Indi's Friends

Minggu, 22 Juli 2018

Catatan Operasi Angkat Rahim Eris: It's a Miracle! :)

Gue memang bukan orang paling positif sedunia, tapi gue selalu berusaha mencari sisi baik dari setiap kejadian. Tapi apa yang terjadi sama gue beberapa hari lalu susaaaah sekali membuat gue tegar. Saking takutnya gue sampai mikir yang “nggak-nggak”. Not my character, tapi ini beneran terjadi! Baru sekaranglah saat gue menulis ini hati sudah tenang kembali. Dan gue bisa belajar kalau hal yang gue pikir “terburuk” pun kalau dijalani dengan kepala dingin, ---at least gue berusaha begitu, akan bisa dilalui.
Kejadian ini menimpa Eris, anjing golden retriever kesayangan gue. Tanpa harus disebut, mungkin sudah banyak yang tahu betapa berartinya dia untuk gue. Dia pelipur lara gue di masa-masa sulit, juga literally pernah menyelamatkan nyawa gue dari tumor payudara di tahun 2013 lalu. She’s my baby, dan saat tahu ada yang salah dengannya gue ketakutan setengah mati. 


14-15 Juli 2018
Awalnya, 13 Juli 2018 Eris mendadak nggak nafsu makan. Pupnya cair dan badannya juga lemas. Memang sejak beberapa waktu sebelumnya Eris nggak seenergik biasanya, tapi gue nggak anggap serius. She’s an older dog, dan dokter bilang itu normal. Untuk pertolongan pertama gue beri dia Norit, obat diare dan keracunan untuk manusia yang relatif aman untuk hewan, juga kaldu ayam yang gue campur dengan makanannya. Rasanya khawatir, tapi hanya sebentar karena malamnya nafsu makan Eris kembali dan dia bertingkah normal.

Keesokan harinya, pagi-pagi, Eris kembali terlihat lemas. Malah menurut gue terlihat lebih lemas dari kemarin. Nafsu makannya kembali hilang, pupnya cair dan vaginanya mengeluarkan darah. Seperti darah loop (menstruasi), tapi gue yakin itu bukan karena Eris baru selesai loop 2 bulan yang lalu. Karena khawatir, gue, Bapak dan Shane langsung membawanya ke klinik 24 jam. Di sana Eris di USG, diberi suntikan untuk menghentikan pendarahan, tes lab untuk pup dan darah vaginanya juga diresepkan obat. Hasil sementara kemungkinan terkena infeksi rahim atau Pyometra karena dari hasil USG terlihat ada kantung besar di perutnya. Kenapa hanya kemungkinan? Karena untuk memastikan masih harus tes darah dan ronsen. Gue agak heran dan sempat ngotot juga, nggak terima! Di bulan Mei Eris sudah cek darah dan hasilnya NORMAL. Gue pikir mana mungkin bisa mendadak sakit? Akhirnya kami pulang dan memutuskan akan kembali keesokan harinya untuk cek darah dan rawat inap untuk persiapan operasi angkat rahim, ---jika memang betul ternyata Eris terkena infeksi.


Tiba di rumah Eris ternyata semakin lemas dan darah yang keluar semakin banyak, padahal waktu di klinik dia masih lari-lari sambil sesekali mengganggu pasien lain. Panik! Gue langsung minta nasehat dokter langganan yang kebetulan sedang di luar kota. Gue disarankan untuk menelepon ke klinik dan bilang bahwa ini EMERGENCY. Thank God, pihak klinik sangat tanggap dan langsung menangani Eris ketika kami membawanya kembali ke sana. Padahal kabarnya ruang rawat inap penuh. Tapi yang terpenting Eris memang ditangani dulu, soal tidur di lantai biarlah, yang penting nggak terlantar. Perasaan gue sudah nggak karuan. Sempat nangis sesenggukan di pelukan Shane, lalu marah dan kecewa sama diri sendiri. Pokoknya kacau... Hasilnya Eris positif terkena infeksi rahim dan harus segera dioperasi. Waktu sudah malam, dan rencananya operasi akan dilakukan jam 9. Rasanya waktu untuk mengucapkan "See you" saja belum cukup saking cepatnya. Tapi gue harus tegar, nggak boleh bikin Eris jadi ketakutan karena malah memperburuk keadaan. Setelah Eris dipasangi infus, gue Shane dan Bapak yang mengantar kami ke sana pamit pulang. Gue sempat ngobrol dulu dengan dokter yang akan mengoperasinya. Katanya kemungkinan keberhasilannya 50-50 karena Eris sudah masuk usia tua. Tapi gue percaya Tuhan, gue berdoa, ---dan yang terpenting gue berusaha untuk kesembuhan Eris…

16 Juli 2018
Pagi-pagi gue dapat kabar kalau Eris sudah sadar dan mau disuapi dog food favoritnya! Perasaan gue legaaaaa sekali. Semalaman yang gue pikir hanya Eris dan kabar baik ini rasanya bikin hati gue meledak, hehehe. Gue, Bapak dan Shane menjenguknya di siang hari. Kondisi Eris meski masih kesakitan tapi terlihat jauh lebih alert dibandingkan dengan sebelum operasi yang sempat nabrak-nabrak saking lemasnya. Matanya awas dan yang bikin pangling perutnya kempes karena rahimnya sudah diangkat. Kardus yang dijadikan alas kering sama sekali, nggak ada lagi darah yang keluar dari vaginanya. Praise the Lord… operasinya berhasil! :)


Kami nggak banyak melakukan apa-apa. Eris hanya dibelai-belai karena masih lemas belum bisa berdiri terlalu lama. Menurut dokternya operasi Eris cukup memakan waktu dan menghabiskan banyak benang karena jahitannya panjang. Gue nggak bisa benar-benar melihatnya karena tertutup perban, tapi melihat foto-foto pasien sebelumnya gue tahu kalau ini operasi besar. Karena belum bisa makan sendiri Eris disuapi dan diinfus. Gue sama sekali nggak berharap banyak, melihat Eris terbangun dari tidurnya saja membuat gue senang, sesenang senangnya! :)

17 Juli 2018
Waktu kami menjenguknya, Eris lagi tiduran. Masih pakai infus dan kabarnya makan pun masih harus disuapi. Begitu gue panggil namanya dia langsung bangun dan excited sekali. Iseng-iseng gue dekatkan mangkuk makanannya, eh rupanya langsung dimakan habis! Dokter dan staff di klinik pun langsung kaget. Katanya Eris mungkin maunya makan sama gue, hahaha.


Dari hasil tanya-tanya sama dokternya katanya perkembangan Eris baik. Pee dan pup normal, makan pun porsinya cukup despite of belum mau sendiri (bisa juga gara-gara manja sih, lol). Oh iya Eris akhirnya nggak diinapkan di ruang inap karena size dia yang cukup besar, jadi di ruang operasinya saja sampai cukup kuat untuk dibawa pulang. Gue sih malah lega, karena kelihatannya staff rajin bersih-bersih setiap ada hewan yang buang kotoran (---di sana hanya ada Eris dan seekor kucing yang baru melahirnya plus baby-baby lucunya).
Soal makanan untuk Eris dokter membebaskan, pilihannya ada dua: dog food yang sudah disediakan klinik atau gue bawa sendiri. Gue pilih yang kedua karena khawatir Eris bosan (kaya gue yang ogah makan makanan RS, hahaha). Kecuali kalau dog food yang gue bawakan habis, gue sudah titip agar Eris dibelikan dog food favoritnya dari pet shop di lantai dasar. 

18 Juli 2018
Begitu gue dan Shane datang untuk menjenguk kami langsung dipersilakan masuk ke ruang operasi. Sepertinya staff di sana sudah hapal dengan kami karena datang setiap hari :D Berhubung kemarin Eris masih tiduran waktu kami datang, jadi kami buka pintu pelan-pelan. Eh, tapi ternyata sama sekali di luar dugaan! Di balik pintu Eris sedang berdiri tegang dengan wajah badung! Di sekelilingnya ada serpihan kemasan makanan kucing. Ya ampun… Eris makan jatah pasien lain :O *TEPOK JIDAT*

Gue jadi serba salah, antara marah tapi pengen ketawa juga. Eris is back! Kalau nggak bandel bukan Eris namanya. Gue langsung minta maaf sama dokternya, tapi dokter dan staff di sana memang baik-baik, katanya memang salah mereka yang "lupa" kalau Eris bisa jangkau makanan kemasan. Syukurlah Eris makan sedikit saja, karena jika kebanyakan makanan kucing nggak baik untuk anjing.


Eris memang jauh lebih aktif, jalan kesana-kemari dan sangat waspada. Infusnya sudah dilepas, luka bekas jahitan kering dan rapi! Gue bawa sisir dari rumah untuk merapikan bulu Eris biar makin kece, siapa tahu ada pasien anjing jantan yang ganteng di sana, hehehe. Nggak lupa gue juga bawakan makanan kesukaannya yang langsung habis dilahap padahal belum sempat dipindahkan ke mangkuk :’D Melihat Eris “kembali” rasanya semakin berat buat bilang "see you”. Maunya gue menginap saja atau bawa Eris pulang. Tapi dokternya meyakinkan gue kalau Eris dirawat dengan baik dan memang sebaiknya nggak gak pulang dulu meski sudah aktif (baca: bandel). Perkiraan Eris harus dirawat selama satu minggu, tapi my gut telling me dia akan lebih cepat pulih dari waktu yang diperkirakan ;)

19 Juli 2018
Pagi-pagi gue ditelepon sama klinik. Tumben, biasanya mereka hanya mengabari gue via WhatsApp. Agak khawatir, takutnya ada sesuatu yang nggak diinginkan gue langsung menjawab teleponnya. Eh, rupanya mereka hanya mau minta izin untuk memberi Eris dog food dengan jenis lain karena dog food yang gue bawakan habis! Hahaha, Eris rupanya kelaparan. Tanpa pikir panjang gue langsung iyakan. Perasaan gue bilang, nafsu makan Eris sudah kembali. Jadi diberi dog food dalam bentuk kibbles pun rasanya dia akan mau meski biasanya dia makan yang kalengan.

Sekitar dua jam kemudian gue ditelepon lagi. Sumpah, rasanya seram banget, “ada apa ya sampai ditelepon dua kali dalam satu pagi?” begitu pikir gue. Tapi rupanya mereka mau menyampaikan kabar super baik. Dokter menyatakan Eris sudah aman untuk dibawa pulang! Ya ampun, bahagia sekali! Sampai-sampai gue nggak bisa kembali tidur padahal semalaman begadang :D

Malamnya, gue, Shane, dengan diantar Bapak menjemput Eris di klinik. Maunya sih memang langsung di pagi harinya. But honestly waktu pulang Eris yang lebih cepat membuat gue nggak siap dalam segi finansial. Biaya yang dihabiskan sejak awal Eris sakit sekitar empat juta rupiah, jumlah yang nggak sedikit buat gue. Bersyukur akhirnya ada solusi meskipun masih harus gue selesaikan di kemudian hari. Yang terpenting kan Eris sudah sehat dan bisa pulang ke rumah :)
Waktu kami datang Eris sedang main dengan pasien lain. Gue sampai cekikikan, ajaib saja rasanya melihat Eris bisa ramah sama anjing lain, hahaha. Dan Eris sama sekali nggak seperti anjing sakit. Bandelnya sudah 100% kembali dan pakai drama gak mau pulang segala, lol.

Sebelum pulang gue diajari untuk mengganti perban oleh dokter dan diingatkan untuk memberi Eris obat 2 kali sehari. Obat olesnya sih sama seperti obat manusia pasca operasi. Tapi untuk obat oralnya gue kurang paham, sepertinya antibiotik dan vitamin penambah nafsu makan. Terharu sama Eris yang kooperatif, nggak grusak-grusuk waktu diganti perban. Mungkin karena dokter dan staffnya sabar-sabar. Terlihat banget mereka kerjanya pakai hati. Jujur awalnya gue ragu untuk ke klinik ini karena review di Google banyak yang negatif. Tapi ternyata ini klinik yang super helpful, selain buka 24 jam, dokter pun selalu stand by karena yang bertugas di sana nggak satu dokter saja, tapi tujuh. Sekedar share, nama kliniknya “MUTIARA”. Bertempat di ruko (lantai 2) Metro Trade Center, Jl. Soekarno Hatta Bandung. 


Meski sudah kembali ke rumah bukan berarti Eris sudah bisa kembali beraksi secara full. Bandelnya harus direm sedikit karena khawatir akan merusak jahitannya. Dia sepertinya kangen rumah, excitednya super sekali sampai seluruh sudut dijelajahi, hahaha. Meski dokter bilang Eris pee dan pupnya sudah normal, tapi gue tetap mengawasi dan bersiap memberikan obat jika memang diare kembali. Tapi sejauh ini baik-baik saja. Nafsu makan pun sudah setara dengan seekor kuda aka rakus sekali :D Mengganti perban Eris agak tricky karena plesternya susah sekali melekat, tapi jika diganti dengan plester biasa malah terlalu susah dilepas dan bikin dia kesakitan. Sekarang gue sudah semakin lihai sih, mudah-mudahan saja gue bisa merawatnya dengan benar dan nggak terjadi infeksi, amen…

Well, gue harap teman-teman, terutama yang memelihara anjing bisa belajar dari pengalaman gue. Kondisi kesehatan, terutama pada older dog bisa berubah dengan cepat. Jadi jika sudah mendapat pertolongan pertama belum membaik, segera larikan ke dokter hewan! Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, tapi kesiapan juga penting. Susah untuk bilang sama diri sendiri untuk nggak panik, but trust me, it’s worth it. Dengan ketenangan kita, anjing juga bisa merasakan. Melepas Eris untuk rawat inap itu nggak mudah karena dia nggak mengerti. Salah-salah dia bisa mengira kalau gue menelantarkannya. Jadi gue berusaha acting kalau ini cuma vacation, ---no sad face dan tunjukan kalau gue juga excited dia bakal ada yang jagain dan bisa makan enak (padahal dalam hati sih tetap, nangis).

Gue bersyukur mendapat banyak dukungan untuk melalui ini. Terutama dari followers Instagram gue yang komentar-komentarnya menenangkan. Juga dari Tante dan dokter hewan langganan Eris yang sebenarnya nggak terlibat dalam operasi Eris (karena dari klinik berbeda) tapi tetap rajin bertanya tentang kondisi Eris. Dokter-dokter dan para staff di klinik “Mutiara” yang merawat Eris (plus direpotin), terima kasih banyak, tanpa mereka mungkin Eris sudah nggak bersama gue lagi sekarang karena infeksi rahim itu harus ditangani segera. Dan tentu, untuk keluarga gue, terutama Bapak yang selalu setia mengantar. Termasuk Shane, you’re such an angel to me! Terima kasih sudah membantu dari awal sampai sekarang, dari mulai cuci mobil setelah terkena darah Eris yang baunya minta ampun sampai menenangkan gue secara mental setiap malam.



Tulisan panjang lebar gue ini mungkin ada yang menganggap lebay. But trust me guys, family is a family, mau apapun bentuknya. Dan Eris, dia telah menjadi anggota keluarga gue sejak pertama kami bertemu dengannya! :)

kisses,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

2 komentar:

  1. Syukur ya, Kak Indi, Eris bisa selamat. Puji Tuhan ya. Senang banget dengerinnya. Well, ya setuju, kadang ngecek sendiri emang jauh lebih baik. Walau dapat review negatif di internet, but seeing is believing. Menghakimi memang nggak baik. Dan kroscek sendiri is much better.

    Sorry baru balik ke sini. Dan, haiyaaaa, tetap sama, baca blog Kak Indi, selalu something banget buat aku. Haha. GBU! Happy sunday too!

    BalasHapus
  2. artikel yg bangus terima kasih sudah berbagi informasinya

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)