Minggu, 19 Juli 2015

(Another) Animal Abuse Story di Hari Raya :(


“Undangannya untuk berapa orang, Indi?” tanya Ibu.
“Untuk 2 orang, Bu. Pasti aku akan senang kalau Ibu dan Bapak bisa menemani di Jakarta. Ini moment penting buatku,” jawabku.
Bapak terdiam beberapa saat, “Jadi siapa yang akan menjaga Eris di rumah? Bi Ade? Atau Puja?”
Kami ikut terdiam, memikirkan solusi yang paling tepat untuk Eris, anjing peliharaan kami yang sudah pasti nggak bisa ikut menginap di hotel.
“Sudah, kamu pergi dengan Ibu saja ya. Biar Bapak menyusul di malam penobatan nanti,” Bapak memutuskan, --- yang langsung disetujui oleh Ibu.

***



Aku masih ingat betul percakapan kami ketika aku menjadi finalis Kartini Next Generation Award 2015. Sungguh aku ingin kedua orangtuaku menemani, tapi untuk kami Eris juga anggota keluarga, ---dan keluarga artinya ‘no one left behind’. Aku sering bilang bahwa aku dan Eris nggak terpisahkan, tapi sebenarnya ini juga berlaku untuk Ibu dan Bapak. Mereka selalu berusaha untuk nggak meninggalkan Eris sendirian di rumah. Itulah kenapa aku terkadang hanya bisa ditemani oleh salah satu dari mereka saja jika harus menginap di luar kota. Menjadikan Eris sebagai anggota keluarga merupakan sebuah komitmen. Aku, Ibu dan Bapak bahagia dengan kehadiran Eris, dan kami juga ingin memastikan Eris merasakan hal yang sama.



Heran rasanya jika mendengar ada orang yang menelantarkan atau menyia-nyiakan hewan peliharaannya. Alasanku memelihara Eris (teman-temannya) tentu saja karena aku menyayanginya. Tapi faktanya masih ada orang yang membawa hewan ke kehidupan mereka hanya sebagai kebanggaan atau penanda status sosial. Semakin mahal harga hewan yang mereka miliki, akan semakin bangga mereka. Let alone deh soal kelegalannya. Aku kenal kok dengan orang yang memelihara hewan eksotis ilegal di halaman rumahnya. Yang memelihara tanpa berpikir panjang pun ada (malah sepertinya paling banyak). Mereka membeli/mengadopsi hewan saat sedang lucu-lucunya, tapi malah kebingungan ketika hewan-hewan itu mulai tumbuh besar atau malah sakit-sakitan karena usia. Wajah puppy, kitten dan bayi-bayi hewan lainnya sudah pasti membuat siapa pun yang melihatnya jatuh cinta. Tapi bisakah mereka memastikan untuk jatuh cinta dengan hewan-hewan itu selamanya?


Di moment Lebaran yang indah ini aku malah mendengar berita yang memilukan. Seekor anjing betina ditinggalkan pemiliknya mudik berhari-hari dalam keadaan terikat dan tanpa makanan sama sekali! Ketika ada yang menemukan kondisikan sangat mengenaskan, sudah dehidrasi dan vaginanya dipenuhi belatung. Meski dalam keadaan lemah, anjing itu mengangkat kepalanya dan tersenyum (---yang punya anjing pasti mengerti apa maksudnya) ketika tahu ada yang datang untuk menyelamatkannya. Too bad, karena kondisinya begitu buruk ia hanya bisa bertahan selama 3 jam saja :( Hatiku pedih sekali mendengarnya, tapi juga marah. Sangat SANGAT marah. Aku nggak mau meninggalkan Eris terlalu lama karena tahu bahwa dalam konsep waktu anjing, berjam-jam terasa seperti berhari-hari bagi mereka. Dan bayangkan apa yang mereka rasakan jika ditinggalkan berhari-hari dengan leher dirantai, --- dan tanpa makanan sama sekali! Tersiksa sudah pasti! Dan juga bingung! Sudah sejak zaman nenek moyang anjing secara naluriah menjaga dan mempercayai manusia. Saat tuannya pergi mereka akan khawatir, dan kelaparan tentu membuat keadaan lebih buruk. Sampai saat mengetik ini pun aku  masih nggak ngerti dengan apa yang ada di kepala pemilik anjing malang itu :/


Aku nggak bilang tinggal serumah dengan hewan peliharaan itu mudah, apalagi jika jumlahnya lebih dari satu, ---bisa dibilang merepotkan malah. Tapi merepotkan bukan berarti nggak menyenangkan. Aku, Ibu dan Bapak somehow sangat menikmati kerepotan kami ketika berbagi tugas, termasuk di saat-saat membingungkan seperti ketika aku harus menginap di Jakarta tapi ingin ditemani oleh keduanya. Seperti yang kubilang tadi, ini adalah komitmen. Sejak hari pertama Eris ada di rumah kami sudah siap bahwa ia akan tumbuh besar, akan makan semakin banyak, akan ada waktunya ia sakit dan akan ada waktunya kami harus meninggalkannya, ---meskipun diusahakan jangan terlalu sering. Kami sudah membuat list kandidat siapa saja yang bisa dititipi Eris jika terpaksa harus meninggalkannya agar kami dan Eris sama-sama merasa nyaman.

Hari raya apapun sudah pasti merupakan moment yang sangat penting, dan sebagai orang yang tinggal di Indonesia aku mengerti betul dengan tradisi mudik. Siapa sih yang nggak senang jika bisa bertemu dengan sanak keluarga yang tinggal berjauhan, apalagi jika bisa sekalian berlibur? Tapi jangan sampai kita nggak memikirkan nasib hewan peliharaan di rumah. Jika memungkinkan ajak mereka bersama kita. Jika nggak memungkinkan pastikan ada orang yang bisa dititipi. Jika nggak bisa juga... you shouldn’t get a pet in the first place! Aku nggak memanusiakan hewan, tapi jangan pernah lupa bahwa mereka juga makhluk hidup. Don’t be selfish!


yang lagi makan kue lebaran sama Eris,

Indi



Nb: Guuuuys, selamat hari raya Idul Fitri, ya. Mohon maaf jika ada tulisan-tulisanku yang menyinggung. I never mean to do that :) Semoga waktu berkumpul kalian bersama keluarga dan kerabat menyenangkan. Amen! :)
Nb: Dan untuk yang bertanya tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" di tulisanku sebelumnya, yup novel itu masih tersedia di sini dan royaltinya didonasikan ke hewan-hewan terlantar/korban kekerasan. 


________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469


30 komentar:

  1. Wah kak Indie orangnya penyayang banget yak.:)
    Btw dulu ada seorang kakek, yang melihara anjing juga. anjing itu biasa dikasih makan enak enak. suatu hari tuh kakek sakit, anjingnya kelaparan, malah makan daging tuh kakek. tau deh itu beneran ada atau gak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kejadian seperti itu jaraaaang sekali, tapi memang ada. Mereka kan anjing, kita yang manusia. Hewan punyanya naluri, kalau laparnya sudah keterlaluan bisa makan apa saja. Jangankan makan mahkluk hidup, sofa pun bisa dimakan :)

      Hapus
  2. Kasian anjing yang ditinggal itu :'(
    Bener banget kak Indi, banyak yang pelihara buat status sosial! Entah ngapain. Apalagi hewan yang ilegal dipelihara dan hewan liar. Mereka kan nggak seharusnya ada di rumah manusia!

    Kalau nurutin hasrat sih, aku pengen banget adopsi anjing yang terlantar, dan lain-lain. Tapi karena masih sering bepergian dan halaman rumah nggak gitu besar, aku redam dulu. Kasian, masa dijadiin pajangan doang? Kan sadis.
    Sekarang bantu dari jauh saja. :)

    BalasHapus
  3. dijaman sekarang kak, kalo kakak mencoba melihat kedasar lubang yang paling dalam. jaman sekarang ini kak, jangankan binatang, manusia juga banyak yang menelantarkan anak2nya,

    makannya salut sama kak indie, meskipun hewan namun berat hati untuk ditinggalkan karena sudah menjadi bagian dari keluarga. kalo dalam ilmu hati ini babnya tentang kebatinan kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, makanya... kalau ada yang "tega" bukan berarti kita juga boleh begitu. Jaga apa yang kita punya, yang terkecil sekalipun, termasuk pets. Wah, aku baru denger soal kebatinan :)

      Hapus
  4. Selamat hari raya juga mbak Indi...

    BalasHapus
  5. anjingnya gagah dan besar...

    Maaf Lahir Batin Juga ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, makasih. Padahal kalau ukuran Golden Eris ini termasuk mungil, lho. Apalagi dia perempuan. Maaf lahir batin :)

      Hapus
  6. Kasian banget...
    Aku aja sejak seneng pelihara tanaman aja jadi kurang jalan2 keluar kota lama2, mikirin siram tanaman :(

    BalasHapus
  7. Nggak punya hati apa ya kak orang yang memelihara hewan tersebut. Manusia aja kalau di tinggal sama keluarga mudik tanpa di tinggalkan makanan sedikitpun akan terasa banget kelaparannya apalagi hewan :')

    BalasHapus
  8. Selamat hari raya Idul Fitri, Kak Indi. :)
    Couldn't agree more with you, Kak. A pet must be treated as one of our family member and should get equal love as the other family members. :)

    BalasHapus
  9. penyayang banget deh ka indi :)
    Minal aidzin :)

    BalasHapus
  10. Anjingnya gak galak ya kayaknya sama Indi, tapi kalau sama orang gak kenal kayaknya galak tuh ya.. hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naluri anjing memang waspada sama orang asing. Tapi watak golden retriever itu sebenarnya ramah, kok :D

      Hapus
  11. ada baiknya sih kalo emang punya hewan peliharaan dan harua ditinggalkan lebih baik titip ke tetangga atau ke tempat penitipan hewan.

    BalasHapus
  12. Hemm iya ya semua harus di perhitungkan dan diperhatikan... Supaya lebaran tenang... Hewan peliharaan juga tetap terawat

    BalasHapus
  13. kalo mau ditinggalkan mudik kan bisa dititipkan ke pet shop ya mbak, kasian kalau diikat gitu, jadi inget penelantaran hewan yg ada di TV2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, atau bisa ke saudara. Aku sih lebih tenang kalau dititip sama orang yang benar-benar dikenal, atau kalau memungkinkan diajak aja Erisnya :) Kalau diikat resikonya tercekik sampai mati, anjing temanku juga begitu :(

      Hapus
  14. mohon maaf lahir batin ya mbak :)
    anjing nya masih lucu aja, tapi sayang harus ditinggalin sama mbak indi yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak kok, Eris gak ditinggal mudik. Kami gak kemana-mana karena keluarga kami di sini semua. Cuma baca awalnya saja, ya? Hehehe :) Maaf lahir batin juga :)

      Hapus
  15. ya ampun Indii..aku baca tentang hewan malang itu kok jadi ikutan gemes banget deh ama pemiliknya..kok bisa2nya ditinggal berhari2 diiket dan tanpa makanan..:,(

    btw, salam ya buat Eris.. he is lucky buddy :)

    BalasHapus
  16. Betul Ndi, gw juga marah waktu baca share temen soal berita anjing itu.. Duhh.. Bener katamu Ndi, banyak orang miara cuman buat gegayaan.. :(

    BalasHapus
  17. Sering gregetan dan kesel sama kelakuan manusia yang suka seenaknya sama hewan :"
    Jadi terpikirkan, sebenarnya manusia seperti itu apa bisa dikatakan manusia ya? Padahal katanya punya akal pikiran, tapi kok kadang sikapnya lebih memprihatinkan.


    Kalo emang beneran penyayang binatang harusnya bisa komit, minimal kalo emang enggak sanggup jadi adopter ya mending gak usah, tapi tetep berbuat baik sama hewan apapun yang ada di jalanan. Minimal gak usah nyiksa dan ngusik-ngusik hidup mereka.



    Anw, baru tau kalo Eris nih tuh betina hahaha selama ini ngiranya jantan XD

    BalasHapus
  18. Ohana: family means nobody left behind. Lilo & Stitch :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Really? OMG! Aku belum pernah nonton! Wajib nonton kalau gitu. Aku suka film tentang family value :'D

      Hapus
  19. Coba kalau di dunia ini bertebaran orang-orang penyayang binatang kayak Kak Indi hewa-hewan itu pasti sejahtera hahaha

    BalasHapus
  20. sayang banget ya sama hewan peliharaannya :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)