. MIKA



Film terakhir adalah satu-satunya film Indonesia, ---dan satu-satunya yang merupakan film gue di list ini, hehehe. MIKA merupakan film yang diinspirasi oleh kisah nyata kehidupan gue ketika berusia 15 tahun. Dua tahun sebelumnya gue didiagnosis mengidap scoliosis dan harus memakai brace 23 jam setiap hari. Ketika sedang libur sekolah gue bertemu dengan Mika, laki-laki yang 7 tahun lebih tua dan seorang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Kami lalu saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berpacaran :) Film ini nggak menjadikan scoliosis hanya sebagai tempelan, tapi menjadikannya bagian penting dari cerita. Ada beberapa pengalaman sebagai seorang scolioser yang gue bagi di film ini, seperti misalnya kesulitan gue ketika harus mengikuti pelajaran olahraga. Tapi bukan berarti film ini menggambarkan scoliosis sebagai sesuatu yang mengerikan. Malah film ini menunjukan bahwa gue sama saja seperti remaja kebanyakan, ---gue bersenang-senang dan gue juga punya pacar ;)
Dengan bangga gue bilang bahwa MIKA adalah film pertama dan so far satu-satunya yang memiliki scolioser sebagai tokoh utama, ---bukan sebagai figuran atau malah pony role yang tujuannya membuat orang tertawa. Gue harap film MIKA bisa meningkatkan awareness, bahwa scoliosis bukan lelucon dan sekedar masalah kosmetik. Scoliosis juga bisa menyebabkan rasa sakit dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama jika kasusnya sudah severe seperti gue. Dan gue harap MIKA nggak jadi film terakhir. Para sineas harus lebih berani membuat film dengan scolioser sebagai pemeran selayaknya orang yang "normal", bukan sebagai karakter untuk memancing iba atau dijadikan lelucon.



Nah, itu dia film-film yang memiliki tokoh/peran scoliosis di dalamnya. Bagaimana apakah kalian sudah pernah menonton salah satu, ---atau bahkan semuanya? Jika sudah mana yang menjadi favorit kalian? Atau adakah judul yang terlewat oleh gue? Feel free untuk membantu gue mengingatnya dengan meninggalkan komentar di tulisan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk ngebuburit alias menunggu waktu berbuka puasa, hihihi ;)

proud scolioser,

Indi


*dapatkan film MIKA di sini dan di sini.
______________________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

37 komentar:

  1. Hi, Indi.

    Terima kasih ya postingannya. Saya malah baru tahu loh kalo bulan Juni adalah scoliosis awareness month.. hihi *telat banget*

    Btw, sukses terus ya ndi... tetap menjadi inspirasi kami, para skolioser ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Juni bulan scoliosis awareness di Amerika sana. Kalau di sini kayanya Mei, deh :) Makasih yaaa :)

      Hapus
  2. 4 film diatas belum pernah aku tonton apalagi film pertama yang rilisnya lawas banget aku belum lahir hehehe kecuali film mika aku udah nonton beberapa kali pas pertama nonton film mika malah terbawa sedih juga :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, sama, aku dan kebanyakan orang di sini juga kayanya belum lahir pas film-filmnya rilis. Tapi seriung diulang di TV kabel, kok :)

      Hapus
  3. Ya, semoga para sineas mempekerjakan scoliosis memang karena bakat dan kemampuannya. Nanti kalau berdasarkan iba filmnya jadi gak mutu, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya post aku gak bicara tentang aktor/artis yang mengidap scoliosis, kok. Tapi tentang film-film yang didalamnya ada tokoh scolioser, alias hanya acting/bagian dari cerita. Kalau aktor/artis yang scolisis mah banyak, dan mereka semua memang bekerja karena kemampuan mereka, kok :)

      Hapus
  4. Kebetulan saya belum pernah nonton mbak yang film diatas karena belum tahu sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film-filmnya masih sering diputar di TV kabel, mungkin weekend bisa coba nonton. Eh, tapi kecuali Kiss Me, ya :)

      Hapus
  5. thanks infonya Indi semoga bis nonton film2 tsb.

    BalasHapus
  6. Sukses selalu ndi :)
    Dengan adanya awareness dan film bermutu yg mendidik, semoga kita semua yang awam lebih dapet banyak pengetahuan tentang skoliasis ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, film juga bisa jadi sarana "kampanye". Mudah-mudahan semakin banyak film tentang/dengan tokoh scolioser yang berkualitas :)

      Hapus
  7. The House Bunny itu aku udah pernah nonton, lucu banget memang..hehe

    BalasHapus
  8. Baca sinopsis 'waktu aku sama Mika' bikin aku pingin segera punya bukunya :)
    Maju terus Indi, bikin lebih banyak karya yg menginspirasi lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeee, semoga suka dengan bukunya. Amen... :)

      Hapus
  9. aku cuma pernah nonton yg the house bunny mba, memorable banget adegannya tuh pas cewe nya lari dan yang alatnya itu lepas gitu... itu memorable banget hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu lucu. Lebih memorable dari "run Forrest ruuuun", hehehe ":p

      Hapus
  10. Jadi penasaran mau nonton film Mika :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nonton! Masih sering diulang di JGO channel dan ada DVD originalnya, lho :D *promo, lol.

      Hapus
  11. Semoga Indi tetap semangat untuk memberikan info tentang apa itu scoliosis yang sebenarnya. Saya yakin banyak masyarakat yang belum familiar bahkan dengan namanya sekalipun banyak yang masih asing.

    Selain di blog mungkin bisa juga lewat media lain yang sangat dekat dengan masyarakat awam, misalnya radio?

    Film memang salah satu cara untuk memberikan informasi kepada masyarakat meskipun cakupannya masih terbatas, menurut saya.

    Terus semangat mengedukasi masyarakat tentang scoliosis ya :))

    BalasHapus
  12. Yang aku tonton cuma mikaaaaa
    orangnya asliiii, adaaaa, ramah pulaaaa, sering mampir2 ke blognya oraaaang, duuuuuh... pengen ketemu kak Indi
    ^,^

    BalasHapus
  13. Semangat terus kak Indiiii <3

    BalasHapus
  14. Indii kamu keren deh di hati saya.. betapa postingan ini membuka mata saya betapa hidup itu hrs dinikmati apa adanya, jadi ikutan semangat.. dah lama gak nonton film drama, baru tau juga film2 tsb ttg skoliosis.. good luck dan sukses trs ya Indii

    BalasHapus
  15. aku pernah nonton the house bunny bagus juga menurutku filmnya... ngomong-ngomong soal scoliosis apa itu bisa karena posisi duduk yang salah ya..? hmm

    BalasHapus
  16. Indiiii, aku kok kudet ya baru tau ada film MIKA, pdhl pas baca bukunya, di kepalaku ceritanya memang udah berbentuk film hehehe. Selamat ya, dan semoga ke depannya awareness terhadap scoliosis semakin membaik seperti harapanmu

    BalasHapus
  17. aku pernah nonton yang Romy and Michelle, lucu hehe

    BalasHapus
  18. belum ada yg pernah ku tonton, hiks. :(

    BalasHapus
  19. waah sosialisasi tentang scoliosis ini memang harus ditingkatkan terus di sini ya Indi..
    Film Mika ini juga ada bagusnya ditayangkan di TV2 setelah keluar dr bioskop...
    waah velove yg yg jadi indy...

    BalasHapus
  20. great post

    http://www.queenhorsfall.com/

    BalasHapus
  21. Mika paling favorit, sukses buat mba indi

    BalasHapus
  22. Wah ini film sepertinya okeh juga nih mbak.

    BalasHapus
  23. Hmm baru nonton film mika aja saya mbak. Keren itu film. Dan gara2 film ini saya paham tentang scoliosis, dulu ngerti aja enggak,hehe

    Waktu mbak indi BW wah agak kaget loh saya, ternyata penulisnya beneran toh, hehe membumi sekali jarang2 loh mbak

    BalasHapus
  24. Wah baru tahu, makasih kak Indi

    BalasHapus
  25. Mika aja yg pernah aku tonton :) Indi apa kabar? lama gak bw nih, gimana Erin?

    BalasHapus
  26. Great awareness raising campaign, Indi! Dan betul.. Lewat film, banyak pesan baik dan informasi penting yang bisa disampaikan ya

    BalasHapus
  27. Kak indii maaf menyimpang heheheh .. Gimana hasil spinectornya kak, kurvanya trtakhir priksa tinggal brapa? Maaf kalo menyimpang kak soalnya baru tau blog inii ..

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)